Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label PT Pindad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PT Pindad. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Maret 2015

PT Pindad Ikut Tender Pengadaan Persenjataan Untuk Kepolisian Filipina

PT Pindad kini tengah mengikuti proses tender pengadaan persenjataan untuk satuan kepolisian Filipina. Keikutan dalam tender tersebut untuk meningkatkan ekspor produk BUMN ini ke mancanegara. Pemenang hasil tender akan diketahui pada pertengahan tahun 2015.

Senjata Produksi PT Pindad. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Senjata Produksi PT Pindad.
Indonesia Bakal Pasok Senjata Polisi Filipina.

Pemerintah Indonesia nampaknya harus mulai bangga dengan adanya beberapa produk industri pertahanan yang banyak diminati oleh negara lain. Tak hanya panser Anoa yang laris manis oleh beberapa negara di Asia, Afrika dan Timur Tengah, kini giliran senjata produksi Indonesia yang menembus pasar internasional. Melalui PT Pindad (Persero), Indonesia saat ini tengah melakukan tender senjata untuk satuan kepolisian di negeri tetangga, yaitu Filipina. "Kami lagi ikut tender senjata untuk kepolisian Filipina, prosesnya panjang, tidak mudah untuk mendapatkan ekspor, tapi kami lakukan," kata Direktur Utama PT Pindad (Persero) Silmy Karim di kantor Pusat PT Pindad di Bandung, Rabu (18/3/2015).

Proses tender ini masih berlangsung dan akan ada hasil pemenang tendernya pada pertengahan tahun ini. Sayangnya dirinya masih enggan mengungkapkan berapa nilai tender yang sedang diperjuangkannya. Dengan lolosnya tender tersebut, maka akan menambah modal perseroan terutama pendapatan dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS).

Silmy menegaskan, konsentrasi perusahaan saat ini adalah mendukung program kemandirian industri pertahanan. Dengan demikian dirinya memastikan bahwa pasar ekspor adalah satu hal lebih yang dapat dilakukan dalam rangka memaksimalkan kapasitas Pindad sebagai perodusen senjata. Tahun sebelumnya, porsi produksi Pindad yang diekspor hanya sekitar 5 persen dari total produksi. Dengan adanya bantuan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 700 miliar untuk meningkatkan kapasitas, dirinya mentargetkan eskpor untuk dapat bertambah minimal 10 persen dari total produksi.

Hanya saja dia menyayangkan masih belum terfasilitasinya distribusi senjata secara maksimal ke beberapa negara. Hal itu lebih disebabkan minimnya jasa pengiriman senjata dari Indonesia. "Itu kami kendala di situ, jasa pengiriman yang ke Indonesia itu hanya satu, karena pengiriman senjata ini tidak mudah, kami perlu dapat persetujuan negara yang dilewati juga," papar Silmy.

bisnis.liputan6.com

Rabu, 18 Maret 2015

Kemenhan RI Akan Pesan Amunisi Meriam Kaliber 105mm Buatan PT Pindad

Direktur Utama PT Pindad mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan Republik Indonesia akan memesan produk amunisi meriam kaliber 105mm buatan BUMN tersebut yang telah diuji coba beberapa waktu lalu. Bagi PT Pindad, order dari Kemenhan ini punya arti penting jika produk amunisi meriam kaliber 105mm hendak dijadikan produk ekspor. Untuk meyakinkan calon pengguna dari luar negeri, PT Pindad harus memiliki bukti bahwa produknya telah digunakan di dalam negeri.

Amunisi Granat Meriam Howitzer 105mm Produksi PT Pindad. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Amunisi Granat Meriam Howitzer 105mm Produksi PT Pindad.
Pindad Dapat Pesanan Amunisi Kaliber Besar.

Amunisi kaliber besar Pindad ukuran 105 mm yang belum lama diujicoba mendapat respon positif. TNI dan Kemenhan sudah memberikan sinyal untuk memasukannya dalam kebutuhan pertahanan. Hal tersebut dikatakan Dirut PT Pindad (Persero), Silmy Karim di sela-sela menerima Ketua STIK Lemdikpol Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di Bandung, Selasa (17/3/2015). "Saya baru mendapatkan respon KSAD, akan memesan, demikian pula Kemenhan akan memesan 105 mm. Berapa-berapanya masih dihitung," tandasnya.

Dalam kaitan itu, pihaknya siap menjawab kebutuhan tersebut. Kapasitas produksi Pindad mampu memproduksi hingga puluhan ribu. Amunisi kaliber besar biasanya dipakai untuk meriam, arteleri, dan kanon. "Kita siap memproduksi 50 ribu unit amunisi kaliber besar," tandasnya.

Bagi Pindad, respon positif jelas merupakan dorongan untuk membuka pasar ekspor bagi amunisi tersebut. Untuk tahap pertama, amunisi kaliber besar itu memang ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Penggunaan oleh TNI akan menjadikan produk tersebut semakin teruji sekaligus promosi efektif. Hanya saja, produk tersebut belum dibawa ke ajang pameran Langkawi Internasional Maritime and Aerospace (LIMA) 2015 di Pusat Pameran Antarbangsa Mahsuri Langkawi, Malaysia.

Pindad mengandalkan pistol maupun senapan serbu dan produk terbarunya yakni senapan bagi sniper dengan jarak efektif mencapai 2 Km, serta kendaraan tempur. "Kita ikut pameran internasional ini sebagai antisipasi pasar ekspor sebagai salah satu fokus Pindad ke depan, tapi untuk ekspor perlu bukti di dalam negeri guna mencari perhatian pengguna," katanya.

berita.suaramerdeka.com

Minggu, 08 Maret 2015

Amunisi Granat Meriam Howitzer 105mm Buatan PT Pindad Diuji Coba

Amunisi Granat Meriam Howitzer 105mm buatan PT Pindad telah diuji coba di lokasi Lapangan Tembak Dinas Penelitian dan Pengembangan (Ditlitbang) TNI AU di Desa Pandawangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada hari Jumat, 6 Maret 2015. Ada 3 tipe amunisi granat meriam Howitzer 105mm, yaitu jenis Practice Cadtrige, Smoke Hell, dan High Explosice (HE).

Amunisi Granat Meriam Howitzer 105mm Produksi PT Pindad. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Amunisi Granat Meriam Howitzer 105mm Produksi PT Pindad.
PT Pindad Uji Coba Munisi 105 MM Howitzer.

Pabrik munisi (amunisi) organik PT Pindad, Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jatim, mengelar uji coba produk Munisi Kaliber Besar (MKB) untuk Meriam 105 milimeter (mm) Howitzer di Lapangan Tembak Dinas Penelitian dan Pengembangan (Ditlitbang) TNI AU di tepian pantai, Desa Pandawangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jatim, Jumat (6/3/2015). Terdapat tiga jenis amunisi atau biasa disebut pula dengan granat meriam Howitzer 105 mm yang diuji coba, yakni jenis Practice Cadtrige, Smoke Hell, dan High Explosice (HE).

Uji coba Munisi Arteleri Medan (MAM) jenis 105 Howitzer tersebut dihadiri petinggi TNI AD di antaranya, Wakasad Log Brigjen TNI Jani, Dirpalad Brigjend TNI Basuki Abdulla dan Danpusenarmed Brigjen TNI Sonhaji, guna melihat langsung dari dekat kehebatan amunisi karya putra-putra terbaik bangsa. "Kita ingin mengetahui kemampuan dari 105 Howitzer," ujar Brigjen TNI Jani kepada wartawan.

Menurut dia, 105 Howitzer adalah produk anak negeri yang tidak kalah hebatnya dengan amunisi dari luar. Selain murah dan sangat efektif, karena mampu diproduksi sendiri, maka sangat membantu dalam pertempuran dan operasi militer. "Kita sudah pernah coba dan terus kita tingkatkan kemampuan efektif dari 105 Howitzer," ujarnya.

Sementara itu, Kadiv Munisi PT Pindad Malang, I Wayan Sutaman mengaku, pengembangan munisi terus dilakukan guna membantu TNI, sehingga alutsista (alat utama sistem pertahanan) TNI tidak kalah dengan luar negeri. 105 Howitzer yang diujicobakan tersebut memang khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan Armed dan Marinir, tandas I Wayan Sutaman.

Lebih hebat

Sesuai hasil uji coba, kemampuan dari 105 Howitzer bisa meluncur sejauh 11 kilometer dengan dampak ledakan 25 meter persegi. Munisi Howitzer membantu pergerakan prajurit dalam operasi militer guna memasuki markas musuh. Granat Meriam adalah salah satu alutsista MKB yang digunakan oleh TNI Angkatan Darat dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Sutaman, granat meriam atau munisi meriam, terdiri dari beberapa bagian seperti, bagian selongsong, bagian propelan sebagai pendorong, serta bagian hulu ledak. Teknologi yang digunakan adalah teknologi dari Swedia. Kapasitas dari filling atau pengisian TNT ataupun campuran TNT ke dalam hulu ledak granat meriam ini sendiri mencapai 1.200 kg per shift, dan di dalam hulu ledak granat meriam 105 berisi 2 kg TNT. Itu berarti dalam sehari PT Pindad mampu melakukan pengisian hulu ledak granat meriam sebanyak 600 hulu ledak.

Granat meriam itu sendiri dimasukkan ke dalam laras meriam (loading), dan titik jatuhnya, tergantung dari elevasi atau sudut dari loading yang diinginkan. Penggunaan granat meriam di TNI AD itu sendiri sudah sejak perang dunia ke dua (PD II) hingga selesai. TNI AD yang di waktu-waktu sebelumnya masih menggunakan granat meriam produk luar negeri, kini sudah mulai menggunakan produk PT Pindad.

PT Pindad di Turen, Kabupaten Malang sudah memproduksi granat meriam. Fasilitas untuk produksi granat meriam yang disebut dengan filling plant (khusus bagian hulu ledak) itu sendiri sudah dimiliki sejak 1991. Unit filling plant yang dimiliki PT Pindad tersebut merupakan yang terbesar se-Asia Tenggara. Bahkan, beberapa negara tetangga belum memiliki filling plant sebagaimana dimiliki PT Pindad.

www.beritasatu.com

Senin, 02 Februari 2015

ToT Dari Turki Akan Tingkatkan Kemampuan Industri Pertahanan Indonesia

Kerjasama di bidang industri pertahanan antara Indonesia dan Turki kini semakin ditingkatkan. Pihak negara Turki pun semakin antusias bahwa kerjasama militer ini akan berhasil dengan baik dan menguntungkan dua negara tersebut. Beberapa kerjasama di bidang industri pertahanan antara Indonesia dan Turki adalah pengembangan produk medium tank dan pengadaan peralatan komunikasi.

Medium Tank. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Medium Tank.
Turki Antusias Lakukan Kerjasama Industri Pertahanan Dengan Indonesia.

Pemerintah Turki merasa sangat antusias lakukan kerjasama di bidang industri pertahanan khususnya pengembangan dan produksi bersama Medium Tank dengan Pemerintah Indonesia. Kerjasama pembuatan Medium Tank tersebut sebagai tindak lanjut dari bentuk komitmen pimpinan negara untuk meningkatkan hubungan kedua negara yang dinyatakan dalam Deklarasi Strategic Partnership oleh Presiden kedua negara pada tahun 2010 yang lalu.

Apresiasi antusiasme Pemerintah Turki tersebut disampaikan Bapak Wardana selaku Duta Besar RI di Ankara, Turki, kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Ediwan Prabowo, Rabu (28/01) saat berkunjung ke Kantor Kemhan, Jakarta. Bapak Wardana mengatakan dirinya juga telah bertemu dengan Pejabat Undersecretary For Defence Industry of SSM Turki dan pimpinan perusahaan dari Industri pertahanan FNSS Turki. Menurut Bapak Wardana pihak Turki menyatakan semangatnya untuk bisa bekerjasama yang dilandasi dengan ikatan emosional dengan Pemerintah Indonesia.

Bapak Wardana mengatakan industri pertahanan Turki memiliki teknologi cukup maju sesuai dengan standar NATO. Disamping itu pihak Turki juga lebih terbuka dan menerima dalam konteks kerjasama pemindahan teknologi (Transfer Of Technology) dengan Indonesia. hal tersebut merupakan suatu potensi dan peluang untuk Indonesia. Disampaikan juga oleh Bapak Wardana, untuk merealisasikan kerjasama industri pertahanan, Delegasi Turki yang terdiri dari pemerintah dan CEO industri Pertahanan FNSS direncanakan datang ke Indonesia pada tanggal 3 Februari 2015. Maksud kedatangan Delegasi Turki ini selain membicarakan kelanjutan dari proyek pembangunan Medium Tank dan juga membahas potensi-potensi kerjasama industri pertahanan lainnya.

Sementara itu Sekjen Kemhan dalam pertemuan tersebut mengatakan, dari perspektif pertahanan, Turki juga merupakan mitra yang sangat strategis yang mana sejauh ini sudah semakin terpupuk hubungan batin. Jadi memang ada harapan kerjasama ini bisa saling menguntungkan kedua belah pihak. Sekjen mengakui Indonesia belajar banyak dengan Turki tentang kemajuan teknologi dan penyiapan sektor SDM yang mendukung.

Sekjen juga mengatakan bahwa saat ini kerjasama industri pertahanan yang telah dilaksanakan dengan pihak Turki adalah pengadaan alat komunikasi yang diproduksi bersama PT LEN dengan industri Aselsan Turki. `

Mengenai kerjasama yang lain adalah pengembangan dan produksi bersama Tank jenis Medium antara Indonesia dengan Turki yang melibatkan Industri FNSS Turki dan PT Pindad. Kerjasama ini telah dimulai pada 29 Juni 2010 setelah Kementerian Pertahanan kedua negara menandatangani persetujuan kerjasama industri pertahanan (Defence Industry Cooperation) di Ankara Turki.

Sementara itu Sekjen juga menuturkan, sesuai dengan arahan dari Menteri Pertahanan bahwa kerjasama ataupun pengadaan dibidang pertahanan saat ini harus realistis, terutama yang bisa mengatasi ancaman yang ada. Untuk itu Kemhan sedang mengembangkan suatu kerjasama pertahanan dengan negara lain yang bersifat multi purpose.

Artinya kerjasama yang dilakukan bukan hanya untuk kepentingan militer melainkan dapat juga digunakan untuk kepentingan bantuan kemanusiaan, seperti penanganan bencana dan operasi kemanusiaan lainnya. Disebutkan Sekjen salah satu contoh adanya pengadaan Tank yang bisa digunakan sebagai jembatan untuk keperluan militer ataupun bantuan kemanusiaan. Jenis Tank ini sudah diproduksi Turki dengan bekerjasama dengan pihak Korea Selatan.

www.kemhan.go.id

Minggu, 01 Februari 2015

Mayjen TNI Doni Monardo Usulkan Amunisi Bekas Latihan Dirakit Ulang Oleh PT Pindad

Amunisi bekas (selongsong peluru) bisa dirakit ulang dan dijadikan amunisi baru. Ini menjadi usulan dari Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayjen TNI Doni Monardo ketika mengunjungi kantor pusat PT Pindad. Biasanya, amunisi bekas latihan dikumpulkan kembali dan dilebur, bukan dirakit ulang. Menurut Mayjen TNI Doni Monardo, cara perakitan ulang bisa menekan biaya produksi amunisi.

Selongsong Peluru. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Selongsong Peluru.
Danjen Kopassus Usulkan Pindad Daur Ulang Amunisi Bekas Latihan.

Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayjen TNI Doni Monardo beserta jajarannya mengunjungi kantor pusat industri pertahanan negara, PT Pindad (Persero) di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/1/2015). Dalam kunjungan tersebut, Direktur PT Pindad Silmy Karim meminta usulan dan pendapat kepada Kopassus terkait suplai senjata dan amunisi yang selama ini telah dipasok oleh PT Pindad. "PT Pindad selaku produsen berharap mendapatkan masukan dan saran atas produk yang telah diproduksi oleh PT Pindad. Ini sekaligus menindaklanjuti kunjungan Presiden Jokowi yang meminta bahwa pindad harus terus meningkatkan kualitas dan kapasitas," kata Silmy saat konferensi pers seusai kunjungan, Kamis siang.

Salah satu masukan dan usulan yang diberikan oleh Danjen Kopassus adalah terkait dengan efisiensi produksi amunisi, yakni dengan mengumpulkan kembali selongsong peluru sisa-sisa latihan tempur, dan mengembalikannya ke PT Pindad untuk dirakit ulang, bukan dilebur seperti proses yang biasa dilakukan. "Bagaimana PT Pindad ke depan bisa melakukan penghematan dalam memproduksi amunisi. Agar PT Pindad bisa mempertimbangkan agar amunisi kita bisa mudah dipakai kembali digunakan dengan sistem reload," ujar Doni.

Meski demikian, Doni sadar betul hal tersebut berada di luar prosedur produksi amunisi PT Pindad dan sama sekali belum pernah dilakukan. "Beberapa amunisi dari luar (negeri) itu bisa dirakit kembali dengan mudah. Memang konsekuensinya agak rumit," akunya.

Pertimbangan lainnya dalam usulan tersebut adalah mencegah adanya kelompok-kelompok radikal yang justru memanfaatkan selongsong peluru untuk diproduksi kembali. "Bahaya mungkin seandainya amunisi ini digunakan kelompok tertentu karena mereka dengan mudah menggunakan selongsong menjadi amunisi, tapi ini bisa jauh lebih efisien daripada diproduksi ulang dengan peleburan," tandasnya.

regional.kompas.com

Jumat, 07 November 2014

PT Pindad Produksi 150 Senapan Sniper SPR-2 Pesanan TNI

Senapan sniper SPR-2 adalah salah satu produk militer unggulan PT Pindad. SPR-2 (Senapan Penembak Runduk 2) masuk kategori senapan anti material karena peluru yang ditembakkan mampu menembus plat baja setebal 2 Cm. Menurut Kepala Departemen Komunikasi PT Pindad, pihaknya kini sedang memproduksi 150 pucuk senapan SPR-2 untuk kebutuhan TNI.

SPR-2, Senapan Sniper Anti-Material Produksi PT Pindad. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
SPR-2, Senapan Sniper Anti-Material Produksi PT Pindad.
Pindad produksi 150 senapan SPR-2 buat Kopassus, dunia gempar.

PT Pindad mampu membuat senapan sniper SPR-2 yang membuat dunia militer internasional kaget. Pasalnya, senapan ini mampu menjangkau target dengan jitu dalam jarak lebih dari 2 km. "Kita sedang bikin 150 pucuk (senapan SPR-2) buat Kopassus, dunia sniper internasional sudah gempar. Senapan SPR-2 ini jangkauannya sampai 2 km," kata Kadep komunikasi PT Pindad Sena Maulana di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (5/11/2014).

Menurutnya jenis peluru senjata sniper SPR-2 ditakuti banyak negara. Peluru ini mampu menembus kendaraan lapis baja sekalipun. "Pelurunya 12,7 mm anti material, jenis pelurunya paling ditakuti karena bisa menembus tank dan kendaraan lapis baja. Peluru ini dapat menembus baja lalu terbakar dan meledak di dalam," terang dia.

Masih menurutnya, senapan sniper SPR-2 ini berawal dari senapan sniper anti material milik TNI yang tak berani diuji coba. Kemudian Pindad berusaha menguji dan akhirnya membuat sendiri. "Tahun 2003, TNI punya 3 pucuk dari negara lain tapi nggak berani uji karena berat dan besar. Akhirnya kita uji bareng-bareng lalu kita buat sendiri tahun 2006, itu awalnya," pungkas dia.

www.merdeka.com

Rabu, 08 Oktober 2014

SPR 2 Dan SPR 3, Senapan Sniper Buatan PT Pindad

SPR 2 Kal 12,7 mm dan SPR-3 Kal. 7.62 mm adalah jenis senapan sniper yang diproduksi oleh PT Pindad. SPR 2 Kal 12,7 mm dimasukan dalam kategori senapan anti material karena peluru yang ditembakan mampu menembus plat baja dengan ketebalan tertentu yang sering digunakan pada kendaraan tempur. Sedangkan SPR-3 Kal. 7.62 mm termasuk kategori senapan anti personil.

SPR 2 Kal 12,7 mm. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
SPR 2 Kal 12,7 mm.
SPR 2 Kal 12,7 mm.

PINDAD SPR 2 Kal 12,7 mm adalah senapan anti materil anggota senapan array presesi tinggi yang dihasilkan oleh PT PINDAD. SPR 2 adalah senapan tembakan tunggal, aksi baut dengan penglihatan optik dan a malt baffle muzzle brake untuk mengurangi kekuatan hentakan. untuk pengguna individu dapat dibuat dari bipod. Ketika senjata dalam keadaan siap tembak pilihan dan beberapa penyesuaian stok pelengkap dapat ditambahkan dibawah perakitan stok untuk panjang.Stok butt memiliki alas karet buttyang dapat disesuaikan untuk tinggi. Biasany sistem ditujukan untuk penglihatan teleskopik 10 x 5, penglihatan malam dapat digunakan dengan kedua senapan. The SPR2 adalah bilik catridge 12,7 x 99 mm (0.50 Browning). Ini cukup akurat untuk memungkinkan latihan penembakan di 1500 m. Pegangan pistol polimer agronomik bagi pengguna.

Spesifikasi SPR 2 Kal 12,7 mm
  • Calibre : 12.7 x 99 mm
  • Overall length : 1755 mm
  • Barrel length : 1055 mm
  • Feed : 5 rounds
  • Max. Total Weight : 19.5 kg
  • Rifling : 8 grooves, RH 381 mm(15") twist
  • Sight : Optical
  • Muzzle velocity : 900 m/s
  • Max. effective range : 2000 m
SPR-3 Kal. 7.62 mm

SPR-3 Kal. 7.62 mm. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
SPR-3 Kal. 7.62 mm.
Pindad juga memproduksi senjata tipe SPR-3 Kal. 7.62 mm, dirancang sebagai senapan yang didedikasikan untuk memberikan jaminan akurasi, kemudahan pemeliharaan, keandalan dan ketahanan militer. Ada tembakan tunggal, tindakan baut senapan dengan penglihatan optik dan malt baffle muzzle brake untuk mengurangi kekuatan hentakan. Stok gagang lipat tersedia sebagai pilihan untuk pendek dan panjang. Varian SPR 3 dengan peredam termasuk amunisi subsonic. Biasanya sistem ditujukan untuk penglihatan teleskopik 10x5, penglihatan malam yang dapat digunakan dengan kedua senapan. Digunakan untuk tentara Indonesia.

Spesifikasi SPR-3 Kal. 7.62 mm
  • Calibre : 7.62 x 51 mm
  • Weight : 6.94 Kg
  • Feed : 10 rounds
  • Total Length : 1250 mm
  • Barrel length : 660 mm
  • Sight : Telescope - Bullet Drop Adjuster - 3.5 ÷ 10x Operation : Bolt Action (BA) / Repeater
  • Effective range : witch telescope : 900 m Muzzle velocity : 800 - 810 m/s
  • Ammunition : MU2- TJS Cal. 7.62 x 51mm (.308 Match) Weight ammunition 168 grains / Hollow Point.
PT Pindad (Persero) sejak berdiri tahun 1983 memproduksi berbagai jenis senjata mulai dari senjata laras panjang, senjata genggam, pistol, dan lainnya. Perusahaan menyuplai kebutuhan peralatan pertahanan dan keamanan nasional serta pesanan dari luar atau ekspor.

Produksi senjata terus ditingkatkan kualitasnya berdasarkan penelitian dan pengembangan dari tenaga-tenaga ahli Pindad bersama dengan pengguna produk untuk menetapkan spesifikasi yang dibutuhkan. Dalam setiap produksi, proses optimasi dilakukan untuk memperoleh senjata yang maksimal.

Pemeriksaan dilakukan pada setiap proses manufaktur mulai dari penerimaan material sampai proses akhir pembuatan produk. Seluruh produk telah diuji dan memenuhi standar internasional salah satunya Mil STD. Sistem mutu selalu dipelihara dengan menerapkan sistem mutu ISO 9000-2008 yang disertifikasi oleh LRQA.

PT Pindad sendiri memproduksi berbagai senjata seperti senapan serbu, senapan runduk, dan senjata genggam. Dalam setahun, PT Pindad mampu memproduksi sekira 30 ribu unit senjata.

www.pindad.com

Selasa, 16 September 2014

Kembangkan Sistem Senjata Kendaraan Tempur, PT Pindad Gandeng Perusahaan Asal Belgia

PT Pindad dan Cockerill Maintenance & Ingenierie SA Defence (CMII), perusahaan pertahanan asal Belgia, telah menandatangani kerjasama pengembangan sistem persenjataan kaliber 25 mm hingga 105 mm untuk kendaraan tempur. Sebagai awal dari kerjasama jangka panjang ini, PT Pindad dan CMII akan memproduksi turet untuk meriam berkaliber 90 mm dan 105 mm.

PT Pindad. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
PT Pindad.
Pindad Gandeng Belgia Kembangkan Sistem Senjata.

Produsen senjata PT Pindad (Persero) mengembangkan sistem persenjataan untuk kendaraan tempur atau tank dengan menggandeng perusahaan asal Belgia, Cockerill Maintenance dan Ingenierie SA Defence (CMII). Kedua perusahaan itu mengikatkan diri dalam perjanjian kerja sama jangka panjang untuk mengembangkan sistem senjata atau turret dari kaliber 25 mm hingga kaliber 105 mm. "Untuk tahap awal kami akan produksi turret untuk kaliber 90 mm dan 105 mm," ujar Direktur Utama PT Pindad Sudirman Said seusai menandatangani nota kesepahaman di kantor PT Pindad, Jalan Gatot Subroto No 517, Bandung, Senin, 15 September 2014.

Menurut Sudirman, kesepakatan tersebut akan membawa dampak positif bagi perkembangan PT Pindad untuk masuk ke dalam pasar turret global bersama CMI. "Kita masuk ke step selanjutnya dengan memproduksi turret. Dengan begitu Pindad tidak hanya sebagai perakit sistem persenjataan, tapi sekaligus meningkatkan kemampuan teknologi," katanya.

Dia mengatakan cikal bakal kerja sama itu telah dirintis sejak sepuluh tahun terakhir. Baik Pindad maupun CMI telah melakukan serangkain proses pertukaran data, assessment, dan penjajakan teknologi dan potensi pasar. "Kami yakin kerja sama dengan Pindad akan membuat produk CMI yang telah dikenal luas di kalangan militer bisa lebih kompetitif," ujar dia.

Sudirman menjelaskan langkah Pindad menggandeng CMI merupakan ikhtiar manajemen dalam membangun kapasitas perusahaan milik negara agar optimal dalam menjalankan amanah Undang-Undang No 16/2012 tentang Industri Pertahanan. Skema kerja sama itu, kata Sudirman, untuk membangun kapasitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi bagi Pindad untuk menyiapkan diri masuk dalam supply chain industri pertahanan dunia.

Ke depannya, Pindad akan membentuk komite untuk menyusun proses transfer teknologi dan pelatihan secara teknis dari pihak CMI untuk mendukung kerja sama. PT Pindad juga memperoleh kesempatan mengirimkan putra-putri terbaik negeri untuk belajar sistem persenjataan di CMI, Belgia.

Adapun Executive Vice President CMI James Caudle mengatakan perusahaannya sudah lama hadir di lingkup alat utama sistem persenjataan TNI. CMI percaya bahwa kerja sama tersebut akan meningkatkan potensi Indonesia dalam sistem persenjataan dan mendukung terbentuknya ketahanan nasional yang tangguh. "Pindad adalah perusahaan industri yang kuat, untuk itu kami tertarik bergabung dengan Pindad. Namun, masih banyak yang perlu dilatih salah satunya transfer teknologi," kata James.

www.tempo.co

Selasa, 24 Juni 2014

PT Pindad Akan Produksi Amunisi Meriam MBT Leopard

Amunisi untuk meriam kaliber 120 mm yang menjadi senjata utama MBT Leopard 2A4 akan diproduksi oleh PT Pindad. Rencana produksi amunisi meriam MBT Leopard 2A4 oleh PT Pindad merupakan langkah penting bagi Indonesia untuk kemandirian memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di dalam negeri.

MBT Leopard 2A4 TNI-AD. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
MBT Leopard 2A4 TNI-AD.
PT Pindad Siap Produksi Amunisi Tank 2A4 Leopard.

Satu lompatan dilakukan PT Pindad, setelah Direktur Utama PT Pindad, Sudirman Said, menyatakan kesanggupan perusahaan itu membuat dan membangun amunisi tank utama Leopard 2A4. "Dari hasil Latihan Gabungan TNI 2014, banyak yang harus kami jawab, salah satunya melengkapi amunisi bagi beberapa perenjataan terkini TNI, termasuk peluru meriam 120mm smoothbore untuk tank Leopard," kata Said, di Bandung, Jumat.

Menurut dia, untuk peluru meriam 120mm smoothbore Leopard, ditargetkan pengembanganya sudah bisa dilakukan mulai akhir 2015. "Sehingga kita bisa memenuhi kebutuhan kesenjataan tank itu," katanya.

Leopard memakai dua varian meriam utama, yaitu Rheinmetall 120 mm L44 atau L55 smoothbore alias tanpa ulir sepanjang 5,28 meter dan berbobot 3,37 ton. Laras meriam tanpa ulir merupakan "jawaban" pada dasawarsa '70-an atas kejayaan seri tank T-72/80 dari Uni Soviet yang bisa membantai secara mudah tank-tank Barat. Laras meriam tanpa ulir juga memiliki energi kinetik lebih besar ketimbang yang berulir sehingga meninggikan efek mematikan amunisi yang dilontarkan.

Selain amunisi konvensional, meriam ini bisa menerima berbagai tipe amunisi, sebutlah Armour Piercing Discarding Sabot DM23, ataupun Armour Piercing Fin Stabilized Discarding Sabot M829 dengan kepala ledak berisikan uranium. Masih ada amunisi Multi Purpose Anti Tank Projectile yang berbasis teknologi High Explosive Anti Tank, buatan Jerman, berdesignasi NATO sebagai DM12.

analisadaily.com

Sabtu, 15 Maret 2014

24 Unit Panser Anoa Buatan PT Pindad Ditugaskan Di Sudan

24 unit Panser Anoa 6x6 buatan PT Pindad dikirim Darfur-Sudan untuk dilibatkan dalam misi pasukan penjaga perdamaian di kawasan tersebut. 24 unit Panser Anoa 6x6 tersebut akan digunakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-/United Nations Mission In Darfur (UNAMID) yang bertugas menjaga perdamaian di Sudan atas permintaan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).

Panser Anoa UNAMID. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
TNI kirim 24 panser anoa ke Sudan.

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengatakan sebanyak 24 unit Panser Anoa 6X6 yang baru diserahkan dari PT Pindad akan dikirim ke Darfur-Sudan untuk digunakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-/United Nations Mission In Darfur (UNAMID). "Mereka akan bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB selama setahun di wilayah Darfur-Sudan," kata Panglima TNI usai acara serah terima 24 panser dari Plt Direktur Utama PT Pindad (Persero), Tri Hardjono kepada Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko di markas Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/3/2014).

Partisipasi prajurit TNI yang tergabung dalam satgas Batalyon Komposit TNI TNI Kontingen Garuda XXXV-/UNAMID berkekuatann 800 personil TNI, selain dilengkapi 24 panser Anoa 6X6, juga 30 truk dan 34 jeep. Partisipasi TNI itu atas permintaan PBB dalam upaya pemeliharaan perdamaian di wilayah Darfur. Rencana penempatan satgas ini, yakni di El Geneina, dan Masteri yang berbatasan dengan negara Chad.

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, dengan perkembangan kawasan global dan regional saat ini mengharuskan TNI menambah alutsista yang ada dalam rangka menjaga pertahanan dan kedaulatan NKRI. "Dengan perkembangan kawasan saat ini, mau tak mau negara harus memberikan respon yang cepat, terlebih TNI harus membuat strategi pertahanan," kata Panglima TNI.

Moeldoko juga mengucapkan terima kasih kepada PT Pindad yang memelihara kepercayaan TNI hingga saat ini. "Kepercayaan TNI harus dijaga dan tak berpuas diri, sehingga menyebabkan standarisasinya menurun. Ke depan, PT Pindad harus meningkatkan standarisasinya karena saat ini TNI lebih mendukung untuk pengadaan alutsista dalam negeri," tuturnya.

Panglima TNI menambahkan, pengunaan panser Anoa dalam misi perdamaian PBB, selain aman dan nyaman juga memberikan rasa kebanggaan kepada prajurit TNI bahwa alutsista dalam negeri bisa digunakan dalam misi perdamaian PBB di Darfur-Sudan. "Ini akan memberikan kebanggaan bahwa alutsista dalam negeri digunakan dalam misi perdamaian PBB," kata Moeldoko.

TNI hingga kini telah membeli 226 unit Anoa dari PT Pindad, dengan rincian TNI memesan 154 unit (2008), pada 2011 sebanyak 11 unit, tahun 2012 61 unit, 2013 PT Pindad mendapat pesanan 82 unit. Panser yang diserahterimakan merupakan panser dengan berbagai varian, terutama varian Armoured Personnel Carrier (APC) dan ambulans. Plt Direktur Utama PT Pindad (Persero), Tri Hardjono, mengaku merasa bangga karena kedua kalinya setelah Unifil di Lebanon, panser Anoa 6X6 digunakan dalam misi perdamaian internasional. "Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan TNI untuk gunakan produk PT Pindad, tidak hanya di Indonesia tetapi hingga ke kancah internasional," kata Tri.

PT Pindad terus menggembangkan kemampuan yang dimilikinya terutama untuk meningkatkan dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan TNI yang semakin besar. "Besar harapan kami, produk Pindad baik yang dihasilkan saat ini bisa digunakan terus oleh TNI dan menjadi kebanggaan Indonesia," kata Tri Hardjono.

Ia menambahkan, produk pertahanan PT Pindad saat ini, antara lain, kendaraan taktis dan kendaraan tempur roda ban 4X4 Komodo dan 6X6 Anoa, senjata gengam pistol, senapan serbu, senapan mesin, pesawat mortir, dan sniper serta peralatan senjata pendukung operasi, seperti Silencer.

www.antaranews.com

Kamis, 22 Desember 2011

Anoa APS-3, Panser Buatan PT Pindad

Anoa APS-3 adalah jenis kendaraan tempur lapis baja yang digunakan untuk mengangkut personil atau prajurit. Anoa APS-3 yang menggunakan roda 6x6 sehingga sering disebut juga sebagai panser ini diproduksi oleh PT Pindad. Dalam perkembangan selanjutnya, PT Pindad merancang lagi beberapa kendaraan panser yang menjadi varian dari Anoa APS-3.

Anoa APS-3 PT Pindad (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Anoa APS-3 PT Pindad (Gambar 1).
APS-3 "Anoa" (kependekan dari Angkut Personel Ringan-3; bahasa Inggris :Medium Personnel Carrier) adalah sebuah kendaraan militer lapis baja buatan PT Pindad (persero), Indonesia. Kendaraan ini dipergunakan untuk mengangkut personel atau dikenal dengan nama APC (Armoured personnel carrier), (bahasa Indonesia : Pengangkut personel lapis baja). Nama ANOA sendiri diambil dari nama hewan Anoa yang hidup di pulau sulawesi. APS 3 ini dinamai anoa, yang merupakan salah satu jenis kerbau asli Indonesia. Purwarupa pertama kali di perlihatkan ke publik pada ulang tahun ke 61 TNI pada 5 Oktober 2006 di markas besar TNI, Cilangkap.

Pindad APS-3 diperlihatkan secara resmi kepada publik pada Indo Defence & Aerosace 2008 pada tanggal 19 November 2008 hingga 22 November 2008 setelah diperlihatkan pada parade militer TNI pada 5 Oktober 2008. Pada 30 Agustus 2008, 10 APS-3 telah diproduksi dan rencananya akan diproduksi sebanyak 150 buah untuk TNI Angkatan Darat untuk penugasan ANOA pada tahun 2009. 20 Panser ini diserahterimakan ke Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pertahanan, bagian dari kesepakatan dari 150 ke 40 unit saja karena krisis ekonomi. 40 Panser tersebut akhirnya dikirim sebagai komitmen PT Pindad untuk memenuhi pesanan total sebanyak 154 Panser. 33 diserahkan kepada Kementrian Pertahanan pada 13 Januari 2010. Pindad telah menerima suntikan dana pinjaman dari Bank Mandiri, Bank BNI 46 dan Bank BRI sebagai bagian dari pembayaran untuk manufaktur Panser-Panser tersebut.

Semenjak 9 April 2010, 13 unit ANOA telah digunakan untuk mengawal misi perdamaian PBB di Lebanon bersama Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-D/UNIFIL. ANOA 6x6 maupun 4x4 biasa digunakan untuk pengawalan kegiatan-kegiatan penting negara. Pada 15 November 2011 ANOA varian 6x6 yang menggunakan persenjataan Senapan Mesin Berat 7.62 mm digunakan sebagai kendaraan tempur untuk patroli dan penjagaan ring pada acara KTT ASEAN di Nusa Dua, Bali. ANOA juga dipakai oleh Paspampres untuk pengawalan kunjungan-kunjungan presiden. Selain kegiatan resmi, ANOA juga dipakai untuk pengamanan car-free day di Bundaran HI.

Anoa APS-3 PT Pindad (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Anoa APS-3 PT Pindad (Gambar 2).
Sejarah pengembangan Panser Pindad ini dimulai pada tahun 2003 sebagai hasil dari meningkatnya intervensi militer di provinsi Aceh. Selama Operasi Militer di Aceh, TNI Angkatan Darat meminta kendaraan angkut personel yang amatlah mendesak untuk transportasi pasukan. Pindad merespon permintaan ini tahun 2004, dengan APR-1V (Angkut Personel Ringan) sebuah kendaraan lapis baja yang berbasis sasis truk Isuzu. Tetapi, order selanjutnya untuk 26 kendaraan dibatalkan karena Tsunami 2004.

Pindad meneruskan pengembangan APS dengan bantuan dari BPPT. Purwarupa berikutnya adalah Pindad APS-1, sebuah rancangan 6x6 yang didasarkan dari sasis truk Perkasa buatan PT Texmaco. Meskipun tidak dipilih untuk diproduksi, pengalaman yang didapat dari pengembangan APS-1 meyakinkan Tentara Nasional Indonesia untuk memberi lampu hijau kepada Pindad untuk membuat generasi selanjutnya dari ranpur Panser, Pindad APS-2 dengan ongkos produksi sebesar 600 juta rupiah per unit.

Tahun 2006 Pindad dan BPPT memulai pengembangan APS-3 yang tidak hanya bisa bermanuver di darat tetapi juga di perairan dangkal dan danau. Pengembangan ini menghasilkan varian 4x4, dan selanjutnya disempurnakan untuk diaplikasikan kemampuan amfibinya untuk varian 6x6. Ujicoba purwarupa pertama dilakukan awal tahun 2007, dan pada 10 Agustus 2008, 10 panser pertama APS-3 ANOA diproduksi. Tahun 2009, panser pertama diserahterimahkan kepada kementerian pertahanan.

Karena performa ANOA yang bagus dan program kemandirian alutsista yang sedang digalakkan oleh Departemen Pertahanan, Pindad melanjutkan pengembangan kendaraan-kendaraan tempur yang berbasis dari template ANOA seperti varian logistik, recovery, ambulans maupun varian kombatan yang bukan lagi dikategorikan sebagai kendaraan angkut personel seperti ANOA IFV dan ANOA Kanon.

APS-3 ANOA berbeda dengan pendahulunya (APS-1 dan APS-2) yang dikembangkan dari truk komersial. "Anoa" menggunakan badan berdesain monocoque berlapis baja. Sistem suspensi batang torsi baru dikembangkan untuk panser ini. Mesin dan transmisi menggunakan produk Renault dari Perancis. Sopir duduk disebelah kanan dan komandan duduk disebelah kiri dari kendaraan. Bentuk dan persenjataan ANOA amatlah mirip dengan kendaraan angkut personil buatan Prancis, VAB. Perlindungan yang diberikan oleh lapisan baja dan rangka ANOA memiliki tingkat STANAG 3, yang berarti bisa menahan peluru kinetis hingga 7.62x51 mm Armor Piercing standar NATO dari jarak 30 meter dengan kecepatan 930 m/s serta bisa menahan ledakan ranjau hingga massa 8 kg di bagian roda gardan dan ditengah-tengah badan.

Persenjataan APS-3 ANOA hingga saat ini ialah senapan mesin berat kaliber 12,7 mm dan 7,62 mm, senapan Remote Weapon System berkaliber 7,62mm dan pelontar granat berkaliber 40 mm. Untuk pertahanan diri ANOA dilengkapi dengan pelontar tabir asap 2x3 66 mm. Di masa datang, varian-varian lain ANOA akan menggunakan meriam 20 mm dengan tambahan senapan mesin 7,62 mm diatasnya untuk ANOA IFV dan meriam 90 mm CSE Cockerill MKII buatan Belgia untuk ANOA Kanon. Sumber penggerak dari ANOA ialah Mesin dan Transmisi Renault, tetapi opsi lokal sedang dikembangkan lebih lanjut. Mesin Renault yang dimaksud ialah mesin diesel turbocharged MIDR 062045 yang berkekuatan 320 tenaga kuda. ANOA juga memiliki sistem peniupan ban yang disentralisasi.

wikipedia.org

Video Kendaraan Militer APS-3 Anoa :
Video manuver kendaraan lapis baja APS-3 Anoa buatan PT Pindad.