Berita Hankam, Pertahanan, Alutsista, Persenjataan, Militer, TNI, Pesawat Tempur, Kapal Perang, Kotabumi, Lampung Utara, soldiers, defense, military, weapons, combat, attack, assault, security, forces
Prokimal Kotabumi Lampung Utara




Bagikan :

Rabu, 03 September 2014

: Posted on Rabu, 03 September 2014 - 06.43

Messerschmitt Bf 109 adalah pesawat tempur propeller bermesin tunggal yang dibuat oleh Jerman. Tidak kurang dari 33.984 unit pesawat tempur Messerschmitt Bf 109 yang sudah diproduksi sepanjang tahun 1939 sampai tahun 1945 sehingga pesawat ini dianggap sebagai pesawat tempur yang paling banyak diproduksi di dunia. Pada tahun-tahun itu juga pesawat ini terus-menerus dimodifikasi hingga melahirkan beberapa varian dan sub-varian dan varian yang paling banyak dibuat adalah Bf 109G.

Messerschmitt Bf 109 (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Messerschmitt Bf 109 (Gambar 1).

Messerschmitt Bf 109 (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

Messerschmitt Bf 109 (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

Messerschmitt Bf 109 (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

Messerschmitt Bf 109 (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
Messerschmitt Bf 109 merupakan pesawat tempur berkursi tunggal yang rancang desainnya sudah dikerjakan sejak tahun 1934. Bf 109 melaksanakan penerbangan perdananya pada 29 May 1935 dan mulai memasuki tahap produksi sejak February 1937. Selain Jerman, pesawat tempur Bf 109 juga diproduksi oleh negara Cekoslovakia dan Spanyol. Pihak Jerman menghentikan produksi Bf 109 pada 1945. Sedangkan penghentian produksi terakhir dilakukan Spanyol sejak tahun 1958.

Selain militer Jerman sebagai pengguna terbanyak, pesawat tempur jenis Bf 109 ini juga dimiliki atau dioperasikan oleh beberapa negara lain, yaitu Bulgaria, Kroasia, Cekoslovakia, Finlandia, Hungaria, Israel, Italia, Jepang, Rumania, Slovakia, Spanyol, Swis, dan Yugoslavia. Selain itu, beberapa negara juga tercatat menyimpan dan memamerikan pesawat tempur ini di museum penerbangan.

Pesawat tempur Bf 109 pertama kali dioperasikan pada Perang Sipil Spanyol yang berlangsung pada 1936 - 1939. Perang ini merupakan pertikaian antara kaum Republik dan Nasionalis di Spanyol. Militer Jerman memihak dan memberikan bantuan militer kepada pihak Nasional. Salah satu peralatan perang yang diberikan kepada pihak Nasional adalah pesawat tempur Bf 109B-2 dan Bf 109C yang diterbangkan Legion Condor.

Spesifikasi Pesawat Tempur Bf 109 (varian Bf 109 G-6) :
  • Crew : 1 Orang
  • Panjang : 8,95 m
  • Bentang Sayap : 9,925 m
  • Tinggi : 2,60 m
  • Luas Area Sayap : 16.05 m²
  • Berat Kosong : 2.247 kg
  • Berat Terisi : 3.148 kg
  • Berat Maksimum Lepas Landas : 3.400 kg
  • Mesin : 1 unit Daimler-Benz DB 605A-1
  • Propeller : 3 bilah propeler VDM 9-12087 dengan diameter 3 m
Kinerja
  • Kecepatan Maksimum : 640 km/jam
  • Kecepatan Jelajah : 590 km/jam
  • Jangkauan Terbang : 850 km
  • Batas Ketinggian Penerbangan 12.000 m
  • Kecepatan Panjat : 17.0 m/detik
  • Daya Angkat Sayap : 196 kg/m²
  • Perbandingan Kekuatan Mesin dan Massa Pesawat : 344 W/kg
Persenjataan
  • Canon : 2 unit senapan mesin kaliber 13 mm MG 131 dengan kapasitas 300 peluru, 1 unit senapan mesin kaliber 20 mm MG 151 berkapasitas 200 peluru, dan 2 unit senapan mesin kaliber 20 mm MG 151/20 kapasitas 135 peluru
  • 2 unit roket kaliber 21 cm
  • 1 unit Bom 250 kg atau 4 unit bom 50 kg
wikipedia.org

Jumat, 29 Agustus 2014

: Posted on Jumat, 29 Agustus 2014 - 05.21

Thailand-Indonesia High Level Committee (Thainesia HLC) merupakan forum pertemuan para pejabat tinggi militer reguler yang diselenggarakan setiap tahun antara Indonesia dan Thailand. Pada tahun 2014 ini merupakan penyelenggaraan Thainesia HLC yang ke-8. Pada pelaksanaan Thainesia HLC Ke-8, Tentara Nasional Indonesia dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, sedangkan Angkatan Bersenjata Thailand dipimpin Jenderal Tanasak Patimapragorn.

Thainesia HLC Ke-8. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Thainesia HLC Ke-8.
TNI dan Angkatan Bersenjata Thailand Gelar Thainesia HLC ke-8.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand menggelar sidang ke-8 Thailand-Indonesia High Level Committee (Thainesia HLC) tahun 2014 di Hotel Sheraton, Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/8/2014). Sidang ini adalah forum pertemuan tahunan resiprokal antara Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko dengan Chief of Defence Forces of the Royal Thai Armed Forces (CDF RTARF) General Tanasak Patimapragorn untuk membahas, mengevaluasi, merekomendasikan dan melaksanakan kerja sama militer dua negara. Agenda yang dibahas meliputi kegiatan kerja sama bidang intelijen, kegiatan kerja sama bidang operasi dan latihan terkoordinasi serta bidang pendidikan dan pelatihan.

Dalam sambutannya Panglima TNI meminta masyarakat patut mewaspadai berbagai tantangan dan ancaman yang bersifat tradisional maupun non-tradisional seperti kejahatan lintas negara, aksi teror, penguasaan wilayah oleh kekuatan besar. Indonesia dan Thailand perlu terus bekerja sama secara sinergis dalam suatu kerangka kerja sama yang saling menguntungkan dalam berbagai bentuk interaksi kegiatan untuk mengantisipasi situasi keamanan di wilayah kawasan ASEAN. Kerjasama yang dicapai kedua pihak akan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas kedua angkatan bersenjata, keamanan perbatasan yang semakin kondusif dan wilayah kawasan di sekitarnya, serta hubungan baik kedua negara yang semakin kokoh.

Lebih lanjut menurut Panglima TNI, sidang kali ini merupakan momen penting bagi hubungan dan kerja sama antara angkatan bersenjata kedua negara, karena bertepatan dengan dilaksanakan sidang tahunan antara Panglima TNI dan Pangab Thailand. "Selain itu juga dalam rangka membahas dan mengevaluasi serta merencanakan kerja sama militer kedua negara yang akan datang dan bahwa sidang ke-8 THAINESIA HLC tahun ini mengandung nilai yang sangat penting dan strategis bagi kedua negara," kata Moeldoko.

Menurutnya hasil kesepakatan dalam sidang ini akan menjadi pedoman dan payung hukum bagi kegiatan-kegiatan selanjutnya dalam mempertimbangkan lingkup bidang kerja sama dan berbagai inisiatif dalam peningkatan kerja sama militer kedua negara. Disamping itu ke depan juga akan memasukkan agenda pembicaraan tentang kerja sama di bidang logistik, penerangan dan kesehatan militer. Setelah sidang, rombongan delegasi Thailand mengunjungi PT Pindad untuk meninjau fasilitas produksi dan mencoba senjata ringan.

Beberapa pejabat tinggi TNI yang turut mendampingi Panglima TNI diantaranya: Wakil KSAD, para Asisten Panglima TNI, Koorsahli KSAU, Asops KSAL dan Kapuskersin TNI. Sedangkan dari AB Thailand antara lain adalah Deputy Chief of Joint Staff RTARF ADM Itticom Bhamarasuta, Chief of Staff RTA LT GEN Kampanat Ruddit, Chief of Staff RTN VADM Pongthep Nhuthep dan ×Chief of Staff RTAF AM Chuchart Boonchai.

www.tribunnews.com

Kamis, 28 Agustus 2014

: Posted on Kamis, 28 Agustus 2014 - 08.26

KRI Tombak (629) yang merupakan kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter telah diresmikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Purnomo Yusgiantoro, pada Rabu 27 Agustus 2014. KRI Tombak (629) adalah salah satu dari 16 unit Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter yang telah dipesan pemerintah Indonesia dan pembuatannya dikerjakan oleh PT PAL Indonesia (Persero).

Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter.
Menhan resmikan KRI Tombak (629) sebagai kapal Indonesia.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan kapal cepat rudal (KCR) 60 meter, KRI Tombak (629), yang diproduksi PT PAL Indonesia (Persero) sebagai kapal Indonesia guna mendukung upaya pengamanan wilayah NKRI. "Kapal tersebut penting bagi negara ini mengingat perairan Indonesia sangat luas. Kami yakin keberadaan armada itu sekaligus mampu meningkatkan rasa bangga dan kemandirian bangsa," kata Purnomo, ditemui pada penyerahan kapal cepat rudal (KCR) 60 Meter kedua, di Surabaya, Rabu (27/8/2014).

Menurut dia, pembangunan KRI Tombak (629) tersebut juga diharapkan mampu menjadikan TNI AL sebagai World Class Navy. Kapal buatan BUMN galangan kapal itu juga diyakini bisa meningkatkan. "Sementara, pemilihan tombak sebagai nama kapal dikarenakan senjata tradisional Indonesia. Selain itu juga banyak ditemukan di seluruh peradaban dunia dan dipakai untuk berburu dan berperang," katanya.

Mengenai dana pembangunan kapal, jelas dia, didukung oleh anggaran masyarakat. Pada masa mendatang, pihaknya menargetkan pembangunan 16 unit KCR 60 meter, 16 unit KCR 40 meter, dan 16 unit kapal patroli cepat. "Kami optimistis pembangunan seluruh armada ini akan memenuhi kekuatan TNI untuk melindungi dan menjalankan tugas pertahanan di Indonesia," katanya.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), M Firmansyah, mengemukakan, proses pembangunan KCR 60 meter tersebut berawal dari pengembangan produk PAL Indonesia sebelumnya yakni Fast Patrol Boat (FPB) 57 meter. "Bahkan, hingga kini armada tersebut masih digunakan oleh TNI AL," katanya,

Kapal kedua yang dibangun, tambah dia, direncanakan dan didesain sesuai dengan kebutuhan masa depan armada perang. Selain itu, kapal yang diproduksi BUMN galangan kapal itu sekaligus merupakan karya yang ditunjang teknologi canggih. "Sebelumnya kami juga telah merampungkan proyek KCR-60 M yang pertama dan resmi menyerahkannya pada 28 Mei 2014," katanya.

Sementara, lanjut dia, penyerahan KCR 60 M ketiga direncanakan terealisasi pada September mendatang. Secara keseluruhan, tiga KCR 60 M senilai Rp375 miliar tersebut merupakan kapal perang pesanan TNI AL yang digarap sejak 2012 dan ditargetkan selesai pada semester II/2014. "Kapal itu dibuat untuk memenuhi Minimum Esensitial Force (MEF) yang ada sesuai amanah Undang-Undang No.16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan," katanya.

www.antaranews.com

Rabu, 27 Agustus 2014

: Posted on Rabu, 27 Agustus 2014 - 08.26

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Badan Negara Urusan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri untuk Pertahanan Nasional (SASTIND) Tiongkok telah menandatangani dokumen kerjasama di bidang pertahanan. Dokumen kerjasama industri pertahanan tersebut berbentuk Minutes of Meeting (MoM) dan Letter of Intent (LoI) untuk pengadaan peralatan militer dan alih teknologi pertahanan.

Rudal C705. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Rudal C705.
Kemhan RI – Sastind Tiongkok Sepakat Tindak Lanjuti Kerjasama Industri Pertahanan.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) dan Badan Negara Urusan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri untuk Pertahanan Nasional (SASTIND) Tiongkok sepakat untuk menindaklanjuti kerjasama di bidang industri pertahanan, peralatan militer dan logistik yang telah ditandatangani tanggal 22 Maret 2014 lalu di Jakarta dalam bentuk Minutes of Meeting (MoM) dan Letter of Intent (LoI). Kerja samadi bidang industri pertahanan yang ingin dikembangkan diantaranya meliputi pengadaan peralatan militer di bidang-bidang tertentu yang disepakati antar kedua pemerintah dan transfer of technology (ToT) peralatan militer tertentu yang tidak terbatas pada perakitan, pengujian, pemeliharaan, modifikasi, upgrade dan pelatihan. Selain itu beberapa hal yang ingin dikembangkan yaitu produksi dan pengembangan bersama peralatan militer tertentu serta pemasaran bersama peralatan militer dalam dan/atau di luar negara masing-masing.

Kerjasama industri pertahanan dengan negara Tiongkok pada dasarnya untuk meningkatkan dan mengembangkan kerjasama saling menguntungkan dalam industri pertahanan masing-masing negara. Hal itu diungkapkan Dirjen Pothan Kemhan Dr. Timbul Siahaan selaku ketua delegasi Indonesia saat membuka Defence Industry Cooperation Meeting (DICM) ke-3 RI-Tiongkok, Kamis (21/8), di Kemhan Jakarta.

Melalui kerjasama ini diharapkan akan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, khususnya di bidang industri pertahanan antar kedua negara yang lebih berimbang dalam hal alih teknologi maupun dari segi nilai ekonominya sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pemberdayaan segenap kemampuan industri nasional dalam mendukung pemenuhan kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam).

Sementara itu Director General Department of Military Trade and Foreign Affairs Madam Zhan Chunli yang merupakan ketua delegasi SASTIND Tiongkok menyatakan penghargaannya yang tinggi kepada pemerintah Indonesia atas sambutan hangat yang telah diberikan dan juga penghargaan yang tinggi atas kemajuan yang telah dicapai kedua negara dalam pertemuan sebelumnya.

Pertemuan DICM ke-3 yang diselenggarakan mulai tanggal 21-22 Agustus 2014 dan dihadiri perwakilan dari BUMN-IS yang membahas berbagai kemajuan yang dicapai dalam pertemuan DICM ke-2 diantaranya mengenai C-705 Anti Ship Missile, Defence Electronis Complex of Indonesia (DECI) Program, GCI Radar Project, SEWACO KCR 40, SEWACO KCR 60, UAV Mission System, Precision Guided Bomb (PGB) Project dan AA Gun.

Pada hari kedua pertemuan DICM ke-3, Jumat (22/8), rombongan delegasi SASTIND tiongkok melakukan kunjungan ke PT LEN Industri dan PT Pindad di Bandung.

dmc.kemhan.go.id

: Posted on - 05.52

Perusahaan pertahanan asal Belanda, Thales Nederland menggandeng PT Len Industri untuk pembuatan perangkat lunak (software) yang akan dipasang pada 2 unit kapal perang jenis Perusak Kawal Rudal (PKR) yang dipesan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Kerjasama dengan Thales Nederland ini merupakan kontrak yang kedua kalinya bagi PT Len Industri. Kerjasama pembuatan software sistem manajemen tempur kapal perang ini dijadwalkan bisa diselesaikan dalam waktu 8 bulan.

Fregat Kelas Van Speijk. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Fregat Kelas Van Speijk.
PT LEN Dapat Kontrak Garap Perangkat Lunak Kapal Perang.

PT Len Industri (Persero) mendapat kontrak kerja sama penggarapan perangkat lunak untuk kapal perang jenis perusak kawal rudal (PKR) atau fregat, untuk kedua kalinya. Kontrak kali ini merupakan kerja sama PT Len Industri dengan perusahaan multinasional Thales Belanda. "Proyek ini memberi warna baru dalam bisnis (PT) Len, menjual jam kerja yang akan memberikan persentase keuntungan signifikan sekaligus strategis dalam pengembangan teknologi industri pertahanan," kata Direktur Utama PT Len Industri, Abraham Mosse, seusai penandatanganan dengan Thales Netherlands, di Bandung, Selasa (26/8/2014).

Penandatanganan kontrak oleh Mosse dengan CEO Thales Netherlands, Gerben Edelijn, disaksikan anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan, Marsekal Madya TNI (Purnawirawan) Eries Heryanto. Menurut Mosse, penandatanganan kerja sama itu untuk lebih memperkuat kerja sama di bidang Naval Combat Management System (CMS) dan Combat Sistem Integration (CSI) masa depan khususnya program perusak kawal rudal atau fregat. "Kerja sama ini untuk perangkat CMS di kapal fregat. Pemerintah membeli dua kapal jenis itu dimana PT Len dan Thales menggarap perangkat CMS yang mengintegrasikan sistem komunikasi di kapal itu," katanya.

Pengadaan kapal perang itu dilakukan pemerintah bekerja sama dengan galangan kapal Belanda, Damen Schelde Nabal Shipbuilding, serta Thales Netherlands sebagai pemimpin di subsektor sensor integrator, weapon and command (Sewaco). Khusus untuk kontrak kerja sama kedua, kata Mosse, berisi pengembangan perangkat lunak sting EO Tracker, Mass Decoy Launcher, dan VL-MICA Surface-to-Air Missile.

Sementara itu, Kepala Bidang Industri Pertahanan PT Len, Nurman, menyebutkan, proyek ini sangat strategis karena memungkinkan pengembangan sistem teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dan komunikasi persenjataan lain. "Khusus untuk CMS kapal fregat, ini langkah strategis, karena masih banyak kapal yang perlu sistem itu. Khusus untuk proyek kerja sama ini total nilainya mencapai 2 juta euro," kata Nurman.

Saat ini, menurut dia, PT Len menjadi satu-satunya perusahaan di dalam negeri yang telah berhasil membuat CMS dan telah memasangnya di tiga fregat kelas Van Speijk TNI AL, KRI Yos Sudarso-353, KRI Oswald Siahaan-354 dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-354. Sementara itu CEO Thales Netherland, Gerben Edelijn, mengatakan kerja sama ini akan menjadi pijakan kerja sama jangka panjang untuk menggarap sejumlah proyek di Indonesia. "Thales memiliki pengalaman di sektor software industri pertahanan, dan Len merupakan perusahaan kompeten di Indonesia dan menjadi mitra strategis ke depan," kata Edelijn.

www.tribunnews.com

Kamis, 21 Agustus 2014

: Posted on Kamis, 21 Agustus 2014 - 03.21

Pihak TNI AL dan US Navy (Angkatan Laut Amerika Serikat) melaksanakan latihan bersama "Sea Surveillance Exercise 14" atau dikenal juga sebagai Latma Sea Survex di kawasan perairan Kepulauan Riau. Latihan militer angkatan laut ini dimulai pada Selasa 19 Agustus 2014 hingga Kamis 21 Agustus 2014. Sea Surveillance Exercise merupakan Latihan Operasi Pengamatan Laut yang sudah dilaksanakan secara reguler antara TNI AL dan US Navy sejak tahun 2012 lalu.

NC 212-200 TNI-AL. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
NC 212-200 TNI-AL.
TNI AL dan US Navy Gelar Latihan Operasi Pengamatan Laut di Kepri.

TNI Angkatan Laut (AL) bersama dengan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) menggelar latihan bersama (Latma) Sea Surveillance Exercise 14 (Latihan Operasi Pengamatan Laut) di Batam dan peraian perbatasan hingga ke Natuna, yang digelar mulai Selasa (19/8/2014) hingga Kamis (21/8/2014). Kegiatan yang dikenal dengan Sea Survex itu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kerjasama antar unsur patroli udara maritim kedua negara dalam melaksanakan patroli pengamatan laut. "Sea Survex menjadi latihan rutin bersama antara TNI AL dengan US Navy untuk meningkatkan tugas pengamatan di laut, sehingga personil harus selalu siap dan siagga," ujar Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Waasops Kasal) Laksma Didik Wahyudi, kala membacakan amanat dari Asop Kasal Laksda Arief Rudianto di acara Pembukaan Latma Sea Surveillance Exercise 14 di Swiss-Belhotel Harbour Bay Batuampar, Selasa (19/8/2014).

Latma Sea Surveillance Exercise 14 juga diklaim sebagai kerjasama bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. Latihan ini pertama kali diadakan tahun 2012 lalu oleh TNI AL dan TNI Angkatan Udara (AU) dengan US Navy. Namun, pada tahun 2014 ini latihan hanya melibatkan TNI AL dan US Navy dengan tujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan menitikberatkan pada kerjasama taktis dalam satu komando pengendalian.

Selepas upacara pembukaan, acara disambung dengan Aviation Symposium. Sedangkan pada hari Rabu (20/8/2014), acara dilanjutkan dengan surveillance operation flight dan Maritime Security Exercise berupa penerbangan bersama TNI AL dengan US Navy ke beberapa titik parairan Kepri hingga ke Natuna yang berbatasan dengan negara tetangga Singapura. Kegiatan ini diharapkan berguna untuk mengamati keadaan laut (termasuk memantau jika ada illegal fishing), intai udara taktis, pengamatan anti kapal selam, dan sebagainya.

Latma ini juga akan menjadi tolok ukur kemampuan sekaligus sebagai sarana untuk memperluas pengetahuan awak pesawat udara. Sehingga, antar dua negara sahabat terjadi pertukaran pengetahuan dan informasi sesuai dengan prosedur yang berlaku, termasuk umpan balik yang dibutuhkan. Imbas lain yang juga dirasakan, mengantisipasi munculnya ancaman keamanan di wilayah perairan Indonesia.

batampos.co.id

Selasa, 19 Agustus 2014

: Posted on Selasa, 19 Agustus 2014 - 07.19

Textron Airland Scorpion adalah pesawat jet serang ringan buatan Amerika yang berfungsi untuk misi Intelijen, pengawasan dan pengintaian (ISR: Intelligence, Surveillance and Reconnaissance). Pesawat tempur ini dikembangkan oleh Textron Airland, LLC yang merupakan perusahaan patungan antara Textron dan Airland Enterprises, LLC. Pesawat jet tempur Textron Airland Scorpion ini masih dalam taraf pengembangan.

Textron Airland Scorpion (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Textron Airland Scorpion (Gambar 1).

Textron Airland Scorpion (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

Textron Airland Scorpion (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

Textron Airland Scorpion (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

Textron Airland Scorpion (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
Pengembangan jet tempur ringan Textron Airland Scorpion didasari oleh keinginan untuk mensiasati biaya operasional jet tempur yang cenderung mahal. Berdasarkan pengalaman operasi militer AS di Irak dan Afghanistan, Angkatan Udara AS banyak menggunakan jet tempur A-10 Thunderbolt II, F-16 Fighting Falcon, dan F-15E Strike Eagle untuk melakukan patroli udara dan dukungan tempur jarak dekat. Dibutuhkan banyak dana untuk mengoperasikan pesawat-pesawat tempur itu. Misalnya jet tempur F-16 Fighting Falcon yang memiliki biaya operasional US$ 24.899 per jam penerbangan. Itu angka yang cukup mahal apa lagi untuk sebuah operasi militer yang harus berlangsung dalam waktu lama. Textron Airland, LLC mengklaim bahwa biaya operasional jet tempur ringan Scorpion buatan mereka itu jauh dibawah biaya operasional sebuah F-16, yaitu hanya US$ 3,000 per jam penerbangan.

Cessna, yang merupakan anak perusahaan dari Textron yang menjadi faktor penentu mengapa biaya operasional jet tempur Scorpion bisa begitu murah. Kuncinya adalah sebagian besar bahan pembuat jet tempur ini menggunakan bahan atau komponen yang umum digunakan oleh sebuah pesawat terbang komersial. Hal ini wajar karena Cessna adalah perusahaan dengan basis sebagai pabrikan pesawat terbang komersial.

Sebuah prototipe jet tempur Textron Airland Scorpion dibangun oleh Cessna di fasilitas produksinya yang berada di Wichita, Kansas antara April 2012 dan September 2013 dan pertama kali terbang pada 12 Desember 2013. Pesawat ini diharapkan bisa meraih sukses komersial karena harga dan biaya operasionalnya yang murah dan dipastikan sesuai bagi pembeli yang membutuhkan pesawat tempur taktis ringan berbiaya murah dengan teknologi dan kemampuan tempur yang sesuai. Menurut rencana, jet tempur Textron Airland Scorpion sudah mulai ditawarkan kepada peminat mulai tahun 2015.

Spesifikasi Jet Tempur Ringan Textron Airland Scorpion
  • Crew : 2 Orang
  • Panjang : 13,26 m
  • Rentang Sayap : 14,43 m
  • Tinggi : 4.3 m
  • Berat Kosong: 5.352 kg
  • Berat Maksimum Lepas Landas : 9.639 kg
  • Powerplant : 2 unit Honeywell TFE731 Turbofan
Kinerja
  • Kecepatan Maksimal : 833 km/jam (518 mph; 450 knot)
  • Jangkauan Terbang : 4.400 km
  • Ketinggian Penerbangan : 14.000 m
Persenjataan
  • Hardpoint (Cantelan Persenjataan) : Scorpioan memiliki 6 buah Hardpoint dengan total persenjataan yang bisa dibawa seberat 2.800 kg. Selain itu tersedia juga ceruk didalam bodi pesawat untuk menyimpan persenjataan berupa bom dan sebagainya dengan total berat hingga 1.400 kg.
wikipedia.org, www.military-today.com

Senin, 18 Agustus 2014

: Posted on Senin, 18 Agustus 2014 - 08.24

Kepala Staf TNI-AL Laksamana Marsetio menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia telah memulai lagi program pengadaan kapal patroli berteknologi siluman (stealth) Kelas Klewang. Setidaknya akan diproduksi 4 unit kapal jenis ini untuk kebutuhan TNI-AL. Hal ini disampaikan oleh Laksamana Marsetio di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, (14/8/2014).

Klewang Class. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Klewang Class.
Program kapal trimaran siluman ini sempat ditunda ketika kapal produksi pertama (KRI Klewang) telah terbakar di pelabuhan Banyuwangi pada tanggal 31 Agustus 2012 sebelum kapal perang tersebut sempat diserahkan kepada pihak TNI AL oleh pembuatnya, PT Lundin.

Selain PT Lundin, situs militer IHS Jane mengungkapkan bahwa pembuatan kapal patroli trimaran ini melibatkan juga perusahaan pertahanan asal Swedia SAAB yang dikenal sebagai produsen jet tempur JAS-39 Gripen. Dari pihak SAAB didapatkan informasi bahwa lambung kapal perang Kelas Klewang ini akan menggunakan senyawa nanokomposit yang diklaim lebih kuat dibanding bahan lambung yang digunakan sebelumnya. Bahan ini diharapkan bisa meminimalisir kemungkinan musibah seperti yang dialami KRI Klewang. Material ini juga diklaim memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengurangi deteksi radar.

Masih dalam kesempatan yang sama, Laksamana Marsetio juga mengatakan bahwa kemungkinan Indonesia akan mempertimbangkan untuk memesan lagi beberapa kapal lainnya dari produsen yang sama. Dengan catatan jika produsen menawarkan pilihan yang cukup menari. Diperkirakan hingga tahun 2024, TNI AL akan mengoperasikan 6 unit hingga 20 unit kapal perang berteknologi siluman dari jenis ini. Tapi ini masih tergantung pada biaya akuisisi dan kemampuan tempur yang ditawarkan.

Kepala SAAB Indonesia, Peter Carlqvist, pada tanggal 15 Agustus 2014 lalu mengkonfirmasikan bahwa kontrak yang diklarifikasi adalah untuk pengadaan 1 unit kapal Klewang Class. Pihaknya berharap kontrak pemesanan 3 kapal berikutnya bisa segera direalisasikan. Hal ini dikarenakan juga bahwa pemerintah Swedia telah menyediakan pendanaan penuh untuk produksi 4 unit kapal Klewang Class. Proses pembuatan kapal-kapal ini bekerjasama dengan PT Lundin dengan menggunakan fasilitas produksi perusahaan lokal tersebut di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kapal patroli Klewang Class memiliki panjang 63 meter dengan desain trimaran yang mampu menembus gelombang. Kapal ini didukung teknologi stealth yang meminimalisir deteksi akustik, inframerah, dan magnetik. Kapal perang jenis patroli ini digerakkan 4 unit mesin water jet MJP 550 dengan kecepatan jelajah 16 knot dan kecepatan maksimal 35 knot.

Pada desain sebelumnya, Klewang Class dirancang untuk dipersenjentai rudal buatan China dengan pilihan jenis rudal C-705 atau C-802. Namun pada desain baru yang pernah ditampilkan pada pameran Defence Services Asia (DSA) 2014 di Malaysia, SAAB akan memasang persenjataan berupa 4 unit rudal Permukaan-ke-Permukaan RBS15 Mk3 dengan radar homing aktif hingga 200 km dan radar baru buatan SAAB, Sea Giraffe 1X 3D yang akan dipasang lebih tinggi pada tiang kapal untuk meningkatkan bidang cakupan pantauan. Sistem radar dan persenjataan pada kapal Klewang Class akan dikelola sistem manajemen tempur (CMS: Combat Management System) 9LV Mk4 yang digabungkan dengan sistem kontrol penembakan pertahanan udara CEROS 200.

Peter Carlqvist mengatakan bahwa untuk desain Klewang Class yang baru, SAAB juga menawarkan perangkat yang mengintegrasikan Bofors 40 Mk4 dan sistem ESM (electronic support measure) yang mampu melakukan intersepsi dan identifikasi lokasi sinyal ponsel dan panggilan radio. Sistem ini akan sangat berguna pada operasi penanganan pembajakan kapal dan ilegal fishing karena sinyal ponsel dan radio dari pelaku dapat ditentukan posisinya.

Ketika ditanya tentang kemungkinan Indonesia akan menambah pesanan hingga 20 unit kapal Klewang Class, Carlqvist menjawab bahwa hal itu sangat mungkin terjadi mengingat TNI AL berencana untuk menambah 200 unit kapal perang baru hingga tahun 2024. Klewang Class termasuk dalam daftar pengadaan kapal perang TNI AL dengan desain yang disesuikan dengan kondisi perairan Indonesia yang terdiri dari banyak pulau. Kapal perang trimaran Klewang Class diharapkan sudah bisa dioperasikan pada tahun 2016.

www.janes.com

Rabu, 30 Juli 2014

: Posted on Rabu, 30 Juli 2014 - 03.21

Prototipe keempat jet tempur siluman J-20 buatan China dikabarkan melakukan tes uji coba terbang beberapa waktu lalu. Pesawat tempur bermesin jet ini dirancang dan dikembangkan oleh perusahaan Chengdu Aircraft Corporation (CAC) China. Prototipe keempat jet tempur yang mengusung teknologi stealth dan punya nama lengkap Chengdu J-20 Black Eagle tersebut memiliki kode nomor ekor 2012.

Chengdu J-20 Black Eagle. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Chengdu J-20 Black Eagle.
Sebuah prototipe keempat dari jet tempur siluman buatan Chengdu Aircraft Corporation (CAC) China, Chengdu J-20 Black Eagle, dilaporkan telah melakukan uji coba terbang yang pertama pada tanggal 26 Juli 2014 pagi. Laporan ini disampaikan oleh sebuah situs penerbangan di China.

Menurut media lokal tersebut, prototipe Chengdu J-20 itu terbang selama kurang lebih hampir dua jam. Sebelumnya pesawat jet tempur siluman ini telah melakukan tes manuver di landasan pada awal Juli 2014. Prototipe keempat Chengdu J-20 ini memiliki nomor ekor 2012 disinyalir terdengar kabarnya pada akhir Juni 2014 dan kemunculan yang jelas melalui foto terlihat pada pertengahan Juli 2014.

Pada foto, tampilan J-20 2012 menunjukkan adanya beberapa perbaikan dibanding prototipe ketiga J-20 (2011). Diantaranya perbaikan pada sistem penargetan elektro-optik, penyesuaian pada pengambilan aliran udara pada mesin, dan perbaikan pada stabilisator ekor vertikal.

Prototipe keempat J-20 ini juga menampilkan pemasangan mesin turbofan yang diluar kebiasaan perusahaan Chengdu Aircraft Corporation (CAC) China. Pemakaian mesin mesin turbofan WS-15 masih diragukan akan menjadi permanen. Ada kemungkinan pada konsep awal jet tempur siluman ini akan menggunakan mesin jet buatan Rusia, yaitu Saturn AL-31 atau versi mesin yang lebih baru, Saturn AL-117.

Pada pertengahan Juni 2011 prototipe pesawat ini dilaporkan meninggalkan lapangan udara CAC untuk bergabung dengan dua pesawat sejenis yang lain di China Flight Test Establishment (CFTE), Pangkalan Udara Yanliang yang berlokasi di Provinsi Xian.

Pada akhir April 2014 lalu, sumber pemerintah China mengatakan bahwa 20 unit jet tempur J-20, atau sekitar satu resimen, akan mulai dioperasikan pada tahun 2020.

www.janes.com

Minggu, 27 Juli 2014

: Posted on Minggu, 27 Juli 2014 - 02.29

Simulator pesawat latih Grob G120 TP-A kini sudah dimiliki oleh Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta. Simulator pesawat ini berguna untuk mengasah kemampuan dan keterampilan para siswa penerbang sebelum para siswa tersebut terbang dengan pesawat terbang yang sesungguhnya. Pesawat Grob G120 TP-A adalah pesawat latih buatan Jerman.

Armada Pesawat Grob G120 TP-A TNI AU. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Armada Pesawat Grob G120 TP-A TNI AU.
Lanud Adisutjipto miliki simulator pesawat Grob.

Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta memiliki simulator pesawat latih Grob G120 TP-A untuk membina kemampuan dan keterampilan para siswa penerbang. "Keberadaan simulator pesawat latih Grob G120 TP-A itu bertujuan menyiapkan siswa agar lebih siap dalam memasuki tahapan pendidikan terbang yang sesungguhnya," kata Komandan Lanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Agus Munandar di Yogyakarta, Kamis (24/7/2014).

Pada peresmian gedung dan simulator pesawat latih Grob G120 TP-A di Skadik 104, ia mengatakan hal itu dimaksudkan untuk membentuk kebiasaan dan keselamatan sebelum memasuki tahap bina terbang. Menurut dia, kehadiran pesawat latih Grob G120 TP-A merupakan jawaban atas tantangan dari proses modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) di TNI AU yang sedang dan akan terus berjalan.

Tantangan yang semakin berat tersebut menjadikan Lanud Adisutjipto khususnya Wingdik Terbang sebagai pelaksana pendidikan Sekolah Penerbang juga harus mempersiapkan diri sedini mungkin. "Tahapan pendidikan yang sekarang berjalan merupakan upaya untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang diharapkan," katanya.

Ia mengatakan pesawat latih Grob adalah pesawat buatan Jerman yang digunakan untuk latih dasar. Pesawat itu merupakan pesawat latih terbaru TNI AU yang tiba di Lanud Adisutjipto setahun lalu. Keberadaannya menggantikan pesawat latih Bravo. "TNI AU memilih pesawat Grob untuk pesawat latihnya karena pesawat tersebut dinilai yang terbaik untuk sekolah penerbang. Pesawat Grob mampu melakukan manuver yang cukup ekstrem," katanya.

Komandan Skadik 104 Letkol Pnb Rizaldy Efransa mengatakan gedung simulator pesawat latih Grob G120 TP-A itu memiliki enam unit simulator. Keberadaan simulator itu akan bermanfaat untuk membina kemampuan dan keterampilan para siswa penerbang khususnya sebelum mereka terbang dengan pesawat terbang yang sesungguhnya. Menurut dia, keberadaan simulator itu dapat mempermudah dan menjadikan proses pembelajaran dapat lebih efektif dan efisien termasuk mengantisipasi situasi "emergency". "Dengan adanya simulator tersebut keahlian dan kemampuan para pilot pesawat jet tempur TNI AU dapat terus diasah dan ditingkatkan dengan efektif dan efisien," katanya.

www.antaranews.com

Senin, 21 Juli 2014

: Posted on Senin, 21 Juli 2014 - 05.57

2 unit kapal perang baru milik TNI AL (KRI Bung Tomo (357) dan KRI John Lie (358)), telah diresmikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Purnomo Yusgiantoro, di Dermaga Anchorline, Barrow-In-Furness, Inggris, pada Jumat 18 Juli 2014. KRI Bung Tomo (357) dan KRI John Lie (358) yang merupakan kapal perang jenis Multi Role Light Frigate (MRLF) ini diproduksi oleh perusahaan pertahanan asal Inggris, BAE Systems.

Multi Role Light Frigate (MRLF). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Multi Role Light Frigate (MRLF).
Menhan resmikan KRI Bung Tomo di Inggris.

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro meresmikan kapal perusak kawal rudal jenis Multi Role Light Frigate (MRLF) KRI Bung Tomo (357) dan KRI John Lie (358) di Dermaga Anchorline, Barrow-In-Furness, Inggris, Jumat (18/7/2014). Selain dihadiri jajaran Kementerian Pertahanan RI, acara pemberian nama dan peresmian KRI Bung Tomo (357) dan KRI John Lie (358) juga dihadiri anggota DPR dari Komisi I bidang pertahanan, pejabat TNI Angkatan Laut, Dubes RI didampingi pejabat KBRI London serta pejabat pemerintahan Inggris, demikian Pensosbud KBRI London Heni Hamida, Sabtu (19/7/2014).

Setelah peresmian, kedua KRI langsung menuju Indonesia dan diharapkan bisa turut berpartisipasi memeriahkan HUT TNI ke-69 pada 5 Oktober 2014 di Pangkalan TNI Angkatan Laut Surabaya. Kapal perang produksi BAE Systems, Inggris, tahun 2004 tersebut memiliki spesifikasi teknis yang handal. Dengan panjang 95 meter dan lebar 12,7 meter serta dilengkapi sistem pendorong empat motor pokok CODAD (Combined diesel and diesel) yang mampu berlayar dengan kecepatan maksimum 31 knots.

Kedua kapal perang tersebut juga dilengkapi dengan sistem persenjataan yang tergolong mutakhir, seperti peluru kendali anti kapal permukaan MM 40, peluru kendali anti serangan udara Sea Wolf, meriam 76 mm, meriam 30 mm serta torpedo anti kapal selam. Didukung oleh sistem kendali persenjataan, navigasi dan komunikasi yang terintegrasi dengan baik, kapal jenis MRLF tersebut dirancang untuk mampu bertempur menghadapi ancaman baik dari atas air, bawah air maupun udara.

Sebelum diresmikan menjadi kapal perang Republik Indonesia oleh Menteri Pertahanan RI, kedua kapal menjalani prosesi pemberian nama yang memiliki arti simbolis agar kapal tersebut memiliki semangat kepahlawanan dari tokoh pahlawan nasional yang digunakan serta agar kapal beserta awaknya di dalam pengabdiannya demi kejayaan bangsa dan negara senantiasa dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Prosesi pemberian nama KRI Bung Tomo (357) dan KRI John Lie (358) dilakukan oleh Lies Purnomo Yusgiantoro, istri Menhan RI selaku ibu kandung kapal. Bung Tomo merupakan salah satu tokoh pahlawan yang lahir di Surabaya pada tanggal 3 Oktober 1920. Bung Tomo terkenal karena peranannya yang signifikan dalam membangkitkan semangat rakyat Indonesia untuk melawan kembalinya penjajah yang akan menguasai negara Indonesia. Semangat pertempuran Bung Tomo telah ditunjukkan dalam pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan oleh seluruh bangsa Indonesia.

Sementara Laksamana Muda TNI Jahja Daniel Dharma atau yang lebih dikenal sebagai John Lie merupakan salah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Laut pada masa perang revolusi. Pada awal kemerdekaan, John Lie ditugaskan mengamankan pelayaran kapal-kapal yang mengangkut komoditas ekspor Indonesia yang akan diperdagangkan di luar negeri menembus blokade penjajah. Hasil dari penjualan hasil bumi tersebut selanjutnya digunakan demi keperluan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

www.antaranews.com

Minggu, 20 Juli 2014

: Posted on Minggu, 20 Juli 2014 - 07.13

Untuk mengembangkan kemampuan pertahanan dan keamanan di bidang cyber, Indonesia telah melakukan upaya untuk bekerjasama dengan Estonia dan Finlandia. Kerjasama di bidang pertahanan cyber tersebut telah dibicarakan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Purnomo Yusgiantoro, dengan pihak Estonia dan Finlandia dalam kunjungan kerja Delegasi Kementerian Pertahanan RI di dua negara tersebut.

Cyber Defence. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Cyber Defence.
Indonesia, Estonia dan Finlandia kembangkan pertahanan cyber.

Kerjasama pertahanan dan keamanan di bidang cyber merupakan topik utama pembahasan dalam pertemuan Menhan RI Purnomo Yusgiantoro dengan Menhan Estonia, Sven Mikser di Tallinn, ibukota Estonia dan dengan Menhan Finlandia, Carl Haglund di Helsinki, Finlandia. Menhan RI bersama Delegasi Kemhan RI melakukan kunjungan kerja ke Estonia dan Finlandia dalam rangka mengembangkan kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan antara Indonesia dengan Estonia dan Finlandia, demikian Sekretaris Pertama Bidang Pensosbud KBRI Helsinki, Made P. Sentanajaya kepada Antara London, Sabtu.

Dalam pertemuan dengan Menhan Estonia, Sven Mikser di Tallinn, Menhan Purnomo Yusgiantoro menyampaikan keinginan Indonesia untuk dapat mengembangkan kerjasama pertahanan dan keamanan di bidang cyber dengan Estonia, yang merupakan salah satu negara dengan Center of excellent pengembangan pertahanan cyber di kawasan Eropa. NATO Cooperative Cyber Defense Center of Excellent (NATO CCD-COE) yang merupakan pusat pelatihan dan penelitian NATO di bidang pertahanan dan keamanan cyber telah didirikan di Tallinn, sejak tahun 2008.

Menhan Estonia sangat menyambut baik keinginan kerjasama dari pihak Indonesia dan dalam waktu dekat pembahasan kerjasama akan ditindaklanjuti dengan pertukaran informasi dan peningkatan saling kunjung di tingkat staf.

Sementara dalam pertemuan dengan Menhan Finlandia, Carl Haglund di Helsinki tanggal 16 Juli 2014, selain mengupayakan kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan Cyber, Menhan juga menginginkan adanya peningkatan kerjasama antara Indonesia dengan Finlandia di bidang Peace Keeping Operation, Penelitian dan pengembangan Industri Pertahanan, serta kerjasama pendidikan dan pelatihan bagi staf TNI.

Sebagai tindak lanjut dari upaya kerjasama yang ditawarkan, kedua negara telah sepakat untuk segera menuangkan langkah-langkah kerjasama di bidang hankam tersebut dalam sebuah Letter of Intent.

Dalam kunjungan kerja ke Finlandia,dari tanggal 14 sampai 16 Juli Menhan RI juga berkesempatan meninjau Finnish Defense Forces International Center (FINCENT) di Tuusula, Finlandia yang merupakan tempat pelatihan dan pendidikan bagi pasukan penjaga perdamaian Finlandia untuk misi-misi perdamaian PBB, serta mengunjungi industri militer strategis Finlandia.

Keinginan Indonesia dalam mengembangkan kerjasama pertahanan cyber dengan Estonia dan Finlandia dilandasi kondisi semakin maraknya gangguan keamanan saat ini yang dilakukan melalui perantara internet. Kerjasama Indonesia dengan Estonia dan Finlandia dibidang pertahanan dan keamanan cyber diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menanggulangi potensi gangguan keamanan yang dilancarkan melalui internet tersebut.

www.antaranews.com

Sabtu, 19 Juli 2014

: Posted on Sabtu, 19 Juli 2014 - 08.30

TNI AL kembali akan menerima kapal perang baru produksi Indonesia pada awal Septermber 2014 yang akan datang. Perincian kapal perang baru yang sudah dipesan untuk TNI AL tersebut adalah 4 unit Kapal Cepat Rudal (KCR) dan 1 unit PC 43. 5 unit kapal perang tersebut dibangun oleh PT. Palindo Marine Shipyard dan PT. Citra Shipyard Tanjung Uncang Batam.

Kapal Cepat Rudal 40 M (KCR-40). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Kapal Cepat Rudal 40 M (KCR-40).
Kapal perang buatan Indonesia diluncurkan September mendatang.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr Marsetio meninjau galangan kapal PT. Palindo Marine Shipyard dan PT. Citra Shipyard Tanjung Uncang Batam, Kepulauan Riau, Kamis, yang merupakan tempat pembuatan kapal perang karya anak bangsa Indonesia. Seperti yang diberitakan Antara, Kamis (17/7/2014), Kasubdispenum Dinas Penerangan TNI AL Kolonel Laut (P) Suradi Agung Slamet, melaporkan Kasal dalam kunjungan itu diterima langsung oleh Direktur Utama PT. Palindo Marine, Harmanto, dan Dirut PT. Citra Shipyard, Frengky.

Saat ini, kedua perusahaan itu sedang membangun empat 4 unit Kapal Cepat Rudal (KCR) dan satu unit PC 43. Rinciannya, tiga unit KCR diproduksi oleh PT. Palindo Marine Shipyard, satu unit KCR dan satu unit PC 43 dibangun oleh PT. Citra Shipyard. "Pembangunan kapal perang yang merupakan karya anak bangsa Indonesia ini siap diluncurkan pada awal September mendatang," kata Direktur Utama Palindo Marine, Harmanto.

Kapal perang yang memiliki panjang 44 meter ini dapat melaju hingga 30 knots atau kurang lebih 60 kilometer per jam. Sebelumnya, perusahaan ini telah sukses memproduksi sejumlah kapal perang TNI Angkatan Laut, antara lain KRI Clurit 641, KRI Kujang 642, dan KRI Beladau 643.

Dalam kunjungannya, Kasal didampingi Asrena Kasal Laksda TNI Agung Pramono, Panglima Armada Barat Laksda TNI Ary Atmaja, Kadismatal Laksma TNI Ir Bambang Naryono, Dan Lantamal lV Laksma TNI Agus Heryana, Dan Lantamal V Brigjen TNI Mar Rudy Andi Hamzah, Kabagset Smin Kasal Letkol Laut (KH) Ali Ridlo, dan Kabag Bungkol Kasal Letkol Laut (E) Lilik Asmoro. Setelah melakukan peninjauan pembangunan kapal perang karya anak bangsa, Kasal beserta rombongan langsung menuju Batalyon Infanteri 10 Korps Marinir di Setoko, Batam, untuk meresmikan Masjid Al Barkah bagi seluruh prajurit Batalyon serta masyarakat sekitar.

Sebelumnya (16/7/2014), Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko yang didampingi Kasal dan Wakasal melaksanakan inspeksi pasukan Marinir yang terlibat dalam pengamanan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 di lapangan apel Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Kedatangan Panglima TNI beserta rombongan di Bhumi Marinir, Cilandak, disambut Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington dan Kepala Staf Korps Marinir Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso. Pada pengamanan pilpres kali ini, Korps Marinir menerjunkan 2.901 personel dari jajaran marinir wilayah barat.

Dalam inspeksi untuk mengecek kesiapan serta kondisi prajurit Korps Marinir menjelang pengumuman hasil akhir Pilpres pada 22 Juli itu, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menekankan tiga hal yakni menjaga netralitas TNI, bersikap tegas dalam tindakan, dan profesional dalam bertugas dengan tetap dalam kendali Panglima TNI.

www.merdeka.com

Selasa, 15 Juli 2014

: Posted on Selasa, 15 Juli 2014 - 03.14

Dalam dunia militer, ada beberapa jenis senjata berupa senapan sniper dan pelontar granat yang cukup diakui dan diklaim memiliki daya bunuh yang sangat mematikan. Pada artikel militer di halaman ini, disajikan 5 jenis pelontar granat (Grenade Launcher) dan senapan runduk (sniper) yang dikabarkan memiliki kemampuan dan teknologi optimal untuk membunuh lawan dalam pertempuran.
Corner Shot 40mm 40mm Grenade Launcher adalah sistem senjata berteknologi tinggi yang memungkinkan operator militer, penegakan hukum dan keamanan untuk secara efektif mengamati Terlibat target dari seluruh sudut saya balik penutup. Kiri, lurus, kanan, atas dan bawah tanpa memaparkan, apapun. bagian tubuh operator dan dengan demikian mengurangi 'tanggung jawab operator. Corner Shot 40mm 40mm Grenade Launcher didasarkan pada fitur luar biasa dan kemampuan Corner Shot 40mm 40mm asli. XM25 CDTE (Counter Defilade Target Engagement) System, juga dikenal sebagai Punisher dan Individu semi-otomatis Air Burst System adalah sebuah peluncur granat meledak udara berasal dari XM29 OICW. Itu menerjunkan untuk tentara yang bertugas dalam Perang di Afghanistan dan diproyeksikan untuk memasukkan pengadaan penuh tingkat pada 2013. Namun, Komite Angkatan Bersenjata Senat mencoba untuk menghilangkan semua dana untuk XM25 dalam revisi anggaran Pentagon pada bulan Juni 2013. M320 Grenade Launcher Module (GLM) adalah sebutan militer AS untuk satu-shot 40 mm sistem peluncur granat baru untuk menggantikan M203 untuk Angkatan Darat AS, sementara layanan lainnya akan tetap menggunakan tua M203. M320 menggunakan High-Low Sistem Propulsi sama dengan M203. The M110 Semi Automatic Sniper System (M110 SASS) adalah senapan sniper semi-otomatis Amerika yang bilik untuk 7,62 × 51mm NATO bulat, yang dikembangkan oleh produsen senjata api AS Knight Armament Company. The Barrett Mrad atau Multi-Role Adaptive Desain adalah senapan sniper bolt-action yang dirancang oleh Barrett untuk memenuhi persyaratan SOCOM PSR. The Mrad didasarkan pada Barrett 98b dengan sejumlah modifikasi dan perbaikan. The Barrett Mrad bernama 2012 Rifle of the Year oleh NRA. 5 Senjata Personil Militer Yang Sangat Mematikan.

Ini 5 senapan paling canggih dan berbahaya di dunia.

Saat kekerasan bersenjata semakin meningkat, banyak negara-negara di dunia yang malah mengembangkan sektor persenjataannya. Hasilnya pun bisa ditebak, jumlah senjata mematikan semakin meningkat di pasaran, baik yang legal maupun ilegal. Salah satu yang terkenal adalah senapan semi-otomatis dan pelontar granat. Senapan semi-otomatis pada dasarnya sangat berbahaya karena memiliki kecepatan lontar peluru yang tidak hanya cepat, namun juga kuat. Senapan jenis ini juga menjadi senjata standar di militer-militer dunia, termasuk Indonesia, karena memang cenderung murah. Begitu juga dengan pelontar granat yang sering digunakan untuk meluluhlantakkan target dalam sekejap di banyak perang.

Apa yang terjadi bila senjata-senjata itu diberi tambahan teknologi canggih untuk hilangkan kelemahan yang dimilikinya? Berikut adalah 5 senjata mematikan dengan teknologi tercanggih di dunia yang dilansir oleh situs Complex.

Corner Shot 40mm Grenade Launcher. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Corner Shot 40mm Grenade Launcher.
1. Corner Shot 40mm Grenade Launcher

Pernahkah Anda menonton film laga di mana terdapat seorang tentara yang tengah terpojok dan sulit untuk melepas tembakan ke arah lawan? Itu semua tidak akan terjadi bila tentara tersebut memegang Corner Shot ditangannya. Pelontar granat ini dilengkapi dengan frame yang dengan engsel putar di tengah larasnya. Berkat engsel itu, Corner Shot dapat dibengkokkan hingga 60 derajat.

Hebatnya, terdapat sebuah kamera digital yang terletak di bawah ujung laras untuk memantau musuh yang tak terlihat. Hasil gambar akan ditampilkan di sebuah layar LCD yang dijamin memberikan posisi akurat lawan. Corner Shot sendiri bisa menembakkan berbagai macam jenis peluru. Mulai dari yang berbahaya seperti granat lontar kaliber 60mm, atau peluru 'penggertak' seperti peluru gas air mata. Jangkauan dari senjata ini pun bisa membuat lawan cemas, karena mencapai 150 meter.

XM25 CDTE Smart Grenade Launcher. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
XM25 CDTE Smart Grenade Launcher.
2. XM25 CDTE Smart Grenade Launcher

Jika tentara belum puas dengan pelontar granat lengkung Corner Shot, maka pemerintah Amerika memberikan pelontar granat baru untuk tentara Amerika yang bertugas di Afganistan pada tahun 2011 lalu.

Sebuah pelontar granat yang bisa diprogram layaknya komputer sederhana ini membawa hulu ledak mini kaliber 25mm. Dengan nama XM25 CDTE (Counter Defilade Target Engagement), senjata ini mampu menjangkau musuh yang berada pada jarak 700 meter. Menariknya, XM25 CDTE mempunyai teknologi baru berupa program terintegrasi yang mampu mengatur waktu ledakan dari hulu ledak yang terlontar darinya. Belum lagi fitur high-tech lain seperti teropong bersensor hingga teknologi laser terbaru untuk meningkatkan akurasi bidikan. Pelontar granat yang juga disebut The Punisher ini kemungkinan telah diberikan ke tentara lain di Timur Tengah pada tahun 2012 atau 2013 kemarin.

HK M320 Grenade Launcher. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
HK M320 Grenade Launcher.
3. HK M320 Grenade Launcher

Senjata yang satu ini memang dibuat agar bisa memberikan fungsi ganda, yakni sebagai pelontar granat biasa atau digabungkan dengan senapan semi-otomatis macam M6 atau m16 untuk tingkatkan efek penghancur yang dimilikinya.

Salah satu teknologi yang membuat HK M320 semakin berbahaya adalah fitur adaptasi khusus agar HK M320 bisa menembakkan semua jenis granat buatan NATO seperti granat ledak, asap, hingga cahaya. Berkat tambahan teknologi Laser Range Finder, HK M320 mampu menemukan target dengan cepat. Perusahaan Insight Technology juga menambahkan teropong khusus 'Day/Night Sight' untuk memudahkan teropong HK M320 berubah dari fitur penglihatan malam ke fungsi normal.

KAC M110 SASS Sniper Rifle. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
KAC M110 SASS Sniper Rifle.
4. KAC M110 SASS Sniper Rifle

KAC M110 SASS (Semi Automatic Sniper System) merupakan senapan runduk (sniper) semi-otomatis yang telah dipakai oleh tentara NATO sejak tahun 2008. Setelah mengalami berbagai macam pembaharuan, kini KAC M110 SASS menjelma menjadi senapan multi fungsi yang bisa digunakan oleh penembak jitu sekalipun. Semua itu berkat peredam suara detachable dengan teknologi terbaru yang dapat mengurangi dengan drastis suara yang dikeluarkan oleh KAC M110 SASS.

Terdapat pula fitur Day Optic yang didesain khusus untuk berbagai macam lingkungan serta pencahayaan. Untuk memudahkan tentara membidik lawan pada situasi yang tidak mendukung sekalipun, KAC M110 SASS dibekali dengan lensa tambahan yang dapat diputar 45 derajat buatan DOS. Senapan dengan peluru berkaliber 7mm ini mampu memuntahkan 4 peluru per detiknya dengan jangkauan hingga 9,7 kilometer.

Barrett MRAD .388 Sniper Rifle. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Barrett MRAD .388 Sniper Rifle.
5. Barrett MRAD .388 Sniper Rifle

Senapan semi otomatis yang satu ini memang terlihat sangat menawan dengan bodi metalik keemasannya. Tetapi jangan salah sangka, Barrett MRAD (Multi-Role Adaptive Design) menawarkan fungsi senapan modular dengan bodi yang dapat di-upgrade serta ditambah berbagai macam alat baru seperti teropong berfitur night vision.

Sistem magazine-nya juga bisa dikosongkan untuk proses pengaturan jenis peluru yang akan digunakan atau sekedar untuk perawatan. Barrett MRAD juga dapat berfungsi sama baiknya saat digunakan untuk tentara bertangan kidal maupun normal dengan fitur ambidextrous magazineyang jarang ditemukan di senapan semi-otomatis lain. Tak lupa, terdapat sebuah fitur pengaman yang mudah diaktifkan hanya dengan jempol.

www.merdeka.com

Copyright © 2013. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara