Cari di Blog Ini

Kamis, 24 Januari 2013

16 Calon Pilot Pesawat Tempur Dan Helikopter TNI Lolos Pantukhir Tahap 2

Sejumlah 16 orang dari 17 calon perwira penerbang pesawat tempur dan helikopter TNI telah dinyatakan lolos pada seleksi tingkat pusat tahap kedua. 16 orang calon perwira penerbangan TNI tersebut selanjutnya akan melaksanakan pendidikan pertama (Dikma) selama lima bulan yang akan dimulai pada 1 Februari 2013 di Pangkalan Udara Adi Sumarmo di Solo. Setelah itu pendidikan dilanjutkan dengan bina kelas dan bina terbang selama 28 bulan di Pangkalan Udara Adisucipto, Yogyakarta.
Armada Jet Tempur Sukhoi TNI. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Armada Jet Tempur Sukhoi TNI
TNI rekrut 16 calon pilot pesawat tempur dan helikopter

Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsda TNI Bambang Wahyudi memimpin rapat sidang Panitia Penentu Terakhir (Pantukhir) tahap dua calon Perwira Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang TNI. Seleksi itu digelar di Wing Pendidikan (Wingdik) Terbang Lanud Adisucipto Yogyakarta, Rabu (23/1). "Dari 17 orang calon perwira penerbang yang mengikuti sidang pantukhir seleksi tingkat pusat tahap dua, diputuskan hanya 16 orang calon dinyatakan lulus dan satu orang dinyatakan gagal atau tidak memenuhi syarat," demikian keterangan pers dari Puspen TNI.

Calon perwira penerbang yang dinyatakan lulus tersebut selanjutnya akan menjalani Pendidikan Pertama (Dikma) pada 1 Februari 2013 di Lanud Adi Sumarmo Solo selama lima bulan. Dilanjutkan bina kelas dan bina terbang selama 28 bulan di Lanud Adisucipto Yogyakarta. Calon perwira penerbang PSDP TNI secara keseluruhan akan menjalani pendidikan militer, khususnya penerbang selama kurang lebih 33 bulan sebelum dilantik menjadi perwira TNI dengan menyandang pangkat Letnan Dua.

Sidang Pantukhir tahap dua merupakan kelanjutan proses seleksi penerimaan calon perwira PSDP Penerbang TNI tahap satu yang dilaksanakan di Skadron Pendidikan (Skadik) 502 Wing Pendidikan Umum (Wingdikum ) Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta pada tanggal 18-30 November 2012. Pada seleksi tingkat pusat tahap dua, para calon Perwira PSDP Penerbang TNI menjalani ujian tes bakat terbang selama kurang lebih dua minggu. Penerimaan Perwira PSDP Penerbang TNI diarahkan untuk dapat mengisi atau mengawaki alat utama sistem senjata yaitu pesawat-pesawat TNI baik Fix Wing maupun Rotary Wing/Helikopter. "Calon Perwira PSDP Penerbang TNI yang lulus nantinya akan disiapkan dan diharapkan menjadi penerbang-penerbang handal TNI, oleh karena itu TNI sangat berkepentingan mencari sumber daya manusia yang berkualitas dari proses rekrutmen."

Animo masyarakat yang ingin menjadi penerbang TNI terlihat sangat besar, hal ini terlihat dari pendaftaran yang menggunakan sistem online sebanyak 369 orang, namun setelah diverifikasi, yang lulus mengikuti seleksi tingkat daerah hanya sebanyak 247 orang. Dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan pengujian tingkat daerah serta melalui rapat koordinasi dengan angkatan maka diputuskan yang terpanggil mengikuti seleksi tingkat pusat hanya 60 orang, yang terdiri dari 47 orang tingkat daerah dan 13 orang dari mantan Catar Akmil, Calon Kadet AAL dan Calon Karbol AAU. Namun dari 60 orang yang terpanggil mengikuti seleksi tingkat pusat, 8 orang di antaranya mengundurkan diri sebelum mengikuti seleksi tingkat pusat tahap satu.

www.merdeka.com

Selasa, 22 Januari 2013

4 Unit Pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 31 Laksanakan Latihan Terbang Formasi

4 unit pesawat angkut militer jenis C-130 Hercules milik Skadron Udara 31 Wing 1 Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada Senin 21 Januari 2013 lalu telah melaksanakan latihan terbang formasi dengan rute penerbangan Lanud Halim-Krawang-Pamanukan-Eretan Wetan-Lanud Sukani, Jatiwangi-Lanud Suryadarma, Kalijati dan kembali ke Lanud Halim Perdanakusuma. Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI A. Adang Supriyadi, SE telah menyaksikan langsung dari awal persiapan latihan terbang formasi tersebut.
Armada Pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 31 Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Armada Pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 31 Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma
Komandan Lanud Halim Saksikan Latihan Terbang Formasi Hercules

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI A. Adang Supriyadi, SE menyaksikan langsung persiapan latihan terbang formasi empat pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31, Senin (21/1/2013) di Taxy Way Lanud Halim Perdanakusuma.

Tepat pukul 09.30 WIB Empat Pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 Wing 1 Lanud Halim Perdanakusuma, mulai Start engine untuk melakukan latihan terbang formasi selama 2 jam. Rute penerbangan dalam latihan tersebut dimulai dari Lanud Halim-Krawang-Pamanukan-Eretan Wetan-Lanud Sukani, Jatiwangi-Lanud Suryadarma, Kalijati dan kembali ke Lanud Halim Perdanakusuma.

Latihan terbang formasi ini dipimpin oleh Komandan Skadron Udara 31 Letkol Pnb Damanik selaku Leader.

Menurut Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI A. Asep Adang Supriyadi,SE latihan terbang formasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapan para penerbang, awak pesawat dan pesawat . "Terutama meningkatkan profesionalisme para penerbang dalam rangka menyongsong tugas-tugas dimasa yang akan datang," tegas Komandan Lanud Halim. .

www.tni.mil.id

TNI-AL Dan US Navy Akan Gelar Latihan Peperangan Ranjau

Perencanaan Latihan Peperangan Ranjau yang akan dilaksanakan TNI-AL dan US Navy (Angkatan Laut Amerika Serikat) telah dibicarakan pada rapat yang dilaksanakan di Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmatim pada Senin 21 Januari 2013. Latihan Peperangan Ranjau yang akan digelar TNI-AL dan US Navy tersebut dikenal dengan nama Joint MINEX–EODEX 2013 tersebut adalah kegiatan rutin tahunan yang dilakukan oleh kedua Angkatan Laut dari Indonesia dan AS. Joint MINEX–EODEX 2013 direncanakan akan digelar dari tanggal 18 Februari 2013 sampai dengan 27 Februari 2013.
Markas Komando Armada RI Kawasan Timur. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Markas Komando Armada RI Kawasan Timur
Koarmatim Akan Gelar Latihan Bersama Peperangan Ranjau

Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) akan menggelar latihan bersama peperangan ranjau Mine Exercise (MINEX)/Explosive Ordonance Disposal Exercise (EODEX) tahun 2013 dengan Angkatan Laut Amerika (US Navy). Rencana latihan bersama dibahas dalam rapat di Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmatim, Senin (21/1/2012). Joint MINEX–EODEX 2013, merupakan latihan bilateral antara TNI Angkatan Laut dengan US Navy yang dilaksanakan setiap tahun sekali.

Rapat perencanaan dipimpin oleh Komandan Satuan Kapal Ranjau Koarmatim Kolonel Laut (P) Benny Sukandari, dan dihadiri oleh peserta latihan dari Satkopaska Koarmatim, Dislambair Koarmatim, Diskes Koarmatim personel Kapal Perang Republik Indonesia ( KRI ) dan tim pendukung lainnya.

Rencananya gladi peperangan ranjau tersebut akan dilaksanakan tanggal 18 sampai dengan 27 Februari 2013, bertempat di Surabaya dan perairan Pasir Putih, Situbondo Jawa Timur. Penyelengaraan latihan dilaksanakan empat tahap yaitu, tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan pengakhiran.

Tujuan dari latihan bersama bilateral tersebut untuk memperkuat hubungan dan meningkatkan kerja sama, interoperabilitas serta kesepahaman bersama antara TNI AL dan US Navy khususnya mengenai peperangan ranjau serta pertukaran informasi tentang kemampuan, perkembangan teknologi dari masing-masing negara.

Adapun sasaran latihan yaitu memperkuat hubungan antar kedua angkatan laut melalui latihan bersama dan interaksi sosial, meningkatkan interoperabilitas dan pemahaman doktrin peperangan ranjau antara TNI-AL dan USN, Memadukan presepsi dalam pelaksanaan penyebaran ranjau, pemburuan ranjau, penyapuan ranjau dan EOD. .

www.tni.mil.id

Senin, 21 Januari 2013

Situs-situs Arkeologi Militer Perang Dunia II Di Papua Belum Dikaji

Di kawasan Provinsi Papua banyak terdapat tempat yang menjadi lokasi ajang pertempuran hebat pada masa berkecamuknya Perang Dunia II antara pasukan Sekutu melawan bala tentara Kerajaan Jepang. Lokasi-lokasi seperti itu disebut sebagai situs arkeologi militer. Situs-situs arkeologi militer di Indonesia belum diteliti secara serius oleh pihak pemerintah Indonesia. Hal yang bertolak belakang dengan yang sudah dilakukan oleh negara-negara lain.
Pulau Owi, Biak, Papua. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Pulau Owi, Biak, Papua
Perlu Kajian Arkeologi Militer di Papua

Papua merupakan wilayah Indonesia yang mengalami pertempuran langsung antara tentara Jepang melawan tentara Sekutu pada Perang Dunia II atau lebih dikenal sebagai Perang Pasifik, untuk diperlukan kajian arkeologi militer, kata Hari Suroto staf peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura, Papua, Sabtu. Menurut dia, kajian arkeologi militer sisa peninggalan PD II di daerah tersebut belum pernah dilakukan, termasuk di Indonesia. Sedangkan kajian seperti ini di Amerika maupun di Eropa sudah dilakukan. "Potensi arkeologi militer di Papua sangat kaya, baik itu situs-situs di darat berupa bekas pertempuran, gua-gua perlindungan, maupun markas militer, serta peralatan tempur yang terkubur dalam tanah maupun dalam air laut," kata Hari.

Hanya saja, kata Hari, kendala dalam melakukan penelitian arkeologi militer di Papua adalah sisa bom ataupun peluru dan ranjau yang masih aktif, dan hal ini masih dapat disaksikan di pesisir Pulau Wakde dan Pulau Liki di Kabupaten Sarmi, beberapa bom aktif terlihat mengeluarkan asap. "Dengan mengkaji arkeologi militer kita dapat mengetahui strategi pertempuran, sistem pertahanan, jenis-jenis peralatan tempur yang digunakan, serta dampak terhadap penduduk asli Papua".

Lebih lanjut Hari samapaikan, jikalau di perairan Biak Numfor dan Sarmi, Provinsi Papua, serta Sorong dan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat terdapat bangkai pesawat tempur yang belum diteliti. Sedangkan wilayah Papua lainya yang terdapat situs-situs Perang Pasifik adalah Kota dan Kabupaten Jayapura, Pulau Wakde dan Pulau Liki, kabupaten Sarmi, Pulau Owi di Kabupaten Biak Numfor, Sausapor, Pulau Dom, dan Pulau Jefman. "Situs-situs arkeologi militer di Papua perlu dilestarikan, karena situs-situs arkeologi militer di Papua dapat dijadikan sebagai obyek wisata nostalgia bagi turis Jepang maupun Amerika dan sekutunya," katanya.

Hanya saja kendala dalam pelestarian situs dan tinggalan arkeologi militer telah rusak oleh korosi air laut serta rusak akibat ulah manusia yaitu dijual sebagai besi tua, sambungnya.

Tiap tahun ada turis Jepang yang datang ke Papua, kata Hari, mereka datang untuk mencari tulang belulang keluarga mereka yang meninggal dalam pertempuran di Papua. "Mereka membayar penduduk untuk mendapatkan informasi, tulang belulang yang didapat kemudian dikremasi. Tulang belulang tentara Jepang dapat dikategorikan sebagai cagar budaya," ujarnya. .

oase.kompas.com

Minggu, 13 Januari 2013

Angkatan Laut Indonesia-China Akan Tandatangani Term of Reference for Navy Cooperation Meeting

Kerjasama pertahanan antara TNI-AL dan Angkatan Laut China semakin meningkat dari waktu ke waktu. Pada bulan Februari 2013 pihak Angkatan Laut Indonesia dan China akan menandatangani Term of Reference for Navy Cooperation Meeting yang sudah dipersiapkan pada 26 Juli 2012 lalu. Forum pembicaraan antar Angkatan Laut kedua negara ini dikenal dengan istilah navy to navy talk dan direncanakan akan menjadi pertemua rutin dua tahunan guna membahas isu-isu keamanan dalam dunia maritim.
Armada Kapal Perang TNI-AL
Armada Kapal Perang TNI-AL
Angkatan Laut: RI & China matangkan rencana latihan bersama

Indonesia dan China matangkan latihan bersama angkatan laut kedua negara, sebagai bagian memperluas bentuk kerja sama militer dan pertahanan yang disepakati kedua pihak. "Selama ini Indonesia dan China telah memiliki latihan bersama antara Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dengan Pasukan Khusus China," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam pertemuannya dengan Komandan Garnisun Maritim China di Shanghai, Kapten Li Yu Jie di Shanghai, Sabtu (12/1/2013).

Kedepan, lanjut dia, akan dilakukan latihan bersama pasukan khusus kedua negara dari tiga angkatan, baik darat, laut maupun udara. "Selain itu, kita telah sepakat untuk melakukan latihan bersama antara angkatan laut kedua negara pada 2013. Itu yg menjadi agenda kita kedepan dalam peningkatan dan perluasan kerja sama pertahanan serta militer," kata Sjafrie.

Ia menilai persiapan dan kesiapan terhadap rencana latihan bersama itu dari masing-masing pihak, terus mengalami peningkatan dan berjalan baik.

Komandan Garnisun Maritim Angkatan Laut China di Shanghai Kapten Li Yu Jie mengatakan hubungan maritim antara Indonesia dan China telah memiliki sejarah yang panjang dengan kedatangan Panglima Cheng Ho atau Zheng He ke Indonesia dalam penjelajahannya selama kurun 1405 hingga 1433. "Hal itu menunjukkan bahwa kerja sama maritim, utamanya angkatan laut kedua negara telah dimulai sejak lama. Dan diharapkan dapat terus ditingkatkan dari waktu ke waktu," katanya.

Saat ini Angkatan Laut China dan Indonesia tengah mematangkan "navy to navy talk" yang telah disiapkan term of reference-nya pada 26 Juli 2012. Selain itu, telah pula dibentuk kelompok kerja yang akan menjadi acuan pelaksanaan "navy to navy talk" selanjutnya. Pembentukan mekanisme "navy to navy talk" telah diumumkan oleh ketua bersama Konsultasi Pertahanan dan Keamanan pada pertemuan kelima pada Kamis (10/1/2013). Selanjutnya Term of Reference for Navy Cooperation Meeting akan ditandatangani pada pertemuan "navy to navy talk" pertama pada Februari mendatang.

Forum pembicaraan antara angkatan laut kedua negara itu, merupakan bagian kerja sama pertahanan yang dapat dikembangkan sebagai pertemuan rutin dua tahun sekali untuk membahas isu-isu keamanan maritim. Selain itu, "navy to navy talk" juga merupakan pengembangan kerja sama yang lebih nyata di bidang pertahanan dan keamanan maritim.

www.bisnis.com

100 Perwira TNI-AL Mendapat Beasiswa Sekolah Ke Luar Negeri

Sebanyak 100 orang perwira TNI-AL ditetapkan mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana dan program Doktor di sekolah atau universitas ternama di luar negeri. Program beasiswa bagi para perwira TNI-AL ini diselenggarakan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
TNI Angkatan Laut
TNI Angkatan Laut
Wah, 100 Perwira TNI AL ke Luar Negeri, Ada Apa?

TNI Angkatan Laut akan mengirim sebanyak 100 orang personelnya yang berpangkat perwira ke luar negeri untuk menempuh pendidikan lanjutan pascasarjana dan program doktor di sejumlah perguruan tinggi ternama. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Madya TNI Dr Marsetio kepada wartawan di Surabaya, Jumat, mengatakan, pengiriman para perwira tersebut dengan fasilitas beasiswa dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Pemerintah sudah menetapkan 100 personel TNI AL yang diberi kesempatan belajar ke luar negeri. Mereka bisa mengambil program S2, S3 atau doktor di beberapa perguruan tinggi ternama, seperti Harvard, Yale, MIT, atau Oxford," katanya usai memimpin wisuda sarjana Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) di Kobangdikal.

Dari kuota 100 orang tersebut, lanjut Marsetio, sebanyak 40 orang perwira TNI AL yang mendapat kesempatan belajar ke luar negeri pada tahun ini, setelah mereka dinyatakan lolos seleksi.
Menurut KSAL, salah satu syarat mutlak bagi perwira TNI AL yang akan belajar di luar negeri adalah penguasaan bahasa Inggris yang diukur melalui tes TOEFL, selain beberapa persyaratan administrasi lainnya. "Mereka nanti akan mengambil program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan TNI AL, semisal program doktor peperangan bawah air, peperangan udara, atau bidang perencanaan personel," tambahnya.

Marsetio menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan UU Sisdiknas, TNI juga merupakan bagian dari pendidikan nasional yang harus terus didorong untuk peningkatan kualitas sumber daya manusianya. "Angkatan bersenjata di negara manapun, saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan 'hard power', tetapi 'soft power' atau kemampuan personelnya juga harus disiapkan untuk mengawaki sistem persenjataan yang terus berkembang teknologinya," ujarnya.

Selain pendidikan di luar negeri, lanjut KSAL, pihaknya juga menyiapkan program pendidikan berkelanjutan untuk 100 orang personel di perguruan tinggi dalam negeri, terdiri dari 50 orang jenjang S1, 30 orang S2, dan 20 orang S3. "TNI AL akan terus mendorong personelnya, terutama jajaran perwira untuk mengembangkan diri dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," kata Marsetio.

www.republika.co.id

Sabtu, 12 Januari 2013

Hadapi Ancaman China Dan Korea Utara, Jepang Tambah Anggaran Pertahanan

Guna mewaspadai ancaman serangan militer dari China dan Korea Utara, pemerintah Jepang merevisi strategi pertahannya. Selain langkah tersebut, Kementerian Pertahanan Jepang juga telah mengajukan penambahan anggaran pertahanan yang digunakan untuk menambah pembelian sistem rudal Patriot PAC-3, upgrade armada pesawat jet tempur F-15 Eagle, pembelian helikopter anti kapal selam SH-60K, dan menambah satu baterai sistem rudal balistik jarak menengah.
Sistem Rudal Patriot PAC-3
Sistem Rudal Patriot PAC-3
Jepang Akan Mengubah Strategi Pertahanan

Pemerintah Jepang dan partai berkuasa di Jepang, Partai Demokrat Liberal, sepakat merevisi strategi pertahanan negara itu guna menghadapi ancaman dari China dan Korea Utara. Selain itu, kedua belah pihak juga sepakat menambah anggaran pertahanan Jepang. Seperti dilaporkan surat kabar Yomiuri Shimbun, Rabu (9/1), pemerintah dan Partai Demokrat Liberal (LDP) sepakat membekukan Pedoman Program Pertahanan Nasional dan program pengembangan pertahanan jangka menengah yang berlaku saat ini. Dua pedoman strategi pertahanan Jepang itu akan diubah akhir tahun ini.

Pedoman Program Pertahanan Nasional yang berlaku saat ini baru dibuat dan disetujui pada 2010. Pedoman itu mengatur kebijakan keamanan dasar untuk sekitar 10 tahun mendatang. Adapun pedoman pengembangan pertahanan jangka menengah mengatur jumlah belanja pertahanan untuk pengadaan tank, kapal selam, pesawat tempur, dan peralatan militer lain dalam lima tahun ke depan. "Pemerintah dan partai berkuasa kemudian akan melakukan revisi menyeluruh atas kebijakan pertahanan negara menyusul peningkatan sejumlah tantangan keamanan, terutama terkait peluncuran rudal balistik jarak jauh oleh Korea Utara dan ekspansi maritim China," demikian tulis surat kabar tersebut.

Pada hari yang sama, Kementerian Pertahanan Jepang juga mengajukan penambahan anggaran pertahanan untuk tahun fiskal 2012-2013 yang tinggal tersisa sekitar tiga bulan lagi. "Kami akan meminta dana 180,5 miliar yen (sekitar Rp 19,9 triliun) dari paket stimulus untuk dialokasikan pada belanja militer," tutur juru bicara Kemhan Jepang kepada kantor berita Agence France Presse (AFP).

Belanja militer

Menurut jubir tersebut, sebagian dana tambahan itu akan digunakan untuk membeli tambahan sistem rudal anti-rudal balistik Patriot PAC-3 dan memodernisasi empat pesawat tempur F-15 milik Pasukan Bela Diri Udara Jepang. Selain itu, Jepang juga berniat membeli tiga helikopter patroli antikapal selam SH-60K dan menambah satu baterai sistem rudal balistik jarak menengah. Jubir Kemhan Jepang tersebut menambahkan, penguatan militer itu diperlukan untuk merespons ancaman dari Korut dan China. ”Dari dana 180,5 miliar yen itu, Kementerian Pertahanan berencana menggunakan 60,5 miliar yen untuk bersiap menghadapi perubahan lingkungan keamanan di sekitar Jepang,” ujarnya.

Permintaan tambahan anggaran pertahanan itu disampaikan sehari setelah pihak LDP menyatakan anggaran pertahanan Jepang akan resmi dinaikkan pada tahun fiskal 2013-2014. Ini untuk pertama kalinya anggaran pertahanan Jepang dinaikkan dalam sepuluh tahun terakhir.

Ketegangan antara Jepang dan China meningkat terkait sengketa Kepulauan Senkaku, atau Diaoyu menurut China, di Laut China Timur.

internasional.kompas.com

Jumat, 11 Januari 2013

37 Perwira TNI-AL Selesaikan Pendidikan Spesialisasi Persenjataan Elektronik

Sejumlah 37 orang perwira TNI Angkatan Laut telah berhasil menyelesaikan pendidikan spesialisasi persenjataan elektronika dan anti perang elektronik. Pendidikan tersebut dijalani selama 7 bulan dan bertempat di Sekolah Perwira Pusat Pendidikan Elektronika. Pada Kamis 10 Januari 2013 lalu, program pendidikan spesialisasi persenjataan elektronika yang diikuti oleh 37 perwira TNI-AL tersebut ditutup oleh Wakil Komandan Kobangdikal Brigadir Jenderal (Marinir) Sturman Panjaitan, di Surabaya.
TNI Angkatan Laut
TNI Angkatan Laut
TNI AL rekrut 37 perwira spesialisasi senjata elektronik

TNI ALmerekrut 37 orang perwira pertama yang telah menyelesaikan pendidikan spesialisasi senjata elektronik di Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI AL. Di kapal perang, mereka bertanggung jawab pada operasionalisasi persenjataan elektronika dan antinya. Penutupan program Pendidikan Spesialisasi Perwira Senjata Elektronika dilakukan Wakil Komandan Kobangdikal Brigadir Jenderal (Marinir) Sturman Panjaitan, di Surabaya, Kamis (10/1/2013).

Mengutip keterangan tertulis dari Bagian Penerangan Kobangdikal, ke-37 perwira TNI AL itu digembleng di Sekolah Perwira Pusat Pendidikan Elektronika selama lebih kurang tujuh bulan. Pendidikan spesialisasi senjata elektronika merupakan yang terlama dibanding program spesialisasi perwira lainnya, semisal pelaut, teknik, suplai, hukum, Marinir, dan Polisi Militer AL, yang berkisar empat hingga enam bulan. "Saya yakin dengan kemampuan yang dimiliki, kalian mampu berperan sebagai perwira divisi di KRI kelas korvet maupun Sigma, atau jabatan setingkat lain di KRI dan satuan-satuan TNI AL," kata Komandan Kobangdikal, Laksamana Muda TNI Joko Wahojo, dalam amanat yang dibacakan Panjaitan.

Komandan Pusat Pendidikan Elektronika Kobangdikal, Kolonel Laut (Elektronika) M Suhari, menambahkan, selama masa pendidikan, ke-37 perwira itu mempelajari seluruh sistem senjata, komunikasi dan elektronik yang digunakan kapal-kapal perang TNI AL. "Selain sistem senjata dan komunikasi, mereka juga mempelajari kelistrikan dan elektronik dari berbagai macam peluru kendali yang di miliki TNI AL, di antaranya torpedo, Harpoon, dan Exocet," katanya.

www.antaranews.com

Angkatan Laut Rusia Akan Segera Diperkuat 80 Kapal Perang Baru

Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa hingga tahun 2016 Angkatan Laut Rusia akan menerima 80 unit kapal perang baru dengan berbagai jenis dan tipe. Penambahan puluhan kapal perang baru tersebut termasuk jenis kapal selam nuklir strategis dan jenis kapal pendukung operasi khusus.
Kapal selam Angkatan Laut Rusia
Kapal selam Angkatan Laut Rusia
Angkatan Laut Rusia makin kuat, 80 kapal perang baru bergabung

Sampai 2016 nanti, dipastikan Angkatan Laut Rusia akan semakin kuat armadanya. Mereka akan menerima 80 kapal perang baru dari berbagai jenis dan tipe. Termasuk juga kapal-kapal selam nuklir.

Rusia saat ini berada di tengah-tengah program persenjataan besar, dengan anggaran 660 miliar dolar Amerika Serikat akan dihabiskan untuk pengadaan senjata pada 2020, menurut Departemen Pertahanan Rusia.

Komando Tinggi Angkatan Laut Rusia mengatakan, kapal-kapal pendukung dan tambahan itu terdiri berbagai jenis dan kelas untuk membantu meningkatkan efektivitas kinerja Angkatan Laut Rusia dalam semua bidang tanggung jawab. "Kapal-kapal tersebut akan mencakup kapal tunda, kapal patroli, kapal selam, modular pencari dan penyelamatan, dan kapal derek terapung," kata Kementerian Pertahanan Rusia itu. Rusia sempat dilanda krisis keuangan parah, mendorong mereka menjual kapal induk nuklir Varyag kepada China yang kemudian menamainya Liaoning.

Yang paling mengundang perhatian adalah penambahan kapal selam nuklir strategis dan kapal pendukung operasi khusus. Rusia sangat mandiri dalam persenjataan, di antara yang menghebohkan dunia saat itu adalah peluncuran kapal selam nuklir terbesar di dunia, The Red October dari kelas Typhoon atau kelas Akula (nomenklatur NATO).

Kapal selam ini berteknologi penggerak paling progresif dan dirahasiakan. The Red October juga menjadi ilham penulisan novel intelijen dan film Hollywood bertajuk sama.

www.antaranews.com

Senjata Meriam Laser Jerman Berhasil Uji Coba Tembak Pesawat UAV

Sistem senjata meriam sinar laser berkekuatan tinggi rancangan perusahaan pertahanan Rheinmetall Defence, Jerman, dikabarkan berhasil menembak jatuh sebuah pesawat UAV pada uji coba yang dilakukan baru-baru ini. Sinar laser dengan daya 40 kW ini menembak sasaran benda terbang tersebut pada jarak lebih dari 1,6 km. Sistem senjata laser itu menggunakan radar dan optik untuk menetukan target dengan akurasi tinggi.
Senjata Laser Rheinmetall Defence Jerman
Senjata Laser Rheinmetall Defence Jerman
Senjata Laser Jerman Tembak Jatuh Pesawat

Sistem senjata laser yang selama ini hanya ada dalam film fiksi bakal menjadi kenyataan. Pasalnya, perusahaan militer Jerman Rheinmetall Defence berhasil menciptakan senjata laser yang mampu menembak jatuh pesawat tanpa awak pada jarak lebih dari 1,6 kilometer.

Perusahaan pertahanan Jerman ini menggunakan peralatan laser berenergi tinggi untuk menjatuhkan sebuah pesawat yang bergerak cepat. Sistem yang menggunakan dua senjata laser, juga mampu digunakan untuk memotong obyek girder baja berjarak beberapa kilometer.

Menurut BBC (8/1), perusahaan ini berencana membuat sistem senjata laser mobile dan mengintegrasikannya sebagai meriam otomatis. Sistem senjata laser 50kW menggunakan sistem optik dan radar untuk mendeteksi dan melacak dua obyek tanpa awak.

Sistem senjata terkunci ke unmanned aerial vehicles (UAV) dengan menggunakan radar untuk membuat perkiraan kasar lokasi target, kemudian melakukan pelacakan dengan menggunakan sistem optik untuk eksekusi. Rheinmetall sendiri telah menguji sistem laser ini dalam berbagai kondisi cuaca, termasuk salju, sinar matahari, dan hujan.

Sejumlah negara dan perusahaan pertahanan sedang mengembangkan senjata yang menggunakan laser. seperti Raytheon Company misalnya. Perusahaan pertahanan Amerika Serikat (AS) itu yang meluncurkan laser 50kW antipesawat di Farnborough Airshow di 2010. Bahkan, Juni 2012 Angkatan Darat AS merilis rincian senjata yang dapat menghalau target dengan laser.

www.jpnn.com

Senin, 07 Januari 2013

Kementerian Pertahanan Minta Kemenristek Membuat Satu Skuadron Pesawat Tanpa Awak

Kementerian Pertahanan akan menyediakan dana bagi Kementerian Riset dan Teknologi untuk pembuatan satu skuadron pesawat tanpa awak (UAV) yang akan dioperasikan TNI. Menindaklanjuti permintaan pembuatan pesawat UAV bagi Kemenhan tersebut, Kemenristek akan bekerjasama dengan LAPAN dan BPPT.
Pesawat UAV Wulung Buatan BPPT
Kemenristek Akan Buat Skuadron Pesawat Tanpa Awak

Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta mengatakan pada tahun 2013 pihaknya akan membuat satu skuadron pesawat tanpa awak untuk kepentingan mata-mata sistem pertahanan nasional. "Kementerian Pertahanan meminta untuk dibuatkan satu skuadron pesawat tanpa awak. Setidaknya pembuatannya untuk keperluan memata-matai," katanya, di Jakarta, pada pekan lalu.

Gusti mengatakan, pesawat tanpa awak merupakan salah satu fokus pengembangan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang bakal dilakukan lembaganya tahun ini, selain rencana pembuatan roket serta satelit. Menurutnya, selain untuk keperluan pertahanan pesawat tanpa awak juga dapat berfungsi membantu menghasilkan hujan buatan dan keperluan pengamatan di daerah berbahaya. "Pesawat tanpa awak dapat masuk menembus awan untuk menabur garam membuat hujan buatan, serta untuk mengamati gunung berapi yang berbahaya apabila dilakukan pesawat berawak. Selain itu juga dapat digunakan untuk mengamati praktik illegal fishing dan illegal logging," katanya, seperti dilansir Antara.

Gusti juga mengatakan, di luar negeri pesawat tanpa awak sudah digunakan untuk kepentingan perang. Di Israel, misalnya, pesawat tanpa awak dilengkapi dengan senjata untuk menembak.

Sejauh ini Indonesia melalui Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menghasilkan sejumlah pesawat tanpa awak. Ia mengatakan bahwa dalam pembuatan skuadron pesawat tanpa awak, Kemenristek kembali akan menggandeng dua lembaga tersebut. "Sejauh ini LAPAN sudah membuat satu pesawat tanpa awak ukuran kecil. Sedangkan BPPT sudah mengembangkan tiga kelas pesawat tanpa awak yakni ukuran kecil, sedang dan besar," ujarnya.

Pendanaan pesawat tanpa awak menurut dia akan disediakan oleh Kementerian Pertahanan.

www.gatra.com

Minggu, 06 Januari 2013

C-295 AEW&C, Pesawat Radar Peringatan Dini Yang Ditawarkan Untuk TNI-AU

Airbus Military tengah berusaha menawarkan pesawat C-295 AEW&C kepada Indonesia. TNI-AU memang sedang mengupayakan pengadaan 3 unit pesawat radar peringatan atau AWACS guna memperkuat kemampuan tempur udaranya. Dengan modifikasi sayap yang telah menggunakan struktur winglet sehingga pesawat mampur terbang lebih jauh, lebih tinggi, dan lebih lama, Airbus Military berharap TNI-AU akan memilih pesawat C-295 AEW&C.
C-295 AEW&C
Pada Desember 2012 lalu Airbus Military telah melakukan uji penerbangan salah satu prototipe pesawat C-295 di landasan terbang milik perusahaan dirgantara yang berpusat di Seville, Spanyol itu. Pesawat yang sedang menjalani uji penerbangan tersebut agak berbeda dengan C-295 lainnya sebab pada bagian ujung sayap utama berbentuk membengkok keatas seperti sirip ikan hiu dan dikenal dengan sebutan "winglet".

Penggunaan winglet pada struktur sayap pesawat bertujuan untuk mentiadakan efek turbulensi yang dapat mengurangi gaya angkat sayap pesawat. Dengan meminimalisir efek turbulensi yang biasanya terjadi pada bagian ujung sayap, daya terbang pada pesawat bisa lebih efektif sehingga pesawat bisa lebih menghemat pemakaian bahan bakar serta mampu terbang lebih jauh dan lebih lama.

C-295 yang menggunakan winglet tersebut adalah sebuah pesawat yang dirancang untuk membawa kubah radar seperti tampak pada foto diatas. Varian ini dikenal dengan nama C-295 AEW&C (Airborne Early Warning and Control). Dengan peningkatan performa terbang karena penggunaan winglet ini, pihak Airbus Military berharap Indonesia akan memilih C-295 AEW&C untuk memenuhi kebutuhan TNI-AU akan pesawat radar peringatan dini. TNI-AU dikabarkan telah merencanakan untuk memiliki 3 unit pesawat jenis ini. Bahkan untuk mempromosikan pesawat varian ini kepada Indonesia, situs defense-update.com menyebutkan bahwa Airbus Military telah mengecat badan prototipe pesawat C-295 AEW&C dengan warna seperti yang digunakan pada armada pesawat TNI-AU.

Sebelum menggunakan winglet, C-295 AEW&C sudah melakukan uji penerbangan pada bulan Februari 2012 lalu. Hasil uji terbang dinyatakan sukses dan pesawat mampu terbang selama 8 jam non-stop dengan ketinggian terbang hingga 24.000 kaki (7.315 meter). Dengan digunakannya winglet pada struktur sayap, diharapkan C-295 AEW&C mampu terbang lebih lama dan lebih jauh dari sebelumnya. Menurut informasi, sayap winglet akan digunakan juga pada produksi pesawat C-295 selanjutnya.

Pengembangan pesawat C-295 AEW&C merupakan hasil kerjasama Airbus Military dengan Israel Aerospace Industries (IAI). Kesepakatan kerjasama tersebut ditandatangani oleh kedua belah pihak pada awal tahun 2011. Dalam kerjasama ini pihak IAI bertindak sebagai penyedia perangkat dan sistem radar untuk pesawat C-295 AEW&C.

C 295 ini dilengkapi perangkat "integrated tactical system mission" milik IAI/ Elta sebagai penyedia "active electronically scanned array radar", serta piranti pendukung lainnya selain dilengkapi juga dengan modul anti-surface/anti-submarine warfare.

Pesawat AEW&C atau AWACS berfungsi sebagai BVR Missile Guidance, Electronic Warfare (EW) dan Reconnaissance. Ia menjadi mata dan backbone informasi bagi armada tempur sebuah negara.

defense-update.com, airbusmilitary.com, netsains.net, forum.detik.com

Sabtu, 05 Januari 2013

Pasukan Indobatt Gelar Latihan Alert Status Di Lebanon

Para prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Satgas Yonmek XXIII-G/UNIFIL yang juga sering disebut Indobatt telah melaksanakan latihan Alert Status dengan lokasi latih di Markas Indobatt POSN 7-1, Beirut, Lebanon. Skenario latihan Alert Status telah dijadwalkan dan dilaksanakan secara berkala guna mempersiapkan para prajurit TNI Indobatt dalam menghadapi segala kemungkinan perubahan dan ancaman Kontigensi yang mungkin terjadi.
Pasukan Indobatt
Markas Indobatt Dalam Ancaman

Berdasarkan perintah operasi yang disampaikan melalui berita lotus dari Sector East bahwa Markas Indobatt POSN 7-1 statusnya meningkat jadi "Awan Hitam", yang artinya kondisi Indobatt dalam keadaan bahaya. Hal tersebut memaksa Komandan Satgas Yonmek XXIII-G/UNIFIL Mayor Inf Lucky Avianto untuk segera mengambil tindakan, maka seluruh Personel Mayon, Kompi Bulls, Kompi Delta dan Satma yang berada dilingkungan Markas Indobatt 7-1 serta Kompi Alfa, Kompi Bravo dan Kompi Chetan yang berada diluar area 7-1 diperintahkan untuk segera mengambil tindakan yang sudah ditentukan.

Perintah lisan tersebut dipancarkan melalui sentral komunikasi yang menginfokan bahwa Alert Status di Indobatt beralih menjadi Awan Hitam dan perkembangan demi perkembangan terus diikuti oleh seluruh personel dengan memperhatikan perlengkapan yang ada. Senjata bantuan, kendaraan, serta pengadaan logistik pun sudah siap untuk menghadapi perubahan status tersebut.

Tepat pukul 10.00 waktu Beirut status Markas Indobatt meningkat menjadi "Awan Hitam 3", yang mengharuskan seluruh Personel Indobatt memasuki kedudukan Shelter masing-masing yang sudah ditentukan. Dengan membawa senjata, Paspor, obat-obatan serta perlengkapan secukupnya seluruh prajurit siap untuk melakukan perlindungan sampai bantuan datang.

Sekenario tersebut merupakan bagian dari latihan "Alert Status" yang menjadi program latihan Indobatt. Menurut Kasi Ops Indobatt XXIII-G Kapten Inf Yudha, program latihan ini akan terus dilaksanakan secara terjadwal guna melatih kemampuan dan kesiapsiagaan seluruh personel Satgas Yonmek XXIII-G/UNIFIL dalam mengalami perubahan dan ancaman Kontigensi yang mungkin terjadi.

www.tni.mil.id

Jumat, 04 Januari 2013

175 Prajurit TNI Diberangkatkan Ke Kongo

Laksamana TNI Agus Suhartono selaku Panglima TNI pada Jumat 4 Januari 2012 telah melepas keberangkatan 175 prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-J/MONUSCO menuju ke negara Kongo. Pasukan TNI yang dipimpin Letkol Czi Irfan Siddiq tersebut akan menggantikan Satgas Kizi TNI Konga XX-I/MONUSCO yang telah satu tahun bertugas di Kongo.
Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-J/MONUSCO
Panglima TNI Lepas 175 Prajurit TNI ke Kongo

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono melepas 157 prajurit TNI yang akan memperkuat misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di wilayah Kongo, Afrika. Pelepasan prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-J/MONUSCO (Mission de I'Organisation de Republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) itu dilakukan melalui upacara militer di Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (4/1/2012).

Panglima TNI mengatakan, tugas yang diemban oleh prajurit sangat sarat dengan misi-misi kebangsaan, baik aspek politik, diplomasi maupun budaya yang bersentuhan langsung dengan komunitas internasional. Hal itu, lanjut dia, mengandung makna bahwa prajurit mengemban tugas untuk menjaga kehormatan bangsa dan negara. Karena itu, prajurit harus dapat melaksanakan tugas dengan penuh semangat, dedikasi dan loyalitas, serta tetap memperhatikan faktor keamanan dan kewaspadaan terhadap setiap perkembangan situasi di wilayah penugasan. "Besarnya komitmen Indonesia pada misi perdamaian dunia, sebagai bagian dari politik luar negeri, ditetapkan oleh Presiden melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 85 tahun 2011, yang mengamanatkan tim koordinasi misi pemeliharaan perdamaian dunia untuk melakukan perencanaan, penyiapan kajian komprehensif, merumuskan posisi dan strategi, serta mengevaluasi partisipasi Indonesia pada misi-misi pemeliharaan perdamaian dunia," papar Panglima TNI.

Satgas Kompi Zeni (Kizi) TNI Konga XX-J/MONUSCO terdiri dari 151 TNI Angkatan Darat (AD), 19 orang TNI Angkatan Laut (AL), dan lima orang TNI Angkatan Udara (AU) yang dipimpin oleh Letkol Czi Irfan Siddiq selaku Komandan Satgas (Dansatgas). Irfan Siddiq merupakan abituren Akademi Militer tahun 1995 dan kesehariannya menjabat sebagai Komandan Batalyon Zipur 9/1 Kostrad.

Satgas Kizi TNI Konga XX-J/MONUSCO bertugas menggantikan Satgas Kizi TNI Konga XX-I/MONUSCO.

www.republika.co.id

Satuan Udara Dan Lembaga Pendidikan Sebagai Ujung Tombak Kemajuan TNI-AU

Penerbang pesawat tempur TNI-AU
KASAU: Satuan Udara Ujung Tombak TNI-AU

Kepada para perwira yang menghadiri kegiatan 'Entry Briefing' di Markas Besar TNI AU di Cilangkap, Kamis (3/1/2012) lalu, Kasau Marsekal Madya TNI Ida Bagus Putu Dunia mengatakan bahwa satuan udara dan lembaga pendidikan merupakan ujung tombak bagi kemajuan TNI Angkatan Udara karena di lembaga itu kesiapan operasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan. "Kebijakan TNI Angkatan Udara kedepan masih mengarah pada upaya pemantapan satuan untuk meningkatkan kesiapan operasional," kata Kasau.

Oleh karena itu, kata dia, prioritas utama yang harus dilakukan akan terfokus pada upaya tercapainya kemampuan operasional yang optimal dari segenap satuan-satuan udara TNI AU, serta semakin mantapnya eksistensi berbagai lembaga pendidikan.

Kasau juga menyampaikan beberapa permasalahan diantaranya di bidang perencanaan, karena spektrum ancaman dan keterbatasan anggaran, maka perencanaan strategis Angkatan Udara harus benar-benar diarahkan pada sasaran yang realistis serta memenuhi kaidah transparansi dan efisiensi anggaran yang dicanangkan pemerintah. Salah satunya percepatan reformasi birokrasi TNI dalam penyiapan kekuatan pokok minimum (minimum essential force/MEF) yang mampu mendukung pelaksanaan tugas TNI AU, baik dalam tugas operasi militer perang maupun tugas operasi militer selain perang secara efektif dan efisien, serta tetap memiliki kemampuan daya tangkal yang cukup. "Di bidang operasi, pengetatan penggunaan jam terbang dengan prioritas kepentingan operasi dan maintaining skill bagi para awak pesawat, agar dilaksanakan secara efektif dan selektif bagi pemeliharaan/peningkatan kemampuan awak pesawat dan pelaksanaan operasi. Hal ini dilakukan agar mencapai "minimum safety flying hours" atau batas minimal jam terbang yang aman bagi awak pesawat," ujar Kasau.

Pembinaan terhadap personel, kata Ida Bagus, harus betul-betul dilaksanakan dengan perencanaan yang matang dan terukur, serta dilaksanakan secara baik dengan hati bersih bebas dari kepentingan pribadi demi menghasilkan personel-personel terbaik TNI Angkatan Udara. "Regenerasi dan kaderisasi merupakan tugas dan tanggungjawab yang harus dipersiapkan secara dini agar memperoleh figur personel berkualitas," ujarnya.

Dalam acara itu juga dihadiri Kasum TNI Marsdya TNI Daryatmo, Wakasau Marsdya TNI Dede Rusamsi, para asisten Kasau, panglima, komandan dan para pejabat TNI AU.

www.kemhan.go.id

Kamis, 27 Desember 2012

Iran Gelar Latihan Tempur Velayat 91 Di Selat Hormuz

Tareq
Tareq merupakan salah satu kapal selam milik Angkatan Laut Iran yang juga dilibatkan dalam latihan tempur laut Velayat 91 yang digelar Iran di kawasan Selat Hormuz. Latihan tempur Velayat 91 ditujukan untuk memperlihatkan kekuatan dan kesiapan militer Iran dalam menghadapi ancaman serangan dari negara-negara lain. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Iran Gelar Latihan Tempur Velayat 91 Di Selat Hormuz.
Iran lakukan pelatihan AL di Selat Hormuz

Iran akan menyelenggarakan pelatihan angkatan laut enam hari di Selat Hormuz, Teluk Persia, akhir pekan ini untuk menunjukkan "kemampuan"nya, kata perwira penting angkatan lautnya Selasa. Pelatihan itu bersandi "Velayat 91" akan meliputi daerah yang termasuk selat itu, Laut Oman dan bagian-bagian dari Samudra India, kata Laksamana Habibollah Sayari dalam pernyataan yang disiarkan kentor berita ISNA.

Kapal-kapal perang, kapal selam akan digunakan dan diuji dalam pelatihan yang menurut rencana akan dimulai 28 Desember, katanya. "Kami akan menghormati perbatasan maritim tetangga-tetangga kami, dan melakukan manuver-manuver didasarkan pada hukum internasional," kata Sayari.

Iran bertujuan untuk meunjukkan kemampuan pertahanan angkatan laut dengan melakukan pelatihan ini, dan mengirim pesan perdamaian dan persahabatan kepada negara-negara kawasan itu. Iran sering melakukan uji coba rudal dan manuver untuk menegaskan kekuataan militernya dan berulang-ulang mengancam akan menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal-kapal tangki seandainya negara itu diserang. Selat itu adalah jalur pelayaran yang sempit di pintu masuk ke Teluk di mana sepertiga dari perdaganan minyak dunia melewati selat itu. Amerika Serikat memperingatkan Iran bahwa setiap usaha untuk menutup selat itu akan dianggap sebagai satu "garis merah"-- landasan bagi serangan militer AS.

Angkatan laut Iran, dengan 17.000 personil, bertugas untuk mempertahankan kepentingan-kepentingan Iran di Samudra India dan tempat lain. Pasukan lepas pantainya enam fregat kecil dan perusak, dan tiga kapal selam klas Kilo buatan Rusia. Satuan angkatan laut dari pasukan elit Pengawal Revolusi bertugas mempertahankan perairan Iran di Teluk itu.

Iran secara reguler mengecam kehadiran pasukan asing termasuk AS, khususnya yang digelar di Teluk. Iran mengatakan keamanan kawasan itu harus dijamin oleh negara-negara kawasan itu. Sejumlah monarki Arab di Teluk khawatir apa yang mereka anggap sebagai ambisi wilayah Republik Islam itu, yang sering menegaskan bahwa menurut sejarah Persia perairan itu adalah milik Iran, demikian AFP

www.antaranews.com

AS Umumkan Rencana Penjualan Pesawat UAV Global Hawk Kepada Korea Selatan

RQ-4 Global Hawk
RQ-4 Global Hawk adalah pesawat UAV pengintai canggih yang akan dijual AS kepada Korea Selatan untuk mengantisipasi serangan militer dari Korea Utara. Korea Selatan akan menjadi negara ketiga selain AS dan Jerman yang mengoperasikan pesawat UAV RQ-4 Global Hawk yang mampu terbang selama 28 jam non-stop pada ketinggian 18.288 meter ini. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | AS Umumkan Rencana Penjualan Pesawat UAV Global Hawk Kepada Korea Selatan.
Amerika Jual Pesawat Tak Berawak ke Korsel

Pemerintahan Obama telah dengan resmi mengusulkan penjualan pesawat mata-mata tak berawak kepada Korea Selatan, dalam usaha untuk memperkuat kemampuan pemerintah Seoul melindungi diri terhadap serangan Korea Utara yang mempunyai angkatan bersenjata yang sangat besar itu.

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan Amerika mengatakan dalam pernyataan bahwa badan itu telah dengan resmi memberitahu Kongres mengenai rencana penjualan $1,2 miliar pesawat tak berawak Global Hawk yang terbang tinggi serta pelatihan dan dukungan logistik. Para analis mengatakan Kongres kemungkinan besar akan menyetujuinya.

Korea Selatan direncanakan akan mengambil-alih wewenang atas pasukannya dari Amerika Serikat tahun 2015, dan badan keamanan tadi mengatakan Seoul tidak akan mempunyai kesulitan menyerap sistem wewenang baru itu ke dalam angkatan bersenjatanya. Sistem wewenang Amerika yang berlaku sekarang berasal dari peranan Amerika dalam perang Korea tahun 1950-1953, yang menghentikan serbuan Korea Utara untuk merebut kekuasaan atas Selatan.

Pesawat tak berawak Global Hawk, dengan radarnya yang menembus awan, membawa kamera digital resolusi-tinggi dan pengindera infra-merah. Pesawat itu kabarnya mampu mendeteksi benda yang panjangnya kurang dari 30 centimeter dari ketinggian kira-kira 20 kilometer.

www.voaindonesia.com

Selasa, 25 Desember 2012

Untuk Menjadi Calon Perwira TNI Tak Hanya Butuh Nilai Akademis Tinggi

Calon Perwira TNI
Calon Perwira TNI membutuhkan kondisi kesehatan fisik dan mental yang prima, tidak sekedar berotak cerdas dan memiliki nilai akademis yang bagus. Kondisi kesehatan fisik dan mental yang prima menjadi persyaratan standar bagi peminat penerimaan calon Perwira Karier Tentara Nasional Indonesia (TNI). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Untuk Menjadi Calon Perwira TNI Tak Hanya Butuh Nilai Akademis Tinggi.
Ternyata Jadi Calon Perwira TNI Tak Hanya Punya Otak Cerdas

Untuk menjadi seorang calon perwira TNI, nilai akademik yang tinggi saja ternyata tidak cukup, namun harus memiliki kesehatan dan kekuatan fisik yang sesuai dengan standar yang ditetapkan TNI. Demikian dikatakan Kepala Dinas Jasmani Angkatan Darat Brigjen TNI Tran Sumarso selaku Kepala Tim Pemeriksaan Uji Bidang Jasmani pada seleksi tingkat pusat penerimaan 200 calon Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI tahun 2012 di Pusat Pendidikan (Pusdik) Sekolah Calon Perwira (Secapa) AD Lembang Bandung Jawa Barat, Sabtu (22/12/2012). "Seleksi tingkat pusat penerimaan calon Pa PK TNI tahun 2012 dilaksanakan selama dua minggu sejak tanggal 12 s.d 28 Desember 2012 di Pusdik Secapa TNI AD Lembang Bandung. Selama dua minggu, para peserta mengikuti beberapa tahapan tes seperti pemeriksaan Administrasi, Kesehatan, Mental Idiologi (MI), Psikologi dan Tes Jasmani", ujar Brigjen TNI Tran Sumarso.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Paban I Ren/Spers TNI Kolonel Inf Herman Waluyo menjelaskan bahwa, sejak dibuka pendaftaran perwira sumber sarjana pada bulan Agustus 2012, animo generasi muda yang bercita-cita menjadi prajurit TNI sangat besar. Hal ini dapat terlihat dari jumlah pendaftar dari seluruh Indonesia yang telah diverifikasi mencapai 1.459 orang (1.349 Pria dan 110 Wanita).

Setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan pengujian tingkat daerah serta melalui rapat koordinasi antara Spers TNI dan Spers Angkatan, diputuskan yang dipanggil untuk mengikuti seleksi tingkat pusat sebanyak 156 orang. Jumlah tersebut belum termasuk dengan calon peserta yang berasal dari Mahasiswa Beasiswa (Mabea) TNI tahun 2012 sejumlah 44 orang, maka total peserta yang mengikuti seleksi tingkat pusat penerimaan calon perwira prajurit karier berjumlah 200 orang. "Penerimaan Pa PK TNI akan diarahkan untuk mengisi jabatan yang membutuhkan kualifikasi sesuai dengan jurusan atau program studinya, sebagai contoh kedokteran, teknik, hukum, psikologi, akuntansi, agama dan lain-lain yang tidak didapatkan dari sumber perwira lulusan Akademi TNI maupun dari Sekolah Calon Perwira (Secapa) yang bersumber dari Bintara," kata Kolonel Inf Herman.

Untuk tahun 2012 TNI hanya mengalokasikan sebanyak 128 orang untuk dididik menjadi Perwira Prajurit Karier TNI tahun 2012 dengan rincian TNI AD sebanyak 48 orang (42 pria dan 6 wanita), TNI AL 40 orang (35 pria dan 5 wanita) serta TNI AU 40 orang (32 pria dan 8 wanita).

Bagi peserta yang dinyatakan lulus pada sidang Panitia Penentuan Terakhir (Pantukhir) yang dilaksanakan pada 28 Desember 2012, selanjutnya akan menjalani Pendidikan Pertama (Dikma) di Akademi Militer (Akmil) Magelang Jawa Tengah selama tujuh bulan sebelum dilantik menjadi Letnan Dua.

www.tribunnews.com

Alutsista Pasukan TNI Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL Diperiksa Tim PBB

Alutsista Pasukan TNI Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL
Alutsista Pasukan TNI Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL beserta perlengkapan misi lainnya di periksa oleh tim petugas dari PBB pada Senin 17 Desember 2012 lalu. Kegiatan pemeriksaan kesiapan perlengkapan misi yang digunakan oleh kontingen negara-negara yang bertugas menjaga perdamaian dan kemanusiaan ini dikenal sebagai COE (Contingent Owned Equipment) dan dilakukan setiap tiga bulan sekali. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Alutsista Pasukan TNI Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL Diperiksa Tim PBB.
Ada Apa PBB Periksa Alutsista Pasukan TNI di Lebanon?

Untuk mengecek kesiapan operasional satuan yang tergabung dalam misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon), pihak PBB mengadakan inspeksi terhadap alat utama sistem senjata (alutsista) dan alat perlengkapan yang digunakan pasukan TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL atau Indobatt (Indonesian battalion) di Lebanon Selatan. Pemeriksaan yang dikenal dengan COE (Contingent Owned Equipment) ini dilakukan setiap tiga bulan sekali, dan bagi Satgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-G/UNIFIL (Indobatt), kali ini merupakan pemeriksaan pertama.

Kedatangan 13 orang tim dari COE yang diketuai oleh Sergiy Mazurov untuk memeriksa peralatan Satgas Indobatt diterima langsung oleh Dansatgas Konga XXIII-G/UNIFIL Mayor Inf Lucky Avianto beserta para perwira staf terkait, di ruang rapat Markas Indobatt, Adshit al Qusayr, Lebanon Selatan, Senin (17/12/2012).

Satgas Konga XXIII-G/UNIFIL yang berada di Kompi D, Kompi Ban, Kompi C, Kompi A dan Kompi B, menggelar seluruh perlengkapan yang digunakan untuk dicek satu persatu, antara lain meliputi kendaraan tempur, kendaraan ringan, persenjataan, peralatan komunikasi, administrasi, perlengkapan pribadi, kebersihan dan perlengkapan kemarkasan yang lain.

Dalam kesempatan tersebut, Dansatgas Indobatt Mayor Inf Lucky Avianto menyampaikan bahwa kedatangan tim COE bukanlah untuk mencari-cari kesalahan atau kekurangan, namun apa yang dilakukannya dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan koreksi kedepan dalam pelaksanaan misi perdamaian selama penugasan 1 tahun kedepan. Dansatgas juga berpesan kepada para perwira dan staf, agar dapat memberikan data selengkap-lengkapnya tanpa ada yang harus ditutup-tutupi.

Bagi negara penyumbang pasukan di PBB atau TCC (Troops Contributing Countries) yang menggunakan sistem wet lease seperti Indonesia, COE merupakan kegiatan yang harus dipersiapkan, karena apabila ada salah satu peralatan yang dinyatakan tidak siap pakai maka akan berpengaruh terhadap reimbursement (pembayaran kembali). Disamping itu tim PBB akan memberikan penilaian apakah Satgas dinyatakan siap atau tidak untuk melaksanakan operasi penjaga perdamaian di Lebanon Selatan di bawah UNIFIL. Standar kelayakan yang ditetapkan oleh PBB adalah 75 persen alutsista dan material Satgas harus memenuhi syarat dan siap operasi. Jika dalam pemeriksaan tersebut kondisi alutsista dan material Satgas dibawah 75 persen, maka dapat dinyatakan tidak siap operasi dan dapat direpatriasi atau dipulangkan ke negara asal.

Usai melakukan pemeriksaan terhadap alutsista Indobatt, Tim COE yang diwakili Sergiy Mazurov mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya, serta merasa puas terhadap penyiapan dan kesiapan Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL atau Indobatt (Indonesian battalion) dalam rangka misi perdamaian PBB di Lebanon.

www.tribunnews.com

Sabtu, 22 Desember 2012

Iran Klaim Pesawat UAV Buatannya Lebih Canggih Dari ScanEagle

ScanEagle
ScanEagle merupakan salah satu pesawat UAV dengan teknologi canggih yang diproduksi oleh AS. Negara Iran mengklaim telah berhasil membuat pesawat UAV yang lebih canggih dibanding kemampuan yang dimiliki ScanEagle. AS telah mengoperasikan ScanEagle sejak Perang Irak pada Agustus 2004. Pesawat tanpa awak ini mampu terbang non-stop selama 20 jam. Singapura merupakan satu-satunya negara Asia Tenggara yang telah mengoperasikan pesawat yang satu paket sistemnya seharga US$ 3,2 juta ini. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Iran Klaim Pesawat UAV Buatannya Lebih Canggih Dari ScanEagle.
Iran Produksi Pesawat yang Lebih Canggih dari ScanEagle

Menteri Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan negeri para mullah itu berhasil memproduksi pesawat tanpa awak yang sangat canggih. Bahkan, pesawat produksi Iran ini dipastikan lebih canggih dari ScanEagle, pesawat tanpa awak buatan AS yang berhasil ditangkap Pasukan Garda Revolusi Islam Iran, beberapa waktu lalu.

"Kami memiliki berbagai jenis pesawat tanpa awak yang lebih canggih dari ScanEagle dan produksinya di dalam negeri sedang berjalan," seperti dilansir Radio Iran, Irib, Kamis (20/12).

Keberhasilan Iran dalam mengembangkan pesawat tanpa awak luar biasa mengejutkan. Iran juga merilis gambar dan video yang diambil pesawat mata-mata yang beroperasi di udara di atas kapal induk AS yang beroperasi di peraian Timur Tengah.

Iran juga berhasil mengurai satu-satu komponen pesawat pengintai milik AS. "Kami akan segera menyambut Hari Teknologi Antariksa, dan pasti kami akan memamerkan berbagi kemajuan yang telah dicapai di bidang ini," pungkas Vahidi.

www.jpnn.com

Selasa, 18 Desember 2012

F-117 Nighthawk, Jet Tempur Siluman Milik Angkatan Udara AS.

Lockheed F-117 Nighthawk adalah pesawat tempur berkursi tunggal, menggunakan dua mesin jet dan merupakan pesawat terbang pertama buatan AS yang mengadopsi teknologi stealth (siluman). F-117 Nighthawk termasuk dalam tipe pesawat tempur untuk serangan permukaan yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).
Penerbangan pertama F-117A adalah pada tahun 1981, dan mencapai status pengoperasian kemampuan awal pada bulan Oktober 1983. F-117A adalah "mengakui" dan mengungkapkan pada dunia pada bulan November 1988. Sebuah produk dari Lockheed Skunk Works dan pengembangan mendemonstrasikan teknologi Have Blue, itu menjadi pesawat operasional pertama awalnya dirancang di sekitar teknologi siluman. F-117A dipublikasikan secara luas selama Perang Teluk Persia tahun 1991. Itu biasanya disebut sebagai "Stealth Fighter" meskipun pesawat serangan darat, membuat F-penunjukan yang menyesatkan. Pensiunan Angkatan Udara F-117 pada tanggal 22 April 2008, terutama disebabkan oleh tangkas F-22 Raptor dan pengenalan akan datang dari F-35 Lightning II. Enam puluh empat F-117 dibangun, 59 diantaranya merupakan versi produksi dengan 5 demonstran / prototipe. F-117 Nighthawk (Wallpaper 1). Galeri foto wallpaper dan gambar Pesawat jet tempur Siluman F-117 Nighthawk 1. Koleksi wallpaper foto dan gambar manuver Pesawat terbang jet tempur F-117 Nighthawk Siluman 1. Pesawat operasional memiliki penunjukan resmi "F-117A". Paling modern AS menggunakan pesawat militer pasca-1962 sebutan di mana sebutan "F" biasanya sebuah pesawat tempur udara-ke-udara, "B" biasanya pembom sebuah, "A" biasanya pesawat serangan darat, dan lain-lain (Contoh termasuk F-15, B-2, dan A-6) F-117. adalah terutama pesawat serangan darat begitu "F" nya penunjukan tidak konsisten dengan sistem Departemen Pertahanan, tetapi inkonsistensi yang telah berulang kali digunakan oleh Angkatan Udara AS dengan beberapa pesawat terbang menyerang tanah sejak akhir 1950-an, misalnya, F-105, F-111, dll sebutan "F-117" nampaknya mengindikasikan bahwa itu diberi sebutan resmi sebelum AS tahun 1962 Tri-Service Pesawat Penunjukan System dan dapat dipertimbangkan secara numerik menjadi bagian dari "seri Century" sebelumnya pejuang. Asumsi sebelum mengungkapkan pesawat kepada masyarakat adalah bahwa mungkin ia akan menerima penunjukan F-19 sebagai nomor yang belum digunakan. Namun tidak ada pesawat lain untuk menerima "100" nomor seri berikut F-111. pejuang Soviet yang diperoleh Amerika Serikat melalui berbagai cara dalam program Peg Konstan diberi nomor F-series untuk evaluasi mereka dengan pilot AS, dan dengan munculnya para pejuang Seri Teen, paling sering Seri sebutan Century. F-117 Nighthawk dapat menggunakan berbagai senjata dan dilengkapi dengan sistem navigasi canggih dan serangan diintegrasikan ke dalam suite avionik state-of-the-art digital yang misi meningkatkan efektivitas dan mengurangi beban kerja pilot. perencanaan rinci untuk misi ke wilayah sasaran yang sangat membela dicapai oleh sistem perencanaan misi otomatis dikembangkan, khususnya, untuk mengambil keuntungan dari kemampuan unik dari F-117A. manajemen Streamlined oleh Aeronautical Systems Center, Wright-Patterson AFB, Ohio, terobosan teknologi siluman dikombinasikan dengan pengembangan dan produksi bersamaan dengan cepat lapangan pesawat. Program F-117A telah menunjukkan bahwa pesawat siluman dapat dirancang untuk keandalan dan kemudahan perawatan. F-117 Nighthawk (Wallpaper 2). Galeri foto wallpaper dan gambar Pesawat jet tempur Siluman F-117 Nighthawk 2. Koleksi wallpaper foto dan gambar manuver Pesawat terbang jet tempur F-117 Nighthawk Siluman 2. Statistik perawatan pesawat ini adalah sebanding dengan pejuang taktis lainnya kompleksitas serupa. Logistik yang didukung oleh Sacramento Air Logistics Center, McClellan AFB, California, F-117A disimpan di garis depan teknologi melalui program perbaikan sistem senjata direncanakan berlokasi di USAF Plant 42 di Pemdas, California Angkatan Udara berpikir hari ini adalah bahwa hal itu akan tahap keluar Nighthawks setelah 2018. F-117A pertama disampaikan pada tahun 1982, dan pengiriman terakhir pada musim panas 1990. Keputusan produksi F-117A dibuat pada tahun 1978 dengan kontrak yang diberikan kepada Lockheed Advanced Proyek Pembangunan, yang "Skunk Works," di Burbank, California Penerbangan pertama tahun 1981, hanya 31 bulan setelah keputusan pengembangan skala penuh. Lockheed-Martin disampaikan 59 pejuang stealth kepada Angkatan Udara antara Agustus 1982 dan Juli 1990. Lima pesawat uji tambahan milik perusahaan. Nighthawk stealth pesawat tempur F-117A serangan ini dikembangkan oleh Lockheed Martin setelah bekerja pada teknologi siluman, dan uji pendahulunya pesawat demonstrator, Apakah Blue, dilakukan secara rahasia dari tahun 1975. Pengembangan F-117A Nighthawk dimulai pada 1978 dan pertama kali terbang tahun 1981, tapi tidak sampai 1988 yang keberadaannya diumumkan ke publik. The Nighthawk adalah pesawat siluman operasional pertama di dunia. Pesawat pertama disampaikan pada 1982 dan yang terakhir dari 59 Nighthawks dibeli oleh Angkatan Udara AS telah diterima pada tahun 1990. Pesawat F-117A ini juga dikenal sebagai Frisbee dan Wobblin 'Goblin. Misi pesawat adalah untuk menembus lingkungan ancaman padat dan menyerang sasaran-sasaran bernilai tinggi dengan akurasi yang tinggi. F-117 Nighthawk (Wallpaper 3). Galeri foto wallpaper dan gambar Pesawat jet tempur Siluman F-117 Nighthawk 3. Koleksi wallpaper foto dan gambar manuver Pesawat terbang jet tempur F-117 Nighthawk Siluman 3. Nighthawk telah dalam pelayanan operasional di Panama, selama Operasi Badai Gurun, di Kosovo, di Afghanistan dan selama Operasi Kebebasan Irak. F-117 sedang diganti di USAF oleh F-22 Raptor. 10 pertama dari pesawat 55-117 F dalam pelayanan telah ditarik dari peredaran pada bulan Desember 2006. Sebuah upacara pensiun resmi berlangsung di Wright-Patterson AFB pada Maret 2008. F-117 yang sedang disimpan dalam hanggar di sebuah lapangan udara di Tonopah Test Range, Nevada. Sayap dan ekor sedang dihapus untuk penyimpanan, namun beberapa pesawat akan dapat dengan cepat dipanggil kembali ke penerbangan jika diperlukan. Empat terakhir F-117 pesawat terbang ke Tonopah pada tanggal 22 April 2008. Pada bulan Januari 2004, F-117 berhasil merilis sebuah JDAM (JDAM) 2.000 lb bom untuk pertama kalinya. Integrasi JDAM dan senjata presisi-dipandu lainnya pada F-117 ini digabungkan dengan perangkat lunak upgrade blok II dan mencapai kemampuan operasional awal (IOC) pada tahun 2006. The Nighthawk hanya digunakan untuk misi malam hari. Angkatan Udara memutuskan untuk pensiun F-117 armada karena generasi baru termasuk pesawat siluman B-2 Spirit, F-22 Raptor dan segera-to-be-menerjunkan F-35 Joint Strike Fighter memiliki kemampuan lebih baik, dan karena F-117 adalah mahal untuk terbang dan menjaga. Holloman pilot dan tim pemeliharaan meluncurkan terakhir mereka "4-kapal" pejuang stealth pada tanggal 21 April 2008. Mereka membuat berhenti semalam singkat di pusat dukungan logistik F-117 di Pemdas, CA, untuk upacara terakhir sebelum pensiun untuk Tonopah mana sayap dan ekor pesawat dipindahkan dan disimpan di hanggar pelindung. F-117 akan ditempatkan di gudang di sebuah lapangan udara di Tonopah Test Range, Nev, dimana pesawat terbang dalam kerahasiaan total dan hanya pada malam hari sampai November 1988. F-117 sudah hampir sepenuhnya ditutupi dengan material penyerap radar yang melelahkan dan mahal untuk menjaga. Setelah masing-masing misi, spesialis pemeliharaan meneliti lapisan khusus pesawat untuk mengidentifikasi perbaikan yang dibutuhkan. Jika diperlukan, pelapis yang diterapkan kembali, diperbolehkan untuk menyembuhkan, dan kembali diperiksa. F-117 Nighthawk (Wallpaper 4). Galeri foto wallpaper dan gambar Pesawat jet tempur Siluman F-117 Nighthawk 4. Koleksi wallpaper foto dan gambar manuver Pesawat terbang jet tempur F-117 Nighthawk Siluman 4. Sebagian dari armada tersebut cepat recallable untuk terbang lagi, jika pernah diperlukan. Lima pesawat F-117 pengembangan dibangun dan diuji antara tahun 1981 dan 1982. Skuadron F-117 pertama dinyatakan operasional pada tahun 1983. Lockheed membangun total 117 F-59 untuk Angkatan Udara. F-117 adalah pesawat yang sangat rahasia selama sebagian besar dari tahun 1980-an. Hal ini akhirnya diresmikan pada tahun 1989 dan menjadi terkenal pada tahun 1991 ketika digunakan dalam sangat membela langit di atas Irak selama Perang Teluk Persia. Pada tahun 1999, F-117 ditembak jatuh oleh sebuah rudal Rusia dibangun di atas Yugoslavia, menunjukkan siluman yang tidak terkalahkan. Dibangun terutama dari aluminium dengan RAM diterapkan pada kulit eksternal, F-117 ini menggunakan struktur internal sangat konvensional termasuk penggunaan dua sayap tiang. Dibangun terutama dari aluminium, pesawat F-117A itu terdiri dari panel datar dikenal sebagai aspek dipasang pada subframe pesawat, mereka yang untuk mencerminkan energi radar jauh dari pemancar itu sendiri tujuan, sehingga menyangkal operator yang terlihat 'kembali'. Semua permukaan yang dilapisi dengan bahan penyerap radar berbagai. Semua pintu dan panel memiliki tepi bergerigi untuk lebih meminimalkan pantulan radar. Grid meliputi pada asupan dan penggunaan exhausts 'platypus' sempit-slot dikelilingi dengan panas-menyerap ubin mengurangi kemungkinan deteksi IR. Di depan kaca kokpit lima-sepotong pelat datar adalah sebuah sensor FLIR, tersembunyi di perumahan mesh-ditutupi; di depan kanan underfuselage ada DLIR ditarik dan penanda laser. Sensor ini digunakan dalam hubungannya dengan standard penyatuan terminal pusat, dua di antaranya dapat dilakukan di teluk senjata double-section.

F-117 Nighthawk (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
F-117 Nighthawk (Gambar 1).

F-117 Nighthawk (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

F-117 Nighthawk (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

F-117 Nighthawk (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

F-117 Nighthawk (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
F-117A Nighthawk adalah pesawat serang darat siluman yang hanya dimiliki oleh Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat ini adalah hasil dari program pesawat siluman Lockheed Have Blue, dan merupakan pesawat pertama yang dirancang khusus untuk menggunakan teknologi siluman. F-117A banyak mendapatkan publikasi pada masa Perang Teluk. Kini Angkatan Udara Amerika Serikat sudah tidak mengoperasikan lagi pesawat F-117, dikarenakan mulai dipakainya F-22 Raptor yang lebih efektif. F-117 mulai dipensiunkan secara bertahap dari Oktober 2006 sampai 2008, dan sudah tidak ada lagi pilot baru yang dilatih untuk menggunakan pesawat ini.

Penamaan huruf "F" pada pesawat ini secara resmi tidak pernah dijelaskan. Namun, diperkirakan penamaan ini menggunakan konvensi penamaan pesawat militer Angkatan Udara Amerika Serikat sebelum tahun 1962, misalnya seperti F-111. Pada pesawat militer Amerika Serikat setelah tahun 1962, penamaan "F" biasanya untuk pesawat tempur udara ke udara, "B" untuk pesawat pengebom, "A" untuk pesawat serang darat, dan "C" untuk pesawat kargo (contoh: F-15 Eagle, B-2 Spirit, A-6 Intruder, dan C-130 Hercules). Pesawat siluman ini merupakan pesawat serang darat, karena itulah huruf awal "F" dan penomorannya masih menjadi misteri.

Pada sebuah film dokumentasi yang mewawancarai seorang anggota senior tim pengembangan F-117, mengatakan bahwa pilot-pilot terbaik akan lebih tertarik untuk mencoba pesawat "F", dibandingkan pesawat "B" atau "A".

Spesifikasi Jet Tempur Siluman F-117A Nighthawk :

Produsen : Lockheed Martin
Type : Pesawat Pembom dan Serangan Darat (Stealth / Siluman)
Penerbangan Perdana : 18 Juni 1981
Tahun non-aktif operasional : 2008

Karakteristik umum
  • Kru: 1
  • Panjang: 65 ft 11 in
  • Lebar sayap: 43 ft 4 in
  • Tinggi: 12 ft 9.5 in
  • Luas sayap: 780 ft²
  • Bobot kosong: 29,500 lb
  • Bobot terisi: 52,500 lb
  • Mesin: 2 unit General Electric F404-F1D2 turbofans, 10,600 lbf masing-masing
Kinerja
  • Laju maksimum: Mach 0.92 (617 mph, 993 km/h)
  • Laju jelajah: Mach 0.92
  • Jarak jangkau: 930 NM
  • Batas tertinggi servis: 69,000 ft
  • Beban sayap: 65 lb/ft²
  • Dorongan/berat: 0.40
Persenjataan
  • BLU-109 bomb hardened penetrator
  • GBU-10 Paveway II laser-guided bomb
  • GBU-12 Paveway II laser-guided bomb
  • GBU-27 Paveway III laser-guided bomb
  • JDAM INS/GPS guided munition
wikipedia.org