Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label helikopter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label helikopter. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Maret 2014

TNI AL Berencana Aktifkan Skuadron Helikopter Pemburu Kapal Selam

Skuadron helikopter anti kapal selam (AKS) sudah sejak era 1990an tidak lagi dimiliki oleh TNI AL. Keberadaan skuadron helikopter pemburu kapal selam selam ini sangat penting mengingat fungsi utamanya sebagai mata dan telinga sebuah kapal perang. Pihak TNI AL berhasrat bisa memiliki dan mengoperasikan armada heliikopter jenis ini mengingat tugas penjagaan dan pengamanan kawasan laut Indonesia yang memiliki luas 5.8 juta kilometer persegi bukanlah tugas yang mudah untuk dilaksanakan. Tugas pengamanan perairan negara ini sangat membutuhkan sarana yang memadai.

AW159 Wildcat. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Heli AKS, Alutsista Strategis yang Terganjal Anggaran.

Dalam gelaran dan demo alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL yang disaksikan Presiden SBY Rabu 12 Maret 2014, para personel TNI AL menggelar aksi peperangan anti kapal selam oleh Kapal Republik Indonesia (KRI), yang juga disebut-sebut menggunakan bantuan helikopter anti-kapal selam (AKS). Saat simulasi peperangan itu, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) menggunakan Helikopter Panther buatan Eurocopter. TNI AL sendiri sudah tak memiliki Helikopter AKS sejak era 90-an hingga kini. "Kita sudah tidak punya (Helikopter AKS). Terakhir kita punya jenis Wasp, kalau nggak salah terakhir sekitar tahun 90-an," tulis PS KSBS Puspenerbal, Lettu Heri Wahyudi, Jakarta, Kamis (13/3/2014).

Pada era 60-an, TNI Angkatan Laut (AL) berjaya memiliki senjata pemburu kapal selam seperti MI-4 buatan Mil OKB, Uni Soviet (sekarang Russia) dan Westland Wasp HAS MK.1 buatan Inggris. Saat itu 2 helikopter ini ditempatkan di Skuadron 100 Anti-Kapal Selam.

Dihubungi secara terpisah, Kadispen TNI AL Laksmana Pertama Untung Suropati mengatakan, Helikopter AKS ini sangat penting karena fungsinya sebagai mata dan telinga kapal perang dalam menjaga maritim negara. TNI AL pun berencana mengaktifkan kembali Skuadron 100. "Karena apapun kita ini negara maritim yang begitu luas. Laut kita bayangin aja 5.8 juta kilometer, ini bukan pekerjaan mudah untuk angkatan laut, untuk mengawal sekaligus melindungi lautnya. Padahal filosofi kita khususnya pesawat udara dalam hal ini helikopter AKS sebagai kepanjangan mata dan telinga dari KRI. Dengan kehadiran Skuadron 100 sangat vital sekali bahkan mutlak," ungkap Untung.

Dalam rencana Pembangunan Minimum Essential Force (MEF), Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menargetkan 11 Helikopter AKS. Berbagai tipe helikopter telah dilirik Kemenhan ini seperti AW 159 buatan Lynx Wildcat Inggris dan AS-565 Panther Eurocopter. Kepala Staff Angkatan Laut, Laksamana Marsetio menargetkan Oktober 2014 sudah bisa dipamerkan. "Kami harapkan helikopter anti kapal selam tersebut sudah bisa menjadi kebanggan pada saat peringatan hari jadi TNI tahun 2014," kata Marsetio di Sidoarjo 22 Februari 2013.

Sayangnya, saat ini pengadaannya terkendala masalah anggaran. Mahalnya peralatan dan persenjataan helikopter AKS masih menjadi pembicaraan penting para pengambil keputusan. "Problemnya sekarang karena terbentur anggaran sehingga kita harus menganut pada skala prioritas. Kemarin pembahasan kontrak sudah cukup bulat, hanya untuk spesifikasi teknologi AKS ini kan sangat mahal dengan equipment dan persenjataannya. Itu konsekuensi costnya mungkin lebih dari 2 kali lipat. Kebutuhan end user agar misi ini bisa terlaksana dengan sempurna dengan anggaran yang tersedia atau kemampuan anggaran yang ada. Intiya kalau nanti tercapai atau sepakat maka kontrak pengadaan) itu saya kira tidak lama lagi," jelas Untung.

Di era modern, helikopter AKS sangat penting sebagai arsenal pendukung membantu kapal perang jika sewaktu-waktu terjadi perang. Kehadiran Helikopter AKS bisa membuat efek detterent bagi kapal-kapal selam asing yang ingin menerobos kedaulatan. Negara-negara tetangga Indonesia pun telah melengkapi helikopter AKS di kapal perangnya seperti Singapura menggunakan Sikorsky S-70B Seahawk, Australia Sikorsky MH-60R dan Malaysia dengan Super Lynx.

news.liputan6.com

Rabu, 06 Maret 2013

Mil Mi-17 Hip, Helikopter Angkut Militer Kelas Menengah Buatan Rusia

Helikopter militer Mil Mi-17 Hip (juga dikenal sebagai seri Mi-8M dalam kedinasan militer Rusia) adalah helikopter angkut kelas menengah rancangan Rusia. Saat ini helikopter Mil Mi-17 diproduksi di dua pabrik, yaitu di Kazan dan Ulan-Ude. Helikopter ini adalah pengembangan dari Mil Mi-8 yang menjadi andalan Pakta Warsawa semasa Perang Dingin. Indonesia juga mempunyai beberapa Mil Mi-17 yang dioperasikan oleh TNI-AD.

Mil Mi-17 Hip (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Mil Mi-17 Hip (Gambar 1).

Mil Mi-17 Hip (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

Mil Mi-17 Hip (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

Mil Mi-17 Hip (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

Mil Mi-17 Hip (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
Dikembangkan dari rangka dasar Mi-8, Mi-17 dipasangi dengan mesin TV3-117MT yang lebih besar, rotor, dan transmisi yang dikembangkan untuk Mi-14, bersama dengan pengembangan badan pesawat untuk muatan lebih berat. Pilihan mesin untuk kondisi "panas dan tinggi" adalah mesin Isotov TV3-117VM berdaya 1545kW (2070 shp). Ekspor baru-baru ini ke China dan Venezuela untuk penggunaan di pegunungan tinggi dilengkapi dengan mesin baru versi VK-2500 dan kontrol FADEC.

Penamaan Mi-17 adalah untuk versi ekspor; Angkatan Bersenjata Rusia menyebut helikopter ini dengan nama Mi-8MT.

Produsen : Kazan Helicopter Plant (Russia)
Type : Helikopter militer serba guna
Penerbangan perdana : 1970
Publikasi perdana : 1970

Spesifikasi Helikopter Mil Mi-17 Hip

Karakteristik Umum :
  • Crew: 3; 2 orang pilot dan 1 orang teknisi
  • Kapasitas angkut: 4.000 kg kargo internal atau 5.000 kg kargo eksternal
  • Panjang: 18.465 m
  • Diameter Rotor: 21.25 m
  • Tinggi: 4.76 m
  • Luas Disc area: 356 m²
  • Berat kosong: 7.489 kg
  • Berat angkut: 11.100 kg
  • Berat maksimum lepas landas: 13.000 kg
  • Mesin penggerak utama: 2 Unit Klimov TV3-117VM turboshafts, masing-masing 1.633 kW (2.190 shp)
Kinerja :
  • Kecepatan maksimum: 250 km/h (135 knots, 155 mph)
  • Jarak jangkau: 465 km (251 nmi, 289 mi)
  • Service ceiling: 6.000 m
  • Kecepatan panjat: 8 m/detik
Persenjataan :
  • Daya angkut 1.500 kg persenjataan termasuk bom, roket, dan misil pada 6 cantelan persenjataan eksternal.
Wikipedia.org

Video helikopter Mil Mi-17 Hip :
Video manuver terbang helikopter militer Mil Mi-17 Hip.