Cari di Blog Ini

Senin, 22 Juli 2013

Lanud Supadio Operasikan Skuadron Pesawat UAV Pengintai Awal Tahun Depan

Berita Hankam: Pesawat UAV pengintai jenis PUNA Wulung dan Heron akan dioperasikan oleh Pangkalan Udara TNI-AU Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Menurut Komandan Lanud Supadio, ada 12 unit pesawat UAV pengintai yang akan dioperasikan untuk mengawasi kawasan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di Pulau Kalimantan.
PUNA Wulung. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Pesawat Tanpa Awak Siap Intai Perbatasan Indonesia-Malaysia

Komandan Lanud Supadio Pontianak Kolonel Penerbang Ir. Novyan Samyoga mengatakan dalam waktu dekat 12 unit pesawat tanpa awak akan dioperasikan untuk melakukan pengawasan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat. "Dalam melakukan pengawasan di wilayah perbatasan udara Indonesia-Malaysia, Pangkalan Udara Supadio Pontianak akan mengoperasikan pesawat tanpa awak. Pesawat tanpa awak itu nantinya akan mengawasi seluruh wilayah perbatasan," kata Novyan di Sungai Raya, Jumat (19/7/2013).

Dia mengatakan, rencananya pesawat tanpa awak tersebut akan awal tahun depan. Menurutnya jika menggunakan tenaga manusia untuk mengawasi perbatasan dibutuhkan ribuan orang, bahkan jika menggunakan pesawat biasa memiliki keterbatasan dari sisi bahan bakar, sehingga pengawasan diwilayah perbatasan tidak dapat maksimal. "Jika menggunakan pesawat tanpa awak bisa mutar-mutar, ngambil foto dan video, baru pesawat kembali ke lanud supadio," tuturnya.

Novyan menjelaskan Lanud Supadio dilengkapi pesawat tanpa awak lantaran Kalbar berada di wilayah perbatasan. Pesawat tanpa awak yang digunakan ada dua jenis yaitu, jenis wulung buatan lokal dan heron buatan luar negeri. "Sengaja kami gabung karena pesawat tanpa awak buatan Indonesia baru di buat, sedangkan yang luar negeri sudah maju. Dengan digabungnya, nanti produksinya bisa meniru luar negeri sehingga kedepan pesawat lokal kita makin bagus," katanya.

Dia menuturkan pesawat tanpa awak jenis wulung sebanyak nantinya akan ada sebanyak delapan unit sedangkan jenis heron yang buatan luar negeri sebanyak empat unit. Nantinya pesawat berangkat dari Lanud Supadio dan setelah mengambil gambar ke setiap kawasan perbatasan maka pesawat akan kembali ke Lanud Supadio Lagi. "Semua pesawat itu kumpul di Lanud Supadio Pontianak dan dikontrol dari lanud supadio oleh pilot handal TNI AU. Pesawat setelah mengawasi akan kembali lagi ke Lanud Supadio Pontianak," kata Novyan.

www.republika.co.id

Selasa, 09 Juli 2013

VT-Patrol, Pesawat UAV Militer Pertama Buatan Vietnam

Berita Hankam: VT-Patrol adalah pesawat nirawak (UAV) untuk tujuan militer buatan para peneliti Vietnam. Pesawat jenis ini yang akan memperkuat armada pesawat UAV militer Vietnam. Pengembangan pesawat UAV VT-Patrol sudah dimulai pada November 2011 lalu dan dijadwalkan akan diluncurkan pada akhir tahun 2013 ini. Pesawat ini sudah menjalani sejumlah uji coba penerbangan dan mampu tetap beroperasi pada suhu dingin 15 derajat dibawah nol dengan kelembapan lebih dari 90%.
Pesawat UAV Vietnam. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Vietnam Bikin Armada Pesawat Militer Nirawak

Seakan tak mau ketinggalan dengan Indonesia, Vietnam kini mempersiapkan armada pesawat militer tanpa awak (nirawak). Peneliti Vietnam bekerja keras membuat pesawat nirawak untuk tujuan militer yang akan diluncurkan akhir tahun ini. Direktur Viettel Flight Instrument Center Kolonel Do Van Lap mengatakan, pusat riset ini ditugaskan untuk membuat pesawat nirawak pertama Vietnam pada November 2011. Desember tahun lalu, pesawat nirawak pertama telah diuji. "Bisa beroperasi di sepanjang lereng gunung dalam cuaca yang keras dengan suhu sekitar 10 derajat Celsius dan berkabut," kata Kolonel Do, seperti dikutip VietnamNet, Senin, 8 Juli 2013.

Pesawat bernama VT-Patrol itu memiliki bentang sayap 3,3 meter, bobot 26 kilogram, dapat otomatis terbang, serta mengirimkan informasi dan gambar secara langsung. Pesawat terbuat dari komposit yang ringan sekaligus kuat. Melalui sejumlah uji penerbangan, para ahli berhasil menangani masalah pembekuan yang menimpa beberapa bagian pesawat saat terbang di lokasi dengan suhu minus 15 derajat Celsius dan kelembapan lebih dari 90 persen.

VT-Patrol mampu terbang pada kecepatan 100-150 kilometer per jam hingga radius 50 kilometer. Pesawat ini dilengkapi kamera inframerah resolusi tinggi untuk misi pengintaian. "Pesawat ini dapat mengidentifikasi dan membedakan target dalam jarak 600 meter," ujar Kolonel Do.

Sukses dengan purwarupa pertama, Viettel Flight Instrument Center berencana memproduksi pesawat nirawak skala menengah dengan waktu tempuh 15-24 jam. Pesawat tak hanya untuk mengintai, tapi juga dilengkapi rudal dan senjata lain untuk memperkuat kemampuan pertahanan negara.

www.tempo.co

KRI Malahayati (362) Menjadi Kapal Markas Operasi Tameng Hiu-13 Di Perairan Karang Unarang

Berita Hankam: KRI Malahayati (362) difungsikan sebagai kapal markas pada pelaksanaan operasi Tameng Hiu-13. Daerah operasional Tameng Hiu-13 berada di perairan Karang Unarang. Sebelumnya, ketika melintasi Laut Jawa dalam pelayaran menuju Karang Unarang, KRI Malahayati (362) melakukan penembakan untuk membuktikan bahwa kapal perang ini memiliki kesiapan operasional tempur yang cukup.
KRI Malahayati (362). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Laksanakan Operasi Tameng Hiu, KRI Malahayati (362) Sebagai Kapal Markas

Mengawali pelaksanaan Operasi Tameng Hiu-13, KRI Malahayati (362) melaksanakan loading chaff sebanyak 5 roket di dermaga Arsenal Batuporon Madura, Kamis (4/7/2013). Selanjutnya KRI Malahayati (362) akan melaksanakan penembakan chaff di laut Jawa selama pelaksanaan lintas laut menuju daerah operasi di perairan Karang Unarang.

Komandan KRI Malahayati, Letkol laut (P) Moch. Irchamni dalam pesannya menyampaikan bahwa penembakan chaff yang dilaksanakan oleh KRI Malahayati (362) merupakan bentuk profesionalisme prajurit Koarmatim, khususnya satuan kapal Eskorta. Hal ini, merupakan bukti bahwa para prajurit selain berhasil menjaga kesiapan material juga selalu siap dalam menghadapi tugas operasi.

Sesuai rencana, KRI Malahayati akan melaksanakan Operasi bersandi Tameng Hiu-13 dan dijadikan sebagai kapal markas di bawah kendali Komandan Gugus Tempur Laut Armatim selama 2 (dua) bulan. Puasa dan Lebaran bukan menjadi penghalang bagi seluruh prajurit KRI Malahayati (362) untuk melaksanakan tugas mulia, menjadi garda bangsa di daerah perbatasan.

www.tni.mil.id

Karang Unarang

Karang Unarang adalah nama sebuah karang yang berada di Laut Sulawesi terletak sekitar 9 mil di sebelah tenggara Pulau Sebatik pada koordinat 04°00'38?LU,118°04'58?BT. Karang Unarang ini milik Indonesia yang lokasinya berada di dekat perbatasan perairan Malaysia. Karang Unarang hanya muncul pada saat air laut surut. Saat air laut surut pada posisi terendah, ketinggian karang mencapai 30 cm. Indonesia membangun suar permanen di Karang Unarang mulai tanggal 21 Februari 2005 sampai 14 April 2005. Mercu suar pondasi bangunan berukuran 5 X 5 meter, ketinggian 17 meter, dengan sinar yang dapat dilihat dari jarak 10 mil.

Pembangunan mercu suar tersebut sempat menimbulkan insiden yang melibatkan 1 unit kapal perang TNI-AL dan 1 unit kapal perang Angkatan Laut Diraja Malaysia. Pada Jumat (8 April 2005) pagi, Kapal Republik Indonesia Tedong Naga (Indonesia) menyerempet Kapal Diraja Rencong (Malaysia) sebanyak tiga kali di perairan Karang Unarang, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Aksi tersebut terpaksa dilakukan karena KD Rencong berkali-kali melakukan manuver yang membahayakan pembangunan mercusuar Karang Unarang.

Insiden penyerempetan kedua kapal ini merupakan bagian dari pertikaian perbatasan di kawasan Ambalat yang kaya minyak dan gas. Petronas, perusahaan minyak Malaysia, secara sepihak memberikan konsensi kepada perusahaan minyak Shell di Blok Ambalat (Malaysia mengenalnya sebagai Blok XYZ). Malaysia mengklaim wilayah Ambalat adalah miliknya, menurut peta yang diterbitkan pemerintah Malaysia tahun 1979.

Peta tersebut memicu protes dari berbagai negara tetangganya, termasuk Indonesia. Indonesia memprotes klaim sepihak itu dan memperketat keamanan di perairan Ambalat dengan menempatkan sejumlah kapal perang. Kemudian Indonesia juga merencanakan pembangunan mercusuar di Karang Unarang supaya lebih memperkuat kedaulatannya di sekitar perbatasan itu. Beberapa kali kapal perang Indonesia berhadapan dengan kapal perang Malaysia di perairan Karang Unarang. Puncak ketegangan adalah insiden penyerempetan ini.

Sebelumnya, KRI Tedong Naga sudah berkali-kali memperingatkan KD Rencong agar segera meninggalkan wilayah perairan Karang Unarang. Namun, peringatan tersebut tidak dihiraukan kerana KD Rencong menganggap pembinaan di mercusuar adalah merusak kedaulatan Malaysia. Bahkan, KD Rencong melakukan manuver-manuver yang membahayakan pembangunan mercusuar. Misalnya, kapal tersebut melaju cepat sehingga menimbulkan gelombang tinggi di sekitar lokasi pembangunan mercusuar.

Akhirnya, KRI Tedong Naga mendekati KD Rencong untuk mengusir keluar dari wilayah perairan yang dipertikaikan. Dalam upaya tersebut terjadi tiga kali serempetan yang menyebabkan lambung sebelah kanan kapal Malaysia yang umurnya sudah tua dan berkarat di beberapa bagian itu rusak. Sedangkan KRI Tedong Naga hanya tergores catnya di bagian lambung sebelah kiri. KD Rencong kemudian bergerak menuju pangkalannya di Tawau, Malaysia.

Sehari setelah insiden, tak terlihat lagi kapal perang Malaysia yang memasuki kawasan perairan yang dipersengketakan itu. Sedangkan pada hari Minggu, dua hari setelah insiden, hanya terlihat sebuah kapal patroli polisi Malaysia yang berlayar normal sekitar 3 mil dari perairan Karang Unarang. KRI Tedong Naga yang pada pagi hari kembali mulai melakukan patroli bersama KRI Hiu tidak mengalami gangguan dari kapal-kapal Malaysia.

Menurut Kepala Staf Gugus Tempur Laut Armatim Kolonel Laut Marsetio, tindakan Komandan KRI Tedong Naga memutuskan untuk menghalau KD Rencong adalah benar, karena kapal itu sudah memasuki 9,5 mil laut dari Pulau Batik, yang termasuk wilayah yang dipertikaikan. Pihak Indonesia mengklaim bahwa tindakan itu dibenarkan juga berdasarkan UNCLS (United Nations Convention on the Law of the Sea) tahun 1982 yang menyatakan bahwa suatu negara berwenang untuk mengusir suatu kekuatan asing apabila ia mulai mengganggu kedaulatan suatu negara. Pada 12 April 2005, pemerintah Indonesia melalui Departemen Luar Negeri telah mengirimkan nota protes resmi kepada Malaysia atas peristiwa penyerempetan kedua kapal.

Sedangkan Angkatan Laut Malaysia membantah bahwa salah satu kapal perangnya bertabrakan dengan kapal perang Indonesia di perairan sekitar Karang Unarang. Menurut Kepala AL Malaysia, kedua kapal itu hanya bersentuhan satu sama lain serta tidak ada seorang pun yang terluka dan tidak ada kerusakan pada kapal tersebut. Pada 13 April 2005, Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi menyatakan pemerintahnya tidak akan menarik mundur armada kapal perangnya dari perairan Ambalat. Menurut Badawi, Malaysia mempunyai alasan yang kuat untuk mempertahankan kedaulatan di Ambalat yang dianggapnya sebagai wilayah Malaysia. Malaysia tidak pernah mengakui klaim Indonesia terhadap kawasan tersebut, dengan itu Malaysia menganggap bahwa UNCLS tidak boleh diterapkan dalam kejadian ini.

Kedua pihak setuju untuk merundingkan perkara tersebut dan menimbang untuk melaksanakan patroli bersama di kawasan yang dipersengketakan. Terdapat juga kemungkinan perkara tersebut akan dibahas di pengadilan internasional. Bagaimanapun juga masih belum ada keputusan mutlak yang diambil hingga kini.

wikipedia.org

Jumat, 05 Juli 2013

82 Unit Panser Anoa Pesanan TNI Diproduksi PT Pindad

Berita Hankam: 82 unit Panser Anoa dipesan TNI pada tahun 2013 ini. Pembuatan kendaraan tempur angkut personil tersebut dipercayakan kepada PT Pindad. Menurut Direktur Utama PT Pindad, panser Anoa pesanan TNI ini dibanderol dengan kisaran harga Rp 8 miliar per unit. Spesifikasinya disesuaikan dengan kebutuhan tempur TNI yang berbeda dengan kendaraan tempur sejenis yang dipesan oleh negara lain.
Panser Anoa PT Pindad. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Pindad Garap 82 Mobil Tempur Pesanan TNI Senilai Rp 800 Miliar

PT Pindad (Persero) mendapatkan pesanan 82 unit kendaraan tempur (panser) jenis Anoa dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada tahun ini. Untuk memproduksi panser tersebut, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini membutuhkan dana hingga Rp 800 miliar. "Pesanan 82 unit panser Anoa itu berasal dari permintaan dalam negeri, khususnya TNI pada 2013," ungkap Direktur Utama PT Pindad, Adik Avianto Sudarsono, Jakarta, Jumat (5/7/2013).

Dia menjelaskan, armada panser Anoa yang dipesan oleh TNI tidak berbeda jauh dengan yang dipesan oleh permintaan negara lain. Namun pesanan mobil tempur tetap disesuaikan dengan strategi pertempuran yang diterapkan oleh TNI. "Tapi kalau panser yang dijual untuk negara lain, harus izin dulu dengan Kementerian Pertahanan Indonesia. Karena kami kan tidak tahu apa kepentingan mereka beli panser produk Indonesia, khawatir itu musuh atau justru mau menyerang negara ini," papar Adik.

Dia mengaku, satu unit APC (Armoured Personnel Carrier) jenis Anoa dibanderol dengan harga sekitar Rp 8 miliar kepada TNI. Adik menghitung, total kebutuhan dana yang mesti disiapkan perseroan untuk mengerjakan puluhan unit panser hingga Rp 800 miliar. "Pesanan ini kan proyek bertahap, tapi kami sudah mulai bekerja lembur mengerjakan produksi panser. Total kontrak dengan TNI untuk produksi 82 unit panser sekitar Rp 600 miliar - Rp 800 miliar dan kami sudah dapatkan komitmen dari tiga bank BUMN (BRI, Mandiri dan BNI)," tukasnya.

Dalam setahun, Adik mengatakan, pabrik manufaktur milik perseroan yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat tersebut memiliki kapasitas produksi 60 unit-80 unit panser.

news.liputan6.com

TNI AL Layak Menjadi World Class Navy

Berita Hankam: Ketangguhan dan profesionalisme TNI AL menyebabkan lembaga militer ini layak masuk dalam jajaran World Class Navy (Angkatan Laut Kelas Dunia). Tak kurang kesatuan militer sekaliber US Navy pun mengakui kekuatan dan ketangguhan TNI AL. Untuk semakin memantapkan diri sebagai Angkatan Laut Kelas Dunia, TNI AL harus selalu meningkatkan kemampuan tempurnya dengan cara peningkatan profesionalisme personil dan modernisasi alutsista.
Armada Kapal Perang TNI-AL. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
TNI AL Masuk Jajaran Angkatan Laut Kelas Dunia

TNI Angkatan Laut masuk dalam jajaran World Class Navy atau Angkatan Laut kelas dunia. Untuk memperoleh predikat itu, TNI AL konsisten dalam melaksanakan inward looking dan outward looking. "Angkatan Laut dunia mengakui kekuatan militer Indonesia, seperti Amerika. Karena itu kita sudah layak disebut World Class Navy," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropatih, Jumat (5/7/2013).

Inward looking yang dimaksud yakni berupa peningkatan kemampuan sumber daya manusia melalu pendidikan dan militer di dalam dan luar negeri. Penugasan melalui tour of duty juga termasuk di dalamnya. Tahun 2013 ini, kata Untung, merupakan tahun ke-4 dari rencana startegis AL periode 2010-2014. Dalam kurun waktu itu, TNI AL berhasil melaksanakan pengadaan Alat Utama Sistem Kesenjataan dalam berbagai jenis produksi. "Baik itu produksi dalam maupun luar negeri yang telah diselesaikan secara bertahap. Tak hanya itu, sejarah juga mencatat, kekuatan militer Angkatan Laut di Indonesia, sangat kuat," kata dia.

Saat ini produksi alutsista dalam dan luar negeri yang diselesaikan secara bertahap itu antara lain armada 39 kapal perang. Seperti 2 kapal selam, 2 kapal Perusak Kawal Rudal (PKR), 16 Kapal Cepat Rudal (KCR), dan 8 kapal Patroli Cepat (PC). Untuk pengadaan kendaraan tempur marinir, sebanyak 84 unit, terdiri dari 49 tank BMF-3f, 14 panser BTR-80A, 5 BVP-2 dan 16 RM-70 call-2 serta sejumlah persenjataan lainnya. "Pada masa mendatang, akan dibangun kapal selam di dalam negeri sebagai bentuk komitmen untuk mendukung terwujudnya kemandirian nasional, dalam upaya pemenuhan alutsista pertahanan," tutur Untung.

Sedangkan dari sisi outward looking, kata Untung, berkaitan dengan analisa mendalam terhadap perkembangan lingkungan strategis. "Khususnya di kawasan Asia Pasifik dan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi setiap bentuk ancaman faktual maupun potensial yang diakibatkannya," tutup Untung.

news.liputan6.com

Rabu, 03 Juli 2013

Pembukaan Pendaftaran Calon Bintara TNI-AD 2013

Berita Hankam: TNI-AD kembali membuka pendaftaran / penerimaan calon bintara prajurit karier pada tahun 2013 ini. Pendaftaran calon bintara TNI AD tersebut dilakukan secara online melalui situs rekrutmen personil TNI yang bisa dilihat pada halaman ini. Untuk bisa mengikuti proses pendaftaran ini, para peminat harus memenuhi kriteria dan persyaratan yang sudah ditentukan.
TNI AD. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
TNI AD Buka Pendaftaran Calon Bintara

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) membuka kesempatan bagi lulusan SMA/MA/SMK setara tahun 2009-2013 untuk menjadi bintara melalui pendidikan sekolah calon bintara prajurit karier, 1 - 12 Juli 2013.

Kepala Ajenrem 043/Gatam Mayor Caj Yusep Sirya melalui keterangan resminya, Senin (1/7/2013), mengatakan kesempatan ini terbuka bagi seluruh WNI pria maupun wanita dengan usia 18--22 tahun per 11 November 2013. Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama pendidikan, bersedia menjalani ikatan dinas pertama selama 10 tahun, tidak memiliki catatan kriminalitas, bukan anggota/mantan anggota TNI/Polri atau PNS.

Pendaftar juga harus sehat, tidak berkacamata, memiliki tinggi badan minimal 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita dengan berat badan seimbang. Bebas narkoba, mendapat persetujuan orang tua, tidak memiliki tato atau tindik telinga, dan mengikuti ujian penerimaan.

Pendaftaran ini tidak dipungut biaya dan dilakukan online pada http://rekrutmen-tni.ilmci.com dan mendaftar ulang di Ajenrem/Korem 043/Gatam Jalan Teuku Umar, Penengahan, Tanjungkarang Pusat dengan menyerahkan hasil cetak pendaftaran online dan persyaratan administrasi.

lampost.co

Sabtu, 29 Juni 2013

Pasukan Korpaskhas Unjuk Aksi Pada Latihan Tempur Trisula Perkasa 2013

Berita Hankam: Ratusan unsur dari seluruh jajaran Trisula Perkasa 2013 dilibatkan dalam pelaksanaan latihan tempur Trisula Perkasa 2013 dengan lokasi latihan di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Markas Pangkalan Udara TNI-AU Eltari, Kupang. Dalam latihan tempur tersebut juga dikerahkan 4 unit pesawat C-130 Hercules dan 1 unit pesawat CN-295.
Penerjun Korpaskhas. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Penerjun Korpaskhas. (ilustrasi)
Yon 464 Paskhas Terlibat Latihan Puncak Korpaskhas Trisula Perkasa 2013

Latihan puncak Korpaskhas dengan sandi Trisula Perkasa 2013 dipusatkan di wilayah Kupang Nusa Tenggara Timur dan Markas Lanud Eltari Kupang. Dalam skenario latihan tersebut melibatkan ratusan unsur pasukan seluruh jajaran Korpaskhas yang meliputi unsur pendukung maupun pelaku latihan termasuk Batalyon 464 Paskhas yang bermarkas di komplek Lanud Abd. Saleh Malang. Selain itu latihan ini juga melibatkan empat pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 Halim PK, Skadron Udara 32 Abd Saleh Malang, satu pesawat CN-295, juga melibatkan personil Lanud Eltari, Kupang, NTT.

Latihan ini telah dibuka oleh Dankorpaskhas pada minggu lalu dengan diawali geladi posko yang dipusatkan di Mako Korpaskhas dan sebelumnya telah dilaksanakan penataran pelaku dan wasdal untuk bekal latihan, sedangkan manuver lapangan dilaksanakan pada tanggal 23-28 Juni 2013. Dalam latihan ini Yon 464 Paskhas melibatkan Tim Dalpur (Pengendali Tempur), Tim Dallan, Tim Jump Master dan Tim Sarpur.

Unsur Tim Pengendali Tempur yang dikomandani langsung oleh Danyon 464 Paskhas, Letkol Pasukan Joko Prasetyo akan melaksanakan infiltrasi melalui udara menuju sasaran terpilih yakni Pangkalan TNI AU Eltari Kupang pada malam hari dengan melakukan penerjunan free fall metode HAHO (High Altitude High Opening). Selanjutnya setelah Tim Pengedali tempur menyatakan aman sasaran tersebut maka satuan Yonbuthanlan yang diterjunkan melalui terjun statik dan melakukan operasi perebutan dan pertahanan pangkalan agar pangkalan tersebut siap digunakan untuk operasi selanjutnya.

Trisula Perkasa merupakan sandi latihan puncak Korpaskhas yang digelar dalam setiap tahunnya dan dilaksanakan sebagai manivestasi dari hasil pembinaan yang dilakukan Korpaskhas dan juga merupakan wujud akuntabilitas publik dan pertanggungjawaban Korpaskhas di bidang pembinaan kepada TNI Angkatan Udara khususnya dan kepada Bangsa dan rakyat Indonesia.

Latihan dengan sandi Trisula Perkasa Korpaskhas 2013 mengambil tema, "Satgas Paskhas Melaksanakan Operasi Perebutan dan Pengendalian Pangkalan Udara di Wilayah Indonesia Timur Dalam Rangka Mendukung Tugas Komando Tugas Udara Gabungan".

www.tni.mil.id

40 Unit Tank Marder Pesanan TNI-AD Tiba Di Indonesia Bulan Juli 2013

Berita Hankam: Sebanyak 40 unit tank Marder buatan Rheinmetall, Jerman, dijadwalkan tiba di Indonesia pada bulan Juli 2013. Tank Marder yang merupakan kendaraan tempur sekaligus kendaraan angkut personil infantri tersebut akan memperkuat kemampuan tempur TNI-AD. Kabar ini disampaikan oleh Komandan Pusat Persenjataan Infanteri (Pussenif), Mayor Jenderal M. Nasir di sela-sela pelaksanaan Rabinniscab TNI AD 2013.
Tank Marder. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Tank Marder. (ilustrasi)
40 Tank Marder Jerman Akan Segera Perkuat TNI AD

TNI AD akan segera mendapatkan kendaraan tempur tambahan pada Juli mendatang. Sebanyak 40 unit Tank Marder asal Jerman itu makin memperkuat TNI AD. Hal itu disampaikan Komandan Pusat Persenjataan Infanteri (Pussenif) Mayjen M Nasir saat ditemui disela-sela kegiatan Rabinniscab TNI AD 2013 di Lapangan Chandra Dimukha, Pusdikif Pussenif, Jalan Supratman Bandung, Rabu (26/6/2013). Untuk satuan Infanteri, Rabinniscab diisi dengan praktek persenjataan yaitu penggunaan mortir dan SLT Latih. "Ada 105 komandan yang mengikuti Rabinniscab ini. Sebagai komandan mereka harus tahu apa yang harus dilakukan dan kita membekali pengetahuan supaya prajurit makin terampil," ujar Nasir.

Ia mengatakan, keberhasilan dalam pertempuran salah satunya adalah manuver dan tembakan baik kecepatan maupun ketepatannya. "Materi yang diberikan adalah yang penting dilakukan dalam sebuah operasi," katanya.

Pembekalan teknis seperti itu penting diberikan sebagai persiapan untuk kedatangan alutsista baru. "Bulan depan kita akan kedatangan ranpur baru, yaitu Tank Marder. Ada 40 yang dipesan," ujar Nasir. Nantinya ranpur tersebut akan memperkuat batalyon infanteri yang ada saat ini.

Nasir menyebut, sebelumnya kendaraan tempur paling canggih yang dimiliki Infanteri yaitu Panser 6X6 Anoa yang diproduksi Pindad. Tank Marder merupakan tank lapis baja bersenjata juga bisa angkut personel buatan Rheinmetall, Jerman.

news.detik.com

Selasa, 25 Juni 2013

Produk Pertahanan Dan Kedirgantaraan Warnai Pameran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional

Berita Hankam: Produk Pertahanan Dan Kedirgantaraan Warnai Pameran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Pameran Harteknas dibuka pada tanggal 24 Juni 2013. Produk pertahanan yang dipamerkan adalah buatan BPPT, PT Pindad, LAPAN, PT LEN, PT Krakatau Steel, dan PT Dirgantara Indonesia.
Kendaraan Militer Komodo PT Pindad. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Kendaraan Militer Komodo PT Pindad. (ilustrasi)
Produk industri strategis dipamerkan di Harteknas

Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-18 yang akan diperingati di Kantor Kementerian Riset dan Teknologi pada 24 Juni 2013 bakal kembali memamerkan dan meluncurkan berbagai prototipe dan produk industri strategis anak bangsa. "Kita akan pamerkan dan luncurkan berbagai teknologi di bidang kedirgantaraan dan hankam," kata Ketua Panitia Pelaksana Peringatan Hakteknas ke-18 yang juga Asisten Deputi Menristek bidang Jaringan Penyedia Iptek Gunawan Wibisono di Jakarta, Jumat (21/6/2013).

Pada peringatan Hakteknas bertema "Inovasi untuk Kemajuan Bangsa" itu Menristek Gusti M Hatta dan Menhan Purnomo Yusgiantoro akan meluncurkan antara lain prototipe pesawat tanpa awak rancangan Institut Teknologi Bandung (ITB) yakni tricopter, flying car dan hexarotor. Ketiga prototipe ini, lanjut dia, berfungsi membawa peralatan seperti kamera dan terbang dengan menggunakan baterai hingga ketinggian ratusan meter, tanpa perlu landasan dan mampu terbang vertikal.

Selain ITB, berbagai lembaga riset seperti BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) juga akan memamerkan pesawat nirawak dalam tiga varian, yakni Wulung, Sriti dan Alap-alap. Lapan (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) juga akan memamerkan pesawat tanpa awak bernama Lapan Surveillance UAV (unmanned aerial vehicle) 02 (LSU 02), Roket R-Han 122 dan satelit Lapan-A2 yang akan diluncurkan pada 2014.

Sedangkan BUMN industri strategis seperti PT Pindad kembali akan memamerkan produknya sniper kaliber 12,7, juga kendaraan strategis militer multifungsi Komodo yang dikembangkan sejak 2006, sedangkan PT Dirgantara Indonesia memamerkan model pesawat N-219 yang direncanakan akan terbang pada tahun 2015. PT Len juga akan memamerkan radar produksinya dan Combat Management System yang telah digunakan di tiga kapal perang RI (KRI), sementara PT Krakatau Steel memamerkan produk baja tahan peluru dan bahan kendaraan strategis. "Bukan hanya itu, kami juga menyediakan panggung untuk semua lembaga, komunitas dan industri dalam negeri lainnya yang akan meluncurkan dan memamerkan berbagai produk anak bangsa," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas, Dadit Herdiki mengatakan, puncak acara Hakteknas akan digelar di Taman Mini Indonesia Indah pada 29 Agustus-1 September 2013.

www.antaranews.com

Senin, 24 Juni 2013

11 Unit Helikopter Anti-Kapal Selam Akan Dibeli Untuk TNI-AL

Berita Hankam: 11 Unit Helikopter Anti-Kapal Selam Akan Dibeli Untuk TNI-AL. Hal tersebut diungkap oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio. Pengadaan 11 unit pesawat helikopter anti-kapal selam tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2014.
Helikopter Anti-Kapal Selam. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Helikopter Anti-Kapal Selam. (ilustrasi)
TNI AL Akan Beli 11 Helikopter Anti-Kapal Selam

TNI AL akan punya 11 unit helikopter anti-kapal selam. Sejak tahun 1960an, ini adalah yang pertama kalinya militer Indonesia memiliki peralatan perang tersebut. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio menjelaskan, secara bertahap, paling lambat pada tanggal 5 Oktober 2014, 11 helikopter AKS akan memperkuat alutsista TNI Angkatan Laut. Saat ini masih dalam proses lelang dari dua calon penyedia heli.

Ditambahkannya, seiring dengan kedatangan helikopter AKS, akan dibentuk skuadron pada baru pada Puspenerbal, yaitu Skuadron 100 AKS. "Pada 5 Oktober 2014 nanti, TNI Angkatan Laut akan menyajikan bagaimana kekuatan tempur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) kita, baik dari unsur Kapal Perang, Pesawat Udara, Koprs Marinir, dan Pangkalan," jelasnya seusai menerima brevet Penerbang Angkatan Laut.

Dalam acara itu, Kasal terlebih dahulu menjalani prosedur standar operasi Penerbangan Angkatan Laut, yang meliputi: pengecekan kesehatan, menerima briefing dari instruktur, kemudian melakukan preflight inspection dan start engine. Selanjutnya, Kasal menerbangkan pesawat helikopter jenis N-Bell 412 EP HU-419 produksi PT Dirgantara Indonesia dengan rute penerbangan Lanudal Juanda menuju Porong, Sidoarjo, dan kembali ke Lanudal Juanda.

Marsetio didampingi Letkol Laut (P) Muhammad Tohir, selaku pilot sekaligus instruktur. Turut dalam penerbangan ini, Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut Laksma TNI I Nyoman Nesa, Komandan Wing Udara 1 Kolonel Laut (P) Edwin, serta Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Sigit Setiyanta.

nasional.kompas.com

Kamis, 20 Juni 2013

Korea Selatan Buka Tender Pengadaan 60 Jet Tempur Senilai US$ 7,3 Miliar

Korea Selatan telah membuka tender pengadaan 60 unit jet tempur dengan total nilai US$ 7,3 miliar. Menindaklanjuti pembukaan tender paket militer tersebut, 3 perusahaan besar produsen pesawat tempur mulai mengajukan penawarannya. Perusahaan Boeing menawarkan jet tempur F-15 Silent Eagle, Lockheed Martin dengan pesawat tempur siluman F-35 Lightning II, dan perusahaan EADS dengan penempur andalannya Eurofighter Typhoon.
F-15 Silent Eagle. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
F-15 Silent Eagle. (ilustrasi)
Ingin Buat Pesawat, Korsel Didekati Tiga Perusahaan

Korea Selatan resmi membuka penawaran transaksi senilai 7,3 miliar dolar untuk pengadaan 60 pesawat tempur. Seperti dilaporkan AFP, tiga perusahaan penerbangan raksasa berlomba-lomba untuk mendapat kontrak pertahanan terbesar negara Asia tersebut.

Perusahaan AS Boeing dan Lockheed Martin serta konsorsium kedirgantaraan Eropa EADS sedang dalam proses penawaran. Calon pesawat yang akan dibuat adalah Boeing F-15 Silent Eagle, Lockheed Martin F-35 Lightning II dan EADS Eurofighter Typhoon.

EADS menawarkan investasi 2,0 miliar dolar di Korea Selatan untuk mengembangkan jet tempur canggih sendiri, jika konsorsium itu menang tender.

Lockheed Martin menawarkan untuk mendukung upaya Korea Selatan mengembangkan dan meluncurkan satelit komunikasi militer. Sementara Boeing berjanji untuk membeli miliaran dolar pada bagian dari perusahaan-perusahaan Korea. Proses tender dijadwalkan berlangsung 11 hari.

www.republika.co.id

Rabu, 19 Juni 2013

Proyek IFX/KFX Punya 2 Model Jet Tempur

Proyek IFX/KFX memiliki 2 model pesawat jet tempur, namun hanya satu model saja yang akan dipilih untuk pengembangan selanjutnya. Hal itu mengingat biaya yang sangat besar untuk pengembangan dan tahap produksi pesawat jet tempur kerjasama Indonesia dan Korea Selatan tersebut. Saat ini, proyek pengembangan pesawat jet tempur IFX/KFX atau F-33.
Jet tempur IFX/KFX. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet tempur IFX/KFX. (ilustrasi)
Ada Dua Model Pesawat Tempur Indonesia-Korsel

Ada dua model konsep pesawat tempur bersandi IFX-KFX hasil kerjasama Indonesia-Korsel. Kedua belah pihak akan memilih salah satu bentuk yang akan dikembangkan dalam tahapan selanjutnya. "Kalau programnya jalan lagi hanya dipilih satu model saja, sebab satu model juga sudah besar biaya dan resources yang akan digunakan," jelas juru bicara PT Dirgantara Indonesia, Sonny Saleh Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (18/6/2013).

Dijelaskan, program jet tempur kedua negara tersebut tengah dipersiapkan memasuki tahapan kedua. Sebelumnya, kedua negara berhasil menuntaskan proses awal berupa technology development selama 18 bulan. Menurut Sonny Saleh Ibrahim, tahapan kedua program pesawat baru tersebut berupa engineering manufacturing development. Dalam tahapan itu, sebanyak 72 item teknologi gres akan menempel di pesawat generasi 4,5 dari hasil pengembangan pesawat tempur itu. Sebanyak 30 item di antaranya masih harus disiapkan. "Tahap engineering manufacturing development itu terdiri dari detail design, manufacturing, prototyping, dan ground and flight testing dan certification. Waktu yang dibutuhkan 8 tahun," tandasnya.

Dijelaskan, proses tersebut merupakan tahapan terakhir produksi serial untuk pertahanan kedua negara. Ditargetkan, pesawat tempur berkemampuan siluman tersebut rampung pada 2020.

Program pesawat tempur IFX/KFX yang sudah berjalan 18 bulan tersebut melibatkan seluruh komponen bangsa di antaranya Balitbang Kemhan, BPPT, PTDI, dan ITB. Ketika sudah beroperasi, pesawat tersebut disebut-sebut hanya kalah dengan F-35, pesawat paling canggih AS. Pesawat itu disebut setara F-16 plus plus.

www.suaramerdeka.com

Sabtu, 15 Juni 2013

BPPT Dan Litbang TNI-AL Kembangkan Kapal Selam Midget

Kapal selam dari jenis Midget dengan ukuran 22 meter dan 15 meter kini sedang dikembangkan oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI-AL yang bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Penelitian dan pengembangan kapal selam ukuran kecil tersebut dilakukan di Laboratorium Hidrodinamik milik BPPT. Penelitian ini perlu dilakukan agar Indonesia bisa membuat sendiri lebih banyak kapal selam untuk menjaga territorial perairan yang sangat luas.
Kapal selam mini 22 meter. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Kapal selam mini 22 meter. (ilustrasi)
Indonesia Butuh Minimal 9 Kapal Selam

Negara kepulauan seperti Indonesia selayaknya mempunyai minimal sembilan kapal selam untuk menjaga kedaulatan wilayah perairannya. Erzi Agson Gani, Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun, mengatakan terdapat sembilan selat sebagai pintu keluar masuk dari dan ke perairan Indonesia sehingga seharusnya ada sembilan kapal selam yang mengawal selat-selat tersebut. Pada saat ini, alat utama sistem persenjataan (alutsista) jenis kapal selam milik Indonesia hanya satu unit yang siap beroperasi. "Sembilan corong atau selat itu hanya dijaga satu unit kapal selam yang operasional. Itu sangat tidak ideal," kata Erzi di sela-sela Forum Komunikasi Litbang Pertahanan ke-24 di kantor pusat PT PAL Indonesia (Persero), Kamis, 13 Juni 2013.

Menurut Erzi, jenis kapal selam yang sesuai perairan dan misi pertahanan Indonesia minimal jenis Midget 22 Meter. Jenis ini yang sedang dikembangkan oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI-AL bersama BPPT di Laboratorium Hidrodinamik. Selain Migdet 22 Meter, BPPT juga menguji coba jenis Midget 15 Meter yang ukurannya lebih kecil, tetapi tidak mengurangi efek destruksinya. Untuk memilih jenis kapal selam yang tepat, Erzi menyarankan sebaiknya jenis kapal selam harus dikombinasikan sesuai doktrin perang pemerintah Indonesia. Jika untuk kebutuhan patroli dan menjaga alur lalu lintas di perairan laut, cukup jenis midget. Namun, jenis kapal selam lain seperti kilo dan kapal tanpa awak juga patut diperhitungkan. "Jenis midget itu sudah memberikan daya getar dan efek destruktif yang tinggi," ujarnya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia (persero), M. Firmansyah Arifin, mengatakan pengembangan industri kapal selam yang padat teknologi butuh dukungan dari berbagai pihak. PT PAL ttelah menjalin sinergi dengan litbang di berbagai instansi pemerintah, seperti BPPT, akademisi, Kemenhan, dan TNI. Kapal patroli dan frigate produksi PT PAL adalah hasil kolaborasi dengan litbang antar-institusi dan disokong transfer teknologi. Firmansyah mengatakan Indonesia sudah memiliki kemampuan industri, teknologi, kebutuhan dan pengguna yang dapat mendorong percepatan alih teknologi maritim untuk pemenuhan kebutuhan alutsista secara mandiri.

Kepala Badan Diklat Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Suwarno, berharap penguasaan teknologi alutsista semakin meningkat sehingga mampu mereduksi tingkat ketergantungan alutsista buatan negara asing. Untuk mencapai hal itu, harus dibangun sinergi antara tenaga ahli dari BPPT, Pindad, Krakatau Steel, PT LAN, TNI dan akademisi. "Khusus teknologi perkapalan perlu didukung oleh teknologi yang harus dikuasai sendiri untuk mengembalikan kekuatan pertahanan," kata Suwarno.

www.tempo.co

Kamis, 13 Juni 2013

TNI-AD Bakal Diperkuat Rudal Anti-Tank FGM-148 Javelin

Rudal anti-tank FGM-148 Javelin bakal memperkuat kemampuan tempur TNI-AD. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah merencanakan pembelian rudal anti tank FGM-148 Javelin tersebut dari Amerika Serikat. FGM-148 Javelin adalah sistem persenjataan serang yang digunakan dengan metode fire and forget. Target penembakan akan dikunci terlebih dahulu melalui sistem pembidikan yang dipandu sinar infra merah sebelum peluncuran rudal. Sistem ini membutuhkan profil penerbangan atas serangan terhadap kendaraan lapis baja (menyerang armor atas, yang umumnya lebih tipis), tetapi juga dapat mengambil modus langsung-serangan untuk digunakan terhadap bangunan. Rudal ini juga memiliki kemampuan untuk terlibat helikopter dalam modus serangan langsung. Hal ini dapat mencapai ketinggian puncak 150 m (500 ft) dalam mode top-serangan dan 60 m dalam mode langsung-api. Hal ini dilengkapi dengan pencitraan inframerah pencari. Tandem hulu ledak dilengkapi dengan dua tuduhan berbentuk: hulu ledak prekursor untuk meledakkan armor reaktif peledak dan hulu ledak utama untuk menembus baju besi dasar.
FGM-148 Javelin. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
FGM-148 Javelin. (ilustrasi)
TNI Rencana Beli Rudal Antitank Canggih

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro berencana membeli peluncur rudal anti-tank dari Amerika Serikat. Pembelian senjata itu bertujuan meremajakan sistem alat pertahanan, khususnya di TNI Angkatan Darat. Purnomo menegaskan, rencana pembelian senjata itu dianggap telah sesuai kebutuhan. Meski tak menyebut jumlah, pembelian senjata itu akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Sebelum membeli alutsista tersebut, Indonesia akan memperoleh transfer teknologi. Personel TNI AD akan menerima pelatihan mengoperasikan sebelum senjata itu benar-benar dibeli. "Masih rencana. Ini sesuai dengan kebutuhan TNI AD, pemerintah akan meremajakan sistem alat pertahanan," kata Purnomo seusai menghadiri rapat bersama Komisi I DPR, di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (10/6/2013).

Untuk diketahui, TNI AD akan membeli peluncur rudal antitank canggih buatan Amerika Serikat bernama FGM-148 Javelin. Rudal ini mampu mengunci sasaran dan mengikuti ke mana pun target berjalan dengan daya ledak yang luar biasa. Jarak tembak rudal ini mencapai 2,5 kilometer. Javelin dilengkapi dengan pelacak canggih yang mampu mengunci dan menembak sasaran bergerak. Selain canggih, alat ini sangat ringan dan dapat ditempatkan di bahu penyerang.

Rudal FGM-148 Javelin berbobot 11,8 kilogram sementara alat pembidik dan peluncur hanya 6,4 kilogram. Javelin digunakan tentara AS dan Australia pada perang di Irak antara Maret dan April 2003. Saat ini, Javelin digunakan di Afganistan. Beberapa negara yang telah menggunakan Javelin adalah Inggris, Taiwan, Lituania, Jordania, Australia, Selandia Baru, Norwegia, dan Irlandia. Satu buah peluncur dan pelacak Javelin dibanderol seharga Rp 1,2 miliar, sedangkan sebuah rudal Javelin berharga sekitar Rp 756 juta.

nasional.kompas.com

Selasa, 11 Juni 2013

TNI-AD Dan US Army Gelar Latihan Militer Garuda Shield 2013

Latihan militer bersama Garuda Shield 2013 antara TNI-AD dan US Army dengan mengambil lokasi di Markas Divisi Infanteri I Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, telah dibuka pada Senin, 10 Juni 2013. Latihan Garuda Shield 2013 ini dijadwalkan dilaksanakan dari tanggal 10 Juni 2013 hingga 21 Juni 2013.
Garuda Shield 2013. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Garuda Shield 2013. (ilustrasi)
Militer AS & TNI Gelar Latihan Militer di Depok

Panglima Divisi Infantri I Kostrad Mayjen TNI Daniel Ambat mengajak tentara angkatan darat Amerika Serikat (AS), US Army Garuda Shield 2013 untuk latihan militer bersama di Markas Divisi Infanteri I Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (10/06/2013). Latihan bersama yang berlangsung 10 - 21 Juni 2013 dihadiri Duta Besar Amerika Serikat Scot Marciel, Deputy Commanding General for the Army National Guard United States, Pasifik (Usarpac), Major General Gary M. Hara, dan para perwira tinggi dilingkungan TNI AD.

Mayjen TNI Daniel Ambat mengatakan latihan bersama ini merupakan salah satu wujud kerjasama latihan militer kedua negara antara TNI AD dengan Angkatan Darat Amerika Serikat. Dengan latihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keprofesionalitasan para peserta latihan tentang berbagai materi dalam rangka penyelenggaraan operasi perdamaian dunia, operasi lintas udara, dan operasi bantuan sosial, serta kemanusiaan. "Selain itu, latihan ini juga semakin memantabkan profesionalisme para prajurit sekaligus mempererat dan memperkokoh kerjasama antara TNI AD dan Angkatan Darat Amerika Serikat yang dilandasi rasa saling percaya dan saling menghormati," ujarnya.

Prajurit yang profesional, kata Daniel, latihan merupakan suatu kebutuhan utama guna menjamin pelatihan pelaksanaan tugas serta kesiapan pasukan dalam menghadapi berbagai kemungkinan. Karateristik wilayah yang berbeda-beda dari negara-negara yang mengalami konflik membutuhkan pola penanganan yang tidak sama antara satu daerah operasi dengan daerah operasi lainnya. "Karena itu diperlukan skenario latihan yang realistis mendekati kondisi medan tugas yang seebenarnya. Sehingga diharapkan dalam pelaksanaan tugas operasi dapat berhasil dengan baik. Latihan ini merupakan latihan interaktif dan bukan sekedar latihan kemiliteran, latihan ini juga sebagai sarana kemitraan pasifik," jelasnya.

Latihan Garuda Shield 2013 ini meliputi berbagai materi, diantaranya materi gladi komando dua negara dengan titik berat pada proses perencanaan dan pengendalian operasi perdamaian dunia. Sementara itu, Deputy Commanding General for the Army National Guard United States, Pasifik (USARPAC), Major General Gary M. Hara mengatakan, latihan ini merupakan kegiatan penting yang memungkinkan Amerika Serikat (AS) dan Indonesia untuk terlibat bukan hanya dalam urusan militer, tetapi sebagai mitra di kawasan Asia-Pasifik. "Kami bekerjasama dengan Indonesia diberbagai kawasan regional Asia-Pasifik, mulai dari APEC sampai AsEAN dan KTT Asia Timur. Tentara kami bekerjasama dengan semangat tumbuh kolaboratif yang sama setiap tahunnya. Motto kami di USARPAC adalah Satu Tim," katanya.

Latihan ini merupakan kesempatan bagi militer kedua negara belajar bersama berbagi pengalaman, taktik, teknik dan pelajaran yang bermanfaat. Tak kalah penting adalah pelatihan ini memberikan kesempatan untuk membentuk persahabatan erat dan penghargaan yang terus berkelanjutan bagi adat dan budaya kedua negara. "Persahabatan ini menjadikan tentara dan masyarakat dunia yang lebih baik tidak pernah berhenti memperluas wawasan dan mengemban misi untuk terus menghargai kekayaan budaya dan tradisi satu sama lain," ujar Hara.

international.okezone.com

Senin, 10 Juni 2013

Rusia Sukses Lakukan Uji Penembakan Rudal Balistik Baru

Rusia telah berhasil melakukan uji coba tembak rudal antarbenua jenis baru. Prototipe rudal yang disebut sebagai rudal pembunuh sistem pertahanan rudal tersebut ditembakan dari platform bergerak. Kemajuan ini secara tidak langsung merupakan jawaban atas kegiatan militer Amerika Serikat yang telah menyebar dan membangun sistem pertahanan peluru kendali di kawasan Eropa Timur.
Uji coba rudal Rusia. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Uji coba rudal Rusia. (ilustrasi)
Rusia Uji Rudal Balistik Baru

Pasukan Peluru Kendali Strategis Rusia telah menguji satu prototipe rudal balistik antarbenua (ICBM) baru, kata Kementerian Pertahanan. Uji peluncuran dilakukan pada Kamis (6/6/2013) pukul 21.45 waktu Moskow dari situs pengujian Kapustin Yar di wilayah Astrakhan.

Rudal itu ditembakkan dari sebuah peluncur bergerak, kata kementerian itu dalam satu pernyataan yang dilansir dari RIA Novosti, Jumat (7/6/2013). "Uji peluncuran itu sukses sebagai [simulasi] hulu ledak menghantam sasaran yang ditunjuk dalam jangka waktu yang ditetapkan. Pengujian peluncuran ini dimaksudkan untuk mengkonfirmasi karakteristik teknis dari rudal tersebut, serta memeriksa keamanan prosedur peluncuran dan peralatan," kata pernyataan.

Rusia mengumumkan pengembangan satu bahan bakar padat ICBM baru, yang pada akhirnya akan menggantikan yang sudah ada Topol-M dan rudal Yars, pada tahun 2012. Setidaknya tiga uji peluncuran telah dilakukan sebelumnya sejalan dengan program pengujian, dan rudal baru itu bisa dimasukkan ke dalam penugasan pada akhir tahun ini, kata SMF sebelumnya.

Menurut sumber-sumber terbuka, SMF saat ini mengoperasikan sedikitnya 58 rudal berbasis silo SS-18 Satan, 160 Topol bergerak (SS-25 Sickle) sistem rudal, 50 silo-based dan 18 sistem Topol-M bergerak (SS -27 Sickle B), dan 18 sistem RS-24 Yars.

Dua divisi rudal telah sepenuhnya dipersenjatai kembali dengan Topol-M dan sistem Yars, sedangkan persenjataan tiga divisi lainnya akan dimulai akhir tahun ini, menurut SMF. SMF juga akan menyebarkan dalam waktu dekat sistem baru otomatis manajemen pertempuran (ASBU), yang akan memungkinkan cepat menargetkan kembali ICBM.

www.republika.co.id

Jumat, 07 Juni 2013

Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio Dipersenjatai Rudal QW-3

Rudal MANPADS QW-3 akan menjadi alutsista yang melengkapi persenjataan di Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio. Rudal QW-3 yang dbuat oleh China ini bakal dioperasikan oleh Pasukan Khas TNI AU Batalion 465 yang bermarkas di Pangkalan Udara Supadio.
Rudal Manpads QW-3. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Rudal Manpads QW-3. (ilustrasi)
Lanud Supadio Dilengkapi dengan Rudal QW-3

Pangkalan Udara Supadio, Kalimantan Barat memiliki alat utama sistem persenjataan baru yakni rudal QW-3. Uji coba sudah dilakukan di Kura-kura Beach Singkawang.

Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Novyan Samyoga, Kamis (6/6/2013) menjelaskan, QW-3 akan memperkuat sistem alutsista Lanud Supadio. "Kami memiliki wilayah tanggung jawab hingga ke perbatasan dengan negara tetangga. Rudal ini akan meningkatkan sistem alutsista TNI AU di Kalbar," kata Novyan.

Rudal QW-3 akan dioperasikan oleh Pasukan Khas TNI AU Batalion 465, Kalbar.

Ini adalah jenis rudal untuk perlindungan obyek vital langsung, jika pesawat musuh masih bisa menembus pertahanan udara di dua ring sebelumnya. Uji coba rudal ini dilakukan di Singkawang Rabu (5/6/2013) kemarin. Rudal diuji coba untuk menembak pesawat drone S-70 dan umpan yang dilepaskan oleh S-70.

regional.kompas.com

Kamis, 06 Juni 2013

37 Tank Amphibi BMP-3F Baru Untuk Marinir TNI-AL Dikirim Dari Rusia Tahun Ini

Sebanyak 37 unit kendaraan tempur infanteri BMP-3F buatan Rusia sudah bisa diterima oleh pasukan Marinir TNI-AL pada tahun 2013 ini. Saat ini Marinir TNI-AL 17 unit tank amphibi BMP-3F. Selain alutsista berupa tank amphibi tersebut, TNI-AL juga akan segera diperkuat dengan 3 unit kapal selam buatan Korea Selatan, kapal cepat rudal (KCR) buatan PT Palindo Marine Batam, kapal fregat buatan Inggris, 11 unit helikopter anti kapal selam, dan beberapa jenis alutsista lainnya.
Tank Amphibi BMP-3F Marinir TNI-AL. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Tank Amphibi BMP-3F Marinir TNI-AL. (ilustrasi)
37 Tank Asal Rusia Segera Perkuat Marinir TNI AL

Sebanyak 37 unit tank BMP-3F asal Rusia untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut akan tiba tahun ini. Saat ini, Korps Marinir telah punya 17 unit kendaraan angkut militer kelas berat ini. "Marinir sudah mendapatkan 17 unit tank BMP-3F dan akhir tahun ini akan ditambah lagi 37 unit," kata Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (5/6/2013).

Tak hanya tank, tahun depan sejumlah pesanan alat utama sistem senjata (alutsista) akan terus datang. "Aakan datang secara bertahap, baik itu kapal perang, pesawat, helikopter maupun tank," tutur Marsetio.

Ia mengatakan, Markas Besar TNI AL telah memesan sejumlah peralatan tempur dari industri strategis dari dalam dan luar negeri, antara lain 3 kapal selam dari Korea Selatan, 4 Landing Ship Tank (LST) dari PT PAL, Kapal Cepat Rudal (KRC) dari Palindo Marine Batam dan kapal fregat dari Inggris. "Selain itu, masih ada kapal hidrografi, 11 helikopter antikapal selam, dan kapal latih Kadet AAL pengganti KRI Dewaruci," papar Marsetio.

news.liputan6.com

TNI-AU Dan US Air Force Gelar Joint Exercise Teak Iron-13

Latihan militer bersama dengan nama Joint Exercise Teak Iron-13 digelar oleh TNI-AU dan US Air Force dari tanggal 4 Juni 2013 hingga 19 Juni 2013. Joint Exercise Teak Iron-13 dilaksanakan dengan mengambil lokasi di Pangkalan TNI Angkatan Udara Husein Sastranegara, Bandung, dan Pangkalan TNI Angkatan Udara Sulaiman yang juga berlokasi di Jawa Barat.
Pangkalan TNI Angkatan Udara Husein Sastranegara. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Pangkalan TNI Angkatan Udara Husein Sastranegara. (ilustrasi)
TNI AU dan US Air Force Latihan Bersama di Bandung

TNI AU bersama Angkatan Udara Amerika Serikat (United Stade Air Force/USAF) menggelar latihan Teak Iron di Pangkalan Udara Husein Sastranegara pada 4-19 Juni 2013. Latihan bersama ini diikuti 100 anggota Paskhas TNI AU dan 156 orang anggota Skuadron 353 USAF.

Upacara pembukaan Joint Exercise Teak Iron-13 TNI AU-353 rd SOG berlangsung di Wisma Sompil Lanud Husein Sastranegara, Rabu (5/6/2013). Bertindak sebagai inspektur upacara yakni Pabandya Latgab Paban III Lat SOP AU Letkol Pnb Dedy Susanto. Sementara dari USAF yaitu Mayor Jared Floyd. "Maksud dari digelarnya latihan bersama ini adalah sebagai bentuk persahabatan angkatan udara dua negara. Supaya bisa sharing ilmu dan teknik," ujar Dedy pada wartawan saat ditemui usai upacara.

Personil mengikuti latihan ini meliputi seluruh air crew mulai dari pilot, navigator, load master hingga enginer. Pada latihan bersama ini mempraktikkan berbagai teknik penerjunan seperti penerjunan orang, barang (bantuan), penerjunan terbang rendah serta tinggi, dan terbang malam. "Banyak yang akan dipelajari pada latihan ini. Pasukan kita memiliki kemampuan, namun ada perkembangan teknologi persenjataan sehingga perlu untuk mengetahui bagaimana teknik pertempuran dan penerjunan mereka. Bagaimana menghindari serangan, penerjunan pasukan," jelasnya.

Sistem persenjataan, teknologi navigasi dan teknik penerjunan lainnya bakal dipelajari juga dalam latihan. Ada tiga pesawat Hercules yang digunakan sewaktu latihan bersama yaitu dua Hercules tipe MC130 milik USAF dan satu Hercules tipe C130B/H milik TNI AU. "Nantinya pasukan berangkat dari Lanud Husein Sastranegara kemudian melakukan penerjunan di Lanud Sulaeman," kata Dedy.

Pembiayaan latihan bersama, sambung Dedy, berasal dari alokasi masing-masing negara. Sewaktu pembukaan tadi secara simbolis dilakukan penyematan tanda latihan pada masing-masing perwakilan angkatan udara.

news.detik.com

Senin, 03 Juni 2013

TNI Dan Singapore Armed Forces Tandatangani Naskah Indosin HLC

TNI dan Singapore Armed Forces (SAF) telah sepakat untuk menggalang kerjasama di bidang militer melalui wadah yang disebut The Indonesia-Singapura (Indosin) HLC. Wadah yang merupakan Komite Tingkat Tinggi Indonesia-Singapura akan mengelola semua kegiatan yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Indonesia dan Singapura. Naskah Indosin HLC ditandatangani oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. dan Panglima SAF Mayor Jenderal NG Chee Meng di Jakarta pada Selasa 28 Mei 2013.
Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. dan Mayor Jenderal NG Chee Meng. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. dan Mayor Jenderal NG Chee Meng. (ilustrasi)
Makna di Balik Kerjasama TNI dan Singapore Armed Forces

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Singapore Armed Forces (SAF) mengadakan kerjasama dalam wadah The Indonesia-Singapura (Indosin) HLC, Kamis (30/5/2013). Naskah kerangka Pengaturan Kerjasama antara TNI-SAF tentang The Indosin HLC tersebut telah ditandatangani oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E. dan Panglima SAF Mayor Jenderal NG Chee Meng di Jakarta dua hari yang lalu, disaksikan oleh Kasad Letjen TNI Moeldoko, Wakasal Laksdya TNI Hari Bowo, S.E., M.Sc., Wakasau Marsdya TNI Sunaryo, Kasum TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, S.E. dan sejumlah pejabat lainnya.

Kedua pihak sepakat untuk memayungi semua kegiatan yang dilakukan oleh kedua Angkatan Bersenjata melalui suatu Kerangka Pengaturan Kerjasama antara TNI dan SAF tentang Komite Tingkat Tinggi Indonesia-Singapura (Indosin HLC), yang bertujuan untuk memfasilitasi kerjasama militer kedua negara guna memperkokoh jalinan persahabatan serta interaksi kerjasama yang saling menguntungkan bagi kedua Angkatan Bersenjata berdasarkan kesepakatan bersama.

Dengan ditandatanganinya naskah Indosin HLC ini, diharapkan kedepan, kedua Angkatan Bersenjata akan terus bekerjasama secara bergandengan tangan guna mampu berperan lebih komprehensif pada upaya perwujudan kawasan Asean yang aman, stabil, damai, dan sejahtera. Sedangkan pada lingkup yang lebih luas akan mampu memberi kontribusi besar pada perwujudan perdamaian dunia serta meningkatkan harkat dan martabat manusia.

Langkah strategis ini akan merintis pada pelaksanaan kerjasama yang lebih besar, sehingga akan mampu menjawab tantangan yang semakin berkembang di kawasan Asean, Asia Pasifik serta kawasan lain di sekitarnya, tegas Panglima TNI.

Selain menandatangani naskah kerangka pengaturan kerjasama, Mayor Jenderal NG Chee Meng berkunjung ke Indonesia juga dalam rangka memimpin bersama pertemuan Tahunan Indosin HLC tahun 2013, di Jakarta, yang biasa disebut sebagai The Combined Annual Report Meeting (CARM), serta sekaligus sebagai kunjungan perkenalan, sehubungan jabatan baru sebagai Panglima Singapore Armed Forces.

www.tribunnews.com

Minggu, 02 Juni 2013

Pembentukan Tentara Cyber Indonesia Tunggu Pemberlakuan UU Cyber Defense

Meskipun telah berencana untuk membentuk pasukan pertahanan cyber, namun Kementerian Pertahanan Republik Indonesia masih menunggu penyusunan Undang-Undang yang khusus menangani masalah cyber defense. Sampai saat ini Indonesia belum memiliki udang-undang cyber defense sehingga pembentukan tentara perang digital masih belum bisa direalisasikan.
Pasukan Cyber. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Pasukan Cyber. (ilustrasi)
Menanti Gebrakan Tentara Cyber Indonesia

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan berencana untuk membuat tentara cyber. Pasukan inilah yang nantinya bertugas menjaga keutuhan NKRI di dunia maya. Berbagai jenis serangan cyber memang sudah mulai sering terjadi di Indonesia. Bahkan sekitar tiga pekan lalu, situs Kementerian Pertahanan sempat diretas oleh hacker yang belum diketahui identitasnya. Tak ingin jadi bulan-bulanan di dunia maya. Pemerintah pun segera berbenah, salah satunya mulai muncul wacana soal memperkuat pertahanan cyber. "Saat ini kita memang tidak punya Undang-undang soal cyber defense, yang ada sekarang ini Undang-undang Cyber Crime melalui UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)," jelas Pos M. Hutabarat, Dirjen Potensi Keamanan Kementerian Pertahanan.

Nah, untuk mempertahankan keutuhan NKRI, Pos merasa aturan terkait pertahanan cyber itu harus segera direalisasikan. "Ini harus segera dibentuk, karena dari ini kemudian kita bisa membuat cyber army," tambah Pos, usai berdiskusi di acara bertajuk 'Menghadapi Tantangan di Era Cyber Security' di Pullman Hotel, Rabu (28/5/2013).

Tentara cyber yang dimaksud Pos adalah pasukan militer yang memang diberi pengetahuan khusus soal seluk beluk dunia maya. Dengan demikian, pasukan ini bisa menangkis atau melakukan serangan cyber ketika dibutuhkan.

Cyber army memang bukanlah hal baru dalam dunia militer. Negara adidaya seperti Amerika Serikat, China, Korea Selatan, sampai Iran sudah memiliki tentara cyber yang besar dan handal. Bahkan beberapa di antaranya memang mengemban misi khusus kenegaraan. Tentara seperti itulah yang diidamkan Kementrian Pertahanan Republik Indonesia. Sayang, Pos belum bisa memprediksi kapan para tentara cyber di Indonesia bisa segera terbentuk. "Tunggu undang-undang itu selesai, yang jelas tidak dalam 3 tahun ini," tandasnya.

inet.detik.com