Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Pangkalan Udara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pangkalan Udara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Juni 2014

16 Jet Tempur F-16 Didatangkan Bertahap Ke Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru

16 unit pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon akan berpangkalan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau. Skuadron jet tempur F-16 Fighting Falcon tersebut dijadwalkan akan didatangkan secara bertahap dari Pangkalan Udara TNI-AU Iswahyudi di Madiun, Jawa Timur.

F-16 Fighting Falcon - TNI-AU. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
F-16 Fighting Falcon - TNI-AU.
Danlanud: Skuadron F-16 datang bertahap ke Pekanbaru.

Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Angkatan Udara Republik Indonesia Roesmin Nurjadin menyatakan, pesawat tempur Skuadron F-16 Fighting Falcon sebanyak 16 unit akan datang bertahap ke daerah tersebut. Hal itu karena Lanud di Madiun sedang dibangun beberapa fasilitas tambahan seperti hangar pesawat. "Juni atau Juli empat unit F-16 akan tiba di Madiun, setelah itu pada Oktober datang lagi empat unit dan diperkirakan November atau Desember, empat unit pertama akan berpangkalan di Pekanbaru," kata Danlanud Roesmin Nurjadin Kol Pnb Kahiril Lubis di Pekanbaru, seperti dilansir Antara, Selasa (10/6/2014).

Selanjutnya, kata Kahiril, empat unit kedua akan datang juga pada awal tahun depan yang kemudian sepanjang tahun 2015 diperkirakan sudah ada 16 unit akan berpangkalan di "Kota Bertuah", julukan Kota Pekanbaru. Kahiril mengatakan, pesawat yang didatangkan dari Amerika Serikat tersebut mangkalnya ke Kota Madiun, Jawa Timur karena di tempat tersebut ada Skuadron 3 F-16 Fighting Falcon yang memiliki tipe serupa dengan yang akan berpangkalan di Kota pekanbaru. "Karena di sana perlu standarisasi pesawat sesuai dengan fasilitasnya yang tipe A," kata Kahiril.

Saat ini, tambahnya, Roesmin Nurjadin sedang proses untuk menjadikan landasan dari tipe B ke tipe A dan perkembangannya saat ini tengah dibangun hanggar dan "shelter" pesawat. Lalu ketika empat pesawat pertama datang ke Pekanbaru tiba, akan ada proses penyambutan sekaligus peresmian pesawat. "Biasanya proses peresmian dilakukan dengan penyambutan," ungkap Kahiril.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI IB Putu Dunia pada saat peninjauannya ke Pekanbaru pada Februari lalu mengatakan, F-16 bertujuan untuk mengawasi ruang udara kawasan di Selat Malaka secara lebih efektif. "Kita memantau langsung pembangunan skuadron 16 dan sejauh ini sangat memuaskan. Semua peralatan lengkap dan ke depan kita berharap, Skuadron F-16 ini sebagai pilar terdepan kita untuk mengamankan kawasan kedaulatan NKRI," ujar Marsekal TNI IB Putu.

TNI AU mendatangkan F-16 Fighting Falcon blok 25 bekas Perang Irak, yang direncanakan akan ditingkatkan kapasitasnya (upgrade) ke blok 52+. Meskipun hibah dari Amerika Serikat, pemerintah tetap mengeluarkan biaya untuk "upgrade" dengan total sekitar 400 juta dolar AS memakai skema pembayaran "foreign military sales".

www.merdeka.com

Rabu, 02 April 2014

Natuna Bakal Jadi Pangkalan Terdepan Jet Tempur Sukhoi TNI AU

TNI AU akan menempatkan armada jet tempur Sukhoi di Pangkalan Udara Ranai yang berlokasi di Natuna. Dengan demikian, Natuna akan menjadi pangkalan terdepan bagi pesawat jet tempur Sukhoi TNI AU yang bisa segera dioperasikan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Jet Tempur Sukhoi TNI AU. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur Sukhoi TNI AU.
Segera Dibangun Shelter Jet Tempur di Natuna.

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Ranai, Letkol (Pnb) Andri Gandy, mengatakan Pangkalan Udara TNI AU Ranai akan segera diliengkapi dengan jet tempur cangih, Sukhoi. Untuk itu di pangkalan ini akan segera dibangun shelter Sukhoi di hanggar barat Lanud Ranai. "Pembangunan Shelter Sukhoi ini sebagai pangkalan pendukung operasi TNI AU di Natuna," sebut Andri Gandy di Ranai, Kamis (27/3/2014).

Shelter ini, kata Gandy, untuk memungkinkan pergelaran pesawat tempur dan dijadikan home base di Lanud Ranai. Sehingga pesawat Sukhoi tetap berada di Lanud Ranai, jika setiap saat diperlukan. Saat ini Lanud Ranai sendiri sudah dilengkapi beberapa fasilitas seperti lampu runway, lampu taxiway, emergency, radio TNI AU primary dan secondary hingga lampu tower. Jika sebelumnya bandara ini belum bisa beroperasi di malam hari, tetapi saat ini sudah bisa dioperasikan dan sudah dilengkapi radar yang terintegrasi. "Setidaknya dalam kurun waktu dekat, bandara Lanud Ranai bisa sekelas Batam. Walau panjang landasan saat ini masih 2,5 kilometer, sementara Batam sudah tiga kilometer," ujarnya.

Sebelumnya Asisten Deputi I Bidang Pertahanan Negera Kemenko Polhukam, Fajru Zaini, mengatakan pembangunan shelter pesawat tempur Sukhoi di Lanud Ranai sudah dianggap sebagai langkah memenuhi standar minimum pertahanan negara. Fajru mengakui, Shelter Sukhoi salah satu penunjang pengembangan kekuatan pokok minimum (minimum sssential force/MEF) pada rencana strategis (Renstra) ke depannya. Sehingga kelak pesawat yang melakukan operasi lebih mudah parkir di pangkalan terdepan, salah satunya seperti di Natuna. "Memang kita harus siapkan sarana untuk alat tempur seperti pesawat tempur Sukhoi. Pembangunan shelter itu dalam menunjang minimum essential force. Dimanapun pangkalan terdepan kita harus sediakan shelter," ungkapnya saat di Ranai, pekan lalu.

Menurutnya, kelengkapan fasilitas di pangkalan udara terdepan akan memungkinkan pesawat melakukan operasi dengan optimal. Namun pihaknya berupaya melengkapi standar di bandara Lanud Ranai untuk operasi pesawat-pesawat seperti Sukhoi. "Perlu persiapan dulu mulai dari suplai listrik, ground pendaratan yang standar sesuai lebar dan panjang landasannya," ujarnya.

batampos.co.id