Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Kendaraan Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kendaraan Militer. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juni 2014

TNI AD Uji Coba Biofuel Sebagai Bahan Bakar Kendaraan Tempur

Pihak TNI dalam waktu dekat akan melakukan uji coba penggunaan biofuel sebagai bahan bakar kendaraan militer. Biofuel sebagai bahan bakar kendaraan militer ini merupakan hasil kerjasama riset antara TNI AD dengan sejumlah perguruan tinggi. Sebagai awal, biofuel akan digunakan pada kendaraan pejabat militer. Setelah menunjukkan kinerja yang bagus, akan segera diuji coba pada kendaraan tempur seperti tank dan sebagainya.

Tank Leopard TNI AD. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Tank Leopard TNI AD.
TNI AD Persiapkan Biofuel untuk Bahan Bakar Tank.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Budiman mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menguji penggunaan biofuel pada pemakaian kendaraan pejabat militernya sebelum dicoba terhadap tank. "Dalam beberapa minggu lagi kita coba pada mobil-mobil pejabat dulu," katanya setelah mengisi seminar nasional tentang cyber warfare di Institut Teknologi Bandung, Sabtu, 14 Juni 2014.

Saat berbicara dalam seminar itu, Budiman sempat menyinggung rencana penggunaan biofuel untuk mendukung program kemandirian energi. Dia mencontohkan biofuel itu sebagai salah satu dari sekian riset yang tengah digarap TNI Angkatan Darat dengan sejumlah perguruan tinggi. "Hasil-hasil riset itu akan kita pakai sendiri," kata Budiman.

Budiman mengungkapkan biofuel yang digunakan belum murni mengganti 100 persen bahan bakar, baru menjadi campuran bahan bakar dengan porsi 50 persen. "Saya akan pakai di mobil-mobil pejabat dulu, kalau rusak masih mampu ganti. Setelah tidak ada masalah, kami akan pakai di tank kami yang sangat boros (bahan bakar)," katanya.

Menurut Budiman, biofuel yang tengah dikembangkan bersama sejumlah perguruan tinggi itu berasal dari beragam bahan nabati. Di antaranya dari tanaman sorgum, kemiri sunan, sawit, jagung, serta ketela. "Pengembangan dari (riset) universitas terus kita lanjutkan, dan terus kita tingkatkan dengan berbagai perencanaan," katanya.

Budiman menyinggung sejumlah riset yang tengah dilakukan TNI Angkatan Darat lainnya. Di antaranya riset pengembangan solar cell serta satelit. Dia menolak membeberkan rincian riset yang tengah dikembangkan dengan alasan masih dirahasiakan. "Mudah-mudahan ke depan kalau nanti sudah settled, saya sudah lapor pimpinan tentang penemuan terakhir, baru berani expose," katanya.

Dia mengatakan institusinya sudah berkonsultasi dengan BPK serta KPK dalam hal penggunaan beragam hasil riset itu untuk memenuhi kebutuhan peralatan TNI Angkatan Darat. "Ini enggak ada urusan politiknya. Bagi kami, betul-betul mau bangun negara ini," kata Budiman.

Dia mengklaim, salah satu hasil riset tersebut sukses memangkas pengeluaran institusinya. Dia mencontohkan salah satunya berhasil memangkas biaya pembuatan selembar peta ditekan hingga 1 persen biaya sebelumnya. "Kita niatnya untuk membangun Angkatan Darat yang keren," kata Budiman.

www.tempo.co

Jumat, 21 Maret 2014

Black Widow Spider 8x8, Panser Lapis Baja Angkut Personil Buatan Thailand

APC Black Widow Spider 8x8 adalah kendaraan militer lapis baja pengangkut personil yang sedang dikembangkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertahanan Thailand (DTI : Defence Technology Institute). Dalam proses pengambangan APC Black Widow Spider 8x8 selanjutnya, pemerintah Thailand bekerjasama dengan Ricardo, sebuah perusahaan konsultan bidang otomotif, transportasi dan energi yang berkedudukan di Inggris.

APC Black Widow Spider 8x8. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
APC Black Widow Spider 8x8.

Jika Indonesia bangga bisa merancang dan memproduksi Kendaraan Lapis Baja Angkut Personil (APC: Armored Personnel Carrier) Anoa, maka Kerajaan Thailand pun tak mau kalah, mereka punya Black Widow Spider 8x8. APC ini dikembangkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertahanan Thailand (DTI : Defence Technology Institute) dan ditampilkan pertama kali di depan publik pada pelaksanaan pameran Defense & Security 2013 di Bangkok. Untuk pengembangan APC Black Widow Spider ini lebih lanjut, DTI telah menyepakati kerjasama dengan sebuah perusahaan asal Inggris, Ricardo.

Proyek pengembangan APC Black Widow Spider 8x8 ini merupakan program kendaraan kendaraan militer besar pertama di Thailand dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Darat Kerajaan Thailand, tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk diekspor.

Sekilas tampilan Black Widow Spider mirip dengan produk kendaraan militer roda 8x8 dari negara-negara yang sudah terlebih dahulu maju dengan industri pertahanannya. Hal ini kemungkinan besar berhubungan dengan akuisisi Thailand terhadap 250 unit APC BTR-3E1 8x8 lapis baja yang dipesan dari Ukraina selain tambahan beberapa jenis kendaraan militer lainnya. Boleh jadi pengalaman mengoperasikan kendaraan militer lapis baja buatan Ukraina ini lah yang mempengaruhi pengembangan Black Widow Spider 8x8.

APC Black Widow Spider 8x8 memiliki lapisan baja pada body untuk memberikan perlindungan bagi personil di dalamnya terhadap tembakan senjata ringan dan serpihan ledakan proyektil artileri. Lapisan pelindung tambahan juga bisa dipasangkan untuk memberikan tingkat perlindungan yang lebih tinggi. Bagian bawah lambung kendaraan berbentuk huruf "V" untuk meminimalisir dampak ledakan ranjau darat atau bahan peledak lain yang sejenis. Pihak DTI mengungkapkan bahwa Black Widow Spider mampu menahan ledakan yang setara dengan 10 Kg TNT.

APC Black Widow Spider 8x8 (Gambar 2). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Kemungkinan versi awal dari Black Widow Spider 8x8 ini akan dipersenjatai senapan mesin kaliber 12,7 mm yang dikendalikan remote control. Sebuah prototipe APC Black Widow Spider 8x8 yang dipamerkan pada Defense & Security 2013 di Bangkok memperlihatkan bahwa kendaraan ini memiliki turet (kubah) dengan meriam kaliber 20 mm atau 25 mm dengan kendali remote control.

Versi prototipe APC Black Widow Spider 8x8 memiliki kapasitas angkut 12 personil militer bersenjata lengkap ditambah seorang pengemudi. Untuk versi operasional yang telah dilengkapi sistem persenjataan, APC ini kemungkinan akan memiliki awak 2 atau 3 orang dan bisa mengangkut 10 orang penumpang. Personil memasuki dan keluar dari kendaraan melalui pintu belakang. Selain itu tersedia juga akses pintu darurat yang terpasang di bagian atap kendaraan.

Mesin kendaraan terletak di bagian depan. Tampaknya pihak pengembang mencoba sebisa mungkin untuk menggunakan banyak komponen otomotif yang tersedia secara komersial di pasaran. Ini tentu saja untuk kemudahan perawatan dan menekan biaya operasional. Kendaraan militer ini dilengkapi dengan sistem inflasi ban sentral.

APC Black Widow Spider 8x8 memiliki kemampuan sebagai kendaraan amfibi. Untuk melaju diatas permukaan air, APC ini digerakkan oleh 2 unit mesin Waterjets, Untuk pengembangan selanjutnya, direncakan akan dibuat juga beberapa varian termasuk kendaraan komando, ambulan lapis baja, kendaraan pemulihan dan pembawa mortir kaliber 120 mm.

Spesifikasi Umum APC Black Widow Spider 8x8 :
  • Crew : 2 - 3 Orang
  • Personil : 10 Orang
  • Bobot : 24 ton
  • Panjang : 8 meter
  • Lebar : 2,7 meter
  • Tinggi : 2,2 meter
  • Persenjataan : (data belum tersedia)
  • Mesin : Diesel
  • Kecepatan Maksimum Di Daratan : 100 km/jam
  • Kecepatan Maksimum Di Permukaan Air (Amfibi) : 10 km/jam
  • Jarak Jelajah : 600 km
www.military-today.com