Cari di Blog Ini

Sabtu, 06 Oktober 2012

Industri Pertahanan Indonesia Maju Pesat

Hovercraft Kartika
Hovercraft Kartika, pengembangan dan pembuatan kendaraan amfibi versi militer ini merupakan hasil kerjasama antara Litbang Bekang TNI AD dengan Kabindo dan PT Sri Rejeki Isman. Hovercraft ini pertama kali dipamerkan pada pelaksanaan pameran Indo-Defence 2010. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Industri Pertahanan Indonesia Maju Pesat.
Menristek: industri alutsista Indonesia maju pesat

Pengembangan industri alat utama sistem persenjataan di Indonesia maju pesat, kata Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta. "Buktinya, salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) produksi dalam negeri Panser Anoa, kini telah dipesan oleh Malaysia," katanya usai memberikan kuliah umum di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jumat.

Selain itu, menurut dia, pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) juga akan mengembangkan pesawat tanpa awak atau nir-awak yang kegunaannya sangat mendesak di Indonesia.

Ia mengatakan Indonesia memiliki banyak gunung berapi serta luas lahan dan daerah pegunungan yang tidak bisa dijangkau manusia untuk melakukan sebuah penelitian. Oleh karena itu, menurut dia, dalam waktu dekat akan diproduksi pesawat tanpa awak. "Pembuatan pesawat tanpa awak juga sejalan dengan pengembangan pesawat tempur yang bekerja sama dengan Korea selatan, termasuk pengembangan pesawat yang nanti dapat digunakan oleh Polri," katanya.

Menurut dia, sebelumnnya pengembangan teknologi dan industri alutsista seperti pesawat dan senjata di Indonesia terkesan tertinggal dari negara lain. "Hal itu disebabkan perusahaan yang ada belum diberi kesempatan. Setelah presiden memerintahkan pengembangan alutsista produk dalam negeri, maka terlihat perkembangan yang sangat pesat," kata Menristek.

www.antaranews.com

Setelah 67 Tahun, Prajurit Pengawal NKRI Harus Makin Didukung Kemampuan Tempur Dan Kesejahteraannya

HUT Ke-67 TNI
HUT Ke-67 TNI. Tentara Nasional Indonesia merayakan hari ulang tahunnya yang ke-67 pada 5 Oktober 2012 lalu. TNI harus mendapat dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar postur tempurnya makin bisa diandalkan untuk menjaga keamanan dan keutuhan seluruh wilayah NKRI guna menjamin keberlangsungan kehidupan bernegara dan berbangsa di Indonesia. Dukungan itu berupa pemenuhan kebutuhan Alutsista maupun kesejahteraan yang memadai bagi prajurit dan keluarganya. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Setelah 67 Tahun, Prajurit Pengawal NKRI Harus Makin Didukung Kemampuan Tempur Dan Kesejahteraannya.
67 tahun TNI, dari rumah dinas sampai peluru kendali

Selain jajaran perwakilan arsenal baru, upacara peringatan HUT ke-67 TNI kali ini relatif tidak ada yang baru. Dari sisi pernyataan, yang dikatakan Presiden Susilo Yudhoyono dari podiumlah yang menarik disimak. Tidak ada demonstrasi penerbangan formasi Su-27 atau Su-30 Flankers di udara, juga tidak F-16 Fighting Falcon, kecuali terjun statik pasukan lintas udara, terbang aerobatik Tim Jupiter dan Pegasus C-120 Colibri, dan terjun bebas 100 personel gabungan TNI.

Beberapa hal yang dikemukakan Yudhoyono (juga Panglima Tertinggi TNI/Angkatan Perang Indonesia), desain besar pemosisian Indonesia di kawasan dan dunia, tuntutan negara kepada semua personel TNI dalam hal tugas pokok, kesejahteraan mereka, dan tentu arsenal-arsenal baru TNI. Cukup rinci Yudhoyono mengutarakan hal itu, di landasan apron Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma. Di belakangnya, di podium itu, berdiri Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Soeparno, dan Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Eddie Wibowo, serta Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Imam Sufaat.

Indonesia, katanya, tidak ingin memulai perlombaan senjata di kawasan. Setelah lama sekali tidak belanja persenjataan karena pembatasan dari negara produsen Barat dan ketiadaan uang, kini Indonesia mengejar ketertinggalannya. Paling tidak, Rp77 triliun disisihkan dari APBN kali ini untuk pos pertahanan dan sebagian besar untuk membeli persenjataan dan sistem pendukung serta pelatihan pengawaknya. Kali ini, TNI AU dan TNI AL diberi keleluasaan lebih untuk memenuhi keperluan minimum esensialnya (MEF/Minimum Essential Force).

Di antara persenjataan strategis yang baru diadakan (dibeli) pemerintah adalah tiga kapal selam Type 209 buatan Korea Selatan, lisensi dari Jerman. Kapal-kapal selam ini bukan yang tercanggih di kelasnya, namun moderat dan sanggup dibeli Indonesia. Juga pesawat tempur Sukhoi 27/30 MKI Flanker dari Rusia, melengkapi yang telah ada di Skuadron Udara 11, berpangkalan di Makassar. Bukan cuma wahananya saja, namun juga peluru-peluru kendali dan avionika serta mesin-mesin barunya; karena produk Rusia ini --walau sangat canggih dan berwibawa-- namun boros dari sisi operasional.

Tujuh tahun kosong operasional, Skuadron Udara 21 di Pangkalan Udara Utama Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, mulai lagi diributkan dengan suara raungan mesin piston turboprop Embraer EMB-314 Super Tucano, menggantikan OV-10F Bronco. Baru empat memang, namun janji pemerintah adalah 16 unit pada waktunya, paling tidak delapan hingga 2014 nanti.

Yang paling gres adalah terbang lintas satu C-295 --versi perpanjangan CN-235 produk bareng CASA dan IPTN Indonesia-- yang baru tiba kemarin setelah terbang feri dari Sevilla, Spanyol. Dia dapat giliran setelah tim aerobatik Pegasus C-120 Colibri TNI AU berdansa di udara.

Itu baru sebagian dari sekian banyak arsenal baru yang dibeli negara melalui pemerintah. Dikatakan Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, beberapa waktu lalu, 40 persen keperluan menuju MEF akan diwujudkan pada 2014 nanti alias akhir masa kepemimpinan Yudhoyono-Boediono. Menuju postur ideal MEF, proyeksi Kementerian Pertahanan adalah pada 2025.

Indonesia tidak ingin memiliki musuh; milikilah teman sebanyak-banyaknya. Inilah "motto" kebijakan luar negeri Indonesia sebagai penerjemahan doktrin "bebas-aktif" yang sering dipakai sejak masa Orde Baru. Keaktifan Indonesia di gelanggang internasional dari sisi militer dibuktikan dengan pengerahan batalion-batalion pasukan Indonesia ke dalam Pasukan Perdamaian PBB. Saat ini tiga gelanggang diikuti pasukan TNI multi korps itu, yaitu di Lebanon Selatan, Kongo, dan Haiti di Amerika Tengah. Bahkan, dengan sponsor PBB dan beberapa negara sahabat, TNI dilengkapi pusat pendidikan pasukan perdamaian PBB dan ini satu-satunya di ASEAN. Impiannya, pusat pendidikan di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ini menjadi pusat keunggulan Indonesia tentang ini.

Pada saat sama, di Laut China Selatan, sekitar lima sampai enam jam penerbangan dari Jakarta ke arah barat laut, ada konflik mengarah pengerahan militer antara Jepang dan China. Kepulauan Senkaku di tenggara daratan China, sepelemparan batu dari Taipei, yang dimiliki Jepang. China menganggap klaim kepemilikan Jepang atas Kepulauan Senkaku itu tidak bisa diakui dengan sejumlah alasan historikal, pengelolaan nyata, dan banyak lagi. Sudah banyak ulasan bahwa konflik di Laut China Selatan antara Jepang dan China ini bisa berpengaruh besar pada keseimbangan kawasan dari sisi keamanan dan ekonomi global.

Adagium militer negara besar secara ekonomi adalah di mana ada kepentingan ekonomi-perdagangan-politik mereka, di sanalah militer diproyeksikan. Itu sebabnya Amerika Serikat memiliki demikian banyak armada di kawasan samudera dengan kapal-kapal induknya dan kapal-kapal selam, pesawat tempur strategis-taktisnya.

China jelas tidak mau menampik hal ini begitu saja, paling tidak melengkapi klaim sepihak atas hampir seluruh Laut China Selatan. Di sisi timurnya, ada Filipina, Brunei Darussalam, Viet Nahm, dan Malaysia yang juga mengajukan kapling-kapling atas perairan internasional yang ternama kaya sumber daya alam dan energi. Kapal induk Liaoning baru saja diluncurkan (kembali) oleh Angkatan Laut China. Kapal induk bekas Uni Soviet yang dulu bernama Varyag ini dibeli China, direkondisikan sedemikian rupa dan dilengkapi persenjataannya. China bisa memproyeksikan kekuatan militernya melalui laut dengan begitu, walau tidak diakui terang-terangan.

Tidak ingin memacu ketegangan di kawasan, menahan diri, dan mengalihkan upaya-upaya melalui jalur diplomasi internasional. Indonesia berinisiatif dengan mempromosikan kode tata perilaku di Laut China Selatan, minimal kepada negara-negara ASEAN. Hal ini juga diamini Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, kepada publik; walau patroli kapal perang TNI AL di dalam perairan kedaulatan Indonesia tetap diintensifkan.

Untuk menjamin kedaulatan bangsa dan keutuhan wilayah sesuai mandat UU Nomor 34/2004, TNI jelas memerlukan wahana dan arsenal memadai. Apalagi negara-negara tetangga juga melakukan hal sama, Malaysia membeli empat kapal selam CA-2000 Scorpene buatan Perancis, Singapura setelah lama memiliki F-15 SG, juga telah memiliki helikopter serang AH-64D Apache Longbow, yang juga diupayakan dibeli Indonesia dari Amerika Serikat.

Pesan terakhir Panglima Tertinggi TNI/Angkatan Perang Indonesia kepada prajuritnya dalam amanat di podium pada 5 Oktober 2012 itu adalah meningkatkan kemampuan dan profesionalitasnya sehingga dapat mengawaki berbagai wahana dan arsenal yang telah dimodernkan itu.

Akan tetapi, prajurit TNI tetaplah manusia biasa, yang bisa bertugas baik jika "urusan belakang" sudah tidak jadi persoalan. Satu hal pokok yang kerap mengganggu adalah rumah dan perumahan di mana dia dan keluarganya bernaung. TNI bersama Kementerian Pertahanan dan instansi terkait telah diperintahkan untuk membangun perumahan bagi prajurit secara besar-besaran. Kini anggota TNI diperkirakan sebanyak 440.000 orang dari berbagai matra, korps, dan unit. Aturan pemakaian dan penempatan rumah-rumah dinas itu harus dibuat tegas dan jelas, demikian pesan Yudhoyono. Sama jelas seperti posisi Indonesia di panggung dunia, pun TNI di tengah bangsanya sendiri.

Selamat ulang tahun ke-67 TNI, jayalah selalu.

www.antaranews.com

Jumat, 05 Oktober 2012

C-802, Rudal Anti Kapal Permukaan Buatan China

C-802 / Yingji-82 / CSS-N-8 Saccade
C-802 / Yingji-82 / CSS-N-8 Saccade. Sejak tahun 2008 TNI-AL telah menginstal rudal anti kapal permukaan buatan China ini pada beberapa kapal perangnya, umumnya jenis kapal patroli cepat (FPB: Fast Patrol Boat). Rudal C-802 sudah pernah diuji coba tembak dalam Latgab TNI-AL 2008. Rudal C-802 juga termasuk salah satu dari beberapa jenis rudal yang ditembakkan dari kapal perang TNI-AL dalam latihan pertempuran laut Armada Jaya XXXI/2012. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | C-802, Rudal Anti Kapal Permukaan Buatan China.
C-802 / Yingji-82 / CSS-N-8 Saccade

Rudal C-802 / Yingji-82 (Yingji arti harfiahnya adalah “Serangan Elang”) merupakan Rudal anti kapal permukaan yang diproduksi oleh China dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1989 oleh China Haiying Electro Mechanical Technology Academy (CHETA). Rudal ini memiliki kemampuan pantulan radar yang kecil, lintasan terbang yang rendah (sekitar 5 sampai 7 meter di atas permukaan laut) dan anti jamming yang tinggi, sehingga kapal sasaran mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi pula untuk menghambat Rudal C 802. Kemungkinan perkenaan dari Rudal ini terhadap sasaran adalah sekitar 98%. Dalam laporannya, pihak NATO menyebut rudal ini dengan nama CSS-N-8 Saccade

Rudal C 802 dapat diluncurkan dari berbagai platform antara lain kendaraan darat bergerak/semi bergerak, kapal permukaan, kapal selam dan pesawat tempur. Sasaran utama Rudal C 802 adalah kapal type destroyer, frigate, landing ship atau sasaran permukaan laut yang lain. Selain itu Rudal C 802 dapat digunakan untuk menyerang sasaran di darat. Rudal ini memiliki sistem pendorongan booster dan turbojet sehingga mampu terbang dengan kecepatan subsonik (0,8 – 0,9 Mach ; 1 Mach = 344 meter/detik).

CASIC (China Aerospace Scientific Industry Cooperation) adalah pabrik pembuat Rudal C 802 yang merupakan modifikasi versi C 801 (setara dengan Rudal Exocet MM 38 buatan Perancis), sedangkan Rudal C 802 memiliki kemampuan dan akurasi setara dengan Rudal Harpoon buatan Amerika Serikat. Modifikasi mendasar pada Rudal C 802 adalah penambahan sistem Turbo Jet untuk menghembuskan udara sehingga menambah jarak jangkaunya. China terus mengembangkan Rudal jenis ini. Jenis Rudal yang diluncurkan dari Pesawat Udara adalah C 802K (YJ-82K), bahkan C 802 sudah dimodifikasi menjadi C 803 / YJ-83 yang mempunyai jarak jangkau 150-200 km sehingga merupakan Rudal supersonik. Negara-negara pengguna Rudal C 802 antara lain: Indonesia, Bangladesh, Iran, Thailand, Pakistan, Myanmar.

Data -Data Teknis dan Taktis Rudal C-802
  • Produsen : CASIC
  • Jenis : Surface to Surface Missile.
  • Jarak Efektif : 10-120 km
  • Kecepatan Jelajah : 0,8 -0,9 Mach
  • Ketinggian Jelajah : 20 m
  • Terminal Flight Altitude : 5 m (sea state 1-3) , 7 m (sea state 4-5)
  • Panjang : 6,383 m
  • Diameter : 0,36 m
  • Wing Span : 1,22 m (tidak terlipat) ; 0,72 m (terlipat)
  • Berat : Take Off Weight 705 kg; Stage II Weight 520 kg
  • Moda Pemandu : Self Control Mode & Self Guidance Mode.
  • Warhead : Semi Armour Piercing Blast Type dengan berat 150 kg.
  • Daya Ledak : Satu Rudal mampu menghantam kapal perang sekelas destroyer 3.000 ton sehingga mengakibatkan kerusakan serius atau menghilangkan kemampuan tempurnya.
  • Fuse: Electromechanical Contact Time Delay Fuze.
  • Probabilitas Pencarian Akuisisi Target :
    • Jarak antara 10-90 km (98%)
    • Jarak antara 90-120 km (95%)
  • Probabilitas Target Hitting Saat Fase Self Guidance : 90%
Kemampuan Rudal C-802
  • Jangkauan di balik Cakrawala (Over The Horizon Target). Rudal C 802 mampu terbang dengan jarak maksimal 120 km dan memiliki sarana untuk menerima input data dari GPS. Hal ini tentunya sangat berguna untuk menghancurkan lawan yang berada di balik cakrawala.
  • Kemampuan Segala Cuaca. Kebutuhan untuk terus menerus mampu operasional di semua kondisi alam menuntut Rudal C 802 mampu bekerja pada segala cuaca. Faktor lingkungan yang mempengaruhi Rudal ini adalah Sea State dan Rainfall. Rudal C 802 dapat dioperasikan pada kondisi sea state 5 (ketinggian gelombang s/d 5 m) dengan curah hujan maksimal 7,5 mm/jam.
  • Mandiri Setelah Take Off. Setelah Rudal lepas dari peluncur container, maka Rudal bergerak berdasarkan data dari KRI, kemudian mencari target sesuai dengan Radar seeker yang ada dalam Rudal.
  • Kemampuan Bertahan Yang Tinggi. Kemampuan terhadap sistem pertahanan lawan dalam bentuk penghindaran terhadap Perang Elektronika (Pernika) lawan (4 kemampuan anti jamming yaitu anti sea clutter, frequency agility, anti noise jamming dan anti range gate pull off / pancaran radar jammer dipantulkan pada posisi sedekat mungkin dengan echo pantulan platform jammer. Selain itu Rudal ini juga mampu homing pada jarak 3-8 km (short range) dan 7-15 km (long range).
  • Memiliki Kehandalan Tinggi. Rudal C 802 dilengkapi dengan fasilitas sistem “Simulate Mode” untuk mengetahui kondisi kesiapan sistem kendali senjata yang ada di KRI serta fungsi “Pre Launch Check” untuk mengetahui kondisi kesiapan Rudal itu sendiri.
Platform luncur:
  • Kendaraan darat bergerak/semi bergerak(Land-based semi-mobile/mobile launcher)
  • Type 051B (Luhai class) DDG, Type 053H3 (Jiangwei-II class) FFG
  • JH-7 fighter-bomber
  • Chengdu JF-17 Thunder fighter
  • Houdong FAC/Missile Boat (Iran)
Varian
  • YJ-82 (C-802): varian dasar
  • YJ-82K (C-802K): varian luncur udara
  • YJ-83 (C-803): jarak diperjauh / Extended range (sampai 150-200km) varian supersonik
  • C-802KD
  • KD-88
  • Noor: Varian lebih canggih dari Iran.
    • Pada awal 2000 dilaporkan Korea Utara dan Iran bekerjasama membuat versi yang lebih canggih dari rudal C-802.Rudal tersebut pada awalnya dibeli oleh Iran dari China denga teknologi yang agak ketinggalan, kemudian Iran berpaling kepada Korea utara untuk teknologi sistem rudal. Kedua negara mengembangkan bersama versi pegembangan dengan ketepatan akurasi yang ditingkatkan.
wikipedia.org

Pangkalan Kapal Selam TNI-AL Di Teluk Palu Sudah Bisa Digunakan Awal Tahun Depan

Teluk Palu, Sulawesi Tengah
Teluk Palu, Sulawesi Tengah. Pembangunan pangkalan kapal selam TNI-AL dengan berlokasi di Teluk Palu ini dianggap tepat. Teluk ini memiliki alur perairan yang istimewa, selain berkedalaman 400 meter. Konfigurasi alur laut seperti di Teluk Palu sangat jarang dimiliki oleh teluk-teluk mana pun di dunia. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Pangkalan Kapal Selam TNI-AL Di Teluk Palu Sudah Bisa Digunakan Awal Tahun Depan.
Pangkalan kapal selam di Palu segera beroperasi

Pangkalan kapal selam TNI AL di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, akan selesai dibangun pada akhir 2012, dan segera beroperasi. "Pada awal 2013, kapal selam dari Armatim (Armada RI Kawasan Timur) sudah bisa singgah di Teluk Palu," kata Komandan Pangkalan TNI AL Palu, Kolonel Pelaut Boedi Oetomo, di Palu, Rabu.

Dia mengatakan saat ini pembangunan tahap dua sudah selesai sekitar 80 persen. Tahap dua itu bangunan fisik di sekitar pangkalan. Selanjutnya masuk ke tahap tiga, yakni pengerjaan fisik yang ringan seperti pembuatan pagar dan proses pengecatan.

Salah satu alasan pemilihan Teluk Palu karena teluk ini cukup strategis di nusantara. Teluk Palu memiliki lebar 10 kilometer dengan lingkar garis pantai sepanjang 68 kilometer. Kedalaman Teluk Palu mencapai 400 meter dan dinilai sangat strategis. "Perlindungan alam" terhadap arus laut yang ekstrim juga dinilai sangat memadai dan menguntungkan untuk dijadikan pangkalan kapal selam.

Sebagai gambaran, pada Perang Dunia II, Angkatan Laut Kerajaan Inggris pernah mengandalkan pangkalan kapal selam Scapa Flow di Kepulauan Orkney, Skotlandia. Walau sempat ditembus flotila kapal selam U-boat Jerman namun eksistensi Scapa Flow tetap dipertahankan.

Boedi mengatakan, di pangkalan kapal selam itu nantinya akan diperkuat dengan pasukan pertahanan pangkalan dengan jumlah personel sebanyak satu peleton atau sekitar 24 orang. Pangkalan kapal selam TNI AL sendiri berada di lahan seluas 13 hektare di Kelurahan Watusampu, Kota Palu.

Pada awal 2012, Komandan Pangkalan Utama TNI AL IV Makassar, Brigadir Jenderal Marinir M Suwandi Thahir, meninjau pembangunan pangkalan khusus kapal selam di Teluk Palu. Saat itu, ia mengemukakan bahwa keberadaan pangkalan tersebut sangat strategis untuk pengamanan wilayah NKRI terutama di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II Selat Makassar sampai ke perbatasan dengan negara tetangga Malaysia di Laut Sulawesi.

www.antaranews.com

TNI-AD Akan Tambah 2 Batalyon Peluncur Roket Astros II MLRS

Astros II MLRS
Astros II MLRS, unit peluncur roket multi laras yang sudah memperkuat jajaran artileri TNI-AD ini akan ditambah lagi jumlahnya. Astros II MLRS dibuat oleh pabrikan Avibras di Brasil. Peluncur roket multi laras ini telah banyak terlibat dalam medan tempur, seperti pada Perang Iran-Irak, Perang Teluk, dan perang di Angola. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | TNI-AD Akan Tambah 2 Batalyon Peluncur Roket Astros II MLRS.
44 Tank Leopard Segera Tiba Di Indonesia

Sebanyak 44 unit Main Battle Tank Leopard dari Jerman akan segera tiba di Indonesia, sebagai upaya terus memperkuat alat utama sistem senjata (Alutsista) dalam membangun kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF) di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). "Kami ingin mendatangkan tank Leopard dalam HUT TNI Ke-67 ini, namun karena prosesnya agak panjang, sehingga November 2012 baru bisa tiba di Indonesia sebanyak 44 unit," kata Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo saat jumpa pers Peringatan HUT TNI Ke-67 di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu.

Selain itu, TNI AD juga akan menambah dua batalyon Multiple Launch Rocket System (MLRS) buatan Brasil, satu batalyon Mitra Rudal Antipesawat Terbang dan dua batalyon Meriam 155 mm/Caesar buatan Perancis.

Dalam upaya membangun MEF, TNI Angkatan Laut juga akan membangun tiga kapal selam dari Korea Selatan, yang bekerja sama dengan PT PAL, tiga unit Kapal Cepat Rudal (KCR)-60M dan dua unit Kapal Tunda 2400 HP. "Kami juga mau mendatangkan satu skadron helikopter antikapal selam dari Amerika Serikat," ujar Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Soeparno.

Sementara TNI Angkatan Udara akan menambah dan mengupgrade pesawat Hercules hibah dari Australia. "Hercules kami cuma 13 unit. Kami akan upgrade lagi dan akan membeli 10 unit pesawat Hercules lagi dari Australia," kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufa'at.

Di tempat yang sama, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan penambahan alutsista itu harus diimbangi oleh kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) TNI. "Kami menyadari, secanggih apa pun alutsistanya, namun SDM yang ada tidak memadai, maka alat secanggih apa pun tidak ada artinya," ujar Agus.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan, sebagian tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) Leopard dan tank tempur medium Marder dijadwalkan akan tiba di Indonesia pada awal November 2012 nanti, dengan pengiriman dilakukan melalui angkutan udara dan laut. "Leopard akan dikirim bersama dengan Marder pada awal November 2012," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin di Makodiv-1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa (25/9).

Staf ahli menteri pertahanan bidang keamanan itu mengatakan, dipersiapkan dua unit pesawat yang akan digunakan khusus mengangkut tank-tank tersebut. "Tapi nanti kombinasi pengirimannya, ada yang melalui pesawat, ada juga melalui kapal," jelas Hartind.

Pengiriman ini molor dari rencana semula pada Oktober 2012 mendatang karena terkendala administrasi. Pada November mendatang, tank-tank tersebut akan ditunjukkan kepada publik. Pemerintah sendiri akan membeli tank Leopard sebanyak 103 unit, tank Marder sejumlah 50 unit dan membeli 10 tank pendukung.

www.kemhan.go.id

Kamis, 04 Oktober 2012

16 Pesawat TNI-AU Dan AU Singapura Akan Terlibat Latihan Udara Bersama Di Pulau Lombok

Bandara Internasional Lombok (BIL)
Bandara Internasional Lombok (BIL), bandara yang berada di dalam wilayah pengawasan Lanud Rembiga ini akan dijadikan basis latihan udara bersama antara TNI-AU dan Angkatan Udara Singapura (RSAF). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | 16 Pesawat TNI-AU Dan AU Singapura Akan Terlibat Latihan Udara Bersama Di Pulau Lombok.
TNI-AU Dan RSAF Agendakan Latihan Di Lombok

TNI Angkatan Udara dan Republic of Singapore Air Force (RSAF) akan mengadakan latihan udara bersama di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dijadwalkan 11 – 30 November 2012. "Basis latihannya direncanakan di Bandara Internasional Lombok," kata Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Rembiga Letkol Pnb Ridha Hermawan, di Mataram, Rabu.

Wilayah pengawasan Lanud Rembiga mencakup seluruh wilayah NTB, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa, serta pulau-pulau kecil (gili).

Ridha mengatakan, latihan bersama itu bertujuan meningkatkan kemampuan para penerbang tempur dalam melaksanakan operasi udara bersama dan kerjasama kedua negara khususnya kedua angkatan udara. Dalam latihan itu kedua belah pihak masing-masing akan menggunakan enam unit pesawat tempur dan satu unit pesawat pengintai, sehingga akan ada 14 unit pesawat yang dipergunakan untuk latihan bersama itu.

Upaya koordinasi sedang dilakukan, dan utusan TNI AU termasuk Danlanud Rembiga sudah berkoordinasi langsung dengan komandan RSFA di Singapura. "Informasi lebih lanjut, termasuk sandi latihan bersama itu nanti akan disampaikan untuk diketahui publik," ujar Ridha.

Tahun ini, TNI Angkatan Udara dan RSAF telah mengadakan latihan udara bersama dengan sandi "Manyar Indopura VIII/11" yang dilaksanakan pada 26 April-9 Mei 2012 di Lanud Pekanbaru dan Siabu area. Namun, latihan bersama Manyar Indopura itu merupakan latihan bersama antara TNI AU dan RSAF khusus untuk jenis pesawat helikopter dalam melaksanakan SAR maupun Combat SAR Pada latihan bersama Manyar Indopura itu, TNI Angkatan Udara melibatkan Skadron Udara 8 dengan satu pesawat SA-330 Puma, Skadron Udara 7 dengan dua pesawat EC 120 B Colibri dan Batalyon Paskhas 462 Pulanggeni melibatkan satu team SAR Tempur (Sarpur) Paskhas, sedangkan RSAF melibatkan tiga pesawat AH 64 D Apache Longbow dari 120 Squadron.

Sebelumnya, pada November 2010, TNI AU dan RSAF juga melakukan latihan bersama dengan sandi "Elang Indopura 16/10" di Lanud Ngurah Rai Bali, selama dua minggu.

dmc.kemhan.go.id

Rabu, 03 Oktober 2012

Indonesia Perlu Segera Kembangkan Konsep National Cyber Defense

Cyber Defense
Cyber Defense, sebagai model pertahanan terkini di era informasi perlu segera dikembangkan konsep penerapannya oleh para praktisi hankam di tanah air. Persenjataan canggih yang kini banyak dikendalikan dengan sistem komputer tentu menjadi rawan dari serangan cyber pihak lawan. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Indonesia Perlu Segera Kembangkan Konsep National Cyber Defense.
Indonesia Memerlukan Cyber Army

Serangan melalui dunia maya tanpa harus menghadirkan kekuatan militer secara fisik di negara lawan, telah menjadi trend baru dalam perang modern di abad-21. Karenanya, Indonesia perlu mempersiapkan kekuatan cyber army atau prajurit cyber yang terdiri dari individu-individu terampil serta ahli dalam cyber warfare, yang dituangkan dalam konsep Pembangunan National Cyber Defense, sebagai garda terdepan dalam menjawab tantangan perang informasi. Demikian diungkapkan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Purnomo Yusgiantoro pada sambutan sekaligus membuka secara resmi Sarasehan National Cyber Defense, di Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Jakarta, Selasa (2/10).

Dengan terbentuknya National Cyber Defense, kata Menhan melanjutkan sambutannya, pembangunan kapasitas nasional dalam rangka meningkatkan ketahanan nasional terhadap berbagai ancaman dari dunia cyber akan dapat lebih ditingkatkan. Namun di sisi lain, pembangunan infrastruktur perlu juga segera direalisasikan secara terintegrasi, khususnya pembangunan di lingkungan Kemhan RI dan TNI.

Hal itu juga diharapkan sebagai modal dasar dalam rangka penyiapan konsep dan pembangunan awal atau Back Bound Cyber Defense yang komprehensif, mengingat sejauh ini pembangunan konsep Dengan terbentuknya Cyber Defense masih bersifat sektoral atau belum menyeluruh sebagai satu kesatuan National Cyber Defense.

Senada dengan pernyataan Menhan, Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Dr. Syarifudin Tippe, M.Si menyampaikan dalam laporan kesiapan pelaksanaan kegiatan, bahwa penyelenggaraaan acara Sarasehan National Cyber Defense merupakan refleksi kekuatiran pada tataran operasional akan ancaman dunia cyber. Sehingga, kondisi tersebut merupakan satu konteks kekinian yang tidak harus dianggap sebagai persoalan biasa, karena dalam era informasi segala perubahan terjadi secepat kedipan mata.

Sarasehan yang berlangsung sehari dan diikuti peserta dari Kemhan, Mabes TNI, Angkatan serta instansi lain yang terkait, mengambil tema Implementasi Sistem Informasi Pertahanan Negara (Sisinfohanneg) Menuju Perwujudan National Cyber Defense. Dengan menghadirkan sejumlah nara sumber dari kalangan praktisi maupun akademisi, antara lain dari Kemenkopolhukam yang mengetengahkan materi tentang Organisasi Cyber Nasional, kemudian BPPT tentang Konsep Grand Design Sisinfohanneg, Kominfo tentang Standar ISO mengenai TIK yang Berlaku Saat Ini serta dari Puster AD yang menyampaikan topik mengenai Kebutuhan Minimal Dalam Rangka Menghadapi Ancaman Cyber Defense.

dmc.kemhan.go.id

Truk Lagoon, Kuburan Massal Armada Kapal Jepang Pada Perang Dunia II

Rio De Janero Maru
Rio De Janero Maru, sebuah kapal penumpang dan kargo milik Kerajaan Jepang yang ikut menjadi korban dan tenggelam di perairan Truk Lagoon akibat serangan Operasi Hailstone yang dilancarkan pada tanggal 17 Februari 1944 oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. Dalam foto memperlihatkan salah satu lorong dari kapal tersebut di kedalaman air. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Truk Lagoon, Kuburan Massal Armada Kapal Jepang Pada Perang Dunia II.
Para ahli strategi militer Amerika pada perang dunia kedua yang lalu menyebutnya sebagai "Gibraltar Pasifik". Julukan untuk sebuah kawasan yang terletak sekitar 2.500 kilometer dari Samudera Pasifik. Kawasan laut ini dikenal dengan nama Truk Lagoon dan telah menjadi kuburan yang cukup aman bagi lebih dari 100 kapal Jepang. Kawasan perairan ini berisi sekitar 2.100 pulau yang menyebar di daerah seluas 5.000.000 kilometer per segi. Kawasan yang dinamakan dengan Mikronesia. Dan pada 7° lintang utara, di bagian timur kepulauan Caroline, disitulah Truk Lagoon berada. Dan wilayah ini pun menjadi tempat yang paling diimpikan oleh para penyelam dari seluruh dunia.

Pada wilayah yang membentang sepanjang 60 kilometer, lagoon ini memiliki 11 pulau utama, sementara pulau-pulau kecil lainnya begitu banyak jumlahnya. Jika dilihat dari udara, pulau-pulau itu tampak berwarna hijau karena kawasan hutan. Sementara karang-karang kukuh melindungi di sekelilingnya. Dan diantara pulau-pulau kecil itu, armada kapal Angkatan Laut Kerajaan Jepang tenggelam karena serangan Angkatan Laut Amerika Serikat pada bulan Februari dan April 1944. Bukan hanya jumlahnya yang mengesankan, terbilang ratusan, tapi juga cara kapal-kapal itu tenggelam. Banyak diantara kapal-kapal itu masih dalam keadaan utuh didalam laut sana.

Kawasan Truk Lagoon memang telah menjadi kubu pertahanan Jepang pada masa perang dunia kedua. Pulau-pulaunya diperkuat dengan barisan meriam besar dan banyak landasan pesawat terbang. Disitu juga dilengkapi dengan gudang penyimpanan bahan bakar, gudang-gudang senjata dan amunisi, barak-barak prajurit dan pekerja, juga beberapa bengkel. Kawasan ini oleh armada gabungan Jepang dijadikan sebagai batu loncatan distribusi peralatan perang antara daratan Jepang dan Pasifik Selatan. Pada masa itu tempat ini pernah dihuni 50.000 prajurit dan pekerja.

Hailstone Operation
Serbuan Angkatan Laut AS terhadap pangkalan Angkatan Laut Kerajaan Jepang di Truk Lagoon pada Operasi Hailstone, 17 Februari 1944.
Namun legenda Truk Lagoon sebagai benteng yang tak terkalahkan ternyata harus berakhir saat Operasi Hailstone dilancarkan pada tanggal 17 Februari 1944 oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. Serangan itu dimulai oleh armada kapal AS yang bergerak dengan menempuh jarak 145 kilometer dari arah timur laut. Serangan datang bergelombang dilakukan oleh barisan Hellcat dan pengebom Dauntless yang menghunjamkan peluru-peluru dan bom-bom mereka. Armada Jepang yang saat itu sedang berada di pangkalan tersebut ternyata lebih dari separuh merupakan kapal dagang dibanding kapal perangnya. Kemudian baru diketahui bahwa kapal-kapal perang Jepang telah mendapat informasi lebih dulu tentang serangan itu, dan mereka segera kabur dari kawasan itu 2 hari sebelumnya. Itu untuk menghindari kehilangan kapal yang lebih banyak lagi akibat serangan AS itu.

Setelah serbuan selama dua hari berturut-turut dan menghabiskan lebih dari 400 ton bom dan torpedo, mengakibatkan Jepang kehilangan 65 kapal dan 260 pesawat terbang. Benda-benda itu semuanya tenggelam kedasar laut. Serangan Amerika itu masih diulangi lagi setelah dua minggu kemudian. Itu membuat makin bertambahnya jumlah kapal Jepang yang tenggelam.

Tank Tentara Jepang
Tank tempur ini merupakan salah satu dari sekian banyak peralatan tempur tentara Jepang yang ikut tenggelam bersama kapal yang mengangkutnya di bawah perairan Truk Lagoon.
Peristiwa penenggelaman massal itu menjadikan kawasan pedalaman laut tersebut menjadi obyek penyelaman yang sangat menarik. Dan hampir tak tersentuh selama beberapa puluh tahun. Di kedalaman perairan itu para penyelam bisa menjumpai berbagai jenis senjata dan amunisi, peralatan kapal, peralatan komunikasi pelayaran, mobil truk, sepatu, botol, barang-barang dapur, dan tentu saja kerangka jenazah tentara Jepang. Saat menyusuri lorong-lorong palka salah satu kapal yang tenggelam disitu, penyelam dapat membayangkan betapa suasana panik yang dialami oleh para awak kapal pada saat itu. Terbayang orang-orang yang berlarian menyelamatkan diri dari serangan pasukan AS itu. Pesona dari suasana ruang-ruang kapal itu makin bertambah dengan keberadaan tumbuhan dan ikan-ikan yang telah menjadikan kapal-kapal itu sebagai rumahnya. Perairan disitu tidak terlalu dalam sehingga suasana tetap menjadi terang karena sinar matahari masih menembus di kedalamannya.

Fujikawa Maru
Salah satu bagian dek kapal Fujikawa Maru.
Salah satu kapal Jepang yang tenggelam itu misalnya Fujikawa Maru. Kapal ini adalah kapal tenggelam yang terkenal disitu. Fujikawa Maru yang berfungsi sebagai pengangkut pesawat terbang ini memiliki panjang 137 meter. Tenggelam hanya pada kedalaman 40 meter sehingga tiang utamanya mencuat di permukaan. Kini kapal itu dihiasi bunga karang yang memiliki keindahan menakjubkan. Tumbuhan ini bergantung pada dinding kapal, popor bedil, pada terali, dan malah hingga ke tiang utama. Jika berdiri di anjungannya, seseorang dapat membayangkan bagaimana kapten menyerukan perintahnya pada awak kapal.

Shinkoku Maru
Salah satu ruangan di bagian dek kapal Shinkoku Maru.
Selain Fujikawa Maru, kapal lain yang juga terkenal di kedalaman laut itu adalah Shinkoku Maru. Juga tenggelam pada kedalaman 40 meter. Shinkoku Maru adalah sebuah kapal tanker yang memiliki panjang 152 meter. Kapal tanker ini dianggap sebagai kapal karam terindah di kawasan Truk Lagoon itu. Karang-karang lunak yang tumbuh disitu lebih subur dan lebih beraneka warna dibanding pada kapal Fujikawa Maru. Saat menulusuri bagian dalamnya, tersibak rahasia lain dari kapal karam ini. Kamar-kamar, lorong-lorong, palka dan kamar mesin ditutupi endapan lumpur coklat. Pada bagian palka ditemukan lempengan baling-baling, mesin, dan peluru kaliber 457 mm yang disiapkan untuk kapal perang Yamato dan Musashi. Ditemukan juga banyak peralatan militer dan perlengkapan penerbang, drum minyak, serta kamar mengerikan yang berisi tulang-tulang manusia. Interior kapal-kapal karam ini menjadi musium bawah laut yang mempesona sekaligus menjadi saksi pertarungan antara hidup dan mati.

Truk Lagoon yang kini tentram dan damai bagaimana pun telah menjadi dokumen yang bersejarah. Untuk melindunginya, orang dilarang mengambil sesuatu dari sana. Dan karena itu hingga kini tetap menjadi obyek petualangan yang menyenangkan bagi para penyelam. Ingatan orang menjadi melayang pada perbuatan sia-sia dari peperangan. Kita jadi ingat pada apa yang ditulis oleh Jules Verne pada buku "20.000 Leagues Under The Seas", "Di permukaannya…., manusia boleh saling bertarung, saling memakan sesamanya…., dan saling mempertukarkan kengerian. Tapi tiga puluh kaki dibawah permukaan laut, kekuatannya lumpuh…., kekuatannya sirna…"

Senin, 01 Oktober 2012

Jet Tempur Sukhoi TNI-AU Cegat Dan Paksa Mendarat Pesawat AS Di Balikpapan

Jet tempur Sukhoi TNI-AU
Jet tempur Sukhoi TNI-AU. Sebagai unsur pertahanan udara, armada jet tempur Sukhoi milik TNI-AU kembali melakukan misi intersep (pencegatan). Kali ini targetnya adalah sebuah pesawat Cessna 208B – N34RM milik AS dan dipaksa mendarat di Balikpapan. Misi pencegatan tersebut merupakan yang ketiga kalinya dilakukan oleh jet tempur Sukhoi terhadap pesawat asing yang melintasi udara NKRI tanpa izin. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Jet Tempur Sukhoi TNI-AU Cegat Dan Paksa Mendarat Pesawat AS Di Balikpapan.
Pesawat AS Dipaksa Mendarat di Balikpapan

Pesawat Buru Sergap TNI AU yang terdiri atas sebuah pesawat Sukhoi 27 dan sebuah Sukhoi 30 dengan nomor ekor TS 2705 dan TS 3004 dari Skadron Udara 11 Lanud Hasanudin, berhasil memaksa mendarat sebuah pesawat Cessna 208 di Balikpapan. Pesawat Cessna dengan nomor registrasi N354RM itu milik Amerika Serikat dan dianggap melanggar wilayah udara Indonesia pada Ahad (30/9).

Sekretaris Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Sesdispenau) Kolonel Sus M Akbar Linggaprana melalui pesan elektronik di Jakarta, Senin, mengatakan, kehadiran pesawat tersebut sudah dideteksi jaringan radar udara Kohanudnas pada Ahad siang sekitar pukul 12.30 WIT. "Pesawat asing ini tidak tercatat dalam rencana penerbangan Flight Clearance Information System (FCIS), maka dikatagorikan sebagai penerbangan gelap (black flight) dan melanggar keamanan nasional Indonesia," katanya.

Database FCIS yang terkoneksi antara Pusat Operasi Sektor Kosekhanudnas II Makassar dan Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional di Makohanudnas Halim Perdanakusuma Jakarta, mendeteksi tidak adanya izin melintas pesawat asing tersebut. Menurut dia, melalui komunikasi radio, TNI Angkatan Udara sudah berupaya meminta agar pesawat mendarat di Makassar, namun pilot pesawat Cessna tidak mematuhi perintah tersebut. "Setelah diperingatkan beberapa kali masih tetap membandel tidak mau mendarat di Makassar, maka flight pesawat buru sergap Sukhoi yang selalu siaga di Lanud Hasanudin Makassar, langsung dikomando untuk melakukan intercept atau pencegatan. Pesawat asing tersebut dipaksa turun (forced down) di Lanud Balikpapan Kaltim pada pukul 13.30 siang," katanya.

Pesawat Cessna 208 yang diawaki seorang penerbang berkebangsaan AS seharusnya hanya boleh melintasi wilayah udara FIR (Flight Information Region) Filipina dan Malaysia, namun dalam kenyataannya melakukan pelanggaran dengan memotong jalan melintasi wilayah udara FIR Indonesia. Menurut keterangan pilot pesawat Cessna 208 Michael A Boyd, misi penerbangan ini adalah pengiriman pesawat Cessna 208 baru dari pabriknya di Wichita Kansas yang dipesan oleh Hawker Pasific Jet melalui Operator Globeflyers. Pesawat itu rencananya akan dioperasikan di Papua oleh Mr Yus sebagai pembeli dengan rencana nomor registrasi PK-ICY (Nampak nomor registrasi PK-ICY ditutup dgn sticker N-354RM).

Pesawat berkapasitas maksimal 14 penumpang memiliki panjang 12,67 meter dengan jarak jelajah 2.000 kilometer tanpa harus refueling (pengisian bahan bakar), yang menjalani rute penerbangan pada tanggal 24 September 2012 berangkat dari Wichita, Kansas-Santa Maria.

www.republika.co.id

TNI-AD Bangun 3 Pos Penjagaan Baru Di Perbatasan Kalimantan Barat – Malaysia Timur

Peta perbatasan Kabupaten Sanggau - Malaysia Timur
Peta perbatasan Kabupaten Sanggau - Malaysia Timur. TNI-AD kembali membangun 3 pos penjagaan baru di kawasan perbatasan antara Kabupaten Sanggau (Kalimantan Barat) dan Malaysia Timur. Pembangunan 3 pos baru perbatasan ini untuk mempermudah koordinasi bagi prajurit TNI-AD untuk melakukan tugas pengawasan di kawasan perbatasan tersebut. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | TNI-AD Bangun 3 Pos Penjagaan Baru Di Perbatasan Kalimantan Barat – Malaysia Timur.
TNI-AD bangun tiga pos baru perbatasan

TNI Angkatan Darat (TNI-AD) akan membangun tiga pos baru di perbatasan untuk mempermudah koordinasi antara anggota yang bertugas dan meningkatkan pengamanan di wilayah perbatasan tersebut. "Kami akan memperkuat pengamanan di daerah perbatasan, dengan membangun tiga pos baru yang akan ditempatkan di Desa Palapasang dan Sekayam itu, untuk mempermudah koordinasi antar anggota yang ketika itu bertugas," kata Komandan Kodim (Dandim) 1204 Sanggau, Letkol CZI Ade Heri Kurniawan, Senin.

Ia menjelaskan dari tiga pos tersebut, satu pos dibangun oleh Kodam XII Tanjungpura dan dua pos dibangun oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia. Ketiga pos tersebut akan dibangun di dua Kecamatan yakni Entikong di daerah Pala Pasang dan Sekayam di daerah Lubuk Tengah dan Bantan. Pembangunan di Entikong pengerjaannya akan dilakukan oleh Kodam XII Tanjungpura. Sementara di Sekayam oleh Menhan RI. "Pengerjaan di Pala Pasang dari Kodam XII Tanjungpura, sedangkan di Lubuk Tengah dan Banten oleh Kementerian Pertahanan RI. Pengerjaannya diharapkan selesai pada tahun 2012," tuturnya.

Ade menambahkan untuk penambahan penempatan personil, dirinya menjelaskan bahwa tidak ada penambahan untuk penempatan pos-pos tersebut. Personil yang nantinya akan mengisi pos tersebut berasal dari anggota pos yang sudah ada dan akan dipecah untuk mengisi pos yang baru.

Pembangunan tiga pos perbatasan tersebut dilaksanakan karena pos yang ada sangat berjauhan sehingga membutuhkan kerja ekstra dalam melakukan koordinasi dan pengamanan secara utuh. Dengan kondisi medan dan wilayah yang cukup berjauhan memang diharuskan ada pos baru untuk kekuatan pengamanan daerah tersebut. Sedangkan pihaknya harus menjaga keutuhan NKRI dengan daerah yang luas. Sementara ini pos yang sudah ada berjumlah tujuh pos di antaranya pos Tembawang, Kenaman, Gabma Entikong, Segumun, Sungai Tekam, Sungai Daun dan Sungai Beruang. "Untuk Pos Batas hanya ada empat pos. Sementara tiga lainnya merupakan pos unsur komando yakni pos Gabma Entikong, Pos Sungai Daun dan Pos Kenaman," kata Ade..

www.analisadaily.com

Rusia Uji Coba Seragam Tempur Prajurit Masa Depan

Seragam Tempur Prajurit Masa Depan Rusia
Seragam Tempur Prajurit Masa Depan Rusia. Rusia telah mengembangkan 2 jenis seragam tempur seperti ini, yaitu Ratnik dan Zarya. Ratnik akan digunakan oleh prajurit infanteri dan Zarya digunakan oleh pasukan komando. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Rusia Uji Coba Seragam Tempur Prajurit Masa Depan.
Seorang pejabat senior militer Rusia pada Sabtu (29/9/2012) lalu mengatakan bahwa sebuah perangkat militer yang disebut-sebut sebagai "Seragam Tempur Prajurit Masa Depan" telah diuji coba dan berfungsi dengan baik. Keberhasilan uji coba ini telah membuka jalan bagi implementasi perangkat tersebut.

Komandan Angkatan Darat Rusia Vladimir Chirkin mengatakan, perangkat yang dinamakan Ratnik ("Warrior") itu terdiri lebih dari 40 komponen, termasuk persenjataan, logam pelindung, perangkat komunikasi dan navigasi, sistem pendukung kehidupan, serta pelindung kaki dan tangan. Ratnik dapat digunakan oleh personil infanteri, operator peluncur roket dan senapan mesin, pengemudi kendaraan tempur, dan petugas lapangan lainnya. Seragam tempur prajurit masa depan itu juga tersedia untuk varian musim panas dan musim dingin.

Lebih lanjut Chirkin mengatakan bahwa Ratnik telah diuji coba pada pelaksanaan latihan Caucasus-2012, juga diuji coba di Alabina yang berada di luar Moskow. Perangkat tersebut mungkin akan segera diperkenalkan kepada pihak militer, kata Chirkin tanpa mengkonfirmasi waktu pelaksanaannya.

Pada tahun 2011, Rusia sudah merencanakan untuk membeli perangkat sejenis yang disebut FELIN dari Perancis. Tapi kemudian Rusia memilih untuk memproduksi sendiri perangkat seperti itu. Pengembangan dan implementasi diharapkan akan selesai pada tahun 2015.

Pada latihan Caucasus-2012, Rusia juga menguji perangkat sejenis yang lain, namanya Zarya yang digunakan oleh pasukan komando. Perangkat ini perlu diperbaiki lagi dan kemungkinan akan selesai dalam beberapa tahun ke depan.

en.rian.ru

Sabtu, 29 September 2012

China Bantah Laporan Pembuatan Kapal Induk Kedua

Liaoning kapal induk China
Liaoning kapal induk China. Beberapa waktu lalu para pengamat militer barat melaporkan bahwa China sedang membangun kapal induk yang berikutnya. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | China Bantah Laporan Pembuatan Kapal Induk Kedua.
Juru bicara kementerian pertahanan China Yang Yujun pada Kamis (27/9/2012) lalu mengatakan bahwa China tidak sedang membangun kapal induknya yang kedua.

Pada minggu ini media barat melaporkan bahwa China sedang membangun kapal induknya yang kedua di galangan kapal Changxingdao, Shanghai, dan akan diluncurkan pada akhir tahun ini. "Laporan itu tidak akurat," kata Yang.

Kapal induk pertama China, Liaoning, mulai dioperasikan oleh Angkatan Laut China sejak hari Selasa (25/9/2012) lalu.

Kapal induk tersebut merupakan modifikasi kapal perang Varyag buatan Soviet, lalu berganti nama Liaoning setelah menjalani perbaikan dan beberapa uji coba.

Kapal dengan panjang 304,5 meter itu dirancang untuk membawa 26 unit pesawat dan 24 unit helikopter.

en.rian.ru

Jumat, 28 September 2012

Skadron Udara 2 TNI-AU, Pengabdian Pantang Surut

C-295
C-295, pesawat angkut kelas menengah buatan Airbus Military ini menjadi armada baru yang memperkuat operasional Skadron 2 TNI-AU. Skadron 2 yang bermarkas di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma ini menerima 9 unit pesawat C-295. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Skadron Udara 2 TNI-AU, Pengabdian Pantang Surut.
Menengok sejarah panjang Skadron 2 TNI AU

Skadron 2 TNI AU merupakan skadron pesawat angkut tertua yang dimiliki TNI AU. Dengan slogan "Pengabdian Pantang Surut", skadron ini berada di bawah jajaran Wing Udara 1 Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Skadron yang mempunyai lambang Kuda Terbang atau Flying Horse ini berdiri berdasarkan perintah KASAU Nomor 0493/PR/KASAU/50 tanggal 1 Agustus 1950. Skadron Udara 2 diresmikan dengan armada pesawat C-47 Dakota buatan Amerika sang legendaris pada era 50-an hingga pertengahan 70-an. Demikian keterangan pers dari Dinas Penerangan TNI AU, Rabu (26/9).

Memasuki awal tahun 1955, Marsekal Kliment E Voroshilov (Petinggi Militer Uni Soviet) menghibahkan sebuah pesawat angkut Ilyushin Il-14 Crate sebagai tanda persahabatan antar kedua negara, dan menyusul beberapa pesawat Il-14 termasuk di antaranya Avia-14 (varian lansiran Cekoslovakia) melengkapi kekuatan Skadron Udara 2 menemani C-47 Dakota.

Pada era tahun 70-an Pimpinan TNI AU memperbaharui armada pesawat angkut pengganti C-47 Dakota dengan membeli tujuh pesawat Fokker F-27 TS (Troop Ship) dari Belanda. Secara bertahap ketujuh pesawat itu didatangkan dan pertama kali pada tanggal 7 september 1976 dengan nomor registrasi T-2701 sampai dengan yang terakhir T-2708 pada tahun 1977. Pesawat Fokker F-27 TS ini memperkuat jajaran Skadron Udara 2 sampai dengan awal tahun 2012, dan selanjutnya diputuskan untuk tidak diterbangkan kembali (Ground Dead).

Memasuki era tahun 90-an Skadron Udara 2 TNI AU mengawaki enam pesawat CN-235 yang merupakan produksi teknologi anak bangsa PT Dirgantara Indonesia (dulu:IPTN). Pada tanggal 12 Januari 1993, pesawat CN-235 pertama hadir di Skadron Udara 2, hingga lengkap berjumlah 6 pesawat pada tahun 1995. Pada tahun 2007 Skadron Udara 2 mendapatkan 1 tambahan pesawat CN-235 untuk menambah kekuatannya sampai dengan sekarang.

The Next Generation Flying Horses

Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia pesawat Fokker F-27 TS yang sudah lebih dari 30 tahun, pada bulan Juli 2012 Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Imam Sufa’at memerintahkan 4 penerbang dari jajaran Skadron Udara 2 Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma dan 18 teknisi dari berbagai jajaran di TNI AU untuk mempelajari cara pengoperasian dan juga pemeliharaan pesawat C-295 M di Airbus Military Seville, Spanyol. TNI AU direncanakan akan mendapat 9 pesawat C-295 M, sesuai dengan kontrak pembelian antara Kementerian Pertahanan RI dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk memperkuat kekuatan Alutsista di jajarannya.

Pesawat C-295 M adalah pesawat buatan Airbus Military yang akan dikerjasamakan dalam proses produksinya dengan PT DI dan secara bertahap akan diproduksi oleh Airbus Military maupun akan dirakit bersama-sama di fasilitas PT DI Bandung nantinya. Keseluruhan 9 pesawat direncanakan akan selesai dan diserahterimakan secara bertahap kepada TNI AU mulai akhir tahun 2012 sampai dengan tahun 2014. Dua pesawat pertama dengan nomor registrasi A-2901 dan A-2902, sudah diterbangkan dari Sevilla Spanyol pada tanggal 24 September 2012 dan direncanakan akan tiba di Lanud Husein Satranegara (PT DI) pada tanggal 30 September 2012, dengan masing-masing pesawat diawaki oleh 2 Pilot dari Airbus dan 1 pilot dari PT DI.

Pesawat C-295 M merupakan pesawat angkut sedang taktis (medium airlifter) generasi terbaru yang sudah menggunakan full glass cockpit, digital avionic dan sepenuhnya kompatibel menggunakan night vision googles (NVG). C-295 M merupakan pesawat angkut sedang versi militer yang dapat diandalkan di kelasnya. C-295 M mampu membawa sampai dengan total 9 ton cargo atau kurang lebih 71 personel. Pesawat ini juga mampu terbang sampai ketinggian 25.000 kaki dengan kecepatan jelajah maksimum 260 knot (480 km/jam) serta dapat diterbangkan dan dikendalikan dengan aman dan sangat baik pada kecepatan rendah sampai dengan 110 knots (203 km/jam). Dengan menggunakan 2 Mesin Turboprop Pratt & Whitney Canada (PW 127G) pesawat ini mampu melaksanakan lepas landas dan melaksanakan pendaratan pada landasan yang pendek (STOL/Short Take Off & Landing) yaitu 670 m /2.200 ft dengan berat tertentu.

Kemampuan Pesawat C-295 M dinilai sangat cocok dan ideal dikaitkan dengan tugas dan misi yang diemban oleh Skadron Udara 2 TNI AU. Di antaranya, melaksanakan angkutan personel dan logistik, penerjunan pasukan dan logistik, Evakuasi Medis Udara, Patroli Udara terbatas, serta penugasan militer maupun misi kemanusiaan lainnya.

www.merdeka.com

Lanal Pontianak Bakal Menjadi Pangkalan Utama TNI-AL

Pelabuhan Teluk Batang
Pelabuhan Teluk Batang. Jika Pembangunan Pangkalan TNI-AL di Teluk Batang bisa direalisasikan, maka Lanal Pontianak akan menjadi Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal). Syarat pembuatan Lantamal harus memiliki dua Pangkalan TNI-AL. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Lanal Pontianak Bakal Menjadi Pangkalan Utama TNI-AL.
Teluk Batang Bakal Dibangun Pangkalan TNI AL

Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) berencana menaikkan Pangkalan TNI AL (Lanal) Pontianak menjadi Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal). Syaratnya harus memiliki dua Lanal, di antaranya akan dibangun di Teluk Batang. Demikian salah satu ekspose perwakilan TNI AL ke jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara bertempat di Balai Praja Sukadana, Rabu (26/9) pagi. Dihadiri Bupati Kayong Utara, anggota DPRD KKU Abdul Zamad M Amin dari Partai Golkar, para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) KKU, Camat Teluk Batang Idrus SSos, dan lain-lain. "Pangkalan sebagai salah satu komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT), merupakan pendukung yang memberikan bermacam dukungan kepada unsur-unsur persenjataan armada lainnya baik kapal, pesawat udara (pesud), maupun marinir," ungkap Mayor Laut (T) Rudy Salam ST, Perwira Administrasi dan Logistik (Pasminlog) Lanal Pontianak, didampingi Kapten (L) Bambang Budi Raharjo.

Dikatakannya rencana pembangunan Lanal Teluk Batang ini memiliki fasilitas 5R (refuel, replenishment, repair, rest, and recreation). Di dalamnya terdapat fasilitas labuh, pemeliharaan dan perbaikan, pembekalan, perawatan personel, dan fasilitas pembinaan pangkalan. "Tugas pokok Lanal Teluk Batang menyelenggarakan dukungan administrasi dan logistik bagi unsur-unsur TNI AL, seperti kapal, pesawat udara, dan marinir. Kemudian melaksanakan patroli di wilayah kerja Lanal. Melaksanakan pemberdayaan potensi maritim dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki pangkalan sendiri maupun sarana dan prasarana instansi terkait. Tugas tambahan, menyelenggarakan dukungan bagi kesatuan non-TNI AL sesuai fungsi dan kebutuhan," ungkap perwira yang pernah bertugas di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) sekitar delapan tahun dan menjadi staf hampir 2 tahun ini.

Lanal Teluk Batang, sambungnya, memiliki fungsi penguatan keamanan laut dan pemberdayaan matra laut. Fasilitas umum di Lanal ini, direncanakan memberikan dukungan perkantoran, sarana dan prasarana dalam memperlancar kegiatan-kegiatan di pangkalan. Seperti bangunan representatif, instalasi sarana komunikasi, air minum, gas, listrik, dan telepon. Termasuk tendon air dan saluran pengisian BBM dari Pertamina. "Lanal Teluk Batang juga direncanakan mampu memberikan dukungan angkutan barang maupun angkutan personel dan pos melalui darat dan laut. Lahan bangunan juga harus mampu memberikan pertahanan dan pengamanan terhadap ancaman dari darat, laut, dan udara secara terbatas. Berupa serangan udara, penerobosan kapal selam, sabotase dari pasukan katak, serta ancaman berupa kegiatan-kegiatan lain dari darat. Karenanya akan dilengkapi dengan pagar tembok dan kawat berduri, pos-pos penjagaan, penerangan di sekitar pagar, sistem pencegahan bahaya kebakaran, serta fasilitas pertahanan udara dan pantai bila diperlukan," tuturnya.

Fasilitas labuh dermaga, imbuhnya, direncanakan panjangnya 150 meter dengan lebar jalan 8 meter. Jadi panjang dermaga labuh ini mampu menampung sepuluh kapal perang sekaligus. Sedangkan fasilitas Harkan Lanal direncanakan kurang lebih 1 hektare, fasilitas pembekalan sekitar 1,5 hektare, perawatan personel 14 hektare, dan fasilitas pembinaan pangkalan mencapai 3,5 hektare. Total lahan untuk Lanal Teluk Batang direncanakan mencapai 20 hektare. "Pembangunan Lanal Teluk Batang juga untuk menyikapi dan mengantisipasi perkembangan konflik di wilayah perbatasan di Kalbar. Menjaga segala bentuk kemungkinan ancaman. Peningkatan pengawasan dan pengamanan perairan Karimata dan sekitarnya serta Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, perlu dilakukan langkah strategis pembangunan kekuatan pertahanan dengan peningkatan pangkalan TNI AL di Kalbar," paparnya.

Penambahan dan peningkatan fasilitas pangkalan, lanjutnya, tetap diperlukan agar memenuhi standardisasi sesuai klasifikasi pangkalan yang akan dibentuk, khususnya di Kabupaten Kayong Utara. Mengingat syarat umum dan syarat operasional sesuai standardisasi pangkalan bisa dibangun atau dibentuk sesuai kebutuhan pangkalan. "Lokasi lahan untuk pembangunan Pangkalan TNI Angkatan Laut di KKU mohon segera disiapkan dan ditentukan. Harapannya dapat mempercepat usulan pembentukan pangkalan kepada Pemimpin TNI AL, guna meningkatkan pengawasan dan pengamanan perairan Karimata, serta ALKI I. Karenanya sosialisasi kepada instansi terkait ihwal rencana percepatan pembentukan Lanal Teluk Batang di KKU,” ucapnya.

www.equator-news.com

Kopassus Diminta Melatih Prajurit Timor Leste

Kopassus
Kopassus, secara khusus Wakil Panglima Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) meminta bantuan agar Kopassus bersedia melatih para prajurit negara Timor Leste. Wakil Kepala Staff Angkatan Darat Letjen TNI Budiman menyampaikan kemungkinan pelatihan di dua tempat, yaitu di Rindam IX Udayana dan di Bandung. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Kopassus Diminta Melatih Prajurit Timor Leste.
Minta Kopassus Latih Prajuritnya

Permintaan ini disampaikan oleh Wakil Panglima Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Brigjend Filomeno Da Paixao De Jesus saat bertamu ke Mabes TNI AD Jalan Veteran, Jakarta Pusat Kamis (27/9) pagi. "Timor Leste ingin membangun masa depan bersama dengan TNI Angkatan Darat Khususnya dalam bidang keamanan," ujarnya.

Pihaknya menurut Filomeno, TNI Angkatan Darat dinilai pihak yang paling tepat untuk bekerja sama, karena itu pihaknya berharap militer Indonesia mau memberikan peluang kepada prajurit Timor Leste dan meninggalkan sejarah masa lalu dimana wilayah Timor Leste lepas dari Indonesia dengan memerdekakan diri melalui suatu pemberontakan.

Menanggapi permintaan itu, Wakil Kepala Staff Angkatan Darat Letjen TNI Budiman mengatakan akan membuka diri atas permintaan militer Timor Leste. "Kerjasama pendidikan bintara dan tantama dapat di latih di Rindam IX Udayana dan perwiranya di Bandung," ujar Budiman saat menerima tamunya.

Pihaknya tambah Budiman juga akan memfasilitasi Timor Leste yang akan membeli sejumlah senjata produk PT Pindad dan pakaian seragam militer di Sritex.

Setelah kunjungan ke mabes TNI AD, Filomeno Da Paixao De Jesus beserta rombongannya, juga akan mengunjungi markas kopassus dan pabrik PT Sritex. Filomeno sendiri dijadwalkan akan berada di Indonesia selama 4 hari.

www.indosiar.com

Industri Pertahanan Yang Kuat Cerminan Dari Pertumbuhan Ekonomi Negara Yang Kuat

Produk militer PT Pindad
Produk militer PT Pindad, tampak berjajar barisan panser APC 6x6 Anoa yang merupakan salah satu primadona dari produk militer PT Pindad, Bandung. Kemandirian dalam memproduksi persenjataan secara mandiri sangat penting bagi Indonesia. Industri pertahanan yang kuat dan berkompetisi tinggi akan sangat membantu pertumbuhan perekonomian di sektor lain secara nasional. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Industri Pertahanan Yang Kuat Cerminan Dari Pertumbuhan Ekonomi Negara Yang Kuat.
Sekjen Kemhan : Pertumbuhan Industri Pertahanan Erat Kaitannya dengan Kondisi Perekonomian Negara

Industri Pertahanan sebagai salah satu unsur pendukung pertahanan negara, diharapkan dapat mendukung pengadaan alutsista dalam upaya mewujudkan kemandirian pemenuhan kebutuhan sarana pertahanan, sehingga memberikan daya tangkal dan kekuatan pertahanan yang handal. Selain itu pertumbuhan dan perkembangan Industri Nasional (termasuk di dalamnya Industri Pertahanan) erat kaitannya dengan kondisi perekonomian suatu negara. Jika laju perekonomian meningkat, maka akan dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan Industri Nasional demikian juga sebaliknya. Demikian harapan Sekretaris Jenderal Kemhan MarsdyaTNI Eris Herryanto, S.Ip., M.A, dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Direktur Teknologi Industri Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Dirtekind Ditjen Pothan) Kemhan Brigjen TNI Sukimin, S.Ip., M.M., dalam forum Bakohumas yang berlangsung selama sehari di kantor Kemhan Jakarta, Rabu (26/9).

Lebih lanjut dikatakan Sekjen Kemhan bahwa kemampuan pertahanan negara akan sangat ditentukan oleh kemampuan industri pertahanannya sebagai bagian dari industri nasional. Sebagai komponen pendukung, industri pertahanan nasional harus mampu memenuhi spesifikasi teknis sesuai kebutuhan TNI sebagai pengguna termasuk faktor pemeliharaannya.

Untuk mendukung terwujudnya Industri Pertahanan yang berkemampuan maju, mandiri dan berdaya saing, dibutuhkan kebijakan tentang pemberdayaan seluruh Industri Nasional yang ada. Pemberdayaan Industri Pertahanan tersebut memerlukan adanya tekad dan keterpaduan upaya dari semua stake holder serta didukung oleh kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan segenap potensi sumber daya nasional termasuk perangkat regulasinya dalam bentuk peraturan perundang-undangan tentang Industri Strategis Pertahanan. Keberadaan undang-undang ini diperlukan agar dapat menyinergikan peraturan perundang-undangan lain terkait dengan Industri Pertahanan Nasional, serta optimalisasi upaya negara dalam mengelola Industri Pertahanan.

Untuk itu Sekjen Kemhan berharap Forum Komunikasi Kehumasan (Bakohumas) untuk dapat lebih meningkatkan komunikasi antar organisasi humas serta menjadikan media yang ada di lingkungannya untuk dapat diberdayakan guna memperlancar penyebarannya kepada masyarakat luas. Ke depan permasalahan pertahanan negara menjadi sangat kompleks, sehingga diharapkan tidak hanya bertumpu pada kementerian yang menangani pertahanan saja, melainkan juga menjadi tanggung jawab seluruh kementerian atau instansi terkait, baik Lembaga Pemerintah maupun Lembaga Non Pemerintah, sesuai dengan lingkup tugas masing-masing.

Melalui forum ini Sekjen Kemhan menyampaikan harapannya agar komunitas kehumasan dapat membantu lembaga Legislatif, Eksekutif, Yudikatif serta lembaga masing-masing dalam menjalankan tugas dan fungsinya sehingga masyarakat akan semakin mengerti tentang nafas dan urgensinya RUU Industri Pertahanan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Bakohumas yang diwakili Ses Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Drs. Ismail Cawidu, M.Si menyampaikan mengenai Pengamanan Informasi dan Misi Diplomasi di Era Keterbukaan Informasi. Terkait masalah pertahanan dan keamanan, Ses Dirjen Informasi dan Kompublik Kemkominfo menyatakan bahwa kemajuan teknologi informasi dapat mengakibatkan tantangan di bidang pertahanan dan keamanan. Untuk itu diperlukan sinergitas antar kementerian atau lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah dalam menghadapi tantangan tersebut.

Tantangan di bidang kemajuan teknologi merupakan tantangan yang luar biasa dan memerlukan kebersamaan antar instansi pemerintahan. "Oleh sebab itu, fahami betul konten yang terdapat dalam RUU Industri Pertahanan. Jika kita tidak memahami konten RUU tersebut maka kita tidak dapat mendukung RUU Industri Pertahanan. Untuk itu perlu adanya obligation to tell diantara peserta Bakohumas," tegas Ses Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo.

Forum Bakohumas yang merupakan wadah dan sharing informasi diantara sesama lembaga pemerintah dan non pemerintah kali ini mengangkat tema, "Melalui Forum Kehumasan Kita Tingkatkan Wawasan dan Pemahaman Seluruh Masyarakat terhadap Urgensi RUU Industri Pertahanan". Hadir sebagai pembicara dalam Forum Bakohumas Direktur Hukum Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Dirkum Ditjen Strahan) Kemhan M. Fachrueddin, M.H., M.M dan Dirtekind Ditjen Pothan Kemhan Brigjen TNI Sukimin, S.Ip., M.Si dengan moderator Kepala Bidang Kerjasama Informasi Puskom Publik Kemhan Kolonel Laut Ir. Paruntungan Girsang, M.A.

dmc.kemhan.go.id

Kamis, 27 September 2012

Belanja Militer Global Sumbang 2,5 Persen GDP Dunia

F-35 JSF
F-35 JSF, pembelian jenis jet tempur generasi kelima yang berteknologi stealth (siluman) ini akan memberikan kontribusi besar dalam nilai belanja militer beberapa negara maju. Harga jet tempur F-35 JSF ini diperkirakan sekitar US$ 154 juta per unit. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Belanja Militer Global Sumbang 2,5 Persen GDP Dunia.
Lembaga Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) memperkirakan bahwa belanja militer negara-negara di seluruh dunia akan mencapai nilai US$ 1,7 triliun pada tahun 2012 ini. Angka tersebut meningkat 12% dari angka sebelumnya di tahun 2011 lalu. Belanja militer AS merupakan yang terbesar dengan prosentase sebesar 40% dari jumlah tersebut, kemudian disusul China, Rusia, Inggris, Perancis, dan negara-negara lain dengan skala belanja yang lebih kecil. Belanja militer global memberikan sumbangan angka 2,5% dari GDP dunia dan merupakan bisnis yang terbesar dan paling stabil di dunia.

Industri Satelit Komunikasi Militer dan Pemerintah

Dalam laporan NSR tentang industry satelit komunikasi militer dan pemerintah, disampaikan bahwa sektor ini memiliki potensi nilai US$ 9,7 miliar pada tahun 2021. Meskipun ada ketidakpastian yang dikarenakan kebijakan penarikan pasukan dan pemotongan anggaran militer oleh banyak negara, tampaknya sektor ini akan tetap solid dalam jangka panjang. Bahkan diperkirakan pelaku industri satelit komersial akan ambil bagian hingga 68% dalam bidang ini pada dekade berikutnya.

Industri Pesawat Tempur

Laporan terbaru dari Visiongain menyampaikan bahwa pembelian jet tempur oleh negara-negara di seluruh dunia pada tahun 2012 ini mencapai nilai US$ 34,37 miliar. Jet tempur adalah alutsista primadona bagi seluruh lembaga militer di dunia, meskipun harganya sangat mahal, mereka akan tetap berusaha membelinya.

Industri Dirgantara dan Pertahanan

Berdasarkan analisa dari lembaga TechNavio, volume pasar dari sektor industri ini tumbuh sebesar 2,48% selama periode 2011 – 2015. Vendor utama yang mendominasi pasar tersebut adalah Boeing, European Aeronautic Defence and Space Co, General Dynamics Corp, dan Lockheed Martin Corp.

Industri Senjataan Berteknologi Canggih

Pasar global untuk sektor ini diperkirakan akan bernilai lebih dari US$ 46 miliar pada tahun 2020. Jumlah pengadaan persenjataan berteknologi canggih makin meningkat dari waktu ke waktu. Produk-produk baru senjata ini selalu diminati oleh banyak lembaga militer dan mereka berusaha mengintegrasikannya ke dalam arsenal tempurnya.

Lembaga MiG’s new menyampaikan perkiraan, analisa dan prediksi evolusi senjata berteknologi canggih, serta pasar dan belanja pada sektor ini untuk periode 2013 – 2020. Laporan tersebut juga mengkaji bahwa tren politik dan regulasi global yang didominasi oleg organisasi penerbangan internasional seperti FAA akan memberikan pengaruh yang kuat pada kebijakan pasar di sektor ini.

www.defpro.com

Pengiriman Tank Leopard dan Marder Ke Indonesia Melalui Jalur Laut Dan Udara

Tank Leopard 2A6 dan Marder 1A3
Tank Leopard 2A6 dan Marder 1A3, jenis tank tempur utama (MBT) dan tank IFV buatan Jerman ini tak lama lagi turut memperkuat jajaran tempur TNI-AD. Finalisasi penandatanganan kontrak pembelian tank Leopard dan Marder akan dilaksanakan pada minggu ke empat September 2012. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Pengiriman Tank Leopard dan Marder Ke Indonesia Melalui Jalur Laut Dan Udara.
Tank Leopard Segera Tiba Di Indonesia

Sebagian tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) Leopard dan tank tempur medium Marder 1A3 dari Jerman dijadwalkan tiba di Indonesia pada awal November 2012 dengan pengiriman dilakukan melalui angkutan udara dan laut. "Leopard akan dikirim bersama dengan Marder pada awal November 2012 nanti. Sekarang Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) sedang di sana dan akan pulang tanggal 30 September 2012," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Hartind Asrin di Makodiv-1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Selasa.

Pengiriman tahap pertama ini, lanjut dia, akan datang sekitar 15 unit tank berbobot 60 ton itu, sementara untuk tank Marder belum diketahui berapa yang akan datang.

Staf ahli menteri pertahanan bidang keamanan itu mengatakan, dipersiapkan dua unit pesawat yang akan digunakan khusus mengangkut tank-tank tersebut. "Tapi nanti kombinasi pengirimannya, ada yg melalui pesawat, ada juga melalui kapal," kata Hartind.

Pengiriman ini molor dari rencana semula pada Oktober 2012 mendatang karena terkendala administrasi. Pada November mendatang, tank-tank tersebut akan ditunjukkan kepada publik.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menuturkan, pemerintah membeli tank Leopard sebanyak 103 unit, tank Marder sejumlah 50 unit dan membeli 10 tank pendukung.
Finalisasi penandatanganan kontrak diharapkan bisa dilakukan akhir September 2012. "Pihak Rheinmetall (produsen) akan berada di Indonesia untuk finalisasi penandatanganan kontrak yang akan dilaksanakan pada minggu ke empat September 2012," katanya.

www.kemhan.go.id

Rabu, 26 September 2012

TNI-AL Tembakkan Rudal Yakhont Dalam Latihan Armada Jaya XXXI/12

P-800/SSN-X-26 Yakhont
P-800/SSN-X-26 Yakhont, jenis rudal jelajah permukaan-ke-permukaan anti kapal yang jadi senjata andalan TNI-AL. Penggunaan rudal Yakhont dalam Latihan Armada Jaya XXXI/12 tahun 2012 adalah penembakkan Yakhont yang kedua kalinya oleh TNI-AL. Sebelumnya rudal Yakhont sudah pernah diuji coba tembak pada tanggal 20 April 2011 dengan KRI Oswald Siahaan (354) sebagai platform peluncuran. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | TNI-AL Tembakkan Rudal Yakhont Dalam Latihan Armada Jaya XXXI/12.
TNI-AL Lakukan Uji Coba Senjata Strategis

TNI Angkatan Laut akan melakukan uji coba senjata strategis yang dimiliknya, yakni rudal Yakhont, rudal Exocet MM 40, rudal C-802 serta penembakan Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dari kapal dan kapal selam dengan sasaran kapal permukaan dalam latihan perang laut Armada Jaya XXXI/2012 di perairan Indonesia Kawasan Timur pada 25 September sampai 22 Oktober 2012. "Pelaksanaan uji coba penembakan senjata strategis yang dimiliki TNI Angkatan Laut merupakan kesempatan yang sangat baik, disamping untuk menguji keandalan senjata peluru kendali dan torpedo yang kita miliki, juga merupakan ajang pengukuran penguasaan prosedur dan mekanisme proses penembakan oleh para pengawaknya serta menjadi bukti nyata tingkat profesionalisme prajurit TNI AL," kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno dalam sambutannya yang dibacakan Wakasal Laksamana Madya TNI Marsetio, pada Upacara Pembukaan Geladi Posko Latihan Armada Jaya XXXI/12 tahun 2012, di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta Selatan, Selasa.

Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI Angkatan Laut pada siklus latihan tahunan, yang bertujuan mengukur kesiapan operasi, dari hasil pembinaan kekuatan dan kemampuan seluruh komponen Sistem Senjata Armada Terpadu yang dilaksanakan Kotama dan Satuan Kerja di Jajaran TNI AL. Selain itu, untuk mendukung peningkatan kesiagaan operasi TNI, dalam rangka mengantisipasi serta menghadapi kemungkinan timbulnya ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Latihan akan dilaksanakan mulai dari Laut Jawa hingga puncaknya operasi amfibi berupa pendaratan Pasukan Pendarat Marinir di Sangatta, Kalimantan Timur. Seluruh persenjataan TNI AL yang tergabung dalam SSAT yaitu kapal perang, pesawat udara, Marinir dan Pangkalan akan digelar pada latihan kali ini. Tidak kurang dari 35 kapal perang TNI AL dari berbagai jenis, seperti kapal selam, perusak kawal rudal, kapal cepat rudal, perusak kawal, angkut tank, buru ranjau, kapal tanker, dan kapal bantu tunda akan dikerahkan. "Sepuluh diantaranya akan menembakkan peluru kendali," kata Kasal.

Latihan puncak yang melibatkan kurang lebih 5.500 personel ini juga mengerahkan enam pesawat udara, satu Batalyon Tim Pendarat Marinir beserta 93 kendaraan tempur Pasukan Pendarat.

Latihan Armada Jaya XXXI/12 dilaksanakan dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan, dimana pada tahap persiapan dilaksanakan kegiatan Geladi Posko pada 25 September sampai 2 Oktober 2012 di Seskoal. Sedangkan tahap pelaksanaan dilaksanakan kegiatan Geladi Lapangan atau Manuver Lapangan tanggal 9 sampai 22 Oktober 2012 di Laut Jawa dan Pantai Sangatta.

Kasal juga menyebutkan, pada tahun 2012 ini, sesuai dengan siklus Latihan TNI, akan dilaksakanan Latihan Gabungan TNI, sehingga Latihan Armada Jaya ini dapat dimanfaatkan sebagai latihan parsial guna menyongsong Latgab TNI 2012. "Pelaksanaan latihan ini harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan serius sesuai dengan tahapan latihan," katanya.

Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI AL dan dilaksanakan setiap tahun di wilayah yang berbeda, bahkan diusahakan seluruh pantai yang ada di Indonesia pernah dijadikan sebagai daerah latihan. Dengan menggelar latihan di daerah tersebut akan menjadi salah satu referensi bagi TNI AL, jika sewaktu-waktu dibutuhkan operasi sebenarnya.

Armada Jaya XXXI/2012 merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan di Sangatta, yang pertama pada 2005. Sedangkan 2007 latihan terbesar TNI AL dilaksanakan di Kaimana, Papua serta 2008 di Pantai Banongan dan 2009 di Pantai Banyuwangi, Situbondo Jawa Timur. "Kesuksesan latihan ini merupakan salah satu indikator bahwa TNI AL siap mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI dari setiap ancaman," kata Kasal.

www.kemhan.go.id