Cari di Blog Ini

Senin, 19 November 2012

Pindad SS2 (senapan Serbu 2)

Senapan Serbu 2 (SS2) Pindad
Senapan Serbu 2 (SS2) Pindad ini telah digunakan oleh TNI sejak tahun 2006. SS2 merupakan pengembangan senapan serbu dari generasi sebelumnya, Senapan Serbu 1 (SS1). Menurut Wikipedia, lebih dari 25.000 unit SS2 dengan berbagai varian telah digunakan oleh TNI. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Pindad SS2 (senapan Serbu 2).
SS2, singkatan dari Senapan Serbu 2, adalah senapan serbu buatan PT Pindad yang, merupakan generasi kedua dari senapan serbu Pindad sebelumnya, SS1. SS2 diklaim memiliki desain yang lebih ergonomis, tahan terhadap kelembaban tinggi, memiliki berat yang lebih ringan, serta akurasi yang lebih baik. Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 3,2 kg, sebagai catatan SS1 varian awal memiliki berat kosong 4,01 kg. Pada tahun 2006, TNI-AD membeli 10.000 pucuk senapan SS2.

SS2 mulai dikembangkan antara tahun 2002 hingga 2003. Pada tahun 2005 senapan serbu ini mulai diproduksi. Semua kekurangan pada senapan serbu generasi sebelumnya (SS1) telah diminimalisir pada produk SS2.

SS2 digunakan oleh tentara Indonesia sejak tahun 2005, dan juga sudah diekspor. Awalnya tersedia dalam tiga versi dasar (standard rifle SS2-V1, carbine SS2-V2 dan para-sniper SS2-V4) sekarang ini juga tersedia dalam subcompact versi SS2-V5, yang dikenalkan pada 2008.

Varian SS2 (Senapan Serbu 2) :
  • SS2-V1 : Varian awal SS2 dengan basis SS1.
  • SS2-V2 : Varian karabin dari SS2-V1.
  • SS2-V3 : Produksi dibatalkan.
  • SS2-V4 : Varian laras yang diperpanjang, pisir (pembidik besi) diganti teleskop. Dirancang untuk penembak jitu dan pasukan khusus.
  • SS2-V5 : Versi kompak dari model SS2-V1.
Data-data Umum Senapan Serbu 2 (SS2) :
  • Tipe : Senapan serbu
  • Negara Asal : Indonesia
  • Sejarah Pemakaian : Digunakan 2006 - sekarang
  • Pengguna : Indonesia
  • Produsen : PT Pindad
  • Berat : 3,2 kg (kosong)
  • Panjang : 930 mm
  • Panjang Laras : 460 mm
  • Peluru : 5.56 x 45 mm NATO, .223 Remington
  • Kaliber : 5.56 x 45 mm
  • Mekanisme : Piston gas, bolt berputar
  • Kecepatan Tembak : 700 butir/menit
  • Kecepatan Peluru : 710 m/s
  • Jarak Efektif : 450 m
  • Pengisian : Magazen box 30-butir
  • Alat bidik : Bidikan besi (pisir)
wikipedia.org

Kamis, 15 November 2012

Mengenal Perangkat Avionik Pesawat Tempur Buatan Indonesia

Avionik berarti peralatan elektronik penerbangan yang mencakup seluruh sistem elektronik yang dirancang untuk digunakan di pesawat terbang. Sistem utamanya meliputi sistem komunikasi, navigasi dan indikator serta manajemen dari keseluruhan sistem. Avionik juga mencakup ratusan sistem yang berada di pesawat terbang dari yang paling sederhana seperti lampu pencari pada helikopter polisi sampai sistem yang kompleks seperti sistem taktikal pada pesawat peringatan dini.

Avionik pada pesawat tempur tentu agak berbeda dengan yang digunakan pada pesawat komersial atau sipil. Pada tulisan ini diketengahkan beberapa perangkat avionik pesawat tempur yang merupakan produksi perusahaan Indonesia yang berkedudukan di Surabaya, Infoglobal. Sebagian besar materi tulisan dan gambar pada artikel ini diambil dari situs resmi perusahaan tersebut (infoglobal.co.id). Sementara untuk definisi avionik diambil dari situs wikipedia.org.

MPCD (Multi Purpose Cockpit Display)
MPCD (Multi Purpose Cockpit Display)
MPCD (Multi Purpose Cockpit Display)

MPCD (Multi Purpose Cockpit Display) merupakan perangkat avionik digital yang berfungsi menampilkan berbagai informasi penting kepada pilot pesawat tempur tipe Hawk 100/200.
Fitur :
  • Menampilkan informasi navigasi.
  • Menampilkan informasi route map.
  • Menampilkan informasi ILS, VOR, dan TACAN.
  • Menampilkan informasi bahan bakar dan kondisi mesin.
  • Menampilkan informasi posisi (longitude dan latitude).
  • Menampilkan informasi altitude, heading, dan speed.
  • Menampilkan informasi flight plan.
  • Menampilkan informasi destination list dan mark list.
  • Menampilkan informasi monitoring status avionik lain.
  • Menampilkan informasi alignment.
  • Menampilkan informasi course.
  • Menampilkan informasi track.
  • Menampilkan informasi wind.
  • Menampilkan informasi data radar.
DVR (Digital Video Recorder)
DVR (Digital Video Recorder)
DVR (Digital Video Recorder)

DVR (Digital Video Recorder) adalah alat perekam digital untuk merekam video dari kamera pesawat, simbologi data- data penerbangan, data radar, view, serta suara percakapan pilot. DVR dikembangkan dari standar interface VCR sehingga “full compatible” dengan VCR, plug and play, dan tanpa perlu modifikasi apapun di ruang kokpit. Tersedia untuk pesawat tempur jenis Hawk 100/200, F-5 Tiger E/F, dan F-16.

RMU (Radar Monitor Unit)
RMU (Radar Monitor Unit)
RMU (Radar Monitor Unit)

RMU (Radar Monitor Unit) adalah perangkat avionik untuk menampilkan informasi hasil tangkapan radar pada pesawat tempur tipe Hawk 200.

Fitur :
  • Menampilkan informasi pelacakan target dan intercept.
  • Menampilkan data ketinggian dan kemiringan pesawat tempur.
  • Pengaturan brightness, grid, dan contrast untuk menyesuaikan ketajaman gambar.
MCDE (Mission Computer Data Entry)
MCDE (Mission Computer Data Entry)
MCDE (Mission Computer Data Entry)

MCDE (Mission Computer Data Entry) merupakan perangkat avionik untuk menampilkan data-data navigasi pada pesawat tempur tipe F-5 Tiger E/F secara real-time dan mengontrol INU (Inertial Navigation Unit) untuk melakukan alignment serta menentukan waypoint yang akan dituju. Data navigasi yang ditampilkan oleh MCDE bersumber dari INU (Inertial Navigation Unit) dan CADC (Control Air Data Computer) yang berada di pesawat tempur.

Fitur :
  • Menampilkan data navigasi pesawat.
  • Menampilkan dan mengedit data misi pesawat (waypoint dan flight plan).
  • Mengontrol proses INU dan mode.
  • Mengontrol protokol data MIL STD 1553.
RCM (Rear Cockpit Monitor)
RCM (Rear Cockpit Monitor)
RCM (Rear Cockpit Monitor)

RCM (Rear Cockpit Monitor) merupakan perangkat avionik untuk menampilkan gambar yang ditangkap oleh kamera (CAM) yang berada di depan pesawat tempur tipe Hawk 100 atau gambar dari HUD video.

Fitur :
  • Menampilkan gambar video dari 2 peralatan sumber, yaitu CAM dan HUD secara bergantian.
  • Pengaturan tingkat kecerahan tampilan.
Wikipedia.org, infoglobal.co.id

Iran Luncurkan Rudal Qader Dan Ya-Zahra Pada Manuver Velayate-4

Rudal Qader
Rudal Qader sudah memperkuat pertahanan Iran sejak 23 Agustus 2011 lalu. Rudal jelajah anti kapal permukaan ini memiliki jangkauan tembak hingga 200 km. Menurut militer Iran, rudal Qader adalah rudal jelajah terkuat yang pernah dirancang dan dibuat oleh para ahli Iran selama ini. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Iran Luncurkan Rudal Qader Dan Ya-Zahra Pada Manuver Velayate-4.
Iran sukses uji tembak sistem rudal baru

Angkatan Udara Iran berhasil melakukan uji tembak dua sistem peluru kendali yang dinamai "Qader" dan "Ya-Zahra" pada hari ketiga manuver pertahanan udara Velayat-4 di provinsi timur Iran. Kedua sistem pertahanan udara yang sudah dioptimalkan oleh para ahli dari Kementerian Pertahanan Iran.

Rudal Qader dirancang dan diproduksi oleh para ahli Iran. Rudal itu telah dilengkapi dengan elektro-optik dan sistem laser. Sementara rudal "Ya-Zahra" dirancang untuk ketinggian rendah.

Manuver Velayate-4 dimulai di provinsi timur pada Senin (12/11) untuk menampilkan kekuatan pertahanan angkatan bersenjata Iran. Berbagai sistem pertahanan udara termasuk instrument perang elektronik, radar, rudal, penyadapan, pos pengamatan dan unit-unit artileri berpartisipasi dalam pelatihan militer dengan nama sandi "Ya Rasoul-Allah" itu.

Manuver ini diselenggarakan di daerah seluas 850.000 meter persegi untuk menunjukkan kemampuan pertahanan angkatan udara termasuk berbagai jenis sistem radar jangka panjang serta tempurnya, transportasi, kapal tanker dan pesawat tak berawak.

Jet-jet tempur F-4, F-5, F-7 dan F-14, pesawat Mirage dan Sukhoi serta pesawat pesawat pengintai lepas landas dari timur dan selatan pangkalan udara dan terbang di atas langit wilayah latihan militer.

www.antaranews.com

Rabu, 14 November 2012

Senapan Serbu 1 (SS-1) Buatan PT Pindad

Senapan Serbu 1 (SS1)
Senapan Serbu 1 (SS1) diproduksi pertama kali oleh PT Pindad pada tahun 1991. Pada tahun yang sama, TNI dan POLRI mulai menggunakan SS1. Senapan serbu ini telah memiliki pengalaman tempur nyata (battle proven) pada konflik di Aceh, Timor Timur, dan Papua. Hingga sekarang Senapan Serbu 1 (SS1) dengan beberapa varian masih digunakan oleh TNI dan POLRI. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Senapan Serbu 1 (SS1) Buatan PT Pindad.
Senapan Serbu SS1 Series Pindad

SS-1 adalah singkatan dari Senapan Serbu 1, senapan serbu yang banyak digunakan oleh TNI dan POLRI. Senapan ini diproduksi oleh PT. Pindad Bandung, berdasarkan senapan FN FNC dengan lisensi dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN), Belgia.

Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 4,01 kg. Senapan ini bersama-sama dengan M16, Steyr AUG dan AK-47 menjadi senapan standar TNI dan POLRI, tapi karena diproduksi di Indonesia, senapan ini paling banyak digunakan.

SS-1 diproduksi dalam 2 konfigurasi utama, yaitu senapan standard dan karabin pendek. Versi senapan standar disebut SS1-V1 (FNC "Standard" Model 2000) dan karabin disebut SS1-V2 (FNC "Short" Model 7000). Kedua varian diatas dilengkapi dengan laras yang berisi pelintiran tembakan tangan kanan sepanjang 178 mm (untuk stabilisasi mengantisipasi peluru SS109 belgia yang lebih berat). Selain itu juga, SS-1 bisa dipasang berbagai attachment seperti Foregrip yang bisa merubahnya seperti model Standar M4A1 tanpa Red Dot Sight, varian Pelontar Granat (M203, M320 / GP25) dan berbagai Scope seperti Red Dot Sight, Holographic Sight dan ACOG Sight serta Mars Sight yang scopenya sudah menempel di senjata.

Battle Proven

Senapan SS-1 produksi PT. Pindad ini di tangan para prajurit TNI sudah di nyatakan Battle Proven (sudah teruji) dengan sering digunakannya senapan ini dalam mendukung berbagai operasi di seluruh tanah air. Operasi Timor Timur dan DOM Aceh merupakan tempat ajang pembuktian akan kehandalan SS1, meski masih terdapat kekurangan di sana sini pada akhirnya PT. Pindad dapat meminimalisir kekurangan tersebut sehingga mampu di ajak berpetualang di berbagai medan dan cuaca.

Selain pengalaman di dalam negeri SS1 juga memiliki pengalaman di luar negeri untuk mendukung TNI sebagai pasukan perdamaian PBB dan mampu menjuarai berbagai perlombaan yang diadakan antar peacekeeper seperti di Konga dan Lebanon serta AARM di Malaysia SS1 dapat mengungguli persenjataan-persenjataan lain yang sejenis. Dengan kelebihan yang dimiliki oleh SS1 banyak negara-negara di ASEAN yang tertarik untuk membelinya. Di Indonesia sendiri SS1 sudah melengkapi pasukan TNI dan di kembangkan dengan berbagai versi sesuai permintaan.

Varian Senapan Serbu 1 (SS-1)
  • SS-1 V1 : Varian dasar bagi SS-1. Laras standar dengan popor lipat.
  • SS-1 V2 : Varian pendek dari SS-1, larasnya diperpendek.
  • SS-1 V3 : Varian standar dengan popor tetap.
  • SS-1 V4 : Serupa dengan varian V1, ditambah dengan teleskop.
  • SS-1 V5 : Varian terkecil dari semua varian dengan laras 252 mm dan berat 3,37 kg dan popor lipat. Dirancang untuk teknisi, operator artileri, kru tank, paukan garis belakang, dan pasukan khusus.
  • SS-1 R5 Raider : Sub varian V5 yang dirancang khusus untuk pasukan khusus terbaru TNI Raider. R adalah kependekan dari Raider dan R5 dibuat khusus untuk batalyon ini saja. SS-1 R5 memiliki rancangan lebih ramping dan ringan.
  • SS-1 seri M : Dibuat untuk korps Marinir. Dengan proses pengecatan spesial untuk menahan air laut dan tidak mudah berkarat. Varian ini dirancang untuk tetap dapat digunakan setelah masuk lumpur atau pasir. Terdapat tiga varian: M1 dengan laras panjang dan popor lipat; M2 dengan laras pendek dan popor lipat; dan M5 Commando.
  • Sabhara V1-V2 : Pengembangan varian ini dikhususkan untuk kepolisian, yaitu perlunya kemampuan melumpuhkan bukan membunuh. Varian ini menggunakan peluru 7.62 x 45 mm PT Pindad.
Spesifikasi Senapan Serbu 1 (SS1)
  • Berat : 4,01 kg (kosong)
  • Panjang : 997 mm
  • Peluru : 5,56 x 45 mm NATO, .223 Remington
  • Kaliber : 5,56 x 45 mm
  • Mekanisme : Operasi gas, bolt berputar
  • Rata² tembakan : 700 butir/menit
  • Kecepatan peluru : 710 m/detik
  • Jarak efektif : 450 m
  • Amunisi : Magazen box 30-butir
  • Alat bidik : Bidikan besi, bidikan teleskopik (tergantung varian)
wikipedia.org, rindam5brw.mil.id

Selasa, 13 November 2012

Spike LR, Sistem Rudal Penghancur Tank

Spike LR
Spike LR adalah sistem peluncur rudal portable anti tank generasi keempat. Sistem peluncur rudal Spike LR digunakan oleh banyak kalangan militer untuk menggantikan MILAN. Beberapa fitur rudal yang sekarang dibuat juga oleh Jerman ini memiliki kemiripan dengan Javelin, rudal penjagal tank buatan AS. PROKIMAL ONLINE | Spike LR, Sistem Rudal Penghancur Tank.
Rudal anti-tank buatan Israel ini dipergunakan untuk menggantikan MILAN sebagai rudal utama penghancur tank pada kesatuan Bundeswehr. Identitas Yahudinya dikubur setelah Rheinmetall Dusseldorf dan Diehl BGT Defence membentuk mayoritas saham Eurospike LR untuk membuatnya di Jerman berdasarkan lisensi. 70% dari total komponen diproduksi sendiri di Jerman. Jerman memiliki 4.000 MELLS (Multipurpose Guided Missile Systems), dan 311 diantaranya digunakan pada kendaraan tempur (ranpur) Puma.

Spike LR memiliki sejumlah fitur yang kurang lebih mirip dengan Javelin milik AS. Prinsip dasarnya adalah pemakai mengunci sasaran (target) dengan menggunakan CLU (Command Launch Unit) yang berbasis infra merah, dan rudal akan mengikuti titik jatuhnya berkas sinar infra merah tersebut dalam kondisi terkunci sehingga tim penembak tak perlu mengunci sasaran secara terus-menerus. Setelah sasaran berhasil dihancurkan, tim penembak bisa melepas CLU dan tripod, serta membuang bekas tabung peluncurnya yang berbahan fiberglass.

Desain rudal Spike
Desain rudal Spike.
Rudal Spike terhubung dengan kawat fiber optik sehingga informasi dari CLU bisa diupdate ke dalam rudal yang sedang meluncur. Ini berarti sasaran bisa diubah dan terus mengikuti target yang bergerak (bermanuver). Tim penembak juga bisa meluncurkan rudal ke satu arah lalu membelokkannya ke arah target untuk menghindari kemungkinan lawan mendeteksi keberadaan tim peluncur Spike LR. Spike LR juga memiliki fitur soft launch, rudal terlontar terlebih dahulu, baru motor roket menyala sehingga Spike aman ditembakkan dari dalam ruangan tertutup.

Agar mampu menjebol lapisan baja pada tank atau ranpur modern yang biasanya dilengkapi sistem perlindungan tambahan, Spike dibekali hulu ledak tandem berbasis shaped charge, yang pertama menjebol lapisan pelindung dan yang kedua untuk menjebol lapisan baja yang sesungguhnya untuk memastikan kesuksesan menghantam lawan. Dalam skenario tertentu, Spike LR bahkan dapat digunakan untuk menyasar helikopter.

Kementerian Pertahanan Jerman membeli Spike LR untuk ranpur Puma AFV, peleton infanteri anti-tank, pasukan khusus KSK dan MSK. Untuk infanteri, satu orang prajurit didesain untuk membawa dua tabung peluncur sekaligus (berat total 28 kg), sementara prajurit lainnya membawa CLU.

Data Umum Spike LR

Desain : Rafael Advanced Defence Systems.
Produksi : 1997 (digunakan AB Jerman sejak 2008).
Jenis : Rudal Anti-tank.
Bobot : 14 kg (hulu-ledak), 5 kg (CLU / Command Launch Unit), 2,8 kg (Tripod).
Jarak Efektif : 4.000 meter.
Panjang : 1.670 mm.

Reload Magz #15

Sistem Avionik Pesawat Tempur Buatan Indonesia Tampil Di Indodefence 2012

Sistem avionik pesawat tempur
Sistem avionik pesawat tempur sudah bisa diproduksi oleh perusahaan Indonesia. Infoglobal, perusahaan yang didirikan pada 9 September 1992 dan berbasis di Surabaya adalah pembuat perangkat tersebut. Biasanya Infoglobal memproduksi perangkat avionik pesawat tempur yang sudah tidak diproduksi lagi oleh vendor aslinya. Infoglobal mengklaim bahwa produk avionik-nya lebih unggul dibanding produk aslinya. Produk avionik yang dibuat oleh Infoglobal antara lain MPCD (Multi-Purpose Cockpit Display), DVR (Digital Video Recorder), RMU (Radar Monitor Unit), MCDE (Mission Computer Data Entry), dan RCM (Rear Cockpit Monitor). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Sistem Avionik Pesawat Tempur Buatan Indonesia Tampil Di Indodefence 2012.
Sistem Avionik Pesawat Tempur Ini Bikinan Dalam Negeri

Sebuah industri swasta yang bergerak dalam bidang sistem pertahanan militer unjuk gigi dalam pameran Indodefence 2012. Perusahaan ini memproduksi peralatan pesawat tempur lokal yang diharapkan mampu membuat Indonesia mandiri, dalam kebutuhan alutsista.

Siapa sangka jika sistem avionik pesawat tempur ini merupakan hasil produksi dalam negeri? Namun ini merupakan hasil karya sebuah perusahaan asal Surabaya, Infoglobal. Avionik merupakan peralatan di sebuah pesawat tempur yang berhubungan dengan sistem navigasi, komunikasi, dan persenjataan.

Peralatan inilah yang ada di dalam kokpit pesawat yang akan menjadi indikator, dan dikontrol oleh seorang pilot pesawat tempur. Adi sasongko adalah orang yang berada dibalik perusahaan yang memproduksi sistem avionik ini. Ia mengaku bukan hal mudah untuk mendapatkan kepercayaan sebuah negara, terutama dalam bidang sistem pertahanan. Kesempatanlah yang membuat Adi akhirnya memutuskan untuk mengembangkan peralatan avionik ini 12 tahun yang lalu. Kini perusahaan yang ia pimpin sudah memiliki 200 karyawan di Surabaya.

Peralatan yang dimiliki perusahaan lokal ini sudah menjadi perlengkapan untuk pesawat tempur Hawk 100, 200, dan F5. Cukup membanggakan bagi Indonesia, namun Adi berharap pemerintah dapat berperan aktif lagi.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah kepada perusahaan lokal, seharusnya Indonesia sudah bisa mandiri dalam pengembangan alutsista tanpa harus membeli peralatan dari luar negeri.

www.metrotvnews.com

Senin, 12 November 2012

Indonesia Harus Lebih Tingkatkan Pertahanan Maritim

Pertahanan Maritim Indonesia
Pertahanan Maritim Indonesia harus bisa melindungi kedaulatan perairan Indonesia yang memiliki luas 3.257.483 km². Tugas pengawasan dan pengawalan ini tidak bisa ditawar lagi. Untuk mengemban tugas tersebut, TNI-AL mengoperasikan 132 kapal (KRI) dari berbagai jenis, jumlah kapal perang yang sangat tidak mencukupi untuk mengawal lautan Indonesia yang sangat luas. Terlebih ada dua dimensi laut yang harus diawasi, yaitu permukaan dan bawah laut. Untuk pengawalan bawah laut, saat ini Indonesia hanya mengoperasikan 2 unit kapal selam. Dengan kata lain, bawah laut Indonesia adalah medan yang sangat mudah disusupi oleh pihak asing. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Indonesia Harus Lebih Tingkatkan Pertahanan Maritim.
Pertahanan Maritim Sebagai Strategi Geopolitik Indonesia

Potensi laut yang kaya dan letak yang strategis menjadikan Indonesia sebagai pintu perdagangan dunia. Menurut Pengamat Militer dari Universitas Indonesia, Edy Prasetyono, hal itu mengharuskan Indonesia memperkuat geopolitiknya melalui pertahanan maritim. "Hal yang penting dalam geopolitik Indonesia adalah cara pandang bangsa agar melihat Indonesia sebagai negara maritim. Kita harus menjadikan laut sebagai prioritas, ditopang (pertahanan) udara dan darat," kata Edy.

Hal itu disampaikan Edy dalam acara diskusi Ikatan Sarjana Nadhlatul Ulama (ISNU) dengan tema "Geopolitik dan Diplomasi Luar Negeri," di Gedung PBNU Jalan Keramat Raya, Jakarta, Senin (5/11/2012). Edy mengatakan geopolitik merupakan hubungan antara geografi, politik dan kekuatan serta hubungan antar negara yang muncul dari kombinasi ketiga faktor tersebut. Secara sederhana geopolitik berhubungan dengan strategi negara untuk mempertahankan wilayahnya. "Geopolitik dalam perspektif klasik, melihat negara itu punya ancaman dari negara lain. Jangan berpikir negara tidak punya musuh," ujar Dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia ini.

Menurutnya, jika ada ekspansi kekuatan laut di sebuah negara dan pertahanan laut itu kalah, maka lawan bisa masuk ke darat dan menguasai negara. Oleh karena itu pertahanan laut harus diperkuat. "Kalau pertahanan kuat maka negara lain akan datang dan mengajak untuk berteman," ucap Edy.

Menurutnya, Geopolitik Indonesia bersifat anomali karena tidak berdasarkan pada pakem yang ada. Misalnya di kawasan Asia Tenggara, negara terbesarnya adalah Indonesia, tetapi pertahanan Indonesia bukanlah yang terkuat. "Kalau memenuhi pakem, seharusnya Indonesia sebagai negara terbesar dan Indonesia harus terkuat," katanya.

Hadir juga dalam acara tersebut, Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa, Mayjend Abdul Chasid dari Lemhanas.

news.detik.com

Sabtu, 10 November 2012

Kendaraan Militer Produk Terbaru PT Pindad Tampil Di Pameran Indodefence 2012

Kendaraan Taktis 4x4 produk terbaru PT Pindad
Kendaraan Taktis 4x4 produk terbaru PT Pindad juga ditampilkan pada ajang Indodefence 2012. Satu model ranpur / rantis dengan empat varian, yaitu untuk anti serangan udara, pengintai, dan dua varian angkut personil (Foto: Antara). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Kendaraan Militer Produk Terbaru PT Pindad Tampil Di Pameran Indodefence 2012.
Pindad pamerkan kendaraan taktis 4x4 multiguna

Produsen kendaraan militer Indonesia, PT Pindad memamerkan tiga varian kendaraan taktis 4x4 multiguna produksi terbaru mereka pada Indodefence 2012. "Kami pamerkan empat kendaraan yaitu satu anti serangan udara, satu untuk mengintai, dan dua kendaraan angkut personil. Semuanya itu sebenarnya satu model, hanya saja dengan modifikasi fungsi masing-masing," kata Staf Desain Produk PT Pindad, Windu Paramata di Jakarta, Jum'at (9/11/2012).

Dia menjelaskan, kendaraan militer itu memiliki kelebihan bisa digunakan di berbagai macam medan. Dengan ban ring 20 ukuran 1.000, jalan berpasir, lumpur ataupun aspal tidak akan jadi masalah. Ditambah lagi, kekuatan tenaga sebesar 215 Hp yang dihasilkan dari mesin 5.193cc membuat kendaraan 4x4 itu tangguh ditanjakkan tinggi sekalipun. Bahan bakarnya diesel dan tangkinya bisa memuat solar sampai 200 liter. Kendaraan perang tersebut juga telah dilengkapi dengan body dan kaca anti peluru. Pindad mengklaim daya tahannya bisa sampai dengan peluru berukuran 7.62mm. "Bannya juga sudah memakai sistem run plate, sehingga masih bisa jalan ketika mendapat tembakan," kata Windu.

Dia mengungkapkan bahwa semua komponen dalam kendaraan taktis itu tidak dibuat oleh Pindad. Hanya saja mereka mengklaim desain, rangka, body dan kaki-kaki diproduksi sendiri oleh perusahaan yang memiliki markas di Bandung tersebut. "Kalau mesin itu kami pakai dari komersial truck merek Hino, dan ban dari Michelin. Selebihnya kita produksi sendiri, raw materialnya itu dari Krakatau Steel dan sampai jadi body itu di Pindad, lokal kontennya mencapai lebih dari 40 persen," ungkap Windu.

Menurut dia, nantinya kendaraan taktis 4x4 multiguna akan digunakan untuk operasional Anti Teror Kopasus, Arhanud, dan juga Brimob. Sekitar 90 kendaraan dijadwalkan akan selesai produksi pada tahun depan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan keamanan Indonesia. Windu juga menjelaskan, sampai sekarang ketiga varian kendaraan itu belum memiliki nama resmi. Rencananya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memberi nama pada produk terbaru Pindad tersebut dalam kunjungan ke Indodefence 2012, Sabtu

www.antaranews.com

Kerjasama TNI AU dan PT Dirgantara Indonesia Untuk Wujudkan Zero Accident

TNI-AU dan PT Dirgantara Indonesia
TNI-AU dan PT Dirgantara Indonesia telah melaksanakan kerjasama untuk mewujudkan zero accident penerbangan di lingkungan TNI-AU. Kerjasama tersebut dilaksanakan dalam bentuk pelatihan Praktek Simulasi Sertifikasi Kelaikan Udara Militer yang diikuti oleh para perwira TNI-AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Kerjasama TNI AU dan PT Dirgantara Indonesia Untuk Wujudkan Zero Accident.
PT DI-TNI AU Kerjasama upayakan zero Accident

Status "zero accident" alias tidak pernah kecelakaan dalam dunia penerbangan sesuatu yang mustahil. Namun status ini bisa dicapai seperti Qantas yang tak pernah pesawatnya jatuh dalam hampir 90 tahun perusahaan ini berkiprah. Tentu bukan suatu kebetulan jika Qantas tidak pernah kehilangan satupun pesawatnya sejak perusahaan penerbangan Australia itu didirikan tahun 1924. "Ini sejarah upaya manusia, bukan hanya soal mesin," kata Qantas dalam website khusus mengenai sejarahnya itu.

Pesawat udara adalah benda terbang yang merupakan alat transportasi udara paling aman dibandingkan dengan alat transportasi lainnya. Pesawat dijamin keselamatannya karena jaminan kualitasnya diterapkan dari sejak masuk bahan baku sampai kondisi uji di darat (ground test), bahkan sampai pada tahap uji terbang (flight test). Pesawat laik atau tidaknya untuk menjalani penerbangan memang selalu dikendalikan secara periodik. PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai satu-satunya industri pesawat terbang di kawasan Asia Tenggara memiliki suatu divisi menangani sertifikasi untuk dapat atau tidaknya pesawat melakukan penerbangan. PTDI secara khusus memiliki Divisi ini sejak tahun 1992 lalu dan PTDI beberapa langkah di depan industri pesawat terbang lain yang ada di kawasan Asia dalam hal kemampuan sertifikasi ini.

Sebagai salah satu langkah nyata dari arahan Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Imam Sufaat untuk mencapai "zero accident" dalam pengoperasian pesawat udara di lingkungan TNI Angkatan Udara maka dilakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah dengan menugaskan para perwira di lingkungan TNI AU mengikuti pelatihan Praktek Simulasi Sertifikasi Kelaikan Udara Militer. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa (29 dan 30 Oktober 2012) di Gedung Pusat Teknologi PT Dirgantara Indonesia (Persero). Pelatihan yang diikuti 15 orang Perwira TNI AU ini dibuka secara resmi oleh Manager Aeronautical Product Certification PTDI, Budi Seno Aji. Pelatihan ini dapat terselenggara berkat kerjasama antara Komando Wing Dik III Lanud Husein Sastranegara Bandung dengan Divisi Sertifikasi dan Manajemen Sumber Daya PTDI.

Rakhmat Condrogumono, Kepala Divisi Sertifikasi dan Manajemen Sumber Daya Direktorat Teknologi PTDI, mengatakan saat acara penutupan pelatihan, penyelenggaraan pelatihan tersebut merupakan yang kedua kali setelah sebelumnya dilakukan di Wing Dik III Lanud Husein Sastranegara Bandung tahun 2011 lalu. Tahun lalu para siswa menerima materi: "aviation law & regulation, type certification, production certification & airworthiness certification". Materi dalam lokakarya ini membuat para siswa dapat benar-benar memahami apa yang diterimanya, dan dapat langsung diterapkan dalam tugasnya sehari-hari.

Untuk sertifikasi rancang bangun (type certification) ada sembilan langkah yakni pre-aplikasi, aplikasi, rapat dewan pre-sertifikasi tipe, evaluasi detail tipe desain, konstruksi & inspeksi prototipe, pengeluaran izin terbang khusus, uji terbang untuk pengembangan dan sertifikasi, dan evaluasi menyeluruh rapat dewan sertifikasi.

Pada pelatihan kali ini semua langkah itu disimulasikan dengan fakta yang sudah dan sedang berjalan saat ini. Sebagai contoh dalam langkah pertama, yakni Pre Application; penyiapan initial type design data & technical spesification, para Instruktur menunjukkan dengan rinci serta menjelaskan apa yang dilakukan para insinyur di PTDI ketika mengawali proses rancang bangun rekayasa sebuah pesawat udara.

Tahap selanjutnya ditunjukkan dan dijelaskan oleh para Instruktur bagaimana para insinyur di PTDI sebagai perancang Pesawat Udara menyiapkan data-data (a). Application Form, (b). Three-View-Drawing, (c). Aircraft Technical Description, serta (d). Transmittal Letter. Keseluruhannya untuk dikirimkan secara formal kepada Airworthiness Authority yang menandai fase kedua dalam rangkaian proses Type Certification, yakni Application.

Tahap ketiga Pre-Type Certification Board Meeting, pada tahapan ini disimulasikan oleh para Instruktur bagaimana pelaksanaan pertemuan koordinasi antara Applicant dengan Authority. Selanjutnya juga disampaikan apa saja typical agenda yang dibahas dan disepakati dalam pertemuan tersebut. Lazimnya, dalam pertemuan ini dibahas hal-hal sebagai berikut – (a). General Description of the Product; (b). Proposed Major Certification Milestones; (c) Proposed Certification Basis; (d). Proposed Certification Procedures; serta (e). Contact Person & Certification Team Members.

Tahap keempat Detail Type Design Evaluation, untuk tahap ini para Instruktur menunjukkan dan menjelaskan rangkaian evaluasi terhadap detail type design data, antara lain meliputi (a).Technical Drawings & Part List, (b). Technical Specifications, (c). Detail Design Description & Analysis, (d). Safety,Reliability & Maintanability Assessment, (e). Test Requirements/Procedures; (f). Compliance Check List & Certification Plans; serta (g). Quality Inspection Plans.

Tahap kelima Prototype Construction & Inspection pada tahap ini para Instruktur menjelaskan bagaimana dilakukannya pembuatan prototipe Pesawat Udara dan/atau Aircraft Component serta kegiatan inspeksi. Pembuatan prototipe tersebut dimaksudkan untuk dipergunakan sebagai wahana [vehicles] dalam proses "showing compliance with the applicable airworthiness & environmental standards".

Tahap ke enam Issuance of Special Flight Permit untuk tahap ini para Instruktur menunjukkan seluruh persyaratan dan tata cara untuk mendapatkan ijin terbang dari Authority bagi prototype Pesawat Udara; yang akan dipergunakan sebagai wahana kegiatan Development & Certification Ground And Flight Testing.

Tahap ke tujuh Development & Certification Flight Test dalam tahap ini para Instruktur menjelaskan seluruh persyaratan dan tata cara tentang penyelenggaraan uji terbang bagi prototipe Pesawat Udara. Kegiatan Development Flight Test pada umumnya dilaksanakan oleh Applicant [Aircraft Industry]; sedangkan kegiatan Certification Flight Test pada umumnya dilaksanakan oleh Applicant dengan witnessing oleh Authority.

Tahap ke delapan Post-Type Certification Board Meeting, Overall Evaluation, dimana pada tahapan ini disimulasikan oleh para Instruktur bagaimana pelaksanaan pertemuan koordinasi antara Applicant dengan Authority. Selanjutnya juga disampaikan apa saja typical agenda yang dibahas dan disepakati dalam pertemuan tersebut. Dalam pertemuan ini dibahas hal-hal sebagai berikut – (a). Overall Status Of Certification Documentation Approvals; (b). Overall Status Of Certification Activities; (c). Overall Certification-Outstanding-Items; (d) Draft Of Type-Certificate-Data-Sheet; serta (e). Post-Type-Certification Activities [Continued Airworthiness].

Tahap ke sembilan Issuance Of Type Certificate & Its Associated TC-Data Sheet di mana ditunjukkan dan dijelaskan tentang bentuk format standar serta isi yang terkandung di dalam dokumen Type Certificate & TC-Data Sheet. Selanjutnya, para Instruktur menunjukkan beberapa contoh dokumen Type Certificate & TC-Data Sheet yang dimiliki oleh PTDI.

www.antaranews.com

PTDI-Airbus Military: Pembuatan Pesawat NC 212 Upgrade Dipusatkan Di Bandung

NC 212
NC 212 adalah pesawat yang pertama kali diproduksi oleh EADS CASA (kini menjadi bagian dari Airbus Military) pada dasawarsa 1970-an dengan nama C 212 (NC 212 adalah versi buatan PTDI). Awalnya pesawat ini diproduksi untuk keperluan militer, kemudian kalangan maskapai komersial pun tertarik untuk menggunakan pesawat ini pada Juli 1975. IPTN (kini PT Dirgantara Indonesia) juga memproduksi pesawat ini yaitu tipe NC-212-200 dan NC-212-200 MPA. Pada pelaksanaan Indo Defense 2012, PT Dirgantara Indonesia dan Airbus Military menandatangani kesepakatan untuk memproduksi dan memasarkan NC 212 versi upgrade ke seluruh dunia. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | PTDI-Airbus Military: Pembuatan Pesawat NC 212 Upgrade Dipusatkan Di Bandung.
PTDI-Airbus Military perkuat kerja sama strategis

PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan Airbus Military memperkuat kerjasama strategis pesawat NC 212 mulai dari pengembangan, manufaktur, pemasaran, hingga pelayanan purna-jual pesawat terbang berkursi 28 penumpang ini. Peningkatan kerjasama PTDI-Airbus Military itu ditandatangani Direktur Utama PTDI Budi Santoso dan Ignacio Alonso, Wakil Presiden Senior Airbus Military bidang Komersil, Strategi dan Hubungan Industri kawasan Asia, di Jakarta, Kamis. Acara ini mewarnai pameran Indo Defense 2012 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta.

Indo Defence 2012 berlangsung 7-10 November 2012 dan diikuti perusahaan-perusahaan industri militer dari sekitar 50 negara, serta sejumlah BUMN termasuk PTDI. "Kerjasama ini akan memperkuat posisi PTDI sebagai industri pesawat terbang terdepan di wilayah Asia, seperti yang kami rencanakan dalam perjanjian kerjasama strategis dengan Airbus Military," kata Budi Santoso mengomentari peningkatan status kerjasama dengan mitra lama PTDI dari Eropa tersebut.

Budi Santoso menambahkan PTDI dan Airbus Military akan bekerja bersama untuk memproduksi dan memasarkan NC 212 upgrade ke seluruh dunia dengan menawarkan pesawat terbang sipil dan militer kelas kecil yang modern dan sangat kompetitif. Dari titik pandang Airbus Military, menurut Ignacio Alonso, peningkatan status kerjasamanya dengan PTDI bukti berikutnya tentang kepercayaan pihaknya pada masa depan NC 212 yang kompetitif ini dan menjanjikan di banyak negara di dunia. "Dengan dukungan yang berkesinambungan Pemerintah Indonesia, PTDI dan Airbus Military akan mampu meraih banyak hal bersama," kata Senior VP Komersil, Strategi dan Hubungan Industri Airbus Military tersebut, yang menambahkan pembuatan NC 212 akan dipusatkan di Bandung.

Pesawat tersebut selanjutnya akan ditawarkan kepada pelanggan sipil serta militer. NC 212 upgrade ini akan dilengkapi dengan avionik digital dan sistem autopilot terkini. Interior untuk versi sipil terbaru yang mampu membawa sampai dengan 28 penumpang dibandingkan dengan versi sebelumnya yang hanya 25 penumpang. Versi terbaru NC 212 itu akan mendorong efisiensi biaya naik secara tajam. Ini akan menempatkan NC 212 ini pada posisi tawar yang sangat kompetitif pada segmen pasar pesawat kecil. Pesawat ini akan disertifikasi oleh EASA dan FAA sesuai dengan FAR 25.

Kesepakatan kerjasama dalam pengembangan, manufacturing, komersialisasi dan dukungan pelanggan ini untuk memenangkan kompetisi memenuhi kebutuhan pasar di segmen pesawat kecil, baik untuk sipil, militer dan kargo, pada dekade berikut. Potensi pasar pada segmen ini diperkirakan akan mencapai sekitar 400-450 pesawat dalam sepuluh tahun kedepan. Final Assembly Line sedang disiapkan di fasilitas PTDI di Bandung. Kesepakatan ini selangkah lebih maju dalam tahapan hubungan kerjasama antara dua mitra lama.

Sejak Oktober 2011, dua perusahaan ini telah menempatkan tim-tim kerja bersama di fasilitas PTDI di Bandung, di mana personil Airbus Military bekerja di dalam lokasi kerja PTDI. Tim-tim ini bekerja dalam lingkup industrial dan komersial yang fokus pada penciptaan bisnis baru bagi kedua perusahaan. Tujuan sinergi kekuatan kedua pihak tersebut dalam memajukan kemampuan produksi, proses rekayasa, dan teknologi informasi, dan transfer pengetahuan dalam rangka mendorong PTDI menjadi industri pesawat terbang kecil dan sedang terkemuka di Asia.

Boyke Mukiyat, Direktur Utama Perusahaan Pengelola Asset (PPA) mengatakan sangat gembira dan bangga bahwa PTDI telah melangkah lebih jauh lagi dalam proses revitalisasi dan memperkuat posisi. Meningkatnya sukses PTDI akan mendapatkan lebih banyak pekerjaan, dan dengan kesepakatan kerjasama NC 212 upgrade. "PTDI sedang bergerak maju dengan pasti kearah suksesnya mencapai tidak hanya revitalisasi tetapi juga peningkatan target-targetnya. PPA sepenuhnya mendukung rencana kerja PTDI dan akan terus membantu agar PTDI dapat menjadi industri pesawat terbang kecil terdepan di wilayah Asia," kata Mukiyat.

Produk utama PTDI adalah pesawat terbang, komponen struktur pesawat terbang, jasa perawatan pesawat terbang dan jasa rekayasa. Pabrik perakitan PTDI memproduksi berbagai jenis pesawat CN235 dengan type certificate untuk penumpang sipil, kargo, pembuat hujan, transportasi militer, patroli maritim dan pengawasan. Selain itu PTDI memproduksi di bawah lisensi pesawat terbang dan helikopter untuk 49 operator sipil dan militer. PTDI memanufaktur dan memproduksi bagian-bagian, komponen-komponen, tools dan fixtures untuk pesawat Airbus A320/321/330/340/350/380, untuk Eurocopter EC225 dan EC725, untuk pesawat Airbus Military CN235/C212-400/C295.

Untuk perawatan pesawat, PTDI melayani jasa pemeliharaan, perbaikan dan dukungan logistik untuk CN235 berbagai seri, Bell412, BO-105, NC-212-100/200, NAS332 Super Puma, B737-200/300/400/500, A320, Fokker100 dan Fokker27. PTDI juga melayani jasa rekayasa dan analisis flight simulators.

www.antaranews.com

Simulator Helikopter Bo 105 Buatan Indonesia Tampil Di Indodefence 2012

Bolkow 105
Bolkow 105 atau yang punya nama lengkap Messerschmitt-Bölkow-Blohm Bolkow (MBB Bo) 105 ini dioperasikan oleh cukup banyak negara. PT Dirgantara Indonesia pada periode 1976 - 2009 juga pernah memproduksi helikopter jenis ini hingga 122 unit. Produksi versi PTDI ini disebut NBO (Nusantara Bolkow) 105. T&E Simulation, sebuah perusahaan Indonesia yang berbasis di Bandung menampilkan salah satu produknya, simulator helikopter Bolkow 105, pada ajang Indodefence 2012. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Simulator Helikopter Bo 105 Buatan Indonesia Tampil Di Indodefence 2012.
Simulator 'made in' Indonesia ada di Indodefence

Para pengunjung Indodefence 2012 dapat merasakan naik helikopter dalam sebuah mesin simulasi penerbangan yang disediakan oleh booth T&E Simulation. "Kalau ada yang tertarik dengan produk kami, bisa naik nanti didampingi. Yang ada di sini simulator untuk helikopter Bolkow 105, buatan Rusia," kata Busines Development T&E Simulation, Iqbal Tirtosudiro di jakarta, Jum'at.

Menurut dia, mesin simulasi itu secara keseluruhan dirancang oleh orang Indonesia. Mulai dari perangkat keras dan lunaknya, semua adalah hasil karya anak bangsa.

Sampai saat ini, Iqbal mengklaim produk-produk simulasinya telah dipakai alat berlatih anggota TNI. Tidak hanya simulator helikopter yang bisa diproduksi oleh perusahaan asal Bandung tersebut, melainkan juga pesawat tempur dan tank. "Kami sebenarnya bisa untuk kapal laut, tapi sampai saat ini belum dapat kesempatan untuk kerjasama dengan Angkatan Laut," kata Iqbal.

Dia juga menjelaskan bahwa dengan alat simulasi itu, para pemakainya bisa belajar bagaimana menggunakan kendaraan seperti kondisi sebenarnya. Alat tersebut bahkan bisa mensimulasikan hujan, perjalanan malam, sampai mesin rusak. "Untuk versi full flight simulator itu benar-benar bisa miring tempat duduknya, dan disesuaikan dengan kondisi aslinya. Di Indodefence, perusahaan luar negeri juga mulai ada yang tertarik untuk dibuatkan simulasinya sama kita, antaralain dari Jerman, Inggris, sama Australia," kata Iqbal.

www.antaranews.com

Rabu, 07 November 2012

Negara-negara Asia Tenggara Borong Produk Militer Maritim

Kapal induk Liaoning China
Kapal induk Liaoning China menjadi ancaman baru yang serius bagi negara-negara yang bertikai dengan negara tirai bambu tersebut seperti Jepang dan beberapa negara di Asia Tenggara, juga AS. Tak heran jika kemudian negara-negara di Asia Tenggara memilih untuk memperkuat peralatan militernya di laut untuk menandingi peningkatan militer Angkatan Laut China di Laut China Selatan setelah AS mulai diragukan kemampuannya untuk menjaga wilayah ini. Era kebangkitan militer (industri militernya) di China dan beberapa negara lainnya terutama dipicu oleh kebijakan politik dan perdagangan persenjataan luar negeri Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya yang cenderung paranoid. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Negara-negara Asia Tenggara Borong Produk Militer Maritim.
Asia Tenggara Ramai-ramai Belanja Alat Pertahanan Maritim

Indonesia membeli kapal-kapal selam dari Korea Selatan serta sistem radar wilayah pesisir dari China dan Amerika Serikat. Vietnam mendapatkan kapal selam dan jet tempurnya dari Rusia, sementara Singapura – negara pengimpor senjata kelima terbesar di dunia – sedang menambahkan armada persenjataannya yang canggih.

Khawatir terhadap pengaruh China dan akibat keberhasilan ekonomi, negara-negara Asia Tenggara meningkatkan belanja alat militer untuk melindungi jalur perkapalan, pelabuhan dan perbatasan maritim yang vital bagi aliran ekspor dan energi. Sengketa wilayah di Laut China Selatan, yang diiming-imingi cadangan minyak dan gas yang kaya, telah mendorong Vietnam, Malaysia, Filipina dan Brunei untuk mencoba mengimbangi kekuatan angkatan laut China yang meningkat. Bahkan bagi negara-negara yang tidak terlibat sengketa, termasuk Indonesia, Thailand dan Singapura, keamanan maritim telah menjadi fokus besar. "Perkembangan ekonomi mendorong mereka membelanjakan uangnya untuk pertahanan untuk melindungi investasi, jalur laut dan zona ekonomi eksklusif," ujar James Hardy, editor Asia Pasifik untuk majalah mingguan IHS Jane's Defence Weekly. "Tren terbesar adalah dalam pengawasan dan patroli pesisir dan maritim."

Seiring melonjaknya ekonomi di Asia Tenggara, belanja untuk sektor pertahanan tumbuh 42 persen dari 2002 sampai 2011, menutur data dari Institut Riset Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI). Prioritas utama adalah kapal perang, perahu patroli, sistem radar dan pesawat tempur, serta kapal selam dan kapal anti rudal yang terutama efektif dalam menutup akses ke jalur laut. "Kapal selam merupakan hal yang besar," ujar Tim Huxley, direktur eksekutif untuk Asia pada Institut Internasional untuk Studi Strategi (IISS). "Kapal selam dapat menyebabkan kerusakan parah tanpa terlihat, tanpa bisa diantisipasi, dan hal itu dapat dilakukan di mana saja di wilayah ini."

Selama berpuluh tahun lamanya, sebagian besar negara-negara di Asia Tenggara menghabiskan sedikit anggaran belanja untuk senjata di luar senapan dan tank kecil. Kebanyakan ancaman datang dari pihak internal dan payung proteksi dari Amerika Serikat dianggap cukup untuk menangkal serangan yang mungkin datang dari luar negeri. Seiring meingkatnya kekuatan China dan adanya dana yang lebih banyak, daftar belanja menjadi lebih canggih. Kebanyakan negara-negara ini ada di daerah pesisir, sehingga penekanannya ada pada pertahanan laut dan udara.

Malaysia memiliki dua kapal selam Scorpene dan Vietnam membeli enam kapal selam kelas Kilo dari Rusia. Thailand juga berencana membeli kapal selam dan pesawat tempur Gripen produksi Saab AB dari Swedia akan selaras dengan rudal anti kapal seri RBS-15 F dari Saab, ujar IISS. Singapura telah berinvestasi untuk jet tempur F-15SG dari Boeing Co di Amerika Serikat dan dua kapal selam kelas Archer dari Swedia untuk melengkapi empat kapal selam Challenger dan armada angkatan laut dan udara yang kuat yang sudah dimilikinya. Indonesia, dengan jalur laut penting dan garis pantai sepanjang 54.700 kilometer, sekarang memiliki dua kapal selam dan telah memesan tiga lagi dari Korea Selatan. Indonesia juga telah bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di China untuk memproduksi rudal anti kapal C-705 dan C-802 setelah uji coba peluncuran rudal Yakhont produksi Rusia pada 2011.

Ketidakpastian Strategis

Meski tidak sedang dalam kompetisi senjata, para analis mengatakan bahwa penambahan persenjataan ini didorong oleh peristiwa-peristiwa di Laut Cina Selatan, konflik lama antara negara tetangga dan keinginan untuk memodernisasi sistem pertahanan sementara pemerintah memiliki dana. Pembajakan, penangkapan ikan yang ilegal, penyelundupan, terorisme dan dana bencana juga memainkan perannya dalam hal ini, selain untuk membuat senang militer yang berpengaruh besar di negara-negara seperti Thailand dan Indonesia.

Secara umum ada "rasa ketidakpastian strategis di wilayah ini" karena kebangkitan China dan keraguan akan kemampuan AS untuk mempertahankan kehadiran militernya di Asia, ujar Ian Storey, peneliti senior di Institut Studi Asia Tenggara. "Negara-negara Asia Tenggara tidak akan pernah bisa menandingi modernisasi sistem pertahanan China," ujarnya. "Tapi jika China menyerang Vietnam, paling tidak Vietnam dapat memberikan kerusakan yang serius."

SIPRI mengatakan bahwa Indonesia, Vietnam, Kamboja dan Thailand memimpin dalam upaya peningkatan anggaran pertahanan antara 66-82 persen dari 2002 sampai 2011. Namun negara yang memiliki anggaran belanja terbesar untuk peralatan militer adalah Singapura. Negara pulau yang makmur itu, bersama dengan Malaysia dan Indonesia, berlokasi di Selat Malaka yang menghubungkan Samudera Pasifik dan Indonesia. Merupakan jalur perkapalan yang padat, selat tersebut juga merupakan "titik sedakan" yang sempit, dengan implikasi strategis yang besar untuk energi, bahan baku dan bahan jadi yang mengalir dari timur dan barat.

Anggaran pertahanan Singapura sebesar US$ 9,66 miliar pada 2011 jauh di atas Thailand dengan $5,52 miliar, Indonesia dengan $5,42 miliar, Malaysia $4,54 miliar dan Vietnam $2,66 miliar, menurut IISS.

Situasi di wilayah ini jauh lebih tenang dibandingkan di Asia utara, dengan konflik yang melibatkan China, Jepang, Amerika Serikat, Rusia dan Korea Selatan serta Korea Utara. Namun Asia Tenggara sepertinya mengikut tren pembelian sistem militer yang dapat digunakan untuk melakukan serangan. "Ini proses yang tidak terbatas," ujar Huxley dari IISS. "Para pemerintah sepertinya akan meningkatkan sumber daya untuk memodernkan pertahanan dan militer."

Data resmi mengenai jumlah dan tujuan pembelanjaan tersebut seringkali tidak jelas. Jumlah belanja pertahanan juga tidak selalu memperlihatkan konteks yang komplet. Negara-negara seperti Vietnam dan Indonesia telah menggunakan mekanisme kredit atau penjualan hak eksplorasi energi untuk mendanai impor senjata yang tidak muncul di anggaran pertahanan, ujar para analis. "Vietnam tidak lagi melaporkan anggaran pertahanan dan keamanan, sehingga ada kesenjangan yang mencurigakan antara jumlah yang dianggarkan dan yang dibelanjakan," ujar Samuel Perlo-Freeman, direktur program pembelanjaan militer dan produksi persenjataan di SIPRI.

Pembelian dan Pembangunan

Dengan tekanan yang dialami negara-negara Barat terkait anggaran pertahanannya, Asia menjadi tempat menarik untuk produsen senjata, alat komunikasi dan sistem pengawasan. Divisi pertahanan di Lockheed Martin dan Boeing berharap wilayah Asia Pasifik berkontribusi sekitar 40 persen dari pendapatan internasional. "Lingkungan maritim di Pasifik menarik perhatian semua orang," ujar Jeff Kohler, wakil presiden direktur Boeing Defence, pada pameran udara di Singapura, Februari lalu.

Vietnam mendapatkan 97 persen dari persenjataan utamanya – termasuk fregat (kapal perang kecil), pesawat tempur dan sistem rudal pantai Bastion – dari Rusia pada 2007 sampai 2011. Namun Vietnam masih ingin melakukan diversifikasi dengan bertemu produsen dari Belanda dan Amerika Serikat, menurut SIPRI. Filipina, yang bergantung pada Amerika Serikat untuk 90 persen persenjataan mereka, berencana menganggarkan $1,8 miliar untuk meningkatkan mutu persenjataan selama lima tahun setelah melihat ancaman yang meningkat dari China terkait konflik Laut Cina Selatan. Fokusnya adalah di angkatan laut dan udara yang dianggap kurang mantap. "Kebutuhan utama Filipina adalah pengawasan udara," ujar Sam Bateman, kepala peneliti di Pusat Nasional Sumber Daya dan Keamanan Laut Australia.

Kemampuan melawan kapal selam merupakan prioritas, ujar perencana departemen pertahanan Filipina kepada kantor berita Reuters. Thailand, dengan militer yang melakukan 18 usaha atau keberhasilan kudeta sejak 1932, telah membangun sebuah kapal patroli yang dirancang oleh BAE Systems dari Inggris. Thailand berencana melakukan modernisasi satu fregat dan, dalam lima tahun, membeli satu dari dua kapal fregat baru. "Mungkin tidak akan bisa menggantikan kapal selam, tapi kami harap fregat akan sama bernilainya bagi Thailand," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Thanathip Sawangsaeng.

Sebagian besar produk pertahanan milik Singapura dibeli dari Amerika Serikat, Perancis dan Jerman, namun negara pulau ini juga memiliki industri pertahanan sendiri, yang berpusat di ST Engineering. Perusahaan milik negara ini memasok angkatan bersenjata Singapura dan banyak pelanggan asing. "Sebagian besar negara tertarik atau secara aktif membangun industry persenjataan domestik," ujar Storey. "Hal ini lebih murah daripada mengimpor, dan dalam jangka panjang, mereka ingin mengembangkan pasar ekspor sendiri. Ini terutama penting untuk Indonesia, untuk melindungi diri dari sanksi dari negara-negara seperti Amerika Serikat."

www.voaindonesia.com

Pameran Indodefence 2012 Secara Resmi Dibuka Hari Ini

Indodefence 2012
Indodefence 2012 secara resmi telah dibuka hari ini (Rabu, 7/11/2012) oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Budiono. Pameran industri peralatan pertahanan yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh Indonesia ini kali ini membawa tema "Building Roadmap for Defence Industry, Present and Futures" dan diikuti oleh 600 perusahaan pertahanan dari 50 negara. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Pameran Indodefence 2012 Secara Resmi Dibuka Hari Ini.
Wapres Resmikan Indodefence 2012

Pameran Indodefence 2012 secara resmi dibuka Wakil Presiden RI Budiono di JI Expo, PRJ Kemayoran, Rabu (7/11). Pameran dan forum ini akan berlangsung hingga Sabtu (10/11).
Pelaksanaan Pameran Indodefence 2012 menurut Wapres Budiono cukup penting bagi industri pertahanan nasional sebab dapat berinteraksi antara industri pertahanan dalam negeri dengan negara lain sehingga nantinya dapat bersaing dengan dunia internasional. "Kegiatan ini penting bagi pelaku industri pertahanan karena memberikan inspirasi agar dapat memperoleh potensi dan peluang untuk meningkatkan kualitas industri pertahan di masa yang akan datang," kata Wapres Budiono.

Lebih lanjut Wapres Budiono mengatakan pameran ini juga bermanfaat bagi publik sebagai pendidikan untuk mengenali secara luas tentang perkembangan industri pertahanan. Menurutnya, industri pertahanan merupakan bagian tersendiri yang mengelola omset terbesar. Sebagai indikator, pengeluaran militer untuk tahun lalu 2011 dengan harga konstan 2010 itu mencapai 1.735 miliar dolar AS dalam 1 tahun. "Ini 2,5 PDB dan hampir 10 kali APBN kita. Ini peluang yang luar biasa bagi suatu negara. Ini sangat penting dan perlu digarisbawahi bahwa ekspo dan forum ini benar bisa dimanfaatkan," terangnya.

Berdasar catatan, lanjut Wapres, belanja di bidang pertahanan itu 0,7 persen PDB kita. Kedepan akan meningkat agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. "Kalau kita lihat di statistik, AS tertinggi, China dll. Tapi PDB tertinggi Arab Saudi 10 persen lebih dari PDBnya. Jika dilihat statistik impor alutsista, kita nomor 15. Artinya memang masih ada peluang bagi indonesia untuk mengembangkan lagi produksi industri pertahanan dalam negeri baik dari segi pertimbangan ekonomi maupun pertimbangan keamanan."

Pengalaman di banyak negara yang sudah sukses mengembangkan industri pertahanan, kata dia, selalu sukses dibarengi pertumbuhan industri lain. Industri pertahanan tentunya tidak akan mematikan industri lain sebab akan saling membutuhkan.

infopublik.kominfo.go.id

Senin, 05 November 2012

Jet Tempur J-15 Latihan Pendaratan Dan Lepas Landas Diatas Dek Kapal Induk Liaoning

Shenyang J-15
Shenyang J-15, jet tempur multi-peran yang dirancang untuk berpangkalan diatas kapal induk. Shenyang J-15 dikembangkan oleh Shenyang Aircraft Corporation (SAC) dan melakukan penerbangan perdana pada 31 Agustus 2009. Desain dasar pesawat tempur ini diduga menggunakan model jet tempur Su-33 buatan Rusia. Pada tahun 2001, China memperoleh prototipe Su-33 dari Ukraina yang kemudian dikembangkan menjadi J-15. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Jet Tempur J-15 Latihan Pendaratan Dan Lepas Landas Diatas Dek Kapal Induk Liaoning.
Militer China pada Minggu (4/11/2012) lalu telah mengkonfirmasikan bahwa pesawat tempurnya telah melakukan latihan pendaratan dan lepas-landas di atas dek kapal induk Liaoning. Menurut laporan resmi yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan China, jet tempur tersebut melakukan manuver pendaratan, tanpa menghentikan gerakan lalu segera lepas landas lagi (Touch and Go).

Beberapa foto di internet yang diunggah oleh beberapa sumber tidak resmi memperlihatkan gambar jet tempur Shenyang J-15 melakukan beberapa kali manuver diatas dek kapal induk Liaoning. Para pengamat militer menduga bahwa para pilot J-15 tersebut sedang melakukan manuver touch-and-go.

Lan Yun, editor sebuah majalah perkapalan modern di Beijing mengatakan bahwa manuver touch-and-go adalah langkah terakhir dalam pelatihan utama untuk pilot pesawat tempur yang berpangkalan diatas kapal induk. "Dalam penerbangan nyata diatas dek kapal induk, jika pilot tidak dapat menyelesaikan pendaratan, mereka harus segera menyalakan afterburner dan segera lepas landas lagi dari dek," kata Lan.

Seorang pakar angkatan laut China pada 19 Oktober lalu mengatakan kepada People's Daily Online bahwa latihan manuver touch-and-go memungkinkan pilot untuk mengatasi faktor kecemasan atau perasaan takut.

Pengumuman kementerian pertahanan China ini dilakukan sehari setelah foto pesawat tempur J-15 dikembangkan oleh Shenyang Aircraft Corporation (SAC) untuk berpangkalan diatas kapal induk, beredar di internet. Sumber-sumber tidak resmi pengupload foto tersebut juga mengatakan bahwa jet tempur J-15 tersebut melakukan penerbangan dari Shenyang pada hari Sabtu, dua hari setelah penerbangan perdana jet tempur siluman Shenyang J-31 (baca: Jet Tempur Siluman Shenyang J-31 Berhasil Jalani Uji Terbang).

www.globaltimes.cn

Jepang Kembangkan Pesawat UAV Pelacak Rudal

Fasilitas peluncuran roket Korea Utara
Fasilitas peluncuran roket Korea Utara ini dikenal dengan nama Stasiun Peluncur Satelit Sohae dan berlokasi di Cholsan, Provinsi Pyongan. Dari sini juga satelit Kwangmyŏngsŏng-3 diluncurkan pada April 2012 lalu, tapi mengalami kegagalan. Pihak barat menduga bahwa peluncuran satelit tersebut sebenarnya adalah uji coba peluncuran rudal balistik berkepala nuklir milik Korea Utara. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Jepang Kembangkan Pesawat UAV Pelacak Rudal.
Jepang Buat Pesawat Pelacak Rudal

Jepang, yang terancam serangan rudal dari Korea Utara, berniat mengembangkan pesawat tanpa awak yang bisa melacak serangan rudal nuklir yang ditembakkan dari Korea Utara. Langkah Jepang ini juga bagian dari mengimbangi perkembangan militer China.

Harian Yomiuri Shimbun sebagaimana dikutip kantor berita AFP, hari Minggu (4/11/2012) menyebutkan, Kementerian Pertahanan Jepang telah meminta dana 3 miliar yen atau sekitar Rp 3,6 triliun dalam empat tahun untuk mengembangkan pesawat yang nantinya bisa beroperasi pada tahun 2020. Pengembangan pesawat tanpa awak ini akan dilengkapi dengan sinar infra merah guna medeteksi dan melacak rudal yang bergerak dalam ketinggian rendah.

Keputusan Jepang ini diambil setelah mereka gagal mendeteksi rudal dan roket yang diluncurkan Pyongyang April lalu. Peluncuran ini digambarkan Pyongyang sebagai sebagai sebuah upaya menempatkan satelit di orbit. Namun apa yang dilakukan Korut ini dicap kalangan internasional sebagai sebuah tes rudal balistik. Roket ini meledak di Laut Kuning berselang dua menit setelah diluncurkan.

Jepang ketika itu menginformasikan kepada AS bahwa mereka gagal melacak keberadaan roket Korut itu. Sistem peringatan Jepang diakui tak bisa mengikuti perjalanan roket Korut tadi karena lintasannya relatif rendah.

Jepang juga terlibat dalam ketegangan wilayah dengan China menyangkut gugus pulau-pulau yang dikenal sebagai Senkaku di Jepang atau Diaoyus di China. Armada militer China kerap kali masuk dan keluar di wilayah yang diklaim Jepang sebagai wilayah kekuasaannya.

internasional.kompas.com

Minggu, 04 November 2012

PTDI Produksi 7 Unit Pesawat CN-295 Untuk TNI-AU

CN-295
CN-295, pesawat angkut menengah ini akan diproduksi oleh PTDI di Bandung sebanyak 7 unit. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah memesan 9 unit pesawat CN-295 yang akan dioperasikan oleh TNI-AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | PTDI Produksi 7 Unit Pesawat CN-295 Untuk TNI-AU.
PTDI siap produksi pesawat CN295

PT Dirgantara Indonesia siap memproduksi pesawat transport menengah CN295 yang merupakan pengembangan CN235 dan telah digunakan sebagai armada TNI Angkatan Udara. "Pesawat CN235 dirancang dan mulai terbang pada 1980-an, kini tercatat salah satu jenis pesawat transpor populer dan banyak digunakan di seluruh dunia. CN295 adalah pengembangannya," kata I.P. Windu Nugroho, staf senior Divisi Komunikasi PT Dirgantara Indonesia (Persero) di Bandung, Selasa (30/10/2012).

Berbicara kepada media di kantornya, Windu mengatakan, sebagai pengembangan dari CN235 yang dirancangbangun bersama Indonesia dan Spanyol, maka bagi pihaknya rincian pembuatan CN295 di PTDI bukan sesuatu yang memerlukan pengetahuan asing sama sekali. Windu menjelaskan CN295 telah memasuki pasar dunia sejak 1996 oleh Airbus Military (konsorsium Eropa dan CASA terlebur di dalamnya), merupakan pesawat yang mempunyai kapasitas dan jangkauan lebih besar serta memiliki tingkat kehandalan dan dukungan operasional yang sama dengan CN235. Pesawat CN295 pun mampu membawa beban muatan hingga 9 ton dengan kecepatan terbang normal hingga 260 knot (480 km/jam). Pesawat ini juga mempunyai bentuk yang kokoh, kualitas terbang serta multifungsi yang menawarkan biaya operasional rendah, termasuk bahan bakar dan pemeliharaan.

Sebagai pesawat generasi baru dari hasil pengembangan CN235, pesawat CN295 dengan segala kemampuan serta sistem yang dimilikinya, sangat cocok untuk tugas-tugas yang diemban TNI AU. Desain dan kontruksi yang dibuat menggabungkan kekuatan, ketahanan, dan karakteristik operasi militer dengan tingkat keselamatan dan kehandalan tinggi. Selain itu, kapabilitas STOL (Short Take Off & Landing) membuat CN295 mampu lepas landas dan mendarat pada landasan paling buruk sekali pun. Dengan muatan penuh, CN295 bisa lepas landas dari lapangan terbang sepanjang hanya berkisar 600 meter. "Untuk menjadi CN295, beberapa struktur pesawat yang ada di tubuh CN235 diperkuat dan dilakukan beberapa perubahan, di antaranya perangkat pendarat, sayap tengah, mesin, dan baling-baling, selain badan pesawat diperpanjang tiga meter," kata Windu.

Kementerian Pertahanan RI membeli sembilan unit CN295 hasil kerja sama antara PTDI dan Airbus Military ini. Dua unit telah diserahkan pada 4 Oktober 2012 yang dibuat di Spanyol, sedangkan sisanya tujuh unit akan diproduksi di Bandung dengan rencana penyerahan empat unit pada 2013 dan tiga unit pada 2014. "Guna mendukung program plan tersebut, saat ini kami sedang melakukan beberapa persiapan, di antaranya menyiapkan badan pesawat (JIG fuselage) untuk yang kelebihan panjang badan tiga meter serta pembangunan pusat lini perakitan," katanya.

Dengan menggunakan manufaktur dan lini perakitan terbaru, PTDI dan Airbus Military berharap dapat mengirimkan pesanan pesawatnya ke customer dalam kurun waktu 12 bulan, atau bahkan lebih cepat. Kerja sama dengan Airbus Military ini sebetulnya sudah lama terjadi. Pada awal 2012, PTDI mempererat kerjasama strategis dengan EADS (konsorsium yang memiliki Airbus, Airbus Military dan Eurocopter) dan khususnya kerjasama strategis dengan Airbus Military itu sendiri.

Kegiatan PTDI dalam membuat dan melaksanakan program Revitalisasi dan Restrukturisasi dibantu sepenuhnya oleh tenaga ahli dari Airbus Military yang saat ini bekerja di PTDI sejak awal tahun 2011. Keuntungan lain bagi PTDI dalam kerjasama dengan Airbus Military, tersebut, selain itu akan membantu pelaksanaan program revitalisasi, juga kerja sama ini akan dapat meningkatkan kompetensi PTDI di industri penerbangan dunia.

Dengan program CN295 ini PTDI punya harapan baru untuk semakin meningkatkan kinerja bisnisnya di masa mendatang, demikian Wisnu Nugroho.

www.antaranews.com

Sabtu, 03 November 2012

RADAR (Radio Detection and Ranging)

Radar
Radar menjadi komponen yang sangat vital dalam bidang pertahanan (militer). Keberhasilan sebuah operasi pertahanan atau penyerbuan militer seringkali ditentukan dengan seberapa canggih radar yang digunakan. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | RADAR (Radio Detection and Ranging).
Jika disebutkan kata radar maka ingatan orang akan segera tertuju pada sebuah alat yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan kapal atau pesawat tempur musuh dalam peperangan. Seolah radar adalah peralatan untuk bertempur atau berperang. Kebanyakan penemuan teknologi penting justru mengalami perkembangan pesat saat ada kepentingan militer di dalamnya. Seperti yang terjadi pada sejarah pengembangan radar ini. Alat yang berfungsi sebagai pendeteksi jarak, ketinggian, atau kecepatan dua benda (peralatan radar dan yang dipantaunya) banyak terlibat dalam dunia militer, meskipun dewasa ini sudah cukup banyak bidang sipil yang menggunakan peralatan radar.

Awal kelahiran peralatan radar tidak bisa dipisahkan dari jasa seorang Heinrich Hertz. Orang Jerman yang satu ini lah yang pertama kali membuat peralatan untuk mengirim dan menerima gelombang radio. Meskipun keberadaan gelombang ini sudah diungkap sebelumnya oleh James Clerk Maxwell, tapi baru sebatas teori. Bahkan sebelum munculnya istilah gelombang radio, orang menyebut gelombang magnetik seperti itu sebagai gelombang Hertz. Untuk menghormati jasanya itu hingga kini satuan Hertz digunakan dalam pengukuran gelombang radio. Seiring dengan perkembangan jaman, penemuan gelombang magnetik ini pun melahirkan penemuan-penemuan besar lainnya. Salah satunya adalah RADAR (Radio Detection and Ranging).

Pada awal sejarahnya, radar disebut sebagai RDF (Radio Direction Finder). Itu istilah yg digunakan oleh orang-orang Inggris. Sekitar tahun 1941, sebutan RDF diganti dengan RADAR yang merupakan akronim dari Radio Detection and Ranging. Tak lama kemudian sebutan RADAR masuk dalam kosa kata bahasa Inggris sehingga dalam penulisannya tidak lagi menggunakan huruf besar sebagai mana layaknya sebuah singkatan. Cukup ditulis radar saja.

Orang yang dianggap pertama kali membuat peralatan dengan konsep dan fungsi sebagai radar adalah Christian Huelsmeyer. Pada tahun 1904, Huelsmeyer mendemontrasikan peralatannya itu, yang disebutnya sebagai telemobiloscope, untuk mendeteksi keberadaan kapal di lautan. Saat itu, telemobiloscope-nya hanya mampu mendeteksi keberadaan kapal yang berada pada jarak tiga kilo meter. Alat buatannya tersebut belum bisa digunakan untuk menentukan posisi benda yang sedang dipantau. Kemampuannya baru sebatas mendeteksi adanya sebuah benda, seperti keberadaan kapal di laut pada demonstrasinya itu. Meskipun demikian, peralatannya itu lah yang disebut-sebut sebagai radar yang pertama kali dalam sejarah.

Seorang ilmuwan yang kontroversial, Nikola Tesla, disebut-sebut juga memiliki andil dalam perkembangan pembuatan radar. Tesla dikabarkan yang pertama kali mengatakan bahwa dengan pengembangan tertentu radar dapat digunakan untuk menentukan posisi sebuah benda bergerak, misalnya kapal, baik untuk mengetahui jaraknya dari stasiun radar maupun untuk mengetahui kecepatan kapal tersebut. Itu dituangkannya sebagai tulisan yang dipublikasikan pada bulan Agustus 1917 di majalah Electrical Experimenter. Tulisan Tesla ini sudah mengisyaratkan prinsip-prinsip radar modern. Di kemudian hari prinsip-prinsip ini diterapkan pada perangkat radar yang dibuat oleh para ilmuwan Perancis yang tergabung dalam Compagnie Generale de Telegraphie Sans Fil. Radar buatan mereka telah berhasil diuji coba dengan memasangkannya pada kapal Oregon di tahun 1934.

Seorang ilmuwan Scotlandia yang kemudian bekerja pada dinas Meteorologi Inggris, Robert Alexander Watson-Watt, juga dianggap sebagai orang yang memiliki andil sangat penting dalam sejarah pengembangan radar. Bahkan seorang R. Hanbury Brown telah menyebutnya sebagai Bapak Radar pada tulisannya di Engineering Science and Education Journal di bulan Februari 1994. Selama bekerja pada dinas Meteorologi, Watson-Watt mengembangkan penggunaan radar untuk mendeteksi keberadaan badai. Pria ini juga yang pada tanggal 26 Februari 1935 memperkenalkan sytem radar untuk memantau keberadaan pesawat terbang yang sedang mengangkasa. Ini lah yang menjadi dasar pengembangan radar di Inggris.

Sebelumnya, pada tahun 1927, Hans Hollmann di Jerman telah berhasil mengembangkan gelombang pendek (microwave) yang dengan segera menjadi standard pemakaian gelombang elektromagnetik pada hampir semua sistem radar. Disamping itu, gelombang pendek yang dikembangkan oleh Hollmann ini tentu saja sangat mempengaruhi juga pengembangan di bidang telekomunikasi. Microwave ini juga yang mendorong pembuatan magnetron oleh John Randall pada tahun 1940. Kabarnya magnetron ini adalah penemuan yang paling penting di bidang radar. Ini membuat peralatan radar berkemampuan lebih kuat, memeiliki daya jangkau yang lebih jauh, mampu mendeteksi keberadaan benda yang ukurannya lebih kecil dibanding kemampuan radar dari generasi sebelumnya. Selain itu perangkat radar bisa dibuat dalam ukuran yang lebih kecil sehingga bisa dipasangkan pada pesawat terbang atau kapal yang akan sangat membantu untuk keperluan navigasi dalam pelayaran maupun penerbangan.

Pada masa-masa perang besar, radar mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tentu saja kegunaannya lebih ditujukan untuk kepentingan operasi militer negara-negara yang terlibat perang. Tapi radar juga sangat berguna untuk keperluan damai bagi bidang sipil. Misalnya untuk mengamati fenomena cuaca, untuk keperluan navigasi pelayaran dan penerbangan, dan banyak lagi kegunaan lainnya bagi kehidupan manusia.

radarpages.co.uk

Kamis, 01 November 2012

Jet Tempur Siluman Shenyang J-31 Berhasil Jalani Uji Terbang

Shenyang J-31
Shenyang J-31 adalah jet tempur siluman yang dikembangkan oleh Shenyang Aircraft Corporation, China. Shenyang J-31 yang juga punya sebutan F-60 Gyrfalcon ini dirancang sebagai pesawat tempur yang berpangkalan diatas kapal induk. Sebelum J-31, China juga telah berhasil melakukan uji coba terbang jet tempur silumannya yang lain, Chendu J-20. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Jet Tempur Siluman Shenyang J-31 Berhasil Jalani Uji Terbang.
Harian Huanqiu Shibao pada Rabu (31/10/2012) lalu melaporkan bahwa China berhasil menyelesaikan uji terbang jet tempur generasi kelimanya yang terbaru, Shenyang J-31.

Keberhasilan uji penerbangan J-31 ini merupakan langkah penting bagi militer China yang telah menjadikan negara tersebut masuk dalam kelompok tiga negara di dunia, setelah AS dan Rusia, yang berhasil mengembangkan dan membuat pesawat tempur generasi kelima berteknologi stealth (siluman).

Shenyang J-31 adalah pesaawat jet tempur kelas menengah yang menggunakan dua mesin buatan Rusia yang saat ini masih dalam pengembangan prototipe. Versi produksi jet tempur ini akan menggunakan mesin WS-13 buatan China.

Seperti telah diketahui sebelumnya, selain Shenyang J-31, China juga telah mengembangkan jet tempur siluman Chengdu J-20 yang melakukan uji terbang perdana pada Januari 2011. J-20 juga dibekali teknologi siluman.

Uji coba penerbangan J-31 tersebut dilakukan saat makin meningkatnya ketegangan yang terjadi antara China dan negara-negara tetangganya, khususnya Jepang yang bersengketa dengan China atas kepemilikan Kepulauan Diaoyu (Kepulauan Senkaku) di Timur Laut China.

en.ria.ru