Cari di Blog Ini

Minggu, 15 Januari 2012

100 Tank Leopard untuk imbangi kekuatan militer negara tetangga

100 Tank Leopard untuk imbangi kekuatan militer negara tetangga
Tank Leopard, Agar TNI Setara dengan Negara Tetangga

100-an Tank Leopard yang dibeli dari Belanda akan menambah amunisi TNI. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI, Pramono Edhie, menegaskan, modernisasi alutsista itu untuk penyetaraan kekuatan dengan negara tetangga.

Menurutnya, pembelian tank Leopard dan beberapa alutsista lainnya, untuk menyeimbangkan kekuatan sesama negara terutama untuk latihan bersama. adapun anggaran Alutsista periode 2011-2014 ialah Rp 14 triliun. "Modernisasi diperlukan untuk pengamanan wilayah Asean, dan latihan bersama. Karena jika kita latihan dengan negara lain Alutsista kita tidak imbang, mereka pakai alat-alat baru, dan kita masih lama," ungkap Pramono usai acara HUT Dispen TNI AD, di Kartika Media Centre, Jl Abdulrahman Saleh, Jakarta, Jumat (13/1/2012).

Selain Leopard, TNI akan belanja helikopter serang, pertahanan anti udara dan lain-lain. "Tank yang dipakai oleh Angkatan Darat saat ini usianya sudah lebih dari 40 tahun. Dan hampir 20 tahun, kita tidak pernah modernisasi besar-besaran," imbuh Pramono.

Pembelian tank Leopard dan alutsista lainnya, lanjut Pramono, dilakukan lewat penelitian terkait fungsi dan kegunaannya sesuai letak geografis Indonesia. Ia juga memastikan, pemeliharaan alutsista yang akan dibeli itu sudah diperhitungkan. "Mengenai kegunaan dan fungsinya, sudah dikaji oleh Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pusenkav) AD. Begitu pun dengan pemeliharaannya," terang Pramono.

www.detiknews.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum berani sentuh TNI dan POLRI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum berani sentuh TNI dan POLRI
KPK Belum Berani Sentuh Proyek-proyek TNI dan Polri?

Kepemimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berganti tiga kali. Namun, hingga kapal pemberantasan korupsi itu dinahkodai oleh seorang anak muda bernama Abraham Samad, banyak proyek alat utama sistem persenjataan (alutsista) di TNI dan Polri belum juga berani disentuh.

Indonesia Police Watch (IPW) yang juga Deklarator Komite Pengawas KPK mendesak agar Abraham Samad Cs berani mengusut dugaan korupsi di tubuh TNI dan Polri yang selama ini tidak juga tersentuh. Demikian disampaikan Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (15/1/2012).

Untuk sekadar mengingatkan, bahwa usia kepimpinan Abraham akan genap satu bulan pada Senin (16/1/2012) besok. Namun, belum ada tanda-tanda akan membongkar kasus-kasus korupsi baru, selain melanjutkan kasus lama. Padahal, Abraham berjanji akan mengundurkan diri jika dalam setahun tidak mampu menuntaskan PR pimpinan KPK Jilid II tersebut.

Sebenarnya, banyak proyek di TNI dan Polri yang terindikasi korupsi dan bisa diselidiki Abraham Samad dan pasukannya. Di TNI, KPK bisa mengusut proyek-proyek pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang mangkrak, seperti 39 unit kapal perang bekas Jerman Timur yang menjadi besi tua, 3 dari 10 pesawat tempur Sukhoi yang tidak bisa terbang, 10 pesawat M17 yang tidak punya GPS, 5 pesawat M35 yang tidak punya rudal dan sudah rusak, 200 unit Jeep bekas Cina yang pernah ditolak Kostrad, puluhan mortir buatan Cina yang tidak bisa dipakai, belasan rudal Rapier tanpa radar, belasan kendaraan tempur Panhard tidak dilengkapi radio, senjata serta kunci roda, dan lain-lain.

Sementara di Polri, KPK bisa mengusut proyek Pusat Latihan Polri di Cikeas yang kini terlantar, kasus rekening gendut, pengadaan mobil patroli, alat komunikasi dan jaringan komunikasi (alkom-jarkom), proyek-proyek fasilitas di Direktorat Lalulintas, dan aksi tembak syarat Kartu Tanda Penduduk (KTP) dalam perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang diduga merugikan pemasukan negara ratusan miliar. "Sudah saatnya KPK turun tangan untuk mengawasi proyek-proyek alutsista di Polri maupun TNI. Sebab, proyek-proyek ini menghabiskan dana puluhan triliun yang hasilnya terkadang tidak tepat guna dan mubazir," kata Neta.

Menurut Neta, ada kebiasaan buruk di TNI dan Polri, yakni setiap pembelian alutsista tidak pernah lengkap. Akibatnya, setelah dibeli dan saat dioperasionalkan, alutsista itu tidak bisa digunakan, tidak tepat guna, bahkan tidak berguna sama sekali. Alhasil, alutsista dari uang rakyat itu itu ditelantarkan dan menjadi besi tua. Hal itu dikarenakan proses pembeliannya diduga sarat Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dan kebanyakan menjadi korban uang untuk komisi atau fee.

IPW menyarankan, dalam pengadaan alusista KPK perlu mencermati sejauhmana proyek itu sesuai dengan Rencana Stretegis (Renstra), sejauhmana alutsista itu terukur, secara teknologi lebih tinggi atau minimal sama dengann negara tetangga, dan dalam pembelian alutsista ukurannya bukanlah kuantitas tetapi kualitas. Dalam pengadaan alutsista tidak melulu harus mengacu pada kuantitatif atau jumlah saja. Walau jumlahnya sedikit, akan lebih berguna dan bermafaat jika alutsista tersebut tepat guna dan tepat sasaran. "Dan mudah dipindah-pindahkan mengingat Republik Indonesia sebagai negara kepulauan, sehingga alutsista tersebut bisa efektif dan efisien," ujarnya.

Adalah tidak berguna jika jumlah memiliki banyak alutsista, tapi tidak bisa digunakan dan justru menjadi besi tua seperti kapal perang bekas Jerman Timur dan 200 Jeep bekas Cina yang tidak diketahui nasibnya saat ini. "Sebab itu kebijakan Komisi I DPR yang menolak pembelian 100 tank Leopard dari Belanda patut didukung semua pihak," bebernya.

nasional.kompas.com

Sabtu, 14 Januari 2012

KRI Hasanuddin (366)

KRI Hasanuddin (366) adalah kapal perang jenis korvet kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) yang dimiliki dan dioperasikan oleh TNI AL. Kapal perang KRI Hasanuddin (366) dibangun di galangan kapal Schelde Naval Shipbuilding Belanda pada tahun 2004.
KRI Hasanuddin (366). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Hasanuddin (366)
KRI Sultan Hasanuddin dengan nomor lambung 366 merupakan kapal kedua dari kapal perang jenis Perusak Kawal Berpeluru Kendali kelas SIGMA milik TNI AL. Nama KRI Sultan Hasanuddin diambil dari nama Sultan Hasanuddin, Raja Gowa XVI. KRI Sultan Hasanuddin merupakan sebuah kapal korvet modern yang dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda yang mulai pada tahun 2005 khusus untuk TNI-AL. KRI Hasanuddin (366) bertugas sebagai kapal patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara. Kapal kelas SIGMA ini mulai dikerjakan pada Oktober 2004, dan mulai ditugaskan pada tahun 2007.

SIGMA dirancang utnuk menerima sistem modul di berbagai area, hal ini menyebabkan kapal ini mempunyai keluwesan yang tinggi dalam pengaturannya dengan biaya yang rendah. Korvet ini dilengkapi dengan perlengkapan komunikasi dan pertempuran yang lengkap di dalam ruang yang luas untuk menampung akomodasi 80 orang, sebuah dek helikopter dan propulsi diesel propeler ganda.Kemampuan propulsi dan keseimbangan yang tinggi dari kapal ini (dilengkapi dengan gulungan penyetabil pasif) membuatnya cocok untuk operasi pencarian dan patroli di perairan teritorial indonesia.

Fungsi dasar dari kapal perang KRI Hasanuddin (366) ini adalah Patroli maritim Zona Ekonomi Ekslusif (EEZ), Penggetar, Pencarian dan penyelamatan (SAR) dan anti kapal selam. Dek helikopter mampu menampung sebuah helikopter dengan berat maksimum 5 ton dilengkapi dengan fasilitas lashing point dan sistem pengisian BBM .Operasi helikopter mampu dilakukan pada malam hari maupun siang hari. Kapal ini dibuat menggunakan rules Lloyd's Registeruntuk unrestricted service dan disetujui oleh prinsipal kelautan yang bonafid.

Tenaga penggerak
KRI Hasanuddin (366) dilengkapi dua buah mesin diesel V28-33D STC (sequintial turbo charging) diproduksi oleh MAN Diesel (Jerman) berkonfigurasi V 20 silinder. Mesin berkekuatan 8900 kW ini masing-masing menggerakan sebuah baling-baling yang bisa diatur kemiringan bilahnya melalui sebuah gir pengurang putaran satu tingkat. Mesin berbobot 46 ton ini berukuran panjang x lebar x tinggi = 7330 x 2100 x 3180 mm.

Persenjataan
Sebagai bagian dari armada patroli, KRI Hasanuddin (366) dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan untuk meronda wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :
  • Peluru kendali darat ke udara: MBDA Mistral dalam peluncur Tetral laras 4, Jangkauan efektif 6 km
  • Peluru kendali anti kapal: MBDA Excocet MM40 block 2, Jangkauan efektif 70 km
  • Kanon utama: Oto-Melara Super rapid kaliber 76 mm, kecepatan tembakan 120 rpm,jarak maksimum 16 km (Posisi A)
  • Kanon anti serangan udara: 2 x 20 mm DENEL Vector G12 (Posisi B)
  • Torpedo: 3A 244S Mode II/MU 90 dilengkapi dengan 2 peluncur torpedo B515
Sensor dan Elektronis
  • Sistem Perang: Thales TACTICOS
  • Radar utama: MW08 3D multibeam surveillance radar
  • Radar senjata: LIROD Mk2 tracking radar
  • Data Link: LINK Y Mk2 datalink system
  • Sonar: Thales Kingklip medium frequency active/passive ASW hull mounted sonar
  • Elektronik Komunikasi: Thales/Signaal FOCON
  • Sistem Pengecoh: TERMA SKWS
  • Platform integrasi utama: Imtech UniMACs 3000 Integrated Bridge System
wikipedia.org

Gelar pasukan TNI pada Hari Nusantara

Pasukan TNI
Pasukan TNI
| PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Gelar pasukan TNI pada Hari Nusantara.
Pasukan TNI PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Gelar pasukan TNI pada Hari Nusantara.
Unjuk Kekuatan di Kota Tujuh Putri

Sebuah gelar kekuatan TNI dipertontonkan di bumi lancang kuning Riau bulan Desember 2011 lalu, tepatnya di sebuah kota pelabuhan minyak terbesar di pantai timur Sumatera, Dumai. Satu brigade pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) TNI dikerahkan ke kota asal muasal tujuh putri itu melalui penerjunan payung pasukan TNI AD dari batalyon 503 Mayangkara dan serangan amfibi dari batalyon infantri 3 Marinir. Ini bagian dari perhelatan Hari Nusantara yang jatuh setiap tanggal 13 Desember yang bersumber dari Deklarasi Juanda tahun 1957.

Apa itu deklarasi Juanda yang dicetuskan tanggal 13 Desember 1957. Tak lain dan tak bukan isinya adalah mempertegas bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang punya corak khas dan sejak dahulu kala kepulauan nusantara sudah merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Dengan Keppres No 126 tahun 2001 deklarasi ini ditetapkan sebagai Hari Nusantara.

Ada pertanyaan mengapa harus di Dumai padahal rencana semula di Poso. Yang jelas karena kepanitiaan ada di tangan Kementerian Pertahanan maka akan lebih terasa gemanya jika dilaksanakan di Dumai sebuah kota pelabuhan di tepi selat Malaka yang strategis itu. Kehadiran PPRC TNI di kota terluas di Indonesia itu (1.727,385 km²) dipandang perlu untuk menunjukkan kesiagaan yang tinggi karena kota ini adalah pusat transportasi laut berskala besar untuk lalulintas ratusan ribu barrel minyak perhari dan ribuan ton CPO. Dan yang lebih penting bersebelahan dengan dua jiran sebagai sebuah pesan.

Menhan sendiri secara tersirat menyatakan bahwa perhelatan Hari Nusantara di Dumai yang kental dengan aroma militer diperlukan untuk menunjukkan pada negara lain bahwa TNI siap untuk berkelahi demi mempertahankan teritori NKRI. Nah untuk menambah kesan aroma militer itu, tidak hanya latihan militer gabungan yang dipertunjukkan namun ada simulasi menghancurkan perompak oleh pasukan khusus TNI AL, juga pameran industri alutsista dalam negeri, sailing pass kapal perang, flypass pesawat militer, latihan integrasi taruna TNI yang diikuti 1500 taruna tingkat akhir.

Jadi bisa dibayangkan suasana militer setidaknya selama tiga minggu di kota berpenduduk 280.00 jiwa itu yang sehari-harinya disibukkan dengan aktivitas bisnis perminyakan, kelapa sawit dan transportasi laut lintas negara. Dumai tiba-tiba saja menjadi kota militer dengan kahadiran ribuan personil TNI dan berbagai jenis alutsistanya. Masyarakat Dumai yang multi etnis itu pun antusias menonton gelar terjun payung yang dilakukan oleh 9 pesawat Hercules di Bandara Pinang Kampai yang berdekatan dengan kompleks perumahan Chevron, menerjunkan ratusan personil TNI AD di sebuah pagi tanggal 11 Desember 2011.

Pada saat yang bersamaan dari laut pasukan marinir berkekuatan 1 batalyon dan dikawal 9 KRI menyerang pantai Mundang Dumai untuk melakukan serbuan amfibi merebut kembali kota Dumai yang sudah dikuasai ”musuh” berbulan-bulan. Hanya kali ini musuhnya bukan negara Sonora melainkan GSB (Gerakan Separatis Bersenjata) yang hendak menguasai sebagian provinsi Riau, kata penulis skenarionya begitu. Ini merupakan bagian materi berjudul Operasi Lawan Insurjensi atau OLI kata Kasum TNI Letjen TNI J. Suryo P.

Maka pagi itu Dumai benar-benar hiruk pikuk dengan deru sejumlah alutsista dan pasukan TNI yang ”menyerang” kota mereka. Tiga jet tempur Hawk dari Pekanbaru menghancurkan sasaran lawan di pantai untuk memuluskan gerakan serbuan amfibi. Dentuman menggemuruh disana sini. Sementara di bagian angkasa yang lain 9 Hercules menerjunkan pasukan untuk menduduki kota Dumai melalui bandara Pinang Kampai.

Serangan pasukan pemukul reaksi cepat TNI di Dumai merupakan puncak dari kegiatan latihan militer yang sudah dimulai sejak tanggal 22 Nopember 2011. Latihan bergengsi ini sebenarnya diluar jadwal kegiatan latihan tempur TNI karena belum lama berselang sudah diadakan latihan berskala besar di Sangatta, juga pendaratan amfibi pasukan marinir. Penutupan latihan dilakukan satu hari setelah pendaratan pasukan gabungan oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di lapangan Chevron Dumai.

Show of force militer Indonesia ini di sebuah kota minyak yang memiliki sejumlah obyek vital merupakan kejutan tersendiri bagi warga Dumai. Selama ini unjuk kekuatan TNI selalu ada di wilayah segitiga ATS Kalimantan yaitu Ambalat-Tarakan-Sangatta. Bagi warga Dumai sendiri surprise itu memberikan nilai kebanggaan karena tak menyangka dengan kehadiran ribuan pasukan TNI untuk melindungi wilayah dan warganya dari gangguan keamanan. Bayangkan saja ribuan pasukan TNI ditambah 7000 undangan dan animo puluhan ribu masyarakat Dumai menyatu merayakan Hari Nusantara yang dibalut dengan latihan militer, flypass pesawat, sailing pass kapal perang, pameran pertahanan dan kedatangan Wapres Boediono.

Alutsista laut yang berpartisipasi dalam latihan militer TNI ini adalah KRI Makassar LPD, KRI Banjarmasin LPD, KRI Banda Aceh LPD, KRI Tanjung Nusanive, KRI Teluk Cenderawasih, KRI Lambung Mangkurat, KRI Sutanto, KRI Silas Papare, KRI KRI Todak, KRI Barakuda, KRI Clurit. Marinir menampilkan 1 peleton tank amfibi, 1 kompi panser amfibi, 1 peleton kapa, 1 peleton Howitzer dan RM Grad. Dari matra darat ditampilkan beberapa unit tank Scorpion/Stormer, panser Anoa, meriam artileri, radar giraffle, LCR dan kendaraan angkut pasukan. Sedangkan matra udara mengirimkan 1 flight jet tempur Hawk, 1 filght jet tempur F16, 9 Hercules, 2 F27, 1 Casa 212, 1 CN235, 2 Heli.

Dumai bermakna strategis bagi Indonesia karena letak geografis kota ini persis di jalur sempit selat Malaka yang ramai lancar itu. Lebih dari itu dari kota ini transaksi bisnis jutaan dollar berlangsung melalui transportasi perminyakan dan kelapa sawit. Dumai, sebuah kosa kata yang berasal dari legenda kekaguman seorang pangeran Empang Kuala yang melihat tujuh putri cantik sedang mandi di lubuk Sarang Umai. Sang Pangeran berdecak kagum sambil berkata pelan dengan pengawalnya: ada gadis cantik di lubuk Umai, cantik di Umai ya..ya.. di umai, lalu akhirnya menjadi Dumai. Dan memang sekarang Dumai tumbuh menjadi kota yang cantik, memikat, memukau dan berkembang pesat. Ya karena ada ”gadis cantik” di lubuknya, gadis cantik itu bernama minyak bumi dan minyak sawit.

hankam.kompasiana.com

Kamis, 12 Januari 2012

800 prajurit TNI mendapatkan pelatihan matematika

Prajurit TNI
Prajurit TNI
| PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. 800 prajurit TNI mendapatkan pelatihan matematika.
Prajurit TNI. 800 prajurit TNI mendapatkan pelatihan matematika.
Prajurit TNI Dapat Pelajaran

Sebanyak 800 orang anggota TNI dilingkup Kodam Jaya mendapat pendidikan matematika melalui metode baru bernama Gasing (Gampang Asyik Menyenangkan) yang digagas pakar fisika Prof Yohannes Surya. Upaya tersebut dilakukan sebagai pembekalan jika sewaktu-waktu TNI ditugaskan untuk menjadi guru di wilayah perbatasan atau terpencil. "Ini merupakan gerakan moral. Kami berharap ilmu matematika ini ditularkan ke anak-anak dalam keluarga, tetangga atau bagi anggota TNI yang ditugaskan ke wilayah perbatasan atau terpencil," kata Pangdam Jaya, Mayjen TNI Waris usai penutupan program "Tentara Mengajar Matematika" di Jakarta, Rabu (12/1).

Pangdam Jaya sangat mendukung kegiatan ini, karena matematika diperlukan anggotanya agar bisa berpikir cepat sebagai bahan dasar mengambil keputusan. Kendati terbilang sederhana, matematika yang diajarkan melalui metode Gasing bisa membuka wawasan anggotanya bahwa matematika juga bisa dipelajari dan diajarkan secara menyenangkan. "Bukan rahasia lagi jika matematika hingga kini masih menjadi momok bagi anak-anak, termasuk orang dewasa. Melalui metode Gasing ini diharapkan wawasan terbuka sehingga tak hanya anggota TNI yang suka matematika tetapi juga di rumah dan lingkungan tempat tinggal," kata Mayjen Waris.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Eka Tjipta Foundation (ETF) dan Surya Institute selama dua minggu (27 Desember 2011-11 Januari 2012) itu ditujukan untuk memperkenalkan matematika kepada para siswa sekolah dasar kelas 1 hingga 6 sebagai suatu subyek yang sederhana dan mudah dipahami.

Pendiri Surya Institute, Prof Yohannes Surya menambahkan, sebelum diterjunkan ke lapangan, para prajurit diasah kemahirannya dalam bidang matematika. Mereka juga dibekali kemampuan berkomunikasi yang ramah untuk mengajar dan melakukan pendekatan kepada anak-anak. "Meski tidak memiliki kualifikasi sebagai pendidik, potensi dan komitmen mereka sangat luar biasa. Kami mempercayai dengan membekali pelatihan ini, anggota TNI akan semakin berdaya guna bagi diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya," kata Prof Yohannes Surya.

Anak-anak yang akan dilatih, menurut Prof Yohannes, adalah mereka yang telah menguasai penjumlahan di bawah 20. Hal ini menjadi penting agar pelajaran matematika dapat dilakukan secara bertahap dan tidak melompat. "Program ini patut mendapatkan penghargaan luar biasa karena melibatkan banyak prajurit dalam pelatihan Matematika. Pertama kali di dunia ada tentara dalam jumlah besar mau belajar, dan mengajar matematika," ujarnya.

www.suarakarya-online.com

TNI kirim kontingen lomba menembak pada event Brunei International Skill Arms Meet (BISAM)

Prajurit TNI Lomba Menembak
Prajurit TNI Lomba Menembak
| PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. TNI kirim kontingen lomba menembak pada event Brunei International Skill Arms Meet (BISAM).
Prajurit TNI Lomba Menembak. TNI kirim kontingen lomba menembak pada event Brunei International Skill Arms Meet (BISAM).
Kontingen TNI ke Brunei International Skill Arms Meet Dilepas

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono melepas keberangkatan Kontingen TNI yang akan mengikuti Lomba Tembak Brunei International Skill Arms Meet (BISAM) ke-10 tahun ini, dalam upacara di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (11/1) kemarin.

Keterangan pers Mabes TNI yang diterima, Rabu kemarin, menyebutkan bahwa Panglima TNI dalam amanatnya yang dibacakan Kasum TNI Letjen TNI J. Suryo Prabowo, mengatakan, dalam kejuaraan Lomba Tembak BISAM itu, Kontingen TNI telah dua kali meraih Juara Umum.

Pengukiran prestasi terbaik itu tercapai dalam Lomba Tembak BISAM ke-8 dan ke-9. Dikatakan, prestasi tersebut merupakan bukti dari kesungguhan semua pihak terutama para petembak dalam melaksanakan latihan dan tentunya tidak terlepas dari peranan para pelatih dan pendukung, sehingga Kontingen TNI dapat mempertahankan gelar juara umum pada kegiatan tersebut. "Prestasi dalam bidang olahraga khususnya militer/tempur akan meningkatkan rasa kebanggaan dan kehormatan TNI dalam lingkup internasional," katanya.

Dalam kejuaraan Lomba Tembak BISAM-10 Kontingen TNI menambah satu cabang perlombaan, yaitu pistol putri. Lomba Tembak BISAM merupakan lomba tembak militer/tempur tingkat internasional yang dimulai sejak 1985. Kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Angkatan Bersenjata Diraja Brunei (RBAF) itu diikuti oleh 10 negara yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Kamboja, Oman, Pakistan, Australia dan Inggris.

Adapun cabang yang diikuti kontingen TNI antara lain tembak senapan, tembak SO/GPMG, tembak pistol putra dan tembak pistol putri. Pada kejuaraan kali ini, Kontingen TNI mengirimkan 45 personel TNI yang terdiri dari 28 atlet terbaik TNI yang telah lulus seleksi dari berbagai satuan dan 17 personel pendukung.

Komandan Kontingen Kolonel Inf Raharyono beserta rombongan rencananya akan bertolak menuju Brunei Darusalam pada hari ini.

www.metrotvnews.com

Rabu, 11 Januari 2012

PT PAL kerjasama dengan Daewoo Korsel bangun 3 kapal selam TNI AL

Kapal Selam
Kapal Selam
| PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. PT PAL kerjasama dengan Daewoo Korsel bangun 3 kapal selam TNI AL.
Kapal Selam PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. PT PAL kerjasama dengan Daewoo Korsel bangun 3 kapal selam TNI AL.
Pemerintah Genjot Alih Teknologi Kapal Selam Korea

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin memastikan pemerintah bakal mendorong percepatan alih teknologi pembuatan kapal perang dalam negeri. Selama ini industri kapal dalam negeri baru bisa memproduksi non-kapal perang, seperti kapal patroli dan kapal angkut. Sedangkan, untuk kapal selam, masih mengandalkan teknologi asing. "Pemerintah sudah memprioritaskan anggaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) angkatan laut untuk transfer teknologi," ujar Sjafrie saat meninjau industri kapal di Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 4 Januari 2012.

Pada 20 Desember lalu, Kementerian Pertahanan sudah menandatangani kontrak pengadaan tiga unit kapal selam dengan perusahaan galangan kapal asal Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding Marine Enginering (DSME). Menurut Sjafrie, kerja sama dilakukan dengan model produksi bersama agar terjadi alih teknologi. Penambahan alutsista kapal selam ini diharapkan menjadi wadah penguatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam pembuatan kapal selam.

Menurut Sjafrie, alih teknologi pembuatan kapal selam sudah masuk dalam kontrak pembelian tiga kapal selam itu. Berdasarkan kontrak, ketiga kapal ini menghabiskan biaya sekitar US$ 1,80 miliar yang diambil dari alokasi pengadaan alutsista tahun 2010-2014.

Kepala Badan Sarana Pertahanan Mayor Jenderal Ediwan Prabowo mengatakan, untuk menjamin terlaksananya alih teknologi, pembuatan kapal selam ketiga akan dilakukan sepenuhnya di Indonesia melalui perusahaan produsen kapal pelat merah PT PAL. Pembuatan kapal pertama dilakukan sepenuhnya di Korea dengan mendatangkan tenaga ahli PT PAL Surabaya untuk belajar ke Daewoo.

Mereka akan diminta belajar tahapan desain dan turut dalam tahapan persiapan pembangunan kapal selam kedua. Rencananya, dalam pembuatan kapal tahap pertama, akan dikirim sekitar 30 tenaga ahli. Sedangkan, pada pembuatan kapal kedua, pemerintah akan mengirim hingga 130 orang untuk mulai terlibat dalam praktek pembuatan kapal selam. Barulah nanti pembuatan kapal ketiga sepenuhnya bisa dibuat langsung di PT PAL. "Kami berharap pada akhirnya SDM lokal bisa membuat kapal selam secara penuh," ujarnya di tempat yang sama.

Ediwan menuturkan pemerintah menargetkan kapal selam pertama sudah rampung pada 2015. Sedangkan kapal kedua dan ketiga berturut-turut selesai pada 2016 dan 2017. Pengadaan tiga unit kapal selam baru ini akan digunakan untuk melengkapi armada tempur TNI Angkatan Laut. Saat ini Indonesia baru memiliki dua kapal selam, yaitu KRI Cakra dan KRI Nanggala, yang sudah beroperasi lebih dari sepuluh tahun.

Tiga kapal selam yang sudah dipesan ini memiliki bobot dan daya angkut yang lebih besar, dengan peralatan dan persenjataan yang lebih baru. "Dengan kehadiran tiga kapal selam baru ini, diharapkan daya tempur dan daya tangkal TNI Angkatan Laut semakin kuat," ujarnya.

www.tempo.co

Selasa, 10 Januari 2012

Gubernur Sulawesi Utara pimpin Gelar Pasukan pengamanan Asean Tourism Forum (ATF)

Gelar Pasukan Asean Tourism Forum Manado
Gelar Pasukan Asean Tourism Forum Manado
| PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Gubernur Sulawesi Utara pimpin Gelar Pasukan pengamanan Asean Tourism Forum (ATF)
Gelar Pasukan Asean Tourism Forum Manado. Gubernur Sulawesi Utara pimpin Gelar Pasukan pengamanan Asean Tourism Forum (ATF).
TNI gelar pasukan pengamanan ATF

TNI melakukan upacara gelar pasukan untuk pengamanan "Asean Tourism Forum" (ATF) di Manado, Sulawesi Utara, 8-16 Januari 2012. Gelar pasukan yang juga untuk pengamanan wilayah Sulut tersebut dipusatkan di apron Bandara Sam Ramtulangi Manado, Sabtu, dipimpin Gubernur Sinyo Sarundajang dan dihadiri pejabat TNI dan Polri.

Para pejabat itu antara lain Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VIII Manado Laksamana Pertama TNI Sugianto, Kapolda Sulut Brigjen Pol Carlo Tewu, Komandan Korem 131 Santiago Kolonel Inf Ad Almost Berd Maliogha dan Komandan Pangakalan TNI AU Sam Ratulangi Letkol Pnb Jorry Koloay.

Gubernur Sulut Sinyo Sarundajang mengatakan bangga melihat kesiapan jajaran TNI beserta seluruh pihak terkait dalam mendukung kegiatan ATF tersebut. "Saya mengapresiasi kesiapan ini dan hendaknya dapat diimplementasikan dengan baik," katanya.

Dia mengatakan, sejauh ini Sulut telah membuktikan diri sebagai salah satu daerah yang berhasil menjaga stabilitas keamanan.

Berbagai kegiatan regional, nasional maupun skala internasional sering dipercayakan untuk dilaksanakan di daerah ini seperti ATF. Kepercayaan ini merupakan bentuk penghargaan sekaligus pengakuan terhadap eksistensi Sulut terhadap mantapnya stabilitas daerah. "Keberhasilan ini tidak serta merta diperoleh dengan mudah, karena harus ada sinergi antarkomponen daerah, terutama peran aktif seluruh aparat keamanan, baik TNI maupun kepolisian," katanya.

Selain itu, kata dia, daerah ini bebas dari gangguan dan ancaman yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan yang telah terjalin baik selama ini. "Kondisi ini tentunya harus tetap terjaga dan terlembaga, serta menjadi bagian proses hidup masyarakat Sulut agar citra dan nama baik bangsa Indonesia di mata internasional tetap berkibar," kata Sarundajang.

Gubernur Sarundajang mengajak semua pihak terus bersinergi, memantapkan langkah kerja dan pengabdian untuk bangsa sehingga dapat mendukung kesuksesan ATF. "Karena Sulut mampu melaksanakannya, maka daerah ini siap menjadi bagian komunitas internasional menuju pintu gerbang Indonesia di kawasan Asia Pasifik," katanya.

www.antaranews.com

KRI Diponegoro (365)

KRI Diponegoro (365) adalah kapal perang jenis korvet kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) yang dimiliki dan dioperasikan oleh TNI AL. Kapal perang KRI Diponegoro (365) dibangun di galangan kapal Schelde Naval Shipbuilding Belanda pada tahun 2004.
KRI Diponegoro (365). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Diponegoro (365)
KRI Diponegoro (365) bernomor lambung 365 yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritim Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Lebanon (Maritime Task Force/MTF UNIFIL), merupakan kapal perang tercanggih yang dimiliki TNI Angkatan Laut (AL). Komandan KRI Diponegoro-365, Letkol Laut Arsyad Abdullah di Beirut, Lebanon, Kamis, mengatakan, sangat bangga memiliki kapal tercanggih dan dipercaya sebagai bagian dari misi perdamaian PBB di Lebanon. KRI Diponegoro merupakan salah satu dari empat kapal perang kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) yang dibeli pemerintah Indonesia dari perusahaan galangan kapal Schelde Naval Shipbuilding Belanda pada 2004. Kapal perang KRI Diponegoro (365) memiliki panjang geladak utama 90 meter dan lebar 12,2 meter serta tinggi 8,2 meter, tiba di Indonesia pada 31 Agustus 2007 dan langsung bergabung di jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) TNI AL. Kapal yang memiliki kecepatan jelajah 25,2 knot atau setara dengan 40 kilometer per jam itu, dilengkapi senjata anti serangan udara, anti kapal atas air, anti kapal selam dan perang elektronika. "Tidak itu saja, kapal juga telah dilengkapi peralatan tempur standar seperti radar, antilacak sinyal dan cek otomatis kerusakan,? tutur Arsyad. KRI Diponegoro-365 secara rinci dilengkapi pemasangan lunas kapal (Kiel) 24 Maret 2005, selesai pembuatan/diluncurkan 16 September 2006, mulai bertugas 2 Juli 2007, kemampuan teknis bentuknya dirancang secara flexibility dan affordability sebagai Naval Patrol Vessel, mampu menembus segala cuaca. Kapal ini memiliki daya dorong 2 X 7.400 hp, kemampuan tempur atau persenjataan terdiri dari AAW/Anti Air Warfare (Anti Serangan udara), ASuW/Anti Surface Warfare (Anti kapal atas air), ASW/Anti Submarine Warfare (Anti Kapal Selam, W/Electronic Warfare (Perang Electronika), jumlah personel 80 orang. Untuk mengemban misi perdamaian PBB di Lebanon, KRI Diponegoro juga membawa satu ambulans dan satu helikopter Bell.
KRI Diponegoro (365) merupakan kapal pertama dari korvet kelas SIGMA milik TNI Angkatan Laut. KRI Diponegoro merupakan sebuah kapal korvet yang dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda dimulai pada tahun 2005 khusus untuk TNI-AL. Bertugas sebagai kapal patroli dengan kemampuan anti-kapal permukaan, anti-kapal selam dan anti-pesawat udara.

Kontrak pembelian dan pembuatan KRI Diponegoro (365) dan KRI Hasanuddin (366) dilakukan pada bulan Januari 2004 dan efektif berlaku sejak 12 Juli 2004. Keduanya dibuat di galangan kapal Schelde Naval Shipbuilding (SNS), Vlissingen, Belanda. Peletakan lunas KRI Diponegoro dilakukan bersamaan dengan KRI Hasanuddin (366) pada tanggal 24 Maret 2005. KRI Diponegoro diletakkan lunasnya oleh Laksamana Muda Daradjatun Sutisna dan KRI Hasanuddin oleh Komodor Djoko Soerjanto. Upacara dimulainya perakitan kapal dilakukan Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Slamet Soebijanto pada 25 Agustus 2005.

Menggunakan nama Pangeran Diponegoro, salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang berjasa melawan Belanda dalam Perang Jawa 1825-1830. Begitu pula kapal-kapal dari kelas ini, dinamai menurut nama-nama pahlawan nasional, seperti Sultan Hasanuddin, Sultan Iskandar Muda, dan Frans Kaisiepo. Upacara penahbisan nama terhadap KRI Diponegoro dan KRI Hasanuddin dilakukan oleh KSAL Laksamana TNI Slamet Soebijanto pada tanggal 16 September 2006. Penamaan ini, menurut beberapa orang Indonesia yang hadir pada upacara tersebut merupakan lambang yang mewakili Presiden dan Wakil Presiden. Pangeran Diponegoro adalah pahlawan dari Jawa seperti tempat asal Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Sultan Hasanuddin mewakili Wakil Presiden Jusuf Kalla yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan.

Persenjataan

Torpedo
KRI Diponegoro (365) dilengkapi dengan torpedo 3A 244S Mode II/MU 90 yang dilengkapi dengan 2 peluncur torpedo tipe B515.

Peluru kendali
Dipasang dua tipe rudal di atas kapal ini, yaitu:
  • Peluru kendali anti kapal: MBDA Exocet varian terbaru MM40 block 2 yang mampu menjangkau target berjarak 180 km.
  • Peluru kendali darat ke udara: MBDA Mistral versi terbaru TETRAL. Mistral adalah sistem rudal pertahanan udara jarak pendek, yang dapat digunakan dari berbagai platform, bisa dari kendaraan di darat, kapal, helikopter, bahkan dengan konfigurasi jinjing ala Stinger.
Meriam
Meriam utama di posisi A dipasang Oto-Melara 76 mm buatan Italia. Sedangkan kanon ringan tambahan pada posisi B dipasang Auxiliary Gun 2 x 20 mm Vector G12.

Persenjataan elektronik
  • Sistem manajemen tempur Thales TACTICOS buatan Thales, sebuah perusahan hi-tech Belanda, spesialis dalam bidang disain dan produksi sistem integral untuk komando dan kontrol, sensor dan komunikasi. Sistem ini dikenal dengan nama Combat Management System (CMS). Keunggulan teknologi yang dikembangkan Thales kini menjadi standar pertahanan NATO.
  • Data Link: LINK Y Mk2 datalink system
  • Komunikasi elektronik: Thales/Signaal FOCON
  • Sistem Pengumpan: TERMA SKWS
  • Platform integrasi utama: Imtech UniMACs 3000 Integrated Bridge System
Sensor dan elektronis

Radar
Radar utama MW08 3D multibeam surveillance buatan Thales, sebuah radar dengan G-band, yang merupakan famili 3D multibeam jarak menengah (105 km) untuk survei, menentukan sasaran, dan penjejakan. MW08 ini dilengkapi dengan teknologi radar termutakhir yang pendeteksiannya serba otomatis. Radar ini juga dilengkapi dengan kontrol tembak untuk mengendalikan senjata terhadap sasaran permukaan. Ini juga diperkuat dengan radar kontrol tembak LIROD Mk2.

Sonar
Thales Kingklip frekuensi menengah aktif/pasif ASW hull mounted sonar.

Tenaga penggerak
KRI Diponegoro (365) dilengkapi dua buah mesin diesel V28-33D STC (sequintial turbo charging) diproduksi oleh MAN Diesel (Jerman) berkonfigurasi V 20 silinder. Mesin berkekuatan 8900 kW ini masing-masing menggerakan sebuah baling-baling yang bisa diatur kemiringan bilahnya melalui sebuah gir pengurang putaran satu tingkat. Mesin berbobot 46 ton ini berukuran panjang x lebar x tinggi = 7330 x 2100 x 3180 mm.

Penugasan

2007
  • 2 Juli, Bertempat di galangan kapal Royal Schelde, Belanda, KRI Diponegoro (365) secara resmi diserahkan oleh pemerintah Belanda kepada Departemen Pertahanan untuk selanjutnya diserahkan kepada TNI Angkatan Laut. KSAL sekaligus melantik pula komandan pertama kapal tersebut yang dijabat oleh Letkol (Laut) Arsyad Abdullah.
  • 8-11 Agustus, KRI Diponegoro (365) tiba di Riyadh, Arab Saudi dimana awak kapal melakukan bekal ulang logistik serta melakukan ibadah umrah ke Mekkah. Selanjut tanggal 11 Agustus, kapal melanjutkan pelayarannya ke Djibouti.
  • 30 Agustus, KRI Diponegoro tiba di perairan nusantara dan disambut oleh KSAL Laksamana TNI Slamet Soebijanto di atas kapal KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355) yang berlayar di Selat Sunda. Selain itu didampingi oleh KRI Patimura (371), KRI Teuku Umar (385) dan KRI Lemadang.
  • 31 Agustus, KRI Diponegoro (365) tiba di Dermaga 115, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kedatangan kapal perang jenis korvet kelas Sigma disambut langsung oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Agus Suhartono, SE bersama Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Moechlas Sidik, Kepala Staf Koarmabar Laksma TNI Budhi Suyitno, Komandan Lantamal III Laksma TNI Moch. Jurianto serta sejumlah pejabat teras Koarmabar lainnya.
  • 17 September, diadakan peresmian KRI Diponegoro (365) dan KRI DR Soeharso (990) di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang dengan mengundang ahli waris dari kedua pahlawan nasional tersebut.
  • 13 Desember, KRI Diponegoro (365) melakukan latihan perang di Laut Balikpapan dan pertama kalinya menembakkan meriam Oto-Melara 76 mm. Latihan ini melibatkan pula 15 KRI lainnya.
2009
April - 20 Oktober, KRI Diponegoro (365) menjadi bagian dari Garuda XXVIII-A tergabung dalam Satuan Tugas Maritim (Maritime Task Force/MTF) UNIFIL, di bawah komando Comander Task Force (CTF 448) yang bertugas di Lebanon.

wikipedia.org

Sabtu, 07 Januari 2012

Pengadaan Alutsista optimal libatkan industri persenjataan dalam negeri

Kapal Perang TNI
Kapal Perang TNI
| PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Pengadaan Alutsista optimal libatkan industri persenjataan dalam negeri
Kapal Perang TNI PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Pengadaan Alutsista optimal libatkan industri persenjataan dalam negeri.
Pengadaan Alutsista Terapkan Defense Support Economy

Kementerian Pertahanan menerapkan prinsip "defense support economy" dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan. Untuk itu Kemhan mengundang industri persenjataan nasional untuk turut serta dalam memenuhi kebutuhan persenjataan Tentara Nasional Indonesia.

Wakil Menteri Pertahanan Letjen Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan hal itu dalam kunjungan kerja ke Batam, Rabu (4/1), untuk melihat industri galangan kapal yang ada. Dalam kunjungan sehari itu, Wamenhan juga melihat fasilitas pemeliharaan dan perbaikan yang dimiliki TNI-AL di Mentingi, Tanjung Uban. "Sebagai bagian pembangunan "minimum essential force", pemerintah memutuskan untuk memperbaiki alutsista yang dimiliki TNI. Hanya saja penguatan pertahanan akan dilakukan sejalan dengan upaya penguatan ekonomi nasional," ujar Sjafrie.

Menurut Wamenhan, harapan bagi turut terdorongnya kegiatan ekonomi dalam pengadaan alutsista bukanlah sesuatu yang mengada-ada, karena industri pertahanan membutuhkan banyak tenaga kerja. Industri-industri galangan kapal yang ada di Batam misalnya, mempekerjakan banyak sarjana perkapalan dan juga lulusan sekolah menengah kejuruan bidang perkapalan.

Sjafrie melihat ada beberapa industri galangan kapal nasional yang mampu memenuhi kebutuhan kapal bagi TNI-AL. Salah satunya PT Palindo Jaya yang sudah menghasilkan dua kapal rudal yakni KRI Clurit dan KRI Kujang. "Kita melihat bagaimana sarjana-sarjana kita mendapat kesempatan untuk mempraktikkan ilmu mereka. Kita juga bisa mendapatkan kapal yang lebih murah yakni Rp73 miliar untuk satu kapal," kata Sjafrie.

Mengenai penunjukkan industri persenjataan nasional yang akan mendapat kesempatan untuk berperan serta, Kemhan menunjuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan untuk melakukan audit. Mantan Sekretaris Menteri BUMN Muhammad Said Didu ditunjuk sebagai Ketua KKIP.

Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda Sumartono menambahkan, TNI-AL membutuhkan sekitar 24 kapal rudal untuk menjaga kawasan Barat Indonesia. Mengenai jadwal pengadaannya, TNI-AL menyesuaikan dengan anggaran yang dimiliki negara. Dengan kapal yang dilengkapi peluru kendali, Sumartono menilai TNI-AL akan memiliki deteren lebih untuk menjaga wilayah Indonesia. Apalagi peluru kendali yang akan dipasangkan mempunyai jarak tembak hingga 120 km.

Menurut Wamenhan, penguatan TNI-AL menjadi perhatian karena dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan. Selain kapal-kapal permukaan, TNI-AL akan mendapatkan tiga kapal selam. Tiga kapal selam yang akan diadakan, dibeli dari Korea Selatan. Pilihan Korea Selatan didasarkan atas alih teknologi yang diberikan oleh pihak Korsel. Sekitar 130 ahli perkapalan dari PT PAL dan perguruan tinggi akan ikut terlibat mulai dari desain pembuatan. Kapal selam ketiga bahkan sudah disepakati akan dibuat sepenuhnya di PT PAL Surabaya.

www.metrotvnews.com

3 kapal cepat rudal buatan dalam negeri perkuat armada TNI AL

Kapal Cepat Rudal
Kapal Cepat Rudal
| PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. 3 kapal cepat rudal buatan dalam negeri perkuat armada TNI AL
Kapal Cepat Rudal PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. 3 kapal cepat rudal buatan dalam negeri perkuat armada TNI AL. Kementerian pertahanan, dalam hal ini TNI AL, telah memesan 3 unit Kapal Cepat Rudal (KRC-40) untuk memperkuat daya tempur armada TNI AL.
TNI Beli Kapal Rudal Cepat Buatan Indonesia

TNI Angkatan Laut segera mendapat tambahan satu kapal cepat Rudal-40. Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin menyebutkan kapal buatan PT Palindo Marine sudah rampung dan tinggal menunggu penyerahan. "Dalam waktu dekat akan diserahkan," ujar Sjafrie saat mengunjungi PT Palindo di Batam, Rabu, 4 Januari 2012.

Menurut Sjafrie, pemesanan kapal cepat dari Palindo merupakan upaya pemerintah mendorong tumbuhnya industri kapal dalam negeri. Pemerintah akan memprioritaskan membeli kapal produksi dalam negeri. "Mana yang mampu di dalam negeri, akan kami beli di sini, sisanya baru di luar," ujarnya. Dia mencontohkan, saat ini, untuk industri dalam negeri, belum bisa diproduksi kapal perang sehingga masih didatangkan dari luar.

Saat ini PT Palindo telah menyelesaikan dua KRC-40. Kapal pertama bernama KRI Clurit-641 sudah diserahkan pada April 2011 lalu. Sedangkan kapal kedua, yang baru rampung, bernama KRI Kujang-642. Rencananya KRI Kujang ini akan diserahkan paling lambat April mendatang. Untuk kapal ketiga, saat ini sudah mulai proses pengerjaannya.

KRI Kujang 642 merupakan kapal pemukul reaksi cepat yang berfungsi menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu cepat pula. Kapal ini berukuran panjang 44 meter, lebar 7,4 meter, dengan kecepatan maksimal 30 knot. Kapal ini memiliki daya tembak dan daya hancur karena dilengkapi Rudal C-705.

Kapal KCR-40 ini mampu menampung bahan bakar 50 ton dan air tawar 15 ton. Kapal cepat ini terbuat dari baja khusus High Tensile Steel pada bagian hulu dan lambung kapal, yang merupakan produk PT Krakatau Steel, Cilegon. Sedangkan untuk bangunan atas menggunakan Aluminium Marine Grade, yang menggunakan tiga mesin penggerak.

Direktur Utama PT Palindo Hermanto menyebutkan saat ini KRI Kujang-642 sudah seratus persen jadi. Bahkan, menurut dia, saat ini perusahaan sudah mulai menyiapkan kapal ketiga untuk memenuhi kebutuhan TNI AL. "Kami siap mengoptimalkan produksi untuk memenuhi kebutuhan," ujar Hermanto kepada Tempo.

Asisten Perencanaan Kepala Satuan Angkatan Laut, Sumartono, mengatakan saat ini TNI AL membutuhkan 24 kapal cepat. Kapal ini nantinya akan dioperasikan di wilayah armada barat dan Sulawesi Utara. "Kami butuh kapal yang bisa beroperasi di daerah laut dengan ombak besar," ujarnya.

Menurut Sumartono, untuk satu kapal KCR-40 ini pemerintah seharusnya membayar Rp 75 miliar. Namun setelah dinegosiasi harganya menjadi Rp 73 miliar.

www.tempo.co

TNI AL bangun pangkalan kapal selam di Teluk Palu

Kapal Selam TNI
Kapal Selam TNI
| PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. TNI AL bangun pangkalan kapal selam di Teluk Palu
Kapal Selam TNI PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. TNI AL bangun pangkalan kapal selam di Teluk Palu. Beberapa kapal selam dan kapal perang dari armada Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) akan memiliki pangkalan laut militer baru di Teluk Palu, Sulawesi Tengah. Pangkalan kapal selam dan kapal perang armada TNI AL tersebut kini sudah dalam tahap pembangunan di Teluk Palu, Sulawesi Tengah.
Pangkalan kapal selam dibangun di Teluk Palu

TNI Angkatan Laut sedang membangun sebuah pangkalan khusus untuk kapal selam dan kapal-kapal perang di Teluk Palu. "Pembangunannya sudah dimulai tahun 2011 di dermaga Pangkalan TNI AL (Lanal) Kelurahan Loli, Kota Palu," kata Dan Lanal Palu Kolonel Laut (P) Budi Utomo kepada ANTARA di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Donggala, sekitar 35 km utara Kota Palu, Kamis.

Menurut dia, pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemkot Palu telah membantu TNI AL berupa lahan seluas tiga hektare untuk mengembangkan Dermaga Lanal di Loli tersebut menjadi pangkalan kapal-kapal selam dan KRI. Di atas lahan tersebut, TNI AL akan membangun berbagai sarana dan fasilitas untuk kepentingan pelayanan terhadap alutsista TNI AL itu agar bisa berfungsi maksimal sebagai tempat istirahat, perbaikan dan pengisian logistik kapal-kapal selam dan kapal perang.

Fasilitas yang sedang dan akan dibangun adalah asrama untuk awak kapal dan juga sarana dan fasilitas untuk perbaikan kapal. "Pangkalan itu sekarang sudah bisa digunakan hanya belum maksimal. Sudah pernah diuji coba dengan kapal selam dan sudah rutin digunakan oleh KRI-KRI yang beroperasi di alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) III Laut Banda," ujar Budi.

Menurut Budi, Dermaga Lanal Palu di Loli ini merupakan pangkalan kapal selam satu-satunya di luar Jawa. Teluk Palu ini dipilih karena lokasinya yang sangat strategis dan konfigurasi alur lautnya yang istimewa dan tidak terdapat di teluk lain di Indonesia bahkan mungkin di dunia. "Alur laut teluk Palu mulai dari Laut Banda sampai Loli mencapai panjang 30 kilometer dengan lebar 10 km dan kedalaman 400 meter. Ini sangat istimewa, sehingga raksasa sekelas kapal induk Amerika Serikat pun bisa masuk di sini," ujarnya.

Lokasinya juga strategis karena jarak ke Malaysia 300 kilometer dan ke Makassar juga 300 kilometer, jadi berada di tengah-tengah dua titik penting dalam strategi pertahanan nasional. "Kondisi perairan Teluk Palu ini pun tidak akan terpengaruh oleh kondisi cuaca dan iklim bagaimanapun yang terjadi di ALKI III. Jadi teluk ini sangat cocok untuk dijadikan tempat parade kapal perang seperti yang pernah dilaksanakan di Manado," ujarnya.

Ketika ditanya berapa dana yang dikucurkan dan kapan pembangunan pangkalan kapal selam ini selesai dan beroperasi penuh, Budi Utomo mengaku tidak tahu karena hal itu tergantung pada pendanaan dari Mabes TNI AL. "Dana pembangunannya dikucurkan bertahap dari Mabes. Proyeknya ada di Mabes, kami hanya menerima saja," ujar Budi disela-sela acara penyerahan kapal bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada para nelayan dari lima kabupaten di Sulteng.

Ia juga tidak menyebutkan berapa kapal selam yang akan berpangkalan di Dermaga Loli ini, namun menyebut bahwa dalam waktu dekat ini, TNI AL akan membeli tiga kapal selam baru dan tidak tertutup kemungkinan kapal-kapal itu akan ditempatkan di pangkalan Loli ini.

www.antaranews.com

Rabu, 04 Januari 2012

Anggaran pertahanan Rp35,973 triliun berhasil terserap

Panser TNI
Panser TNI
| PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Anggaran pertahanan Rp35,973 triliun berhasil terserap
Panser TNI Anggaran pertahanan Rp35,973 triliun berhasil terserap
Anggaran Alutsista 2011 Terserap 94,73%

Anggaran untuk belanja barang dan modal (pengadaan dan pemeliharaan alutsista) Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada APBN 2011 berhasil terserap sekitar 94,73% dari pagu setelah revisi sebesar Rp35,973 triliun. Total anggaran yang dialokasikan ke Kementerian Pertahanan 2011 sebesar Rp58,192 triliun. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, apabila penyerapan anggaran menyertakan pagu untuk belanja pegawai,pada 2011 ini total penyerapan mencapai 96,7%. "Sisa anggaran belanja barang dan modal yang tidak terserap sebesar Rp1,897 triliun (5,27%) merupakan alokasi pinjaman dalam APBN 2011 yang belum dipakai atau multiyears," ujarnya di Jakarta kemarin.

Anggaran pinjaman, baik dari dalam maupun luar negeri, tersebut belum terserap karena kontrak yang ada sejauh ini belum efektif. "Mungkin belum siap atau karena apa, sehingga belum ada realisasi pembayaran dari sumber dana pinjaman dalam/luar negeri," kata dia. Adapun untuk capaian dari rencana kerja 2011 yang dititikberatkan pada lima aspek sejauh ini telah menunjukkan hasil nyata.

Lima poin tersebut diarahkan pada terselenggaranya sistem pertahanan negara yang terintegrasi,andal,dan prokesejahteraan. Poin pertama,menyangkut kesejahteraan bagi TNI dan PNS Kemhan/TNI, Kemhan telah memberikan tunjangan khusus perbatasan, remunerasi kinerja sekitar 40% dari gaji, kenaikan berkala, dan gaji ke- 13.

Aspek kedua menyangkut penataan organisasi internal. Ini di antaranya ditandai dengan pengembangan Universitas Pertahanan dan penyelesaian Kompleks Pusat Keamanan dan Perdamaian Indonesia di Sentul. Pada aspek industri pertahanan telah dibentuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan guna mendukung revitalisasi industri dalam negeri dan penyehatan BUMNIP.

Adapun untuk aspek legislasi, Kemhan telah menghasilkan sejumlah UU dan Rancangan UU. "Ada 23 RUU dan akan kita upayakan optimalisasinya pada 2012," ujarnya. Sekretaris Jenderal Kemhan Marsdya TNI Eris Herryanto menambahkan, pada 2011 ada dua RUU yang dibahas dengan DPR, yakni RUU Keamanan Nasional dan Revitalisasi Industri Pertahanan. Sedangkan beberapa RUU lain sekarang berada di Setneg seperti RUU Rahasia Negara dan Komponen Cadangan.

www.seputar-indonesia.com

KRI Karel Satsuit Tubun (356)

KRI Karel Satsuit Tubun (356) adalah kapal perang jenis Perusak Kawal Rudal yang saat ini telah memperkuat armada kapal perang TNI-AL. Sebelum dimiliki dan dioperasikan oleh Indonesia (TNI-AL), kapal perang KRI Karel Satsuit Tubun (356) ini dioperasikan oleh Angkatan Laut Belanda sebagai kapal fregat dengan nama HNLMS Isaac Sweers (F814). Setelah mendapatkan perbaikan dan peningkatan kemampuan tempur, kapal perang ini diambil alih oleh Indonesia (TNI-AL) dan namanya pun diubah menjadi KRI Karel Satsuit Tubun (356).
KRI Karel Satsuit Tubun (356). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Karel Satsuit Tubun (356)
KRI Karel Satsuit Tubun (356). Dua kapal perang Republik Indonesia (KRI) kelas Van Speijk buatan Belanda, yakni KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 dan KRI Ahmad Yani-351, kembali memperkuat TNI AL, khususnya untuk jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) setelah selesai dilakukan pergantian mesin ("repowering"). "Proses pergantian mesin untuk kedua KRI itu memakan waktu sekitar dua tahun di Jakarta. Sebelumnya TNI AL juga sudah merepowering dua kapal bekas Angkatan Laut Belanda, yakni KRI Karel Satsuit Tubun-356 dan KRI Oswaald Siahaan-354," kata Kadispen Koarmatim, Letkol laut (KH) Drs Toni Syaiful di Surabaya, Senin. Ia mengemukakan dengan kembalinya kapal-kapal itu, Koarmatim mendapat kekuatan baru untuk lebih intensif melaksanakan tugas-tugas operasi militer untuk perang maupun nonperang, seperti pelayaran muhibah ke luar negeri serta memberikan bantuan kepada korban bencana alam. "Kini KRI Ahmad Yani-351 dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 akan menunjukkan kehandalannya dengan dilibatkan dalam latihan perang puncak TNI AL bersandi, `Armada Jaya XXVII/2007". Setelah Armada Jaya yang akan berakhir awal Desember mendatang, kedua kapal itu harus menjalani pelayaran muhibah ke Australia dengan misi untuk meningkatkan hubungan kedua negara dan angkatan lautnya," katanya. KRI Karel Satsuit Tubun (356). Latihan Armada Jaya menjadi ajang pembuktian kapal perang yang memiliki panjang 113,42 meter yang dikenal tahan lama dalam berlayar. Dalam ujian selama satu bulan penuh itu, kedua KRI itu akan melakukan berbagai manuver di laut, baik untuk melakukan serangan ke armada musuh maupun untuk bertahan dari serangan musuh. "Selain permesinannya, sistem komunikasi, sistem radar serta sistem kesenjataan kapal itu juga sudah dimodernkan," katanya. Sementara untuk KRI Karel Satsuit Tubun-356 kehandalannya sudah terbukti di lapangan dalam menegakkan kedaulatan dan hukum di wilayah perairan yurisdiksi nasional. Prestasi yang ditunjukkan, antara lain melumpuhkan pembajakan terhadap kapal tanker milik PT Pertamina MT Pematang tahun 2004 lalu di perairan Pulau Berhala, sekitar 40 mil laut dari Belawan. "Prestasi lainnya yang kedua adalah saat krisis Ambalat menghangat, KRI Karel Satsuit Tubun-356 ikut mengambil peran penting dalam menegakkan kedaulatan NKRI di sekitar perairan Laut Sulawesi itu," kata Kadispen.
KRI Karel Satsuit Tubun (356) adalah Fregat kelas Ahmad Yani milik TNI Angkatan Laut. Dinamai menurut Karel Satsuit Tubun, salah seorang pahlawan nasional. KRI Karel Satsuit Tubun merupakan kapal fregat eks-Angkatan Laut Belanda bernama HNLMS Isaac Sweers (F814) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli.

Kapal perang KRI Karel Satsuit Tubun (356) dibangun tahun 1967 oleh Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980. Termasuk di antaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Sea to Air Missile) Mistral menggantikan Sea Cat.

Spesifikasi Kapal Perang KRI Karel Satsuit Tubun (356)

Karakteristik Umum :
  • Berat benaman : 2.200 ton standar, 2.850 ton beban penuh
  • Panjang : 1.134 m (3,720.47 kaki)
  • Lebar : 125 m (410.10 kaki)
  • Draught : 58 m (190.29 kaki)
  • Tenaga penggerak : s shaft, geared steam turbines 2 boilers, 30.000 hp
  • Kecepatan : 28,5 knot
  • Jarak tempuh : 4.500 nm pada 18 knot
  • Awak kapal : 251 orang
Persenjataan Kapal Perang KRI Karel Satsuit Tubun (356) :
  • 2x2 - Rudal Darat ke Udara -Sea Cat
  • 1 Pucuk Meriam - OTO-Melara Compact Kaliber 76 mm ; kecepatan tembakan 85 peluru per menit
  • 2x4 - Rudal anti Kapal perang RGM-84 Harpoon - berpemandu Active radar homming
  • 4x - Torpedo Honeywell Mk 46 Kaliber 533 mm berkemampuan SUT (Surface & Underwater Target)
  • 2x - Senapan Mesin Berat browning kaliber 12,7 mm
Perangkat elektronik :
  • Radar
  • Radar kontrol tembakan
  • Sonar
  • Decoy
wikipedia.org

Selasa, 03 Januari 2012

KRI Oswald Siahaan (354)

KRI Oswald Siahaan (354) adalah kapal perang jenis kelas Perusak Kawal Berpeluru Kendali Kelas Ahmad Yani yang dimiliki dan dioperasikan oleh TNI-AL. Nama kapal perang KRI Oswald Siahaan (354) diambil dari nama Oswald Siahaan, salah seorang anggota TNI AL yang gugur pada saat pertempuran Teluk Sibolga. Sebelum dioperasikan oleh Indonesia (TNI-AL) KRI Oswald Siahaan merupakan kapal fregat bekas pakai AL Belanda (HMNLS Isaac Sweers F805) yang kemudian dibeli oleh Indonesia.
KRI Oswald Siahaan (354). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Oswald Siahaan (354)
Kapal perang kelas Perusak Kawal Berpeluru Kendali TNI AL KRI Oswald Siahaan (354) Palaksa Lanal Denpasar Mayor Laut (P) Daymond Iwan dan Perwira staf serta anggota Lanal Denpasar sekitar pukul 09.00 Wita melaksanakan merplugh KRI Oswald Siahaan - 354 di Dermaga Pelabuhan Benoa Bali, Kamis (8/9). KRI Oswald Siahaan - 354 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Irvansyah sedang melaksanakan tugas Operasi Arung Hiu – 11 di wilayah Perairan Indonesia Bagian Timur. Adapun KRI Oswald Siahaan (354) dibawah kendali Guspurlatim merapat di Pelabuhan Benoa Bali dalam rangka pembekalan ulang air tawar serta logistik lainnya. Hal ini merupakan tugas pokok Lanal Denpasar dalam memberikan pelayanan logistik terhadap unsur – unsur KRI yang melaksanakan tugas operasi di sekitar perairan Indonesia bagian Timur sesuai sektor patroli . Selain memberikan dukungan logistik untuk unsur – unsur KRI yang sedang melaksanakan operasi di sekitar wilayah Perairan Indonesia Bagian Timur juga memberikan pelayanan lainnya yang dibutuhkan oleh unsur – unsur tersebut. Dalam pelayaran kali ini On Board di KRI Oswald Siahaan-354 Aslog Guspurlatim Kolonel Laut (T) Budi Raharjo dan Pabankom Guspurlatim Letkol Laut (P) Effendi Bongkang. Selasa 26 September 2011, Komandan Pangkalan TNI AL Denpasar Kolonel Laut (P) I Wayan Suarjaya, S.Sos selesai mengikuti acara Karya Bhakti di Pantai Matahari terbit Sanur, langsung berkunjung ke KRI Oswald Siahaan-354 yang merapat di Pelabuhan Benoa, kunjungan diakhiri dengan melaksanakan merplug keberangkatan KRI Oswald Siahaan-354 yang telah selesai melaksanakan bekal ulang air tawar dan melanjutkan pelayaran menuju daerah operasi.
KRI Oswald Siahaan (354) merupakan kapal keempat dari kapal perang kelas Perusak Kawal Berpeluru Kendali Kelas Ahmad Yani milik TNI AL. Dinamai menurut Oswald Siahaan, salah seorang anggota TNI AL yang gugur pada saat pertempuran Teluk Sibolga. KRI Oswald Siahaan merupakan kapal fregat bekas pakai AL Belanda (HMNLS Isaac Sweers F805) yang kemudian dibeli oleh Indonesia.

Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980. Termasuk diantaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Sea to Air Missile) ) Mistral menggantikan Sea Cat.

KRI Oswald Siahaan bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara. Termasuk dalam kelas Ahmad Yani bersama KRI Oswald Siahaan (354) antara lain KRI Ahmad Yani (351), KRI Slamet Riyadi (352), KRI Yos Sudarso (353), KRI Abdul Halim Perdana Kusuma (355) dan KRI Karel Satsuit Tubun (356).

KRI Oswald Siahaan (354) memiliki berat 2,940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 meter x 4,57 meter. Ditenagai oleh turbin uap dengan 2 boiler, 2 shaft yang menghasilkan 30,000 shp sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 28,5 knot. Diawaki oleh maksimal 180 pelaut.

KRI Oswald Siahaan (354) dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan modern untuk mengawal wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :
  1. 8 Peluru Kendali Permukaan-ke-permukaan McDonnel Douglas RGM-84 Harpoon dengan jangkauan maksimum 130 Km (70 mil laut), berkecepatan 0,9 mach, berpemandu active radar homing dengan hulu ledak seberat 227 Kg.
  2. 4 Peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda sebagai pertahanan anti serangan udara. Jangkauan efektif 4 Km (2,2 mil laut), berpemandu infra merah dengan hulu ledak 3 Kg. Berkemampuan anti pesawat udara, helikopter dan rudal.
  3. 1 Meriam OTO-Melara 76/62 compact berkaliber 76mm (3 inchi) dengan kecepatan tembakan 85 rpm, jangkauan 16 Km untuk target permukaan dan 12 Km untuk target udara.
  4. 2 Senapan mesin 12.7mm
  5. 12 Torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 Km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan.
KRI Oswald Siahaan (354) diperlengkapi radar LW-03 2-D air search, sonar PHS-32. Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL.

KRI Oswald Siahaan (354) memiliki dek untuk 1 helikopter yang sebelumnya adalah Westland Wasp HAS 1 (kini pensiun) dengan fungsi sebagai heli anti kapal selam. Mungkin kini diganti dengan NBO-105 atau NAS 332L Super Puma.

KRI Oswald Siahaan (354) turut berperan dalam mengamankan perairan Republik Indonesia dalam konflik Ambalat dengan Malaysia.

wikipedia.org

Jumat, 30 Desember 2011

Anggaran pertahanan jangan untuk membeli Alutsista bekas negara lain

Tank Leopard 2A6 M
Tank Leopard 2A6 M
| PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Anggaran pertahanan jangan untuk membeli Alutsista bekas negara lain
Tank Leopard 2A6 M PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Anggaran pertahanan jangan untuk membeli Alutsista bekas negara lain
Anggaran Alutsista Jangan Dibelikan Pesawat Bekas

Anggaran pertahanan yang mencapai Rp 9 triliun lebih diminta digunakan seefisien mungkin untuk membeli peralatan alat utama sistem senjata (Autsista). Misalnya, jangan terlalu banyak membeli pesawat tempur bekas negara lain.

Dalam acara Refleksi Catatan Akhir Tahun 2011 yang diselenggarakan ormas NasDem, Ketua Dewan Pertimbangan ormas NasDem Tedjo Edhy Purduatno, mengatakan walaupun anggaran alutsista besar namun pembelian peralatan alutsista belum sesuai untuk menangkal Indonesia dari serangan. Tedjo mencontohkan peralatan alutsista yang dibeli acapkali tak sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. "Misalnya membeli tank. Tank itu bagusnya di padang pasir. Bila dipakai disini tidak cocok. Kemudian untuk pesawat tempur, jangan terlalu banyak membeli bekas pesawat negara lain," ujar Tedjo, Kamis (29/11/2011) di kantor pusat NasDem.

Dikatakannya, meskipun pesawat bekas tersebut bisa di-upgrade, namun namanya pesawat bekas tentu sudah berkurang masa pemakaiannya atau life timenya. Tedjo pun meminta pemerintah bila membeli peralatan alutsista paling tidak sebanding dengan negara tetangga, bahkan kalau bisa melebihi. "Kita mau beli kapal selam. Beli kapal selamnya di negara yang kompeten dalam pembuatan kapal selam. Bila kapal selam yang dibeli kemampuannya dibawah negara tetangga, sama saja tidak ada artinya," ucapnya. Tedjo menambahkan, masalah perbatasan antara Indonesia dengan negara tetangga juga perlu ditegaskan kembali. Saat ini, batas negara sering digeser-geser dan kerap merugikan Indonesia.

www.tribunnews.com

KRI Yos Sudarso (353)

KRI Yos Sudarso (353) adalah kapal perang kelas Perusak Kawal Berpeluru Kendali yang dimiliki dan dioperasikan TNI-AL. Kapal perang KRI Yos Sudarso (353) termasuk dalam jajaran kapal perang kelas Ahmad Yani. Nama kapal diambil dari nama Pahlawan Nasional Yos Sudarso yang gugur dan tenggelam bersama KRI Macan Tutul pada masa konfrontasi Trikora melawan Belanda di Papua Barat.
KRI Yos Sudarso (353). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Yos Sudarso (353)
KRI Yos Sudarso (353) merupakan kapal ketiga dari kapal perang kelas Perusak Kawal Berpeluru Kendali Kelas Ahmad Yani milik TNI AL. Dinamai menurut Yos Sudarso, salah seorang pahlawan nasional yang gugur di atas KRI Macan Tutul dalam pertempuran laut Aru pada masa kampanye Trikora.

KRI Yos Sudarso (353) merupakan kapal fregat bekas pakai AL Belanda (F803) yang kemudian dibeli oleh Indonesia. Kapal ini bersaudara dekat dengan Fregat Inggris Kelas HMS Leander dengan sedikit modifikasi dari disain RN Leander asli. Dibangun tahun 1967 oleh Nederlandse Dok en Scheepsbouw Mij, Amsterdam, Belanda dan mendapat peningkatan kemampuan sebelum berpindah tangan ke TNI Angkatan Laut pada tahun 1977-1980. Termasuk diantaranya adalah pemasangan sistem pertahanan rudal anti pesawat (SAM, Sea to Air Missile) ) Mistral menggantikan Sea Cat.

Bertugas sebagai armada patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara. Termasuk dalam kelas Ahmad Yani bersama KRI Yos Sudarso (353) antara lain KRI Ahmad Yani (351), KRI Slamet Riyadi (352), KRI Oswald Siahaan (354), KRI Abdul Halim Perdana Kusuma (355) dan KRI Karel Satsuit Tubun (356).

KRI Yos Sudarso (353) memiliki berat 2,940 ton. Dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 meter x 4,57 meter. Ditenagai oleh turbin uap dengan 2 boiler, 2 shaft yang menghasilkan 30,000 shp sanggup mendorong kapal hingga kecepatan 28,5 knot. Diawaki oleh maksimal 180 pelaut.

KRI Yos Sudarso (353) dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan modern untuk mengawal wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :
  1. 4 Peluru Kendali Permukaan-ke-permukaan China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC) C-802 dengan jangkauan maksimum 120 Km , berkecepatan jelajah 0,8-0,9 mach, berpemandu inertial/GPS dan terminal active radar dengan hulu ledak seberat 150 Kg.
  2. 4 Peluru kendali permukaan-ke-udara Mistral dalam peluncur Simbad laras ganda sebagai pertahanan anti serangan udara. Jangkauan efektif 4 Km (2,2 mil laut), berpemandu infra merah dengan hulu ledak 3 Kg. Berkemampuan anti pesawat udara, helikopter dan rudal.
  3. 1 Meriam OTO-Melara 76/62 compact berkaliber 76mm (3 inchi) dengan kecepatan tembakan 85 rpm, jangkauan 16 Km untuk target permukaan dan 12 Km untuk target udara.
  4. 2 Senapan mesin 12.7mm
  5. 12 Torpedo Honeywell Mk. 46, berpeluncur tabung Mk. 32 (324mm, 3 tabung) dengan jangkauan 11 Km kecepatan 40 knot dan hulu ledak 44 kg. Berkemampuan anti kapal selam dan kapal permukaan.
KRI Yos Sudarso (353) diperlengkapi radar LW-03 2-D air search, sonar PHS-32. Juga diperlengkapi dengan kontrol penembakan (fire control) M-44 SAM control serta perangkat perang elektronik UA-8/9 intercept. Sebagai pertahanan diri mempunyai 2 peluncur decoy RL.

KRI Yos Sudarso (353) memiliki dek untuk 1 helikopter yang sebelumnya adalah Westland Wasp HAS 1 (kini pensiun) dengan fungsi sebagai heli anti kapal selam. Mungkin kini diganti dengan NBO-105 atau NAS 332L Super Puma.

wikipedia.org

Kamis, 29 Desember 2011

Pelabuhan Bakauheni-Merak akan dibangun satu dermaga lagi

Bakauheni Lampung
Bakauheni Lampung PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Pelabuhan Bakauheni-Merak akan dibangun satu dermaga lagi, pelabuhan penyeberangan antara Pulau Sumatera (Bakauheni) dan Jawa (Merak).
Satu Dermaga Lagi di Bakauheni-Merak

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun satu dermaga lagi di Pelabuhan Bakauheni dan Merak, Banten, pada 2012. Ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan penyeberangan di jalur itu. Hal itu diungkapkan Kepala Cabang PT ASDP Indonesia Ferry Bakauheni Yanus Lentanga kemarin. Menurut dia, penambahan dermaga di dua sisi Selat Sunda itu merupakan tuntutan perkembangan meningkatnya volume kendaraan dan penumpang setiap tahun. "Kini jumlah kapal feri yang ada sudah mencukupi untuk melayani penumpang dari Pulau Sumatera ke Jawa. Hanya, kapal-kapal yang ada juga harus dirawat agar tidak menghambat pelayanan," kata Yanus seraya mengatakan, jumlah kapal yang banyak harus diimbangi dengan jumlah dermaga.

Dilanjutkan, pembangunan Dermaga VI di Pelabuhan Bakauheni akan dilakukan triwulan pertama 2012. Pembangunan dermaga harus dilengkapi fasilitas jembatan penumpang (gang way) dan jembatan kendaraan untuk memberikan kenyamanan pengguna jasa penyeberangan. "Dari Kemenhub sudah melakukan survei lokasi rencana pembangunan Dermaga VI. Alternatifnya, di Dermaga Plensengan, antara Dermaga III dan IV, atau bersebelahan Dermaga V yang baru diresmikan awal tahun lalu," papar Yanus.

Di bagian lain, arus penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Bakauheni menuju Merak tetap lancar pada liburan Natal dan sekolah.

Berdasarkan data di posko PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni kemarin, jumlah penumpang mencapai 32.395 orang, sepeda motor 1.003 unit, mobil pribadi 2.634 unit, bus 372 unit, dan truk 2.054 unit. Jumlah trip yang dicapai selama 24 jam kemarin sebanyak 77 trip dengan kapal yang dioperasikan sebanyak 24 armada. "Peningkatan volume kendaraan dan penumpang cenderung terjadi pada malam hari. Penumpang dan kendaraan yang tiba di pelabuhan langsung diarahkan masuk ke kapal tanpa menunggu lebih lama untuk menghindari penumpukan," ungkapnya.

www.radarlampung.co.id

Selasa, 27 Desember 2011

Mengakhiri tahun 2011, TNI makin melaju dengan modernisasi Alutsista

Alutsista TNI
Alutsista TNI
| PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Mengakhiri tahun 2011, TNI makin melaju dengan modernisasi Alutsista
Alutsista TNI PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Mengakhiri tahun 2011, TNI makin melaju dengan modernisasi Alutsista. TNI telah menganggarkan biaya sebesar Rp 150 triliun untuk memperkuat dan modernisasi Alutsista guna mengoptimalkan kemampuan mempertahankan NKRI.
Akhiri 2011, TNI Semakin Perkuat Alutsistanya

Pantaslah apabila pada akhir tahun 2011 ini menjadi momentum bagi Kementerian Pertahanan guna menunjukkan komitmen awalnya untuk segera memodernisasi dan menambah setiap alutsista TNI. Modernisasi dan juga penambahan alutsista TNI sangatlah penting guna menjaga wilayah kesatuan Republik Indonesia yang sangat luas, baik lautan maupun daratan. Lihat saja, banyak kita saksikan dan dengarkan, serta kita lihat begitu maraknya kasus-kasus penyeludupan narkoba, kasus illegal fishing, illegal logging yang masih saja lolos baik melalui lintas darat maupun lintas laut.

Pada pertengahan Desember 2011, Pemerintah Indonesia-Korea Selatan menandatangani MoU soal pengadaan tiga kapal selam senilai 1,1 miliar dollar AS. Dengan adanya tiga kapal selam itu, nantinya akan menambah kekuatan armada TNI Angkatan Laut guna mendukung pengamanan dan juga menjaga wilayah kelautan Indonesia yang sangat luas tersebut. Ditargetkan enam bulan ke depan kapal laut tersebut dapat digunakan di perairan Indonesia.

Meskipun kita mengetahui, bahwasanya dengan adanya tambahan tiga kapal laut ini belumlah mencukupi guna menjaga wilayah laut Indonesia. Namun, yang pasti dengan penambahan kapal laut itu nantinya akan memperkuat wilayah laut Indonesia. Untuk memperkuat armada TNI Angkatan Darat, melalui Wakil KSAD, Letjen TNI Budiman telah melakukan kerjasama untuk mendatangkan Main Tank Battle Leopard, yang memiliki kemampuan laju tank sangat cepat. Tank Leopard ini akan mampu menjaga wilayah darat NKRI dan juga sangat cocok untuk menjaga wilayah perbatasan RI.

Selain itu Indonesia juga akan mendapatkan hibah sebanyak 24 pesawat F-16 yang memiliki kemampuan tempur yang teruji. Nantinya F-16 ini akan ditargetkan didatangkan pada tahun 2014, sebagaimana dikutip dari pernyataan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Jum’at (16/12). Seperti dikutip dari vivanews.com.

Dengan adanya kepastian penambahan alutsista TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara ini tentunya akan menambah fostur alutsista kita. Apalagi pemerintah telah menyediakan anggaran dana untuk alutsista hingga 2014 mencapai Rp 150 triliun.

Siapapun pasti sepakat. Dengan majunya alutsista kita, tentunya akan menambah kekuatan dan kemajuan teknologi bangsa kita. Semoga dengan peningkatan dan penambahan alutsista ini, akan benar-benar menjadikan posisi Indonesia di negara-negara di dunia lebih diperhitungkan dalam segi teknologi alutsistanya.

Alutsista maju, negara Indonesia pasti maju. Anda setuju?

hankam.kompasiana.com