Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label jet tempur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jet tempur. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 November 2014

Pabrikan Jet Tempur Eurofighter Typhoon Gelar Diskusi Perkembangan Penerbangan Militer Di Jakarta

Pabrikan jet tempur Eurofighter Typhoon menggelar diskusi perkembangan industri kedirgantaraan dan penerbangan militer di area Car Free Day, Jl. M. H. Thamrin, Jakarta Pusat pada hari Minggu, 2 Nopember 2014. Seorang test pilot Eurofighter Typhoon membeberkan keunggulan jet tempur yang diproduksi perusahaannya dalam acara diskusi tersebut. Eurofighter Typhoon termasuk sebagai salah satu kandidat jet tempur yang dipertimbangkan oleh Kementrian Pertahanan dan TNI AU untuk menggantikan armada jet tempur F-5 yang akan dipensiunkan.

Jet Tempur Eurofighter Typhoon. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur Eurofighter Typhoon.
Mengenal Pesawat Tempur Eurofighter yang Dibidik Indonesia.

Pabrikan pesawat tempur Eurofighter menggelar sosialisasi perkembangan industri kedirgantaraan dan penerbangan militer. Acara ini digelar di area Car Free Day, Jl. M. H. Thamrin, Jakarta Pusat pada Minggu (2/11/2014). Hadir dalam acara ini perwakilan dari Eurofighter Direktur Export, Joe Parker dan Capability Development Manager, Paul Smith.

Selain diikuti pengunjung Car Free Day, acara ini juga diikuti komunitas peminat aviasi dan militer Indonesia. Dalam diskusi tersebut, Joe mengatakan, kehadiran Eurofighter dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi Indonesia. Selain itu, pihaknya sudah memiliki kerjasama dengan industri penerbangan Indonesia, PT Dirgantara sejak lama. "Indonesia sudah bekerjasama dengan Airbus Group, tidak hanya sebatas komersial tapi juga militer. Ini juga memberikan potensi lapangan pekerjaan industrial dan teknik yang bernilai tinggi dan berkelanjutan. Saya harap Eurofighter bisa menjaga angkasa Indonesia," tutur Joe.

Sementara itu, Paul yang pernah menjadi test pilot Eurofighter Typhoon menjelaskan, bahwa pesawat swing role ini paling tangguh dan andal dibanding pesawat tempur negara lain. Sejumlah perangkat canggih ditempatkan di pesawat tempur pada 4 negara yakni Inggris, Jerman, Spanyol dan Itali ini. "Eurofighter Typhoon sangat unggul baik dari segi kecepatan, power, lincah dan dia bisa terbang lebih tinggi dari pesawat-pesawat lain. Pilot sendiri bisa fokus di peperangan udara dan darat tanpa memerhatikan sekeliling dia. Ia bisa mengantisipasi ancaman dari arah lain," cakap Joe yang mengenakan seragam pilot ini.

Kementrian Pertahanan dan TNI Angkatan Udara hingga kini masih mengkaji calon pengganti pesawat tempur F-5 yang akan di pensiunkan. Sejumlah pilihan sudah dilirik seperti Sukhoi Su-35 dari Rusia, Dassault Rafale dari Perancis, JAS Grippen dari Swedia serta pesawat tempur asal Amerika. Sementara Eurofighter Typhoon diusulkan PT Dirgantara Indonesia karena pihak produsen sangat mungkin berbagi dalam hal transfer teknologi dan juga lisensi suku cadang. Penggantian pesawat F-5 sendiri sudah disusun pada RPJMN 2015-2019 yang direncanakan sebanyak 12 unit.

Dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, pembelian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) harus berperan meningkatkan peran industri dalam negeri. Pada tahun 2012, pemenuhan alutsista dalam negeri mencapai 15,8%. Ditargetkan pada tahun 2019, Industri Pertahanan dalam negeri mampu memenuhi 50% kebutuhan alutsista TNI.

news.liputan6.com

Rabu, 11 Juni 2014

16 Jet Tempur F-16 Didatangkan Bertahap Ke Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru

16 unit pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon akan berpangkalan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau. Skuadron jet tempur F-16 Fighting Falcon tersebut dijadwalkan akan didatangkan secara bertahap dari Pangkalan Udara TNI-AU Iswahyudi di Madiun, Jawa Timur.

F-16 Fighting Falcon - TNI-AU. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
F-16 Fighting Falcon - TNI-AU.
Danlanud: Skuadron F-16 datang bertahap ke Pekanbaru.

Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Angkatan Udara Republik Indonesia Roesmin Nurjadin menyatakan, pesawat tempur Skuadron F-16 Fighting Falcon sebanyak 16 unit akan datang bertahap ke daerah tersebut. Hal itu karena Lanud di Madiun sedang dibangun beberapa fasilitas tambahan seperti hangar pesawat. "Juni atau Juli empat unit F-16 akan tiba di Madiun, setelah itu pada Oktober datang lagi empat unit dan diperkirakan November atau Desember, empat unit pertama akan berpangkalan di Pekanbaru," kata Danlanud Roesmin Nurjadin Kol Pnb Kahiril Lubis di Pekanbaru, seperti dilansir Antara, Selasa (10/6/2014).

Selanjutnya, kata Kahiril, empat unit kedua akan datang juga pada awal tahun depan yang kemudian sepanjang tahun 2015 diperkirakan sudah ada 16 unit akan berpangkalan di "Kota Bertuah", julukan Kota Pekanbaru. Kahiril mengatakan, pesawat yang didatangkan dari Amerika Serikat tersebut mangkalnya ke Kota Madiun, Jawa Timur karena di tempat tersebut ada Skuadron 3 F-16 Fighting Falcon yang memiliki tipe serupa dengan yang akan berpangkalan di Kota pekanbaru. "Karena di sana perlu standarisasi pesawat sesuai dengan fasilitasnya yang tipe A," kata Kahiril.

Saat ini, tambahnya, Roesmin Nurjadin sedang proses untuk menjadikan landasan dari tipe B ke tipe A dan perkembangannya saat ini tengah dibangun hanggar dan "shelter" pesawat. Lalu ketika empat pesawat pertama datang ke Pekanbaru tiba, akan ada proses penyambutan sekaligus peresmian pesawat. "Biasanya proses peresmian dilakukan dengan penyambutan," ungkap Kahiril.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI IB Putu Dunia pada saat peninjauannya ke Pekanbaru pada Februari lalu mengatakan, F-16 bertujuan untuk mengawasi ruang udara kawasan di Selat Malaka secara lebih efektif. "Kita memantau langsung pembangunan skuadron 16 dan sejauh ini sangat memuaskan. Semua peralatan lengkap dan ke depan kita berharap, Skuadron F-16 ini sebagai pilar terdepan kita untuk mengamankan kawasan kedaulatan NKRI," ujar Marsekal TNI IB Putu.

TNI AU mendatangkan F-16 Fighting Falcon blok 25 bekas Perang Irak, yang direncanakan akan ditingkatkan kapasitasnya (upgrade) ke blok 52+. Meskipun hibah dari Amerika Serikat, pemerintah tetap mengeluarkan biaya untuk "upgrade" dengan total sekitar 400 juta dolar AS memakai skema pembayaran "foreign military sales".

www.merdeka.com

Rabu, 02 April 2014

Natuna Bakal Jadi Pangkalan Terdepan Jet Tempur Sukhoi TNI AU

TNI AU akan menempatkan armada jet tempur Sukhoi di Pangkalan Udara Ranai yang berlokasi di Natuna. Dengan demikian, Natuna akan menjadi pangkalan terdepan bagi pesawat jet tempur Sukhoi TNI AU yang bisa segera dioperasikan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Jet Tempur Sukhoi TNI AU. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur Sukhoi TNI AU.
Segera Dibangun Shelter Jet Tempur di Natuna.

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Ranai, Letkol (Pnb) Andri Gandy, mengatakan Pangkalan Udara TNI AU Ranai akan segera diliengkapi dengan jet tempur cangih, Sukhoi. Untuk itu di pangkalan ini akan segera dibangun shelter Sukhoi di hanggar barat Lanud Ranai. "Pembangunan Shelter Sukhoi ini sebagai pangkalan pendukung operasi TNI AU di Natuna," sebut Andri Gandy di Ranai, Kamis (27/3/2014).

Shelter ini, kata Gandy, untuk memungkinkan pergelaran pesawat tempur dan dijadikan home base di Lanud Ranai. Sehingga pesawat Sukhoi tetap berada di Lanud Ranai, jika setiap saat diperlukan. Saat ini Lanud Ranai sendiri sudah dilengkapi beberapa fasilitas seperti lampu runway, lampu taxiway, emergency, radio TNI AU primary dan secondary hingga lampu tower. Jika sebelumnya bandara ini belum bisa beroperasi di malam hari, tetapi saat ini sudah bisa dioperasikan dan sudah dilengkapi radar yang terintegrasi. "Setidaknya dalam kurun waktu dekat, bandara Lanud Ranai bisa sekelas Batam. Walau panjang landasan saat ini masih 2,5 kilometer, sementara Batam sudah tiga kilometer," ujarnya.

Sebelumnya Asisten Deputi I Bidang Pertahanan Negera Kemenko Polhukam, Fajru Zaini, mengatakan pembangunan shelter pesawat tempur Sukhoi di Lanud Ranai sudah dianggap sebagai langkah memenuhi standar minimum pertahanan negara. Fajru mengakui, Shelter Sukhoi salah satu penunjang pengembangan kekuatan pokok minimum (minimum sssential force/MEF) pada rencana strategis (Renstra) ke depannya. Sehingga kelak pesawat yang melakukan operasi lebih mudah parkir di pangkalan terdepan, salah satunya seperti di Natuna. "Memang kita harus siapkan sarana untuk alat tempur seperti pesawat tempur Sukhoi. Pembangunan shelter itu dalam menunjang minimum essential force. Dimanapun pangkalan terdepan kita harus sediakan shelter," ungkapnya saat di Ranai, pekan lalu.

Menurutnya, kelengkapan fasilitas di pangkalan udara terdepan akan memungkinkan pesawat melakukan operasi dengan optimal. Namun pihaknya berupaya melengkapi standar di bandara Lanud Ranai untuk operasi pesawat-pesawat seperti Sukhoi. "Perlu persiapan dulu mulai dari suplai listrik, ground pendaratan yang standar sesuai lebar dan panjang landasannya," ujarnya.

batampos.co.id

Selasa, 01 April 2014

TNI AU Bakal Diperkuat Jet Tempur Generasi 4,5

4 produk pesawat jet tempur dari 4 negara yang berbeda kini sedang dipertimbangkan dan akan dipilih oleh TNI AU untuk menggantikan armada jet tempur F-5E/F Tiger II. Pihak TNI AU sendiri cenderung menginginkan jenis pesawat jet tempur generasi 4,5 untuk menggantikan peran F-5E/F Tiger II yang dianggap sudah usang itu. Beberapa produk jet tempur yang sedang dipertimbangkan untuk dipilih adalah Sukhoi Su-35 Flanker E (Rusia), JAS-39 Gripen (Swedia), Dassault F1 Rafale (Prancis), dan Boeing-McDonnel Douglas F/A-18E/F Super Hornet (Amerika Serikat).

Sukhoi Su-35 Flanker E. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Sukhoi Su-35 Flanker E.
TNI AU tunggu pesawat tempur generasi 4,5.

Peremajaan dan modernisasi arsenal perang TNI AU terus dilakukan, di antaranya pesawat tempur pengganti F-5E/F Tiger II yang sekarang tergabung di Skuadron Udara 14, yang berasal dari generasi 4,5 atau 4,5++. Di antara kontestan yang telah masuk ke dalam daftar pasti pengajuan adalah Sukhoi Su-35 Flanker E (Rusia), JAS-39 Gripen (Swedia), Dassault F1 Rafale (Prancis), dan Boeing-McDonnel Douglas F/A-18E/F Super Hornet (Amerika Serikat). Pengadaan arsenal baru TNI AU itu sesuai Perencanaan Strategis Pertahanan Indonesia Tahap III. "Kami masih menunggu evaluasi dari Kementerian Pertahanan dan Markas Besar TNI. Jika ditanya, kami menginginkan generasi 4,5," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto, di Yogyakarta, Minggu (30/3/2014).

F-5E/F Tiger II didatangkan langsung dari pabriknya di Amerika Serikat pada awal dasawarsa '80-an, dengan skema pembelian foreign military sales. TNI AU saat itu adalah pengguna perdana Tiger II di ASEAN dengan kekuatan satu skuadron udara penuh (16 unit). Angkatan Udara Kerajaan Thailand menjadi negara kedua, yang malah membeli lebih banyak lagi Tiger II itu, dan mengembangkan kemampuan pesawat tempur kelas interseptor itu. TNI AU sebetulnya bukan tidak mengembangkan kemampuan dan usia pakai F-5EF Tiger II itu, karena sempat ada Program MACAN yang diluncurkan pada akhir dasawarsa '90-an. Selain Thailand, Angkatan Udara Iran secara sempurna bisa mengembangkan Tiger II mereka.

Dassault F1 Rafale merupakan pesawat terbang tempur bermesin ganda dengan rancangan unik di dunia, berkelas multi peran --Prancis menyebut ini sebagai omnirole capability-- termasuk reconnaissance dan surveillance hingga kemampuan meluncurkan bom nuklir. Dikembangkan dalam hanya tiga varian (B,C, dan M), komonalitas dan kompatibilitas serta kemudahan perawatan plus pengoperasian menjadi nilai tambah pesawat tempur bersayap delta dengan sayap kanard di depan bawah kokpit. Sistem avionika dan penginderaan serta persenjataannya memakai teknologi kelas paling canggih di kelasnya, di antaranya integrasi sistem dengan pusat pengendali dan sesama penempur di udara.

Adapun JAS-39 Gripen bersayap delta buatan SAAB Swedia, diketahui memiliki kemampuan tempur multiguna-interseptor berkecepatan di atas 2 Mach, dengan teknologi terkini dan menjadi salah satu arsenal andalan NATO. JAS-39 Gripen merupakan penyempurnaan JAS-35 Vigen dan JAS-37-Drakken, dan bisa menjadi pamungkas dalam superioritas udara dari Swedia yang dikenal dengan produk-produk berkualitas tinggi itu. Angkatan Udara Kerajaan Thailand menjadi pengguna perdana JAS-39 Gripen ini di ASEAN, sementara di dunia telah dipergunakan Angkatan Udara Kerajaan Swedia, Angkatan Udara Afrika Selatan, dan Angkatan Udara Hungaria.

Sementara Boeing F/A-18E/F Super Hornet adalah pesawat tempur bermesin ganda yang didedikasikan untuk bertempur secara multiperan. Dia juga dipergunakan di Angkatan Udara Singapura, yang diimbuhi teknologi lebih canggih ketimbang versi ekspor lain dari pabrikannya.

Sukhoi Su-35 Flanker E buatan Komsomolsk-on-Amur Aircraft Production Association adalah pengembangan dari Su-27 Flanker yang ditingkatkan manuverabilitasnya dari kokpit berkursi tunggalnya dan bermesin jauh lebih kuat dari pendahulunya. Pertama kali mengudara pada 1988, Angkatan Udara Rusia memakai Su-35 Flanker E (semula dikenal sebagai Su-27M) tim aerobatik mereka, Vityyasii Ruskiyii (Ksatria Rusia), menggantikan MiG-29. TNI AU sudah sangat akrab dengan sistem Su-27 Flanker ini karena telah memiliki satu skuadron udara berisikan mereka, yaitu Skuadron Udara 11, yang berpangkalan di Pangkalan Udara Utama Hasanuddin, Makasssar.

www.antaranews.com

Sabtu, 29 Maret 2014

2 Flight Jet Tempur Hawk 109/209 TNI AU Sukses Bombardir Basis Militer Musuh

2 flight jet tempur Hawk 109/209 yang diterbangkan oleh para penerbang tempur TNI AU berhasil memborbardir sasaran dengan sangat akurat pada puncak pelaksanaan latihan Jalak Sakti 2014 yang digelar di Air Weapons Range Pangkalan TNI AU Astra Ksetra Menggala, Tulangbawang, Lampung. Latihan Jalak Sakti 2014 dilaksanakan mulai 25 Maret 2014 dan mencapai puncaknya pada 27 Maret 2014.

Jet Tempur Hawk 209 TNI AU. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Menyaksikan Top Gun TNI AU beraksi di Jalak Sakti 2014.

Sebuah negara agresor berhasil merebut sebagian wilayah Indonesia, lalu menduduki dan menjadikan wilayah itu sebagai pangkalan tempat berpijak militer mereka untuk menguasai seluruh wilayah Indonesia. Tentu saja TNI tidak berpangku tangan, panglima TNI memerintahkan TNI AU bergerak. Berdasarkan data intelijen, diketahui posisi-posisi vital kedudukan musuh yang bernilai strategis. Inilah kemudian yang dikembangkan panglima Komando Operasi Udara I TNI AU untuk melaksanakan misi penghancuran sasaran di darat itu. Diterbangkanlah dua flight pesawat tempur Hawk 109/209 gabungan dari Skuadron Udara 1 dari Pangkalan Udara TNI AU Supadio, Pontianak, dan Skuadron Udara 12 dari Pangkalan Udara TNI AU Rusmin Nuryadin, Pekanbaru.

Flight berkode Elang Flight (Skuadron Udara 1) dan Panther Flight (Skuadron Udara 12) ini berhasil menghancurkan posisi strategis musuh itu, menjatuhkan bom-bom udara-darat multiguna Mk-82 berbobot 500 pound (250 kilogram) dalam empat kali pengeboman. Sasaran hancur total, pilot pengawak Hawk 109 dan 209 kembali ke pangkalan dalam keadaan selamat. Misi berhasil.

Demikianlah sebagian skenario awal Latihan Puncak Jalak Sakti 2014 kali ini yang berlokasi di tanah Pangkalan Udara TNI AU Astra Ksetra, Lampung. Latihan pengeboman sasaran darat memakai bom betulan pada Kamis (27/3/2014) tersebut menjadi tontonan penting tersendiri bagi masyarakat setempat, yang telah diberitahu sejak dua pekan sebelumnya. "Pilot-pilot tempur yang terlibat semuanya top gun kami di kelas pesawat terbang itu. Bayangkan, cara membidik dan menjatuhkan bom-bom itu masih manual, betul-betul berdasarkan perhitungan awak penerbangnya, mulai dari kecepatan, ketinggian, sudut serang, dan lain sebagainya," kata Komandan Pangkalan TNI AU Supadio, Kolonel Penerbang Samyoga Nofyan.

Dia juga pernah menjadi penerbang Hawk 209 dan menjadi komandan skuadron pesawat tempur buatan British Aerospace, Inggris itu. Ada empat sasaran buatan yang didirikan untuk dihancurkan, masing-masing berukuran 10 x 10 meter dengan warna menyolok. "Kelihatannya besar, tapi dari ketinggian 2.000 kaki terhadap sasaran sangat kecil. Semula ukurannya 15 x 15 meter. Ini menguji kemampuan pilot-pilot tempur kita," kata dia.

Dari Skuadron Udara 1, ada empat Hawk 109/209 yang diterbangkan, yaitu TT-0229 (Kapten Penerbang Amry Thresher Taufani), TL-0112 (Letnan Kolonel Penerbang Radar Skyfin Suharsono/komandan skuadron dan Letnan Satu Penerbang Higha Hydra Afrianda), TT-0226 (Letnan Satu Penerbang Ari Monster Widodo), dan TT-0221 (Mayor Penerbang I Gusti Greyhound Adibrata). Skuadron Udara 12 menerbangkan TL-0103 (Letnan Kolonel Penerbang Reka Icepack Budiarsa dan Kapten Penerbang Putut Rafale Hanggiro), dan TT-0211 (Letnan Satu Penerbang Arie Ninja Prasetyo). Satu Hawk 100/200 disiagakan di pangkalan aju sebagai cadangan.

Panglima Komando Operasi Udara I TNI AU, Marsekal Muda TNI Muhammad Wildgeese Syaugi, yang memimpin seluruh latihan puncak di lingkungannya, puas atas capaian anak buahnya itu. "Tapi jangan berpuas diri, harus semakin sempurna dari hari ke hari. Ini jadi tantangan tanpa akhir melalui latihan, latihan, dan latihan," kata dia, yang saat masih perwira pertama dan menengah adalah penerbang tempur rating F-5 E/F Tiger II dan F-16 Fighting Falcon.

Empat kali bom itu jatuh, semuanya tepat di sasaran. Bahkan satu titik dibombardir tiga kali pemboman, dengan selisih sekitar satu meter saja. "Untuk ukuran pengeboman udara, sudah sangat presisi. Efek mematikan dari ledakan itu saja sudah sangat mematikan musuh dan posisi yang dituju," kata Samyoga.

Dengan cara manual seperti itu saja sasaran-sasaran bisa dihancurkan; bagaimana lagi jika Indonesia dan TNI AU bisa memiliki dan mengoperasikan pesawat tempur generasi mendatang, semisal F-22 Raptor ?

www.antaranews.com

Selasa, 18 Maret 2014

PT Dahana Kembangkan Bom Fuse Untuk Jet Tempur Sukhoi TNI AU

Kebutuhan 1.500 unit bom fuse untuk armada jet tempur Sukhoi TNI AU akan disediakan oleh PT Dahana. Selain bom fuse, BUMN yang bergerak dalam bidang produksi bahan peledak ini juga sedang mengembangkan jenis rudal penangkis serang udara yang rencananya akan digunakan oleh Sistem Pertahanan Udara Nasional. Unruk proyek tersebut, PT Dahana bekerjasama dengan pihak TNI dan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional).

Jet Tempur Sukhoi TNI AU. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
BUMN Ini jadi Penyuplai Amunisi Pesawat Tempur Sukhoi milik TNI.

BUMN pembuat amunisi, PT Dahana (Persero), sedang mengembangkan bahan peledak bagi pesawat sukhoi TNI AU. Perseroan menargetkan bisa memproduksi 1.500 bom fuse untuk pesawat Sukhoi milik TNI Angkatan Udara. "Iya kami sedang mengembangkan bom untuk Sukhoi. Jumlahnya sekitar 1500," ujar Juli Jajuli, Humas PT Dahana di Gedung BUMN Jakarta, (14/3/2014).

Menuru Juli, PT Dahana sudah mengisi bom-bom tersebut dengan bahan peledak, dan bisa menambah persenjataan Sukhoi. Setiap pesawat Sukhoi bisa membawa sampai 40 bom fuse. Selain bom untuk Sukhoi, PT Dahana juga mengembangkan Rudal Penangkis Serangan Udara (PSU) yang akan digunakan dalam Sistem Pertahanan Udara Nasional (Sishanudnas). Pengembangan tersebut bekerjasama dengan TNI dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Rencananya, PT dahana akan membuat 1.000 composite bahan peledak rudal. "Target kita 1.000 composite untuk PSU, jarak jangkaunnya mencapai 24 sampai 45 kilometer," katanya.

Namun hingga kini anggaran mengenai Bom Fuse Sukhoi belum ada. PT Dahana hanya mengikuti instruksi mengenai pengembangan bahan peledak bagi TNI.

PT Dahana merupakan perusahan BUMN yang bergerak dibidang industri bahan peledak. Sejak berdirinya tahun 1975, Dahana merupakan pemegang hak industri peledak. Perseroan sempat kolaps pada tahun 1997-1998 karena krisis ekonomi. Setelah reformasi, keran industri bahan peledak kembali dibuka. Dahana melakukan perbaikan sejak 2002 dan mulai memperlihatkan hasil sejak 2006.

Perkembangan Dahana terus berkembang, tahun 2008 dahana memulai ekspor hasil produksinya keberbagai negara yaitu Australia, Malaysia, Filipina, Myanmar dan negara-negara di Timur Tengah.

bisniskeuangan.kompas.com

Rabu, 20 Maret 2013

F-16 Fighting Falcon

F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multi-peran yang paling populer hingga kalangan yang awam dengan bidang dirgantara militer cukup mengenal pesawat jet tempur generasi 4 hasil rancangan perusahaan General Dynamics dari Amerika Serikat ini. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki jet tempur F-16 Fighting Falcon dan hingga kini masih dioperasikan dan menjadi andalan TNI AU.
Dirancang sebagai pesawat tempur ringan hari, itu berkembang menjadi pesawat multirole semua cuaca yang sukses. Lebih dari 4.400 pesawat telah dibangun sejak produksi telah disetujui pada tahun 1976. Meskipun tidak ada lagi yang dibeli oleh Angkatan Udara AS, versi yang lebih baik masih sedang dibangun untuk pelanggan ekspor. Pada tahun 1993, General Dynamics menjual bisnis manufaktur pesawat kepada Lockheed Corporation, yang pada gilirannya menjadi bagian dari Lockheed Martin setelah merger dengan Martin Marietta 1995. Fighting Falcon adalah dogfighter dengan berbagai inovasi termasuk kanopi gelembung buram tanpa bingkai untuk visibilitas lebih baik, samping kontrol stick dipasang untuk memudahkan kontrol sedangkan manuver, duduk bersandar 30 derajat untuk mengurangi efek g-gaya pada pilot, dan penggunaan pertama dari stabilitas statis santai / fly-by sistem kontrol penerbangan-kawat yang membuat sebuah pesawat yang sangat gesit. F-16 memiliki meriam M61 Vulcan internal dan mempunyai 11 cantelan untuk senjata mounting, dan peralatan misi lainnya. Meskipun nama resmi F-16 Fighting Falcon, itu diketahui pilot sebagai "Viper", karena itu menyerupai ular berbisa ular dan setelah Starfighter Battlestar Galactica Colonial Viper. Selain aktif USAF, cadangan, dan unit penjaga udara nasional, pesawat yang digunakan oleh tim demonstrasi udara USAF, Angkatan Udara AS Thunderbirds, dan sebagai musuh / pesawat agresor oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. F-16 juga telah dipilih untuk melayani di angkatan udara dari 25 negara lain. F-16 adalah, supersonik bermesin tunggal, multi-peran pesawat taktis. F-16 dirancang untuk menjadi memerangi biaya yang efektif "pekerja keras" yang dapat melakukan berbagai jenis misi dan menjaga kesiapan sekitar-the-clock. Hal ini jauh lebih kecil dan ringan dari pendahulunya, tetapi menggunakan aerodinamis maju dan avionik, termasuk penggunaan pertama dari stabilitas statis santai / fly-by-wire (RSS / FBW) sistem kontrol penerbangan, untuk mencapai kinerja manuver ditingkatkan. Sangat gesit, F-16 dapat menarik manuver 9-g dan dapat mencapai kecepatan maksimum lebih dari Mach 2.f-16 Fighting Falcon (wallpaper 2). Galeri foto wallpaper Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon 2. Koleksi foto dan gambar Pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon 2. Fighting Falcon termasuk inovasi seperti kanopi gelembung untuk visibilitas yang lebih baik buram tanpa bingkai, sisi-mount kontrol menempel memudahkan kontrol selama manuver pertempuran, dan duduk bersandar untuk mengurangi efek g-gaya pada pilot. F-16 memiliki meriam M61 Vulcan internal dalam akar sayap kiri dan mempunyai 11 cantelan untuk memasang berbagai rudal, bom dan polong. Ini juga merupakan pesawat tempur pertama yang dibangun bertujuan untuk mempertahankan berbalik 9-g. Ini memiliki daya dorong-to-weight ratio lebih besar dari satu, menyediakan untuk mendaki dan mempercepat vertikal. F-16 Fighting Falcon dibedakan dengan memiliki empat ventilasi belakang port untuk meriam M61 sedangkan F-16C berikutnya hanya memiliki dua ventilasi di belakang port meriam. F-16 desain mempekerjakan planform dipotong-delta menggabungkan campuran sayap pesawat dan vortex-control forebody strakes, sebuah geometri-tetap, underslung udara masuk intake memasok aliran udara ke mesin jet turbofan tunggal, sebuah tri-pesawat konvensional empennage pengaturan dengan semua -bergerak horisontal "stabilator" tailplanes, sepasang sirip perut di bawah pesawat memanjang dari tepi sayap trailing, sepotong-tunggal, burung-proof "gelembung" kanopi, dan mendarat konfigurasi roda tiga gigi dengan hidung, belakang-mencabut steerable gear deploying jarak dekat di belakang bibir masuk.

F-16 Fighting Falcon (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
F-16 Fighting Falcon (Gambar 1).

F-16 Fighting Falcon (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

F-16 Fighting Falcon (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

F-16 Fighting Falcon (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

F-16 Fighting Falcon (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multi-peran yang dikembangkan oleh General Dynamics (lalu di akuisisi oleh Lockheed Martin), di Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya dirancang sebagai pesawat tempur ringan, dan akhirnya ber-evolusi menjadi pesawat tempur multi-peran yang sangat populer. Kemampuan F-16 untuk bisa dipakai untuk segala macam misi inilah yang membuatnya sangat sukses di pasar ekspor, dan dipakai oleh 24 negara selain Amerika Serikat. Pesawat ini sangat populer di mata international dan telah digunakan oleh 25 angkatan udara. F-16 merupakan proyek pesawat tempur Barat yang paling besar dan signifikan, dengan sekitar 4000 F-16 sudah di produksi sejak 1976. Pesawat ini sudah tidak diproduksi untuk Angkatan Udara Amerika Serikat, tapi masih diproduksi untuk ekspor.

F-16 dikenal memiliki kemampuan tempur di udara yang sangat baik, dengan inovasi seperti tutup kokpit tanpa bingkai yang memperjelas penglihatan, gagang pengendali samping untuk memudahkan kontrol pada kecepatan tinggi, dan kursi kokpit yang dirancang untuk mengurangi efek g-force pada pilot. Pesawat ini juga merupakan pesawat tempur pertama yang dibuat untu menahan belokan pada percepatan 9g.

Pada tahun 1993, General Dynamics menjual bisnis produksi pesawat mereka kepada Lockheed Corporation, yang kemudian menjadi bagian dari Lockheed Martin setelah merger dengan Martin Marietta pada tahun 1995. Pada tahun 1960-an, Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika Serikat menyimpulkan bahwa masa depan pertempuran udara akan ditentukan oleh peluru kendali yang semakin modern. Dan bahwa pesawat tempur masa depan akan digunakan untuk mengejaran jarak jauh, berkecepatan tinggi, dan menggunakan sistem radar yang sangat kuat untuk mendeteksi musuh dari kejauhan. Ini membuat desain pesawat tempur masa ini lebih seperti interseptor daripada pesawat tempur klasik. Pada saat itu, Amerika Serikat menganggap pesawat F-111 (yang pada saat itu masih dalam tahap pengembangan) dan F-4 Phantom akan cukup untuk kebutuhan pesawat tempur jarak jauh dan menengah, dan didukung oleh pesawat jarak dekat bermesin tunggal seperti F-100 Super Sabre, F-104 Starfighter, dan F-8 Crusader.

Pada Perang Vietnam, Amerika Serikat menyadari bahwa masih banyak kelemahan pada pesawat-pesawat mereka. Peluru kendali udara ke udara pada masa itu masih memiliki banyak masalah, dan pemakaiannya juga dibatasi oleh aturan-aturan tertentu. Selain itu, pertempuran di udara lebih banyak berbentuk pertempuran jarak dekat dimana kelincahan di udara dan senjata jarak dekat sangat diperlukan.

Kolonel John Boyd mengembangkan teori tentang perawatan energi pada pertempuran pesawat tempur, yang bergantung pada sayap yang besar untuk bisa melakukan manuver udara yang baik. Sayap yang lebih besar akan menghasilkan gesekan yang lebih besar saat terbang, dan biasanya menghasilkan jarak jangkau yang lebih sedikit dan kecepatan maksimum yang lebih kecil. Boyd menganggap pengorbanan jarak dan kecepatan perlu untuk menghasilkan pesawat yang bisa bermanuver dengan baik. Pada saat yang sama, pengembangan F-111 menemui banyak masalah, yang mengakibatkan pembatalannya, dan munculnya desain baru, yaitu F-14 Tomcat. Dorongan Boyd tentang pentingnya pesawat yang lincah, gagalnya program F-111, dan munculnya informasi tentang MiG-25 yang saat itu kemampuannya terlalu dibesar-besarkan membuat Angkatan Udara Amerika Serikat memulai perancangan pesawat mereka sendiri, yang akhirnya menghasilkan F-15 Eagle.

Pada saat pengembangannya, F-15 berevolusi menjadi besar dan berat seperti F-111. Ini membuat Boyd frustrasi dan ia pun meyakinkan beberapa petinggi Angkatan Udara lain bahwa F-15 membutuhkan dukungan dari pesawat tempur yang lebih ringan. Grup petinggi Angkatan Udara ini menyebut diri mereka "fighter mafia", dan mereka bersikeras akan dibutuhkannya program Pesawat Tempur Ringan (Light Weight Fighter, LWF).

Pada Mei 1971, Kongres Amerika Serikat mengeluarkan laporan yang mengkritik tajam program F-14 dan F-15. Kongres mengiyakan pendanaan untuk program LWF sebesar US$50 juta, dengan tambahan $12 juta pada tahun berikutnya. Beberapa perusahaan memberikan proposal, tetapi hanya General Dynamics dan Northrop yang sebelumnya sudah memulai perancangan dipilih untuk memproduksi prototip. Pesawat mereka mulai diuji pada tahun 1974. Program LWF awalnya merupakan program evaluasi tanpa direncanakan pembelian versi produksinya, tetapi akhirnya program ini diubah namanya menjadi Air Combat Fighter, dan Angkatan Udara AS mengumumkan rencana untuk membeli 650 produk ACF. Pada tanggal 13 Januari 1975 diumumkan bahwa YF-16 General Dynamics mengalahkan saingannya, YF-17.

Spesifikasi Pesawat Tempur F-16 Fighting Falcon

Karakteristik Umum :
  • Kru: 1
  • Panjang: 49 ft 5 in
  • Lebar sayap: 32 ft 8 in
  • Tinggi: 16 ft
  • Luas sayap: 300 ft²
  • Airfoil: NACA 64A204 root and tip
  • Bobot kosong: 18,238 lb
  • Bobot terisi: 26,463 lb
  • Bobot maksimum lepas landas: 42,300 lb
  • Mesin: 1 unit Pratt & Whitney F100-PW-220 afterburning turbofan
  • Alternate powerplant: 1× General Electric F110-GE-100 afterburning turbofan
Kinerja :
  • Laju maksimum: >Mach 2 (1,320 mph, 2,124 km/h) at altitude
  • Radius tempur: 340 mi on a hi-lo-hi mission with six 1,000 lb (450 kg) bombs
  • Jarak jangkau ferri: >3,200 mi
  • Batas tertinggi servis: >55,000 ft
  • Laju panjat: 50,000 ft/min
  • Beban sayap: 88.2 lb/ft²
  • Dorongan/berat: F100 0.898; F110 1.095
Persenjataan :
  • Senjata api: 1 unit M61 Vulcan gatling gun kaliber 20 mm (0.787 in), 511 putaran
  • Roket: 2¾ in (70 mm) CRV7
  • Rudal: Air-to-air missiles: 6× AIM-9 Sidewinder, 6× AIM-120 AMRAAM, 6× Python-4. Air-to-ground missiles: 6× AGM-65 Maverick, 4× AGM-88 HARM, 4× AGM-119 Penguin
  • Bom: 2× CBU-87 cluster, 2× CBU-89 gator mine, 2× CBU-97, 4× GBU-10 Paveway, 6× GBU-12 Paveway II, 6× Paveway-series laser-guided bombs, 4× JDAM, 4× Mk 80 series, B61 nuclear bomb
wikipedia.org

Video Jet Tempur F-16 Fighting Falcon :
Video manuver terbang pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon.

Minggu, 17 Maret 2013

Sukhoi Su-30 Flanker-C, Jet Tempur Multiperan Buatan Rusia

Sukhoi Su-30 Flanker-C adalah pengembangan dari Su-27UB, dan memiliki beberapa varian. Seri Su-30K dan Su-30MK telah sukses secara komersial. Varian-varian ini diproduksi oleh KNAAPO dan Irkut, yang merupakan anak perusahaan dari grup Sukhoi. KNAAPO memproduksi Su-30MKK dan Su-30MK2, yang dirancang dan dijual kepada Tiongkok. Su-30 paling mutakhir adalah seri Su-30MK buatan Irkut. Antara lain Su-30MKI, yang merupakan pesawat yang dikembangkan khusus untuk Angkatan Udara India, serta MKM untuk Malaysia dan MKA untuk Aljazair..
Ini adalah pejuang multiperan untuk semua cuaca, udara-ke-udara dan udara-ke-permukaan misi interdiksi dalam. Su-30 dimulai sebagai sebuah proyek pengembangan internal di keluarga Su-27 Sukhoi oleh Sukhoi. Rencana desain adalah dirubah dan nama itu dibuat resmi oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada tahun 1996. Dari keluarga Flanker, hanya Su-27, Su-30, Su-34 dan Su-35 telah diperintahkan ke produksi serial oleh Departemen Pertahanan. Semua yang lain, seperti Su-37, adalah prototipe. Su-30 memiliki dua cabang yang berbeda, diproduksi oleh organisasi bersaing: KnAAPO dan Irkut Corporation, baik yang datang di bawah payung grup Sukhoi. KnAAPO memproduksi Su-30MKK dan Su-30MK2, yang dirancang untuk dan dijual ke Cina, dan kemudian Indonesia dan Vietnam. Karena keterlibatan KnAAPO dari tahap awal pengembangan Su-35, ini pada dasarnya merupakan versi dua kursi dari pertengahan 1990-an Su-35. Cina memilih sebuah radar yang lebih tua tetapi lebih ringan sehingga bisa canards dihilangkan dengan imbalan muatan meningkat. Ini adalah pejuang pemogokan khusus dirancang untuk jangka panjang udara-ke-permukaan misi serangan, mirip dengan Amerika F-15E. Irkut tradisional melayani Pertahanan Udara Soviet dan, di tahun-tahun awal pengembangan Flanker, diberi tanggung jawab manufaktur Su-27UB, versi dua-kursi pelatih dari Su-27. Ketika India menunjukkan minat dalam Sukhoi Su-30, Irkut menawarkan multiperan Su-30MKI, yang berasal sebagai Su-27UB dimodifikasi dengan avionik yang tepat bagi para pejuang. Seiring dengan tanah-serangannya kemampuan, seri menambahkan fitur untuk peran superioritas udara, seperti thrust-vectoring, canards ke depan dan jangka panjangnya fase-array radar. Turunannya termasuk MKM, MKA dan MKV untuk Malaysia, Aljazair dan Venezuela, masing-masing. Rusia dalam pembicaraan untuk membeli dari Irkut produksi massal Sukhoi fasilitas pada 28 sampai 40 Su-30 pejuang C. Sangat disayangkan bahwa sejak 911 tontonan media yang sedang berlangsung Perang Global Melawan Teror dan Operasi Kebebasan Irak telah mengalihkan fokus publik dan media di Australia jauh dari kejadian di wilayah dekat. Dalam beberapa tahun terakhir beberapa perkembangan penting telah terjadi, dengan Malaysia dan Indonesia menandatangani kontrak untuk dan mengambil pengiriman, masing-masing, pertama mereka top-tier Sukhoi Su-30, dan India membangun produksi pesawat pertama sepenuhnya dikonfigurasi Su-30MKI. Sementara perkembangan ini diharapkan, mereka mewakili perubahan yang sedang berlangsung di daerah kekuasaan kedirgantaraan dan kemampuan yang Australia tidak harus memilih untuk mengabaikan. Beberapa analis pertahanan di Canberra berpendapat vokal di media bahwa Perang Global Melawan Teror tuntutan bahwa Australia merestrukturisasi secara fundamental doktrin dasar strategis dan memang membentuk kembali struktur kekuatannya.

Sukhoi Su-30 Flanker-C (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Sukhoi Su-30 Flanker-C (Gambar 1).

Sukhoi Su-30 Flanker-C (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

Sukhoi Su-30 Flanker-C (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

Sukhoi Su-30 Flanker-C (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

Sukhoi Su-30 Flanker-C (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
Pemerintah Republik Indonesia baru saja menerima kedatangan 2 unit jet tempur Sukhoi Su-30 dari 6 pesawat sejenis yang sudah dipesan. Pesawat ini adalah pesawat tempur yang dikembangkan oleh Sukhoi Rusia pada tahun 1996, dan masuk dalam jenis pesawat tempur multi-peran, yang efektif dipakai sebagai pesawat serang darat. Model Sukhoi SU-30 bisa dibandingkan dengan F/A-18E/F Super Hornet and F-15 Eagle, buatan Amerika Serikat.

Sukhoi Su-30 adalah pengembangan dari Su-27UB, dan memiliki beberapa varian. Seri Su-30K dan Su-30MK telah sukses secara komersial. Varian-varian ini diproduksi oleh KNAAPO dan Irkut, yang merupakan anak perusahaan dari grup Sukhoi. KNAAPO memproduksi Su-30MKK dan Su-30MK2, yang dirancang dan dijual kepada Tiongkok. Su-30 paling mutakhir adalah seri Su-30MK buatan Irkut. Antara lain Su-30MKI, yang merupakan pesawat yang dikembangkan khusus untuk Angkatan Udara India, serta MKM untuk Malaysia dan MKA untuk Aljazair.

Sukhoi Su-30 hanya bisa dinaiki oleh dua kru. Dengan panjang 21.935 m, lebar sayap: 14.7 m, tinggi: 6.36 m, luas sayap: 62.0 m², pesawat ini cukup handal untuk terbang jarak jauh. Bobot kosong: 17,700 kg dan bobot terisi: 24,900 kg. Pesawat ini bobot maksimum lepas landas: 34,500 kg. Menggunakan mesin: 2× AL-31FL low-bypass turbofan, pesawat ini laju maksimumnya mencapai Mach 2.0 (2,120 km/h, 1,320 mph) dengan jarak jangkau: 3,000 km at altitude.

Spesifikasi Jet Tempur Sukhoi Su-30 Flanker-C :
  • Kru : 2
  • Panjang : 21,935 m
  • Lebar sayap : 14,7 m
  • Tinggi : 6,36 m
  • Luas sayap : 62,0 m²
  • Bobot kosong : 17.700 kg
  • Bobot terisi : 24.900 kg
  • Bobot maksimum lepas landas : 34.500 kg
  • Mesin : 2unit AL-31FL low-bypass turbofans
    • Dorongan kering : 7.600 kgf masing-masing
    • Dorongan dengan pembakar lanjut : 12.500 kgf masing-masing
Kinerja
  • Kecepatan maksimum : Mach 2.0 (2.120 km/jam, 1,320 mph)
  • Jarak jangkau : 3.000 km pada ketinggian maksimal penerbangan
  • Ketinggian maksimum penerbangan : 17.300 m
  • Laju panjat : 230 m/detik
  • Beban sayap : 401 kg/m²
  • Dorongan/berat : 1.0
Persenjataan
  • Cannon : 1 unit GSh-30-1 kaliber 30 mm, 150 putaran
  • Rudal Udara-ke-Udara : 6 unit R-27ER1 (AA-10C), 2 unit R-27ET1 (AA-10D), 6 unit R-73E (AA-11), 6 unit R-77 RVV-AE(AA-12)
  • Rudal Udara-ke-Permukaan : 6 unit Kh-31P/Kh-31A rudal anti radar, 6 unit Kh-29T/L rudal berpandu laser, 2 unit Kh-59ME
  • Bom : 6 unit KAB 500KR, 3 unit KAB-1500KR, 8 unit FAB-500T, 28 unit OFAB-250-270
www.republika.co.id, wikipedia.org

Video Jet Tempur Sukhoi Su-30 Flanker-C :
Video manuver terbang pesawat jet tempur Sukhoi Su-30 Flanker-C.

Selasa, 18 Desember 2012

F-117 Nighthawk, Jet Tempur Siluman Milik Angkatan Udara AS.

Lockheed F-117 Nighthawk adalah pesawat tempur berkursi tunggal, menggunakan dua mesin jet dan merupakan pesawat terbang pertama buatan AS yang mengadopsi teknologi stealth (siluman). F-117 Nighthawk termasuk dalam tipe pesawat tempur untuk serangan permukaan yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).
Penerbangan pertama F-117A adalah pada tahun 1981, dan mencapai status pengoperasian kemampuan awal pada bulan Oktober 1983. F-117A adalah "mengakui" dan mengungkapkan pada dunia pada bulan November 1988. Sebuah produk dari Lockheed Skunk Works dan pengembangan mendemonstrasikan teknologi Have Blue, itu menjadi pesawat operasional pertama awalnya dirancang di sekitar teknologi siluman. F-117A dipublikasikan secara luas selama Perang Teluk Persia tahun 1991. Itu biasanya disebut sebagai "Stealth Fighter" meskipun pesawat serangan darat, membuat F-penunjukan yang menyesatkan. Pensiunan Angkatan Udara F-117 pada tanggal 22 April 2008, terutama disebabkan oleh tangkas F-22 Raptor dan pengenalan akan datang dari F-35 Lightning II. Enam puluh empat F-117 dibangun, 59 diantaranya merupakan versi produksi dengan 5 demonstran / prototipe. F-117 Nighthawk (Wallpaper 1). Galeri foto wallpaper dan gambar Pesawat jet tempur Siluman F-117 Nighthawk 1. Koleksi wallpaper foto dan gambar manuver Pesawat terbang jet tempur F-117 Nighthawk Siluman 1. Pesawat operasional memiliki penunjukan resmi "F-117A". Paling modern AS menggunakan pesawat militer pasca-1962 sebutan di mana sebutan "F" biasanya sebuah pesawat tempur udara-ke-udara, "B" biasanya pembom sebuah, "A" biasanya pesawat serangan darat, dan lain-lain (Contoh termasuk F-15, B-2, dan A-6) F-117. adalah terutama pesawat serangan darat begitu "F" nya penunjukan tidak konsisten dengan sistem Departemen Pertahanan, tetapi inkonsistensi yang telah berulang kali digunakan oleh Angkatan Udara AS dengan beberapa pesawat terbang menyerang tanah sejak akhir 1950-an, misalnya, F-105, F-111, dll sebutan "F-117" nampaknya mengindikasikan bahwa itu diberi sebutan resmi sebelum AS tahun 1962 Tri-Service Pesawat Penunjukan System dan dapat dipertimbangkan secara numerik menjadi bagian dari "seri Century" sebelumnya pejuang. Asumsi sebelum mengungkapkan pesawat kepada masyarakat adalah bahwa mungkin ia akan menerima penunjukan F-19 sebagai nomor yang belum digunakan. Namun tidak ada pesawat lain untuk menerima "100" nomor seri berikut F-111. pejuang Soviet yang diperoleh Amerika Serikat melalui berbagai cara dalam program Peg Konstan diberi nomor F-series untuk evaluasi mereka dengan pilot AS, dan dengan munculnya para pejuang Seri Teen, paling sering Seri sebutan Century. F-117 Nighthawk dapat menggunakan berbagai senjata dan dilengkapi dengan sistem navigasi canggih dan serangan diintegrasikan ke dalam suite avionik state-of-the-art digital yang misi meningkatkan efektivitas dan mengurangi beban kerja pilot. perencanaan rinci untuk misi ke wilayah sasaran yang sangat membela dicapai oleh sistem perencanaan misi otomatis dikembangkan, khususnya, untuk mengambil keuntungan dari kemampuan unik dari F-117A. manajemen Streamlined oleh Aeronautical Systems Center, Wright-Patterson AFB, Ohio, terobosan teknologi siluman dikombinasikan dengan pengembangan dan produksi bersamaan dengan cepat lapangan pesawat. Program F-117A telah menunjukkan bahwa pesawat siluman dapat dirancang untuk keandalan dan kemudahan perawatan. F-117 Nighthawk (Wallpaper 2). Galeri foto wallpaper dan gambar Pesawat jet tempur Siluman F-117 Nighthawk 2. Koleksi wallpaper foto dan gambar manuver Pesawat terbang jet tempur F-117 Nighthawk Siluman 2. Statistik perawatan pesawat ini adalah sebanding dengan pejuang taktis lainnya kompleksitas serupa. Logistik yang didukung oleh Sacramento Air Logistics Center, McClellan AFB, California, F-117A disimpan di garis depan teknologi melalui program perbaikan sistem senjata direncanakan berlokasi di USAF Plant 42 di Pemdas, California Angkatan Udara berpikir hari ini adalah bahwa hal itu akan tahap keluar Nighthawks setelah 2018. F-117A pertama disampaikan pada tahun 1982, dan pengiriman terakhir pada musim panas 1990. Keputusan produksi F-117A dibuat pada tahun 1978 dengan kontrak yang diberikan kepada Lockheed Advanced Proyek Pembangunan, yang "Skunk Works," di Burbank, California Penerbangan pertama tahun 1981, hanya 31 bulan setelah keputusan pengembangan skala penuh. Lockheed-Martin disampaikan 59 pejuang stealth kepada Angkatan Udara antara Agustus 1982 dan Juli 1990. Lima pesawat uji tambahan milik perusahaan. Nighthawk stealth pesawat tempur F-117A serangan ini dikembangkan oleh Lockheed Martin setelah bekerja pada teknologi siluman, dan uji pendahulunya pesawat demonstrator, Apakah Blue, dilakukan secara rahasia dari tahun 1975. Pengembangan F-117A Nighthawk dimulai pada 1978 dan pertama kali terbang tahun 1981, tapi tidak sampai 1988 yang keberadaannya diumumkan ke publik. The Nighthawk adalah pesawat siluman operasional pertama di dunia. Pesawat pertama disampaikan pada 1982 dan yang terakhir dari 59 Nighthawks dibeli oleh Angkatan Udara AS telah diterima pada tahun 1990. Pesawat F-117A ini juga dikenal sebagai Frisbee dan Wobblin 'Goblin. Misi pesawat adalah untuk menembus lingkungan ancaman padat dan menyerang sasaran-sasaran bernilai tinggi dengan akurasi yang tinggi. F-117 Nighthawk (Wallpaper 3). Galeri foto wallpaper dan gambar Pesawat jet tempur Siluman F-117 Nighthawk 3. Koleksi wallpaper foto dan gambar manuver Pesawat terbang jet tempur F-117 Nighthawk Siluman 3. Nighthawk telah dalam pelayanan operasional di Panama, selama Operasi Badai Gurun, di Kosovo, di Afghanistan dan selama Operasi Kebebasan Irak. F-117 sedang diganti di USAF oleh F-22 Raptor. 10 pertama dari pesawat 55-117 F dalam pelayanan telah ditarik dari peredaran pada bulan Desember 2006. Sebuah upacara pensiun resmi berlangsung di Wright-Patterson AFB pada Maret 2008. F-117 yang sedang disimpan dalam hanggar di sebuah lapangan udara di Tonopah Test Range, Nevada. Sayap dan ekor sedang dihapus untuk penyimpanan, namun beberapa pesawat akan dapat dengan cepat dipanggil kembali ke penerbangan jika diperlukan. Empat terakhir F-117 pesawat terbang ke Tonopah pada tanggal 22 April 2008. Pada bulan Januari 2004, F-117 berhasil merilis sebuah JDAM (JDAM) 2.000 lb bom untuk pertama kalinya. Integrasi JDAM dan senjata presisi-dipandu lainnya pada F-117 ini digabungkan dengan perangkat lunak upgrade blok II dan mencapai kemampuan operasional awal (IOC) pada tahun 2006. The Nighthawk hanya digunakan untuk misi malam hari. Angkatan Udara memutuskan untuk pensiun F-117 armada karena generasi baru termasuk pesawat siluman B-2 Spirit, F-22 Raptor dan segera-to-be-menerjunkan F-35 Joint Strike Fighter memiliki kemampuan lebih baik, dan karena F-117 adalah mahal untuk terbang dan menjaga. Holloman pilot dan tim pemeliharaan meluncurkan terakhir mereka "4-kapal" pejuang stealth pada tanggal 21 April 2008. Mereka membuat berhenti semalam singkat di pusat dukungan logistik F-117 di Pemdas, CA, untuk upacara terakhir sebelum pensiun untuk Tonopah mana sayap dan ekor pesawat dipindahkan dan disimpan di hanggar pelindung. F-117 akan ditempatkan di gudang di sebuah lapangan udara di Tonopah Test Range, Nev, dimana pesawat terbang dalam kerahasiaan total dan hanya pada malam hari sampai November 1988. F-117 sudah hampir sepenuhnya ditutupi dengan material penyerap radar yang melelahkan dan mahal untuk menjaga. Setelah masing-masing misi, spesialis pemeliharaan meneliti lapisan khusus pesawat untuk mengidentifikasi perbaikan yang dibutuhkan. Jika diperlukan, pelapis yang diterapkan kembali, diperbolehkan untuk menyembuhkan, dan kembali diperiksa. F-117 Nighthawk (Wallpaper 4). Galeri foto wallpaper dan gambar Pesawat jet tempur Siluman F-117 Nighthawk 4. Koleksi wallpaper foto dan gambar manuver Pesawat terbang jet tempur F-117 Nighthawk Siluman 4. Sebagian dari armada tersebut cepat recallable untuk terbang lagi, jika pernah diperlukan. Lima pesawat F-117 pengembangan dibangun dan diuji antara tahun 1981 dan 1982. Skuadron F-117 pertama dinyatakan operasional pada tahun 1983. Lockheed membangun total 117 F-59 untuk Angkatan Udara. F-117 adalah pesawat yang sangat rahasia selama sebagian besar dari tahun 1980-an. Hal ini akhirnya diresmikan pada tahun 1989 dan menjadi terkenal pada tahun 1991 ketika digunakan dalam sangat membela langit di atas Irak selama Perang Teluk Persia. Pada tahun 1999, F-117 ditembak jatuh oleh sebuah rudal Rusia dibangun di atas Yugoslavia, menunjukkan siluman yang tidak terkalahkan. Dibangun terutama dari aluminium dengan RAM diterapkan pada kulit eksternal, F-117 ini menggunakan struktur internal sangat konvensional termasuk penggunaan dua sayap tiang. Dibangun terutama dari aluminium, pesawat F-117A itu terdiri dari panel datar dikenal sebagai aspek dipasang pada subframe pesawat, mereka yang untuk mencerminkan energi radar jauh dari pemancar itu sendiri tujuan, sehingga menyangkal operator yang terlihat 'kembali'. Semua permukaan yang dilapisi dengan bahan penyerap radar berbagai. Semua pintu dan panel memiliki tepi bergerigi untuk lebih meminimalkan pantulan radar. Grid meliputi pada asupan dan penggunaan exhausts 'platypus' sempit-slot dikelilingi dengan panas-menyerap ubin mengurangi kemungkinan deteksi IR. Di depan kaca kokpit lima-sepotong pelat datar adalah sebuah sensor FLIR, tersembunyi di perumahan mesh-ditutupi; di depan kanan underfuselage ada DLIR ditarik dan penanda laser. Sensor ini digunakan dalam hubungannya dengan standard penyatuan terminal pusat, dua di antaranya dapat dilakukan di teluk senjata double-section.

F-117 Nighthawk (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
F-117 Nighthawk (Gambar 1).

F-117 Nighthawk (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

F-117 Nighthawk (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

F-117 Nighthawk (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

F-117 Nighthawk (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
F-117A Nighthawk adalah pesawat serang darat siluman yang hanya dimiliki oleh Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat ini adalah hasil dari program pesawat siluman Lockheed Have Blue, dan merupakan pesawat pertama yang dirancang khusus untuk menggunakan teknologi siluman. F-117A banyak mendapatkan publikasi pada masa Perang Teluk. Kini Angkatan Udara Amerika Serikat sudah tidak mengoperasikan lagi pesawat F-117, dikarenakan mulai dipakainya F-22 Raptor yang lebih efektif. F-117 mulai dipensiunkan secara bertahap dari Oktober 2006 sampai 2008, dan sudah tidak ada lagi pilot baru yang dilatih untuk menggunakan pesawat ini.

Penamaan huruf "F" pada pesawat ini secara resmi tidak pernah dijelaskan. Namun, diperkirakan penamaan ini menggunakan konvensi penamaan pesawat militer Angkatan Udara Amerika Serikat sebelum tahun 1962, misalnya seperti F-111. Pada pesawat militer Amerika Serikat setelah tahun 1962, penamaan "F" biasanya untuk pesawat tempur udara ke udara, "B" untuk pesawat pengebom, "A" untuk pesawat serang darat, dan "C" untuk pesawat kargo (contoh: F-15 Eagle, B-2 Spirit, A-6 Intruder, dan C-130 Hercules). Pesawat siluman ini merupakan pesawat serang darat, karena itulah huruf awal "F" dan penomorannya masih menjadi misteri.

Pada sebuah film dokumentasi yang mewawancarai seorang anggota senior tim pengembangan F-117, mengatakan bahwa pilot-pilot terbaik akan lebih tertarik untuk mencoba pesawat "F", dibandingkan pesawat "B" atau "A".

Spesifikasi Jet Tempur Siluman F-117A Nighthawk :

Produsen : Lockheed Martin
Type : Pesawat Pembom dan Serangan Darat (Stealth / Siluman)
Penerbangan Perdana : 18 Juni 1981
Tahun non-aktif operasional : 2008

Karakteristik umum
  • Kru: 1
  • Panjang: 65 ft 11 in
  • Lebar sayap: 43 ft 4 in
  • Tinggi: 12 ft 9.5 in
  • Luas sayap: 780 ft²
  • Bobot kosong: 29,500 lb
  • Bobot terisi: 52,500 lb
  • Mesin: 2 unit General Electric F404-F1D2 turbofans, 10,600 lbf masing-masing
Kinerja
  • Laju maksimum: Mach 0.92 (617 mph, 993 km/h)
  • Laju jelajah: Mach 0.92
  • Jarak jangkau: 930 NM
  • Batas tertinggi servis: 69,000 ft
  • Beban sayap: 65 lb/ft²
  • Dorongan/berat: 0.40
Persenjataan
  • BLU-109 bomb hardened penetrator
  • GBU-10 Paveway II laser-guided bomb
  • GBU-12 Paveway II laser-guided bomb
  • GBU-27 Paveway III laser-guided bomb
  • JDAM INS/GPS guided munition
wikipedia.org