Cari di Blog Ini

Sabtu, 16 Maret 2013

PT DI Serahkan 6 Unit Helikopter Bell-412 EP Pesanan TNI-AD

PT Dirgantara Indonesia telah menyerahkan 6 unit helikopter Bell-412 EP kepada TNI-AD pada Jumat 15 Maret 2013. Pengadaan 6 unit helikopter Bell-412 EP tersebut sesuai dengan surat kontrak jual-beli No. TRAK/145/PLN/III/2012/AD tanggal 6 Maret 2012 yang ditandatangani oleh Kementerian Pertahanan RI dengan PT Dirgantara Indonesia. Helikopter Bell-412 EP produksi PT Dirgantara tersebut merupakan jenis helikopter angkut kelas menengah serba guna dengan mesin ganda Pratt & Whitney PT6T-3D.
Helikopter Bell-412 EP Produksi PT Dirgantara Indonesia. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Helikopter Bell-412 EP Produksi PT Dirgantara Indonesia
TNI AD Terima Enam Unit Helikopter Angkut Bell-412 EP Produksi PT DI

Industri pertahanan dalam negeri kembali membuktikan telah memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan Alutsista TNI. Hal tersebut dibuktikan dengan diserahterimakannya 6 unit Helikopter Angkut tipe Bell-412 EP produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) kepada TNI AD. Proses serah terima ditandai dengan penandatanganan serah terima dan dokumen penyerahan enam unit helikopter angkut oleh Direktur Utama PT DI Budi Santoso kepada Kementerian Pertahanan dalam hal tersebut diwakili Kabarahanan Kemhan Laksamana Muda TNI Rachmad Lubis, Jum’at (15/3/2013) di Hanggar Rotary Wing KP II PT DI, Bandung. Acara serah terima dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan, Mabes TNI dan Mabes TNI AD. Selanjutnya dari Kemhan diserahterimakan kepada Mabes TNI yang diwakili Aslog Panglima TNI Mayjen TNI H. Hari Krisnowo, kemudian diserahkan kepada TNI AD yang diwakili Aslog Kasad Mayjen TNI P. Prastyanto, S.I.P., S.E., dan terakhir diserahkan kepada Danppuspenerbad Brigadir Jenderal Mochammad Afifudiing selaku pengguna enam unit helikopter.

Penyerahan enam unit Helikopter Angkut type Bell-412 EP didasarkan pada Kontrak Jual Beli enam unit Helikopter Angkut No. TRAK/145/PLN/III/2012/AD tanggal 6 Maret 2012, antara Kementerian Pertahanan RI dengan PT Dirgantara Indonesia (Persero) dengan sumber dana dari Fasilitas Kredit Ekspor TA 2009.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang tidak sempat hadir dalam acara tersebut dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kabaranahan Kemhan mengatakan, dengan telah diserahkannya enam unit Helikopter Angkut Bell-412 EP dari PT DI kepada TNI AD ini membuktikan bahwa kemampuan industri pertahanan dalam negeri khususnya PT DI ikut berperan memenuhi kebutuhan Alutsista TNI AD. Pengadaan helikopter ini juga merupakan kepercayaan dari pemerintah terhadap kemampuan PT DI dan merupakan bukti nyata komitmen pemerintah terhadap penggunaan produksi industri pertahanan dalam negeri.

Lebih lanjut Menhan mengungkapkan keyakinannya bahwa PT DI akan berupaya secara maksimal dengan komitmen yang tinggi untuk memproduksi kebutuhan Alutsista TNI AD sesuai rencana dan program yang telah ditetapkan. "Ke depan dalam rangka mendukung kemandirian produksi alutsista dalam negeri, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan, tetap concern dan terus melakukan berbagai terobosan, termasuk melakukan penyiapan perangkat lunak peraturan perundang-undangan dalam mendukung pengembangan industri dalam negeri dalam rangka meminimalkan ketergantungan pengadaan Alutsista dari luar negeri," ungkap Menhan.

Mengakhiri sambutannya, Menhan menyampaikan ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Direksi dan jajaran PT DI atas penyerahan 6 unit helikopter serbu Bell-412 EP kepada TNI AD. Menhan berharap PT DI terus dapat memacu diri meningkatkan profesionalisme, sehingga pada masa yang akan datang PT DI dapat tumbuh menjadi industri kebanggaan bangsa yang mandiri dan mampu bersaing dengan industri pertahanan. Sedangkan kepada TNI AD, Menhan menyampaikan ucapkan selamat atas penambahan kekuatan Alutsista dengan berharap agar Alutsista tersebut dapat dioperasikan dan dipelihara dengan baik, sehingga mampu mendukung kegiatan satuan, khususnya kebutuhan operasi secara optimal.

Sementara itu, Dirut PT DI Direktur Utama PT DI, Budi Santoso berharap dengan penyerahan enam helikopter ini akan membawa pengaruh besar bagi kemampuan TNI, khususnya TNI AD dalam menghadapi tugas-tugasnya yang semakin berat. Lebih lanjut dikatakan sejauh ini PT DI menyadari bahwa kebutuhan Alutsista bagi TNI akan terus meningkat. Hal ini tentu sejalan dengan tantangan yang semakin beragam sehingga upaya antisipasi harus terus dioptimalkan. PT DI, sebagai salah satu penyedia produk Alutsista, tentunya harus terus berupaya untuk dapat memenuhi tuntutan yang diminta. Menurutnya, TNI AD selama ini merupakan pengguna terbesar helikopter-helikopter produksi PT DI, dan di masa yang akan datang, dan PT DI mengharapkan TNI AD akan tetap mempercayakan dan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan helikopternya pada PT DI.

Helikopter type Bell-412 EP adalah merupakan helikopter serbaguna yang ditenagai oleh sepasang engine, Pratt & Whitney PT6T-3D, dengan 4 bilah rotor utama dan 2 bilah rotor ekor. Helikopter ini termasuk kelas menengah dan diawaki oleh 2 orang pilot dan ko-pilot serta mampu mengangkut 13 penumpang.

dmc.kemhan.go.id

Kapal Perang TNI-AL KRI Diponegoro (365) Diberangkatkan Ke Lebanon

Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, melepas keberangkatan KRI Diponegoro (365) untuk berlayar ke Lebanon guna. Kapal perang TNI-AL yang dilepas di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok Jakarta Utara tersebut selanjutnya akan bertugas sebagai Satuan Tugas Maritime Task Force TNI Kontingen Garuda XXVIII-E/UNIFIL di Lebanon. Upacara pemberangkatan KRI Diponegoro (365) dilaksanakan pada Senin 11 Maret 2013 lalu.
KRI Diponegoro (365), Kapal Perang TNI-AL. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Diponegoro (365), Kapal Perang TNI-AL
Panglima TNI Lepas KRI Diponegoro (365) Ke Lebanon

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono melepas KRI Diponegoro (365) menuju Lebanon sebagai Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-E/United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL). Pelepasan KRI itu dilaksanakan melalui upacara militer di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok Jakarta Utara, Senin, sebagai inspektur upacara Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.

Satgas MTF TNI Konga XXVIII-E/UNIFIL ini diperkuat oleh 100 prajurit TNI AL, dipimpin oleh Letkol Laut (P) Hersan, lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 40 (tahun 1994). "Ini merupakan Satgas kelima yang pernah ditugaskan TNI ke Lebanon setelah sebelumnya menugaskan KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Sultan Iskandar Muda-367, KRI Frans Kaisepo-368 dan KRI Diponegoro (365) dalam misi yang sama. KRI Diponegoro (365) akan bertugas selama enam bulan di Lebanon terhitung sejak Maret 2013 sampai dengan September 2013," kata Panglima TNI.

Ia mengatakan, opini dan harapan publik domestik maupun internasional terhadap determinasi kebijakan politik luar negeri Indonesia menjadi elemen yang sangat penting dalam memformulasikan penyelenggaraan hubungan internasional serta pelaksanaan politik luar negeri yang bermartabat dan berkeadilan. "Para prajurit yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Konga XXVIII-E/UNIFIL, merupakan salah satu determinan atau salah satu faktor penentu, sekaligus pelaku keberhasilan diplomasi Indonesia dalam rangka meningkatkan kepercayaan dunia, mengangkat citra, serta kredibilitas bangsa dan negara di forum internasional," katanya.

Hal itu, lanjut Panglima TNI, harus dipahami oleh seluruh prajurit, khususnya oleh Komandan Satgas dan Staf, bahwa penugasan misi perdamaian dunia bukan tugas biasa, melainkan tugas multi kompleks, yang lebih ditujukan kepada upaya memelihara perdamaian dari pada konflik, melibatkan berbagai aktor yang sangat luas dalam rangka mengakhiri kekerasan fisik, struktural dan kultural. "Serta menciptakan kondisi tanpa perang atau konflik fisik. Dari kompleksitas inilah, keberhasilan tugas misi perdamaian dunia diuji dan diukur, karena keberhasilan misi perdamaian yang akan dilaksanakan tersebut akan turut mempengaruhi kredibilitas Indonesia di mata dunia internasional," ucap Agus.

Operasionalisasi Satgas Maritim UNIFIL memiliki dua Misi Pokok, yakni melaksanakan Maritime Interdiction Operation (MIO) untuk membantu Angkatan Bersenjata Lebanon dalam mencegah masuknya pasokan senjata dan materiil ilegal lainnya ke Lebanon, sesuai Resolusi PBB Nomor 1701. Selain itu, membantu Angkatan Laut Lebanon dalam meningkatkan kemampuan pelaksanaan tugas penegakkan kedaulatan negara di wilayah perairannya. Panglima TNI berharap para prajurit dapat melaksanakan tugas dengan semangat, dedikasi dan loyalitas, serta gunakan capaian keberhasilan pelaksanaan tugas Konga MTF TNI sebelumnya sebagai motivasi dalam mencapai keberhasilan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-E/UNIFIL, guna lebih memperbesar kontribusi Indonesia pada misi perdamaian. "Tanamkan di dalam dada, bahwa kalian mampu mencapai kesejajaran prestasi terhadap kontingen dari Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Yunani dan Turki, yang juga tergabung dalam United Nation Maritime Task Force On Lebanon," katanya.

Para prajurit diharapkan mengikuti setiap perkembangan situasi daerah operasi dan situasi kawasan Timur Tengah secara umum, karena perubahan situasi perairan Lebanon dan kawasan Timur Tengah bergerak sangat cepat dan sangat berpengaruh pada pelaksanaan tugas para prajurit.

KRI Diponegoro (365) merupakan salah satu kapal terbaru yang dimiliki TNI AL, berjenis korvet kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) buatan Belanda. Di jajaran Alutsista TNI AL, KRI Diponegoro (365) masuk dalam Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkorarmatim). Kapal itu memiliki berat 1.700 ton, panjang 90,71 meter lebar 13,2 meter dan memiliki kecepatan 28 knots dengan tenaga penggerak Diesel STC MAN. Kapal tersebut juga dilengkapi senjata Main Gun 76 mm Rudal Self Defence Tetral, Rudal anti Kapal Excocet MM 40 blok 2, torpedo 3 A 244S Mode II/MU dan satu Helikopter jenis Bolcow BO-105.

www.kemhan.go.id

Konflik Kesultanan Sulu Vs Malaysia Masih Berlanjut, KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) Perketat Patroli Perbatasan Laut Indonesia-Malaysia

Kapal perang TNI-AL, KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355), makin meningkatkan patroli dikawasan perbatasan laut antara Indonesia dan Malaysia untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sehubungan konflik yang terjadi antara pasukan Kesultanan Sulu Filipina dan Malaysia. Selain kapal perang dari jenis fregat tersebut, TNI-AL juga mensiagakan lima kapal perang lainnya untuk mengawasi perbatasan laut antara Indonesia dan Malaysia.
KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355)
KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) Tingkatkan Patroli Perbatasan

KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, mendapatkan perintah untuk meningkatkan patroli di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Malaysia menyusul terjadinya konflik di Sabah, Malaysia. Komandan KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) Letkol Laut Kemas Muhammad Ikwan di Nunukan, Rabu, menjelaskan keberadaan kapal tersebut merupakan penugasan rutin menjaga keamanan laut di wilayah perbatasan bersama dengan lima KRI lainnya. "Kami berada di sini, sebagaimana tugas rutin TNI AL menjaga perairan perbatasan," ujarnya.

Ia menambahkan, berkaitan dengan dinamika yang terjadi di Sabah antara pasukan Kesultanan Sulu Filipina dengan pemerintah Malaysia maka patroli kali ini lebih ditingkatkan. Selama menggelar patroli rutin di perairan perbatasan di Kabupaten Nunukan, Kemas mengakui belum menemukan hal-hal yang dapat mengganggu keamanan Indonesia sebagai dampak dari konflik Sabah tersebut. "Sejak terjadi dinamika di Sabah kami mendapatkan perintah dari atasan agar patroli lebih ditingkatkan. Namun selama kejadian di negara tetangga tersebut belum menemukan hal-hal yang sangat berarti sebagi dampak dari konflik di negara tetangga," kata Kemas di KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355), salah satu kapal perang yang disiagakan di wilayah perbatasan dengan Malaysia tersebut.

Walaupun demikian, dia mengatakan tetap waspada dan mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan yang mungkin saja bisa terjadi misalnya eksodus TKI dari Sabah. Kemas menambahkan, KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) hampir dua bulan menggelar patroli rutin di laut termasuk di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Malaysia di perairan Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Sabah Malaysia tersebut. Menurutnya, selain KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) terdapat lima kapal perang lainnya yang siaga di sekitar wilayah perairan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan. "Jadi, terdapat enam kapal (perang) yang disiagakan saat ini yang semuanya berada di sekitar wilayah perairan Kabupaten Nunukan. Tapi tidak ditempatkan pada satu titik," ungkapnya.

Selama patroli tersebut, lanjut Kemas, KRI yang dilengkapi dengan persenjataan canggih buatan China ini mobile melakukan deteksi terhadap segala kemungkinan yang mengganggu keamanan di perairan khususnya di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Ambang Batas Laut (Ambalat) Kabupaten Nunukan. Meskipun tidak ada kejadian serius yang dianggap dapat mengganggu keamanan wilayah perbatasan di laut, namun Kemas mengakui bahwa seringkali menemukan kapal yang berusaha merapat ke zona terlarang di wilayah perbatasan. "Memang selama menggelar patroli seringkali menemukan adanya hal-hal yang mencurigakan di wilayah perbatasan laut kita dengan Malaysia tetapi tidak menjurus pada indikasi pelanggaran hukum. Jadi kita sempat memeriksa semuanya," ujarnya.

KRI tersebut merupakan jenis pengawal komvoi kapal perang yang didesain untuk mengantisipasi ancaman pada tiga dimensi, kata Kemas lagi. "KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) ini didesain khusus untuk mengantisipasi ancaman tiga dimensi dengan menggunakan peralatan perpaduan teknologi dan kejelian operator," katanya.

www.antarakaltim.com

Sabtu, 09 Maret 2013

1.560 Prajurit TNI Disiagakan Di Perbatasan Kalimantan Untuk Antisipasi Konflik Malaysia Vs Kesultanan Sulu Filipina

Sejumlah 1.560 orang prajurit TNI dari Kodam VI/Mulawarman ditempatkan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan guna mengantisipasi penyusupan dari luar akibat konflik antara militer Malaysia dan pengikut Kesultanan Sulu Filipina. Konflik bersenjata antara Malaysia vs Kesultanan Sulu Filipina ini masih berlangsung di kawasan negeri Sabah, negara bagian Malaysia di Pulau Kalimantan.
Kodam VI/Mulawarman. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Kodam VI/Mulawarman
Kodam VI/Mulawarman siagakan ribuan personel di perbatasan

Sebanyak 1.560 prajurit TNI dari Kodam VI/Mulawarman ditempatkan di pos-pos wilayah perbatasan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya pihak-pihak luar terkait terkait konflik antara Malaysia dengan pasukan Kerajaan Sulu Filipina. Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam VI) Mulawarman, Mayjen TNI Dicky Wainal Usman SIP MSi di Sangatta, Jumat, mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi dengan menempatkan pasukan di pos-pos perbatasan lengkap dengan berpakaian siap tempur. "Itu saya proyeksikan dan pasukan cadangan sudah saya siapkan di wilayah perbatasan sebanyak dua Batalion, untuk mengantisipasi kemungkinan masuk ke wilayah Indonesia," katanya.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman SIP MSi dalam jumpa pers di Sangatta, mengungkapkan di sana pasukan TNI sebanyak 560 orang itu ditempatkan di perbatasan dan yang siaga 2 Batalion atau sekitar 1.000 orang, jadi seluruhnya 1.560 personel. Menurut Panglima, situasi dan kondisi saat ini di wilayah perbatasan masih aman dan tidak ada tanda-tanda mereka mau masuk ke wilayah Indonesia. Panglima menegaskan Indonesia khususnya TNI, tidak ingin melibatkan diri di Sabah, Malaysia. "Kita menghargai mereka untuk menyelesaikannya, itu urusan mereka Malaysia dengan Kerajaan Sulu Filipina," tegas Mayjen TNI Dicky W Usman.

Dikatakannya, sejauh ini Mabes TNI belum mengirimkan tambahan pasukan untuk membantu pengamanan di wilayah perbatasan, dan saat ini dinilai tidak perlu ada tambahan. Pasukan TNI Kodam VI/Mulawarman siap siaga penuh menjaga dan mengamankan kedaulatan negara khususnya diwilayah perbatasan. "Saya kira belum diperlukan bantuan dari Mabes TNI, karena saya yang ditugaskan tetap menjaga wilayah. Karena kita yakin dengan kompartemen strategis Kodam VI/Mulawarman yang menggelar kekuatannya akan cukup," tegasnya.

Kehadiran Panglima Mayjen TNI Dicky Wainal Usman SIP MSi di Kutai Timur dalam rangka Kunjungan Kerja ke tiga daerah, yakni Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur serta Kabupaten Berau.

www.antaranews.com

Penambahan Alutsista Untuk Kodam Bukit Barisan

Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan telah menerima tambahan sejumlah alutsista. Paket alutsista yang diterima oleh Kodam Bukit Barisan tersebut adalah 4 unit kendaraan tempur APS Anoa-2, 1 unit kendaraan penarik truk, 6 unit kendaraan penarik meriam, 1 unit kendaraan ambulans, dan kendaraan pendukung. Dalam waktu mendatang Kodam Bukit Barisan juga akan diperkuat dengan sejumlah peluru kendali (rudal) yang akan dioperasikan oleh Batalyon Arhanudse 11 dan Batalyon Arhanudse 13.
APS Anoa-2. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
APS Anoa-2
Kodam Bukit Barisan terima tambahan empat panser

Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan menerima empat kendaraan tempur tambahan berupa panser Angkut Personel Sedang Anoa-2 untuk memperkuat alat utama sistem senjata (Alutsista). Empat panser yang dibawa dari Jakarta dengan menggunakan kapal TNI-AD XLIV melalui Pelabuhan Belawan tersebut tiba di Makodam I/Bukit Barisan di Medan, Jumat (8/3/2013) sore. Selain empat panser, Kodam I/Bukit Barisan juga menerima bantuan alutsista lain berupa satu kendaraan penarik truk, enam kendaraan penarik meriam, satu ambulans, dan kendaraan pendukung.

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk F Paulus mengatakan sejumlah alutsista yang diterima tersebut akan dipergunakan untuk tugas operasi militer perang dan operasi militer nonperang. "Kesiapan tersebut sangat dibutuhkan agar Kodam I Bukit Barisan memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai kemungkinan, terutama serangan dan invasi dari negara asing," kata Pangdam.

Kemungkinan adanya serangan dan invasi selalu terbuka karena geografis Sumatera Utara yang sangat strategis dan berada di pinggiran Selat Malaka. Keberadaan berbagai alutsista tambahan tersebut juga untuk memperkuat fungsi operasi militer nonperang guna melindungi bangsa dan tumpah darah Indonesia. Menurut Pangdam, dalam rencana strategis selanjutnya telah dianggarkan sejumlah peluru kendali (Rudal) yang akan dimanfaatkan Batalyon Arhanudse 11 dan Batalyon Arhanudse 13. Mabes TNI AD juga berencana mengalokasikan satu helikopter untuk Kodam I/Bukit Barisan. "Ini sangat membantu tugas-tugas kami, untuk memelihara ketertiban dan keamanan wilayah Sumut," katanya.

Kapolda Sumut Irjen Polisi Wisjnu Amat Sastro yang ikut menyaksikan kedatangan alutsista itu menyatakan menyambut baik kedatangan sejumlah peralatan yang mendukung fungsi Kodam I/Bukit Barisan. Pihaknya berharap Kodam I/Bukit Barisan mendapatkan alutsista lebih banyak lagi sehingga semakin dapat menjalankan fungsi sebagai institusi pertahanan negara.

www.antaranews.com

2 Jet Tempur Sukhoi Su-30MK2 Terbaru TNI-AU Sukses Uji Terbang

2 unit jet tempur Sukhoi Su-30MK2 terbaru milik TNI-AU telah berhasil melakukan uji penerbangan di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar. Dalam uji penerbangan tersebut, kedua jet tempur Sukhoi Su-30MK2 itu masing-masing dikendarai oleh dua orang pilot dari Rusia, Alexander Demchenko dan Pavel. Uni penerbangan 2 unit pesawat jet tempur terbaru milik TNI-AU itu disaksikan oleh beberapa pejabat tinggi di lingkungan TNI-AU.
Sukhoi Su-30MK2. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Sukhoi Su-30MK2
Test Flight 2 Pesawat Tempur Sukhoi Sukses

Uji penerbangan dua jet tempur Sukhoi Su-30MK2 TX-3002 dan TX-3001 yang dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan oleh Pilot Mr.Alexander Demchenko dan Pavel dari Rusia berjalan lancar dan sukses. Pesawat tempur canggih yang tiba beberapa hari lalu di Lanud Sultan Hasanuddin tersebut (baca: 2 Unit Jet Tempur Sukhoi SU-30 MK2 Tiba Di Makassar) sebelumnya menjalani perakitan selama satu minggu di Skadron Teknik 044 oleh Tim Teknisi dari Rusia yang dibantu Teknisi dari Skadron Teknik 044 Lanud Sultan Hasanuddin.

Sebelum pelaksanaan test flight Selasa (5/3/2013) lalu, dua pesawat tempur Sukhoi SU-MK2 yang diparkir di Shelter Skadron Udara 11 Wing 5 yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diawali dengan briefing penerbangan dipimpin oleh Kepala Dinas Operasi Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pnb Widyargo Ikoputra, S.E, Pilot Test Flight dari Rusia Mr. Alexander Demchenko, Komandan Skadron Udara 11, Petugas PLLU dan Meteo Lanud Sultan Hasanuddin serta Petugas dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Test Flight dua pesawat tempur Sukhoi Su-30MK2 yang memperkuat Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin dilaksanakan di area udara Makassar dan sekitarnya, yang disaksikan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Barhim dan beberapa Pejabat dari Mabes TNI Angkatan Udara, Koopsau II serta Lanud Sultan Hasanuddin.

www.jpnn.com

Rabu, 06 Maret 2013

Mil Mi-17 Hip, Helikopter Angkut Militer Kelas Menengah Buatan Rusia

Helikopter militer Mil Mi-17 Hip (juga dikenal sebagai seri Mi-8M dalam kedinasan militer Rusia) adalah helikopter angkut kelas menengah rancangan Rusia. Saat ini helikopter Mil Mi-17 diproduksi di dua pabrik, yaitu di Kazan dan Ulan-Ude. Helikopter ini adalah pengembangan dari Mil Mi-8 yang menjadi andalan Pakta Warsawa semasa Perang Dingin. Indonesia juga mempunyai beberapa Mil Mi-17 yang dioperasikan oleh TNI-AD.

Mil Mi-17 Hip (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Mil Mi-17 Hip (Gambar 1).

Mil Mi-17 Hip (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

Mil Mi-17 Hip (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

Mil Mi-17 Hip (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

Mil Mi-17 Hip (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
Dikembangkan dari rangka dasar Mi-8, Mi-17 dipasangi dengan mesin TV3-117MT yang lebih besar, rotor, dan transmisi yang dikembangkan untuk Mi-14, bersama dengan pengembangan badan pesawat untuk muatan lebih berat. Pilihan mesin untuk kondisi "panas dan tinggi" adalah mesin Isotov TV3-117VM berdaya 1545kW (2070 shp). Ekspor baru-baru ini ke China dan Venezuela untuk penggunaan di pegunungan tinggi dilengkapi dengan mesin baru versi VK-2500 dan kontrol FADEC.

Penamaan Mi-17 adalah untuk versi ekspor; Angkatan Bersenjata Rusia menyebut helikopter ini dengan nama Mi-8MT.

Produsen : Kazan Helicopter Plant (Russia)
Type : Helikopter militer serba guna
Penerbangan perdana : 1970
Publikasi perdana : 1970

Spesifikasi Helikopter Mil Mi-17 Hip

Karakteristik Umum :
  • Crew: 3; 2 orang pilot dan 1 orang teknisi
  • Kapasitas angkut: 4.000 kg kargo internal atau 5.000 kg kargo eksternal
  • Panjang: 18.465 m
  • Diameter Rotor: 21.25 m
  • Tinggi: 4.76 m
  • Luas Disc area: 356 m²
  • Berat kosong: 7.489 kg
  • Berat angkut: 11.100 kg
  • Berat maksimum lepas landas: 13.000 kg
  • Mesin penggerak utama: 2 Unit Klimov TV3-117VM turboshafts, masing-masing 1.633 kW (2.190 shp)
Kinerja :
  • Kecepatan maksimum: 250 km/h (135 knots, 155 mph)
  • Jarak jangkau: 465 km (251 nmi, 289 mi)
  • Service ceiling: 6.000 m
  • Kecepatan panjat: 8 m/detik
Persenjataan :
  • Daya angkut 1.500 kg persenjataan termasuk bom, roket, dan misil pada 6 cantelan persenjataan eksternal.
Wikipedia.org

Video helikopter Mil Mi-17 Hip :
Video manuver terbang helikopter militer Mil Mi-17 Hip.

Jumat, 01 Maret 2013

AU Amerika Serikat Deal Beli 20 Pesawat Tempur Super Tucano

AU Amerika Serikat sepakat untuk membeli pesawat tempur EMB-314 Super Tucano buatan pabrikan pesawat Embraer, Brazil. Kesepakatan pengadaan pesawat tempur EMB-314 Super Tucano untuk Angkatan Udara AS ini ditandai dengan keberhasilan Embraer memenangkan tender pengadaan pesawat tempur anti gerilya yang dibuka oleh pihak Angkatan Udara Amerika Serikat.
EMB-314 Super Tucano. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
EMB-314 Super Tucano
Brazil Menangi Kontrak Pesawat Antigerilya AU AS

Produsen pesawat Brazil, Embraer SA berhasil memenangi kontrak pengadaan 20 pesawat serang ringan untuk operasi antigerilya di Afghanistan. Kontrak dari AU AS itu sangat sensitif dari segi politis karena menghadapkan perusahaan asing yaitu Embraer dengan perusahaan AS, Hawker Beechcraft, untuk mendapatkan kontrak bernilai US$428 juta atau Rp 4,13 triliun.

Pimpinan unit usaha pertahanan Embraer, Carlos Aguiar, menyatakan kegembiraannya dengan sukses pemenangan kontrak ini karena menjadi “bukti pengakuan atas kualitas” dari “negara dengan anggaran belanja pertahanan terbesar” yaitu AS. Dia berharap sukses ini bisa memicu lebih banyak minat dan pembelian dari para klien potensial di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Pesawat Embraer yang memenangi kontrak itu adalah Super Tucano, pesawat serang ringan turboprop alias berbaling-baling yang juga dibeli TNI AU. TNI AU total membeli 16 buah pesawat ini, dan saat ini sudah datang empat buah. "Kami tahu negara-negara lain menunggu hasil lelang kontrak ini. Dengan AS sendiri, di mana kami sudah tunjukkan bisa memenuhi segala persyaratan kontrak, pembelian ini bisa bertambah dan akan ada kebutuhan lain yang siap kami penuhi," kata Aguiar.

Jalannya lelang kontrak pengadaan pesawat serang ringan ini sempat terganjal tahun lalu saat pemerintah AS membatalkan kontrak yang sebenarnya juga sudah dimenangi Embraer pada Desember 2011. Kontrak dibatalkan karena pihak Hawker menggugat proses kontrak ke pengadilan. Masalah kontrak ini sempat juga merembet masuk ke dalam kampanye presiden AS.

Segera setelah Embraer dinyatakan memenangi kontrak, Rabu (27/2/2013) lalu waktu AS, Wakil Menteri Pertahanan AS Ashton Carter menelepon Menteri Pertahanan Brazil Celso Amorim untuk mengucapkan selamat. Amorim menyatakan ini adalah kemenangan besar bagi industri Brazil yang akan membuka kesempatan baru bisnis bagi Embraer.

www.solopos.com

Program Jet Tempur Indonesia-Korea Selatan (F-33) Ditunda 1,5 Tahun

Program pengembangan jet tempur kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan dinyatakan ditunda selama 1,5 tahun. Penundaan program pembuatan jet tempur IFX/KFX atau yang juga disebut F-33 tersebut diputuskan oleh pihak Korea Selatan karena negara tersebut sedang dalam masa transisi kekuasaan karena aka nada pemilihan presiden yang baru. Penundaan proyek KFX/IFX selama 1,5 tahun ini berlaku efektif mulai Januari 2013.
Jet tempur IFX/KFX (F-33). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet tempur IFX/KFX (F-33)
RI-Korea Tunda Kerjasama Industri Pesawat Tempur Canggih di Atas F-16

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menunda kerjasama industri pesawat tempur bersama Indonesia yang diberi nama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX). Alasannya pemerintah Korsel masih dalam tahap transisi kekuasaan terkait pergantian presiden baru Korsel. "Ditunda setahun setengah karena ada perubahan pemimpin Korea yang baru dilantik kemarin kan presidennya, jadi dia Ingin meyakinkan pemerintah supaya lebih ada data, dasarnya menghadapi parlemen," kata Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Pos Hutabarat di acara Seminar Pembangunan Industri Pertahanan Yang Terintegrasi Melalui Penguasaan Teknologi, Guna Kemandirian Bangsa di Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (28/2/2013).

Pos menuturkan penundaan kerjasama ini terhitung mulai Januari 2013 hingga satu tahun setengah. Sehingga pada Juni 2014 kerjasama ini bisa realisasi kembali. "Tapi realisasinya dalam hal engineering ya," katanya.

Ia menjelaskan dalam proyek ini pemerintah Indonesia berkontribusi hanya 20% selebihnya oleh pemerintah dan BUMN strategis Korsel. Rencananya dari proyek ini akan diproduksi pesawat tempur KFX/IFX atau F-33 yang merupakan pesawat tempur generasi 4,5 masih di bawah generasi F-35 buata AS yang sudah mencapai generasi 5. Namun kemampuan KFX/IFX ini sudah di atas pesawat tempur F-16. Pesawat KFX/IFX akan dibuat 250 unit, dari jumlah itu Indonesia akan mendapat 50 unit di 2020. Harga satu pesawat tempur ini sekitar US$ 70-80 juta per unit. "Tapi kita yang ini mungkin bisa dapat US$ 50-60 juta, karena kita ikut membangun, dari APBN kita," katanya.

Sebelumnya PT Dirgantara Indonesia (PT DI) akan terlibat dalam pengembangan dan produksi pesawat jet tempur buatan Indonesia. Pesawat itu dikembangkan atas kerja sama Kementerian Pertahanan Korea Selatan dan Indonesia, pesawat tempur KFX/IFX.

Direktur Utama Dirgantara Indonesia Budi Santoso menuturkan, untuk mengembangan pesawat yang lebih canggih dari F-16 dan di bawah F-35 ini, PT DI telah mengirimkan sebanyak 30 orang tenaga insinyur ke Korsel untuk terlibat dalam pengembangan proyek pesawat tempur versi Indonesia dan Korsel.

www.analisadaily.com

Rabu, 27 Februari 2013

Pesawat Tempur Super Tucano TNI-AU Lakukan Pengeboman Perdana

4 unit pesawat tempur jenis EMB-314 Super Tucano melakukan telah latihan pengeboman yang pertama kali pada Selasa, 26 Februari 2013, di Air Weapon Ring (AWR) Pandan Wangi Lumajang Jawa Timur. Dalam latihan pengeboman tersebut, Super Tucano milik TNI-AU tersebut menggunakan bom jenis MK-82. Empat unit pesawat tempur Super Tucano yang telah memperkuat Skadron Udara 21 Wing 2 ini sekarang berpangkalan di Lanud Abd Saleh.
EMB-314 Super Tucano TNI-AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
EMB-314 Super Tucano TNI-AU
Pesawat Super Tucano TNI AU bombardir daerah Lumajang

Empat pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano telah memperkuat Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh sejak 17 September 2012 lalu. Pada Selasa, 26 Februari 2013, pesawat tempur antigerilya ini melakukan uji coba pengeboman perdana.

Bom yang digunakan jenis mk-82 Innert/praktis yang bertempat di Air Weapon Ring (AWR) Pandan Wangi Lumajang Jawa Timur. Latihan digelar mulai Senin 25 Februari hingga 4 Maret mendatang. "Uji coba tersebut dilakukan dalam rangka Latihan Air to Ground (udara ke darat) dan bertujuan untuk melatih kemampuan seorang pilot pesawat tempur dalam menghancurkan sasaran yang dituju," demikian keterangan pers dari Pentak Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Selasa (26/2).

Latihan ini rencananya akan dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan seluruh penerbang Pesawat Super Tucano. Untuk menjadi penerbang tempur yang handal dan profesional tidak hanya mampu menerbangkan pesawat saja, akan tetapi harus dapat menghancurkan sasaran. Ini syarat mutlak harus dikuasai oleh seorang fighter. Uji coba pengeboman dilakukan bersamaan dengan latihan Garuda Perkasa yang merupakan latihan rutin tahunan Lanud Abd Saleh. Kali ini diasumsikan AWR Pandan Wangi Lumajang sebagai daerah kedudukan musuh yang harus dihancurkan.

EMB 314 Super Tucano merupakan pesawat tempur buatan Brazil. Pesawat ini digunakan untuk memberikan bantuan tembakan udara ke darat. Pesawat ini cocok digunakan untuk memburu sasaran di wilayah Indonesia yang diselimuti hutan dan pegunungan. Super Tucano menggantikan OV-10 Bronco yang setia bertugas di TNI AU sejak era perang Timor Timur tahun 1970an.

www.merdeka.com

Selasa, 26 Februari 2013

TNI Kaji Helikopter UH-60 Black Hawk Sebagai Alternatif AH-64 Apache

Terkait harga helikopter tempur AH-64 Apache yang menjadi lebih mahal dari sebelumnya, TNI melirik helikopter serbu Sikorsky UH-60 Black Hawk sebagai alternatif untuk rencana pembelian Apache. Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan dana sebesar US$ 400 juta untuk pembelian helikopter serang. Menurut beberapa pihak, biaya sebesar itu jika digunakan untuk membeli AH-64 Apache hanya akan mendapatkan 8 unit. Sedangkan jika digunakan untuk membeli Sikorsky UH-60 Black Hawk akan mendapatkan 20 unit.
Sikorsky UH-60 Black Hawk. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Sikorsky UH-60 Black Hawk
TNI AD pilih beli Black Hawk daripada Apache

TNI Angkatan Darat memilih untuk membeli helikopter serbu jenis Black Hawk ketimbang Apache dari Amerika Serikat lantaran persoalan selisih harga. Black Hawk adalah salah satu helikopter andalan pasukan elite AS. "Kami masih mengkaji terus. Black Hawk menjadi pilihan bagus," kata KSAD usai penandatanganan MoU (nota kesepahaman bersama) antara Mabes TNI AD, PT. Pertamina Persero dan PT. BRI Persero Tbk, di Mabes TNI AD, Jakarta, Senin.

Menurut dia bahwa pada awal kunjungan ke pabrik helikopter di Amerika Serikat, harga Apache sebenarnya masih standar. Pramono tidak menyebut selisih harga yang jelas Pramono tampak kecewa ketika menjelang persetujuan pembelian harganya meningkat. "Pas datang harga sesuai, pasti deal harga naik. Siapa yang menaikkan? Saya tidak tahu," kata Pramono.

Terkait pengadaan tank tempur utama Leopard, Pramono mengatakan tinggal penyelesaian pembayaran. "Leopard pada tahap penyelesaian di Kementerian Pertahanan," ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan tengah mengkaji untuk membeli helikopter tempur Black Hawk dari Amerika Serikat guna menambah kekuatan alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI Angkatan Darat. "Pilihannya adalah kalau gak helikopter serbu Black Hawk, ya Helikopter serang Apache. Itu termasuk dalam alutsista tambahan yang kita ajukan untuk dapat melengkapi kekuatan TNI AD," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, di Jakarta, Jumat (15/2/2013).

Menurut dia bahwa pembelian Helikopter Apache sebenarnya sudah mendapatkan izin dari pemerintah Amerika Serikat. Hanya, Kemhan menginginkan jumlah yang banyak. "Kalau kita tidak bisa mendapatkan Apache yang cukup banyak, maka kita ingin Black Hawk. Terpenting helikopter tempur kita itu cukup banyak dan bisa untuk membangun kekuatan," jelas Purnomo.

Namun begitu, Kemhan belum bisa memutuskan akan memilih helikopter jenis apa. Saat ini Kemhan sedang menghitung dari dana yang sudah disediakan Kementerian Keuangan dan Bappenas. Ditargetkan, pembelian helikopter serang bisa terlaksana tahun ini. "Kita sedang mengejar waktu karena masa bakti kita kan tinggal tahun depan," jelasnya.

Menhan juga mengatakan bahwa Apache merupakan helikopter serang tercanggih saat ini, tapi TNI AD juga menyatakan tak masalah jika diganti dengan Black Hawk. Target TNI AD, lanjutnya, adalah membuat satu skuadron helikopter untuk membantu mengamankan wilayah.

Sementara itu, mantan Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan), Mayjen TNI Ediwan Prabowo menjelaskan, pemerintah mengalokasikan 400 juta dollar AS untuk pembelian helikopter serang. "Jika dibandingkan, uang sebesar itu mampu untuk membeli 8 unit Apache karena kisaran harganya mencapai 45 juta dollar AS per unit. Jika untuk membeli Black Hawk lebih banyak lagi, mencapai 20 unit," kata Ediwan seperti dikutip antara.

Perbedaan mendasar dari kedua helikopter itu, terang Ediwan, Apache merupakan helikopter serang yang bisa menghancurkan tank, kendaraan lapis baja, hingga bunker, sementara Black Hawk merupakan helikopter serbu yang memiliki kelebihan bisa mengangkut pasukan dan bisa dipersenjatai, meskipun kemampuan daya hancurnya tak sekuat Apache.

www.merdeka.com

Sabtu, 23 Februari 2013

2 Unit Jet Tempur Sukhoi SU-30 MK2 Tiba Di Makassar

Dua unit pesawat jet tempur Sukhoi SU-30 MK2 dari 6 unit yang dipesan oleh TNI-AU telah tiba di Pangkalan Udara TNI-AU Sultan Hasanuddin, Makassar. Pada hari Jumat 22 Februari 2013 malam. Kedua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 tersebut didatangkan dari Rusia ke Indonesia dengan diangkut pesawat jet kargo jenis Antonov AH-124-100. Kedua jet tempur itu masih belum dalam keadaan utuh. Tim teknisi Sukhoi yang merakitnya akan tinggal selama beberapa hari untuk menyelesaikan perakitannya di hangar Pangkalan Udara TNI-AU Sultan Hasanuddin, Makassar.
Jet Tempur Sukhoi SU-30 MK2 TNI-AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur Sukhoi SU-30 MK2 TNI-AU
2 Pesawat Tempur Sukhoi Mendarat di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar

Dua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 anyar buatan Rusia tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, pukul 22.15 Wita, jumat malam (22/2/2013). Kedua pesawat tempur dari 6 pesawat yang dipesan pemerintah Indonesia ini diangkut dalam kondisi belum utuh.

Pesawat-pesawat itu diangkut dengan menggunakan peti khusus, dengan menggunakan pesawat kargo berukuran jumbo, Antonov AH-124-100 dengan kode penerbangan VDA 6132 dengan dipiloti Gorbunov Vladimir beserta 17 crew asal Rusia. Seluruh komponen Sukhoi tersebut nantinya akan dirakit oleh tim teknisi Sukhoi asal Rusia yang tinggal sementara di Lanud Sultan Hasanuddin.

Kepala Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin Mayor Muliadi yang ditemui detikcom di Galaktika Lanud, menyebutkan pesawat Antonov AN-124-100 take-off dari bandara Dzemgi, Rusia, sejak rabu (21/2), pukul 00.30 UTC dengan rute penerbangan Bandara Dzemgi Rusia-Bandara Ninoy Aq Manila-Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. "Sesuai dengan kontrak antara pemerintah Indonesia dan pihak Sukhoi, yang memesan 6 unit pesawat jet tempur, untuk ditempatkan di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, dua jet tempur Sukhoi tiba malam ini dan pada Juli 2013 mendatang keempat unitnya lagi akan tiba di Lanud Sultan Hasanuddin," ujar Muliadi.

Muliadi menambahkan, saat ini kekuatan Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai homebase pesawat tempur Su-27 SKM dan Su-30 MK2 buatan industri pesawat terbang Rusia, KNAPO (Konsomolsk-na Amure Aircraft Production Associattion), berjumlah 10 unit pesawat tempur yang datang secara bertahap sejak tahun 2003 di Lanud Iswahyudi, Madiun dan selanjutnya di Lanud Sultan Hasanuddin sejak tahun 2009 dan 2010. "Dengan kedatangan dua unit Sukhoi malam ini maka kekuatan Skadron Udara 11 Wing 5 Sultan Hasanuddin saat ini menjadi 12 unit pesawat tempur yang akan menjaga pertahanan udara di Indonesia bagian timur," pungkas Muliadi.

news.detik.com

Rabu, 20 Februari 2013

Pilot Jet Tempur Lanud Iswahjudi Berlatih Terbang Malam

Para pilot jet tempur Pangkalan Udara TNI-AU Iswahjudi menggelar latihan terbang malam selama dua minggu. Pesawat jet tempur yang digunakan untuk latihan terbang malam kali ini adalah dari jenis F-16/Fighting Falcon, F-5/Tiger II, dan HS Hawk MK-53. Para pilot jet tempur Lanud Iswahjudi tersebut melakukan latihan terbang malam pada rute penerbangan Lanud Iswahjudi-Ponorogo-Tulungagung-Nganjuk-Surabaya-Solo, dan Ngawi.
Jet tempur F-16 Fighting Falcon TNI-AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet tempur F-16 Fighting Falcon TNI-AU
Pilot Pesawat Tempur Terbang Malam

Selama dua pekan pilot-pilot pesawat tempur Lanud Iswahjudi latihan terbang malam. Ini untuk meningkatkan profesionalisme para penerbang baik keahlian maupun kemampuan.

Terbang malam punya kesulitan yang lebih tinggi karena hanya mengandalkan instrument yang ada di dalam cockpit. Terbang malam tersebut merupakan program kerja Lanud Iswahjudi sebagai pangkalan operasi.

Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, Selasa (19/2/2013) menekankan kepada para penerbang yang akan melaksanakan terbang malam untuk melaksanakan terbang malam sesuai dengan prosedur dan perhatikan perkembanagan cuaca mengingat saat ini musim hujan, serta tak kalah penting perhatikan keselamatan terbang dan kerja.

Dalam latihan terbang malam tersebut digunakan jenis pesawat F-16 Fighting Falcon, F-5E Tiger II, dan HS Hawk MK-53 dengan area latihan seperti siang hari yaitu Lanud Iswahjudi-Ponorogo-Tulungagung-Nganjuk-Surabaya-Solo, dan Ngawi.

nasional.kompas.com

AS Jual Pesawat UAV Predator Kepada Uni Emirat Arab

Pesawat UAV Predator buatan AS yang akan digunakan dalam misi pengintaian udara dipastikan masuk sebagai bagian dari pembelian paket peralatan pertahanan senilai US$1,4 miliar yang dilakukan Departemen Pertahanan Uni Emirat Arab. Keseluruhan paket tersebut dibeli dari Amerika Serikat. Selain pesawat UAV Predator, termasuk dalam paket pembelian itu adalah 750 kendaraan kebal-ranjau buatan Amerika.
MQ-1 Predator. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
MQ-1 Predator
UEA Beli Pesawat Tanpa Awak Buatan Amerika

Seorang pejabat pertahanan Uni Emirat Arab mengatakan negara Teluk itu telah menandatangani kontrak militer senilai $1,4 miliar yang mencakup pembelian pesawat tanpa awak buatan Amerika.

Kontrak pesawat tanpa awak ini bernilai hampir $200 juta, mengisyaratkan bahwa negara Teluk Arab itu hendak meningkatkan kemampuan pengintaiannya untuk mengimbangi klaim oleh Iran, saingannya tentang kemajuan teknologi pesawat tanpa awaknya.

UEA mengatakan Predator pesawat tanpa awak, yang diproduksi oleh General Atomics Aeronautical System, tidak akan dilengkapi dengan kemampuan senjata, tetapi digunakan untuk pengintaian.

Iran mengklaim pihaknya telah mengembangkan sendiri pesawat tanpa awak yang canggih dan berhasil mereproduksi teknologi pesawat tanpa awak CIA yang disitanya bulan Desember 2011 setelah memasuki wilayah udara Iran.

Jurubicara militer UEA Mayjen Obaid al-Ketbi mengatakan kontrak itu juga mencakup 750 kendaraan kebal-ranjau buatan Amerika.

Kontrak itu diumumkan hari Senin dalam sebuah peragaan pertahanan di Abu Dhabi.

www.voaindonesia.com

Senin, 11 Februari 2013

18 Pesawat Grob G-120TP Dibeli Untuk Sekolah Penerbang TNI-AU

TNI-AU telah membeli 18 unit pesawat terbang latih jenis Grob G-120TP buatan Jerman yang akan digunakan melatih siswa Sekolah Penerbangan TNI-AU. Pengiriman tahap pertama pesawat Grob G-120TP sebanyak 4 unit direncanakan tiba di Indonesia pada bulan Mei 2013 dan hingga lengkap jumlah keseluruhan pada tahun 2014. Pesawat latih akrobatik Grob G-120TP dipilih untuk menggantikan jenis pesawat Bravo yang sudah berusia 30 tahun.
Grob G-120TP. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Grob G-120TP
TNI Angkatan Udara Beli 18 Pesawat dari Jerman

Empat pesawat latih Grob G-120TP buatan Jerman akan tiba di Indonesia pada Mei 2013 untuk memenuhi kebutuhan sekolah penerbang TNI Angkatan Udara. Itu dikatakan Komandan Komando Pendidikan Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Ida Bagus Anom. "TNI Angkatan Udara (AU) membeli total 18 pesawat Grob G-120TP dari Jerman, tetapi pesawat tersebut dikirim ke Indonesia secara bertahap hingga 2014. Pada tahap pertama akan tiba empat pesawat," katanya di Yogyakarta, Jumat (8/2/2013).

Menurut dia, pesawat Grob itu akan menggantikan pesawat Bravo. "Usia pesawat Bravo sudah 30 tahun. Selama ini sekolah penerbang TNI AU menggunakan pesawat Bravo untuk melatih calon penerbang," katanya.

Ia mengatakan TNI AU memilih pesawat Grob karena merupakan pesawat tersebut dinilai yang terbaik untuk sekolah penerbang. Pesawat Grob mampu melakukan manuver yang cukup ekstrem. "TNI AU sebenarnya membutuhkan 24 pesawat Grob untuk sekolah penerbang, tetapi baru dapat dipenuhi 18 pesawat. Kami berharap DPR nanti menyetujui pembelian pesawat lagi," kata Anom.

www.metrotvnews.com

Jumat, 08 Februari 2013

Jet Tempur F-16 Dan Hawk MK-53 TNI-AU Latihan Menembak Air to Ground

Para pilot pesawat tempur TNI-AU berlatih melakukan tembakan Udara-ke-Darat (Air to Ground) dengan menggunakan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan HS Hawk MK-53 di Air Weapon Ring Pulung Ponorogo. Para pilot jet tempur F-16 Fighting Falcon tersebut dari Skuadron Udara 3, sedangkan penerbang tempur HS Hawk MK-53 berasal dari Skuadron Udara 15. Kedua berpangkalan di Pangkalan Udara TNI-AU Iswahjudi. Dalam latihan menembak udara ke darat kali ini menggunakan bom latih asap BDU 33 dan roket FFAR 2,75 inci.
Jet tempur F-16 Fighting Falcon TNI-AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet tempur F-16 Fighting Falcon TNI-AU
Pesawat Tempur Berlatih Menembak

Selama delapan hari, mulai Senin (4/2/2013) lalu, pilot-pilot pesawat tempur di Lanud Iswahjudi latihan menembak dari udara ke darat di Air Weapon Ring Pulung Ponorogo. Latihan ini untuk mengasah naluri tempur mereka.

Pilot pesawat tempur yang profesional tidak saja mampu menerbangkan pesawat, bermanuver, mengejar, maupun dikejar oleh pesawat lawan, tetapi juga ketepatan menembak dan menghancurkan sasaran merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang fighter.

Dalam latihan penembakan menggunakan bom latih asap BDU 33 dan meroket menggunakan FFAR 2,75 inci, Lanud Iswahjudi melibatkan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skuadron Udara 3, dan Pesawat tempur HS Hawk MK-53 dari Skuadron Udara 15.

Latihan menembak Air to Ground tersebut merupakan ajang uji ketangkasan kemampuan bagi para penerbang tempur dalam ketepatan menembak atau menghancurkan sasaran sekaligus untuk meningkatkan kemampuan tempur yang andal dan profesional.

Terkait hal tersebut, setiap penerbang akan latihan mengebom dan memberondong di daerah sasaran yang telah ditentukan.

Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Yuyu Sutisna berpesan kepada para penerbang dan kru darat ataupun pendukung lainnya untuk selalu berhati-hati selama latihan, mengutamakan keselamatan dalam setiap kegiatan dan senantiasa melakukan pengecekan ulang terhadap pesawat sehingga latihan dapat berjalan lancar sesuai yang dijadwalkan.

nasional.kompas.com

Senin, 04 Februari 2013

700 Prajurit TNI Dikirim Menjaga Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

700 orang prajurit TNI yang akan bertugas sebagai pasukan satuan tugas pengamanan perbatas Indonesia dan Papua Nugini telah diberangkatkan melalui Dermaga Markas Komando Pangkalan TNI-AL (Lantamal) VI Makassar pada hari Minggu, 3 Februari 2013. 700 prajurit penjaga dan pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini ini berasal dari Satgas Batalyon Infanteri (Yonif) 762 / Tamalatea, Kodam VII/Wirabuana.
Perbatasan Indonesia-Papua Nugini. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Perbatasan Indonesia-Papua Nugini
TNI Kirim 700 Personel Jaga Perbatasan RI-Papua Nugini

Pasukan satuan tugas pengamanan diberangkatkan ke perbatasan negara Indonesia dan Papua Nugini untuk menggantikan pasukan yang bertugas sebelumnya dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Satgas pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini yang diberangkatkan ini berasal dari Satgas Batalyon Infanteri (Yonif) 762 / Tamalatea, Kodam VII/Wirabuana," ujar Pangdam VII Wirabuana Mayor Jenderal Muhammad Nizam di Makassar, Minggu (3/2/2013).

Pasukan pengamanan perbatasan tersebut diberangkatkan ke Papua dari Dermaga Markas Komando Pangkalan TNI-AL (Lantamal) VI dengan disaksikan Pangdam VII/Wirabuana serta sejumlah Panglima Komando Utama (Pangkotama).

Nizam meminta kepada prajurit yang akan bertugas menjaga perbatasan Indonesia-Papua Nugini agar menjunjung tinggi kehormatan dan kepercayaan negara yang diemban melalui unjuk prestasi kinerja dan dedikasi yang tinggi dengan tetap memperhatikan prosedur tetap. Prajurit juga harus memegang pedoman tugas di antaranya adalah memelihara dan meningkatkan terus keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, menanamkan dalam diri masing-masing prajurit bahwa tugas yang diberikan merupakan kehormatan, kebanggaan, dan harga diri. "Oleh karena itu laksanakan tugas dengan penuh kedisiplinan dan dedikasi tinggi serta loyalitas sesuai jatidiri dan identitas prajurit Sapta Marga sejati," tegasnya.

Khusus kepada komandan satgas pengamanan perbatasan, kata dia, diperintahkan untuk memahami analisa daerah operasi dan kecenderungannya serta mekanisme serta prosedur pelibatan yang berlaku karena penting untuk keberhasilan pelaksanaan tugas satuan di tiap perbatasan. Menurut dia, adanya isu gangguan dari kelompok separatis yang memanfaatkan wilayah perbatasan Papua Nugini sebagai basis perlindungan, baik sebagai wilayah pelarian maupun sebagai basis tuntutan pemisahan diri dari NKRI harus diwaspadai. "Kelompok separatis memanfaatkan kesenjangan di daerah daerah yang tidak terawasi untuk mencoba mengganggu keutuhan dan kedaulatan NKRI," katanya.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Brigjen Syahrul Mamma yang menjadi inspektur upacara juga memberikan arahan kepada pasukan pengamanan NKRI tersebut. Dia mengingatkan kepada 700 personel pasukan tersebut untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, ia juga meminta agar tetap waspada dalam setiap menjalankan tugas. "Ini adalah tugas negara yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab serta dedikasi. Selain membawa nama negara, para prajurit juga harus pandai menjaga diri karena keluarga anda masih menantikan," jelas Syahrul.

www.metrotvnews.com

PD-100 Black Hornet, Helikopter UAV Pengintai Berukuran Super Mini Andalan Pasukan Inggris Di Afghanistan

PD-100 Black Hornet adalah jenis helikopter UAV berukuran sangat kecil yang digunakan Pasukan Inggris untuk mengintai posisi para pejuang Taliban di Afghanistan. Helikopter UAV pengintai PD-100 Black Hornet dikembangkan dan diproduksi oleh perusahaan asal Norwegia, Prox Dinamics. Helikopter yang memiliki ukuran panjang 10 cm, lebar 2,5 cm, dan berbobot 16 gram ini mampu terbang hingga sejauh 800 meter.


PD-100 Black Hornet. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
PD-100 Black Hornet
Pasukan Inggris Gunakan Helikopter UAV Mini Untuk Pengintaian Di Afghanistan

Pasukan Inggris yang bertugas di Afghanistan telah menjadi yang pertama mengoperasikan pesawat helikopter UAV pengintai dengan ukuran yang sangat kecil. Helikopter UAV pengintai yang disebut PD-100 Black Hornet itu memiliki ukuran panjang 10 cm, lebar 2,5 cm, dan berbobot hanya 16 gram. Helikopter mini ini diterbangkan dengan menyusuri sudut-sudut atau celah-celah bangunan untuk mengindentifikasi potensi bahaya yang tersembunyi.

PD-100 Black Hornet dirancang dan diproduksi oleh perusahaan Prox Dinamics yang berbasis di Norwegia. Helikopter berukuran mini ini dilengkapi kamera kecil dan video relay yang mengirimkan gambar ke terminal kontrol genggam. PD-100 Black Hornet cukup mudah dikendalikan dan mampu diterbangkan dalam lingkungan yang ekstrim dan kondisi berangin. Benda terbang kecil ini sudah digunakan di Afghanistan sejak tahun 2012 lalu.

PD-100 Black Hornet dapat dikendalikan menggunakan remote control dan dapat juga terbang secara mandiri mengikuti program jalur koordinat dengan menggunakan GPS. Pesawat UAV ukuran kecil ini digerakkan menggunakan baterai, memiliki kemampuan terbang hingga sejauh 800 meter dengan kecepatan maksimal 35 km/jam. Durasi terbangnya mencapai hingga 30 menit.

Pesawat mini ini digunakan untuk mengintai posisi pejuang Taliban yang bersembunyi juga posisi peralatan tempur mereka pada medan pertempuran darat.

www.bbc.co.uk

Video Helikopter UAV PD-100 Black Hornet
Video manuver terbang helikopter UAV berukuran super mini PD-100 Black Hornet.