Cari di Blog Ini

Minggu, 22 Januari 2012

KRI Sultan Iskandar Muda (367)

Kapal Perang TNI AL KRI Sultan Iskandar Muda (367). KRI Sultan Iskandar Muda (367) merupakan kapal ketiga dalam jajaran kapal perang jenis korvet kelas SIGMA yang dimiliki dan dioperasikan oleh TNI-AL.
KRI Sultan Iskandar Muda (367). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Sultan Iskandar Muda (367)
KRI Sultan Iskandar Muda (367) merupakan kapal ketiga dari kapal korvet kelas SIGMA milik TNI Angkatan Laut. KRI Iskandar Muda merupakan sebuah korvet yang dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda dimulai pada tahun 2006 khusus untuk TNI-AL. Bertugas sebagai kapal patroli dengan kemampuan anti-kapal permukaan, anti-kapal selam dan anti-pesawat udara.

Nama
Menggunakan nama Iskandar Muda, salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari Aceh.

Persenjataan Kapal Perang KRI Sultan Iskandar Muda (367) :

Torpedo
KRI Sultan Iskandar Muda (367) dilengkapi dengan torpedo 3A 244S Mode II/MU 90 yang dilengkapi dengan 2 peluncur torpedo tipe B515.

Peluru kendali
Dipasang dua tipe rudal di atas kapal ini, yaitu:
  • Peluru kendali anti kapal: MBDA Exocet varian terbaru MM40 block 2 yang mampu menjangkau target berjarak 180 km.
  • Peluru kendali darat ke udara: MBDA Mistral versi terbaru TETRAL. Mistral adalah sistem rudal pertahanan udara jarak sangat pendek, yang dapat digunakan dari berbagai platform, bisa dari kendaraan di darat, kapal, helikopter, bahkan dengan konfigurasi jinjing ala Stinger.
Meriam
Meriam utama di posisi A dipasang Oto-Melara 76 mm buatan Italia. Sedangkan kanon ringan tambahan pada posisi B dipasang Auxiliary Gun 2 x 20 mm Vector G12.

Persenjataan elektronik
  • Sistem manajemen tempur Thales TACTICOS buatan Thales, sebuah perusahan hi-tech Belanda, spesialis dalam bidang disain dan produksi sistem integral untuk komando dan kontrol, sensor dan komunikasi. Sistem ini dikenal dengan nama Combat Management System (CMS). Keunggulan teknologi yang dikembangkan Thales kini menjadi standar pertahanan NATO.
  • Data Link: LINK Y Mk2 datalink system
  • Komunikasi elektronik: Thales/Signaal FOCON
  • Sistem Pengumpan: TERMA SKWS
  • Platform integrasi utama: Imtech UniMACs 3000 Integrated Bridge System
Sensor dan Elektronis Kapal Perang KRI Sultan Iskandar Muda (367) :

Radar
Radar utama MW08 3D multibeam surveillance buatan Thales, sebuah radar dengan G-band, yang merupakan famili 3D multibeam jarak menengah (105 km) untuk survei, menentukan sasaran, dan penjejakan. MW08 ini dilengkapi dengan teknologi radar termutakhir yang pendeteksiannya serba otomatis. Radar ini juga dilengkapi dengan kontrol tembak untuk mengendalikan senjata terhadap sasaran permukaan. Ini juga diperkuat dengan radar kontrol tembak LIROD Mk2.

Sonar
Thales Kingklip frekuensi menengah aktif/pasif ASW hull mounted sonar.

Tenaga Penggerak Kapal Perang KRI Sultan Iskandar Muda (367) :
Kapal kelas sigma KRI Sultan Iskandar Muda (367) ini dilengkapi dua buah mesin diesel V28-33D STC (sequintial turbo charging) diproduksi oleh MAN Diesel (Jerman) berkonfigurasi V 20 silinder. Mesin berkekuatan 8900 kW ini masing-masing menggerakan sebuah baling-baling yang bisa diatur kemiringan bilahnya melalui sebuah gir pengurang putaran satu tingkat. Mesin berbobot 46 ton ini berukuran panjang x lebar x tinggi = 7330 x 2100 x 3180 mm.

wikipedia.org

Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/Monusco bantu perbaikan bandara di Kongo

Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/Monusco
Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/Monusco. Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/Monusco bantu perbaikan bandara di Kongo. Pasukan penjaga perdamaian TNI yang bertugas di kawasan Kongo, Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/Monusco sedang melaksanakan tugas perbaikan dan perawatan Bandara Dungu di Kongo

Kompi Zeni TNI Bantu Pemeliharaan Bandara Dungu di Kongo

Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/Monusco kembali mendapatkan tugas dari MONUSCO (Mission De L Organisation Des Nations Unies pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo) untuk membantu pemeliharaan Bandara Dungu yang berada di Kongo.

Komandan Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/Monusco Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho mengatakan, Bandara Dungu yang memiliki landasan pacu 2.500 m tersebut, kondisinya memang belum dilapisi aspal. Bandara Dungu terbuat dari tanah merah (lemonit), tetapi sangat kuat seperti aspal dan mampu di pakai untuk pendaratan Hercules C-130 bahkan pesawat Cargo Antonov. Karena landasan pacunya masih berupa tanah, sehingga perlu perawatan secara rutin dan itu dipercayakan kepada Kontingen Indonesia. "Pemeliharaan yang dikerjakan oleh Kompi Zeni TNI berupa pemerataan dan pemadatan landasan pacu dengan menambahkan bahan lemonit serta pemerataan dan pemadatan jalan ring luar bandara yang biasa dipergunakan sebagai jalur transportasi oleh penduduk lokal dan patroli pasukan Maroko untuk menjaga keamanan bandara dari kemungkinan adanya ganguan pihak milisi".

Lebih lanjut dikatakan, untuk melakukan pekerjaan tersebut Kompi Zeni TNI mengerahkan 10 personel dan alat-alat berat berupa satu unit Vibro Roller, Grader, Dump Truck Tangki Air, Dump Truk Angkut Tanah dan satu unit Beco Loader untuk menggali bahan material dan memuatnya ke Dump Truck. Sementara, di dalam pengerjaanya dipimpin oleh Perwira Pemelihara Airport Kapten Sus Setyo Tri Widodo, S.T. dibantu oleh Serma Gunadi sebagai pengendali alat-alat berat di lapangan.

www.riauterkini.com

Prajurit TNI dilarang berpolitik praktis dan menjadi beking siapapun

Pasukan TNI
Pasukan TNI. Prajurit TNI dilarang berpolitik praktis dan menjadi beking siapapun. Markas Besar TNI menegaskan, sebagai prajurit yang profesional, semua anggota TNI dilarang keras melakukan politik praktis dan menjadi beking bagi kelompok atau siapapun.

Mabes TNI: Prajurit Dilarang Jadi Beking

Markas Besar TNI akan menindaklanjuti informasi yang disampaikan mantan Menteri Luar Negeri Organisasi Papua Merdeka (OPM) Nicholas Messet, yang menuding ada aparat keamanan di belakang OPM. Menurut Mabes, sejauh ini TNI solid dan tidak akan membeking siapapun. "Mabes TNI baru mendengar itu, dan akan kami dalami. Namun, untuk diketahui bahwa TNI dari Sabang sampai Merauke sampai saat ini solid," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda TNI.

Menurut Iskandar, semua prajurit TNI berada di bawah komando pengendalian komandan masing-masing. Iskandar menegaskan, semua prajurit berpedoman pada penekanan Panglima TNI dalam Rapat Pimpinan TNI. "Agar semua TNI melaksanakan UU 34 tentang TNI, antara lain tidak boleh berpolitik praktis, ikut Pilkada, dan tidak membeking siapapun," kata Iskandar yang juga adik kandung politisi Demokrat, Ruhut Sitompul ini.

Meski demikian, Iskandar menegaskan bila ada anggota TNI yang terbukti terlibat berada di balik aksi-aksi OPM, maka akan ada tindakan tegas. Tindakan dan sanksi tegas akan diterapkan sesuai dengan mekanisme yang ada. "Namun, bila mana terdapat anggota TNI terlibat, seperti yang diutarakan Pak Nicholas, pimpinan TNI akan memberikan tindakan atau sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar dia.

Sebelumnya, Messet menyebut perjuangan OPM saat ini sudah tidak murni lagi. Messet menuding ada keterlibatan aparat keamanan di balik gerakan-gerakan OPM. "Ada aparat keamanan yang bermain. OPM kini sudah dipelihara dan dibina," kata Messet di Jayapura, Papua, Jumat 20 Januari 2012.

Maka itu, Messet mengatakan bahwa saat ini dunia tidak ada lagi yang berpikir merdeka, termasuk Papua. Sebab sudah ada solusi yakni otonomi khusus. "Jangan lagi terbuai dengan mimpi kemerdekaan. Mari kita bangun Papua untuk lebih baik lagi,dengan semangat otonomi khusus," tegas dia.

nasional.vivanews.com

TNI akan gelar latihan gabungan penanggulangan teroris di Lanud Husen Sastranegara

Latgab Gultor Tri Matra TNI 2012
Latgab Gultor Tri Matra TNI 2012. TNI akan gelar latihan gabungan penanggulangan teroris di Lanud Husen Sastranegara. Tiga kesatuan pasukan anti teroris dari tiga unsur kekuatan TNI, yaitu: Detasemen Bravo 90 Pasukan Khas (Paskhas) (TNI AU), Detasemen 81 Kopassus (TNI AD), dan Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) Marinir (TNI AL) direncanakan akan menggelar Latihan Gabungan Terkoordinasi Penanggulangan Teroris atau Latgab Gultor Tri Matra TNI 2012 di Pangkalan Udara Husen Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

TNI Tingkatkan Kemampuan Pasukan Antiteror

Pasukan khusus antiteror dari tiga matra TNI akan menggelar latihan gabungan terkoordinasi penanggulangan teroris (Latgab Gultor) di Pangkalan Udara (Lanud) Husen Sastranegara, Bandung, dalam waktu dekat ini. Tiga pasukan khusus antiteror itu, yakni Detasemen Bravo 90 Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU, Detasemen 81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD dan Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) Marinir TNI AL. Siaran pers yang diterima Suara Karya dari Mabes TNI AU di Jakarta, Jumat (20/1) menyebutkan, kegiatan latihan gabungan penanggulangan teror ini merupakan Latihan Tri Matra tahun 2012.

Asisten Operasi Korpaskhas yang bertindak sebagai Ketua Wasit dan Pengendali (Kawasdal) Latihan Tri Matra IV Tahun 2012, Kolonel (Psk) Rolland DG Waha menjelaskan, Latgab Gultor akan menampilkan kemampuan serta kesiapan operasi pasukan. Selain itu, Latgab Gultor diproyeksikan menguji kesiapan Lanud dan bandar komersil Husen Sastranegara dalam mengantisipasi teror. "Latgab untuk menguji kesiapan Lanud Husen Sastranegara dan Bandara Sipil Husen Sastranegara, bagaimana antisipasi dan kesiapan serta tindakan awal yang dilakukan dalam menangani keadaan bahaya yang terjadi," ujar dia.

Karena itu, dia mengharapkan, Latgab Gultor ini akan memberikan efek positif menangkal teroris. Kemampuan antiteror tidak hanya dimiliki pasukan khusus TNI, melainkan juga dibekali kepada personil pangkalan udara (Lanud) TNI AU dan petugas keamanan bandara komersial. "Dengan harapan melalui latihan ini selain untuk melatih para prajurit pasukan khusus TNI juga untuk melatih personel Pangkalan Udara maupun Bandara yang menjadi tempat sasaran latihan," ujar Rolland.

Karakteristik

Namun, sebelum memahami penangkalan teror, menurut Rolland, personil Lanud TNI AU dan Satgas Keamanan bandara komersil juga wajib mengenal karakter wilayah tugasnya, seperti areal bandara. "Untuk itu, sasaran latihan selalu digelar pada Pangkalan Udara maupun bandara yang ada di Indonesia bagi prajurit Detasemen Bravo 90 Paskhas, bertujuan agar para prajurit mengetahui karateristik seluruh Lanud maupun Bandara," tambah dia.

Sebelum Latgab Gultor Tri Matra TNI 2012 digelar, dia menjelaskan, seluruh satuan yang akan terlibat Latgab Gultor telah menyiapkan rapat koordinasi strategi ataupun garis besar latihan operasi penanggulangan teror. "Selain pelaksanaan paparan RGB dan diskusi juga dilaksanakan peninjauan medan latihan oleh semua unsur dan koordinator latihan untuk lebih memudahkan dan sekaligus untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan yang sebenarnya," ujar Rolland.

Rapat yang dipimpin Wakil Komandan Korpaskhas, Marsma TNI MB Manurung, dihadiri oleh para pejabat Mako Korpaskhas, Danwing Halim PK, Danskadron Udara 31 Halim PK, Kadisops Lanud Husen Sastranegara, Perwakilan Sops Mabes TNI, Perwakilan Sops Mabesau, Perwakilan PT. Dirgantara Indonesia, Perwakilan Kopasus, Perwakilan Denjaka (AL) serta Kabandara Husen Sastranegara.

www.suarakarya-online.com

Pembelian Tank Leopard 2A6 tergantung keputusan Parlemen Indonesia dan Belanda

Tank Leopard 2A6
Tank Leopard 2A6. Pembelian Tank Leopard 2A6 tergantung keputusan Parlemen Indonesia dan Belanda. Status pembelian tank tempur kelas berat atau Main Battle Tank Leopard 2A6 yang akan digunakan untuk memperkuat kemampuan tempur Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Dara (AD) masih menunggu hasil keputusan dari Parlemen Republik Indonesia dan Belanda.

Tunggu Keputusan Parlemen RI dan Belanda

Kepastian pembelian tank Leopard 2A6 dari Belanda bakal diketahui pekan depan. Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, jadi tidaknya membeli tank untuk TNI Angkatan Darat itu masih menunggu keputusan dari parlemen kedua negara.
Purnomo mengungkapkan, antara pemerintah Indonesia dan Belanda sudah melakukan pembicaraan terkait rencana pembelian tank Leopard. “Tetapi kan kita punya parlemen, mereka juga punya parlemen. Urusannya masih belum selesai,” kata Purnomo setelah menghadiri Rapim TNI-Polri di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), kemarin.

Dari DPR, suara dari Komisi I (bidang pertahanan) tidak bulat mendukung pembelian tank bekas itu karena dinilai spesifikasinya tidak cocok dengan medan di Indonesia. Purnomo mengakui belum ada keputusan tentang pembelian tank Leopard itu. Namun dia siap memberikan penjelasan pada rapat kerja Komisi I dengan kementerian pertahanan, Selasa (24/1). "Kita nanti bicarakan di sana," ujarnya.

Sementara di Belanda, parlemen Negeri Kincir Angin itu menolak rencana pembelian tank berbobot sekitar 60 ton itu. Alasannya, Indonesia masih melakukan berbagai pelanggaran HAM. Menanggapi hal itu, Purnomo menjawab singkat. "Belum, masih menunggu (keputusan)," kata mantan menteri ESDM itu.

Purnomo menjelaskan, dalam shooping list kemenhan hanya disebutkan pembelian main battle tank. Nah, rencana pembelian Leopard, sesuai dengan spesifikasi teknis yang diajukan TNI AD sebagai user. "Kementerian pertahanan tidak akan mengubah spektek, spesifikasi teknis. Kita mengikuti apa yang disulkan angkatan, user. (Usulan) naik ke mabes TNI, kemudian naik ke kita," terangnya.

Seharusnya, menurut Purnomo, Indonesia juga perlu memiliki klasifikasi tank yang lain. Yakni light battle tank, medium battle tank, dan heavy battle tank. "Tetapi karena kita terbatas, makanya kita ambil yang main battle tank. Masalahnya bukan main battle tank, tapi kenapa beli Leopard," katanya.

www.fajar.co.id

Sabtu, 21 Januari 2012

Filipina dan Timor Leste berminat pesan kapal perang buatan PT. PAL

Kapal Perang buatan PT PAL
Kapal Perang buatan PT PAL. Filipina dan Timor Leste berminat pesan kapal perang buatan PT. PAL. Negara Filipina dan Timor Leste telah menyatakan keinginannya untuk membeli kapal perang produksi PT PAL Surabaya.

Filipina Pesan Kapal Perang dari Indonesia

Di tengah polemik rencana pembelian tank Leopard oleh Tentara Nasional Indonesia dari Belanda, industri berat Indonesia justru kebanjiran pesanan peralatan militer dari negara lain. Beberapa negara telah memesan sejumlah kendaraan militer, mulai panser hingga kapal patroli. Pemerintah Timor Leste, misalnya, mereka berencana membeli Patrol Boat buatan PT PAL Indonesia. Rencana itu telah disampaikan kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat melawat ke Timor Leste. "Jadi itu sebenarnya tindak lanjut dari kunjungan ke Timor Leste, mereka menghubungi PT PAL, mereka ingin membeli Patrol Boat," kata Purnomo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu 18 Januari 2012.

Menurut Purnomo, pemerintah Indonesia mendukung rencana itu. "Jadi prosesnya B to B, bussines to bussines antara mereka dengan PT PAL langsung," ujar Purnomo.

Selain Timor Leste, pemerintah Filipina juga menyatakan minatnya membeli kapal patroli dari PAL. Mereka berencana akan membeli LPD Class atau Landing Platform Dock yang merupakan jenis kapal amfibi pengangkut peralatan militer. Kapal ini juga memiliki landasan helikopter. "Jadi kita dukung itu," tegasnya.

Permintaan serupa juga datang dari Malaysia. Negeri jiran tersebut tengah dalam proses pembelian Panser Anoa buatan PT Pindad. Purnomo menekankan Panser Anoa sudah digunakan dalam operasi peace keeping di Libanon dan sudah memperoleh sertifikan dari PBB. "Makanya mereka ingin membeli dari kita karena kita sudah mengirimkan (Anoa) ke Libanon," ungkapnya.

nasional.vivanews.com

Program Pengadaan Kapal Perang Jenis Korvet Milik TNI-AL

Program pengadaan kapal perang jenis korvet untuk memenuhi kubutuhan TNI-AL biasa disebut dengan nama singkatan kornas atau Program Korvet Nasional. Kapal perang jenis korvet yang dijadikan sebagai standard model kapal perang korvet TNI-AL diambil dari model kapal korvet dengan desain SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach). Beberapa jenis kapal korvet SIGMA yang dihasilkan untuk memperkuat armada kapal perang TNI-AL antara lain Korvet Nasional 80 M, Korvet Nasional 104 M, dan Perusak Kawal Rudal(PKR) 105 M.
Kapal perang jenis Korvet milik TNI-AL. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Kapal perang jenis Korvet milik TNI-AL
Program Korvet Nasional

Program Korvet Nasional atau biasa disingkat kornas, adalah sebuah program pengadaan kapal perang berjenis korvet secara mandiri. Program yang diluncurkan pada tahun 2002 ini diproyeksikan memenuhi kebutuhan TNI AL akan 22 buah korvet. Kapal didesain bersama Orrizonte Sistem Navali SPA (Ficantieri Shipyard) dan Italian Navy Corvette yang kemudian dikembangkan oleh PT PAL Indonesia disesuaikan dengan kebutuhan TNI AL, awalnya desain kornas direncanakan dikembangkan dari korvet kelas Commandante. Setelah melalui proses Tender Desain Korvet, Akhirnya diputuskan Korvet Nasional mengambil basis SIGMA class corvette dengan model 10514. Pembangunan kapal itu juga dirancang untuk memenuhi operasi di laut bebas (unrestricted water) dan patroli teritorial termasuk daerah zona ekonomi eksklusif (ZEE) dengan durasi tidak kurang dari 20 hari secara terus menerus.

Spesifikasi Kapal Perang Korvet Nasional :

Korvet Nasional 80 M
Spesifikasi Awal kapal korvet yang dibangun itu antara lain memiliki panjang garis air 80,00 meter, lebar 12,20 meter, tinggi geladak utama 8,20 meter, kecepatan rata-rata 25,2 knots, akomodasi 81 orang, draft 3,46 meter dan daya pendorong 2 x 7.400 kW.

Korvet Nasional 104 M
Untuk spesifikasi lanjutan korvet yang dibangun oleh PT PAL Indonesia dinamakan Korvet Nasional 104 M. Hal ini dituturkan oleh Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Syamsoedin pada tanggal 9 Februari 2007 di PT PAL Indonesia. Selain itu kecepatan rata-rata adalah 29 knot dan dilengkapi dengan landasan heli sampai 10 ton. Persenjataan yang akan ditempatkan adalah anti-serangan udara, anti-kapal selam, anti-peperangan permukaan laut, anti-peperangan elektronika serta bantuan tembakan kapal. Namun dari maket, setidaknya dilengkapi oleh sebuah meriam 76 mm, empat rudal anti kapal subsonik (kemungkinan C-802 atau Exocet MM40, keduanya telah dimiliki Indonesia) dan rudal anti serangan udara jarak pendek (sekelas Mistral).

Perusak Kawal Rudal(PKR) 105 M
Untuk Spesifikasi Akhir yg disetujui Departemen Pertahanan, Korvet Nasional akan memiliki Panjang 105 meter dan berat 2400 ton, dengan persenjataan meliputi Kanon utama 100mm , 12 MICA vertical launch air defence missile, Bofors ASW Rocket launcher SR375A, MM-40 Exocet block II, Torpedo, Phalanx dan Smart-S MK2 radar system. Sementara mesin diesel utama yg digunakan berkekuatan 4 x 9.240 HP. Korvet ini Berbasis dari Model Damen Sigma 10514 dan diberi nama kelas PKR 105.

Pihak yang terlibat

Beberapa industri nasional yang terlibat dalam pembangunan kapal korvet adalah:
  • PT Krakatau Steel dan PT Garuda Raja Paksi dalam pengadaan plat baja,
  • PT Pupuk Kaltim dan PT Barata dalam pengadaan steel casting,
  • PT Maspion dan Indalex masalah celling, lining dan floring,
  • PT Mastradra Surya Surabaya memberikan kontribusi dalam pengadaan mebel dan galley equip,
  • PT INKA modul toilet,
  • PT Tadakara dan PT Guna Elektro dalam pengadaan main switch board dan distribution board,
  • PT Pindad pengadaan steering gear dan windlass,
  • PT Barata dalam pengadaan jangkar dan
  • PT Texmaco serta PT Pindad dalam pengadaan alternator.
Alokasi dana

Alokasi dana yang dibutuhkan untuk membuat 2 (dua) unit Korvet mencapai USD 520 juta. Pembuatan 2 (dua) unit Korvet ini merupakan rencana strategis TNI jangka panjang hingga tahun 2024 dalam pemenuhan alutsista TNI Angkatan Laut. Pemesanan telah dilakukan pada 9 Februari 2007 dan direncanakan 4 tahun kemudian kapal sudah bisa diluncurkan. Pendanaan datang dari pinjaman bank dalam negeri dan diperkirakan seluruh program korvet nasional akan menelan biaya 8 triliun rupiah. Pemesanan awal ini terhenti sejenak dikarenakan adanya krisis global.

Pada Tanggal 16 agustus 2010, Kementrian Pertahanan menandatangani kontrak pembuatan Korvet nasional dengan nama PKR 105 bersama PT Pal Indonesia dan Damen Schelde Belanda. Program ini menelan dana $220 juta dari APBN dan akan dikembangkan selama 4 tahun, setelah itu diperkirakan Indonesia mampu membangun sebuah Korvet Nasional setiap 6 bulan sekali.

wikipedia.org

Kapal perang AL Rusia lakukan kunjungan kehormatan di Lantamal V Surabaya

Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Kapal perang AL Rusia lakukan kunjungan kehormatan di Lantamal V Surabaya. Tiga kapal perang milik Angkatan Laut (AL) Rusia telah berlabuh Pelabuhan Tanjung Perak Terminal Jamrud Utara, Surabaya. Ketiga kapal perang Rusia tersebut adalah Kapal Perang Admiral Pantelev (kapal buru selam), Fotiy Krylov (kapal penyelamat tunda), dan Boris Butoma (kapal tangki laut).
Tiga Kapal Perang Rusia Berlabuh di Surabaya

Tiga kapal perang Angkatan Laut Rusia masing-masing Admiral Pantelev, Fotiy Krylov dan Boris Butoma merapat di Pelabuhan Tanjung Perak Terminal Jamrud Utara, Surabaya, Kamis (19/1). Kedatangan ketiga kapal perang itu disambut pejabat Kedutaan Besar Rusia di Indonesia dan petinggi Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya, serta tarian khas Surabaya, Remo.

Siaran pers Lantamal V Surabaya menyebutkan, kunjungan ketiga kapal perang Rusia ke Indonesia itu, dalam rangka mempererat hubungan kedua negara, selain melaksanakan latihan bersama dengan TNI AL.

Ketiga kapal perang tersebut direncanakan berada di Surabaya selama empat hari hingga 22 Januari 2012 dan melakukan serangkaian kegiatan. Sejumlah agenda yang dilakukan awak kapal Rusia selama di Surabaya, antara lain melakukan kunjungan kehormatan ke Komandan Lantamal V, kunjungan perwira TNI AL ke kapal perang Rusia Admiral Pantelev, bertemu Wali Kota Surabaya, dan olahraga bersama di Koarmatim.

Kapal Perang Admiral Pantelev merupakan jenis kapal buru selam, kemudian Fotiy Krylov adalah kapal penyelamat tunda, dan Boris Butoma merupakan kapal tangki laut.

Asisten Operasi Danlantamal V Kolonel Laut (P) Maman Firmansyah mengatakan, pihaknya hanya menyambut kedatangan ketiga kapal perang Rusia itu, baik ketika bersandar maupun bertolak. Sebelumnya dalam perjalanan dari Selat Malaka hingga Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kapal Rusia itu mendapatkan pengawalan dari kapal perang Indonesia. "Kami juga akan kembali mengawal ketiga kapal itu saat bertolak dari Surabaya hingga ke wilayah perbatasan Indonesia," katanya.

Sehari sebelumnya (18/1), Atase Pertahanan Rusia Kolonel Vladimir Fedorovich Afasenkov melakukan kunjungan ke Markas Komando Lantamal V Surabaya untuk melakukan koordinasi terkait kedatangan kapal perang Rusia tersebut.

www.mediaindonesia.com

Indonesia bangun Energetic Material Center untuk kebutuhan militer

Amunisi militer produksi Indonesia
Amunisi militer produksi Indonesia. Indonesia bangun Energetic Material Center untuk kebutuhan militer. Bahan berenergi tinggi. Untuk mengurangi ketergantungan pada impor propelan (bahan baker roket), PT Dahana Indonesia akan membangun pabrik bahan berenergi tinggi di areal PT Dahana di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

RI bangun pabrik bahan berenergi tinggi untuk militer

Indonesia akan membangun pabrik bahan berenergi tinggi (Energetic Material Center) di areal PT Dahana di Kabupaten Subang, Jawa Barat, untuk memenuhi kebutuhan militer. "Tantangan kita adalah melepaskan ketergantungan akan kebutuhan bahan baku propelan impor, jadi ini kita dukung," kata Menristek Gusti Mohammad Hatta pada kunjungannya ke BUMN di bidang produksi bahan berenergi tinggi (peledak), PT Dahana, di Subang, Jumat.

Pada kesempatan itu Menteri menyaksikan penandatanganan kerja sama PT Dahana-Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) dan PT Dahana-BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) yang dihadiri Kepala Lapan Bambang Tedjasukmana dan Kepala BPPT Marzan A Iskandar.

Disebutkan Menteri, saat ini Indonesia sedang bersemangat tinggi meningkatkan kemandirian bangsa di bidang penguasaan teknologi pertahanan, dimana propelan, bahan bakar roket menjadi salah satu indikator kemandirian. "Hanya saja produksi militer harus didukung oleh produk komersial agar perusahaan bisa tetap beroperasi, ditambah lagi harus bersinergi dengan lembaga-lembaga riset untuk kepentingan penelitian dan pengembangan material dan peroketan nasional," kata Gusti.

Gusti juga menyatakan bangga karena di areal yang berisi bahan-bahan mengerikan seperti bahan peledak ternyata gedungnya menjadi yang pertama di Indonesia mendapat sertifikasi "Green Building" dan mencapai kategori platinum untuk gedung baru.

Sementara itu Dirut PT Dahana Tanto Dirgantoro mengatakan, semua aktivitas terkait produksi propelan diarahkan di wilayah Subang ini setelah diletakkan batu pertamanya oleh Menhan Purnomo Yusgiantoro pada 2010 dan dijadwalkan selesai pada Maret 2012.

Dikatakannya Energetic Material Center ini akan menjadi yang terbesar di ASEAN. "Kami baru saja memindahkan pabrik (catridged emulsion) yang semula berlokasi di Kabupaten Tasikmalaya ke Subang yang luasnya mencapai 595 ha. Pabrik kami di Tasik yang hanya di atas lahan 10 ha tak memenuhi syarat jarak keselamatan untuk produksi bahan lainnya," katanya.

Dahana, urainya, selain memproduksi bahan berenergi tinggi untuk militer juga memproduksi kebutuhan komersial seperti keperluan pertambangan migas, pertambangan umum dan konstruksi. Sedangkan Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan, Dr Ing Soewarto Hardhienata mengatakan, propelan yang pembeliannya sering diembargo oleh negara maju, dibutuhkan dalam pengembangan peroketan nasional.

www.antaranews.com

Kamis, 19 Januari 2012

Peningkatan kekuatan militer Indonesia membuat negara lain khawatir

Armada Kapal TNI AL
Armada Kapal TNI AL PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Peningkatan kekuatan militer Indonesia membuat negara lain khawatir.
Menhan: Kekuatan Militer RI Sudah Khawatirkan Negara Lain

Penguatan pertahanan negara lewat peningkatan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) terus dilakukan pemerintah. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahkan kekuatan militer Indonesia sudah banyak membuat khawatir banyak negara. "Saya buka saja, kita sudah banyak mengkhawatirkan negara lain," kata Menhan saat silaturahmi dengan pemimpin redaksi media massa di Gedung Jenderal TNI M Yusuf, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/1/2012).

Menhan mengatakan kekhawatiran negara lain itu tidak pas. Sebab, sama seperti China, RI membangun kekuatan militer karena pertumbuhan ekonomi dan pembangunan teknologi yang semakin membaik. "Pembangunan kesejahteraan dan selalu diikuti dengan pembangunan keamanan," kata Menhan.

Dia menegaskan pengadaan alutsista yang terus dilakukan pemerintah saat ini adalah bukan untuk menyerang negara lain. "Bukan untuk offense, tapi defense. Menjaga kedaulatan kita," ujarnya.

Penjagaan kedaulatan itu, kata Menhan, bisa dilihat saat pesawat Sukhoi TNI AU menghimpit pesawat Wakil Perdana Menteri Papua Nugini. Hal itu dilakukan karena memang pesawat negara tetangga itu tidak mempunyai clearance. "Kalau saya di lapangan, tidak ada clearance, ya saya perintahkan untuk terbang," ujarnya.

Menhan memaparkan, di darat TNI AD sudah memiliki batalyon infantri terbesar se-ASEAN, yakni 100 batalyon lebih. Di laut, TNI AL memiliki frigad, dan di udara TNI AU akan memiliki dua skuadron Sukhoi.

Kementerian Pertahanan selama tahun 2009-2014 memiliki anggaran Rp 150 triliun untuk pengadaan alutsista. Rinciannya, Rp 50 triliun untuk pengadaan, Rp 45 triliun untuk perawatan, dan Rp 50 triliun untuk produksi dalam negeri.

www.detiknews.com

Indonesia belum mampu bangun tank tempur kelas berat

Tank Pindad
Tank Pindad. Indonesia belum mampu bangun tank tempur kelas berat

KSAD: Indonesia Belum Mampu Bikin Tank Berat

Rencana pemerintah membeli 100 tank berat Leopard bekas Belanda menuai kritik. Namun Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menjelaskan pembelian itu lantaran Indonesia belum mampu untuk membuat tank berat. "Untuk tank berat kita belum mampu," ujar Pramono usai pembukaan rapim TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/1/2012).

Pramono mengakui, saat ini TNI sudah bekerja sama dengan PT Pindad untuk mengembangkan tank yang ada. Namun Pindad hanya mampu mengembangkan tank tingkat sedang. "Tank itu kan ada tiga kelas yakni ringan, sedang dan berat. Leopard termasuk yang berat," kata Pramono yang mengenakan baju sipil TNI lengkap ini.

Pramono menjelaskan, TNI saat ini mempunyai 11 batalyon kavaleri, namun hanya memiliki tank ringan buatan tahun 1950-an. "Jadi kalau dilihat itu kita sudah ketinggalan untuk soal tank," kata adik ipar Presiden SBY ini.

Sebelumnya, Wakil Menhan Letjen Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, harga 100 unit tank Leopard dari Belanda US$ 280 juta. Menurut Sjafrie, timnya sudah mensurvei spesifikasi teknis dari Leopard. Hasilnya, Leopard cocok dengan geografis Indonesia khususnya pulau Jawa. Konsep rencana pembelian yang G to G dilakukan untuk meminimalisir praktik percaloan.

Namun rencana pembelian itu ditentang parlemen Belanda. Radio Nederland pada 14 Desember 2011 melaporkan, parlemen Belanda menyetujui mosi penolakan rencana penjualan tank ke Indonesia. Penolakan itu karena Belanda tidak ingin terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia.

www.detiknews.com

DPR panggil Kemenhan dan Kasal untuk bahas kontrak pengadaaan 3 kapal selam

Kapal Selam Changbogo
Kapal Selam Changbogo
| PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. DPR panggil Kemenhan dan Kasal untuk bahas kontrak pengadaaan 3 kapal selam.
Kapal Selam Changbogo PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. DPR panggil Kemenhan dan Kasal untuk bahas kontrak pengadaaan 3 kapal selam.
Komisi I DPR Segera Bahas Kontrak Pengadaan 3 Kapal Selam

DPR telah mendengar adanya kontrak kerjasama dalam pengadaan tiga Kapal selam antara pihak Kemenhan RI dengan Perusahaan Daewoo Shipbuilding Marine Enginerering (DSME), untuk memperkuat TNI AL. Karena itu, Komisi I DPR akan segera memanggil Kemenhan dan Kasal untuk membahas soal telah tercapainya kontrak kerjasama ini. Demikian dikatakan Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq kepada Jurnalparlemen.com di DPR, kemarin (Rabu/18/1). "Mungkin sekitar awal Februari nanti kita akan panggil Kemenhan dan Kasal untuk membahas kontrak pengadaaan tiga kapal selam dengan Korsel tersebut. Ini perlu agar menjadi jelas persoalannya.Karena sejuah ini pihak pemerintah belum secara resmi menyampaikan informasi ke DPR. Sehingga saat masyarakat dan media masa menanyakan hal ini, dan DPR sulit menjelaskan, karena informasi yang dimiliki DPR dalam masalah ini masih bersifat informasi informal dan pemberitaan dari media masa itu sendiri," ujar Mahfudz.

Wakil Sekjen PKS ini menjelaskan, memang sebelumnya Komisi I DPR telah menyatakan atas dukungan untuk pembelian dua kapal selam, berikut anggarannya. Saat itu, spesifikasi dan kualifikasi yang disetujui dalam pembelian dua kapal selam itu, setara dengan kemampuan kapal selam yang dimiliki oleh Kapal selam Singapura.

Mahfudz mengaku senang, jika dari anggaran sebelumnya untuk pengadaan dua unit kapal selam itu, justru saat ini bisa untuk membeli tiga unit. Tetapi pertanyaannya, apakah kemampuannya sama dengan kemampuan dua kapal selam yang disetujui oleh DPR sebelumnya? "Karena yang saya dengar dari beberapa sumber, spek dan kemampuan tiga kapal selam yang akan dibeli dari perusahaan Korsel itu tidak setara dengan kapal selam milik Singapura, dibawahnya sedikit, namun setara dengan kapal selam milik Malaysia," tegasnya.

Mengingat informasi dalam pengadaan kapal selam ini terus berkembang dan simpang siur, terutama dari kemungkinan dari spek dan kemampuan yang sebelumnya disampaikan ke DPR dan Komisi I menyetujui, kata Mahfudz, maka DPR hanya mengingatkan agar pihak pemerintah tidak keluar dari kesepakatan itu. "Karena setiap perubahan spek dan kualikasi dalam pembelian alutsita dari yang sebelumnya yang telah disepakati dengan DPR, jelas itu akan menimbulkan permasalahan baru. Karena kemudian hal itu akan memunculkan perubahan dari anggota Dewan, mana kala ternyata di tengah jalan pemerintah memutuskan sepihak dalam hal spek alutsita yang di beli tersebut," tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia pada akhir Desember 2011 lalu menandatangani kontrak pengadaan tiga unit kapal selam dengan perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding Marine Enginerering (DSME). Tiga kapal selam ini akan segera melengkapi armada tempur TNI Angkatan Laut. Kontrak pengadaan tiga unit kapal selam tersebut ditandatangani oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan RI Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan President & CEO DSME Sang-Tae Nam.

Kemenhan berharap, kehadiran tiga kapal selam baru ini dapat memperkuat daya tempur dan daya tangkal TNI Angkatan Laut. Sebelumnya, RI menjajaki beberapa negara untuk pengadaan kapal selam bagi TNI AL. Negara-negara yang sempat dipertimbangkan RI untuk memproduksi kapal selam tersebut adalah Jerman (U-209), Korea Selatan (Changbogo), Rusia (Kelas Kilo), dan Prancis (Scorpen).

jurnalparlemen.com

Rabu, 18 Januari 2012

10 Tank Tempur Kelas Berat Terbaik Dunia

Artikel militer ini menyajikan daftar 10 tank tempur kelas berat terbaik dunia. Predikat tank tempur kelas berat terbaik ditinjau dari kemampuan serang yang ditentukan pada keunggulan kinerja dan kaliber meriam utama, kemampuan bertahan dari serangan lawan, kekuatan melintasi berbagai medan berat, dan sebagainya.

Tank kelas berat identik dengan bobot yang berat, meriam yang besar dan daya hancur yang tinggi. Pada pertempuran darat, tank jenis ini memegang peran besar untuk menyerang atau bertahan. Dalam istilah militer, kendaraan tempur ini disebut sebagai Tank Tempur Utama, dan dalam bahasa Inggris disebut Main Battle Tank (MBT). Berikut ini adalah 10 tank tempur utama terbaik di dunia.

Tank Leopard 2A6. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Tank Leopard 2A6.
1. Leopard 2A6
Ini tank buatan Jerman yang sekarang ramai menjadi perdebatan di tanah air. Situs www.military-today.com dan beberapa situs militer lainnya sepakat menobatkan tank ini sebagai salah satu tank kelas berat terbaik di dunia. Tank Leopard 2A6 dioperasikan oleh 4 orang awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi. Bobotnya 62 ton, dipersenjatai dengan meriam kaliber 120 mm dan dua senapan mesin 7,6 mm. Mampu mendaki hingga kemiringan 60 derajat dan melaju hingga 72 km. Tank ini juga memiliki daya jelajah 550 Km. Jerman, Kanada, Yunani, Belanda, Portugis dan Spanyol menggunakan tank ini sebagai andalan. Kini Indonesia (TNI AD) juga telah memiliki armada tank Leopard ini.

Challenger 2. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Challenger 2.
2. Challenger 2
Panser dan Tank buatan Inggris dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Begitu pula dengan Tank Kelas Berat Challenger 2. Tank ini memiliki proteksi yang sangat baik dalam menahan gempuran musuh. Challenger 2 dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi. Tank ini memiliki berat 62,5 ton. Dipersenjatai meriam kaliber 120 mm yang efektif digunakan pada jarak 3.000 meter, namun mampu mencapai jarak 5.000 meter. Daya jelajah 450 km, dengan kecepatan maksimum 70 km/jam.

Tank MIA2 Abrams. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Tank MIA2 Abrams.
3. MIA2 Abrams
MIA2 Abrams adalah tank andalan Amerika Serikat untuk melibas musuh-musuhnya di seluruh dunia. Baju besinya dilapisi uranium, sementara lapisan dalam tank dilapisi Kevlar untuk menjamin keselamatan kru tank. MIA2 Abrams dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi. Senjatanya mengandalkan meriam M256 120mm. Mampu menghancurkan tank lain dalam radius 4 Km. Tiga senapan mesin menambah seram tank berbobot 62,5 ton ini. MIA2 Abrams memiliki daya jelajah 400 km dan kecepatan maksimun 67 Km.

Tank K2 Black Panther. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Tank K2 Black Panther.
4. K2 Black Panther
K2 Black Panther diharapkan untuk menggantikan seluruh tank K1 Korea Selatan. Disebut-sebut inilah tank paling mahal saat ini. Mengusung perlindungan seperti M1A2 Abrams milik Amerika Serikat, namun dengan bobot yang lebih ringan, hanya 55 ton. Tank K2 dioperasikan 3 awak. Senjatanya meriam kaliber 120 mm, dengan dua senapan mesin. Daya jelajah 430 km, dengan kecepatan maksimum 70 km/jam. K2 akan membuat Kavaleri Korea Utara berfikir dua kali sebelum bertempur head to head dengan tank ini.

Tank T-90. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Tank T-90.
5. T-90 Rusia
Tank T-90 menjadi andalan Rusia di era pasca Perang Dingin. Tank ini merupakan pengembangan dari Tank T-72 semasa perang dingin. Tank T-90 dioperasikan 3 awak dengan berat 46,5 ton. Senjatanya meriam kaliber 125 mm, dan dua senapan mesin. Daya jelajah 550 km dengan kecepatan maksimum 60 km/jam. Ada beberapa varian Tank T-90, selain digunakan untuk pertempuran, Rusia juga membuat varian penyampu ranjau dan keperluan zeni konstruksi. India membeli lisensi dari Rusia untuk membuat tank kelas beratnya sendiri, Bhisma. Rusia kini sedang mengembangkan T-95, sebuah monster kelas berat berlapis baja yang lebih canggih.

Tank Merkava Mk IV. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Tank Merkava Mk IV.
6. Merkava Mk IV
Bobot tank produksi Israel ini mencapai 65 ton. Paling berat di antara sesama tank kelas berat. Tank Merkava Mk IV mulai digunakan tentara Israel sejak tahun 2004. www.military-today.com menobatkan Merkava sebagai tank yang memiliki proteksi paling kuat terhadap serangan saat ini. Tidak hanya di bagian atas tank, bagian bawah pun dilapisi baja cukup tebal untuk menahan ledakan ranjau darat. Wajar saja, Israel selalu waspada terhadap serangan lawannya dari jazirah Arab. Tank Merkava Mk IV dioperasikan 4 awak. Senjatanya meriam kaliber 120 mm, mortir 60 mm, satu senapan mesin 12,7 mm dan dua senapan mesin 7,6 mm. Daya jelajah 500 km dengan kecepatan maksimum 70 km/jam.

Tank Tipe 99 China. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Tank Tipe 99 China.
7. Tipe 99 China
Tidak puas dengan Tank Tipe 90, China mengembangkannya menjadi Tank Tipe 99. Tank Tipe 99 masuk dinas militer tahun 2001. Tank Tipe 90 memiliki perlindungan 1.000-1 200 mm. Cukup tebal untuk menahan gempuran dalam pertempuran antar tank kelas berat. Bobotnya 54 ton dan dioperasikan 4 awak. Untuk senjata, China berkolaborasi dengan Rusia. Tank Tipe 90 dilengkapi meriam kaliber 125 mm dan cocok digunakan dengan misil 9K119 Refleks yang dikenal sebagai pembuhun tank kelas berat. Tank ini memiliki daya jelajah 600 km, dengan tanki tambahan. Kecepatan maksimum 60 km/jam di jalan offroad dan 80 km di jalan raya. Cukup ngebut untuk ukuran tank kelas berat.

Tank KIA1. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Tank KIA1.
8. KIA1
Ancaman peperangan dengan Korea Utara membuat Korea Selatan serius membangun angkatan perangnya. Salah satu andalan KRL untuk tank kelas berat adalah KIAI. Tank KIAI mulai beroperasi di AD Korsel sejak tahun 2001. Tank berbobot 54,5 ton ini, dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi. Untuk persenjataan dan teknologi, KIAI tidak jauh berbeda dari Tank M1A1 Abrams milik Amerika Serikat yang merupakan sekutu mesra Korsel. Tank ini mengusung meriam kaliber 120 mm dan dua senapan mesin. Komandan Tank mengoperasikan senapan mesin 12,7 mm dan penembak mengurusi senapan mesin 7,62 mm. Tank ini memiliki daya jelajah 500 km dan kecepatan maksimum 65 km/jam.

Tank Tipe 90 Jepang. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Tank Tipe 90 Jepang.
9. Tipe 90 Jepang
Tank ini merupakan salah satu andalan pasukan bela diri Jepang dan mulai digunakan sejak tahun 1992. Tank ini dioperasikan 3 awak. Beratnya 50,2 ton, dan dipersenjatai meriam kaliber 120 mm dengan kapasitas 40 peluru serta senapan mesin kaliber 12,7 mm, atau 7,62-mm. Tank Tipe 90 memiliki daya jelajah 400 km, dan kecepatan maksimum 70 km/jam. Mesinnya menggunakan Mitsubishi 10ZG Disel yang mampu menghasilkan 1.500 tenaga kuda. Rencananya, secara perlahan Jepang akan mengganti Tipe 90 ini dengan tank TK-X yang lebih ringan namun memiliki sejumlah keunggulan manuver dan proteksi.

Tank Leclerc. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Tank Leclerc.
10. Leclerc
Tank Leclerc diproduksi GIAT Industries di Perancis. Menurut situs www.military-today.com, pertama kali prototipenya dibuat tahun 1989. Kemudian mulai masuk dinas militer Perancis tahun 1992. Selain Perancis, Arab Saudi juga memiliki ratusan tank ini. Bobotnya 56 ton dan dioperasikan 3 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan, penembak dan pengemudi. Untuk senjata, Leclerc diperkuat meriam 120 mm dan senapan mesin kaliber 12,7 mm, atau 7,62-mm. Daya jelajah mencapai 650 km dengan tanki cadangan, 550 km tanpa tanki cadangan, Kecepatan maksimum 72 km/jam. Tank Leclerc menggunakan mesin disel turbo VD V8X-1500 berkekuatan 1.500 tenaga kuda. Lapisan perlindungannya terdiri dari baja, keramik and Kevlar. Salah satu keunggulannya mudah diperbaiki jika terkena tembakan.

www.detiknews.com

Kementerian pertahanan bertekad tiadakan peluang korupsi dalam pengadaan Alutsista

Kementerian pertahanan bertekad tiadakan peluang korupsi dalam pengadaan Alutsista
Cegah Korupsi, Kemenhan Perketat Pengawasan Pengadaan Alutsista

Kementerian Pertahanan sudah bertekad meniadakan peluang korupsi dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Pengawasan pengadaan diperketat. Audit juga dilakukan secara berlapis. Kalau sampai ada mark up dan penyelewengan, itu kebangetan.

Penegasan ini disampaikan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam Silaturahmi Menteri Pertahanan dengan Pemimpin Redaksi' di Gedung Jenderal M Jusuf, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (17/1/2012) malam. Dalam pertemuan ini hadir para pejabat eselon I Kementerian Pertahanan.

Dalam pemaparannya Purnomo menyampaikan antara lain mengenai alutsista yang direncanakan untuk diadakan Kemenhan. Ada anggaran Rp 150 triliun untuk pengadaan alutsista selama lima tahun. Pengadaan alutsista ini sebagian berasal dari dalam negeri, dan sebagian lainnya dari luar negeri.

Menurut Purnomo, pengadaan alutsista dari luar negeri, termasuk 100 tank bekas Leopard dari Belanda, dilakukan secara G to G (government to government). Dengan demikian, kemungkinan permainan pengadaan proyek yang selama ini dilakukan lewat perantara bisa dihilangkan. "Pengawasan juga kami lakukan lebih ketat. Dan pengawasan ini langsung dipimpin oleh tim yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan (Sjafrie Sjamsoeddin)," kata Purnomo.

Sementara itu, Sjafrie Sjamsoeddin mengakui bahwa anggaran Rp 150 triliun untuk pengadaan alutsista selama lima tahun merupakan pil pahit bagi Kemenhan. "Ini pil pahit bagi Kemenhan, tapi ini gula bagi pebisnis persenjataan," kata Sjafrie.

Pengadaan alutsista menjadi beban berat bagi Kemenhan. Karena itu, agar pengadaan alutsista ini berlangsung mulus tanpa ada korupsi dan penyelewengan, Sjafrie memberlakukan tiga kali audit. "Yaitu pre audit, current audit, dan post audit. Dengan adanya tiga lapis audit ini, maka kabangetan kalau sampai ada penyelewengan," jelas Sjafrie. Pengawasan ini juga melibatkan Irjen Kemenhan, BPKP, dan lembaga-lembaga audit lainnya.

Selain proses audit, dalam pengadaan alutsista dari luar negeri, Kemenhan juga memiliki tim survei dan tim negosiasi. "Dalam pengadaan alutsista, kalau memang ada persenjataan yang bagus, tapi tidak cocok digunakan di wilayah kita untuk apa. Tank Leopard misalnya, kami sudah mensurvei bahwa tank berbobot 60 ton ini cocok digunakan di pulau Jawa. Infrastruktur di Pulau Jawa juga memadai. Jadi kami tidak asal beli, kami juga harus mempertimbangkan transfer knowledge-nya," jelas Sjafrie.

Sedangkan tim negosiasi telah melakukan negosiasi harga dengan pemerintah Belanda. "Begitu pemerintah Belanda menawarkan barang, kemudian kami survei bahwa peralatan itu cocok buat negara kita, maka kami melakukan negosiasi. Negosiasi harga dilakukan antara Kementerian Pertahanan Indonesia dengan Belanda," kata Sjafrie.

Hasil negosiasi, anggaran US$ 280 juta yang seharusnya hanya bisa digunakan untuk mendapatkan 44 tank Leopard akhirnya bisa digunakan untuk membeli 100 unit tank Leopard. "Akhir bulan ini, kami akan mengirimkan tim teknis ke Belanda untuk kepentingan ini," kata dia.

www.detiknews.com

DPR: Pengadaan Alutsista harus sesuaikan doktrin pertahanan dan medan di Indonesia

DPR: Pengadaan Alutsista harus sesuaikan doktrin pertahanan dan medan di Indonesia
Legislator: alutsista TNI harus sesuai karakter geografis

Wakil Ketua Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menegaskan, DPR pasti menyetujui TNI dilengkapi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang canggih, namun dengan catatan harus cocok dengan doktrin pertahanan dan karakter geografis atau medan di Indonesia.

Kepada pers di Jakarta, Selasa, Hasanuddin menjelaskan bahwa keberadaan Main Battle Tank (MBT) Leopard untuk memperkuat alutsista TNI sangat tidak cocok untuk manuver di wilayah geografis di Indonesia yang gembur, terpotong-potong dan bahkan tergenang air (rawa).

Selain itu, ia menambahkan, tank Leopard juga dinilai kurang taktis untuk sistem pertahanan pulau-pulau seperti di Indonesia. "Saya dan teman-teman dengan sungguh-sungguh mempelajari dengan seksama tentang keunggulan dan kelemahan tank Leopard yang akan dibeli TNI dengan harga cukup mahal itu dan kemudian menyatakan menolak pembeliannya," ujarnya.

Lebih lanjut Hasanuddin menjelaskan bahwa sejumlah dasar penolakan rencana pemerintah membeli tank Leopard dari Belanda adalah sampai hari ini Kemenhan belum secara resmi memberikan penjelasan kepada Komisi I tentang rencana pembelian 100 tank Leopard (50 tipe 2A4 dan 50 tipe 2A6) bekas Belanda itu.

Menurut dia, tank tersebut memang canggih, tapi sebenarnya juga cukup mahal untuk tipe 2A4 seharga 700.000 euro dan tipe 2A6 senilai 2,5 juta euro serta masih ditambah biaya overhaull 800.000 euro per unit.

Alasan lainnya adalah, bobot tank Leopard seberat 63 ton juga dinilai tidak sesuai dengan kondisi geografis wilayah Indonesia yang seharusnya menggunakan kendaraan tempur jenis medium tank berbobot 23 ton saja. "Sebenarnya atas perintah presiden pada tahun 2010, PT Pindad telah mengembangkan medium tank 23 ton yang lebih cocok dan sudah menjadi prototipe yang tinggal dikembangkan," ujarnya seraya menambahkan tank jenis itu jauh lebih ringan, lincah, dan murah karena bisa diproduksi di dalam negeri.

Secara terpisah anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan bahwa rencana pembelian 100 tank Leopard itu sangat realistis dan sesuai kebutuhan TNI di masa mendatang. "Saya belum ahli alutsista walaupun terus belajar keras di Komisi I. Tapi rencana membeli 100 tank Leopard itu realistis dan sesuai dengan kekuatan pertahanan minimal (Minimum Essential Force/MEF)," ujarnya.

www.antaranews.com

Selasa, 17 Januari 2012

Rp.150 Triliun untuk lengkapi arsenal perang TNI

Peluncur Roket Militer
Peluncur Roket Militer PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Rp.150 Triliun untuk lengkapi arsenal perang TNI.
Daftar Belanja Alutsista TNI Periode 2012-2014

Untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan NKRI, TNI membuat daftar belanja alutsista untuk periode tahun 2012-2014. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa TNI memiliki Anggaran sebesar Rp 150 Triliun yang dipecah menjadi tiga bagian yaitu 50 triliun untuk percepatan MEF, 45 triliun untuk perawatan dan 55 triliun untuk alutsista. "Yang musti dipahami, anggaran dalam pembelian alutsista itu multi years dengan melalui proses yang panjang dan bertahap," ujar Purnomo kepada wartawan dalam jumpa pers yang digelar di Kemenhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (16/1/2012).

Berikut daftar belanja TNI sesuai pemaparan Dirjen Ranahan TNI, Marsekal Muda Bogas Silaen kepada wartawan.

TNI AD: Main Battle Tank, Senjata anti altileri berupa roket, multiple launcher rokcet system dan meriam armed dengan fokus meriam kaliber 150 mm. Kemudian, TNI AD berencana membeli senjata artileri pertahanan udara yang difokuskan pada peluru kendali dan helikopter yang difokuskan pada helikopter serbu dan serang, serta panser yang akan dibuat oleh PT Pindad.

Untuk TNI AU, direncanakan akan membeli senjata anti pesawat udara, pesawat tempur F16, helikopter Cougar 735 sejenis Super Puma dan Terakhir Herkules sebanyak empat unit dari Australia.

Selanjutnya, TNI AL berencana belanja belanja Sea Rider, Fastboat Patrol Kapal Perusak, Hidro Oceanic, kemudian Kapal Latih untuk pengganti KRI dewarutji. Selain itu, ada juga kapal-kapal administrasi seperti kapal angkutan tank dan minyak serta kapal selam.

"Diharapkan kontrak akan selesai pada smester awal tahun ini," kata Bogas Silaen.

www.tribunnews.com

Vietnam selesai bangun kapal perang produk dalam negeri

Kapal Perang Vietnam
Kapal Perang Vietnam PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Vietnam selesai bangun kapal perang produk dalam negeri. Kapal perang dengan persenjataan artileri dan dilengkapi dengan sistem rudal modern serta berkemampuan operasi hingga sejauh 2.500 mil laut telah selesai dibangun oleh Vietnam.
Vietnam Luncurkan Kapal Perang Produk Nasional

Media pemerintah melaporkan Vietnam meluncurkan kapal perang produksi dalam negeri yang dilengkapi sistem artileri dan rudal. Menurut surat kabar online VnExpress, kapal tersebut dibuat oleh perusahaan milik militer selama dua tahun dan dikirimkan ke angkatan laut pada Senin (16/1/2012).

VnExpress tidak menyebut ukuran kapal perang tersebut, namun memberitakan bahwa kapal itu memiliki sistem artileri dan rudal modern dan jangkauan operasi hingga 2.500 mil laut. Media itu mengutip Laksamana Muda Pham Ngoc Minh yang mengatakan kapal tersebut akan digunakan untuk berpatroli di wilayah perairan mereka.

Seperti diketahui, ketegangan terus meningkat antara Vietnam dengan China dalam sengketa wilayah di Laut China Selatan. Sebagian besar peralatan militer adalah buatan Rusia atau Uni Soviet.

internasional.kompas.com

Jet tempur Sukhoi Su-35S (Flanker-E) jalani uji terbang

Sukhoi Su-35S (Flanker-E)
Sukhoi Su-35S (Flanker-E), jet tempur buatan Rusia. Jet tempur Sukhoi Su-35S (Flanker-E) jalani uji terbang. Pesawat jet tempur seri terbaru hasil rancangan pabrikan pesawat Sukhoi Rusia telah menjalani uji penerbangan pada Selasa, 17 Januari 2012.
Generasi Terbaru Su-35 Mulai Uji Terbang

Produsen pesawat Rusia, Sukhoi, mulai melakukan uji terbang pesawat tempur generasi terbaru Sukhoi Su-35 Flanker-E. Pesawat ketiga dari seri tersebut diterbangkan dari pangkalan udara milik Asosiasi Produksi Pesawat Komsomolsk-on-Amur di Rusia timur jauh, Selasa (17/1/2012).

Pesawat tempur itu terbang selama lebih dari dua jam untuk menguji sistem propulsi dan sistem kendali pesawat yang baru. Pesawat tempur multiperan dengan misi keunggulan udara ini dilengkapi generasi terbaru mesin turbofan Saturn 117S (AL-41-F1S) dengan kontrol pengarah daya dorong mesin (thrust vectoring control/TVC), yang membuat pesawat tersebut memiliki manuverabilitas tinggi.

Oleh pembuatnya, Su-35S disebut sebagai pesawat generasi 4++ yang menggunakan teknologi pesawat generasi kelima. Dalam laman resmi Sukhoi disebutkan, pesawat itu bisa melesat dengan kecepatan maksimum 1.400 km per jam (Mach 1,1) pada ketinggian rendah dan hingga 2.400 km per jam (mendekati Mach 2) pada batas tertinggi ketinggian operasional pesawat pada 18.000 meter.

Pesawat tersebut dilengkapi radar generasi terbaru yang mampu mendeteksi sasaran di udara dari jarak 400 kilometer dan mampu melacak serta menyerang beberapa sasaran sekaligus (melacak 30 sasaran sekaligus dan menyerang 8 sasaran secara simultan di udara, ditambah melacak empat sasaran dan menyerang dua sasaran di darat secara bersamaan) dari jarak 30 kilometer dengan perangkat OLS (optical locator station) di kokpit.

Su-35 adalah pengembangan tingkat lanjut dari pesawat Su-27 Flanker. TNI AU saat ini sudah mengoperasikan beberapa varian Su-27 dan Su-30, dan dikabarkan berminat membeli sedikitnya satu skuadron Su-35BM (versi ekspor dari Su-35S) di masa depan.

internasional.kompas.com

Senin, 16 Januari 2012

Pertempuran Laut Aru, aksi patriotisme yang selalu dikenang

KRI Macan Tutul 2
KRI Macan Tutul 2 PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Pertempuran Laut Aru, aksi patriotisme yang selalu dikenang. RI Matjan Tutul (650), RI Matjan Kumbang (653) dan RI Harimau (654). Perang Dwikora.
Pertempuran Laut Aru

Pertempuran Laut Aru adalah suatu pertempuran yang terjadi di Laut Aru, Maluku, pada tanggal 15 Januari 1962 antara Indonesia dan Belanda. Insiden ini terjadi sewaktu dua kapal jenis destroyer, pesawat jenis Neptune dan Frely milik Belanda menyerang RI Matjan Tutul (650), RI Matjan Kumbang (653) dan RI Harimau (654) milik Indonesia yang sedang berpatroli pada posisi 04,49° LS dan 135,02° BT. Komodor Yos Sudarso gugur pada pertempuran ini setelah menyerukan pesan terakhirnya yang terkenal, "Kobarkan semangat pertempuran".

Armada Indonesia di bawah pimpinan Yos Sudarso, yang saat itu berada di KRI Macan Tutul, berhasil melakukan manuver untuk mengalihkan perhatian musuh sehingga hanya memusatkan penyerangan ke KRI Macan Tutul. KRI Macan Tutul tenggelam beserta awaknya, tapi kedua kapal lainnya berhasil selamat.

Hari H untuk pelaksanaan operasi penyusupan adalah Senin, 15 Januari 1962. Pada H minus tiga (-3), semua kapal ALRI telah merapat di rendezvous point di sebuah pulau di Kepulauan Aru. Pasukan yang sudah diturunkan dari Hercules AURI juga sudah diangkut kapal dari Letfuan menuju pulau tersebut. Pada hari pertama di titik itu, pesawat-pesawat Belanda sudah datang mengintai. Hal yang sama terjadi pada H -2 dan H -1.

Hari H pukul 17.00 waktu setempat, tiga kapal mulai bergerak. KRI Harimau berada di depan, membawa antara lain Kol. Sudomo, Kol. Mursyid, dan Kapten Tondomulyo. Di belakangnya adalah KRI Macan Tutul yang dinaiki Komodor Yos Sudarso. Sedangkan di belakang adalah KRI Macan Kumbang.

Menjelang pukul 21.00, Kol. Mursyid melihat radar blips pada lintasan depan yang akan dilewati iringan tiga kapal itu. Dua di sebelah kanan dan satu di kiri. Blips tersebut tidak bergerak, menandakan kapal-kapal sedang berhenti. Ketiga KRI kemudian melaju. Tiba-tiba terdengar dengung pesawat mendekat, lalu menjatuhkan flare yang tergantung pada parasut. Keadaan tiba-tiba menjadi terang-benderang, dalam waktu cukup lama. Tiga kapal Belanda yang berukuran lebih besar ternyata sudah menunggu kedatangan ketiga KRI.

Kapal Belanda melepaskan tembakan peringatan yang jatuh di samping KRI Harimau. Kol. Sudomo memerintahkan untuk balas menembak namun tidak mengenai sasaran. Komodor Yos Sudarso memerintahkan ketiga KRI untuk kembali. Ketiga kapal pun serentak membelok 180°. Naas, KRI Macan Tutul macet dan terus membelok ke kanan. Kapal-kapal Belanda mengira manuver berputar itu untuk menyerang mereka. Sehingga mereka langsung menembaki kapal itu. Tembakan pertama meleset, namun tembakan kedua tepat mengenai KRI Macan Tutul. Menjelang tembakan telak menghantam kapal, Komodor Yos Sudarso meneriakkan perintah, "Kobarkan semangat pertempuran!"

AURI berada dalam kondisi ditekan karena misi yang gagal itu. Orang mengira, kekuatan AURI mampu melayang-layang selamanya di udara dan mengawasi setiap jengkal wilayah RI. Negara superpower seperti AS pun tidak akan bisa melakukannya di era itu, apalagi kita. Bagaimana pesawat terbang melaksanakan misi bantuan serangan udara tanpa ada koordinasi sebelumnya? Bahkan operasi itu sendiri tidak pernah dibicarakan dengan pimpinan AURI. Namun saat gagal, kesalahan ditimpakan ke pihak AURI. Untuk mengakhiri polemik, KSAU Suryadarma mengundurkan diri pada 19 Januari 1962.

wikipedia.org

3 kapal selam TNI untuk mengawal Kalimantan

KRI Nanggala
KRI Nanggala
| PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. 3 kapal selam TNI untuk mengawal Kalimantan.
KRI Nanggala PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. 3 kapal selam TNI untuk mengawal Kalimantan. Modernisasi Alutsista TNI. Rp.150 Triliun untuk memperkuat daya tempur militer Indonesia.
Tiga Kapal Selam Jaga Kalimantan

Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro menyatakan militer Indonesia dijamin makin kuat pada akhir masa kabinet Indonesia Bersatu II. Saat ini Kementerian Pertahanan mendapat alokasi anggaran yang kian besar yakni Rp150 triliun. Anggaran ini dialokasikan untuk kejahtraan prajurit dan pengadaan alat utama sistem persenjataan TNI (alutsista)

Purnomo mengakui pemerintah terlambat dalam melaksanakan modernisasi alutista serta perbaikan kesejahteraan prajurit. Awal era reformasi lalu, pemerintah saat itu masih memfokuskan pada sektor perekonomian pasca krisis moneter tahun 2007 silam. "Sekarang kita bisa memperbarui alutsista TNI karena sekarang ekonominya kuat, TNI pun makin kuat. Dulu saat kita reformasi kita tidak memperkuat alutsista karena ekonomi belum terlalu kuat sekarang sudah kuat ekonomi kita," tandasnya saat menyambut kepulangan rombongan gerakan pramuka Saka Bahari tingkat nasional dari perbatasan Sebatik di Balikpapan, Sabtu siang lalu (14/1).

Anggaran ratusan triliun itu selain untuk kesejahteraan prajurti TNI, juga dialokasikan untuk pembelian alutsista. Di antaranya untuk penambahan 6 pesawat tempur jenis Sukhoi dan sejumlah pesawat F-16 Fighting Falcon, kapal perang dan tiga kapal selam TNI AL. Pengadaan persenjataan baru tersebut untuk pengamanan kawasan alur laut kepulauan Indonesia (ALKI )II di area Balikpapan, Banjarmasin, Makassar dan Denpasar. "Untuk tiga kapal selam ini nantinya kita peruntukan bagi pengamanan jalur ALKI II ini," ujarnya.

Seluruh kekuatan ini, termasuk kapal selam, bertugas di wilayah Timur Indonesia, terutama menjaga alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) II, yaitu dari utara perbatasan dengan Malaysia dan Filipina, Selat Makassar, hingga kepulauan Nusa Tenggara di selatan. Untuk memperkuat itu,dari pengaman udara selain terdapat terdapat pesawat tempur F-16, TNI AU sudah memiliki 10 pesawat Sukhoi yang pengadaannya dimulai sejak zaman Presiden Megawati. Saat itu pemerintah hanya menargetkan memiliki satu skuadron mini atau berkekuatan 12 pesawat Sukhoi Su-27 dan Sukhoi Su-30. "Dari Makassar hanya perlu sekitar satu jam bagi Sukhoi dengan terbang normal untuk mencapai perbatasan dengan Malaysia di Sabah. Sementara Sukhoi mampu terbang hingga mach-2 atau dua kali kecepatan suara," katanya

Di bidang kesejahraan prajurit, lanjut Menhan sebagai upaya peningkatan profesionalisme prajurit TNI, sedikitnya ada enam hal terkait peningkatan kesejahtraan prajurit TNI. "Pertama alokasi remunerasi 40 persen dari gaji, uang aluk pauk, kenaikan berkala, gaji 13, santunan cacat prajurit dan bea siswa putra–putrinya," tambahnya.

Dengan adanya alutista yang modern, dan makin profesionalnya TNI seiring meningkatnya kesejahteraan prajurit, Purnomo memastikan TNI akan mampu menangkal gangguan negara lain baik di udara, laut maupun daratan.

sindikasi.inilah.com

Memperingati Hari Dharma Samudera untuk tumbuhkan jiwa patriotisme

KRI Macan Tutul
KRI Macan Tutul
| PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Memperingati Hari Dharma Samudera untuk tumbuhkan jiwa patriotisme.
KRI Macan Tutul PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Memperingati Hari Dharma Samudera untuk tumbuhkan jiwa patriotisme.
Peristiwa Laut Aru warisi keteladanan patriotisme

Kepala Staf TNI-AL, Laksamana TNI Soeparno, memimpin peringatan Hari Dharma Samudera di atas geladak KRI Makassar-590 di perairan alur pelayaran timur, Surabaya, Minggu. Peringatan itu untuk mengenang Peristiwa Laut Aru yang menenggelamkan KRI Matjan Tutul. Kegiatan yang diikuti jajaran petinggi dan prajurit TNI AL, serta ibu-ibu Jalasenastri, Muspida Jatim, dan veteran pejuang itu, ditandai dengan pelarungan karangan bunga dan tabur bunga ke laut.

Agenda yang digelar setiap 15 Januari itu, bertujuan mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang gugur dalam berbagai pertempuran di laut, seperti pertempuran di Selat Bali, Laut Sapudi dan Cirebon, Teluk Sibolga, dan pertempuran Laut Aru pada 15 Januari 1962.

Pertempuran Laut Aru merupakan puncak dari perjuangan dan patriotisme putra-putra bahari Indonesia dengan gugurnya Komodor Yos Soedarso dan tenggelamnya KRI Matjan Tutul. "Makna dari peringatan Hari Dharma Samudera adalah mewarisi dan meneladani jiwa patriotisme para pahlawan kita yang dengan penuh semangat berjuang demi bangsa dan negara," kata Soeparno.

Pada kesempatan itu, Laksamana Soeparno menyerahkan tali asih kepada sejumlah pelaku sejarah dan ahli waris keluarga pejuang pertempuran Laut Aru. Selain itu, juga diserahkan hadiah dan penghargaan kepada pemenang lomba karya tulis ilmiah untuk kalangan militer maupun umum.

Usai upacara Hari Dharma Samudera, KSAL melepas keberangkatan kapal latih KRI Dewaruci yang melakukan pelayaran keliling dunia selama 277 hari dengan melintasi empat benua. Sebelum pelepasan, Laksamana Soeparno menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mempromosikan program "Wonderful Indonesia" melalui KRI Dewaruci.

www.antaranews.com