Berita Hankam, Pertahanan, Alutsista, Persenjataan, Militer, TNI, Pesawat Tempur, Kapal Perang, Kotabumi, Lampung Utara, soldiers, defense, military, weapons, combat, attack, assault, security, forces
Prokimal Kotabumi Lampung Utara




Bagikan :

Rabu, 30 Juli 2014

: Posted on Rabu, 30 Juli 2014 - 03.21

Prototipe keempat jet tempur siluman J-20 buatan China dikabarkan melakukan tes uji coba terbang beberapa waktu lalu. Pesawat tempur bermesin jet ini dirancang dan dikembangkan oleh perusahaan Chengdu Aircraft Corporation (CAC) China. Prototipe keempat jet tempur yang mengusung teknologi stealth dan punya nama lengkap Chengdu J-20 Black Eagle tersebut memiliki kode nomor ekor 2012.

Chengdu J-20 Black Eagle. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Chengdu J-20 Black Eagle.
Sebuah prototipe keempat dari jet tempur siluman buatan Chengdu Aircraft Corporation (CAC) China, Chengdu J-20 Black Eagle, dilaporkan telah melakukan uji coba terbang yang pertama pada tanggal 26 Juli 2014 pagi. Laporan ini disampaikan oleh sebuah situs penerbangan di China.

Menurut media lokal tersebut, prototipe Chengdu J-20 itu terbang selama kurang lebih hampir dua jam. Sebelumnya pesawat jet tempur siluman ini telah melakukan tes manuver di landasan pada awal Juli 2014. Prototipe keempat Chengdu J-20 ini memiliki nomor ekor 2012 disinyalir terdengar kabarnya pada akhir Juni 2014 dan kemunculan yang jelas melalui foto terlihat pada pertengahan Juli 2014.

Pada foto, tampilan J-20 2012 menunjukkan adanya beberapa perbaikan dibanding prototipe ketiga J-20 (2011). Diantaranya perbaikan pada sistem penargetan elektro-optik, penyesuaian pada pengambilan aliran udara pada mesin, dan perbaikan pada stabilisator ekor vertikal.

Prototipe keempat J-20 ini juga menampilkan pemasangan mesin turbofan yang diluar kebiasaan perusahaan Chengdu Aircraft Corporation (CAC) China. Pemakaian mesin mesin turbofan WS-15 masih diragukan akan menjadi permanen. Ada kemungkinan pada konsep awal jet tempur siluman ini akan menggunakan mesin jet buatan Rusia, yaitu Saturn AL-31 atau versi mesin yang lebih baru, Saturn AL-117.

Pada pertengahan Juni 2011 prototipe pesawat ini dilaporkan meninggalkan lapangan udara CAC untuk bergabung dengan dua pesawat sejenis yang lain di China Flight Test Establishment (CFTE), Pangkalan Udara Yanliang yang berlokasi di Provinsi Xian.

Pada akhir April 2014 lalu, sumber pemerintah China mengatakan bahwa 20 unit jet tempur J-20, atau sekitar satu resimen, akan mulai dioperasikan pada tahun 2020.

www.janes.com

Minggu, 27 Juli 2014

: Posted on Minggu, 27 Juli 2014 - 02.29

Simulator pesawat latih Grob G120 TP-A kini sudah dimiliki oleh Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta. Simulator pesawat ini berguna untuk mengasah kemampuan dan keterampilan para siswa penerbang sebelum para siswa tersebut terbang dengan pesawat terbang yang sesungguhnya. Pesawat Grob G120 TP-A adalah pesawat latih buatan Jerman.

Armada Pesawat Grob G120 TP-A TNI AU. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Armada Pesawat Grob G120 TP-A TNI AU.
Lanud Adisutjipto miliki simulator pesawat Grob.

Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta memiliki simulator pesawat latih Grob G120 TP-A untuk membina kemampuan dan keterampilan para siswa penerbang. "Keberadaan simulator pesawat latih Grob G120 TP-A itu bertujuan menyiapkan siswa agar lebih siap dalam memasuki tahapan pendidikan terbang yang sesungguhnya," kata Komandan Lanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Agus Munandar di Yogyakarta, Kamis (24/7/2014).

Pada peresmian gedung dan simulator pesawat latih Grob G120 TP-A di Skadik 104, ia mengatakan hal itu dimaksudkan untuk membentuk kebiasaan dan keselamatan sebelum memasuki tahap bina terbang. Menurut dia, kehadiran pesawat latih Grob G120 TP-A merupakan jawaban atas tantangan dari proses modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) di TNI AU yang sedang dan akan terus berjalan.

Tantangan yang semakin berat tersebut menjadikan Lanud Adisutjipto khususnya Wingdik Terbang sebagai pelaksana pendidikan Sekolah Penerbang juga harus mempersiapkan diri sedini mungkin. "Tahapan pendidikan yang sekarang berjalan merupakan upaya untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang diharapkan," katanya.

Ia mengatakan pesawat latih Grob adalah pesawat buatan Jerman yang digunakan untuk latih dasar. Pesawat itu merupakan pesawat latih terbaru TNI AU yang tiba di Lanud Adisutjipto setahun lalu. Keberadaannya menggantikan pesawat latih Bravo. "TNI AU memilih pesawat Grob untuk pesawat latihnya karena pesawat tersebut dinilai yang terbaik untuk sekolah penerbang. Pesawat Grob mampu melakukan manuver yang cukup ekstrem," katanya.

Komandan Skadik 104 Letkol Pnb Rizaldy Efransa mengatakan gedung simulator pesawat latih Grob G120 TP-A itu memiliki enam unit simulator. Keberadaan simulator itu akan bermanfaat untuk membina kemampuan dan keterampilan para siswa penerbang khususnya sebelum mereka terbang dengan pesawat terbang yang sesungguhnya. Menurut dia, keberadaan simulator itu dapat mempermudah dan menjadikan proses pembelajaran dapat lebih efektif dan efisien termasuk mengantisipasi situasi "emergency". "Dengan adanya simulator tersebut keahlian dan kemampuan para pilot pesawat jet tempur TNI AU dapat terus diasah dan ditingkatkan dengan efektif dan efisien," katanya.

www.antaranews.com

Senin, 21 Juli 2014

: Posted on Senin, 21 Juli 2014 - 05.57

2 unit kapal perang baru milik TNI AL (KRI Bung Tomo (357) dan KRI John Lie (358)), telah diresmikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Purnomo Yusgiantoro, di Dermaga Anchorline, Barrow-In-Furness, Inggris, pada Jumat 18 Juli 2014. KRI Bung Tomo (357) dan KRI John Lie (358) yang merupakan kapal perang jenis Multi Role Light Frigate (MRLF) ini diproduksi oleh perusahaan pertahanan asal Inggris, BAE Systems.

Multi Role Light Frigate (MRLF). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Multi Role Light Frigate (MRLF).
Menhan resmikan KRI Bung Tomo di Inggris.

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro meresmikan kapal perusak kawal rudal jenis Multi Role Light Frigate (MRLF) KRI Bung Tomo (357) dan KRI John Lie (358) di Dermaga Anchorline, Barrow-In-Furness, Inggris, Jumat (18/7/2014). Selain dihadiri jajaran Kementerian Pertahanan RI, acara pemberian nama dan peresmian KRI Bung Tomo (357) dan KRI John Lie (358) juga dihadiri anggota DPR dari Komisi I bidang pertahanan, pejabat TNI Angkatan Laut, Dubes RI didampingi pejabat KBRI London serta pejabat pemerintahan Inggris, demikian Pensosbud KBRI London Heni Hamida, Sabtu (19/7/2014).

Setelah peresmian, kedua KRI langsung menuju Indonesia dan diharapkan bisa turut berpartisipasi memeriahkan HUT TNI ke-69 pada 5 Oktober 2014 di Pangkalan TNI Angkatan Laut Surabaya. Kapal perang produksi BAE Systems, Inggris, tahun 2004 tersebut memiliki spesifikasi teknis yang handal. Dengan panjang 95 meter dan lebar 12,7 meter serta dilengkapi sistem pendorong empat motor pokok CODAD (Combined diesel and diesel) yang mampu berlayar dengan kecepatan maksimum 31 knots.

Kedua kapal perang tersebut juga dilengkapi dengan sistem persenjataan yang tergolong mutakhir, seperti peluru kendali anti kapal permukaan MM 40, peluru kendali anti serangan udara Sea Wolf, meriam 76 mm, meriam 30 mm serta torpedo anti kapal selam. Didukung oleh sistem kendali persenjataan, navigasi dan komunikasi yang terintegrasi dengan baik, kapal jenis MRLF tersebut dirancang untuk mampu bertempur menghadapi ancaman baik dari atas air, bawah air maupun udara.

Sebelum diresmikan menjadi kapal perang Republik Indonesia oleh Menteri Pertahanan RI, kedua kapal menjalani prosesi pemberian nama yang memiliki arti simbolis agar kapal tersebut memiliki semangat kepahlawanan dari tokoh pahlawan nasional yang digunakan serta agar kapal beserta awaknya di dalam pengabdiannya demi kejayaan bangsa dan negara senantiasa dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Prosesi pemberian nama KRI Bung Tomo (357) dan KRI John Lie (358) dilakukan oleh Lies Purnomo Yusgiantoro, istri Menhan RI selaku ibu kandung kapal. Bung Tomo merupakan salah satu tokoh pahlawan yang lahir di Surabaya pada tanggal 3 Oktober 1920. Bung Tomo terkenal karena peranannya yang signifikan dalam membangkitkan semangat rakyat Indonesia untuk melawan kembalinya penjajah yang akan menguasai negara Indonesia. Semangat pertempuran Bung Tomo telah ditunjukkan dalam pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan oleh seluruh bangsa Indonesia.

Sementara Laksamana Muda TNI Jahja Daniel Dharma atau yang lebih dikenal sebagai John Lie merupakan salah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Laut pada masa perang revolusi. Pada awal kemerdekaan, John Lie ditugaskan mengamankan pelayaran kapal-kapal yang mengangkut komoditas ekspor Indonesia yang akan diperdagangkan di luar negeri menembus blokade penjajah. Hasil dari penjualan hasil bumi tersebut selanjutnya digunakan demi keperluan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

www.antaranews.com

Minggu, 20 Juli 2014

: Posted on Minggu, 20 Juli 2014 - 07.13

Untuk mengembangkan kemampuan pertahanan dan keamanan di bidang cyber, Indonesia telah melakukan upaya untuk bekerjasama dengan Estonia dan Finlandia. Kerjasama di bidang pertahanan cyber tersebut telah dibicarakan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Purnomo Yusgiantoro, dengan pihak Estonia dan Finlandia dalam kunjungan kerja Delegasi Kementerian Pertahanan RI di dua negara tersebut.

Cyber Defence. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Cyber Defence.
Indonesia, Estonia dan Finlandia kembangkan pertahanan cyber.

Kerjasama pertahanan dan keamanan di bidang cyber merupakan topik utama pembahasan dalam pertemuan Menhan RI Purnomo Yusgiantoro dengan Menhan Estonia, Sven Mikser di Tallinn, ibukota Estonia dan dengan Menhan Finlandia, Carl Haglund di Helsinki, Finlandia. Menhan RI bersama Delegasi Kemhan RI melakukan kunjungan kerja ke Estonia dan Finlandia dalam rangka mengembangkan kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan antara Indonesia dengan Estonia dan Finlandia, demikian Sekretaris Pertama Bidang Pensosbud KBRI Helsinki, Made P. Sentanajaya kepada Antara London, Sabtu.

Dalam pertemuan dengan Menhan Estonia, Sven Mikser di Tallinn, Menhan Purnomo Yusgiantoro menyampaikan keinginan Indonesia untuk dapat mengembangkan kerjasama pertahanan dan keamanan di bidang cyber dengan Estonia, yang merupakan salah satu negara dengan Center of excellent pengembangan pertahanan cyber di kawasan Eropa. NATO Cooperative Cyber Defense Center of Excellent (NATO CCD-COE) yang merupakan pusat pelatihan dan penelitian NATO di bidang pertahanan dan keamanan cyber telah didirikan di Tallinn, sejak tahun 2008.

Menhan Estonia sangat menyambut baik keinginan kerjasama dari pihak Indonesia dan dalam waktu dekat pembahasan kerjasama akan ditindaklanjuti dengan pertukaran informasi dan peningkatan saling kunjung di tingkat staf.

Sementara dalam pertemuan dengan Menhan Finlandia, Carl Haglund di Helsinki tanggal 16 Juli 2014, selain mengupayakan kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan Cyber, Menhan juga menginginkan adanya peningkatan kerjasama antara Indonesia dengan Finlandia di bidang Peace Keeping Operation, Penelitian dan pengembangan Industri Pertahanan, serta kerjasama pendidikan dan pelatihan bagi staf TNI.

Sebagai tindak lanjut dari upaya kerjasama yang ditawarkan, kedua negara telah sepakat untuk segera menuangkan langkah-langkah kerjasama di bidang hankam tersebut dalam sebuah Letter of Intent.

Dalam kunjungan kerja ke Finlandia,dari tanggal 14 sampai 16 Juli Menhan RI juga berkesempatan meninjau Finnish Defense Forces International Center (FINCENT) di Tuusula, Finlandia yang merupakan tempat pelatihan dan pendidikan bagi pasukan penjaga perdamaian Finlandia untuk misi-misi perdamaian PBB, serta mengunjungi industri militer strategis Finlandia.

Keinginan Indonesia dalam mengembangkan kerjasama pertahanan cyber dengan Estonia dan Finlandia dilandasi kondisi semakin maraknya gangguan keamanan saat ini yang dilakukan melalui perantara internet. Kerjasama Indonesia dengan Estonia dan Finlandia dibidang pertahanan dan keamanan cyber diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menanggulangi potensi gangguan keamanan yang dilancarkan melalui internet tersebut.

www.antaranews.com

Sabtu, 19 Juli 2014

: Posted on Sabtu, 19 Juli 2014 - 08.30

TNI AL kembali akan menerima kapal perang baru produksi Indonesia pada awal Septermber 2014 yang akan datang. Perincian kapal perang baru yang sudah dipesan untuk TNI AL tersebut adalah 4 unit Kapal Cepat Rudal (KCR) dan 1 unit PC 43. 5 unit kapal perang tersebut dibangun oleh PT. Palindo Marine Shipyard dan PT. Citra Shipyard Tanjung Uncang Batam.

Kapal Cepat Rudal 40 M (KCR-40). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Kapal Cepat Rudal 40 M (KCR-40).
Kapal perang buatan Indonesia diluncurkan September mendatang.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr Marsetio meninjau galangan kapal PT. Palindo Marine Shipyard dan PT. Citra Shipyard Tanjung Uncang Batam, Kepulauan Riau, Kamis, yang merupakan tempat pembuatan kapal perang karya anak bangsa Indonesia. Seperti yang diberitakan Antara, Kamis (17/7/2014), Kasubdispenum Dinas Penerangan TNI AL Kolonel Laut (P) Suradi Agung Slamet, melaporkan Kasal dalam kunjungan itu diterima langsung oleh Direktur Utama PT. Palindo Marine, Harmanto, dan Dirut PT. Citra Shipyard, Frengky.

Saat ini, kedua perusahaan itu sedang membangun empat 4 unit Kapal Cepat Rudal (KCR) dan satu unit PC 43. Rinciannya, tiga unit KCR diproduksi oleh PT. Palindo Marine Shipyard, satu unit KCR dan satu unit PC 43 dibangun oleh PT. Citra Shipyard. "Pembangunan kapal perang yang merupakan karya anak bangsa Indonesia ini siap diluncurkan pada awal September mendatang," kata Direktur Utama Palindo Marine, Harmanto.

Kapal perang yang memiliki panjang 44 meter ini dapat melaju hingga 30 knots atau kurang lebih 60 kilometer per jam. Sebelumnya, perusahaan ini telah sukses memproduksi sejumlah kapal perang TNI Angkatan Laut, antara lain KRI Clurit 641, KRI Kujang 642, dan KRI Beladau 643.

Dalam kunjungannya, Kasal didampingi Asrena Kasal Laksda TNI Agung Pramono, Panglima Armada Barat Laksda TNI Ary Atmaja, Kadismatal Laksma TNI Ir Bambang Naryono, Dan Lantamal lV Laksma TNI Agus Heryana, Dan Lantamal V Brigjen TNI Mar Rudy Andi Hamzah, Kabagset Smin Kasal Letkol Laut (KH) Ali Ridlo, dan Kabag Bungkol Kasal Letkol Laut (E) Lilik Asmoro. Setelah melakukan peninjauan pembangunan kapal perang karya anak bangsa, Kasal beserta rombongan langsung menuju Batalyon Infanteri 10 Korps Marinir di Setoko, Batam, untuk meresmikan Masjid Al Barkah bagi seluruh prajurit Batalyon serta masyarakat sekitar.

Sebelumnya (16/7/2014), Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko yang didampingi Kasal dan Wakasal melaksanakan inspeksi pasukan Marinir yang terlibat dalam pengamanan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 di lapangan apel Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Kedatangan Panglima TNI beserta rombongan di Bhumi Marinir, Cilandak, disambut Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington dan Kepala Staf Korps Marinir Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso. Pada pengamanan pilpres kali ini, Korps Marinir menerjunkan 2.901 personel dari jajaran marinir wilayah barat.

Dalam inspeksi untuk mengecek kesiapan serta kondisi prajurit Korps Marinir menjelang pengumuman hasil akhir Pilpres pada 22 Juli itu, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menekankan tiga hal yakni menjaga netralitas TNI, bersikap tegas dalam tindakan, dan profesional dalam bertugas dengan tetap dalam kendali Panglima TNI.

www.merdeka.com

Selasa, 15 Juli 2014

: Posted on Selasa, 15 Juli 2014 - 03.14

Dalam dunia militer, ada beberapa jenis senjata berupa senapan sniper dan pelontar granat yang cukup diakui dan diklaim memiliki daya bunuh yang sangat mematikan. Pada artikel militer di halaman ini, disajikan 5 jenis pelontar granat (Grenade Launcher) dan senapan runduk (sniper) yang dikabarkan memiliki kemampuan dan teknologi optimal untuk membunuh lawan dalam pertempuran.
Corner Shot 40mm 40mm Grenade Launcher adalah sistem senjata berteknologi tinggi yang memungkinkan operator militer, penegakan hukum dan keamanan untuk secara efektif mengamati Terlibat target dari seluruh sudut saya balik penutup. Kiri, lurus, kanan, atas dan bawah tanpa memaparkan, apapun. bagian tubuh operator dan dengan demikian mengurangi 'tanggung jawab operator. Corner Shot 40mm 40mm Grenade Launcher didasarkan pada fitur luar biasa dan kemampuan Corner Shot 40mm 40mm asli. XM25 CDTE (Counter Defilade Target Engagement) System, juga dikenal sebagai Punisher dan Individu semi-otomatis Air Burst System adalah sebuah peluncur granat meledak udara berasal dari XM29 OICW. Itu menerjunkan untuk tentara yang bertugas dalam Perang di Afghanistan dan diproyeksikan untuk memasukkan pengadaan penuh tingkat pada 2013. Namun, Komite Angkatan Bersenjata Senat mencoba untuk menghilangkan semua dana untuk XM25 dalam revisi anggaran Pentagon pada bulan Juni 2013. M320 Grenade Launcher Module (GLM) adalah sebutan militer AS untuk satu-shot 40 mm sistem peluncur granat baru untuk menggantikan M203 untuk Angkatan Darat AS, sementara layanan lainnya akan tetap menggunakan tua M203. M320 menggunakan High-Low Sistem Propulsi sama dengan M203. The M110 Semi Automatic Sniper System (M110 SASS) adalah senapan sniper semi-otomatis Amerika yang bilik untuk 7,62 × 51mm NATO bulat, yang dikembangkan oleh produsen senjata api AS Knight Armament Company. The Barrett Mrad atau Multi-Role Adaptive Desain adalah senapan sniper bolt-action yang dirancang oleh Barrett untuk memenuhi persyaratan SOCOM PSR. The Mrad didasarkan pada Barrett 98b dengan sejumlah modifikasi dan perbaikan. The Barrett Mrad bernama 2012 Rifle of the Year oleh NRA. 5 Senjata Personil Militer Yang Sangat Mematikan.

Ini 5 senapan paling canggih dan berbahaya di dunia.

Saat kekerasan bersenjata semakin meningkat, banyak negara-negara di dunia yang malah mengembangkan sektor persenjataannya. Hasilnya pun bisa ditebak, jumlah senjata mematikan semakin meningkat di pasaran, baik yang legal maupun ilegal. Salah satu yang terkenal adalah senapan semi-otomatis dan pelontar granat. Senapan semi-otomatis pada dasarnya sangat berbahaya karena memiliki kecepatan lontar peluru yang tidak hanya cepat, namun juga kuat. Senapan jenis ini juga menjadi senjata standar di militer-militer dunia, termasuk Indonesia, karena memang cenderung murah. Begitu juga dengan pelontar granat yang sering digunakan untuk meluluhlantakkan target dalam sekejap di banyak perang.

Apa yang terjadi bila senjata-senjata itu diberi tambahan teknologi canggih untuk hilangkan kelemahan yang dimilikinya? Berikut adalah 5 senjata mematikan dengan teknologi tercanggih di dunia yang dilansir oleh situs Complex.

Corner Shot 40mm Grenade Launcher. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Corner Shot 40mm Grenade Launcher.
1. Corner Shot 40mm Grenade Launcher

Pernahkah Anda menonton film laga di mana terdapat seorang tentara yang tengah terpojok dan sulit untuk melepas tembakan ke arah lawan? Itu semua tidak akan terjadi bila tentara tersebut memegang Corner Shot ditangannya. Pelontar granat ini dilengkapi dengan frame yang dengan engsel putar di tengah larasnya. Berkat engsel itu, Corner Shot dapat dibengkokkan hingga 60 derajat.

Hebatnya, terdapat sebuah kamera digital yang terletak di bawah ujung laras untuk memantau musuh yang tak terlihat. Hasil gambar akan ditampilkan di sebuah layar LCD yang dijamin memberikan posisi akurat lawan. Corner Shot sendiri bisa menembakkan berbagai macam jenis peluru. Mulai dari yang berbahaya seperti granat lontar kaliber 60mm, atau peluru 'penggertak' seperti peluru gas air mata. Jangkauan dari senjata ini pun bisa membuat lawan cemas, karena mencapai 150 meter.

XM25 CDTE Smart Grenade Launcher. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
XM25 CDTE Smart Grenade Launcher.
2. XM25 CDTE Smart Grenade Launcher

Jika tentara belum puas dengan pelontar granat lengkung Corner Shot, maka pemerintah Amerika memberikan pelontar granat baru untuk tentara Amerika yang bertugas di Afganistan pada tahun 2011 lalu.

Sebuah pelontar granat yang bisa diprogram layaknya komputer sederhana ini membawa hulu ledak mini kaliber 25mm. Dengan nama XM25 CDTE (Counter Defilade Target Engagement), senjata ini mampu menjangkau musuh yang berada pada jarak 700 meter. Menariknya, XM25 CDTE mempunyai teknologi baru berupa program terintegrasi yang mampu mengatur waktu ledakan dari hulu ledak yang terlontar darinya. Belum lagi fitur high-tech lain seperti teropong bersensor hingga teknologi laser terbaru untuk meningkatkan akurasi bidikan. Pelontar granat yang juga disebut The Punisher ini kemungkinan telah diberikan ke tentara lain di Timur Tengah pada tahun 2012 atau 2013 kemarin.

HK M320 Grenade Launcher. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
HK M320 Grenade Launcher.
3. HK M320 Grenade Launcher

Senjata yang satu ini memang dibuat agar bisa memberikan fungsi ganda, yakni sebagai pelontar granat biasa atau digabungkan dengan senapan semi-otomatis macam M6 atau m16 untuk tingkatkan efek penghancur yang dimilikinya.

Salah satu teknologi yang membuat HK M320 semakin berbahaya adalah fitur adaptasi khusus agar HK M320 bisa menembakkan semua jenis granat buatan NATO seperti granat ledak, asap, hingga cahaya. Berkat tambahan teknologi Laser Range Finder, HK M320 mampu menemukan target dengan cepat. Perusahaan Insight Technology juga menambahkan teropong khusus 'Day/Night Sight' untuk memudahkan teropong HK M320 berubah dari fitur penglihatan malam ke fungsi normal.

KAC M110 SASS Sniper Rifle. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
KAC M110 SASS Sniper Rifle.
4. KAC M110 SASS Sniper Rifle

KAC M110 SASS (Semi Automatic Sniper System) merupakan senapan runduk (sniper) semi-otomatis yang telah dipakai oleh tentara NATO sejak tahun 2008. Setelah mengalami berbagai macam pembaharuan, kini KAC M110 SASS menjelma menjadi senapan multi fungsi yang bisa digunakan oleh penembak jitu sekalipun. Semua itu berkat peredam suara detachable dengan teknologi terbaru yang dapat mengurangi dengan drastis suara yang dikeluarkan oleh KAC M110 SASS.

Terdapat pula fitur Day Optic yang didesain khusus untuk berbagai macam lingkungan serta pencahayaan. Untuk memudahkan tentara membidik lawan pada situasi yang tidak mendukung sekalipun, KAC M110 SASS dibekali dengan lensa tambahan yang dapat diputar 45 derajat buatan DOS. Senapan dengan peluru berkaliber 7mm ini mampu memuntahkan 4 peluru per detiknya dengan jangkauan hingga 9,7 kilometer.

Barrett MRAD .388 Sniper Rifle. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Barrett MRAD .388 Sniper Rifle.
5. Barrett MRAD .388 Sniper Rifle

Senapan semi otomatis yang satu ini memang terlihat sangat menawan dengan bodi metalik keemasannya. Tetapi jangan salah sangka, Barrett MRAD (Multi-Role Adaptive Design) menawarkan fungsi senapan modular dengan bodi yang dapat di-upgrade serta ditambah berbagai macam alat baru seperti teropong berfitur night vision.

Sistem magazine-nya juga bisa dikosongkan untuk proses pengaturan jenis peluru yang akan digunakan atau sekedar untuk perawatan. Barrett MRAD juga dapat berfungsi sama baiknya saat digunakan untuk tentara bertangan kidal maupun normal dengan fitur ambidextrous magazineyang jarang ditemukan di senapan semi-otomatis lain. Tak lupa, terdapat sebuah fitur pengaman yang mudah diaktifkan hanya dengan jempol.

www.merdeka.com

Selasa, 01 Juli 2014

: Posted on Selasa, 01 Juli 2014 - 05.03

Torpedo VA-111 Shkval merupakan jenis torpedo superkavitasi yang dikembangkan pada era Uni Soviet. VA-111 Shkval mampu melesat dibawah laut dengan kecepatan lebih dari 200 knot (370 km/jam). Desain torpedo ini mulai dibuat pada tahun 1960 ketika lembaga riset NII-24 diperintahkan untuk menghasilkan sistem senjata baru yang mampu memerangi kapal selam nuklir.
Pada tahun 1969, GSKB-47 yang bergabung dengan NII-24 untuk menciptakan Research Institute of Applied Hydromechanics di Kiev, Ukraina (konstruktor Merkulov); yang VA-111 Shkval menjadi produk dari merger ini. Diumumkan sebagai yang digunakan di awal 1990-an, meskipun sebelumnya operasional tahun 1977, VA-111 Shkval dirancang sebagai balasan terhadap torpedo yang diluncurkan oleh kapal selam musuh terdeteksi. Hal ini juga dapat digunakan sebagai counter untuk torpedo masuk dimana diluncurkan pada kapal selam musuh, memaksanya untuk menghindari, dan mudah-mudahan memotong kawat bimbingan ke torpedo musuh dalam proses. Shkval kerucut hidung. Belakang shkval, menunjukkan sirip bimbingan dan konektor elektronik. Kecepatan VA-111 jauh melebihi yang dari torpedo standar saat ini menerjunkan oleh NATO. Kecepatan ini adalah hasil dari superkavitasi: torpedo adalah, pada dasarnya, terbang dalam gelembung gas yang dibuat oleh defleksi luar dari air oleh perusahaan khusus berbentuk kerucut hidung dan ekspansi gas dari mesin. Dengan menjaga air dari datang ke dalam kontak dengan permukaan tubuh torpedo, tarik berkurang secara signifikan, yang memungkinkan kecepatan yang sangat tinggi. Diluncurkan dari 533 tabung mm torpedo, VA-111 keluar tabung di 50 knot (93 km / jam). Tak lama setelah itu, yang roket bahan bakar cair dan menyatu mendorong ke kecepatan hingga 200 knot (370 km / h). Beberapa laporan menunjukkan bahwa kecepatan 250 knot + dapat dicapai, dan bekerja pada 300-simpul (560 km / h) versi sedang berlangsung. Mesin roket menggunakan kombinasi peroksida tes tinggi dan minyak tanah; tangki propelan mengandung sekitar 1500 kg hidrogen peroksida dan 500 kg minyak tanah. Desain awal mungkin hanya mengandalkan sistem bimbingan inersia. Desain awal dimaksudkan untuk pengiriman hulu ledak nuklir. Kemudian desain dilaporkan meliputi bimbingan terminal dan hulu ledak konvensional 210 kg (460 lb). Torpedo mengontrol arah dengan menggunakan empat sirip yang skim permukaan dalam amplop superkavitasi. Untuk mengubah arah, sirip atau sirip di bagian dalam pergantian yang diinginkan diperpanjang, dan sirip lawan yang ditarik. Untuk membuat tikungan lebih cepat, pelat push pada hidung dapat digunakan untuk mengontrol bentuk gelembung rudal bepergian masuk

VA-111 Shkval. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
VA-111 Shkval.
VA-111 Shkval, Rudal Bawah Air yang Tak Terkalahkan.

Pada tahun 1977, Angkatan Laut Uni Soviet memiliki torpedo yang mampu meluncur di bawah air pada kecepatan 200 knot atau 370 km/jam. Meski masih dirahasiakan, VA-111 Shkval atau Squall menarik perhatian masyarakat luas dalam skandal mata-mata pada tahun 2000.

Meski telah ada terobosan teknologi dalam persenjataan konvensional, serangan torpedo oleh kapal selam masih menjadi ancaman nyata bagi kapal dan awak kapal, bahkan di paruh kedua abad ke-20. Kapal selam yang dipersenjatai torpedo harus mendekat hingga jangkauan serang yang tak terdeteksi. Namun fitur anti-kapal selam dan antitorpoedo memungkinkan kapal permukaan dan kapal selam musuh dapat mengatasi ancaman dari bawah secara lebih efektif.

Kapal selam Soviet periode 1960-an dan 1970-an lebih inferior dibanding model AS dalam hal level deraunya, sehingga para ahli mesin Moskow berupaya untuk membuat desain senjata baru yang revolulsioner. VA-111 Shkval akhirnya mulai digunakan pada 1977 setelah dikembangkan selama sepuluh tahun. Dengan kecepatan 200 knot yang belum tertandingi, VA-111 Shkval dua kali lebih cepat daripada torpedo screw-driven tradisional, yang masih menjadi senjata kapal selam utama di armada-armada dunia.

Keunggulan kecepatan ini dicapai dengan mesin roket dan menggunakan superkavitasi, moncong depan torpedo menciptakan gelembung gas di sekeliling seluruh permukaannya pada kecepatan tinggi untuk mengurangi gesekan di dalam air.

Setelah torpedo diluncurkan dari tabung, autopilot yang telah diprogram sebelumnya akan meluncurkan roket berbahan bakar padat sesuai jalur dan kedalaman yang diperlukan ketika berakselerasi untuk membentuk gelembung gas. Ketika bahan bakar motor awal habis, bagian belakang torpedo dibuang dan mesin utama yang didorong dengan bahan bakar berbasis lithium hidroreaktif akan melaju ke depan. Air laut kemudian masuk melalui lubang di moncong kapal selam, sehingga memungkinkan torpedo ini melaju pada kecepatan penuh sampai 15 kilometer dan hanya ujungnya yang bersentungan dengan air.

Meski superkavitasi menghalangi efektivitas penggunaan sistem homing pada senjata ini, kekuatan eksplosifnya yang besar sungguh luar biasa, yakni setara dengan sebuah ledakan nuklir 150 kiloton TNT, sehingga kapal selam musuh atau kapal permukaan yang berada di radius satu kilometer jelas akan hancur.

VA-111 Shkval 533 mm dimiliki oleh sebagian kapal selam nuklir Soviet dan dianggap sama efektifnya baik sebagai senjata penyerang maupun pertahanan ketika kapal selam musuh menyerang.

VA-111 Shkval mampu menjangkau enam kilometer dalam satu menit dan dapat melakukan serangan balik dengan cepat. Kapal selam AS memiliki keunggulan dalam kemampuan siluman ketika mendekati dan melancarkan serangan pertama, sementara torpedo berkecepatan tinggi ini dapat ditembakkan sebelum melakukan tindakan mengelak. Jadi meski kapal selam yang mengelak itu mungkin tidak dapat memperbaiki data kendali torpedo yang sudah di dalam air, daya ledak VA-111 Shkval dijamin memberi serangan balik yang dahsyat.

Senjata unik ini memungkinkan Angkatan Laut Soviet untuk menambal kelemahan kemampuan siluman kapal selamnya, sebelum hal itu berhasil diatasi pada awal 1980-an. VA-111 Shkval populer karena sebuah kasus spionase pada tahun 2000, ketika mantan perwira angkatan laut AS Edmond Pope diadili dan dihukum di Rusia karena mengambil informasi rahasia tentang senjata tersebut.

Saat ini VA-111 Shkval masih merupakan senjata Rusia yang bersifat rahasia dan belum ada desain yang lebih unggul torpedo ini.

rbth.com

Senin, 30 Juni 2014

: Posted on Senin, 30 Juni 2014 - 08.40

Tentara Nasional Indonesia (TNI) mewaspadai peta terbaru kawasan Laut China Selatan yang dibuat oleh Republik Rakyat Tiongkok. Pada peta yang telah diperbaharui pihak China tersebut tampak garis putus-putus (dash line) yang melintasi sebagian Kepulauan Natuna yang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meskipun setelah dikonfirmasi, pihak kedutaan RRC Republik Rakyat Tiongkok bahwa negeri tirai bambu tersebut tidak punya klaim atas wilayah Indonesia, pihak TNI tetap menyiapkan antisipasi dengan memperkuat armada pertahanan di kawasan Natuna.

Kepulauan Natuna. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Kepulauan Natuna.
Peta Baru Tiongkok Bikin TNI Waspada.

Munculnya peta terbaru Republik Rakyat Tiongkok dengan garis putus-putus melintasi wilayah Natuna membuat TNI waspada meski tidak bereaksi keras. Mabes TNI menyatakan telah meminta klarifikasi kepada kedutaan Tiongkok karena hal tersebut berkaitan dengan persoalan perbatasan dan sengketa laut Tiongkok Selatan.

Kapuspen TNI Mayjen Mochamad Fuad Basya menjelaskan, Panglima TNI telah bertemu dengan Kuasa Usaha Kedubes Tiongkok untuk membicarakan persoalan garis putus-putus kesepuluh di peta negara tersebut. hasilnya, Tiongkok memang mengakui jika mereka memperbaharui peta. Pembaruan itu tampak dari makin luasnya cakupan garis putus-putus yang direncanakan sebagai wilayah baru Tiongkok. Garis tersebut melintasi wilayah kepulauan Natuna. "Namun, Kuasa Usaha Tiongkok menyatakan jika mereka tidak punya klaim terhadap wilayah Indonesia," terang Fuad, Sabtu (28/6/2014).

Pihak Tiongkok menjelaskan jika peta tersebut merupakan peta sementara dan bukan sebagai klaim wilayah. Kalaupun nanti ada permasalahan di kemudian hari, maka yang akan bertindak kali pertama adalah Kementerian Luar Negeri. Sampai saat ini, lanjutnya, tidak ada permasalahan perbatasan antara Tiongkok dengan Indonesia meski peta terbaru menunjukkan jika Tiongkok ingin mendominasi Laut Tiongkok Selatan. "Sampai saat ini tidak ada kapal-kapal Tiongkok yang mendekat ke Natuna," lanjutnya. Batas antara Tiongkok dengan Indonesia juga masih cukup jauh.

Meski begitu, Mabes TNI sudah menyiapkan segala kemungkinan jika Tiongkok memperluas cakupan wilayahnya di Laut Tiongkok Selatan. Seluruh lanal di sekitar kawasan Natuna dalam kondisi aktif. Namun, TNI hanya akan bereaksi jika ada keputusan pemerintah. Selebihnya, TNI tetap mengawasi perbatasan Indonesia di Natuna dengan patroli-patroli laut.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan jika pihaknya sedang memperkuat armada di kawasan Natuna. "Kalau persoalan Laut Tiongkok Selatan meluas, yang paling potensial terkena imbas itu kepulauan Natuna," ujarnya saat menjelaskan perkembangan rencana pembangunan Lanal Tanjung Datu baru-baru ini.

www.jpnn.com

Minggu, 29 Juni 2014

: Posted on Minggu, 29 Juni 2014 - 08.00

Kementerian Pertahanan Prancis siap memberikan dukungan alih teknologi pembuatan kapal selam kepada Indonesia. Kesiapan Prancis untuk transfer teknologi pembuatan kapal selam ini disampaikan oleh Menteri Muda Pertahanan Prancis Kader Arif ketika menerima kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Paris, Kamis (26/6/2014).

Kapal Selam Scorpene Buatan Prancis. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Kapal Selam Scorpene Buatan Prancis.
Prancis Siap Alih Teknologi Kapal Selam untuk Indonesia.

Menteri Muda Pertahanan Prancis Kader Arif menilai Indonesia sebagai mitra penting bagi negaranya. Indonesia diharapkan menjadi pintu masuk bagi Prancis untuk menjalin kerja sama pertahanan dengan negara-negara ASEAN. Hal tersebut disampaikan Arif saat menerima kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Paris, Kamis (26/6/2014). Sjafrie didampingi Kepala Badan Sarana Pertahanan Laksamana Muda Rachmat Lubis.

Arif mengapresiasi peran yang dilakukan Indonesia baik dalam menjadi perdamaian di kawasan maupun dalam operasi penjaga perdamaian. Seperti halnya Indonesia, Prancis melakukan hal yang sama dengan penempatan pasukan perdamaian di banyak negara. Untuk membuat peran itu berjalan lebih baik, Tentara Nasional Indonesia perlu dilengkapi dengan alat utama sistem persenjataan yang memadai. Menurut Arif, Prancis siap untuk memenuhi kebutuhan alutsista maupun pengembangan industri pertahanan Indonesia. "Saya berterima kasih bahwa TNI AD mempercayai untuk menggunakan meriam Caesar 155 mm buat Prancis. Saya mendukung bukan hanya untuk pembelian alutsista, tetapi juga pengembangan industrinya seperti yang akan dilakukan PT Pindad dengan Nexter untuk pengembangan Caesar maupun dengan Roxel untuk industri propelan," kata menteri muda berdarah Aljazair itu.

Menurut Arif, Prancis akan memberikan dukungan untuk transfer teknologi. Termasuk juga untuk industri kapal selam apabila dibutuhkan Indonesia.

Wamenhan menjelaskan kunjungan ke Prancis dan Belanda dilakukan Komite Kebijakan Industri Pertahanan dan juga High Level Committe untuk mencek seluruh alutsista yang dipesan Indonesia untuk TNI. Termasuk juga tiga kapal fregat multifungsi yang sedang dibangun di Manchester Inggris. Juga helikopter serang Eurocopter yang akan melengkapi Helikopter MI 35 dan Apache yang memperkuat TNI AD. Menurut Sjafrie seluruh pesanan itu sudah dalam tahap akhir dan akan segera dikirim secara bertahap ke Indonesia. Seluruh alutsista yang baru ini akan ikut dalam peringatan Hari TNI 5 Oktober.

Sjafrie merasa puas karena selain pembelian alutsista ada banyak tawaran bagi pengembangan kerja sama industri pertahanan. Terutama untuk Pindad yang terbuka peluang bagi pengembangan Panser Anoa serta kendaraan tempur dan munisi lainnya.

Bersama Dirut Pindad Sudirman Said, Wamenhan bertemu juga Presiden Volvo Group, Stefano Chmielewski untuk membicarakan pasokan mesin Renault untuk kebutuhan Panser Anoa. "Pindad sudah memproduksi 250 unit panser kebutuhan TNI AD. Sekarang Pindad mempunyai kesempatan untuk memasok 250 unit lainnya dan Renault bersepakat untuk memasok kebutuhan mesinnya," kata Sjafrie.

news.metrotvnews.com

: Posted on - 06.11

Helikopter tempur Eurocopter Tiger H61 TNI AD akan tampil perdana pada pelaksanaan HUT TNI Ke-69 pada 5 Oktober 2014, hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin saat berada di kota Paris, Jumat (26/6/2014). Eurocopter Tiger H61 merupakan salah satu varian dari helikopter serbu buatan Eurocopter, pabrikan helikopter di Eropa yang dibentuk oleh perusahaan DaimlerChrysler Aerospace (Jerman), Aerospatiale Matra (Perancis) dan CASA (Spanyol).

Eurocopter Tiger. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Eurocopter Tiger.
TNI Perkenalkan 'Macan' dalam HUT ke-69.

Upacara kebesaran HUT ke-69 TNI akan menjadi ajang pertama bagi 'macan' baru TNI memperkenalkan diri kepada warga Indonesia. Macan itu sedang dalam tahap akhir persiapkan fisik di benua Eropa.

Macan itu adalah helikopter serang Eurocopter Tiger H61. Mereka akan melengkapi helikopter serbu MI 35 dan Apache memperkuat TNI AD. Selain itu ada tiga kapal fregat multifungsi untuk TNI AL yang sedang dibangun di Manchester, Inggris. "Seluruh alutsista yang baru ini akan ikut dalam peringatan Hari TNI 5 Oktober," kata Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin di Paris, Jumat (26/6/2014).

Wamenhan berkunjung ke Paris bersama rombongan Komite Kebijakan Industri Pertahanan. Selain itu mereka ke Belanda juga untuk memastikan perkembangan seluruh alutsista yang dipesan Indonesia untuk jajaran TNI. "Saat ini seluruh pesanan itu sudah dalam tahap akhir dan akan segera dikirim secara bertahap ke Indonesia," sambung matan Pangdam Jaya ini.

Sjafrie merasa puas karena selain pembelian alutsista ada banyak tawaran bagi pengembangan kerja sama industri pertahanan. Terutama untuk Pindad yang terbuka peluang bagi pengembangan panser Anoa serta kendaraan tempur dan amunisi lainnya.

Bersama Dirut Pindad Sudirman Said, Wamenhan bertemu juga Presiden Volvo Group, Stefano Chmielewski untuk membicarakan pasokan mesin Renault sebagai sumber tenaga Panser Anoa. "Pindad sudah memproduksi 250 unit panser kebutuhan TNI AD. Sekarang Pindad mempunyai kesempatan untuk memasok 250 unit lainnya dan Renault bersepakat untuk memasok kebutuhan mesinnya," kata Sjafrie

news.metrotvnews.com

: Posted on - 03.36

K-329 Severodvinsk adalah kapal selam nuklir Yasen milik Angkatan Laut Rusia. Pembangunan kapal selam dimulai pada tahun 1993 dan pertama kali direncanakan akan diluncurkan pada tahun 1998. Namun keruntuhan Uni Soviet dan masalah anggaran telah menyebabkan pembangunan kapal selam K-329 Severodvinsk ini menjadi tertunda selama bertahun-tahun, sehingga kapal selam ini baru bisa diluncurkan pada tanggal 15 Juni 2010.
K-329 Severodvinsk melaksanakan uji coba laut pada tanggal 12 September 2011 dan kembali dari pelayaran pertama pada tanggal 6 Oktober 2011. Kapal selam ini mulai dioperasikan Angkatan Laut Rusia pada akhir Desember 2013. AL Rusia berencana untuk memiliki dua kapal selam kelas Yasen pada tahun 2015. torpedo-meluncurkan sistem Severodvinsk ini telah dipilih dipasang di belakang kompartemen dari stasiun sentral. Pada 7 November 2012, perahu (sementara terendam) berhasil meluncurkan rudal jelajah Kaliber (versi anti-kapal) pada target laut di Laut Putih. Kemudian pada bulan yang sama kapal selam berhasil menguji menembakkan dua tambahan (serangan darat) rudal jelajah. Pertama serangan darat SLCM diluncurkan pada 26 November 2012 dari posisi muncul dan dua hari kemudian kedua dari posisi terendam. Severodvinsk diserahkan kepada Angkatan Laut pada akhir Desember 2013. Upacara pengibaran bendera diadakan pada 17 Juni 2014 menandai diperkenalkan ke Angkatan Laut Rusia. Angkatan Laut Rusia beroperasi beberapa yang terbaik kapal selam bertenaga nuklir di dunia. Alhtough mereka teknologi agak di belakang kapal selam nuklir Amerika dalam hal sensor dan dalam hal ketenangan (meskipun mereka sangat tenang diri), langkah-langkah kasar konstruksi dan keselamatan mereka di banyak adalah melebihi dari kapal selam AS, dan senjata mereka cocok hanya sebagai kuat , dan dalam beberapa kasus bettrer. Namun, setelah jatuhnya Uni Soviet, karena pertimbangan keuangan yang parah, kekuatan kapal selam jatuh ke dalam keadaan rusak kecuali untuk beberapa unit. Kekuatan Soviet skor serangan nuklir, peluru kendali, dan kapal selam rudal balistik jatuh ke titik di mana Angkatan Laut Rusia melakukan semua itu bisa untuk mempertahankan mungkin 8-10 dari masing-masing jenis (dan kadang-kadang kurang) dalam keadaan seaworth. Untuk serangan kapal selam, dari akhir 1980-an melalui dekade pertama tahun 2000-an, (lebih dari dua puluh tahun) ini terdiri dari beberapa kapal Victor III, dua atau tiga kapal Seirra, dan kapal selam Akula beberapa. The Akula Akula II dan kapal selam yang mendekati penerbangan selanjutnya dari serangan kapal selam Los Angeles bahwa Angkatan Laut AS yang dikerahkan di tahun 1990-an. Tapi Angkatan Laut AS juga telah pindah ke tiga kapal selam kelas Sea Wolf dan serangan kapal selam Virginia kelas baru (yang sepuluh sudah pernah membangun dan dimasukkan ke dalam layanan) yang tangan bawah serangan kapal selam paling tenang dan paling mematikan yang ada di setiap nomor di bumi. Rusia diinginkan untuk membangun, kelas modern yang baru serangan kapal selam yang akan mampu bersaing dengan kapal Amerika. Hasil keinginan yang menjadi Project 885 Yasen / Graney kelas kapal selam. Rencana desain inital untuk perahu berkecambah tidak lama setelah jatuhnya Uni Soviet pada akhir 1980-an, namun rencana itu harus ditunda karena pertimbangan keuangan. Rusia melakukan upaya untuk memulai membangun perahu 1 pada tahun 1993, tetapi tidak dapat melanjutkan sehingga projject tetap ditahan. Akhirnya dalam jangka waktu tahun 2004, Rusia memiliki cukup uang untuk melanjutkan. Namun, karena emphgasis nasional pada kelas baru dari Rudal Balistik Submarines (SSBN), kelas Borei, kemajuan lambat. Tapi, pada akhirnya, pada bulan Juni 2010, kapal pertama, Severodvinsk, K-329, diluncurkan. ia mulai uji coba laut-nya di September 2011, dan ditugaskan ke armada Rusia pada bulan Desember 2013. Sebuah perahu kedua, Kazan dibaringkan pada bulan Juli 2009. Sebuah perahu thrid, Novosibirsk, dibaringkan. The 2nd boat diharapkan akan diluncurkan pada tahun 2014. The 3rd perahu diharapkan akan diluncurkan pada 2017. Rusia bermaksud untuk membangun sepuluh kapal tersebut. Rusia merancang kapal ini benar-benar menjadi kapal hybrid yang akan menggantikan kedua serangan kapal selam kelas SSN (seperti Victor IIIs, yang Akulas dan Sierra) dan untuk menggantikan Oscar dan Oscar II Kelas SSGN, kapal selam rudal juga. Meskipun mereka akan secara resmi digolongkan dengan sebutan SSN, mereka akan sangat capanble dalam kedua peran. (Catatan:. Angkatan Laut AS bermaksud untuk memasukkan ekstensi hull baru ke Virginia Kelas SSN dimulai pada tahun 2018 ini "Payload Module" akan menambah 28 tabung peluncuran vertikal ke Virginia masa depan Kelas SSN, sehingga total VLS tube mereka menghitung sampai 40, dan memungkinkan mereka untuk menjadi hybrid SSN / perahu SSGN seperti Yasen). Karena tambahan vertikal tabung rudal peluncuran mereka dan karena pressure hull ganda dan ballast tambahan Rusia membangun ke kapal selam mereka, pembuluh Yasen Kelas memiliki perpindahan besar.

K-329 Severodvinsk. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
K-329 Severodvinsk.
Rusia habiskan 20 tahun untuk buat satu kapal selam nuklir.

Setelah menunggu dua dekade lebih, warga Rusia akhirnya bisa menyaksikan kapal selam nuklir mereka mengamankan perairan Negeri Beruang Merah. Apa saja kelebihan kapal selam nuklir tersebut?

Kapal selam K-329 Severodvinsk menjadi kapal selam nuklir pertama milik Rusia yang seutuhnya didesain untuk melancarkan serangan ke kapal selam lain. Oleh karena itu Severodvinsk dibekali dengan banyak persenjataan, termasuk beberapa misil dengan hulu ledak nuklir. Jangkauan dari misil nuklir tersebut juga cukup mengkhawatirkan, hampir separuh dari jangkauan rudal antar benua, yakni 5000 kilometer.

Selain misil dengan hulu ledak nuklir, Severodvinsk juga memiliki misil khusus untuk serangan udara, serta torpedo 533 mm untuk melakukan serangan dari jarak dekat dengan kapal destroyer atau kapal selam lain. Rusia pun menanamkan sebuah sistem sonar raksasa yang bisa memberikan tampilan radar yang lebih luas dan detail.

Dengan bobot mencapai 13.800 ton dan panjang 122 meter, kapal selam bertenaga reaktor nuklir generasi terbaru tersebut mampu melaju hingga kecepatan 35 knot di kedalaman maksimal 600 meter, Gizmodo (19/6).

Fakta menarik lainnya, kapal selam nuklir kelas Yasen ini mulai dirakit sejak tahun 1993 dan baru benar-benar selesai tahun ini. Mengapa bisa begitu lama?

Penundaan pembangunan akibat kejatuhan Uni Soviet lah yang dijadikan kambing hitam. Belum lagi akibat ekonomi Rusia yang belum stabil, pembangunan Severodvinsk harus berhenti beberapa kali. Berarti butuh sekitar 20 tahun untuk membuat satu kapal yang bisa meningkatkan daya saing Rusia jika suatu saat 'harus' berhadapan dengan Amerika Serikat.

Kabar buruknya, Amerika Serikat mempunyai 'stok' kapal selam kelas Victoria hingga 21 unit. Kapal selam kelas Victoria memang diperkirakan mempunyai kemampuan yang sama kapal selam kelas Yasen, termasuk Severodvinsk, milik Rusia. Amerika kabarnya masih memiliki 7 kapal selam lain yang masih dalam tahap pembangunan.

Menengok fakta di atas, nampaknya Rusia harus berpikir ulang jika ingin mengajak Amerika berperang.

www.merdeka.com

Kamis, 26 Juni 2014

: Posted on Kamis, 26 Juni 2014 - 07.07

India tengah mempertimbangkan untuk mengekspor produk persenjataan buatan negara itu dengan sasaran pembeli negara-negara sahabat. Hal ini disampaikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO: Defence Research and Development Organisation). Beberapa produk senjata yang mungkin akan diekspor oleh India antara lain pesawat jet tempur ringan dan sistem peluru kendali.

Jet Tempur HAL Tejas. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur HAL Tejas.
Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO: Defence Research and Development Organisation) mengatakan bahwa mampu melakukan ekspor pesawat tempur dan rudal dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan produk persenjataan sejenis dari negara lain, termasuk produk militer buatan China.

Kepala DRDO Avinash Chander mengatakan kepada media Press Trust of India bahwa lembaga tersebut telah menawarkan 'izin satu jendela' untuk penjualan dengan waktu tertentu produk senjata ke negara-negara sahabat.

Berkaitan dengan hal tersebut, India membutuhkan pengembangan mekanisme kebijakan untuk ekspor senjata. "Kami sedang membahas metodologi untuk mengembangkan potensi ekspor serta mekanisme kebijakan untuk ekspor sistem senjata," kata Chander.

Produk yang dapat dipertimbangkan untuk diekspor termasuk pesawat jet tempur ringan HAL Tejas, sistem pertahanan udara Akash, rudal kelas Prahar, dan rudal jelajah supersonik BrahMos.

Dalam hal ini DRDO mengikuti saran dari Perdana Menteri India Narendra Modi bahwa India harus meningkatkan pengembangan senjata sendiri untuk kebutuhan di dalam negeri dan juga diekspor ke negara-negara lain.

Ketika ditanya tentang manfaat bagi negara-negara pembeli produk senjata dari India, Chander mengatakan beberapa produk senjata buatan India lebih murah dibanding sistem senjata yang dijual oleh negara-negara lain. "Ada berbagai sistem senjata, seperti rudal strategis, rudal jarak jauh buatan China menjual ke Arab Saudi, jika dibandingkan dengan produksi kami, menjadi sepertiga atau seperempat dari harga yang mereka tawarkan," tambah Chander.

www.airforce-technology.com

: Posted on - 05.37

Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) TNI masih harus ditambah dan dilengkapi, menurut Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq. Penambahan jumlah dan kualitas alutsista tersebut sangat diperlukan agar TNI bisa lebih mampu melaksanakan tugas pengawalan dan pengamanan di semua wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Armada Kapal Perang TNI-AL. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Armada Kapal Perang TNI-AL.
TNI perlu tambah persenjataan.

Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, menyatakan TNI di tiga matranya perlu menambah persenjataan untuk mengamankan wilayah Indonesia dari segala aspek. "Minimal kita harus punya tiga kapal selam dan kapal patroli cepat terutama untuk wilayah-wilayah perbatasan, dijalur perdagangan yang sibuk," katanya, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/6/2014).

Ia menambahkan, sebetulnya Indonesia sudah menambah kapal perang tetapi belum dilengkapi persenjataan dan alat pendukung. Bicara soal TNI AL, dia menguraikan, masih harus diperkuat wahana pengintai maritim, karena untuk saat ini pesawat pengintai TNI AL masih terbatas jumlah dan jangkauannya. Sinergitas antara sayap udara maritim dengan kapal perang permukaan dan bawah permukaan akan menjadi prioritas ke depan. "Namun masih bisa didukung TNI AU," kata dia.

Tantangan terbesar di kelautan dari sisi ekomomi adalah menyelamatkan potensi ekonomi nasional dari kejahatan-kejahatan yang masih terjadi, di antaranya pencurian ikan. "Ke depan, rencana strategis yang harus diprioritaskan adalah memperbesar postur anggaran pertahanan untuk wilayah laut," katanya.

DPR, katanya, mendukung rencana induk TNI AL yang akan membangun tiga komando armada Indonesia, yaitu di wilayah barat, tengah, dan timur. Antisipasi dinamika Laut China Selatan juga harus dilakukan secara baik.

Pada sisi lain, buku Satu Dasawarsa Membangun Untuk Kesejahteraan Rakyat terbitan Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Komunkasi Sosial, disebutkan anggaran pertahanan Indonesia meningkat 400 persen, dari Rp21,42 triliun pada 2004 menjadi Rp84,47 triliun pada 2013. Ini peningkatan terbesar sepanjang sejarah APBN untuk sektor pertahanan sejak 10 tahun terakhir. Pada 1980-an, postur TNI pernah menjadi paling menonjol di ASEAN namun kini tidak lagi dari beberapa sisi. Akan tetapi, secara akumulatif, dana negara di sektor pertahanan ini telah Rp440,94 triliun pada 2004 sampai 2013.

Dalam buku yang disunting Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Sosial, Sardan Marbun, itu disebutkan, modernisasi arsenal TNI semata-mata untuk menjaga kedaulatan Indonesia serta menjaga keamanan regional maupun kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya.

www.antaranews.com

Rabu, 25 Juni 2014

: Posted on Rabu, 25 Juni 2014 - 04.06

Angkatan Bersenjata Rusia memiliki 5 sistem rudal pertahanan udara yang diklaim memiliki kemampuan superior sebagai peralatan pertahanan, khususnya terhadap serangan udara. 5 sistem peluru kendali pertahanan serangan udara buatan Rusia itu adalah Igla-S, S-300VM Antey-2500, Pantsir S1, S-400 Triumf, dan S-500.

Lima Sistem Pertahanan Misil Terbaik Rusia.

Rusia memiliki salah satu sistem pertahanan misil terbaik di dunia. Jendral Purnawirawan David Deptula, mantan pejabat intelejen Angkatan Udara Amerika Serikat, bahkan mengakui hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan media online The Daily Beast baru-baru ini.

Igla-S. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Igla-S.
Igla-S, Sistem Pertahanan Udara (MANPADS) Terpopuler

Sistem Pertahanan Udara Man-Portable memiliki konstruksi sederhana berupa sebuah tabung peluncur dan sebuah roket. Sistem pertahanan ini dirancang untuk melawan pesawat, helikopter, serta pesawat tanpa awak pada ketinggian rendah, dalam kondisi derau termal alami dan buatan. Banyak ahli berpendapat bahwa MANPADS mengungguli semua persenjataan sejenis yang ada saat ini.

Igla-S memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan hampir tak bisa terdeteksi oleh sistem pengintai. Kemampuan Igla-S telah terbukti dalam beberapa pertempuran seperti di bekas Yugoslavia dan di Suriah. MANPADS Igla-S telah disuplai ke negara-negara Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Dekat dan Tengah, Eropa Tengah, Amerika Latin, Karibia, dan Afrika.
  • Jarak jangkau sasaran: 6.000 meter
  • Batas ketinggian sasaran: 10 - 3.500 meter
S-300VM Antey-2500. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
S-300VM Antey-2500.
S-300VM Antey-2500, Sistem Misil Pertahanan Udara Paling Efektif

Sistem antipesawat dan antimisil portabel S-300VM Antey-2500 merupakan misil dan senjata pertahanan udara yang serbaguna. Sistem ini mampu melawan misil balistik dengan jarak jangkau hingga 2.500 kilometer. Antey-2500 juga dapat mencegat semua jenis sasaran aerodinamis dengan sama baiknya. Sistem avionik S-300VM dilengkapi dengan dua radar yakni sebuah radar pemindai lingkar dan sebuah radar berbasis peranti lunak. Radar pertama dapat memindai semua ruang di sekeliling sistem. Radar tersebut dirancang untuk mendeteksi pesawat terbang dan helikopter. Sementara radar kedua merupakan pencari misil. S-300 VM merupakan sistem misil pertahanan udara Rusia terhebat yang sudah mulai diekspor. Saat ini, Venezuela telah memiliki sejumlah S-300VM.
  • Jarak jangkau sasaran: 200 kilometer (sasaran aerodinamik), 40 kilometer (sasaran balistik)
  • Batas ketinggian sasaran: 25 meter - 30 kilometer
Pantsir S1. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Pantsir S1.
Pantsir S1, Sistem Misil-Senapan Pertahanan Udara Rusia Tercanggih

Sistem ini dirancang sebagai sistem pertahanan jarak dekat bagi titik sasaran sipil dan militer untuk melawan semua senjata serangan udara, termasuk melawan sistem pertahanan udara jarak jauh. Sistem ini juga dapat menjaga sebuah objek yang dilindungi dari ancaman darat dan laut. Pantsir S1 saat ini tengah diuji coba lapangan (trial by fire) di Suriah. Senjata ini mengundang kekaguman para ahli militer karena kemampuan tembak dan akurasinya yang tinggi, serta hanya butuh lima menit persiapan hingga dapat digunakan.

Pantsir dapat menjatuhkan sasaran apapun, mulai dari burung pipit hingga pesawat. Para ahli menganggap sistem ini tak akan tertandingi. Saat ini, Pantsir S1 digunakan oleh Aljazair, Iran, Arab Saudi, dan Oman.
  • Jarak jangkau sasaran: 1,2 - 20 kilometer
  • Batas ketinggian sasaran: 15 meter - 15 kilometer
S-400 Triumf. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
S-400 Triumf.
S-400 Triumf, Sistem Misil Pertahanan Udara Terbaru

S-400 Triumf dirancang untuk melawan sasaran udara aerodinamis (pesawat taktis dan strategis serta pengganggu radar seperti pesawat AWACS dan KR), termasuk melawan teknologi siluman dengan jarak jangkau sekitar 400 kilometer. Sistem ini dapat mencegat misil balistik, sasaran supersonik, dan alat-alat serangan udara lain yang ada ataupun yang berpotensi ada. Dibanding pendahulunya, S-300 Triumf, S-400 memiliki laju api (rate of fire) dua setengah kali lebih tinggi. Sistem ini akan tersedia untuk ekspor setelah 2016.
  • Jangkauan deteksi sasaran: 600 kilometer
  • Jarak jangkau sasaran: 400 kilometer (sasaran aerodinamik), 60 kilometer (sasaran balistik)
  • Batas ketinggian sasaran: 10 meter - 27 kilometer
S-500. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
S-500.
S-500, Sistem Misil Pertahanan Udara Paling Menjanjikan

S-500 adalah generasi terbaru sistem misil antipesawat yang diyakini akan menggunakan konsep "keputusan terpisah" untuk menghancurkan banyak sasaran balistik dan udara sekaligus. Tujuan utama dibuatnya S-500 adalah untuk melawan misil balistik jarak menengah dan antarbenua.

Menurut perancangnya, sistem pertahanan terbaru ini bahkan mampu mencapai satelit orbit rendah, senjata ruang angkasa, dan platform senjata orbital. S-500 saat ini tengah dikembangkan dan akan tersedia paling cepat tahun 2017.

rbth.com

Copyright © 2013. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara