Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rusia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Februari 2016

Penandatanganan Kontrak Pembelian Jet Tempur Su-35 Akan Dilakukan Di Rusia

Kontrak pembelian jet tempur Sukhoi Su-35 Flanker-E buatan Rusia oleh Indonesia rencanannya akan ditandatangani Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu di Rusia. Jika tidak ada perubahan, rencana tersebut akan terlaksana bulan depan.

Sukhoi Su-35 Flanker-E. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Sukhoi Su-35 Flanker-E.
Menhan Akan ke Rusia, Teken Pembelian Jet Tempur Sukhoi Su-35.

Ada isyarat dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu bahwa Indonesia memastikan akan membeli jet tempur Su-35 buatan Rusia untuk menggantikan skuadron F-5 Tiger TNI Angkatan Udara yang uzur. Ryamizard mengatakan penandatanganan kontrak pembelian Su-35 akan dilakukan di Rusia, negara asal jet tempur itu, dalam waktu dekat. "Nanti (teken kontrak) di Rusia. Saya kan mau ke Rusia. Ada undangan untuk seminar sekalian di sana," kata Ryamizard. Ia menyatakan proses pengadaan Su-35 terus berjalan.

Jika tak ada perubahan, Ryamizard terbang ke Rusia bulan depan, Maret. Ada delapan Sukhoi Su-35 yang akan dibeli pemerintah Indonesia. Harga satu unit diperkirakan US$65 juta atau sekitar Rp951 miliar. Soal pembiayaan pesawat supermahal itu, beberapa waktu lalu Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto berujar, "Pembayaran dilakukan oleh pemerintah, tepatnya Kementerian Pertahanan. Mau dibayar tunai atau dicicil, terserah. Pokoknya dibayar sampai satu skuadron terpenuhi."

Soal kenapa pemerintah Indonesia memilih Sukhoi sedangkan ada pula tawaran dari Lockheed Martin Amerika Serikat yang menyodorkan F-16 Viper dan Saab Swedia yang menyodorkan paket hemat jet tempur Gripen, Ryamizard berkata, "F-16 sudah banyak, ada 30-an."

Sukhoi Su-35 diincar TNI AU sejak lama. "Mimpi semua prajurit AU ialah punya pesawat tempur tercanggih saat ini," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, akhir 2015.

Sukhoi mengklasifikasikan jet baru mereka itu sebagai pesawat generasi keempat++ dengan kecanggihan teknologi nyaris setara dengan pesawat siluman generasi kelima buatan AS, F-22 Raptor.

"Kami (TNI AU) beli pesawat tergantung uang pemerintah, tapi kami punya pilihan. Kalau boleh, ya beli Su-35. Kami punya Su-27, Su-30. Konsep beli pesawat itu harus baru, lengkap, dan satu tingkat di atas yang sudah ada, sehingga peralatannya lebih modern," kata Dwi kepada CNNIndonesia.com.

Pembelian dengan teknologi lebih mutakhir diklaim Dwi juga untuk meningkatkan profesionalisme para penerbang. "Kalau beli yang sama, tidak ada peningkatan," kata mantan Asisten Deputi Koordinator Strategi Politik Luar Negeri Kementerian Politik Hukum dan Keamanan itu.

Jika anggaran negara cukup, ujar Dwi, beli sekalian enam sampai delapan Sukhoi. "Kalau bisa satu skuadron Su-35. Kalau punya itu, kami tenang jaga kedaulatan udara RI." Delapan unit itulah yang direncanakan dibeli oleh Menhan.

Pemilihan Su-35, imbuh Dwi, bukan tanpa alasan. "Kami diuntungkan pernah melaksanakan pemeliharaan pesawat sejenis, dari Su-27, Su-30. Ini kan satu rumpun."

TNI AU sesungguhnya juga mempertimbangkan F-16 Viper. "(Bisa) F-16 tapi yang sudah Blok 70 sehingga peralatannya lebih modern. Jadi kalau F-16 yang Blok 70, kalau Sukhoi yang Su-35," ujar Dwi.

Dwi berharap pesawat baru tersebut bisa secepatnya datang karena F-5 TNI AU sudah waktunya pensiun. Armada F-5 Tiger itu sudah beroperasi sejak tahun 1980-an. "Harus ada penggantinya. Kami tunggu pemerintah, tapi kami harapkan di program rencana strategi 2015-2019 ini, pesawat-pesawat baru sudah berdatangan," kata Dwi.

Pekan lalu, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev dalam pertemuannya dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjdaitan di Kantor Kemenkopohukam, Jakarta, menawarkan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) produksi negaranya kepada Indonesia. Selain Su-35, kapal selam dan helikopter Mil Mi-17 juga disodorkan Negeri Beruang Merah.

Luhut berkata pada delegasi Rusia bahwa jual beli alutsista antardua negara harus disertai transfer teknologi. Ia menyerahkan soal pembelian alutsista tersebut kepada Ryamizard selaku Menteri Pertahanan RI.

www.cnnindonesia.com

Kamis, 03 September 2015

Kontrak Pembelian Su-35 Diteken Bulan September 2015

Kontrak pengadaan jet tempur Sukhoi Su-35 Flanker-E dijadwalkan ditanda-tangani pada September 2015. Indonesia akan membeli pesawat tempur buatan Rusia ini sebanyak sekitar 1 skuadron atau 16 unit jet tempur Sukhoi Su-35 Flanker-E. Armada baru penempur udara ini dipersiapkan untuk menggantikan pesawat F-5 Tiger milik TNI AU yang akan segera dipensiunkan.

Sukhoi Su-35 Flanker-E. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Sukhoi Su-35 Flanker-E.
Kemhan Akan Ganti F-5 dengan Sukhoi Su-35.

Kementerian Pertahanan telah memutuskan akan mengganti satu skuadron atau 16 unit pesawat F-5 Tiger milik TNI Angkatan Udara yang akan memasuki masa pensiunnya dengan pesawat tempur Sukhoi Su-35 Flanker-E dari Rusia. "Kita sepakat (Panglima TNI dan KSAU) akan membeli satu skuadron Sukhoi Su-35 dari Rusia untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger," kata Menhan Ryamizard Ryacudu usai sidak persenjataan milik TNI Angkatan Darat di tiga kesatuan, yakni Kopassus, Yonkav 1/1 Kostrad, dan Yonif Mekanis 201 Jaya Yudha, di Jakarta, Rabu (2/9/2015).

Pertimbangannya Kementerian Pertahanan memilih Sukhoi Su-35 sebagai pengganti F-5 Tiger, kata dia, karena penerbang TNI Angkatan Udara sudah terbiasa menggunakan Sukhoi. "Sekarang kita memiliki pesawat tempur dari Amerika (F-16), Tiongkok, dan Rusia. Kita bukan negara yang blok-blokan," katanya.

Pembelian pesawat Sukhoi Su-35 itu akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan negara. "Kita ingin membeli satu skuadron, tetapi disesuaikan kemampuan pemerintah," kata Ryamizard.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini mengatakan bahwa pada bulan September 2015 akan ada penandatanganan pembelian Sukhoi Su-35 dengan pihak Rusia.

Di tempat yang sama, Dirjen Perencanaan Pertahanan Kemhan Marsekal Muda TNI M. Syaugi mengatakan bahwa pembelian pesawat Sukhoi Su-35 yang baru melalui alih teknologi atau transfer of technology (ToT) dengan pihak Rusia. "Ini sesuai dengan aturan yang ada bahwa kalau kita ingin membeli alutsista harus ada ToT. Semua itu disesuaikan dengan kemampuan. Jadi, berapa kemampuan anggaran kan tidak mungkin kita minta satu unit terus minta TOT bikinnya gimana, jadi disesuaikan dengan uang yang ada," kata Syaugi.

Ia mengatakan, "Pembelian pesawat tempur canggih itu akan lengkap dengan senjatanya. Lebih baik sedikit ketimbang banyak, tetapi kosongan." Kemhan menginginkan agar pembelian pesawat itu sebanyak 16 unit. Akan tetapi, disesuaikan dengan keputusan pemerintah. "Kita ini kan belum diputuskan uangnya berapa. Kita sudah pingin beli itu cepat-cepat. Penetapan dari Bappenas itu belum keluar. Mungkin dihitung-hitung dahulu dolarnya berapa. Berapa ini mampunya negara, ini kan dari pinjaman luar negeri," kata Syaugi.

www.beritasatu.com

Sabtu, 14 Maret 2015

Akhirnya Indonesia Pilih Sukhoi Su-35 Untuk Gantikan F-5 Tiger

Akhirnya jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia dipilih untuk menggantikan armada pesawat tempur F-5 Tiger yang sudah uzur yang selama ini dioperasikan Skuadron Udara 14 yang bermarkas di Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahjudi. Pesawat tempur bermesin jet Su-35 kerap disebut sebagai Super Flanker karena merupakan varian jet tempur terkuat dari seri Flanker yang diproduksi oleh negara Rusia. Berdasarkan teknologi yang diusungnya, jet tempur ini masuk dalam jenis pesawat tempur generasi 4,5 atau 4++.

Sukhoi Su-35 Flanker E. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Sukhoi Su-35 Flanker E.
Kemhan-DPR Sepakat Beli Sukhoi Su-35.

Keinginan Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki pesawat tempur generasi terbaru mulai terwujud. Setelah melewati pembahasan panjang, Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI akhirnya sepakat memilih pesawat tempur generasi 4,5 Sukhoi Su-35. Pesawat buatan Rusia itu akan menggantikan pesawat F-5 Tiger yang sudah tidak laik terbang. Rencana pengadaan ini sudah mendapat lampu hijau DPR. Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengungkapkan, rencana pembelian Su-35 sudah dibahas lama. Kesepakatan tercapai melalui proses yang cukup memakan waktu. Diawali dengan pembicaraan antara pemerintah Indonesia dengan Rusia, kemudian antara kementerian pertahanan kedua negara. "Setelah itu pelakunya apakah G to G dan seterusnya (dibahas) cukup panjang," kata Panglima seusai mengikuti kegiatan TNI Mendengar di Aula Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (12/3/2015).

Kapuspen TNI Mayjen TNI Fuad Basya memaparkan, pesawat tempur Su-35 menjadi pilihan untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU. "Di TNI itu ada proses namanya Dewan Penentu dan Pengadaan (Wantuada) yang berada di angkatan, kemudian ada Dewan Kebijakan Penentuan Alut dan Alutsista (Wanjaktu) di Mabes TNI. Hasil Wantuada itu dikombinasikan ke Mabes TNI menjadi Wanjaktu agar menjadi interoperabilitas," ujarnya.

Hasil Wanjaktu, sambung Fuad, sama seperti yang disampaikan Panglima TNI bahwa TNI sepakat memilih pesawat Su-35. Selanjutnya, Kemhan yang akan menjalankan proses administrasinya. "Proses itu (pengadaan) tinggal Menhan. Cepat lambatnya tergantung Menhan, sebab proses administrasinya di mereka. Kita inginnya secepat mungkin karena F- 5 sudah harus diganti," kata dia.

Saat disinggung berapa jumlah pesawat tempur Su-35 yang akan diadakan pada tahap pertama, Fuad mengaku belum bisa menyebutkan secara detail. "Yang jelas kita akan ganti secara bertahap dan itu sampai 2024 berakhirnya minimum essential force (MEF) semua itu sudah hadir," tegasnya.

Su-35 merupakan pesawat tempur terkuat buatan Negeri Beruang Merah. Pesawat bermesin ganda ini dianggap sebagai pesawat generasi kelima karena kelebihan yang dimilikinya. Bagaimana tidak, pesawat turunan dari Su-27 ini mampu melakukan manuver yang tidak bisa dilakukan pesawat tempur lainnya, yakni berhenti seketika diudara, mampu terbang cepat di ketinggian, dan bisa membawa banyak rudal ke udara.

Su-35 juga bisa melesat hingga 2.390 km/jam dan mampu menempuh jarak hingga 4.500 km. Pengamat militer Mufti Makarim menilai, sebagai negara kepulauan, Indonesia butuh fondasi yang kuat utamanya di udara dan laut. Sebab serangan datang melalui kedua jalur tersebut. Karena itu, rancang bangun pertahanan harus terpadu. "Saya setuju dengan adanya peningkatan kekuatan untuk operasi udara dan laut karena itu adalah kebutuhan riil," ujarnya.

Namun hal yang perlu dipertanyakan adalah ketepatan alat itu. Apakah penggunaannya bisa terintegrasi dengan sistem yang ada sehingga menjadi operasi pertahanan yang terpadu. Kemudian dari segi anggaran. Apakah pembelian itu sudah diperhitungkan dengan matang. "Lalu bagaimana sistem pembayaran utangnya, jangan sampai membebani negara. Sebab pengadaan pesawat itu tidak murah," ucapnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya membenarkan bahwa pesawat tempur Su-35 sudah masuk dalam rencana pembelian. Politikus Partai Golkar ini menyebutkan, jumlah pesawat yang dibeli sebanyak 16 unit atau satu skuadron berikut dengan persenjataannya. Saat disinggung soal anggaran yang dihabiskan untuk membeli pesawat tersebut, Tantowi mengaku tidak hafal. Namun pesawat tersebut akan tiba ke Indonesia secara bertahap. "Anggarannya beda dengan pembelian sebelumnya, tapi saya lupa berapa, tapi apa yang disampaikan Panglima TNI dan Menhan itu benar," tegasnya.

www.koran-sindo.com

Selasa, 20 Januari 2015

Rusia Ingin Indonesia Jadi Beli Jet Tempur Sukhoi Su-35

Pihak Rusia berharap pengadaan armada jet tempur Sukhoi Su-35 Flanker E untuk kebutuhan TNI AU bisa direalisasikan oleh pemerintah Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin. Sebelumnya Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sudah pernah menyampaikan minatnya untuk membeli jet tempur Sukhoi Su-35 Flanker E buatan Rusia tersebut guna menggantikan armada pesawat F-5E/F Tiger II yang sudah uzur dan akan dipensiunkan.

Sukhoi Su-35 Flanker E. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Sukhoi Su-35 Flanker E.
Rusia Harap Sukhoi Su-35 Lengkapi Armada Pesawat Tempur Indonesia.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin mengatakan, Rusia berharap Indonesia menyetujui pembelian pesawat tempur jenis Sukhoi Su-35 untuk memperkuat pertahanan udara dalam negeri. "Kami berharap kesepakatan pembelian Su-35 bisa terjadi. Kerja sama militer antara kedua negara sudah berlangsung sejak lama dan kami ingin bisa terus berlanjut," ujar Galuzin di kediaman Duta Besar Rusia, Jakarta, Senin (19/1/2015).

Dia menambahkan, Rusia selalu siap jika memang nantinya Indonesia sepakat untuk membeli Su-35 demi menambah unit pesawat tempurnya. Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Moeldoko tertarik mendatangkan pesawat tempur Sukhoi Su-35 untuk peremajaan armada tempur. Selain Sukhoi, Moeldoko juga mempertimbangkan JAS-39 Gripen (dari Swedia) dan F-16 Block 52+ Fighting Falcon (dari Amerika Serikat).

Kebutuhan akan pesawat-pesawat ini disebabkan pesawat F-5E/F Tiger II yang sekarang tergabung di Skuadron Udara 14 harus "pensiun" karena usia. Moeldoko sendiri mengatakan bahwa selain faktor teknis, faktor politik juga menentukan dalam memutuskan pembelian pesawat tempur tersebut.

Su-35 sendiri merupakan pesawat tempur generasi 4,5 buatan Komsomolsk-on-Amur Aircraft Production Association. Jika pembelian jadi dilakukan, Su-35 akan melengkapi jajaran Sukhoi yang sudah dimiliki TNI sebelumnya. Jenis Sukhoi yang sudah dioperasikan oleh TNI AU adalah Su-27 dan Su-30. Su-27 masuk dalam Skuadron Udara 11 yang berpangkalan di Pangkalan Udara Utama Hasanuddin, Makassar.

Sementara itu, menurut Galuzin, Pemerintah Rusia menganggap Indonesia adalah negara penting untuk kerja sama pengembangan ekonomi dan militer. "Rusia melihat masih banyak bentuk kerja sama yang bisa dilakukan dengan Indonesia, seperti di bidang konstruksi, militer. Bahkan, jika Indonesia berkenan, kami juga siap membantu pengembangan energi nuklir untuk tujuan damai," ujar Galuzin.

Pada 2015, Indonesia dan Rusia akan melanjutkan proses kerja sama beberapa proyek, seperti proyek rel kereta api sepanjang 203 kilometer di Kalimantan Timur dan proyek pembangunan pabrik pengolahan bauksit menjadi alumina di Kalimantan Barat.

nasional.kompas.com

Jumat, 26 Desember 2014

Jet Amfibi BE 200 Bakal Kawal Kedaulatan Laut NKRI

Pesawat jet amfibi BE 200 atau yang punya nama lengkap Beriev Be-200 Altair telah diusulkan untuk dibeli guna ditugaskan memberantas praktik illegal fishing di perairan Indonesia. Beriev Be-200 Altair adalah pesawat bermesin jet yang mampu lepas landas dan mendarat di atas permukaan perairan seperti di laut dan danau. Pesawat ini dibuat oleh negara Rusia.

Beriev Be-200 Altair. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Beriev Be-200 Altair.
TNI Akan Beli Pesawat Jet Amfibi untuk Berantas Illegal Fishing.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Ida Bagus Putu Dunia mengatakan TNI akan membeli pesawat jet amfibi, dalam rangka memaksimalkan upaya pemberantasan praktik illegal fishing di perairan Indonesia. Jet Amfibi tersebut akan berfungsi dalam aktivitas TNI menjalankan patroli laut maupun patroli udara. "Salah satu jenis pesawat Jet Amfibi tersebut yakni BE 200," ujar Ida Bagus, dalam jumpa pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (22/12/2014).

Ida Bagus menuturkan, rencana pembelian jet amfibi tersebut diutarakan pada saat Presiden Joko Widodo melakukan blusukan ke wilayah perbatasan Indonesia, tepatnya di Wilayah Kalimantan Timur. Saat itu Jokowi melihat tentang aktivitas patroli darat maupun patroli laut dari TNI dalam menjaga wilayah perairan Indonesia. Kemudian,kata Ida Bagus, TNI menawarkan solusi kepada Jokowi untuk membeli jet amfibi. "Kami sampaikan solusi dalam hal pelaksanaan penindakan dan pencurian ikan di wilayah laut, berupa pesawat amfibi yang bisa mendarat di laut dengan karakteristik mampu di gelombang yang tinggi," ucap Ida Bagus.

Ida Bagus menerangkan, dengan kemampuannya yang bisa mendarat di permukaan laut, jet amfibi tersebut mampu menahan para pencuri ikan agar tidak melarikan diri. Jet tersebut juga mampu membawa tim untuk melakukan pengamanan laut. Ida mengatakan Jokowi menyetujui usul tersebut. "Dan waktu itu beliau (Jokowi) setuju dengan ide itu," kata Ida Bagus.

Jet Amfibi tersebut merupakan jet asal Rusia. Jet tersebut biasanya digunakan untuk melakukan pemadaman hutan karena mampu mengangkut bom air. Selain itu, jet tersebut juga digunakan oleh tim Sar untuk kegiatan penanganan bencana maupun pencarian orang.

nasional.kompas.com

Jumat, 10 Oktober 2014

Liana, Teknologi Satelit Pengintai Terbaru Angkatan Laut Rusia

Liana adalah sistem pengintai buatan Rusia yang terdiri dari 4 satelit pada ketinggian 1.000 km di atas permukaan bumi. Sistem satelit pengintai ini dioperasikan Angkatan Laut Rusia untuk memantau adanya pergerakan obyek musuh baik yang berada di darat, laut, maupun udara. Selain melengkapi sistem deteksi pada kapal-kapal perang, sistem Liana juga akan digunakan pada sistem pertahanan pinggir pantai yang menggunakan persenjataan rudal.

Armada Kapal Perang Rusia. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Armada Kapal Perang Rusia.
Sistem Pengintai Luar Angkasa Liana, Teknologi Baru Angkatan Laut Rusia.

Kapal-kapal Angkatan Laut Rusia tak lama lagi akan diperkuat oleh sebuah kompleks pengintai modern yang terintegrasi dalam mendapatkan informasi intelijen, yakni sistem penyiaran luar angkasa multifungsi Liana. Hal tersebut disampaikan oleh seorang narasumber dari dunia industri militer pada RIA Novosti. Selain memperkuat kapal perang Angkatan Laut, Liana rencananya juga dirancang untuk melayani sistem pertahanan pinggir pantai yang memiliki persenjataan roket.

Berdasarkan informasi dari narasumber, Liana adalah sistem yang terdiri dari empat satelit radar pengintai dan berada di ketinggian sekitar seribu kilometer di atas permukaan bumi. Keempat satelit ini akan terus memantau kehadiran dan pergerakan obyek musuh di darat, udara, dan laut.

Sang narasumber menjelaskan pada RIA Novosti bahwa belum lama ini di Armada Utara Rusia telah berhasil melakukan uji coba penggunaan kompleks pengintai untuk obyek perairan yang pertama pada salah satu kapal perang milik armada tersebut. Informasi pergerakan dan lokasi obyek perairan tersebut didapat dari sistem penyiar Liana. Menurut sang narasumber, dalam waktu dekat kompleks pengintai ini akan digunakan dalam kekuatan Angkatan Laut Rusia.

Ia pun menerangkan, selain dikembangkan khusus untuk kapal-kapal perang milik Angkatan Laut Rusia yang memiliki persenjataan rudal jarak jauh, kompleks ini juga akan digunakan untuk memperkuat sistem pertahanan pinggir pantai yang menggunakan persenjataan rudal.

Sistem penyiar luar angkasa multifungsi Liana yang dirancang untuk menemukan obyek bergerak di perairan secara real-time telah digunakan oleh Angkatan Laut Rusia sejak 2009 lalu. "Kompleks kapal penerima informasi dari sistem penyiar Liana yang diciptakan sebelumnya membutuhkan modernisasi untuk menjamin keberhasilan proses integrasi, dan itu telah dilakukan," kata sang narasumber.

Adapun dukungan teknis aktif pada uji coba kompleks pengintai di perairan yang pertama telah diberikan oleh para tenaga ahli dari biro konstruksi Rubin dan pusat penelitian Zavod Leninets, bagian dari perusahaan pemerintah Rostech. Narasumber tersebut menyebutkan bahwa kompleks pengintai tersebut akan menggantikan sistem lama buatan Uni Soviet, Legenda, yakni sistem satelit pengintai dan pelacak di luar angkasa dan perairan.

rbth.com

Kamis, 04 September 2014

Ilyushin Il-38, Pesawat Penghancur Kapal Selam Buatan Rusia

Ilyushin Il-38 adalah pesawat terbang patroli maritim yang juga berfungsi sebagai pesawat anti-kapal selam (ASW: Anti-submarine Warfare) yang dirancang oleh perusahaan Ilyushin Aviation Complex yang berbasis di Rusia. Desain pesawat Ilyushin Il-38 ini berasal dari pesawat angkut turboprop Ilyushin Il-18. Il-38 dapat digunakan dalam misi pengawasan, pencarian dan penyelamatan, pengintaian maritim dan operasi perang anti-kapal selam. Pesawat ini dapat mendeteksi dan mencegat kapal permukaan dan kapal selam.
Prototipe aerodinamis pertama dari Ilyushin Il-38 menyelesaikan penerbangan perdananya pada bulan September 1961 Pesawat ini saat ini dalam pelayanan dengan Angkatan Laut Rusia dan Angkatan Laut India. Angkatan Laut Rusia upgrade pesawat untuk memperpanjang hidup layanan untuk tahun 2015 Angkatan Laut India menempatkan kontrak upgrade untuk lima pesawat pada tahun 2001 Program ini akan memperpanjang umur operasional pesawat sampai 15 tahun. Dua pesawat upgrade disampaikan pada Januari 2006 dan ketiga disampaikan pada tahun 2008 Masalah operasional dengan avionik baru dan sistem peperangan elektronik yang disebabkan keterlambatan pengiriman pesawat lebih lanjut. Pesawat terakhir disampaikan pada bulan Februari 2010 upgrade Il-38 dari Angkatan Laut Rusia dan Angkatan Laut India The ditetapkan sebagai Il-38N dan Il-38SD masing-masing. Anti-sub sistem pesawat digantikan dengan sistem yang modern dan kompak yang dikenal sebagai Novella (nama ekspor: Sea Dragon). Sistem ini terdiri dari beberapa sub sistem, termasuk perang anti-kapal selam, pencarian dan penyelamatan dan pemantauan lingkungan, sebuah tindakan dukungan elektronik, sistem pengawasan laut, dan daratan Bumi. Sistem full digital baru terdiri dari radar resolusi tinggi, layar, subsistem thermal imaging, sensor inframerah, magnetometer dan intelijen elektronik (ELINT) sistem. Ilyushin Il-38 desain pesawat. Desain Ilyushin Il-38 didasarkan pada pesawat Il-18. Panjang badan pesawat meningkat sebesar 4m dan sayap yang bergerak maju. Ekor memiliki detektor anomali magnetik (MAD) dan radar pencarian di bawah badan pesawat ke depan. Pesawat ini dilengkapi dengan dua teluk senjata internal, satu depan dan satu lagi di belakang sayap. Pemain depan senjata bay rumah sonobuoys dan di belakang salah satu rumah senjata. Il-38 ASW kokpit. Kokpit kaca parsial menampung pilot, co-pilot, insinyur penerbangan dan kru operasional, termasuk koordinator taktis, operator sensor, operator MAD dan pengamat. Ilyushin Il-38 avionik. Il-38 avionik suite mencakup radar, inframerah (FLIR) menara ke depan di bawah hidung dan sistem ELINT. Sistem ini dipasang pada struts di atas pesawat maju. Avionik upgrade dan perang Suite elektronik memiliki sintetik-aperture radar / inverse-sintetik-aperture radar baru (SAR / ISAR), pencarian dan menyerang radar, resolusi tinggi FLIR sensor, kamera televisi cahaya rendah, sebuah elektronik baru sistem tindakan dukungan, sebuah sonobuoys MAD dan aktif dan pasif. Sensor Suite dapat mendeteksi target udara pada jarak hingga 90km dan laut target akan di 320km, dan sekaligus melacak hingga 32 target. Pesawat ini dilengkapi dengan dua teluk internal senjata di sisi depan dan ke belakang sayap untuk membawa rudal, torpedo, FAB 250 bom jatuh bebas dan biaya kedalaman. Pesawat telah dipasang untuk membawa Sea Eagle rudal anti-kapal. Rudal dapat mencapai target bergerak di kisaran 110km. Hal ini juga dilengkapi dengan R-73RDM2 jarak pendek udara-ke-udara rudal. Pesawat ini juga dilengkapi dengan sistem komunikasi radio dan sistem penanggulangan elektronik. Pesawat Angkatan Laut India dapat dipersenjatai dengan BrahMos-pesawat meluncurkan rudal jelajah supersonik. BrahMos dikembangkan bersama oleh Research Pertahanan dan Pengembangan Organisasi (DRDO) India dan NPO Mashinostroyenia Rusia. Ia memiliki kecepatan Mach 2,8 dan dapat mencapai target dalam kisaran 290km. Mesin Ivchenko Al-20M. Pesawat ini didukung oleh empat Ivchenko Al-20M mesin tunggal turboprop poros penggerak empat baling-baling berbilah empat. Mesin memberikan output daya 3,125kW. Ilyushin Il-38 kinerja pesawat. The Ilyushin Il-38 bisa terbang pada kecepatan maksimum 650 km dari / jam. Ini memiliki berbagai 9,500km dan layanan langit-langit 10.000. Pesawat ini bisa memanjat pada tingkat 320m per menit. Berat maksimum take-off pesawat adalah 63,500kg.

Ilyushin Il-38 (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Ilyushin Il-38 (Gambar 1).

Ilyushin Il-38 (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

Ilyushin Il-38 (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

Ilyushin Il-38 (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

Ilyushin Il-38 (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
Pesawat Ilyushin Il-38, versi militer dari pesawat Il-1 yang terkenal, melakukan penerbangan perdananya pada 1961. Ketika itu, pesawat tersebut dilengkapi dengan sistem navigasi dan penargetan Berkut. Pesawat itu bertugas melakukan patroli di wilayah perairan dekat pantai Rusia untuk mendeteksi kapal selam musuh dan menghancurkannya dengan torpedo.

Militer Rusia menilai sistem Berkut tidak terlalu efektif, malah sistem tersebut lebih lemah dari sistem serupa asal AS, P-3C Orion. Kemampuan sistem Berkut sangat terbatas sehingga hanya mampu memerangi kapal selam. Sementara, P-3C Orion tidak hanya bisa melawan kapal selam, tetapi juga kapal permukaan serta melakukan patroli laut dan pengintaian radio. Sayangnya, sistem itu tak kunjung dimodifikasi secara komprehensif.

Kini, pesawat Ilyushin Il-38 telah dimodifikasi dan dilengkapi sistem tempur utama versi terbaru, sistem Novella. Menurut para perancang pesawat, sistem Novella mampu mendeteksi target udara pada jarak hingga 90 kilometer dan target permukaan pada jarak hingga 320 kilometer. Sistem ini dapat mengawasi 32 target secara bersamaan, baik di atas maupun di bawah permukaan air. Sistem ini digunakan untuk melakukan pengintaian kapal selam, kapal permukaan dan radar udara, serta menetapkan target. Sistem Novella menggabungkan komputer digital dengan stasiun kontrol untuk dua operator, yang masing-masing dilengkapi dengan LCD 13 inci dan sebuah stasiun komandan dengan monitor besar.

Analog Poseidon

Yuriy Yudin, CEO Ilyushin Design Bureau, menjelaskan bahwa semua unit terhubung satu sama lain melalui bus-bus khusus, yakni subsistem yang mentransfer data. "Solusi ini memungkinkan pengguna untuk mengintegrasikan peralatan apapun yang mereka inginkan," terang Yudin. Yudin juga mengaku mereka memiliki analog lengkap dari pesawat P-8 Poseidon AS yang modern.

Mayor Jenderal Aleksey Serdyuk, Komandan Pusat No. 859 untuk Penyebaran Tempur dan Pelatihan Ulang Pilot Penerbangan Angkatan Laut Rusia yakin bahwa pesawat ini akan meningkatkan potensi tempur komponen antikapal selam Angkatan Laut Rusia. “Kemampuan untuk mendeteksi musuh meningkat secara signifikan, karena jangkauan wilayah yang dipantau meningkat empat kali lipat dari model sebelumnya. Il-38 memiliki jangkauan 2.200 kilometer,” tutur Serdyuk. Ia juga menambahkan bahwa badan pesawat tersebut sungguh luar biasa, karena memungkinkan militer untuk melakukan operasi di zona maritim jauh dan dekat.

Kecepatan supersonik tidak diperlukan untuk mencari, mendeteksi, melacak, dan menghancurkan kapal selam modern. Pesawat ini dapat melakukan pengintaian dan berpatroli tanpa tergesa-gesa di dekat pantai. Bila perahu atau kelompok kapal dideteksi oleh alat lain milik Angkatan Laut, Il-38 akan berada di titik depan kekuatan utama dan akan mengejar atau bahkan menyerang target sendirian.

Nyawa Baru untuk Senjata Tua

Pesawat ini membawa senjata seberat sembilan ton yang terdiri dari torpedo, bom antikapal selam, ranjau laut, kontainer penyelamatan dan penanda laut (bom patokan laut OMAB-12D), serta rudal jelajah antikapal. Di bawah kontrak dengan Departemen Pertahanan Rusia, perusahaan Ilyushin sedang memodifikasi lima buah Il-38.

Modifikasi dan pembaharuan senjata lama kadang lebih efektif dibanding mengembangkan sistem senjata baru. Hal ini terutama karena kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk mereproduksi pesawat tertentu baik secara teknis maupun ekonomis, seperti kapal penjelajah proyek 1144. Membangun Il-38 baru dari awal adalah pekerjaan yang sangat merepotkan. Namun, dengan mengganti komponen elektronik dan kemampuan menyerang pada pesawat ini, produsen bisa menghemat uang sekaligus meningkatkan kemampuan tempur pesawat mapan yang telah terbukti kemampuannya.

Spesifikasi Pesawat Ilyushin Il-38 :
  • Crew : 7 - 8 Orang
  • Panjang : 40,185 m
  • Bentang Sayap : 37,4 m
  • Tinggi : 10,17 m
  • Luas Area Sayap : 140 m2
  • Berat Kosong : 35.500 kg
  • Berat Maksimum Lepas Landas : 66.000 kg
  • Powerplant : 4 unit mesin turboprop Ivchencko/Progress AI-20M, masing-masing berkekuatan 3.151 kW (4.225 hp)
Kinerja
  • Kecepatan Maksimum : 645 km/jam
  • Jangkauan Penerbangan : 7.500 km
  • Kemampuan Lama Waktu Penerbangan : 13 jam
  • Batas Optimal Ketinggian Penerbangan : 11.000 m
  • Laju Panjat : 5,33 m/detik
Persenjataan
  • Berat keseluruhan persenjataan yang bisa diangkut mencapai 9 ton. yang terdiri dari bom, torpedo, ranjau laut, kontainer penyelamatan dan penanda laut (bom patokan laut OMAB-12D), serta rudal jelajah antikapal.
rbth.com, wikipedia.org

Selasa, 01 Juli 2014

VA-111 Shkval, Torpedo Super Cepat Buatan Era Uni Soviet

Torpedo VA-111 Shkval merupakan jenis torpedo superkavitasi yang dikembangkan pada era Uni Soviet. VA-111 Shkval mampu melesat dibawah laut dengan kecepatan lebih dari 200 knot (370 km/jam). Desain torpedo ini mulai dibuat pada tahun 1960 ketika lembaga riset NII-24 diperintahkan untuk menghasilkan sistem senjata baru yang mampu memerangi kapal selam nuklir.
Pada tahun 1969, GSKB-47 yang bergabung dengan NII-24 untuk menciptakan Research Institute of Applied Hydromechanics di Kiev, Ukraina (konstruktor Merkulov); yang VA-111 Shkval menjadi produk dari merger ini. Diumumkan sebagai yang digunakan di awal 1990-an, meskipun sebelumnya operasional tahun 1977, VA-111 Shkval dirancang sebagai balasan terhadap torpedo yang diluncurkan oleh kapal selam musuh terdeteksi. Hal ini juga dapat digunakan sebagai counter untuk torpedo masuk dimana diluncurkan pada kapal selam musuh, memaksanya untuk menghindari, dan mudah-mudahan memotong kawat bimbingan ke torpedo musuh dalam proses. Shkval kerucut hidung. Belakang shkval, menunjukkan sirip bimbingan dan konektor elektronik. Kecepatan VA-111 jauh melebihi yang dari torpedo standar saat ini menerjunkan oleh NATO. Kecepatan ini adalah hasil dari superkavitasi: torpedo adalah, pada dasarnya, terbang dalam gelembung gas yang dibuat oleh defleksi luar dari air oleh perusahaan khusus berbentuk kerucut hidung dan ekspansi gas dari mesin. Dengan menjaga air dari datang ke dalam kontak dengan permukaan tubuh torpedo, tarik berkurang secara signifikan, yang memungkinkan kecepatan yang sangat tinggi. Diluncurkan dari 533 tabung mm torpedo, VA-111 keluar tabung di 50 knot (93 km / jam). Tak lama setelah itu, yang roket bahan bakar cair dan menyatu mendorong ke kecepatan hingga 200 knot (370 km / h). Beberapa laporan menunjukkan bahwa kecepatan 250 knot + dapat dicapai, dan bekerja pada 300-simpul (560 km / h) versi sedang berlangsung. Mesin roket menggunakan kombinasi peroksida tes tinggi dan minyak tanah; tangki propelan mengandung sekitar 1500 kg hidrogen peroksida dan 500 kg minyak tanah. Desain awal mungkin hanya mengandalkan sistem bimbingan inersia. Desain awal dimaksudkan untuk pengiriman hulu ledak nuklir. Kemudian desain dilaporkan meliputi bimbingan terminal dan hulu ledak konvensional 210 kg (460 lb). Torpedo mengontrol arah dengan menggunakan empat sirip yang skim permukaan dalam amplop superkavitasi. Untuk mengubah arah, sirip atau sirip di bagian dalam pergantian yang diinginkan diperpanjang, dan sirip lawan yang ditarik. Untuk membuat tikungan lebih cepat, pelat push pada hidung dapat digunakan untuk mengontrol bentuk gelembung rudal bepergian masuk

VA-111 Shkval. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
VA-111 Shkval.
VA-111 Shkval, Rudal Bawah Air yang Tak Terkalahkan.

Pada tahun 1977, Angkatan Laut Uni Soviet memiliki torpedo yang mampu meluncur di bawah air pada kecepatan 200 knot atau 370 km/jam. Meski masih dirahasiakan, VA-111 Shkval atau Squall menarik perhatian masyarakat luas dalam skandal mata-mata pada tahun 2000.

Meski telah ada terobosan teknologi dalam persenjataan konvensional, serangan torpedo oleh kapal selam masih menjadi ancaman nyata bagi kapal dan awak kapal, bahkan di paruh kedua abad ke-20. Kapal selam yang dipersenjatai torpedo harus mendekat hingga jangkauan serang yang tak terdeteksi. Namun fitur anti-kapal selam dan antitorpoedo memungkinkan kapal permukaan dan kapal selam musuh dapat mengatasi ancaman dari bawah secara lebih efektif.

Kapal selam Soviet periode 1960-an dan 1970-an lebih inferior dibanding model AS dalam hal level deraunya, sehingga para ahli mesin Moskow berupaya untuk membuat desain senjata baru yang revolulsioner. VA-111 Shkval akhirnya mulai digunakan pada 1977 setelah dikembangkan selama sepuluh tahun. Dengan kecepatan 200 knot yang belum tertandingi, VA-111 Shkval dua kali lebih cepat daripada torpedo screw-driven tradisional, yang masih menjadi senjata kapal selam utama di armada-armada dunia.

Keunggulan kecepatan ini dicapai dengan mesin roket dan menggunakan superkavitasi, moncong depan torpedo menciptakan gelembung gas di sekeliling seluruh permukaannya pada kecepatan tinggi untuk mengurangi gesekan di dalam air.

Setelah torpedo diluncurkan dari tabung, autopilot yang telah diprogram sebelumnya akan meluncurkan roket berbahan bakar padat sesuai jalur dan kedalaman yang diperlukan ketika berakselerasi untuk membentuk gelembung gas. Ketika bahan bakar motor awal habis, bagian belakang torpedo dibuang dan mesin utama yang didorong dengan bahan bakar berbasis lithium hidroreaktif akan melaju ke depan. Air laut kemudian masuk melalui lubang di moncong kapal selam, sehingga memungkinkan torpedo ini melaju pada kecepatan penuh sampai 15 kilometer dan hanya ujungnya yang bersentungan dengan air.

Meski superkavitasi menghalangi efektivitas penggunaan sistem homing pada senjata ini, kekuatan eksplosifnya yang besar sungguh luar biasa, yakni setara dengan sebuah ledakan nuklir 150 kiloton TNT, sehingga kapal selam musuh atau kapal permukaan yang berada di radius satu kilometer jelas akan hancur.

VA-111 Shkval 533 mm dimiliki oleh sebagian kapal selam nuklir Soviet dan dianggap sama efektifnya baik sebagai senjata penyerang maupun pertahanan ketika kapal selam musuh menyerang.

VA-111 Shkval mampu menjangkau enam kilometer dalam satu menit dan dapat melakukan serangan balik dengan cepat. Kapal selam AS memiliki keunggulan dalam kemampuan siluman ketika mendekati dan melancarkan serangan pertama, sementara torpedo berkecepatan tinggi ini dapat ditembakkan sebelum melakukan tindakan mengelak. Jadi meski kapal selam yang mengelak itu mungkin tidak dapat memperbaiki data kendali torpedo yang sudah di dalam air, daya ledak VA-111 Shkval dijamin memberi serangan balik yang dahsyat.

Senjata unik ini memungkinkan Angkatan Laut Soviet untuk menambal kelemahan kemampuan siluman kapal selamnya, sebelum hal itu berhasil diatasi pada awal 1980-an. VA-111 Shkval populer karena sebuah kasus spionase pada tahun 2000, ketika mantan perwira angkatan laut AS Edmond Pope diadili dan dihukum di Rusia karena mengambil informasi rahasia tentang senjata tersebut.

Saat ini VA-111 Shkval masih merupakan senjata Rusia yang bersifat rahasia dan belum ada desain yang lebih unggul torpedo ini.

rbth.com

Minggu, 29 Juni 2014

K-329 Severodvinsk, Kapal Selam Nuklir Rusia Yang Baru Bisa Dioperasikan Setelah 20 Tahun Dibangun

K-329 Severodvinsk adalah kapal selam nuklir Yasen milik Angkatan Laut Rusia. Pembangunan kapal selam dimulai pada tahun 1993 dan pertama kali direncanakan akan diluncurkan pada tahun 1998. Namun keruntuhan Uni Soviet dan masalah anggaran telah menyebabkan pembangunan kapal selam K-329 Severodvinsk ini menjadi tertunda selama bertahun-tahun, sehingga kapal selam ini baru bisa diluncurkan pada tanggal 15 Juni 2010.
K-329 Severodvinsk melaksanakan uji coba laut pada tanggal 12 September 2011 dan kembali dari pelayaran pertama pada tanggal 6 Oktober 2011. Kapal selam ini mulai dioperasikan Angkatan Laut Rusia pada akhir Desember 2013. AL Rusia berencana untuk memiliki dua kapal selam kelas Yasen pada tahun 2015. torpedo-meluncurkan sistem Severodvinsk ini telah dipilih dipasang di belakang kompartemen dari stasiun sentral. Pada 7 November 2012, perahu (sementara terendam) berhasil meluncurkan rudal jelajah Kaliber (versi anti-kapal) pada target laut di Laut Putih. Kemudian pada bulan yang sama kapal selam berhasil menguji menembakkan dua tambahan (serangan darat) rudal jelajah. Pertama serangan darat SLCM diluncurkan pada 26 November 2012 dari posisi muncul dan dua hari kemudian kedua dari posisi terendam. Severodvinsk diserahkan kepada Angkatan Laut pada akhir Desember 2013. Upacara pengibaran bendera diadakan pada 17 Juni 2014 menandai diperkenalkan ke Angkatan Laut Rusia. Angkatan Laut Rusia beroperasi beberapa yang terbaik kapal selam bertenaga nuklir di dunia. Alhtough mereka teknologi agak di belakang kapal selam nuklir Amerika dalam hal sensor dan dalam hal ketenangan (meskipun mereka sangat tenang diri), langkah-langkah kasar konstruksi dan keselamatan mereka di banyak adalah melebihi dari kapal selam AS, dan senjata mereka cocok hanya sebagai kuat , dan dalam beberapa kasus bettrer. Namun, setelah jatuhnya Uni Soviet, karena pertimbangan keuangan yang parah, kekuatan kapal selam jatuh ke dalam keadaan rusak kecuali untuk beberapa unit. Kekuatan Soviet skor serangan nuklir, peluru kendali, dan kapal selam rudal balistik jatuh ke titik di mana Angkatan Laut Rusia melakukan semua itu bisa untuk mempertahankan mungkin 8-10 dari masing-masing jenis (dan kadang-kadang kurang) dalam keadaan seaworth. Untuk serangan kapal selam, dari akhir 1980-an melalui dekade pertama tahun 2000-an, (lebih dari dua puluh tahun) ini terdiri dari beberapa kapal Victor III, dua atau tiga kapal Seirra, dan kapal selam Akula beberapa. The Akula Akula II dan kapal selam yang mendekati penerbangan selanjutnya dari serangan kapal selam Los Angeles bahwa Angkatan Laut AS yang dikerahkan di tahun 1990-an. Tapi Angkatan Laut AS juga telah pindah ke tiga kapal selam kelas Sea Wolf dan serangan kapal selam Virginia kelas baru (yang sepuluh sudah pernah membangun dan dimasukkan ke dalam layanan) yang tangan bawah serangan kapal selam paling tenang dan paling mematikan yang ada di setiap nomor di bumi. Rusia diinginkan untuk membangun, kelas modern yang baru serangan kapal selam yang akan mampu bersaing dengan kapal Amerika. Hasil keinginan yang menjadi Project 885 Yasen / Graney kelas kapal selam. Rencana desain inital untuk perahu berkecambah tidak lama setelah jatuhnya Uni Soviet pada akhir 1980-an, namun rencana itu harus ditunda karena pertimbangan keuangan. Rusia melakukan upaya untuk memulai membangun perahu 1 pada tahun 1993, tetapi tidak dapat melanjutkan sehingga projject tetap ditahan. Akhirnya dalam jangka waktu tahun 2004, Rusia memiliki cukup uang untuk melanjutkan. Namun, karena emphgasis nasional pada kelas baru dari Rudal Balistik Submarines (SSBN), kelas Borei, kemajuan lambat. Tapi, pada akhirnya, pada bulan Juni 2010, kapal pertama, Severodvinsk, K-329, diluncurkan. ia mulai uji coba laut-nya di September 2011, dan ditugaskan ke armada Rusia pada bulan Desember 2013. Sebuah perahu kedua, Kazan dibaringkan pada bulan Juli 2009. Sebuah perahu thrid, Novosibirsk, dibaringkan. The 2nd boat diharapkan akan diluncurkan pada tahun 2014. The 3rd perahu diharapkan akan diluncurkan pada 2017. Rusia bermaksud untuk membangun sepuluh kapal tersebut. Rusia merancang kapal ini benar-benar menjadi kapal hybrid yang akan menggantikan kedua serangan kapal selam kelas SSN (seperti Victor IIIs, yang Akulas dan Sierra) dan untuk menggantikan Oscar dan Oscar II Kelas SSGN, kapal selam rudal juga. Meskipun mereka akan secara resmi digolongkan dengan sebutan SSN, mereka akan sangat capanble dalam kedua peran. (Catatan:. Angkatan Laut AS bermaksud untuk memasukkan ekstensi hull baru ke Virginia Kelas SSN dimulai pada tahun 2018 ini "Payload Module" akan menambah 28 tabung peluncuran vertikal ke Virginia masa depan Kelas SSN, sehingga total VLS tube mereka menghitung sampai 40, dan memungkinkan mereka untuk menjadi hybrid SSN / perahu SSGN seperti Yasen). Karena tambahan vertikal tabung rudal peluncuran mereka dan karena pressure hull ganda dan ballast tambahan Rusia membangun ke kapal selam mereka, pembuluh Yasen Kelas memiliki perpindahan besar.

K-329 Severodvinsk. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
K-329 Severodvinsk.
Rusia habiskan 20 tahun untuk buat satu kapal selam nuklir.

Setelah menunggu dua dekade lebih, warga Rusia akhirnya bisa menyaksikan kapal selam nuklir mereka mengamankan perairan Negeri Beruang Merah. Apa saja kelebihan kapal selam nuklir tersebut?

Kapal selam K-329 Severodvinsk menjadi kapal selam nuklir pertama milik Rusia yang seutuhnya didesain untuk melancarkan serangan ke kapal selam lain. Oleh karena itu Severodvinsk dibekali dengan banyak persenjataan, termasuk beberapa misil dengan hulu ledak nuklir. Jangkauan dari misil nuklir tersebut juga cukup mengkhawatirkan, hampir separuh dari jangkauan rudal antar benua, yakni 5000 kilometer.

Selain misil dengan hulu ledak nuklir, Severodvinsk juga memiliki misil khusus untuk serangan udara, serta torpedo 533 mm untuk melakukan serangan dari jarak dekat dengan kapal destroyer atau kapal selam lain. Rusia pun menanamkan sebuah sistem sonar raksasa yang bisa memberikan tampilan radar yang lebih luas dan detail.

Dengan bobot mencapai 13.800 ton dan panjang 122 meter, kapal selam bertenaga reaktor nuklir generasi terbaru tersebut mampu melaju hingga kecepatan 35 knot di kedalaman maksimal 600 meter, Gizmodo (19/6).

Fakta menarik lainnya, kapal selam nuklir kelas Yasen ini mulai dirakit sejak tahun 1993 dan baru benar-benar selesai tahun ini. Mengapa bisa begitu lama?

Penundaan pembangunan akibat kejatuhan Uni Soviet lah yang dijadikan kambing hitam. Belum lagi akibat ekonomi Rusia yang belum stabil, pembangunan Severodvinsk harus berhenti beberapa kali. Berarti butuh sekitar 20 tahun untuk membuat satu kapal yang bisa meningkatkan daya saing Rusia jika suatu saat 'harus' berhadapan dengan Amerika Serikat.

Kabar buruknya, Amerika Serikat mempunyai 'stok' kapal selam kelas Victoria hingga 21 unit. Kapal selam kelas Victoria memang diperkirakan mempunyai kemampuan yang sama kapal selam kelas Yasen, termasuk Severodvinsk, milik Rusia. Amerika kabarnya masih memiliki 7 kapal selam lain yang masih dalam tahap pembangunan.

Menengok fakta di atas, nampaknya Rusia harus berpikir ulang jika ingin mengajak Amerika berperang.

www.merdeka.com

Rabu, 25 Juni 2014

5 Sistem Rudal Pertahanan Udara Terbaik Buatan Rusia

Angkatan Bersenjata Rusia memiliki 5 sistem rudal pertahanan udara yang diklaim memiliki kemampuan superior sebagai peralatan pertahanan, khususnya terhadap serangan udara. 5 sistem peluru kendali pertahanan serangan udara buatan Rusia itu adalah Igla-S, S-300VM Antey-2500, Pantsir S1, S-400 Triumf, dan S-500.

Lima Sistem Pertahanan Misil Terbaik Rusia.

Rusia memiliki salah satu sistem pertahanan misil terbaik di dunia. Jendral Purnawirawan David Deptula, mantan pejabat intelejen Angkatan Udara Amerika Serikat, bahkan mengakui hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan media online The Daily Beast baru-baru ini.

Igla-S. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Igla-S.
Igla-S, Sistem Pertahanan Udara (MANPADS) Terpopuler

Sistem Pertahanan Udara Man-Portable memiliki konstruksi sederhana berupa sebuah tabung peluncur dan sebuah roket. Sistem pertahanan ini dirancang untuk melawan pesawat, helikopter, serta pesawat tanpa awak pada ketinggian rendah, dalam kondisi derau termal alami dan buatan. Banyak ahli berpendapat bahwa MANPADS mengungguli semua persenjataan sejenis yang ada saat ini.

Igla-S memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan hampir tak bisa terdeteksi oleh sistem pengintai. Kemampuan Igla-S telah terbukti dalam beberapa pertempuran seperti di bekas Yugoslavia dan di Suriah. MANPADS Igla-S telah disuplai ke negara-negara Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Dekat dan Tengah, Eropa Tengah, Amerika Latin, Karibia, dan Afrika.
  • Jarak jangkau sasaran: 6.000 meter
  • Batas ketinggian sasaran: 10 - 3.500 meter
S-300VM Antey-2500. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
S-300VM Antey-2500.
S-300VM Antey-2500, Sistem Misil Pertahanan Udara Paling Efektif

Sistem antipesawat dan antimisil portabel S-300VM Antey-2500 merupakan misil dan senjata pertahanan udara yang serbaguna. Sistem ini mampu melawan misil balistik dengan jarak jangkau hingga 2.500 kilometer. Antey-2500 juga dapat mencegat semua jenis sasaran aerodinamis dengan sama baiknya. Sistem avionik S-300VM dilengkapi dengan dua radar yakni sebuah radar pemindai lingkar dan sebuah radar berbasis peranti lunak. Radar pertama dapat memindai semua ruang di sekeliling sistem. Radar tersebut dirancang untuk mendeteksi pesawat terbang dan helikopter. Sementara radar kedua merupakan pencari misil. S-300 VM merupakan sistem misil pertahanan udara Rusia terhebat yang sudah mulai diekspor. Saat ini, Venezuela telah memiliki sejumlah S-300VM.
  • Jarak jangkau sasaran: 200 kilometer (sasaran aerodinamik), 40 kilometer (sasaran balistik)
  • Batas ketinggian sasaran: 25 meter - 30 kilometer
Pantsir S1. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Pantsir S1.
Pantsir S1, Sistem Misil-Senapan Pertahanan Udara Rusia Tercanggih

Sistem ini dirancang sebagai sistem pertahanan jarak dekat bagi titik sasaran sipil dan militer untuk melawan semua senjata serangan udara, termasuk melawan sistem pertahanan udara jarak jauh. Sistem ini juga dapat menjaga sebuah objek yang dilindungi dari ancaman darat dan laut. Pantsir S1 saat ini tengah diuji coba lapangan (trial by fire) di Suriah. Senjata ini mengundang kekaguman para ahli militer karena kemampuan tembak dan akurasinya yang tinggi, serta hanya butuh lima menit persiapan hingga dapat digunakan.

Pantsir dapat menjatuhkan sasaran apapun, mulai dari burung pipit hingga pesawat. Para ahli menganggap sistem ini tak akan tertandingi. Saat ini, Pantsir S1 digunakan oleh Aljazair, Iran, Arab Saudi, dan Oman.
  • Jarak jangkau sasaran: 1,2 - 20 kilometer
  • Batas ketinggian sasaran: 15 meter - 15 kilometer
S-400 Triumf. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
S-400 Triumf.
S-400 Triumf, Sistem Misil Pertahanan Udara Terbaru

S-400 Triumf dirancang untuk melawan sasaran udara aerodinamis (pesawat taktis dan strategis serta pengganggu radar seperti pesawat AWACS dan KR), termasuk melawan teknologi siluman dengan jarak jangkau sekitar 400 kilometer. Sistem ini dapat mencegat misil balistik, sasaran supersonik, dan alat-alat serangan udara lain yang ada ataupun yang berpotensi ada. Dibanding pendahulunya, S-300 Triumf, S-400 memiliki laju api (rate of fire) dua setengah kali lebih tinggi. Sistem ini akan tersedia untuk ekspor setelah 2016.
  • Jangkauan deteksi sasaran: 600 kilometer
  • Jarak jangkau sasaran: 400 kilometer (sasaran aerodinamik), 60 kilometer (sasaran balistik)
  • Batas ketinggian sasaran: 10 meter - 27 kilometer
S-500. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
S-500.
S-500, Sistem Misil Pertahanan Udara Paling Menjanjikan

S-500 adalah generasi terbaru sistem misil antipesawat yang diyakini akan menggunakan konsep "keputusan terpisah" untuk menghancurkan banyak sasaran balistik dan udara sekaligus. Tujuan utama dibuatnya S-500 adalah untuk melawan misil balistik jarak menengah dan antarbenua.

Menurut perancangnya, sistem pertahanan terbaru ini bahkan mampu mencapai satelit orbit rendah, senjata ruang angkasa, dan platform senjata orbital. S-500 saat ini tengah dikembangkan dan akan tersedia paling cepat tahun 2017.

rbth.com

Kamis, 19 Juni 2014

Tupolev PAK DA, Pesawat Siluman Pembom Strategis Buatan Rusia

PAK DA (pada beberapa literatur penerbangan militer juga ditulis PAK-DA) adalah rancangan pesawat pembom strategis berteknologi stealth generasi baru Rusia yang dikembangkan oleh Tupolev Design Bureau (Biro Desain Tupolev). Pesawat siluman pembom strategis Tupolev PAK DA (Perspektivnyi Aviatsionnyi Kompleks Dal'ney Aviatsii) ini dijadwalkan sudah bisa dioperasikan setidaknya mulai tahun 2025 dan paling lambat mulai tahun 2030.
PAK DA (atau PAK-DA), adalah desain generasi Rusia strategis bomber, yang dikembangkan oleh Biro Desain Tupolev. PAK DA (Perspektivnyi Aviatsionnyi Kompleks Dal'ney Aviatsii) secara harfiah berarti "Prospektif Penerbangan Kompleks Untuk Penerbangan Jarak Jauh". PAK DA dirancang sebagai pesawat pembom strategis siluman baru dan diharapkan untuk bisa dioperasikan pada tahun 2025 hingga 2030, dengan pesawat pertama yang dijadwalkan akan diserahkan oada tahun 2020, tetapi pengiriman sekarang akan terjadi pada 2023. Pada tahun 2008, dilaporkan bahwa Angkatan Udara Rusia memiliki persyaratan teknis dan taktis untuk generasi baru pembom strategis. Menurut beberapa laporan awal, PAK DA akan sangat didasarkan pada supersonik Tu-160 bomber. Kemudian referensi Kepada bomber baru, termasuk pidato televisi dari Perdana Menteri Vladimir Putin, [rujukan?] Sepertinya menyiratkan pesawat akan menjadi desain yang sama sekali baru. Beberapa spekulasi menyarankan bahwa mungkin mengikuti desain tersembunyi dari American Northrop Grumman B-2 Spirit bomber, tetapi ada sedikit bukti pendukung publik. Rusia Mayor Jenderal Anatoly Zhikharev menyatakan bahwa bomber baru akan mengganti kedua bertenaga turboprop Tupolev Tu-95 dan Tupolev Tu-supersonik 160. Pada bulan Juni 2012, Wakil Perdana Menteri Dmitry Medvedev di Kabinet, Dmitry Rogozin, mengumumkan proyek itu dalam keraguan dan desain bomber baru mungkin tidak diperlukan. Kepala Staf Umum, Nikolai Makarov, menanggapi dengan mengatakan pekerjaan itu masih berlangsung dan bahwa desain lebih unggul pesawat Amerika. Pada tanggal 9 Juni 2012, Perdana Menteri Dmitry Medvedev mengatakan bahwa PAK DA dikonfirmasi seperti yang direncanakan. Spekulasi tentang desain mencakup radius tempur sekitar 3.500 kilometer dengan muatan penuh, berat dimuat dari 100 sampai 120 ton, 4 mesin dan kemungkinan penggunaan beberapa peralatan dari proyek Sukhoi PAK FA seperti avionik dan mesin. Presiden Vladimir Putin juga mengatakan pekerjaan adalah untuk memulai pada PAK DA meskipun teknologi yang kompleks dan persyaratan moneter. Pada 27 Agustus 2012, Pertahanan Jane melaporkan bahwa Dmitry Rogozin baru-baru ini menyerukan bomber yang akan mampu kecepatan hipersonik dalam rangka untuk mencocokkan dan pertahanan udara Amerika Serikat yang lebih baik. Tidak jelas apakah komentar Rogozin simak pembom menjadi hipersonik atau kemampuannya untuk membawa rudal udara diluncurkan hipersonik. Pada Maret 2013, dilaporkan bahwa dipilih desain PAK DA akan menjadi sayap terbang subsonik. Untuk menjaga keterjangkauan, PAK DA akan menjadi proyek kurang ambisius dibandingkan dengan Amerika Long-Range Mogok-Bomber. General Anatoly Zhikharev mengatakan bahwa pembom strategis tak berawak dapat mengikuti PAK DA setelah 2040. Pada tanggal 30 Agustus 2013, sumber Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa PAK DA akan dilengkapi dengan jenis canggih presisi senjata dipandu, termasuk senjata hipersonik. Pembom itu sendiri akan terbang pada kecepatan subsonik. Sebuah rudal hipersonik Rusia dalam pembangunan, namun saat ini hanya mampu terbang selama beberapa detik. Teknologi hipersonik sedang dikejar sehingga Rusia tidak jatuh di belakang pengembangan Amerika senjata serupa. Rusia dalam pembangunan untuk mempercepat bekerja pada bomber, yang akan menjadi desain sayap terbang untuk memulai produksi pada tahun 2020. Tahap perencanaan selesai dalam waktu kurang dari satu tahun, dan pengembangan akan dimulai pada tahun 2014. Penerbangan pertama akan dimulai tahun 2019 , dan bomber adalah untuk masuk layanan pada tahun 2025. armada pembom Rusia yang sudah ada juga akan dimodernisasi dengan avionik canggih dan sistem peperangan elektronik. 2 dari 13 Tu-160s telah mengalami perombakan ini pada tanggal 2013 dan jarak menengah Tu-22m akan dimasukkan dalam program. 63 Tu-95 pembom akan ditingkatkan dan Tu-95MS adalah untuk tetap dalam pelayanan sampai 2040 Pada 2014 Andrey Boginsky mengatakan. Bahwa Rusia berusaha untuk mendapatkan investasi China di proyek tersebut. Pada April 2014, Mikhail Pogosyan, kepala Rusia UAC, mengumumkan bahwa biro desain Tupolev telah menyelesaikan desain PAK-DA dan bahwa proyek itu bergerak ke fase menengah - yaitu penyelesaian desain dan konstruksi prototipe.

Tupolev PAK DA. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Tupolev PAK DA.
PAK DA, Pesawat Pembom Strategis Baru Angkatan Udara Rusia.

Biro desain Tupolev, bagian dari United Aircraft Corporation (UAC), telah menyelesaikan desain awal PAK DA, pesawat terbang jarak jauh yang paling muktahir. Diperkirakan, tiga tahun lagi Rusia sudah bisa memiliki pesawat ini.

PAK DA kelak akan menggantikan peran pesawat terbang Tu-95 MS, Tu-160, dan Tu-22 3M dalam persenjataan Angkatan Udara Rusia. Direktur Utama UAC Mikhail Pogosyan mengumumkan, pembuatan beberapa komponen untuk perakitan prototipe uji coba akan dimulai dalam waktu dekat.

Subsonik atau Supersonik?

Desain akhir PAK DA sudah siap, tapi tak ada yang bisa memprediksi perkembangan dunia penerbangan di masa mendatang, sehingga masih terbuka kemungkinan dilakukan modifikasi. Pada waktu memulai pembuatan proyek PAK DA pada 1999, desainer pesawat ini dihadapkan dengan pertanyaan yang sulit: Angkatan Udara Rusia membutuhkan pesawat subsonik atau supersonik?

Pesawat supersonik dapat menerebos semua senjata pertahanan udara, namun karena fitur aerodinamis yang dimilikinya, pesawat ini terlalu mencolok bagi musuh. Selain itu, pemakaian bahan bakar pesawat pembom supersonik sangatlah boros, sehingga pesawat ini tidak dapat terbang jauh di udara tanpa mengisi ulang bahan bakar. Akhirnya desainer pesawat memilih membuat pesawat pembom subsonik. Panglima Tertinggi Angkatan Udara Rusia Viktor Bondar menyatakan keunggulan PAK DA adalah pesawat ini memiliki kapasitas lebih banyak dibanding Tu-160. Selain itu, persenjataan yang dimiliki akan jauh lebih dahsyat. Sementara, masalah lain akan terselesaikan dengan kehadiran rudal.

Pesaing B-2 Spirit

Pesawat baru ini akan dibangun berdasarkan skema "sayap terbang" yakni jenis pesawat yang mengudara hanya dengan sayap, tanpa ekor dan karnard (aeronautik). Fuselage (badan pesawat) hampir rata dan dimensinya dikurangi. Peran umum fuselage seperti menampung kru, peralatan, kargo, dan sebagainya, dibebankan pada sayap pesawat. Sayap tersebut juga dipasangi senjata dan tempat awak kapal. Kebanyakan pembuatan pesawat tipe "sayap terbang" menggunakan teknologi "siluman" (low observable technology). Kemungkinan, pesawat pembom baru ini akan dibuat agar dapat mengelabui radar dengan membentuk garis-garis rusuk, untuk membuyarkan pancaran radar musuh.

Central Aerohydrodynamic Institute (TsAGI) saat ini sedang melakukan penelitian properti aerodinamik "sayap terbang". Hal tersebut membuat Rusia mempunyai dasar untuk memproduksi pesawat siluman pesaing B-2 Spirit milik Amerika.

PAK DA memiliki bobot 120 ton. Tidak kurang dari seperempat berat tersebut merupakan barang angkut yang penting seperti bahan bakar, awak kapal, dan persenjataan. Pesawat ini juga akan dilengkapi dengan senjata hipersonik. Prototipe pertama PAK DA direncanakan selesai pada 2017. Di tahun 2019, prototipe tersebut akan akan melakukan uji coba penerbangan dan di tahun 2025 pesawat akan masuk ke dalam persenjataan Angkatan Udara Rusia.

Masuknya pesawat baru tersebut ke dalam angkatan udara Rusia akan memberhentikan penggunaan pesawat Tu-160 dan Tu-95, yang sekarang ini merupakan pesawat andalan untuk penerbangan jarak jauh Rusia. Setelah 2025, pesawat-pesawat pembom itu akan pensiun dan digantikan oleh PAK DA. Saat ini, Rusia memiliki 32 unit pesawat pembom strategis Tu-95 MS dan 16 pesawat supersonik Tu-160 yang bermarkas di kota Engels.

rbth.com