Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Sukhoi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sukhoi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 April 2014

Natuna Bakal Jadi Pangkalan Terdepan Jet Tempur Sukhoi TNI AU

TNI AU akan menempatkan armada jet tempur Sukhoi di Pangkalan Udara Ranai yang berlokasi di Natuna. Dengan demikian, Natuna akan menjadi pangkalan terdepan bagi pesawat jet tempur Sukhoi TNI AU yang bisa segera dioperasikan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Jet Tempur Sukhoi TNI AU. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur Sukhoi TNI AU.
Segera Dibangun Shelter Jet Tempur di Natuna.

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Ranai, Letkol (Pnb) Andri Gandy, mengatakan Pangkalan Udara TNI AU Ranai akan segera diliengkapi dengan jet tempur cangih, Sukhoi. Untuk itu di pangkalan ini akan segera dibangun shelter Sukhoi di hanggar barat Lanud Ranai. "Pembangunan Shelter Sukhoi ini sebagai pangkalan pendukung operasi TNI AU di Natuna," sebut Andri Gandy di Ranai, Kamis (27/3/2014).

Shelter ini, kata Gandy, untuk memungkinkan pergelaran pesawat tempur dan dijadikan home base di Lanud Ranai. Sehingga pesawat Sukhoi tetap berada di Lanud Ranai, jika setiap saat diperlukan. Saat ini Lanud Ranai sendiri sudah dilengkapi beberapa fasilitas seperti lampu runway, lampu taxiway, emergency, radio TNI AU primary dan secondary hingga lampu tower. Jika sebelumnya bandara ini belum bisa beroperasi di malam hari, tetapi saat ini sudah bisa dioperasikan dan sudah dilengkapi radar yang terintegrasi. "Setidaknya dalam kurun waktu dekat, bandara Lanud Ranai bisa sekelas Batam. Walau panjang landasan saat ini masih 2,5 kilometer, sementara Batam sudah tiga kilometer," ujarnya.

Sebelumnya Asisten Deputi I Bidang Pertahanan Negera Kemenko Polhukam, Fajru Zaini, mengatakan pembangunan shelter pesawat tempur Sukhoi di Lanud Ranai sudah dianggap sebagai langkah memenuhi standar minimum pertahanan negara. Fajru mengakui, Shelter Sukhoi salah satu penunjang pengembangan kekuatan pokok minimum (minimum sssential force/MEF) pada rencana strategis (Renstra) ke depannya. Sehingga kelak pesawat yang melakukan operasi lebih mudah parkir di pangkalan terdepan, salah satunya seperti di Natuna. "Memang kita harus siapkan sarana untuk alat tempur seperti pesawat tempur Sukhoi. Pembangunan shelter itu dalam menunjang minimum essential force. Dimanapun pangkalan terdepan kita harus sediakan shelter," ungkapnya saat di Ranai, pekan lalu.

Menurutnya, kelengkapan fasilitas di pangkalan udara terdepan akan memungkinkan pesawat melakukan operasi dengan optimal. Namun pihaknya berupaya melengkapi standar di bandara Lanud Ranai untuk operasi pesawat-pesawat seperti Sukhoi. "Perlu persiapan dulu mulai dari suplai listrik, ground pendaratan yang standar sesuai lebar dan panjang landasannya," ujarnya.

batampos.co.id

Selasa, 18 Maret 2014

PT Dahana Kembangkan Bom Fuse Untuk Jet Tempur Sukhoi TNI AU

Kebutuhan 1.500 unit bom fuse untuk armada jet tempur Sukhoi TNI AU akan disediakan oleh PT Dahana. Selain bom fuse, BUMN yang bergerak dalam bidang produksi bahan peledak ini juga sedang mengembangkan jenis rudal penangkis serang udara yang rencananya akan digunakan oleh Sistem Pertahanan Udara Nasional. Unruk proyek tersebut, PT Dahana bekerjasama dengan pihak TNI dan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional).

Jet Tempur Sukhoi TNI AU. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
BUMN Ini jadi Penyuplai Amunisi Pesawat Tempur Sukhoi milik TNI.

BUMN pembuat amunisi, PT Dahana (Persero), sedang mengembangkan bahan peledak bagi pesawat sukhoi TNI AU. Perseroan menargetkan bisa memproduksi 1.500 bom fuse untuk pesawat Sukhoi milik TNI Angkatan Udara. "Iya kami sedang mengembangkan bom untuk Sukhoi. Jumlahnya sekitar 1500," ujar Juli Jajuli, Humas PT Dahana di Gedung BUMN Jakarta, (14/3/2014).

Menuru Juli, PT Dahana sudah mengisi bom-bom tersebut dengan bahan peledak, dan bisa menambah persenjataan Sukhoi. Setiap pesawat Sukhoi bisa membawa sampai 40 bom fuse. Selain bom untuk Sukhoi, PT Dahana juga mengembangkan Rudal Penangkis Serangan Udara (PSU) yang akan digunakan dalam Sistem Pertahanan Udara Nasional (Sishanudnas). Pengembangan tersebut bekerjasama dengan TNI dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Rencananya, PT dahana akan membuat 1.000 composite bahan peledak rudal. "Target kita 1.000 composite untuk PSU, jarak jangkaunnya mencapai 24 sampai 45 kilometer," katanya.

Namun hingga kini anggaran mengenai Bom Fuse Sukhoi belum ada. PT Dahana hanya mengikuti instruksi mengenai pengembangan bahan peledak bagi TNI.

PT Dahana merupakan perusahan BUMN yang bergerak dibidang industri bahan peledak. Sejak berdirinya tahun 1975, Dahana merupakan pemegang hak industri peledak. Perseroan sempat kolaps pada tahun 1997-1998 karena krisis ekonomi. Setelah reformasi, keran industri bahan peledak kembali dibuka. Dahana melakukan perbaikan sejak 2002 dan mulai memperlihatkan hasil sejak 2006.

Perkembangan Dahana terus berkembang, tahun 2008 dahana memulai ekspor hasil produksinya keberbagai negara yaitu Australia, Malaysia, Filipina, Myanmar dan negara-negara di Timur Tengah.

bisniskeuangan.kompas.com