Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Kapal Cepat Rudal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Cepat Rudal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Oktober 2014

KASAL Tinjau Proses Pembuatan Kapal Cepat Rudal Trimaran

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) meninjau proses pembuatan kapal cepat rudal (KCR) Trimaran di area produksi PT Lundin Industry Invest yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur. TNI AL dikabarkan telah memesan 4 unit kapal cepat rudal trimaran ini kepada PT Lundin Industry Invest untuk memperkuat tugas penjagaan kedaulatan maritim di Indonesia.

Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran.
Kapal Cepat Rudal TNI AL Diproduksi di Banyuwangi.

Pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut, terus melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Terbaru, penjaga kedaulatan maritim Indonesia ini memesan Kapal Cepat Rudal (KCR) berlambung tiga (Trimaran) 63 meter, yang diproduksi oleh PT Lundin Industry Invest, sebuah perusahaan galangan kapal kebanggaan nasional yang berbasis di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr Marsetio berkesempatan meninjau proses pembuatan kapal tersebut di Pantai Cacalan, Banyuwangi, Jumat (24/10/2014). Turut mendampingi Bupati Abdullah Azwar Anas, Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi Letkol Laut (P) Edi Eka Susanto, Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol Inf Mangapul Hutajulu, dan Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi I Made Parma. "Kunjungan hari ini merupakan salah satu kunjungan ke galangan kapal kebanggaan nasional karena di sinilah Kapal Trimaran dibuat. Ini juga menjadi kebanggaan bagi warga Banyuwangi, karena ternyata daerah di ujung timur Pulau Jawa ini menjadi salah satu produsen alat pertahanan negara," kata Marsetio, di Banyuwangi, Jumat (24/10/2014).

Marsetio mengatakan, Kapal Trimaran yang terbaru ini merupakan yang pertama di Asia. Selain bekerja sama dengan Swedia, dalam pembuatan desain Trimaran, TNI Angkatan laut juga melibatkan BUMN yang bergerak di bidang industri pertahanan nasional seperti PT PAL (Persero) dan PT Pindad (Persero). "Untuk tahap pertama TNI AL memesan empat kapal. Sekarang di sini sedang dibuat yang pertama," ujar Marsetio.

Desain Kapal KCR Trimaran yang terbaru ini akan sedikit berbeda dengan Kapal Trimaran yang sebelumnya. Kapal terbaru ini juga akan terbuat dari bahan tahan api dan anti-radar. "Kapal ini tidak hanya akan dipakai di dalam negeri, tapi akan menjadi salah satu produk pertahanan unggulan yang akan dijual ke luar negeri. Seperti kapal LPD yang diproduksi PT. Pindad sudah dipesan oleh Angkatan Laut Filipina. Nanti kapal ini juga akan kita jual ke luar negeri," imbuh Marsetio.

Sebagai informasi, saat ini PT. Lundin tengah membangun Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran 63 meter untuk TNI AL. Pembangunan kapal ini merupakan pembangunan yang kedua kalinya, yakni sebagai pengganti kapal sebelumnya "KRI Klewang-625" yang terbakar pada September 2012 sebelum diserahkan ke TNI AL. KCR Trimaran ini berdesain unik "wave piercing" yang bisa tetap stabil di tengah kondisi cuaca buruk. Kapal ini juga bisa terhindar dari radar maupun infra merah.

Dalam kesempatan ini, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengaku bangga karena kapal canggih itu diproduksi di Banyuwangi dengan sinergi swasta dan BUMN di bidang industri pertahanan. "Industri pertahanan adalah industri strategis bagi bangsa. Banyuwangi ikut bangga," kata Anas.

Selain industri pertahanan, mobil listrik berukuran mini juga segera diproduksi di Banyuwangi. Produksi ini melibatkan teknologi Swedia di PT Lundin Industry yang berbasis di Banyuwangi. "Dubes Swedia dalam waktu dekat ini akan ke Banyuwangi. Saya berharap ada transformasi teknologi, pengetahuan, budaya inovasi bagi kami yang ada di Banyuwangi," pungkas Anas.

www.beritasatu.com

Minggu, 28 September 2014

5 Kapal Cepat Rudal Buatan Indonesia Diresmikan Menteri Pertahanan

5 unit kapal perang jenis kapal cepat berpeluru kendali 40 meter (KCR-40) diresmikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro. kapal cepat berpeluru kendali 40 meter (KCR-40) itu yang dibangun oleh PT Palindo Marine Shipyard dan PT Citra Shipyard di Batam tersebut adalah KRI Surik (645), KRI Siwar (646), KRI Parang (647), KRI Terapang (648), dan KRI Sidat (851).

KRI Terapang (648). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Terapang (648).
Lima kapal perang buatan Indonesia diresmikan.

Galangan kapal swasta nasional juga memberi andil dalam penguatan armada kapal perang TNI AL. Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, Sabtu (27/9/2014), meresmikan empat kapal perang berlabel buatan Indonesia, KRI Sidat (851), KRI Surik (645), KRI Siwar (646), KRI Parang (647) dan KRI Terapang (648) di Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar, Batam. "Kapal-kapal itu resmi masuk jajaran armada TNI AL," kata Yusgiantoro dalam upacara peresmian lima kapal perang kelas kapal cepat berpeluru kendali 40 meter (KCR-40) itu. Kapal-kapal perang kelas ini sangat pas untuk operasi patroli laut terbatas dengan peluru kendali sebagai senjata utamanya.

Yusgiantoro tidak sendirian dalam peresmian itu, karena Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Marsetio, juga menyaksikan, bersama sejumlah lain pimpinan di lingkungan Kementerian Pertahanan, Markas Besar TNI, dan Markas Besar TNI AL.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Protocol of Delivery oleh direktsi PT Palindo Marine dan PT Citra Shipyard Batam kepada TNI AL sebagai satuan pengguna.

Peningkatan jumlah dan kualitas kekuatan militer di laut, baik untuk kapal perang kelas KRI ataupun Kapal TNI AL alias KAL, merupakan jawaban konsekuensi atas kondisi geografis wilayah indonesia yang sebagian besar adalah lautan. "Keberadaan KRI dibangun atas karya anak-anak bangsa Indonesia, yang dijadikan bukti sebagai tanda kebangkitan industri dalam negeri guna kemandirian bangsa," kata Yusgiantoro.

Kelima KRI buatan PT Palindo Marine Shipyard dan PT Citra Shipyard rencananya akan diikutkan dalam pelayaran lintas kehormatan, di Surabaya, pada HUT ke-69 TNI, di Markas Komando Armada Indonesia di Kawasan Timur TNI AL, Ujung, Surabaya. "Ini juga sebagai bukti galangan kapal dalam negeri juga bisa menciptakan kapal berkualitas. Kami berterimakasih pada PT Palindo Marine dan Citra Shipyard yang sudah mewujudkan kapal TNI AL itu," kata Yusgiantoro.

www.antaranews.com

Kamis, 28 Agustus 2014

Kapal Perang KRI Tombak (629) Diresmikan Menteri Pertahanan

KRI Tombak (629) yang merupakan kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter telah diresmikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Purnomo Yusgiantoro, pada Rabu 27 Agustus 2014. KRI Tombak (629) adalah salah satu dari 16 unit Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter yang telah dipesan pemerintah Indonesia dan pembuatannya dikerjakan oleh PT PAL Indonesia (Persero).

Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter.
Menhan resmikan KRI Tombak (629) sebagai kapal Indonesia.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan kapal cepat rudal (KCR) 60 meter, KRI Tombak (629), yang diproduksi PT PAL Indonesia (Persero) sebagai kapal Indonesia guna mendukung upaya pengamanan wilayah NKRI. "Kapal tersebut penting bagi negara ini mengingat perairan Indonesia sangat luas. Kami yakin keberadaan armada itu sekaligus mampu meningkatkan rasa bangga dan kemandirian bangsa," kata Purnomo, ditemui pada penyerahan kapal cepat rudal (KCR) 60 Meter kedua, di Surabaya, Rabu (27/8/2014).

Menurut dia, pembangunan KRI Tombak (629) tersebut juga diharapkan mampu menjadikan TNI AL sebagai World Class Navy. Kapal buatan BUMN galangan kapal itu juga diyakini bisa meningkatkan. "Sementara, pemilihan tombak sebagai nama kapal dikarenakan senjata tradisional Indonesia. Selain itu juga banyak ditemukan di seluruh peradaban dunia dan dipakai untuk berburu dan berperang," katanya.

Mengenai dana pembangunan kapal, jelas dia, didukung oleh anggaran masyarakat. Pada masa mendatang, pihaknya menargetkan pembangunan 16 unit KCR 60 meter, 16 unit KCR 40 meter, dan 16 unit kapal patroli cepat. "Kami optimistis pembangunan seluruh armada ini akan memenuhi kekuatan TNI untuk melindungi dan menjalankan tugas pertahanan di Indonesia," katanya.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), M Firmansyah, mengemukakan, proses pembangunan KCR 60 meter tersebut berawal dari pengembangan produk PAL Indonesia sebelumnya yakni Fast Patrol Boat (FPB) 57 meter. "Bahkan, hingga kini armada tersebut masih digunakan oleh TNI AL," katanya,

Kapal kedua yang dibangun, tambah dia, direncanakan dan didesain sesuai dengan kebutuhan masa depan armada perang. Selain itu, kapal yang diproduksi BUMN galangan kapal itu sekaligus merupakan karya yang ditunjang teknologi canggih. "Sebelumnya kami juga telah merampungkan proyek KCR-60 M yang pertama dan resmi menyerahkannya pada 28 Mei 2014," katanya.

Sementara, lanjut dia, penyerahan KCR 60 M ketiga direncanakan terealisasi pada September mendatang. Secara keseluruhan, tiga KCR 60 M senilai Rp375 miliar tersebut merupakan kapal perang pesanan TNI AL yang digarap sejak 2012 dan ditargetkan selesai pada semester II/2014. "Kapal itu dibuat untuk memenuhi Minimum Esensitial Force (MEF) yang ada sesuai amanah Undang-Undang No.16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan," katanya.

www.antaranews.com

Sabtu, 19 Juli 2014

TNI AL Kembali Terima Kapal Perang Baru Produksi Dalam Negeri Pada September 2014

TNI AL kembali akan menerima kapal perang baru produksi Indonesia pada awal Septermber 2014 yang akan datang. Perincian kapal perang baru yang sudah dipesan untuk TNI AL tersebut adalah 4 unit Kapal Cepat Rudal (KCR) dan 1 unit PC 43. 5 unit kapal perang tersebut dibangun oleh PT. Palindo Marine Shipyard dan PT. Citra Shipyard Tanjung Uncang Batam.

Kapal Cepat Rudal 40 M (KCR-40). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Kapal Cepat Rudal 40 M (KCR-40).
Kapal perang buatan Indonesia diluncurkan September mendatang.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr Marsetio meninjau galangan kapal PT. Palindo Marine Shipyard dan PT. Citra Shipyard Tanjung Uncang Batam, Kepulauan Riau, Kamis, yang merupakan tempat pembuatan kapal perang karya anak bangsa Indonesia. Seperti yang diberitakan Antara, Kamis (17/7/2014), Kasubdispenum Dinas Penerangan TNI AL Kolonel Laut (P) Suradi Agung Slamet, melaporkan Kasal dalam kunjungan itu diterima langsung oleh Direktur Utama PT. Palindo Marine, Harmanto, dan Dirut PT. Citra Shipyard, Frengky.

Saat ini, kedua perusahaan itu sedang membangun empat 4 unit Kapal Cepat Rudal (KCR) dan satu unit PC 43. Rinciannya, tiga unit KCR diproduksi oleh PT. Palindo Marine Shipyard, satu unit KCR dan satu unit PC 43 dibangun oleh PT. Citra Shipyard. "Pembangunan kapal perang yang merupakan karya anak bangsa Indonesia ini siap diluncurkan pada awal September mendatang," kata Direktur Utama Palindo Marine, Harmanto.

Kapal perang yang memiliki panjang 44 meter ini dapat melaju hingga 30 knots atau kurang lebih 60 kilometer per jam. Sebelumnya, perusahaan ini telah sukses memproduksi sejumlah kapal perang TNI Angkatan Laut, antara lain KRI Clurit 641, KRI Kujang 642, dan KRI Beladau 643.

Dalam kunjungannya, Kasal didampingi Asrena Kasal Laksda TNI Agung Pramono, Panglima Armada Barat Laksda TNI Ary Atmaja, Kadismatal Laksma TNI Ir Bambang Naryono, Dan Lantamal lV Laksma TNI Agus Heryana, Dan Lantamal V Brigjen TNI Mar Rudy Andi Hamzah, Kabagset Smin Kasal Letkol Laut (KH) Ali Ridlo, dan Kabag Bungkol Kasal Letkol Laut (E) Lilik Asmoro. Setelah melakukan peninjauan pembangunan kapal perang karya anak bangsa, Kasal beserta rombongan langsung menuju Batalyon Infanteri 10 Korps Marinir di Setoko, Batam, untuk meresmikan Masjid Al Barkah bagi seluruh prajurit Batalyon serta masyarakat sekitar.

Sebelumnya (16/7/2014), Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko yang didampingi Kasal dan Wakasal melaksanakan inspeksi pasukan Marinir yang terlibat dalam pengamanan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 di lapangan apel Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Kedatangan Panglima TNI beserta rombongan di Bhumi Marinir, Cilandak, disambut Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington dan Kepala Staf Korps Marinir Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso. Pada pengamanan pilpres kali ini, Korps Marinir menerjunkan 2.901 personel dari jajaran marinir wilayah barat.

Dalam inspeksi untuk mengecek kesiapan serta kondisi prajurit Korps Marinir menjelang pengumuman hasil akhir Pilpres pada 22 Juli itu, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menekankan tiga hal yakni menjaga netralitas TNI, bersikap tegas dalam tindakan, dan profesional dalam bertugas dengan tetap dalam kendali Panglima TNI.

www.merdeka.com

Sabtu, 31 Mei 2014

KRI Sampari (628), Kapal Cepat Rudal Pertama Buatan PT PAL Diterima TNI AL

KRI Sampari (628) yang merupakan kapal perang dari jenis Kapal Cepat Rudal 60 Meter (KCR 60) buatan PT PAL telah diserahkan kepada pihak TNI AL. KRI Sampari (628) adalah Kapal Cepat Rudal 60 Meter pertama yang telah berhasil diselesaikan pembuatannya oleh PT PAL. Secara keseluruhan, TNI AL memesan 16 KCR 60 meter dan 16 KCR 40 meter kepada PT PAL.

KRI Sampari (628). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
KRI Sampari (628).
KRI Sampari (628) Diserahterimakan ke TNI AL.

Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter ke-1 diserah terimakan dari PT PAL kepada TNI AL. Kapal pertama itu merupakan satu dari tiga kapal KCR 60 meter yang dipesan TNI AL kepada PT PAL.

Serah terima KCR ke-1 yang diberi nama KRI Sampari (628) itu dilakukan bersamaan dengan peluncuran KCR ke-2. KCR ke-2 yang rencananya akan diserah terimakan pada Juni nanti akan diberi nama KRI Tombak. Sementara KCR ke-3 masih dalam tahap produksi akhir dan direncanakan diberi nama KRI Hayat. "Kapal yang diserahterimakan hari ini merupakan bagian dari upaya mengamankan wilayah laut kita," kata Purnomo Yusgiantoro dalam sambutannya, Rabu (28/5/2014).

Menteri Pertahanan itu mengatakan, Selain tiga KCR yang sudah diserahterimakan dan sedang digarap, Kementerian Pertahanan juga telah memesan 16 KCR 60 meter dan 16 KCR 40 meter. Seluruh pesanan KCR ini dijanjikan akan rampung pada 2024 mendatang. "Kalau pesanan semua KCR sudah jadi, maka keamanan laut kita bisa diandalkan," lanjut Purnomo.

Purnomo yakin dengan hal itu karena masing-masing KCR dilengkapi dengan peluncur rudal yang bisa membawa empat rudal seri C 705 dan 802 dengan daya jelajah hingga 140 km.

Spesifikasi KRI Sampari (628) / KCR 60 Meter :
  • Panjang 60 meter
  • panjang garis air 54,82 meter
  • lebar 8,10 meter
  • Tinggi pada tengah kapal 4,85 meter
  • Berat muatan penuh 460 ton
  • Kecepatan 15 knot, jelajah 20 knot dan max 28 knot
  • Didukung persenjataan canggih berupa meriam dan rudal
  • Jumlah penumpang 55 orang
  • Ketahanan berlayar 9 hari
  • Mesin pendorong 2 x 2.880 KW
news.detik.com