Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label KENDARAAN TEMPUR DAN SENJATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KENDARAAN TEMPUR DAN SENJATA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Oktober 2014

SPR 2 Dan SPR 3, Senapan Sniper Buatan PT Pindad

SPR 2 Kal 12,7 mm dan SPR-3 Kal. 7.62 mm adalah jenis senapan sniper yang diproduksi oleh PT Pindad. SPR 2 Kal 12,7 mm dimasukan dalam kategori senapan anti material karena peluru yang ditembakan mampu menembus plat baja dengan ketebalan tertentu yang sering digunakan pada kendaraan tempur. Sedangkan SPR-3 Kal. 7.62 mm termasuk kategori senapan anti personil.

SPR 2 Kal 12,7 mm. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
SPR 2 Kal 12,7 mm.
SPR 2 Kal 12,7 mm.

PINDAD SPR 2 Kal 12,7 mm adalah senapan anti materil anggota senapan array presesi tinggi yang dihasilkan oleh PT PINDAD. SPR 2 adalah senapan tembakan tunggal, aksi baut dengan penglihatan optik dan a malt baffle muzzle brake untuk mengurangi kekuatan hentakan. untuk pengguna individu dapat dibuat dari bipod. Ketika senjata dalam keadaan siap tembak pilihan dan beberapa penyesuaian stok pelengkap dapat ditambahkan dibawah perakitan stok untuk panjang.Stok butt memiliki alas karet buttyang dapat disesuaikan untuk tinggi. Biasany sistem ditujukan untuk penglihatan teleskopik 10 x 5, penglihatan malam dapat digunakan dengan kedua senapan. The SPR2 adalah bilik catridge 12,7 x 99 mm (0.50 Browning). Ini cukup akurat untuk memungkinkan latihan penembakan di 1500 m. Pegangan pistol polimer agronomik bagi pengguna.

Spesifikasi SPR 2 Kal 12,7 mm
  • Calibre : 12.7 x 99 mm
  • Overall length : 1755 mm
  • Barrel length : 1055 mm
  • Feed : 5 rounds
  • Max. Total Weight : 19.5 kg
  • Rifling : 8 grooves, RH 381 mm(15") twist
  • Sight : Optical
  • Muzzle velocity : 900 m/s
  • Max. effective range : 2000 m
SPR-3 Kal. 7.62 mm

SPR-3 Kal. 7.62 mm. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
SPR-3 Kal. 7.62 mm.
Pindad juga memproduksi senjata tipe SPR-3 Kal. 7.62 mm, dirancang sebagai senapan yang didedikasikan untuk memberikan jaminan akurasi, kemudahan pemeliharaan, keandalan dan ketahanan militer. Ada tembakan tunggal, tindakan baut senapan dengan penglihatan optik dan malt baffle muzzle brake untuk mengurangi kekuatan hentakan. Stok gagang lipat tersedia sebagai pilihan untuk pendek dan panjang. Varian SPR 3 dengan peredam termasuk amunisi subsonic. Biasanya sistem ditujukan untuk penglihatan teleskopik 10x5, penglihatan malam yang dapat digunakan dengan kedua senapan. Digunakan untuk tentara Indonesia.

Spesifikasi SPR-3 Kal. 7.62 mm
  • Calibre : 7.62 x 51 mm
  • Weight : 6.94 Kg
  • Feed : 10 rounds
  • Total Length : 1250 mm
  • Barrel length : 660 mm
  • Sight : Telescope - Bullet Drop Adjuster - 3.5 ÷ 10x Operation : Bolt Action (BA) / Repeater
  • Effective range : witch telescope : 900 m Muzzle velocity : 800 - 810 m/s
  • Ammunition : MU2- TJS Cal. 7.62 x 51mm (.308 Match) Weight ammunition 168 grains / Hollow Point.
PT Pindad (Persero) sejak berdiri tahun 1983 memproduksi berbagai jenis senjata mulai dari senjata laras panjang, senjata genggam, pistol, dan lainnya. Perusahaan menyuplai kebutuhan peralatan pertahanan dan keamanan nasional serta pesanan dari luar atau ekspor.

Produksi senjata terus ditingkatkan kualitasnya berdasarkan penelitian dan pengembangan dari tenaga-tenaga ahli Pindad bersama dengan pengguna produk untuk menetapkan spesifikasi yang dibutuhkan. Dalam setiap produksi, proses optimasi dilakukan untuk memperoleh senjata yang maksimal.

Pemeriksaan dilakukan pada setiap proses manufaktur mulai dari penerimaan material sampai proses akhir pembuatan produk. Seluruh produk telah diuji dan memenuhi standar internasional salah satunya Mil STD. Sistem mutu selalu dipelihara dengan menerapkan sistem mutu ISO 9000-2008 yang disertifikasi oleh LRQA.

PT Pindad sendiri memproduksi berbagai senjata seperti senapan serbu, senapan runduk, dan senjata genggam. Dalam setahun, PT Pindad mampu memproduksi sekira 30 ribu unit senjata.

www.pindad.com

Selasa, 16 September 2014

MBT-3000, Tank Tempur Utama Buatan China Khusus Untuk Ekspor

MBT-3000 adalah jenis kendaraan tank tempur utama (MBT: Main Battle Tank) generasi 3 dari negara China yang dibuat khusus untuk diekspor ke negara-negara peminat. Di negeri asalnya, tank ini punya nama VT-4 dan diproduksi oleh perusahaan NORINCO (China North Industries Corporation). MBT-3000 merupakan versi perbaikan dari VT1A.

MBT-3000. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
MBT-3000.
Kendaraan tempur ini mirip dengan tank Type 99G yang saat ini dioperasikan PLA (Tentara Pembebasan Rakyat China). Tapi dalam hal kemampuan tempur dan lain-lain, MBT-3000 berada dibawah tank Type 99G. Keberadaan MBT-3000 ini pertama kali ditampilkan kepada publik di China pada tahun 2012. Menurut kabar, model tank ini juga ditawarkan kepada negara Pakistan untuk dikembangkan menjadi MBT Al Khalid Mk.2.

MBT-3000 tidak menggunakan desain baru yang orisinil dan sebagai dasar pengembangannya tank tempur utama ini menggunakan model tank T-72 buatan Uni Soviet yang sudah digunakan pada era perang dingin lalu. Pihak China memperoleh tank T-72 dari Rumania dan memproduksinya ulang. Bisa dikatakan bahwa MBT-3000 adalah contoh terbaik dari peningkatan kinerja tempur dari tank yang desain awalnya diambil dari model tank buatan era Uni Soviet. Meskipun begitu masih terlihat bahwa desain MBT-3000 juga terpengaruh dengan model tank-tank buatan negara-negara barat.

Sistem Perlindungan MBT-3000

MBT-3000 menggunakan teknologi yang hemat biaya karena tank ini memang dirancang untuk tujuan ekspor ke negara-negara berkembang. Ciri dari T-72 yang masih bisa dirasakan pada MBT-3000 adalah bodinya yang tidak terlalu tinggi. Lambung dan turret tank ini terbuat dari konstruksi baja yang dilas dengan lapisan baja komposit, selain itu ada penambahan modul baja pelindung dari ledakan. Pada side skirt (pelindung roda), dilengkapi dengan lapisan besi reaktif. MBT-3000 juga mengaplikasikan sistem pelindung NBC (Nuclear, Biological, and Chemical). Juga sudah ditambahkan sistem pemadam kebakaran dan peredam efek ledakan yang baru.

Pihak NORINCO juga menawarkan sistem perlindungan lainnya, yaitu sistem pencegahan pasif. Sistem ini menggunakan pelontar granat asap untuk menghindarkan tank dari target sinar laser penjejak yang biasa digunakan oleh rudal anti-tank.

Persenjataan MBT-3000

Senjata utama MBT-3000 adalah meriam smoothbore kaliber 125 mm. Meriam ini menggunakan pengisian amunisi secara otomatis (autoloader). Keberadaan autoloader ini menghapus kebutuhan awak pengisi amunisi sehingga bisa mengurangi ukuran dimensi tank. Autoloader ini mampu melakukan pengisian amunisi dengan kecepatan 8 amunisi per menit. Sistem pada meriam ini juga bisa digunakan untuk menembakan rudal anti-tank. Jenis rudal yang digunakan adalah 9K119 Refleks (AT-11 Sniper) yang sebenarnya buatan Rusia tapi kini sudah diproduksi di China dibawah lisensi. Rudal ini memiliki jangkauan tembak hingga 5.000 meter.

MBT-3000 mampu membawa 33 amunisi meriam utama, 22 unit sudah siap ditembakan, dan 11 unit berada di bagian lambung penyimpan.

Selain meriam kaliber 125 mm, tank ini dilengkapi senjata bantu berupa senapan mesin koaksial kaliber 7,62 mm yang terpasang diatap kubah. Penembak tak perlu muncul dari lubang kubah untuk mengoperasikan senapan mesin ini karena sudah bisa dikendalikan dari dalam kabin tank secara digital.

Persenjataan pada MBT-3000 memang sepenuhnya dioperasikan secara digital dan dilengkapi sistem manajemen tempur. Awak tank menggunakan monitor termal generasi kedua untuk mengoperasikan semua sistem persenjataan. Sistem ini telah dikembangkan oleh NORINCO bekerjasama dengan pihak ASELSAN di Turki. Tank tempur utama ini dilengkapi juga dengan sistem navigasi GPS.

Sistem Penggerak MBT-3000

MBT-3000 dioperasikan tiga orang awak, yaitu komandan, penembak dan pengemudi. Tank tempur utama ini didukung mesin diesel turbocharged berdaya 1 300 hp. Sebagian pengamat militer berpendapat mungkin mesin ini diimpor dari Ukraina. Tapi beberapa sumber lain melaporkan bahwa MBT-3000 kemungkinan juga dilengkapi dengan diesel yang lebih kuat dan memiliki daya 1 500 hp. Mesin ini diintegrasikan dengan gearbox otomatis. Tangki bahan bakar tambahan dapat dipasang untuk keperluan jangkauan operasional jarak jauh.

www.military-today.com

Kamis, 03 April 2014

MBT Leopard Revolution, Tank Tempur Terbaru TNI AD

MBT Leopard Revolution adalah salah satu dari varian tank tempur utama Leopard buatan Jerman yang terkenal itu. Leopard Revolution termasuk varian terbaru dan merupakan pengembangan dari varian 2A4. Dan tank tempur ini siap untuk memperkuat kesatuan TNI AD. Dengan mengakuisisi tank ini maka Indonesia menjadi negara kedua di Asia yang mengoperasikan tank Leopard yang konon menjadi MBT terbaik di dunia dan kemampuannya melebihi tank M1A1 Abrams buatan AS dan Challenger buatan Inggris.

MBT Leopard Revolution. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
MBT Leopard Revolution.
Tank Leopard Revolution, Tank Kebanggaan Bangsa Indonesia.

Tank tempur utama (MBT: Main Battle Tank) Leopard Revolution adalah salah satu varian terbaru yang merupakan pengembangan dari Leopard 2A4. Tank tempur ini diproduksi oleh pabrik persenjataan berat Jerman, Rheinmetall. MBT Leopard Revolution pertama kali diperkenalkan pada tahun 2010, dan menurut analis militer tank ini juga sering disebut sebagai Leopard 2A4 Evolution. Leopard 2A4 sendiri adalah salah satu varian Leopard 2 yang paling banyak diproduksi dan dipakai di banyak negara dalam jumlah besar.

Kemampuan.

Dari segi tampilan, memang ada perbedaan di antara kedua tank yang memang "bersaudara" ini. Yang paling jelas terlihat perbedaannya adalah pada turret (kubah) meriamnya. Leopard Revolution memiliki turret meriam yang sisinya bersudut miring dan tajam, sementara 2A4 turretnya berbentuk kotak. "Visi dan misi" kedua varian ini pun berbeda. Sang pendahulu yaitu Leopard 2A4 yang dikembangkan di era 1980-an mengangkat konsep peperangan kala itu yaitu perang terbuka melawan Blok Timur Uni Soviet di medan terbuka.

Sementara Leopard Revolution sebagai generasi tahun 2000 dirancang untuk diterjunkan pada peperangan yang pada praktiknya justru paling banyak dijalani negara-negara Barat saat ini yaitu perang gerilya dan perang kota, seperti yang dihadapi pasukan NATO di Afghanistan dan belajar dari apa yang dialami pasukan AS dan Inggris di Irak. Pada perang Teluk I, Irak memenangi perang kota walaupun harus menghadapi musuh yang besar yaitu AS dan Inggris berikut koalisinya.

Pengembangan paling nyata dari Revolution adalah pada perangkat proteksinya, yang menggunakan lapisan komposit Advanced Modular Armor Protection (AMAP). Lapisan pelindung ini terdiri
atas materi nanokeramik serta titanium dan baja alloy, yang diklaim memberikan kemampuan perlindungan yang jauh lebih baik. Karena sifatnya yang modular atau bisa dibongkar pasang, pengguna bisa memilih variasi kemampuan proteksi sesuai kebutuhan, seperti untuk menangkal granat berpeluncur roket (RPG) atau untuk peledak improvisasi (IED).

Dengan sifat modularnya itu pula, seandainya lapisan proteksi itu rusak dihajar serangan musuh, perangkat itu bisa dibongkar untuk diganti baru. Dengan tambahan lapisan proteksi itu, ada
konsekuensinya yaitu bobot tank yang bertambah hingga menjadi lebih kurang 60 ton, dibandingkan varian 2A4 yang sekitar 57 ton.

Persenjataan.

Sebagai senjata utama, Revolution menggunakan meriam yang sama dengan 2A4 yaitu meriam L44 smoothbore kaliber 120 mm. Meriam ini bisa menggunakan semua varian peluru standar NATO, dan tank ini mampu membawa amunisi sebanyak 42 butir. 15 peluru sudah dalam kondisi siap tembak tersimpan di kubah meriam (otomatis reload), sementara sisanya tersimpan di
bagian dalam bodi.

Untuk tambahan daya gempur dan pertahanan diri ringan, tank yang diawaki 4 orang ini juga dilengkapi senapan mesin berat kaliber 12,7 mm yang dioperasikan dengan remot kontrol sehingga
awak tank tak perlu muncul keluar untuk mengoperasikannya. Sepucuk senapan mesin kaliber 7,62 juga terpasang sejajar dengan meriam.

Untuk menjawab keraguan bahwa meriam bermodel smoothbore alias bagian dalam larasnya licin itu akurasinya di bawah meriam rifled bore atau laras berulir, Rheinmetall memasang sistem kendali penembakan yang lebih modern, yang mampu menjamin ketepatan menembak pada kesempatan pertama.

Mesin.

Dari segi mesin, Revolution tetap menggunakan tipe mesin yang sama dengan 2A4 yaitu mesin diesel turbocharge MTU MB837 Ka501 yang berkekuatan 1.500 hp (tenaga kuda), yang membuatnya bisa mencapai kecepatan hingga 72 km per jam di medan yang rata.

Tank Leopard-2 buatan Jerman merupakan MBT yang paling banyak digunakan oleh negara-negara di dunia (18 negara). Hal lain yang menjadi dasar perhitungan disamping harganya
murah adalah adanya jaminan dan kemudahan-kemudahan yang tidak mengikat. Dengan demikian penggunaan untuk jangka panjang tidak menjadi hambatan seperti suku cadang, proses ToT (Transfer of Technology) dalam rangka membantu BUMNIP maupun BUMNIS serta pelatihan-pelatihan.

Dengan hadirnya tank Leopard dari Jerman dalam tubuh TNI AD, otomatis kekuatan tempur TNI AD makin berotot. Dengan pembelian ini, maka Indonesia menjadi negara Asia kedua yang mengoperasikan tank yang sekelas dengan M1A1 Abrams buatan AS dan Challenger dari Inggris ini. Negara Asia lain yang mengoperasikannya adalah Singapura.

Spesifikasi MBT Leopard Revolution :
  • Panjang + Kanon : 9,67 meter
  • Lebar : 3,7 meter
  • Tinggi : 3 meter
  • Berat Tempur : 62 ton
  • Tekanan Jejak : 0,98 Kg/Cm
  • Bebas Dasar : 540 mm
  • Meriam Utama : Rheinmetall 120 mm SBG L44
  • Jarak Tembak : 3.000 meter - 4.000 meter
  • Jarak Tembak : 3.000 meter - 4.000 meter
  • Senjata Tambahan : Senapan Mesin kaliber 12,7 mm MG dan Senapan Mesin kaliber 7,62 mm MG
  • Mesin : MTU MB837 Ka501 12 Diesel Turbo Intercooler
  • Tenaga : 1.500 hp
  • PWR : 24,2 hp/ton
  • Kapasitas BBM : 1.160 Liter
  • Kecepatan Maksimum : 70 Km/Jam
  • Rintangan Tegak : 1,1 meter
  • Rintangan Miring : 30%
  • Tanjakan : 60%
  • Lintas Parit : 3 meter
  • Mengarung : 0,8 meter
  • Daya Jelajah : 450 Km
Majalah Palagan

Senin, 13 Mei 2013

Pemerintah Jerman Setuju Ekspor 104 Tank Leopard Dan 50 Tank Marder Ke Indonesia

Pengiriman 164 tank tempur dari jenis MBT Leopard 2 dan tank medium Marder 1A2 kepada Indonesia akhirnya bisa disetujui oleh pemerintah Jerman. Kesepakatan eksport 106 MBT Leopard 2, 50 tank Marder, dan 10 kendaraan lapis baja dari Jerman kepada Indonesia ini sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2012 lalu. Namun beberapa pihak di Jerman membuat kesepakatan tersebut menjadi lambat untuk direalisasikan.
MBT Leopard 2A4. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
MBT Leopard 2A4
Jerman Pastikan Jual 164 Tank ke Indonesia

Pemerintah Jerman, Rabu (8/5/2013), sepakat untuk menjual 164 buah tank ke Indonesia, setelah parlemen Belanda menolak penjualan tank tempur utama kepada Indonesian karena masalah pelanggaran HAM. Pemerintahan Kanselir Angela Merkel telah memberikan lampu hijau untuk produsen senjata Rheinmetall AG yang berada di Duesseldorf untuk menjual tank ke Indonesia. Penjualan itu termasuk 104 unit tank Leopard 2 dan 50 unit kendaraan tempur infantri Marder 1A. Selain itu, kesepakatan ini juga meliputi 10 tank lain, termasuk kendaraan tempur untuk pegunungan, dan sejumlah kendaraan militer lainnya.

Sejauh ini belum diperoleh informasi terkait nilai dari kesepakatan tersebut. Konfirmasi ini diperoleh setelah seorang anggota parlemen oposisi Katha Keil dari Partai Hijau yang meminta penjelasan terkait kesepakatan penjualan senjata yang dicapai November tahun lalu itu. Partai Hijau Jerman selama ini menyuarakan keprihatinannya bahwa Indonesia, yang kerap dikritik karena sering melanggar HAM, akan menggunakan persenjataan buatan Jerman ini untuk menghadapi pengunjuk rasa dan etnis minoritas.

Pemerintah Indonesia sudah mengajukan keinginan untuk membeli tank tempur buatan Jerman pada 2012 dalam kunjungan Kanselir Merkel ke Indonesia. Saat itu, Pemerintah Indonesia berjanji tidak akan menggunakan persenjataan ini untuk melawan rakyat.

Pemerintahan Merkel selalu menawarkan penjualan senjata ke negara-negara yang dianggap sebagai partner strategis. Beberapa negara yang juga membeli persenjataan Jerman adalah Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

internasional.kompas.com

Kamis, 22 November 2012

HK G36, Senapan Serbu Buatan Heckler & Koch, Jerman

HK G36
HK G36 merupakan senapan serbu yang populer di kalangan militer. Sejak pertama kali diproduksi, hingga kini tidak kurang dari 38 negara telah menggunakan HK G36 dengan berbagai varian. Senapan serbu HK G36 juga telah digunakan dalam konflik di Kosovo, Afghanistan, Irak, Ossetia Selatan, Irlandia Utara, Libya, dan Mexico. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | HK G36, Senapan Serbu Buatan Heckler & Koch, Jerman.
Jerman menunjukkan keperkasaannya dalam bidang inovasi teknologi dan enginering saat merilis Heckler & Koch G36 pada tahun 1997. Setelah melewati lima tahun masa pengembangan G36 lahir saat proyek besar G11 dibatalkan karena pembengkakan biaya dan ketidaksesuaian teknologi. Eksterior senapan serbu ini sangat revolusioner karena penggunaan bahan polymer yang dipadu dengan partikel logam didalamnya sehingga sangat kuat dan mampu menahan impak. Hal ini terbukti dari guide rail untuk bolt group yang dicetak menyatu dengan bagian dalam receiver.

Seperti diketahui, guide rail menjadi tempat berjalannya bolt carrier dalam gerak mundur ke belakang setelah menerima impak dari ledakan di kamar peluru, dan kembali lagi ke depan. Hingga saat ini hanya sedikit pabrikan yang mampu membuat upper lower receiver yang terbuat dari polymer seluruhnya. Di depan receiver terdapat handguard yang terintegrasi dengan popor lipat untuk menstabilkan senjata, yang terdapat pada varian G36 dan G36K.

Mekanisme operasi HK G36 mengadopsi dari senapan AS-18 yang dibuat oleh George Sulivan. Sistemnya memanfaatkan piston untuk memukul balik bolt carrier kea rah belakang, menciptakan satu sistem dingin yang aman untuk mencegah terjadinya slam firel ledakan peluru tanpa tarikan pelatuk akibat suhu di kamar peluru yang terlalu panas.

Sistem pasokan peluru G36 juga menggunakan magasen polymer tembus pandang sehingga penembak bisa mengetahui jumlah peluru yang tersisa. Magasen ini juga memiliki cantelan sehingga dua magasen dapat disatukan untuk pengisian peluru yang lebih cepat. Dua fitur ini rasanya pantas untuk menebus "dosa" karena magasen yang tidak standar dengan kesepakatan NATO.

Senapan ini didesain agar ramah dioperasikan, dimana kontrol dibuat ambidextrous atau tersedia untuk pengguna normal maupun kidal. Hal ini Nampak pada selector pilihan penembakan, pengokang, dan tuas pelepas amunisi yang mudah diakses.

Satu fitur lain yang mendahului jamannya adalah penggunaan teleskop sebagai alat bidik standar. Perbesaran teleskopnya mencapai 3,5 x, memadai untuk menyasar target sampai 300 meter, titik optimum efektifitas peluru 5,56 mm. Diatas teleskop masih ada optik reflex dengan sumber tenaga baterai. Pada varian G36A2, optik ini digantikan dengan rel sehingga berbagai jenis optik reflex bisa ditempelkan, dengan standarnya adalah Zeiss RSA-S reflex sight dengan lensa 30 mm yang luas.

HK G36 standar merupakan senapan serbu yang digunakan seluruh infanteri didalam Bundeswehr. G36 versi karabin (G36K) digunakan oleh kesatuan dengan spesialisasi tertentuatau pasukan khusus seperti KSK, MSK, Fallschirmjager Spesiallzuge, Fernspaher, dan Feldjager, dengan sejumlah aksesoris tambahan seperti rel Picatinny pengganti foregrip dari pabrikan Brugger & Thomet atau KAC handguard.

Standar yang digunakan infanteri saat ini termasuk modul laser / laser IR dan senter LLM01 buatan Oerlikon Contraves. Sementara varian G36C (compact) adalah varian mikro dengan laras yang amat pendek. Varian ini diperuntukan bagi unit kesatuan taktis polisi seperti GSG-9.

Untuk menambah daya gempurnya, G36 bisa dipasangi dengan unit pelontar granat AG-36 yang melontarkan granat 40 mm, serta dilengkapi leaf sight di sisi kiri unit AG-36. Dengan mekanisme side loading atau pengisian peluru dari samping, AG-36 memiliki keunggulan karena bisa mengadopsi munisi yang lebih panjang dibanding pelontar granat standar AS, M203.

Pengguna HK G36

Senapan G36 telah menjadi senjata utama bagi Bundeswehr sejak tahun 1995 dan telah digunakan juga oleh Angkatan Darat Spanyol sejak tahun 1999. Pada akhir tahun 1990-an, sejumlah kecil G36 dibeli oleh Angkatan Darat Inggris untuk pengetesan sebagai pengganti L85A2, namun keputusannya belum ditentukan. G36 juga dipakai oleh sejumlah satuan kepolisian di Eropa, antara lain, Unit Reaksi Bersenjata Kepolisian Inggris, RAID dan GIGN Perancis, Bundespolizei (Polisi Federal Jerman), Garda Republik Nasional Portugis, kepolisian Belanda, dan unit anti-teroris kepolisian Polandia serta di Malaysia oleh Grup Gerak Khas Angkatan Darat Malaysia dan Pasukan Gerak Khas Anti-teror Kepolisian Kerajaan Malaysia. Di Indonesia, H&K G36 juga digunakan oleh Kopassus & Denjaka.

Varian HK G36

G36 dibuat dengan tiga varian utama, yaitu G36, G36K (kurz: pendek), dan G36C (compact/commando). Varian keempat adalah senapan SL8 yang dirancang khusus untuk pasar senjata sipil Amerika Serikat. Walaupun mekanisme SL8 hampir serupa dengan G36, SL8 dibuat tidak memiliki kemampuan menembak full-otomatis. Lubang magazennya juga dirancang agar tidak bisa menerima magazen kapasitas besar 30-butir. Gagangnya diganti dengan gagang popor berlubang, dan bidikan teleskop reflexnya diganti dengan bidikan besi biasa. Varian kelima adalah senapan mesin ringan LMG36 (Light Machine Gun), yaitu G36 standar dengan laras yang lebih berat, bipod, dan magazen drum 100-butir.

Varian Panjang (mm)¹ Panjang laras (mm) Berat (kg)² Alat bidik Magazen
G36, Standar 999 (758) 480 3,6 (4,0) 3,0x Optik, Reflex Standar (30),
Drum C-Mag (100)
G36K, Kurz 860 (615) 318 3,3 (3,7)
G36C, Compact/Commando 720 (500) 228 2,8 (3,2) Picatinny Rail, Aperatur/Kotak
LMG36, Light Machine Gun 999 (758) 480 3,6 (4,0) 3,5x Optik, Reflex
G36E (atau V), Ekspor 999 (758) 480 3,3 (3,7) 1,5x Optik
G36KE (atau KV), Kurz Ekspor 860 (615) 318 3,0 (3,4)
LMG36E (atau V), Light Machine Gun Ekspor 999 (758) 480 3,3 (3,7)
SL 8, Sipil 980–1030 (-) 510 4,2 (4,4) Besi Standar (10)
¹ Panjang: Popor tak dilipat (Popor dilipat)
² Berat: Magazen kosong (Magazen penuh)

Tipe Senapan serbu
Negara asalJerman
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 1995-sekarang
Sejarah produksi
Tahun 1990
Produsen Heckler & Koch
Diproduksi 1995–
Varian Lihat Varian
Spesifikasi
Berat Lihat Varian
Panjang Lihat Varian
Panjang  laras Lihat Varian

Peluru 5.56 × 45 mm NATO
Mekanisme Operasi gas, bolt berputar
Rata² tembakan 750 butir/menit
Kecepatan peluru 920 m/s
Jarak efektif 200 m - 800 m (tertulis pada bidikan)
Amunisi Magazen box 30-butir,
Magazen drum C-Mag 100-butir
Alat bidik Bidikan reflex 3x (1,5x pada versi ekspor)

Reload Magz #15, Wikipedia.org

Selasa, 20 November 2012

WR-40 Langusta, Sistem Peluncur Roket Artileri Buatan Polandia

WR-40 Langusta
WR-40 Langusta termasuk salah satu sistem persenjataan yang ada dalam daftar belanja pertahanan TNI. Hal ini ditandai dengan kunjungan ke Polandia pada tanggal 23 – 29 Oktober 2010 yang dilakukan oleh sejumlah pejabat TNI untuk melihat langsung uji coba dan kinerja dari sistem peluncur roket Artileri WR-40 Langusta buatan Polandia ini. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | WR-40 Langusta, Sistem Peluncur Roket Artileri Buatan Polandia.
Modul sistem peluncur roket multi laras (MLRS: Multiple Launch Rocket System) WR-40 Langusta dibuat oleh Wojskowej HSW S.A, Polandia. Awalnya modul ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Bersenjata Polandia guna menggantikan BM-21 yang sudah lama dan usang. Dengan truck Jelcz P662D.35G-27 sebagai wahana pengangkutnya, MLRS WR-40 Langusta dapat dibawa menjelajahi medan hingga sejauh 650 km. 40 tabung peluncur yang terpasang dibadannya mampu memuntahkan roket sejauh 1,6 km - 42 km dengan sudut tembakan maksimal 30 derajat.

Sama halnya dengan RM-70 Grad Ceko yang dimiliki Marinir TNI AL, WR-40 Langusta buatan Polandia ini juga menggunakan kaliber 122 mm. Keduanya sama-sama hasil pengembangan dari artileri roket MLRS model lama BM-21 buatan Uni soviet (Rusia). Perbedaan yang mencolok pada kedua sistem peluncur roket artileri ini adalah RM-70 Grad dapat melakukan pengisian secara otomatis dengan sistim autoloader sedangkan pengisian ulang roket pada WR 40 Langusta dilakukan secara manual oleh awak unit dengan memakan waktu sekitar 7 menit.

Untuk penyesuaian medan, RM-70 Grad yang memiliki bobot tempur 25 – 30 ton dinilai masih kurang fleksibel di banding WR 40 Langusta karena para awaknya akan bekerja lebih ekstra untuk mencari lokasi yang tepat dijadikan sebagai tempat peluncuran roket kearah lawan. Berbeda dengan WR 40 Langusta dengan panjang yang lebih pendek dan ringan akan memudahkan awaknya mencari posisi atau lokasi untuk memberikan bantuan tembakan ke garis depan.

Selain memberikan payung tembakan terhadap pasukan infanteri kawan WR 40 Langusta juga dapat digunakan sebagai penghambat laju pasukan infanteri lawan dengan menembakkan amunisi yang sudah dimuati ranjau anti personel untuk ditebar dan ditanam di wilayah lawan.

Pada kabin WR-40 Langusta memiliki sistem pengaturan yang tergolong cukup canggih dikelasnya. Semuanya sudah terintegrasi dalam satu pusat kontrol yaitu dari dalam kabin. Di dalamnya terdapat panel pengatur tembakan serta sistem GPS yang dapat membantu memberikan tembakan akurat. Selain itu juga terdapat pengatur tekanan roda otomatis untuk memudahkan kendaraan melintasi medan berat serta tanjakan dengan kemiringan 60 derajat.

Dari segi kebutuhan amunisi roket 122 mm untuk WR 40 Langusta dan RM 70 Grad, Departemen Pertahanan (Dephan) bekerjasama dengan industri strategis Indonesia seperti Lapan dan Pindad untuk melakukan riset pengembangan roket berdiameter 122 mm (Rhan). Meski saat ini daya jelajah roket hasil riset kedua institusi tersebut masih tergolong kurang maksimal yaitu 14 km namun akan terus dikembangkan sampai mencapai jarak yang diharapkan untuk menopang kebutuhan amunisi jenis roket yang dibutuhkan oleh TNI.

Secara taktis keberadaan WR 40 Langusta akan dapat membantu memobilisasi gerak pasukan infanteri untuk menerobos masuk kewilayah lawan dengan cepat serta memberikan payung tembakan yang akurat.

Spesifikasi WR 40 Langusta
  • Awak : 4 - 6 orang
  • Kendaraan angkut : Truck Jelcz P662D.35G-27
  • Sistem gerak : 6×6
  • Mesin : Diesel Iveco Aifo Cursor 8, daya 350 Hp
  • Kecepatan maks : 85 km/jam
  • Jarak operasional : 650 km
  • Berat total : 40 ton
  • Panjang : 8,58 m
  • Tinggi : 2,74 m
  • Lebar : 2,54 m
  • Kaliber roket : 122 mm
  • Jumlah laras : 40 tabung
  • Jarak tembak : 1.6 - 42 km
rindam5brw.mil.id

Video WR 40 Langusta

Video peluncuran roket artileri MLRS WR-40 Langusta buatan Polandia.

Senin, 19 November 2012

Pindad SS2 (senapan Serbu 2)

Senapan Serbu 2 (SS2) Pindad
Senapan Serbu 2 (SS2) Pindad ini telah digunakan oleh TNI sejak tahun 2006. SS2 merupakan pengembangan senapan serbu dari generasi sebelumnya, Senapan Serbu 1 (SS1). Menurut Wikipedia, lebih dari 25.000 unit SS2 dengan berbagai varian telah digunakan oleh TNI. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Pindad SS2 (senapan Serbu 2).
SS2, singkatan dari Senapan Serbu 2, adalah senapan serbu buatan PT Pindad yang, merupakan generasi kedua dari senapan serbu Pindad sebelumnya, SS1. SS2 diklaim memiliki desain yang lebih ergonomis, tahan terhadap kelembaban tinggi, memiliki berat yang lebih ringan, serta akurasi yang lebih baik. Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 3,2 kg, sebagai catatan SS1 varian awal memiliki berat kosong 4,01 kg. Pada tahun 2006, TNI-AD membeli 10.000 pucuk senapan SS2.

SS2 mulai dikembangkan antara tahun 2002 hingga 2003. Pada tahun 2005 senapan serbu ini mulai diproduksi. Semua kekurangan pada senapan serbu generasi sebelumnya (SS1) telah diminimalisir pada produk SS2.

SS2 digunakan oleh tentara Indonesia sejak tahun 2005, dan juga sudah diekspor. Awalnya tersedia dalam tiga versi dasar (standard rifle SS2-V1, carbine SS2-V2 dan para-sniper SS2-V4) sekarang ini juga tersedia dalam subcompact versi SS2-V5, yang dikenalkan pada 2008.

Varian SS2 (Senapan Serbu 2) :
  • SS2-V1 : Varian awal SS2 dengan basis SS1.
  • SS2-V2 : Varian karabin dari SS2-V1.
  • SS2-V3 : Produksi dibatalkan.
  • SS2-V4 : Varian laras yang diperpanjang, pisir (pembidik besi) diganti teleskop. Dirancang untuk penembak jitu dan pasukan khusus.
  • SS2-V5 : Versi kompak dari model SS2-V1.
Data-data Umum Senapan Serbu 2 (SS2) :
  • Tipe : Senapan serbu
  • Negara Asal : Indonesia
  • Sejarah Pemakaian : Digunakan 2006 - sekarang
  • Pengguna : Indonesia
  • Produsen : PT Pindad
  • Berat : 3,2 kg (kosong)
  • Panjang : 930 mm
  • Panjang Laras : 460 mm
  • Peluru : 5.56 x 45 mm NATO, .223 Remington
  • Kaliber : 5.56 x 45 mm
  • Mekanisme : Piston gas, bolt berputar
  • Kecepatan Tembak : 700 butir/menit
  • Kecepatan Peluru : 710 m/s
  • Jarak Efektif : 450 m
  • Pengisian : Magazen box 30-butir
  • Alat bidik : Bidikan besi (pisir)
wikipedia.org

Rabu, 14 November 2012

Senapan Serbu 1 (SS-1) Buatan PT Pindad

Senapan Serbu 1 (SS1)
Senapan Serbu 1 (SS1) diproduksi pertama kali oleh PT Pindad pada tahun 1991. Pada tahun yang sama, TNI dan POLRI mulai menggunakan SS1. Senapan serbu ini telah memiliki pengalaman tempur nyata (battle proven) pada konflik di Aceh, Timor Timur, dan Papua. Hingga sekarang Senapan Serbu 1 (SS1) dengan beberapa varian masih digunakan oleh TNI dan POLRI. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Senapan Serbu 1 (SS1) Buatan PT Pindad.
Senapan Serbu SS1 Series Pindad

SS-1 adalah singkatan dari Senapan Serbu 1, senapan serbu yang banyak digunakan oleh TNI dan POLRI. Senapan ini diproduksi oleh PT. Pindad Bandung, berdasarkan senapan FN FNC dengan lisensi dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN), Belgia.

Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 4,01 kg. Senapan ini bersama-sama dengan M16, Steyr AUG dan AK-47 menjadi senapan standar TNI dan POLRI, tapi karena diproduksi di Indonesia, senapan ini paling banyak digunakan.

SS-1 diproduksi dalam 2 konfigurasi utama, yaitu senapan standard dan karabin pendek. Versi senapan standar disebut SS1-V1 (FNC "Standard" Model 2000) dan karabin disebut SS1-V2 (FNC "Short" Model 7000). Kedua varian diatas dilengkapi dengan laras yang berisi pelintiran tembakan tangan kanan sepanjang 178 mm (untuk stabilisasi mengantisipasi peluru SS109 belgia yang lebih berat). Selain itu juga, SS-1 bisa dipasang berbagai attachment seperti Foregrip yang bisa merubahnya seperti model Standar M4A1 tanpa Red Dot Sight, varian Pelontar Granat (M203, M320 / GP25) dan berbagai Scope seperti Red Dot Sight, Holographic Sight dan ACOG Sight serta Mars Sight yang scopenya sudah menempel di senjata.

Battle Proven

Senapan SS-1 produksi PT. Pindad ini di tangan para prajurit TNI sudah di nyatakan Battle Proven (sudah teruji) dengan sering digunakannya senapan ini dalam mendukung berbagai operasi di seluruh tanah air. Operasi Timor Timur dan DOM Aceh merupakan tempat ajang pembuktian akan kehandalan SS1, meski masih terdapat kekurangan di sana sini pada akhirnya PT. Pindad dapat meminimalisir kekurangan tersebut sehingga mampu di ajak berpetualang di berbagai medan dan cuaca.

Selain pengalaman di dalam negeri SS1 juga memiliki pengalaman di luar negeri untuk mendukung TNI sebagai pasukan perdamaian PBB dan mampu menjuarai berbagai perlombaan yang diadakan antar peacekeeper seperti di Konga dan Lebanon serta AARM di Malaysia SS1 dapat mengungguli persenjataan-persenjataan lain yang sejenis. Dengan kelebihan yang dimiliki oleh SS1 banyak negara-negara di ASEAN yang tertarik untuk membelinya. Di Indonesia sendiri SS1 sudah melengkapi pasukan TNI dan di kembangkan dengan berbagai versi sesuai permintaan.

Varian Senapan Serbu 1 (SS-1)
  • SS-1 V1 : Varian dasar bagi SS-1. Laras standar dengan popor lipat.
  • SS-1 V2 : Varian pendek dari SS-1, larasnya diperpendek.
  • SS-1 V3 : Varian standar dengan popor tetap.
  • SS-1 V4 : Serupa dengan varian V1, ditambah dengan teleskop.
  • SS-1 V5 : Varian terkecil dari semua varian dengan laras 252 mm dan berat 3,37 kg dan popor lipat. Dirancang untuk teknisi, operator artileri, kru tank, paukan garis belakang, dan pasukan khusus.
  • SS-1 R5 Raider : Sub varian V5 yang dirancang khusus untuk pasukan khusus terbaru TNI Raider. R adalah kependekan dari Raider dan R5 dibuat khusus untuk batalyon ini saja. SS-1 R5 memiliki rancangan lebih ramping dan ringan.
  • SS-1 seri M : Dibuat untuk korps Marinir. Dengan proses pengecatan spesial untuk menahan air laut dan tidak mudah berkarat. Varian ini dirancang untuk tetap dapat digunakan setelah masuk lumpur atau pasir. Terdapat tiga varian: M1 dengan laras panjang dan popor lipat; M2 dengan laras pendek dan popor lipat; dan M5 Commando.
  • Sabhara V1-V2 : Pengembangan varian ini dikhususkan untuk kepolisian, yaitu perlunya kemampuan melumpuhkan bukan membunuh. Varian ini menggunakan peluru 7.62 x 45 mm PT Pindad.
Spesifikasi Senapan Serbu 1 (SS1)
  • Berat : 4,01 kg (kosong)
  • Panjang : 997 mm
  • Peluru : 5,56 x 45 mm NATO, .223 Remington
  • Kaliber : 5,56 x 45 mm
  • Mekanisme : Operasi gas, bolt berputar
  • Rata² tembakan : 700 butir/menit
  • Kecepatan peluru : 710 m/detik
  • Jarak efektif : 450 m
  • Amunisi : Magazen box 30-butir
  • Alat bidik : Bidikan besi, bidikan teleskopik (tergantung varian)
wikipedia.org, rindam5brw.mil.id

Selasa, 13 November 2012

Spike LR, Sistem Rudal Penghancur Tank

Spike LR
Spike LR adalah sistem peluncur rudal portable anti tank generasi keempat. Sistem peluncur rudal Spike LR digunakan oleh banyak kalangan militer untuk menggantikan MILAN. Beberapa fitur rudal yang sekarang dibuat juga oleh Jerman ini memiliki kemiripan dengan Javelin, rudal penjagal tank buatan AS. PROKIMAL ONLINE | Spike LR, Sistem Rudal Penghancur Tank.
Rudal anti-tank buatan Israel ini dipergunakan untuk menggantikan MILAN sebagai rudal utama penghancur tank pada kesatuan Bundeswehr. Identitas Yahudinya dikubur setelah Rheinmetall Dusseldorf dan Diehl BGT Defence membentuk mayoritas saham Eurospike LR untuk membuatnya di Jerman berdasarkan lisensi. 70% dari total komponen diproduksi sendiri di Jerman. Jerman memiliki 4.000 MELLS (Multipurpose Guided Missile Systems), dan 311 diantaranya digunakan pada kendaraan tempur (ranpur) Puma.

Spike LR memiliki sejumlah fitur yang kurang lebih mirip dengan Javelin milik AS. Prinsip dasarnya adalah pemakai mengunci sasaran (target) dengan menggunakan CLU (Command Launch Unit) yang berbasis infra merah, dan rudal akan mengikuti titik jatuhnya berkas sinar infra merah tersebut dalam kondisi terkunci sehingga tim penembak tak perlu mengunci sasaran secara terus-menerus. Setelah sasaran berhasil dihancurkan, tim penembak bisa melepas CLU dan tripod, serta membuang bekas tabung peluncurnya yang berbahan fiberglass.

Desain rudal Spike
Desain rudal Spike.
Rudal Spike terhubung dengan kawat fiber optik sehingga informasi dari CLU bisa diupdate ke dalam rudal yang sedang meluncur. Ini berarti sasaran bisa diubah dan terus mengikuti target yang bergerak (bermanuver). Tim penembak juga bisa meluncurkan rudal ke satu arah lalu membelokkannya ke arah target untuk menghindari kemungkinan lawan mendeteksi keberadaan tim peluncur Spike LR. Spike LR juga memiliki fitur soft launch, rudal terlontar terlebih dahulu, baru motor roket menyala sehingga Spike aman ditembakkan dari dalam ruangan tertutup.

Agar mampu menjebol lapisan baja pada tank atau ranpur modern yang biasanya dilengkapi sistem perlindungan tambahan, Spike dibekali hulu ledak tandem berbasis shaped charge, yang pertama menjebol lapisan pelindung dan yang kedua untuk menjebol lapisan baja yang sesungguhnya untuk memastikan kesuksesan menghantam lawan. Dalam skenario tertentu, Spike LR bahkan dapat digunakan untuk menyasar helikopter.

Kementerian Pertahanan Jerman membeli Spike LR untuk ranpur Puma AFV, peleton infanteri anti-tank, pasukan khusus KSK dan MSK. Untuk infanteri, satu orang prajurit didesain untuk membawa dua tabung peluncur sekaligus (berat total 28 kg), sementara prajurit lainnya membawa CLU.

Data Umum Spike LR

Desain : Rafael Advanced Defence Systems.
Produksi : 1997 (digunakan AB Jerman sejak 2008).
Jenis : Rudal Anti-tank.
Bobot : 14 kg (hulu-ledak), 5 kg (CLU / Command Launch Unit), 2,8 kg (Tripod).
Jarak Efektif : 4.000 meter.
Panjang : 1.670 mm.

Reload Magz #15

Jumat, 26 Oktober 2012

IFV Puma, Generasi IFV Baru Pengganti Marder

IFV Puma
IFV Puma

Puma adalah kendaraan tempur infanteri Jerman yang dirancang untuk menggantikan ranpur sejenis dari generasi sebelumnya, IFV Marder. Produksi massal dari IFV Puma ini sudah dimulai sejak 6 Juli 2009. Proyek pengadaan ranpur generasi baru untuk Bundeswehr ini ditangani oleh PSM Projekt System Management yang merupakan perusahaan patungan antara Krauss-Maffei Wegmann dan Rheinmetall Landsysteme.

Puma meruapakan salah satu IFV (Infantry Fighting Vehicle) yang terbaik dalam aspek proteksi dan memiliki rasio tinggi pada kekuatan mesin dan bobot kendaraan.

Secara keseluruhan, tampilan luar dari Puma tidak terlalu berbeda jika dibandingkan dengan IFV lainnya. Mungkin yang membuatnya berbeda adalah pada bahan pelindungnya. Sebagai proteksi tambahan, Puma menggunakan material AMAP-B (Advanced Modular Armor Protection-Ballistic) untuk perlindungan dari gempuran proyektil yang memiliki kemampuan penetrasi dengan energi kinetik, AMAP-SC (Shaped Charge), perlindungan NBC (Nuclear, Biologist, Chemical), sistem pemadam kebakaran pada kabin awak dan kompartemen mesin.

Puma dilengkapi sistem persenjataan utama berupa meriam otomatis kaliber 30 mm MK 30-2/ABM buatan Rheinmetall dengan kecepatan 200 tembakan per menit dengan jangkauan tembak efektif 3.000 meter. Ranpur ini juga didukung senapan mesin HK MG4 kaliber 5,56 mm berkemampuan 850 tembakan per menit dengan jarak tembak efektif 1.000 meter. Dan untuk menghadapi tank tempur utama (MBT: Main Battle Tank), helikopter tempur, atau bunker pertahanan lawan, Puma dilengkapi sistem rudal Spike LR yang memiliki jangkauan tembak efektif hingga 4.000 meter.

Untuk kamuflase perlindungan, Puma dilengkapi juga dengan 6 unit pelontar granat asap kaliber 76 mm. Perlindungan bagi personil juga diperkuat dengan penambahan proteksi pada lantai ranpur yang bisa menahan ledakan dari bahan peledak hingga seberat 10 kg.

IFV Puma dilengkapi dengan sistem kamera dan periskop yang dapat melakukan pengawasan melingkar hingga 360 derajat. Proyeksi tampilan pengawasan itu bisa disajikan pada monitor yang diawasi oleh awak.

Secara teori, IFV seperti Puma dan sejenisnya digunakan untuk mendampingi tank tempur utama (MBT: Main Battle Tank) pada misi tempur. Tapi pada kenyataannya kebanyakan dari jenis IFV yang ada tidak mampu untuk mengimbangi kelajuan MBT. Untuk menutup celah ini lah IFV Puma diproduksi. Mesin 800 kW yang digunakan Puma membuatnya sanggup mengimbangi laju MBT.

Spesifikasi IFV Puma
  • Bobot : 31.500 kg, 43.000 kg dengan lapisan pelindung tambahan.
  • Panjang : 7,4 m
  • Lebar : 3,7 m
  • Tinggi : 3,1 m
  • Awak : 3 + 6
  • Lapisan Pelindung : AMAP (Advanced Modular Armor Protection)
  • Persenjataan Utama : Meriam otomatis MK30-2/ABM kaliber 30 mm, kapasitas 400 peluru.
  • Persenjataan Tambahan : Senapan Mesin HK MG4 kaliber 5,56 mm kapasitas 2.000 peluru, sistekm rudal anti-tank Spike LR, 6 tabung pelontar granat kaliber 76 mm
  • Mesin : MTU V10 892 diesel 800 kW (1,100 hp)
  • Rasio Tenaga Mesin dan Berat Kendaraan : 25,4 kW/ton
  • Suspensi : hydropneumatic
  • Jarak Jangkau : 600 km
  • Kecepatan Maksimal : 70 km/jam

Jumat, 05 Oktober 2012

C-802, Rudal Anti Kapal Permukaan Buatan China

C-802 / Yingji-82 / CSS-N-8 Saccade
C-802 / Yingji-82 / CSS-N-8 Saccade. Sejak tahun 2008 TNI-AL telah menginstal rudal anti kapal permukaan buatan China ini pada beberapa kapal perangnya, umumnya jenis kapal patroli cepat (FPB: Fast Patrol Boat). Rudal C-802 sudah pernah diuji coba tembak dalam Latgab TNI-AL 2008. Rudal C-802 juga termasuk salah satu dari beberapa jenis rudal yang ditembakkan dari kapal perang TNI-AL dalam latihan pertempuran laut Armada Jaya XXXI/2012. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | C-802, Rudal Anti Kapal Permukaan Buatan China.
C-802 / Yingji-82 / CSS-N-8 Saccade

Rudal C-802 / Yingji-82 (Yingji arti harfiahnya adalah “Serangan Elang”) merupakan Rudal anti kapal permukaan yang diproduksi oleh China dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 1989 oleh China Haiying Electro Mechanical Technology Academy (CHETA). Rudal ini memiliki kemampuan pantulan radar yang kecil, lintasan terbang yang rendah (sekitar 5 sampai 7 meter di atas permukaan laut) dan anti jamming yang tinggi, sehingga kapal sasaran mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi pula untuk menghambat Rudal C 802. Kemungkinan perkenaan dari Rudal ini terhadap sasaran adalah sekitar 98%. Dalam laporannya, pihak NATO menyebut rudal ini dengan nama CSS-N-8 Saccade

Rudal C 802 dapat diluncurkan dari berbagai platform antara lain kendaraan darat bergerak/semi bergerak, kapal permukaan, kapal selam dan pesawat tempur. Sasaran utama Rudal C 802 adalah kapal type destroyer, frigate, landing ship atau sasaran permukaan laut yang lain. Selain itu Rudal C 802 dapat digunakan untuk menyerang sasaran di darat. Rudal ini memiliki sistem pendorongan booster dan turbojet sehingga mampu terbang dengan kecepatan subsonik (0,8 – 0,9 Mach ; 1 Mach = 344 meter/detik).

CASIC (China Aerospace Scientific Industry Cooperation) adalah pabrik pembuat Rudal C 802 yang merupakan modifikasi versi C 801 (setara dengan Rudal Exocet MM 38 buatan Perancis), sedangkan Rudal C 802 memiliki kemampuan dan akurasi setara dengan Rudal Harpoon buatan Amerika Serikat. Modifikasi mendasar pada Rudal C 802 adalah penambahan sistem Turbo Jet untuk menghembuskan udara sehingga menambah jarak jangkaunya. China terus mengembangkan Rudal jenis ini. Jenis Rudal yang diluncurkan dari Pesawat Udara adalah C 802K (YJ-82K), bahkan C 802 sudah dimodifikasi menjadi C 803 / YJ-83 yang mempunyai jarak jangkau 150-200 km sehingga merupakan Rudal supersonik. Negara-negara pengguna Rudal C 802 antara lain: Indonesia, Bangladesh, Iran, Thailand, Pakistan, Myanmar.

Data -Data Teknis dan Taktis Rudal C-802
  • Produsen : CASIC
  • Jenis : Surface to Surface Missile.
  • Jarak Efektif : 10-120 km
  • Kecepatan Jelajah : 0,8 -0,9 Mach
  • Ketinggian Jelajah : 20 m
  • Terminal Flight Altitude : 5 m (sea state 1-3) , 7 m (sea state 4-5)
  • Panjang : 6,383 m
  • Diameter : 0,36 m
  • Wing Span : 1,22 m (tidak terlipat) ; 0,72 m (terlipat)
  • Berat : Take Off Weight 705 kg; Stage II Weight 520 kg
  • Moda Pemandu : Self Control Mode & Self Guidance Mode.
  • Warhead : Semi Armour Piercing Blast Type dengan berat 150 kg.
  • Daya Ledak : Satu Rudal mampu menghantam kapal perang sekelas destroyer 3.000 ton sehingga mengakibatkan kerusakan serius atau menghilangkan kemampuan tempurnya.
  • Fuse: Electromechanical Contact Time Delay Fuze.
  • Probabilitas Pencarian Akuisisi Target :
    • Jarak antara 10-90 km (98%)
    • Jarak antara 90-120 km (95%)
  • Probabilitas Target Hitting Saat Fase Self Guidance : 90%
Kemampuan Rudal C-802
  • Jangkauan di balik Cakrawala (Over The Horizon Target). Rudal C 802 mampu terbang dengan jarak maksimal 120 km dan memiliki sarana untuk menerima input data dari GPS. Hal ini tentunya sangat berguna untuk menghancurkan lawan yang berada di balik cakrawala.
  • Kemampuan Segala Cuaca. Kebutuhan untuk terus menerus mampu operasional di semua kondisi alam menuntut Rudal C 802 mampu bekerja pada segala cuaca. Faktor lingkungan yang mempengaruhi Rudal ini adalah Sea State dan Rainfall. Rudal C 802 dapat dioperasikan pada kondisi sea state 5 (ketinggian gelombang s/d 5 m) dengan curah hujan maksimal 7,5 mm/jam.
  • Mandiri Setelah Take Off. Setelah Rudal lepas dari peluncur container, maka Rudal bergerak berdasarkan data dari KRI, kemudian mencari target sesuai dengan Radar seeker yang ada dalam Rudal.
  • Kemampuan Bertahan Yang Tinggi. Kemampuan terhadap sistem pertahanan lawan dalam bentuk penghindaran terhadap Perang Elektronika (Pernika) lawan (4 kemampuan anti jamming yaitu anti sea clutter, frequency agility, anti noise jamming dan anti range gate pull off / pancaran radar jammer dipantulkan pada posisi sedekat mungkin dengan echo pantulan platform jammer. Selain itu Rudal ini juga mampu homing pada jarak 3-8 km (short range) dan 7-15 km (long range).
  • Memiliki Kehandalan Tinggi. Rudal C 802 dilengkapi dengan fasilitas sistem “Simulate Mode” untuk mengetahui kondisi kesiapan sistem kendali senjata yang ada di KRI serta fungsi “Pre Launch Check” untuk mengetahui kondisi kesiapan Rudal itu sendiri.
Platform luncur:
  • Kendaraan darat bergerak/semi bergerak(Land-based semi-mobile/mobile launcher)
  • Type 051B (Luhai class) DDG, Type 053H3 (Jiangwei-II class) FFG
  • JH-7 fighter-bomber
  • Chengdu JF-17 Thunder fighter
  • Houdong FAC/Missile Boat (Iran)
Varian
  • YJ-82 (C-802): varian dasar
  • YJ-82K (C-802K): varian luncur udara
  • YJ-83 (C-803): jarak diperjauh / Extended range (sampai 150-200km) varian supersonik
  • C-802KD
  • KD-88
  • Noor: Varian lebih canggih dari Iran.
    • Pada awal 2000 dilaporkan Korea Utara dan Iran bekerjasama membuat versi yang lebih canggih dari rudal C-802.Rudal tersebut pada awalnya dibeli oleh Iran dari China denga teknologi yang agak ketinggalan, kemudian Iran berpaling kepada Korea utara untuk teknologi sistem rudal. Kedua negara mengembangkan bersama versi pegembangan dengan ketepatan akurasi yang ditingkatkan.
wikipedia.org

Rabu, 19 September 2012

Unsur-unsur Operasi Pertahanan Udara Nasional

Jet Tempur Sukhoi TNI-AU
Jet Tempur Sukhoi TNI-AU, terdiri dari varian Su-27 dan Su-30 menjadi salah satu alutsista yang berfungsi sebagai unsur utama dalam pelaksanaan operasi pertahanan udara di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Unsur-unsur Operasi Pertahanan Udara Nasional.
Unsur-unsur pelaksanaan operasi pertahanan udara masing-masing dipimpin oleh Komandan Unsur yang bertanggungjawab kepada Pangkosekhanudnas (Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional).

Unsur-unsur tersebut adalah sebagai-berikut :

Unsur Pesawat Tempur Sergap :
Unsur ini melaksanakan indentifikasi visual dan penindakan terhadap sasaran udara dan digelar di pangkalan induk atau pangkalan operasi. Dilaksanakan oleh skadron pesawat tempur sergap berkecepatan tinggi.

Unsur Penyergap Low Speed :
Unsur ini melaksanakan tugas yang mirip dengan unsur pesawat tempur, namun sasarannya merupakan sasaran udara yang low speed juga.

Unsur Radar :
Melaksanakan pengamatan udara untuk mendeteksi sasaran udara. Ada 3 jenis radar yang digelar, yaitu Early Warning (EW) digelar di wilayah terluar dan saling Overlap dengan cakupan radar lain untuk mendeteksi sedini mungkin datangnya ancaman. Sedangkan Ground Control Intercept Radar (GCI) digelar untuk mendeteksi sasaran udara dan mengendalikan pesawat tempur sergap dalam pelaksanaan operasi pertahanan udara (hanud). Airborne Radar, seperti pesawat surveillance B737 yang dimiliki TNI-AU digelar untuk menutupi celah yang tidak terliput oleh radar lain. Radar terbang ini juga dapat berfungsi sebagai EW dan GCI. Dilaksanakan oleh satuan-satuan radar.

Unsur Rudal (jarak sedang) :
Melaksanakan pertahanan udara terminal. Digelar di lokasi tertentu sesuai dengan kemampuan rudal (peluru kendali) untuk menanggulangi sasaran udara, dan sedapat mungkin melindungi dan menangkis serangan udara dari segala arah.

Unsur Artileri Pertahanan Udara :
Terdiri dari rudal taktis dan meriam pertahanan udara. Melaksanakan hanud titik dalam mengamankan objek vital nasional. Pergelaran sedapat mungkin melingkar dan dan dapat saling support untuk menghadapi serangan dari segala arah. Tapi untuk perlindungan objek vital yang ukuran dan bentuknya tidak memungkinkan untuk digunakan digelar melingkar, digunakan gelar tikar. Jika masih tak mampu juga, digunakan gelar tangkis. Unsur ini banyak dilakukan dengan lintas matra, terutama matra darat.

Unsur Kapal Republik Indonesia (KRI) :
Seluruh KRI yang berkemampuan hanud berfungsi sebagai penutup celah radar, melaksanakan pengawasan udara dan hanud titik. KRI ini digelar pada suatu lokasi untuk memperkuat perlindungan suatu objek vital nasional terhadap serangan udara. Dilakukan lintas matra yaitu dengan matra laut yang memiliki kemampuan hanud.

Unsur Military Civil Coordination (MCC) :
Membantu melaksanakan pengamatan udara dan pengaturan lalu-lintas udara dalam rangka mendukung operasi pertahanan udara. MCC digelar di bandara yang memiliki radar penerbangan sipil dan mengkoordinasikan seluruh penerbangan. Dilakukan oleh Dinas Perhubungan (udara) yang memiliki akses radar seperti ATC (Air Traffic Control).

Unsur Hanud Pasif :
Melaksanakan upaya pencegahan dan pengurangan efektifitas serangan udara terhadap objek vital nasional, serta penanggulangan dan pengurangan kerugian akibat serangan tersebut. Dilakukan oleh pihak sipil seperti pemadam kebakaran dan unsur pertahanan sipil.

Unsur Pangkalan Udara :
Melaksanakan dukungan dan penanganan operasi hanud sesuai wewenang dan tanggungjawabnya. Dilakukan oleh pasukan yang bertugas menjaga pangkalan udara.

Reload Magz

Selasa, 18 September 2012

Marder 1A3, Tank Tempur Medium Buatan Jerman

Tank Marder 1A3. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Tank Marder 1A3
Marder 1A3 adalah salah satu varian dari tank medium atau yang lebih tepat disebut sebagai kendaraan tempur infanteri (IFV / Infantry Fighting Vehicle) Marder 1 yang diproduksi oleh perusahaan Rheinmetall Landsysteme.

Sebagai kendaraan tempur infanteri lapis baja, Marder dioperasikan oleh Angkatan Darat Jerman sebagai senjata utama Panzergrenadiere (infanteri mekanik) dari tahun 1970-an sampai saat ini. Hingga sekarang Marder telah terbukti sebagai IFV yang tangguh. Oleh karena itu tidak salah jika Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memilih Marder sebagai bagian dari arsenal tempur TNI. Menurut informasi dari Kemhan RI, penandatanganan kontrak pembelian 50 unit tank Marder 1A3 dan 10 tank pendukungnya dilakukan pada akhir September 2012 (baca: 50 Tank Marder 1A3 Akan Perkuat Arsenal Tempur TNI).

Varian pertama Marder mulai dikembangkan pada Januari 1960 dan produksi pertamanya diterima oleh militer Jerman pada tanggal 7 Januari 1971. Produksi kendaraan tempur ini terus berlanjut hingga tahun 1975, tidak kurang dari 2.136 unit Marder telah diproduksi.

Pada tahun 1975 rudal Milan (rudal anti tank) mulai digunakan pada kendaraan tempur Marder. Tapi saat itu penembakannya masih secara konvesional. Petugas (komandan tank) muncul dari kubah sambil memanggul peluncur rudal Milan lalu menembakan rudal tersebut. Lalu antara tahun 1977 dan 1979 peluncur rudal ini mulai dipasang sebagai bagian dari persenjataan Marder.

Lalu, apa kelebihan yang dimiliki varian Marder 1A3 yang tidak lama lagi akan memperkuat jajaran tempur TNI?

Program upgrade atau modifikasi peningkatan varian 1A3 dimulai pada tahun 1988. Saat itu ada sekitar 2.100 unit Marder 1A1 dan 1A2 yang akan diupgrade oleh militer Jerman. Proyek ini dikerjakan oleh perusahaan Thyssen-Henschel. Tank Marder yang telah diupgrade menjadi varian Marder 1A3 kembali diterima militer Jerman pada tanggal 17 November 1989. Upgrade tersebut meliputi:
  • Penambahan lapisan baja pelindung hingga seberat 1.600 kg untuk melindungi Marder dari tembakan meriam 2A42 kaliber 30 mm dari BMP-2 buatan Rusia.
  • Modifikasi pada akses kompartemen personil infanteri.
  • Suspensi diperkuat, sistem pengereman baru dipasang, gearbox disesuaikan. Sistem pemanas digantikan dengan sistem pemanas berbasis air.
  • Modifikasi pada Turret meriam.
  • Keseluruhan modifikasi tersebut membuat Marder memiliki bobot 35.000 kg.
Varian Marder 1A3 inilah yang merupakan varian terbanyak digunakan oleh Angkatan Darat Jerman.

Sebagai kendaraan tempur, Marder bisa melintasi air hingga kedalaman 1,5 meter. Jika dilengkapi dengan peralatan tambahan, kendaraan tempur ini bisa melintasi air berkedalaman hingga 2,5 meter. Marder menggunakan roda penggerak yang dipasangi trek Diehl dengan bantalan karet.

Sejak awal kemunculannya hingga saat ini ada beberapa varian Marder yang telah diproduksi. Diantarannya adalah:
  • Marder 1 (1971 -) : Marder 1 dengan Milan: sebuah peluncur rudal Milan memang cocok untuk semua Marder antara 1977 dan 1979.
  • Marder 1A1 (+) (1979-1982) : Menggunakan 2 meriam otomatis kaliber 20 mm sehingga memungkinkan pengisian amunisi secara bergantian, peralatan penglihatan malam termasuk intensifier gambar dan imager termal. Kapasitas Infanteri dikurangi menjadi lima. Diterapkan pada 674 kendaraan Marder antara tahun 1979 dan 1982.
  • Marder 1A1 (-) (1979-1982) : sebagai A1 (+) tanpa imager termal. Sejumlah 350 Marder diupgrade ke varian ini.
  • Marder 1A1A3 : merupakan upgrade dari varian A1 dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A1A sebagai 1 A1 tetapi tanpa peralatan penglihatan malam pasif. Sejumlah 1.112 unit Marder diupgrade ke varian ini.
  • Marder 1A1A4 : Varian Marder A1A dengan dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A1A2: Marder yang dikonversi dari varian A1 dengan turret milik varian A2
  • Marder 1A1A5: Upgrade varian A1A2 dengan dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A2 (1984-1991): Antara tahun 1984 dan 1991, semua Marder milik Jerman diupgrade ke varian A2 ini, modifikasi substansial termasuk suspensi, tangki bahan bakar, sistem pendingin dan air-jet sistem pembersihan. Selain pemasangan sistem peninjauan baru, tak lagi menggunakan peralatan pencari cahaya inframerah. Semua Marder Jerman dilengkapi dengan pencitra termal kecuali untuk lebih dari 674 unit Marder A1 yang memang sudah memiliki perangkat ini.
  • Marder 1A2A1 : Varian 1A2 dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A3 (1988–1998)
  • Marder 1A4 : Varian 1A3 dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A5 (2003-2004) : Tambahan pelindung lapis baja dan renovasi pada interior untuk melindungi personil dari cedera akibat ledakan dan hentakan saat melindas ranjau. Hanya diterapkan pada 74 unit varian 1A3.
  • Marder 1A5A1 (2010-2011) : Dilengkapi dengan sistem pendingin udara, jammer untuk IED dan multi-spektral kamuflase. Pada bulan Desember 2010 sepuluh unit Marder diupgrade ke varian ini, kemudian dilanjutkan pada 25 unit pada Agustus 2011.
Meskipun telah dioperasikan dalam jumlah besar selama 38 tahun, tank Marder baru memperoleh pengalaman tempur sesungguhnya yang pertama kali saat melindungi sebuah pos tentara Jerman dari serangan gerilyawan Taliban yang berlokasi di Distrik Chahar Dara, provinsi Kunduz, Afghanistan, pada Juli 2009. Aksi Marder pada pertempuran tersebut telah membunuh dan dan melukai puluhan anggota gerilyawan Taliban. Setelah kejadian itu, tank Marder juga beberapa kali terlibat dalam pertempuran.

Spesifikasi IFV Marder 1 :
  • Produsen : Rheinmetall Landsysteme, Jerman
  • Bobot : 28,5 ton (varian 1A1/A2), 33,5 ton (varian 1A3), 37,4 ton (varian 1A5)
  • Panjang : 6,79 m
  • Lebar : 3,24 m
  • Tinggi : 2,98 m
  • Personil : 3 awak tank dan 7 personil infanteri
  • Proteksi : Baja setebal 20 hingga 25 mm
  • Senjata Utama : Meriam otomatis Rheinmetall MK 20 Rh 202 kaliber 20 mm, rudal anti tank MILAN
  • Senjata Tambahan : Senapan Mesin MG3 kaliber 7,62 mm
  • Mesin Penggerak : Diesel MTU MB 833 Ea-500 600 hp (441 kW)
  • Rasio Tenaga Mesin dan Berat Kendaraan : 21,1 hp/ton
  • Transmisi : RENK HSWL 194
  • Suspensi : Torsion bar
  • Ground Clearance : 0,45 m
  • Kapasitas Tangki BBM : 652 liter
  • Jarak Jangkau : 520 km
  • Kecepatan Maksimum : 75 km/jam (varian 1A2) dan 65 km/jam (varian 1A3)
wikipedia.org

Senin, 21 Mei 2012

BTR-80, Kendaraan tempur amfibi lapis baja angkut pasukan

BTR-80 adalah kendaraan tempur amfibi lapis baja pengangkut personil dengan roda 8x8 (APC: Armoured Personnel Carrier) yang dirancang oleh Uni Soviet. Produksi kendaraan ini dimulai pada tahun 1986 dan menggantikan versi sebelumnya, BTR-60 dan BTR-70 pada kesatuan militer Soviet. Menurut bahasa Rusia, BTR merupakan singkatan dari Bronyetransportyor yang secara harfiah diartikan sebagai "transporter lapis baja".

BTR-80A. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
BTR-80 dikembangkan berdasarkan desain pada BTR-70. Versi BTR-80 didukung oleh sebuah mesin diesel amAZ-7403 dengan 8 silinder yang berkekuatan 260-hp dan berpendingin air menggantikan dua unit mesin ZMZ-4905 berbahan bakar bensin yang digunakan pada BTR-70. Pemilihan mesin diesel dianggap lebih baik karena lebih kuat dan lebih aman dari api dibandingkan menggunakan mesin berbahan bakar bensin seperti pada BTR-60 dan BTR-70. Mesin baru tersebut mampu membawa BTR-80 pada kelajuan hingga 80 km/jam di darat, sedangkan jika berenang pada permukaan air mampu mencapai kecepatan 9 km/jam. Dengan mesin ini juga, BTR-80 bisa melakukan perjalanan sejauh 600 km dengan sekali pengisian penuh tangki bahan bakar.

Suspensi yang terhubung pada 8 roda penggerak BTR-80 membuat semua rodanya bisa berputar secara mandiri sehingga digunakan istilah 8x8 pada kendaraan tempur ini. Kemampuan ini membuat BTR-80 dan kendaraan lain yang sejenis bisa melahap berbagai medan sulit di darat sesuai fungsinya sebagai kendaraan militer. Jumlah suspensi yang sama juga dimiliki oleh BTR-70, namun BTR-80 memiliki sasis yang lebih besar dan kuat.

BTR-80 berenang. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
BTR-80 dioperasikan oleh tiga orang awak yang masing-masing bertugas sebagai Komandan, Pengemudi, dan Penembak. Sebagai kendaraan tempur angkut personil, BTR-80 dirancang untuk mengangkut hingga 7 orang personil bersenjata lengkap sebagai penumpang. Untuk memudahkan operasional pada malam hari, kendaraan militer ini juga sudah memiliki perlengkapan penglihatan malam (Night Vision).

Menurut situs www.globalsecurity.org, untuk melindungi awak dan penumpang dari gempuran senjata musuh, badan BTR-80 dilapisi baja dengan ketebalan hingga 12,7 mm. Selain itu, kendaraan tempur ini juga sudah dilengkapi dengan sistem perlindungan dari serangan Nuklir, Biologi, dan Kimia (Nubika) atau CBR (Chemical-Biological-Radiological). Juga tersedia sistem pelontar granat asap untuk kamuflase perlindungan.

Sebagai kendaraan tempur, BTR-80 memiliki persenjataan utama berupa senapan mesin KPVT berkaliber 14,5 mm berjarak tembak hingga 2.000 m. Selain senapan utama tersebut, juga dilengkapi dengan senapan mesin PKT kaliber 7,62 mm dengan jarak tembak 1.500 m – 2.000 m.

BTR-80A milik TNI yang dioperasikan di Lebanon. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
BTR-80 terhitung sebagai kendaraan tempur lapis baja angkut militer yang cukup sukses secara komersial. Menurut situs Wikipedia.org, tidak kurang dari 39 negara sudah mengoperasikan BTR-80 dengan berbagai varian. Sebagai produsen, tentu saja Rusia yang paling banyak memiliki armada BTR-80. Konon negara ini memiliki hingga 4.000 unit BTR-80 dari berbagai varian. Posisi kedua dipegang oleh Bangladesh dengan kepemilikan 1.025 unit. Sedangkan Hungaria menjadi negara pengguna terbanyak ketiga dengan 513 unit BTR-80.

Indonesia juga termasuk dalam daftar negara yang mengoperasikan BTR-80. Sejak 15 November 2002, Korps Marinir TNI AL diperkuat 12 unit BTR-80A. Dan sejak tahun 2006, BTR-80A milik Korps Marinir TNI AL tersebut dilibatkan dalam operasi penjaga perdamaian di Lebanon oleh pasukan UNFIL Indonesia.

Pada varian BTR-80A (GAZ-59034) seperti yang dimiliki Indonesia, dilengkapi dengan persenjataan utama berupa senapan mesin 2A72 kaliber 30 mm dengan putaran 300. Senjata ini terpasang pada kubah yang disebut BPPU yang dilengkapi dengan pembidik 1PZ-9 untuk siang hari dan TPN-3 atau TPN-3-42 "Kristall" untuk malam hari.

wikipedia.org, globalsecurity.org

Video BTR-80 :

viedo BTR-80 | PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara