Cari di Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Amerika Serikat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amerika Serikat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Agustus 2015

Kapal Induk USS Bonhomme Richard (LHD 6) Milik AS Kunjungi Pulau Bali

Kapal Induk USS Bonhomme Richard (LHD 6) milik Amerika Serikat telah berlabuh di Selat Bali, tepatnya di lepas pantai Benoa, sejak Jumat, 31 Juli 2015 lalu. Kapal perang ini dijadwalkan untuk berada di Bali selama 5 hari hingga 4 Agustus 2015. USS Bonhomme Richard (LHD 6) sejatinya adalah kapal serbu amfibi dari kelas Waps. Tapi karena ukurannya yang besar dan dilengkapi dengan landasan pesawat terbang, orang lebih akrab menyebutnya sebagai kapal induk.

USS Bonhomme Richard (LHD 6). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
USS Bonhomme Richard (LHD 6).
Kapal Perang Amerika Serikat Sandar di Benoa, Ini Kecanggihannya.

Kapal Induk USS Bonhomme Richard (LHD 6) berlabuh di perairan selat Bali, tepatnya di lepas Pantai Benoa, Denpasar, Bali, Jumat (31/7/2015) sekitar pukul 09.30 Wita. Kapal perang Amerika Serikat Serikat itu rencananya akan berada di Bali selama lima hari yakni tanggal 31 Juli hingga 4 Agustus 2015. Selama di Bali untuk port visit, kapal induk yang diawaki sekitar 3.000 personil US Navy termasuk di dalamnya 1.800 personil Manirinir dari USMC, akan mengunjungi sejumlah tempat wisata di Pulau Dewata.

Pada hari pertama kunjungannya, mereka sudah mengunjungi pejabat di Bali dimulai dari Gubernur Made Mangku Pastika serta ke Lanal Bali. Saat bertemu Pastika, Komandan Kapal Induk USS Bonhomme Richard (LHD 6) Rear Admiral (Laksmana Muda) Hugh D Wetherald menyampaikan terima kasih pada Pemerintah Provinsi Bali yang telah memberi bantuan penuh sehingga bisa berlabuh di Pelabuhan Benoa.

Ia menambahkan bahwa Bali merupakan destinasi favorit para kru kapal. Ia juga berharap dengan kunjungan mereka ke Bali, hubungan kerjasama khususnya kerjasama dalam bidang kelautan antar-kedua negara yaitu Indonesia dan Amerika Serikat terjalin semakin erat.

Pastika menyambut baik kedatangan para awak kapal perang angkatan laut asal Negeri Paman Sam tersebut. "Saya berharap para awak kapal dapat menikmati kunjungannya selama berada di Bali yang merupakan daerah wisata," ungkapnya.

Selama kunjungannya di Bali, pihak Lanal Bali akan menjaga para awak US Navy. Lanal Bali sudah menyiagakan sekitar 200 personil. Tugas pokok personil adalah melakukan pengawasan terhadap sejumlah prajurit dari US Navy selama berada di Bali. "Tujuan dari pengerahan personil untuk menjaga keamanan selama mereka berkunjung di sini. Itu juga sudah menjadi prosedur bagi kami," terang pihak Lanal Bali.

Selain mengerahkan 200 personil prajurit TNI Angkatan Laut, Lanal Bali juga mendapat bantuan dua KRI dari Komando Armada Wilayah Timur (Kowarmatim) yakni KRI OWA-354 dan KRI Badau-841, satu combat boat catamaran, Kal Tanjung Pandangan dan rubber Boat. Semua alutsista yang dikerahkan itu untuk mengawasi pergerakan Kapal Induk USS Bonhomme Richard (LHD 6) selama berada di perairan Bali.

USS Bonhomme Richard (LHD 6) merupakan kapal Waps class jenis Kapal Serbu Amfibi yang dibangun di galangan kapal Litton Industries, Pascagoula, Mississippi. Diluncurkan pada Maret 1997. Kapal ini mempunyai spesifikasi panjang kapal 257 meter, lebar 32 meter, draf 8,2 meter dengan bobot sekitar 40.500 ton.

Selain itu, USS Bonhomme Richard juga dilengkapi dengan peralatan canggih yakni 2 X Rudal NATO Sea Sparrow Surface Missile System (NSSMS), 2 X Rudal RIM-116 Rolling Airframe Missile (RAM), 2 X Phalanx CIWS, 3 X 25 mm Mk 38 cannons, 4 X senapan mesin call 50 mm. Di samping persenjataan tersebut, USS Bonhomme Richard (LHD 6) juga berfungsi sebagai landasan terbang bagi pesawat tempur jenis AV-8B Harrier sebanyak lima unit, 42 Helikopter jenis MV-22B Osprey, enam unit Helikopter jenis AH-1W Super Cobra, lima Helikopter angkut jenis CH-53E Super Stallion, dan Helikopter untuk search and rescue jenis MH-60S Sea Hawk.

Selain perlengkapan tempur udara, kapal ini juga digunakan untuk mengangkut kendaraan tempur ampibi yakni tank ampibi jenis Amfibious Assault Vehicle (AAV) dan pendarat pasukan Landing Craft Air Cushion (LCACs).

Kapal induk ini juga digunakan untuk operasi kemanusiaan. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan rumah sakit yang dilengkapi obat-obatan dengan menampung 55 tempat tidur untuk merawat inap serta sejumlah poliklinik yang menunjang untuk aktivitas kemanusian.

tribunnews.com

Kamis, 09 April 2015

Marinir TNI AL Dan US Marsoc Gelar Latihan Militer Bersama

Pasukan Marinir TNI AL dan US Marsoc (pasukan khusus Marinir Amerika Serikat) menggelar latihan militer bersama yang bersandi Lantern Iron 15-5524. Dalam latihan tempur ini pasukan Intai Amfibi Marinir TNI AL dan US Marsoc mengasah keterampilan beberapa spesifikasi tempur, seperti peperangan kota (Military Operations On Urban Terrain / MOUT), pengintaian pantai, pertempuran jarak dekat, identifikasi dan antisipasi bahan peledak, dan sebagainya.

Latihan Menembus Gelombang. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Latihan Menembus Gelombang.
Marinir Indonesia-AS latihan perang kota di Banyuwangi.

Prajurit Intai Amfibi Marinir TNI AL bersama dengan prajurit khusus Marinir AS, US Marsoc, melakukan latihan perang kota di Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur. Komandan Satgas Latihan Letkol Marinir Freddy Ardianzah dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Korps Marinir di Banyuwangi, Selasa menjelaskan bahwa latihan bersandi "Lantern Iron 15-5524" melibatkan sejumlah pihak, termasuk helikopter TNI AL. "Tujuan latihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Taifib Korps Marinir dalam melaksanakan perang kota," ujarnya.

Letkol Freddy Ardianzah mengatakan selain materi perang kota, Senin (6/4/2015), prajurit Taifib Korps Marinir pada Minggu (5/4/2015) juga melaksanakan latihan melompat ke air dari helikopter dan stabo atau diangkut dengan helikopter menggunakan tali. Satu unit helikopter jenis Bell 412 yang dilibatkan berasal dari Skuadron 400 Wing Udara-1 Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) yang dipiloti Lettu Laut (P) V. Oktomiawan dan Copilot Lettu Laut (P) Tri Yudha. "Secara umum latihan ini untuk meningkatkan profesionalisme prajurit Taifib Korps Marinir yang memiliki kemampuan bertempur di tiga medan atau tri media, yaitu di darat, laut dan udara," ujarnya.

Pada akhir Maret 2015 lalu, prajurit Taifib Marinir bersama dengan US Marsoc mengadakan latihan pengintaian pantai di daerah Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Lampon, Banyuwangi. Letkol Freddy Ardianzah menjelaskan pada latihan itu marinir kedua negara melaksanakan berbagai materi latihan, di antaranya, renang rintis, pengintaian pantai lanjutan dan raid amfibi. Pada latihan bersama itu kedua marinir merasakan lokasi latihan tempat para calon pasukan Taifib Marinir digembleng.

Freddy Ardianzah menjelaskan bahwa para marinir itu juga berlatih tentang identifikasi serta tindakan terhadap bahan peledak, pertempuran jarak dekat, bertahan hidup dan lainnya.

Menurut dia, latihan bersama ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Taifib serta menjalin kerja sama dengan prajurit US Marsoc dalam bidang militer.

www.antaranews.com

Minggu, 14 September 2014

QF-16, Versi Drone Jet Tempur F-16 Fighting Falcon

QF-16 adalah drone atau pesawat UAV yang dipersenjatai untuk melakukan misi penyerangan udara. QF-16 merupakan salah satu varian dari jet tempur legendaris F-16 Fighting Falcon. US Air Force dan Boeing telah menyepakati kontrak untuk mengkonversi sejumlah pesawat tempur F-16 menjadi drone QF-16.

Boeing QF-16. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Boeing QF-16.
Perusahaan dirgantara dan pertahanan Boeing telah melakukan konversi pada pesawat tempur legendaris F-16 Fighting Falcon menjadi sebuah drone (UAV yang dipersenjatai) untuk digunakan oleh militer Amerika Serikat. Menurut informasi yang didapat situs pertahanan IHS Jane's, Boeing telah mengubah 6 pesawat F-16 dari 126 pesawat sejenis yang diproduksi oleh Lockheed Martin menjadi versi QF-16. Pesawat-pesawat tersebut akan mendapatkan peningkatan pada sistem datalink agar bisa terbang lebih tinggi dan lebih jauh seperti kemampuan yang dimiliki oleh pesawat UAV konvensional.

Boeing berpotensi mengkonversi ratusan F-16 yang sudah digrounded untuk dijadikan drone dengan menggunakan pesawat-pesawat F-16 yang disimpan di Tucson, Arizona, di mana ribuan airframe bekas F-16 telah terbengkalai selama bertahun-tahun.

AS Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) sebelumnya telah menyoroti potensi pesawat seperti QF-16 untuk memberikan dukungan udara bagi pasukan dalam pertempuran masa depan - peran yang selama ini dilakukan pesawat tempur dan helikopter tempur berawak, dan UAV seperti MQ-1 Predator dan MQ-9 Reaper.

Paul Cejas, chief engineer pada proyek Boeing QF-16, mengatakan bahwa QF-16 versi UAV akan ideal untuk serangan ke wilayah musuh dan misi yang berbahaya "di mana Anda tidak ingin menempatkan pilot dalam bahaya". "Kami pikir ada banyak potensi dalam hal ini sebagai memiliki kemampuan lebih," kata Cejas. "Boeing memiliki investasi untuk meningkatkan beberapa kemampuan tersebut. Sebagai UAV, QF-16 bisa lebih cepat menyerang target dibanding drone atau UAV yang selama ini sudah dibuat."

QF-16 dibatasi hanya untuk dioperasikan di dua pangkalan militer Amerika Serikat, yaitu Pangkalan Udara Tyndall di Florida dan White Sands Missile Range (WSMR) di Meksiko. Saat ini, stasiun kontrol di darat akan kehilangan kontak dengan pesawat QF-16 jika pesawat tersebut sudah terbang di atas cakrawala. Tapi Boeing akan meningkatkan sistem kontrol untuk memberikan QF-16 jangkauan seperti dengan UAV lain.

QF-16 memiliki kemampuan yang sama dengan jet tempur F-16 berawak, kecuali untuk persenjataan internal yang dihilangkan untuk membantu menyesuaikan diri lebih pada lebih 3.000 kabel pada versi konversi.

Boeing telah mendapatkan kontrak dari USAF senilai US$ 70 juta pada 8 Maret 2010 untuk mengkonversi 126 unit F-16 menjadi versi QF-16. Cejas juga mengatakan, untuk program jangka panjang pemerintah ingin mengoperasikan hingga 210 unit QF-16, tergantung pada anggaran pemerintah AS di masa depan.

Analisa

Lebih dari 4.500 unit jet tempur F-16 yang telah diproduksi sejak tahun 1970-an dan lebih dari 20 negara mengoperasikan pesawat tempur ini, tapi QF-16 kemungkinan besar hanya digunakan oleh militer AS. Tetapi pemerintah AS mungkin akan menyetujui penjualan teknologi konversi kepada sekutu-sekutunya karena konversi dari F-16 menjadi QF-16 diprediksi bakal menarik minat bagi negara-negara sekutu AS tersebut.

Dari segi biaya operasional, pengoperasian drone QF-16 dinilai tidak akan menjadi lebih hemat dibandingkan mengoperasikan F-16 berawak. Pada QF-16, unsur yang dihilangkan hanyalah keberadaan seorang pilot, sementara awak darat pendukung dan perlengkapan lainnya tetap sama seperti yang dibutuhkan oleh sebuah F-16 berawak.

Selain soal biaya operasional, kendala lainnya adalah terbatasnya jangkauan operasional QF-16. Sebagai perbandingan, untuk UAV seperti Predator dan Reaper, F-16 adalah pesawat jarak pendek yang membutuhkan pengisian bahan bakar tambahan di udara untuk melakukan misi penyerangan pada jarak menengah atau jarak jauh dengan muatan persenjataan yang optimal. Kinerja tempur F-16, mungkin benar-benar menjadi penghalang untuk perannya sebagai pesawat tempur tak berawak.

Salah satu aspek yang dimiliki pesawat UAV jenis Predator dan Reaper adalah bahwa pesawat-pesawat ini terbang dengan kecepatan yang relatif lambat dan memiliki kemampuan terbang dalam waktu lama yang diperlukan operator untuk mendapatkan sebuah gambaran rinci tentang area target. Sebuah pesawat F-16 berawak biasanya akan beroperasi pada ketinggian penerbangan yang relatif rendah dan pada kecepatan tinggi. Ini akan menjadi kendala, meskipun bersifat sementara, untuk mendapatkan pengamatan area target yang lebih berkualitas dalam mendapatkan keberhasilan misi penyerangan.

Salah satu alasan klise yang selalu diandalkan oleh para penggagas drone adalah menghapus resiko adanya korban jiwa pilot. Namun kenyataannya, banyak pilot tempur yang lebih suka untuk mengambil resiko tersebut.

www.janes.com

Kamis, 04 September 2014

4 Helikopter Tempur AH-64 Apache Dilibatkan Dalam Latihan Garuda Shield TNI AD – US Army

4 unit helikopter tempur AH-64 Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) dilibatkan dalam latihan bersama TNI AD dan US Army. Latihan bersama yang memiliki nama sandi Garuda Shield atau Perisai Garuda tersebut melibatkan 207 personel dari Penerbad dan 103 personel US Army Aviation.

AH-64 Apache. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
AH-64 Apache.
US Army Libatkan Empat Helikopter AH-64 Apache Dalam Latma Dengan TNI AD.

Dalam latihan bersama (latma) TNI AD dan US Army pihak Amerika menghadirkan 4 helikopter tipe AH- 64 Apache, 1 UH-60 Black Hawk, dan 1 HH-60 Black Hawk.

Sementara pihak TNI AD melibatkan helikopter milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) dari tipe 4 Bell-412, 2 BO-105, 2 MI-35, 1 MI-17V5,

Latihan bersama (Latma) TNI AD dan US Army dalam sandi Garuda Shield atau Perisai Garuda melibatkan personel dari berbagai cabang di angkatan darat, termasuk Penerbad.

Latihan tersebut melibatkan 207 personel dari Penerbad dan 103 personel US Army Aviation. Latihan bersama Garuda Shield-8/2014 digelar mulai 1-23 September di Semarang untuk aviation exercise dan di Asembagus Situbondo untuk ground force exercise yang dirangkai dengan materi aviation exercise meliputi pengintaian udara, bantuan tembakan, manuver mobilitas udara, dan evakuasi udara.

Pembukaan Latma Garuda Shield-8/2014 di Lanumad AYani Semarang, Senin (1/9) dipimpin Danpus Penerbad Brigjend TNI Benny Susianto dengan ditandai penyematan tanda latihan kepada perwakilan personel TNI AD dan US Army yang berlangsung di Lanud Ahmad Yani.

www.tribunnews.com

Senin, 16 Juni 2014

F-22 Raptor Dilibatkan Dalam Latihan Cope Taufan 2014 Di Malaysia

Cope Taufan merupakan latihan militer yang didominasi unsur Angkatan Udara dan merupakan latihan militer dua tahunan yang diikuti Angkatan Udara Diraja Malaysia dan Pacific Air Forces. Dalam latihan ini melibatkan lebih dari 450 personil udara dan empat Airframes Angkatan Udara AS dengan penyertaan perdana pesawat tempur siluman F-22 Raptor untuk latihan militer di Asia Tenggara.

F-22 Raptor. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
F-22 Raptor.
Skuadron tempur 199 Hawaii National Guard bersama dengan Skuadron tempur 19 hadir dengan armada F-22 Raptor pada latihan tahun ini. Unit lain yang mendukung latihan termasuk jet tempur F-15 Eagle dari Skuadron 131 Massachusetts Air National Guard, pesawat C-130 Herculer dari Skuadron Angkut Udara 36 Yokota Air Base, Jepang; pesawat C-17 C-17 Globemaster III dari Skuadron 517 Pangkalan Udara Elmendorf-Richardson, Skuadron 535 dan Skuadron 204 Pangkalan Pearl Harbor-Hickam.

"Ini adalah latihan yang terbesar di sini untuk saat ini," kata Kolonel Keith Gibson yang bertindak sebagai komandan pada latihan Cope Taufan 2014. "Biasanya kami hanya melibatkan satu Airframe, tapi tahun ini kami mengerahkan empat Airframe dari seluruh PACAF dan melawan Airframe Malaysia yang berada di dua lokasi yang berbeda."

Partisipan latihan adalah unit penerbang dan unit darat dari PACAF, Komando Operasi Khusus Pasifik, RMAF dan Angkatan Darat Malaysia. Operasi udara termasuk superioritas udara, bantuan udara jarak dekat, pencegatan, angkut udara taktis, dan Combat SAR. "Ini merupakan tahun pertama kami menggabungkan latihan di dua lokasi. Koordinasi antara Subang dan di sini akan sangat aktif dan interaktif. Dengan kecanggihan latihan ini kami berharap dapat berbagi apa yang kita pelajari dan pengalaman kita di semua tingkat dari Royal Malaysia Air Force", kata Kolonel Ben Suri Mohamad Daued, komandan latihan kepala RMAF untuk Cope Taufan 2014.

Latihan ini dilaksanakan mulai 9 Juni 2014 hingga 20 Juni 2014 di PU Butterworth dan P.U. Subang. Cope Taufan dirancang untuk meningkatkan kesiapan kekuatan udara gabungan AS dan Malaysia. Tujuannya untuk meningkatkan kesiapan dan kerjasama Angkatan Udara AS dan Malaysia, meningkatkan kemampuan tempur antara kedua negara, dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional.

www.defencetalk.com

Kamis, 24 April 2014

Top 5 Negara Dengan Anggaran Militer Terbesar Di Dunia

Peringkat teratas 5 negara dengan anggaran militer terbesar di dunia diduduki oleh Amerika Serikat (USD 640 miliar), China (USD 188 miliar), Rusia (USD 87 miliar), Arab Saudi (USD 67 miliar), dan Prancis (USD 61,2 miliar). Peringkat lima negara dengan anggaran belanja militer terbesar di duni ini disusun oleh lembaga Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada sebuah laporan berjudul Military Expenditure Database.

US Army. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
US Army.
5 Negara dengan belanja militer terbesar di dunia.

Negara-negara besar dunia tentu mempunyai kekuatan militer yang kuat. Kekuatan militer itu juga tak lepas dari persenjataan yang dimiliki masing-masing negara. Seperti dilansir dari data terbaru Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) Military Expenditure Database, tren belanja di dunia militer meningkat sejak tahun 2013. Secara keseluruhan ada 15 negara yang masuk ke dalam data SIPRI yang dirilis pertengahan April 2014 tersebut. Data dari SIPRI ini merupakan pengeluaran belanja militer negara secara keseluruhan melalui penghitungan di produk domestik bruto (PDB) yang didapatkan dari data resmi milik Dana Moneter Internasional (IMF). Data ini telah dikumpulkan sejak Oktober 2013 silam.

Berikut lima negara dengan belanja militer terbesar di dunia:

1. Amerika Serikat
Amerika Serikat merupakan negara yang melenggang di urutan pertama dari lima belas negara dunia lainnya yang paling banyak melakukan belanja militer. Pada tahun 2013 lalu, Amerika menghabiskan dana sebanyak USD 640 miliar untuk berbelanja. Namun pengeluaran militer Amerika itu dinilai menurun sebanyak 7,8 persen secara riil pada tahun 2013 daripada data-data tahun sebelumnya. Menurunnya pengeluaran belanja itu disebut-sebut erat kaitannya dengan Operasi Militer Kontijensi Amerika beberapa waktu lalu di Afghanistan dan Irak. Tampaknya Amerika harus fokus melakukan operasi militer dan sedikit menghemat pengeluarannya. Amerika masih konsisten sejak tahun 2012, tetap berada di posisi teratas dari lima negara besar terkait besarnya pengeluaran untuk belanja militer.

2. China
China yang menempati urutan kedua setelah Amerika Serikat, justru dianggap meningkat sebesar 7,4 persen dalam pengeluaran militernya dibanding tahun 2004. Negara ini menghabiskan dana sebesar USD 188 miliar selama tahun 2013. Selain persoalan dana itu, China rupanya juga sudah dianggap lebih tegas dalam beberapa kurun waktu terakhir terkait perselisihan teritorial dengan Jepang di Laut China Timur dan dengan Filipina serta Vietnam di Laut China Selatan. Masalah perselisihan teritorial itu dianggap menambah ketegangan militer China dan meningkatkan pengeluaran belanja militernya. Sejak tahun 2012 silam, China juga tetap konsisten berada dalam nominasi negara dengan belanja militer terbesar setelah Amerika Serikat.

3. Rusia
Rusia yang berada di posisi ketiga ini belanja militernya meningkat sebesar 4,8 persen. Menurut SIPRI, beban militer Rusia sebenarnya sudah melebihi Amerika Serikat sejak 2003 silam. Pengeluaran Rusia terus meningkat karena terus menerapkan negaranya untuk menjadi negara yang mempunyai peralatan perang canggih sejak 2011 silam. Rusia berencana akan menghabiskan sebesar USD 87 miliar. Tujuan negara Rusia ini juga tak main-main. Mereka ingin mengganti 70 persen peralatan militernya dengan senjata modern sampai dengan tahun 2020 mendatang. Rusia juga masih setia di urutan ketiga di bawah Amerika Serikat dan China sejak 2012 silam.

4. Arab Saudi
Negara onta ini menjadi pusat perhatian dunia militer sejagad. Sebab Arab Saudi yang sebelumnya tak masuk lima besar kini tiba-tiba naik ke posisi empat setelah Rusia. Arab diketahui telah meningkatkan belanja militernya sebanyak 14 persen dibandingkan 2004. Belanja militernya telah menghabiskan dana sebanyak USD 67 miliar. Tahun 2012 silam, Arab masih menempati posisi ketujuh dari lima belas negara dunia dengan pengeluaran belanja militer terbesar.

5. Prancis
Prancis harus turun derajat belanja militernya dari Arab Saudi. Sebabnya pada data 2012 silam justru Prancis masih berada di posisi keempat seperti Arab Saudi saat ini. Penurunan belanja militer Prancis ini disebut sama seperti Inggris, Italia, Brazil, Australia dan Kanada. Tak ada keterangan resmi dari belanja militer milik Prancis, namun pada semenjak tahun 2013 negara ini telah menghabiskan dana sebesar USD 61,2 miliar saja.

www.merdeka.com

Rabu, 23 April 2014

Project Azorian, Aksi CIA Curi Kapal Selam Uni Soviet

Project Azorian adalah kode nama yang digunakan oleh CIA (Central Intelligence Agency) untuk misi pengambilan sebuah kapal selam milik Angkatan Laut Uni Sovyet yang tenggelam di Samudera Pasifik, 1.900 mil di sebelah barat laut Hawaii. Kapal selam bersenjata peluru kendali berhulu ledak nuklir milik Uni Sovyet tersebut dikenal dengan sebutan K-129 (pihak NATO menyebutnya dengan nama Golf II). Kapal selam K-129 tenggelam akibat ledakan yang terjadi di bagian dalam kapal.

Kapal Selam K-129 (Golf II). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Kapal Selam K-129 (Golf II).
Azorian, Proyek CIA untuk Mencuri Kapal Selam Soviet.

Dokumen yang baru dideklasifikasi (dinyatakan tak lagi bersifat rahasia) mengungkapkan rincian baru tentang Project Azorian, yaitu upaya diam-diam badan intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA), untuk mengambil sebuah kapal selam diesel milik Angkatan Laut Uni Soviet yang karam di Samudra Pasifik. Mark Strauss menulis cerita mengenai hal ini dalam io9.com 10 April 2014 dan Rhys Blakely menulis dalam The Australian edisi 18 April 2014.

Cerita ini dimulai pada Maret 1968, ketika sebuah kapal selam Soviet, K-129 (Golf II), rusak akibat ledakan di dalam saat misi patroli rutin dan tenggelam di Samudra Pasifik, 1.900 mil sebelah barat laut Hawaii. Kapal itu membawa rudal balistik nuklir, dengan hulu ledak 4 megaton, dan awak tujuh puluh orang. Soviet melakukan upaya pencarian besar-besaran selama dua bulan, tapi tak membuahkan hasil.

Aktivitas tak biasa Angkatan Laut Soviet di daerah itu mendorong AS untuk memulai pencarian kapal selam, yang akhirnya ditemukan pada Agustus 1968. Tapi, puingnya baru bisa diangkat beberapa tahun setelahnya. Kapal selam itu, jika bisa diambil, akan menjadi harta karun bagi komunitas intelijen. Itu tidak hanya membuat pejabat AS bisa melihat desain hulu ledak nuklir Soviet, tapi juga mendapatkan peralatan kriptografi yang memungkinkannya memecahkan kode sandi Angkatan Laut Uni Soviet. Lalu, dimulailah Project Azorian itu.

Komunitas intelijen AS menugaskan Howard Hughes untuk membangun sebuah kapal besar --dijuluki Hughes Glomar Explorer (HGE)--untuk mendapatkan kapal selam itu. Operasi penyelamatan, yang dimulai pada 1974, awalnya hanya sukses secara parsial. AS berencana untuk memulai usaha kedua, pada 1975, namun akhirnya dibatalkan ketika cerita soal ini bocor ke pers.

Dalam tahun-tahun berikutnya, sangat sulit untuk mendapatkan informasi tentang Proyek Azorian di luar yang telah beredar di surat kabar. Menanggapi permintaan melalui Freedom of Information Act (FOA), CIA menolak melepaskan dokumen soal proyek itu dan mengatakan "tidak mengkonfirmasi atau menyangkal" hubungannya dengan Hughes Glomar Explorer. (Akibatnya, kalimat "tidak mengkonfirmasi atau menyangkal" dikenal sebagai "respons glomar" atau "glomarization.")

Pada 2010, CIA diizinkan mempublikasikannya dengan suntingan yang sangat banyak, 50 halaman artikel yang menjelaskan Proyek Azorian dalam edisi musim gugur 1978 di jurnal internal CIA, Studies in Intelligence. Kini, soal proyek itu ini tersedia lebih detail berkat publikasi volume terbaru dari Foreign Relations of the United States (FRUS). Disusun oleh sejarawan Departemen Luar Negeri, seri FRUS adalah sumber tak ternilai, yang berisi dokumen yang dideklasifikasi, yang mencakup kabel diplomatik, memo internal, dan risalah rapat antara presiden dan penasihat terdekatnya. Dalam FRUS terbaru, National Security Policy: 1973-1976, terdapat sekitar 200 halaman soal Project Azorian.

Menurut dokumen itu, pada 1969, CIA mengumpulkan gugus tugas kecil insinyur dan teknisi untuk menyusun konsep bagaimana mendapatkan kapal selam itu. Hambatan teknologi dan logistik menjadi pertimbangan utama. Bagaimana mungkin AS menyelamatkan kapal selam 2.500 ton, yang berbaring di dasar laut pada kedalaman 16.500 kaki? Dan bagaimana AS melakukan operasi besar-besaran tersebut tanpa menimbulkan kecurigaan atau terdeteksi oleh pengintaian Soviet?

Pada akhirnya, para insinyur memilih rencana yang terdengar seperti plot film James Bond. Rencana ini melibatkan tiga kapal. Kapal pertama adalah untuk pengambilan, dengan ruang di dalamnya dan dilengkapi dengan dasar yang bisa membuka dan menutup. Kapal kedua, untuk penangkap, dilengkapi mekanisme pengambilan yang akan dirancang untuk menyelaraskan dengan lambung kapal selam. Kapal yang berhasil diangkat akan diam-diam dirakit pada kapal tongkang besar dengan atap yang bisa dibuka. Kapal tongkang tersebut akan terendam sehingga bisa menyelinap di bawah laut, di bawah kapal pengambilan, membuka atap dan memberikan kapal yang sudah didapatnya.

CIA mengontrak Summa Corporation untuk pembuatan kapal ini. Summa adalah anak perusahaan Hughes Tool Company yang dimiliki oleh miliarder Howard Hughes. Kapal penemuan itu akan dibuat sepanjang 618 kaki, 36.000 ton, dan dijuluki Hughes Glomar Explorer (HGE). Tentu saja, melihat ada raksasa mengambang berlama-lama di Samudra Pasifik pasti akan memicu kecurigaan. Jadi, Project Azorian mengarang cerita penyamaran bahwa HGE dibangun sebagai usaha komersial swasta Hughes untuk penambangan mangan di dasar laut.

Saat Project Azorian mengalami kemajuan, namun pejabat pemerintah mulai mengungkapkan keraguan apakah biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang didapatkan sebanding. Apakah kapal selam nuklir itu masih bisa disebut aset intelijen atau justru sudah menjadi artefak? Sebuah komite ad hoc sekali lagi diminta untuk mengkaji masalah ini dan akhirnya memutuskan bahwa masih ada banyak yang bisa diperoleh dari operasi ini. Meskipun rentang rudal SS-N-5 yang ada di kapal selam itu pendek dan tidak lagi dianggap sebagai ancaman utama, itu masih bisa "menyediakan teknologi potensial penting", sesuai dengan yang baru-baru ini dikerahkan Uni Soviet, rudal jarak jauh SS-N-8. Dan peralatan kriptografinya di kapal itu "akan bernilai sangat tinggi terhadap upaya intelijen AS melawan pasukan angkatan laut Soviet."

Akhirnya, pada 3 Juni 1974, sebuah memorandum dari Dewan Keamanan Nasional kepada Kissinger mengatakan: "Puncak dari usaha enam tahun, Proyek Azorian, siap untuk mencoba untuk mendapatkan rudal balistik kapal selam Soviet dari kedalaman 16.500 kaki di Samudera Pasifik."

Kapal akan berangkat dari pantai barat 15 Juni dan tiba di situs target pada 29 Juni. Operasi pengambilan akan memakan waktu 21-42 hari (30 Juni-20 Juli-10 Agustus). Manajer proyek memperkirakan peluang keberhasilannya lebih dari 40 persen. Dua hari kemudian, operasi itu disetujui. Misi pengambilan kapal selam, yang berlangsung dari Juni sampai Agustus 1974, hanya berhasil sebagian. Meskipun sebagian dari kapal selam itu diambil, sisa kapal terjatuh dari kapal penangkap lantaran kegagalan fungsi mekanis.

Wakil Menteri Pertahanan memberi penjelasan kepada Kissinger: "Analisis ekstensif dari kegagalan penangkap telah menghasilkan kesimpulan bahwa tangan-tangan baru harus dibuat, yang menggabungkan bahan kurang rapuh dan meningkatkan teknik desain. Semua tindakan yang diperlukan sekarang sedang diambil untuk mengkonfigurasi ulang kendaraan penangkap dan memperbarui kapal penemuan untuk misi kedua selama periode cuaca optimum berikutnya, yaitu Juli dan Agustus 1975."

Haruskah AS mencoba melakukan misi kedua? Saat itu, banyak hal berubah di Washington sejak Hughes Glomar Explorer berangkat ke laut. Presiden Richard Nixon mengundurkan diri pada 9 Agustus. Ada keraguan, mengingat suasana saat ini di Washington, apakah CIA bisa mempertahankan operasi selama satu tahun lagi tanpa cerita itu bocor ke pers.

Namun, konsensusnya cenderung untuk melanjutkan inisiatif tersebut. Namun, bahkan Henry Kissinger, yang berada di antara pendukung terkuat operasi, mulai memiliki keraguan pribadi. Setelah mengadakan satu pertemuan dengan para pejabat intelijen dan pertahanan pada Januari 1975, Kissinger berbicara kepada Presiden Gerald Ford soal kekhawatirannya bahwa operasi rahasia ini bisa bocor. Kissinger punya alasan untuk khawatir. Sejak awal Januari 1974, wartawan New York Times Seymour Hersh telah menyelidiki cerita soal Project Azorian ini. William Colby, Direktur Central Intelligence Agency (CIA), sudah dua kali bertemu dengan Hersh--pada 1 Februari 1974 dan 10 Februari 1975--dan mendesaknya untuk menunda publikasi soal itu. Tapi, berapa lama lagi cerita soal itu tak dibuka media?

Kurang dari seminggu kemudian, berita itu bocor dan bukan oleh Seymour Hersh. Proyek ini menjadi rahasia umum karena perampokan yang terjadi pada 5 Juni 1974. Markas perusahaan Summa Corporation milik Hughes di Los Angeles kecurian. Para pencuri membawa kabur uang tunai dan empat kotak dokumen. Berdasarkan pendataan setelah kasus perampokan, diketahui bahwa dokumen yang hilang termasuk memo yang menjelaskan proyek rahasia CIA itu.

Beberapa bulan kemudian, polisi Los Angeles melaporkan bahwa mereka telah dihubungi oleh seorang perantara yang mengaku memiliki dokumen yang dicuri. Sang perantara tidak secara khusus menyebutkan memo tentang CIA dan Proyek Azorian. Sang perantara meminta tebusan US$ 500.000. Apa yang terjadi selanjutnya dapat digambarkan sebagai komedi kesalahan. Sebab, CIA memberi tahu FBI bahwa dokumen yang ditawarkan sang perantara mungkin termasuk memo sensitif mengenai Project Azorian. FBI kemudian mengatakan kepada polisi Los Angeles tentang adanya memo tersebut, dan polisi Los Angeles memberi tahu sang perantara.

Pada 7 Februari 1975, Los Angeles Times menerbitkan sebuah artikel singkat berjudul "U.S. Reported After Russ Sub" yang mengatakan bahwa menurut "kabar yang beredar di kalangan aparat penegak hukum setempat, Howard Hughes telah dikontrak CIA untuk mengangkat kapal selam nuklir Rusia dari bawah samudra...operasi, menurut teori seorang penyidik, dilakukan oleh awak kapal pertambangan kelautan yang dimiliki oleh Hughes Summa Corp."

Itu adalah artikel dari sumber yang samar, mengandung sejumlah kesalahan, tapi cerita soal Project Azorian itu menyebar. Pada 18 Maret 1975, kolumnis Jack Anderson menyebut soal Hughes Glomar Explorer dalam acara radio nasional dan menyatakan niatnya untuk mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang operasi itu. Hasil dari pengumuman itu, wartawan lainnya, termasuk Seymour Hersh, tidak lagi merasa wajib menunda untuk menurunkan beritanya. Keesokan harinya, beberapa surat kabar besar--termasuk Los Angeles Times, Washington Post, dan The New York Times--menerbitkan cerita di halaman depan yang mengungkapkan bahwa Hughes Glomar Explorer, dalam sebuah operasi yang dipimpin oleh CIA, telah mengambil sebagian dari kapal selam Soviet dari Samudra Pasifik selama musim panas 1974.

Yang mengejutkan bagi Gedung Putih, Soviet hanya diam. Ada dugaan bahwa kemarahannya mirip dengan insiden U-2 pada 1960, ketika sebuah pesawat mata-mata Amerika Serikat ditembak jatuh di wilayah udara Uni Soviet.

Sebuah laporan yang dipersiapkan oleh CIA pada April 1975 percaya bahwa keputusan Soviet untuk menahan diri dari respons publik adalah karena beberapa faktor. Hal ini, antara lain, ditujukan untuk menghindari rasa malu di dalam negeri dan di luar negeri karena harus mengakui untuk pertama kalinya soal hilangnya kapal selam pada 1968. Ini juga untuk menghindari adanya pengakuan publik atas ketidakmampuan Soviet untuk menemukan kapal selam yang hilang kalah oleh AS, yang tidak hanya menemukan, tapi juga mengambil kapal selam mereka.

CIA menyimpulkan bahwa Uni Soviet memiliki kepentingan untuk tidak mempublikasikan peristiwa itu lebih jauh. Namun CIA juga memperingatkan, "Tampaknya tak diragukan lagi bahwa Soviet akan berusaha keras untuk menggagalkan atau mengganggu misi kedua." Berarti tinggal satu pertanyaan yang tersisa: bagaimana Uni Soviet akan menanggapi misi pengambilan kedua? Gedung Putih belum mengakui hubungan resminya dengan Hughes Glomar Explorer. Apakah mungkin Angkatan Laut Soviet menembaki kapal sipil AS itu?

Pada 16 Juni 1975, Kissinger mengirim memorandum kepada Presiden Ford. Isinya, Kissinger menjelaskan bahwa Soviet sepertinya tidak akan membiarkan AS melakukan misi kedua. Sebuah kapal Soviet dikabarkan sudah di dekat lokasi itu sejak 28 Maret dan ada indikasi bahwa kapal itu akan tetap di sana. Karena itu, kapal AS itu dalam keadaan rentan. Ancaman dari reaksi yang lebih agresif dan bermusuhan juga bisa terjadi, termasuk konfrontasi langsung dengan kapal angkatan laut Soviet.

Melihat perkembangan itu, Project Azorian dihentikan. Biaya total operasinya sekitar US$ 800 juta, yang kalau dinilai dengan mata uang saat ini lebih dari US$ 3 miliar. Hughes Glomar Explorer akhirnya disesuaikan dengan cerita penyamarannya semula, yaitu untuk pengeboran laut dalam. Kapal itu lantas dijual kepada sebuah perusahaan swasta pada 2010 seharga US$ 15 juta.

www.tempo.co

Rabu, 19 Maret 2014

Peringkat 5 Negara Eksportir Senjata Terbesar Dunia

Amerika Serikat dan Rusia tercatat sebagai dua negara yang paling banyak mengekspor senjata dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Peringkat pertama sebagai negara penyedia kebutuhan senjata dunia diduduki Amerika Serikat dengan angka 29 persen, peringkat kedua diduduki Rusia dengan angka 27 persen.

Rudal S-300 buatan Rusia. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
5 Negara Top Eksportir Senjata Dunia.

Amerika Serikat dan Rusia menjadi dua negara yang menyediakan lebih dari separuh total ekspor peralatan militer di seluruh dunia dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini. Informasi ini berdasarkan data industri pertahanan yang disusun oleh SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute) yang diterbitkan pada Senin (17/3/2014) lalu.

Amerika Serikat menduduki peringkat pertama sebagai negara pengekspor produk persenjataan dengan menyediakan 29 persen kebutuhan senjata dunia dalam periode lima tahun hingga 2013 lalu, sementara Rusia berada di peringkat kedua dengan angka 27 persen. Jerman berada di posisi ketiga dengan angka 7 persen, diikuti oleh China (6 persen) pada peringkat keempat yang mengalahkan Prancis (5 persen) yang duduk pada peringkat lima.

Laporan dari SIPRI tersebut mencatat bahwa volume perdagangan senjata Rusia cenderung meningkat meskipun negara ini dalam kesulitan ekonomi. Secara khusus, peningkatan angka tersebut banyak dipengaruhi oleh angka impor senjata India yang naik lebih dari dua kali lipat dalam dekade terakhir. Rusia memasok 75 persen dari semua kebutuhan militer India dalam lima tahun terakhir. "Rusia telah mempertahankan tingkat ekspor senjata meskipun mengalami krisis industri persenjataan setelah periode Perang Dingin," kata Siemon Wezeman, seorang peneliti SIPRI.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa pesawat terbang militer merupakan bagian terbesar dari penjualan produk persenjataan AS. Sementara Rusia berfokus pada produk kapal perang dengan pembeli utamanya adalag India, China dan Aljazair.

Data yang diterbitkan pada hari Senin (17/3/2014) tersebut merupakan bagian dari buku tahunan SIPRI 2014 dengan data yang disusun dari sumber-sumber informasi publik mengenai transfer senjata internasional.

SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute) didirikan pada tahun 1966 sebagai lembaga independen untuk penelitian tentang konflik, persenjataan, pengawasan dan perlucutan senjata.

en.ria.ru

Rabu, 20 Maret 2013

F-16 Fighting Falcon

F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multi-peran yang paling populer hingga kalangan yang awam dengan bidang dirgantara militer cukup mengenal pesawat jet tempur generasi 4 hasil rancangan perusahaan General Dynamics dari Amerika Serikat ini. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki jet tempur F-16 Fighting Falcon dan hingga kini masih dioperasikan dan menjadi andalan TNI AU.
Dirancang sebagai pesawat tempur ringan hari, itu berkembang menjadi pesawat multirole semua cuaca yang sukses. Lebih dari 4.400 pesawat telah dibangun sejak produksi telah disetujui pada tahun 1976. Meskipun tidak ada lagi yang dibeli oleh Angkatan Udara AS, versi yang lebih baik masih sedang dibangun untuk pelanggan ekspor. Pada tahun 1993, General Dynamics menjual bisnis manufaktur pesawat kepada Lockheed Corporation, yang pada gilirannya menjadi bagian dari Lockheed Martin setelah merger dengan Martin Marietta 1995. Fighting Falcon adalah dogfighter dengan berbagai inovasi termasuk kanopi gelembung buram tanpa bingkai untuk visibilitas lebih baik, samping kontrol stick dipasang untuk memudahkan kontrol sedangkan manuver, duduk bersandar 30 derajat untuk mengurangi efek g-gaya pada pilot, dan penggunaan pertama dari stabilitas statis santai / fly-by sistem kontrol penerbangan-kawat yang membuat sebuah pesawat yang sangat gesit. F-16 memiliki meriam M61 Vulcan internal dan mempunyai 11 cantelan untuk senjata mounting, dan peralatan misi lainnya. Meskipun nama resmi F-16 Fighting Falcon, itu diketahui pilot sebagai "Viper", karena itu menyerupai ular berbisa ular dan setelah Starfighter Battlestar Galactica Colonial Viper. Selain aktif USAF, cadangan, dan unit penjaga udara nasional, pesawat yang digunakan oleh tim demonstrasi udara USAF, Angkatan Udara AS Thunderbirds, dan sebagai musuh / pesawat agresor oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. F-16 juga telah dipilih untuk melayani di angkatan udara dari 25 negara lain. F-16 adalah, supersonik bermesin tunggal, multi-peran pesawat taktis. F-16 dirancang untuk menjadi memerangi biaya yang efektif "pekerja keras" yang dapat melakukan berbagai jenis misi dan menjaga kesiapan sekitar-the-clock. Hal ini jauh lebih kecil dan ringan dari pendahulunya, tetapi menggunakan aerodinamis maju dan avionik, termasuk penggunaan pertama dari stabilitas statis santai / fly-by-wire (RSS / FBW) sistem kontrol penerbangan, untuk mencapai kinerja manuver ditingkatkan. Sangat gesit, F-16 dapat menarik manuver 9-g dan dapat mencapai kecepatan maksimum lebih dari Mach 2.f-16 Fighting Falcon (wallpaper 2). Galeri foto wallpaper Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon 2. Koleksi foto dan gambar Pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon 2. Fighting Falcon termasuk inovasi seperti kanopi gelembung untuk visibilitas yang lebih baik buram tanpa bingkai, sisi-mount kontrol menempel memudahkan kontrol selama manuver pertempuran, dan duduk bersandar untuk mengurangi efek g-gaya pada pilot. F-16 memiliki meriam M61 Vulcan internal dalam akar sayap kiri dan mempunyai 11 cantelan untuk memasang berbagai rudal, bom dan polong. Ini juga merupakan pesawat tempur pertama yang dibangun bertujuan untuk mempertahankan berbalik 9-g. Ini memiliki daya dorong-to-weight ratio lebih besar dari satu, menyediakan untuk mendaki dan mempercepat vertikal. F-16 Fighting Falcon dibedakan dengan memiliki empat ventilasi belakang port untuk meriam M61 sedangkan F-16C berikutnya hanya memiliki dua ventilasi di belakang port meriam. F-16 desain mempekerjakan planform dipotong-delta menggabungkan campuran sayap pesawat dan vortex-control forebody strakes, sebuah geometri-tetap, underslung udara masuk intake memasok aliran udara ke mesin jet turbofan tunggal, sebuah tri-pesawat konvensional empennage pengaturan dengan semua -bergerak horisontal "stabilator" tailplanes, sepasang sirip perut di bawah pesawat memanjang dari tepi sayap trailing, sepotong-tunggal, burung-proof "gelembung" kanopi, dan mendarat konfigurasi roda tiga gigi dengan hidung, belakang-mencabut steerable gear deploying jarak dekat di belakang bibir masuk.

F-16 Fighting Falcon (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
F-16 Fighting Falcon (Gambar 1).

F-16 Fighting Falcon (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

F-16 Fighting Falcon (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

F-16 Fighting Falcon (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

F-16 Fighting Falcon (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
F-16 Fighting Falcon adalah jet tempur multi-peran yang dikembangkan oleh General Dynamics (lalu di akuisisi oleh Lockheed Martin), di Amerika Serikat. Pesawat ini awalnya dirancang sebagai pesawat tempur ringan, dan akhirnya ber-evolusi menjadi pesawat tempur multi-peran yang sangat populer. Kemampuan F-16 untuk bisa dipakai untuk segala macam misi inilah yang membuatnya sangat sukses di pasar ekspor, dan dipakai oleh 24 negara selain Amerika Serikat. Pesawat ini sangat populer di mata international dan telah digunakan oleh 25 angkatan udara. F-16 merupakan proyek pesawat tempur Barat yang paling besar dan signifikan, dengan sekitar 4000 F-16 sudah di produksi sejak 1976. Pesawat ini sudah tidak diproduksi untuk Angkatan Udara Amerika Serikat, tapi masih diproduksi untuk ekspor.

F-16 dikenal memiliki kemampuan tempur di udara yang sangat baik, dengan inovasi seperti tutup kokpit tanpa bingkai yang memperjelas penglihatan, gagang pengendali samping untuk memudahkan kontrol pada kecepatan tinggi, dan kursi kokpit yang dirancang untuk mengurangi efek g-force pada pilot. Pesawat ini juga merupakan pesawat tempur pertama yang dibuat untu menahan belokan pada percepatan 9g.

Pada tahun 1993, General Dynamics menjual bisnis produksi pesawat mereka kepada Lockheed Corporation, yang kemudian menjadi bagian dari Lockheed Martin setelah merger dengan Martin Marietta pada tahun 1995. Pada tahun 1960-an, Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika Serikat menyimpulkan bahwa masa depan pertempuran udara akan ditentukan oleh peluru kendali yang semakin modern. Dan bahwa pesawat tempur masa depan akan digunakan untuk mengejaran jarak jauh, berkecepatan tinggi, dan menggunakan sistem radar yang sangat kuat untuk mendeteksi musuh dari kejauhan. Ini membuat desain pesawat tempur masa ini lebih seperti interseptor daripada pesawat tempur klasik. Pada saat itu, Amerika Serikat menganggap pesawat F-111 (yang pada saat itu masih dalam tahap pengembangan) dan F-4 Phantom akan cukup untuk kebutuhan pesawat tempur jarak jauh dan menengah, dan didukung oleh pesawat jarak dekat bermesin tunggal seperti F-100 Super Sabre, F-104 Starfighter, dan F-8 Crusader.

Pada Perang Vietnam, Amerika Serikat menyadari bahwa masih banyak kelemahan pada pesawat-pesawat mereka. Peluru kendali udara ke udara pada masa itu masih memiliki banyak masalah, dan pemakaiannya juga dibatasi oleh aturan-aturan tertentu. Selain itu, pertempuran di udara lebih banyak berbentuk pertempuran jarak dekat dimana kelincahan di udara dan senjata jarak dekat sangat diperlukan.

Kolonel John Boyd mengembangkan teori tentang perawatan energi pada pertempuran pesawat tempur, yang bergantung pada sayap yang besar untuk bisa melakukan manuver udara yang baik. Sayap yang lebih besar akan menghasilkan gesekan yang lebih besar saat terbang, dan biasanya menghasilkan jarak jangkau yang lebih sedikit dan kecepatan maksimum yang lebih kecil. Boyd menganggap pengorbanan jarak dan kecepatan perlu untuk menghasilkan pesawat yang bisa bermanuver dengan baik. Pada saat yang sama, pengembangan F-111 menemui banyak masalah, yang mengakibatkan pembatalannya, dan munculnya desain baru, yaitu F-14 Tomcat. Dorongan Boyd tentang pentingnya pesawat yang lincah, gagalnya program F-111, dan munculnya informasi tentang MiG-25 yang saat itu kemampuannya terlalu dibesar-besarkan membuat Angkatan Udara Amerika Serikat memulai perancangan pesawat mereka sendiri, yang akhirnya menghasilkan F-15 Eagle.

Pada saat pengembangannya, F-15 berevolusi menjadi besar dan berat seperti F-111. Ini membuat Boyd frustrasi dan ia pun meyakinkan beberapa petinggi Angkatan Udara lain bahwa F-15 membutuhkan dukungan dari pesawat tempur yang lebih ringan. Grup petinggi Angkatan Udara ini menyebut diri mereka "fighter mafia", dan mereka bersikeras akan dibutuhkannya program Pesawat Tempur Ringan (Light Weight Fighter, LWF).

Pada Mei 1971, Kongres Amerika Serikat mengeluarkan laporan yang mengkritik tajam program F-14 dan F-15. Kongres mengiyakan pendanaan untuk program LWF sebesar US$50 juta, dengan tambahan $12 juta pada tahun berikutnya. Beberapa perusahaan memberikan proposal, tetapi hanya General Dynamics dan Northrop yang sebelumnya sudah memulai perancangan dipilih untuk memproduksi prototip. Pesawat mereka mulai diuji pada tahun 1974. Program LWF awalnya merupakan program evaluasi tanpa direncanakan pembelian versi produksinya, tetapi akhirnya program ini diubah namanya menjadi Air Combat Fighter, dan Angkatan Udara AS mengumumkan rencana untuk membeli 650 produk ACF. Pada tanggal 13 Januari 1975 diumumkan bahwa YF-16 General Dynamics mengalahkan saingannya, YF-17.

Spesifikasi Pesawat Tempur F-16 Fighting Falcon

Karakteristik Umum :
  • Kru: 1
  • Panjang: 49 ft 5 in
  • Lebar sayap: 32 ft 8 in
  • Tinggi: 16 ft
  • Luas sayap: 300 ft²
  • Airfoil: NACA 64A204 root and tip
  • Bobot kosong: 18,238 lb
  • Bobot terisi: 26,463 lb
  • Bobot maksimum lepas landas: 42,300 lb
  • Mesin: 1 unit Pratt & Whitney F100-PW-220 afterburning turbofan
  • Alternate powerplant: 1× General Electric F110-GE-100 afterburning turbofan
Kinerja :
  • Laju maksimum: >Mach 2 (1,320 mph, 2,124 km/h) at altitude
  • Radius tempur: 340 mi on a hi-lo-hi mission with six 1,000 lb (450 kg) bombs
  • Jarak jangkau ferri: >3,200 mi
  • Batas tertinggi servis: >55,000 ft
  • Laju panjat: 50,000 ft/min
  • Beban sayap: 88.2 lb/ft²
  • Dorongan/berat: F100 0.898; F110 1.095
Persenjataan :
  • Senjata api: 1 unit M61 Vulcan gatling gun kaliber 20 mm (0.787 in), 511 putaran
  • Roket: 2¾ in (70 mm) CRV7
  • Rudal: Air-to-air missiles: 6× AIM-9 Sidewinder, 6× AIM-120 AMRAAM, 6× Python-4. Air-to-ground missiles: 6× AGM-65 Maverick, 4× AGM-88 HARM, 4× AGM-119 Penguin
  • Bom: 2× CBU-87 cluster, 2× CBU-89 gator mine, 2× CBU-97, 4× GBU-10 Paveway, 6× GBU-12 Paveway II, 6× Paveway-series laser-guided bombs, 4× JDAM, 4× Mk 80 series, B61 nuclear bomb
wikipedia.org

Video Jet Tempur F-16 Fighting Falcon :
Video manuver terbang pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon.

Selasa, 19 Maret 2013

AH-64 Apache, Helikopter Tempur Buatan AS





AH-64 Apache adalah type helikopter militer dari jenis penyerbu / penempur yang bisa diterbangkan dalam berbagai keadaan cuaca. Helikopter serbu ini dikendalikan oleh dua orang crew dan persenjataan utamanya terdiri dari sebuah senapan mesin M230 kaliber 30 mm yang terletak di bawah hidung AH-64 Apache. Helikopter ini juga bisa membawa gabungan persenjataan lain seperti AGM-114 Hellfire dan pod roket Hydra 70 di empat hard point pada pangkal sayap. AH-64 Apache merupakan helikopter penyerang utama bagi Angkatan Darat Amerika Serikat dan merupakan pengganti helikopter serbu AH-1 Cobra.

AH-64 Apache telah dirancang oleh perusahaan Hughes Helicopters untuk memenuhi kebutuhan program Helikopter Serbu Angkatan Darat AS. Perusahaan McDonnell Douglas kemudian membeli Hughes Helicopters dan meneruskan pengembangan helikopter ini. Pengembangan selanjutnya helikopter ini kemudian telah menghasilkan helikopter AH-64D Apache Longbow yang kini diproduksi oleh Boeing Integrated Defense Systems. Helikopter-helikopter AH-64 milik Angkatan Darat A.S ini pernah beraksi dalam operasi-operasi di Panama, Perang Teluk, Afghanistan, dan Iraq.

AH-64 Apache digerakkan oleh dua unit mesin turbin aci General Electric T700 dengan knalpot yang terletak dibawah rotor. Apache AH-64 memiliki empat bilah rotor utama dan empat bilah rotor ekor. Posisi duduk crew dalam susunan depan dan belakang, pilot duduk di belakang atas, sementara petuga pengendali senjata duduk ruang kokpit berperisai yang berada di depan. Ruang crew dan tangki bahan bakar dilindungi sedemikian rupa sehingga helikopter ini dapat tetap diterbangkan meskipun menerima tembakan daripada senjata berkaliber 23 mm.

Helikopter ini dipersenjatai dengan meriam rantai M230 berkaliber 30 mm yang dikendalikan menggunakan sistem pengendali pada helm yang digunakan oleh penembak, yang ditetapkan pada kedudukan terkunci menembak di depan, atau dikendalikan melalui Sistem Penandaan dan Perolehan Sasaran (TADS). AH-64 Apache membawa beberapa gabungan persenjataan pada gantungan senjata di pangkal sayapnya. Biasaannya terdiri dari rudal anti tank AGM-114 Hellfire, roket tak berpandu kaliber 70 mm (2.75 in) Hydra 70 dan rudal udara ke udara AIM-92 Stinger untuk mempertahankan diri. Jika terjadi situasi darurat, titik beban pada gantungan senjata bisa digunakan untuk dudukan personil saat evakuasi.

Helikopter tempur AH-64 Apache dirancang untuk bertahan pada garis depan dan bisa dioperasikan pada siang atau malam hari dalam berbagai macam jenis cuaca dengan menggunakan avionik dan elektronik seperti Sistem Penandaan dan Perolehan Sasaran, Sistem Penglihatan Malam Juruterbang (TADS/PNVS), pertahanan diri pasif inframerah, GPS, dan sistem pengendali persenjataan pada helm penembak (IHADSS).

Spesifikasi AH-64 Apache

Karakteristik Umum :
  • Jumlah Crew: 2 orang; pilot dan petugas persenjataan
  • Panjang: 17,73 m (dengan kedua-dua rotor dihidupkan)
  • Diameter rotor: 14,63 m
  • Tinggi: 3,87 m
  • Berat kosong: 5.165 kg
  • Berat berisi: 8.000 kg
  • Berat Maksimum Lepas-Landas: 9.500 kg
  • Mesin penggerak: 2× General Electric T700-GE-701 atau T700-GE-701C & T700-GE-701D (1990-hari ini) turboshaft, -701: 1,690 shp, -701C: 1,890 shp -701D 2,000 shp (-701: 1,260 kW, -701C: 1,490 kW)
  • Sistem rotor: 4 bilah rotor utama, 4 bilah rotor ekor
Kinerja :
  • Kecepatan Maksimum: 158 knot (293 km/jam)
  • Kecepatan jelajah: 143 knot (265 km/jam)
  • Radius Tempur: 480 km
  • Jarak Jangkau: 1.900 km
  • Ketinggian Maksimum: 6.400 m
  • Kecepatan Panjat: 12,7 m/detik
Persenjataan :
  • Meriam: 1× 30 x 113 mm meriam mesin M230 dengan putaran 1.200 butir peluru
  • Roket: Hydra 70 FFAR
  • Peluru Kendali: AGM-114 Hellfire, AIM-92 Stinger, dan AIM-9 Sidewinder

Selasa, 18 Desember 2012

F-117 Nighthawk, Jet Tempur Siluman Milik Angkatan Udara AS.

Lockheed F-117 Nighthawk adalah pesawat tempur berkursi tunggal, menggunakan dua mesin jet dan merupakan pesawat terbang pertama buatan AS yang mengadopsi teknologi stealth (siluman). F-117 Nighthawk termasuk dalam tipe pesawat tempur untuk serangan permukaan yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).
Penerbangan pertama F-117A adalah pada tahun 1981, dan mencapai status pengoperasian kemampuan awal pada bulan Oktober 1983. F-117A adalah "mengakui" dan mengungkapkan pada dunia pada bulan November 1988. Sebuah produk dari Lockheed Skunk Works dan pengembangan mendemonstrasikan teknologi Have Blue, itu menjadi pesawat operasional pertama awalnya dirancang di sekitar teknologi siluman. F-117A dipublikasikan secara luas selama Perang Teluk Persia tahun 1991. Itu biasanya disebut sebagai "Stealth Fighter" meskipun pesawat serangan darat, membuat F-penunjukan yang menyesatkan. Pensiunan Angkatan Udara F-117 pada tanggal 22 April 2008, terutama disebabkan oleh tangkas F-22 Raptor dan pengenalan akan datang dari F-35 Lightning II. Enam puluh empat F-117 dibangun, 59 diantaranya merupakan versi produksi dengan 5 demonstran / prototipe. F-117 Nighthawk (Wallpaper 1). Galeri foto wallpaper dan gambar Pesawat jet tempur Siluman F-117 Nighthawk 1. Koleksi wallpaper foto dan gambar manuver Pesawat terbang jet tempur F-117 Nighthawk Siluman 1. Pesawat operasional memiliki penunjukan resmi "F-117A". Paling modern AS menggunakan pesawat militer pasca-1962 sebutan di mana sebutan "F" biasanya sebuah pesawat tempur udara-ke-udara, "B" biasanya pembom sebuah, "A" biasanya pesawat serangan darat, dan lain-lain (Contoh termasuk F-15, B-2, dan A-6) F-117. adalah terutama pesawat serangan darat begitu "F" nya penunjukan tidak konsisten dengan sistem Departemen Pertahanan, tetapi inkonsistensi yang telah berulang kali digunakan oleh Angkatan Udara AS dengan beberapa pesawat terbang menyerang tanah sejak akhir 1950-an, misalnya, F-105, F-111, dll sebutan "F-117" nampaknya mengindikasikan bahwa itu diberi sebutan resmi sebelum AS tahun 1962 Tri-Service Pesawat Penunjukan System dan dapat dipertimbangkan secara numerik menjadi bagian dari "seri Century" sebelumnya pejuang. Asumsi sebelum mengungkapkan pesawat kepada masyarakat adalah bahwa mungkin ia akan menerima penunjukan F-19 sebagai nomor yang belum digunakan. Namun tidak ada pesawat lain untuk menerima "100" nomor seri berikut F-111. pejuang Soviet yang diperoleh Amerika Serikat melalui berbagai cara dalam program Peg Konstan diberi nomor F-series untuk evaluasi mereka dengan pilot AS, dan dengan munculnya para pejuang Seri Teen, paling sering Seri sebutan Century. F-117 Nighthawk dapat menggunakan berbagai senjata dan dilengkapi dengan sistem navigasi canggih dan serangan diintegrasikan ke dalam suite avionik state-of-the-art digital yang misi meningkatkan efektivitas dan mengurangi beban kerja pilot. perencanaan rinci untuk misi ke wilayah sasaran yang sangat membela dicapai oleh sistem perencanaan misi otomatis dikembangkan, khususnya, untuk mengambil keuntungan dari kemampuan unik dari F-117A. manajemen Streamlined oleh Aeronautical Systems Center, Wright-Patterson AFB, Ohio, terobosan teknologi siluman dikombinasikan dengan pengembangan dan produksi bersamaan dengan cepat lapangan pesawat. Program F-117A telah menunjukkan bahwa pesawat siluman dapat dirancang untuk keandalan dan kemudahan perawatan. F-117 Nighthawk (Wallpaper 2). Galeri foto wallpaper dan gambar Pesawat jet tempur Siluman F-117 Nighthawk 2. Koleksi wallpaper foto dan gambar manuver Pesawat terbang jet tempur F-117 Nighthawk Siluman 2. Statistik perawatan pesawat ini adalah sebanding dengan pejuang taktis lainnya kompleksitas serupa. Logistik yang didukung oleh Sacramento Air Logistics Center, McClellan AFB, California, F-117A disimpan di garis depan teknologi melalui program perbaikan sistem senjata direncanakan berlokasi di USAF Plant 42 di Pemdas, California Angkatan Udara berpikir hari ini adalah bahwa hal itu akan tahap keluar Nighthawks setelah 2018. F-117A pertama disampaikan pada tahun 1982, dan pengiriman terakhir pada musim panas 1990. Keputusan produksi F-117A dibuat pada tahun 1978 dengan kontrak yang diberikan kepada Lockheed Advanced Proyek Pembangunan, yang "Skunk Works," di Burbank, California Penerbangan pertama tahun 1981, hanya 31 bulan setelah keputusan pengembangan skala penuh. Lockheed-Martin disampaikan 59 pejuang stealth kepada Angkatan Udara antara Agustus 1982 dan Juli 1990. Lima pesawat uji tambahan milik perusahaan. Nighthawk stealth pesawat tempur F-117A serangan ini dikembangkan oleh Lockheed Martin setelah bekerja pada teknologi siluman, dan uji pendahulunya pesawat demonstrator, Apakah Blue, dilakukan secara rahasia dari tahun 1975. Pengembangan F-117A Nighthawk dimulai pada 1978 dan pertama kali terbang tahun 1981, tapi tidak sampai 1988 yang keberadaannya diumumkan ke publik. The Nighthawk adalah pesawat siluman operasional pertama di dunia. Pesawat pertama disampaikan pada 1982 dan yang terakhir dari 59 Nighthawks dibeli oleh Angkatan Udara AS telah diterima pada tahun 1990. Pesawat F-117A ini juga dikenal sebagai Frisbee dan Wobblin 'Goblin. Misi pesawat adalah untuk menembus lingkungan ancaman padat dan menyerang sasaran-sasaran bernilai tinggi dengan akurasi yang tinggi. F-117 Nighthawk (Wallpaper 3). Galeri foto wallpaper dan gambar Pesawat jet tempur Siluman F-117 Nighthawk 3. Koleksi wallpaper foto dan gambar manuver Pesawat terbang jet tempur F-117 Nighthawk Siluman 3. Nighthawk telah dalam pelayanan operasional di Panama, selama Operasi Badai Gurun, di Kosovo, di Afghanistan dan selama Operasi Kebebasan Irak. F-117 sedang diganti di USAF oleh F-22 Raptor. 10 pertama dari pesawat 55-117 F dalam pelayanan telah ditarik dari peredaran pada bulan Desember 2006. Sebuah upacara pensiun resmi berlangsung di Wright-Patterson AFB pada Maret 2008. F-117 yang sedang disimpan dalam hanggar di sebuah lapangan udara di Tonopah Test Range, Nevada. Sayap dan ekor sedang dihapus untuk penyimpanan, namun beberapa pesawat akan dapat dengan cepat dipanggil kembali ke penerbangan jika diperlukan. Empat terakhir F-117 pesawat terbang ke Tonopah pada tanggal 22 April 2008. Pada bulan Januari 2004, F-117 berhasil merilis sebuah JDAM (JDAM) 2.000 lb bom untuk pertama kalinya. Integrasi JDAM dan senjata presisi-dipandu lainnya pada F-117 ini digabungkan dengan perangkat lunak upgrade blok II dan mencapai kemampuan operasional awal (IOC) pada tahun 2006. The Nighthawk hanya digunakan untuk misi malam hari. Angkatan Udara memutuskan untuk pensiun F-117 armada karena generasi baru termasuk pesawat siluman B-2 Spirit, F-22 Raptor dan segera-to-be-menerjunkan F-35 Joint Strike Fighter memiliki kemampuan lebih baik, dan karena F-117 adalah mahal untuk terbang dan menjaga. Holloman pilot dan tim pemeliharaan meluncurkan terakhir mereka "4-kapal" pejuang stealth pada tanggal 21 April 2008. Mereka membuat berhenti semalam singkat di pusat dukungan logistik F-117 di Pemdas, CA, untuk upacara terakhir sebelum pensiun untuk Tonopah mana sayap dan ekor pesawat dipindahkan dan disimpan di hanggar pelindung. F-117 akan ditempatkan di gudang di sebuah lapangan udara di Tonopah Test Range, Nev, dimana pesawat terbang dalam kerahasiaan total dan hanya pada malam hari sampai November 1988. F-117 sudah hampir sepenuhnya ditutupi dengan material penyerap radar yang melelahkan dan mahal untuk menjaga. Setelah masing-masing misi, spesialis pemeliharaan meneliti lapisan khusus pesawat untuk mengidentifikasi perbaikan yang dibutuhkan. Jika diperlukan, pelapis yang diterapkan kembali, diperbolehkan untuk menyembuhkan, dan kembali diperiksa. F-117 Nighthawk (Wallpaper 4). Galeri foto wallpaper dan gambar Pesawat jet tempur Siluman F-117 Nighthawk 4. Koleksi wallpaper foto dan gambar manuver Pesawat terbang jet tempur F-117 Nighthawk Siluman 4. Sebagian dari armada tersebut cepat recallable untuk terbang lagi, jika pernah diperlukan. Lima pesawat F-117 pengembangan dibangun dan diuji antara tahun 1981 dan 1982. Skuadron F-117 pertama dinyatakan operasional pada tahun 1983. Lockheed membangun total 117 F-59 untuk Angkatan Udara. F-117 adalah pesawat yang sangat rahasia selama sebagian besar dari tahun 1980-an. Hal ini akhirnya diresmikan pada tahun 1989 dan menjadi terkenal pada tahun 1991 ketika digunakan dalam sangat membela langit di atas Irak selama Perang Teluk Persia. Pada tahun 1999, F-117 ditembak jatuh oleh sebuah rudal Rusia dibangun di atas Yugoslavia, menunjukkan siluman yang tidak terkalahkan. Dibangun terutama dari aluminium dengan RAM diterapkan pada kulit eksternal, F-117 ini menggunakan struktur internal sangat konvensional termasuk penggunaan dua sayap tiang. Dibangun terutama dari aluminium, pesawat F-117A itu terdiri dari panel datar dikenal sebagai aspek dipasang pada subframe pesawat, mereka yang untuk mencerminkan energi radar jauh dari pemancar itu sendiri tujuan, sehingga menyangkal operator yang terlihat 'kembali'. Semua permukaan yang dilapisi dengan bahan penyerap radar berbagai. Semua pintu dan panel memiliki tepi bergerigi untuk lebih meminimalkan pantulan radar. Grid meliputi pada asupan dan penggunaan exhausts 'platypus' sempit-slot dikelilingi dengan panas-menyerap ubin mengurangi kemungkinan deteksi IR. Di depan kaca kokpit lima-sepotong pelat datar adalah sebuah sensor FLIR, tersembunyi di perumahan mesh-ditutupi; di depan kanan underfuselage ada DLIR ditarik dan penanda laser. Sensor ini digunakan dalam hubungannya dengan standard penyatuan terminal pusat, dua di antaranya dapat dilakukan di teluk senjata double-section.

F-117 Nighthawk (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
F-117 Nighthawk (Gambar 1).

F-117 Nighthawk (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

F-117 Nighthawk (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

F-117 Nighthawk (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

F-117 Nighthawk (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
F-117A Nighthawk adalah pesawat serang darat siluman yang hanya dimiliki oleh Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat ini adalah hasil dari program pesawat siluman Lockheed Have Blue, dan merupakan pesawat pertama yang dirancang khusus untuk menggunakan teknologi siluman. F-117A banyak mendapatkan publikasi pada masa Perang Teluk. Kini Angkatan Udara Amerika Serikat sudah tidak mengoperasikan lagi pesawat F-117, dikarenakan mulai dipakainya F-22 Raptor yang lebih efektif. F-117 mulai dipensiunkan secara bertahap dari Oktober 2006 sampai 2008, dan sudah tidak ada lagi pilot baru yang dilatih untuk menggunakan pesawat ini.

Penamaan huruf "F" pada pesawat ini secara resmi tidak pernah dijelaskan. Namun, diperkirakan penamaan ini menggunakan konvensi penamaan pesawat militer Angkatan Udara Amerika Serikat sebelum tahun 1962, misalnya seperti F-111. Pada pesawat militer Amerika Serikat setelah tahun 1962, penamaan "F" biasanya untuk pesawat tempur udara ke udara, "B" untuk pesawat pengebom, "A" untuk pesawat serang darat, dan "C" untuk pesawat kargo (contoh: F-15 Eagle, B-2 Spirit, A-6 Intruder, dan C-130 Hercules). Pesawat siluman ini merupakan pesawat serang darat, karena itulah huruf awal "F" dan penomorannya masih menjadi misteri.

Pada sebuah film dokumentasi yang mewawancarai seorang anggota senior tim pengembangan F-117, mengatakan bahwa pilot-pilot terbaik akan lebih tertarik untuk mencoba pesawat "F", dibandingkan pesawat "B" atau "A".

Spesifikasi Jet Tempur Siluman F-117A Nighthawk :

Produsen : Lockheed Martin
Type : Pesawat Pembom dan Serangan Darat (Stealth / Siluman)
Penerbangan Perdana : 18 Juni 1981
Tahun non-aktif operasional : 2008

Karakteristik umum
  • Kru: 1
  • Panjang: 65 ft 11 in
  • Lebar sayap: 43 ft 4 in
  • Tinggi: 12 ft 9.5 in
  • Luas sayap: 780 ft²
  • Bobot kosong: 29,500 lb
  • Bobot terisi: 52,500 lb
  • Mesin: 2 unit General Electric F404-F1D2 turbofans, 10,600 lbf masing-masing
Kinerja
  • Laju maksimum: Mach 0.92 (617 mph, 993 km/h)
  • Laju jelajah: Mach 0.92
  • Jarak jangkau: 930 NM
  • Batas tertinggi servis: 69,000 ft
  • Beban sayap: 65 lb/ft²
  • Dorongan/berat: 0.40
Persenjataan
  • BLU-109 bomb hardened penetrator
  • GBU-10 Paveway II laser-guided bomb
  • GBU-12 Paveway II laser-guided bomb
  • GBU-27 Paveway III laser-guided bomb
  • JDAM INS/GPS guided munition
wikipedia.org