Cari di Blog Ini

Sabtu, 13 September 2014

China Uji Coba Sistem Rudal Pertahanan Udara FD-2000

Sistem rudal pertahanan udara FD-2000 telah digunakan dalam sebuah latihan militer yang dilaksanakan negara China. Latihan militer ini juga sekaligus digunakan untuk menguji coba kinerja sistem rudal FD-2000 tersebut. FD-2000 adalah nama ekspor untuk rudal HQ-9 yang kemampuannya bisa disetarakan dengan rudal S-300V buatan Rusia.

FD-2000, Sistem Rudal Pertahanan Udara. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
FD-2000, Sistem Rudal Pertahanan Udara.
Militer China telah melaksanakan latihan dengan menggunakan sistem rudal pertahanan udara yang sudah dikembangkan, FD-2000.

Rudal pertahanan udara ini menunjukkan kemampuan penguncian dan menembak jatuh target bergerak di udara melalui jarak jauh.

Chen Zhongfang, seorang ahli rudal dari China Aerospace Science and Corp. (CASIC), berbicara tentang FD-2000. "Radar membantu kita untuk menangani beberapa sasaran. Sebagai salah satu bagian yang paling penting dari peralatan untuk serangan udara jarak jauh adalah radar array bertahap yang dapat memonitor 100 sasaran di udara dan melancarkan serangan pada delapan target yang mengancam pertahanan secara bersamaan."

Rudal ini memiliki kemampuan omnidirectional, mampu mengubah arah di udara setelah peluncuran. "Rudal ini bisa terbang maju atau mundur, ke kiri atau ke kanan. Rudal ini juga mampu mengantisipasi kawasan target hingga seluas 49.000 kilometer persegi untuk rudal tunggal."

FD-2000 dirancang dan diproduksi oleh China Precision Machinery Import and Export Corporation. Latihan diadakan di Mongolia yang merupakan daerah otonom negara China.

www.defencetalk.com

Jumat, 12 September 2014

Penjaga Poros Maritim dengan Sistem Deteksi Dini

Untuk bisa menjelma menjadi negara maritim besar dan poros maritim dunia, Indonesia harus memiliki armada perang laut yang kuat. Selain aspek militer tersebut, Indonesia juga harus bisa menjadi referensi ilmu kelautan dan memiliki infrastruktur maritim yang baik dan mencukupi.

Armada Kapal Perang TNI AL. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Armada Kapal Perang TNI AL.
Pengamat: Indonesia Harus Miliki Armada Perang untuk Jadi Poros Maritim.

Apa saja anasir yang diperlukan untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia? Itulah salah satu yang jadi pembahasan focus group discussion Badan Koordinasi Keamanan Laut yang dimoderatori Konsultan Komunikasi Bakorkamla AM Putut Prabantoro. Mengangkat tema "Penjaga Poros Maritim dengan Sistem Deteksi Dini" di Batam, Rabu (10/9/2014), Putut mempertanyakan apa itu penjaga? Apa itu sistem deteksi dini? Pertanyaan ini sekaligus ingin meneguhkan bagaimana peran Bakorkamla menjadi bagian dalam doktrin poros maritim dunia.

Mengawali acara, Kalakhar Bakorkamla Laksdya Desi Albert Mamahit menyampaikan Indonesia dengan dua pertiga luas wilayahnya lautan, harus memperlakukan khusus berkaitan dengan keamanan laut dalam konteks concert of civilization. "Untuk mewujudkan negara maritim besar dan menjadikan poros maritim dunia, Indonesia wajib mewujudkan laut aman dari ancaman pelanggaran wilayah dari pihak luar, aman dari bahaya navigasi pelayaran, aman dari eksploitasi ilegal sumber daya alam serta pencemaran lingkungan, dan aman dari tindakan pelanggaran hukum," ujarnya.

Unsur dukungan berupa armada niaga, armada kedinasan (Bakamla), armada logistik (poros laut), armada angkatan laut, serta angkatan pekerja maritim, dipercaya mampu memperkuat sektor kelautan menuju penguatan poros maritim yang terkoneksi secara terpadu.

Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia Edy Prasetyono menilai untuk menjadi poros maritim dunia, Indonesia salah satunya harus menjadi referensi dunia maritim, budaya dan ilmu pengetahuannya. Ia menyayangkan, saat ini sangat sedikit sekali sarjana HI kelautan yang dimiliki oleh Indonesia. Edy tak menyangkal jika orang-orang yang berbicara soal kedaulatan kelautan itu-itu saja. Salah satu yang ia sebutkan adalah Hasyim Djalal. "Hal lainnya adalah pada kewajiban adanya pengembangan lebih besar. Paling tidak ada armada perang. Dari mana mau jadi poros maritim dunia tanpa ada armada perang," ungkap Edy.

Ia menggarisbawahi armada perang di laut memang tidak bisa dibangun dalam hitungan pendek, bisa lima sampai 10 tahun. Karena tidak ada negara ekonomi maju tanpa penguatan armada maritim yang tidak memiliki armada perang. Pembangunan armada perang adalah membangun sistem sehingga butuh waktu lama. Minimal, untuk merealisasikan itu Indonesia setidaknya butuh anggaran pertahanan sampai dua persen dari produk domestik bruto. "Memang syarat menjadi poros maritim luar biasa berat. Tapi setidaknya pemerintahan Jokowi-JK akan menjadikan landasan ke depannya. Dan posisi Bakamla (perubahan dari Bakorkamla nanti) bukan pada karakter keamanan sempit saja," terangnya.

Menurut Edy, posisi Bakorkamla yang sedang berjuang menjadi Bakamla tak cukup hanya pengamanan laut. Karena karakter laut Indonesia berbeda. "Aspek keamanan akan selalu berhimpitan dengan pertahanan. Maka Indonesia harus memperlakukan laut secara spesial," ungkapnya.

www.tribunnews.com

Kamis, 11 September 2014

Shenyang J-15, Jet Tempur Berbasis Kapal Induk Pertama China

Shenyang J-15, yang juga dikenal dengan nama Flying Shark, adalah pesawat jet tempur yang berpangkalan di kapal induk dan dikembangkan oleh Shenyang Aircraft Corporation dan Institut 601 yang diperuntukan bagi Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China.

Shenyang J-15 (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Shenyang J-15 (Gambar 1).

Shenyang J-15 (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

Shenyang J-15 (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

Shenyang J-15 (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

Shenyang J-15 (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
Pada awal pengembangannya, beredar rumor bahwa pesawat tempur ini mengaplikasikan fitur semi-stealth (siluman). Namun kemudian laporan menunjukkan bahwa desain jet tempur Shenyang J-15 didasarkan pada jet tempur Sukhoi Su-33 yang dilengkapi dengan radar dan senjata buatan dalam negeri China. Negeri tirai bambu ini memperoleh sebuah prototipe Su-33 yang memiliki kode T-10K-3, yang diperoleh dari Ukraina sekitar tahun 2001 dan kemudian telah dipelajari secara ekstensif untuk dikembangkan menjadi pesawat J-15. Fitur teknologi pesawat ini menggunakan sistem avionik dari program J-11B.

Desain Dan Pengembangan Jet Tempur Shenyang J-15

Prototipe pertama J-15 diyakini telah melakukan penerbangan perdananya pada tanggal 31 Agustus 2009. Prototipe pesawat ini menggunakan mesin turbofan AL-31 yang dipasok oleh Rusia. Video dan gambar penerbangan perdana yang dirilis pada bulan Juli 2010 tersebut menunjukkan desain dasar badan pesawat memiliki kemiripan dengan Su-33. Pada Juli 2011, dilaporkan jet tempur J-15 ini sudah menggunakan mesin turbofan FWS-10H yang memiliki daya dorong lepas landas meningkat menjadi 12.800 kg. Perbaikan lainnya juga dilakukan untuk membuatnya lebih cocok untuk kebutuhan pesawat tempur yang berpangkalan diatas kapal induk. Pada tanggal 6 Mei 2010, pesawat melakukan lepas landas pertama menggunakan ski-jump pada kapal induk.

J-15 dilaporkan menggunakan sistem dan avionik yang berbeda dari Su-33, menggunakan teknologi yang dikembangkan China, radar AESA, komposit dan bahan penyerap gelombang radar, MAWS, IRST, dan sistem elektronik baru. Sebuah artikel yang diterbitkan media China Signpost percaya bahwa J-15 "mungkin melebihi atau setidaknya menyamai kemampuan aerodinamis dari hampir semua pesawat tempur yang saat ini dioperasikan oleh militer regional, dengan pengecualian untuk jet tempur F-22 Raptor". Media ini mengatakan bahwa J-15 kemungkinan memiliki keuanggulan 10% pada rasio daya dorong dan berat pesawat serta kemampuan daya angkat sayap 25% lebih rendah dari pesawat F/A-18E/F Super Hornet. Hu Siyuan dari National Defense University PLA China mengatakan bahwa "saat ini yang menjadi titik lemah pada pesawat J-15 adalah mesin Al-31 buatan Rusia yang kurang kuat dibandingkan dengan mesin pesawat tempur F-35".

Kepala desainer J-15, Sun Cong mengatakan bahwa J-15 bisa menyamai F/A-18 untuk daya angkut bom, radius tempur dan mobilitas. Namun, dalam sebuah pernyataan yang sama, katanya lebih banyak pekerjaan yang diperlukan untuk memperbaiki perangkat elektronik dan sistem tempurnya. Sun Cong juga menunjukkan bahwa kualitas dan kemampuan mesin yang diproduksi di dalam negeri sebagai titik lemah saat ini.

Laksamana Yin Zhuo menyatakan bahwa kemampuan tempur udara pesawat ini lebih baik daripada F/A-18E/F Super Hornet. Namun, ia juga menyatakan bahwa kemampuannya untuk menyerang target darat dan laut sedikit lebih rendah daripada F/A-18E/F.

Sejarah Operasional Jet Tempur Shenyang J-15

Pada 25 November 2012, media China mengumumkan bahwa dua unit pesawat J-15 telah berhasil melakukan uji coba pendaratan di kapal induk Liaoning. Pilot pertama yang mendarat di landasan kapal induk Liaoning adalah Dai Mingmeng. Surat kabar PLA melaporkan bahwa lima pilot angkatan laut, termasuk Dai Mingmeng, telah melakukan manuver pendaratan dan lepas landas menggunakan pesawat J-15.

Pada Desember 2013 media China melaporkan bahwa produksi massal dari J-15 dalam kondisi operasional penuh telah dimulai.

Spesifikasi Jet Tempur Shenyang J-15

Karakteristik Umum :
  • Crew : 1-2 orang
  • Panjang : 21,9 m
  • Bentang Sayap : 14,7
  • Tinggi : 5,9 m
  • Luas Area Sayao 62,04 m2
  • Berat Kosong : 17.500 kg
  • Berat Terisi 27.000 kg
  • Berat Maksimum Lepas Landas : 33.000 kg
  • Powerplant : 2 unit mesin turbofan WS-10A
Kinerja :
  • Kecepatan Maksimum : Mach 2.4
  • Jangkauan Terbang : 3.500 km
  • Batas Ketinggian Optimal Penerbangan : 20.000 m
  • Laju Panjat : 325 m/detik
Persenjataan :
  • 1 unit cannon GSh-30-1 kaliber 30 mm
  • 8 unit rudal udara-ke-udara PL-12 atau R-77, dan 4 unit rudal udara-ke-permukaan PL-9 atau R-73 air-to-air missiles
  • Beberapa jenis bom dan roket
  • Rudal anti-kapal dan rudal anti-radiasi
  • Perangkat peperangan elektronik
wikipedia.org

Rabu, 10 September 2014

Malaysia Klaim Wilayah Perairan Karang Singa Pulau Bintan

Pihak Malaysia dikabarkan melakukan klaim terhadap kawasan perairan di sekitar Karang Singa, Pulau Bintan, di Provinsi Kepulauan Riau sebagai wilayah perairan negara tetangga tersebut. Klaim oleh Malaysia ini berdasarkan pada garis batas wilayahnya. Selain meningkatkan pengamanan di perairan tersebut, pihak Pangkalan Utama Angkatan Laut IV Tanjungpinang menyarankan agar Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bintan membangun suar lalu lintas kapal di perbatasan di kawasan perairan Karang Singa tersebut.

Armada Kapal Perang TNI AL. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Armada Kapal Perang TNI AL.
Karang Singa Diklaim Masuk Wilayah Malaysia.

Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Malaysia saling mengklaim perairan utara Pulau Bintan, tepatnya di sekitar Karang Singa. Menurut Asisten Operasi Komando Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) Fauzi, persoalan tersebut terjadi karena sampai saat ini permasalahan perbatasan wilayah kedua negara belum dibicarakan tuntas. "Harusnya Karang Singa masuk wilayah Indonesia, jika melihat peta perbatasan wilayah yang dimiliki Indonesia. Tapi Malaysia mengklaim, itu milik mereka berdasarkan garis batas wilayahnya," ungkap Fauzi, Selasa (9/9/2014).

Fauzi pun menyarankan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bintan membangun suar lalu lintas kapal di perbatasan. Sehingga pemerintah Malaysia tahu jika perairan itu masuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia juga mengatakan perairan Karang Singa, utara Pulau Bintan sangat berpotensi. Perairan itu dikenal memiliki lumbung ikan. "Nelayan kita mengakui. Kami harapkan suar, setidaknya nelayan jadi tahu perbatasan Indonesia," katanya.

Kepala DKP Bintan Wan Rudi Iskandar menyambut baik saran tersebut. Dia mengaku akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan kementerian. "Itu saran yang baik, sebelumnya Pemkab bersama lintas instansi juga sudah membangun tugu batas wilayah di Pulau Sentut Perairan Mapur," sebutnya.

DKP juga berjanji akan meneruskan masukan ini ke Bupati Bintan agar segera ditindaklanjut. "Kami akan kumpulkan dana. Apakah nanti murni APBD atau dibantu BNPP Bintan atau kementerian," ujarnya.

Sementara soal pengamanan wilayah perbatasan, Wan Rudi memohon agar satuan pengamanan terkait turut maksimal menjaga kedaulatan NKRI.

www.jpnn.com

Selasa, 09 September 2014

India Pertimbangkan Beli 126 Jet Tempur Eurofighter Typhoon Dari Jerman

126 unit jet tempur Eurofighter Typhoon buatan Jerman dikabarkan akan dibeli oleh India. Pembicaraan tentang rencana pembelian armada jet tempur ini sedang dalam proses negosiasi, menurut media Deutsche Presse-Agentur.

Eurofighter Typhoon. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Eurofighter Typhoon.
Para pejabat tinggi negara India dan Jerman sekali lagi menegosiasikan kesepakatan kontrak bernilai jutaan dolar AS untuk pembelian 126 jet tempur Eurofighter Typhoon buatan Jerman kepada India, seperti yang dilaporkan oleh media Deutsche Presse-Agentur, mengutip pernyataan dari Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier.

Sebenarnya pihak India dan Jerman sudah pernah membahas kesepakatan pembelian jet tempur Eurofighter Typhoon. Tapi saat itu India menghentikan kelanjutan pembahasan rencana tersebut pada tahun 2012 dan memilih untuk membeli jet tempur Dassault Rafale yang diproduksi oleh Prancis (baca: 126 jet tempur Rafale akan perkuat militer India). Namun, kesepakatan dengan Prancis ini pun belum tercapai sejauh ini.

Menurut Deutsche Presse-Agentur, kontrak pembelian pesawat tempur ini diperkirakan akan bernilai sekitar US$ 9,8 miliar. Jet tempur Eurofighter Typhoon akan diproduksi oleh Bavaria, sebuah perusahaan yang berbasis Eurofighter GmbH.

Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier saat ini sedang berada di India. Pejabat negara Jerman ini telah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dan Menteri Luar Negeri Sushma Swaraj. Menurut Kementerian Luar Negeri India, topik-topik yang sedang dibahas adalah perdagangan, investasi, kerjasama teknologi tinggi dan kolaborasi energi terbarukan.

en.ria.ru

Sabtu, 06 September 2014

Hwacha, Multiple Rocket Launcher Pertama Di Dunia

Hwacha (Keranjang Api) adalah sebuah peluncur roket laras ganda (Multiple Rocket Launcher) yang digunakan pada masa Dinasti Joseon (1392-1897) di Korea. Peluncur roket ini memiliki kemampuan untuk menembakkan hingga 200 unit Singijeon, sejenis roket panah api, pada saat yang bersamaan. Hwacha terdiri dari gerobak roda dua yang membawa papan unit peluncur yang penuh dengan lubang di mana Singijeon disisipkan.

Hwacha (Gambar 1). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Hwacha (Gambar 1).
Perang modern baru mengenal peluncur roket laras ganda ketika pihak Uni Soviet (Rusia) memperkenalkan dan menggunakan Katyusha dalam Perang Dunia II melawan Nazi Jerman. Katyusha inilah yang disebut-sebut sebagai Peluncur Roket Laras Ganda (Multiple Rocket Launcher) pertama bagi dunia militer modern. Namun sebenarnya bangsa Korea telah menggunakan Peluncur Roket Laras Ganda dalam peperangan, 6 abad yang lalu jauh sebelum kemunculan Katyusha buatan Rusia tersebut.

Sejarah Hwacha

Jauh sebelum pengembangan peluncur roket Hwacha, China memberlakukan pembatasan pada ekspor mesiu ke Joseon Korea dengan alasan bahwa mesiu dan cara pembuatannya merupakan rahasia negara. Sementara itu Korea sangat membutuhkan bahan mesiu untuk mempertahankan dominasi angkatan laut Korea di Laut Jepang untuk melindungi nelayan dan pedagang terhadap meningkatnya serangan kawanan bajak laut dari Jepang dan Wokou.

Untuk memenuhi kebutuhan mesiu, Korea berusaha keras untuk mengembangkan mesiu sendiri. Korea pertama kali memproduksi mesiu pada periode 1374-1376. Pada 1377 seorang sarjana Korea bernama Choe Mu-seon menemukan cara untuk mendapatkan formula pembuatan mesiu dengan cara mengekstraksi kalium nitrat dari tanah dan kemudian menemukan juhwa, roket pertama Korea. Perkembangan lebih lanjut menyebabkan kelahiran dari generasi roket singijeon. Hwacha adalah pengembangan lebih lanjut dari juhwa dan singijeon tersebut. Hwacha pertama kali dikembangkan di Korea pada tahun 1409 oleh beberapa ilmuwan Korea, termasuk Yi Do dan Choi Hae-san, selama kekuasaan Dinasti Joseon.

Hwacha (Gambar 2). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Hwacha (Gambar 2).
Selama pemerintahan Raja Sejong, Hwacha dikembangkan lebih lanjut dan dan diproduksi lebih banyak lagi. Catatan menunjukkan bahwa selama kurun waktu tersebut sebanyak 90 unit Hwacha telah digunakan. Raja Sejong yang terkenal karena kontribusinya kepada Hangul, melakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan Hwacha dan pada akhir pemerintahannya sebuah Hwacha bisa menembakkan 200 roket panah pada saat yang bersamaan.

Peluncur roket Hwacha yang lebih kuat dan lebih efektif dibuat pada 1451 berdasarkan surat keputusan Raja Munjong. Pada saat itu, 50 unit Hwacha dikerahkan di Hanseong (sekarang Seoul), dan 80 unit Hwacha lainnya di perbatasan utara. Pada akhir 1451, ratusan unit Hwacha dikerahkan di seluruh semenanjung.

Perang Imjin (1592-1598)

Peluncur roket Hwacha banyak dilibatkan pada Perang Imjin yang merupakan invasi Jepang terhadap Korea. Hwacha ditempatkan di benteng-benteng, dan digunakan sebagai senjata pertahanan. Peluncur roket ini membuktikan kehebatannya dalam banyak pertempuran, dan yang paling menonjol adalah dalam Pertempuran Haengju, di mana 3.400 prajurit Korea yang menggunakan Hwacha untuk melawan 30.000 bala tentara Jepang. Pasukan infanteri samurai Jepang yang biasanya menyerang dengan formasi berkumpul rapat kerap menjadi sasaran empuk proyektil-proyektil Singijeon yang ditembakkan dari peluncur roket Hwacha pada pertempuran tersebut.

Hwachas juga digunakan pada armada kapal perang dibawah pimpinan Laksamana Yi Sun-sin untuk menyerang kapal-kapal Jepang dari kejauhan.

Komponen Hwacha

Struktur Hwacha itu sangat mirip dengan gerobak, dengan unit peluncur roket yang terbuat dari kayu dan bisa dibongkar-pasang. Unit peluncur roket ini memiliki 100 sampai 200 lubang silinder, di mana penyala otomatis juga ditempatkan pada unit ini.

Amunisi yang digunakan pada Hwacha mirip dengan panah api kuno buatan China yang terdiri dari panah dengan panjang 1,1 m dengan penambahan tabung kertas mesiu yang menempel pada poros tepat di bawah mata panah. Amunisi atau proyektil yang digunakan peluncur roket Hwacha ini disebut Singijeon. Sekitar 100 proyektil yang dimuat dan diluncurkan dalam satu tembakan, dan memiliki jangkauan tembak hingga 2.000 m.

Singijeon. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Singijeon.
Proyektil Hwacha

Berbeda dengan meriam atau mortir yang digunakan dalam peperangan negara-negara barat selama Abad Pertengahan dan abad ke-16, yang menggunakan bola besi yang berat, Hwacha menembakkan panah yang tipis dan ringan, menjadikannya sebagai senjata yang mudah dipindah-pindahkan lokasinya.

Lubang-lubang peluncur pada Hwacha memiliki diameter dengan ukuran antara 2,5 sampai 4 cm, yang memungkinkan roket anak panah untuk ditembakkan. Proyektil Singijeon berupa anak panah kecil dirancang oleh para insinyur militer Korea khusus untuk digunakan pada Hwacha . Anak panah ini dilengkapi kantong bubuk mesiu yang menempel di bagian bawah mata panah. Selain proyektil singijeon, Hwacha juga bisa menembakkan 100 roket berujung baja.

Balistik dan Jangkauan Tembak

Lintasan proyektil Hwacha cukup datar dan seperti proyektil berputar lain yang juga dipengaruhi oleh efek Magnus. Peluncur roket ini dipasang dengan sudut kemiringan hampir 45° untuk memaksimalkan jangkauan. Kondisi cuaca buruk (angin, kelembaban, hujan) selama pertempuran umumnya membuat jarak tembak menjadi sangat terbatas. Jangkauan tembak Hwacha bisa diperpanjang jika senjata ini diletakkan di sebuah bukit atau tempat tinggi lainnya.

Sebuah catatan yang berasal dari Dinasti Joseon pada abad ke-15 menuliskan bahwa pada sebuah percobaan di mana singijeon ditembakkan dari Hwacha sepenuhnya menusuk orang-orangan sawah yang dilindungi dengan baju besi dan perisai, pada kisaran 100 m.

Pengoperasian Hwacha

Hwachas kebanyakan digunakan secara defensif; Namun, beberapa sejarawan Barat dan Asia Timur telah menemukan bahwa dalam beberapa kasus peluncur roket ini digunakan secara ofensif dalam serangan laut ke darat, terutama dalam Pertempuran Noryang, selama perang Imjin pada tahun 1598.

Setelah Hwacha selesai dirakit, operator penembakan akan menggunakan mesiu yang tersimpan dalam kantong yang terikat pada setiap penyala yang akan digunakan untuk masing-masing lubang pada mesin peluncur. Setelah itu, operator dapat mengisi Hwacha dengan panah atau tombak besi dan siap untuk menembak. Untuk melakukannya, mereka mundur, menutup telinga mereka, dan menarik tali untuk setiap penyala.

Di laut, cara penembakannya sedikit berbeda dan lebih kompleks karena operator akan membutuhkan tempat yang stabil untuk menembak. Beberapa operator Hwacha lebih suka berada di geladak pendayung 'di mana mereka bisa menembak dari jendela. Sementara operator penembak yang lain lebih suka berada di dek utama sehingga mereka bisa menembak pada layar kapal musuh.

wikipedia.org

Jumat, 05 September 2014

Sengketa Laut China Selatan Makin Memanas, TNI Diperintahkan Makin Siaga

Panglima TNI memerintahkan kepada seluruh kesatuan TNI dari matra darat, udara, dan laut, untuk lebih meningkatkan kesiagaan menyusul makin meningkatnya ketegangan yang berpotensi menjadi konflik terbuka di kawasan Laut China Selatan. Kondisi geopolitik yang cenderung memanas ini menuntut peran TNI untuk lebih sigap sebagai garda pengawal dan pengaman wilayah NKRI.

Armada Kapal Perang TNI AL. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Armada Kapal Perang TNI AL.
Laut China Selatan memanas, Panglima TNI minta prajurit siaga.

Memanasnya suhu politik di di Laut China Selatan, ditanggapi serius oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Panglima TNI Jenderal Moeldoko bahkan memerintahkan seluruh kesatuan, baik darat, laut maupun udara untuk siaga. Hal tersebut untuk mengantisipasi segala kemungkinan menyusul ketegangan yang semakin meningkat. "Semua situasi yang terjadi pada suatu wilayah bias saja berpengaruh besar pada wilayah lainnya. Seperti di Suriah, kondisi perang di sana ikut mempengaruhi stabilitas negara Turki serta negara-negara lain yang berdekatan dengan Suriah. Untuk itu,saya minta semua kekuatan yang dimiliki TNI untuk selalu waspada," ujar Moeldoko seusai memimpin Apel Dansat di Yonif 413, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (3/9/2014).

Moeldoko menegaskan, salah satu upaya yang dilakukan TNI menghadapi perang persenjataan modern, selain terus melakukan modernisasi persenjataan yaitu dengan memperluas pangkalan udara militer yang dimiliki TNI, yang mendesak dilakukan. Tujuannya adalah agar mampu didarati pesawat- pesawat militer berbadan besar dalam jumlah cukup banyak untuk mengantisipasi ancaman dari negara lain. "Pembangunan kekuatan selalu dikaitkan dengan berbagai kemungkinan ancaman, baik ancaman faktual maupun potensial," katanya.

Menurut Moeldoko, negara Indonesia selalu dihadapkan dengan berbagai situasi keamanan dengan negara tetangga. Dia mencontohkan wilayah Tanjung Datuk, yang hingga saat ini masih menjadi perdebatan dengan Malaysia. Ketegangan di Tanjung Datuk, lanjut Moeldoko, terjadi akibat lemahnya keamanan di wilayah tersebut. "Keamanan di Tanjung Datuk lemah. Agar sejengkal tanah wilayah negeri tak di injak lagi, seluruh kekuatan TNI digiring di daerah perbatasan dengan negara lain," tegasnya.

Selain menghadiri Apel Dansat, kunjungan Panglima TNI Jenderal Moeldoko ke Yonif 413 Solo, juga untuk mengonsolidasikan kekuatan TNI AD (Angkatan Darat) pasca pengamanan Pengamanan Pemilihan Presiden 2014.

www.merdeka.com

Panglima TNI Innovation Award, Penghargaan Bagi Inovator Kemajuan TNI

Panglima TNI Innovation Award adalah ajang pemberian penghargaan kepada individu atau pihak militer dan non-militer yang melakukan inovasi untuk menunjang tugas dan kemajuan TNI. Panglima TNI Innovation Award terbagi menjadi 4 kategori dengan menekannkan kualitas dampak inovasi atau penemuan yang telah dilakukan terhadap tugas dan kemajuan TNI.

Roket Pertahanan R-Han 122. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Roket Pertahanan R-Han 122.
Tingkatkan Inovasi, Panglima TNI Buat Ajang Penghargaan.

Untuk pertama kalinya akan diadakan ajang "Panglima TNI Innovation Award". Ajang tersebut akan mencari 10 orang pemenang dari lingkungan TNI dan sipil yang punya inovasi terbaik untuk kemajuan TNI. Seperti apa? Ajang "Panglima TNI Innovation Award" diselenggarakan oleh Mabes TNI bekerja sama dengan CIS School of Innovation dan Yayasan Planet Inovasi. Ajang itu akan mencari 10 orang inovator baik dari lingkungan TNI maupun sipil.

Wakil Ketua Dewan Juri Avanti Fontana berkata, ajang tersebut bertujuan untuk memberi apresiasi kepada individu, satuan, organisasi militer dan PNS di lingkungan TNI. Selain itu juga individu, tim, maupun organisasi non militer yang menciptakan atau mengembangkan berbagai produk (barang/jasa) yang diperuntukkan bagi kemajuan TNI. Kata Avanti, ajang itu juga bertujuan untuk mendorong tumbuh kembangnya ekosistem inovasi di lingkungan TNI. Selain itu, memperkuat kerjasama intersektoral antar aktor-aktor inovasi, serta memonitor implementasi kebijakan pimpinan TNI tentang inovasi militer.

Dijelaskan Avanti, penghargaan akan diberikan kepada 10 inovator yang terbagi dalam 4 kategori. Para peserta merupakan organisasi, unit kerja, satuan, tim, atau individu dari TNI dan sipil yang memiliki karya inovasi dalam lima tahun terakhir.

Kategori pertama diikuti finalis lomba karya cipta teknologi dan karya cipta ilmiah 2010-2014 yang diselenggarakan oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan di lingkungan TNI. Kategori kedua merupakan produk unggulan. Kategori ini adalah hasil karya kerja sama TNI dan organisasi di luar TNI yang inisiatifnya datang dari TNI. "Ada 30 produk unggulan yang akan diikut sertakan dan hal ini kami memperoleh data dari Dislitbang Angakatan," kata Avanti.

Kategori ketiga kata Avanti adalah individu, tim, unit kerja, satuan yang ada di lingkungan TNI yang telah melakukan inovasi-inovasi tidak saja untuk lingkungannya di TNI, tapi untuk luar TNI atau masyarakat. Kategori keempat, pesertanya dari luar TNI. Bisa dari individu atau unit kerja yang melakukan inovasi untuk TNI yang manfaatnya untuk penunjang tugas dan kemajuan TNI. "Penjaringan peserta kami lakukan proaktif. Kami dari panitia mencari, menemukan melalui riset kajian. Kedua peserta boleh mengajukan diri atau pihak lain yang mengajukan nama peserta," imbuh Ketua Umum Yayasan Planet Inovasi itu.

Bicara kriteria peraih penghargaan, Avanti menjelaskan, penilaian dimulai pada faktor apa yang membuat inovasi tersebut muncul. Selain itu, bagaimana proses inovasi itu dilakukan, dan apa dampak dari inovasi itu sendiri. "Karena inovasi, sebagus apa pun ide yang dihasilkan kalau belum memberi dampak sebetulnya belum dikatakan inovasi. Jadi poin pentingnya adalah tidak sekadar ada ide membuat menjadi produk, tapi untuk apa? Outcome atau dampak menjadi poin penting yang kami perhatikan di samping proses dan input inovasinya," jelas Avanti.

Seluruh proses penilaian dan pencarian para inovator akan dilakukan hingga menjelang HUT ke-69 TNI. Penghargaan "Panglima TNI Innovation Award" akan diberikan kepada pemenang pada 7 Oktober 2014 di Surabaya bertepatan dengan HUT ke-69 TNI.

news.detik.com

Kamis, 04 September 2014

4 Helikopter Tempur AH-64 Apache Dilibatkan Dalam Latihan Garuda Shield TNI AD – US Army

4 unit helikopter tempur AH-64 Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) dilibatkan dalam latihan bersama TNI AD dan US Army. Latihan bersama yang memiliki nama sandi Garuda Shield atau Perisai Garuda tersebut melibatkan 207 personel dari Penerbad dan 103 personel US Army Aviation.

AH-64 Apache. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
AH-64 Apache.
US Army Libatkan Empat Helikopter AH-64 Apache Dalam Latma Dengan TNI AD.

Dalam latihan bersama (latma) TNI AD dan US Army pihak Amerika menghadirkan 4 helikopter tipe AH- 64 Apache, 1 UH-60 Black Hawk, dan 1 HH-60 Black Hawk.

Sementara pihak TNI AD melibatkan helikopter milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) dari tipe 4 Bell-412, 2 BO-105, 2 MI-35, 1 MI-17V5,

Latihan bersama (Latma) TNI AD dan US Army dalam sandi Garuda Shield atau Perisai Garuda melibatkan personel dari berbagai cabang di angkatan darat, termasuk Penerbad.

Latihan tersebut melibatkan 207 personel dari Penerbad dan 103 personel US Army Aviation. Latihan bersama Garuda Shield-8/2014 digelar mulai 1-23 September di Semarang untuk aviation exercise dan di Asembagus Situbondo untuk ground force exercise yang dirangkai dengan materi aviation exercise meliputi pengintaian udara, bantuan tembakan, manuver mobilitas udara, dan evakuasi udara.

Pembukaan Latma Garuda Shield-8/2014 di Lanumad AYani Semarang, Senin (1/9) dipimpin Danpus Penerbad Brigjend TNI Benny Susianto dengan ditandai penyematan tanda latihan kepada perwakilan personel TNI AD dan US Army yang berlangsung di Lanud Ahmad Yani.

www.tribunnews.com

Ilyushin Il-38, Pesawat Penghancur Kapal Selam Buatan Rusia

Ilyushin Il-38 adalah pesawat terbang patroli maritim yang juga berfungsi sebagai pesawat anti-kapal selam (ASW: Anti-submarine Warfare) yang dirancang oleh perusahaan Ilyushin Aviation Complex yang berbasis di Rusia. Desain pesawat Ilyushin Il-38 ini berasal dari pesawat angkut turboprop Ilyushin Il-18. Il-38 dapat digunakan dalam misi pengawasan, pencarian dan penyelamatan, pengintaian maritim dan operasi perang anti-kapal selam. Pesawat ini dapat mendeteksi dan mencegat kapal permukaan dan kapal selam.
Prototipe aerodinamis pertama dari Ilyushin Il-38 menyelesaikan penerbangan perdananya pada bulan September 1961 Pesawat ini saat ini dalam pelayanan dengan Angkatan Laut Rusia dan Angkatan Laut India. Angkatan Laut Rusia upgrade pesawat untuk memperpanjang hidup layanan untuk tahun 2015 Angkatan Laut India menempatkan kontrak upgrade untuk lima pesawat pada tahun 2001 Program ini akan memperpanjang umur operasional pesawat sampai 15 tahun. Dua pesawat upgrade disampaikan pada Januari 2006 dan ketiga disampaikan pada tahun 2008 Masalah operasional dengan avionik baru dan sistem peperangan elektronik yang disebabkan keterlambatan pengiriman pesawat lebih lanjut. Pesawat terakhir disampaikan pada bulan Februari 2010 upgrade Il-38 dari Angkatan Laut Rusia dan Angkatan Laut India The ditetapkan sebagai Il-38N dan Il-38SD masing-masing. Anti-sub sistem pesawat digantikan dengan sistem yang modern dan kompak yang dikenal sebagai Novella (nama ekspor: Sea Dragon). Sistem ini terdiri dari beberapa sub sistem, termasuk perang anti-kapal selam, pencarian dan penyelamatan dan pemantauan lingkungan, sebuah tindakan dukungan elektronik, sistem pengawasan laut, dan daratan Bumi. Sistem full digital baru terdiri dari radar resolusi tinggi, layar, subsistem thermal imaging, sensor inframerah, magnetometer dan intelijen elektronik (ELINT) sistem. Ilyushin Il-38 desain pesawat. Desain Ilyushin Il-38 didasarkan pada pesawat Il-18. Panjang badan pesawat meningkat sebesar 4m dan sayap yang bergerak maju. Ekor memiliki detektor anomali magnetik (MAD) dan radar pencarian di bawah badan pesawat ke depan. Pesawat ini dilengkapi dengan dua teluk senjata internal, satu depan dan satu lagi di belakang sayap. Pemain depan senjata bay rumah sonobuoys dan di belakang salah satu rumah senjata. Il-38 ASW kokpit. Kokpit kaca parsial menampung pilot, co-pilot, insinyur penerbangan dan kru operasional, termasuk koordinator taktis, operator sensor, operator MAD dan pengamat. Ilyushin Il-38 avionik. Il-38 avionik suite mencakup radar, inframerah (FLIR) menara ke depan di bawah hidung dan sistem ELINT. Sistem ini dipasang pada struts di atas pesawat maju. Avionik upgrade dan perang Suite elektronik memiliki sintetik-aperture radar / inverse-sintetik-aperture radar baru (SAR / ISAR), pencarian dan menyerang radar, resolusi tinggi FLIR sensor, kamera televisi cahaya rendah, sebuah elektronik baru sistem tindakan dukungan, sebuah sonobuoys MAD dan aktif dan pasif. Sensor Suite dapat mendeteksi target udara pada jarak hingga 90km dan laut target akan di 320km, dan sekaligus melacak hingga 32 target. Pesawat ini dilengkapi dengan dua teluk internal senjata di sisi depan dan ke belakang sayap untuk membawa rudal, torpedo, FAB 250 bom jatuh bebas dan biaya kedalaman. Pesawat telah dipasang untuk membawa Sea Eagle rudal anti-kapal. Rudal dapat mencapai target bergerak di kisaran 110km. Hal ini juga dilengkapi dengan R-73RDM2 jarak pendek udara-ke-udara rudal. Pesawat ini juga dilengkapi dengan sistem komunikasi radio dan sistem penanggulangan elektronik. Pesawat Angkatan Laut India dapat dipersenjatai dengan BrahMos-pesawat meluncurkan rudal jelajah supersonik. BrahMos dikembangkan bersama oleh Research Pertahanan dan Pengembangan Organisasi (DRDO) India dan NPO Mashinostroyenia Rusia. Ia memiliki kecepatan Mach 2,8 dan dapat mencapai target dalam kisaran 290km. Mesin Ivchenko Al-20M. Pesawat ini didukung oleh empat Ivchenko Al-20M mesin tunggal turboprop poros penggerak empat baling-baling berbilah empat. Mesin memberikan output daya 3,125kW. Ilyushin Il-38 kinerja pesawat. The Ilyushin Il-38 bisa terbang pada kecepatan maksimum 650 km dari / jam. Ini memiliki berbagai 9,500km dan layanan langit-langit 10.000. Pesawat ini bisa memanjat pada tingkat 320m per menit. Berat maksimum take-off pesawat adalah 63,500kg.

Ilyushin Il-38 (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Ilyushin Il-38 (Gambar 1).

Ilyushin Il-38 (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

Ilyushin Il-38 (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

Ilyushin Il-38 (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

Ilyushin Il-38 (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
Pesawat Ilyushin Il-38, versi militer dari pesawat Il-1 yang terkenal, melakukan penerbangan perdananya pada 1961. Ketika itu, pesawat tersebut dilengkapi dengan sistem navigasi dan penargetan Berkut. Pesawat itu bertugas melakukan patroli di wilayah perairan dekat pantai Rusia untuk mendeteksi kapal selam musuh dan menghancurkannya dengan torpedo.

Militer Rusia menilai sistem Berkut tidak terlalu efektif, malah sistem tersebut lebih lemah dari sistem serupa asal AS, P-3C Orion. Kemampuan sistem Berkut sangat terbatas sehingga hanya mampu memerangi kapal selam. Sementara, P-3C Orion tidak hanya bisa melawan kapal selam, tetapi juga kapal permukaan serta melakukan patroli laut dan pengintaian radio. Sayangnya, sistem itu tak kunjung dimodifikasi secara komprehensif.

Kini, pesawat Ilyushin Il-38 telah dimodifikasi dan dilengkapi sistem tempur utama versi terbaru, sistem Novella. Menurut para perancang pesawat, sistem Novella mampu mendeteksi target udara pada jarak hingga 90 kilometer dan target permukaan pada jarak hingga 320 kilometer. Sistem ini dapat mengawasi 32 target secara bersamaan, baik di atas maupun di bawah permukaan air. Sistem ini digunakan untuk melakukan pengintaian kapal selam, kapal permukaan dan radar udara, serta menetapkan target. Sistem Novella menggabungkan komputer digital dengan stasiun kontrol untuk dua operator, yang masing-masing dilengkapi dengan LCD 13 inci dan sebuah stasiun komandan dengan monitor besar.

Analog Poseidon

Yuriy Yudin, CEO Ilyushin Design Bureau, menjelaskan bahwa semua unit terhubung satu sama lain melalui bus-bus khusus, yakni subsistem yang mentransfer data. "Solusi ini memungkinkan pengguna untuk mengintegrasikan peralatan apapun yang mereka inginkan," terang Yudin. Yudin juga mengaku mereka memiliki analog lengkap dari pesawat P-8 Poseidon AS yang modern.

Mayor Jenderal Aleksey Serdyuk, Komandan Pusat No. 859 untuk Penyebaran Tempur dan Pelatihan Ulang Pilot Penerbangan Angkatan Laut Rusia yakin bahwa pesawat ini akan meningkatkan potensi tempur komponen antikapal selam Angkatan Laut Rusia. “Kemampuan untuk mendeteksi musuh meningkat secara signifikan, karena jangkauan wilayah yang dipantau meningkat empat kali lipat dari model sebelumnya. Il-38 memiliki jangkauan 2.200 kilometer,” tutur Serdyuk. Ia juga menambahkan bahwa badan pesawat tersebut sungguh luar biasa, karena memungkinkan militer untuk melakukan operasi di zona maritim jauh dan dekat.

Kecepatan supersonik tidak diperlukan untuk mencari, mendeteksi, melacak, dan menghancurkan kapal selam modern. Pesawat ini dapat melakukan pengintaian dan berpatroli tanpa tergesa-gesa di dekat pantai. Bila perahu atau kelompok kapal dideteksi oleh alat lain milik Angkatan Laut, Il-38 akan berada di titik depan kekuatan utama dan akan mengejar atau bahkan menyerang target sendirian.

Nyawa Baru untuk Senjata Tua

Pesawat ini membawa senjata seberat sembilan ton yang terdiri dari torpedo, bom antikapal selam, ranjau laut, kontainer penyelamatan dan penanda laut (bom patokan laut OMAB-12D), serta rudal jelajah antikapal. Di bawah kontrak dengan Departemen Pertahanan Rusia, perusahaan Ilyushin sedang memodifikasi lima buah Il-38.

Modifikasi dan pembaharuan senjata lama kadang lebih efektif dibanding mengembangkan sistem senjata baru. Hal ini terutama karena kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk mereproduksi pesawat tertentu baik secara teknis maupun ekonomis, seperti kapal penjelajah proyek 1144. Membangun Il-38 baru dari awal adalah pekerjaan yang sangat merepotkan. Namun, dengan mengganti komponen elektronik dan kemampuan menyerang pada pesawat ini, produsen bisa menghemat uang sekaligus meningkatkan kemampuan tempur pesawat mapan yang telah terbukti kemampuannya.

Spesifikasi Pesawat Ilyushin Il-38 :
  • Crew : 7 - 8 Orang
  • Panjang : 40,185 m
  • Bentang Sayap : 37,4 m
  • Tinggi : 10,17 m
  • Luas Area Sayap : 140 m2
  • Berat Kosong : 35.500 kg
  • Berat Maksimum Lepas Landas : 66.000 kg
  • Powerplant : 4 unit mesin turboprop Ivchencko/Progress AI-20M, masing-masing berkekuatan 3.151 kW (4.225 hp)
Kinerja
  • Kecepatan Maksimum : 645 km/jam
  • Jangkauan Penerbangan : 7.500 km
  • Kemampuan Lama Waktu Penerbangan : 13 jam
  • Batas Optimal Ketinggian Penerbangan : 11.000 m
  • Laju Panjat : 5,33 m/detik
Persenjataan
  • Berat keseluruhan persenjataan yang bisa diangkut mencapai 9 ton. yang terdiri dari bom, torpedo, ranjau laut, kontainer penyelamatan dan penanda laut (bom patokan laut OMAB-12D), serta rudal jelajah antikapal.
rbth.com, wikipedia.org

Rabu, 03 September 2014

Messerschmitt Bf 109, Pesawat Tempur Yang Paling Banyak Diproduksi Di Dunia

Messerschmitt Bf 109 adalah pesawat tempur propeller bermesin tunggal yang dibuat oleh Jerman. Tidak kurang dari 33.984 unit pesawat tempur Messerschmitt Bf 109 yang sudah diproduksi sepanjang tahun 1939 sampai tahun 1945 sehingga pesawat ini dianggap sebagai pesawat tempur yang paling banyak diproduksi di dunia. Pada tahun-tahun itu juga pesawat ini terus-menerus dimodifikasi hingga melahirkan beberapa varian dan sub-varian dan varian yang paling banyak dibuat adalah Bf 109G.

Messerschmitt Bf 109 (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Messerschmitt Bf 109 (Gambar 1).

Messerschmitt Bf 109 (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

Messerschmitt Bf 109 (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

Messerschmitt Bf 109 (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

Messerschmitt Bf 109 (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
Messerschmitt Bf 109 merupakan pesawat tempur berkursi tunggal yang rancang desainnya sudah dikerjakan sejak tahun 1934. Bf 109 melaksanakan penerbangan perdananya pada 29 May 1935 dan mulai memasuki tahap produksi sejak February 1937. Selain Jerman, pesawat tempur Bf 109 juga diproduksi oleh negara Cekoslovakia dan Spanyol. Pihak Jerman menghentikan produksi Bf 109 pada 1945. Sedangkan penghentian produksi terakhir dilakukan Spanyol sejak tahun 1958.

Selain militer Jerman sebagai pengguna terbanyak, pesawat tempur jenis Bf 109 ini juga dimiliki atau dioperasikan oleh beberapa negara lain, yaitu Bulgaria, Kroasia, Cekoslovakia, Finlandia, Hungaria, Israel, Italia, Jepang, Rumania, Slovakia, Spanyol, Swis, dan Yugoslavia. Selain itu, beberapa negara juga tercatat menyimpan dan memamerikan pesawat tempur ini di museum penerbangan.

Pesawat tempur Bf 109 pertama kali dioperasikan pada Perang Sipil Spanyol yang berlangsung pada 1936 - 1939. Perang ini merupakan pertikaian antara kaum Republik dan Nasionalis di Spanyol. Militer Jerman memihak dan memberikan bantuan militer kepada pihak Nasional. Salah satu peralatan perang yang diberikan kepada pihak Nasional adalah pesawat tempur Bf 109B-2 dan Bf 109C yang diterbangkan Legion Condor.

Spesifikasi Pesawat Tempur Bf 109 (varian Bf 109 G-6) :
  • Crew : 1 Orang
  • Panjang : 8,95 m
  • Bentang Sayap : 9,925 m
  • Tinggi : 2,60 m
  • Luas Area Sayap : 16.05 m²
  • Berat Kosong : 2.247 kg
  • Berat Terisi : 3.148 kg
  • Berat Maksimum Lepas Landas : 3.400 kg
  • Mesin : 1 unit Daimler-Benz DB 605A-1
  • Propeller : 3 bilah propeler VDM 9-12087 dengan diameter 3 m
Kinerja
  • Kecepatan Maksimum : 640 km/jam
  • Kecepatan Jelajah : 590 km/jam
  • Jangkauan Terbang : 850 km
  • Batas Ketinggian Penerbangan 12.000 m
  • Kecepatan Panjat : 17.0 m/detik
  • Daya Angkat Sayap : 196 kg/m²
  • Perbandingan Kekuatan Mesin dan Massa Pesawat : 344 W/kg
Persenjataan
  • Canon : 2 unit senapan mesin kaliber 13 mm MG 131 dengan kapasitas 300 peluru, 1 unit senapan mesin kaliber 20 mm MG 151 berkapasitas 200 peluru, dan 2 unit senapan mesin kaliber 20 mm MG 151/20 kapasitas 135 peluru
  • 2 unit roket kaliber 21 cm
  • 1 unit Bom 250 kg atau 4 unit bom 50 kg
wikipedia.org