Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label BERITA HANKAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA HANKAM. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Desember 2015

Perkuat Operasional Tempur, TNI AL Gunakan Sistem Komunikasi Satelit

Kini jajaran TNI AL mulai menggunakan Sistem Komunikasi Satelit (Siskomsat) untuk semakin memperkuat operasionalnya dalam menjaga NKRI. Sistem Komunikasi Satelit (Siskomsat) yang digunakan di lingkungan TNI AL ini berbasis bantuan Satelit Komunikasi BRISAT yang mulai mengorbit pada Oktober 2015

KRI John Lie (358) dan KRI Usman-Harun (359). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI John Lie (358) dan KRI Usman-Harun (359).
TNI AL Mulai Gunakan Sistem Komunikasi Satelit.

Sistem komunikasi di lingkungan TNI AL kini memasuki era baru dengan menerapkan sistem komunikasi canggih bernama sistem komunikasi satelit (Siskomsat). Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, meresmikan penggunaan Siskomsat tersebut di Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Surabaya, Senin (7/12).

Siskomsat TNI AL dapat dioperasikan karena berbasis bantuan Satelit Komunikasi BRISAT yang telah mengorbit pada bulan Oktober 2015 lalu. Siskomsat TNI AL direalisasikan dalam dua kegiatan yaitu Pengembangan Siskomsat TNI AL dengan Backbone C Band untuk pendirian darat dan Siskomsat TNI AL dengan Backbone Ku-Band untuk KRI. Pada tahapan pelaksanaannya TNI AL juga menjalin kerja sama dengan PT Telkom dan PT LEN dari tahap perencanaan teknis, tahap pengembangan software hingga pengadaan hardware-nya.

Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, dalam keterangannya, Senin (7/12) menegaskan, dalam perang laut modern, komunikasi sangat menentukan keberhasilan operasi. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menuntut pelaksanaan gelar operasi yang semakin kompleks dimana jaminan terjalinnya komunikasi yang lancar, aman dan dapat dipercaya merupakan suatu keharusan.

Selama ini, dijelaskan, sistem komunikasi di lingkungan TNI, baik di pendirat maupun unsur kapal perang (KRI) yang menggunakan perangkat radio HF, VHF, dan UHF, memiliki keterbatasan dalam pengoperasiannya karena memiliki data rate rendah. "Demikian juga dengan gelar Sistem Komunikasi Satelit (Siskomsat) TNI, yang berada di bawah Komando Pengendalian Panglima TNI, tidak dapat diaplikasikan di sebagian besar KRI karena dimensi Antena C-Band yang relatif cukup besar," kata Kasal.

Karena itu TNI AL mengambil peluang kesempatan dengan adanya alokasi satu transponder Ku-Band untuk TNI AL melalui Satelit Komunikasi BRISAT yang mulai mengorbit pada bulan Oktober 2015 lalu.

Menurutnya,? Siskomsat TNI AL akan diaplikasikan untuk penugasan prajurit yang bertugas di pulau-pulau terluar, survellance, mobile trunking, dan backpack prajurit Korps Marinir. Untuk penggunaan surveillance atau pengamatan, Siskomsat dilengkapi dengan perangkat yang terdiri dari fasilitas radar, kamera, Automatic Identification System (AIS) transponder, PSTN dan E-mail.

Sebagai Siskomsat mobile atau mobile trunking, kendaraan Siskomsat dilengkapi perangkat Very Short Aperture Terminal (VSAT) dan repeater, serta pada aplikasi bacpack untuk pasukan Korps Marinir, Siskomsat dilengkapi fasilitas e-mail, PSTN dan handy talky (HT) berbasis Internet Protocol (IP). Sedangkan Siskomsat TNI AL dengan Backbone KU-Band, kata Kasal, diterapkan pada KRI dari unsur-unsur pemukul sehingga Komando dan Pengendalian Operasi bisa dilaksanakan secara langsung oleh pimpinan kepada unsur-unsur pelaku operasi.

Siskomsat pada aplikasi KRI ini memiliki fasilitas berupa data, PSTN dan Visual Comunication (Vicom) serta dilengkapi dengan kamera, radar dan Automatic Identification System (AIS) Transponder. Tahun ini, Siskomsat dengan Backbone KU-Band dipasang di Multi Role Light Frigate KRI Usman Harun-359 dan korvet KRI Sultan Iskandar Muda-367.

www.beritasatu.com

Sabtu, 05 Desember 2015

SCA Pengembangan Jet Tempur KFX/IFX Diteken Indonesia-Korea Selatan

Program pengembangan jet tempur KF-X/IF-X kini makin mencapai tahap yang lebih lanjut. Kepastian kelanjutan program industri penerbangan militer antara Indonesia dan Korea Selatan ini ditandai dengan ditandatanganinya Strategic Cooperation Agreement (SCA) antara PT. Dirgantara Indonesia (DI) dan Korea Aerospace Industries (KAI). Ltd. Penandatanganan SCA ini dilakukan oleh Budi Santoso selaku Direktur Utama PT. Dirgantara Indonesia dan Ha Sung Yong selaku CEO Korea Aerospace Industries Ltd serta disaksikan oleh Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu bersama Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Cho Taiyoung, Jumat (4-12-2015).

Jet Tempur KFX/IFX. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur KFX/IFX.
Indonesia – Korea Selatan Kerja Sama Produksi Pesawat Tempur Tercanggih.

Kerja sama di bidang pertahanan antara Indonesia dan Korea Selatan khususnya kerja sama dalam program pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X terus berlanjut. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Strategic Cooperation Agreement (SCA) antara PT. Dirgantara Indonesia (DI) dan Korea Aerospace Industries (KAI). Ltd. SCA tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PT. DI Budi Santoso bersama CEO KAI.Ltd Ha, Sung Yong dan disaksikan langsung Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu bersama Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Cho Taiyoung, Jumat (4-12-2015).

Penandatanganan SCA ini merupakan langkah awal yang cukup strategis antara industri pertahanan Indonesia dan Korea Selatan. Di dalam SCA secara Bisnis to Bisnis, PT. DI dengan KAI.Ltd akan melaksanakan kerja sama yang meliputi fase produksi pesawat tempur KFX/IFX termasuk maintenance/sustainability, modification dan upgrading. Di samping itu, potensi kerja sama lainnya sesuai kapasitas dan kapabilitas kedua belah pihak yang akan dilaksanakan secara simultan sejalan dengan pelaksanaan fase Engineering Management and Development (EMD).

Menhan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan penandatanganan SCA antara PT. DI dengan KAI.Ltd ini merupakan langkah awal yang cukup strategis antara industri pertahanan kedua negara, terutama kepada PT. DI agar dapat mengembangkan kemampuan produksi dan teknologi terutama di bidang pesawat tempurdan diharapkan pada masa mendatang akan menjadi produk unggulan karya anak bangsa yang menjadi andalan dan kebanggaan Indonesia.

Menhan berharap melalui penandatanganan SCA ini seluruh program dan kegiatan terkait dengan pembangunan dan penguasaan teknologi pesawat tempur dapat diselesaikan dengan lancar dan tepat waktu. "Momentum penandatanganan ini harus menjadi pendorong semangat kerja kedua belah pihak untuk membuktikan bahwa kerjasama ini sudah sesuai tujuan dan sasaran yang diharapkan," ungkapnya.

Menhan RI mengatakan, proses penguasaan teknologi pesawat terbang bukanlah suatu proses yang sederhana, tetapi memerlukan dukungan dan komitmen semua pihak yang terkait termasuk pemerintah dengan dukungan regulasi dan anggaran, demikian pula peran aktif dari industri pertahanan dalam melaksanakan proses kerja sama termasuk sharing keahlian, pengetahuan dan teknologi.

Dengan tingginya persaingan ekonomi global dewasa ini, menurut Menhan RI, perlu adanya sikap antisipasi dan komitmen kuat dari para pelaku industri strategis terutama PT. DI agar tetap eksis dalam dunia internasional sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi pesawat terbang. "Harus senantiasa berupaya mencari terobosan dan inovasi teknologi agar tidak tertinggal dari negara-negara lain," katanya.

www.jpnn.com

Rabu, 23 September 2015

TNI AL - Royal Australian Navy Gelar Latma New Horizon Exercise 2015

TNI AL dan Royal Australian Navy (RAN) pada tahun ini kembali melaksanakan Latihan Bersama (Latma). Pada latihan bersama ini, Angkatan Laut dari dua negara bertetangga ini menggelar latihan diberi nama New Horizon Exercise 2015 yang dilaksanakan selama 4 hari dan mengambil lokasi di wilayah perairan Indonesia.

KRI Usman-Harun (359). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Usman-Harun (359).
Setelah Australia, TNI AL Tantang Malaysia.

Angkatan Laut Indonesia dan Australia saat ini sedang melaksanakan Latihan bilateral. TNI AL dan Royal Australian Navy (RAN) terakhir kali melaksanakan latihan bersama tahun 2011 dan kembali dilaksanakan lagi tahun 2015 ini dengan fokus kegiatan dalam bidang Militery Operation Other Than War (MOOTW). Pelaksanaan latihan bersama kali ini diberi nama New Horizon Exercise 2015 yang dilaksanakan selama empat hari di wilayah perairan Indonesia dalam tiga kegiatan yaitu Harbour Phase, Sea Phase dan Post Exercise Phase.

Hal itu mengemuka saat Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI I. G. Putu Wija Mahadi, S.H., menerima laporan persiapan pelaksanaan Latihan Perang Laut bersama dengan Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy), bertempat di ruang rapat Waasops Kasal di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (22/9/2015).

Menurut Kolonel Laut (P) Didong Rio Duta selaku Komandan Satgas dan juga Komandan KRI Usman Harun mengatakan, pada latihan ini TNI Angkatan Laut melibatkan 2 KRI, yaitu KRI Usman Harun-359 dan KRI Diponegoro-365, satu Heli BO 105 serta Pesud CN 235 MPA. Sementara dari pihak Royal Australian Navy (RAN) mengerahkan dua Kapal perang HMAS Arunta (FFGHM) dan HMAS Sirius (AOR) serta sati heli RAN Seahawk.

Dalam latihan bersama tersebut, sebanyak 313 prajurit TNI Angkatan Laut dilibatkan guna meningkatkan hubungan dan pemahaman melalui pelatihan di pangkalan (dalam bentuk interaksi sosial), meningkatkan kemampuan tempur, saling pengertian dan kerja sama melalui program latihan terstruktur di pangkalan. Selain itu, meningkatkan kemampuan dalam keterampilan kepelautan, dan keterampilan aksi peperangan serta komunikasi.

Laksma TNI I. G. Putu Wija Mahadi, S.H., menegaskan unsur yang terlibat agar dipersiapkan dengan baik. Seluruh personel yang terlibat dalam latihan ini juga diminta tetap memerhatikan faktor keamanan personel dan material. "KRI dan Pesud yang terlibat dalam latihan dengan kedua negara dipersiapkan dan baik dan faktor keamanan personel dan material diperhatikan," kata Waasops Kasal melalui keterangan pers Kasubdispenum Dispenal, Kolonel Laut (P) Suradi Agung Slamet, S.Sos., S.T.

Selain latihan dengan Angkatan Laut Australia, TNI Angkatan Laut juga akan melaksanakan latihan bersama dengan Tentara Laut Diraja Brunai. Dalam Latihan ini, Letkol Laut (P) Lukman Harish bertindak selaku Komandan Satgas yang saat ini menjabat Komandan KRI Keris-624. Latihan TNI Angkatan Laut dengan Tentara Laut Diraja Brunai ini dilaksanakan di Surabaya selama 6 (enam) hari dengan nama latihan "Helang Laut 16A/15". Dalam latihan ini akan dilaksanakan kegiatan simulasi perang elektronika yang seluruhnya dilaksanakan di darat.

www.jpnn.com

Kamis, 03 September 2015

Kontrak Pembelian Su-35 Diteken Bulan September 2015

Kontrak pengadaan jet tempur Sukhoi Su-35 Flanker-E dijadwalkan ditanda-tangani pada September 2015. Indonesia akan membeli pesawat tempur buatan Rusia ini sebanyak sekitar 1 skuadron atau 16 unit jet tempur Sukhoi Su-35 Flanker-E. Armada baru penempur udara ini dipersiapkan untuk menggantikan pesawat F-5 Tiger milik TNI AU yang akan segera dipensiunkan.

Sukhoi Su-35 Flanker-E. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Sukhoi Su-35 Flanker-E.
Kemhan Akan Ganti F-5 dengan Sukhoi Su-35.

Kementerian Pertahanan telah memutuskan akan mengganti satu skuadron atau 16 unit pesawat F-5 Tiger milik TNI Angkatan Udara yang akan memasuki masa pensiunnya dengan pesawat tempur Sukhoi Su-35 Flanker-E dari Rusia. "Kita sepakat (Panglima TNI dan KSAU) akan membeli satu skuadron Sukhoi Su-35 dari Rusia untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger," kata Menhan Ryamizard Ryacudu usai sidak persenjataan milik TNI Angkatan Darat di tiga kesatuan, yakni Kopassus, Yonkav 1/1 Kostrad, dan Yonif Mekanis 201 Jaya Yudha, di Jakarta, Rabu (2/9/2015).

Pertimbangannya Kementerian Pertahanan memilih Sukhoi Su-35 sebagai pengganti F-5 Tiger, kata dia, karena penerbang TNI Angkatan Udara sudah terbiasa menggunakan Sukhoi. "Sekarang kita memiliki pesawat tempur dari Amerika (F-16), Tiongkok, dan Rusia. Kita bukan negara yang blok-blokan," katanya.

Pembelian pesawat Sukhoi Su-35 itu akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan negara. "Kita ingin membeli satu skuadron, tetapi disesuaikan kemampuan pemerintah," kata Ryamizard.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini mengatakan bahwa pada bulan September 2015 akan ada penandatanganan pembelian Sukhoi Su-35 dengan pihak Rusia.

Di tempat yang sama, Dirjen Perencanaan Pertahanan Kemhan Marsekal Muda TNI M. Syaugi mengatakan bahwa pembelian pesawat Sukhoi Su-35 yang baru melalui alih teknologi atau transfer of technology (ToT) dengan pihak Rusia. "Ini sesuai dengan aturan yang ada bahwa kalau kita ingin membeli alutsista harus ada ToT. Semua itu disesuaikan dengan kemampuan. Jadi, berapa kemampuan anggaran kan tidak mungkin kita minta satu unit terus minta TOT bikinnya gimana, jadi disesuaikan dengan uang yang ada," kata Syaugi.

Ia mengatakan, "Pembelian pesawat tempur canggih itu akan lengkap dengan senjatanya. Lebih baik sedikit ketimbang banyak, tetapi kosongan." Kemhan menginginkan agar pembelian pesawat itu sebanyak 16 unit. Akan tetapi, disesuaikan dengan keputusan pemerintah. "Kita ini kan belum diputuskan uangnya berapa. Kita sudah pingin beli itu cepat-cepat. Penetapan dari Bappenas itu belum keluar. Mungkin dihitung-hitung dahulu dolarnya berapa. Berapa ini mampunya negara, ini kan dari pinjaman luar negeri," kata Syaugi.

www.beritasatu.com

Rabu, 05 Agustus 2015

TNI AL Dan US Navy Gelar Latma CARAT 2015

TNI AL dan US Navy (Angkatan Laut Amerika Serikat) menggelar Latihan Bersama yang bersandi CARAT 2015 (Cooperation Afloat Readiness and Training 2015). Latma CARAT 2015 ini dilaksanakan mulai 27 Juli 2015 hingga 10 Agustus 2015. Latihan ini bertujuan untuk lebih meningkatkan hubungan bilateral dan memelihara stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara.

Armada Kapal Perang. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Armada Kapal Perang.
Latma CARAT 2015 upaya tingkatkan hubungan Indonesia-AS.

TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) kembali menggelar Latihan Bersama (Latma) bersandi "CARAT" (Cooperation Afloat Readiness and Training) 2015" untuk meningkatkan hubungan bilateral dan memelihara stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara. "Latma CARAT 2015 itu secara resmi dibuka oleh Asops Kasal Laksamana Muda TNI Arie Henrycus Sembiring yang didampingi oleh Comlog Westpac RDML Charles William di Puslat Kaprang Kolatarmatim, Senin (3/8/2015)," kata Kadispen Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman di Surabaya, Selasa (4/8/2015).

Pembukaan Latma CARAT yang berlangsung selama 14 hari, sejak 27 Juli hingga 10 Agustus 2015 itu, ditandai dengan penyematan tanda peserta latihan oleh Asops Kasal kepada perwakilan US Navy, lalu Commander Logistics Group Western Pacific menyematkan tanda peserta kepada perwakilan TNI AL.

Dalam amanatnya, Asops Kasal menerangkan Latma CARAT 2015 memiliki peran yang penting, tidak hanya untuk meningkatkan profesionalisme tetapi juga untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. "CARAT 2015 merupakan implementasi dari hubungan bilateral di bidang pertahanan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas, profesionalisme, dan koordinasi di bidang kemaritiman," katanya.

Dalam Latma CARAT 2015 bertajuk "Engineer Enclosure (Encap) itu, TNI Angkatan Laut melibatkan CN-235, NBO-105, BELL-412, NC-212-200, 1 FFG (kelas Van Speijk), MRLF, Corvette (kelas Sigma), LPD, Kapal Selam, dan satu Batalyon Marinir (350 personel). Selain itu, satu Peleton Zeni (60 personel), satu Detasemen Force Protection (35 personel), tiga Tim Kopaska Untuk Serial Latihan Riverine (21 personel), dua Tim Penyelam (delapan personel tiap tim), 16 personel pelatihan Eod (delapan penyelam, delapan Kopaska), dan satu Tim Band Koarmatim,

US Navy melibatkan Task Force-73, USNS Safeguard, DDG (dilengkapi 1 heli MH-60R), LCS (dilengkapi heli MH-60R), SSN, LSD, USMC (300 personel), Pesud P-3/P-8, Survey/Beach Master, Sevent Fleet Band, satu Detasemen Riverine, satu Detasemen Seabee, satu tim VBSS, satu Batalyon MDSU, satu peleton EOD, satu Detasemen Force Protection, dan satu UAV MQ-8 Firescout.

Materi latihan yang akan dikembangkan, adalah kemampuan mengaplikasikan dan mengembangkan doktrin, taktik, dan prosedur operasi di laut sesuai dengan referensi yang telah disepakati dan kemampuan kodal dan komunikasi kerja sama teknis dan taktis antarpersonel TNI AL dan US Navy pada penyelenggaraan pelayanan masyarakat, meliputi bakti sosial dan kunjungan sekolah.

Acara pembukaan tersebut dihadiri Pangarmatim Laksda TNI Darwanto, Dankobangdikal, Kasarmatim, Danlantamal V, Danpuspenerbal, Karumkital Dr. Ramelan, Dan STTAL, US Naval Attache LCDR Jenefer Barnes, perwakilan dari masing-masing "working group", dan 15 perwakilan dari USS Safeguard dan USS Fortworth.

Memasuki hari kedelapan Latma CARAT 2015, pasukan Marinir TNI AL dan United States Navy (US Navy) melaksanakan karya bakti renovasi SDN Tebalo di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (3/8/2015). Tahap renovasi SD untuk saat ini telah mencapai 60 persen. Bangunan yang direnovasi adalah enam ruang kelas, satu ruang guru, serta membuat dua kamar mandi dan WC untuk siswa dan guru.

Para prajurit dari kedua negara tersebut melaksanakan pemasangan instalasi listrik, pengecatan dinding, plester, dan pengacian dinding, pemasangan rangka plafon serta pemasangan kuda-kuda atap. "Saya berharap renovasi ini dapat memberikan manfaat bagi siswa SDN Tebalo," kata Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Carat 2015 Kolonel laut (P) Arsyad Abdullah yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmatim itu.

www.antaranews.com

Sabtu, 01 Agustus 2015

Korps Marinir TNI AL Masuk Tiga Besar Dunia

Kekuatan Pasukan Marinir TNI AL disebut-sebut sebagai nomor tiga terbesar di dunia. Posisi ini dibawah kekuatan pasukan Marinir negara Amerika Serikat dan Inggris. Pengakuan ini didapat pada pelaksanaan pertemuan tahunan persatuan Marinir tingkat dunia yang digelar di Hawai, Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Marinir TNI AL. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Marinir TNI AL.
Kekuatan Marinir Indonesia Masuk Tiga Besar di Dunia.

Meski tak dilengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) secanggih milik negara-negara maju, Indonesia patut berbangga hati terhadap Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL). Pasalnya, Indonesia disebut-sebut memiliki kekuatan Korps Marinir terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat (AS) dan Inggris. "Kekuatan Marinir Indonesia adalah yang terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Inggris," kata Komandan Korps Marinir Mayjen TNI Buyung Lalana di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis 30 Juli 2015.

Buyung memaparkan, di dalam sebuah pertemuan tahunan persatuan Marinir tingkat dunia yang digelar di Hawai, Amerika Serikat beberapa waktu lalu, korps baret ungu ini mendapatkan sambutan hangat dari sejumlah negara adikuasa. "AS bilang Anda negara kekuatan ketiga terbesar di dunia. Marinir yang berhasil membuat kita gentar. Saya berkunjung ke Indonesia dan Marinir punya yel-yel yang berhasil memprovokasi kami, buat gentar kita," ungkap Buyung menirukan pujian pihak Marinir AS.

Apresiasi dari Marinir AS terhadap Marinir Indoneisa tersebut memang bukan tanpa alasan. Buyung mengatakan, dari sejumlah kegiatan latihan bersama yang diadakan antara prajurit Marinir dari tiga negara (Indonesia-AS-Inggris), kegigihan prajurit Indonesia tak kalah dengan dua negara adikuasa tersebut. "Kita sering berlatih bersama dengan mereka (AS-Inggris). Dengan kemampuan dan besarnya armada kita, mereka memuji kita. Sebagai ilustrasi, dalam kegiatan berenang menyeberangi Selat Sunda tahun lalu, 817 dari 1000 personel Marinir itu berhasil menyeberang," ucap Buyung.

sindonews.com

Selasa, 21 April 2015

4 Unit Pesawat Latih Bonanza G-36 Baru Perkuat Armada Skuadron 200 Wing Udara 1/Pusat Penerbangan TNI AL

4 unit pesawat latih dasar dari jenis Beechcraft Bonanza G-36 kini telah menambah jumlah armada pesawat Skuadron 200 Wing Udara 1/Pusat Penerbangan TNI AL, Surabaya. Pesawat-pesawat terbang tersebut digunakan untuk melatih para penerbang di lingkunan kesatuan TNI AL. Beechcraft Bonanza G-36 adalah pesawat yang diproduksi oleh perusahaan Beechcraft Company yang berbasis di Wichita, Kansas, Amerika Serikat.

Beechcraft Bonanza G-36 TNI-AL. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Beechcraft Bonanza G-36 TNI-AL.
TNI AL tambah empat pesawat latih baru.

TNI AL menambah empat pesawat latih dasar baru jenis Beechcraft Bonanza G-36 yang akan dioperasikan oleh Skuadron 200 Wing Udara 1/Pusat Penerbangan TNI AL, di Surabaya. Keempat pesawat latih dasar yang baru itu diserahterimakan dalam upacara penerimaan yang disaksikan Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Ade Supandi, di Base Ops Pangkalan Udara TNI AL Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/4/2015).

Dalam upacara serah terima pesawat baru itu, keempat pesawat latih dasar itu diserahkan Asisten Logistik Kepala Staf TNI AL, Laksamana Muda TNI Hari Pratomo, kepada Komandan Pusat Penerbangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Sigit Setiyanta. "Untuk mencetak penerbang yang profesional dan handal, kami perlu pesawat latih yang spesifik. Sebelumnya, kami sudah punya empat pesawat sejenis, sehingga kami sekarang memiliki delapan pesawat latih Bonanza G-36," kata Supandi.

Untuk pengadaan 2015, TNI AL masih memerlukan pesawat latih lagi sebanyak empat pesawat udara. "Itu pesawat latih mesin tunggal, yaitu Bonanza G-36 , tapi ke depan kami membutuhkan enam jenis mesin ganda," katanya.

Bahkan, untuk calon penerbang yang memasuki pelatihan madya akan bisa berlatih dengan pesawat yang lebih besar, seperti CN-235 dan Cassa N-212. "Pesawat itu merupakan kepanjangan mata dalam deteksi kapal-kapal permukaan," katanya.

Ditanya antisipasi kecelakaan atau insiden dalam latihan dengan pesawat latih, orang nomer satu di TNI AL itu mengatakan pelatihan di lingkungan TNI AL itu dilakukan secara lebih rinci. "Tidak hanya itu, perawatan juga kita lakukan secara rutin dan kalau ada error akan langsung dilakukan perbaikan. Kita juga memiliki Tim Keselamatan Penerbangan yang selalu memantau," katanya.

Dalam upacara serah terima pesawat udara latih dasar itu, Supandi sempat membaptis mereka dengan air dalam kendi serta membuka selubung pesawat yang bertuliskan Skuadron 200.

Terkait pengadaan pesawat latih dengan penyedia PT Krida Setia Abadi itu, Setiyanta menjelaskan nilai keempat pesawat latih buatan Beechcraft Company di Wichita, Kansas, AS itu mencapai Rp59 miliar. "Sertifikasi dan pelatihan untuk pengoperasian pesawat itu sudah dilakukan di AS pada November-Desember 2014, bahkan keempat pesawat latih itu sebenarnya sudah memeriahkan HUT TNI 2014, tapi upacara resmi baru hari ini," katanya.

Spesifikasi pesawat latih Bonanza G-36 adalah mesin tunggal, bertenaga 300 HP, enam silinder, dan bahan bakar avgas. Kapasitas pesawat terbang adalah empat orang dengan kecepatan 326/jam dan daya jelajah 1.713 km di ketinggian maksimal 5.639 m.

Pada periode II (2015-2019), TNI AL berkomitmen untuk membangun kekuatan, khususnya pesawat udara yakni helikopter anti-kapal selam (11 unit), helikopter anti-kapal permukaan air (delapan unit), helikopter angkut taktis (empat unit), CN235-2000 Patmar (tiga unit), dan sejumlah simulator.

Selain alutsista, TNI AL juga berencana mengembangkan pangkalan udara TNI AL kelas A di Tanjung Pinang dan kelas B di Bengkulu, Ambon, dan Tual, serta Wing Udara 3 di Sorong.

www.antaranews.com

Kamis, 09 April 2015

Marinir TNI AL Dan US Marsoc Gelar Latihan Militer Bersama

Pasukan Marinir TNI AL dan US Marsoc (pasukan khusus Marinir Amerika Serikat) menggelar latihan militer bersama yang bersandi Lantern Iron 15-5524. Dalam latihan tempur ini pasukan Intai Amfibi Marinir TNI AL dan US Marsoc mengasah keterampilan beberapa spesifikasi tempur, seperti peperangan kota (Military Operations On Urban Terrain / MOUT), pengintaian pantai, pertempuran jarak dekat, identifikasi dan antisipasi bahan peledak, dan sebagainya.

Latihan Menembus Gelombang. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Latihan Menembus Gelombang.
Marinir Indonesia-AS latihan perang kota di Banyuwangi.

Prajurit Intai Amfibi Marinir TNI AL bersama dengan prajurit khusus Marinir AS, US Marsoc, melakukan latihan perang kota di Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur. Komandan Satgas Latihan Letkol Marinir Freddy Ardianzah dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Korps Marinir di Banyuwangi, Selasa menjelaskan bahwa latihan bersandi "Lantern Iron 15-5524" melibatkan sejumlah pihak, termasuk helikopter TNI AL. "Tujuan latihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Taifib Korps Marinir dalam melaksanakan perang kota," ujarnya.

Letkol Freddy Ardianzah mengatakan selain materi perang kota, Senin (6/4/2015), prajurit Taifib Korps Marinir pada Minggu (5/4/2015) juga melaksanakan latihan melompat ke air dari helikopter dan stabo atau diangkut dengan helikopter menggunakan tali. Satu unit helikopter jenis Bell 412 yang dilibatkan berasal dari Skuadron 400 Wing Udara-1 Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) yang dipiloti Lettu Laut (P) V. Oktomiawan dan Copilot Lettu Laut (P) Tri Yudha. "Secara umum latihan ini untuk meningkatkan profesionalisme prajurit Taifib Korps Marinir yang memiliki kemampuan bertempur di tiga medan atau tri media, yaitu di darat, laut dan udara," ujarnya.

Pada akhir Maret 2015 lalu, prajurit Taifib Marinir bersama dengan US Marsoc mengadakan latihan pengintaian pantai di daerah Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Lampon, Banyuwangi. Letkol Freddy Ardianzah menjelaskan pada latihan itu marinir kedua negara melaksanakan berbagai materi latihan, di antaranya, renang rintis, pengintaian pantai lanjutan dan raid amfibi. Pada latihan bersama itu kedua marinir merasakan lokasi latihan tempat para calon pasukan Taifib Marinir digembleng.

Freddy Ardianzah menjelaskan bahwa para marinir itu juga berlatih tentang identifikasi serta tindakan terhadap bahan peledak, pertempuran jarak dekat, bertahan hidup dan lainnya.

Menurut dia, latihan bersama ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Taifib serta menjalin kerja sama dengan prajurit US Marsoc dalam bidang militer.

www.antaranews.com

Sabtu, 04 April 2015

TNI Hujani Tembakan Roket Ke Lokasi Persembunyian Teroris Santoso

Puluhan roket ditembakkan dari MLRS RM 70 Grad kaliber 122mm milik pasukan Marinir TNI AL dengan sasaran Gunung Biru Tamanjeka, Poso, yang disinyalir menjadi tempat persembunyian kelompok teroris yang dipimpin Santoso alias Abu Wardah. Puluhan roket yang diluncurkan dari Bandara Kasiguncu dan dari kapal perang KRI Hasan Basri di laut Pesisir Poso tersebut juga merupakan bagian dari latihan perang yang dilakukan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang telah digelar sejak tanggal 1 April 2015 lalu.

Unit MLRS RM 70 Grad Marinir TNI-AL. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Unit MLRS RM 70 Grad Marinir TNI-AL.
TNI Bombardir Markas Santoso dengan 80 Roket.

Gunung Biru Tamanjeka, Poso, Jumat (3/4/2015) pagi kembali jadi sasaran bombardir TNI. Sebanyak 80 roket RM 70 Grad marinir kaliber 122 ditembakkan ke titik serang yang diduga kuat menjadi persembunyian teroris Santoso alias Abu Wardah. Puluhan roket dimuntahkan dari peluncur roket marinir di Bandara Kasiguncu dan dari Kapal Perang Hasan Basri di laut Pesisir Poso. Selain dari darat dan laut, serangan juga dilakukan dari udara. Serangan udara dilakukan oleh empat heli tempur jenis bell 412 dan heli serang MI-35P.

Serangan besar-besaran kali kedua setelah di markas Selasa (1/4/2015) lalu kelompok teroris Santoso alias Abu Wardah ini dilakukan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) selama hampir satu jam, sejak pukul 06.10 – 07.00 Wita. Aksi serangan besar-besaran TNI ke basis kelompok teroris Santoso ini masih dalam rangka latihan perang PPRC di Gunung Biru. Semua bentuk serangan ke gunung biru dikendalikan dari pusat pos komando latihan perang PPRC yang berada di terminal baru Bandara Kasiguncu. "Serangan roket darat, laut dan udara pagi ini masih bagian dari latihan perang PPRC. Ini serangan tahap dua, kelanjutan dari serangan tahap satu pada Selasa (1/4)," kata Komandan Komando Pendidikan dan Latihan (Dankodiklat) TNI Mayjend I Wayan Maendra, Jumat (3/4/2015).

Kepada wartawan, jenderal bintang dua ini juga menyebut latihan serangan darat, udara, dan laut pagi kemarin untuk uji prosedur tetap. Latihan perang akan berlangsung hingga 15 April 2015 mendatang.

Sementara dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko menjelaskan, latihan PPRC di Gunung Biru dilakukan guna meningkatkan profesionalisme serta memberikan pemahaman wilayah operasi perang pada prajurit TNI. "Jika terjadi sesuatu pada wilayah-wilayah tertentu dan membutuhkan penanganan TNI, maka prajurit-prajurit TNI sudah mengenal wilayah itu," sebutnya saat membuka latihan perang, Selasa (1/4/2015) lalu.

Tapi demikian, Moeldoko tak menampik jika latihan perang dilakukan untuk menghentikan langkah kelompok sipil bersenjata pimpinan Santoso alias Abu wardah. "Kalau ketemu Santoso pasti ditindak," tekannya.

Jenderal dengan empat bintang ini menuturkan bahwa TNI tidak akan memberi ruang bagi kelompok-kelompok radikal ada dan berkembang di wilayah Indonesia. Termasuk di Poso. "TNI tidak akan memberi tempat bagi berkembangnya paham radikal di Indonesia. Termasuk pada ISIS. Kita tidak akan beri tempat ISIS berkembang di Indonesia. Poso yang kita lihat ada potensi menjadi bertempatnya paham-paham radikal itu maka tidak akan kita biarkan. Karena itu, Poso kita jadikan sebagai tempat pilihan untuk latihan perang PPRC," tutupnya.

www.jpnn.com

Rabu, 18 Maret 2015

Kemenhan RI Akan Pesan Amunisi Meriam Kaliber 105mm Buatan PT Pindad

Direktur Utama PT Pindad mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan Republik Indonesia akan memesan produk amunisi meriam kaliber 105mm buatan BUMN tersebut yang telah diuji coba beberapa waktu lalu. Bagi PT Pindad, order dari Kemenhan ini punya arti penting jika produk amunisi meriam kaliber 105mm hendak dijadikan produk ekspor. Untuk meyakinkan calon pengguna dari luar negeri, PT Pindad harus memiliki bukti bahwa produknya telah digunakan di dalam negeri.

Amunisi Granat Meriam Howitzer 105mm Produksi PT Pindad. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Amunisi Granat Meriam Howitzer 105mm Produksi PT Pindad.
Pindad Dapat Pesanan Amunisi Kaliber Besar.

Amunisi kaliber besar Pindad ukuran 105 mm yang belum lama diujicoba mendapat respon positif. TNI dan Kemenhan sudah memberikan sinyal untuk memasukannya dalam kebutuhan pertahanan. Hal tersebut dikatakan Dirut PT Pindad (Persero), Silmy Karim di sela-sela menerima Ketua STIK Lemdikpol Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di Bandung, Selasa (17/3/2015). "Saya baru mendapatkan respon KSAD, akan memesan, demikian pula Kemenhan akan memesan 105 mm. Berapa-berapanya masih dihitung," tandasnya.

Dalam kaitan itu, pihaknya siap menjawab kebutuhan tersebut. Kapasitas produksi Pindad mampu memproduksi hingga puluhan ribu. Amunisi kaliber besar biasanya dipakai untuk meriam, arteleri, dan kanon. "Kita siap memproduksi 50 ribu unit amunisi kaliber besar," tandasnya.

Bagi Pindad, respon positif jelas merupakan dorongan untuk membuka pasar ekspor bagi amunisi tersebut. Untuk tahap pertama, amunisi kaliber besar itu memang ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Penggunaan oleh TNI akan menjadikan produk tersebut semakin teruji sekaligus promosi efektif. Hanya saja, produk tersebut belum dibawa ke ajang pameran Langkawi Internasional Maritime and Aerospace (LIMA) 2015 di Pusat Pameran Antarbangsa Mahsuri Langkawi, Malaysia.

Pindad mengandalkan pistol maupun senapan serbu dan produk terbarunya yakni senapan bagi sniper dengan jarak efektif mencapai 2 Km, serta kendaraan tempur. "Kita ikut pameran internasional ini sebagai antisipasi pasar ekspor sebagai salah satu fokus Pindad ke depan, tapi untuk ekspor perlu bukti di dalam negeri guna mencari perhatian pengguna," katanya.

berita.suaramerdeka.com

Sabtu, 14 Maret 2015

Akhirnya Indonesia Pilih Sukhoi Su-35 Untuk Gantikan F-5 Tiger

Akhirnya jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia dipilih untuk menggantikan armada pesawat tempur F-5 Tiger yang sudah uzur yang selama ini dioperasikan Skuadron Udara 14 yang bermarkas di Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahjudi. Pesawat tempur bermesin jet Su-35 kerap disebut sebagai Super Flanker karena merupakan varian jet tempur terkuat dari seri Flanker yang diproduksi oleh negara Rusia. Berdasarkan teknologi yang diusungnya, jet tempur ini masuk dalam jenis pesawat tempur generasi 4,5 atau 4++.

Sukhoi Su-35 Flanker E. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Sukhoi Su-35 Flanker E.
Kemhan-DPR Sepakat Beli Sukhoi Su-35.

Keinginan Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki pesawat tempur generasi terbaru mulai terwujud. Setelah melewati pembahasan panjang, Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI akhirnya sepakat memilih pesawat tempur generasi 4,5 Sukhoi Su-35. Pesawat buatan Rusia itu akan menggantikan pesawat F-5 Tiger yang sudah tidak laik terbang. Rencana pengadaan ini sudah mendapat lampu hijau DPR. Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengungkapkan, rencana pembelian Su-35 sudah dibahas lama. Kesepakatan tercapai melalui proses yang cukup memakan waktu. Diawali dengan pembicaraan antara pemerintah Indonesia dengan Rusia, kemudian antara kementerian pertahanan kedua negara. "Setelah itu pelakunya apakah G to G dan seterusnya (dibahas) cukup panjang," kata Panglima seusai mengikuti kegiatan TNI Mendengar di Aula Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (12/3/2015).

Kapuspen TNI Mayjen TNI Fuad Basya memaparkan, pesawat tempur Su-35 menjadi pilihan untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU. "Di TNI itu ada proses namanya Dewan Penentu dan Pengadaan (Wantuada) yang berada di angkatan, kemudian ada Dewan Kebijakan Penentuan Alut dan Alutsista (Wanjaktu) di Mabes TNI. Hasil Wantuada itu dikombinasikan ke Mabes TNI menjadi Wanjaktu agar menjadi interoperabilitas," ujarnya.

Hasil Wanjaktu, sambung Fuad, sama seperti yang disampaikan Panglima TNI bahwa TNI sepakat memilih pesawat Su-35. Selanjutnya, Kemhan yang akan menjalankan proses administrasinya. "Proses itu (pengadaan) tinggal Menhan. Cepat lambatnya tergantung Menhan, sebab proses administrasinya di mereka. Kita inginnya secepat mungkin karena F- 5 sudah harus diganti," kata dia.

Saat disinggung berapa jumlah pesawat tempur Su-35 yang akan diadakan pada tahap pertama, Fuad mengaku belum bisa menyebutkan secara detail. "Yang jelas kita akan ganti secara bertahap dan itu sampai 2024 berakhirnya minimum essential force (MEF) semua itu sudah hadir," tegasnya.

Su-35 merupakan pesawat tempur terkuat buatan Negeri Beruang Merah. Pesawat bermesin ganda ini dianggap sebagai pesawat generasi kelima karena kelebihan yang dimilikinya. Bagaimana tidak, pesawat turunan dari Su-27 ini mampu melakukan manuver yang tidak bisa dilakukan pesawat tempur lainnya, yakni berhenti seketika diudara, mampu terbang cepat di ketinggian, dan bisa membawa banyak rudal ke udara.

Su-35 juga bisa melesat hingga 2.390 km/jam dan mampu menempuh jarak hingga 4.500 km. Pengamat militer Mufti Makarim menilai, sebagai negara kepulauan, Indonesia butuh fondasi yang kuat utamanya di udara dan laut. Sebab serangan datang melalui kedua jalur tersebut. Karena itu, rancang bangun pertahanan harus terpadu. "Saya setuju dengan adanya peningkatan kekuatan untuk operasi udara dan laut karena itu adalah kebutuhan riil," ujarnya.

Namun hal yang perlu dipertanyakan adalah ketepatan alat itu. Apakah penggunaannya bisa terintegrasi dengan sistem yang ada sehingga menjadi operasi pertahanan yang terpadu. Kemudian dari segi anggaran. Apakah pembelian itu sudah diperhitungkan dengan matang. "Lalu bagaimana sistem pembayaran utangnya, jangan sampai membebani negara. Sebab pengadaan pesawat itu tidak murah," ucapnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya membenarkan bahwa pesawat tempur Su-35 sudah masuk dalam rencana pembelian. Politikus Partai Golkar ini menyebutkan, jumlah pesawat yang dibeli sebanyak 16 unit atau satu skuadron berikut dengan persenjataannya. Saat disinggung soal anggaran yang dihabiskan untuk membeli pesawat tersebut, Tantowi mengaku tidak hafal. Namun pesawat tersebut akan tiba ke Indonesia secara bertahap. "Anggarannya beda dengan pembelian sebelumnya, tapi saya lupa berapa, tapi apa yang disampaikan Panglima TNI dan Menhan itu benar," tegasnya.

www.koran-sindo.com

Jumat, 13 Maret 2015

Armada Jet Tempur Hawk MK-53 TNI AU Masuki Masa Purna Tugas

Armada jet tempur Hawk MK-53 yang sudah dioperasikan TNI AU selama 35 tahun akhirnya resmi memasuki masa purna tugas. Pesawat tempur buatan British Aerospace ini sebelumnya dioperasikan Skuadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur. Untuk selanjutnya, armada jet tempur Hawk MK-53 digantikan pesawat tempur T-50i Golden Eagle yang dibeli dari Korea Selatan.

Jet Tempur Hawk MK-53 TNI AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur Hawk MK-53 TNI AU.
TNI-AU Museumkan Pesawat Hawk MK-53.

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) berencana memuseumkan Pesawat Hawk MK-53 yang selama ini dioperasikan di Skuadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur, karena telah memasuki purnatugas. Berakhirnya pengabdian Hawk MK-53 ditandai dengan acara "Farewell" Hawk MK-53 di "Shelter" Skuadron Udara 15 Lanud Iswahjudi yang dihadiri Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Widyargo Iko Putro beserta para pejabat Lanud Iswahjudi, Kamis (12/3/2915).

Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Widyargo Iko Putro, mengatakan, "Farewell Flight" merupakan simbolisme pergantian pesawat yang akan dioperasikan di Skuadron Udara 15 dari Hawk MK-53 ke pesawat T-50i Golden Eagle. "Di mana Hawk MK-53 tersebut sudah berakhir jam terbangnya dalam mengemban tugas di TNI Angkatan Udara," ujar Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Widyargo Iko Putro, kepada wartawan.

Menurut dia, selanjutnya pesawat Hawk MK-53 yang banyak membantu tugas TNI AU itu akan ditempatkan di Museum Pusat Dirgantara Mandala, Yogyakarta.

Pesawat Hawk MK-53 merupakan pesawat buatan "British Aerospace". Pesawat tersebut digunakan oleh TNI AU di Indonesia sejak tanggal 1 September 1980. "Pesawat tersebut telah banyak memberikan kontribusi kepada TNI Angkatan Udara dalam melaksanakan operasi-operasi penugasan. Sebagai pesawat latih, Hawk MK-53 juga telah berhasil mencetak penerbang-penerbang tempur yang berkualitas," tuturnya.

Dalam "Farewell Flight" tersebut, pesawat Hawk MK-53 TT 5309 diterbangkan oleh Komandan Skuadron Udara 15 Letkol Pnb Marda Sarjono bersama Lettu Pnb Kurniadi Sukmo Djatmiko. Mereka melaksanakan "ferry flight" dari Lanud Iswahjudi Magetan ke Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta yang "di-escort" oleh lima pesawat T-50i Golden Eagle untuk melaksanakan terbang formasi.

Pesawat-pesawat tersebut juga melaksanakan dua kali "flypass" di atas "Main Apron" Lanud Iswahjudi dan selanjutnya melakukan pendaratan di Lanud Adi Sutjipto untuk dilaksanakan penyerahan Hawk MK-53 ke Museum Pusat Dirgantara Mandala Yogyakarta.

Sebelum diterbangkan ke Yogyakarta, Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Widyargo Iko Putro, menyempatkan diri untuk membubuhkan tanda tangan di badan pesawat Hawk MK-53 yang memasuki purnatugas tersebut.

nasional.republika.co.id

Minggu, 08 Maret 2015

Amunisi Granat Meriam Howitzer 105mm Buatan PT Pindad Diuji Coba

Amunisi Granat Meriam Howitzer 105mm buatan PT Pindad telah diuji coba di lokasi Lapangan Tembak Dinas Penelitian dan Pengembangan (Ditlitbang) TNI AU di Desa Pandawangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada hari Jumat, 6 Maret 2015. Ada 3 tipe amunisi granat meriam Howitzer 105mm, yaitu jenis Practice Cadtrige, Smoke Hell, dan High Explosice (HE).

Amunisi Granat Meriam Howitzer 105mm Produksi PT Pindad. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Amunisi Granat Meriam Howitzer 105mm Produksi PT Pindad.
PT Pindad Uji Coba Munisi 105 MM Howitzer.

Pabrik munisi (amunisi) organik PT Pindad, Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jatim, mengelar uji coba produk Munisi Kaliber Besar (MKB) untuk Meriam 105 milimeter (mm) Howitzer di Lapangan Tembak Dinas Penelitian dan Pengembangan (Ditlitbang) TNI AU di tepian pantai, Desa Pandawangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jatim, Jumat (6/3/2015). Terdapat tiga jenis amunisi atau biasa disebut pula dengan granat meriam Howitzer 105 mm yang diuji coba, yakni jenis Practice Cadtrige, Smoke Hell, dan High Explosice (HE).

Uji coba Munisi Arteleri Medan (MAM) jenis 105 Howitzer tersebut dihadiri petinggi TNI AD di antaranya, Wakasad Log Brigjen TNI Jani, Dirpalad Brigjend TNI Basuki Abdulla dan Danpusenarmed Brigjen TNI Sonhaji, guna melihat langsung dari dekat kehebatan amunisi karya putra-putra terbaik bangsa. "Kita ingin mengetahui kemampuan dari 105 Howitzer," ujar Brigjen TNI Jani kepada wartawan.

Menurut dia, 105 Howitzer adalah produk anak negeri yang tidak kalah hebatnya dengan amunisi dari luar. Selain murah dan sangat efektif, karena mampu diproduksi sendiri, maka sangat membantu dalam pertempuran dan operasi militer. "Kita sudah pernah coba dan terus kita tingkatkan kemampuan efektif dari 105 Howitzer," ujarnya.

Sementara itu, Kadiv Munisi PT Pindad Malang, I Wayan Sutaman mengaku, pengembangan munisi terus dilakukan guna membantu TNI, sehingga alutsista (alat utama sistem pertahanan) TNI tidak kalah dengan luar negeri. 105 Howitzer yang diujicobakan tersebut memang khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan Armed dan Marinir, tandas I Wayan Sutaman.

Lebih hebat

Sesuai hasil uji coba, kemampuan dari 105 Howitzer bisa meluncur sejauh 11 kilometer dengan dampak ledakan 25 meter persegi. Munisi Howitzer membantu pergerakan prajurit dalam operasi militer guna memasuki markas musuh. Granat Meriam adalah salah satu alutsista MKB yang digunakan oleh TNI Angkatan Darat dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Sutaman, granat meriam atau munisi meriam, terdiri dari beberapa bagian seperti, bagian selongsong, bagian propelan sebagai pendorong, serta bagian hulu ledak. Teknologi yang digunakan adalah teknologi dari Swedia. Kapasitas dari filling atau pengisian TNT ataupun campuran TNT ke dalam hulu ledak granat meriam ini sendiri mencapai 1.200 kg per shift, dan di dalam hulu ledak granat meriam 105 berisi 2 kg TNT. Itu berarti dalam sehari PT Pindad mampu melakukan pengisian hulu ledak granat meriam sebanyak 600 hulu ledak.

Granat meriam itu sendiri dimasukkan ke dalam laras meriam (loading), dan titik jatuhnya, tergantung dari elevasi atau sudut dari loading yang diinginkan. Penggunaan granat meriam di TNI AD itu sendiri sudah sejak perang dunia ke dua (PD II) hingga selesai. TNI AD yang di waktu-waktu sebelumnya masih menggunakan granat meriam produk luar negeri, kini sudah mulai menggunakan produk PT Pindad.

PT Pindad di Turen, Kabupaten Malang sudah memproduksi granat meriam. Fasilitas untuk produksi granat meriam yang disebut dengan filling plant (khusus bagian hulu ledak) itu sendiri sudah dimiliki sejak 1991. Unit filling plant yang dimiliki PT Pindad tersebut merupakan yang terbesar se-Asia Tenggara. Bahkan, beberapa negara tetangga belum memiliki filling plant sebagaimana dimiliki PT Pindad.

www.beritasatu.com

Rabu, 18 Februari 2015

Jet Tempur Sukhoi TNI AU Buru Pesawat UAV Asing Yang Masuki Perbatasan Indonesia Di Ambalat

Pesawat tanpa awak (UAV) yang diduga berasal dari negara tetangga tertangkap radar ketika mencoba memasuki wilayah udara Indonesia di kawasan Ambalat. Untuk melakukan pemeriksaan secara visual, 2 jet tempur Sukhoi milik TNI AU diperintahkan memburu pesawat UAV tersebut. Namun ketika telah mencapai lokasi, pilot jet tempur tidak menemukan keberadaan pesawat UAV asing tersebut.

Sukhoi Su-30 MK2 Flanker C TNI AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Sukhoi Su-30 MK2 Flanker C TNI AU.
Pesawat tanpa Awak dari Negara Tetangga Terdeteksi di Perbatasan Ambalat.

Setelah sembilan hari melakukan operasi patroli udara di wilayah Provinsi Kalimantan Utara, pilot Sukhoi 27 dan 30 dari Skudron 11 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (9/2/2015) pukul 10.00 Wita menangkap adanya sinyal wahana asing seperti UV atau pesawat tanpa awak akan masuk wilayah Indonesia, tepatnya di wilayah perbatasan Ambalat.

Siang itu, dua pesawat buatan Rusia yang diawaki pilot Komandan Skuadron 11 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Letkol Penerbang David Tamboto dan dua pilot Sukhoi take off dari Bandara Juwata Tarakan melakukan operasi patroli udara "Sandi Perisai Sakti 2015". Beberapa menit berpatroli di udara dengan melakukan beberapa maneuver, pilot David mendapatkan informasi dari Satuan Radar (Satrada) Tarakan, bahwa dari layar Satradar tertangkap adanya sinyal wahana asing yang masuk di perbatasan Ambalat.

Mendapatkan informasi, dua pesawat Sukhoi langsung meluncur selama 5 menit ke wilayah perbatasan Ambalat. Sampai di lokasi yang dituju, pilot Sukhoi tidak menemukan wahana asing yang berasal dari negara tetangga sekitar. "Sampai di sana, kami tidak menemukan wahana asing tersebut. Ternyata wahana asing seperti UV atau pesawat tanpa awak ini langsung menghilang," ucap David ketika tiba di Bandara Juwata Tarakan usai melakukan patroli di udara Kaltara.

David mengaku, sejak (9/2/2015) kemarin mendapatkan tugas melakukan patroli di wilayah Kaltara, pihaknya beberapa kali mendapatkan sinyal ada wahana asing yang berasal dari negara tetangga sekitar yang ingin mendekati atau memasuki wilayah perbatasan Ambalat.

kaltim.tribunnews.com

Senin, 16 Februari 2015

TNI AU Akan Tambah Skuadron Pesawat Tempur Dan Pesawat VIP

Beberapa skuadron pesawat tempur dan pesawat penerbangan VIP baru akan ditambahkan lagi pada armada pesawat TNI AU. Penambahan jumlah skuadron itu untuk jenis pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, pesawat pengintai, dan pesawat untuk penerbangan VIP.

Armada Jet Tempur Sukhoi TNI AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Armada Jet Tempur Sukhoi TNI AU.
TNI AU: Skuadron Tempur dan VIP akan Bertambah.

TNI AU ingin menambah sejumlah skuadron tempurnya untuk memperkuat keamanan Republik Indonesia. Tak hanya skuadron tempur, beberapa skuadron lain seperti skuadron angkut dan helikopter juga akan diperkuat. "Nanti kuartal ketiga sampai tahun 2024, TNI AU akan menambahkan skuadron tempur bertambah menjadi 11 skuadron. Skuadron angkut berat dan angkut ringan bertambah menjadi 6 skuadron. Skuadron heli akan bertambah menjadi 4 skuadron, skuadron intai di mana sebelumnya hanya 1 skuadron bertambah menjadi 2 skuadron," ucap Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto saat peluncuran buku kumpulan foto skuadron TNI AU di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (14/2/2015).

Selain itu, Hadi juga menyebutkan Skuadron VIP akan ditambah juga. Nantinya skuadron itu akan menjadi 2 skuadron. "Kemudian VIP akan bertambah menjadi 2 skuadron," ucapnya.

Kemudian Hadi juga mengatakan TNI AU akan mengadakan pembaharuan beberapa unit pesawat. Hadi ingin pesawat tempur TNI AU mengikuti perkembangan zaman yaitu generasi 4,5. "Belum tahu jenis apa (pembaharuannya). Cuma kita berharap pesawat generasi 4,5 yang saat ini," ucap Hadi.

news.detik.com

TNI AL Rencanakan Beli 2 Unit Kapal Penyapu Ranjau

2 unit kapal perang baru dari jenis Kapal Penyapu Ranjau akan dibeli lagi oleh TNI AL. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Ade Supandi mengatakan bahwa rencana pembelian 2 unit kapal perang penyapu ranjau tersebut telah dimasukkan dalam anggaran rencana strategis 2015 - 2019.

KRI Pulau Rengat (711). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Pulau Rengat (711).
TNI AL Beli Kapal Penyapu Ranjau, Berapa Harganya?.

Pada sebuah kesempatan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Jakarta Selatan, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Ade Supandi menyampaikan bahwa TNI AL telah merencanakan untuk membeli kapal perang baru khusus penyapu ranjau. Kapal baru tersebut akan menggantikan armada penyapu ranjau yang uzur, yaitu KRI Pulau Rengat (711) dan KRI Pulau Rupat (712) yang sudah dioperasikan TNI AL sejak Maret 1988. Dua kapal tersebut dari generasi Tripartite class yang dibuat oleh galangan GNM (Van der Gessen de Noord Marinebouw BV) di Albasserdam, Belanda. "Rencananya kami akan cari dua unit kapal penyapu ranjau," kata Ade kepada wartawan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Februari 2015.

Meski sudah cukup berumur, KRI Pulau Rengat masih aktif dioperasikan Angkatan Laut. Belum lama ini, kapal tersebut dilibatkan dalam pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang di Selat Karimata pada Desember lalu. Sebab, meski kapal pemburu ranjau, KRI Pulau Rengat bisa digunakan untuk menemukan benda logam di bawah air, termasuk puing pesawat. Laksamana Ade Supandi menilai keberadaan kapal penyapu ranjau sangat berguna bagi misi perang dan nonperang TNI AL.

Sayangnya, Ade Supandi masih merahasiakan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk membeli dua kapal baru tersebut. "Yang jelas (anggaran dua kapal penyapu ranjau) sudah kami masukkan dalam rencana strategis 2015-2019," kata Ade.

Angkatan Laut juga belum bisa menentukan pilihan produk kapal penyapu ranjau yang bakal dibeli. Ade sendiri berjanji bakal mengutamakan pembelian kapal penyapu ranjau dari galangan kapal dalam negeri. "Kalau butuh beraneka alat canggih dan dalam negeri belum bisa bikin, kami akan pesan dari produsen luar negeri," kata Ade.

Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie setuju dengan rencana TNI AL. Menurut Connie, kapal perang jenis penyapu ranjau sangat penting dalam sebuah Angkatan Laut. Musababnya, kapal tersebut bisa digunakan untuk misi SAR seperti kecelakaan transportasi laut. "Sudah bukan saatnya retrofit (peremajaan komponen alutsista), terlebih ini berhubungan dengan poros maritim Presiden Joko Widodo," kata Connie.

www.tempo.co

Selasa, 03 Februari 2015

Bakamla Bakal Gunakan Drone Untuk Pantau Keamanan Laut Indonesia

Drone atau pesawat tanpa awak (UAV) bakal menjadi salah satu andalan pihak Badan Keamanan Laut (Bakamla) untuk memantau keamanan wilayah laut Indonesia. Menurut Deputi Operasi dan Latihan Badan Bakamla Laksamana Pertama Wuspo Lukito, kemungkinan rencana tersebut paling cepat baru bisa dilaksanakan pada tahun depan. Pihak Bakamla mensyaratkan bahwa drone-drone yang akan dibeli itu harus bisa lepas landas dan mendarat di kapal-kapal Bakamla.

Drone Helikopter. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Drone Helikopter.
Pantau Laut, Bakamla Berencana Beli Drone.

Deputi Operasi dan Latihan Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Pertama Wuspo Lukito mengatakan lembaganya berencana membeli wahana udara tanpa awak atau sering disebut drone. Sayangnya rencana tersebut baru bisa terlaksana paling cepat tahun depan. "Anggarannya belum ada, bahkan saat ini kami pakai anggaran Bakorkamla (sebelum berubah menjadi Bakamla)," kata Lukito kepada wartawan di kantornya, Jakarta, 2 Februari 2015.

Meski belum ada dana, Lukito mengaku sudah banyak produsen dan agen drone menyambangi Bakamla. Mereka berlomba menyuguhkan produk andalan mereka untuk menjadi senjata baru Bakamla memantau keamanan laut Indonesia. Salah satu yang menarik, kata Lukito, adalah drone berbentuk helikopter. Menurut dia, keuntungan dari drone tersebut mampu terbang melayang layaknya helikopter biasa. Drone itu memakai mesin berbahan bakar listrik sehingga tak mengeluarkan suara bising. "Berbekal kamera, drone itu bisa memantau kegiatan ilegal kapal-kapal dari atas," kata Lukito.

Bakamla juga tertarik membeli drone berbentuk pesawat. Menurut Lukito, drone pesawat punya daya jangkau yang lebih luas. "Tapi kami ingin drone-drone itu bisa terbang dan mendarat dari atas kapal Bakamla," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian Badan Keamanan Laut Laksamana Madya Desy Albert Mamahit mengatakan sampai saat ini pihaknya hanya punya tiga unit kapal patroli. Namun Mamahit mengklaim sebentar lagi bakal mendapat kekuatan baru berupa 30 unit kapal baru.

Kapal-kapal tersebut bakal memiliki ukuran yang berbeda-beda, yakni dengan panjang 46 meter, 80 meter, hingga 110 meter. Walhasil ukuran kapal patroli Bakorkamla hampir sama dengan kapal perang kelas Fregat milik TNI AL. "Anggarannya pun sudah oke, ya kami senang," kata dia. "Seluruh kapal kami beli dari dalam negeri, produknya tak kalah dengan impor."

www.tempo.co

Senin, 02 Februari 2015

ToT Dari Turki Akan Tingkatkan Kemampuan Industri Pertahanan Indonesia

Kerjasama di bidang industri pertahanan antara Indonesia dan Turki kini semakin ditingkatkan. Pihak negara Turki pun semakin antusias bahwa kerjasama militer ini akan berhasil dengan baik dan menguntungkan dua negara tersebut. Beberapa kerjasama di bidang industri pertahanan antara Indonesia dan Turki adalah pengembangan produk medium tank dan pengadaan peralatan komunikasi.

Medium Tank. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Medium Tank.
Turki Antusias Lakukan Kerjasama Industri Pertahanan Dengan Indonesia.

Pemerintah Turki merasa sangat antusias lakukan kerjasama di bidang industri pertahanan khususnya pengembangan dan produksi bersama Medium Tank dengan Pemerintah Indonesia. Kerjasama pembuatan Medium Tank tersebut sebagai tindak lanjut dari bentuk komitmen pimpinan negara untuk meningkatkan hubungan kedua negara yang dinyatakan dalam Deklarasi Strategic Partnership oleh Presiden kedua negara pada tahun 2010 yang lalu.

Apresiasi antusiasme Pemerintah Turki tersebut disampaikan Bapak Wardana selaku Duta Besar RI di Ankara, Turki, kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Ediwan Prabowo, Rabu (28/01) saat berkunjung ke Kantor Kemhan, Jakarta. Bapak Wardana mengatakan dirinya juga telah bertemu dengan Pejabat Undersecretary For Defence Industry of SSM Turki dan pimpinan perusahaan dari Industri pertahanan FNSS Turki. Menurut Bapak Wardana pihak Turki menyatakan semangatnya untuk bisa bekerjasama yang dilandasi dengan ikatan emosional dengan Pemerintah Indonesia.

Bapak Wardana mengatakan industri pertahanan Turki memiliki teknologi cukup maju sesuai dengan standar NATO. Disamping itu pihak Turki juga lebih terbuka dan menerima dalam konteks kerjasama pemindahan teknologi (Transfer Of Technology) dengan Indonesia. hal tersebut merupakan suatu potensi dan peluang untuk Indonesia. Disampaikan juga oleh Bapak Wardana, untuk merealisasikan kerjasama industri pertahanan, Delegasi Turki yang terdiri dari pemerintah dan CEO industri Pertahanan FNSS direncanakan datang ke Indonesia pada tanggal 3 Februari 2015. Maksud kedatangan Delegasi Turki ini selain membicarakan kelanjutan dari proyek pembangunan Medium Tank dan juga membahas potensi-potensi kerjasama industri pertahanan lainnya.

Sementara itu Sekjen Kemhan dalam pertemuan tersebut mengatakan, dari perspektif pertahanan, Turki juga merupakan mitra yang sangat strategis yang mana sejauh ini sudah semakin terpupuk hubungan batin. Jadi memang ada harapan kerjasama ini bisa saling menguntungkan kedua belah pihak. Sekjen mengakui Indonesia belajar banyak dengan Turki tentang kemajuan teknologi dan penyiapan sektor SDM yang mendukung.

Sekjen juga mengatakan bahwa saat ini kerjasama industri pertahanan yang telah dilaksanakan dengan pihak Turki adalah pengadaan alat komunikasi yang diproduksi bersama PT LEN dengan industri Aselsan Turki. `

Mengenai kerjasama yang lain adalah pengembangan dan produksi bersama Tank jenis Medium antara Indonesia dengan Turki yang melibatkan Industri FNSS Turki dan PT Pindad. Kerjasama ini telah dimulai pada 29 Juni 2010 setelah Kementerian Pertahanan kedua negara menandatangani persetujuan kerjasama industri pertahanan (Defence Industry Cooperation) di Ankara Turki.

Sementara itu Sekjen juga menuturkan, sesuai dengan arahan dari Menteri Pertahanan bahwa kerjasama ataupun pengadaan dibidang pertahanan saat ini harus realistis, terutama yang bisa mengatasi ancaman yang ada. Untuk itu Kemhan sedang mengembangkan suatu kerjasama pertahanan dengan negara lain yang bersifat multi purpose.

Artinya kerjasama yang dilakukan bukan hanya untuk kepentingan militer melainkan dapat juga digunakan untuk kepentingan bantuan kemanusiaan, seperti penanganan bencana dan operasi kemanusiaan lainnya. Disebutkan Sekjen salah satu contoh adanya pengadaan Tank yang bisa digunakan sebagai jembatan untuk keperluan militer ataupun bantuan kemanusiaan. Jenis Tank ini sudah diproduksi Turki dengan bekerjasama dengan pihak Korea Selatan.

www.kemhan.go.id