Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Angkatan Udara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Angkatan Udara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Oktober 2014

Jet Tempur HAL Tejas Versi Produksi Lakukan Penerbangan Perdana

Versi produksi jet tempur HAL Tejas dikabarkan telah melakukan penerbangan perdananya. Setelah bertahun-tahun dalam penantian, akhirnya jet tempur ringan buatan India akan segera diproduksi massal dan dioperasikan oleh Angkatan Udara India (IAF).

Jet Tempur HAL Tejas. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur HAL Tejas.
Hindustan Aeronautics Limited (HAL) telah berhasil melakukan uji terbang perdana seri produksi pertama jet tempur Tejas dari fasilitasnya di Bangalore, India. Dikemudikan oleh pilot uji terbang dari HAL, Commandore (Purnawirawan) KA Muthana, pesawat tempur itu lepas landas tanpa dukungan telemetri dan mendarat dengan selamat dalam waktu kurang dari 30 menit.

Ketua HAL Dr RK Tyagi mengatakan: "Pesawat ini sekarang siap untuk dioperasikan IAF (Angkatan Udara India). Pengoperasian ini dapat dicapai dalam waktu sembilan bulan setelah menerima sertifikasi IOC pada bulan Desember tahun 2013 dan dalam waktu satu tahun setelah menerima dokumen produksi standar."

Menurut Tyagi, pesawat seri HAL Tejas lainnya berada di bawah berbagai tahap perkembangan pada lini produksi lengkap di pabrik HAL di Bangalore.

Pada tahun 2006, HAL menerima kontrak untuk memasok 20 pesawat Tejas di awal izin operasional (IOC) untuk IAF. Dokumen produksi standar untuk IOC pesawat diselesaikan pada September 2013, sedangkan IOC sendiri diberikan pada bulan Desember tahun yang sama.

Tejas (cahaya) adalah jet tempur ringan berkecepatan supersonik dengan kursi tunggal yang memiliki kelincahan pada manuver udara yang dirancang untuk menggantikan armada jet tempur MiG 21 dan MiG 23 milik IAF.

Didukung mesin turbofan tunggal GE F404-GE-IN20, jet tempur HAL Tejas memiliki delapan cantelan eksternal untuk persenjataan dan perangkat tempur lainnya. Pesawat ini dapat dipersenjatai dengan rudal udara-ke-udara, rudal udara-ke-darat, rudal anti-kapal, bom berpandu, dan roket.

www.airforce-technology

Kamis, 19 Juni 2014

Tupolev PAK DA, Pesawat Siluman Pembom Strategis Buatan Rusia

PAK DA (pada beberapa literatur penerbangan militer juga ditulis PAK-DA) adalah rancangan pesawat pembom strategis berteknologi stealth generasi baru Rusia yang dikembangkan oleh Tupolev Design Bureau (Biro Desain Tupolev). Pesawat siluman pembom strategis Tupolev PAK DA (Perspektivnyi Aviatsionnyi Kompleks Dal'ney Aviatsii) ini dijadwalkan sudah bisa dioperasikan setidaknya mulai tahun 2025 dan paling lambat mulai tahun 2030.
PAK DA (atau PAK-DA), adalah desain generasi Rusia strategis bomber, yang dikembangkan oleh Biro Desain Tupolev. PAK DA (Perspektivnyi Aviatsionnyi Kompleks Dal'ney Aviatsii) secara harfiah berarti "Prospektif Penerbangan Kompleks Untuk Penerbangan Jarak Jauh". PAK DA dirancang sebagai pesawat pembom strategis siluman baru dan diharapkan untuk bisa dioperasikan pada tahun 2025 hingga 2030, dengan pesawat pertama yang dijadwalkan akan diserahkan oada tahun 2020, tetapi pengiriman sekarang akan terjadi pada 2023. Pada tahun 2008, dilaporkan bahwa Angkatan Udara Rusia memiliki persyaratan teknis dan taktis untuk generasi baru pembom strategis. Menurut beberapa laporan awal, PAK DA akan sangat didasarkan pada supersonik Tu-160 bomber. Kemudian referensi Kepada bomber baru, termasuk pidato televisi dari Perdana Menteri Vladimir Putin, [rujukan?] Sepertinya menyiratkan pesawat akan menjadi desain yang sama sekali baru. Beberapa spekulasi menyarankan bahwa mungkin mengikuti desain tersembunyi dari American Northrop Grumman B-2 Spirit bomber, tetapi ada sedikit bukti pendukung publik. Rusia Mayor Jenderal Anatoly Zhikharev menyatakan bahwa bomber baru akan mengganti kedua bertenaga turboprop Tupolev Tu-95 dan Tupolev Tu-supersonik 160. Pada bulan Juni 2012, Wakil Perdana Menteri Dmitry Medvedev di Kabinet, Dmitry Rogozin, mengumumkan proyek itu dalam keraguan dan desain bomber baru mungkin tidak diperlukan. Kepala Staf Umum, Nikolai Makarov, menanggapi dengan mengatakan pekerjaan itu masih berlangsung dan bahwa desain lebih unggul pesawat Amerika. Pada tanggal 9 Juni 2012, Perdana Menteri Dmitry Medvedev mengatakan bahwa PAK DA dikonfirmasi seperti yang direncanakan. Spekulasi tentang desain mencakup radius tempur sekitar 3.500 kilometer dengan muatan penuh, berat dimuat dari 100 sampai 120 ton, 4 mesin dan kemungkinan penggunaan beberapa peralatan dari proyek Sukhoi PAK FA seperti avionik dan mesin. Presiden Vladimir Putin juga mengatakan pekerjaan adalah untuk memulai pada PAK DA meskipun teknologi yang kompleks dan persyaratan moneter. Pada 27 Agustus 2012, Pertahanan Jane melaporkan bahwa Dmitry Rogozin baru-baru ini menyerukan bomber yang akan mampu kecepatan hipersonik dalam rangka untuk mencocokkan dan pertahanan udara Amerika Serikat yang lebih baik. Tidak jelas apakah komentar Rogozin simak pembom menjadi hipersonik atau kemampuannya untuk membawa rudal udara diluncurkan hipersonik. Pada Maret 2013, dilaporkan bahwa dipilih desain PAK DA akan menjadi sayap terbang subsonik. Untuk menjaga keterjangkauan, PAK DA akan menjadi proyek kurang ambisius dibandingkan dengan Amerika Long-Range Mogok-Bomber. General Anatoly Zhikharev mengatakan bahwa pembom strategis tak berawak dapat mengikuti PAK DA setelah 2040. Pada tanggal 30 Agustus 2013, sumber Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa PAK DA akan dilengkapi dengan jenis canggih presisi senjata dipandu, termasuk senjata hipersonik. Pembom itu sendiri akan terbang pada kecepatan subsonik. Sebuah rudal hipersonik Rusia dalam pembangunan, namun saat ini hanya mampu terbang selama beberapa detik. Teknologi hipersonik sedang dikejar sehingga Rusia tidak jatuh di belakang pengembangan Amerika senjata serupa. Rusia dalam pembangunan untuk mempercepat bekerja pada bomber, yang akan menjadi desain sayap terbang untuk memulai produksi pada tahun 2020. Tahap perencanaan selesai dalam waktu kurang dari satu tahun, dan pengembangan akan dimulai pada tahun 2014. Penerbangan pertama akan dimulai tahun 2019 , dan bomber adalah untuk masuk layanan pada tahun 2025. armada pembom Rusia yang sudah ada juga akan dimodernisasi dengan avionik canggih dan sistem peperangan elektronik. 2 dari 13 Tu-160s telah mengalami perombakan ini pada tanggal 2013 dan jarak menengah Tu-22m akan dimasukkan dalam program. 63 Tu-95 pembom akan ditingkatkan dan Tu-95MS adalah untuk tetap dalam pelayanan sampai 2040 Pada 2014 Andrey Boginsky mengatakan. Bahwa Rusia berusaha untuk mendapatkan investasi China di proyek tersebut. Pada April 2014, Mikhail Pogosyan, kepala Rusia UAC, mengumumkan bahwa biro desain Tupolev telah menyelesaikan desain PAK-DA dan bahwa proyek itu bergerak ke fase menengah - yaitu penyelesaian desain dan konstruksi prototipe.

Tupolev PAK DA. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Tupolev PAK DA.
PAK DA, Pesawat Pembom Strategis Baru Angkatan Udara Rusia.

Biro desain Tupolev, bagian dari United Aircraft Corporation (UAC), telah menyelesaikan desain awal PAK DA, pesawat terbang jarak jauh yang paling muktahir. Diperkirakan, tiga tahun lagi Rusia sudah bisa memiliki pesawat ini.

PAK DA kelak akan menggantikan peran pesawat terbang Tu-95 MS, Tu-160, dan Tu-22 3M dalam persenjataan Angkatan Udara Rusia. Direktur Utama UAC Mikhail Pogosyan mengumumkan, pembuatan beberapa komponen untuk perakitan prototipe uji coba akan dimulai dalam waktu dekat.

Subsonik atau Supersonik?

Desain akhir PAK DA sudah siap, tapi tak ada yang bisa memprediksi perkembangan dunia penerbangan di masa mendatang, sehingga masih terbuka kemungkinan dilakukan modifikasi. Pada waktu memulai pembuatan proyek PAK DA pada 1999, desainer pesawat ini dihadapkan dengan pertanyaan yang sulit: Angkatan Udara Rusia membutuhkan pesawat subsonik atau supersonik?

Pesawat supersonik dapat menerebos semua senjata pertahanan udara, namun karena fitur aerodinamis yang dimilikinya, pesawat ini terlalu mencolok bagi musuh. Selain itu, pemakaian bahan bakar pesawat pembom supersonik sangatlah boros, sehingga pesawat ini tidak dapat terbang jauh di udara tanpa mengisi ulang bahan bakar. Akhirnya desainer pesawat memilih membuat pesawat pembom subsonik. Panglima Tertinggi Angkatan Udara Rusia Viktor Bondar menyatakan keunggulan PAK DA adalah pesawat ini memiliki kapasitas lebih banyak dibanding Tu-160. Selain itu, persenjataan yang dimiliki akan jauh lebih dahsyat. Sementara, masalah lain akan terselesaikan dengan kehadiran rudal.

Pesaing B-2 Spirit

Pesawat baru ini akan dibangun berdasarkan skema "sayap terbang" yakni jenis pesawat yang mengudara hanya dengan sayap, tanpa ekor dan karnard (aeronautik). Fuselage (badan pesawat) hampir rata dan dimensinya dikurangi. Peran umum fuselage seperti menampung kru, peralatan, kargo, dan sebagainya, dibebankan pada sayap pesawat. Sayap tersebut juga dipasangi senjata dan tempat awak kapal. Kebanyakan pembuatan pesawat tipe "sayap terbang" menggunakan teknologi "siluman" (low observable technology). Kemungkinan, pesawat pembom baru ini akan dibuat agar dapat mengelabui radar dengan membentuk garis-garis rusuk, untuk membuyarkan pancaran radar musuh.

Central Aerohydrodynamic Institute (TsAGI) saat ini sedang melakukan penelitian properti aerodinamik "sayap terbang". Hal tersebut membuat Rusia mempunyai dasar untuk memproduksi pesawat siluman pesaing B-2 Spirit milik Amerika.

PAK DA memiliki bobot 120 ton. Tidak kurang dari seperempat berat tersebut merupakan barang angkut yang penting seperti bahan bakar, awak kapal, dan persenjataan. Pesawat ini juga akan dilengkapi dengan senjata hipersonik. Prototipe pertama PAK DA direncanakan selesai pada 2017. Di tahun 2019, prototipe tersebut akan akan melakukan uji coba penerbangan dan di tahun 2025 pesawat akan masuk ke dalam persenjataan Angkatan Udara Rusia.

Masuknya pesawat baru tersebut ke dalam angkatan udara Rusia akan memberhentikan penggunaan pesawat Tu-160 dan Tu-95, yang sekarang ini merupakan pesawat andalan untuk penerbangan jarak jauh Rusia. Setelah 2025, pesawat-pesawat pembom itu akan pensiun dan digantikan oleh PAK DA. Saat ini, Rusia memiliki 32 unit pesawat pembom strategis Tu-95 MS dan 16 pesawat supersonik Tu-160 yang bermarkas di kota Engels.

rbth.com

Senin, 16 Juni 2014

F-22 Raptor Dilibatkan Dalam Latihan Cope Taufan 2014 Di Malaysia

Cope Taufan merupakan latihan militer yang didominasi unsur Angkatan Udara dan merupakan latihan militer dua tahunan yang diikuti Angkatan Udara Diraja Malaysia dan Pacific Air Forces. Dalam latihan ini melibatkan lebih dari 450 personil udara dan empat Airframes Angkatan Udara AS dengan penyertaan perdana pesawat tempur siluman F-22 Raptor untuk latihan militer di Asia Tenggara.

F-22 Raptor. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
F-22 Raptor.
Skuadron tempur 199 Hawaii National Guard bersama dengan Skuadron tempur 19 hadir dengan armada F-22 Raptor pada latihan tahun ini. Unit lain yang mendukung latihan termasuk jet tempur F-15 Eagle dari Skuadron 131 Massachusetts Air National Guard, pesawat C-130 Herculer dari Skuadron Angkut Udara 36 Yokota Air Base, Jepang; pesawat C-17 C-17 Globemaster III dari Skuadron 517 Pangkalan Udara Elmendorf-Richardson, Skuadron 535 dan Skuadron 204 Pangkalan Pearl Harbor-Hickam.

"Ini adalah latihan yang terbesar di sini untuk saat ini," kata Kolonel Keith Gibson yang bertindak sebagai komandan pada latihan Cope Taufan 2014. "Biasanya kami hanya melibatkan satu Airframe, tapi tahun ini kami mengerahkan empat Airframe dari seluruh PACAF dan melawan Airframe Malaysia yang berada di dua lokasi yang berbeda."

Partisipan latihan adalah unit penerbang dan unit darat dari PACAF, Komando Operasi Khusus Pasifik, RMAF dan Angkatan Darat Malaysia. Operasi udara termasuk superioritas udara, bantuan udara jarak dekat, pencegatan, angkut udara taktis, dan Combat SAR. "Ini merupakan tahun pertama kami menggabungkan latihan di dua lokasi. Koordinasi antara Subang dan di sini akan sangat aktif dan interaktif. Dengan kecanggihan latihan ini kami berharap dapat berbagi apa yang kita pelajari dan pengalaman kita di semua tingkat dari Royal Malaysia Air Force", kata Kolonel Ben Suri Mohamad Daued, komandan latihan kepala RMAF untuk Cope Taufan 2014.

Latihan ini dilaksanakan mulai 9 Juni 2014 hingga 20 Juni 2014 di PU Butterworth dan P.U. Subang. Cope Taufan dirancang untuk meningkatkan kesiapan kekuatan udara gabungan AS dan Malaysia. Tujuannya untuk meningkatkan kesiapan dan kerjasama Angkatan Udara AS dan Malaysia, meningkatkan kemampuan tempur antara kedua negara, dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional.

www.defencetalk.com

Rabu, 20 Maret 2013

F-16 Fighting Falcon

F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multi-peran yang paling populer hingga kalangan yang awam dengan bidang dirgantara militer cukup mengenal pesawat jet tempur generasi 4 hasil rancangan perusahaan General Dynamics dari Amerika Serikat ini. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki jet tempur F-16 Fighting Falcon dan hingga kini masih dioperasikan dan menjadi andalan TNI AU.
Dirancang sebagai pesawat tempur ringan hari, itu berkembang menjadi pesawat multirole semua cuaca yang sukses. Lebih dari 4.400 pesawat telah dibangun sejak produksi telah disetujui pada tahun 1976. Meskipun tidak ada lagi yang dibeli oleh Angkatan Udara AS, versi yang lebih baik masih sedang dibangun untuk pelanggan ekspor. Pada tahun 1993, General Dynamics menjual bisnis manufaktur pesawat kepada Lockheed Corporation, yang pada gilirannya menjadi bagian dari Lockheed Martin setelah merger dengan Martin Marietta 1995. Fighting Falcon adalah dogfighter dengan berbagai inovasi termasuk kanopi gelembung buram tanpa bingkai untuk visibilitas lebih baik, samping kontrol stick dipasang untuk memudahkan kontrol sedangkan manuver, duduk bersandar 30 derajat untuk mengurangi efek g-gaya pada pilot, dan penggunaan pertama dari stabilitas statis santai / fly-by sistem kontrol penerbangan-kawat yang membuat sebuah pesawat yang sangat gesit. F-16 memiliki meriam M61 Vulcan internal dan mempunyai 11 cantelan untuk senjata mounting, dan peralatan misi lainnya. Meskipun nama resmi F-16 Fighting Falcon, itu diketahui pilot sebagai "Viper", karena itu menyerupai ular berbisa ular dan setelah Starfighter Battlestar Galactica Colonial Viper. Selain aktif USAF, cadangan, dan unit penjaga udara nasional, pesawat yang digunakan oleh tim demonstrasi udara USAF, Angkatan Udara AS Thunderbirds, dan sebagai musuh / pesawat agresor oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. F-16 juga telah dipilih untuk melayani di angkatan udara dari 25 negara lain. F-16 adalah, supersonik bermesin tunggal, multi-peran pesawat taktis. F-16 dirancang untuk menjadi memerangi biaya yang efektif "pekerja keras" yang dapat melakukan berbagai jenis misi dan menjaga kesiapan sekitar-the-clock. Hal ini jauh lebih kecil dan ringan dari pendahulunya, tetapi menggunakan aerodinamis maju dan avionik, termasuk penggunaan pertama dari stabilitas statis santai / fly-by-wire (RSS / FBW) sistem kontrol penerbangan, untuk mencapai kinerja manuver ditingkatkan. Sangat gesit, F-16 dapat menarik manuver 9-g dan dapat mencapai kecepatan maksimum lebih dari Mach 2.f-16 Fighting Falcon (wallpaper 2). Galeri foto wallpaper Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon 2. Koleksi foto dan gambar Pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon 2. Fighting Falcon termasuk inovasi seperti kanopi gelembung untuk visibilitas yang lebih baik buram tanpa bingkai, sisi-mount kontrol menempel memudahkan kontrol selama manuver pertempuran, dan duduk bersandar untuk mengurangi efek g-gaya pada pilot. F-16 memiliki meriam M61 Vulcan internal dalam akar sayap kiri dan mempunyai 11 cantelan untuk memasang berbagai rudal, bom dan polong. Ini juga merupakan pesawat tempur pertama yang dibangun bertujuan untuk mempertahankan berbalik 9-g. Ini memiliki daya dorong-to-weight ratio lebih besar dari satu, menyediakan untuk mendaki dan mempercepat vertikal. F-16 Fighting Falcon dibedakan dengan memiliki empat ventilasi belakang port untuk meriam M61 sedangkan F-16C berikutnya hanya memiliki dua ventilasi di belakang port meriam. F-16 desain mempekerjakan planform dipotong-delta menggabungkan campuran sayap pesawat dan vortex-control forebody strakes, sebuah geometri-tetap, underslung udara masuk intake memasok aliran udara ke mesin jet turbofan tunggal, sebuah tri-pesawat konvensional empennage pengaturan dengan semua -bergerak horisontal "stabilator" tailplanes, sepasang sirip perut di bawah pesawat memanjang dari tepi sayap trailing, sepotong-tunggal, burung-proof "gelembung" kanopi, dan mendarat konfigurasi roda tiga gigi dengan hidung, belakang-mencabut steerable gear deploying jarak dekat di belakang bibir masuk.

F-16 Fighting Falcon (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
F-16 Fighting Falcon (Gambar 1).

F-16 Fighting Falcon (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

F-16 Fighting Falcon (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

F-16 Fighting Falcon (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

F-16 Fighting Falcon (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multi-peran yang dikembangkan oleh General Dynamics (lalu di akuisisi oleh Lockheed Martin), di Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya dirancang sebagai pesawat tempur ringan, dan akhirnya ber-evolusi menjadi pesawat tempur multi-peran yang sangat populer. Kemampuan F-16 untuk bisa dipakai untuk segala macam misi inilah yang membuatnya sangat sukses di pasar ekspor, dan dipakai oleh 24 negara selain Amerika Serikat. Pesawat ini sangat populer di mata international dan telah digunakan oleh 25 angkatan udara. F-16 merupakan proyek pesawat tempur Barat yang paling besar dan signifikan, dengan sekitar 4000 F-16 sudah di produksi sejak 1976. Pesawat ini sudah tidak diproduksi untuk Angkatan Udara Amerika Serikat, tapi masih diproduksi untuk ekspor.

F-16 dikenal memiliki kemampuan tempur di udara yang sangat baik, dengan inovasi seperti tutup kokpit tanpa bingkai yang memperjelas penglihatan, gagang pengendali samping untuk memudahkan kontrol pada kecepatan tinggi, dan kursi kokpit yang dirancang untuk mengurangi efek g-force pada pilot. Pesawat ini juga merupakan pesawat tempur pertama yang dibuat untu menahan belokan pada percepatan 9g.

Pada tahun 1993, General Dynamics menjual bisnis produksi pesawat mereka kepada Lockheed Corporation, yang kemudian menjadi bagian dari Lockheed Martin setelah merger dengan Martin Marietta pada tahun 1995. Pada tahun 1960-an, Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika Serikat menyimpulkan bahwa masa depan pertempuran udara akan ditentukan oleh peluru kendali yang semakin modern. Dan bahwa pesawat tempur masa depan akan digunakan untuk mengejaran jarak jauh, berkecepatan tinggi, dan menggunakan sistem radar yang sangat kuat untuk mendeteksi musuh dari kejauhan. Ini membuat desain pesawat tempur masa ini lebih seperti interseptor daripada pesawat tempur klasik. Pada saat itu, Amerika Serikat menganggap pesawat F-111 (yang pada saat itu masih dalam tahap pengembangan) dan F-4 Phantom akan cukup untuk kebutuhan pesawat tempur jarak jauh dan menengah, dan didukung oleh pesawat jarak dekat bermesin tunggal seperti F-100 Super Sabre, F-104 Starfighter, dan F-8 Crusader.

Pada Perang Vietnam, Amerika Serikat menyadari bahwa masih banyak kelemahan pada pesawat-pesawat mereka. Peluru kendali udara ke udara pada masa itu masih memiliki banyak masalah, dan pemakaiannya juga dibatasi oleh aturan-aturan tertentu. Selain itu, pertempuran di udara lebih banyak berbentuk pertempuran jarak dekat dimana kelincahan di udara dan senjata jarak dekat sangat diperlukan.

Kolonel John Boyd mengembangkan teori tentang perawatan energi pada pertempuran pesawat tempur, yang bergantung pada sayap yang besar untuk bisa melakukan manuver udara yang baik. Sayap yang lebih besar akan menghasilkan gesekan yang lebih besar saat terbang, dan biasanya menghasilkan jarak jangkau yang lebih sedikit dan kecepatan maksimum yang lebih kecil. Boyd menganggap pengorbanan jarak dan kecepatan perlu untuk menghasilkan pesawat yang bisa bermanuver dengan baik. Pada saat yang sama, pengembangan F-111 menemui banyak masalah, yang mengakibatkan pembatalannya, dan munculnya desain baru, yaitu F-14 Tomcat. Dorongan Boyd tentang pentingnya pesawat yang lincah, gagalnya program F-111, dan munculnya informasi tentang MiG-25 yang saat itu kemampuannya terlalu dibesar-besarkan membuat Angkatan Udara Amerika Serikat memulai perancangan pesawat mereka sendiri, yang akhirnya menghasilkan F-15 Eagle.

Pada saat pengembangannya, F-15 berevolusi menjadi besar dan berat seperti F-111. Ini membuat Boyd frustrasi dan ia pun meyakinkan beberapa petinggi Angkatan Udara lain bahwa F-15 membutuhkan dukungan dari pesawat tempur yang lebih ringan. Grup petinggi Angkatan Udara ini menyebut diri mereka "fighter mafia", dan mereka bersikeras akan dibutuhkannya program Pesawat Tempur Ringan (Light Weight Fighter, LWF).

Pada Mei 1971, Kongres Amerika Serikat mengeluarkan laporan yang mengkritik tajam program F-14 dan F-15. Kongres mengiyakan pendanaan untuk program LWF sebesar US$50 juta, dengan tambahan $12 juta pada tahun berikutnya. Beberapa perusahaan memberikan proposal, tetapi hanya General Dynamics dan Northrop yang sebelumnya sudah memulai perancangan dipilih untuk memproduksi prototip. Pesawat mereka mulai diuji pada tahun 1974. Program LWF awalnya merupakan program evaluasi tanpa direncanakan pembelian versi produksinya, tetapi akhirnya program ini diubah namanya menjadi Air Combat Fighter, dan Angkatan Udara AS mengumumkan rencana untuk membeli 650 produk ACF. Pada tanggal 13 Januari 1975 diumumkan bahwa YF-16 General Dynamics mengalahkan saingannya, YF-17.

Spesifikasi Pesawat Tempur F-16 Fighting Falcon

Karakteristik Umum :
  • Kru: 1
  • Panjang: 49 ft 5 in
  • Lebar sayap: 32 ft 8 in
  • Tinggi: 16 ft
  • Luas sayap: 300 ft²
  • Airfoil: NACA 64A204 root and tip
  • Bobot kosong: 18,238 lb
  • Bobot terisi: 26,463 lb
  • Bobot maksimum lepas landas: 42,300 lb
  • Mesin: 1 unit Pratt & Whitney F100-PW-220 afterburning turbofan
  • Alternate powerplant: 1× General Electric F110-GE-100 afterburning turbofan
Kinerja :
  • Laju maksimum: >Mach 2 (1,320 mph, 2,124 km/h) at altitude
  • Radius tempur: 340 mi on a hi-lo-hi mission with six 1,000 lb (450 kg) bombs
  • Jarak jangkau ferri: >3,200 mi
  • Batas tertinggi servis: >55,000 ft
  • Laju panjat: 50,000 ft/min
  • Beban sayap: 88.2 lb/ft²
  • Dorongan/berat: F100 0.898; F110 1.095
Persenjataan :
  • Senjata api: 1 unit M61 Vulcan gatling gun kaliber 20 mm (0.787 in), 511 putaran
  • Roket: 2¾ in (70 mm) CRV7
  • Rudal: Air-to-air missiles: 6× AIM-9 Sidewinder, 6× AIM-120 AMRAAM, 6× Python-4. Air-to-ground missiles: 6× AGM-65 Maverick, 4× AGM-88 HARM, 4× AGM-119 Penguin
  • Bom: 2× CBU-87 cluster, 2× CBU-89 gator mine, 2× CBU-97, 4× GBU-10 Paveway, 6× GBU-12 Paveway II, 6× Paveway-series laser-guided bombs, 4× JDAM, 4× Mk 80 series, B61 nuclear bomb
wikipedia.org

Video Jet Tempur F-16 Fighting Falcon :
Video manuver terbang pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon.

Minggu, 16 September 2012

B-1 Lancer, Pesawat Pembom Strategis Angkatan Udara AS

B-1 Lancer adalah pembom strategis bersayap variabel (dapat dilipat) dan didukung oleh 4 unit mesin jet. Satu-satunya lembaga militer di dunia yang mengoperasikan pesawat ini adalah Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF / United States Air Force) yang hingga saat ini masih mengaktifkan 65 unit pesawat B-1B Lancer. Menurut rencana, AS akan terus mengoperasikan armada B-1 Lancer setidaknya hingga tahun 2028 atau 2030.

B-1 Lancer (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
B-1 Lancer (Gambar 1).

B-1 Lancer (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

B-1 Lancer (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

B-1 Lancer (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

B-1 Lancer (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
Pada tahun 1960, awalnya B-1 diinginkan sebagai pesawat bomber supersonik berkecepatan Mach 2 serta memiliki jarak jangkau jauh dan daya angkut persenjataan dalam jumlah besar untuk menggantikan pesawat pembom strategis generasi sebelumnya, B-52 Stratofortress. Namun dikemudian hari pesawat pengganti ini dikembangkan sebagai B-1 Lancer yang memiliki kecepatan Mach 1,25 dengan kemampuan penetrasi rendah.

Sebenarnya pada tahun 1957 USAF telah memilih B-70 Valkyrie untuk menggantikan B-52 Stratofortress. B-70 Valkyrie digerakkan oleh 6 mesin jet sehingga pesawat ini mampu melesat dengan kecepatan Mach 3 pada ketinggian 21.000 meter. Kemampuan ini membuat B-70 Valkyrie bisa menghindari pesawat pencegat namun riskan menghadapi tembakan rudal permukaan-ke-udara dan deteksi radar. Hal ini sudah terjadi menimpa pesawat Lockheed U-2 yang ditembak jatuh pada tahun 1960. U-2 juga memiliki spesifikasi yang sama dengan B-70. Atas dasar ini USAF beralih ke proyek B-1 Lancer dengan pertimbangan saat itu rudal permukaan-ke-udara (SAM / Surface to Air Missiles) tidak efektif terhadap pesawat yang terbang rendah.

Pengembangan pesawat pembom ini sempat beberapa kali tertunda. Pada tahun 1970, 4 prototip B-1A sempat dibuat, namun proyek ini tidak dilanjutkan lagi. Hingga pada 10 tahun kemudian, pada awal 1980 kembali AS membutuhkan pesawat pembom dengan spesifikasi seperti pesawat B-1. Dan pesawat yang tertunda proyeknya itu hadir kembali dengan versi B-1B. Kali ini sudah dilengkapi dengan teknologi stealth yang membuatnya memiliki peningkatan kemampuan penetrasi yang dramatis. Sejak tahun 1986 armada B-1B Lancer dioperasikan oleh Komando Strategis USAF sebagai bomber nuklir.

Meskipun dikembangkan sebagai pesawat pembawa bom nuklir, namun sejak dasawarsa 1990-an B-1B Lancer digunakan juga untuk membawa bom konvensional. Misalnya dalam Operasi Desert Fox di tahun 1998 yang dilakukan oleh AS dan NATO. Penggunaan bom konvensional dengan pesawat B-1B Lancer juga dilakukan oleh militer AS dan NATO di Afghanistan, Kosovo dan Irak.

Hingga saat ini militer AS sangat mengandalkan 3 serangkai pesawat pembom strategisnya, yaitu B-1B Lancer, B-52 Stratofortress dan B-2 Spirit. Mungkin sebagian orang mengira bahwa huruf "B" pada nama pesawat-pesawat tersebut adalah singkatan dari "Bomber". Sebenarnya pesawat-pesawat itu disebut "Tulang" atau Bone yang ditulis dengan ejaan "B-One".

Dari awal pembuatannya hingga tahun produksi 1988, sejumlah 104 unit pesawat B-1 Lancer yang sudah dibuat. Beberapa diantaranya mengalami kecelakaan dan kerusakan, sebagian juga sudah ditempatkan pada beberapa museum. Hingga saat ini USAF masih mengoperasikan setidaknya 65 hingga 66 unit pesawat pembom strategis B-1B Lancer.

Ada beberapa varian dari pesawat B-1 Lancer, yaitu :
  • B-1A : Ini adalah desain B-1 asli dengan intake mesin variabel dan kecepatan tertinggi Mach 2,2. Ada 4 prototipe yang telah dibuat, namun produksi resminya tidak pernah dilaksanakan.
  • B-1B : Ini adalah pengembangan dari desain B-1 kemampuan minimalisir deteksi radar namun hanya memiliki kecepatan tertinggi Mach 1,25. Sebanyak 100 unit B-1B telah diproduksi.
  • B-1R : Varian ini adalah upgrade pada desain B-1B. B-1R akan dilengkapi dengan radar canggih,rudal udara-ke-udara, dan didukung mesin baru Pratt & Whitney F119. Varian ini akan memiliki kecepatan tertinggi Mach 2.2.
Spesifikasi Pesawat Pembom Strategis B-1B Lancer

Karakteristik Umum :
  • Awak : 4 orang (Pilot merangkap komandan pesawat, kopilot, petugas persenjataan ofensif, dan petugas persenjataan defensif)
  • Kapasitas angkut: 56.700 kg
  • Panjang : 44,5 m
  • Rentang Sayap : 41,8 m (posisi terbentang), 24,1 m (posisi terlipat)
  • Tinggi : 10,4 m
  • Luas Area Sayap : 181,2 m²
  • Airfoil : NA69-190-2
  • Berat Kosong : 87.100 kg
  • Berat Terisi : 148.000 kg
  • Berat Maksimum Lepas-Landas: 216.400 kg
  • Mesin Pendorong : 4 unit turbofan General Electric F101-GE-102
Kinerja :
  • Kecepatan Maksimum : Mach 1,25 atau 1.340 km/jam (pada ketinggian 15.000 m) dan Mach 0.92 atau 1.130 km/jam (pada ketinggian 60 m hingga 150 m)
  • Jarak Jangkau : 11.998 km
  • Radius Tempur : 5.543 km
  • Ketinggian Maksimum Penerbangan : 18,000 m
  • Daya Angkat Sayap : 816 kg/m²
  • Rasio Daya Dorong dan Berat : 0,38
Persenjataan :
  • 84 unit Mk-82 Air inflatable retarder (AIR) general purpose (GP) bombs
  • 81 unit Mk-82 low drag general purpose (LDGP) bombs
  • 84 unit Mk-62 Quickstrike sea mines
  • 24 unit Mk-65 naval mines
  • 30 unit CBU-87/89/CBU-97 Cluster Bomb Units (CBU)
  • 30 unit CBU-103/104/105 Wind Corrected Munitions Dispenser (WCMD) CBUs
  • 24 unit GBU-31 JDAM GPS guided bombs (Mk-84 GP or BLU-109 warhead)
  • 15 unit GBU-38 JDAM GPS guided bombs (Mk-82 GP warhead)
  • 48 unit GBU-38 JDAM (using rotary launcher mounted multiple ejector racks)
  • 48 unit GBU-54 LaserJDAM (using rotary launcher mounted multiple ejector racks)
  • 24 unit Mk-84 general purpose bombs
  • 12 unit AGM-154 Joint Standoff Weapon (JSOW)
  • 96 unit atau 144 unit GBU-39 Small Diameter Bomb GPS guided bombs
  • 24 unit AGM-158 Joint Air to Surface Standoff Munitions (JASSM)
  • 24 unit B61 nuclear variable-yield gravity bombs
  • 24 unit B83 nuclear gravity bombs
Avionik
  • 1 unit radar pasif oevensif AN/APQ-164
  • 1 unit radar peringatan AN/ALQ-161
  • 1 unit sistem menagemen pertahanan AN/ASQ-184
  • 1 unit Lockheed Martin Sniper XR
wikipedia.org

Rabu, 15 Februari 2012

Sukhoi T-50 PAK FA, Jet Tempur Berteknologi Siluman (Stealth) Buatan Rusia

Sukhoi T-50 PAK FA adalah pesawat tempur bermesin jet yang dilengkapi teknologi anti radar atau anti penginderaan (Stealth / Siluman) yang dibuat oleh Biro Desain Sukhoi Rusia. Karena telah mengadopsi fitur teknologi stealth atau siluman, Sukhoi T-50 PAK FA digolongkan sebagai pesawat tempur generasi kelima.

Sukhoi T-50 PAK FA (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Sukhoi T-50 PAK FA (Gambar 1).
Sukhoi T-50 PAK FA (Rusia: Перспективный авиационный комплекс фронтовой авиации, Perspektivny aviatsionny Kompleks frontovoy aviatsii, harfiah "Calon Airborne Kompleks - Frontline Aviation") adalah sebuah jet tempur bermesin ganda yang dikembangkan oleh Sukhoi OKB untuk Angkatan Udara Rusia. Prototipe saat ini T-50 Sukhoi. PAK FA, ketika sepenuhnya dikembangkan, dimaksudkan untuk menjadi penerus MiG-29 dan Su-27 di persediaan Rusia dan berfungsi sebagai dasar proyek Sukhoi / FGFA HAL sedang dikembangkan dengan India. Sebuah jet tempur generasi kelima, T-50 melakukan penerbangan pertama pada 29 Januari 2010. penerbangan kedua nya adalah pada tanggal 6 Februari dan ketiga pada tanggal 12 Februari 2010. Pada tanggal 31 Agustus 2010, mereka telah membuat 17 penerbangan dan pada pertengahan bulan November, 40 secara total. Prototipe kedua adalah untuk memulai uji penerbangan pada akhir tahun 2010, tapi ini ditunda sampai Maret 2011. Sukhoi Mikhail direktur Pogosyan telah memproyeksikan pasar untuk 1.000 pesawat selama empat dekade berikutnya, yang akan diproduksi dalam kerjasama dengan India, dua ratus masing-masing untuk Rusia dan India dan enam ratus bagi negara-negara lain. Dia juga mengatakan bahwa kontribusi India akan berada dalam bentuk kerja bersama di bawah perjanjian saat ini bukan sebagai perusahaan patungan. Angkatan Udara India akan "mendapatkan 50 pejuang tunggal-seater dari versi Rusia" sebelum kursi dua FGFA dikembangkan. Rusia Departemen Pertahanan akan membeli 10 pesawat pertama setelah 2012 dan kemudian 60 setelah 2016. Angkatan pertama pejuang akan dikirimkan tanpa mesin "generasi kelima". Ruslan Pukhov, direktur Pusat Analisis Strategi dan Teknologi, telah memproyeksikan bahwa Vietnam akan menjadi pelanggan ekspor kedua untuk pesawat tempur. The PAK-FA diharapkan memiliki masa kerja sekitar 30-35 tahun. Pada akhir 1980-an, Uni Soviet diuraikan kebutuhan untuk pesawat generasi selanjutnya untuk menggantikan nya MiG-29 dan Su-27 di layanan di garis depan. Dua proyek yang diusulkan untuk memenuhi kebutuhan ini, Sukhoi Su-47 dan Proyek Mikoyan 1,44. Pada tahun 2002, Sukhoi dipilih untuk memimpin desain untuk pesawat tempur baru. Para Tekhnokompleks Ilmiah dan Produksi Pusat, Ramenskoye Instrumen Desain Bangunan Biro, para Tikhomirov Ilmiah Lembaga Penelitian Instrumen Desain, Optical Ural dan Mekanik Tanaman (Yekaterinburg), perusahaan Polet (Nizhniy Novgorod) dan Pusat Riset Ilmiah Teknik Radio Institute (Moscow) adalah pemenang diucapkan dalam kompetisi yang diadakan pada awal 2003 untuk pengembangan suite avionik untuk pesawat generasi kelima. Sukhoi T-50 (wallpaper 2). Galeri wallpaper Pesawat tempur Sukhoi Siluman T-50 2. Koleksi foto dan gambar Pesawat tempur Siluman Sukhoi T-50 PAK FA. NPO Saturn telah ditentukan pelaksana memimpin untuk bekerja pada mesin untuk pesawat ini. The Novosibirsk Chkalov Asosiasi Penerbangan Produksi (NAPO Chkalov) telah dimulai pembangunan pesawat tempur multirole generasi kelima. Karya ini sedang dilakukan di Komsomol'sk-on-Amur bersama-sama dengan Komsomolsk-on-Amur Produksi Pesawat Dasar; direktur umum perusahaan itu, Fedor Zhdanov melaporkan saat berkunjung ke NAPO oleh Novosibirsk Oblast's gubernur Viktor Tolokonskiy pada tanggal 6 Maret 2007. "Perakitan final akan berlangsung di Komsomol'sk-on-Amur, dan kami akan melakukan perakitan dari tubuh kedepan pesawat ini", Zhdanov ditentukan. Pada tanggal 28 Februari 2009, Mikhail Pogosyan mengumumkan bahwa badan pesawat untuk pesawat hampir selesai dan yang pertama prototipe harus siap pada bulan Agustus 2009. Pada tanggal 20 Agustus 2009, Direktur Jenderal Sukhoi Mikhail Pogosyan mengatakan bahwa penerbangan pertama akan pada akhir tahun. Konstantin Makiyenko, wakil kepala Pusat berbasis di Moskow untuk Analisis Strategi dan Teknologi mengatakan bahwa "bahkan dengan penundaan", pesawat kemungkinan akan melakukan penerbangan pertama pada bulan Januari atau Februari, menambahkan bahwa itu akan mengambil 5 sampai 10 tahun untuk produksi komersial . Penerbangan perdana telah berulang kali ditunda sejak awal 2007 sebagai T-50 mengalami masalah teknis yang tidak ditentukan. Angkatan Udara kepala Alexander Zelin mengaku baru-baru ini sebagai Agustus 2009 yang masalah dengan mesin dan dalam penelitian teknis tetap belum terpecahkan. Pada tanggal 8 Desember 2009, Wakil Perdana Menteri Sergei Ivanov mengumumkan bahwa persidangan pertama dengan pesawat generasi kelima akan dimulai pada tahun 2010. Pengujian, bagaimanapun, telah dimulai lebih awal dari menyatakan, dengan uji taxi pertama yang berhasil berlangsung pada tanggal 24 Desember 2009. penerbangan perdananya The pesawat berlangsung pada tanggal 29 Januari 2010 jam KnAAPO's Komsomolsk-on-Amur Dzemgi Bandara, pesawat itu dikemudikan oleh Sergey Bogdan (Сергей Богдан) dan penerbangan berlangsung selama 47 menit. Menurut Sukhoi, radar baru akan mengurangi beban pilot dan pesawat akan memiliki link data baru untuk berbagi informasi antara pesawat. Komposit digunakan secara luas di T-50 dan terdiri dari 25% dari berat dan hampir 70% dari permukaan luar. Diperkirakan bahwa paduan titanium isi pesawat adalah 75%. Sukhoi kepedulian untuk meminimalkan radar cross-section (RCS) dan tarik juga ditunjukkan dengan pemberian dua tandem senjata teluk utama di tengah pesawat, antara nacelles mesin. Setiap diperkirakan antara 4,9-5,1 m panjang. Teluk utama ditambah dengan melotot, segitiga-bagian teluk di akar sayap. Komsomolets Moskovsky melaporkan bahwa T-50 telah dirancang untuk menjadi lebih bermanuver dari Raptor-22 F pada biaya pembuatan kurang tersembunyi dari F-22. Salah satu elemen desain yang memiliki efek seperti itu adalah Leading Edge Vortex Controller (LEVCON). The PAK-FA SH121 kompleks mencakup tiga radar X-Band radar AESA yang terletak di bagian depan dan sisi pesawat. Ini akan didampingi oleh radar L-Band di pinggiran terkemuka sayap. L-Band radar yang terbukti telah meningkatkan efektivitas terhadap diamati sangat rendah (VLO) target yang dioptimalkan hanya terhadap frekuensi X-Band, tapi panjang gelombang mereka lagi mengurangi resolusi mereka. The PAK-FA akan menampilkan pencarian / IRST optik IR dan sistem pelacakan, berdasarkan-35m OLS yang saat ini dalam pelayanan dengan Su-35S. Hindustan Aeronautics Limited dikabarkan akan menyediakan sistem navigasi dan komputer misi.
Sukhoi T-50 PAK FA merupakan jet tempur generasi kelima yang dikembangkan oleh Sukhoi OKB untuk Angkatan Udara Rusia. Pembuat pesawat tempur ini direncanakan untuk menggantikan jet tempur Mig-29 Fulcrum dan Su-27 Flanker pada sistem pertahanan udara Rusia. Selain itu, Sukhoi T-50 juga dijadikan sebagai dasar untuk proyek Sukhoi HAL FGFA yang bertujuan mengembangkan jet tempur untuk kebutuhan Angkatan Udara India.

Sukhoi T-50 sengaja dirancang untuk menandingi jet tempur siluman F-22 Raptor dan F-35 Lightning II. Penerbangan perdana Sukhoi T-50 dilakukan pada tanggal 29 Januari 2010. Kemudian disusul dengan penerbangan kedua pada tanggal 12 Februari 2010. Dan hingga pada tanggal 31 Agustus 2010, PAK FA Sukhoi T-50 sudah 17 kali melakukan penerbangan.

Sukhoi T-50 PAK FA (Gambar 2). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Sukhoi T-50 PAK FA (Gambar 2).
Direktur Sukhoi, Mikhail Pogosyan, telah memproyeksikan pemasaran 1.000 unit Sukhoi T-50 PAK FA dalam waktu empat dekade ke depan. Pembuatan jet tempur siluman ini akan dilakukan berdasarkan kerja sama Rusia dengan India. Kedua negara tersebut masing-masing akan memiliki 200 unit Sukhoi T-50, sedangkan 600 unit berikutnya akan dijual kepada negara-negara lain. Pada tahap pertama Angkatan Udara India akan memperoleh 50 unit pesawat versi satu crew (versi Rusia) sebelum pengembangan Sukhoi T-50 dengan 2 crew yang akan dikembangkan pada proyek FGFA. Sedangkan Departemen Pertahanan Rusia akan membeli 10 unit pada produksi tahap pertama di tahun 2012, kemudian disusul pembelian 60 unit pada tahun 2016.

Sementara itu Ruslan Pukhov, Direktur Pusat Analisis Strategi dan Teknologi Sukhoi, telah memproyeksikan bahwa Vietnam akan menjadi negara kedua setelah Rusia dan India yang akan membeli produk T-50 ini. Jet tempur ini diharapkan memiliki masa operasional sekitar 30 hingga 35 tahun.

Produksi Jet Tempur Siluman Sukhoi T-50 PAK FA

Sukhoi T-50 PAK FA (Gambar 3). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Sukhoi T-50 PAK FA (Gambar 3).
Pada dasawarsa 1980an, saat Uni Sovyet membutuhkan pesawat tempur baru untuk menggantikan MiG-29 dan Su-27, dua proyek pengembangan jet tempur baru telah diusulkan untuk memenuhi kebutuhan ini. Kedua proyek tersebut menghasilkan pesawat tempur Su-47 buatan Sukhoi dan MiG 1.44 buatan Mikoyan. Selanjutnya pada tahun 2002 Sukhoi terpilih untuk mengembangkan jet tempur baru. Hasilnya adalah PAK FA Sukhoi T-50 yang merupakan perpaduan teknologi tempur udara dari Su-47 dan Mig 1,44. Desain ini disetujui oleh Departemen Pertahan Rusia pada musim panas tahun 2009.

Pengembangan sistem avionik pada jet tempur baru ini telah melibatkan Ramenskoye Instrument Building Design Bureau, Tikhomirov Scientific Research Institute of Instrument Design, Ural Optical and Mechanical Plant, Polet firm, dan Central Scientific Research Radio Engineering Institute. Sementara untuk pembuatan mesin Sukhoi T-50 dipercayakan kepada NPO Saturn.

Sukhoi T-50 PAK FA (Gambar 4). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Sukhoi T-50 PAK FA (Gambar 4).
Pada tanggal 8 Agustus 2007, Alexander Zelin dari Angkatan Udara Rusia melaporkan bahwa pengembangan pesawat jet tempur generasi kelima ini telah memasuki tahap akhir dan prototipe pertama sudah siap untuk melakukan uji coba terbang. Dan meloncat beberapa waktu kemudian, tepatnya pada 11 September 2010 lalu, media Business Standard dari India melaporkan bahwa para perunding yang mewakili Rusia dan India telah menyepakati kontrak desain awal guna mendapatkan persetujuan dari kabinet. Untuk kesepakatan ini, kedua negara setuju untuk mengalirkan dana masing-masing sebesar US$.6 miliar guna menangani proyek FGFA yang bakal membutuhkan waktu antara 8 hingga 10 tahun.

Penerbangan Perdana Sukhoi T-50 PAK FA
Penerbangan perdana Sukhoi T-50 yang awalnya direncanakan akan dilakukan pada awal 2007 ternyata gagal disebabkan oleh kendala teknis. Kepala Angkatan Udara Rusia, Alexander Zelin, mengungkapkan bahwa hingga Agustus 2009, kendala teknis tersebut belum berhasil dipecahkan solusinya. Akhirnya Su T-50 bisa melesat di udara pertama kali pada tanggal 29 Januari 2010. Bertindak sebagai pilot pada penerbangan perdana ini adalah Sergey Bogdan yang membawa Su T-50 terbang selama 47 menit. Menurut rencana, prototipe Su T-50 akan dipamerkan pada MAKS Airshow tahun 2011.

Sukhoi T-50 PAK FA (Gambar 5). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Sukhoi T-50 PAK FA (Gambar 5).
Desain Sukhoi T-50 PAK FA
Meskipun sebagian besar informasi tentang pesawat T-50 telah diumumkan secara luas, namun sebagian kalangan meyakini bahwa masih ada beberapa fakta yang disembunyikan. Misalnya kemampuan supercruise (mencapai kecepatan supersonik tanpa afterburner), persenjataan berupa misil udara ke udara dan udara ke permukaan, rudal anti kapal laut, radar AESA dengan elemen 1.500 array yang kabarnya memiliki kecerdasan buatan. Bahan komposit yang digunakan pada Sukhoi T-50 diperkirakan mencapai 25% dari keseluruhan berat pesawat dan sekitar 75% merupakan pelapis permukaan badan pesawat. Badan pesawat juga terdiri dari 75% titanium. Dilaporkan juga bahwa pesawat siluman buatan Rusia ini memiliki kemampuan manuver yang melebihi F-22 Raptor.

Sistem Avionik Sukhoi T-50 PAK FA
Radar kompleks PAK FA SH121 memiliki tiga radar X-Band AESA yang terpasang pada bagian depan dan sisi pesawat. Kemudian didukung juga oleh radar L-Band yang terpasang pada permukaan sayap yang terbukti telah meningkatkan efektivitas terhadap target VLO yang dioptimalkan pada frekuensi X-Band. Pesawat tempur ini juga memiliki IRST IR / search optik dan sistem pelacakan. Sementara itu, Hindustan Aeronautics Ltd dikabarkan akan menyediakan sistem navigasi dan sistem komputer misi.

Mesin Jet Tempur Siluman Sukhoi T-50 PAK FA
Pada penerbangan perdana, Sukhoi T-50 PAK FA menggunakan mesin 117S (AL-41F1A) yang mampu memberikan daya dorong hingga 142 kN. Mesin ini mampu menghasilkan gaya dorong lebih besar dan memiliki sistem otomatisasi yang kompleks, untuk memfasilitasi mode penerbangan seperti manuver.

Uji Penerbangan Jet Tempur Siluman Sukhoi T-50 PAK FA
Pada rekaman video penerbangan perdana menunjukkan bahwa PAK FA Su T-50 tidak memiliki kemudi konvensional seperti ekor vertikal yang dapat digerakkan. Sebagai gantinya digunakan ekor V seperti yang digunakan oleh jet tempur YF-23 buatan Northrop dan dilengkapi dengan ekor horizontal sebagai stabilisator seperti yang digunakan pada F-22 Raptor.

Spesifikasi Jet Tempur Siluman Sukhoi T-50 PAK FA

Berhubung Sukhoi T-50 masih dalam proses pengembangan, maka spesifikasi dibawah ini hanyalah gambaran awal yang diambil dari berbagai informasi yang sudah beredar.

Karakteristik Umum
  • Jumlah Crew : 1 (satu) Orang Pilot
  • Panjang : 19,8 meter
  • Lebar Sayap : 14 meter
  • Tinggi : 6,05 meter
  • Luas Area Sayap : 78,8 meter per segi
  • Berat Kosong : 18.500 kg
  • Berat Terisi : 26.000 kg
  • Maksimum Beban : 7.500 kg
  • Maksimum Berat Lepas Landas : 37.000 kg
  • Mesin : NPO Saturn (AL-41F1)
  • Maksimum Berat Bahan Bakar : 10.300 kg
Kinerja
  • Kecepatan Maksimum : 2.100 km/jam (Mach 2) pada ketinggian 17.000 meter
  • Kecepatan Jelajah : 1.300 km/jam
  • Jarak Jelajah Penerbangan : 5.500 km/jam
  • Service Ceiling : 20.000 meter
  • Tingkat Panjat : 350 m/detik
  • Daya Angkat Sayap : 330(normal) - 470(maximum) kg/m 2 (67(normal) - 96(maximum) lb/ft 2)
  • Maksimum g-load : 10 – 11 g
Persenjataan Jet Tempur Siluman Sukhoi T-50 PAK FA
Persenjataan tidak dipasang pada prototipe yang yang telah menjalani uji penerbangan. Tapi kemungkinan besar Sukhoi T-50 PAK FA akan dilengkapi dengan senapan GSh-301 yang memiliki kaliber 30 mm. Untuk persenjataan rudal, kemungkinan akan digunakan rudal jenis Izdeliye 810, K74, K30, KH38M, dan KH58 USHK. Bom yang diangkut adalah bom berpandu yang memiliki bobot dari 250 kg hingga 1.500 kg.

wikipedia.org