Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Panser. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panser. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Maret 2014

Black Widow Spider 8x8, Panser Lapis Baja Angkut Personil Buatan Thailand

APC Black Widow Spider 8x8 adalah kendaraan militer lapis baja pengangkut personil yang sedang dikembangkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertahanan Thailand (DTI : Defence Technology Institute). Dalam proses pengambangan APC Black Widow Spider 8x8 selanjutnya, pemerintah Thailand bekerjasama dengan Ricardo, sebuah perusahaan konsultan bidang otomotif, transportasi dan energi yang berkedudukan di Inggris.

APC Black Widow Spider 8x8. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
APC Black Widow Spider 8x8.

Jika Indonesia bangga bisa merancang dan memproduksi Kendaraan Lapis Baja Angkut Personil (APC: Armored Personnel Carrier) Anoa, maka Kerajaan Thailand pun tak mau kalah, mereka punya Black Widow Spider 8x8. APC ini dikembangkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertahanan Thailand (DTI : Defence Technology Institute) dan ditampilkan pertama kali di depan publik pada pelaksanaan pameran Defense & Security 2013 di Bangkok. Untuk pengembangan APC Black Widow Spider ini lebih lanjut, DTI telah menyepakati kerjasama dengan sebuah perusahaan asal Inggris, Ricardo.

Proyek pengembangan APC Black Widow Spider 8x8 ini merupakan program kendaraan kendaraan militer besar pertama di Thailand dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Darat Kerajaan Thailand, tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk diekspor.

Sekilas tampilan Black Widow Spider mirip dengan produk kendaraan militer roda 8x8 dari negara-negara yang sudah terlebih dahulu maju dengan industri pertahanannya. Hal ini kemungkinan besar berhubungan dengan akuisisi Thailand terhadap 250 unit APC BTR-3E1 8x8 lapis baja yang dipesan dari Ukraina selain tambahan beberapa jenis kendaraan militer lainnya. Boleh jadi pengalaman mengoperasikan kendaraan militer lapis baja buatan Ukraina ini lah yang mempengaruhi pengembangan Black Widow Spider 8x8.

APC Black Widow Spider 8x8 memiliki lapisan baja pada body untuk memberikan perlindungan bagi personil di dalamnya terhadap tembakan senjata ringan dan serpihan ledakan proyektil artileri. Lapisan pelindung tambahan juga bisa dipasangkan untuk memberikan tingkat perlindungan yang lebih tinggi. Bagian bawah lambung kendaraan berbentuk huruf "V" untuk meminimalisir dampak ledakan ranjau darat atau bahan peledak lain yang sejenis. Pihak DTI mengungkapkan bahwa Black Widow Spider mampu menahan ledakan yang setara dengan 10 Kg TNT.

APC Black Widow Spider 8x8 (Gambar 2). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Kemungkinan versi awal dari Black Widow Spider 8x8 ini akan dipersenjatai senapan mesin kaliber 12,7 mm yang dikendalikan remote control. Sebuah prototipe APC Black Widow Spider 8x8 yang dipamerkan pada Defense & Security 2013 di Bangkok memperlihatkan bahwa kendaraan ini memiliki turet (kubah) dengan meriam kaliber 20 mm atau 25 mm dengan kendali remote control.

Versi prototipe APC Black Widow Spider 8x8 memiliki kapasitas angkut 12 personil militer bersenjata lengkap ditambah seorang pengemudi. Untuk versi operasional yang telah dilengkapi sistem persenjataan, APC ini kemungkinan akan memiliki awak 2 atau 3 orang dan bisa mengangkut 10 orang penumpang. Personil memasuki dan keluar dari kendaraan melalui pintu belakang. Selain itu tersedia juga akses pintu darurat yang terpasang di bagian atap kendaraan.

Mesin kendaraan terletak di bagian depan. Tampaknya pihak pengembang mencoba sebisa mungkin untuk menggunakan banyak komponen otomotif yang tersedia secara komersial di pasaran. Ini tentu saja untuk kemudahan perawatan dan menekan biaya operasional. Kendaraan militer ini dilengkapi dengan sistem inflasi ban sentral.

APC Black Widow Spider 8x8 memiliki kemampuan sebagai kendaraan amfibi. Untuk melaju diatas permukaan air, APC ini digerakkan oleh 2 unit mesin Waterjets, Untuk pengembangan selanjutnya, direncakan akan dibuat juga beberapa varian termasuk kendaraan komando, ambulan lapis baja, kendaraan pemulihan dan pembawa mortir kaliber 120 mm.

Spesifikasi Umum APC Black Widow Spider 8x8 :
  • Crew : 2 - 3 Orang
  • Personil : 10 Orang
  • Bobot : 24 ton
  • Panjang : 8 meter
  • Lebar : 2,7 meter
  • Tinggi : 2,2 meter
  • Persenjataan : (data belum tersedia)
  • Mesin : Diesel
  • Kecepatan Maksimum Di Daratan : 100 km/jam
  • Kecepatan Maksimum Di Permukaan Air (Amfibi) : 10 km/jam
  • Jarak Jelajah : 600 km
www.military-today.com

Sabtu, 15 Maret 2014

24 Unit Panser Anoa Buatan PT Pindad Ditugaskan Di Sudan

24 unit Panser Anoa 6x6 buatan PT Pindad dikirim Darfur-Sudan untuk dilibatkan dalam misi pasukan penjaga perdamaian di kawasan tersebut. 24 unit Panser Anoa 6x6 tersebut akan digunakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-/United Nations Mission In Darfur (UNAMID) yang bertugas menjaga perdamaian di Sudan atas permintaan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).

Panser Anoa UNAMID. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
TNI kirim 24 panser anoa ke Sudan.

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengatakan sebanyak 24 unit Panser Anoa 6X6 yang baru diserahkan dari PT Pindad akan dikirim ke Darfur-Sudan untuk digunakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-/United Nations Mission In Darfur (UNAMID). "Mereka akan bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB selama setahun di wilayah Darfur-Sudan," kata Panglima TNI usai acara serah terima 24 panser dari Plt Direktur Utama PT Pindad (Persero), Tri Hardjono kepada Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko di markas Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/3/2014).

Partisipasi prajurit TNI yang tergabung dalam satgas Batalyon Komposit TNI TNI Kontingen Garuda XXXV-/UNAMID berkekuatann 800 personil TNI, selain dilengkapi 24 panser Anoa 6X6, juga 30 truk dan 34 jeep. Partisipasi TNI itu atas permintaan PBB dalam upaya pemeliharaan perdamaian di wilayah Darfur. Rencana penempatan satgas ini, yakni di El Geneina, dan Masteri yang berbatasan dengan negara Chad.

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, dengan perkembangan kawasan global dan regional saat ini mengharuskan TNI menambah alutsista yang ada dalam rangka menjaga pertahanan dan kedaulatan NKRI. "Dengan perkembangan kawasan saat ini, mau tak mau negara harus memberikan respon yang cepat, terlebih TNI harus membuat strategi pertahanan," kata Panglima TNI.

Moeldoko juga mengucapkan terima kasih kepada PT Pindad yang memelihara kepercayaan TNI hingga saat ini. "Kepercayaan TNI harus dijaga dan tak berpuas diri, sehingga menyebabkan standarisasinya menurun. Ke depan, PT Pindad harus meningkatkan standarisasinya karena saat ini TNI lebih mendukung untuk pengadaan alutsista dalam negeri," tuturnya.

Panglima TNI menambahkan, pengunaan panser Anoa dalam misi perdamaian PBB, selain aman dan nyaman juga memberikan rasa kebanggaan kepada prajurit TNI bahwa alutsista dalam negeri bisa digunakan dalam misi perdamaian PBB di Darfur-Sudan. "Ini akan memberikan kebanggaan bahwa alutsista dalam negeri digunakan dalam misi perdamaian PBB," kata Moeldoko.

TNI hingga kini telah membeli 226 unit Anoa dari PT Pindad, dengan rincian TNI memesan 154 unit (2008), pada 2011 sebanyak 11 unit, tahun 2012 61 unit, 2013 PT Pindad mendapat pesanan 82 unit. Panser yang diserahterimakan merupakan panser dengan berbagai varian, terutama varian Armoured Personnel Carrier (APC) dan ambulans. Plt Direktur Utama PT Pindad (Persero), Tri Hardjono, mengaku merasa bangga karena kedua kalinya setelah Unifil di Lebanon, panser Anoa 6X6 digunakan dalam misi perdamaian internasional. "Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan TNI untuk gunakan produk PT Pindad, tidak hanya di Indonesia tetapi hingga ke kancah internasional," kata Tri.

PT Pindad terus menggembangkan kemampuan yang dimilikinya terutama untuk meningkatkan dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan TNI yang semakin besar. "Besar harapan kami, produk Pindad baik yang dihasilkan saat ini bisa digunakan terus oleh TNI dan menjadi kebanggaan Indonesia," kata Tri Hardjono.

Ia menambahkan, produk pertahanan PT Pindad saat ini, antara lain, kendaraan taktis dan kendaraan tempur roda ban 4X4 Komodo dan 6X6 Anoa, senjata gengam pistol, senapan serbu, senapan mesin, pesawat mortir, dan sniper serta peralatan senjata pendukung operasi, seperti Silencer.

www.antaranews.com

Kamis, 22 Desember 2011

Anoa APS-3, Panser Buatan PT Pindad

Anoa APS-3 adalah jenis kendaraan tempur lapis baja yang digunakan untuk mengangkut personil atau prajurit. Anoa APS-3 yang menggunakan roda 6x6 sehingga sering disebut juga sebagai panser ini diproduksi oleh PT Pindad. Dalam perkembangan selanjutnya, PT Pindad merancang lagi beberapa kendaraan panser yang menjadi varian dari Anoa APS-3.

Anoa APS-3 PT Pindad (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Anoa APS-3 PT Pindad (Gambar 1).
APS-3 "Anoa" (kependekan dari Angkut Personel Ringan-3; bahasa Inggris :Medium Personnel Carrier) adalah sebuah kendaraan militer lapis baja buatan PT Pindad (persero), Indonesia. Kendaraan ini dipergunakan untuk mengangkut personel atau dikenal dengan nama APC (Armoured personnel carrier), (bahasa Indonesia : Pengangkut personel lapis baja). Nama ANOA sendiri diambil dari nama hewan Anoa yang hidup di pulau sulawesi. APS 3 ini dinamai anoa, yang merupakan salah satu jenis kerbau asli Indonesia. Purwarupa pertama kali di perlihatkan ke publik pada ulang tahun ke 61 TNI pada 5 Oktober 2006 di markas besar TNI, Cilangkap.

Pindad APS-3 diperlihatkan secara resmi kepada publik pada Indo Defence & Aerosace 2008 pada tanggal 19 November 2008 hingga 22 November 2008 setelah diperlihatkan pada parade militer TNI pada 5 Oktober 2008. Pada 30 Agustus 2008, 10 APS-3 telah diproduksi dan rencananya akan diproduksi sebanyak 150 buah untuk TNI Angkatan Darat untuk penugasan ANOA pada tahun 2009. 20 Panser ini diserahterimakan ke Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pertahanan, bagian dari kesepakatan dari 150 ke 40 unit saja karena krisis ekonomi. 40 Panser tersebut akhirnya dikirim sebagai komitmen PT Pindad untuk memenuhi pesanan total sebanyak 154 Panser. 33 diserahkan kepada Kementrian Pertahanan pada 13 Januari 2010. Pindad telah menerima suntikan dana pinjaman dari Bank Mandiri, Bank BNI 46 dan Bank BRI sebagai bagian dari pembayaran untuk manufaktur Panser-Panser tersebut.

Semenjak 9 April 2010, 13 unit ANOA telah digunakan untuk mengawal misi perdamaian PBB di Lebanon bersama Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL. ANOA 6x6 maupun 4x4 biasa digunakan untuk pengawalan kegiatan-kegiatan penting negara. Pada 15 November 2011 ANOA varian 6x6 yang menggunakan persenjataan Senapan Mesin Berat 7.62 mm digunakan sebagai kendaraan tempur untuk patroli dan penjagaan ring pada acara KTT ASEAN di Nusa Dua, Bali. ANOA juga dipakai oleh Paspampres untuk pengawalan kunjungan-kunjungan presiden. Selain kegiatan resmi, ANOA juga dipakai untuk pengamanan car-free day di Bundaran HI.

Anoa APS-3 PT Pindad (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Anoa APS-3 PT Pindad (Gambar 2).
Sejarah pengembangan Panser Pindad ini dimulai pada tahun 2003 sebagai hasil dari meningkatnya intervensi militer di provinsi Aceh. Selama Operasi Militer di Aceh, TNI Angkatan Darat meminta kendaraan angkut personel yang amatlah mendesak untuk transportasi pasukan. Pindad merespon permintaan ini tahun 2004, dengan APR-1V (Angkut Personel Ringan) sebuah kendaraan lapis baja yang berbasis sasis truk Isuzu. Tetapi, order selanjutnya untuk 26 kendaraan dibatalkan karena Tsunami 2004.

Pindad meneruskan pengembangan APS dengan bantuan dari BPPT. Purwarupa berikutnya adalah Pindad APS-1, sebuah rancangan 6x6 yang didasarkan dari sasis truk Perkasa buatan PT Texmaco. Meskipun tidak dipilih untuk diproduksi, pengalaman yang didapat dari pengembangan APS-1 meyakinkan Tentara Nasional Indonesia untuk memberi lampu hijau kepada Pindad untuk membuat generasi selanjutnya dari ranpur Panser, Pindad APS-2 dengan ongkos produksi sebesar 600 juta rupiah per unit.

Tahun 2006 Pindad dan BPPT memulai pengembangan APS-3 yang tidak hanya bisa bermanuver di darat tetapi juga di perairan dangkal dan danau. Pengembangan ini menghasilkan varian 4x4, dan selanjutnya disempurnakan untuk diaplikasikan kemampuan amfibinya untuk varian 6x6. Ujicoba purwarupa pertama dilakukan awal tahun 2007, dan pada 10 Agustus 2008, 10 panser pertama APS-3 ANOA diproduksi. Tahun 2009, panser pertama diserahterimahkan kepada kementerian pertahanan.

Karena performa ANOA yang bagus dan program kemandirian alutsista yang sedang digalakkan oleh Departemen Pertahanan, Pindad melanjutkan pengembangan kendaraan-kendaraan tempur yang berbasis dari template ANOA seperti varian logistik, recovery, ambulans maupun varian kombatan yang bukan lagi dikategorikan sebagai kendaraan angkut personel seperti ANOA IFV dan ANOA Kanon.

APS-3 ANOA berbeda dengan pendahulunya (APS-1 dan APS-2) yang dikembangkan dari truk komersial. "Anoa" menggunakan badan berdesain monocoque berlapis baja. Sistem suspensi batang torsi baru dikembangkan untuk panser ini. Mesin dan transmisi menggunakan produk Renault dari Perancis. Sopir duduk disebelah kanan dan komandan duduk disebelah kiri dari kendaraan. Bentuk dan persenjataan ANOA amatlah mirip dengan kendaraan angkut personil buatan Prancis, VAB. Perlindungan yang diberikan oleh lapisan baja dan rangka ANOA memiliki tingkat STANAG 3, yang berarti bisa menahan peluru kinetis hingga 7.62x51 mm Armor Piercing standar NATO dari jarak 30 meter dengan kecepatan 930 m/s serta bisa menahan ledakan ranjau hingga massa 8 kg di bagian roda gardan dan ditengah-tengah badan.

Persenjataan APS-3 ANOA hingga saat ini ialah senapan mesin berat kaliber 12,7 mm dan 7,62 mm, senapan Remote Weapon System berkaliber 7,62mm dan pelontar granat berkaliber 40 mm. Untuk pertahanan diri ANOA dilengkapi dengan pelontar tabir asap 2x3 66 mm. Di masa datang, varian-varian lain ANOA akan menggunakan meriam 20 mm dengan tambahan senapan mesin 7,62 mm diatasnya untuk ANOA IFV dan meriam 90 mm CSE Cockerill MKII buatan Belgia untuk ANOA Kanon. Sumber penggerak dari ANOA ialah Mesin dan Transmisi Renault, tetapi opsi lokal sedang dikembangkan lebih lanjut. Mesin Renault yang dimaksud ialah mesin diesel turbocharged MIDR 062045 yang berkekuatan 320 tenaga kuda. ANOA juga memiliki sistem peniupan ban yang disentralisasi.

wikipedia.org

Video Kendaraan Militer APS-3 Anoa :
Video manuver kendaraan lapis baja APS-3 Anoa buatan PT Pindad.