Cari di Blog Ini

Jumat, 01 Maret 2013

AU Amerika Serikat Deal Beli 20 Pesawat Tempur Super Tucano

AU Amerika Serikat sepakat untuk membeli pesawat tempur EMB-314 Super Tucano buatan pabrikan pesawat Embraer, Brazil. Kesepakatan pengadaan pesawat tempur EMB-314 Super Tucano untuk Angkatan Udara AS ini ditandai dengan keberhasilan Embraer memenangkan tender pengadaan pesawat tempur anti gerilya yang dibuka oleh pihak Angkatan Udara Amerika Serikat.
EMB-314 Super Tucano. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
EMB-314 Super Tucano
Brazil Menangi Kontrak Pesawat Antigerilya AU AS

Produsen pesawat Brazil, Embraer SA berhasil memenangi kontrak pengadaan 20 pesawat serang ringan untuk operasi antigerilya di Afghanistan. Kontrak dari AU AS itu sangat sensitif dari segi politis karena menghadapkan perusahaan asing yaitu Embraer dengan perusahaan AS, Hawker Beechcraft, untuk mendapatkan kontrak bernilai US$428 juta atau Rp 4,13 triliun.

Pimpinan unit usaha pertahanan Embraer, Carlos Aguiar, menyatakan kegembiraannya dengan sukses pemenangan kontrak ini karena menjadi “bukti pengakuan atas kualitas” dari “negara dengan anggaran belanja pertahanan terbesar” yaitu AS. Dia berharap sukses ini bisa memicu lebih banyak minat dan pembelian dari para klien potensial di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Pesawat Embraer yang memenangi kontrak itu adalah Super Tucano, pesawat serang ringan turboprop alias berbaling-baling yang juga dibeli TNI AU. TNI AU total membeli 16 buah pesawat ini, dan saat ini sudah datang empat buah. "Kami tahu negara-negara lain menunggu hasil lelang kontrak ini. Dengan AS sendiri, di mana kami sudah tunjukkan bisa memenuhi segala persyaratan kontrak, pembelian ini bisa bertambah dan akan ada kebutuhan lain yang siap kami penuhi," kata Aguiar.

Jalannya lelang kontrak pengadaan pesawat serang ringan ini sempat terganjal tahun lalu saat pemerintah AS membatalkan kontrak yang sebenarnya juga sudah dimenangi Embraer pada Desember 2011. Kontrak dibatalkan karena pihak Hawker menggugat proses kontrak ke pengadilan. Masalah kontrak ini sempat juga merembet masuk ke dalam kampanye presiden AS.

Segera setelah Embraer dinyatakan memenangi kontrak, Rabu (27/2/2013) lalu waktu AS, Wakil Menteri Pertahanan AS Ashton Carter menelepon Menteri Pertahanan Brazil Celso Amorim untuk mengucapkan selamat. Amorim menyatakan ini adalah kemenangan besar bagi industri Brazil yang akan membuka kesempatan baru bisnis bagi Embraer.

www.solopos.com

Program Jet Tempur Indonesia-Korea Selatan (F-33) Ditunda 1,5 Tahun

Program pengembangan jet tempur kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan dinyatakan ditunda selama 1,5 tahun. Penundaan program pembuatan jet tempur IFX/KFX atau yang juga disebut F-33 tersebut diputuskan oleh pihak Korea Selatan karena negara tersebut sedang dalam masa transisi kekuasaan karena aka nada pemilihan presiden yang baru. Penundaan proyek KFX/IFX selama 1,5 tahun ini berlaku efektif mulai Januari 2013.
Jet tempur IFX/KFX (F-33). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet tempur IFX/KFX (F-33)
RI-Korea Tunda Kerjasama Industri Pesawat Tempur Canggih di Atas F-16

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menunda kerjasama industri pesawat tempur bersama Indonesia yang diberi nama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX). Alasannya pemerintah Korsel masih dalam tahap transisi kekuasaan terkait pergantian presiden baru Korsel. "Ditunda setahun setengah karena ada perubahan pemimpin Korea yang baru dilantik kemarin kan presidennya, jadi dia Ingin meyakinkan pemerintah supaya lebih ada data, dasarnya menghadapi parlemen," kata Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Pos Hutabarat di acara Seminar Pembangunan Industri Pertahanan Yang Terintegrasi Melalui Penguasaan Teknologi, Guna Kemandirian Bangsa di Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (28/2/2013).

Pos menuturkan penundaan kerjasama ini terhitung mulai Januari 2013 hingga satu tahun setengah. Sehingga pada Juni 2014 kerjasama ini bisa realisasi kembali. "Tapi realisasinya dalam hal engineering ya," katanya.

Ia menjelaskan dalam proyek ini pemerintah Indonesia berkontribusi hanya 20% selebihnya oleh pemerintah dan BUMN strategis Korsel. Rencananya dari proyek ini akan diproduksi pesawat tempur KFX/IFX atau F-33 yang merupakan pesawat tempur generasi 4,5 masih di bawah generasi F-35 buata AS yang sudah mencapai generasi 5. Namun kemampuan KFX/IFX ini sudah di atas pesawat tempur F-16. Pesawat KFX/IFX akan dibuat 250 unit, dari jumlah itu Indonesia akan mendapat 50 unit di 2020. Harga satu pesawat tempur ini sekitar US$ 70-80 juta per unit. "Tapi kita yang ini mungkin bisa dapat US$ 50-60 juta, karena kita ikut membangun, dari APBN kita," katanya.

Sebelumnya PT Dirgantara Indonesia (PT DI) akan terlibat dalam pengembangan dan produksi pesawat jet tempur buatan Indonesia. Pesawat itu dikembangkan atas kerja sama Kementerian Pertahanan Korea Selatan dan Indonesia, pesawat tempur KFX/IFX.

Direktur Utama Dirgantara Indonesia Budi Santoso menuturkan, untuk mengembangan pesawat yang lebih canggih dari F-16 dan di bawah F-35 ini, PT DI telah mengirimkan sebanyak 30 orang tenaga insinyur ke Korsel untuk terlibat dalam pengembangan proyek pesawat tempur versi Indonesia dan Korsel.

www.analisadaily.com

Rabu, 27 Februari 2013

Pesawat Tempur Super Tucano TNI-AU Lakukan Pengeboman Perdana

4 unit pesawat tempur jenis EMB-314 Super Tucano melakukan telah latihan pengeboman yang pertama kali pada Selasa, 26 Februari 2013, di Air Weapon Ring (AWR) Pandan Wangi Lumajang Jawa Timur. Dalam latihan pengeboman tersebut, Super Tucano milik TNI-AU tersebut menggunakan bom jenis MK-82. Empat unit pesawat tempur Super Tucano yang telah memperkuat Skadron Udara 21 Wing 2 ini sekarang berpangkalan di Lanud Abd Saleh.
EMB-314 Super Tucano TNI-AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
EMB-314 Super Tucano TNI-AU
Pesawat Super Tucano TNI AU bombardir daerah Lumajang

Empat pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano telah memperkuat Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh sejak 17 September 2012 lalu. Pada Selasa, 26 Februari 2013, pesawat tempur antigerilya ini melakukan uji coba pengeboman perdana.

Bom yang digunakan jenis mk-82 Innert/praktis yang bertempat di Air Weapon Ring (AWR) Pandan Wangi Lumajang Jawa Timur. Latihan digelar mulai Senin 25 Februari hingga 4 Maret mendatang. "Uji coba tersebut dilakukan dalam rangka Latihan Air to Ground (udara ke darat) dan bertujuan untuk melatih kemampuan seorang pilot pesawat tempur dalam menghancurkan sasaran yang dituju," demikian keterangan pers dari Pentak Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Selasa (26/2).

Latihan ini rencananya akan dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan seluruh penerbang Pesawat Super Tucano. Untuk menjadi penerbang tempur yang handal dan profesional tidak hanya mampu menerbangkan pesawat saja, akan tetapi harus dapat menghancurkan sasaran. Ini syarat mutlak harus dikuasai oleh seorang fighter. Uji coba pengeboman dilakukan bersamaan dengan latihan Garuda Perkasa yang merupakan latihan rutin tahunan Lanud Abd Saleh. Kali ini diasumsikan AWR Pandan Wangi Lumajang sebagai daerah kedudukan musuh yang harus dihancurkan.

EMB 314 Super Tucano merupakan pesawat tempur buatan Brazil. Pesawat ini digunakan untuk memberikan bantuan tembakan udara ke darat. Pesawat ini cocok digunakan untuk memburu sasaran di wilayah Indonesia yang diselimuti hutan dan pegunungan. Super Tucano menggantikan OV-10 Bronco yang setia bertugas di TNI AU sejak era perang Timor Timur tahun 1970an.

www.merdeka.com

Selasa, 26 Februari 2013

TNI Kaji Helikopter UH-60 Black Hawk Sebagai Alternatif AH-64 Apache

Terkait harga helikopter tempur AH-64 Apache yang menjadi lebih mahal dari sebelumnya, TNI melirik helikopter serbu Sikorsky UH-60 Black Hawk sebagai alternatif untuk rencana pembelian Apache. Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan dana sebesar US$ 400 juta untuk pembelian helikopter serang. Menurut beberapa pihak, biaya sebesar itu jika digunakan untuk membeli AH-64 Apache hanya akan mendapatkan 8 unit. Sedangkan jika digunakan untuk membeli Sikorsky UH-60 Black Hawk akan mendapatkan 20 unit.
Sikorsky UH-60 Black Hawk. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Sikorsky UH-60 Black Hawk
TNI AD pilih beli Black Hawk daripada Apache

TNI Angkatan Darat memilih untuk membeli helikopter serbu jenis Black Hawk ketimbang Apache dari Amerika Serikat lantaran persoalan selisih harga. Black Hawk adalah salah satu helikopter andalan pasukan elite AS. "Kami masih mengkaji terus. Black Hawk menjadi pilihan bagus," kata KSAD usai penandatanganan MoU (nota kesepahaman bersama) antara Mabes TNI AD, PT. Pertamina Persero dan PT. BRI Persero Tbk, di Mabes TNI AD, Jakarta, Senin.

Menurut dia bahwa pada awal kunjungan ke pabrik helikopter di Amerika Serikat, harga Apache sebenarnya masih standar. Pramono tidak menyebut selisih harga yang jelas Pramono tampak kecewa ketika menjelang persetujuan pembelian harganya meningkat. "Pas datang harga sesuai, pasti deal harga naik. Siapa yang menaikkan? Saya tidak tahu," kata Pramono.

Terkait pengadaan tank tempur utama Leopard, Pramono mengatakan tinggal penyelesaian pembayaran. "Leopard pada tahap penyelesaian di Kementerian Pertahanan," ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan tengah mengkaji untuk membeli helikopter tempur Black Hawk dari Amerika Serikat guna menambah kekuatan alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI Angkatan Darat. "Pilihannya adalah kalau gak helikopter serbu Black Hawk, ya Helikopter serang Apache. Itu termasuk dalam alutsista tambahan yang kita ajukan untuk dapat melengkapi kekuatan TNI AD," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, di Jakarta, Jumat (15/2/2013).

Menurut dia bahwa pembelian Helikopter Apache sebenarnya sudah mendapatkan izin dari pemerintah Amerika Serikat. Hanya, Kemhan menginginkan jumlah yang banyak. "Kalau kita tidak bisa mendapatkan Apache yang cukup banyak, maka kita ingin Black Hawk. Terpenting helikopter tempur kita itu cukup banyak dan bisa untuk membangun kekuatan," jelas Purnomo.

Namun begitu, Kemhan belum bisa memutuskan akan memilih helikopter jenis apa. Saat ini Kemhan sedang menghitung dari dana yang sudah disediakan Kementerian Keuangan dan Bappenas. Ditargetkan, pembelian helikopter serang bisa terlaksana tahun ini. "Kita sedang mengejar waktu karena masa bakti kita kan tinggal tahun depan," jelasnya.

Menhan juga mengatakan bahwa Apache merupakan helikopter serang tercanggih saat ini, tapi TNI AD juga menyatakan tak masalah jika diganti dengan Black Hawk. Target TNI AD, lanjutnya, adalah membuat satu skuadron helikopter untuk membantu mengamankan wilayah.

Sementara itu, mantan Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan), Mayjen TNI Ediwan Prabowo menjelaskan, pemerintah mengalokasikan 400 juta dollar AS untuk pembelian helikopter serang. "Jika dibandingkan, uang sebesar itu mampu untuk membeli 8 unit Apache karena kisaran harganya mencapai 45 juta dollar AS per unit. Jika untuk membeli Black Hawk lebih banyak lagi, mencapai 20 unit," kata Ediwan seperti dikutip antara.

Perbedaan mendasar dari kedua helikopter itu, terang Ediwan, Apache merupakan helikopter serang yang bisa menghancurkan tank, kendaraan lapis baja, hingga bunker, sementara Black Hawk merupakan helikopter serbu yang memiliki kelebihan bisa mengangkut pasukan dan bisa dipersenjatai, meskipun kemampuan daya hancurnya tak sekuat Apache.

www.merdeka.com

Sabtu, 23 Februari 2013

2 Unit Jet Tempur Sukhoi SU-30 MK2 Tiba Di Makassar

Dua unit pesawat jet tempur Sukhoi SU-30 MK2 dari 6 unit yang dipesan oleh TNI-AU telah tiba di Pangkalan Udara TNI-AU Sultan Hasanuddin, Makassar. Pada hari Jumat 22 Februari 2013 malam. Kedua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 tersebut didatangkan dari Rusia ke Indonesia dengan diangkut pesawat jet kargo jenis Antonov AH-124-100. Kedua jet tempur itu masih belum dalam keadaan utuh. Tim teknisi Sukhoi yang merakitnya akan tinggal selama beberapa hari untuk menyelesaikan perakitannya di hangar Pangkalan Udara TNI-AU Sultan Hasanuddin, Makassar.
Jet Tempur Sukhoi SU-30 MK2 TNI-AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur Sukhoi SU-30 MK2 TNI-AU
2 Pesawat Tempur Sukhoi Mendarat di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar

Dua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 anyar buatan Rusia tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, pukul 22.15 Wita, jumat malam (22/2/2013). Kedua pesawat tempur dari 6 pesawat yang dipesan pemerintah Indonesia ini diangkut dalam kondisi belum utuh.

Pesawat-pesawat itu diangkut dengan menggunakan peti khusus, dengan menggunakan pesawat kargo berukuran jumbo, Antonov AH-124-100 dengan kode penerbangan VDA 6132 dengan dipiloti Gorbunov Vladimir beserta 17 crew asal Rusia. Seluruh komponen Sukhoi tersebut nantinya akan dirakit oleh tim teknisi Sukhoi asal Rusia yang tinggal sementara di Lanud Sultan Hasanuddin.

Kepala Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin Mayor Muliadi yang ditemui detikcom di Galaktika Lanud, menyebutkan pesawat Antonov AN-124-100 take-off dari bandara Dzemgi, Rusia, sejak rabu (21/2), pukul 00.30 UTC dengan rute penerbangan Bandara Dzemgi Rusia-Bandara Ninoy Aq Manila-Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. "Sesuai dengan kontrak antara pemerintah Indonesia dan pihak Sukhoi, yang memesan 6 unit pesawat jet tempur, untuk ditempatkan di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, dua jet tempur Sukhoi tiba malam ini dan pada Juli 2013 mendatang keempat unitnya lagi akan tiba di Lanud Sultan Hasanuddin," ujar Muliadi.

Muliadi menambahkan, saat ini kekuatan Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai homebase pesawat tempur Su-27 SKM dan Su-30 MK2 buatan industri pesawat terbang Rusia, KNAPO (Konsomolsk-na Amure Aircraft Production Associattion), berjumlah 10 unit pesawat tempur yang datang secara bertahap sejak tahun 2003 di Lanud Iswahyudi, Madiun dan selanjutnya di Lanud Sultan Hasanuddin sejak tahun 2009 dan 2010. "Dengan kedatangan dua unit Sukhoi malam ini maka kekuatan Skadron Udara 11 Wing 5 Sultan Hasanuddin saat ini menjadi 12 unit pesawat tempur yang akan menjaga pertahanan udara di Indonesia bagian timur," pungkas Muliadi.

news.detik.com

Rabu, 20 Februari 2013

Pilot Jet Tempur Lanud Iswahjudi Berlatih Terbang Malam

Para pilot jet tempur Pangkalan Udara TNI-AU Iswahjudi menggelar latihan terbang malam selama dua minggu. Pesawat jet tempur yang digunakan untuk latihan terbang malam kali ini adalah dari jenis F-16/Fighting Falcon, F-5/Tiger II, dan HS Hawk MK-53. Para pilot jet tempur Lanud Iswahjudi tersebut melakukan latihan terbang malam pada rute penerbangan Lanud Iswahjudi-Ponorogo-Tulungagung-Nganjuk-Surabaya-Solo, dan Ngawi.
Jet tempur F-16 Fighting Falcon TNI-AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet tempur F-16 Fighting Falcon TNI-AU
Pilot Pesawat Tempur Terbang Malam

Selama dua pekan pilot-pilot pesawat tempur Lanud Iswahjudi latihan terbang malam. Ini untuk meningkatkan profesionalisme para penerbang baik keahlian maupun kemampuan.

Terbang malam punya kesulitan yang lebih tinggi karena hanya mengandalkan instrument yang ada di dalam cockpit. Terbang malam tersebut merupakan program kerja Lanud Iswahjudi sebagai pangkalan operasi.

Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, Selasa (19/2/2013) menekankan kepada para penerbang yang akan melaksanakan terbang malam untuk melaksanakan terbang malam sesuai dengan prosedur dan perhatikan perkembanagan cuaca mengingat saat ini musim hujan, serta tak kalah penting perhatikan keselamatan terbang dan kerja.

Dalam latihan terbang malam tersebut digunakan jenis pesawat F-16 Fighting Falcon, F-5E Tiger II, dan HS Hawk MK-53 dengan area latihan seperti siang hari yaitu Lanud Iswahjudi-Ponorogo-Tulungagung-Nganjuk-Surabaya-Solo, dan Ngawi.

nasional.kompas.com

AS Jual Pesawat UAV Predator Kepada Uni Emirat Arab

Pesawat UAV Predator buatan AS yang akan digunakan dalam misi pengintaian udara dipastikan masuk sebagai bagian dari pembelian paket peralatan pertahanan senilai US$1,4 miliar yang dilakukan Departemen Pertahanan Uni Emirat Arab. Keseluruhan paket tersebut dibeli dari Amerika Serikat. Selain pesawat UAV Predator, termasuk dalam paket pembelian itu adalah 750 kendaraan kebal-ranjau buatan Amerika.
MQ-1 Predator. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
MQ-1 Predator
UEA Beli Pesawat Tanpa Awak Buatan Amerika

Seorang pejabat pertahanan Uni Emirat Arab mengatakan negara Teluk itu telah menandatangani kontrak militer senilai $1,4 miliar yang mencakup pembelian pesawat tanpa awak buatan Amerika.

Kontrak pesawat tanpa awak ini bernilai hampir $200 juta, mengisyaratkan bahwa negara Teluk Arab itu hendak meningkatkan kemampuan pengintaiannya untuk mengimbangi klaim oleh Iran, saingannya tentang kemajuan teknologi pesawat tanpa awaknya.

UEA mengatakan Predator pesawat tanpa awak, yang diproduksi oleh General Atomics Aeronautical System, tidak akan dilengkapi dengan kemampuan senjata, tetapi digunakan untuk pengintaian.

Iran mengklaim pihaknya telah mengembangkan sendiri pesawat tanpa awak yang canggih dan berhasil mereproduksi teknologi pesawat tanpa awak CIA yang disitanya bulan Desember 2011 setelah memasuki wilayah udara Iran.

Jurubicara militer UEA Mayjen Obaid al-Ketbi mengatakan kontrak itu juga mencakup 750 kendaraan kebal-ranjau buatan Amerika.

Kontrak itu diumumkan hari Senin dalam sebuah peragaan pertahanan di Abu Dhabi.

www.voaindonesia.com

Senin, 11 Februari 2013

18 Pesawat Grob G-120TP Dibeli Untuk Sekolah Penerbang TNI-AU

TNI-AU telah membeli 18 unit pesawat terbang latih jenis Grob G-120TP buatan Jerman yang akan digunakan melatih siswa Sekolah Penerbangan TNI-AU. Pengiriman tahap pertama pesawat Grob G-120TP sebanyak 4 unit direncanakan tiba di Indonesia pada bulan Mei 2013 dan hingga lengkap jumlah keseluruhan pada tahun 2014. Pesawat latih akrobatik Grob G-120TP dipilih untuk menggantikan jenis pesawat Bravo yang sudah berusia 30 tahun.
Grob G-120TP. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Grob G-120TP
TNI Angkatan Udara Beli 18 Pesawat dari Jerman

Empat pesawat latih Grob G-120TP buatan Jerman akan tiba di Indonesia pada Mei 2013 untuk memenuhi kebutuhan sekolah penerbang TNI Angkatan Udara. Itu dikatakan Komandan Komando Pendidikan Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Ida Bagus Anom. "TNI Angkatan Udara (AU) membeli total 18 pesawat Grob G-120TP dari Jerman, tetapi pesawat tersebut dikirim ke Indonesia secara bertahap hingga 2014. Pada tahap pertama akan tiba empat pesawat," katanya di Yogyakarta, Jumat (8/2/2013).

Menurut dia, pesawat Grob itu akan menggantikan pesawat Bravo. "Usia pesawat Bravo sudah 30 tahun. Selama ini sekolah penerbang TNI AU menggunakan pesawat Bravo untuk melatih calon penerbang," katanya.

Ia mengatakan TNI AU memilih pesawat Grob karena merupakan pesawat tersebut dinilai yang terbaik untuk sekolah penerbang. Pesawat Grob mampu melakukan manuver yang cukup ekstrem. "TNI AU sebenarnya membutuhkan 24 pesawat Grob untuk sekolah penerbang, tetapi baru dapat dipenuhi 18 pesawat. Kami berharap DPR nanti menyetujui pembelian pesawat lagi," kata Anom.

www.metrotvnews.com

Jumat, 08 Februari 2013

Jet Tempur F-16 Dan Hawk MK-53 TNI-AU Latihan Menembak Air to Ground

Para pilot pesawat tempur TNI-AU berlatih melakukan tembakan Udara-ke-Darat (Air to Ground) dengan menggunakan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan HS Hawk MK-53 di Air Weapon Ring Pulung Ponorogo. Para pilot jet tempur F-16 Fighting Falcon tersebut dari Skuadron Udara 3, sedangkan penerbang tempur HS Hawk MK-53 berasal dari Skuadron Udara 15. Kedua berpangkalan di Pangkalan Udara TNI-AU Iswahjudi. Dalam latihan menembak udara ke darat kali ini menggunakan bom latih asap BDU 33 dan roket FFAR 2,75 inci.
Jet tempur F-16 Fighting Falcon TNI-AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet tempur F-16 Fighting Falcon TNI-AU
Pesawat Tempur Berlatih Menembak

Selama delapan hari, mulai Senin (4/2/2013) lalu, pilot-pilot pesawat tempur di Lanud Iswahjudi latihan menembak dari udara ke darat di Air Weapon Ring Pulung Ponorogo. Latihan ini untuk mengasah naluri tempur mereka.

Pilot pesawat tempur yang profesional tidak saja mampu menerbangkan pesawat, bermanuver, mengejar, maupun dikejar oleh pesawat lawan, tetapi juga ketepatan menembak dan menghancurkan sasaran merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang fighter.

Dalam latihan penembakan menggunakan bom latih asap BDU 33 dan meroket menggunakan FFAR 2,75 inci, Lanud Iswahjudi melibatkan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skuadron Udara 3, dan Pesawat tempur HS Hawk MK-53 dari Skuadron Udara 15.

Latihan menembak Air to Ground tersebut merupakan ajang uji ketangkasan kemampuan bagi para penerbang tempur dalam ketepatan menembak atau menghancurkan sasaran sekaligus untuk meningkatkan kemampuan tempur yang andal dan profesional.

Terkait hal tersebut, setiap penerbang akan latihan mengebom dan memberondong di daerah sasaran yang telah ditentukan.

Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Yuyu Sutisna berpesan kepada para penerbang dan kru darat ataupun pendukung lainnya untuk selalu berhati-hati selama latihan, mengutamakan keselamatan dalam setiap kegiatan dan senantiasa melakukan pengecekan ulang terhadap pesawat sehingga latihan dapat berjalan lancar sesuai yang dijadwalkan.

nasional.kompas.com

Senin, 04 Februari 2013

700 Prajurit TNI Dikirim Menjaga Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

700 orang prajurit TNI yang akan bertugas sebagai pasukan satuan tugas pengamanan perbatas Indonesia dan Papua Nugini telah diberangkatkan melalui Dermaga Markas Komando Pangkalan TNI-AL (Lantamal) VI Makassar pada hari Minggu, 3 Februari 2013. 700 prajurit penjaga dan pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini ini berasal dari Satgas Batalyon Infanteri (Yonif) 762 / Tamalatea, Kodam VII/Wirabuana.
Perbatasan Indonesia-Papua Nugini. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Perbatasan Indonesia-Papua Nugini
TNI Kirim 700 Personel Jaga Perbatasan RI-Papua Nugini

Pasukan satuan tugas pengamanan diberangkatkan ke perbatasan negara Indonesia dan Papua Nugini untuk menggantikan pasukan yang bertugas sebelumnya dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Satgas pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini yang diberangkatkan ini berasal dari Satgas Batalyon Infanteri (Yonif) 762 / Tamalatea, Kodam VII/Wirabuana," ujar Pangdam VII Wirabuana Mayor Jenderal Muhammad Nizam di Makassar, Minggu (3/2/2013).

Pasukan pengamanan perbatasan tersebut diberangkatkan ke Papua dari Dermaga Markas Komando Pangkalan TNI-AL (Lantamal) VI dengan disaksikan Pangdam VII/Wirabuana serta sejumlah Panglima Komando Utama (Pangkotama).

Nizam meminta kepada prajurit yang akan bertugas menjaga perbatasan Indonesia-Papua Nugini agar menjunjung tinggi kehormatan dan kepercayaan negara yang diemban melalui unjuk prestasi kinerja dan dedikasi yang tinggi dengan tetap memperhatikan prosedur tetap. Prajurit juga harus memegang pedoman tugas di antaranya adalah memelihara dan meningkatkan terus keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, menanamkan dalam diri masing-masing prajurit bahwa tugas yang diberikan merupakan kehormatan, kebanggaan, dan harga diri. "Oleh karena itu laksanakan tugas dengan penuh kedisiplinan dan dedikasi tinggi serta loyalitas sesuai jatidiri dan identitas prajurit Sapta Marga sejati," tegasnya.

Khusus kepada komandan satgas pengamanan perbatasan, kata dia, diperintahkan untuk memahami analisa daerah operasi dan kecenderungannya serta mekanisme serta prosedur pelibatan yang berlaku karena penting untuk keberhasilan pelaksanaan tugas satuan di tiap perbatasan. Menurut dia, adanya isu gangguan dari kelompok separatis yang memanfaatkan wilayah perbatasan Papua Nugini sebagai basis perlindungan, baik sebagai wilayah pelarian maupun sebagai basis tuntutan pemisahan diri dari NKRI harus diwaspadai. "Kelompok separatis memanfaatkan kesenjangan di daerah daerah yang tidak terawasi untuk mencoba mengganggu keutuhan dan kedaulatan NKRI," katanya.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Brigjen Syahrul Mamma yang menjadi inspektur upacara juga memberikan arahan kepada pasukan pengamanan NKRI tersebut. Dia mengingatkan kepada 700 personel pasukan tersebut untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, ia juga meminta agar tetap waspada dalam setiap menjalankan tugas. "Ini adalah tugas negara yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab serta dedikasi. Selain membawa nama negara, para prajurit juga harus pandai menjaga diri karena keluarga anda masih menantikan," jelas Syahrul.

www.metrotvnews.com

PD-100 Black Hornet, Helikopter UAV Pengintai Berukuran Super Mini Andalan Pasukan Inggris Di Afghanistan

PD-100 Black Hornet adalah jenis helikopter UAV berukuran sangat kecil yang digunakan Pasukan Inggris untuk mengintai posisi para pejuang Taliban di Afghanistan. Helikopter UAV pengintai PD-100 Black Hornet dikembangkan dan diproduksi oleh perusahaan asal Norwegia, Prox Dinamics. Helikopter yang memiliki ukuran panjang 10 cm, lebar 2,5 cm, dan berbobot 16 gram ini mampu terbang hingga sejauh 800 meter.


PD-100 Black Hornet. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
PD-100 Black Hornet
Pasukan Inggris Gunakan Helikopter UAV Mini Untuk Pengintaian Di Afghanistan

Pasukan Inggris yang bertugas di Afghanistan telah menjadi yang pertama mengoperasikan pesawat helikopter UAV pengintai dengan ukuran yang sangat kecil. Helikopter UAV pengintai yang disebut PD-100 Black Hornet itu memiliki ukuran panjang 10 cm, lebar 2,5 cm, dan berbobot hanya 16 gram. Helikopter mini ini diterbangkan dengan menyusuri sudut-sudut atau celah-celah bangunan untuk mengindentifikasi potensi bahaya yang tersembunyi.

PD-100 Black Hornet dirancang dan diproduksi oleh perusahaan Prox Dinamics yang berbasis di Norwegia. Helikopter berukuran mini ini dilengkapi kamera kecil dan video relay yang mengirimkan gambar ke terminal kontrol genggam. PD-100 Black Hornet cukup mudah dikendalikan dan mampu diterbangkan dalam lingkungan yang ekstrim dan kondisi berangin. Benda terbang kecil ini sudah digunakan di Afghanistan sejak tahun 2012 lalu.

PD-100 Black Hornet dapat dikendalikan menggunakan remote control dan dapat juga terbang secara mandiri mengikuti program jalur koordinat dengan menggunakan GPS. Pesawat UAV ukuran kecil ini digerakkan menggunakan baterai, memiliki kemampuan terbang hingga sejauh 800 meter dengan kecepatan maksimal 35 km/jam. Durasi terbangnya mencapai hingga 30 menit.

Pesawat mini ini digunakan untuk mengintai posisi pejuang Taliban yang bersembunyi juga posisi peralatan tempur mereka pada medan pertempuran darat.

www.bbc.co.uk

Video Helikopter UAV PD-100 Black Hornet
Video manuver terbang helikopter UAV berukuran super mini PD-100 Black Hornet.

Minggu, 03 Februari 2013

Qaher F313, Jet Tempur Siluman Buatan Iran

Iran kini mampu membuat sendiri jet tempur siluman dan diberi nama Qaher F313. Pemerintah Iran telah mengumumkan keberhasilan ilmuwan dan militernya menciptakan jet tempur siluman Qaher F313 seperti yang sudah mereka sampaikan pada hari Sabtu 2 Februari 2013. Peluncuran pesawat tempur berteknologi stealth (siluman) ini bertepatan dengan peringatan ke-34 Revolusi Islam Iran yang pada tahun 1979 silam berhasil menggulingkan kekuasaan Shah Iran yang didukung Amerika Serikat.
Qaher F313. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Qaher F313
Iran Luncurkan Pesawat Jet Siluman Terbaru

Pemerintah Iran, Sabtu (2/2/2013), mengungkap pesawat terbang siluman buatan militer negeri itu yang diklaim bisa "menghilang" dari layar radar. Pesawat terbang satu awak itu dinamai Qaher F313. Pesawat ini adalah rancangan terbaru militer Iran sejak meluncurkan pesawat Azarakh atau Kilat pada 2007.

Presiden Mahmoud Ahmadinejad menyebut Qaher F313 memiliki semua fitur positif untuk menjadi pesawat jet tempur paling canggih di dunia. "Pengembangan militer Iran adalah untuk keperluan menangkis serangan musuh dan untuk membela diri," kata Ahmadinejad.

Saat menghadiri upacara peresmian di sebuah hangar di Teheran, Ahmadinejad menilai pesawat ini adalah salah satu pesawat jet paling mutakhir di dunia.

Sejumlah foto Qaher F313 dirilis stasiun televisi pemerintah menampilkan sebuah pesawat berwarna abu-abu yang disebut Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi dibangun dengan "bahan-bahan tercanggih" dan sangat sulit dideteksi radar.

Peluncuran pesawat tempur baru ini bertepatan dengan peringatan ke-34 Revolusi Islam Iran 1979 yang menggulingkan Shah Iran yang didukung Amerika Serikat.

internasional.kompas.com

Video Jet Tempur Siluman Qaher F313
Video Jet Tempur Siluman Qaher F313, pemberitaan dan visualisasi fisik.

Rabu, 30 Januari 2013

Pesawat Tempur Super Tucano TNI-AU Latihan Terbang Malam

Selama satu minggu, para penerbangan pesawat tempur EMB-314 Super Tucano yang tergabung dalam Skadron Udara 21 Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh Malang melaksanakan operasi latihan terbang malam. Operasi latihan terbang malam para penerbang pesawat tempur EMB-314 Super Tucano TNI-AU ini bertujuan mempersiapkan para pilot pesawat tempur tersebut agar dapat siap dan siaga dalam melaksanakan tugasnya di semua waktu, siang mau pun malam, dan di segala kondisi cuaca.
EMB-314 Super Tucano TNI-AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
EMB-314 Super Tucano TNI-AU
Gemuruh Super Tucano Di Langit Malang Raya

Dalam waktu seminggu ini langit Malang Raya diwarnai gemuruh pesawat Super Tucano yang tengah melaksanakan operasi Latihan Terbang Malam. Bagi setiap Pilot terutama Pilot Tempur, kemampuan dan keahlian terbang malam harus betul-betul dikuasai dengan baik. Hal ini terkait dengan keberadaan Penerbang Tempur yang harus siaga setiap saat menerima tugas Pimpinan Atas untuk mengamankan wilayah NKRI. Rabu, (30/1/2013).

Perintah Komando Atas ini tidak selalu diberikan pada siang hari, akan tetapi bila tengah malam perintah itu diturunkan, maka para Penerbang yang bertugas mengawal wilayah Dirgantara Nasional tersebut harus siap melaksanakan tugasnya. Oleh karenanya operasi Latihan Terbang Malam ini menjadi penting dan harus dilaksanakan dengan serius tanpa mengabaikan safety factor.

Kegiatan latihan operasi terbang malam yang digelar ini, bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme baik skill (keahlian) maupun kemampuan terbang para penerbang dan seluruh crew pesawat dalam mengantisipasi kemungkinan akan terjadinya gangguan, ancaman serta pelanggaran wilayah udara Indonesia oleh pihak lain, baik yang datang pada siang hari maupun pada malam hari. Sedangkan bagi para penerbang tempur Skadron Udara 21 sendiri, meskipun terbang malam bukan merupakan sesuatu yang baru, namun latihan secara berkala harus dilakukan mengingat pelaksanaan terbang malam lebih sulit di banding terbang pada siang hari. Pada terbang malam ini seorang Pilot hanya mengandalkan instrument didalam kockpit disamping visual dengan alat bantu lampu penerangan yang ada di dua sisi landasan. Untuk itu para penerbang dituntut lebih teliti dan hati-hati dalam menerbangkan pesawat serta melakukan manuver-manuver tertentu.

Sebagai satu-satunya Skadron Udara yang mengawaki pesawat tempur di Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, Skadron Udara 21 Lanud Abd Saleh harus siap operasional dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan udara. Selain kesiapan alutsista dan para penerbang yang mengawakinya, tentunya kesiapan seluruh komponen pendukung harus tetap terjaga termasuk para crew pesawat yang memiliki andil sangat besar dalam keberhasilan setiap operasi udara yang dilaksanakan, demikian disampaikan Danskadud 21, Mayor Pnb James Yanes Singal di sela-sela latihan terbang malam yang digelar Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh.

tni-au.mil.id

Batalyon 464 Paskhas Laksanakan Terjun Penyegaran Freefal Dan Statik Di Lanud Abd Saleh

Salah satu unit Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI-AU, Batalyon 464, pada Rabu 30 Januari 2013 pagi telah melaksanakan latihan penyegaran terjun secara free fal dan statik di sepanjang landasan Pangkalan Udara TNI Abdul Rachman Saleh (Lanud Abd Saleh) Malang dengan menggunakan pesawat angkut militer C-130 Hercules. Pada latihan penyegaran keahlian terjun paying tersebut, pasukan Batalyon 464 Paskhas diterjunkan pada ketinggian 8.500 kaki.
Korps Pasukan Khas (Paskhas). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Korps Pasukan Khas (Paskhas)
Paskhas Harus Mahir Terjun

Sebagai pasukan khusus yang bertugas mengendalikan keamanan Pangkalan, Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU tidak hanya mampu, bahkan harus mahir dalam melaksanakan penerjunan baik secara statik maupun free fall. Oleh karenanya latihan rutin maupun penyegaran harus dilaksanakan secara berkesinambungan, sehingga kemampuan terjun payung dengan tingkat ahli benar-benar dimiliki oleh setiap personil Pasukan Khas tersebut.

Seiring dengan tuntutan tersebut, anggota Batalyon 464 Paskhas Rabu (30/1/2013) pukul 07.30 Wib, melaksanakan terjun penyegaran free fall dan terjun statik di sepanjang landasan Pangkalan Udara TNI Abdul Rachman Saleh (Lanud Abd Saleh) dengan menggunakan pesawat Hercules dari Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh Malang dengan ketinggian 8500 feet yang dipiloti Mayor Pnb Subhan dengan copilot Lettu Aries.

Terjun free fall merupakan upaya satuan agar tercapainya kesiapan operasional dalam menghadapi tugas-tugas kedepan, khususnya tugas operasi perebutan dan pengendalian Pangkalan Udara. Selain itu, terjun payung ini juga bertujuan untuk mencari bibit-bibit unggul terjun payung free fall dalam rangka menghadapi PON dimasa mendatang

Anggota Batalyon 464 Paskhas rutin melakukan latihan terjun payung free fall ini. Dalam setiap minggunya dilakukan latihan selama 4 hari dari Senin sampai Jum’at dan latihan tersebut bisa terlaksana dengan baik berkat kerja sama kekompakan dari semua anggota Batalyon 464 Paskhas.

tni-au.mil.id

AS Rencanakan Bangun Pangkalan Pesawat Tak Berawak Di Afrika Barat-Laut

Amerika Serikat berencana untuk membangun pangkalan pesawat tanpa awak (UAV) di kawasan Afrika Barat-Laut. Kemungkinan pangkalan pesawat UAV militer AS tersebut akan berlokasi di Nigeria. Persiapan pembuatan pangkalan pesawat tak berawak itu ditujukan AS untuk lebih meningkatkan pengintaian terhadap aktivitas para kelompok ekstremis Islam di kawasan tersebut.
MQ-9 Reaper. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
MQ-9 Reaper
AS Hendak Dirikan Pangkalan Pesawat Tak-Berawak di Afrika

Sebuah laporan yang mengutip para pejabat Amerika yang tidak bersedia disebut namanya, mengatakan Amerika Serikat sedang bersiap-siap untuk mendirikan pangkalan pesawat tak-berawak di Afrika Barat-Laut. Pangkalan yang kemungkinan besar akan berlokasi di Niger tersebut akan didirikan untuk meningkatkan pengintaian kelompok-kelompok ekstrimis Islamis.

Mereka mengatakan kalau rencana itu disetujui, pangkalan tersebut dapat mempunyai sampai 300 petugas militer Amerika.

Niger adalah tetangga sebelah timur Mali dimana pasukan Perancis dan Mali sekarang memerangi militan Islamis.

Harian New York Times, yang pertama melaporkan berita itu, mengutip seorang pejabat militer Amerika mengatakan yang mendorong pengadaan pangkalan itu adalah konflik di Mali, tetapi menambahkan pangkalan pesawat tak berawak tersebut juga akan membantu intelijen dan pengintaian Amerika di kawasan yang lebih luas.

Amerika Serikat hanya mempunyai satu pangkalan militer permanen di Afrika – di Djibouti— sekitar lima ribu kilometer dari Mali.

www.voaindonesia.com

Pasukan Katak TNI-AL Kalahkan Kelompok Teroris Di Selat Madura

Sekelompok teroris yang membajak sebuah kapal di perairan Selat Madura pada Jumat 25 Januari 2013 lalu berhasil dilumpuhkan oleh Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) dari TNI-AL. Aksi tempur ini merupakan latihan simulasi Maritime Interdiction Operation (MIO) atau simulasi pembebasan kapal yang digelar oleh Komando Armada Republik Indonesia Wilayah Timur (Koarmatim) dengan melibatkan kapal selam KRI Cakra (401), KRI Sultan Hasanudin (366) dan KRI Badau (841).
KRI Cakra (401). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Cakra (401)
Satkopaska Koarmatim Lumpuhkan Teroris Di Selat Madura

Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmatim, berhasil melumpuhkan sekelompok teroris yang membajak sebuah kapal di perairan Selat Madura, Jumat (25/01/2013). Letusan suara tembakan menggema diperairan tersebut, ketika Tim Visit Boarding Search and Seizure (VBSS) Kopaska, yang didukung 1 (satu) kapal selam KRI Cakra-401 dan kapal patroli cepat KRI Badau-841, mendekat ke kapal sasaran.

KRI Badau-841 dan sebuah kendaraan tempur atas air Combat Boat melakukan manuver dengan kecepatan tinggi untuk mengecoh dan memberikan perlindungan terhadap Tim VBSS yang akan boarding ke atas kapal. Teroris menyambut kedatangan mereka dengan tembakan membabi buta. Perhatian musuh terpecah menuju ke kapal-kapal cepat itu, sehingga Satu Tim VBSS Kopaska bersenjatakan lengkap, dapat melakukan boarding ke atas kapal. Pasukan anti teror itu dipimpin oleh Kapten Laut (S) Bambang, beranggotakan 6 (enam) orang prajurit Kopaska. Berhasil naik ke atas Kapal, Tim VBSS melakukan pergerakan (Ship Muvement), untuk menguasai objek vital di kapal. Terjadi kontak tembak antara tim Kopaska dengan sisa-sisa teroris yang menguasai anjungan. Berkat kesigapan prajurit Kopaska, kelompok teroris itu dapat dilumpuhkan.

Beberapa orang teroris tertembak mati dan mengalami luka-luka. Mereka yang selamat langsung ditangani (Personal Handling), kemudian dievakuasi ke darat. Tim anti teror di darat didukung satu unit Chetah, Commob dan motor trail mengevakuasi musuh yang berhasil ditawan oleh Tim VBSS.

Operasi tempur laut tersebut, merupakan simulasi pembebasan kapal atau Maritime Interdiction Operation (MIO), yang diselenggarakan oleh jajaran Koarmatim, dengan melibatkan 1 (satu) Kapal Selam, 1 (satu) kapal klas Ship Integrited Geomatrical Modulary Approach (Sigma) KRI Sultan Hasanudin-366, KRI Cakra-401, 1 (satu) kapal patroli cepat KRI Badau-841.

Simulasi ini juga melibatkan 1 (satu) Tim VBSS dari Satkopaska Koarmatim dengan didukung kendaraan tempur laut Rigid Hul Inflatble Boat (RHIB) berupa Combat Boat dan Sea Rider, kendaraan tempur darat berupa 1 (satu) unit Chetah, Commob dan motor trail. Acara ini disiarkan langsung oleh stasiun telivisi nasional TV One, dalam program acara Ruang Kita, pada hari Jum’at pukul 13.30 WIB.

www.tni.mil.id

Selasa, 29 Januari 2013

Superdrone Taranis Buatan BAE System Siap Uji Coba Terbang

Pesawat tempur tanpa awak Taranis akan melaksanakan uji coba penerbangan dalam minggu ini di kawasan udara Australia. Taranis adalah pesawat jet tempur tanpa awak yang dikembangkan oleh BAE System bekerjasama dengan perusahaan Rolls-Royce, GE Avistion System, QinetiQ, dan Kementerian Pertahanan Inggris.
Taranis. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Taranis
Sebuah pesawat tempur tanpa awak (UCAV: Unmanned Combat Air Vehicle) yang dikembangkan oleh perusahaan pertahan BAE System (Inggris) dikabarkan siap untuk melakukan uji coba penerbangan dalam minggu ini. Jika uji coba terbang yang direncanakan akan dilakukan di Australia itu berhasil, pesawat tempur tanpa awak yang diberi nama Taranis itu bisa digunakan dalam peperangan di garis depan untuk melawan terorisme di wilayah seperti di Afrika Utara dan Timur Tengah.

Kinerja superdrone berbobot 8 ton ini akan dipantau oleh pejabat militer Inggris. Uji coba penerbangan Taranis yang awalnya akan dilakukan di kawasan Inggris ini pernah terpaksa dijadwal ulang karena terbentur dengan undang-undang penerbangan yang ketat di Inggris.

Taranis merupakan proyek pesawat tempur tanpa awak yang pelaksanaannya dikerjakan oleh BAE System sebagai kontraktor utama bekerjasama dengan Rolls-Royce, GE Avistion System, QinetiQ, dan Kementerian Pertahanan Inggris. Pesawa tanpa awak ini menggunakan mesin jet dan sudah mengaplikasikan teknologi stealth (siluman) sehingga mampu menyusup jauh ke dalam jantung pertahanan musuh.

Pemberitaan tentang pesawat tempur tanpa awak Taranis ini telah muncul sejak tahun 2010 lalu (baca: Taranis, Jet Tempur UAV Masa Depan Rancangan Inggris). Untuk membangun satu unit prototipe Taranis yang selesai dibuat pada 2010 lalu, menelan dana sekitar 143 juta poundsterling atau sekitar Rp 2,17 triliun. Prototipe tersebut awalnya direncanakan untuk uji penerbangan pada 2012 tapi terkendala oleh undang-undang penerbangan Inggris selain memang karena masih terdapat kendala teknis pada pesawat.

Selama ini armada drone milik militer Inggris dioperasikan dengan cara dikendalikan oleh petugas pengendali yang berada di darat. Jet tempur tanpa awak Taranis akan menggunakan sistem komputer yang memungkinkan pesawat mampu melakukan manuver secara mandiri. Sistem komputer tersebut akan menghubungi petugas di darat saat akan meminta otoritas untuk melakukan serangan menggunakan sistem persenjataan pada pesawat.

Kontroversi seputar penggunaan drone telah disorot oleh PBB. Lembaga tersebut telah memulai penyelidikan beberapa kematian pihak sipil dan militer yang disebabkan oleh serangan pesawat tak berawak. Menanggapi hal itu, seorang juru bicara dari BAE System mengatakan: "Taranis adalah program BAE-MoD bersama dan kita tidak berhak untuk mengkonfirmasi rincian apapun dari penerbangan yang akan datang, termasuk lokasi, waktu atau semua data mungkin ada."

www.ibtimes.co.uk

Xian Y-20, Pesawat Angkut Milter Strategis Rancangan China Berhasil Uji Coba Penerbangan

China berhasil melakukan uji coba terbang pesawat angkut militer strategis Xian Y-20 buatannya pada Sabtu 26 Januari 2013 lalu. Sejauh ini Xian Y-20 adalah pesawat angkut militer terbesar yang pernah dibuat oleh China. Pesawat angkut berat strategis ini mulai dikembangkan oleh pabrikan pesawat Xi'an Aircraft Industrial Corporation sejak tahun 2006 lalu.
Xian Y-20. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Xian Y-20
Cina uji pesawat angkut militer baru

Militer Cina telah menguji terbang pesawat angkut militernya yang paling besar, sementara negara itu memperkuat kemampuan militernya. Media pemerintah Cina, koran Harian Rakyat, melaporkan dalam websitenya, pada hari Sabtu telah sukses dilakukan uji coba pesawat Y-20, pesawat jet angkut berat jarak jauh, di Cina barat laut.

Laporan itu menyebutkan, pesawat itu dikembangkan di Cina untuk mengangkut kendaraan tempur dan pendukung militer, dan bisa mengangkut beban sampai 66 ton, yang berarti merupakan pesawat angkut militer buatan Cina yang terbesar sejauh ini. Pesawat Y-20 akan sangat meningkatkan kemampuan luncur strategis antarbenua dari angkatan udara Cina, demikian menurut seorang ahli militer yang dikutip Beijing News.

Cina telah mengeluarkan investasi yang besar untuk meningkatkan militernya dalam beberapa tahun terakhir ini, menimbulkan kekhawatiran negara-negara tetangganya di Asia. Tapi Cina menandaskan bahwa anggaran militernya relatif rendah dibanding GDP-nya dan tidak ditujukan pada suatu negara tertentu.

Spesifikasi pesawat angkut militer Xian Y-20 :

Data-data Umum :
  • Nama Pesawat : Xian Y-20
  • Tipe : Pesawat Angkut Berat Strategis
  • Negara Pembuat : Republik Rakyat China
  • Pabrikan : Xi'an Aircraft Industrial Corporation
  • Rancang Desain : 603 First Aircraft Design Institute (Xi'an)
  • Penerbangan Perdana : 26 Januari 2013
  • Status : Dalam pengembangan
  • Operator Utama : Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat
  • Jumlah Yang Dibangun : 2 unit prototipe
  • Crew : 3
  • Kapasitas Angkut : 66.000 Kg
  • Panjang : 47 m
  • Lebar Bentang Sayap : 45 m
  • Tinggi : 15 m
  • Luas Area Sayap : 310 m²
  • Berat Kosong : 100.000 Kg
  • Maksimum Berat Lepas Landas : 220.000 Kg
  • Mesin : 4 unit Soloviev D-30KP-2 or WS-18, selanjutnya akan menggunakan mesin WS-20 turbofans
Kinerja :
  • Kecepatan Jelajah : Mach 0.7 (830 km/jam)
  • Jangkauan Terbang : 4.400 Km dengan kapasitas angkut penuh
  • Batas Maksimum Ketinggian Penerbangan : 13.000 m
  • Maksimum Daya Angkat Sayap : 710 kg/m²
www.radioaustralia.net.au, wikipedia.org

Video Pesawat Angkut Militer Xian Y-20 :
Video manuver terbang pesawat angkut militer strategis Xian Y-20.

Senin, 28 Januari 2013

TNI-AL Usulkan Pembentukan Armada Kawasan Tengah

TNI-AL masih menunggu persetujuan Presiden untuk usulan pembentukan Armada Kapal Perang TNI-AL Kawasan Tengah. Pembentukan Armada Kawasan Tengah ini harus diikuti pengesahan revisi Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi TNI. Jika usulan ini segera disetujui Presiden pada tahun ini, pihak TNI-AL mentargetkan pembentukan Armada Kawasan Tengah dapat diselesaikan pada tahun 2014.
Armada Kapal Perang TNI-AL. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Armada Kapal Perang TNI-AL
PEMBENTUKAN ARMADA KAWASAN TENGAH SELESAI 2014

Mabes TNI Angkatan Laut memprediksi rencana pembentukan Armada RI Kawasan Tengah akan selesai pada 2014 mendatang, namun hingga kini TNI AL masih menunggu persetujuan Presiden terkait pengesahan revisi Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi TNI. "Begitu Perpres disetujui, kami akan langsung lakukan pembangunan infrastruktur armada. Sangat mungkin terealisasi pada 2014 mendatang," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Untung Suropati, di Jakarta, Rabu (23/1/2013).

Belum disahkannya Perpres, dinilai karena ada sebagian usulan yang masih ditunda. Namun, sebagian besar usulan sudah disetujui oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. Menurut dia, Markas Komando Armada RI Kawasan Tengah akan ditempatkan di Surabaya yang saat ini merupakan markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Armatim), sementara Armatim akan ditempatkan di Sorong, Papua Barat. Di Surabaya juga markas Komando Pertahanan Laut (Kohanla) akan ditempatkan. Keberadaan tiga armada, jelasnya, memungkinkan dibentuknya Kohanla yang akan membawahkan tiga armada itu. Sedangkan Komando Armada RI Kawasan Barat (Armabar) untuk sementara akan tetap ditempatkan di Jakarta. "Kami merencanakan, markas besar akan dipusatkan di tengah, di Surabaya," tuturnya.

Untung menambahkan, untuk membangun satu armada diperlukan waktu sedikitnya dua hingga tiga tahun, dimana pembangunan infrastruktur adalah yang paling memakan banyak waktu. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Madya TNI Marsetio sebelumnya mengharapkan pembentukan Komando Pertahanan Laut (Kohanla) dapat disetujui oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Pembentukan Kohanla sudah disetujui oleh Panglima TNI dan sudah dipaparkan. Semoga pembentukan Kohanla segera disetujui," kata Marsetio.

Menurut dia, pembentukan Kohanla perlu dilengkapi dengan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10/2010 tentang Organisasi TNI untuk pembangunan infrastruktur untuk Armada RI Kawasan Tengah. Terbentuknya Kohanla nantinya akan membawahi tiga armada yaitu Armada Barat, Armada Tengah dan Armada Timur, dimana saat ini hanya Armada Barat dan Armada Timur saja. Marsetio mengatakan, secara bertahap infrastruktur Kohanla akan diprogramkan, termasuk dalam anggaran 2013 ini.

Untuk target pembentukan Kohanla sendiri, tambah KSAL, tergantung persetujuan Perpres dan keputusan Panglima TNI, namun tentunya juga sangat tergantung alokasi anggaran. Pengembangan postur ini akan diikuti oleh strata kepangkatan. Untuk Kohanla akan dipimpin oleh laksamana bintang 3 atau Laksamana Madya (Laksdya). Sedangkan untuk masing-masing armada dipimpin oleh laksamana bintang dua atau Laksamana Muda (Laksda).

Anggota Komisi I bidang Pertahanan DPR RI Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, berpendapat pembentukan Komando Pertahanan Laut (Kohanla) yang tinggal menunggu persetujuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat penting mengingat luasnya wilayah laut Indonesia. "Saat ini dari 17.499 pulau yang dimiliki Indonesia, terdapat 92 pulau terluar dan 12 pulau diantaranya merupakan pulau-pulau strategis yang tersebar di sepanjang perbatasan dengan negara tetangga, serta digunakan sebagai titik-titik batas terluar (base point) pengukuran batas wilayah NKRI dengan negara tetangga," kata Susaningtyas. Terkait dengan fungsi pertahanan dan keamanan negara, kata anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura ini, kedudukan pulau terluar merupakan beranda nusantara yang harus terus dipantau dan diawasi.

www.kemhan.go.id

Ukraina Ingin Bangun Pabrik Pesawat Antonov Di Indonesia

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Volodymyr Pakhil, menyampaikan keinginan pemerintahnya untuk membangun pabrik pesawat Antonov di Indonesia. Pabrik pesawat yang pernah membuat pesawat terbang terbesar di dunia (Antonov An-225 Mriya) tersebut akan bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia dalam pembangunan pabrik pesawat Antonov berikut paket alih teknologi pembuatan pesawat terbangnya. Wakil Ketua MPR Republik Indonesia menyambut baik rencana tersebut dengan harapan jika kerjasama ini terealisasi Indonesia bisa makin mendongkrak kemampuannya dalam mengembangkan industri pertahanan di dalam negeri.
Antonov An-225 Mriya. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Antonov An-225 Mriya
INDONESIA-UKRAINA TINGKATKAN KERJA SAMA INDUSTRI PERTAHANAN

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hajriyanto Y Thohari mengatakan bahwa Indonesia dan Ukraina akan meningkatkan kerja sama di bidang industri pertahanan. "Kami mendapat kunjungan kehormatan dari Duta Besar Ukraina yang baru. Pada kesempatan ini, Dubes meminta dukungan MPR untuk dapat mengembangkan kerja sama di bidang industri pertahanan," kata Hajriyanto usai pertemuan dengan Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Volodymyr Pakhil di Gedung Nusantara III MPR/DPR, Jakarta, Senin (21/1/2013).

Menurut dia, kerja sama di bidang industri pertahanan tersebut layak dikembangkan mengingat Ukraina merupakan salah satu negara dengan industri pertahanan yang maju, terutama untuk angkutan militer udara dan laut yang diproduksi oleh Antonov. "Bahkan, sekarang ini Antonov sudah memproduksi pesawat dan kapal laut bukan hanya untuk keperluan militer tapi juga untuk keperluan kargo dan sipil," ungkapnya.

Dia juga mengatakan Dubes Volodymyr Pakhil telah menyatakan kesiapan dan kesediaan pemerintah Ukraina untuk mendirikan pabrik pesawat Antonov di Indonesia dengan cara menjalin kerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). "Jadi, bentuk kerja sama ini bukan hanya Indonesia membeli pesawat Antonov tetapi pesawat itu akan dibuat di pabrik Indonesia, dan mereka siap dengan aspek transfer teknologi pesawatnya," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Hajriyanto mengatakan dalam waktu dekat beberapa perwakilan dari Antonov akan mempresentasikan penawaran kerja sama tersebut kepada pemerintah. Selain itu, dia juga mengatakan, Dubes Ukraina dan perwakilan Antonov akan mulai melakukan pembicaraan mengenai kerja sama industri pertahanan itu dengan Menteri Pertahanan dan pihak TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara. "MPR sudah menyatakan kesiapan untuk membantu kelancaran kerja sama ini karena kami berpendapat Indonesia sebagai negara kepulauan memang membutuhkan angkutan militer yang canggih. Kami berharap pemerintah dapat menyambut kerja sama ini," tuturnya.

Namun, dia juga menegaskan bahwa MPR hanya akan memberi dukungan dan landasan perundang-undangan untuk program kerja sama di bidang industri pertahanan itu. "Sedangkan keputusan untuk menyetujui dan melaksanakan kerja sama akan diberikan kepada Presiden karena ini wilayah eksekutif," jelasnya.

www.kemhan.go.id