Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label MANCANEGARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MANCANEGARA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Agustus 2015

Rp 886 Triliun Untuk Pengadaan Kapal Perang Baru AL Australia

Untuk pengadaan kapal perang dan kapal selam baru, pemerintah Australia bersiap menganggarkan dana sebesar Rp. 886 triliun lebih. Anggaran sebesar itu ditujukan terutama untuk pengadaan kapal fregat masa depan SEA5000, Kapal Patroli Lepas Pantai SEA1180, dan kapal selam mata-mata.

Armada Kapal Selam Collins-Class, Angkatan Laut Australia. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Armada Kapal Selam Collins-Class, Angkatan Laut Australia.
Australia Anggarkan Rp886 Triliun untuk Modernisasi AL.

Australia akan menganggarkan A$89 miliar atau lebih dari Rp886 triliun untuk pembelian kapal perang dan kapal selam sebagai bagian dari program modernisasi angkatan laut dalam 20 tahun ke depan. Diberitakan Reuters, Selasa (4/8/2015), untuk kapal perang Australia menganggarkan A$20 miliar dalam proyek Fregat Masa Depan SEA5000 dan Kapal Patroli Lepas Pantai SEA1180. Pembuatan kapal ini akan dilakukan di dalam negeri. Sementara untuk kapal selam, ada tarik ulur antara perusahaan asing dan dalam negeri untuk pembuatannya. Anggaran yang digelontorkan Australia untuk kapal selam mata-mata sekitar A$50 miliar.

Beberapa perusahaan asing telah ikut serta dalam tender tersebut, di antaranya adalah ThyssenKrupp (TKMS) dari Jerman, DCNS dari Perancis, Mitsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Heavy Industries dari Jepang. TKMS menawarkan keuntungan politik dan ekonomi untuk pembelian kapal selam yang mereka kembangkan. Sementara pemerintah Jepang tengah berunding dengan Babcock International Group dan BAE Systems di Inggris untuk memenuhi keinginan Australia agar produksi juga melibatkan perusahaan dalam negeri.

Sementara itu kritikan datang dari negara bagian di selatan Australia dan serikat dagang yang khawatir mereka tidak dapat jatah produksi senjata karena diborong perusahaan asing. Australia Selatan, pusat produksi sektor kelautan dan otomotif, merupakan daerah dengan tingkat pengangguran terbesar di negara itu. Serikat Pekerja Manufaktur Australia, AMWU, akan menagih janji Perdana Menteri Tony Abbott sebelum pemilu pada September 2013 yang mengatakan kapal selam akan diproduksi di dalam negeri. "Janji adalah janji, kami akan menagih janji kapal selam sampai pemilu berikutnya," kata asisten sekretaris nasional AMWU, Glenn Thompson.

Abbott dalam pengumumannya di Adelaide juga mengatakan akan meningkatkan hubungan keamanan dengan Jepang. Pernyataan ini, mencerminkan keinginan Amerika Serikat agar dua sekutu besar mereka--Jepang dan Australia--mengambil porsi keamanan lebih besar di Asia untuk menandingi militer China yang terus berkembang.

www.cnnindonesia.com

Sabtu, 27 Desember 2014

Taiwan Luncurkan Kapal Perang Korvet Tercepat Dan Terkuat Di Asia

Tuo Chiang adalah kapal perang jenis korvet terbaru buatan negara Taiwan yang telah resmi diluncurkan pada Selasa, 23 Desember 2014 lalu. Kapal perang korvet Tuo Chiang dipersenjatai 16 unit rudal, 8 unit diantaranya adalah jenis rudal supersonik anti-kapal Hsiung-feng III.

Kapal Perang Korvet Tuo Chiang. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Kapal Perang Korvet Tuo Chiang.
Taiwan pada Selasa (23/12/2014) meluncurkan kapal perang jenis korvet bersenjata rudal terbesar yang pernah dibuat negara pulau ini sebagai usaha untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya dalam menanggapi ancaman dari China. Kapal perang berbobot 500 ton itu diberi nama 'Tuo Chiang' adalah prototipe pertama dari jenis kapal ini dan dipuji oleh Menteri Pertahanan Yen Ming sebagai "tercepat dan paling kuat" di Asia.

Berbekal 16 rudal termasuk delapan rudal supersonik anti-kapal Hsiung-feng III, kapal korvet ini akan meningkatkan kemampuan pertahanan Taiwan terhadap China yang hingga saat ini masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah China.

"Mulai sekarang, kemampuan tempur angkatan laut akan mencapai tonggak penting. Penyelesaian generasi baru kapal perang angkatan laut ini diperkirakan akan menjamin keamanan di Selat Taiwan dan melindungi jalur pelayaran," Yen mengatakan pada upacara peluncuran yang diadakan di pelabuhan Suao, di timur laut Yilan.

Laksamana Madya Wen Chen-kuo mengatakan kepada AFP bahwa "rudal supersonik sangat sulit untuk dicegat". Kapal perang dengan desain lunas ganda ini menggunakan teknologi stealth untuk mengurangi pantulan gelombang radar, sehingga sulit untuk dideteksi. Kapal ini memiliki kecepatan maksimum hingga 38 knot dan jangkaian berlayar hingga 2.000 mil laut (3.704 kilometer).

Pada hari Selasa (23/12/2014) lalu, kapal perang korvet Tuo Chiang ini berlayar selama beberapa waktu untuk menunjukkan kemampuannya kepada wartawan sebelum kembali ke pelabuhan lagi. Kapal korvet ini dijadwalkan akan dikerahkan di perairan Taiwan setelah pemeriksaan lebih lanjut dan merupakan prototipe pertama dari 11 unit kapal dari kelas ini yang akan dibangun oleh Taiwan.

Peluncuran kapal perang ini dilaksanakan setelah Kongres AS meloloskan RUU minggu lalu yang memberikan otorisasi Presiden Barack Obama untuk mentransfer teknologi empat kapal frigat berpeluru kendali Perry-class ke Taipei. China mengecam kesepakatan itu dam mengatakan bahwa protes diplomatik telah diajukan kepada Amerika Serikat. "Kami dengan tegas menentang penjualan senjata ke Taiwan oleh AS," kata juru bicara kementerian luar negeri China Qin Gang.

www.defencetalk.com

Senin, 10 November 2014

Senjata Laser Buatan China Berhasil Diuji Coba

Sebuah sistem senjata laser yang dikembangkan oleh China telah berhasil diuji coba. Dalam uji coba tersebut, senjata laser ini berhasil menembak jatuh pesawat drone dari jarak 1,2 mil. Senjata laser ini dikembangkan oleh lembaga China Academy of Engineering Physics (CAEP) dan China Jiuyuan Hi-tech Equipment Corporation.

Dikong Weishi, Senjata Laser Buatan China. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Dikong Weishi, Senjata Laser Buatan China.
Media pemerintah China, Xinhua, melaporkan bahwa negeri tirai bambu itu berhasil mengembangkan sistem senjata laser yang sangat akurat dan berhasil menembak jatuh pesawat drone ringan yang terbang pada ketinggian rendah. Lembaga yang mengembangkan sistem senjata laser tersebut, China Academy of Engineering Physics (CAEP), mengatakan bahwa senjata laser ini memiliki jangkauan tembak hingga 1,2 mil dan mampu menembak jatuh target dalam waktu 5 detik.

Sistem senjata laser yang dikembangkan oleh China Academy of Engineering Physics (CAEP) dan China Jiuyuan Hi-tech Equipment Corporation itu diharapkan bisa berperan efektif dalam mengantisipasi ancaman dari udara pada kegiatan penting yang mengharuskan berkumpulnya banyak orang di suatu tempat dan kegiatan pemetaan udara tanpa izin. Meriam laser ini efektif untuk menembak jatuh pesawat terbang ukuran ringan pada ketinggian maksimum 500 meter yang terbang dengan kecepatan 50 meter/detik.

Seorang pejabat dari China Jiuyuan Hi-Tech Equipment Corp, Yi Jinsong, mengatakan bahwa pesawat tak berawak ukuran kecil dan berbiaya murah cenderung bisa digunakan untuk sebuah serangan teroris dari udara. "Menjatuhkan drone seperti itu biasanya menjadi tugas para penembak jitu dan helikopter. Tapi cara ini seringkali mengakibatkan kerusakan yang tidak diinginkan," kata Yi Jinsong.

Pihak CAEP mengungkapkan bahwa sistem senjata laser ini bisa diinstal pada kendaraan darat. Dalam uji coba yang dilakukan, senjatan laser tersebut telah menembak jatuh 30 drone dengan tingkat keberhasilan 100%. Saat ini CAEP juga sedang mengembangkan sistem senjata laser yang sama, namun dengan kekuatan yang lebih besar dan jangkauan tembak yang lebih jauh.

www.theguardian.com

Minggu, 12 Oktober 2014

Australia Terima Kapal LHD Canberra-Class Pertama

HMAS Canberra (LHD 02) adalah kapal pertama dari 2 unit kapal perang jenis LHD (Landing Helicopter Docks) Kelas Canberra yang dipesan pemerintah Australia. Kapal ini dibangun di galangan kapal Williamstown yang berlokasi di Melbourne. Sedangkan kapal LHD lainnya, HMAS Adelaide (LHD 01), dibangun di galangan kapal Ferrol yang berlokasi di Spanyol.

HMAS Canberra (LHD 02). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
HMAS Canberra (LHD 02).
Pemerintah Australia telah menerima kapal pertama dari total pesanan sebanyak dua unit kapal jenis LHD (Landing Helicopter Docks) Kelas Canberra. Pernyataan ini disampaikan oleh perusahaan pertahanan BAE Systems pada tanggal 8 Oktober 2014 lalu. BAE Systems adalah kontraktor utama dalam proyek pengadaan 2 unit kapal LHD Kelas Canberra yang dipesan Australia.

Untuk saat ini kapal yang diberi nama HMAS Canberra (LHD 02) tersebut tetap berada di galangan kapal Williamstown yang dikelola BAE Systems di Melbourne sebelum secara resmi dioperasikan Angkatan Laut Australia di Sydney. Menurut jadwal, Angkatan Laut Australia akan resmi menerima kapal ini pada 28 November 2014.

Rancangan kapal LHD Canberra-Class mengambil desain dari kapal induk Juan Carlos I milik Angkatan Laut Spanyol. HMAS Canberra (LHD 02) telah menyelesaikan uji laut pada akhir Agustus 2014.

Sementara kapal berikutnya, HMAS Adelaide (LHD 01), telah dikirim dari galangan kapal Ferrol milik perusahaan Navantia di Spanyol pada Februari 2014 lalu. HMAS Adelaide (LHD 01) dijadwalkan melaksanakan uji laut pada kuartal kedua 2015 dan diharapkan sudah bisa diserahkan kepada Angkatan Laut Australia pada tahun 2016.

Kapal LHD Canberra-Class memiliki bobot 27.500 ton dengan dimensi panjang 230,82 meter, lebar 32 meter, dan draft 7,08 meter. Kecepatan maksimumnya mencapai 20 knot dengan jangkauan operasional hingga 17.000 km. Memiliki kapasitas angkut 18 unit helikopter, 4 unit kapal pendarat, dan 1.046 pasukan bersenjata lengkap.

www.janes.com, wikipedia.org

Jumat, 10 Oktober 2014

Liana, Teknologi Satelit Pengintai Terbaru Angkatan Laut Rusia

Liana adalah sistem pengintai buatan Rusia yang terdiri dari 4 satelit pada ketinggian 1.000 km di atas permukaan bumi. Sistem satelit pengintai ini dioperasikan Angkatan Laut Rusia untuk memantau adanya pergerakan obyek musuh baik yang berada di darat, laut, maupun udara. Selain melengkapi sistem deteksi pada kapal-kapal perang, sistem Liana juga akan digunakan pada sistem pertahanan pinggir pantai yang menggunakan persenjataan rudal.

Armada Kapal Perang Rusia. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Armada Kapal Perang Rusia.
Sistem Pengintai Luar Angkasa Liana, Teknologi Baru Angkatan Laut Rusia.

Kapal-kapal Angkatan Laut Rusia tak lama lagi akan diperkuat oleh sebuah kompleks pengintai modern yang terintegrasi dalam mendapatkan informasi intelijen, yakni sistem penyiaran luar angkasa multifungsi Liana. Hal tersebut disampaikan oleh seorang narasumber dari dunia industri militer pada RIA Novosti. Selain memperkuat kapal perang Angkatan Laut, Liana rencananya juga dirancang untuk melayani sistem pertahanan pinggir pantai yang memiliki persenjataan roket.

Berdasarkan informasi dari narasumber, Liana adalah sistem yang terdiri dari empat satelit radar pengintai dan berada di ketinggian sekitar seribu kilometer di atas permukaan bumi. Keempat satelit ini akan terus memantau kehadiran dan pergerakan obyek musuh di darat, udara, dan laut.

Sang narasumber menjelaskan pada RIA Novosti bahwa belum lama ini di Armada Utara Rusia telah berhasil melakukan uji coba penggunaan kompleks pengintai untuk obyek perairan yang pertama pada salah satu kapal perang milik armada tersebut. Informasi pergerakan dan lokasi obyek perairan tersebut didapat dari sistem penyiar Liana. Menurut sang narasumber, dalam waktu dekat kompleks pengintai ini akan digunakan dalam kekuatan Angkatan Laut Rusia.

Ia pun menerangkan, selain dikembangkan khusus untuk kapal-kapal perang milik Angkatan Laut Rusia yang memiliki persenjataan rudal jarak jauh, kompleks ini juga akan digunakan untuk memperkuat sistem pertahanan pinggir pantai yang menggunakan persenjataan rudal.

Sistem penyiar luar angkasa multifungsi Liana yang dirancang untuk menemukan obyek bergerak di perairan secara real-time telah digunakan oleh Angkatan Laut Rusia sejak 2009 lalu. "Kompleks kapal penerima informasi dari sistem penyiar Liana yang diciptakan sebelumnya membutuhkan modernisasi untuk menjamin keberhasilan proses integrasi, dan itu telah dilakukan," kata sang narasumber.

Adapun dukungan teknis aktif pada uji coba kompleks pengintai di perairan yang pertama telah diberikan oleh para tenaga ahli dari biro konstruksi Rubin dan pusat penelitian Zavod Leninets, bagian dari perusahaan pemerintah Rostech. Narasumber tersebut menyebutkan bahwa kompleks pengintai tersebut akan menggantikan sistem lama buatan Uni Soviet, Legenda, yakni sistem satelit pengintai dan pelacak di luar angkasa dan perairan.

rbth.com

Kamis, 09 Oktober 2014

China Lakukan Uji Peluncuran Rudal Nuklir DF-31B

Uji coba peluncuran rudal balistik antarabenua DF-31B atau Dongfeng-31B dikabarkan telah dilakukan satuan Altileri PLA (Tentara Pembebasan Rakyat China). Rudal berhulu ledak nuklir ini memiliki jangkauan tembak hingga 10.000 km.

Rudal Nuklir DF-31. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Rudal Nuklir DF-31.
Media di China melaporkan bahwa pada 25 September 2014 lalu pihak militer negara tersebut (PLA: People’s Liberation Army) telah melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua berhulu ledak nuklir DF-31B atau Dongfeng-31B. Rudal ini memiliki jangkauan 10.000 km sehingga bisa mencapai banyak kawasan di Amerika Serikat dan kota-kota di Eropa. Uji coba peluncuran ini dilakukan di Pusat Uji Coba Rudal dan Wahana Udara Wuzhai atau juga disebut sebagai Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan di provinsi Shanxi.

Uji coba peluncuran rudal tersebut sengaja dilakukan menjelang Hari Nasional China dengan tujuan menunjukkan kepada dunia bahwa China makin memperkuat kemampuan persenjataan nuklirnya.

DF-31B adalah versi upgrade dari rudal DF-31A dan uji coba peluncuran baru-baru ini setidaknya merupakan yang kedua kalinya yang sudah dilakukan oleh satuan artileri PLA dalam tiga bulan terakhir. Sistem rudal DF-31B memiliki jangkauan peluncuran hingga 10.000 km, cukup untuk mengirimkan hulu ledak nuklir ke ibukota Eropa atau pantai barat Amerika Serikat. Rudal ini menggunakan platform peluncuran kendaraan berat sejenis truk sehingga bisa dipindahkan ke lokasi peluncuran yang diinginkan.

Xu Guangyu, seorang mantan perwira tinggi di PLA mengatakan bahwa tujuan strategis dari uji coba peluncuran ini adalah hanya ingin meningkatkan kekuatan militer China dan ancaman strategis dari negara lain dan tidak benar-benar menargetkan AS atau negara lain. "China perlu melakukan uji coba persenjataan dan latihan militer secara intensif karena peningkatan kegiatan militer AS di kawasan Asia-Pasifik berakibat tidak baik untuk Beijing," katanya kepada media.

Sebelumnya media pemerintah mengatakan bahwa Beijing akan menggelar uji coba peluncuran Dongfeng-41 (DF-41), sebuah sistem rudal balistik antarbenua berhulu ledak nuklir yang dirancang memiliki jangkauan hingga 12.000 km, yang memungkinkan untuk mencapai target di mana saja di Amerika Serikat. Xu Guangyu mengatakan program '"poros ke Asia" AS dan rencananya untuk mengirim 60 persen kekuatan militernya ke wilayah tersebut pada tahun 2020 telah memberikan tekanan pada Beijing untuk meningkatkan pengembangan rudal.

www.defencetalk.com

Selasa, 07 Oktober 2014

Jet Tempur Siluman F-35 Pertama Pesanan Australia Selesaikan Penerbangan Perdana

Pesawat jet tempur berteknologi siluman F-35A Lightning II Joint Strike Fighter (JSF) pertama yang dipesan Australia dikabarkan telah menyelesaikan penerbangan perdananya pada 29 September 201. Angkatan Udara Australia merencanakan untuk membeli 100 unit jet tempur siluman F-35A Lightning II dalam program AIR 6000.

Jet Tempur Siluman F-35 Lightning II. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur Siluman F-35 Lightning II.
Perusahaan pertahanan Lockheed Martin mengumumkan bahwa bahwa jet tempur siluman F-35A Lightning II Joint Strike Fighter (JSF) pertama pesanan pemerintah Australia telah menyelesaikan penerbangan perdananya pada tanggal 29 September 2014 lalu. Pesawat tersebut diterbangkan pilot uji Lockheed Martin, Alan Norman, selama 2 jam untuk melakukan serangkaian pemeriksaan fungsional.

Angkatan Udara Australia atau Royal Australian Air Force (RAAF) dijadwalkan menerima pesawat pertama ini, yang diberi kode AU-1, pada akhir tahun ini. Rencananya pesawat tempur ini akan ditempatkan di Luke Air Force Base di Arizona sehingga Australia dan mitra negara dapat menggunakannya untuk pelatihan pilot.

Pada proyek AIR 6000, Australia diperkirakan akan membeli hingga 100 unit pesawat tempur siluman F-35A Lightning II (versi lepas landas dan mendarat secara konvensional). Untuk proyek pengadaan pesawat F-35A ini, pemerintah Australia diperkirakan bakal mengeluarkan dana hingga USD$ 14,8 miliar. Sedangkan biaya operasional untuk 100 unit pesawat tempur ini selama sekitar 30 tahun membutuhkan dana USD$ 17,45 miliar.

Australia adalah negara mitra keempat dalam proyek JSF (pengembangan jet tempur siluman F-35 Lightning II) yang akan menerima pesawat F-35, setelah Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda. Negara-negara lain yang juga menjadi mitra pada proyek JSF adalah Kanada, Denmark, Italia, Norwegia, dan Turki. Sedangkan negara-negara yang berperan sebagai Security Cooperative Participants pada proyek ini adalah Israel dan Singapura. Sementara Jepang dan Korea Selatan adalah dua negara pertama yang menjadi pembeli pesawat F-35 dengan skema ekspor.

www.janes.com

Senin, 06 Oktober 2014

China Klaim Miliki Radar Anti Pesawat Siluman

DWL002 adalah sistem sensor pasif buatan China yang diklaim mampu mendeteksi kehadiran pesawat siluman hingga dari jarak 600 km. Sistem deteksi pasif DWL002 ini dirancang dan diproduksi oleh CETC International, sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing.

Jet Tempur Siluman F-22 Raptor. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur Siluman F-22 Raptor.
China mengklaim memiliki "radar" deteksi pasif baru yang mampu mengidentifikasi kehadiran pesawat siluman, termasuk pesawat tempur siluman F-22 Raptor yang berbasis di Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam. Klaim tersebut disampaikan oleh media berbahasa China pada minggu terakhir September 2014. Media ini menyatakan bahwa teknologi siluman pada F-22 Raptor buatan AS dan pesawat tanpa awak Neuron buatan Eropa menjadi produk teknologi usang saat menghadapi sistem deteksi pasif DWL002 dari China ini.

Dirancang dan dikembangkan oleh perusahaan CETC International yang berbasis di Beijing, sistem deteksi pasif DWL002 ditampilkan saat pelaksanaan China International Defense Electronics Exhibition yang digelar di Beijing pada bulan Mei 2014. Sistem ini terdiri dari satu stasiun induk pengintaian dan dua stasiun bantu. Sistem ini juga bisa diperluas hingga menggunakan 4 stasiun. DWL002 memiliki jangkauan deteksi 400 km hingga 600 km.

Meskipun masih memiliki masalah pada jangkauan deteksi, media Cina mengatakan bahwa sistem ini mampu menyediakan kapasitas target hingga 100 batch dan mampu mendeteksi berbagai jenis sinyal termasuk pulsa, kelincahan frekuensi, durasi pulsa, sistem navigasi udara taktis, peralatan telemetri, serta identifikasi teman atau musuh.

Pembuatan DWL002 didasarkan pada produk sistem sensor pasif buatan negara lain, kata Vasiliy Kashin, seorang pengamat militer China dari Rusia. Pada tahun 2004, Amerika Serikat melarang penjualan sistem deteksi pasif VERA-E kepada China. Tapi para ahli negeri tirai bambu ini tetap bisa meneliti sistem sejenis ketika mereka membeli sistem surveilans pasif Kolchuga dari Ukraina.

Para pengamat militer asing banyak beranggapan bahwa keberhasilan penguasaan teknologi stealth (siluman) China sebagian besar dikarenakan peran spionase. Tentu kita masih ingat dengan informasi yang mengatakan bahwa para agen China telah mendapatkan beberapa bagian dari jet tempur siluman F-117 yang ditembak jatuh di Kosovo pada tahun 1999. Dan pada bulan Juni 2014 lalu, seorang warga negara China bernama Su Bin ditahan oleh pemerintah AS karena tuduhan pencurian data rahasia pesawat tempur siluman F-22 Raptor dan F-35 JSF. Dan pada gilirannya, China menggunakan penguasaan teknologi siluman untuk membuat sistem deteksi anti siluman.

www.defensenews.com

Sabtu, 04 Oktober 2014

Jet Tempur HAL Tejas Versi Produksi Lakukan Penerbangan Perdana

Versi produksi jet tempur HAL Tejas dikabarkan telah melakukan penerbangan perdananya. Setelah bertahun-tahun dalam penantian, akhirnya jet tempur ringan buatan India akan segera diproduksi massal dan dioperasikan oleh Angkatan Udara India (IAF).

Jet Tempur HAL Tejas. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur HAL Tejas.
Hindustan Aeronautics Limited (HAL) telah berhasil melakukan uji terbang perdana seri produksi pertama jet tempur Tejas dari fasilitasnya di Bangalore, India. Dikemudikan oleh pilot uji terbang dari HAL, Commandore (Purnawirawan) KA Muthana, pesawat tempur itu lepas landas tanpa dukungan telemetri dan mendarat dengan selamat dalam waktu kurang dari 30 menit.

Ketua HAL Dr RK Tyagi mengatakan: "Pesawat ini sekarang siap untuk dioperasikan IAF (Angkatan Udara India). Pengoperasian ini dapat dicapai dalam waktu sembilan bulan setelah menerima sertifikasi IOC pada bulan Desember tahun 2013 dan dalam waktu satu tahun setelah menerima dokumen produksi standar."

Menurut Tyagi, pesawat seri HAL Tejas lainnya berada di bawah berbagai tahap perkembangan pada lini produksi lengkap di pabrik HAL di Bangalore.

Pada tahun 2006, HAL menerima kontrak untuk memasok 20 pesawat Tejas di awal izin operasional (IOC) untuk IAF. Dokumen produksi standar untuk IOC pesawat diselesaikan pada September 2013, sedangkan IOC sendiri diberikan pada bulan Desember tahun yang sama.

Tejas (cahaya) adalah jet tempur ringan berkecepatan supersonik dengan kursi tunggal yang memiliki kelincahan pada manuver udara yang dirancang untuk menggantikan armada jet tempur MiG 21 dan MiG 23 milik IAF.

Didukung mesin turbofan tunggal GE F404-GE-IN20, jet tempur HAL Tejas memiliki delapan cantelan eksternal untuk persenjataan dan perangkat tempur lainnya. Pesawat ini dapat dipersenjatai dengan rudal udara-ke-udara, rudal udara-ke-darat, rudal anti-kapal, bom berpandu, dan roket.

www.airforce-technology

Jumat, 26 September 2014

India Rencanakan Bangun Kapal Induk Bertenaga Nuklir

INS Vishal adalah kapal induk bertenaga nuklir yang direncanakan pemerintah India akan dibangun di dalam negeri. INS Vishal merupakan kapal induk kedua dalam program pembangunan kapal induk India. Sementara saat ini Angkatan Laut India sudah mengoperasikan 2 unit kapal induk, yaitu INS Vikramaditya dan INS Viraat.

INS Vishal (Gambar reka komputer). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
INS Vishal (Gambar reka komputer).
Pada Selasa 23 September 2014 lalu, berita Press Trust of India melaporkan bahwa India sedang mempertimbangkan akan menggunakan sistem penggerak propulsi bertenaga nuklir untuk kapal induk kedua yang dibangun di dalam negeri tersebut. Desain dari kapal induk ini sedang dikerjakan dan tenaga nuklir masih menjadi pilihan pertama, kata Direktur Jenderal Naval Design Bureau, Laksamana Atul Saxena.

Kapal induk pertama buatan India adalah INS Vikrant dengan bobot 40.000 ton dan saat ini sedang dibangun di galangan kapal Cochin Shipyard di India Selatan. INS Vikrant akan menggunakan tenaga penggerak dari 4 unit turbin gas General Electric LM-2500. Sedangkan kapal induk kedua yang direncanakan dibangun sendiri oleh India adalah INS Vishal punya ukuran yang jauh lebih besar, yaitu 65.000 ton. INS Vishal baru dalam proses konsep desain.

Meskipun menjadi lebih rumit secara teknis dalam desain dan tahap konstruksi, tapi kapal induk bertenaga nuklir memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam operasional. Kapal seperti ini memberikan lebih banyak ruang karena meniadakan ruangan penyimpanan bahan bakar sehingga daya angkutnya menjadi lebih besar.

Beberapa pengamat militer asing meragukan kemampuan India untuk mewujudkan rencana membangun sendiri kapal induk bertenaga nuklir ini. Seperti yang diutarakan oleh Eric Wertheim, penulis Naval Institute’s Combat Fleets of the World, "Saya skeptis seberapa cepat India akan mampu menguasai kemampuan itu."

Pemerintahan baru di India memang punya ambisi besar pada program pembuatan kapal induk di dalam negeri. Pada bulan Juli 2014 lalu, Perdana Menteri baru India Narendra Modi telah menggelontorkan dana sebesar $ 3,18 miliar untuk menyelesaikan pembangunan kapal induk INS Vikrant Kapal induk ini seharusnya sudah selesai dibangun pada tahun 2013. Tapi keterlambatan pada tahap konstruksi mengakibatkan INS Vikrant paling cepat baru bisa dioperasikan pada tahun 2018.

Ambisi India untuk mengoperasikan armada kapal induk adalah reaksi untuk menghadapi ekspansi Cina dan peningkatan pesat kekuatan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China. Seperti diketahui, China juga memiliki program pembuatan 4 unit kapal induk

Saat ini Angkatan Laut India mengoperasikan 2 unit kapal induk dan keduanya merupakan kapal bekas dari negara lain, INS Vikramaditya yang merupakan eks kapal Admiral Gorshkov dan pernah dioperasikan Uni Soviet, dan INS Viraat, eks kapal induk HMS Hermes dari Inggris.

news.usni.org

Kamis, 25 September 2014

Pesawat A400M Atlas Pertama Pesanan Malaysia Masuki Tahap Akhir Produksi

1 unit pesawat A400M Atlas pertama dari total 4 unit pesawat sejenis yang dipesan Malaysia dari perusahaan Airbus Defence and Space (DS) sudah hampir selesai dirakit. Selanjutnya pesawat tersebut akan menjalani uji manuver di landasan dan uji penerbangan. Keseluruhan pesawat A400M Atlas pesanan Malaysia ini akan selesai diserahkan kepada Angkatan Udara Diraja Malaysia pada tahun 2016.

Pesawat Angkut Militer A400M. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Pesawat Angkut Militer A400M.
Pada tanggal 8 Desember 2005 lalu Malaysia telah memesan 4 unit pesawat angkut militer A400M Atlas dari produsen pertahanan dan pesawat Airbus Defence and Space (DS). Pada 23 September 2014 perusahaan tersebut mengumumkan bahwa pesawat pertama dari pesanan Malaysia ini telah memasuki tahap akhir proses perakitan.

Setelah menjalani uji manuver di landasan dan uji kelaikan udara, pesawat A400M Atlas ini akan diserahkan kepada Royal Malaysia Air Force (RMAF) / Angkatan Udara Diraja Malaysia pada kuartal pertama tahun 2015. Dua unit pesawat tersebut akan dikirimkan pada tahun tersebut dan pesawat terakhir akan diserahkan pada tahun 2016.

Kelompok pertama pilot dari Malaysia sudah menjalani pelatihan di Airbus DS International Training Centre di Seville - Spanyol, dan akan bergabung dengan para teknisi pemeliharaan dalam beberapa minggu mendatang.

Malaysia menjadi negara pertama pembeli pesawat A400M ketika mendaftar untuk program ini pada tahun 2005. 4 unit pesawat angkut militer A400M Atlas yang dibeli negara ini akan memperkuat armada C-130H Hercules yang direncanakan akan menjalani program retrovit.

Kontrak pengadaan 4 unit pesawat A400M Atlas pesanan Malaysia ini dilaporkan menelan biaya MYR 8 miliar atau setara USD 2,5 miliar. Namun demikian Malaysia mendapatkan MYR 907 juta dari kontrak tersebut karena perusahaan Composites Technology Research Malaysia Sdn Bhd (CTRM) juga dilibatkan dalam pembuatan beberapa komponen pesawat ini.

www.janes.com

Selasa, 23 September 2014

Nasr (Haft-9), Sistem Rudal Balistik Berhulu Ledak Nuklir Buatan Pakistan

Nasr (Kemenangan) atau Haft-9 (Pembalasan) adalah sistem rudal balistik jarak pendek dengan bahan bakar padat yang dikembangkan oleh Pakistan. Sistem rudal balistik ini terkadang disebut juga dengan nama Nasr-9. Nasr (Haft-9) bisa juga dimasukkan sebagai varian terbaru dari seri rudal Haft yang diproduksi secara lokal di Pakistan. Kemungkinan besar rudal ini dikembangkan dengan bantuan China. Keberadaan rudal ini terungkap saat uji coba penembakan pada tahun 2011. Kabarnya rudal ini resmi digunakan angkatan bersenjata Pakistan pada tahun 2013 dan dioperasikan oleh Komando Strategis Angkatan Darat.

Rudal Nasr atau Haft-9 (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Rudal Nasr atau Haft-9 (Gambar 1).
Beberapa pengamat militer asing meyakini bahwa sistem rudal Nasr menggunakan desain dasar pada sistem peluncur roket WS-2 buatan China. Pihak pengembangnya, Pakistan's National Development Complex (NDC), menyebut sistem rudal ini sebagai "Sistem Rudal Balistik Multi-Tabung". Desain ini dapat dianggap sebagai adaptasi dari sistem artileri roket buatan China untuk menembakkan rudal dengan hulu ledak nuklir. Desain kendaraan peluncurnya menggunakan model kendaraan berat roda 8x8 buatan China yang memberikan kemampuan mobilitas tinggi.

Prototipe sistem rudal Nasr hanya dilengkapi dengan 2 unit rudal. Namun pada versi produksi, sistem ini membawa 4 unit rudal.

Sistem rudal balistik taktis Nasr dirancang untuk menghadapi serangan pasukan musuh. Rudal ini memiliki jangkauan tembak hingga 60 km dan bisa dilengkapi dengan hulu ledak nuklir 0,5 hingga 5 kT. Hulu ledak nuklir ini cukup kecil untuk dimuat di dalam rudal yang memiliki diameter tipis, yaitu sekitar 300 mm. Sangat mungkin bahwa hulu ledak yang sangat merusak lainnya juga tersedia. Nasr memiliki kemampuan manuver tinggi setelah ditembakkan. Rudal ini diklaim dirancang untuk mengatasi sistem pertahanan rudal pihak lawan. Produsennya menyatakan bahwa rudal ini memiliki tingkat akurasi tembak yang tinggi. Namun angka CEP (tingkat penyimpangan dari titik target tembak) yang sebenarnya belum diungkapkan. Kecepatannya saat meluncur di udara juga belum diketahui.

Rudal Nasr atau Haft-9 (Gambar 2). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Rudal Nasr atau Haft-9 (Gambar 2).
Pada sistem Nasr, rudal disimpan dan dibawa dalam wadah pabrik yang disegel. Dengan cara ini rudal akan selalu siap untuk ditembakkan sewaktu-waktu dibutuhkan.

Setelah satu atau beberapa rudal diluncurkan, kendaraan peluncur dapat segera berpindah tempat. Kecepatan waktu manuver pemindahan kendaraan peluncur memungkinkan untuk menghindari serangan pihak lawan terhadap baterai sistem rudal ini. Fitur mobilitas tinggi ini menambah keunggulan sistem rudal Nasr.

Kendaraan peluncur sistem rudal Nasr didasarkan pada kendaraan berat bermobilitas tinggi Wanshan 8x8 buatan China. Kendaraan peluncur ini juga mirip dengan yang digunakan pada sistem roket artileri AR-1A 300-mm yang juga buatan China yang saat ini digunakan oleh angkatan bersenjata Pakistan. Kendaraan ini memiliki mobilitas yang baik mobilitas untuk pengangkutan jarak jauh. Seperti halnya dengan platform bergerak untuk peluncur rudal atau roket artileri lainnya, kendaraan peluncur yang digunakan sistem rudal Nasr juga harus memiliki kendaraan pendukung lainnya, berupa truk pengangkut proyektil dan kendaraan crane untuk melakukan isi ulang proyektil pada tabung peluncur.

military-today.com

Sabtu, 13 September 2014

China Uji Coba Sistem Rudal Pertahanan Udara FD-2000

Sistem rudal pertahanan udara FD-2000 telah digunakan dalam sebuah latihan militer yang dilaksanakan negara China. Latihan militer ini juga sekaligus digunakan untuk menguji coba kinerja sistem rudal FD-2000 tersebut. FD-2000 adalah nama ekspor untuk rudal HQ-9 yang kemampuannya bisa disetarakan dengan rudal S-300V buatan Rusia.

FD-2000, Sistem Rudal Pertahanan Udara. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
FD-2000, Sistem Rudal Pertahanan Udara.
Militer China telah melaksanakan latihan dengan menggunakan sistem rudal pertahanan udara yang sudah dikembangkan, FD-2000.

Rudal pertahanan udara ini menunjukkan kemampuan penguncian dan menembak jatuh target bergerak di udara melalui jarak jauh.

Chen Zhongfang, seorang ahli rudal dari China Aerospace Science and Corp. (CASIC), berbicara tentang FD-2000. "Radar membantu kita untuk menangani beberapa sasaran. Sebagai salah satu bagian yang paling penting dari peralatan untuk serangan udara jarak jauh adalah radar array bertahap yang dapat memonitor 100 sasaran di udara dan melancarkan serangan pada delapan target yang mengancam pertahanan secara bersamaan."

Rudal ini memiliki kemampuan omnidirectional, mampu mengubah arah di udara setelah peluncuran. "Rudal ini bisa terbang maju atau mundur, ke kiri atau ke kanan. Rudal ini juga mampu mengantisipasi kawasan target hingga seluas 49.000 kilometer persegi untuk rudal tunggal."

FD-2000 dirancang dan diproduksi oleh China Precision Machinery Import and Export Corporation. Latihan diadakan di Mongolia yang merupakan daerah otonom negara China.

www.defencetalk.com

Selasa, 09 September 2014

India Pertimbangkan Beli 126 Jet Tempur Eurofighter Typhoon Dari Jerman

126 unit jet tempur Eurofighter Typhoon buatan Jerman dikabarkan akan dibeli oleh India. Pembicaraan tentang rencana pembelian armada jet tempur ini sedang dalam proses negosiasi, menurut media Deutsche Presse-Agentur.

Eurofighter Typhoon. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Eurofighter Typhoon.
Para pejabat tinggi negara India dan Jerman sekali lagi menegosiasikan kesepakatan kontrak bernilai jutaan dolar AS untuk pembelian 126 jet tempur Eurofighter Typhoon buatan Jerman kepada India, seperti yang dilaporkan oleh media Deutsche Presse-Agentur, mengutip pernyataan dari Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier.

Sebenarnya pihak India dan Jerman sudah pernah membahas kesepakatan pembelian jet tempur Eurofighter Typhoon. Tapi saat itu India menghentikan kelanjutan pembahasan rencana tersebut pada tahun 2012 dan memilih untuk membeli jet tempur Dassault Rafale yang diproduksi oleh Prancis (baca: 126 jet tempur Rafale akan perkuat militer India). Namun, kesepakatan dengan Prancis ini pun belum tercapai sejauh ini.

Menurut Deutsche Presse-Agentur, kontrak pembelian pesawat tempur ini diperkirakan akan bernilai sekitar US$ 9,8 miliar. Jet tempur Eurofighter Typhoon akan diproduksi oleh Bavaria, sebuah perusahaan yang berbasis Eurofighter GmbH.

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier saat ini sedang berada di India. Pejabat negara Jerman ini telah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dan Menteri Luar Negeri Sushma Swaraj. Menurut Kementerian Luar Negeri India, topik-topik yang sedang dibahas adalah perdagangan, investasi, kerjasama teknologi tinggi dan kolaborasi energi terbarukan.

en.ria.ru

Rabu, 30 Juli 2014

Prototipe Keempat Jet Tempur Siluman Chengdu J-20 Laksanakan Uji Penerbangan Perdana

Prototipe keempat jet tempur siluman J-20 buatan China dikabarkan melakukan tes uji coba terbang beberapa waktu lalu. Pesawat tempur bermesin jet ini dirancang dan dikembangkan oleh perusahaan Chengdu Aircraft Corporation (CAC) China. Prototipe keempat jet tempur yang mengusung teknologi stealth dan punya nama lengkap Chengdu J-20 Black Eagle tersebut memiliki kode nomor ekor 2012.

Chengdu J-20 Black Eagle. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Chengdu J-20 Black Eagle.
Sebuah prototipe keempat dari jet tempur siluman buatan Chengdu Aircraft Corporation (CAC) China, Chengdu J-20 Black Eagle, dilaporkan telah melakukan uji coba terbang yang pertama pada tanggal 26 Juli 2014 pagi. Laporan ini disampaikan oleh sebuah situs penerbangan di China.

Menurut media lokal tersebut, prototipe Chengdu J-20 itu terbang selama kurang lebih hampir dua jam. Sebelumnya pesawat jet tempur siluman ini telah melakukan tes manuver di landasan pada awal Juli 2014. Prototipe keempat Chengdu J-20 ini memiliki nomor ekor 2012 disinyalir terdengar kabarnya pada akhir Juni 2014 dan kemunculan yang jelas melalui foto terlihat pada pertengahan Juli 2014.

Pada foto, tampilan J-20 2012 menunjukkan adanya beberapa perbaikan dibanding prototipe ketiga J-20 (2011). Diantaranya perbaikan pada sistem penargetan elektro-optik, penyesuaian pada pengambilan aliran udara pada mesin, dan perbaikan pada stabilisator ekor vertikal.

Prototipe keempat J-20 ini juga menampilkan pemasangan mesin turbofan yang diluar kebiasaan perusahaan Chengdu Aircraft Corporation (CAC) China. Pemakaian mesin mesin turbofan WS-15 masih diragukan akan menjadi permanen. Ada kemungkinan pada konsep awal jet tempur siluman ini akan menggunakan mesin jet buatan Rusia, yaitu Saturn AL-31 atau versi mesin yang lebih baru, Saturn AL-117.

Pada pertengahan Juni 2011 prototipe pesawat ini dilaporkan meninggalkan lapangan udara CAC untuk bergabung dengan dua pesawat sejenis yang lain di China Flight Test Establishment (CFTE), Pangkalan Udara Yanliang yang berlokasi di Provinsi Xian.

Pada akhir April 2014 lalu, sumber pemerintah China mengatakan bahwa 20 unit jet tempur J-20, atau sekitar satu resimen, akan mulai dioperasikan pada tahun 2020.

www.janes.com

Selasa, 15 Juli 2014

5 Senjata Personil Militer Yang Sangat Mematikan.

Dalam dunia militer, ada beberapa jenis senjata berupa senapan sniper dan pelontar granat yang cukup diakui dan diklaim memiliki daya bunuh yang sangat mematikan. Pada artikel militer di halaman ini, disajikan 5 jenis pelontar granat (Grenade Launcher) dan senapan runduk (sniper) yang dikabarkan memiliki kemampuan dan teknologi optimal untuk membunuh lawan dalam pertempuran.
Corner Shot 40mm 40mm Grenade Launcher adalah sistem senjata berteknologi tinggi yang memungkinkan operator militer, penegakan hukum dan keamanan untuk secara efektif mengamati Terlibat target dari seluruh sudut saya balik penutup. Kiri, lurus, kanan, atas dan bawah tanpa memaparkan, apapun. bagian tubuh operator dan dengan demikian mengurangi 'tanggung jawab operator. Corner Shot 40mm 40mm Grenade Launcher didasarkan pada fitur luar biasa dan kemampuan Corner Shot 40mm 40mm asli. XM25 CDTE (Counter Defilade Target Engagement) System, juga dikenal sebagai Punisher dan Individu semi-otomatis Air Burst System adalah sebuah peluncur granat meledak udara berasal dari XM29 OICW. Itu menerjunkan untuk tentara yang bertugas dalam Perang di Afghanistan dan diproyeksikan untuk memasukkan pengadaan penuh tingkat pada 2013. Namun, Komite Angkatan Bersenjata Senat mencoba untuk menghilangkan semua dana untuk XM25 dalam revisi anggaran Pentagon pada bulan Juni 2013. M320 Grenade Launcher Module (GLM) adalah sebutan militer AS untuk satu-shot 40 mm sistem peluncur granat baru untuk menggantikan M203 untuk Angkatan Darat AS, sementara layanan lainnya akan tetap menggunakan tua M203. M320 menggunakan High-Low Sistem Propulsi sama dengan M203. The M110 Semi Automatic Sniper System (M110 SASS) adalah senapan sniper semi-otomatis Amerika yang bilik untuk 7,62 × 51mm NATO bulat, yang dikembangkan oleh produsen senjata api AS Knight Armament Company. The Barrett Mrad atau Multi-Role Adaptive Desain adalah senapan sniper bolt-action yang dirancang oleh Barrett untuk memenuhi persyaratan SOCOM PSR. The Mrad didasarkan pada Barrett 98b dengan sejumlah modifikasi dan perbaikan. The Barrett Mrad bernama 2012 Rifle of the Year oleh NRA. 5 Senjata Personil Militer Yang Sangat Mematikan.

Ini 5 senapan paling canggih dan berbahaya di dunia.

Saat kekerasan bersenjata semakin meningkat, banyak negara-negara di dunia yang malah mengembangkan sektor persenjataannya. Hasilnya pun bisa ditebak, jumlah senjata mematikan semakin meningkat di pasaran, baik yang legal maupun ilegal. Salah satu yang terkenal adalah senapan semi-otomatis dan pelontar granat. Senapan semi-otomatis pada dasarnya sangat berbahaya karena memiliki kecepatan lontar peluru yang tidak hanya cepat, namun juga kuat. Senapan jenis ini juga menjadi senjata standar di militer-militer dunia, termasuk Indonesia, karena memang cenderung murah. Begitu juga dengan pelontar granat yang sering digunakan untuk meluluhlantakkan target dalam sekejap di banyak perang.

Apa yang terjadi bila senjata-senjata itu diberi tambahan teknologi canggih untuk hilangkan kelemahan yang dimilikinya? Berikut adalah 5 senjata mematikan dengan teknologi tercanggih di dunia yang dilansir oleh situs Complex.

Corner Shot 40mm Grenade Launcher. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Corner Shot 40mm Grenade Launcher.
1. Corner Shot 40mm Grenade Launcher

Pernahkah Anda menonton film laga di mana terdapat seorang tentara yang tengah terpojok dan sulit untuk melepas tembakan ke arah lawan? Itu semua tidak akan terjadi bila tentara tersebut memegang Corner Shot ditangannya. Pelontar granat ini dilengkapi dengan frame yang dengan engsel putar di tengah larasnya. Berkat engsel itu, Corner Shot dapat dibengkokkan hingga 60 derajat.

Hebatnya, terdapat sebuah kamera digital yang terletak di bawah ujung laras untuk memantau musuh yang tak terlihat. Hasil gambar akan ditampilkan di sebuah layar LCD yang dijamin memberikan posisi akurat lawan. Corner Shot sendiri bisa menembakkan berbagai macam jenis peluru. Mulai dari yang berbahaya seperti granat lontar kaliber 60mm, atau peluru 'penggertak' seperti peluru gas air mata. Jangkauan dari senjata ini pun bisa membuat lawan cemas, karena mencapai 150 meter.

XM25 CDTE Smart Grenade Launcher. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
XM25 CDTE Smart Grenade Launcher.
2. XM25 CDTE Smart Grenade Launcher

Jika tentara belum puas dengan pelontar granat lengkung Corner Shot, maka pemerintah Amerika memberikan pelontar granat baru untuk tentara Amerika yang bertugas di Afganistan pada tahun 2011 lalu.

Sebuah pelontar granat yang bisa diprogram layaknya komputer sederhana ini membawa hulu ledak mini kaliber 25mm. Dengan nama XM25 CDTE (Counter Defilade Target Engagement), senjata ini mampu menjangkau musuh yang berada pada jarak 700 meter. Menariknya, XM25 CDTE mempunyai teknologi baru berupa program terintegrasi yang mampu mengatur waktu ledakan dari hulu ledak yang terlontar darinya. Belum lagi fitur high-tech lain seperti teropong bersensor hingga teknologi laser terbaru untuk meningkatkan akurasi bidikan. Pelontar granat yang juga disebut The Punisher ini kemungkinan telah diberikan ke tentara lain di Timur Tengah pada tahun 2012 atau 2013 kemarin.

HK M320 Grenade Launcher. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
HK M320 Grenade Launcher.
3. HK M320 Grenade Launcher

Senjata yang satu ini memang dibuat agar bisa memberikan fungsi ganda, yakni sebagai pelontar granat biasa atau digabungkan dengan senapan semi-otomatis macam M6 atau m16 untuk tingkatkan efek penghancur yang dimilikinya.

Salah satu teknologi yang membuat HK M320 semakin berbahaya adalah fitur adaptasi khusus agar HK M320 bisa menembakkan semua jenis granat buatan NATO seperti granat ledak, asap, hingga cahaya. Berkat tambahan teknologi Laser Range Finder, HK M320 mampu menemukan target dengan cepat. Perusahaan Insight Technology juga menambahkan teropong khusus 'Day/Night Sight' untuk memudahkan teropong HK M320 berubah dari fitur penglihatan malam ke fungsi normal.

KAC M110 SASS Sniper Rifle. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
KAC M110 SASS Sniper Rifle.
4. KAC M110 SASS Sniper Rifle

KAC M110 SASS (Semi Automatic Sniper System) merupakan senapan runduk (sniper) semi-otomatis yang telah dipakai oleh tentara NATO sejak tahun 2008. Setelah mengalami berbagai macam pembaharuan, kini KAC M110 SASS menjelma menjadi senapan multi fungsi yang bisa digunakan oleh penembak jitu sekalipun. Semua itu berkat peredam suara detachable dengan teknologi terbaru yang dapat mengurangi dengan drastis suara yang dikeluarkan oleh KAC M110 SASS.

Terdapat pula fitur Day Optic yang didesain khusus untuk berbagai macam lingkungan serta pencahayaan. Untuk memudahkan tentara membidik lawan pada situasi yang tidak mendukung sekalipun, KAC M110 SASS dibekali dengan lensa tambahan yang dapat diputar 45 derajat buatan DOS. Senapan dengan peluru berkaliber 7mm ini mampu memuntahkan 4 peluru per detiknya dengan jangkauan hingga 9,7 kilometer.

Barrett MRAD .388 Sniper Rifle. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Barrett MRAD .388 Sniper Rifle.
5. Barrett MRAD .388 Sniper Rifle

Senapan semi otomatis yang satu ini memang terlihat sangat menawan dengan bodi metalik keemasannya. Tetapi jangan salah sangka, Barrett MRAD (Multi-Role Adaptive Design) menawarkan fungsi senapan modular dengan bodi yang dapat di-upgrade serta ditambah berbagai macam alat baru seperti teropong berfitur night vision.

Sistem magazine-nya juga bisa dikosongkan untuk proses pengaturan jenis peluru yang akan digunakan atau sekedar untuk perawatan. Barrett MRAD juga dapat berfungsi sama baiknya saat digunakan untuk tentara bertangan kidal maupun normal dengan fitur ambidextrous magazineyang jarang ditemukan di senapan semi-otomatis lain. Tak lupa, terdapat sebuah fitur pengaman yang mudah diaktifkan hanya dengan jempol.

www.merdeka.com

Selasa, 01 Juli 2014

VA-111 Shkval, Torpedo Super Cepat Buatan Era Uni Soviet

Torpedo VA-111 Shkval merupakan jenis torpedo superkavitasi yang dikembangkan pada era Uni Soviet. VA-111 Shkval mampu melesat dibawah laut dengan kecepatan lebih dari 200 knot (370 km/jam). Desain torpedo ini mulai dibuat pada tahun 1960 ketika lembaga riset NII-24 diperintahkan untuk menghasilkan sistem senjata baru yang mampu memerangi kapal selam nuklir.
Pada tahun 1969, GSKB-47 yang bergabung dengan NII-24 untuk menciptakan Research Institute of Applied Hydromechanics di Kiev, Ukraina (konstruktor Merkulov); yang VA-111 Shkval menjadi produk dari merger ini. Diumumkan sebagai yang digunakan di awal 1990-an, meskipun sebelumnya operasional tahun 1977, VA-111 Shkval dirancang sebagai balasan terhadap torpedo yang diluncurkan oleh kapal selam musuh terdeteksi. Hal ini juga dapat digunakan sebagai counter untuk torpedo masuk dimana diluncurkan pada kapal selam musuh, memaksanya untuk menghindari, dan mudah-mudahan memotong kawat bimbingan ke torpedo musuh dalam proses. Shkval kerucut hidung. Belakang shkval, menunjukkan sirip bimbingan dan konektor elektronik. Kecepatan VA-111 jauh melebihi yang dari torpedo standar saat ini menerjunkan oleh NATO. Kecepatan ini adalah hasil dari superkavitasi: torpedo adalah, pada dasarnya, terbang dalam gelembung gas yang dibuat oleh defleksi luar dari air oleh perusahaan khusus berbentuk kerucut hidung dan ekspansi gas dari mesin. Dengan menjaga air dari datang ke dalam kontak dengan permukaan tubuh torpedo, tarik berkurang secara signifikan, yang memungkinkan kecepatan yang sangat tinggi. Diluncurkan dari 533 tabung mm torpedo, VA-111 keluar tabung di 50 knot (93 km / jam). Tak lama setelah itu, yang roket bahan bakar cair dan menyatu mendorong ke kecepatan hingga 200 knot (370 km / h). Beberapa laporan menunjukkan bahwa kecepatan 250 knot + dapat dicapai, dan bekerja pada 300-simpul (560 km / h) versi sedang berlangsung. Mesin roket menggunakan kombinasi peroksida tes tinggi dan minyak tanah; tangki propelan mengandung sekitar 1500 kg hidrogen peroksida dan 500 kg minyak tanah. Desain awal mungkin hanya mengandalkan sistem bimbingan inersia. Desain awal dimaksudkan untuk pengiriman hulu ledak nuklir. Kemudian desain dilaporkan meliputi bimbingan terminal dan hulu ledak konvensional 210 kg (460 lb). Torpedo mengontrol arah dengan menggunakan empat sirip yang skim permukaan dalam amplop superkavitasi. Untuk mengubah arah, sirip atau sirip di bagian dalam pergantian yang diinginkan diperpanjang, dan sirip lawan yang ditarik. Untuk membuat tikungan lebih cepat, pelat push pada hidung dapat digunakan untuk mengontrol bentuk gelembung rudal bepergian masuk

VA-111 Shkval. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
VA-111 Shkval.
VA-111 Shkval, Rudal Bawah Air yang Tak Terkalahkan.

Pada tahun 1977, Angkatan Laut Uni Soviet memiliki torpedo yang mampu meluncur di bawah air pada kecepatan 200 knot atau 370 km/jam. Meski masih dirahasiakan, VA-111 Shkval atau Squall menarik perhatian masyarakat luas dalam skandal mata-mata pada tahun 2000.

Meski telah ada terobosan teknologi dalam persenjataan konvensional, serangan torpedo oleh kapal selam masih menjadi ancaman nyata bagi kapal dan awak kapal, bahkan di paruh kedua abad ke-20. Kapal selam yang dipersenjatai torpedo harus mendekat hingga jangkauan serang yang tak terdeteksi. Namun fitur anti-kapal selam dan antitorpoedo memungkinkan kapal permukaan dan kapal selam musuh dapat mengatasi ancaman dari bawah secara lebih efektif.

Kapal selam Soviet periode 1960-an dan 1970-an lebih inferior dibanding model AS dalam hal level deraunya, sehingga para ahli mesin Moskow berupaya untuk membuat desain senjata baru yang revolulsioner. VA-111 Shkval akhirnya mulai digunakan pada 1977 setelah dikembangkan selama sepuluh tahun. Dengan kecepatan 200 knot yang belum tertandingi, VA-111 Shkval dua kali lebih cepat daripada torpedo screw-driven tradisional, yang masih menjadi senjata kapal selam utama di armada-armada dunia.

Keunggulan kecepatan ini dicapai dengan mesin roket dan menggunakan superkavitasi, moncong depan torpedo menciptakan gelembung gas di sekeliling seluruh permukaannya pada kecepatan tinggi untuk mengurangi gesekan di dalam air.

Setelah torpedo diluncurkan dari tabung, autopilot yang telah diprogram sebelumnya akan meluncurkan roket berbahan bakar padat sesuai jalur dan kedalaman yang diperlukan ketika berakselerasi untuk membentuk gelembung gas. Ketika bahan bakar motor awal habis, bagian belakang torpedo dibuang dan mesin utama yang didorong dengan bahan bakar berbasis lithium hidroreaktif akan melaju ke depan. Air laut kemudian masuk melalui lubang di moncong kapal selam, sehingga memungkinkan torpedo ini melaju pada kecepatan penuh sampai 15 kilometer dan hanya ujungnya yang bersentungan dengan air.

Meski superkavitasi menghalangi efektivitas penggunaan sistem homing pada senjata ini, kekuatan eksplosifnya yang besar sungguh luar biasa, yakni setara dengan sebuah ledakan nuklir 150 kiloton TNT, sehingga kapal selam musuh atau kapal permukaan yang berada di radius satu kilometer jelas akan hancur.

VA-111 Shkval 533 mm dimiliki oleh sebagian kapal selam nuklir Soviet dan dianggap sama efektifnya baik sebagai senjata penyerang maupun pertahanan ketika kapal selam musuh menyerang.

VA-111 Shkval mampu menjangkau enam kilometer dalam satu menit dan dapat melakukan serangan balik dengan cepat. Kapal selam AS memiliki keunggulan dalam kemampuan siluman ketika mendekati dan melancarkan serangan pertama, sementara torpedo berkecepatan tinggi ini dapat ditembakkan sebelum melakukan tindakan mengelak. Jadi meski kapal selam yang mengelak itu mungkin tidak dapat memperbaiki data kendali torpedo yang sudah di dalam air, daya ledak VA-111 Shkval dijamin memberi serangan balik yang dahsyat.

Senjata unik ini memungkinkan Angkatan Laut Soviet untuk menambal kelemahan kemampuan siluman kapal selamnya, sebelum hal itu berhasil diatasi pada awal 1980-an. VA-111 Shkval populer karena sebuah kasus spionase pada tahun 2000, ketika mantan perwira angkatan laut AS Edmond Pope diadili dan dihukum di Rusia karena mengambil informasi rahasia tentang senjata tersebut.

Saat ini VA-111 Shkval masih merupakan senjata Rusia yang bersifat rahasia dan belum ada desain yang lebih unggul torpedo ini.

rbth.com