Berita Hankam, Pertahanan, Alutsista, Persenjataan, Militer, TNI, Pesawat Tempur, Kapal Perang, Kotabumi, Lampung Utara, soldiers, defense, military, weapons, combat, attack, assault, security, forces
Prokimal Kotabumi Lampung Utara




Bagikan :

Selasa, 23 September 2014

: Posted on Selasa, 23 September 2014 - 05.14

Nasr (Kemenangan) atau Haft-9 (Pembalasan) adalah sistem rudal balistik jarak pendek dengan bahan bakar padat yang dikembangkan oleh Pakistan. Sistem rudal balistik ini terkadang disebut juga dengan nama Nasr-9. Nasr (Haft-9) bisa juga dimasukkan sebagai varian terbaru dari seri rudal Haft yang diproduksi secara lokal di Pakistan. Kemungkinan besar rudal ini dikembangkan dengan bantuan China. Keberadaan rudal ini terungkap saat uji coba penembakan pada tahun 2011. Kabarnya rudal ini resmi digunakan angkatan bersenjata Pakistan pada tahun 2013 dan dioperasikan oleh Komando Strategis Angkatan Darat.

Rudal Nasr atau Haft-9 (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Rudal Nasr atau Haft-9 (Gambar 1).
Beberapa pengamat militer asing meyakini bahwa sistem rudal Nasr menggunakan desain dasar pada sistem peluncur roket WS-2 buatan China. Pihak pengembangnya, Pakistan's National Development Complex (NDC), menyebut sistem rudal ini sebagai "Sistem Rudal Balistik Multi-Tabung". Desain ini dapat dianggap sebagai adaptasi dari sistem artileri roket buatan China untuk menembakkan rudal dengan hulu ledak nuklir. Desain kendaraan peluncurnya menggunakan model kendaraan berat roda 8x8 buatan China yang memberikan kemampuan mobilitas tinggi.

Prototipe sistem rudal Nasr hanya dilengkapi dengan 2 unit rudal. Namun pada versi produksi, sistem ini membawa 4 unit rudal.

Sistem rudal balistik taktis Nasr dirancang untuk menghadapi serangan pasukan musuh. Rudal ini memiliki jangkauan tembak hingga 60 km dan bisa dilengkapi dengan hulu ledak nuklir 0,5 hingga 5 kT. Hulu ledak nuklir ini cukup kecil untuk dimuat di dalam rudal yang memiliki diameter tipis, yaitu sekitar 300 mm. Sangat mungkin bahwa hulu ledak yang sangat merusak lainnya juga tersedia. Nasr memiliki kemampuan manuver tinggi setelah ditembakkan. Rudal ini diklaim dirancang untuk mengatasi sistem pertahanan rudal pihak lawan. Produsennya menyatakan bahwa rudal ini memiliki tingkat akurasi tembak yang tinggi. Namun angka CEP (tingkat penyimpangan dari titik target tembak) yang sebenarnya belum diungkapkan. Kecepatannya saat meluncur di udara juga belum diketahui.

Rudal Nasr atau Haft-9 (Gambar 2). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Rudal Nasr atau Haft-9 (Gambar 2).
Pada sistem Nasr, rudal disimpan dan dibawa dalam wadah pabrik yang disegel. Dengan cara ini rudal akan selalu siap untuk ditembakkan sewaktu-waktu dibutuhkan.

Setelah satu atau beberapa rudal diluncurkan, kendaraan peluncur dapat segera berpindah tempat. Kecepatan waktu manuver pemindahan kendaraan peluncur memungkinkan untuk menghindari serangan pihak lawan terhadap baterai sistem rudal ini. Fitur mobilitas tinggi ini menambah keunggulan sistem rudal Nasr.

Kendaraan peluncur sistem rudal Nasr didasarkan pada kendaraan berat bermobilitas tinggi Wanshan 8x8 buatan China. Kendaraan peluncur ini juga mirip dengan yang digunakan pada sistem roket artileri AR-1A 300-mm yang juga buatan China yang saat ini digunakan oleh angkatan bersenjata Pakistan. Kendaraan ini memiliki mobilitas yang baik mobilitas untuk pengangkutan jarak jauh. Seperti halnya dengan platform bergerak untuk peluncur rudal atau roket artileri lainnya, kendaraan peluncur yang digunakan sistem rudal Nasr juga harus memiliki kendaraan pendukung lainnya, berupa truk pengangkut proyektil dan kendaraan crane untuk melakukan isi ulang proyektil pada tabung peluncur.

military-today.com

Senin, 22 September 2014

: Posted on Senin, 22 September 2014 - 08.39

Kapal selam Soryu-Class atau Kelas Soryu adalah kapal selam diesel-listrik yang dirancang dan dibangun oleh Industries and Kawasaki Shipbuilding Corporation untuk Angkatan Laut Pasukan Bela Diri Jepang (JMSDF: Japan Maritime Self-Defense Force). Soryu-Class adalah versi perbaikan dari kapal selam Oyashio Class.

Kapal Selam Soryu (SS-501). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Kapal Selam Soryu (SS-501).
Jepang adalah salah satu dari sedikit negara yang sangat menguasai teknologi pembuatan kapal selam. Pada dekade awal abad 20, Jepang sudah mampu membangun kapal selamnya sendiri. Bahkan pada Perang Dunia II, negeri matahari terbit ini telah membuat rajanya kapal selam alias kapal selam terbesar pada masa itu, yaitu kapal selam Sen Toku-Class yang memiliki panjang 122 meter dan lebar 12 meter.

Kapal selam militer terbaru yang sudah dikembangkan dan dibangun oleh Jepang saat ini adalah kapal selam dari Kelas Soryu atau Soryu-Class. Kapal selam ini memiliki fitur yang cukup maju, bahkan beberapa literatur militer memasukkan Soryu-Class dalam top 10 kapal selam militer terbaik dunia. Beberapa waktu lalu, Australia yang memiliki Angkatan Laut yang cukup maju pun tertarik untuk memborong 10 unit kapal selam Soryu-Class. Apa saja kehebatan yang dimiliki oleh Soryu-Class ini?

Kapal selam Kelas Soryu adalah kapal selam diesel-listrik yang dirancang dan dibangun oleh Industries and Kawasaki Shipbuilding Corporation untuk Angkatan Laut Pasukan Bela Diri Jepang (JMSDF: Japan Maritime Self-Defense Force). Soryu-Class adalah versi peningkatan dari kapal selam generasi sebelumnya, Oyashio Class. Kapal selam pertama dari kelas Soryu (SS-501) mulai dibangun pada bulan Maret 2005 dan diluncurkan pada bulan Desember 2007, kemudian secara resmi dioperasikan pada Maret 2009.

Kapal Selam Unryu (SS-502). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Kapal Selam Unryu (SS-502).
Jepang merencanakan mengoperasikan 10 unit kapal selam jenis ini. Saat ini baru 5 unit kapal selam Soryu-Class yang sudah diproduksi dan dioperasikan, yaitu Soryu (SS-501), Unryu (SS-502), Hakuryu (SS-503), Kenryu (SS-504), dan Zuiryu (SS-505). 1 unit kapal selam Soryu-Class, yaitu Kokuryu (SS-506), masih dalam proses produksi dan direncanakan akan diluncurkan pada tahun 2015.

Desain dan Fitur Kapal Selam Soryu-Class

Soryu-Class mengusung desain hidrodinamik berdasarkan kelas kapal selam Oyashio Class. Memiliki perpindahan yang lebih besar daripada kapal selam kelas lainnya yang dioperasikan oleh JMSDF. Lambungnya terbuat dari baja bertekanan tinggi dan ditutupi dengan lapisan anechoic untuk mengurangi pantulan gelombang akustik. Interior kapal selam mengandalkan komponen keras isolasi akustik.

Kapal selam ini dilengkapi dengan mesin Stirling untuk meningkatkan kinerja dan daya tahan propulsi bawah air. Mesin ini mendukung keunggulan operasional bawah air. Sistem sonar dengan kinerja tinggi pada kapal ini makin meningkatkan kemampuan pengawasan. Soryu-Class juga dilengkapi fitur stealth (siluman).

Kapal selam ini memiliki panjang keseluruhan 84 meter, lebar 9,1 meter, dan draft normal 8,4 meter. Memiliki bobot perpindahan ketika berada dipermukaan 2.900 ton dan bobot perpindahan ketika menyelam sebesar 4.200 ton. Soryu-Class mampu mengangkut 65 awak kapal. Saat berlayar di permukaan, kapal selam ini memiliki kelajuan 13 knot (24 km/jam) dan kelajuan saat menyelam adalah 20 knot (37 km/jam). Untuk jangkauan pelayaran, Soryu-Class mampu menempuh hingga 6.100 nautikal mil (11.297 km). Kapal selam ini mampu menyelam hingga kedalaman 500 meter.

Kapal Selam Hakuryu (SS-503). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Kapal Selam Hakuryu (SS-503).
Persenjataan Kapal Selam Soryu-Class

Kapal selam ini dilengkapi dengan enam tabung torpedo HU-606 kaliber 533 mm untuk torpedo Type 89 dan rudal anti-kapal UGM-84 Harpoon. Type 89 adalah torpedo yang dipandu homing aktif dan pasif. Torpedo ini memiliki kecepatan maksimum 130 km/jam dan dapat diluncurkan mengincar target hingga jarak 50 km. Type 89 memiliki hulu ledak seberat 267 kg. Sedangkan rudal anti-kapal UGM-84 Harpoon memiliki jangkauan lebih dari 124 km dan kecepatan 864 km/jam.

Sensor dan Radar Kapal Selam Soryu-Class

Kapal selam ini dilengkapi dengan sistem navigasi ZPS-6F atau radar permukaan pencarian, sistem sonar yang mengintegrasikan empat array frekuensi rendah, busur-array dan array sonar ditarik.

Sistem Perlindungan Kapal Selam Soryu-Class

Kapal selam ini didukung sistem EMS (electronic support measures) ZLR-3-6. Ada dua tabung yang terpasang untuk melindungi Soryu-Class dari pancaran pencari sumber akustik (ADC).

Propulsi Kapal Selam Soryu-Class

Kapal selam ini didukung oleh sistem propulsi diesel-listrik yang terdiri dari dua unit mesin diesel Kawasaki 12V 25/25 SB dan empat unit mesin Stirling Kawasaki Kockums V4-275R yang memberikan daya dorong sebesar 2.900 kW untuk berlayar di permukaan dan 6.000 kW ketika melaju saat menyelam.

Soryu-Class adalah kapal selam pertama dari JMSDF yang sudah dilengkapi dengan mesin Stirling yang diproduksi oleh perusahaan Kockums asal Swedia. Stirling adalah mesin pembakaran eksternal dengan tingkat suara mesin yang sangat rendah. Sistem propulsi Kockums Stirling pada kapal selam ini mengurangi kebutuhan untuk pengisian baterai yang membuat kapal harus sering muncul di permukaan sehingga dengan demikian meningkatkan daya tahan menyelam kapal ini.

Motor listrik penggerak baling-baling melalui poros tunggal. Kapal selam ini juga dilengkapi dengan kemudi X untuk memberikan kemampuan manuver yang tinggi saat kapal selam berada pada kedalaman yang sangat dekat dengan dasar laut. Konfigurasi kemudi X ini awalnya dikembangkan oleh Kockums untuk kapal selam Gotland Class . Sistem propulsi ini menyediakan kecepatan maksimum 20 knot (37 km/jam).

naval-technology.com, wikipedia.org

Jumat, 19 September 2014

: Posted on Jumat, 19 September 2014 - 06.10

Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan 1.033 lokasi sebagai wilayah pertahanan negara. Penetapan 1.033 wilayah pertahanan tersebut dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 68/2014 tentang Penataan Wilayah Pertahanan Negara. PP ini mulai diberlakukan sejak tanggal ditetapkan, yaitu 19 Agustus 2014.

F-16 Fighting Falcon TNI-AU. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
F-16 Fighting Falcon TNI-AU.
1.033 Lokasi Ditetapkan Sebagai Wilayah Pertahanan Negara.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 68/2014 tentang Penataan Wilayah Pertahanan Negara pada 19 Agustus 2014 lalu. Dalam peraturan itu berisi 1.033 lokasi yang ditetapkan sebagai wilayah pertahanan negara. Seperti yang dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Selasa (16/9/2014), peraturan tersebut dibuat untuk melaksanakan ketentuan Pasal 22 ayat (2) Undang-Undang Nomor 3/2002 tentang Pertahanan dan Pasal 17 ayat (7) Undang-Undang Nomor 26/2007 tentang Penataan Ruang.

Penataan wilayah pertahanan negara yang dimaksud dalam PP ini meliputi perencanaan wilayah pertahanan, pemanfaatan wilayah pertahanan, dan pengendalian pemanfaatan wilayah pertahanan. "Sebagian atau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan pertahanan negara, baik pada masa damai maupun dalam keadaan perang," bunyi Pasal 3 ayat (1) PP ini.

PP ini menyebutkan, pada masa damai wilayah dimaksud digunakan untuk kepentingan pembangunan dan pembinaan kemampuan pertahanan sebagai perwujudan daya tangkal bangsa. Sementara dalam keadaan perang wilayah dimaksud digunakan sebagai wilayah pertahanan untuk kepentingan perang.

Wilayah pertahanan sebagaimana dimaksud, terdiri atas: a. pangkalan militer atau kesatrian; b. daerah latihan militer; c. instalasi militer; d. daerah uji coba peralatan dan persenjataan militer; e. daerah penyimpanan barang eksplosif dan berbahaya lainnya; f. daerah disposal amunisi dan peralatan pertahanan berbahaya lainnya; g. obyek vital nasional yang bersifat strategis; dan/atau h. kepentingan pertahanan udara.

Dalam lampiran II PP ini disebutkan rincian 1.033 lokasi di seluruh daerah di Tanah Air yang dinyatakan sebagai wilayah pertahanan negara, diantaranya Rahlat Lantamal III, Cilandak, Jakarta Selatan; Rahlat Lantamal III, Bukit Inkai, Jakarta Selatan; Rahlat Kodam I Bukit Barisan, Medan; Lanud Timika, Kabupaten Mimika; Lanud Sam Ratulangi, Kota Manado; Lanud Atang Senjaya, Bogor, dan masih banyak lagi. "Wilayah pertahanan sebagaimana dimaksud dapat ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional dari sudut kepentingan pertahanan dan keamanan," bunyi pasal 8 Peraturan Pemerintah ini.

Dimanfaatkan oleh TNI

Menurut PP ini, wilayah pertahanan dimanfaatkan oleh TNI dalam rangka memperkuat kemampuan pertahanan dan menjaga kedaulatan negara. Dalam pemanfataan ini, TNI dapat melibatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan untuk menjaga kepentingan pertahanan. Selain itu, pemanfaatan wilayah pertahanan dilakukan dengan tidak mengganggu fungsi lingkungan hidup dan ekosistem alami, serta memperhatikan peningkatan nilai tambah bagi wilayah pertahanan yang bersangkutan. Sementara pemanfaatan di luar fungsi pertahanan harus mendapat izin Menteri Pertahanan.

PP ini juga menegaskan, pemerintah dan/atau pemerintah daerah wajib menyediakan lahan untuk pembangunan dan pengembangan wilayah pertahanan. Dalam hal lahan diperlukan untuk daerah latihan militer, pemerintah dan/atau pemerintah daerah wajib menyediakan lahan bagi satuan TNI dari tingkat perorangan sampai dengan tingkat latihan gabungan TNI. "Daerah latihan militer disediakan untuk satuan TNI pada skala nasional, skala provinsi, dan skala kabupaten," bunyi pasal 28 ayat (1) PP itu.

Sementara di ayat berikutnya disebutkan, pada skala nasional, daerah latihan militer paling sedikit terdiri atas 3 (tiga) daerah latihan gabungan TNI; pada skala provinsi paling sedikit terdiri atas 1 (satu) daerah latihan gabungan TNI setingkat batalyon; dan pada skala kabupaten paling sedikit 1 (satu) daerah latihan TNI setingkat kompi. "Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyiapkan wilayahnya untuk digunakan sebagai daerah latihan militer yang bersifat sementara atau tidak tetap," bunyi pasal 29 PP ini.

PP ini juga menegaskan, pemanfaatan wilayah di sekitar pangkalan militer atau latihan harus atau obyek vital nasional mendukung dan menjaga fungsi pangkalan militer/latihan militer/obyek vital nasional. Dalam hal pemanfaatan dimaksud berpotensi tidak mendukung dan tidak menjaga fungsi pangkalan militer atau latihan militer atau obyek vital, maka pemanfaatannya harus memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Disebutkan dalam PP ini, pengendalian pemanfaatan wilayah pertahanan dilakukan melalui pemantauan, pengawasan, dan penertiban, yang dilaksanakan oleh pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.

Menurut PP ini, wilayah pertahanan hanya dapat dialihfungsikan dengan ketentuan: a. berdasarkan penilaian tidak efektif dan tidak efisien untuk kepentingan pertahanan; dan/atau b. terdapat kepentingan pembangunan nasional yang lebih besar.

Penilaian tidak efektif dan tidak efisien wilayah pertahanan ditetapkan oleh Menteri Pertahanan setelah berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan. Sementara penentuan kepentingan nasional yang lebih besar ditetapkan oleh Presiden. "Alih fungsi wilayah pertahanan sebagaimana dimaksud dilakukan dengan syarat telah disiapkan wilayah pengganti yang memenuhi kriteria sebagai wilayah pertahanan," bunyi pasal 44 ayat (4) PP ini.

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, yaitu 19 Agustus 2014 oleh Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin.

news.detik.com

Kamis, 18 September 2014

: Posted on Kamis, 18 September 2014 - 06.00

1 unit pesawat CN 235 220 NG MPA secara resmi telah diserahkan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kepada Pusat Penerbangan TNI AL melalui Kementerian Pertahanan Republik Indonesia pada Rabu 17 September 2014. CN 235 220 NG MPA adalah jenis pesawat patroli maritim yang diproduksi oleh PTDI. 2 unit pesawat dengan jenis sama telah diterima TNI AL dari PTDI pada tahun lalu.

Pesawat CN 235 220 NG MPA TNI AL. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Pesawat CN 235 220 NG MPA TNI AL.
PT DI Serahkan CN 235 ke Puspenerbal.

PT Dirgantara Indonesia secara resmi menyerahkan Pesawat Udara CN 235 220 NG MPA (Patroli Maritim) kepada Kementerian Pertahanan yang langsung diserahkan ke Pusat Penerbangan TNI AL, Rabu (17/9/2014). Serah terima yang dilaksanakan di Apron Base Opps Lanudal Juanda itu dihadiri langsung oleh Menteri Pertahanan RI, Prof Purnomo Yusgiantoro.

Pesawat CN 235 220 NG MPA bernomor P-862 adalah pesawat udara jenis patroli maritim ke tiga yang diserahkan PTDI. Sebelumnya dua pesawat serupa yang diberi nomor P-860 dan P-861 telah diserahkan di tahun 2013. "Ini merupakan langkah baik bagi industri pertahanan dalam negeri. Ini juga bukti industri pertahanan dalam negeri sudah bersaing," kata Yusgiantoro.

Pesawat udara ini akan mendukung kebutuhan penerbagan TNI AL sebagai patroli udara dan maritim dengan kemampuan pengintaian dan pengawasan. Pesawat ini akan jadi kepanjangan tangan, mata dan telinga bagi kapal perang yang melaksanakan operasi tempur maupun operasi keamannan laut.

Pesawat buatan dalam negeri ini memiliki karakteristik umum panjang 21,40 meter, bentang sayap 25,81 meter, tinggi 8,18 meter, dan memiliki tenaga penggerak dua mesin General Electric CT79 C Turboprop 1395KW (1850bhp). Kecepataan maksimum yang dimiliki 509 km per jam dan jarak jangkau 796 km (496 mil).

Pengadaan pesawat terbang ini adalah bagian dari rencana pemenuhan kebutuhan minimal Assensial Force Alut Sista TNI AL hingga 2024. Rencananya Pusat Penerbangan TNI AL akan menerima pesawat sejenis hingga 12 buah. Penambahan alutsista di antaranya untuk pesawat latih, helikopter AKS, helikopter AKPA. Total diperkirakan akan ada penambahan mencapai 50 pesawat udara dan helikopter.

www.tribunnews.com

: Posted on - 03.29

Kapal Perang KRI Halasan (630) buatan PT PAL telah diserahkan kepada TNI AL pada Rabu 17 September 2014. KRI Halasan (630) adalah kapal perang jenis kapal cepat rudal dengan panjang 60 meter (KCR 60). Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah memesan 3 unit KCR 60 untuk batch pertama dari rencana strategi (renstra) pertahanan 2010 - 2014.

KRI Halasan (630). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
KRI Halasan (630).
PT PAL serahkan kapal W000275 ke TNI AL.

Produsen kapal nasional, PT PAL Indonesia, menyerahkan kapal cepat rudal 60 meter (KCR 60) W000275 kepada TNI AL guna mendukung kecukupan arsenal militer pada masa mendatang. Kapal perang yang akan dibaptis dengan nama KRI Halasan (630) ini adalah kapal ketiga batch pertama di kelas kapal cepat berpeluru kendali 60 meter.

Penyerahan kapal perang buatan Indonesia di Surabaya, Rabu (17/9/2014), itu dihadiri Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan, dan Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Marsetio. "Upaya itu menyusul predikat kami sebagai lead integrator. Sesuai amanah UU 16/2012 yang menugaskan kami sebagai BUMN yang mampu memproduksi keperluan sistem kesenjataan TNI," kata Direktur Utama PT PAL Indonesia, M Firmansyah Arifin, di Surabaya, Rabu (17/9/2014).

"KCR 60 meter ini pengembangan dari kapal patroli cepat (FPB-57) yang telah kami bangun sebelumnya," ujarnya.

Sebelumnya, jelas dia, pihaknya telah menyerahkan KCR-60 meter pertama, yang dibaptis dengan nama KRI Sampari (628) pada 28 Mei lalu, diikuti KRI Tombak (629) pada 27 Agustus 2014. Selanjutnya KCR 60/KRI Halasan (630) itu dibaptis dan diresmikan Menteri Pertahanan Indonesia, Purnomo Yusgiantoro. "Penyelesaian proyek KCR 60 bacth pertama sekaligus bersamaan pemotongan pertama pelat baja Proyek Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR 10514) Kedua," katanya.

Ia menyebutkan, proyek kerja sama dengan galangan kapal Damen Schelde Naval Shipbuilding, Belanda, ini juga untuk memenuhi keperluan TNI AL sebagai pengguna. "Apalagi, kini perkembangan keperluan kapal dan teknologinya selalu meningkat setiap tahun," katanya.

Seusai penyerahan KRI Halasan (630) itu, Yusgiantoro juga memberikan arahan terhadap 250 insan PT PAL INDONESIA dalam transfer teknologi Proyek Kapal Selam.

www.antaranews.com

Rabu, 17 September 2014

: Posted on Rabu, 17 September 2014 - 07.44

Rencana PT PAL untuk membangun kapal selam mendapat dukungan finansial berupa penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 1,5 triliun. Dana ini disetujui oleh Komisi VI DPR setelah mengadakan rapat kerja dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Kapal Selam KRI Nanggala (402). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Kapal Selam KRI Nanggala (402).
Dahlan-DPR Rapat 20 Menit, BUMN Ini Dapat Rp 1,5 T Untuk Bikin Kapal Selam.

Rapat kerja Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan Komisi VI DPR hari ini menyetujui pemberian dana segar, berupa penyertaan modal negara (PMN) Rp 1,5 triliun kepada PT PAL Indonesia (Persero).

Berlangsung singkat 20 menit, rapat dimulai pukul 20.00 WIB. Dana Rp 1,5 triliun ini diberikan dalam bentuk tunai, untuk proyek pembuatan kapal selam pertama.

Adapun suntikan modal untuk PAL, akan masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015. Kapal selam akan dibuat PAL di fasilitas miliknya yang berlokasi di Surabaya. "Komisi VI dapat menyetujui usulan PMN dalam RAPBN 2015 sesuai surat Menteri BUMN kepada PAL senilai Rp 1,5 triliun dalam bentuk tunai, untuk pembangunan fasilitas kapal selam, dan penyediaan sumber daya manusia untuk bangun kapal selam," kata Ketua Komisi VI DPR, Airlangga Hertarto dalam rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/9/2014).

PAL membutuhkan total dana Rp 2,5 triliun untuk pengembangan kapal selam ini. Namun untuk tahun depan, dana yang disetujui baru mencapai Rp 1,5 triliun.

Uang ini, rencananya digunakan untuk membangun fasilitas pengambungan kapal selam, pembelian peralatan produksi, dan lain-lain yang menunjang pembangunan kapal selam tersebut.

finance.detik.com

Selasa, 16 September 2014

: Posted on Selasa, 16 September 2014 - 08.08

PT Pindad dan Cockerill Maintenance & Ingenierie SA Defence (CMII), perusahaan pertahanan asal Belgia, telah menandatangani kerjasama pengembangan sistem persenjataan kaliber 25 mm hingga 105 mm untuk kendaraan tempur. Sebagai awal dari kerjasama jangka panjang ini, PT Pindad dan CMII akan memproduksi turet untuk meriam berkaliber 90 mm dan 105 mm.

PT Pindad. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
PT Pindad.
Pindad Gandeng Belgia Kembangkan Sistem Senjata.

Produsen senjata PT Pindad (Persero) mengembangkan sistem persenjataan untuk kendaraan tempur atau tank dengan menggandeng perusahaan asal Belgia, Cockerill Maintenance dan Ingenierie SA Defence (CMII). Kedua perusahaan itu mengikatkan diri dalam perjanjian kerja sama jangka panjang untuk mengembangkan sistem senjata atau turret dari kaliber 25 mm hingga kaliber 105 mm. "Untuk tahap awal kami akan produksi turret untuk kaliber 90 mm dan 105 mm," ujar Direktur Utama PT Pindad Sudirman Said seusai menandatangani nota kesepahaman di kantor PT Pindad, Jalan Gatot Subroto No 517, Bandung, Senin, 15 September 2014.

Menurut Sudirman, kesepakatan tersebut akan membawa dampak positif bagi perkembangan PT Pindad untuk masuk ke dalam pasar turret global bersama CMI. "Kita masuk ke step selanjutnya dengan memproduksi turret. Dengan begitu Pindad tidak hanya sebagai perakit sistem persenjataan, tapi sekaligus meningkatkan kemampuan teknologi," katanya.

Dia mengatakan cikal bakal kerja sama itu telah dirintis sejak sepuluh tahun terakhir. Baik Pindad maupun CMI telah melakukan serangkain proses pertukaran data, assessment, dan penjajakan teknologi dan potensi pasar. "Kami yakin kerja sama dengan Pindad akan membuat produk CMI yang telah dikenal luas di kalangan militer bisa lebih kompetitif," ujar dia.

Sudirman menjelaskan langkah Pindad menggandeng CMI merupakan ikhtiar manajemen dalam membangun kapasitas perusahaan milik negara agar optimal dalam menjalankan amanah Undang-Undang No 16/2012 tentang Industri Pertahanan. Skema kerja sama itu, kata Sudirman, untuk membangun kapasitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi bagi Pindad untuk menyiapkan diri masuk dalam supply chain industri pertahanan dunia.

Ke depannya, Pindad akan membentuk komite untuk menyusun proses transfer teknologi dan pelatihan secara teknis dari pihak CMI untuk mendukung kerja sama. PT Pindad juga memperoleh kesempatan mengirimkan putra-putri terbaik negeri untuk belajar sistem persenjataan di CMI, Belgia.

Adapun Executive Vice President CMI James Caudle mengatakan perusahaannya sudah lama hadir di lingkup alat utama sistem persenjataan TNI. CMI percaya bahwa kerja sama tersebut akan meningkatkan potensi Indonesia dalam sistem persenjataan dan mendukung terbentuknya ketahanan nasional yang tangguh. "Pindad adalah perusahaan industri yang kuat, untuk itu kami tertarik bergabung dengan Pindad. Namun, masih banyak yang perlu dilatih salah satunya transfer teknologi," kata James.

www.tempo.co

: Posted on - 05.11

TNI pada tahun ini menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Terjun Payung Militer ke-38. Kegiatan kejuaraan olahraga bagi kalangan militer ini bernaung dibawah lembaga Conceil Internationale Du Sport Militaire (CISM). TNI memilih kota Solo di Jawa Tengah untuk menyelenggarakan even yang dilangsungkan mulai tanggal 17 September 2014 hingga 28 September 2014 ini.

Terjun Payung Militer. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Terjun Payung Militer.
TNI Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Terjun Payung Militer.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Terjun Payung Militer ke-38 Conseil International Du Sport Militaire (CISM) yang akan berlangsung di Solo, Jawa Tengah, dari 17 September sampai dengan 28 September 2014. Acara olahraga militer ini akan diselenggarakan oleh Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI) yang merupakan bagian dari agenda CISM atau Dewan Olahraga Militer Internasional.

Menurut Brigjen TNI Endang Sodik, MBA selaku Pelaksana yang kesehariannya menjabat sebagai Pa Sahli Tk. II Kawasan Eropa dan AS Sahli Bid. Hubint Panglima TNI, kejuaraan dunia terjun payung militer ini akan melibatkan 50 negara dari 135 negara anggota CISM serta mengundang delegasi dari 11 negara sebagai pengamat antara lain : Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, Hongkong, Jepang, Laos, Macau, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, dan Singapura.

Kejuaraan Dunia Terjun Payung Militer ke-38 mengikuti Peraturan CISM dan Peraturan Terjun Payung CISM (edisi 2014) dan akan mempertandingkan sejumlah kategori termasuk Akurasi, Formasi Skydive, dan× Style tutur Brigjen TNI Endang Sodik.

Lebih lanjut Brigjen TNI Endang Sodik mengatakan, Akurasi akan dipusatkan di Stadion Manahan Solo, sedangkan Skydive dan Kategori Gaya akan digelar di Alun-alun Selatan dan Soemarmo. "Kota Solo telah dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kejuaraan karena lalu lintas udara dianggap tidak padat dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Bali, Yogyakarta atau Surabaya, selain itu juga untuk mempromosikan kota Solo", imbuhnya.

Adapun tujuan kejuaraan ini, dalam konteks pembinaan prestasi diarahkan guna meningkatkan prestasi atlet Terjun Payung TNI, memperbesar peran TNI dalam membantu meningkatkan prestasi olahraga nasional, yang menjadi bagian sumber atlet andalan nasional, sekaligus meraih hasil yang optimal di ajang internasional guna mencapai raihan prestasi di masa yang akan datang. Sedangkan dalam kaitan kelembagaan diarahkan untuk peningkatan citra Indonesia dan TNI dalam membangun persahabatan, serta integrasi dan promosi Indonesia, khususnya promosi Kota Solo yang berdimensi budaya dan pariwisata.

Conceil Internationale Du Sport Militaire (CISM) yang didirikan pada tanggal 18 Februari 1948 adalah salah satu organisasi multidisiplin terbesar di dunia. Organisasi ini menyelenggarakan berbagai acara olahraga untuk angkatan bersenjata dari 135 negara-negara anggota. Tentara dan pasukan militer dapat bertemu dalam suatu arena kompetisi olahraga melalui CISM. Hal ini sesuai dengan filosofi dan cita-cita yang ditetapkan dalam pernyataan misi CISM pada tahun 1998, ditandatangani oleh semua negara anggota.

Tujuan utama CISM adalah untuk memberikan kontribusi bagi perdamaian dunia dengan menyatukan angkatan bersenjata melalui olahraga, dengan motto Friendship Through Sport and Game for Peace-From Positive Initiatives to Systemic Integrated Programs, yang memiliki 3 (tiga) tujuan pokok, persahabatan dan perdamaian, prestasi olahraga dan promosi.

www.tni.mil.id

: Posted on - 03.27

MBT-3000 adalah jenis kendaraan tank tempur utama (MBT: Main Battle Tank) generasi 3 dari negara China yang dibuat khusus untuk diekspor ke negara-negara peminat. Di negeri asalnya, tank ini punya nama VT-4 dan diproduksi oleh perusahaan NORINCO (China North Industries Corporation). MBT-3000 merupakan versi perbaikan dari VT1A.

MBT-3000. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
MBT-3000.
Kendaraan tempur ini mirip dengan tank Type 99G yang saat ini dioperasikan PLA (Tentara Pembebasan Rakyat China). Tapi dalam hal kemampuan tempur dan lain-lain, MBT-3000 berada dibawah tank Type 99G. Keberadaan MBT-3000 ini pertama kali ditampilkan kepada publik di China pada tahun 2012. Menurut kabar, model tank ini juga ditawarkan kepada negara Pakistan untuk dikembangkan menjadi MBT Al Khalid Mk.2.

MBT-3000 tidak menggunakan desain baru yang orisinil dan sebagai dasar pengembangannya tank tempur utama ini menggunakan model tank T-72 buatan Uni Soviet yang sudah digunakan pada era perang dingin lalu. Pihak China memperoleh tank T-72 dari Rumania dan memproduksinya ulang. Bisa dikatakan bahwa MBT-3000 adalah contoh terbaik dari peningkatan kinerja tempur dari tank yang desain awalnya diambil dari model tank buatan era Uni Soviet. Meskipun begitu masih terlihat bahwa desain MBT-3000 juga terpengaruh dengan model tank-tank buatan negara-negara barat.

Sistem Perlindungan MBT-3000

MBT-3000 menggunakan teknologi yang hemat biaya karena tank ini memang dirancang untuk tujuan ekspor ke negara-negara berkembang. Ciri dari T-72 yang masih bisa dirasakan pada MBT-3000 adalah bodinya yang tidak terlalu tinggi. Lambung dan turret tank ini terbuat dari konstruksi baja yang dilas dengan lapisan baja komposit, selain itu ada penambahan modul baja pelindung dari ledakan. Pada side skirt (pelindung roda), dilengkapi dengan lapisan besi reaktif. MBT-3000 juga mengaplikasikan sistem pelindung NBC (Nuclear, Biological, and Chemical). Juga sudah ditambahkan sistem pemadam kebakaran dan peredam efek ledakan yang baru.

Pihak NORINCO juga menawarkan sistem perlindungan lainnya, yaitu sistem pencegahan pasif. Sistem ini menggunakan pelontar granat asap untuk menghindarkan tank dari target sinar laser penjejak yang biasa digunakan oleh rudal anti-tank.

Persenjataan MBT-3000

Senjata utama MBT-3000 adalah meriam smoothbore kaliber 125 mm. Meriam ini menggunakan pengisian amunisi secara otomatis (autoloader). Keberadaan autoloader ini menghapus kebutuhan awak pengisi amunisi sehingga bisa mengurangi ukuran dimensi tank. Autoloader ini mampu melakukan pengisian amunisi dengan kecepatan 8 amunisi per menit. Sistem pada meriam ini juga bisa digunakan untuk menembakan rudal anti-tank. Jenis rudal yang digunakan adalah 9K119 Refleks (AT-11 Sniper) yang sebenarnya buatan Rusia tapi kini sudah diproduksi di China dibawah lisensi. Rudal ini memiliki jangkauan tembak hingga 5.000 meter.

MBT-3000 mampu membawa 33 amunisi meriam utama, 22 unit sudah siap ditembakan, dan 11 unit berada di bagian lambung penyimpan.

Selain meriam kaliber 125 mm, tank ini dilengkapi senjata bantu berupa senapan mesin koaksial kaliber 7,62 mm yang terpasang diatap kubah. Penembak tak perlu muncul dari lubang kubah untuk mengoperasikan senapan mesin ini karena sudah bisa dikendalikan dari dalam kabin tank secara digital.

Persenjataan pada MBT-3000 memang sepenuhnya dioperasikan secara digital dan dilengkapi sistem manajemen tempur. Awak tank menggunakan monitor termal generasi kedua untuk mengoperasikan semua sistem persenjataan. Sistem ini telah dikembangkan oleh NORINCO bekerjasama dengan pihak ASELSAN di Turki. Tank tempur utama ini dilengkapi juga dengan sistem navigasi GPS.

Sistem Penggerak MBT-3000

MBT-3000 dioperasikan tiga orang awak, yaitu komandan, penembak dan pengemudi. Tank tempur utama ini didukung mesin diesel turbocharged berdaya 1 300 hp. Sebagian pengamat militer berpendapat mungkin mesin ini diimpor dari Ukraina. Tapi beberapa sumber lain melaporkan bahwa MBT-3000 kemungkinan juga dilengkapi dengan diesel yang lebih kuat dan memiliki daya 1 500 hp. Mesin ini diintegrasikan dengan gearbox otomatis. Tangki bahan bakar tambahan dapat dipasang untuk keperluan jangkauan operasional jarak jauh.

www.military-today.com

Senin, 15 September 2014

: Posted on Senin, 15 September 2014 - 02.36

Negara Myanmar tertarik untuk membeli produk alat utama sistem persenjataan (Alutsista) buatan Indonesia. Menanggapi minat Myanmar untuk membeli produk militer buatan Indonesia tersebut, pemerintah Indonesia mengirim tim delegasi industri strategis pertahanan Indonesia yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ke Myanmar untuk menggelar pameran dan melakukan presentasi kepada Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing dan sejumlah pejabat tinggi negara tersebut.

Panser Anoa PT Pindad. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Panser Anoa PT Pindad.
Wakil Menhan optimistis Myanmar beli alutsista Indonesia.

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin optimistis Myanmar membeli alat utama sistem senjata (alutsista) produksi perusahaan industri pertahanan dari Indonesia. "Kita dapat menjawab kebutuhan Myanmar," kata Sjafrie dalam perbincangan selama penerbangan dari Jakarta menuju Naypyitaw, Myanmar, Kamis untuk kunjungan kerja 11--13 September 2014.

Sjafrie memimpin delegasi industri strategis pertahanan Indonesia yang menggelar pameran dan presentasi kepada Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing, Menteri Dalam Negeri Letnan Jenderal Ko Ko, dan pejabat Kementerian Keuangan negeri itu. Pimpinan sepuluh perusahaan industri pertahanan turut dalam rombongan seperti dari BUMN PT Dirgantara, PT PAL, PT Pindad, dan selebihnya perusahaan swasta. Selain itu, Kabaharkam Polri Komjen Putut Bayuseno, Irjen Kemhan Marsdya TNI Ismono Wijayanto, dan sejumlah pejabat Kemhan serta dari Komite Kebijakan Industri Pertahanan.

Sjafrie menyebutkan Myanmar membutuhkan pesawat transpor C212i, kapal patroli, kendaraan militer antihuruhara, senjata, dan kelengkapan personal militer. Mantan Pangdam Jaya, Kapuspen TNI, dan Sekjen Kemhan itu menambahkan bahwa Myanmar pada tahun depan menyelenggarakan pemilu, sehingga membutuhkan peralatan pengamanan dan militer.

Kedatangan delegasi industri pertahanan ke Myanmar itu untuk memastikan bahwa Indonesia bisa memenuhi kebutuhan Myanmar. Sjafrie menyebutkan ada empat tahap dalam pembelian alutsista itu yakni promosi, observasi, negosiasi, dan produksi.

Myanmar, katanya, telah melihat berbagai keberhasilan Indonesia dalam produksi dan pemanfaatan alutsista. Ia memastikan bahwa alutsista Indonesia sangat kompetitif dalam harga, kualitas, "delivery" dan "service". Untuk itu, katanya, untuk lingkup ASEAN, produksi alutsista Indonesia sangat diminati Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Filipina, Timor Leste, dan Myanmar.

Kedatangan Sjafrie beserta rombongsn disambut Dubes RI untuk Myanmar Ito Sumardi, dan Deputi Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar Mayor Jenderal Maung Aye. Sjafrie dan Maung Aye sempat beramah tamah dan melakukan pembicaraan di ruang tamu VVIP Bandara Naypyitaw.

www.antaranews.com

Minggu, 14 September 2014

: Posted on Minggu, 14 September 2014 - 08.32

QF-16 adalah drone atau pesawat UAV yang dipersenjatai untuk melakukan misi penyerangan udara. QF-16 merupakan salah satu varian dari jet tempur legendaris F-16 Fighting Falcon. US Air Force dan Boeing telah menyepakati kontrak untuk mengkonversi sejumlah pesawat tempur F-16 menjadi drone QF-16.

Boeing QF-16. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Boeing QF-16.
Perusahaan dirgantara dan pertahanan Boeing telah melakukan konversi pada pesawat tempur legendaris F-16 Fighting Falcon menjadi sebuah drone (UAV yang dipersenjatai) untuk digunakan oleh militer Amerika Serikat. Menurut informasi yang didapat situs pertahanan IHS Jane's, Boeing telah mengubah 6 pesawat F-16 dari 126 pesawat sejenis yang diproduksi oleh Lockheed Martin menjadi versi QF-16. Pesawat-pesawat tersebut akan mendapatkan peningkatan pada sistem datalink agar bisa terbang lebih tinggi dan lebih jauh seperti kemampuan yang dimiliki oleh pesawat UAV konvensional.

Boeing berpotensi mengkonversi ratusan F-16 yang sudah digrounded untuk dijadikan drone dengan menggunakan pesawat-pesawat F-16 yang disimpan di Tucson, Arizona, di mana ribuan airframe bekas F-16 telah terbengkalai selama bertahun-tahun.

AS Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) sebelumnya telah menyoroti potensi pesawat seperti QF-16 untuk memberikan dukungan udara bagi pasukan dalam pertempuran masa depan - peran yang selama ini dilakukan pesawat tempur dan helikopter tempur berawak, dan UAV seperti MQ-1 Predator dan MQ-9 Reaper.

Paul Cejas, chief engineer pada proyek Boeing QF-16, mengatakan bahwa QF-16 versi UAV akan ideal untuk serangan ke wilayah musuh dan misi yang berbahaya "di mana Anda tidak ingin menempatkan pilot dalam bahaya". "Kami pikir ada banyak potensi dalam hal ini sebagai memiliki kemampuan lebih," kata Cejas. "Boeing memiliki investasi untuk meningkatkan beberapa kemampuan tersebut. Sebagai UAV, QF-16 bisa lebih cepat menyerang target dibanding drone atau UAV yang selama ini sudah dibuat."

QF-16 dibatasi hanya untuk dioperasikan di dua pangkalan militer Amerika Serikat, yaitu Pangkalan Udara Tyndall di Florida dan White Sands Missile Range (WSMR) di Meksiko. Saat ini, stasiun kontrol di darat akan kehilangan kontak dengan pesawat QF-16 jika pesawat tersebut sudah terbang di atas cakrawala. Tapi Boeing akan meningkatkan sistem kontrol untuk memberikan QF-16 jangkauan seperti dengan UAV lain.

QF-16 memiliki kemampuan yang sama dengan jet tempur F-16 berawak, kecuali untuk persenjataan internal yang dihilangkan untuk membantu menyesuaikan diri lebih pada lebih 3.000 kabel pada versi konversi.

Boeing telah mendapatkan kontrak dari USAF senilai US$ 70 juta pada 8 Maret 2010 untuk mengkonversi 126 unit F-16 menjadi versi QF-16. Cejas juga mengatakan, untuk program jangka panjang pemerintah ingin mengoperasikan hingga 210 unit QF-16, tergantung pada anggaran pemerintah AS di masa depan.

Analisa

Lebih dari 4.500 unit jet tempur F-16 yang telah diproduksi sejak tahun 1970-an dan lebih dari 20 negara mengoperasikan pesawat tempur ini, tapi QF-16 kemungkinan besar hanya digunakan oleh militer AS. Tetapi pemerintah AS mungkin akan menyetujui penjualan teknologi konversi kepada sekutu-sekutunya karena konversi dari F-16 menjadi QF-16 diprediksi bakal menarik minat bagi negara-negara sekutu AS tersebut.

Dari segi biaya operasional, pengoperasian drone QF-16 dinilai tidak akan menjadi lebih hemat dibandingkan mengoperasikan F-16 berawak. Pada QF-16, unsur yang dihilangkan hanyalah keberadaan seorang pilot, sementara awak darat pendukung dan perlengkapan lainnya tetap sama seperti yang dibutuhkan oleh sebuah F-16 berawak.

Selain soal biaya operasional, kendala lainnya adalah terbatasnya jangkauan operasional QF-16. Sebagai perbandingan, untuk UAV seperti Predator dan Reaper, F-16 adalah pesawat jarak pendek yang membutuhkan pengisian bahan bakar tambahan di udara untuk melakukan misi penyerangan pada jarak menengah atau jarak jauh dengan muatan persenjataan yang optimal. Kinerja tempur F-16, mungkin benar-benar menjadi penghalang untuk perannya sebagai pesawat tempur tak berawak.

Salah satu aspek yang dimiliki pesawat UAV jenis Predator dan Reaper adalah bahwa pesawat-pesawat ini terbang dengan kecepatan yang relatif lambat dan memiliki kemampuan terbang dalam waktu lama yang diperlukan operator untuk mendapatkan sebuah gambaran rinci tentang area target. Sebuah pesawat F-16 berawak biasanya akan beroperasi pada ketinggian penerbangan yang relatif rendah dan pada kecepatan tinggi. Ini akan menjadi kendala, meskipun bersifat sementara, untuk mendapatkan pengamatan area target yang lebih berkualitas dalam mendapatkan keberhasilan misi penyerangan.

Salah satu alasan klise yang selalu diandalkan oleh para penggagas drone adalah menghapus resiko adanya korban jiwa pilot. Namun kenyataannya, banyak pilot tempur yang lebih suka untuk mengambil resiko tersebut.

www.janes.com

Sabtu, 13 September 2014

: Posted on Sabtu, 13 September 2014 - 03.26

Sistem rudal pertahanan udara FD-2000 telah digunakan dalam sebuah latihan militer yang dilaksanakan negara China. Latihan militer ini juga sekaligus digunakan untuk menguji coba kinerja sistem rudal FD-2000 tersebut. FD-2000 adalah nama ekspor untuk rudal HQ-9 yang kemampuannya bisa disetarakan dengan rudal S-300V buatan Rusia.

FD-2000, Sistem Rudal Pertahanan Udara. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
FD-2000, Sistem Rudal Pertahanan Udara.
Militer China telah melaksanakan latihan dengan menggunakan sistem rudal pertahanan udara yang sudah dikembangkan, FD-2000.

Rudal pertahanan udara ini menunjukkan kemampuan penguncian dan menembak jatuh target bergerak di udara melalui jarak jauh.

Chen Zhongfang, seorang ahli rudal dari China Aerospace Science and Corp. (CASIC), berbicara tentang FD-2000. "Radar membantu kita untuk menangani beberapa sasaran. Sebagai salah satu bagian yang paling penting dari peralatan untuk serangan udara jarak jauh adalah radar array bertahap yang dapat memonitor 100 sasaran di udara dan melancarkan serangan pada delapan target yang mengancam pertahanan secara bersamaan."

Rudal ini memiliki kemampuan omnidirectional, mampu mengubah arah di udara setelah peluncuran. "Rudal ini bisa terbang maju atau mundur, ke kiri atau ke kanan. Rudal ini juga mampu mengantisipasi kawasan target hingga seluas 49.000 kilometer persegi untuk rudal tunggal."

FD-2000 dirancang dan diproduksi oleh China Precision Machinery Import and Export Corporation. Latihan diadakan di Mongolia yang merupakan daerah otonom negara China.

www.defencetalk.com

Jumat, 12 September 2014

: Posted on Jumat, 12 September 2014 - 08.06

Untuk bisa menjelma menjadi negara maritim besar dan poros maritim dunia, Indonesia harus memiliki armada perang laut yang kuat. Selain aspek militer tersebut, Indonesia juga harus bisa menjadi referensi ilmu kelautan dan memiliki infrastruktur maritim yang baik dan mencukupi.

Armada Kapal Perang TNI AL. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Armada Kapal Perang TNI AL.
Pengamat: Indonesia Harus Miliki Armada Perang untuk Jadi Poros Maritim.

Apa saja anasir yang diperlukan untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia? Itulah salah satu yang jadi pembahasan focus group discussion Badan Koordinasi Keamanan Laut yang dimoderatori Konsultan Komunikasi Bakorkamla AM Putut Prabantoro. Mengangkat tema "Penjaga Poros Maritim dengan Sistem Deteksi Dini" di Batam, Rabu (10/9/2014), Putut mempertanyakan apa itu penjaga? Apa itu sistem deteksi dini? Pertanyaan ini sekaligus ingin meneguhkan bagaimana peran Bakorkamla menjadi bagian dalam doktrin poros maritim dunia.

Mengawali acara, Kalakhar Bakorkamla Laksdya Desi Albert Mamahit menyampaikan Indonesia dengan dua pertiga luas wilayahnya lautan, harus memperlakukan khusus berkaitan dengan keamanan laut dalam konteks concert of civilization. "Untuk mewujudkan negara maritim besar dan menjadikan poros maritim dunia, Indonesia wajib mewujudkan laut aman dari ancaman pelanggaran wilayah dari pihak luar, aman dari bahaya navigasi pelayaran, aman dari eksploitasi ilegal sumber daya alam serta pencemaran lingkungan, dan aman dari tindakan pelanggaran hukum," ujarnya.

Unsur dukungan berupa armada niaga, armada kedinasan (Bakamla), armada logistik (poros laut), armada angkatan laut, serta angkatan pekerja maritim, dipercaya mampu memperkuat sektor kelautan menuju penguatan poros maritim yang terkoneksi secara terpadu.

Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia Edy Prasetyono menilai untuk menjadi poros maritim dunia, Indonesia salah satunya harus menjadi referensi dunia maritim, budaya dan ilmu pengetahuannya. Ia menyayangkan, saat ini sangat sedikit sekali sarjana HI kelautan yang dimiliki oleh Indonesia. Edy tak menyangkal jika orang-orang yang berbicara soal kedaulatan kelautan itu-itu saja. Salah satu yang ia sebutkan adalah Hasyim Djalal. "Hal lainnya adalah pada kewajiban adanya pengembangan lebih besar. Paling tidak ada armada perang. Dari mana mau jadi poros maritim dunia tanpa ada armada perang," ungkap Edy.

Ia menggarisbawahi armada perang di laut memang tidak bisa dibangun dalam hitungan pendek, bisa lima sampai 10 tahun. Karena tidak ada negara ekonomi maju tanpa penguatan armada maritim yang tidak memiliki armada perang. Pembangunan armada perang adalah membangun sistem sehingga butuh waktu lama. Minimal, untuk merealisasikan itu Indonesia setidaknya butuh anggaran pertahanan sampai dua persen dari produk domestik bruto. "Memang syarat menjadi poros maritim luar biasa berat. Tapi setidaknya pemerintahan Jokowi-JK akan menjadikan landasan ke depannya. Dan posisi Bakamla (perubahan dari Bakorkamla nanti) bukan pada karakter keamanan sempit saja," terangnya.

Menurut Edy, posisi Bakorkamla yang sedang berjuang menjadi Bakamla tak cukup hanya pengamanan laut. Karena karakter laut Indonesia berbeda. "Aspek keamanan akan selalu berhimpitan dengan pertahanan. Maka Indonesia harus memperlakukan laut secara spesial," ungkapnya.

www.tribunnews.com

Kamis, 11 September 2014

: Posted on Kamis, 11 September 2014 - 07.58

Shenyang J-15, yang juga dikenal dengan nama Flying Shark, adalah pesawat jet tempur yang berpangkalan di kapal induk dan dikembangkan oleh Shenyang Aircraft Corporation dan Institut 601 yang diperuntukan bagi Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China.

Shenyang J-15 (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Shenyang J-15 (Gambar 1).

Shenyang J-15 (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

Shenyang J-15 (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

Shenyang J-15 (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

Shenyang J-15 (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
Pada awal pengembangannya, beredar rumor bahwa pesawat tempur ini mengaplikasikan fitur semi-stealth (siluman). Namun kemudian laporan menunjukkan bahwa desain jet tempur Shenyang J-15 didasarkan pada jet tempur Sukhoi Su-33 yang dilengkapi dengan radar dan senjata buatan dalam negeri China. Negeri tirai bambu ini memperoleh sebuah prototipe Su-33 yang memiliki kode T-10K-3, yang diperoleh dari Ukraina sekitar tahun 2001 dan kemudian telah dipelajari secara ekstensif untuk dikembangkan menjadi pesawat J-15. Fitur teknologi pesawat ini menggunakan sistem avionik dari program J-11B.

Desain Dan Pengembangan Jet Tempur Shenyang J-15

Prototipe pertama J-15 diyakini telah melakukan penerbangan perdananya pada tanggal 31 Agustus 2009. Prototipe pesawat ini menggunakan mesin turbofan AL-31 yang dipasok oleh Rusia. Video dan gambar penerbangan perdana yang dirilis pada bulan Juli 2010 tersebut menunjukkan desain dasar badan pesawat memiliki kemiripan dengan Su-33. Pada Juli 2011, dilaporkan jet tempur J-15 ini sudah menggunakan mesin turbofan FWS-10H yang memiliki daya dorong lepas landas meningkat menjadi 12.800 kg. Perbaikan lainnya juga dilakukan untuk membuatnya lebih cocok untuk kebutuhan pesawat tempur yang berpangkalan diatas kapal induk. Pada tanggal 6 Mei 2010, pesawat melakukan lepas landas pertama menggunakan ski-jump pada kapal induk.

J-15 dilaporkan menggunakan sistem dan avionik yang berbeda dari Su-33, menggunakan teknologi yang dikembangkan China, radar AESA, komposit dan bahan penyerap gelombang radar, MAWS, IRST, dan sistem elektronik baru. Sebuah artikel yang diterbitkan media China Signpost percaya bahwa J-15 "mungkin melebihi atau setidaknya menyamai kemampuan aerodinamis dari hampir semua pesawat tempur yang saat ini dioperasikan oleh militer regional, dengan pengecualian untuk jet tempur F-22 Raptor". Media ini mengatakan bahwa J-15 kemungkinan memiliki keuanggulan 10% pada rasio daya dorong dan berat pesawat serta kemampuan daya angkat sayap 25% lebih rendah dari pesawat F/A-18E/F Super Hornet. Hu Siyuan dari National Defense University PLA China mengatakan bahwa "saat ini yang menjadi titik lemah pada pesawat J-15 adalah mesin Al-31 buatan Rusia yang kurang kuat dibandingkan dengan mesin pesawat tempur F-35".

Kepala desainer J-15, Sun Cong mengatakan bahwa J-15 bisa menyamai F/A-18 untuk daya angkut bom, radius tempur dan mobilitas. Namun, dalam sebuah pernyataan yang sama, katanya lebih banyak pekerjaan yang diperlukan untuk memperbaiki perangkat elektronik dan sistem tempurnya. Sun Cong juga menunjukkan bahwa kualitas dan kemampuan mesin yang diproduksi di dalam negeri sebagai titik lemah saat ini.

Laksamana Yin Zhuo menyatakan bahwa kemampuan tempur udara pesawat ini lebih baik daripada F/A-18E/F Super Hornet. Namun, ia juga menyatakan bahwa kemampuannya untuk menyerang target darat dan laut sedikit lebih rendah daripada F/A-18E/F.

Sejarah Operasional Jet Tempur Shenyang J-15

Pada 25 November 2012, media China mengumumkan bahwa dua unit pesawat J-15 telah berhasil melakukan uji coba pendaratan di kapal induk Liaoning. Pilot pertama yang mendarat di landasan kapal induk Liaoning adalah Dai Mingmeng. Surat kabar PLA melaporkan bahwa lima pilot angkatan laut, termasuk Dai Mingmeng, telah melakukan manuver pendaratan dan lepas landas menggunakan pesawat J-15.

Pada Desember 2013 media China melaporkan bahwa produksi massal dari J-15 dalam kondisi operasional penuh telah dimulai.

Spesifikasi Jet Tempur Shenyang J-15

Karakteristik Umum :
  • Crew : 1-2 orang
  • Panjang : 21,9 m
  • Bentang Sayap : 14,7
  • Tinggi : 5,9 m
  • Luas Area Sayao 62,04 m2
  • Berat Kosong : 17.500 kg
  • Berat Terisi 27.000 kg
  • Berat Maksimum Lepas Landas : 33.000 kg
  • Powerplant : 2 unit mesin turbofan WS-10A
Kinerja :
  • Kecepatan Maksimum : Mach 2.4
  • Jangkauan Terbang : 3.500 km
  • Batas Ketinggian Optimal Penerbangan : 20.000 m
  • Laju Panjat : 325 m/detik
Persenjataan :
  • 1 unit cannon GSh-30-1 kaliber 30 mm
  • 8 unit rudal udara-ke-udara PL-12 atau R-77, dan 4 unit rudal udara-ke-permukaan PL-9 atau R-73 air-to-air missiles
  • Beberapa jenis bom dan roket
  • Rudal anti-kapal dan rudal anti-radiasi
  • Perangkat peperangan elektronik
wikipedia.org

Rabu, 10 September 2014

: Posted on Rabu, 10 September 2014 - 04.03

Pihak Malaysia dikabarkan melakukan klaim terhadap kawasan perairan di sekitar Karang Singa, Pulau Bintan, di Provinsi Kepulauan Riau sebagai wilayah perairan negara tetangga tersebut. Klaim oleh Malaysia ini berdasarkan pada garis batas wilayahnya. Selain meningkatkan pengamanan di perairan tersebut, pihak Pangkalan Utama Angkatan Laut IV Tanjungpinang menyarankan agar Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bintan membangun suar lalu lintas kapal di perbatasan di kawasan perairan Karang Singa tersebut.

Armada Kapal Perang TNI AL. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Armada Kapal Perang TNI AL.
Karang Singa Diklaim Masuk Wilayah Malaysia.

Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Malaysia saling mengklaim perairan utara Pulau Bintan, tepatnya di sekitar Karang Singa. Menurut Asisten Operasi Komando Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Fauzi, persoalan tersebut terjadi karena sampai saat ini permasalahan perbatasan wilayah kedua negara belum dibicarakan tuntas. "Harusnya Karang Singa masuk wilayah Indonesia, jika melihat peta perbatasan wilayah yang dimiliki Indonesia. Tapi Malaysia mengklaim, itu milik mereka berdasarkan garis batas wilayahnya," ungkap Fauzi, Selasa (9/9/2014).

Fauzi pun menyarankan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bintan membangun suar lalu lintas kapal di perbatasan. Sehingga pemerintah Malaysia tahu jika perairan itu masuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia juga mengatakan perairan Karang Singa, utara Pulau Bintan sangat berpotensi. Perairan itu dikenal memiliki lumbung ikan. "Nelayan kita mengakui. Kami harapkan suar, setidaknya nelayan jadi tahu perbatasan Indonesia," katanya.

Kepala DKP Bintan Wan Rudi Iskandar menyambut baik saran tersebut. Dia mengaku akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan kementerian. "Itu saran yang baik, sebelumnya Pemkab bersama lintas instansi juga sudah membangun tugu batas wilayah di Pulau Sentut Perairan Mapur," sebutnya.

DKP juga berjanji akan meneruskan masukan ini ke Bupati Bintan agar segera ditindaklanjut. "Kami akan kumpulkan dana. Apakah nanti murni APBD atau dibantu BNPP Bintan atau kementerian," ujarnya.

Sementara soal pengamanan wilayah perbatasan, Wan Rudi memohon agar satuan pengamanan terkait turut maksimal menjaga kedaulatan NKRI.

www.jpnn.com

Selasa, 09 September 2014

: Posted on Selasa, 09 September 2014 - 06.14

126 unit jet tempur Eurofighter Typhoon buatan Jerman dikabarkan akan dibeli oleh India. Pembicaraan tentang rencana pembelian armada jet tempur ini sedang dalam proses negosiasi, menurut media Deutsche Presse-Agentur.

Eurofighter Typhoon. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Eurofighter Typhoon.
Para pejabat tinggi negara India dan Jerman sekali lagi menegosiasikan kesepakatan kontrak bernilai jutaan dolar AS untuk pembelian 126 jet tempur Eurofighter Typhoon buatan Jerman kepada India, seperti yang dilaporkan oleh media Deutsche Presse-Agentur, mengutip pernyataan dari Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier.

Sebenarnya pihak India dan Jerman sudah pernah membahas kesepakatan pembelian jet tempur Eurofighter Typhoon. Tapi saat itu India menghentikan kelanjutan pembahasan rencana tersebut pada tahun 2012 dan memilih untuk membeli jet tempur Dassault Rafale yang diproduksi oleh Prancis (baca: 126 jet tempur Rafale akan perkuat militer India). Namun, kesepakatan dengan Prancis ini pun belum tercapai sejauh ini.

Menurut Deutsche Presse-Agentur, kontrak pembelian pesawat tempur ini diperkirakan akan bernilai sekitar US$ 9,8 miliar. Jet tempur Eurofighter Typhoon akan diproduksi oleh Bavaria, sebuah perusahaan yang berbasis Eurofighter GmbH.

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier saat ini sedang berada di India. Pejabat negara Jerman ini telah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dan Menteri Luar Negeri Sushma Swaraj. Menurut Kementerian Luar Negeri India, topik-topik yang sedang dibahas adalah perdagangan, investasi, kerjasama teknologi tinggi dan kolaborasi energi terbarukan.

en.ria.ru

Copyright © 2013. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara