Cari di Blog Ini

Rabu, 30 Januari 2013

Pasukan Katak TNI-AL Kalahkan Kelompok Teroris Di Selat Madura

Sekelompok teroris yang membajak sebuah kapal di perairan Selat Madura pada Jumat 25 Januari 2013 lalu berhasil dilumpuhkan oleh Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) dari TNI-AL. Aksi tempur ini merupakan latihan simulasi Maritime Interdiction Operation (MIO) atau simulasi pembebasan kapal yang digelar oleh Komando Armada Republik Indonesia Wilayah Timur (Koarmatim) dengan melibatkan kapal selam KRI Cakra (401), KRI Sultan Hasanudin (366) dan KRI Badau (841).
KRI Cakra (401). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Cakra (401)
Satkopaska Koarmatim Lumpuhkan Teroris Di Selat Madura

Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmatim, berhasil melumpuhkan sekelompok teroris yang membajak sebuah kapal di perairan Selat Madura, Jumat (25/01/2013). Letusan suara tembakan menggema diperairan tersebut, ketika Tim Visit Boarding Search and Seizure (VBSS) Kopaska, yang didukung 1 (satu) kapal selam KRI Cakra-401 dan kapal patroli cepat KRI Badau-841, mendekat ke kapal sasaran.

KRI Badau-841 dan sebuah kendaraan tempur atas air Combat Boat melakukan manuver dengan kecepatan tinggi untuk mengecoh dan memberikan perlindungan terhadap Tim VBSS yang akan boarding ke atas kapal. Teroris menyambut kedatangan mereka dengan tembakan membabi buta. Perhatian musuh terpecah menuju ke kapal-kapal cepat itu, sehingga Satu Tim VBSS Kopaska bersenjatakan lengkap, dapat melakukan boarding ke atas kapal. Pasukan anti teror itu dipimpin oleh Kapten Laut (S) Bambang, beranggotakan 6 (enam) orang prajurit Kopaska. Berhasil naik ke atas Kapal, Tim VBSS melakukan pergerakan (Ship Muvement), untuk menguasai objek vital di kapal. Terjadi kontak tembak antara tim Kopaska dengan sisa-sisa teroris yang menguasai anjungan. Berkat kesigapan prajurit Kopaska, kelompok teroris itu dapat dilumpuhkan.

Beberapa orang teroris tertembak mati dan mengalami luka-luka. Mereka yang selamat langsung ditangani (Personal Handling), kemudian dievakuasi ke darat. Tim anti teror di darat didukung satu unit Chetah, Commob dan motor trail mengevakuasi musuh yang berhasil ditawan oleh Tim VBSS.

Operasi tempur laut tersebut, merupakan simulasi pembebasan kapal atau Maritime Interdiction Operation (MIO), yang diselenggarakan oleh jajaran Koarmatim, dengan melibatkan 1 (satu) Kapal Selam, 1 (satu) kapal klas Ship Integrited Geomatrical Modulary Approach (Sigma) KRI Sultan Hasanudin-366, KRI Cakra-401, 1 (satu) kapal patroli cepat KRI Badau-841.

Simulasi ini juga melibatkan 1 (satu) Tim VBSS dari Satkopaska Koarmatim dengan didukung kendaraan tempur laut Rigid Hul Inflatble Boat (RHIB) berupa Combat Boat dan Sea Rider, kendaraan tempur darat berupa 1 (satu) unit Chetah, Commob dan motor trail. Acara ini disiarkan langsung oleh stasiun telivisi nasional TV One, dalam program acara Ruang Kita, pada hari Jum’at pukul 13.30 WIB.

www.tni.mil.id