Selasa, 06 April 2010



: Posted on Selasa, 06 April 2010 - 10.58

Radar Kotabumi

Sering baca informasi melalui portal berita online? Saya termasuk yang cukup sering mengakses situs-situs seperti itu. Hari ini saya coba untuk membaca content berita pada situs Radar Kotabumi. Saya berharap mendapat berita terkini seputar Lampung Utara dari situs Radar Kotabumi yang saya anggap sebagai portal berita online yang mewakili daerah saya. Tapi ternyata harapan hanya tinggal jadi harapan. Pada hari ini (Selasa, 6 April 2010), berita terbaru pada situs Radar Tarakan adalah berita dengan tanggal publikasi Rabu, 10 Februari 2010. Ya ampun, itu berita dari 55 hari yang lalu!

Saya tidak tahu apa yang jadi penyebab portal berita daerah saya ini menjadi sangat terlambat di-update. Apa karena adminnya sibuk sekali atau karena memang tidak punya admin? Atau karena pertimbangan dari segi bisnis? Bayangkan jika materi berita pada Radar Tarakan versi online sama dengan materi berita harian Radar Tarakan yang dipasarkan secara konvensional itu (versi cetak). Anggapan orang, pasti pembaca Radar Tarakan lebih memilih mengakses versi online-nya karena gratis, dan pasti versi cetaknya mengalami penurunan omzet penjualan. Dan keuntungan perusahaan pun jadi turun drastis. Benarkah demikian?

Beberapa saat kemudian saya coba bandingkan dengan portal berita Radar Lamteng atau Radar Lampung Tengah. Apa yang terjadi? Pada hari ini (Selasa, 6 April 2010), content berita terbaru yang tersaji pada situs Radar Lampung Tengah pun bertanggal 6 April 2010. Ada 30 update artikel berita. Benar-benar up-todate! Dalam hal ini pun saya belum tahu pertimbangan bisnis apa yang digunakan oleh tim redaksi Radar Lampung Tengah. Tapi saya yakin mereka tahu bahwa internet sudah mulai menjadi media informasi sekaligus media bisnis masa depan.

Sekarang coba kita lihat portal berita dari kompas.com, republika.co.id, gatra.com, swa.co.id, suaramerdeka.com, atau tempointeraktif.com dan korantempo.com. Situs-situs portal berita ini sebelumnya hanya menjual berita dengan memasarkan versi cetaknya di pasar konvensional. Tapi kini mereka juga menjadi acuan sumber berita secara online. Dan saya yakin dari versi online-nya juga mereka mendapat income yang cukup besar. Sedangkan detik.com dan antaranews.com (antara.co.id), saya tidak tahu apakah awalnya mereka juga memasarkan berita menggunakan jasa para penjaja atau loper koran. Tapi yang jelas, mereka sudah menjadi yang nomor satu sebagai portal berita online di negeri ini.

Karena sangat terlambat update, situs Radar Kotabumi memiliki ranking alexa (alexarank) hanya pada angka 2.205.318 (6 April 2010). Bandingkan dengan Radar Lampung Tengah yang memiliki ranking alexa 1.983.451. Berarti 221.867 tingkat lebih unggul Radar Lampung Tengah. Semakin sedikit angka alexarank yang dimiliki oleh sebuah website maka dianggap semakin banyak pengunjungnya. Dan semakin tinggi pula nilai komersial (bisnis) website tersebut. Pada hari ini (Selasa, 6 April 2010), kompas.com memiliki alexarank 745 dan detik.com punya alexarank 451. Website dengan angka ranking alexa yang sangat tinggi, memiliki ratusan ribu hingga jutaan pengunjung per hari. Dan perusahaan-perusahaan besar pun berduyun-duyun untuk mempromosikan produk atau jasanya melalui website seperti itu.


Bagikan :

thumbnail Radar Kotabumi, update yang kedaluarsa Prokimal Kotabumi 2010-04-06T10:58:00+07:00 4.9 100 Reviews



Copyright © 2013. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara