Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Jet Tempur Ringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jet Tempur Ringan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Oktober 2014

Jet Tempur HAL Tejas Versi Produksi Lakukan Penerbangan Perdana

Versi produksi jet tempur HAL Tejas dikabarkan telah melakukan penerbangan perdananya. Setelah bertahun-tahun dalam penantian, akhirnya jet tempur ringan buatan India akan segera diproduksi massal dan dioperasikan oleh Angkatan Udara India (IAF).

Jet Tempur HAL Tejas. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur HAL Tejas.
Hindustan Aeronautics Limited (HAL) telah berhasil melakukan uji terbang perdana seri produksi pertama jet tempur Tejas dari fasilitasnya di Bangalore, India. Dikemudikan oleh pilot uji terbang dari HAL, Commandore (Purnawirawan) KA Muthana, pesawat tempur itu lepas landas tanpa dukungan telemetri dan mendarat dengan selamat dalam waktu kurang dari 30 menit.

Ketua HAL Dr RK Tyagi mengatakan: "Pesawat ini sekarang siap untuk dioperasikan IAF (Angkatan Udara India). Pengoperasian ini dapat dicapai dalam waktu sembilan bulan setelah menerima sertifikasi IOC pada bulan Desember tahun 2013 dan dalam waktu satu tahun setelah menerima dokumen produksi standar."

Menurut Tyagi, pesawat seri HAL Tejas lainnya berada di bawah berbagai tahap perkembangan pada lini produksi lengkap di pabrik HAL di Bangalore.

Pada tahun 2006, HAL menerima kontrak untuk memasok 20 pesawat Tejas di awal izin operasional (IOC) untuk IAF. Dokumen produksi standar untuk IOC pesawat diselesaikan pada September 2013, sedangkan IOC sendiri diberikan pada bulan Desember tahun yang sama.

Tejas (cahaya) adalah jet tempur ringan berkecepatan supersonik dengan kursi tunggal yang memiliki kelincahan pada manuver udara yang dirancang untuk menggantikan armada jet tempur MiG 21 dan MiG 23 milik IAF.

Didukung mesin turbofan tunggal GE F404-GE-IN20, jet tempur HAL Tejas memiliki delapan cantelan eksternal untuk persenjataan dan perangkat tempur lainnya. Pesawat ini dapat dipersenjatai dengan rudal udara-ke-udara, rudal udara-ke-darat, rudal anti-kapal, bom berpandu, dan roket.

www.airforce-technology

Selasa, 19 Agustus 2014

Jet Tempur Textron Airland Scorpion, Kandidat Pengganti A-10 Thunderbolt Dan F-16

Textron Airland Scorpion adalah pesawat jet serang ringan buatan Amerika yang berfungsi untuk misi Intelijen, pengawasan dan pengintaian (ISR: Intelligence, Surveillance and Reconnaissance). Pesawat tempur ini dikembangkan oleh Textron Airland, LLC yang merupakan perusahaan patungan antara Textron dan Airland Enterprises, LLC. Pesawat jet tempur Textron Airland Scorpion ini masih dalam taraf pengembangan.

Textron Airland Scorpion (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Textron Airland Scorpion (Gambar 1).

Textron Airland Scorpion (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

Textron Airland Scorpion (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

Textron Airland Scorpion (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

Textron Airland Scorpion (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
Pengembangan jet tempur ringan Textron Airland Scorpion didasari oleh keinginan untuk mensiasati biaya operasional jet tempur yang cenderung mahal. Berdasarkan pengalaman operasi militer AS di Irak dan Afghanistan, Angkatan Udara AS banyak menggunakan jet tempur A-10 Thunderbolt II, F-16 Fighting Falcon, dan F-15E Strike Eagle untuk melakukan patroli udara dan dukungan tempur jarak dekat. Dibutuhkan banyak dana untuk mengoperasikan pesawat-pesawat tempur itu. Misalnya jet tempur F-16 Fighting Falcon yang memiliki biaya operasional US$ 24.899 per jam penerbangan. Itu angka yang cukup mahal apa lagi untuk sebuah operasi militer yang harus berlangsung dalam waktu lama. Textron Airland, LLC mengklaim bahwa biaya operasional jet tempur ringan Scorpion buatan mereka itu jauh dibawah biaya operasional sebuah F-16, yaitu hanya US$ 3,000 per jam penerbangan.

Cessna, yang merupakan anak perusahaan dari Textron yang menjadi faktor penentu mengapa biaya operasional jet tempur Scorpion bisa begitu murah. Kuncinya adalah sebagian besar bahan pembuat jet tempur ini menggunakan bahan atau komponen yang umum digunakan oleh sebuah pesawat terbang komersial. Hal ini wajar karena Cessna adalah perusahaan dengan basis sebagai pabrikan pesawat terbang komersial.

Sebuah prototipe jet tempur Textron Airland Scorpion dibangun oleh Cessna di fasilitas produksinya yang berada di Wichita, Kansas antara April 2012 dan September 2013 dan pertama kali terbang pada 12 Desember 2013. Pesawat ini diharapkan bisa meraih sukses komersial karena harga dan biaya operasionalnya yang murah dan dipastikan sesuai bagi pembeli yang membutuhkan pesawat tempur taktis ringan berbiaya murah dengan teknologi dan kemampuan tempur yang sesuai. Menurut rencana, jet tempur Textron Airland Scorpion sudah mulai ditawarkan kepada peminat mulai tahun 2015.

Spesifikasi Jet Tempur Ringan Textron Airland Scorpion
  • Crew : 2 Orang
  • Panjang : 13,26 m
  • Rentang Sayap : 14,43 m
  • Tinggi : 4.3 m
  • Berat Kosong: 5.352 kg
  • Berat Maksimum Lepas Landas : 9.639 kg
  • Powerplant : 2 unit Honeywell TFE731 Turbofan
Kinerja
  • Kecepatan Maksimal : 833 km/jam (518 mph; 450 knot)
  • Jangkauan Terbang : 4.400 km
  • Ketinggian Penerbangan : 14.000 m
Persenjataan
  • Hardpoint (Cantelan Persenjataan) : Scorpioan memiliki 6 buah Hardpoint dengan total persenjataan yang bisa dibawa seberat 2.800 kg. Selain itu tersedia juga ceruk didalam bodi pesawat untuk menyimpan persenjataan berupa bom dan sebagainya dengan total berat hingga 1.400 kg.
wikipedia.org, www.military-today.com