Cari di Blog Ini

Rabu, 29 Februari 2012

Amerika tingkatkan pemakaian Bandara dan Pelabuhan di Filipina untuk keperluan militernya

Amerika tingkatkan pemakaian Bandara dan Pelabuhan di Filipina untuk keperluan militernya.
AS Tingkatkan Penggunaan Bandara dan Pelabuhan Filipina

Kementerian Luar Negeri dan pihak tentara Filipina mengungkapkan, Amerika Serikat sedang meminta Filipina untuk meningkatkan penggunaan bandara dan pelabuhan di negara tersebut. Tetapi, Amerika tidak berminat untuk membangun pangkalan militer di Filipina.

Amerika dan Filipina telah mengadakan dialog strategis kedua di Washington bulan lalu. Pejabat dari Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan, Amerika hanya berminat untuk menggunakan bandara dan pelabuhan Filipina dan bukannya membangun pangkalan militer di sana. Kunci dialog kali ini adalah mengintensifkan kerja sama kedua negara di bidang militer dan non militer, antara lain pencarian dan penyelamatan, pelayaran bebas, anti terorisme, serta pemberatntasan bajak laut. Dia menjelaskan pula, penggunaan bandara dan pelabuhan oleh Amerika juga memenuhi permintaan penambahan minyak dan perbaikan.

Menurut penjelasan yang bersangkutan, pengintensifan kerja sama kedua negara di bidang militer dan non militer akan memperluas keberadaan Amerika di Filipina. Pada waktu itu, tentara Amerika tidak hanya diizinkan menggunakan fasilitas militer dan lapangan latihan Filipina di Cebu. Tentara Amerika mungkin akan berada di Pulau Batan yang berdekatan dengan Taiwan Tiongkok.

indonesian.cri.cn

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akan gelar Ekspedisi Katulistiwa menjelajah Kalimantan

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akan gelar Ekspedisi Katulistiwa menjelajah Kalimantan.
Kopassus Gelar Ekspedisi Katulistiwa

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akan mengadakan ekspedisi Katulistiwa untuk mengenal lebih dekat kondisi di Kalimantan. Ekspedisi ini merupakan kelanjutan dari Ekspedisi Bukit Barisan 2011 yang menyisir Aceh hingga Lampung. Hal itu diungkapkan oleh Komandan Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya di Gedung Flamboyan Markas Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta (28/2).

Kegiatan ekspedisi ini akan dilakukan di Kalimantan dan dibagi dalam beberapa kelompok yaitu menyisir daerah perbatasan dari Tanjung Datuk di Sambas, Kalimantan Barat, lalu ke Bengkayang, Sanggau, Kapuas Hulu, Sekadau, Malinau, hingga Tanjung Harapan, Nunukan, Kalimantan Timur. Lalu penejelajahan sungai pantai yang menyusuri pinggiran laut Kalimantan dari barat ke timur. Total jarak jelajahnya adalah 5.800 kilometer dan akan dilakukan selama 12 minggu.

Menurut Wisnu, target kegiatan ekspedisi katulistiwa adalah agar masyarakat lebih mengenal dan mencintai negara Indonesia dari sudut pandang nasionalisme dan kebangsaan. "Lalu menciptakan keharmonisan dalam berbangsa dan bernegara agar persatuan dan kesatuan Indonesia dapat dikuatkan."

Selain itu, tujuan ekspedisi untuk meningkatkan naluri tempur pasukan TNI di daerah perbatasan, seperti rawa, laut, sungai, pantai (Ralasuntai) dan meningkatkan jiwa persatuan antara TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat. Lalu mendata dan meneliti patok perbatasan, kerusakan hutan, flora-fauna khususnya penyelamatan orang utan, potensi geologi dan bencana serta social budaya di Kalimantan.

Kegiatan ini melibatkan unsur akademisi dan media massa untuk meneliti kekayaan, kerusakan dan potensi bencana alam yang kemudian diberitahukan ke masyarakat. Kopassus memberikan rincian acara kegiatan, yaitu pendaftaran peserta dari 1 sampai 10 maret 2012, Pemeriksaan Kesehatan 11 sampai 13 Maret 2012, Pra-ekspedisi 14-28 Maret 2012, Upacara Pemberangkatan 30 Maret 2012, Penyerahan pasukan 3-5 April 2012, Ekspedisi 5 April-15 Juli 2012 dan Upacara penutupan pada 17 Juli 2012. "Kegiatan itu akan melibatkan 1.320 personil militer, di antaranya 224 dari Kopassus, 47 dari Kostrad, 80 dari Raider, 50 dari Paskhas, 56 dari Marinir dan lainnya. Lalu beberapa orang dari unsur sipil, meliputi media, peneliti (mahasiswa dan dosen), pemerintah."

www.mediaindonesia.com

Isu keamanan perairan kawasan harus dihadapi dan diantisipasi TNI

Isu keamanan perairan kawasan harus dihadapi dan diantisipasi TNI.
Panglima: isu keamanan perairan kawasan picu konflik

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, isu keamanan perairan kawasan dapat menjadi ancaman potensial terjadinya konflik antarnegara di kawasan, yang dapat pula berimbas atau melibatkan Indonesia. "Isu keamanan perairan kawasan menjadi salah satu potensi ancaman yang harus dihadapi dan diantisipasi TNI ke depan, sesuai perkembangan lingkungan strategis yang ada," katanya, saat memberikan pengarahan siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) angkatan ke-50 di Jakarta, Selasa.

Agus mengatakan, dinamika perkembangan lingkungan strategis kemungkinan ancaman yang dihadapi ke depan adalah ancaman faktual seperti keamanan Selat Malaka, dan pulau terluar, terorisme, separatisme, beragam kegiatan ilegal, konflik horizontal dan vertikal. Sedangkan ancaman potensial yakni isu keamanan perairan kawasan, wilayah perbatasan, pelanggaran wilayah, Hak Asasi Manusia, dan pencemaran lingkungan. "Semua itu harus dapat diantisipasi dan dihadapi. Kebijakan pembinaan dan penggunaan kekuatan TNI juga harus disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis, baik di tingkat nasional, regional maupun internasional termasuk yang menyangkut keamanan perairan kawasan," kata Panglima TNI.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati mengatakan, isu keamanan perairan kawasan khususnya di Asia Tenggara terutama menyangkut sengketa di Laut China Selatan yang melibatkan enam negara. "Meski Indonesia tidak masuk dalam sengketa itu, namun situasi keamanan di wilayah perairan Laut China Selatan akan berdampak pada Indonesia, khususnya di perairan Natuna. Sehingga pengamanan tetap harus dilakukan secara optimal antara lain dengan meningkatkan intensitas patroli kapal-kapal di perairan Natuna dan sekitarnya," ujarnya.

Situasi keamanan di Laut China Selatan menjadi hal paling penting bagi Indonesia utamanya keamanan alur pelayaran Selat Sunda-Laut China Selatan, Selat Lombok-Laut China Selatan, Selat Alor-Laut China Selatan, mengingat posisi Indonesia berada di tengah-tengah jalur laut transportasi internasional.

www.antaranews.com

Northrop Grumman X-47B, Jet Tempur UAV Yang Mampu Bertempur Secara Mandiri

X-47B adalah jet tempur tanpa awak (UAV) yang mampu melakukan penerbangan dan bertempur tanpa dikendalikan manusia (pesawat robot). Jet tempur X-47B dikembangkan dan diproduksi oleh Northrop Grumman, Amerika Serikat.
Northrop Grumman X-47B (Foto 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Northrop Grumman X-47B adalah pesawat jet tempur UAV eksperimen yang merupakan bagian dari program Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) yang pertama kali terbang pada 2011. Proyek X-47 dimulai sebagai bagian dari J-UCAS Program DARPA, dan kini menjadi bagian dari Angkatan Laut Amerika Serikat yang disebut juga sebagai Program UCAS-D (Unmanned Combat Air System Demonstration), yang bertujuan untuk membuat kapal induk berbasis berawak. Berbeda dengan Boeing mirip X-45, pengembangan dari pendahulunya pesawat, X-47A Pegasus, adalah perusahaan yang didanai. Angkatan Laut Amerika Serikat tidak melakukan upaya UCAV praktis sampai, pertengahan tahun 2000 pada saat jasa diberikan kontrak dari US $ 2 juta setiap Boeing dan Northrop Grumman untuk program 15-bulan-konsep eksplorasi. Desain pertimbangan untuk UCAV angkatan laut termasuk berurusan dengan lingkungan korosif air laut, penanganan dek untuk diluncurkan dan pemulihan, integrasi dengan sistem komando dan kontrol, dan operasi dalam tinggi elektromagnetik-gangguan lingkungan sebuah kapal induk itu. Angkatan Laut juga tertarik dalam pengadaan UCAVs untuk misi pengintaian, menembus wilayah udara yang dilindungi untuk mengidentifikasi target untuk mengikuti gelombang serangan. Program J-UCAS ini dihentikan pada bulan Februari 2006 setelah Defense Review empat tahunan militer AS. Angkatan Udara AS dan US Navy melanjutkan dengan program mereka sendiri UAV. Angkatan Laut dipilih Northrop Grumman X-47b sebagai pertempuran demonstran tak berawak yang sistem udara (UCAS-D) program. X-47b tidak membawa senjata, namun memiliki teluk berukuran penuh senjata. Untuk menyediakan tes realistis, kendaraan demonstrasi adalah ukuran yang sama dan berat sebagai kerajinan operasional proyek. Prototipe X-47B diluncurkan dari Tanaman Air Force 42 di Palmdale, California, pada tanggal 16 Desember 2008. Penerbangan pertama direncanakan untuk November 2009, namun penerbangan ditunda karena proyek jatuh di belakang jadwal. Pada tanggal 29 Desember 2009, Northrop Grumman mengawasi tes taksi ditarik dari pesawat di fasilitas Palmdale, [7] dengan pesawat meluncur di bawah kekuasaan sendiri untuk pertama kalinya pada Januari 2010. Penerbangan pertama dari demonstran X-47b, ditunjuk Udara Kendaraan 1 (AV-1), berlangsung di Edwards Air Force Base, California, pada tanggal 4 Februari 2011. Pesawat pertama terbang dalam konfigurasi pesiar dengan roda pendaratan yang ditarik pada tanggal 30 September 2011. Seorang demonstran X-47b kedua, ditunjuk AV-2, dilakukan penerbangan perdananya di Edwards Air Force Base pada tanggal 22 November 2011. Kedua X-47b demonstran direncanakan untuk memiliki program tes tiga tahun di Edwards AFB dan NAS Patuxent River, Maryland, yang berpuncak dalam uji laut pada tahun 2013. Pesawat ini akan digunakan untuk menunjukkan peluncuran operator dan pemulihan, serta otonom bertingkat pengisian bahan bakar dengan probe dan parasut pesawat. X-47b memiliki jangkauan unrefueled maksimum lebih dari 2.000 mil (3.200 km), dan daya tahan lebih dari enam jam. Pada bulan November 2011, Angkatan Laut mengumumkan bahwa pengisian bahan bakar udara peralatan dan perangkat lunak akan ditambahkan ke salah satu pesawat prototipe pada tahun 2014. Proyek ini awalnya didanai di bawah kontrak $ 635,8 juta diberikan oleh Angkatan Laut pada tahun 2007. Namun, pada Januari 2012, biaya program X-47B telah tumbuh menjadi sekitar $ 813 juta.

Northrop Grumman X-47B (Foto 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

Northrop Grumman X-47B (Foto 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

Northrop Grumman X-47B (Foto 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

Northrop Grumman X-47B (Foto 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

Koleksi wallpaper foto pesawat jet tempur UAV Northrop Grumman X-47B :
Pesawat nirawak (UAV) buatan Northrop Grumman ini berhasil menjalani uji coba terbang pertama kali pada Jumat 4 Februari 2011. X-47B adalah sebuah pesawat tempur tanpa awak yang memiliki kemampuan otonom. Uji coba penerbangan X-47B tersebut dilakukan di Pangkalan Udara Edwards, California. Pesawat eksperimen ini terbang selama 29 menit hingga pada ketinggian 5.000 kaki, mendemonstrasikan kemampuan lepas landas dan mendarat, serta melakukan beberapa manuver dengan baik. Keberhasilan uji coba ini makin membuka era pesawat tempur tanpa awak.

X-47B merupakan bagian dari proyek Angkatan Laut AS yang disebut Unmanned Combat Air System Demonstrasi (UCAS-D) yang juga bagian dari proyek J-UCAS departemen DARPA. Pesawat tempur tanpa awak ini mampu melakukan operasional penerbangan dan pertempuran secara mandiri tanpa dikendalikan dari jarak jauh oleh operator. Selain melakukan operasional penerbangan tanpa kendali manusia, X-47B juga dirancang untuk dapat mengambil keputusan sendiri dalam pertempuran, diantaranya adalah menentukan apakah sebuah target memiliki potensi sebagai ancaman atau tidak.

Sampai tahun 1999 Angkatan Laut AS belum menaruh perhatian serius terhadap pengembangan pesawat tempur nirawak hingga pada pertengahan 2000 mereka memberikan kontrak kepada perusahaan Boeing dan Northrop Grumman untuk merancang model pesawat UCAV. Pihak US Navy tertarik menggunakan pesawat nirawak untuk keperluan misi pengintaian, perlindungan wilayah udara dari usaha penetrasi lawan, dan indentifikasi target untuk mengatur strategi serangan militer.

Menurut informasi dari beberapa sumber, pesawat X-47B sudah selesai dibuat pada 16 Desember 2008 dan direncanakan untuk melakukan uji coba penerbangan pada November 2009 tapi tertunda dikarenakan beberapa masalah teknis.

Pesawat X-47B merupakan salah satu dari varian seri X-47. Varian lainnya adalah X-47A dan X-47C. Pada program selanjutnya telah diusulkan varian lain dengan ukuran yang lebih besar dan memiliki kapasitas angkut persenjataan hingga 4.500 kg.

Berikut data-data umum pesawat tempur Northrop Grumman X-47B :
  • Jumlah kru: tidak ada (tanpa awak/pilot)
  • Panjang: 11,63 meter
  • Lebar rentang sayap: 18,92 meter
  • Tinggi: 3,10 meter
  • Berat kosong: 6.350,29 kg
  • Maksimal berat lepas landas: 20.215 kg
  • Kecepatan jelajah: Mach 0.45
  • Jarak jelajah: 3.889 km
  • Service celling: 12.190 meter
  • Persenjataan: 2 unit GBU-31 JDAM @ 905 kg
  • Sistem Avionik: EO / IR / SAR / GMTI / ESM / IO
wikipedia.org, gizmag.com

Video Jet Tempur UAV Northrop Grumman X-47B :
Video manuver terbang pesawat jet tempur UAV Northrop Grumman X-47B.

Sikorsky CH-53K Super Stallion, Helikopter Angkut Militer Terkuat AS

Sikorsky CH-53K Super Stallion sebelumnya dikenal sebagai helikopter CH-53X Super Stallion, telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan pesawat helikopter angkut berat bagi Korps Marinir Amerika Serikat sejak tahun 2003. CH-53K akan mempertahankan jejak hampir sama dengan yang ada CH-53E, tapi hampir akan menggandakan payload untuk £ 27.000 lebih dari 110 mil laut di bawah "tinggi / panas" kondisi kamar.
Sikorsky CH-53K Super Stallion (Foto 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Berat maksimum kotor Sikorsky CH-53K Super Stallion itu akan meningkat menjadi £ 84.700 dibandingkan £ 73.000 untuk CH-53E. Salah satu kemampuan lebih menarik dari CH-53K akan kinerjanya di daerah pegunungan dalam kondisi hari yang panas. CH-53K telah dirancang untuk memberikan £ 27.000 ke jarak 110 mil laut, untuk ketinggian 3.000 kaki di suhu sekitar 91,5 derajat F. Selain itu, CH-53K akan mampu membawa beban normal 32 pasukan tempur dimuat, dengan kapasitas maksimum 48 pasukan. Memanfaatkan maksimum teknologi terbukti dan matang tersedia saat ini, CH-53K direncanakan memiliki kemampuan lima kali pada setengah dari biaya operasional pesawat itu dimaksudkan untuk menggantikan. Ini akan menjadi helikopter paling mampu pernah diproduksi. Dengan lebih dari dua kali radius tempur CH-53E, CH-53K akan menggunakan teknologi dewasa untuk memberikan platform kapal sepenuhnya kompatibel untuk memenuhi Kelautan saat ini dan kebutuhan masa depan Corps. Teknologi terbukti direncanakan untuk Sikorsky CH-53K Super Stallion termasuk Interoperable Bersama "kaca" kokpit, efisiensi tinggi baling-baling dengan tips anhedral, rendah pemeliharaan rotorhead elastomer, tiga lebih besar dan lebih mampu 6.000 shp mesin kelas, rel kargo sistem penguncian, eksternal kargo perbaikan, sebuah pesawat 10.000 jam logam / komposit dan perangkat tambahan bertahan hidup. Sementara pilot angkat berat yakin untuk menyukai kinerja diperluas baru "Besi Besar," mereka bukan satu-satunya Marinir akan membangun pesawat untuk. Mengingat biaya operasional CH-53E dan tuntutan pemeliharaan, angkat berat telah membangun reputasi yang unggul di punggung pengelola. Teknologi yang dimasukkan ke dalam pesawat ini secara dramatis akan mengurangi perawatan yang diperlukan di tingkat operator. Para Sikorsky CH-53K helikopter disebut-sebut sebagai berpotensi menjadi helikopter angkat berat terkemuka di dunia. Ini adalah desain derivatif memanfaatkan pelajaran dari hampir satu abad setengah dari manufaktur dan mengoperasikan model CH53A/D/E helikopter angkat berat. Dibangun untuk berkembang di ruang pertempuran modern, desain CH-53K difokuskan pada lima bidang utama: kemampuan kargo internal dan eksternal, pertukaran informasi kepatuhan bersama persyaratan, keandalan yang tinggi, pemeliharaan rendah, dan bertahan hidup di seluruh spektrum penuh dari kondisi operasi. Ekspedisi di alam, CH-53K akan sepenuhnya kapal yang kompatibel (mampu mendarat dan beroperasi untuk waktu yang lama pada semua CH-53D / E kapal saat ini dan direncanakan mampu) dan operasi dari keras dan remote basis operasi depan. Sikorsky CH-53K Super Stallion akan dijadwalkan menjadi lahan kritis Korps Marinir 'dan laut berbasis konektor logistik yang membuat Laut Mendasarkan Kemungkinan. CH-53K mendukung Konsep Operasi Gabungan Dominasi Full Spectrum, dan Power Laut 21 oleh sedang dirancang untuk memungkinkan cepat, operasi tegas dan terminasi dini konflik dengan memproyeksikan dan mempertahankan kekuatan untuk jauh anti-akses, daerah-penolakan lingkungan. Manuver Warfare Ekspedisi (EMW) membentuk dasar bagi organisasi, penyebaran, dan pekerjaan dari Korps Marinir untuk melakukan manuver perang dan memberikan doktrin untuk membuat operasi Bersama dan Multinasional mungkin. Konsep operasional EMW termasuk Manuver Operasional Dari (OMFTS) Laut, Operasi Masuk Forcible, Operasi Berkelanjutan Di darat (SOA), dan Operasi Ekspedisi Lainnya (OEO). Di bawah konsep pendukung, akan ada kebutuhan untuk terus kemampuan angkat berat untuk mendukung laut berbasis operasi ekspedisi. Marine Corps sebelumnya berat-angkat pesawat, CH-53E (dirancang pada tahun 1960 dan diperkenalkan pada tahun 1980 sebagai usulan perubahan rekayasa untuk CH-53D), kemudian dikembangkan umur kelelahan signifikan, interoperabilitas, dukungnya pemeliharaan, dan kekhawatiran penurunan kinerja. Untuk mendukung MAGTF dan JTF di lingkungan abad ke-21 Bersama, sebuah peningkatan CH-53 itu diperlukan untuk mempertahankan berat-angkat Korps Marinir 'kemampuan melalui tahun 2025 dan seterusnya. Untuk menjadi praktis hal ini merupakan persyaratan bahwa pesawat harus menyediakan perbaikan dalam kemampuan operasional, interoperabilitas, kehandalan, dan rawatan, sambil mengurangi biaya total kepemilikan. Meskipun penuaan dan kurang investasi selama umur nya, saat ini menerjunkan CH-53E terus membuktikan relevansi dan pentingnya misi angkat berat dalam pertempuran dan operasi bantuan kemanusiaan di seluruh dunia. Sejak Perang Teluk pertama, Korps Marinir angkat berat vertikal telah mendapatkan semakin jauh dari persyaratan asli itu dikembangkan untuk bertemu, di belakang pesawat logistik dukungan baris. Dari misi penyelamatan O'Grady Scott di Balkan untuk memberikan dukungan tempur sangat dibutuhkan di Afghanistan, Irak dan Tanduk Afrika, Marinir mengenakan keluar pesawat karena sudah dalam permintaan sangat tinggi sejak pertengahan 90-an. Kapal berbasis CH-53E telah terbukti sangat relevan dengan pelaksanaan strategi keamanan nasional, Angkatan Laut dan Korps Marinir laut mendasarkan konsep dan kebutuhan terkait untuk angkat berat mampu marinized. Angkat berat Marinized di masa datang dengan harga yang sangat tinggi. Rata-rata, setiap jam seorang CH-53E terbang dihitung biayanya Korps Marinir sekitar $ 20.000 dan memerlukan 44,1 pemeliharaan orang-jam. Pada tahun-tahun sejak CH-53E telah di layanan tak ada investasi yang diperlukan untuk secara efektif menangani masalah-masalah usang, keandalan dan kemudahan perawatan. CH-53E tidak akan memenuhi persyaratan angkat berat diantisipasi pada tahun 2015. Ada juga masalah hidup yang signifikan kelelahan membayang. Kehidupan Layanan Program Penilaian dilakukan pada CH-53E menentukan bahwa kehidupan pelayanan adalah jam terbang 6.120 berdasarkan bagian sekat transisi pesawat (lokasi titik flip tailboom ini). Berdasarkan tingkat penggunaan diprediksi, ia mengantisipasi bahwa armada akan mulai mencapai batas ini umur kelelahan di FY11 dengan kecepatan hingga 15 pesawat per tahun. Tidak hanya ini memperbaikinya mahal tetapi akan memerlukan perhatian manajemen meningkat secara signifikan untuk memastikan ada cukup banyak pesawat tersedia untuk memenuhi komitmen operasional. Sebuah analisis independen alternatif dilakukan pada tahun 2003 menetapkan bahwa pesawat baru-membangun-satunya bersumber kepada Sikorsky adalah pendekatan biaya yang paling efektif bila dibandingkan dengan baik Program Layanan Life Extension (SLEP) atau alternatif ulang. Sikorsky adalah sumber yang memenuhi syarat hanya dikenal mampu memberikan sebuah modern operasional CH-53 varian pada tahun 2015. Sikorsky telah membangun CH-53 untuk Korps Marinir sejak CH-53a diperkenalkan pada tahun 1964.

CH-53K Super Stallion (Foto 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

CH-53K Super Stallion (Foto 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

CH-53K Super Stallion (Foto 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

CH-53K Super Stallion (Foto 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

Koleksi wallpaper foto pesawat helikopter Sikorsky CH-53K Super Stallion :
Sikorsky Aircraft Corporation pada 3 Agustus 2010 telah mengumumkan keberhasilan mereka menyelesaikan desain helikopter CH-53K. Helikopter yang disebut-sebut sebagai helikopter terkuat milik US Marine Corps ini diproduksi sebanyak 200 unit mulai tahun 2011.

Sikorsky CH-53K Super Stallion merupakan pengembangan dari seri CH-53 sebelumnya, CH-53E Super Stallion. Pengembangan helikopter CH-53 telah diawali sejak tahun 1962 dan merupakan bagian dari program Heavy Helicopter Esperimental (HH(X)) milik US Marine Corps. Pada awal program ini Sikorsky telah memproduksi versi CH-53A Sea Stallion yang prototip pertamanya (YCH-53A) menjalani penerbangan perdana pada 14 Oktober 1964. Sedangkan hasil produksi pertama helikopter CH-53A Sea Stallion diterima oleh US Marine Corps pada tahun 1966.

Helikopter CH-53A Sea Stallion diproduksi dalam banyak varian, dan versi yang dianggap paling kuat dari seri ini adalah CH-53D. Selanjutnya pada bulan Oktober 1967 US Marine Corps merencanakan untuk memiliki helikopter yang memiliki kapasitas angkut 1,8 kali lebih besar dari CH-53D. Menjawab rencana tersebut, pada tahun 1968 perusahaan Sikorsky menawarkan desain S-80 kepada US Marine Corps, dan kesatuan militer AS ini pun segera menerima dan menyebutnya sebagai versi CH-53E.

Pada tahun 1974, prototip CH-53E (YCH-53E) menjalani uji penerbangan pertama. Uji terbang dinyatakan sukses dan Sikorsky pun mendapatkan kontrak produksi pada tahun 1978. Helikopter CH-53E mulai aktif dioperasikan dengan nama MH53-E Sea Dragon.

Helikopter CH-53K

Secara umum, CH-53K Super Stallion merupakan pengembangan dari versi CH-53E. Perbaikan utama adalah pada penggantian jenis mesin baru dan kokpit. CH-53K akan menggunakan mesin GE38-1B yang dianggap lebih unggul dari PW150 yang merupakan turunan dari mesin AE 1107C-Liberty yang digunakan pada helikopter hybrid V-22 Osprey. Dengan mesin GE38-1B ini, CH-53K akan memiliki kelajuan terbang 37 km/jam lebih cepat dibanding CH-53E.

Fitur dari helikopter CH-53K Super Stallion meliputi antara lain: kokpit kaca modern; fly-by-wire; bilah rotor generasi keempat, sebuah perawatan rendah elastomer kepala rotor, upgrade mesin, sistem penguncian kargo; perbaikan pada penanganan kargo eksternal; serta survivabilitas tambahan.

Kapasitas angkut kargo helikopter CH-53K Super Stallion ini dikembangkan untuk memiliki kemampuan dua kali dari kapasitas angkut CH-53E.

Spesisifikasi Helikopter Sikorsky CH-53K Super Stallion :

Karakteristik umum
  • Kru: 5 orang yang terdiri dari 2 orang pilot dan 3 orang yang mengoperasikan persenjataan
  • Kapasitas: 37 orang pasukan (maksimum hingga 55 orang dengan penambahan kursi pada bagian tengah kabin)
  • Payload: 15.900 kg
  • Panjang: 30.2 m
  • Diameter Rotor: 24 m
  • Tinggi: 8,46 m
  • Disc area: 460 m²
  • Berat kosong: 15.071 kg
  • Berat terisi: 33.600 kg
  • Maks berat lepas landas: 38.400 kg
  • Mesin: General Electric GE38-1B
  • Sistem Rotor sistem: 7 bilah baling-baling pada rotor utama, 4 bilah baling-baling pada rotor ekor
Kinerja
  • Kecepatan jelajah: 170 knot (196 mph, 315 km/jam)
  • Jarak Jelajah: 454 nm (841 km)
  • Radius tempur: 110 nmi (204 km)
  • Service ceiling: 4.380 m
  • Tingkat panjat: 13 m/detik
Persenjataan
  • Senapan mesin XM218 kaliber 12,7 mm
  • Senapan mesin M3M/GAU-21 kaliber
wikipedia.org, globalsecurity.org

Video Helikopter Sikorsky CH-53K Super Stallion :
Video manuver terbang helikopter tempur Sikorsky CH-53K Super Stallion.

Selasa, 28 Februari 2012

Indonesia dan Jepang akan lakukan latihan militer gabungan

Indonesia dan Jepang akan lakukan latihan militer gabungan.
RI Akan Berlatih Tempur dengan Jepang

Atase Pertahanan Kedutaan Besar Jepang Kolonel Kondo mengatakan Jepang dan Indonesia berniat untuk mengadakan latihan perang. Namun waktu latihan itu belum ditentukan. "Ada rencana antara Jepang dan Indonesia untuk mengadakan latihan militer gabungan, namun kami belum tahu kapan latihan miliiter gabungan itu dilakukan," ujar Kolonel Kondo di atas Kapal Perang Hamagiri, Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Kolonel Kondo menjelaskan, latihan militer Jepang dan Indonesia masih bersifat rencana serta belum diatur untuk kelanjutannya.

Isu mengenai latihan militer Indonesia dan Jepang juga tidak menjadi pokok pembahasan dari kunjungan tiga armada tempur Pasukan Beladiri Jepang ke Jakarta yang saat ini berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok.

international.okezone.com

Indonesia dan Jerman sepakati kerjasama dalam bidang pertahanan

Indonesia dan Jerman sepakati kerjasama dalam bidang pertahanan.
RI – Jerman Tandatangani MoU Kerjasama Pertahanan

Wamenhan RI, Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Negara Bidang Pertahanan Jerman, Rüdiger Wolf menandatangani Nota kesepahaman (MOU) kerja sama di bidang pertahanan di Berlin, Jerman, Senin [27/02]. Penandatanganan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden RI dan Presiden Jerman pada tahun 2011 lalu, yang salah satunya adalah kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan, demikian keterangan Counsellor Pensosbud KBRI Berlin, Ayodhia GL Kalake kepada ANTARA London, Selasa.

Wamenhan RI, Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan penandatangan kerjasama itu bertujuan sebagai kerangka untuk memajukan kerja sama bilateral berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menguntungkan dan saling menghormati, kedua pihak. Selain itu juga disepakat kerja sama dibidang pelatihan, penelitian dan pengembangan, bantuan kemanusian dan penanggulangan bencana, logistik militer dan pelayanan kesehatan serta misi perdamaian. Wamenhan berharap bahwa kerja sama semacam ini akan dapat meningkatkan mutu SDM Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam membentuk tentara yang profesional dan tangguh, selain juga mendorong modernisasi TNI.

Delegasi Indonesia antara lain Wamenhan, KASAD, Dirjen Strahan, Asops KASAD, Aster KASAD, dan para pejabat dari Kemhan dan Mabes TNI AD dengan didampingi Kuasa Usaha Ad-Interim (KUAI) RI, Diah W.M. Rubianto dan Atase Pertahanan, Kol (Pnb) Fachri Adamy. Sebelumnya telah mengadakan pembicaraan dengan pejabat Kemhan Jerman dalam kerangka peningkatan kerja sama antara kedua pihak.

Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin dan KASAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo beserta rombongan berkesempatan pula mengadakan tatap muka dan diskusi dengan para pejabat KBRI Berlin serta masyarakat Indonesia di Berlin dan sekitarnya dengan tema "Kebijakan Pertahanan- dan Reformasi TNI" dengan moderator KUAI RI, Diah W.M Rubianto. Diah W.M. Rubianto dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia dan Jerman membangun kemitraan strategis. Kelebihan Jerman dalam teknologi, misalkan, hendaknya dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk meningkatkan sistem Alutsista TNI selain juga peningkatan SDM personil TNI, ujarnya. Ia juga mengharapkan penandatanganan MOU kerja sama tersebut akan semakin memperkokoh hubungan kedua negara yang memasuki usia 60 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jerman pada tahun 2012.

Menurut Diah W.M. Rubianto, Indonesia dan Jerman telah menetapkan lima bidang kerja sama yang menjadi prioritas kemitraan strategis antara Indonesia dan Jerman, yaitu perdagangan dan investasi, riset dan teknologi, kedokteran, pendidikan dan pertahanan. Suatu tantangan bagi kedua pihak untuk dapat merealisasikan prioritas tersebut kedalam bentuk kerja sama yang bermanfaat bagi rakyat kedua negara, ujarnya.

Rencana kunjungan Kanselir Angela Merkel ke Indonesia pada tahun 2012 juga akan melengkapi langkah menuju kemitraan strategis Indonesia-Jerman. KUAI RI optimis bahwa Indonesia dan Jerman akan dapat terus menjalin hubungan kemitraan yang konstruktif dan bermanfaat bagi kedua bangsa.

www.antaranews.com

3 kapal perang Jepang lakukan kunjungan persahabatan di Tanjung Priok

Hamagiri DD-155 kapal perang AL Jepang
Hamagiri DD-155 kapal perang AL Jepang. 3 kapal perang Jepang lakukan kunjungan persahabatan di Tanjung Priok.
TNI AL Sambut Pasukan Bela Diri Jepang

Sebanyak tiga armada tempur Pasukan Bela Diri Jepang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok hari ini. Kedatangan pasukan Negeri Sakura itu disambut oleh TNI AL. Tiga kapal tempur Jepang, Hamagiri, Sawayuki, dan Asayuki mengadakan kunjungan ke Jakarta dan berlabuh selama tiga hari. Para angkatan laut dari Indonesia dan Jepang pun berbaris bersama di depan tiga kapal tempur tersebut. Pada Rabu mendatang, Pasukan Bela Diri Jepang juga akan membuka kapal, dan memungkinkan warga untuk mendatangi kapal. Kapal-kapal ini yang akan dikunjungi oleh para siswa dari sejumlah sekolah di Jakarta.

Penyambutan itu diramaikan dengan marching band TNI AL dan tarian tradisional khas Indonesia. "Kunjungan kapal perang ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dan juga persahabatan antara Jepang dan Indonesia. Kami pun akan selalu mengenang peristiwa bersejarah ini," ujar salah seorang pejabat TNI AL Kolonel Djayeng Tirto, di Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (28/2/2012).

Setelah pidato penyambutan dilakukan oleh TNI AL, Pasukan Bela Diri Jepang mengadakan penghormatan simbolis. Salah satu kapal yang berlabuh di barisan terdepan adalah Hamagiri. Kapal buatan Negeri Sakura itu dilengkapi dengan teknologi yang cukup canggih. Kapal itu memiliki senjata bernama Vulcan Palanx yang sanggup menembakkan 3 ribu peluru permenit. Selain itu, Hamagiri juga memiliki landasan helikopter, sistem pertahanan udara, dan senjata anti-kapal selam.

international.okezone.com

B-2 Spirit, Jet Pengebom Strategis Siluman Andalan Amerika Serikat

B-2 Spirit adalah jenis pesawat jet pengebom strategis yang dilengkapi kemampuan siluman (stealth). Jet bomber siluman B-2 Spirit dikembangkan dan diproduksi oleh Northrop Grumman. Angkatan Udara Amerika Serikat hingga kini menjadi satu-satunya lembaga militer di dunia yang mengoperasikan pesawat pembom strategis siluman B-2 Spirit.
B-2 Spirit (Foto 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Pesawat B-2 Spirit termasuk sebagai salah satu pembom strategis yang telah diakui kemampuannya oleh kalangan militer. Kemampuannya yang unik, termasuk karakteristik silumannya, memungkinkan pesawat pembom ini menembus pertahanan musuh yang paling ketat sekali pun, dan dengan presisi yang tinggi bisa menjatuhkan bom pada target vital milik lawan. Northrop Grumman adalah kontraktor utama untuk stealth bomber Angkatan Udara AS B-2 Spirit. B-2 adalah rendah diamati, strategis, jangka panjang, pembom berat mampu menembus canggih dan padat pertahanan udara perisai. Hal ini mampu semua ketinggian misi serangan hingga 50.000 ft, dengan jangkauan lebih dari 6.000 nm unrefuelled dan lebih dari 10.000 nm dengan satu pengisian bahan bakar, memberikan kemampuan untuk terbang ke setiap titik di dunia dalam beberapa jam. Profil yang khas berasal dari konstruksi unik 'terbang sayap'. Tepi terkemuka sayap yang miring di 33 ° dan tepi trailing memiliki bentuk ganda-W. Hal ini diproduksi di fasilitas Northrop Grumman di Pico Rivera dan Palmdale di California. 21 B-2s telah dikirim ke Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri, yang pertama pada Desember 1993. Dalam tiga tahun pertama pelayanan, B-2s operasional mencapai tingkat Sortie keandalan 90%. Penilaian yang diterbitkan oleh USAF menunjukkan bahwa dua B-2 Spirit yang dipersenjatai dengan persenjataan presisi dapat melakukan pekerjaan dari 75 pesawat konvensional. Sebuah sistem hanggar baru diangkut telah dikembangkan yang memungkinkan B-2 yang akan digunakan untuk meneruskan lokasi di luar negeri. Para hangar adalah 126ft panjang, lebar dan tinggi 55ft 250ft. Yang pertama dari hanggar telah didirikan di Diego Garcia di Samudera Hindia. Sebelum perkembangan ini, B-2s harus kembali ke Whiteman AFB setelah misi, untuk pemeliharaan fitur pesawat siluman. B-2 demikian digunakan untuk pertama kalinya selama Operasi Kebebasan Irak di Maret / April 2003. Pada bulan Maret 2005, satu skuadron B-2 ditempatkan untuk pertama kalinya ke Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam dalam mendukung Komando USAF Pasifik. Pada tanggal 23 Februari 2008, sebuah B-2 jatuh tidak lama setelah lepas landas dari Andersen AFB di Guam, kecelakaan pertama dalam sejarah pesawat. Kedua pilot dikeluarkan dengan aman dari pesawat, yang tidak membawa amunisi. Penyelidikan USAF ke penyebab kecelakaan itu sedang berlangsung. Armada B-2 Spirit didasarkan sambil menunggu hasil penyelidikan namun dikembalikan ke layanan pada bulan April 2008. Penyelidikan USAF merilis sebuah laporan kecelakaan pada bulan Juni 2008 yang menyimpulkan bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh kelembaban di unit transduser port. Sensor ini dikirim terdistorsi informasi ke sistem data udara. Northrop Grumman telah mengembangkan lapisan penyerap radar baru untuk melestarikan karakteristik siluman B-2, sementara secara drastis mengurangi waktu perawatan. Materi baru, dikenal sebagai bahan frekuensi tinggi alternatif (AHFM), disemprotkan oleh empat robot mandiri dikendalikan. B-2, setelah sepuluh tahun kerja, akhirnya mencapai kemampuan operasional penuh pada Desember 2003. Pada bulan November 2011, USAF mendapat kontrak $ 109m untuk Northrop Grumman untuk memproduksi dek belakang didesain ulang untuk pembom B-2 stealth. Upgrade Program Northrop Grumman, kontraktor utama B-2, memimpin tim industri yang bekerja pada modernisasi B-2. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kerajinan tetap sepenuhnya misi mampu melawan ancaman yang terus berkembang di seluruh dunia. Berbagai program upgrade yang bekerja pada peningkatan lethality B-2 itu, kemampuan untuk menerima informasi target diperbarui selama misi, dan kemampuannya untuk mengumpulkan, memproses dan menyebarluaskan informasi medan pertempuran dengan komandan pasukan gabungan atau responden pertama lokal di seluruh dunia. Pada bulan Juni 2007, Northrop Grumman dianugerahi kontrak untuk mengembangkan kemampuan komunikasi satelit EHF dan komputer Upgrade arsitektur untuk B-2 Spirit. Upgrade mencakup Lockheed Martin terintegrasi processing unit (IPU). Penerbangan pengujian dengan sistem baru selesai pada Juli 2009. Angkatan Udara AS dan Northrop Grumman Corporation menyelesaikan meninjau sistem desain arsitektur perangkat lunak dan komputasi baru selama Juli 2008. Arsitektur baru ini memungkinkan pengolahan baru B-2 itu satuan terpadu (IPU) untuk berkomunikasi dengan aplikasi pengolahan pesawat. Arsitektur baru ini menyediakan data kecepatan tinggi penanganan lingkungan yang diperlukan untuk melaksanakan masa depan B-2 kemampuan seperti sistem komunikasi satelit EHF, dan juga menyediakan B-2 kemampuan untuk menghancurkan target bergerak. Kokpit mengakomodasi dua awak. Hal ini dilengkapi dengan warna, sembilan tabung, penerbangan sistem instrumentasi elektronik (EFIS) yang menampilkan data penerbangan, mesin dan sensor dan sistem avionik dan status senjata. Pilot dapat memilih untuk mengaktifkan pilihan yang tepat dari peralatan penerbangan dan misi untuk take-off mode, pergi ke perang dan modus pendaratan dengan menggunakan sebuah saklar tiga-cara sederhana. Pesawat ini membawa semua senjata internal dan dilengkapi dengan dua teluk senjata terpisah di tengah pesawat. B-2 memiliki kapasitas untuk membawa sampai £ 40.000 senjata, termasuk senjata konvensional dan nuklir, presisi-dipandu amunisi, bom gravitasi dan berbagai senjata maritim weapons.Each teluk dilengkapi dengan peluncur putar dan dua bom-rak rakitan. Dalam tes, B-2 berhasil dirilis B-61 dan B-83 mk84 bom nuklir dan konvensional dari roket peluncur putar, dan senjata mk82 dan CBU-87 konvensional dari rak bom. The B61-11 adalah bom bumi-menembus nuklir untuk digunakan terhadap target terkubur dan mengeras. B83 adalah sebuah bom jatuh bebas strategis nuklir. B-2 juga dapat melakukan RUPS-129 rudal jelajah maju, yang merupakan rudal jelajah strategis dengan berbagai diperkirakan sampai 1.500 mil. 16 satelit-dipandu JDAM (mesiu serangan langsung gabungan) rudal dapat dibawa. Northrop Grumman adalah mengubah perakitan rak B-2 bom ke konfigurasi baru 'pintar', yang akan meningkatkan jumlah JDAMs yang dapat dilakukan maksimal 80. Pesawat ini juga akan dilengkapi dengan senjata yang berdiri off bersama (JSOW), bersama udara-ke-permukaan rudal stand-off (JASSM) dan angin-kompensasi dispenser amunisi (WCMD) dan akan mampu membawa sampai 80 115kg kecil diameter bom (SDB). Pada bulan Juni 2007, Northrop Grumman dianugerahi kontrak untuk mengintegrasikan penetrator Boeing persenjataan besar-besaran (MOP) senjata pada B-2. MOP adalah GPS-dipandu, berisi 2.400 kg (£ 5.300) bahan peledak dan dirancang untuk menembus mengeras, terkubur target. B-2 Spirit mampu membawa senjata MOP dua, satu di setiap teluk senjata. Sebuah senjata generik antarmuka sistem (GWIS) telah dipasang sebagai bagian dari upgrade 30 blok. GWIS adalah sebuah paket perangkat lunak terpadu digital, yang memungkinkan B-2 untuk membawa campuran yang berbeda dari stand-off senjata dan amunisi serangan langsung terhadap serangan mendadak tunggal, memungkinkan pesawat untuk menyerang sampai empat jenis target dalam misi tunggal. Berdasarkan kontrak diberikan kepada Northrop Grumman pada bulan Februari 2008, USAF telah memulai program untuk memberikan B-2 kemampuan untuk menyerang target bergerak, menggunakan presisi-dipandu senjata seperti bom diameter II kecil. Kontrak tersebut melibatkan upgrade menampilkan dan mode radar.

B-2 Spirit (Foto 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

B-2 Spirit (Foto 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

B-2 Spirit (Foto 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

B-2 Spirit (Foto 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

Koleksi wallpaper foto pesawat pembom siluman B-2 Spirit :
B-2 Spirit adalah pesawat pembawa bom (bomber) dengan teknologi siluman (stealth) yang menjadi andalan AU AS untuk operasional jarak jauh. Pesawat B-2 Spirit termasuk sebagai salah satu pembom strategis yang telah diakui kemampuannya oleh kalangan militer. Kemampuannya yang unik, termasuk karakteristik silumannya, memungkinkan pesawat pembom ini menembus pertahanan musuh yang paling ketat sekali pun, dan dengan presisi yang tinggi bisa menjatuhkan bom pada target vital milik lawan. Kebolehan B-2 Spirit ini telah ditunjukkan pada operasi militer di Irak beberapa tahun yang lalu.

Bomber strategis B-2 Spirit hanya dimiliki dan dioperasikan oleh AS. Pesawat siluman ini merupakan perpaduan antara daya jelajah terjauh, kapasitas angkut persenjataan terbesar, dan teknologi stealth yang tak tertandingi oleh kekuatan militer udara mana pun. Tanpa pengisian ulang bahan bakar, B-2 Spirit mampu menempuh penerbangan sejauh 6.000 mil laut, dan dengan satu kali isi ulang bahan bakar di udara, pesawat ini bisa menempuh jarak 10.000 mil laut. Dengan kapasitas angkut 20 ton persenjataan konvensional maupun nuklir dan mengirimkannya pada kondisi cuaca yang tepat, B-2 memiliki kemampuan untuk mengubah hasil dari suatu konflik hanya dengan satu misi pengeboman.

Pesawat pengebom B-2 Spirit telah dikembangkan sejak tahun 1978 dibawah program ATB (Advanced Technology Bomber). Program ATB ini baru diketahui publik pada tahun 1981. Dan pada tanggal 22 November 1988, public baru mengetahui juga tentang keberadaan bomber strategis buatan pabrikan Northrop Grumman ini yang kemudian melakukan penerbangan perdananya pada 17 Juli 1989.

Sebagai pesawat bomber strategis yang sulit dicari tandingannya, B-2 Spirit tentu saja memiliki harga yang sangat mahal, bahkan menjadi pesawat militer dengan harga yang paling mahal yang pernah ada dalam sejarah penerbangan militer. Situs www.time.com menginformasikan bahwa harga 1 unit B-2 Spirit adalah sebesar US$.2,4 miliar. Biaya operasional dan perawatannya pun tidak kalah mahal. Untuk satu jam penerbangan, pesawat ini membutuhkan perawatan selama 124 jam.

Awalnya militer AS merencanakan untuk membeli 132 unit bomber B-2 Spirit. Tapi terbentur dengan harga yang sangat mahal tersebut, hanya 21 unit yang direalisasikan pembeliannya. Setelah kecelakaan yang menimpa 1 unit B-2 Spirit di pangkalan udara Andersen di Guam, jumlah B-2 yang memperkuat AU AS menjadi 20 unit. Saat ini 19 unit B-2 Spirit berbasis di pangkalan udara Whiteman. Sementara itu satu unit B-2 Spirit berada di pangkalan udara Edward, California, untuk pengembangan perangkat lunak dan system persenjataan.

Spesifikasi Pesawat Bomber Siluman B-2 Spirit

Karakteristik umum :
  • Kru: 2
  • Panjang: 69 ft (21 m)
  • Lebar sayap: 172 ft (52.4 m)
  • Tinggi: 17 ft (5.2 m)
  • Area sayap: 5,000 ft² (460 m²)
  • Berat kosong: 158,000 lb (71.7 t)
  • Berat terisi: 336,500 lb (152.6 t)
  • Berat maksimum lepas landas: 376,000 lb (171.0 t)
  • Mesin: 4× General Electric F118-GE-100 turbofan, masing-masing berdaya dorong 17,300 lbf (77 kN)
Performa :
  • Kecepatan maksimum: 410 knots (760 km/h, 470 mph)
  • Jarak jangkau: 5,600 nm (10,400 km, 6,400 mi)
  • Batas tertinggi servis: 50,000 ft (15,000 m)
  • Beban sayap: 67.3 lb/ft² (329 kg/m²)
  • Dorongan/berat: 0.205
Persenjataan :
  • 2 internal bays for 50,000 lb (22,700 kg)
    • 80× 500 lb class bombs (Mk-82) mounted on Bomb Rack Assembly (BRA)
    • 36× 750 lb CBU class bombs on BRA
    • 16× 2000 lb class weapons (Mk-84, JDAM-84, JDAM-102) mounted on Rotary Launcher Assembly (RLA)
    • 16 × B61 atau B83 nuclear weapons on RLA
northropgrumman.com, wikipedia.org

Video Jet Pengebom Siluman B-2 Spirit :
Video manuver terbang pesawat bomber siluman B-2 Spirit.

KRI Ki Hajar Dewantara (364)

KRI Ki Hajar Dewantara (364) adalah kapal perang milik TNI-AL dari jenis Kapal Perusak Kawal Berpeluru Kendali. Selain berfungsi sebagai bagian dari armada pemukul, kapal perang KRI Ki Hajar Dewantara (364) juga digunakan sebagai kapal perang latih untuk anggota TNI-AL.
KRI Ki Hajar Dewantara (364). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Ki Hajar Dewantara (364)
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Tri Prasodjo mengatakan, KRI Ki Hajar Dewantara (364) baru-baru ini kembali berhasil menangkap kapal penangkap ikan KM Mahatan Arujaya 18 karena diduga tidak memiliki izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IKTA). Setelah menempuh perjalanan laut selama lebih kurang tiga hari dari Ternate dengan KRI Ki Hajar Dewantara (364) dan KRI Surabaya-591, 95 orang Kadet Akademi Angkatan laut (AAL) yang tergabung dalam Satgas Jalayudha merapat di Dermaga Lantamal VII Kupang, Senin (26/9). Dapat berfungsi sebagai fregat kombatan atau sebagai kapal pengangkut tentara a. Pada gambar diatas adalah KRI Ki Hajar Dewantara (364) dan KRI Yos Sudarso (jauh kembali di bawah cakrawala) mencegat seorang Portugis Lusitania Express (kuning pada latar belakang) menuju Timor Timur pada tanggal 11 Maret 1992. Setelah insiden di Dili, maka adalah provinsi termuda Indonesia (dikenal sebagai insiden Santa Cruz), set berlayar feri portuguese dari darwin dalam misi provokatif. Dalam latihan perang ini TNI AL melibatkan tiga kapal perang seperti KRI Ki Hajar Dewantara (364), KRI Lemadang-806, dan KRI Todak-803. Selain itu juga dikerahkan satu pesawat patroli maritim N-22. Pihak Angkatan Laut Singapura juga mengerahkan tiga kapal perangnya RSS Valour, RSS Sea Dragon, dan RSS Daring. ”Siswa taruna berlayar dengan kapal Dewaruci dari Surabaya, Kupang, Tual, Jayapura, Manokwari, Bitung, Balikpapan, Batam, Belawan, Padang, dan kembali ke Surabaya,” kata Akmal. Selain KRI Dewaruci, juga tiba di Batam KRI Ki Hadjar Dewantara-364 jenis korvet.
KRI Ki Hajar Dewantara (364) merupakan kapal perusak kawal berpeluru kendali. Kapal ini juga merupakan kapal perang latih bagi anggota TNI AL. KRI Ki Hajar Dewantara merupakan bagian dari armada pemukul (striking force). Memiliki kemampuan jelajah dan persenjataan yang mumpuni bagi pengawalan dan perlindungan kawasa perairan Republik Indonesia. KRI Ki Hajar Dewantara mengambil nama dari seorang pahlawan nasional yang juga merupakan Bapak Pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara.

Data teknis
KRI Ki Hajar Dewantara (364) memiliki berat 1,850 ton. Dengan dimensi 96,70 meter x 11,2 meter x 3,55 meter. Ditenagai oleh 2 mesin diesel jelajah, 2 shaft menghasilkan 7000 bhp dan 1 boost turbine dengan 22,300 shp. Sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 27 knot. Diawaki oleh 91 pelaut 14 instruktur dan 100 taruna.

Persenjataan
Sebagai bagian dari armada pemukul KRI Ki Hajar Dewantara (364) dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan untuk menjaga wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :
  • 4 rudal permukaan-ke-permukaan MM-38 Exocet buatan Perancis dengan jangkauan maksimal sekitar 42 Km dengan kecepatan 0,9 mach dan hulu ledak seberat 165 Kg dalam konfigurasi 2x2.
  • 1 Meriam Bofors 57/70 berkaliber 57mm dengan kecepatan tembakan 200 rpm, jangkauan 17 Km untuk target permukaan dan udara dengan pemandu tembakan Signal WM28.
  • 2 kanon Penangkis Serangan Udara Rheinmetall kaliber 20mm dengan kecepatan tembakan 1000 rpm, jangkauan 2 KM untuk target udara.
  • 4 Torpedo AEG SUT, berpeluncur tabung 533mm, jangkauan 28 Km pada 23 knot atau 12 Km pada 35 knot dengan hulu ledak seberat 250 Kg.
  • Bom Laut/Mortir Anti Kapal Selam
  • Peluncur peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral.
Sensor dan Elektronis
Sonar menggunakan PHS-32 hull mounted MF, kontrol penembakan menggunakan WM-28 dan EW menggunakan SUSIE-1 intercept, 2 flare RL

Penerbangan
KRI Ki Hajar Dewantara (364) memiliki landasan untuk helikopter NBO-105. NBO-105 adalah helikopter buatan Industri Pesawat terbang Nusantara (IPTN) yang sekarang telah berganti nama menjadi PT. Dirgantara Indonesia. Helikopter ini berfungsi sebagai over horizon survelilance, anti kapal selam dan transportasi.

wikipedia.org

Jet Tempur F/A-18E/F Super Hornet

F/A-18E/F Super Hornet adalah jet tempur dengan tipe pesawat serang militer yang dikembangkan dan diproduksi oleh Boeing, AS. Jet tempur F/A-18E/F Super Hornet dirancang sebagai pesawat tempur yang berpangkalan diatas kapal induk sehingga pada umumnya pesawat ini banyak digunakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.
F/A-18E/F Super Hornet (Foto 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Pesawat jet tempur F/A-18E/F Super Hornet. Spesifikasi pesawat tempur F/A-18E/F Super Hornet. Pesawat tempur operasi maritim jenis F/A-18E/F Super Hornet adalah armada jet tempur andalan Angkatan Laut Amerika Serikat, diproduksi oleh Boeing, terbang untuk pertama kalinya pada 29 November 1995. Super Hornet sekitar 25% lebih besar dari pendahulunya, F/A-18C/D, tetapi berisi bagian struktural 42% lebih sedikit. Para F/A-18/E kursi tunggal dan F/A-18/F dua kursi terbang rentang yang lebih besar dengan muatan berat, memiliki mesin lebih kuat dan memberikan bertahan hidup lebih besar. Pesawat rendah tingkat produksi pertama awal disampaikan pada bulan Desember 1998, dan semua 12 dari batch pertama disampaikan pada November 1999. Pada bulan Februari 1999, Angkatan Laut Amerika Serikat menempatkan pesanan untuk 30 Hornets Super, di samping 12 yang sudah dipesan. Setelah berhasil menyelesaikan evaluasi operasional, pada bulan Juni 2000 USN memerintahkan 222 pejuang yang akan diproduksi selama lima tahun. Pesawat penuh tingkat produksi pertama dikirim pada bulan September 2001. Sebuah kontrak multi-tahun kedua pada Januari 2004 untuk 42 pesawat yang akan dibeli antara 2005 dan 2009. Kebutuhan total untuk setidaknya 545 pesawat. Pada April 2011, lebih dari 500 pesawat telah dikirim. Pada bulan Juli 2002, F/A-18E/F mulai penyebaran gadis operasional di kapal USS Abraham Lincoln (CVN 72). Pada bulan November 2002, pesawat dibuat entri tempurnya, menyerang udara lokasi pertahanan di Southern Irak dengan Bersama Bom Serangan Langsung (JDAM). Pesawat ini juga digunakan sebagai bagian dari Operasi Pembebasan Irak pada Maret 2003. Perbaikan dijadwalkan Blok 2 pesawat termasuk badan pesawat ke depan didesain ulang yang memiliki bagian lebih sedikit dan perubahan hidung pesawat untuk mengakomodasi Raytheon APG-79 Array elektronik Scanned Aktif (AESA) radar. Pesawat pertama dikirim pada September 2003. Pesawat ini dilengkapi dengan komputer misi baru, jaringan serat optik, Raytheon AN/ASQ-228 ATFLIR targeting pod, Boeing bersama helm-mount sistem isyarat dan Raytheon AIM-9X Sidewinder generasi berikutnya udara-ke-udara rudal. Pada April 2007, Boeing mengumumkan bahwa mereka telah diminta oleh Angkatan Laut AS untuk memberikan Pencarian Infrared dan Track (IRST) sistem untuk F/A-18E/F Super Hornet tersebut. Boeing telah memilih Lockheed Martin Missiles dan Pengendalian Kebakaran untuk memasok sistem. Pada bulan November 2011, Angkatan Laut AS mendapatkan kontrak $ 135 juta untuk rekayasa dan pengembangan pembuatan sistem sensor IRST. Sistem IRST diharapkan untuk mencapai kemampuan operasi awal pada tahun 2016. Pada bulan Februari 2007, Australia meminta FMS dari 24 pesawat Blok F/A-18F 2. Kontrak tersebut ditempatkan pada Mei 2007. Pesawat lima pertama dikirim pada Maret 2010 dan dan sisanya disampaikan oleh Oktober 2011. Blok F/A-18F 2 pesawat menutupi kesenjangan kemampuan antara pensiun dari 111s F-pada Desember 2010 dan pengiriman Fighter F-35 strike pertama Joint ke Australia pada 2013. Angkatan Laut AS telah disetujui Pengembangan Sistem & Demonstrasi (SD & D) untuk versi serangan elektronik dari Tawon Super, EA-18G, untuk menggantikan EA-6B Prowler. EA-18G menggabungkan Kemampuan III Peningkatan (ICAP III) suite dikembangkan untuk Prowler tersebut. Dua SDD pesawat dikirim. Penerbangan pertama dari EA-18G pada bulan Agustus 2006. Pada bulan Mei 2009, Boeing menerima kontrak senilai $ 48.9m untuk pengembangan Terdistribusi (DT) sistem Penargetan untuk pesawat lebah super. Pada bulan November 2011, Angkatan Laut AS mendapatkan kontrak $ 48m untuk mengembangkan Tipe 4 Komputer Misi Lanjutan (AMC) untuk F/A-18E/F Super Hornet, yang akan menggantikan Tipe 3 AMC yang sedang digunakan. Hal ini diharapkan akan selesai pada tahun 2012. Pada bulan September 2011, Boeing dan Angkatan Laut Amerika Serikat mengusulkan untuk menawarkan F/A-18E Super Hornet Blok pesawat versi II Diri Jepang Angkatan Pertahanan Udara (JASDF). Pada bulan September 2011, Angkatan Laut Amerika Serikat mendapat kontrak $ 5.297bn yang mencakup pengiriman 66 pesawat Hornet super antara tahun 2012 dan 2015. Kokpit di F/A-18E/F Super Hornet ini dilengkapi dengan layar kontrol sentuh yang sensitif, multi-tujuan kristal warna tampilan yang lebih besar cair, yang menunjukkan informasi taktis, dua layar monokrom dan layar mesin baru bahan bakar. Pesawat mempertahankan perangkat lunak misi dan proporsi yang tinggi dari avionik ditemukan di C / D. Para Tawon Super memiliki 11 stasiun senjata yang mencakup dua stasiun sayap toko tambahan dan akan mendukung berbagai persenjataan termasuk AIM-9 Sidewinder, AIM-7 Sparrow dan AIM-120 AMRAAM udara-ke-udara rudal, dipandu udara-ke-tanah senjata seperti Harpoon, SLAM / SLAM-ER, GBU-10, GBU-51, dan Maverick HARM, dan jatuh bebas udara-ke-darat bom, Mk-76, BDU-48, Mk-82LD, Mk-82HD dan Mk-84. Pesawat ini juga dapat membawa GPS / inertially dipandu JDAM (Joint Direct Attack Munition), JSOW (stand-off bersama senjata) dan JASSM (bersama udara-ke-permukaan rudal stand-off). Boeing adalah kontraktor utama untuk Sistem Helmet-Mounted Bersama isyarat (JHMCS) untuk Tawon Super, untuk dipasang ke Block 2 dan dipasang untuk Blokir 1 pesawat. Visi Systems International (dimiliki bersama oleh Kaiser dan Elbit) adalah subkontraktor utama. JHMCS saat ini sedang dalam penuh tingkat produksi. Pengiriman penuh-tingkat sistem produksi dimulai tahun 2005, meskipun sistem ini digunakan secara operasional selama Operasi Pembebasan Irak. Sistem F/A-18E/F baru senjata ringan adalah General Dynamics M61A2 senapan Gatling 20mm, yang memiliki tingkat penembakan switchable dari 4.000 atau 6.000 tembakan per menit dan sistem amunisi pakan terintegrasi linkless.

F/A-18E/F Super Hornet (Foto 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

F/A-18E/F Super Hornet (Foto 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

F/A-18E/F Super Hornet (Foto 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

F/A-18E/F Super Hornet (Foto 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

Koleksi wallpaper foto pesawat tempur F/A-18E/F Super Hornet :
Boeing F/A-18E/F Super Hornet adalah pesawat tempur sekaligus penyerbu yang memperkuat kesatuan Angkatan Laut AS. Super Hornet pada hakekatnya merupakan pesawat model baru, dengan tampilan yang mirip dengan dan beberapa sistem dari F/A-18C/D Hornet. Super Hornet mulai dikembangkan pada tahun 1992, pertama kali terbang pada bulan November 1995, dan mulai beroperasi pada 1999. Versi saat ini meliputi F/A-18E (satu kursi) dan F/A-18F (dua kursi). Versi ini untuk menggantikan F/A-18 dan F-14 Tomcat.

Sebenarnya sebutan Super Hornet yang masih menggunakan nama "F/A-18" adalah untuk alasan politik saja (saat itu Kongres tidak bersedia untuk mensponsori sistem militer baru). Nama sebenarnya adalah F-24A. Namun nama F-24 tidak bisa diterima berdasarkan pertimbangan politis. Hal yang sama juga terjadi pada pesawat tempur X 35, yang kemudian diubah namanya menjadi F-35 Lightning II.

Pada awal dasawarsa 1990-an angkatan laut AS mengalami sejumlah masalah pada divisi penerbangannya. Program A-12 Avenger II yang dimaksudkan untuk menggantikan A-6 Intruder dan A-7 Corsair II, telah mengalami masalah serius dan dibatalkan. Pada operasi militer Perang Teluk menunjukkan bahwa kemampuan serangan Angkatan Laut tertinggal dibandingkan dengan kemampuan Angkatan Udara dalam hal-hal tertentu. Harus ada program pengganti yang bisa menghasilkan jet tempur yang lebih baik sebelum tahun 2020. Maka diusulkan model pesawat tempur "Super Hornet" (awalnya bernama "Hornet II") yang merupakan pengembangan dari pesawat F/A-18.

Dibandingkan dengan pendahulunya, Super Hornet memiliki sayap 25% lebih besar yang memungkinkan pesawat untuk kembali ke sebuah kapal induk dengan beban sisa amunisi yang lebih besar. Hal ini menjadi penting mengingat penggunaan persenjataan yang lebih besar dan lebih mahal. Mesin dengan daya 35% lebih, General Electric F414, dikembangkan untuk F/A-18E/F Super Hornet. Pesawat ini dapat membawa lima tangki bahan bakar eksternal dengan kapasitas masing-masing 1.700 liter untuk penerbangan jarak jauh atau empat tangki plus satu kali pengisian di udara (Aerial Refuelling Store / ARS). Perbedaan lainnya termasuk sudut untuk mesin, bagian RCS (Radar Cross Section), dua cantelan sayap ekstra untuk payload, dan perubahan aerodinamis lainnya. Diluar semua itu, Super Hornet memiliki sedikit kemiripan pada bagian belakan dan depan dengan F/A-18.

Upgraded avionik pada jet tempur Super Hornet misalnya pada penggunaan radar APG-79 AESA, ASQ-228 ATFLIR (Penunjang Penargetan FLIR), dan ALE-50 Towed Decoy System.

Versi serangan elektronik dari F/A-18F adalah EA-18G Growler. Pesawat tempur EA-18G Growler dibuat untuk menggantikan pesawat EA-6B Prowler dan EF-111 Ravens yang dioperasikan oleh Angkatan Laut dan Korps Marinir AS. F/A-18F "F-1" telah dilengkapi dengan system perang elektronik ALQ-99. Kemampuan system ini telah diuji saat menyelesaikan demonstrasi penerbangan EA 18 Airborne Electronic Attack (AEA) pada 15 November 2001.

Spesifikasi Jet Tempur F/A-18E Super Hornet
  • Fungsi: Fighter / Penyerbu
  • Tahun pembuatan pertama: 1999
  • JumlahKru: 1
  • Mesin: 2 unit 97,9 kN G.E. F414-GE-400
  • Wing Span: 13,62 m
  • Wing Aspect Ratio: 4
  • Panjang: 18,31 m
  • Tinggi: 4,88 m
  • Wing Area: 46,30 m2
  • Berat Kosong: 13.387 kg
  • Berat Maksimum: 29937 kg
  • Kecepatan: Mach 1.8 +
  • Ceiling: 15240 m (sumber lain mengklaim 13.865 m)
  • Range: 1095 km dengan muatan 4 × 1.000 lb (454 kg) bom, 2 rudal AIM-9 Sidewinder, dan 2 tangki bahan bakar
  • Feri Range: 3055 km
  • g-Limits: 7.6 positif
  • Persenjataan: 1 senapan Vulcan M61A1/A2 20 mm dan bobot persenjataan eksternal hingga 8.050 kg
fighter-planes.com

Video Jet Tempur F/A-18E Super Hornet :
Video manuver terbang pesawat jet tempur F/A-18E Super Hornet.