Cari di Blog Ini

Kamis, 29 Desember 2011

Pelabuhan Bakauheni-Merak akan dibangun satu dermaga lagi

Bakauheni Lampung
Bakauheni Lampung PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Pelabuhan Bakauheni-Merak akan dibangun satu dermaga lagi, pelabuhan penyeberangan antara Pulau Sumatera (Bakauheni) dan Jawa (Merak).
Satu Dermaga Lagi di Bakauheni-Merak

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun satu dermaga lagi di Pelabuhan Bakauheni dan Merak, Banten, pada 2012. Ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan penyeberangan di jalur itu. Hal itu diungkapkan Kepala Cabang PT ASDP Indonesia Ferry Bakauheni Yanus Lentanga kemarin. Menurut dia, penambahan dermaga di dua sisi Selat Sunda itu merupakan tuntutan perkembangan meningkatnya volume kendaraan dan penumpang setiap tahun. "Kini jumlah kapal feri yang ada sudah mencukupi untuk melayani penumpang dari Pulau Sumatera ke Jawa. Hanya, kapal-kapal yang ada juga harus dirawat agar tidak menghambat pelayanan," kata Yanus seraya mengatakan, jumlah kapal yang banyak harus diimbangi dengan jumlah dermaga.

Dilanjutkan, pembangunan Dermaga VI di Pelabuhan Bakauheni akan dilakukan triwulan pertama 2012. Pembangunan dermaga harus dilengkapi fasilitas jembatan penumpang (gang way) dan jembatan kendaraan untuk memberikan kenyamanan pengguna jasa penyeberangan. "Dari Kemenhub sudah melakukan survei lokasi rencana pembangunan Dermaga VI. Alternatifnya, di Dermaga Plensengan, antara Dermaga III dan IV, atau bersebelahan Dermaga V yang baru diresmikan awal tahun lalu," papar Yanus.

Di bagian lain, arus penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Bakauheni menuju Merak tetap lancar pada liburan Natal dan sekolah.

Berdasarkan data di posko PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni kemarin, jumlah penumpang mencapai 32.395 orang, sepeda motor 1.003 unit, mobil pribadi 2.634 unit, bus 372 unit, dan truk 2.054 unit. Jumlah trip yang dicapai selama 24 jam kemarin sebanyak 77 trip dengan kapal yang dioperasikan sebanyak 24 armada. "Peningkatan volume kendaraan dan penumpang cenderung terjadi pada malam hari. Penumpang dan kendaraan yang tiba di pelabuhan langsung diarahkan masuk ke kapal tanpa menunggu lebih lama untuk menghindari penumpukan," ungkapnya.

www.radarlampung.co.id


Tidak ada komentar: