Cari di Blog Ini

Kamis, 22 Maret 2012

Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan Indonesia kembali gelar Jakarta International Defense Dialogue

Jakarta International Defense Dialogue
Jakarta International Defense Dialogue
. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan Indonesia kembali gelar Jakarta International Defense Dialogue.
Kemhan dan UNHAN Selenggarakan The 2nd JIDD 2012

Setelah sukses menyelenggarakan Jakarta International Defense Dialogue JIDD yang pertama di Tahun 2011 dan mendapat apresiasi positif dari Pemerintah, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) kembali menyelenggarakan The 2nd JIDD 2012. Forum dialog internasional ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai tanggal 21 hingga 23 Maret 2012, bertempat di Jakarta Convention Center, Balai Sidang Senayan, Jakarta.Forum JIDD yang dijadikan ajang untuk mempromosikan kerja sama antar pemerintah guna menghadapi berbagai ancaman dan permasalahan keamanan baik di kawasan regional maupun internasional di Tahun 2012 ini mengambil tema "Military Operation Other Than War". Sedangkan "Strengthening Security and Stability" dijadikan ikon JIDD 2012.

Hal yang spesifik dalam kegiatan JIDD 2012 adalah pembahasan isu-isu pertahanan yang mencakup aspek militer dan nir militer maupun sejumlah isu tradisional dan non tradisional, yang dapat kita hadapi dalam perkembangan lingkungan global dimana saat ini dunia dihadapkan kepada krisis ekonomi khususnya negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Krisis ini tentunya berimplikasi kepada stabilitas wilayah maupun negara lain termasuk Indonesia.

Melalui JIDD 2012, Indonesia memanfaatkannya sebagai media dialog yang juga berfungsi untuk menyerap Lessons Learned para negara lain dalam rangka penguatan Defense Cooperation yang tentunya akan memberikan kemudahan dalam proses realisasi Minimum Essensial Force (MEF). Bahkan kegiatan JIDD 2012 membahas atensi Indonesia pada konteks global dimana Indonesia merupakan salah satu negara pengemban Misi Pemeliharaan Perdamaian Dunia. Untuk itu dalam kegiatan JIDD yang kedua ini kedatangan tamu kehormatan, Sekjen PBB, Ban Ki Moon. Kehadiran Sekjen PBB merupakan rangkaian kunjungannya ke Indonesia. Pada Forum JIDD 2012, Sekjen PBB Ban Ki Moon menjadi pembicara kunci yang mengangkat tema "Operasi Militer Selain Perang Serta Kolaborasi dan Integritas untuk Memperkuat Keamanan dan Stabilitas Global".

Tak hanya itu, JIDD 2012 juga dihadiri PM dan Menhan Timor Leste Xanana Gusmao dan mantan Presiden Filipina Fidel Ramos serta Asistant Director of National Intelligent for Partner Engagement National Intelligence Amerika Serikat, Michael Flynn. Pada kesempatan ini Forum JIDD 2012 juga mengundang President Cooperative Cyber Defense Centre of Excellence Ilmar Tamm dan Under Secretary General and Emergency Relief Coordinator UN OCHA, Valerie Amos. Disamping itu juga, Forum JIDD 2012 yang mempertemukan para pemimpin, perwira militer, akademisi dan pembuat kebijakan dari seluruh wilayah Asia Pasifik dan sekitarnya dihadiri delegasi negara-Asia, Eropa, Amerika dan Australia.

Beberapa Menteri Pertahanan Negara ASEAN dan Negara Eropa, seperti Malaysia, Singapura, Belgia, Brunei Darussalam dan Filipina dan sejumlah panglima angkatan bersenjata negara di Asia siap menghadiri forum dialog tersebut. Lebih dari perwakilan 40 negara dan 50 orang pembicara internasional lainnya bersama 1.300 peserta menghadiri forum Dialog Pertahanan terbesar di ASEAN.

Pada kesempatan tersebut juga akan diadakan Asia Pacific Security and Defence Expo 2012 (APSDEX) yang diikuti oleh berbagai perusahaan, industri pertahanan dalam negeri, asosiasi dan industri Internasional terkemuka. Ajang ini dimaksudkan agar dapat menampilkan hasil-hasil inovasi terbaru kepada stakeholder pertahanan dan akademisi yang menghadiri JIDD 2012 ini. APSDEX 2012 akan diikuti oleh 25 perusahaan negara asing, BUMN Industri Strategis, serta lima instansi pemerintah yaitu; Kemhan, Polri, Kominfo, Basarnas dan Pemadam Kebakaran.

www.dmc.kemhan.go.id

Rabu, 21 Maret 2012

Jet Tempur Sukhoi Su-24 Fencer

Sukhoi Su-24 Fencer adalah pesawat tempur jenis serang yang digerakkan oleh dua mesin jet. Pesawat jet tempur Sukhoi Su-24 Fencer ini dikembangkan dan diproduksi oleh Biro Desain Sukhoi yang bekerjasama dengan Aircraft Production Association Novosibirsk, Novosibirsk, Rusia. Pesawat ini mulai dioperasikan sejak era Uni Soviet mulai tahun 1983. Masih ada sekitar 900 unit jet tempur Sukhoi Su-24 Fencer yang dioperasikan oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut Rusia, Azerbaijan, Aljazair, Belarusia, Kazakhstan, Libya, Suriah dan Ukraina.
Sukhoi Su-24 Fencer
Sukhoi Su-24 Fencer lini depan bomber diproduksi oleh Perusahaan Efek Desain Sukhoi Biro Bersama, yang berbasis di Moskow, dan Aircraft Production Association Novosibirsk, Novosibirsk, Rusia. Su-24M mulai beroperasi pada tahun 1983 dan merupakan pengembangan dari Su-24, yang dikenal dengan 'Fencer' nama sandi NATO. Lebih dari 900 Su-24s telah disampaikan, dan pesawat dalam pelayanan dengan Angkatan Udara Rusia dan Angkatan Laut, dan pasukan udara Azerbaijan, Aljazair, Belarusia, Kazakhstan, Libya, Suriah dan Ukraina. Sukhoi Su-24 Fencer lini depan bomber dirancang untuk menembus wilayah musuh dan menghancurkan target darat dan permukaan dalam setiap kondisi cuaca, siang dan malam. Varian dari Su-24 juga telah diproduksi, yang dirancang untuk penanggulangan pengintaian dan elektronik. 400 Angkatan Udara Rusia Su-24M sedang upgrade ke standar M2 dengan navigasi dan sistem senjata untuk memungkinkan peluncuran versi baru dari Kh-29 dan rudal lainnya. Upgrade termasuk SV-24 baru komputer, display kristal cair, ILS-31 head-up display, peta bergerak digital dan global positioning system. Su-24 akan diganti dalam layanan Angkatan Udara Rusia oleh Su-35, mulai tahun 2010. Pesawat ini memiliki konfigurasi aerodinamis konvensional dengan sayap bahu variabel-menyapu. Pesawat adalah persegi panjang bagian semi-monocoque desain, dengan kokpit dua kursi bertekanan. Sudut sweepback sayap bervariasi dari 16 ° sampai 69 °, sehubungan dengan tepi sayap terkemuka dengan empat sayap luar posisi panel tetap sebesar 16 °, 35 °, 45 ° dan 69 °. Unit ekor terdiri dari semua yang bergerak permukaan ekor horisontal dan ekor tunggal sirip vertikal dilengkapi dengan kemudi. Permukaan ekor horisontal berfungsi sebagai lift ketika membelokkan simetris, dan sebagai ailerons ketika membelokkan diferensial. Roda tiga tipe landing gear memungkinkan pesawat untuk dioperasikan dari landasan pacu baik beton atau tak beraspal. Su-24 dipersenjatai dengan jenis berikut udara-ke-permukaan rudal: Kh-23 atau Kh-23m (NATO codename AS-7 Kerry) radio-perintah peluru kendali (5km jarak; hingga empat rudal dilakukan); Kh -28 (AS-9 Kyle) dan Kh-58 pasif radar homing rudal (kisaran 90km; hingga dua rudal dilakukan). Tambahan dua Vympel R-60 (AA-8 aphid) IR-homing udara-ke-udara rudal dengan berbagai 3km juga dilakukan. Pesawat Sukhoi Su-24 Fencer dipersenjatai dengan: Kh-25L (AS-10 Karen) yang dipandu laser rudal (kisaran 20km; hingga empat rudal dilakukan); Kh-29LT (AS-14 Kedge) laser / TV yang dipandu rudal (kisaran 10km; sampai tiga rudal dilakukan); Kh-31p (AS-17 Krypton) pasif radar homing rudal (kisaran 180km; hingga dua rudal dilakukan), dan Kh-59 (AS-13 Kingbolt) TV-perintah-dipandu rudal (kisaran 90km; hingga dua rudal dilakukan). Hal ini juga dipersenjatai dengan KAB-50OKR TV yang dipandu dan KAB-1500L bom udara dipandu laser, yang disediakan oleh State Research Daerah dan Enterprise Produksi Moskow. Kedua pesawat dapat membawa hingga enam buah roket. Berat persenjataan bom konvensional berjumlah antara 7.5t dan 8t. Pesawat ini bisa membawa sampai tiga polong senjata dengan 23mm GSH-6-23 senapan, yang memiliki tingkat kebakaran dari 9.000 putaran per menit dan unit api 500 putaran. GSH-6-23 senjata yang diproduksi oleh Biro Desain Instrumen Tula, Rusia. Navigasi terintegrasi pembom Su-24 dan bertujuan sistem adalah PNS-24. PNS-24, bersama dengan peralatan navigasi radio, dapat melakukan fungsi-fungsi berikut: peringatan medan; deteksi target dan kehancuran mereka dengan tingkat dan melemparkan bom; penetapan sasaran rudal; deteksi radar operasi dan peluncuran rudal atas radar, dan otomatis dan semi-otomatis pesawat kontrol selama pendekatan pendaratan hingga ketinggian 40m sampai 50m. Pesawat Sukhoi Su-24 Fencer dilengkapi dengan terpadu PNS-M dimodifikasi navigasi dan sistem yang bertujuan, yang meliputi laser / TV-penampakan sistem untuk laser udara-ke-permukaan / TV yang dipandu rudal. Pembangkit listrik terdiri dari dua turbojet AF, dengan dorongan dari 11.200 kgf masing-masing. Bahan Bakar ditampung dalam tangki pesawat terpisahkan. Dua tangki bahan bakar eksternal dengan kapasitas 3.000 l masing-masing dapat ditangguhkan dari bagian tengah sayap, dengan satu tangki bahan bakar eksternal, dengan kapasitas 2.000 l, diskors dari badan pesawat. Suatu sistem gas inert yang dipasang adalah keselamatan kebakaran. Pesawat Su-24 dilengkapi dengan sistem pengisian bahan bakar penerbangan. Su-24M memiliki kecepatan maksimum 1.550 km / jam dan jangkauan lebih dari 3.000 km. Langit-langit layanan 11.000 m dan tarif maksimum pendakian adalah 9.000 ma menit.

Sukhoi Su-24 Fencer (Foto 2)

Sukhoi Su-24 Fencer (Foto 3)

Sukhoi Su-24 Fencer (Foto 4)

Sukhoi Su-24 Fencer (Foto 5)

Galeri Wallpaper Foto Jet Tempur Sukhoi Su-24 Fencer :
Sukhoi Su-24 (kode NATO: 'Fencer') adalah pesawat penyerang segala cuaca Uni Soviet yang paling maju pada tahun 1970-1980an. Pesawat ini diawaki dua orang, mempunyai dua mesin dan merupakan pesawat Soviet pertama yang memiliki perangkat navigasi dan serang digital terintegrasi. Secara fisik mirip dengan General Dynamics F-111 Aardvark dari Amerika Serikat, namun memiliki kemampuan mendekati Panavia Tornado IDS dari Inggris dan Jerman.

Sukhoi Su-24 Fencer mirip tetapi lebih besar dari Mikoyan-Gurevich MiG-23 'Flogger'. Memiliki sayap sayung dengan pangkal sayap terletak di belakang lubang saluran udara masuk mesin. Sangat stabil di ketinggian rendah berkat letak sayapnya yang tingi, namun sedikit lebih susah diterbangkan. Konfigurasi sayap tekuknya antara lain; 16˚ untuk lepas landas dan mendarat, 35 dan 45˚ untuk terbang jelajah sesuai dengan ketinggian dan 69˚ untuk terbang supersonik di ketinggian rendah. Mempunyai kecepatan take-off yang lebih rendah dari Su-17 'Fitter', yaitu 230 km/j (143 mph) tapi mampu membawa beban lebih berat.

Saluran udara masuk (intake) Su-24 terletak disamping badan. Versi awal 'Fencer-A' memiliki variable intake, dengan kecepatan maksimum 2.320 km/j (1.440 mph), Mach 2,18 di ketinggian, dan ketinggian maksimum (ceiling) 17.500 m (57.400 kaki). Dihilangkan pada versi berikutnya untuk mengurangi beban dan mengurangi biaya perawatan, karena Su-24 beroperasi pada ketinggian rendah. Tidak membawa pengaruh pada kemampuan terbang rendahnya, tetapi kecepatan maksimum di ketinggian dan ketinggian maksimumnya turun menjadi Mach 1,35 dan 11.000 m (36.100 kaki).

Sukhoi Su-24 Fencer ditenagai sepasang Saturn/Lyulka AL-21F-3A turbojet dengan afterburner, menghasilkan daya dorong 109,8 kN (24.700 lbf) setiap mesinnya. Awal kemunculan Su-24 membuat panik analis Barat, serupa dengan MiG-25, karena perkiraan Su-24 memiliki mesin turbofan yang sangat efisien, memungkinkannya untuk terbang lebih jauh. Kemampuan mesin turbojet ini memang bagus, tetapi mengonsumsi bahan bakar lebih besar, serta mahal produksi dan perawatannya susah.

Versi awal 'Fencer-A' memiliki tubuh bagian belakang seperti kotak, namun diubah pada desain selanjutnya mengikuti bentuk mesin untuk mengurangi hambatan (drag). Versi selanjutnya juga memiliki tiga antena di hidung, parasut untuk membantu pengereman ketika mendarat dan inlet ram-air di pangkal sirip vertikal. Pesawat versi baru ini diberi kode 'Fencer-B' oleh NATO.

Sukhoi Su-24 Fencer diterbangkan oleh seorang pilot, dibantu seorang WSO (Weapon Systems Officer, operator senjata) dan duduk berdampingan, seperti pada F-111. Versi awal Su-24 mempunyai radar terrain-following dan radar serang yang terpisah, serta sistem navigasi Doppler. Sistem ini merupakan yang tercanggih di Soviet pada masanya.

Su-24 dilengkapi sebuah kanon GSh-6-23 dengan 500 butir peluru yang dipasang di bagian bawah perut. Mempunyai delapan gantungan senjata; dua di pangkal sayap, dua di sayap dan empat di tubuh, dengan kapasitas maksimum 8000 kg (17.600 lb). Su-24 juga memiliki kemampuan membawa senjata nuklir. Untuk pertahanan diri Su-24 biasanya membawa dua atau empat rudal R-60 (AA-8 'Aphid').

Versi awal Su-24 tidak dilengkapi peralatan ECM yang memadai. Hanya membawa RWR (Radar-Warning Receiver) Sirena tanpa sistem pengacau radar musuh (jammer). Versi selanjutnya telah dilengkapi RWR yang komprehensif dengan peralatan jammer aktif. Ditandai dengan adanya antena ditiap sisi intake dan diujung sirip vertikal. Su-24 dengan peralatan RWR baru ini diberi kode 'Fencer-C' oleh NATO. Beberapa varian 'Fencer-C' dan juga Su-24M 'Fencer-D' memiliki pangkal sayap yang lebih besar untuk menempatkan dispenser chaff dan flare. Sementara beberapa varian memiliki dispenser ini dikanan-kiri sirip vertikalnya.

Su-24 memiliki dimensi yang hampir sama dengan F-111. Tetapi kemampuannya jauh dibawah F-111 dan hanya mendekati Tornado. Sementara mesinnya yang kurang efisien membuat jarak jelajah Su-24 lebih rendah dibandingkan dua saingannya itu.

Selain beberapa varian yang disebutkan diatas, masih ada beberapa varian Sukhoi Su-24 Fencer yang lain:
  • Su-24M 'Fencer-D': versi upgrade, dikembangkan pertengahan 1970 dan masuk dinas aktif tahun 1983. Mendapat tambahan badan sekitar 0,76 m (30 inci) di depan kokpit, memiliki sistem penambahan bahan bakar diudara (inflight-refuelling sytstem) serta hidung yang lebih pendek untuk membawa radar serang baru Orion-A. Hanya mempunyai satu antena di hidung. Memiliki radar kontur (terrain-following) Relyef yang terintegrasi dengan sistem kendali otomatis SAU-6M1, memungkinkan terbang otomatis pada ketinggian rendah; INS (Inertial Navigation System) terbaru PNS-24M serta komputer digital; pembidik laser dan sistem TV 'Kaira 24' (serupa dengan Pave Tack) di bagian gelembung kiri bawah badan, sehingga mampu membawa bom penuntun laser dan TV, rudal Kh-14 (AS-12 'Kegler') dan Kh-59 (AS-13 'Kingbolt'). Penambahan sistem baru ini mengakibatkan kapasitas tangki bahan bakar berkurang 85 liter (22,4 US galon).
  • Su-24MK 'Fencer-D': versi ekspor. Tetapi sistem avioniknya berada dibawah kemampuan Su-24M. Beberapa versi tidak memiliki sistem inflight-refuelling.
  • Su-24MR 'Fencer-E': versi reconnaissance (mata-mata). Terbang perdana September 1980 dan masuk dinas 1985. Memiliki sistem navigasi yang sama dengan Su-24M, termasuk radar kontur, tetapi tidak memiliki radar serang 'Orion-A', pembidik laser/TV dan kanon. Membawa dua kamera panoramis, kamera TV Aist-M ‘Stork’, radar samping (SLAR – Side-looking Airborne Radar) RDS BO ‘Shtik’ dan sistem infra-merah ‘Zima’ (Winter).
  • Su-24MP 'Fencer-F': varian ELINT. Untuk menggantikan Yakovlev Tak-28PP 'Brewer-E'. Terbang perdana Desember 1979. Memiliki antena tambahan untuk sensor baru; pembidik laser/TV dibuang tetapi kanon tetap dipertahankan dan biasanya membawa empat rudal R-60 (AA-8 'Aphid') untuk pertahanan diri. Hanya 12-20 buah yang diproduksi.
Su-24M dan Su-24K yang masih ada telah melalui program peremajaan (life-extension) dan beberapa ugrade termasuk penambahan GPS; penambahan MFD pada kokpit, HUD, peta digital, pembidik helm (helmet-mounted sights) dan kemampuan membawa persenjatan modern, termasuk rudal R-73 (AA-11 'Archer'). Versi upgrade ini diberi kode Su-24M2.

Spesifikasi Jet Tempur Sukhoi Su-24 Fencer :

Didasarkan pada spesifikasi Su-24M.
  • Panjang: 22,67 m (80 kaki 6 inci)
  • Rentang sayap: Sayap terbuka 17,63 m (57 kaki 10 inci), sayap tekuk 10,36 m (34 kaki)
  • Tinggi: 6,19 m (20 kaki 3 inci)
  • Luas sayap: 55,2 m2 (594 kaki2)
  • Berat kosong: 22.300 kg (49.160 lb)
  • Berat maksimum lepas landas: 39.700 kg (87.500 lb)
  • Mesin: 2 Saturn/Lyulka AL-21F-3A turbojet, daya dorong 75 kN, 110kN dengan afterburner (16.900 lb / 24.700 lb) tiap mesin
  • Kecepatan maks: Mach 1.1 / 1.340 km/j (350 mph) di permukaan laut; 1.550 km/j (960 mph) di ketinggian
  • Jarak tempuh: 560 km (350 mil) dengan konfigurasi lo-lo-lo membawa beban 3000 kg dan tangki cadangan; 2500 km (1550 mil) terbang ferry
  • Ketinggian maks: 11.000 m (36.100 kaki)
  • Rate-of-climb: 150 m/d (29.500 kaki/menit)
  • Wing loading: 651 kg/m2 (133 lb/kaki2)
  • Thrust/weight ratio: 0,62
Persenjataan :
  • 1 kanon GSh-6-23 23mm dengan 500 peluru.
  • 8 gantungan senjata dengan beban maksimum 8000 kg (17,600 lb), termasuk: 4 rudal udara-permukaan Kh-23 (AS-7 'Kerry'), 4 rudal penuntun laser Kh-25ML (AS-10 'Karen'), 2 rudal Kh-28 (AS-9 'Kyle'), Kh-58 (AS-11 'Kilter') atau rudal antiradar Kh-31P (AS-17 'Krpyton'), 3 rudal Kh-29L/T (AS-14 'Kedge'), 2 rudal Kh-59 (AS-13 'Kingbolt'), 2 bom penuntun laser/TV KAB-500KR / KAB-500L, general-purpose bombs, kanon eksternal (gun pods) atau bom nuklir taktis, roket S-5 55mm, S-8 80mm atau S-13 120mm, 2 rudal udara-udara R-60 (AA-8 'Aphid') atau R-73 (AA-11 'Archer').
wikipedia.org

Video Spesifikasi Jet Tempur Sukhoi Su-24 Fencer :
Video manuver jet tempur Sukhoi Su-24 Fencer.

Sejarah teknologi VTOL pada pesawat terbang militer





Vertical Take-Off and Landing atau yang lebih sering disebut dengan VTOL saja, adalah pesawat terbangbersayap tetap yang memiliki kemampuan tinggal landas dan mendarat dengan arah vertikal. Pesawat jenis ini tidak lagi membutuhkan landasan pacu sepertipesawat terbang pada umumnya. Sebuah teknologi yang ideal untuk digunakan oleh pesawat tempur yang berpangkalan diatas kapal induk. Produk pesawat tempur terbaru yang menerapkan teknologi VTOL ini adalah pesawat F-35B. Helikopter juga memiliki kemampuan untuk tinggal landas dan mendarat secara vertikal. Tapi helikopter tidak bisa dimasukkan dalam kategori pesawat terbang VTOL karena tidak memiliki sayap tetap sebagai bidang daya luncur dan kemudi.

Orang yang pertama kali memperoleh paten untuk konsep pesawat terbang VTOL adalah Nicola Tesla. Ilmuwan ini mendaftarkan konsepnya itu dan mendapatkan paten nomor US1655113 dan US1655114, keduanya bertanggal 3 Januari 1928. Tapi konsep tersebut belum pernah direalisasikan. Kemudian pihak Jerman mencoba mengembangkan pesawat terbang VTOL hingga pada akhir perang dunia kedua. Pesawat terbang yang mereka rancang itu diberi nama Heinkel Lerche. Tujuannya adalah membuat pesawat terbang yang bisa tinggal landas dan mendarat seperti helikopter. Tapi usaha mereka kearah itu juga mengalami kegagalan.

Pada era 1950an pengembangan teknologi VTOL sudah mulai memperlihatkan hasilnya. Itu terjadi ketika perusahaan Rolls Royce di Inggris membuat desain mesin Thrust Measuring Rig pada tahun 1953. Mesin itu yang kemudian digunakan oleh pesawat terbang VTOL pertama buatan Inggris, Short SC.1 XG-900. Pesawat jet bersayap delta ini versi VTOL-nya pertama kali diterbangkan pada tanggal 26 Mei 1958. Short SC.1 XG-900 menggunakan empat mesin yang digunakan untuk tinggal landas dan mendarat secara vertikal serta sebuah mesin utama untuk bergerak maju. Jet inilah yang menjadi cikal-bakal generasi Sea Harrier yang legendaris itu. Konon, seri jet tempur inilah yang terbaik dalam mengaplikasikan teknologi Vertical Take-Off and Landing (VTOL).

Sementara itu di AS pun punya sejarah sendiri untuk pengembangan teknologi VTOL ini. Ceritanya diawali oleh proyek Hummingbird yang dibentuk pada tahun 1947. Proyek ini melibatkan dua perusahaan besar yaitu Convair dan Lockheed. Misinya adalah membuat fighter yang bisa diterbangkan dan mendarat dimana saja, tanpa memerlukan pangkalan udara yang luas dan makan tempat, dan tentu saja sangat ideal untuk berpangkalan di sebuah kapal induk. Dan proyek ini menghasilkan tiga prototip. Yaitu Lockheed XFV, Convair XFY, dan X-13 Vertijet.

Lockheed XFV atau dikenal juga sebagai XFV-1, memiliki empat sayap ekor yang membentuk huruf "X" jika dilihat dari belakang dan disebut sebagai V-Tail. Pesawat ini pun jadi punya nama lain lagi, yaitu Tailsitter. Ekor seperti itu berfungsi agar pesawat bisa tegak lurus, berdiri dengan ekor sebagai penumpu / kaki. Ini sudah cukup mengambarkan posisi tinggal landas dan mendarat yang berbeda dengan kemampuan yang dimiliki pesawat VTOL jaman sekarang. XFV-1 digerakkan oleh mesin turboprop Allison YT40-A-14 bertenaga 5.332 HP. Mesin itu yang memutar rotor ganda yang dipasang bertingkat pada bagian hidung pesawat sebagai pendorong. Kedua rotor tersebut berputar berlawanan atau biasa disebut rotor coaxial untuk menegah badan pesawat ikut berputar. Dengan dikemudikan oleh pilot Herman "Fish" Salmon, XFV-1 diuji coba terbang pada tanggal 23 Desember 1953. Pesawat terbang ini menjalani 32 kali penerbangan dengan mendemontrasikan kemampuan terbang vertikal dan horisontal. Hingga pada bulan Juni 1955 pengembangannya secara resmi dihentikan karena dianggap kinerjanya mengecewakan.

Convair XFY atau yang disebut juga dengan nama XFY-1 ini memiliki konsep ekor yang sama dengan XFV-1. Oleh karena itu masih disebut dalam seri Tailsitter. Pesawat terbang VTOL ini pun masih digerakkan oleh propeller dengan rotor ganda yang juga dipasang bertingkat pada bagian hidung pesawat. Mesin yang digunakan juga masih turboprop Allison YT40-A-14. Hampir mirip dengan pendahulunya, XFV-1. Bedanya hanya pada ukuran dimensinya. XFY lebih kecil dibanding XFV. Convair XFY ini diterbangkan pertama kali pada tanggal 19 April 1954 dengan pilot LetKol. James F. Coleman. Setelah menjalani beberapa kali uji-coba penerbangan, akhirnya pesawat terbang eksperimental ini memiliki nasib yang sama dengan XFV. Proyeknya dihentikan dan dinyatakan gagal pada bulan November 1956.

Prototip yang ketiga, X-13 Vertijet, dibuat oleh perusahaan Ryan Aeronautical yang mendapat kontrak dari angkatan udara AS pada tahun 1947. Tugasnya menyelidiki kemungkinan untuk merancang fighter VTOL dengan pendorong mesin jet. Dan pada tahun 1953 kontrak itu dilanjutkan lagi guna merealisasikan konsep jet fighter berteknologi VTOL itu. Maka dibuatlah dua prototip, X-13#1-USAF54-1619 dan X-13#2-USAF54-1620. Keduanya menggunakan mesin turbojet Rolls-Royce Avon sebagai pendorong. Prototip X-13#1-USAF54-1619 di terbangkan pada tanggal 10 Desember 1955 untuk menguji kualitas aerodinamik-nya. Sedangkan X-13#2-USAF 54-1620 yang diterbang pada tanggal 28 Mei 1956, dikhususkan untuk menguji kualitas Hovering (terbang mengambang dalam posisi diam di udara). Walaupun dinilai berhasil, bahkan sempat ditunjukkan di Washington DC dan mendarat di Pentagon, angkatan udara AS tidak melanjutkan pengembangan X-13 Vertijet ini karena kurangnya kebutuhan operasional. Dan pada bulan Mei 1959 kedua prototip itu dimasukkan dalam musium penelitian dan pengembangan penerbangan di Dayton – Ohio.

Bagaimana cara pilot jet tempur mengatasi pengaruh kecepatan supersonik?

Pilot Jet Tempur
Pilot Jet Tempur | PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Bagaimana cara pilot jet tempur mengatasi pengaruh kecepatan supersonik?.
Bagaimana cara pilot jet tempur mengatasi pengaruh kecepatan supersonik?

Tentu banyak pembaca yang sudah mengenal jenis-jenis pesawat jet tempur dengan kecepatan supersonik. Ada beberapa diantaranya yang mampu melesat dengan kecepatan melebihi Mach 2.4. Itu lebih dari 2.500 kilometer/jam. Kemampuan manuvernya pun nyaris sempurna. Seorang penerbang jet tempur yang terlatih bisa dengan mudah melakukan manuver-manuver yang paling ekstrim dengan mengendarai pesawat jet tempur buatan abad ini. Misalnya manuver Kulbit, Herbst, atau manuver Kobra Pugachev yang terkenal itu. Anda bisa bayangkan bagaimana rasanya saat berada dalam pesawat yang sedang bermanuver seperti itu, dimana badan pesawat akan berputar-putar dan meliuk-liuk dengan kecepatan yang berubah-ubah dalam hitungan detik. Jika bukan seorang penerbang yang terlatih, kemungkinan besar Anda akan segera pingsan didalam cockpit.

Di dalam tulang telinga kita terdapat sebuah organ sebesar biji kacang tanah yang berfungsi sebagai sensor untuk menangkap percepatan. Organ ini umumnya terbiasa pada rangsangan sebesar gaya tarik bumi dan tidak terganggu dalam penerbangan biasa, yaitu penerbangan yang hanya memiliki lintasan mendatar saja. Tapi organ tersebut akan terganggu pada penerbangan miring, misalnya pada manuver-manuver jet tempur dengan percepatan tinggi yang sering berubah-ubah. Ini disebut dengan pengaruh gaya Gz.

Manuver seperti itu mengakibatkan seorang penerbang jet tempur bisa mengalami bermacam-macam gangguan, dari kesalahan orientasi ruang (spatial disorientation) hingga muntah-muntah. Bisa juga si penerbang mengalami sudut pandang mata yang menyempit karena kurangnya distribusi darah dan oksigen ke seluruh syaraf mata. Akibatnya pandangan mata penerbang menjadi kabur, hingga akhirnya tidak bisa melihat apa-apa lagi meskipun telinga dan fikirannya masih dapat berfungsi dengan baik. Dan yang lebih parah apabila terjadi berkurangnya supply oksigen ke otak. Bisa ditebak, si penerbang akan segera jatuh pingsan dan tentu saja berakibat sangat fatal.

Gangguan lainnya yang cukup berbahaya bagi seorang penerbang jet tempur misalnya terganggunya system pernafasan. Darah akan berkumpul dibagian bawah paru-paru yang mengakibatkan perjalanan darah menuju otak semakin jauh. Itu membuat oksigenisasi menjadi sangat buruk. Kabarnya, hal ini juga akan mengganggu kerja jantung. Dalam keadaan seperti ini penerbang tidak dapat lagi sepenuhnya mengendalikan jet tempurnya.

Lalu bagaimana caranya agar seorang penerbang jet tempur bisa menghindari gangguan-gangguan seperti diatas?

Sebenarnya berat atau ringan gangguan yang dialami pada kondisi seperti itu tergantung pada kondisi dan kemampuan toleransi si penerbang. Dan fakta menunjukkan bahwa kemampuan toleransi manusia dalam mengatasi gaya Gz bisa ditingkatkan dengan melakukan latihan-latihan dan persiapan khusus.

Persiapan standard yang harus dilakukan seorang penerbang jet tempur adalah mengenakan pakaian ketat yang disebut anti G-Suit. Gunanya untuk melindungi bagian perut dan kaki yang berfungsi mencegah terlalu banyaknya aliran darah menuju bagian kaki saat terjadi tekanan darah di otak menjadi rendah sekali dan di kaki tinggi sekali. Jika itu terjadi, penerbang diharuskan melakukan straining manoeuvre dengan cara M-1 manoeuvre (mengerang) atau L-1 manoeuvre (mengedan) sambil menghembuskan nafas secara perlahan.

Selain itu, seorang penerbang dianjurkan juga melakukan latihan angkat berat dan aerobic sedang. Gunanya untuk membentuk system neuromuskuler pada otot-otot tertentu agar mampu mengatasi pengaruh gaya Gz. Otot pada leher juga perlu dilatih yang akan banyak gunanya saat terjadi pengaruh Gz yang dating dari atas. Jika terjadi G-LOC (Gravity Induced Loss of Consciousness) atau kehilangan kesadaran karena pengaruh gaya Gz, beban di kepala menjadi berlipat ganda, wajah menjadi sembab, dan leher harus bekerja keras untuk menahan beban yang berat. Untuk mengatasi keadaan seperti itu diperlukan otot leher yang kuat.

Latihan aerobic yang berat atau berlebihan tidak disarankan bagi seorang penerbang. Latihan seperti itu hanya akan membuat ukuran jantung menjadi bertambah besar dan memperlambat denyut nadi. Fungsi ini berlawanan dengan apa yang diperlukan oleh seorang penerbang saat menghadapi G-LOC. Latihan yang dianjurkan adalah aerobic menengah, misalnya berlatih lari sejauh 3 mil dalam waktu tempuh 20 hingga 30 menit. Cukup dilakukan tiga kali dalam seminggu.

Latihan harus dititik-beratkan pada kemampuan untuk mengatasi pengaruh gaya Gz. Disamping latihan-latihan tadi, menu makanan para penerbang juga harus diperhatikan secara khusus. Hindari makanan dan minuman mengandung alcohol, tidak merokok, melakukan diet yang tepat, dan banyak minum air putih. Dengan latihan dan pola makan yang tepat, seorang penerbang akan memiliki kondisi tubuh yang prima dan tidak mudah lelah. Selanjutnya mereka akan selalu siap untuk menerbangkan pesawat tempur berharga jutaan dollar itu.

www.tiket-penerbangan.com

Filipina hanya izinkan pesawat UAV AS untuk pengintaian, bukan melakukan serangan

Pesawat UAV Amerika
Pesawat UAV Amerika | PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Filipina hanya izinkan pesawat UAV AS untuk pengintaian, bukan melakukan serangan.
Filipina tidak Izinkan Pesawat AS Gelar Serangan

Filipina mengizinkan pesawat-pesawat tidak berawak Amerika Serikat melakukan penerbangan pengintaian di wilayahnya tetapi tidak mengizinkannya melancarkan serangan-serangan, kata Presiden Benigno Aquino, Selasa (20/3). "Untuk pengintaian," kata Aquino ketika ditanya apakah pesawat-pesawat AS itu yang beroperasi di Filipina selatan tempat ratusan tentara AS membantu mengatasi satu ancaman gerilyawan Islam selama 10 tahun.

Ketika ditanya apakah Filipina akan mengizinkan atau telah mengizinkan pesawat tidak berawak AS menjatuhkan bom-bom, Aquino mengatakan itu melanggar larangan pada pasukan AS ikut dalam operasi-operasi tempur. "Pesawat itu dilarang melancarkan serangan-serangan," kataya.

Aquino mengatakan pasukan AS berada di Filipina setelah satu perjanjian bilateral yang membatasi mereka hanya untuk melatih. "Mereka berada di sini sebagai penasihat-penasihat. Mereka berada di sini sebagai pelatih-pelatih. Meraka tidak dapat ikut serta dalam operasi-operasi tempur," katanya.

Pasukan AS tiba di Filipina selatan awal tahun 2002 sebagai bagian dari perang teror global pemerintah AS. Satu fokus penting misi mereka membantu militer Filipina menangani ancaman kelompok Abu Sayyaf, satu kelompok gerilyawan Islam yang dibentuk tahun 1990 dengan dana dari jaringan Alqaeda pimpinan Osama bin Laden.

Jumlah para petempur Abu Sayyaf menurun dari sekitar 2.000 orang sepuluh tahun lalu menjadi ratusan orang sekarang, kata para pengamat keamanan.Akan tetapi mereka tetap satu ancaman di selatan, dapat menculik warga lokal dan asing serta serangan-serangan bom sebagian karena mendapat dukungan dari para anggota masyarakat Muslim lokal.

www.mediaindonesia.com

Rusia masih rahasiakan jenis rudal jelajah terbaru yang mulai mereka operasikan

Rudal Kh-555 Rusia
Rudal Kh-555 Rusia | PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Rusia masih rahasiakan jenis rudal jelajah terbaru yang mulai mereka operasikan.
AU Rusia Mulai Operasikan Rudal Jelajah Misterius

Menteri Pertahanan Rusia, Anatoly Serdyukov, mengumumkan di Moskwa, Selasa (20/3/2012) bahwa Angkatan Udara Rusia telah mulai mengoperasikan rudal jelajah jarak jauh tipe baru. Detail dan spesifikasi rudal baru ini masih misterius. Serdyukov tidak memaparkan, nama atau tipe rudal baru ini dan detail lainnya. Ia hanya mengatakan, rudal baru ini ditembakkan dari pesawat udara dan merupakan rudal jarak jauh.

Panglima Angkatan Udara (AU) Rusia, Kolonel Jenderal Alexander Zelin, sebelumnya pernah mengatakan, rudal baru ini dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Taktitcheskoye Raketnoye Vooruzhenie (Rudal Taktis). Menurut Zelin, spesifikasi rudal baru ini masih dirahasiakan. Ia hanya mengatakan, rudal itu juga akan dipasang pada pesawat-pesawat tempur generasi kelima Rusia.

Douglas Barrie, analis persenjataan udara dari International Institute of Strategic Studies (IISS) di London, mengatakan ada dua kemungkinan rudal jelajah yang dimaksud Serdyukov, yakni Kh-555 atau Kh-101/102. Kh-555 adalah modifikasi dari rudal jelajah berhulu ledak nuklir Kh-55 yang dioperasikan sejak 1984, dan ditembakkan dari pesawat pengebom berat Tu-95 Bear dan Tu-160 Blackjack. Kh-555 dikabarkan memiliki hulu ledak konvensional, dan berdaya jelajah hingga 3.000 kilometer.

Sementara Kh-101/102 adalah rudal berkemampuan stealth (mengelak deteksi radar), yang sempat dikabarkan sedang dikembangkan oleh biro desain Raduga. Pengoperasian rudal jelajah baru ini seiring dengan rencana Rusia memodernisasi armada pesawat-pesawat pengebom jarak jauhnya, termasuk Tu-95 dan Tu-160.

internasional.kompas.com

Selasa, 20 Maret 2012

Yonif 514/Raiders gelar simulasi penanggulangan serangan teroris

Yonif 514/Raiders
Yonif 514/Raiders Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara. Yonif 514/Raiders gelar simulasi penanggulangan serangan teroris. Aksi penyerangan oleh kelompok teroris di berbagai wilayah Indonesia kian marak akhir-akhir ini. Kabupaten Bondowoso juga tidak luput dari aksi tersebut. Sekelompok teroris kembali beraksi, kali ini yang menjadi sasaran mereka adalah dua pejabat di Kabupaten Bondowoso. Bupati dan Wabup Bondowoso menjadi korban penculikan pada Rabu pagi (6/10). Kejadian itu berawal ketika kedua petinggi Pemkab Bondowoso tersebut tengah menghadiri sebuah acara, tiba-tiba datang sekelompok teroris beranggotakan 6 orang dengan mengendarai kendaraan roda empat nopol P 9 DD , mereka turun dari mobil dan langsung melepaskan rentetan tembakan ke udara untuk menciutkan nyali korbannya. Bupati dan Wabup diseret memasuki kendaraan dan dibawa ke sebuah rumah kosong di tempat terpencil. Kedua pejabat disekap di ruangan sempit selama kurang lebih 5 jam 10 menit hingga kondisi mereka melemah. Tim pasukan anti teror Batalyon Infantri 514/Raider Bondowoso yang datang beberapa saat kemudian berusaha membebaskan para sandera, sempat terjadi baku tembak antara tim penyelamat dengan kelompok teroris yang diduga sebagai pengikut Noordin M. Top, gembong teroris yang berhasil ditembak mati oleh pasukan Densus 88 beberapa bulan lalu. Para teroris berhasil meloloskan diri dari kepungan pasukan Raider dengan mengendarai mini bus dan membawa kabur para sandera, meskipun dikepung rapat dan pintu rumah sempat diledakkan oleh pasukan Raider. Aksi kejar-kejaran di jalan raya disertai tembakan membuat sejumlah warga panik dan berusaha menghindari dari lokasi tersebut. Setelah melalui proses pembebasan yang sulit, akhirnya mobil mini bus yang digunakan para teroris untuk meloloskan diri berhasil dihentikan di depan Makodim 0822 Bondowoso. Sedangkan 6 anggota teroris berhasil ditembak mati oleh pasukan Raider Yonif 514, sementara itu para sandera segera dibebaskan kemudian dibawa ke tempat aman. Peristiwa tersebut adalah Simulasi Pemberantasan Teroris yang diperagakan oleh Tim Anti Teror pasukan Raider Yonif 514 Bondowoso dalam rangkaian kegiatan upacara memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke 65 di halaman Makodim 0822 Bondowoso. Hadir dalam acara tersebut jajaran Muspida didampingi ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana dan para undangan lainnya.
Batalion Infantri 514/Raiders 'bebaskan ketua DPRD'

Pasukan Batalyon Infanteri (Yonif) 514/Raider Bondowoso membebaskan Ketua DPRD Jember, Jawa Timur, dari sekapan teroris. Turun dengan teknik rappeling dari helikopter di ketinggian, petinggi di kabupaten itu bisa dibebaskan. Bukan bebas begitu saja, melainkan melalui satu pertempuran jarak pendek dalam durasi waktu singkat. Unsur pendadakan, ketepatan, dan kecepatan gerak sangat menentukan keberhasilan operasi; juga informasi intelijen dan pemilihan persenjataan.

Satu gerombolan teroris menyandera ketua DPRD Bondowoso di Gedung DPRD setempat dengan satu tuntutan berlatar politik. Karena keadaan sangat genting, Batalion Infantri 514/Raiders diperintahkan melakukan operasi anti teror berupa pembebasan sandera sekaligus melumpuhkan jaringan teroris itu. Sejumlah pasukan antiteror terlibat baku tembak dengan teroris dan empat teroris berhasil dilumpuhkan oleh Yonif 514 Raider Bondowoso.

Sebelum berpikir macam-macam, hal itu semua merupakan bagian besar dari skenario latihan anti teror dengan pelaku personel-personel Batalion Infantri 514/Raiders. Mereka dibentuk pada 2004, bersama sembilan batalion infantri lain yang diimbuhi kemampuan anti teror dan raiders (serbuan cepat). "Kegiatan simulasi ini merupakan latihan rutin untuk menanggulangi serangan teroris melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter," kata Komandan Batalion Infantri 514/Raiders Bondowoso, Letkol Infanteri Ade Rizal M.

Menurut dia, pasukan yang dilibatkan dalam simulasi tersebut sebanyak 650 orang dengan mengamankan sejumlah objek vital di Kabupaten Jember seperti Gedung DPRD, Bank Mandiri Syariah, Universitas Muhammadiyah, dan Pasar Tanjung. "Latihan penanggulangan teroris melalui jalur laut rencananya dilakukan di pasir putih Kabupaten Situbondo, dan jalur darat akan dilaksanakan di Kabupaten Bondowoso," tuturnya.

Sejak bertahun lalu, jaringan teroris yang ada di Indonesia memanfaatkan keadaan di wilayah-wilayah yang "tidak diperhitungkan". Wilayah yang sepi, relatif damai, dan jauh dari aktivitas perekonomian itu kerap dimanfaatkan untuk merekrut dan melatih anggota-anggota mereka.

www.antaranews.com

Pesawat patroli NC-212-200 TNI-AL usir pesawat militer Malaysia yang masuki wilayah Indonesia di Karang Unarang, Perairan Ambalat

NC-212-200 TNI-AL
NC-212-200 TNI-AL PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Pesawat patroli NC-212-200 TNI-AL usir pesawat militer Malaysia yang masuki wilayah Indonesia di Karang Unarang, Perairan Ambalat.
TNI AL usir pesawat Malaysia langgar wilayah

Pesawat patroli TNI-AL mengusir satu pesawat Tentara Diraja Malaysia yang melanggar wilayah Indonesia dengan terbang di atas Karang Unarang, Perairan Ambalat, Kalimantan Timur. Direktur Perencanaan Dan Pengembangan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal), Kolonel Laut (P) Imam Musani, ketika dihubungi ANTARA di Surabaya Selasa mengatakan, pesawat Malaysia yang melakukan pelanggaran itu berjenis CN-235 dengan nomor lambung M44-05. "Peristiwa pengusiran terjadi sekitar pukul 10.32 WITA. Saat itu pesawat patroli TNI-AL jenis Casa NC-212-200 melihat pesawat Malaysia melintas masuk wilayah RI di atas Karang Unarang," katanya.

Pesawat Casa TNI-AL yang dipiloti Mayor Laut (P) Imam Safii dan sedang melakukan Operasi Tameng Hiu di wilayah Tarakan, Perairan Ambalat dan sekitarnya, langsung bergerak membayang-bayangi pesawat milik Malaysia dan selanjutnya melakukan pengusiran.

Kolonel Imam Musani menambahkan, peristiwa pelanggaran batas wilayah yang dilakukan pihak Tentara Diraja Malaysia tersebut, bukan terjadi kali ini saja. Selain melanggar batas wilayah udara, kapal perang milik Tentara Diraja Malaysia juga beberapa kali memasuki wilayah perairan RI dan diusir kapal perang Indonesia yang sedang patroli. "Ke depan, kami akan lebih mengintensifkan kegiatan operasi dengan menambah frekuensi kegiatan patroli udara," ujar Musani.

Menurut Musani, Puspenerbal saat ini tengah menunggu kedatangan lima unit pesawat baru jenis CN-235-220 yang dipesan TNI-AL dari PT Dirgantara Indonesia untuk memperkuat armada udara yang ada saat ini. Beberapa waktu sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno menegaskan bahwa masalah pengamanan di wilayah pulau terluar yang berbatasan dengan negara tetangga tetap menjadi prioritas dari TNI-AL.

www.antaranews.com

Jet Tempur Eurofighter Typhoon

Eurofighter Typhoon adalah pesawat tempur multi-peran dengan mesin jet ganda dan memiliki kemampuan manuver terbang yang sangat lincah dan baik. Jet tempur Eurofighter Typhoon dikembangkan dan diproduksi oleh perusahaan yang merupakan konsorsium beberapa negara Eropa, yaitu Inggris, Jerman, Italia, Spanyol. Kelincahan bermanuver, sudah mengadopsi teknologi stealth, dan sistemnya yang canggih, membuat jet tempur Eurofighter Typhoon bisa disetarakan dengan F-22 Raptor dan Sukhoi Su-35.
Eurofighter Typhoon
Empat negara Eropa yangt bekerja sama mengembangkan pesawat jet tempur multi peran Eurofighter Typhoo adalah Inggris, Jerman, Italia, Spanyol. foreplane delta-sayap, di luar visual-range, udara pesawat tempur erat dengan kemampuan serangan permukaan. Eurofighter telah 'supercruise' kemampuan; dapat terbang pada kecepatan yang berkelanjutan lebih dari Mach 1 tanpa menggunakan afterburner. Pengembangan pesawat telah dilakukan oleh Eurofighter GmbH yang berpangkalan di Munich dan dimiliki sepenuhnya oleh BAE Systems dari Inggris, Alenia Aeronautica Italia dan EADS Deutschland (dahulu DaimlerChrysler) dan EADS Spanyol (dahulu CASA). Pada bulan Januari 2003, Norwegia menandatangani perjanjian untuk partisipasi industri di proyek, tetapi belum berkomitmen untuk pembelian pesawat tempur. Pesawat ini akan tetap beroperasi sampai 2040. Kontrak produksi secara keseluruhan untuk pesawat 620 pada Januari 1998 dengan 232 untuk Inggris, 180 untuk Jerman, 96 untuk Italia dan 87 untuk Spanyol. Jumlah pesawat yang dipesan oleh Angkatan Udara Italia berkurang 121-96 karena perlambatan keuangan global. Eurofighter Typhoon. Negara itu akan menghemat $ 2.6bn. Pada pertengahan 2009, sebanyak 707 pesawat Eurofighter Typhoon telah diperintahkan termasuk 72 untuk Arab Saudi dan 15 untuk Austria. Eurofighter disampaikan pertama empat Topan Eurofighter untuk Angkatan Udara Jerman pada tanggal 16 Desember 2009 menjadi Wing Udara Jagdbombergeschwader 31 Boelcke. Pesawat ini akan digunakan untuk menjalankan udara untuk operasi darat. Pada November 2009, EADS mengumumkan bahwa mereka akan melakukan inspeksi industri ON pesawat dijadwalkan layanan (OASIIS) untuk armada Angkatan Udara Spanyol yang terletak di Pangkalan Udara Moron dekat Seville. Layanan ini akan disediakan sebagai bagian dari kontrak sepuluh tahun € 150m yang meliputi pemeliharaan dan pengadaan bahan habis pakai untuk armadanya. Sebuah pesawat Eurofighter Typhoon disampaikan ke X Gruppo Skuadron Angkatan Udara Italia pada tanggal 14 Juli 2010. Ini adalah Skadron Italia keempat menggunakan Eurofighter untuk partrolling dan menjaga wilayah udara dari Albania. Sebuah niat untuk membeli 24 Topan Eurofighter senilai £ 1.4bn ($ 2.13bn) dikirim oleh Oman ke Inggris pada bulan April 2010. Pesawat ini akan digunakan oleh Royal Air Force nya. Seri produksi pesawat sedang berlangsung di Pesawat Militer EADS (Jerman), BAE Systems, Alenia Aeronautica dan EADS CASA (Spanyol). Empat seri pesawat produksi pertama untuk empat negara peserta mengambil penerbangan perdananya pada bulan Februari 2003 dan Eurofighter Typhoon mendapat penerimaan jenis pada 30 Juni 2003.

Eurofighter Typhoon (Foto 2)

Eurofighter Typhoon (Foto 3)

Eurofighter Typhoon (Foto 4)

Eurofighter Typhoon (Foto 5)

Galeri wallpaper foto Eurofighter Typhoon :
Eurofighter Typhoon adalah sebuah pesawat tempur multi peran delta-canard bermesin ganda super lincah, dirancang dan dibuat oleh sebuah konsorsium negara-negara Eropa yang dibentuk pada 1983. Dalam rancangan dia menyerupai pesawat tempur modern Eropa lainnya, Dassault Rafale Perancis dan Saab JAS-39 Gripen Swedia. Karena kombinasi kelincahan, fasilitas stealth dan sistemnya yang modern dia dipandang luas sebagai pesawat tempur hebat.

Pada 1979 BAE Inggris dan MBB Jerman membuat proposal European Combat Fighter. Pada Oktober 1979 Dassault Perancis bergabung dan studi tiga negara ini dinamakan European Combat Aircraft (ECA) , pada saat ini nama Eurofighter pertama kali digunakan. Pada 1981 Proyek ini berakhir karena beberapa hal, Perancis memaksa untuk menjadi pemimpin pada proyek ini. Inggris menginginkan mesin RB199 yang digunakan sedangkan Perancis lebih menyukai Snecma M88.

Kemudian tiga perusahaan yang bermitra membuat Tornado dalam Panavia yaitu BAE, MBB, dan Aeritalia meluncurkan program Agile Combat Aircraft (ACA), pada April 1982. Program ini menghasilkan pesawat demostrator ACA yaitu Experimental Aircraft Programme (EAP) pada 1983.

Pada 1983 Inggris, Perancis, Jerman, Itali dan Spanyol meluncurkan program Future European Fighter Aircraft (FEFA). Pesawat ini memiliki kemampuan take Off dan landing dengan jarak pendek (STOL) dan perang diluar jangkauan mata (beyond visual range, (BVR)). Pada 1984 Perancis memasukan kebutuhannya akan versi kapal induk dan menginginkan posisi sebagai pemimpin dalam program ini. Inggris , Jerman Barat dan Itali memilih untuk keluar dari program dan memulai program EFA baru.

Di Turin pada 2 Agustus 1985, Itali, Jerman Barat, dan Inggris setuju untuk melanjutkan program jet tempur Eurofighter Typhoon. Pengumuman ini mengkonfirmasi bahwa Perancis dan Spanyol memilih untuk tidak menjadi anggota proyek. Dikemudian hari dengan tidak memedulikan desakan dari Perancis, Spanyol bergabung kembali pada September 1985. Perancis secara resmi mengundurkan diri dari Proyek Eurofighter dan melanjutkan proyeknya sendiri yang dikemudian hari menjadi Dassault Mirage 2000.

Pada tahun 1986 EAP terbang untuk pertama kalinya, pekerjaan mendesain dalam 5 tahun kedepan menggunakan data dari EAP. Pembelian awal adalah: Inggris 250 pesawat, Jerman 250, Itali 165, dan Spanyol 100. Prosentase bagian produksi mengikuti jumlah pembelian - British Aerospace (33%), Daimler-Benz (33%), Aeritalia (21%), dan Construcciones Aeronáuticas SA (CASA) (13%). Pada 1986 juga didirikan Eurofighter Jagdflugzeug GmbH untuk mengatur proyek ini dan EuroJet Turbo GmbH, aliansi dari Rolls-Royce, MTU Aero Engines, FiatAvio (sekarang Avio), and ITP untuk mengembangkan mesin EJ200.

Dalam pengembangan banyak sekali pertentangan, misalnya pada 1990 terjadi perdebatan besar dalam pemilihan radar, Inggris, Spanyol, dan Itali menginginkan ECR-90 (Ferranti Defence Systems) sedangkan Jerman menginginkan memakai radar MDS2000 (Hughes, GEC-Marconi, AEG). Polemik berakhir setelah Inggris menggaransi bahwa GEC boleh membeli Ferranti Defence Systems, sehingga membuat GEC tidak lagi mendukung pengembangan MDS2000.

Akhirnya Peter Weger kepala tes pilot Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB) dapat menerbangkan prototipe pesawat ini (kemudian dikenal sebagai Eurofighter EF 2000) pada 27 Maret 1994 di Bavaria setelah ditahun 90-an kita melihat pertentangan-pertentangan hebat dalam pembangunan pesawat ini. Pertentangan itu meliputi banyak hal, contohnya adalah masalah pembagian pekerjaan, spesifikasi pesawat dan bahkan partisipasi tiap negara dalam proyek ini.

Ketika kontrak produksi final ditandatangani pada 1997, pembelian total adalah sebagai berikut: Inggris 232, Jerman 180, Itali 121, and Spanyol 87. Produksi kemudian juga dialokasikan menurut jumlah pembelian: British Aerospace (37%), DASA (29%), Aeritalia (19.5%), dan CASA (14%).

Spesifikasi Jet Tempur Eurofighter Typhoon

Karakteristik Umum :
  • Kru : 1 (pesawat operasional) dan 2 (pesawat latih)
  • Panjang : 15,96 m
  • Lebar sayap : 10,95 m
  • Tinggi : 5,28 m
  • Luas area sayap : 51,2 m²
  • Berat kosong : 11.150 kg
  • Berat isi : 16.000 kg
  • Berat maksimum lepas landas : 23.500 kg
  • Mesin penggerak : 2 unit Eurojet EJ200
  • Kapasitas bahan bakar : 4.500 kg
Kinerja :
  • Kecepatan maksimum : Mach 2 (2.495 km/jam)
  • Jangkauan : 2.900 km
  • Radius tempur : 1.389 km
  • Jangkauan terjauh : 3.790 km
  • Batas tinggi penerbangan : 19.812 m
  • Laju panjat : 315 m/detik
  • Daya angkat sayap : 312 kg/m²
  • Gaya berat : 1.15
  • g-limit : +9/−3 g
Persenjataan :
  • Cannon: 1 unit Mauser BK-27 kaliber 27 mm dengan 150 putaran
  • Rudal :
    Udara-ke-Udara : AIM-9 Sidewinder, AIM-132 ASRAAM, AIM-120 AMRAAM, IRIS-T, MBDA Meteor
    Udara-ke-Permukaan : AGM-65 Maverick, AGM-88 HARM Storm Shadow (AKA Scalp EG), Brimstone, Taurus KEPD 350, Penguin, AGM Armiger
  • Bom : 6 unit 500lb Paveway IV, Paveway II/III/Enhanced Paveway, Joint Direct Attack Munition (JDAM), HOPE/HOSBO
Avionik :
  • Euroradar CAPTOR
  • Passive Infra-Red Airborne Tracking Equipment (PIRATE)
wikipedia.org

Video Jet Tempur Eurofighter Typhoon
Video manuver pesawat jet tempur Eurofighter Typhoon.

Dassault Rafale, Jet Tempur Generasi 4,5 Buatan Perancis

Dassault Rafale adalah jenis pesawat jet tempur multi-peran yang diproduksi oleh Dassault Aviation, Perancis. Perancangan jet tempur Dassault Rafale dikerjakan oleh Avions Marcel Dassault-Bréguet Aviation (AMD-BA). Prototipe pertama pesawat tempur ini selesai dibangun pada akhir tahun 1985 dan melakukan penerbangan perdananya pada 4 Juli 1986.
Dassault Rafale (Foto 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Dassault Rafale buatan Dassault Aviation Perancis. Rafale adalah pesawat tempur dengan mesin jet kembar yang mampu melaksanakan berbagai misi jarak pendek dan jangka panjang, termasuk serangan darat dan laut, pengintaian, akurasi tinggi pemogokan dan pencegahan serangan nuklir. Pesawat ini dikembangkan untuk Angkatan Udara Perancis dan Angkatan Laut. Prancis Angkatan Udara dan Angkatan Laut memerintahkan 180 (132 untuk angkatan udara dan 48 untuk angkatan laut), 100 pesawat telah dikirim pada akhir 2010. Para Rafale mengadakan layanan dengan Angkatan Laut Perancis di 2004 dan dengan Angkatan Udara Perancis pada tahun 2006. Sepuluh pesawat yang operasional pada kapal induk Charles de Gaulle. Dassault Rafale memiliki sayap delta dikombinasikan dengan canard aktif ke depan untuk memaksimalkan manuver (menahan 9g atau-3G) dengan tetap mempertahankan stabilitas di penerbangan; ke depan Canard juga mengurangi kecepatan pendaratan sampai 115 knot. Pesawat ini dapat beroperasi dari landasan pacu 400 meter. Dassault Rafale membawa, untuk pertama kalinya dalam sejarah penerbangan, sistem kelangsungan hidup terpadu elektronik bernama SPECTRA yang dilengkapi dengan teknologi siluman berbasis software virtual. Sensor paling penting adalah Thales RBE2 pasif discan secara elektronik multi-mode radar. Thales mengklaim telah mencapai tingkat belum pernah terjadi sebelumnya dari kesadaran situasional melalui deteksi dini dan pelacakan target udara ganda untuk pertempuran jarak dekat dan jangka panjang intersepsi, serta generasi real time peta tiga dimensi untuk medan-berikut dan generasi real time tanah peta resolusi tinggi untuk navigasi dan penargetan. Namun, dalam situasi saat manajemen tanda tangan diperlukan, Rafale dapat menggunakan beberapa sistem sensor pasif. Bagian depan sektor elektro-optik sistem atau Optroniques Secteur frontal (OSF), yang dikembangkan oleh Thales, benar-benar terintegrasi dalam pesawat dan dapat beroperasi baik dalam panjang gelombang tampak dan inframerah.

Dassault Rafale (Foto 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

Dassault Rafale (Foto 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

Dassault Rafale (Foto 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

Dassault Rafale (Foto 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

Galeri Wallpaper Foto Jet Tempur Dassault Rafale :
Dassault Rafale (dijuluki sebagai Squall dalam Bahasa Inggris) adalah pesawat tempur serbaguna generasi ke-4,5, bermesin dua, dan bersayap delta asal Perancis yang dibuat oleh Dassault Aviation. Rafale dirancang sebagai pesawat berpangkalan di daratan maupun di kapal induk. Rafale adalah wujud dari program standardisasi ambisius Militer Perancis untuk visi 2025-2030, yakni sebagai pengganti lima pesawat yang bertugas di Angkatan Udara Perancis dan Angkatan Laut Perancis. Rafale dapat diperlengkapi dengan senjata nuklir. Selain untuk digunakan di negara asalnya, pesawat ini juga dijual untuk kebutuhan ekspor.

Pengembangan

Pada pertengahan dasawarsa 1970-an, Angkatan Udara Perancis (Armée de l'Air) dan Angkatan Laut Perancis (Aéronavale) memerlukan pesawat tempur pengganti. Pesawat yang perlu diganti adalah SEPECAT Jaguar di Angkatan Udara dan F-8 Crusader di Angkatan Laut. Ternyata persyaratan projek pengadaan pesawat yang diajukan oleh kedua angkatan itu cukup bersesuaian jika digabung. Pada tahun 1983, Perancis mengadakan kontrak dengan Dassault untuk pembuatan pesawat peraga Avion de Combat eXpérimental (ACX). Negara-negara Eropa, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, dan Britania Raya sepakat untuk bersama-sama mengembangkan pesawat tempur baru pada awal dasawarsa 1980-an. Ketidaksetujuan terhadap ukuran pesawat dan kepemimpinan projek telah mengantarkan Perancis untuk mundur dari rencana itu pada tahun 1985. Perancis mengembangkan Rafale yang lebih kecil, sedangkan negara lainnya mengembangkan pesawat yang kemudian disebut Eurofighter Typhoon.

Peraga teknologi Rafale A selesai dibangun pada akhir tahun 1985 dan menjalani terbang perdananya pada 4 Juli 1986. Mesin SNECMA M88 yang baru saja dikembangkan ternyata dianggap kurang matang untuk program uji-coba perdana, sehingga pesawat peraga itu terbang menggunakan turbofan pascabakar General Electric F404-GE-400 seperti yang digunakan pada F/A-18 Hornet. Pemesanan produksi dimulai pada tahun 1988.

Pengujian tahap berikutnya dilanjutkan, termasuk pendaratan touch-and-go (mendarat dan segera lepas landas kembali) di atas kapal induk dan uji-terbang mesin M88, sebelum Rafale A purnatugas pada tahun 1994. Meskipun Rafale A dan British Aerospace EAP adalah sebanding, ketika Eurofighter pertama terbang perdana pada bulan Maret 1994, Rafale pra-serial telah menjalani uji terbang selama tiga tahun, termasuk uji kapal induk; Rafale C01, Rafale M01, dan Rafale B01 masing-masing terbang perdana pada bulan Mei 1991, Desember 1991, dan April 1993.

Tiga jenis Dassault Rafale termasuk ke dalam pesanan produksi awal:
  • Rafale C (Chasseur) Pesawat tempur satu kursi untuk AdA (Armée de l'Air, Angkatan Udara Perancis)
  • Rafale B (Biplace) Pesawat tempur dua kursi untuk AdA
  • Rafale M (Marine) Pesawat tempur kapal induk satu kursi untuk Aéronavale
Purwarupa Rafale C terbang pada tahun 1991, kemudian yang pertama dari dua purwarupa Rafale M terbang pada tahun itu juga. Purwarupa Rafale B terbang pada awal tahun 1993, dan purwarupa Rafale M kedua terbang pada tahun yang sama. Uji ketapel pesawat mulanya diangkut antara 13 Juli dan 23 Agustus 1992 di Stasiun Rekayasa Udara Angkatan Laut Lakehurst di New Jersey, Amerika Serikat dan Stasiun Rekayasa Udara Angkatan Laut Sungai Patuxent di Maryland, Amerika Serikat, karena Perancis tidak memiliki fasilitas uji ketapel berbasis daratan. Pesawat itu kemudian menjalani pengujian di atas kapal induk FS Foch.

Aerodinamika

Dassault Rafale berfiturkan sayap delta dipadukan dengan kanard aktif terintegrasi (dekat-berpasangan) untuk memaksimalkan kemampuan manuver (+9 g atau -3 g) sambil memelihara kestabilan terbang, nilai maksimum 11 g dapat diraih dalam keadaan darurat. Kanard juga mengurangi laju pendaratan hingga 115 knot. Menurut sumber internal (Les essais en vol du Rafale) batas laju terendah adalah 100 kt tetapi 80 kt kadang-kadang diperagakan pada pameran dirgantara oleh pilot untuk mengungkapkan mutu laju rendah pesawat ini. "Batas minimum 15 kt dapat dicapai pada saat simulasi tempur melawan Mirage 2000 oleh seorang pilot agresif." Pesawat ini dapat dioperasikan dari landas pacu yang hanya berpanjang 400 meter.

Sistem tempur

Dassault Rafale diperlengkapi dengan sistem pertahanan elektronik terintegrasi yang disebut Spectra yang menyediakan teknologi siluman virtual berbasis perangkat-lunak. Sensor terpenting yang dimiliki adalah radar RBE2 Passive Electronically Scanned Array buatan Thales Group. Thales mengaku sebagai pihak yang pertama mencapai tingkat kesadaran situasional melalui deteksi dini dan pelacakan multi-sasaran udara untuk pertempuran jarak dekat dan pencegatan berjelajah-jauh, juga penciptaan seketika peta lapangan tiga-dimensi di hadapan dan penciptaan seketika peta daratan beresolusi tinggi untuk navigasi dan penentuan sasaran.

Di dalam lingkungan ketika pengelolaan pengenalan diperlukan, Rafale dapat menggunakan beberapa sistem sensor pasif. Sistem optik-listrik bagian-depan atau Optronique Secteur Frontal (OSF), dikembangkan oleh Thales, secara utuh terintegrasi di dalam pesawat ini dan dapat beroperasi dalam panjang gelombang mata telanjang maupun infra merah.

Sistem perlindungan diri elektronik SPECTRA, yang dikembangkan oleh Thales dan EADS Perancis, memberi pesawat ini kemampuan tertinggi untuk bertahan melawan ancaman dari udara maupun daratan. Pranala data seketika memungkinkan komunikasi tidak hanya dengan pesawat lain, tetapi juga dengan komando bergerak, komando tetap, dan pusat kendali. Untuk misi-misi yang memerlukannya, Rafale sebenaranya juga akan menggunakan poda perancangan laser/optik-listrik Damoclès yang membawa kemampuan LGB sepanjang siang dan malam, meskipun Angkatan Udara Perancis berencana memperlengkapi Rafale dengan senjata standoff, sedangkan peran LGB diserahkan kepada Dassault Mirage 2000.

Sistem inti Dassault Rafale membekerjakan Avionik Modular Terintegrasi (IMA), yang disebut Satuan Pengolahan Data Modular (Modular Data Processing Unit), disingkat MDPU. Arsitektur ini menjadi tuan rumah bagi semua fungsi inti Rafale sebagai Sistem Pengelolaan Penerbangan, Fusi Data, Kendali Penembakan, Antarmuka Mesin-dan-Manusia, dan lain-lain. Harga keseluruhan radar, komunikasi elektronik, dan perlengkapan perlindungan diri adalah sekira 30% biaya pembuatan pesawat.

Kemampuan serang-darat Dassault Rafale dibatasi oleh kekurangan poda penentuan sasaran tingkat lanjut, tetapi ini akan diperbaiki dengan menambahkan poda penentuan sasaran Damocles dan pengintaian Reco NG/Areos buatan Thales Optronique pada standar F-3.

Radar AESA

Radar Susunan Terpindai Elektronis Aktif AESA RBE2 AA buatan Thales digunakan untuk menggantikan Susunan Terpindai Pasif RBE2 yang terpasang. Thales mengirimkan radar baru itu pada bulan Agustus 2010 untuk digunakan pada tranche Rafale keempat. Seluruhnya ada 60 tranche, yang masing-masing tranche itu terdiri dari empat pesawat telah dipesan pada waktu itu.
Skuadron pesawat yang diperlengkapi AESA ini diharapkan dapat dioperasionalkan pada tahun 2012. Thales juga mengaku bahwa radar AESA akan memperbaiki kemampuan operasional pesawat dalam hal jelajah, kemampuan mencegat, kemampuan membuntuti, dan penangkalan.

Kokpit

Kokpit menggunakan kursi pelontar Mark 16F "nol-nol" buatan Martin-Baker, yang mampu digunakan pada laju nol dan ketinggian nol. Kursi ini berkemiringan 29 derajat ke belakang untuk memperbaiki toleransi gaya G. Engsel kanopi dapat membuka ke sisi kanan. Sistem terintegrasi penghasil oksigen disediakan untuk menghilangkan kebutuhan banyak kotak oksigen.

Pada kokpit terdapat tampilan atas kepala (Head-Up Display, disingkat HUD), holografis bersudut lebar; dua tampilan serbaguna (Multi-Function Display, disingkat MFD), yang merunduk dan merupakan panel datar berwarna; dan tampilan collimated pusat. Antartindak pilot-dan-tampilan memanfaatkan sentuhan, dalam hal ini pilot menggunakan sarung tangan kulit berlapis sutera. Selain itu, dalam pengembangan sepenuhnya, pilot dilengkapi dengan tampilan melekat kepala (Head-Mounted Display, disingkat HMD).

Pilot menerbangkan pesawat ini dengan pengendali tongkat-samping yang terpasang di sisi kanannya dan katup penutup di sisi kanannya. Kokpit Rafale juga direncanakan untuk menyertakan Direct Voice Input (DVI), yang memungkinkan pilot memberikan perintah menggunakan suaranya.

Fitur pengabur radar

Meskipun bukan sebagai pesawat siluman sejati, menurut Dassault, Rafale mampu mengaburkan pengenalan radar, sementara sebagian besar fitur desain siluman diklasifikasi, penggunaan bahan komposit dan pola bergerigi di tepian sayap dan kanard berjejak berperan untuk mengurangi daya pindai radar.

Standar

Pengiriman perdana Rafale M bersesuaian dengan standar F1 ("France 1"). Ini artinya pesawat Rafale cocok untuk tujuan tempur udara-ke-udara, menggantikan F-8 Crusader yang sudah kadaluarsa sebagai pesawat tempur Angkatan Laut Perancis berbasis kapal induk, tetapi tidak diperlengkapi oleh, juga tidak dipersenjatai untuk operasi udara-ke-daratan. Pengiriman sebenarnya (kepada Flotille 11, pada suatu waktu setelah tahun 2007) adalah untuk memenuhi standar "F2", memberikan kemampuan udara-ke-daratan, dan menggantikan Dassault-Breguet Super Étendard dalam peran serang-darat dan Dassault Étendard IVP dalam peran pengintaian. Ini akan meninggalkan Rafale M hanya sebagai pesawat tempur bersayap kaku yang diterbangkan oleh Angkatan Laut Perancis, dan rencana untuk memperbaiki semua badan pesawat agar sesuai dengan standar "F3", dengan kemampuan nuklir dan radar 3D menjejaki kontur permukaan, dari permulaan dasawarsa setelah tahun 2010. Perbaruan ini dilakukan bagi 10 Rafale F-1 Angkatan Laut Perancis pada tahun 2010.

Rafale C pertama dikirimkan kepada Angkatan Udara Perancis, pada bulan Juni 2005, memenuhi standar "F2", dan telah ditindaklanjuti bahwa perbaruan pesawat milik Angkatan Laut Perancis juga akan dilakukan lagi pada masa depan. Rafale menggantikan peran SEPECAT Jaguar, Mirage F1, dan Mirage 2000 di Angkatan Udara Perancis.

Varian Dassault Rafale
  • Rafale A : Pesawat peraga teknologi, terbang perdana pada tahun 1986. Kini tidak lagi beroperasi.
  • Rafale D : Dassault menggunakan pesawat ini (D untuk diskret atau siluman) pada permulaan dasawarsa 1990-an untuk versi produksi bagi Angkatan Udara Perancis, untuk memperjelas fitur semi-siluman yang baru disertakan ke dalam pesawat ini.
  • Rafale B : Ini adalah versi dua kursi bagi Angkatan Udara Perancis; diserahkan kepada EC 330 pada tahun 2004.
  • Rafale C : Ini adalah versi satu kursi bagi Angkatan Udara Perancis; diserahkan kepada EC 330 pada bulan Juni 2004.
  • Rafale M : Ini adalah versi untuk dapat mendarat di kapal induk bagi Angkatan Laut Perancis, mulai bertugas pada tahun 2002. Rafale M berbobot sekira 500 kg lebih berat daripada Rafale C. Sangat menyamai Rafale C dalam tampilannya, M berbeda dalam hal-hal berikut ini:
    • Diperkokoh agar dapat stabil berkedudukan di atas kapal induk
    • Gir pendaratan yang lebih kuat
    • Lengan gir moncong yang lebih panjang untuk memberikan perilaku mendongak yang lebih baik untuk dapat diluncurkan menggunakan ketapel
    • Pilon tengah-depan dibuang (untuk memberi ruang untuk gir yang lebih panjang)
    • Tailhook yang lebih lebar antara dua mesin
    • Tangga pendaratan dengan daya terintegrasi
    • Sistem pendaratan gelombang mikro Kapal Induk
    • Platform referensi kelembaman "Telemir" yang dapat menerima perbaruan dari sistem kapal induk.
  • Rafale N : Rafale N, mulanya disebut Rafale BM, direncanakan berupa versu dua kursi untuk Angkatan Laut Perancis. Pengurangan anggaran dan biaya tambahan pelatihan kru telah menjadi penyebab pembatalan pengadaan jenis ini.
Spesifikasi Jet Tempur Dassault Rafale

Karakteristik umum
  • Kru: 1–2
  • Panjang: 15,27 m
  • Lebar sayap: 10,80 m
  • Tinggi: 5,34 m
  • Luas sayap: 45,7 m²
  • Bobot kosong: 9.500 kg (C), 9.770 kg (B), 10.196 kg (M)
  • Bobot maksimum lepas landas: 24.500 kg (C/D), 22.200 kg (M)
  • Mesin: 2× Snecma M88-2 mesin turbofan
    • Dorongan kering: 50,04 kN masing-masing
    • Dorongan dengan pembakar lanjut : 75,62 kN dengan M88-Eco (90 kN setelah tahun 2010) masing-masing
Kinerja
  • Laju maksimum:
    • Ketinggian tinggi: 2.390 km/jam
    • Ketinggian rendah: 1.390 km/jam
  • Jarak jangkau: 3.700+ km
  • Radius tempur: 1.852+ km pada misi penetrasi
  • Batas tertinggi servis: 16.800 m
  • Laju panjat: 304,8+ m/s
  • Beban sayap: 326 kg/m²
  • Dorongan/berat: 1,13
Persenjataan
  • Senjata api: 1× 30 mm (1,18 inci) GIAT 30/719B cannon dengan 125 bulatan
  • Titik keras: 14 untuk Angkatan Udara Perancis (Rafale B,C), 13 untuk Angkatan Laut Perancis (Rafale M) dengan kapasitas 9.500 kg bahan bakar eksternal dan persenjataan,
  • Rudal:
    • Udara-ke-udara:
      • MICA IR/EM atau
      • Magic II dan pada masa depan
      • MBDA Meteor
    • Udara-ke-permukaan:
      • MBDA Apache atau
      • SCALP EG atau
      • AASM atau
      • GBU-12 Paveway II atau
      • AM 39 Exocet atau
      • Rudal nuklir ASMP-A
  • Lainnya:
    • Poda penentu sasaran Thales Damocles
    • Poda pengintaian RECO NG
    • sampai 5 drop tangki
    • Rafale dapat juga memuat poda pengisian bahan bakar Rafale-ke-Rafale
Avionik
  • Radar Thales RBE2
  • Sistem peperangan elektronik Thales SPECTRA.
  • Sistem pencarian dan pelacakan infra merah Thales/SAGEM OSF (Optronique Secteur Frontal).
wikipedia.org

Video Jet Tempur Dassault Rafale :
Video manuver terbang pesawat jet tempur Dassault Rafale.