Cari di Blog Ini

Minggu, 20 Oktober 2013

5 Orang Ahli Strategi Perang Gerilya Dalam Sejarah Militer Dunia

Berita Hankam: 5 Orang Ahli Strategi Perang Gerilya Dalam Sejarah Militer Dunia. 5 ahli strategi perang gerilya yang namanya tercatat dalam sejarah militer dunia tersebut adalah Jenderal AH Nasution, Jenderal Vo Nguyen Giap, Ernesto Che Guevara, Mao Zedong, dan Thomas Edward Lawrence.
Perang Gerilya. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
5 Pakar perang gerilya, dari Nasution sampai Giap

Perang gerilya adalah bentuk peperangan tidak teratur di mana sekelompok kecil pejuang seperti warga sipil bersenjata (atau " laskar ") menggunakan taktik militer termasuk penyergapan, sabotase, serangan, perang kecil, unsur kejutan, dan mobilitas yang luar biasa untuk mendominasi lebih besar dan tentara tradisional kurang mobile, atau memukul target kebal, dan menarik segera. Istilah ini berarti "perang kecil" dalam bahasa Spanyol, dan kata, gerilya telah digunakan untuk menggambarkan konsep sejak abad ke-18, dan mungkin sebelumnya. Dalam penggunaan Spanyol benar, orang yang merupakan anggota gerilya adalah guerrillero jika laki-laki, atau guerrillera jika perempuan. Istilah "gerilya" digunakan dalam bahasa Inggris sejak 1809, untuk menggambarkan pejuang (misalnya , "Kota ini diambil oleh gerilyawan"), dan juga (seperti di Spanyol) untuk menunjukkan kelompok atau band pejuang tersebut. Namun, dalam kebanyakan bahasa gerilya masih menunjukkan gaya tertentu peperangan. Penggunaan mungil membangkitkan perbedaan jumlah, skala, dan ruang lingkup antara tentara gerilya dan formal, tentara profesional negara. Dalam bahasa Inggris, "gerilya" sering diucapkan sebagai homophone untuk "gorila". Strategi dan taktik perang gerilya cenderung berfokus seputar penggunaan kecil, kekuatan ponsel bersaing lebih besar, yang lebih berat. Gerilya ini berfokus pada pengorganisasian dalam satuan kecil, tergantung pada dukungan dari penduduk setempat, serta mengambil keuntungan dari medan lebih akomodatif unit-unit kecil. Taktis, tentara gerilya akan menghindari konfrontasi dengan unit besar pasukan musuh, tetapi mencari dan menghilangkan kelompok kecil tentara untuk meminimalkan kerugian dan menguras kekuatan lawan. Tidak membatasi target mereka untuk personil, sumber daya musuh juga pilihan sasaran. Semua itu adalah untuk melemahkan kekuatan musuh, menyebabkan musuh akhirnya tidak mampu untuk menuntut perang lagi, dan memaksa musuh untuk mundur. Hal ini sering disalahpahami bahwa perang gerilya harus melibatkan menyamar sebagai warga sipil menyebabkan pasukan musuh gagal dalam memberitahu teman dari musuh. Namun, ini bukan merupakan fitur utama dari perang gerilya. Jenis perang dapat dipraktekkan di mana saja ada tempat kombatan untuk menutupi diri mereka dan di mana keuntungan tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh kekuatan yang lebih besar dan lebih konvensional. Pemimpin Komunis seperti Mao Zedong dan Vietnam Utara Ho Chi Minh baik perang gerilya diimplementasikan memberikan kerangka teoritis yang berfungsi sebagai model untuk strategi serupa di tempat lain, seperti Kuba "Foco" teori dan mujahidin anti-Soviet di Afghanistan. Mao Zedong diringkas taktik gerilya dasar di awal Cina "Kedua Perang Saudara Revolusioner" sebagai: "Kemajuan musuh, kita mundur, kamp-kamp musuh, kita melecehkan, ban musuh, kita serangan, retret musuh, kita mengejar.". 124 Setidaknya satu penulis credits karya Cina kuno The Art of War (berasal dari setidaknya 200 SM) dengan memberikan instruksi dalam taktik seperti Mao.
Vietnam baru saja kehilangan salah satu pahlawan perangnya, Jenderal Vo Nguyen Giap. Ratusan ribu orang mengantar kepergian Vo Nguyen Giap, sosok yang bertarung melawan kolonialisasi Prancis dan juga serangan Amerika Serikat ke Vietnam. Vo Nguyen Giap juga dikenal sebagai salah satu master strategi perang gerilya. Dia adalah orang yang memimpin pasukan Vietnam dalam serangan Dien Bien Phu dengan strategi gerilya. Selain Vo Nguyen Giap, dunia mengenal banyak master perang gerilya. Salah satunya adalah jenderal kebanggaan Indonesia, Jenderal AH Nasution. Berikut 5 master perang gerilya yang dirangkum oleh tim redaksi.

Jenderal AH Nasution. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
1. Jenderal AH Nasution

Jenderal Nasution dikenal sebagai ahli perang gerilya. Pengalamannya sebagai ahli perang gerilya datang setelah persetujuan Renville 17 Januari 1948. Saat itu pasukan Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah. Nasution saat itu sebagai Wakil Panglima Besar Angkatan Perang. Tentara RI ketika itu memperkirakan Belanda akan mengulangi agresi militer I. Nasution pun menyusun konsep perlawanan rakyat semesta dengan inti perang gerilya. Pada agresi militer II, Nasution diangkat sebagai Panglima Tentara di Jawa. Bermarkas di sebuah desa di Prambanan dan Kulonprogo, Nasution mengeluarkan berbagai instruksi pelaksanaan perang gerilya. Setelah menjadi KSAD, Nasution sempat dinonaktifkan akibat peristiwa 17 Oktober 1952. Nasution diaktifkan kembali pada 1955 dan berjuang melawan berbagai pemberontakan.

Jenderal Nasution dikenal sebagai pengarang buku yang produktif. Dia banyak menulis buku di antaranya 11 jilid buku Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia. Bukunya "Pokok-Pokok Gerilya" diterjemahkan ke berbagai bahasa asing. Konon, Vietcong belajar dari buku Nasution saat perang melawan Amerika Serikat di Vietnam. Nasution juga menulis memoar berjudul "Memenuhi Panggilan Tugas" sebanyak 8 jilid. Nasution meninggal dunia pada 5 September 2000. Jenazahnya dimakamkan di TMP Kalibata.

Jenderal Vo Nguyen Giap. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
2. Vo Nguyen Giap

Pemimpin militer terkemuka Vietnam, Jenderal Vo Nguyen Giap yang pasukannya bisa menundukkan Prancis di Dien Bien Phu, mengungkapkan sejumlah rahasia kekuatan pasukannya. Pada akhir April 1975, pasukan Vietnam Utara berhasil membuat pasukan AS dan pasukan Vietnam Selatan bertekuk lutut. Peristiwa ini ditandai dengan simbol menyedihkan bagi Amerika ketika Dubes AS untuk Vietnam Selatan terbang dengan helikopter dari atap bangunan kedutaannya. "Kami dipaksa untuk menghadapi imperialis agresif paling kuat dan kejam. Perang berlangsung selama lima pemerintahan dari lima presiden dan menghadapi kami dengan kekuatan tak setara," kata Vo. "Tanpa memegang senjata, Vietnam bisa berdiri dan menghancurkan rantai perbudakan dan kemudian mengalahkan dua imperialis besar untuk membebaskan bangsa dan rakyat. Mari kita melihat kembali ke dalam ribuan tahun sejarah, mempelajari kebudayaan nasional serta tradisi serta warisan kemiliteran bangsa Vietnam, sekaligus kecenderungan revolusioner Vietnam."

Menurutnya kekuatan bangsa Vietnam terletak pada pengembangan falsafah kehidupan dan kebudayaannya dengan patriotisme pada intinya, (yang menghasilkan) keinginan tidak menyerah untuk berjuang. Kekuatan ini telah dimanfaatkan untuk mengatasi kekerasan alam dan agresi asing. Jenderal Vo mencatatkan dirinya dalam sejarah kemiliteran Vietnam karena strategi-strategi militernya yang sangat cemerlang, seperti pengepung pasukan Prancis di Dien Bien Phu tahun 1954 dan Serangan Tet (Tet Offensive) terhadap AS di Vietnam Selatan tahun 1968. Strategi andalannya adalah perang gerilya.

Ernesto Che Guevara. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
3. Che Guevara

Ernesto Che Guevara lahir pada 14 Juni 1928. Dia lebih dikenal sebagai El Che atau Che. Dia seorang revolusioner, dokter, intelektual, pemimpin gerilya, diplomat, sekaligus ahli militer. Dia disukai dan dibenci banyak orang. Che Guevara bisa berarti cinta atau benci. Bagi sebagian orang, nama ini sama dengan perjuangan kebebasan, namun buat yang lain berarti pembunuhan. Nama asli Che adalah Ernesto Lynch. Sewaktu muda Che dijuluki 'Chanco' (babi) karena jarang mandi, sehingga badannya bau. Dia berganti kaus oblong sekali saban pekan. Che menulis buku Guerilla Warfare setelah revolusi Kuba. Buku itu diterbitkan pada 1961. Buku karangan Che menjadi panduan bagi gerilyawan di seluruh dunia. Banyak yang menyebut prinsip gerilya Che hampir mirip seperti isi buku Mao. Tapi Che mengaku tidak pernah membaca buku Mao.

Mao Zedong. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
4. Mao Zedong

Mao Zedong merupakan pemimpin Partai Komunis China. Dia menjadi Presiden Republik Rakyat China pada 1949. Pada masa dia berkuasa, rakyat China hidup di bawah tekanan tangan besinya. Pada perang sipil di China melawan kubu nasionalis, Mao memunculkan strategi yang sering diadopsi banyak pihak sebagai strategi perang gerilya. Prinsip strategi perang Mao adalah, saat lawan maju, kami mundur. Saat musuh berkumpul, kami mengusik. Saat musuh lelah, kami menyerang. Saat musuh mundur, kami mengejar. Salah satu slogan yang marak digunakan sebagai perlambang strategi Mao adalah tarik lenganmu sebelum memukul. Dengan cara ini pukulan yang keluar akan lebih dahsyat.

Thomas Edward Lawrence. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
5. Lawrence of Arabia

Thomas Edward Lawrence atau Lawrence of Arabia adalah seorang petualang dari Inggris, ahli strategi militer. Dia juga menulis mahakarya "The Seven Pillars of Wisdom" (1927). Dia menggalang revolusi Arab dan memulai perlawanan terhadap Turki. Dia berperan dalam membantu Arab kala berhadapan dengan Turki semasa Perang Dunia I. Dia memperkenalkan teori taktik gerilya di sebuah artikel yang ditulisnya pada tahun 1938. Dalam artikelnya dia membandingkan pejuang gerilya dengan gas. Gerilyawan berjuang di daerah operasi secara acak. Mereka atau selnya menduduki tempat inti yang sangat kecil sementara molekul gas menempati tempat inti terkecil di wadahnya. Gerilyawan dapat bergantung dengan kelompok untuk tujuan taktis tetapi posisi pimpinan tersebar. Pejuang seperti itu sangat sulit dikalahkan. Perjuangan Lawrence difilmkan dalam "Lawrence of Arabia" dirilis pertama kali pada tahun 1962 dengan aktor Peter O''Toole sebagai pemeran tokoh sejarah itu. Film tersebut berhasil mendapatkan 7 Oscar termasuk film terbaik dan sutradara terbaik untuk David Lean.

www.merdeka.com

Kamis, 17 Oktober 2013

Dengan Jet Latih Tempur T50i Golden Eagle, TNI-AU Bersiap Menjadi Angkatan Udara Kelas Dunia

Berita Hankam: Dengan Jet Latih Tempur T50i Golden Eagle, TNI-AU Bersiap Menjadi Angkatan Udara Kelas Dunia. Jet tempur T50i Golden Eagle digunakan oleh TNI-AU untuk melatih para penerbang tempur selain juga disiapkan sebagai pesawat tempur taktis menggantikan jet tempur Hawk Mk-53 yang sudah usang. Secara keseluruhan, TNI-AU akan diperkuat 16 unit pesawat jet latih tempur buatan Korea Selatan ini.
T50i Golden Eagle TNI-AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
T50i Golden Eagle menuju World Class Air Force

11 September lalu, dua T-50i Golden Eagle menjejakkan roda-roda pendaratnya di Pangkalan Udara TNI AU Balikpapan, sebagai bagian penerbangan ferry-nya dari manufakturnya di Korea Aerospace Industries, Sacheon, Korea Selatan, menuju Indonesia. Itu pendaratan pertama Golden Eagle itu, dua pesawat lagi mendarat pada 26 September 2013 di Pangkalan Udara Utama Iswahyudi, "rumah' barunya.

Bagi TNI AU, kehadiran Golden Eagle itu memiliki arti khusus karena akan mendekatkan cita-cita dan visi mereka pada predikat World Class Air Force, sejalan peta jalan pertahanan Indonesia melalui TNI yang menetapkan pada 2014 sudah berada pada status kekuatan minimum esensial arsenalnya. Golden Eagle yang dibeli baru sebanyak 16 unit itu akan menggantikan peran seniornya, Hawk Mk-53 buatan Inggris, yang berdinas sejak 1970-an di Skuadron Udara 15 Pangkalan Udara Utama Iswahyudi, Jawa Timur.

Semula, ada lima kandidat yang dilirik Kementerian Pertahanan sesuai keperluan spesifikasi dari pengguna, TNI AU. Mereka semua ada di kelas dan spesifikasi kurang lebih sama, yaitu di kelas advanced training jets/lead-in fighter trainer; T-50i Golden Eagle, Yakovlev Yak-130 Mitten, Aermacchi M-346, L-159 buatan Ceko, dan Guizhou JL-9 Shanying alias FTC-2000.

Dengan L-159, TNI AU pernah punya pengalaman pemakaian, yaitu pada seniornya, L-29 Dolphin saat pabrikannya masih bernaung dalam Republik Cekoslovakia. Yak-130 Mitten dan M-346 memiliki penampilan identik hanya beda mesin, beberapa feature avionika/sistem penjejak musuh-peluru kendali, dan kelengkapan sistem pendukung saja; Mitten dengan basis Rusia-nya, dan M-346 dengan pilihan sistem pendukung lebih luas dari Barat. Satu yang baru adalah Guizhou JL-9 Shanying alias FTC-2000, yang jujur saja, belum teruji di manapun di dunia ini kecuali di negeri asalnya, China. Bicara tentang China, negeri ini sangat ambisius mengembangkan industri penerbangan sipil dan militernya, dan sangat gencar berpromosi.

Beberapa persyaratan yang diinginkan pengguna adalah advanced jet trainer yang baru harus mampu mengantarkan pilot-pilot tempur TNI AU mengawaki pesawat-pesawat tempur baru secara lebih mudah dan canggih. Skuadron Udara 3 memiliki F-16 Fighting Falcon Blok 15/25, Skuadron Udara 11 menjadi rumah bagi Sukhoi Su-27 Flankers (Su-27SKM dan Su-30Mk2) yang jumlahnya genap 16 unit plus sistem kesenjataannya. Mencetak pilot-pilot tempur untuk mengawaki semua pesawat tempur itu jelas bukan urusan mudah dan cepat. Belum lagi jika nanti 24 unit F-16 Fighting Falcon Blok 32+ eks Angkatan Udara Pengawal Pantai Amerika Serikat tiba, yang akan ditempatkan di Skuadron Udara 16.

Sebagai negara pertama pemakai T-50i Golden Eagle di luar Angkatan Udara Korea Selatan, TNI AU akan menempatkan Elang-elang Emas ini bukan cuma sebagai pesawat latih semata. Designasi di ekor tegaknya diberi huruf dan angka TT5001 dan seterusnya, pertanda dia adalah pesawat tempur taktis. Belajar dari peristiwa Bawean pada 3 Juli 2003 --sebagai misal-- saat F-16 TNI AU "dikunci" pesawat tempur asing di wilayah udara kedaulatan sendiri jelas bukan hal menyenangkan untuk dialami pilot tempur TNI AU; dan Golden Eagle diharapkan bisa memberi pelajaran lebih nyata tentang itu.

Dari luar, tampilan samping dan tampak atas/bawah T-50i Golden Eagle ini sangat mirip dengan F-16 Fighting Falcon; yang lumrah mengingat KAI mengembangkan Elang-elang Emas ini dengan terobosan bekerja sama dengan pabrikan barunya, Lockheed Martin dari Amerika Serikat. Dalam hal rekayasa rancangan, kerja sama ini sangat menguntungkan KAI. Dari Lockheed Martin, Elang-elang Emas ini disuplai sistem penginderaan musuh radar AN/PG-67(v)4 dan mesin jet tunggal General Electric GE F404, yang cukup mampu menerbangkan dia pada kecepatan 1,5 Mach sangat mudah dalam keadaan full gear pada bobot maksimal 27.322 pound menuju ketinggian maksimal 55.000 kaki dari permukaan laut.

Juga dikenal (para edisi awal 1992), Elang-elang Emas para generasi terkini --yang dibeli Indonesia-- ini juga ditanami radar aktif (AESA/active electronically scanned array radar) Israeli EL/M-2032 pulse-Doppler. Data pabrikan KAI menyatakan, radar ini 66 persen lebih besar dan memiliki sistem tautan data lebih canggih ketimbang radar semula yang dipasang di TA-50. Radar AESA EL/M-2032 sejak awal diunggulkan ketimbang AN/APG-67(V)4 and SELEX Vixen 500E AESA radar, yang dipilih Lockheed Martin. Pilihan lain adalah Raytheon Advanced Combat Radar dan Northrop Grumman's Scalable Agile Beam Radar, bagi produksi-produki mendatang. Yang unik, sistem data yang dibangun pada piranti dan sistem radar ini memungkinkan T-50i Angkatan Udara Korea Selatan dan F-16 Fighting Falcon Angkatan Udara Amerika Serikat saling berkomunikasi. Bicara hal unik ini, jelas telah memasuki ranah politis mengingat Korea Selatan sekutu dekat Amerika Serikat sebagaimana Jepang di Asia Timur.

Di Tanah Air, Elang-elang Emas ini akan diutilisasi semaksimal mungkin, layaknya dinyatakan Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, pengirimannya selesai sepenuhnya pada 2014. "Pesawat ini yang kita beli, sangat bertenaga," kata dia, saat menerima delegasi KAI di Jakarta, September 2011.

Berbagai misi akan bisa diemban Elang Emas, mulai dari melatih pilot muda dan profisiensi lain, patroli udara, tim aerobatik (sesuai warna biru-aksen kuning enam Golden Eagle pertama yang hadir), hingga pertahanan udara.

Omong-omong, rasio antara jumlah pesawat terbang dan pilot pengawaknya lazim dipahami satu banding dua atau tiga; dengan begitu maka paling tidak 32 (kalau bukan 48) pilot Elang Emas harus bisa dicetak pada 2014 nanti.

www.antaranews.com

Senin, 14 Oktober 2013

2 Jet Tempur Siluman F-35 Lightning II Akan Perkuat AU Australia Tahun Depan

Berita Hankam: 2 Jet Tempur Siluman F-35 Lightning II Akan Perkuat AU Australia Tahun Depan. 2 jet tempur F-35 Lightning II tersebut merupakan bagian dari 12 unit pesawat tempur sejenis yang sudah dipesan oleh Angkatan Udara Australia atau Royal Australian Air Force (RAAF).
F-35 Lightning II. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Tahun Depan Australia Punya Dua Pesawat Siluman

Royal Australian Air Force (RAAF) pertama Joint Strike Fighter (JSF), atau yang paling populer dikenal sebagai Australia pertama F-35 Lightning II, sudah pada tahap perakitan utama di Martin fasilitas Lockheed di Forth Worth, Texas. CEO dari Defence Material Organisation (DMO), Warren King, membuat pengumuman resmi pada Jumat 11 Oktober 2013. Mr King menyatakan bahwa komponen untuk Australia pertama F-35 sekarang sedang disatukan untuk membentuk Joint Strike Fighter. Dikenal sebagai AU-1, Australia pertama F-35 sekarang akan membuat jalan ke jalur perakitan dan menggulung keluar dari pabrik untuk pengiriman ke RAAF pada musim panas 2014. Yang penting 14 perusahaan Australia saat ini di bawah kontrak dan membangun bagian untuk F-35 sebagai bagian dari rantai pasokan global. Industri Australia diharapkan untuk mendapatkan beberapa miliar dolar dalam peluang industri sepanjang umur F-35 program tersebut. Mr King bersama bahwa Australia adalah memperoleh Konvensional Take-off dan Landing (CTOL) F-35 varian. Ketika diintegrasikan ke dalam jaringan Angkatan Pertahanan Australia, F-35 akan memenuhi fungsi dominasi dan pemogokan kemampuan udara saat ini disediakan oleh F/A-18A/B Hornets dan F/A-18F Super Hornets, King menyatakan. AU-1 dan Australia pesawat F-35 kedua, AU-2, akan disampaikan dalam kursus 2014 di Amerika Serikat untuk tujuan pengujian dan pelatihan. Sementara itu, di Forth Worth Texas, Jeff Babione, Lockheed Martin wakil presiden dan wakil manajer program F-35, menyatakan positif mengenai Lockheed Martin dan Australia kemitraan. Hari ini menandai awal baru bagi penerbangan taktis untuk Australia. Lockheed Martin bangga hubungan panjang dan bertingkat kami dengan penerbangan Australia, dan sekarang, F-35 akan memastikan bahwa hubungan dengan RAAF dan Industri Australia tetap kuat selama beberapa dekade yang akan datang, Mr Babione mengatakan dalam konferensi pers. Lockheed Martin dan Angkatan Pertahanan Australia telah memulai kemitraan dengan Lockheed Vega, F-111 kemitraan direplikasi dengan F-35. Tentang F-35 Lightning II: Ini adalah pejuang 5th generasi, menggabungkan siluman canggih dengan kecepatan tempur dan kelincahan, sistem misi canggih, informasi sensor sepenuhnya menyatu, operasi jaringan enabled dan mutakhir memelihara kelestarian. Tiga varian yang berbeda dari F-35 akan menggantikan A-10 dan F-16 untuk Angkatan Udara AS, F/A-18 untuk US Navy, F/A-18 dan AV-8B Harrier untuk Marinir AS Corps, dan berbagai pejuang untuk setidaknya 10 negara lainnya. Untuk mendapatkan gambaran bagaimana Australia pertama F-35 akan terlihat seperti, di sini adalah foto dari F-35 dilakukan untuk negara lain.
Perusahaan pembuat pesawat tempur asal Amerika Serikat Lockheed Martin mulai memproduksi satu unit pesawat tempur canggih F-35 Lightning II untuk Australia. Perwakilan Australia bertandang ke pabrik Lockheed Martin untuk merayakan upacara dimulainya produksi pesawat tempur siluman itu, di Fort Worth, Texas, Amerika Serikat, Selasa, 8 Oktober 2013. Wakil Presiden Direktur Lockheed Martin Jeff Babione menyambut baik dimulainya proses produksi ini. "Kami ikut senang proses produksi F-35 untuk Australia dimulai," kata Babione dalam rilis resmi Lockheed Martin.

Dalam perakitan pesawat F-35, dia melanjutkan, Australia sebagai negara pemesan ikut andil. Sebab 14 perusahaan asal Australia dilibatkan untuk memproduksi komponen pesawat F-35. "Kesempatan ini tentu memperpanjang kerja sama kami dengan RAAF (Angkatan Udara Australia)," kata Babione. Sebab sebelumnya, kerja sama serupa telah terjalin pada pembelian pesawat Lockheed Vega dan F-111 Australia.

Jika produksi ini berjalan sesuai rencana, dua unit pesawat F-35 bakal dikirim dari Texas ke Australia pada 2014. Saat ini Australia baru memesan dua unit pesawat F-35. Namun pada 2014-2015, Negeri Kanguru bakal menambah pesanan 12 pesawat F-35. Sebenarnya, pemerintah Negeri Kanguru itu punya rencana jangka panjang membeli 100 unit pesawat F-35. Untuk memuluskan rencana ini, Australia menganggarkan duit senilai US$ 16,4 miliar atau sekitar Rp 170 triliun. Namun rencana jangka panjang ini diundur selama beberapa tahun untuk menghemat anggaran belanja Australia.

Pesawat F-35 Lightning II adalah pesawat tempur generasi kelima. Pesawat tempur ini menggabungkan kemampuan tempur serbaguna dengan kemampuan siluman. Selain itu pesawat ini punya teknologi canggih, berkecepatan tinggi sekitar 2000 km/jam. Selain Australia, beberapa negara seperti Kanada, Inggris, Belanda, dan Norwegia, juga menaruh minat pada pesawat ini.

www.tempo.co

Sabtu, 12 Oktober 2013

TALOS, Seragam Tempur Ala Iron Man Untuk Prajurit US Army

Berita Hankam: TALOS, Seragam Tempur Ala Iron Man Untuk Prajurit US Army. TALOS atau Tactical Assault Light Operator Suit adalah jenis seragam tempur canggih yang dirancang untuk tentara Angkatan Darat Amerika Serikat. Baju perang ini dibekali teknologi perang yang canggih untuk meningkatkan kemampuan tempur para prajurit secara signifikan.
TALOS (Tactical Assault Light Operator Suit). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Amerika akan persenjatai tentaranya dengan baju Iron Man

Teknologi baju besi Iron Man nampaknya akan segera diwujudkan dalam dunia nyata. Hal ini setelah Angkatan Darat Amerika Serikat menyatakan akan mempersenjatai tentaranya dengan Tactical Assault Light Operator Suit (TALOS).

Seperti yang dilansir The Verge (9/10/2013), baju perang ini nantinya akan memberikan kemampuan lebih pada penggunanya. Kemampuan ini antara lain pandangan malam, tambahan kekuatan, dan perlindungan dari tembakan senjata api.

Tiap-tiap baju ini nantinya akan dilengkapi dengan komputer yang mampu merespon berbagai situasi dan langsung memberikan penggunanya saran secara real-time. Dengan menggunakan komputer, maka memang bisa dibilang baju perang ini adalah yang paling modern untuk saat ini.

Sebagai bahan pembuatnya sendiri US Army menyatakan akan menggunakan bahan cair yang tengah dikembangkan MIT. Bahan ini dipilih karena mampu merubah wujudnya dari cair ke padat dalam waktu singkat dengan bantuan ladang magnetik atau arus listrik.

Bahan ini diyakini mampu memberikan proteksi lebih kepada penggunanya. Selain itu, bahan tersebut juga bisa memberikan berbagai informasi seputar penggunanya seperti temperatur tubuh, kulit, detak jantung, dan level hidrasi.

Memang, belum diketahui apakah bentuk baju zirah ini akan mirip dengan yang dipakai Tony Stark dalam film Iron Man. Namun, menurut data di atas, sebenarnya bisa disimpulkan bahwa baju perang ini memang terinspirasi dari tokoh komik Marvel.

www.merdeka.com

KRI Balikpapan (901) Jalani Uji Coba Pelayaran Di Teluk Jakarta

Berita Hankam: KRI Balikpapan (901) Jalani Uji Coba Pelayaran Di Teluk Jakarta. Uji coba pelayaran atau sea trial kapal perang KRI Balikpapan (901) dipimpin langsung oleh Kolonel Laut (P) Isbandi Andrianto, S.E dan mengambil lokasi di kawasan perairan Teluk Jakarta. KRI Balikpapan (901) adalah jenis kapal perang bantu cair minyak (BCM) yang berada dalam Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmabar.
KRI Balikpapan (901). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Balikpapan Selesaikan Sea Trial di Perairan Teluk Jakarta

Komandan Satuan Kapal Bantu Komando Armada RI Kawasan Barat (Dansatbanarmabar) Kolonel Laut (P) Isbandi Andrianto, S.E., memimpin pelaksanaan uji coba/sea trial KRI Balikpapan (BPP-901) di perairan teluk Jakarta, Kamis (10/10/2013).

Dalam keterangan pers, Jumat (11/10/2013), KRI Balikpapan-901 yang dikomandani Mayor Laut (P) Anis Latif, termasuk kapal perang jenis bantu cair minyak (BCM) salah satu unsur dibawah pembinaan Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmabar.

Kapal perang tersebut, telah selesai melaksanakan perbaikan body kapal, mesin kapal dan beberapa peralatan lainnya, selanjutnya dilaksanakan uji coba pelayaran di bawah pengawasan dari Staf Slogarmabar, Staf Disharkaparmabar dan Staf Harmat Satban Koarmabar di perairan teluk Jakarta.

Kegiatan sea trial tersebut bertujuan sebagai uji kesiapan KRI dan sebagai bahan evaluasi pemimpin Koarmabar dalam mengambil kebijakan kegiatan operasional KRI dan sekaligus untuk menentukan siap tidaknya kapal perang tersebut guna mendukung kegiatan tugas-tugas ke depan.

Dalam sea trial yang dilaksanakan selama kurang lebih empat jam tersebut, selain untuk pengecekan performa mesin juga dilaksanakan manuver-manuver yang bertujuan untuk mengukur kesiapan KRI dan personil dalam mengawaki alutsista tersebut.

www.tribunnews.com

Rabu, 09 Oktober 2013

37 Alumni AAU 2013 Ikuti Seleksi Calon Penerbang Tempur Di Lanud Adisutjipto

Berita Hankam: 37 Alumni AAU 2013 Ikuti Seleksi Calon Penerbang Tempur Di Lanud Adisutjipto. Seleksi calon penerbang tempur TNI-AU tersebut dilaksanakan dari tanggal 7 Oktober 2013 hingga 12 Oktober 2013. Peserta yang lulus dari seleksi awal ini selanjutnya akan mengikuti tes bakat terbang atau attitude.
Penerbang Tempur TNI-AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
TNI AU Mulai Seleksi Calon Siswa Sekolah Penerbang

TNI Angkatan Udara (AU) selama seminggu, yaitu mulai Senin (7/10/2013) - Sabtu (12/10/2013) mengadakan seleksi calon siswa sekolah penerbang (Sekbang) angkatan 1987 di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Calon siswa Sekbang itu berasal dari alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) 2013. Tercatat, ada 37 alumni yang mengikuti seleksi tersebut. Mereka nantinya diharapkan akan menambah dan menjadi penerbang-penerbang pesawat militer yang handal.

Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Adisutjipto Yogyakarta Kolonel Pnb Wahyu Anggono, mengatakan TNI AU memang membutuhkan dan mencari personel dengan kualifikasi yang terbaik. Untuk itu, para calon siswa harus mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam mengikuti proses seleksi ini. "Karena penerbang militer identik dengan penerbang tempur. Sehingga untuk membentuk calon penerbang militer yang memiliki kualifikasi handal, memerlukan pendidikan dengan waktu yang panjang dan berisiko tinggi," tutur Wahyu, di sela-sela seleksi casis sekbang, di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Selasa (8/10/2013).

Wahyu menjelaskan agar program tersebut dapat berjalan lancar dan aman, selain harus melalui proses yang konsisten dan berlanjut, juga dengan tahapan-tahapan yang sistematis, ketat dan tanpa kompromi. Untuk itu proses seleksi calon siswa Sekbang juga dilaksanakan dengan kriteria yang telah baku dan mutlak. "Toleransi sekecil apapun terhadap kekurangmampuan dari setiap siswa, mengandung risiko potensi yang membahayakan, tidak saja bagi diri calon penerbang itu sendiri, namun juga bagi orang lain dan alutsista yang digunakannya," tegasnya.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Adisutjipto Yogyakarta Mayor Sus Hamdi Londong Allu mengatakan seleksi tersebut meliputi tes tertulis dan manuver dasar. Untuk tes tertulis pelaksanananya di Skadid 104 dan manuver dasar di Skadik 101 Lanud Adisutjipto Yogyakarta. "Untuk manuver dasar akan mengunakan pesawat latih dasar AS Bravo," kata Londong.

Menurut Londong para alumni yang mengikuti seleksi tersebut, selain persyaratan fisik juga akademik. Untuk akademik, baik alumni yang berasal dari Majoring Elektronika, Majoring Aeronautika, dan Majoring Teknik Manajemen Industri harus memiliki minimal IPK 2,75. Mereka yang nantinya dinyatakan lulus akan mengikuti tes lanjutan, yaitu tes bakat terbang atau atitude.

kampus.okezone.com

189 Prajurit TNI-AL Ikuti Seleksi Perekrutan Pasukan Elite

Berita Hankam: 189 Prajurit TNI-AL Ikuti Seleksi Perekrutan Pasukan Elite. Proses rekrutmen menjadi anggota pasukan elite pada kesatuan TNI-AL diikuti oleh 189 prajurit. Para prajurit tersebut berdasarkan perekrutannya terbagi menjadi 4 kesatuan pasukan elite TNI-AL yaitu awak Pasukan Katak, kapal selam, pasukan Intai Amfibi Marinir, dan juru selam. Menurut jadwal, proses seleksi ini akan berlangsung selama 1 minggu.
Denjaka (Detasemen Jala Mangkara). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Ratusan Prajurit TNI-AL Jalani Seleksi Pasukan Elite

Sebanyak 189 orang prajurit menjalani proses seleksi perekrutan masuk pendidikan pasukan elite TNI Angkatan Laut, masing-masing sebagai awak kapal selam, Pasukan Katak, juru selam, dan pasukan Intai Amfibi Marinir. Seleksi yang dijadwalkan berlangsung selama satu minggu itu, dipusatkan di Gedung Moeljadi, Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal), Bumimoro, Surabaya, mulai Senin (7/10/2013). Adapun tahapan seleksi yang harus dijalani calon siswa pasukan elit itu, meliputi tes kesegaran jasmani, kesehatan lengkap, psikologi tertulis dan wawancara, mental ideologi, dan kesehatan jiwa.

Direktur Personel Kobangdikal Kolonel Laut (E) Catur Budi Susanto selaku Ketua Panitia Penerimaan, menjelaskan dari 189 prajurit tersebut, sebanyak 62 orang mengikuti seleksi calon siswa Pendidikan Pasukan Katak, Pendidikan Juru Selam (44 orang), Pendidikan Calon Awak Kapal Selam (22 orang), dan 61 orang sisanya di Pendidikan Intai Amfibi Marinir. "Seluruh rangkaian seleksi penerimaan calon siswa pendidikan pasukan elit TNI AL akan menguras tenaga dan pikiran dari prajurit. Mereka yang lolos seleksi akan diketahui saat sidang penentuan akhir pada 18 Oktober mendatang," katanya.

Ia menjelaskan dalam kalender pendidikan tahun 2013, TNI AL sudah menetapkan kuota kursi untuk calon siswa dari masing-masing pendidikan pasukan elit tersebut. Pendidikan Pasukan Katak dan Intai Amfibi Marinir masing-masing mendapatkan kuota sebanyak 30 orang siswa, kemudian Pendidikan Juru Selam 20 orang, dan Pendidikan Awak Kapal Selam 15 orang. "Lokasi pendidikan bagi siswa prajurit yang dinyatakan lulus seleksi akan disebar di sejumlah tempat," tambah Catur Budi.

Siswa calon awak kapal selam menjalani pendidikan di Sekolah Kapal Selam (Sekasel), kemudian siswa Pasukan Katak di Sekolah Pasukan Katak (Sepaska) dan siswa Juru Selam di Sekolah Penyelam (Seselam), yang ketiganya di bawah komando Pusat Pendidikan Khusus Kodikopsla. Sedangkan siswa Intai Amfibi menjalani pendidikan di Sekolah Khusus Pusat Pendidikan Infanteri yang berada di bawah Komando Pendidikan Marinir, Kobangdikal.

www.republika.co.id

Minggu, 06 Oktober 2013

KRI Teluk Ratai (509) Angkut Pasukan Marinir Pengawal Kawasan Ambalat

Berita Hankam: KRI Teluk Ratai (509) Angkut Pasukan Marinir Pengawal Kawasan Ambalat. Pasukan Marinir yang berasal dari kesatuan Batalyon Infanteri 5 Marinir Karang Pilang tersebut menumpang kapal perang KRI Teluk Ratai (509) yang diberangkatkan dari Dermaga Ujung Surabaya, lalu singgah di Makassar untuk pengisian bahan bakar dan perbekalan lainnya, kemudian baru melanjutkan pelayaran ke Nunukan. Pasukan ini akan menggantikan Batalyon Infanteri 3 Marinir yang pada periode sebelumnya telah melakukan tugas penjagaan dan pengawalan di kawasan Ambalat yang berbatasan dengan negara Malaysia.
KRI Teluk Ratai (509). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Kolinlamil Kirim KRI Teluk Ratai (509) Dukung Pengamanan Ambalat

Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) mengirimkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Ratai (509) dari unsur Satlinlamil Surabaya, guna mendukung pengamanan Ambalat. Kapal perang tersebut yang mengangkut personel Batalyon Infanteri 5 Marinir Karang Pilang, tiba di Makassar setelah sebelumnya berangkat dari Dermaga Ujung Surabaya.

Selama di Makassar KRI Teluk Ratai (509) akan melaksanakan pengisian bahan bakar (bekul) untuk selanjutnya menuju Ambalat melalui Nunukan dalam rangka mendukung Satuan Tugas Marinir (Satgasmar) Pengamanan Ambalat dan pengamanan pulau terluar.

Menurut Komandan KRI Teluk Ratai (509) Letkol Laut (P) Arief Budiman, Batalyon Infanteri 5 Marinir Karang Pilang yang diangkutnya ini, akan merotasi Batalyon Infanteri 3 Marinir yang sebelumnya sudah berada di Ambalat dan pulau terluar.

KRI Teluk Ratai (509) dalam mendukung Operasi Satgasmar Pam Ambalat dan pulau terluar ini, telah mengangkut personel sebanyak 130 orang. Selanjutnya selesai melaksanakan debarkasi maupun embarkasi pasukan, KRI Teluk Ratai (509) kembali ke Surabaya guna mempersiapkan tugas berikutnya dalam mendukung pengamanan perbatasan RI-Malaysia dengan Kapal perang lainnya.

Kegiatan pengamanan Ambalat dan pulau terluar yang salah satunya dilaksanakan oleh KRI Teluk Ratai (509), yang merupakan kapal perang angkut jenis Landing Ship Tank ini, dalam rangka melaksanakan salah satu tugas pokok Kolinlamil sebagai pembina tunggal sistem angkutan laut militer. Selain itu Kolinlamil juga aktif mendukung pergeseran pasukan TNI ke daerah perbatasan dengan negara tetangga serta pergeseran pasukan, material, dan logistik ke daerah-daerah rawan dan pulau-pulau terluar RI.

www.tnial.mil.id

Pasukan Elite TNI-AL Diperkuat Kendaraan Bawah Air Baru

Berita Hankam: Pasukan Elite TNI-AL Diperkuat Kendaraan Bawah Air Baru. Diver Propulsion Device (DPD) atau kendaraan bawah air yang akan digunakan oleh pasukan elite TNI-AL tersebut merupakan peralatan yang diproduksi oleh Amerika Serikat dengan sertifikasi Marine grade. DPD ini mampu melaju dengan kecepatan 3,2 knot dibawah air dengan jarak tempuh hingga 7 mil laut.
Diver Propulsion Device (DPD). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Perkuat Pasukan Khusus, TNI AL Datangkan Alat Underwater Baru

Guna memperkuat pasukan elite di jajarannya, TNI Angkatan Laut kembali mendatangkan alat baru, Diver Propulsion Device (DPD) buatan Amerika yang telah diuji coba di Markas Besar Angkatan Laut, Cilangkap Jakarta Timur, Kamis (3/10/2013).

DPD merupakan sebuah kendaraan bawah air yang cepat, tangguh dan dapat diandalkan untuk melakukan mobilitas di bawah air. Kendaraan underwater yang terbuat dari bahan aluminium sesuai standar Marine Grade ini, memungkinkan penyelam tempur untuk melakukan perjalanan jauh dengan cepat beserta muatannya yang tidak mungkin dilakukan secara manual maupun dengan alat lainnya.

Alat yang berkecepatan hingga 3,2 knot dengan jarak tempuh 7,0 nautical mile, dengan sistem pendorong elektrik ini dilengkapi dengan kompas, alat pengukur kedalaman, serta tongkat cahaya yang dapat memberikan penerangan dalam keadaan gelap selama operasi di dalam air.

Pelaksanaan uji coba kendaraan tempur bawah air tersebut dilaksanakan sejak 2 s.d. 4 Oktober di Kolam Latih Jala Tirta Yudha Mabesal, Cilangkap, dan selajutnya akan diujicoba di laut di Kepulauan Seribu. Turut hadir menyaksikan ujicoba peralatan baru tersebut, Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksamana Pertama TNI Agus Setiadji, Kepala Dinas Pengamanan Angkatan Laut (Kadispamal) Laksamana Pertama TNI Djajeng Tirto, S.Pi, S.H., M.H., serta pejabat terkait lainnya.

www.tnial.mil.id

Kamis, 03 Oktober 2013

TNI-AL Terima Pesawat CN235 Patroli Maritim Buatan PT DI

Berita Hankam: TNI-AL Terima Pesawat CN235 Patroli Maritim Buatan PT DI. CN235 Patroli Maritim ini merupakan pesawat pertama dari 3 pesawat sejenis yang sudah dipesan oleh Kementerian Pertahanan RI kepada PT Dirgantara Indonesia sejak tahun 2009 lalu. CN235 Patroli Maritim tersebut sudah dilengkapi teknologi aerodinamika baru berupa pemasangan winglet (ujung sayap berbentuk sirip ikan hiu) yang berfungsi untuk menjamin stabilitas terbang dan menghemat pemakaian BBM sehingga pesawat ini bisa terbang dalam waktu yang lebih lama.
CN235 Patroli Maritim. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Ini Dia Keunggulan Pesawat Patroli TNI AL Produk PT DI

Kementerian Pertahanan secara resmi menerima pesawat CN235 dari PT Dirgantara Indonesia (Persero) di Bandara International Husein Sastranegara, Jalan Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/10/2013). Pesawat ini merupakan yang pertama dari tiga pesawat pesanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang kontrak jual belinya disepakati pada Desember 2009 lalu.

Penyerahan pesawat Patroli Maritim (Patmar) kepada Kementerian Pertahanan ini ditandai dengan penandatanganan dokumen serah terima pesawat oleh Direktur PT DI Budi Santoso dan dari pihak Kemenhan, antara lain Kabaranahan Kemenhan RI Laksamana Muda TNI Rachmad Lubis, Aslog Panglima TNI Mayor Jenderal TNI Joko Sriwidodo, Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Sru Handayanto, Danpuspenerbal Laksamana TNI I Nyoman Nesa, disaksikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio. "Pesawat CN235 Patmar kita serahkan kepada Kemenhan untuk dioperasikan oleh TNI Angkatan Laut. Pesawat ini merupakan kali pertama yang akan dioperasikan TNI AL untuk mengawasi dan melindungi laut Indonesia. Sebelumnya TNI AL mengoperasikan sejumlah pesawat, salah satunya NC212 Patmar produksi PT DI," ucap Budi Santoso kepada wartawan di Lapangan PT DI, Bandara International Husein Sastranegara, Rabu (2/10/2013).

Menurutnya, CN235 merupakan pesawat patroli kelas medium yang sangat cocok untuk patroli maritim. Pesawat ini ditenagai sepasang mesin CT7-9C, yang tiap-tiapnya berkekuatan 1.750 tenaga kuda. CN235 tersebut dilengkapi komponen-komponen yang sangat canggih, antara lain Search Radar, Flir, IFF Transponder, Tactical Navigation, Tactical Computer System, dan Bubble Windows. "Pesawat ini sudah menerapkan teknologi aerodinamika terbaru dengan memasang unit wing let kiri dan kanan ujung luar sayap yang berfungsi untuk meningkatkan stabilitas dan kemantapan saat terbang di udara," ujarnya.

Budi menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran TNI AU, AL, dan AD, yang terus memberikan dukungan dan kepercayaan penuh kepada PT DI atas produk-produk unggulannya. "Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaannya. Kami akan terus bekerja keras untuk menghasilkan produk-produk yang lebih berkualitas. Kami berharap agar PT DI tak henti diberi kepercayaan untuk menciptakan pesawat yang lebih mantap lagi," harapnya.

Budi juga berharap, pesawat ini dapat memberi dukungan penuh dan mempermudah TNI AL dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di lautan Indonesia. "Mudah-mudahan, pesawat CN235 Patmar ini mendukung TNI AL dalam mengatasi semua tantangan di laut," pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyampaikan apresiasi atas hadirnya pesawat CN235 Patmar TNI AL. "Mudah-mudahan pesawat ini bisa mendukung tugas TNI AL," harapnya.

regional.kompas.com

Rabu, 02 Oktober 2013

Rusia Tawarkan Hibah 10 Unit Kapal Selam Kilo Class Kepada Indonesia

Berita Hankam: Rusia Tawarkan Hibah 10 Unit Kapal Selam Kilo Class Kepada Indonesia. Tawaran 10 kapal selam Kilo Class dari Rusia tersebut belum diterima oleh Indonesia tim dari Kementerian Pertahanan dan TNI-AL telah dikirim ke Rusia untuk melihat dan memeriksa langsung 10 kapal selam yang ditawarkan itu. Menurut Kepala Staf TNI-AL, Kilo Class tergolong sebagai kapal selam yang canggih yang hingga saat ini belum dimiliki Indonesia.
Kapal Selam Kilo Class. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
TNI Tertarik Kecanggihan Kapal Selam Rusia

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Marsetio mengatakan pemerintah belum menentukan sikap terhadap tawaran hibah sejumlah kapal selam dari Rusia. Menurut dia, belum lama ini perwakilan TNI AL dan Kementerian Pertahanan berkunjung ke Rusia untuk membicarakan awal tawaran hibah ini. Marsetio yang ikut dalam kunjungan itu menyebut, selain membicarakan urusan hibah, perwakilan Indonesia juga melihat kondisi dan kemampuan kapal selam Rusia. "Yang ditawarkan kapal selam Kilo Class," kata Marsetio kepada Tempo saat ditemui di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (1/10/2013).

Marsetio menyebut kapal selam Kilo Class Rusia punya kemampuan bagus. Menurut dia, kapal selam produksi 1990-2000-an itu tergolong canggih. Kapal selam itu mampu menembakkan rudal dari dalam laut ke permukaan. Rudal yang diluncurkan pun punya jangkauan jauh, yakni 300 kilometer. "Indonesia belum punya kapal selam seperti ini," kata Marsetio.

Saat disinggung kemungkinan sikap Indonesia dan Rusia, Marsetio mengaku tak tahu. Menurut dia, kedua negara belum ada kesepakatan untuk hibah ini. Marsetio memilih bungkam saat ditanya soal kendala yang dihadapi. Begitu pula soal berapa duit yang diperlukan Indonesia untuk hibah ini. "Itu pembicaraan tingkat Menteri Pertahanan. Soal jumlah (kapal selam yang akan dihibahkan) belum ada kesepakatan juga," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyebut pemerintah Rusia menawarkan 10 unit kapal selam kepada Indonesia. Meski begitu, Purnomo juga belum menyebut titik terang dalam tawaran hibah ini.

www.tempo.co

Selasa, 01 Oktober 2013

6 Unit Jet Tempur Sukhoi Su-30 MK2 Diserahkan Kepada TNI-AU

Berita Hankam: 6 Unit Jet Tempur Sukhoi Su-30 MK2 Diserahkan Kepada TNI-AU. Penyerahan 6 unit Sukhoi Su-30 MK2 tersebut dilakukan secara simbolis di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, oleh pemerintah Rusia kepada TNI-AU. Dengan demikian pesawat-pesawat tempur tersebut melengkapi 1 skuadron jet tempur Sukhoi yang berpangkalan di lokasi yang sama.
Sukhoi Su-30 MK2. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
TNI AU Diperkuat Pesawat Tempur Sukhoi Su-30 MK2

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kamis (26/9/2013), menyaksikan secara simbolis penyerahan enam unit pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 dari Rusia, kepada TNI AU di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Sebelumnya, Kementerian Pertahanan dalam hal ini Kepala Baranahan Kemhan Laksda TNI Rachmad Lubis secara simbolis menerima logbook (miniature pesawat) pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 ini dari Pihak Pemerintah Rusia yang diwakili oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia HE Mikhail Galuzin. Selanjutnya enam pesawat tempur ini kemudian diserahkan kepada TNI yang diterima oleh Aslog Panglima TNI Mayjen TNI Joko Sriwidodo.

Hadir dalam acara penyerahan enam unit pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 ini Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, para Kepala Staf Angkatan, Anggota Komisi I DPR RI, Gubernur Sulawesi Selatan, Pejabat Bappenas dan Kemkeu. Sebelum penyerahan secara simbolis, acara ini dimulai dengan prosesi pelangi pesawat Su-30 MK2.

Dalam sambutannya Menhan menjelaskan bahwa pengadaan pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 sebanyak 11 unit dan yang sebelumnya Sukhoi Su-27 SKM sebanyak lima unit ini merupakan bagian dari program pembangunan pertahanan RI periode 2010 – 2014. Pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM dan Su-30 MK2 akan memperkuat jajaran TNI AU khususnya Skuadron 11 Koopsau II. Penambahan kekuatan Skuadron 11 ini didasarkan pertimbangan taktis dan strategis yang cukup mendalam dalam upaya menjaga dan melindungi kedaulatan NKRI serta melaksanakan tugas-tugas pertahanan udara dan juga penegakan hukum di wilayah udara NKRI.

Dalam sambutan ini Menhan Purnomo Yusgiantoro juga menyampaikan terimakasih kepada pejabat negara terkait yang mendukung pembangunan pertahanan dalam hal ini terpenuhinya satu skuadron tempur Pesawat Tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30 ini seperti Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Komisi I DPR RI. Enam unit pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 ini melengkapi 10 unit pesawat tempur Sukhoi yang telah dimiliki TNI AU dan berada di Lanud Hasanuddin sehingga Lanud Hasanuddin, Makassar memiliki satu skuadron yang berjumlah 16 pesawat tempur Sukhoi.

Nilai kontrak pembelian enam unit pesawat tempur Sukhoi ini sebesar USD 470 juta ditandatangani oleh Kepala Baranahan Kemhan pada tanggal 29 Desember 2011 dengan pihak Rosoboronexport Rusia. Kontrak tersebut terhitung efektif pada tanggal 28 Desember 2012 dengan persetujuan DPR pada tanggal 10 Agustus 2012. Pengiriman enam unit pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 ini lebih cepat sembilan bulan dari target yang ditetapkan yaitu sesuai kontrak sampai dengan 28 Juni 2014.

Enam unit pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 telah diterima Kementerian Pertahanan dari pihak Rosoboronexport dalam empat tahap. Pada tanggal 22 Februari 2013 telah diterima dua unit pesawat dan suku cadang. Tanggal 27 Februari 2013 diterima empat unit engine dan suku cadang. Pada tanggal 27 April 2013 telah diterima dua unit pesawat, delapan engine dan suku cadang. Terakhir pada tanggal 4 September 2013 diterima dua unit pesawat.

Dengan penambahan enam unit pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 ini diharapkan dapat menambah kekuatan tempur TNI AU dalam menjaga kawasan udara Indonesia. Ke-10 pesawat tempur Sukhoi yang telah terlebih dahulu dimiliki Lanud Hasanuddin adalah lima unit Sukhoi Su-27 SKM dan lima unit Sukhoi Su-30 MK2.

Sukhoi Su-30 MK2

Sukhoi Su-30 MK2 adalah pesawat tempur multi-peran, yang efektif dipakai sebagai pesawat serang darat. Pesawat dengan panjang badan 21, 9 m ini mampu menghancurkan pesawat lawan berawak maupun tak berawak dengan misil kendali jarak menengah. Handal dalam pertempuran jarak dekat dan serangan dari darat dan laut dengan persenjataan berpresisi tinggi dalam operasi individu maupun kelompok di segala kondisi cuaca.

Radar yang dimiliki Su-30 MK2 dapat melakukan pencarian target di udara, mendeteksi pengenalan target, menyerang target dengan misil jarak dekat dan menengah. Radar yang dimiliki Su-30 MK2 juga mampu mencari, mengunci dan melacak target bergerak dalam pertempuran jarak dekat. Su-27 SKM dan Su-30 MK2 diproduksi oleh KNAAPO anak perusahaan dari group Sukhoi yang mengembangkan varian Su-30.

www.kemhan.go.id

TNI-AU Buka Pendaftaran Tamtama Paskhas dan POM 2013

Berita Hankam: TNI-AU Buka Pendaftaran Tamtama Paskhas dan POM 2013. Pendaftaran penerimaan Pendaftaran Tamtama Paskhas dan POM TNI-AU tersebut mulai dibuka pada tanggal 1 Oktober 2013 sampai dengan tanggal 30 Oktober 2913. Pendaftaran dapat dilakukan melalui Dinas Personel Pengkalan Udara TNI-AU Adisutjipto, Yogyakarta, dan secara online pada situs rekrutmen yang telah disediakan.
TNI AU Membuka Pendaftaran Tamtama Paskhas dan POM, Simak Syaratnya

Markas Besar TNI Angkatan Udara pada tahun 2013 ini akan memanggil generasi muda untuk dididik menjadi Tamtama PK TNI Angkatan Udara Gelombang II.TA 2013 Kejuruan Paskhas dan POM. Di samping tempat-tempat yang telah ditentukan, untuk wilayah Jateng dan DIY, para Calon dapat mendaftarkan di Dinas Personel Lanud Adisutjipto mulai tanggal 1 Oktober 2013 sampai dengan 30 Oktober 2013 atau secara on line di : www.rekrutmen-tni.ilmci.com.

Adapun syarat- syarat pendaftarannya, adalah sebagai berikut:
  • Warga Negara Indonesia pria, beriman dan bertaqwa kepada kepada Tuhan Yang maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 bukan prajurit TNI, Polri dan PNS.
  • Berusia setinggi-tingginya 22 tahun dan minimal 17 tahun 9 bulan pada saat pembukaan pendidikan pertama tanggal 2 Januari 2014.
  • Berkelakuan baik dan tidak kehilangan hak untuk menjadi prajurit TNI berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap yang dinyatakan dengan surat keterangan dari kapolres setempat.
  • Berbadan sehat (jasmanai dan rohani).
  • Tidak kehilangan hak untuk menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hokum tetap.
  • Pendidikan terakhir serendah-rendahnya SLTP/ sederajat, dengan syarat melengkapi ijazah SD, SLTP, SKHUN asli serta fotocopy yang telah dilegalisasi dan buku rapor asli SLTP.
  • Tinggi badan minimal 165 cm.
  • Belum pernah menikah dan sanggup tidak akan menikah selama mengikui pendidikan pertama dan pendidikan dasar kejuruan yang diketahui oleh orang tua/wali, Lurah/ Kepala Desa dan Kantor Urusan Agama( KUA) / Catatan sipli setempat (bermaterai).
  • Mendapat pesetujuan dari Orang tua/ Wali bagi yang belum berusia 21 tahun.
  • Atau persetujuan wali bagi calon yang keduaa kedua orang tua calon meninggal dunia atau berhalangan tetap (bermaterai).
  • Bersedia mendatangani surat pernyataan kesanggupan diri yang berisi:
    • Bersedia ditempatkan dimana saja diseluruh wilayah Republik Indonesia.
    • Sanggup mengganti seluruh kerugian biaya yang telah dikeluarkan Negara apabila mengundurkan diri sebelum Dikma terakhir.
    • Sanggup mengganti seluruh kerugian biaya yang telah dikeluarkan Negara apabila mengundurkan diri sebelum ikatan dinas berakhir.
    • Sanggup tak akan melakukan penyuapan dan atau memberikan sesuatu dalam bentuk apapun kepada panitia penerimaan atau perorangan.
Selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pemeriksaan/ pengujian, terhadap para calon Tamtama PK TNI AU tidak dipungut biaya apapun. Keterangan lebih rinci dapat dilihat di kantor pendaftaran Dinas Personel Lanud Adisutjiptop Yogyakarta.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan TNI AU Lanud Adi Sucipto, Mayor Hamdi Londong melalui siaran persnya mempersilakan kepada para calon yang tertarik untuk bisa datang langsung ke Kantor Pentak Lanud Adi Sucipto atau di Dinas Personil untuk memeroleh keterangan lebih jelas. "Saya yakin pemuda –pemuda di Yogyakarta bisa memenuhi harapan TNI AU, oleh karenanya ayo bergabung mengabdi kepada bangsa dan Negara melalui TNI AU," tandasnya.

jogja.tribunnews.com

Selasa, 24 September 2013

Armata, MBT Tanpa Awak Terbaru Rusia Siap Jalani Uji Coba

Berita Hankam: Armata, MBT Tanpa Awak Terbaru Rusia Siap Jalani Uji Coba. MBT Armata adalah tank tempur utama generasi baru Rusia yang dikendalikan tanpa awak. Prototipe tank tempur ini sudah disiapkan untuk pelaksanaan uji coba pada bulan November 2013.
MBT Armata. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Pada Senin (23/9/2013), pejabat industri pertahanan Rusia mengatakan bahwa mereka akan menampilkan tank tempur utama (MBT) Armata yang merupakan tank tempur generasi terbaru yang beroperasi tanpa awak. Kubah meriam dan sistem persenjataan akan dikendalikan dari jarak jauh oleh petugas yang berada pada kompartemen terpisah.

Wakil Direktur Jenderal Rosoboronexport, Igor Sevastyanov, mengatakan bahwa prototipe MBT Armata tersebut akan diperlihatkan pada kalangan khusus, bukan untuk umum, pada pelaksanaan pameran industri pertahanan internasional Russia Arms Expo 2013 yang digelar di kota Ural pada tanggal 25 - 28 September 2013. Prototipe MBT tersebut tidak diperlihatkan kepada publik karena proyek pengembangan Armata masih bersifat rahasia.

MBT Armata yang dijadwalkan akan memperkuat Angkatan Bersenjata Rusia pada tahun 2015 tersebut memiliki fitur modern berupa sistem kontrol dan komando tempur otomatis.

Armata adalah platform tempur modular universal yang akan digunakan sebagai dasar untuk pengembangan dan pembuatan tank tempur selanjutnya. Beberapa varian dari platform tank tempur ini antara lain versi kendaraan dukungan tembakan, pembersih ranjau, pelontar api, serta kendaraan berat pendukung tempur lainnya.

Pada sebuah wawancara dengan radio Ekho Moskvy, Komandan Pasukan Tank Rusia, Letnan Jenderal Alexander Shevchenko, menginformasikan bahwa sebuah prototipe MBT Armata telah disiapkan untuk pelaksanaan uji coba yang akan dimulai pada bulan November 2013.

RIA Novosti

Senin, 23 September 2013

TNI-AU Terima 4 Unit Pesawat Latih Grob G-120TP-A

Berita Hankam: TNI-AU Terima 4 Unit Pesawat Latih Grob G-120TP-A. Pesawat latih Grob G-120TP-A yang akan ditempatkan di sekolah penerbang TNI-AU tersebut adalah pesawat yang diproduksi oleh perusahaan Grob Aircraft yang berbasis di Jerman. Indonesia telah memesan 18 unit pesawat jenis ini sejak tahun 2011 lalu.
Grob G-120TP-A TNI-AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
TNI AU Diperkuat Dengan Pesawat Latih Grob G-120TP-A

Kementerian Pertahanan secara resmi menyerahkan empat unit pesawat latih Grob G-120TP-A untuk TNI Angkatan Udara. Empat unit pesawat latih tersebut merupakan bagian dari 18 pesawat latih Grob G-120TP-A yang dipesan oleh Kemhan dari perusahaan Grob Aircraft, Jerman pada tahun 2011. Keempat pesawat dengan nomor registrasi LD 1201, LD 1202, LD 1203 dan LD 1204 diserahkan secara simbolis melalui penandatanganan naskah berita acara serah terima oleh Kepala Badan Saran Pertahanan Kemhan Laksda TNI Rachmad Lubis kepada Aslog Panglima TNI Mayjen TNI Joko Sriwidodo, selanjutnya diserahkan kepada Aslog Kasau Marsekal Muda TNI Ida Bagus Anom Manuaba, Jum’at (20/9/2013) di Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto, Yogyakarta. Sebelumnya, dilaksanakan penyerahan dari pihak Grob Aircraft kepada Kemhan yang dilaksanakan secara simbolis berupa penyerahan Log Book pesawat latih Grob G-120TP-A.

Serah terima empat pesawat latih Grob G-120TP-A tersebut disaksikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro didampingi Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia dan Dubes Jerman untuk Indonesia Dr. Georg Witschel. Hadir pada acara tersebut sejumlah pejabat Kemhan, Mabes TNI dan Mabes TNI Angkatan Udara. Hadir pula Anggota Komisi I DPR RI.

Dengan kehadiran dan telah diserahterimakannya empat pesawat latih Grob G-120TP-A tersebut, diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas penerbang yang dihasilkan TNI AU khususnya sekolah penerbang (Sekbang) Lanud Adisucipto. Sebanyak 18 pesawat Latih Grob G-120TP-A yang dipesan tahun 2011 dari perusahaan Grob Aircraft, Jerman tersebut akan digunakan untuk menggantikan pesawat Latih Mula (LM) AS-202 Bravo dan pesawat Latih Dasar (LD) T-34C.

Dalam kontrak senilai USD 71.995.000,00 tersebut, selain 18 pesawat juga termasuk Initial Logistics Support (ILS) berupa Spare part dan Tools, Training Pilot Training dan Maintenance Training di Jerman dan materiil pendukung lainnya. Berdasarkan kontrak, pengiriman 14 unit pesawat sisanya akan dikirim secara bertahap, rencananya 6 unit akan dikirim bulan September-Oktober 2013, 4 unit pesawat pada bulan Desember 2013 dan 4 unit pesawat akan dikirim pada bulan Februari 2014.

Pesawat Latih G-120TP-A GROB

Pesawat latih Grob G-120TP-A merupakan pesawat latih canggih buatan perusahaan Grob Aircraf, Jerman, yang dapat mendukung pelatihan terbang baik tingkat mula, dasar dan lanjut. Pesawat tersebut memiliki performa yang tinggi dan kemampuan Full Virtual Tactical Training yang dikombinasikan dengan kecepatan tinggi, menjadikan Grob G-120TP-A sebagai sistem pelatihan terbang terpadu yang terbaik secara keseluruhan.

Pesawat Grob G-120TP-A merupakan satu-satunya pesawat latih militer dengan tempat duduk yang berdampingan (side by side) pada abad ke 21 yang sudah diakui dunia dengan kemampuan Full Aerobatic dan Military Training. Pesawat Grob G-120TP-A merupakan pesawat Latih Dasar yang sempurna untuk penerbangan masa depan. Dengan sistem arsitektur yang unik, pesawat Grob G-120TP-A memungkinkan untuk melaksanakan pelatihan terbang bagi siswa penerbang dari tingkat mula hingga tingkat latih dasar. Dengan mengikuti peningkatan kemampuan dari siswa penerbang, simulasi terbang untuk misi taktis juga dapat dilaksanakan menggunakan pesawat ini.

Grob G-120TP-A merupakan pesawat bermesin turboprop Rolls Royce dengan tipe 250-B17 dan memiliki lima bilah baling-baling buatan MT-Propeller dari bahan komposit dan baja tahan karat di sisi baling-balingnya. Pesawat ini menggunakan bubble canopy model geser yang bisa dibuka dari dalam maupun dari luar pada saat emergency. Konfigurasi tempat duduk yang bersebelahan (side by side) memiliki keuntungan tersendiri, dimana instruktur penerbang bisa memonitor secara langsung apa yang dilakukan oleh siswa penerbang yang berada di cockpit dan siswa dapat dengan mudah menerima instruksi dan mengikuti tindakan/gerakan yang dilakukan oleh instrukturnya. Disamping itu instruktur juga dapat memanfaatkan control dan display instrument yang sama untuk menunjukan setiap step (langkah) dari pelatihannya.

Dengan konstruksi pesawat keseluruhan yang terbuat dari carbonfibre membuat pesawat ini menjadi ringan, kuat dan anti korosi. Material carbonfibre juga membuat permukaan pesawat lebih halus sehingga meningkatkan tingkat aerodinamika pesawat. Selain itu bahan ini lebih mudah dalam hal perawatan dengan service life mencapai 15.000 jam terbang untuk penggunaan aerobatik. Pesawat dapat diterbangkan pada siang maupun malam hari dengan kondisi non-icing. Sementara kecepatan maksimum pesawat ini adalah 439 km/jam (237 knot).

Pesawat G 120TP-A sangat memungkinkan untuk dapat digunakan sebagai pesawat latih siswa penerbang mulai dari tahapan Latih Mula (LM) yang selama ini menggunakan AS-202B Bravo, sekaligus juga bisa digunakan sebagai pesawat Latih Dasar (LD) yang mana dari tahun 1981 hingga saat ini menggunakan pesawat T-34C Charlie. Untuk itu maka pesawat G 120TP oleh TNI AU dikategorikan sebagai pesawat Latih Dasar sebagaimana terlihat pada tail number-nya dan sekaligus akan menggantikan peran dari pesawat Latih AS-202B dan T-34C.

dmc.kemhan.go.id

Minggu, 22 September 2013

Angkatan Darat Indonesia Dan Australia Laksanakan Latihan Wirra Jaya Ausindo 2013

Berita Hankam: Angkatan Darat Indonesia Dan Australia Laksanakan Latihan Wirra Jaya Ausindo 2013. TNI-AD dan Angkatan Darat Australia makin meningkatkan kerjasama dan persahabatan dengan menggelar latihan militer bersama yang diberi sandi Wirra Jaya Ausindo 2013. Gelar latihan tersebut dipusatkan di areal pusat latihan Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Sentul, Bogor. Latihan militer Wirra Jaya Ausindo 2013 yang melibatkan TNI-AD dan tentara Angkatan Darat Australia tersebut dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut.
Wirra Jaya Ausindo 2013. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Prajurit TNI dan Tentara Australia Gelar Latihan Tempur

Prajurit TNI AD dari Batalyon Infanteri Mekanis 202/Tajimalela dan Angkatan Darat Australia yang tergabung dalam latihan bersama Australia-Indonesia "Wirra Jaya Ausindo 2013" melaksanakan latihan teori dilanjutkan dengan praktek aplikasi taktik pertempuran tingkat Kompi Batalyon Infanteri Mekanis.

Bertempat di pusat latihan Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Sentul, Bogor, Kamis (19/9/2013), pelaksanaan latihan teori dan praktek dilaksanakan selama 3 hari dan dibagi menjadi tiga kelas lapangan dengan materi berbeda. Materi taktik yang dilatihkan secara umum meliputi, formasi pergerakan menggunakan kendaraan tempur, pelaksanaan chek point kendaraan tempur dalam operasi, pertempuran jarak dekat, dan teknik mengatasi korban pertempuran dalam suatu operasi. Pelaksanaan latihan ini merupakan rangkaian kegiatan latihan bersama antara TNI AD dengan tentara Australia dengan tujuan mempererat hubungan kerjasama yang baik antar Angkatan Darat kedua Negara.

Sehari sebelumnya para prajurit Yonif Mekanis 202/Tajimalela bersama Tentara dari Brigade 1 Batalyon 5 Infanteri Darwin Australia melaksanakan latihan menembak senapan laras panjang, bertempat di lapangan tembak Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha Ciracas Depok Jawa Barat, Rabu (18/9/2013). Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dari latihan Wirra Jaya Ausindo 2013 yang dilaksanakan oleh TNI AD dengan tentara Australia yang dipusatkan di pusat latihan Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Sentul, Bogor.

Adapun materi yang dilaksanakan terdiri dari menembak tepat dengan jarak 100 meter mengambil posisi tiga Sikap yaitu masing-masing Sikap tiarap dengan amunisi 10 butir, Sikap duduk/berlutut dengan amunisi 10 butir, dan Sikap posisi berdiri menggunakan amunisi 10 butir. Sehingga amunisi yang digunakan total 30 butir peluru. Senjata yang digunakan para petembak Australia menggunakan SS-2 V-5 buatan Pindad dengan amunisi ukuran 5,6 mm, sementara para petembak TNI AD menggunakan senapan Styer/F-88 yang digunakan tentara Australia dengan amunisi kaliber 5,56 mm, dan yang kedua jenis Minimi/F-89 kaliber5,56 mm.

Menurut penanggungjawab latihan menembak Latma Wirra Jaya Ausindo tahun 2013 Letkol Kav Afkar Mulya yang sehari-harinya menjabat Danyon Kav-9/BU Brigif-1/JS mengatakan bahwa dalam pelaksanaan latihan ini tidak ada kendala bagi petembak, untuk saling mengenal dan mencoba karakteristik senjata masing-masing para peserta latihan bergantian menggunakan senjata, pada pelaksanaannya prajurit Indonesia menggunakan senjata prajurit Australia begitu juga sebaliknya.

Selanjutnya ditempat yang sama, Komandan Kompi dari Brigade -1 Batalyon 5 Infanteri Australia Mayor Justin Parker mengatakan, sejak 15 tahun terakhir baru pertama kali kegiatan latihan bersama dilaksanakan. Untuk itu dengan adanya latihan bersama seperti ini dia berharap kedepan jalinan kerjasama yang baik ini akan semakin erat, dengan melaporkan dan menyampaikan ide-ide tentang kemajuan latihan ini kepada pimpinannya.

Turut hadir dalam pelaksanaan latihan menembak Danbrigif-I/Pam Ibukota Kolonel Inf Andi Perdana Kahar, Danyonif 202/JS Mayor Inf Yudha Rismansyah, Danyonif 201/Jaya Yudha Letkol Inf Ganda Simatupang, dan acara ini juga didukung oleh ibu-ibu Persit KCK jajaran Brigif I/Pam Ibu kota dalam pelayanan logistik.

news.liputan6.com, www.tniad.mil.id

TNI-AL Gelar Latihan Selam K2 Gurita-III Di Situbondo

Berita Hankam: TNI-AL Gelar Latihan Selam K2 Gurita-III Di Situbondo. K2 Gurita-III merupakan latihan penyelaman tahunan yang diselenggarakan secara rutin oleh Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmatim. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemantapan profesi bagi para penyelam di lingkungan TNI Angkatan Laut. Dengan mengikuti latihan K2 Gurita-III, diharapkan para penyelam TNI-AL mampu dan terampilan dalam melaksanakan misi penyelamatan di bawah air hingga kedalaman 45 meter.
K2 Gurita-III 2013. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Melihat dari Dekat Latihan K2 Gurita Prajurit TNI di Situbondo

Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmatim menggelar latihan pemantapan profesi di pantai Pasir Putih, Situbondo selama dua pekan. Demikian keterangan pers, Jumat (20/9/2013). Latihan dengan sandi K2 Gurita-III itu dibuka dan diberangkatkan menuju daerah latihan di pantai Situbondo oleh Kepala Dinas Penyelamatan Bawah Air (Kadislambair) Koarmatim Kolonel Laut (T) Birawa Budijuwana di lapangan Dislambair, awal pekan ini.

Latihan ini merupakan latihan rutin tahun 2013 yang meliputi latihan kering di pangkalan Surabaya dan latihan praktek di Perairan Pasir Putih Situbondo. Latihan K-2 ini melibatkan anggota Dislambair Koarmatim dan tim pendukung kesehatan dari Diskesarmatim dan Lakesla Surabaya. Adapun materi latihan meliputi latihan taktis dan teknis dibidang penyelaman serta penerapan metode latihan. Misalnya saat tim Dislambair Koarmatim mampu menemukan dan menyambungkan house dan rangkaian elbou di kedalaman 20 meter dasar laut perairan Pasir Putih Situbondo, para personel latihan dapat melaksanakan latihan praktik tersebut dengan baik dan benar.

Sampai dengan saat ini latihan masih berlangsung dan setelah terlaksananya latihan ini diharapkan para peserta latihan mampu untuk melaksanakan penyelaman sampai kedalaman 45 meter dengan prosedur pennyelaman yang benar dengan menggunakan alat selam MK-21.

Selain itu juga untuk meningkatkan pengetahuan penyelaman dan keterampilan personil penyelam Dislambair Koarmatim dalam penguasaan penggunaan alat selam, alat kerja penyelaman dan keterampilan kerja penyelaman baik secara perorangan maupun secara tim untuk menunjang tugas operasi penyelaman..

www.tribunnews.com

Jumat, 13 September 2013

2 Helikopter Tempur AH-64 Apache Longbow Pesanan TNI-AD Tiba Di Indonesia Tahun Depan

Berita Hankam: 2 Helikopter Tempur AH-64 Apache Longbow Pesanan TNI-AD Tiba Di Indonesia Tahun Depan. 2 unit helikopter tempur tersebut merupakan bagian dari 8 unit AH-64 Apache Longbow yang merupakan pesanan TNI Angkatan Darat. Keseluruhan dari paket alutsista tersebut dijadwalkan diterima secara bertahap oleh Indonesia hingga tahun 2017. Seluruh helikopter tempur AH-64 Apache yang dipesan itu sudah dilengkapi dengan radar longbow. Sebuah sistem radar yang mampu menjejak dan menembak target pada jarak lebih dari 50 kilometer. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman setelah usai menerima brevet Kopassus di Lapangan Sarwo Edhie Wibowo, Markas Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, pada Rabu 11 September 2013 lalu.
AH-64 Apache Longbow. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
2014, Dua Helikopter Apache Buatan Amerika Perkuat TNI AD

TNI Angkatan Darat akan menambah armada tempurnya. Sebanyak 2 helikopter akan didatangkan ke Indonesia pada 2014.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman menyatakan, akan ada 8 unit AH-64 Apache yang akan memperkuat kekuatan tempur TNI Angkatan Darat pada 2017. saat ini pihaknya telah menandatangani kontrak pembelian dengan pejabat pengadaan dari Amerika Serikat. "Jumlah keseluruhan sebanyak 8 unit Apache. Harga keseluruhannya saya tidak terlalu hapal. Tahap pertama US$ 500 juta, dan akan kita tambah," kata Budiman usai menerima brevet Kopassus di Lapangan Sarwo Edhie Wibowo, Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (11/9/2013).

Menurutnya, diharapkan 2 unit sudah dapat dihadirkan pada 2014 mendatang. Gunanya untuk pelatihan bagi para prajurit penerbang. Sementara akan terpenuhi seluruhnya pada 2017. AH-64 Apache yang dipesan sudah ditambah dengan longbow radar. Teknologi itu memungkinkan Apache mendeteksi musuh dari jarak yang sangat jauh. "Sehingga kita bisa menembak musuh tanpa harus melihat visual musuh, kita bisa tembak sasaran-sasaran musuh dengan jarak lebih dari 50 km," lanjutnya..

www.tribunnews.com

Rabu, 11 September 2013

2 Jet Latih Tempur T-50i Golden Eagle Segera Bermarkas di Lanud Iswahjudi

Berita Hankam: 2 Jet Latih Tempur T-50i Golden Eagle Segera Bermarkas di Lanud Iswahjudi. Pemerintah Republik Indonesia telah memesan 16 unit pesawat jet latih tempur T-50 Golden Eagle kepada Korea Aerospace Ind. Ltd (KAI). Dua dari 16 unit T-50 Golden Eagle yang sudah dipesan tersebut dijadwalkan tiba di Indonesia pada Rabu 11 September 2013. Dua pesawat latih tempur itu akan mendarat di Pangkalan Udara TNI-AU Iswahjudi. Seminggu sebelumnya telah terlebih dulu didatangkan 29 unit kontainer yang berisi sparepart dan alat pendukung jet latih tempur T-50i Golden Eagle tersebut di Lanud Iswahjudi.
T-50i Golden Eagle TNI-AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
2 Pesawat T-50i Golden Eagle perkuat armada tempur TNI AU

2 dari 16 unit pesawat jet latih tempur T-50i Golden Eagle pesanan TNI AU dijadwalkan tiba dari Korea Selatan ke Lanud Iswahjudi pada Rabu (11/9/2013). Pesawat buatan Korea Aerospace Ind. Ltd (KAI) tersebut akan diterima langsung oleh Pangkoopsau II Marsda TNI Agus Supriyatna di Lanud Iswahjudi Madiun yang didampingi oleh pejabat Kemenhan, wakil Vice president KAI, Komandan Lanud Iswahjudi beserta Staf. Hiruk pikuk kedatangan pesawat tersebut, sudah terlihat sejak seminggu terakhir, dengan tibanya 29 kontainer yang berisi suku cadang dan alat pendukungnya di Lanud Iswahjudi.

Rencananya dua pesawat tempur taktis T-50i yang ini akan menempuh perjalanan dari Bandara Sacheon Korea Selatan, Taiwan, Philipina. Lalu masuk ke Indonesia melalui Bandara Sepinggan Balikpapan lalu dilanjutkan ke Lanud Iswahjudi Madiun.

Pesawat dengan nomor seri TT-5003 diterbangkan oleh Khang Cheol (front) dan Kwon Huiman (rear) serta TT 5004 dipiloti oleh Lee Dongkyu (front) dan Shin Donghak (rear).

Dengan datangnya dua Pesawat tempur taktis T-50i Golden Eagle pesanan pemerintah Indonesia ini, akan menambah kekuatan Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi. T-50i akan digunakan sebagai pesawat latih tempur menggantikan pesawat Hawk MK-53.

Rencananya TNI Angkatan Udara akan memiliki satu skadron pesawat buatan Korea ini, yang akan datang secara bertahap hingga Desember 2013 mendatang..

www.merdeka.com

Sabtu, 07 September 2013

Andrew Baker Dan Sally, Pasangan Suami-Isteri Pemilik Koleksi 80 Tank

Berita Hankam: Andrew Baker Dan Sally, Pasangan Suami-Isteri Pemilik Koleksi 80 Tank. Mungkin hobby yang satu ini termasuk aneh, mengkoleksi tank tempur dan kendaraan tempur lapis baja hingga berjumlah puluhan unit. Itu lah yang dilakukan oleh Andrew Baker dan Sally, pasangan suami-isteri yang bermukim di Warwickshire, Inggris. Selama 20 puluh tahun mereka telah menekuni hobby mengumpulkan tank-tank ini. Bahkan hobby ini telah menjadi bisnis jual-beli tank.
Andrew Baker dan Sally Baker. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Pria Ini Koleksi 80 Buah Tank di Rumahnya

Kecintaan pasangan suami-istri pada tank telah mengubah rumah tangga mereka menjadi "zona perang". Bagaimana tidak, Andrew Baker dan Sally di Warwickshire, Inggris, telah mengumpulkan tank selama 20 tahun. "Sebagian besar tank kami adalah tank Angkatan Darat Inggris modern. Tapi kami juga punya yang tertua, yang berasal dari Perang Dunia II," cerita Andrew kepada Daily Mail, Rabu, 28 Agustus 2013.

Semula, ini hanya menjadi hobi Andrew. Namun, lama-kelamaan, ia akhirnya lebih mendalami hobi ini. Andrew mengundurkan diri dari pekerjaannya dan beralih menjadi pengusaha jual-beli tank. Hobi ini tidak hanya diminati Andrew dan Sally. Bahkan, kedua anak mereka, Lawrence, 16 tahun, dan Christian, 15 tahun, telah mewarisi obsesi langka kedua orang tuanya.

Tank-tank ini mereka kumpulkan dari berbagai daerah. Beberapa di antaranya sudah rusak parah. Hal inilah yang menuntut Andrew dan Sally menjadi terampil. Mereka mereparasi tank dan mengecatnya hingga membuat tank-tank yang sudah rongsok menjadi tampak baru lagi. Inilah yang membuat tank-tank tersebut memiliki harga yang terbilang mahal. Andrew membanderol tank-tanknya dengan harga sekitar Rp 150 juta hingga Rp 1,5 miliar. Bahkan, sebuah tank termahal, bisa ia jual hingga harga lebih dari Rp 2 miliar.

Andrew mengklaim, koleksi yang dimilikinya sangatlah langka. Bahkan, merupakan satu-satunya tempat di dunia yang memiliki set lengkap CVRT, yakni 10 kendaraan lapis baja yang dibuat dalam Coventry .

www.tempo.co

Indonesia-Polandia Jajaki Joint Production Peralatan Militer

Berita Hankam: Indonesia-Polandia Jajaki Joint Production Peralatan Militer. Kerjasama dalam bidang pembuatan bersama peralatan utama sistem persenjataan (alutsista) sedang dijajaki oleh pihak Indonesia dan Polandia. Rencana strategis dua negara tersebut diungkapkan dalam pertemuan bilateral antara pejabat tinggi negara Indonesia dan Polandia pada kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Bambang Susilo Yudoyono ke Polandia beberapa waktu lalu. Beberapa jenis alutsista yang direncanakan akan dimasukkan dalam joint production adalah pesawat terbang, helikopter, dan kapal patroli.
Indonesia-Polandia. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Indonesia dan Polandia Jajaki Produksi Bersama Alutsista

Pemerintah Indonesia dan Polandia akan meningkatkan kerjasama di bidang industri pertahanan. Ada penjajakan kedua negara akan melakukan produksi bareng alat utama sistem pertahanan (alutsista). Kerjasama di bidang pertahanan menjadi salah satu dari sekian banyak bidang yang akan dikerjasamakan antara Indonesia dan Polandia. "Yang lain adalah kerjasama di bidang pertahanan, industri pertahanan. Banyak yang perlu dikerjasamakan," kata Presiden SBY saat jumpa pers bersama Presiden Polandia Bronislaw Komorowski di Istana Kepresidenan Polandia, kota Warsawa, Rabu (4/9/2013).

Mengenai kerjasama industri pertahanan, Menko Polhukam Djoko Suyanto menjelaskan akan ada penjajakan pembuatan pesawat, helikopter, dan kapal patroli. "Jadi lebih pada joint production, tidak beli dari sini," kata Djoko kepada wartawan di Hotel Hyatt Regency, Warsawa.

Prinsip pengembangan alutsista pemerintah saat ini, selama bisa dibuat di dalam negeri, tidak perlu membeli dari luar negeri. "Jadi nanti tidak tertutup kemungkinan joint production," ujar Djoko.

Saat ini, aparat militer dan polisi menggunakan alutsista dari Polandia. "Polisi misalnya pakai sytruck dari Polandia. Ada juga kapal-kapal patroli kecil," kata Djoko.

Saat ini kerjasama antara Indonesia dan Polandia dalam industri pertahanan sudah berlangsung. "Antara Kemenhan kita dengan Polandia sudah ada kerjasama. Nanti perlu dibahas lagi kira-kira jenis alutsista mana yang akan di-join product-kan. Jadi perlu perundinan terus," ujar dia.

Sementara itu, dalam jumpa pers bersama seusai pertemuan bilateral, Presiden SBY menyampaikan perlunya kerjasama di banyak bidang dengan Polandia. Selain ekonomi dan pertanian/perikanan, perlu ada kerjasama di bidang pendidikan, pariwisata, dan dialog antar agama dan peradaban. Presiden SBY juga menyambut baik keinginan Presiden Komorowski yang mengusulkan kerjasama antara pemerintah daerah. "Saya menyambut baik kerjasama antara provinsi. Pemerintah pusat mendorong supaya hal ini terealisasi," kata SBY.

Sebelum pertemuan bilateral, Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono disambut oleh Presiden Komorowski di halaman istana dengan upacara kenegaraan. Presiden SBY didampingi para menteri dan pejabat negara, seperti Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menneg LH Baltazar Kambuaya, Menteri Perikanan Sharif Cicip S, dan Ketua KEN Chairul Tanjung.

news.detik.com