Cari di Blog Ini

Selasa, 18 September 2012

Rudal Nuklir Hatf-VII Babur Buatan Pakistan Mampu Melakukan Manuver Siluman

Hatf-VII Babur
Hatf-VII Babur, generasi rudal jelajah berhulu ledak nuklir ini telah diproduksi Pakistan sejak tahun 2005. Diduga desain dasar Hatf-VII Babur menggunakan rudal jelajah BGM-109 Tomahawk. Sampel Tomahawk diambil ketika 6 rudal Tomahawk jatuh di wilayah Pakistan karena mengalami kerusakan saat AS menggunakannya untuk menghantam sasaran di Afghanistan pada tahun 1998. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Rudal Nuklir Hatf-VII Babur Buatan Pakistan Mampu Melakukan Manuver Siluman.
Pakistan Uji Coba Rudal Nuklir yang Bisa Menyusup bak Pesawat Siluman

Otoritas Pakistan kembali melakukan uji coba rudal jelajah yang mampu mengangkut hulu ledak nuklir. Rudal ini memiliki kemampuan 'menyusup' layaknya pesawat siluman.

Rudal yang diberi nama Hatf-VII Babur ini memiliki jarak jangkauan hingga 700 km. Kelebihan rudal ini yakni, mampu terbang rendah dan mampu menjangkau segala macam dataran sehingga mampu menyerang target baik yang ada di darat maupun laut dengan tingkat akurasi yang baik. Kemampuan rudal ini untuk menjangkau segala macam dataran, membuatnya lebih gesit dan mampu untuk menghindari radar. Demikian seperti dilansir Pakistan Today, Senin (17/9/2012).

Uji coba rudal yang dilakukan untuk pertama kalinya dalam 3 bulan terakhir ini, dilakukan dengan menggunakan alat peluncur rudal bernama 'Multi Tube Missile Launch Vehicle' (MLV). Alat ini mampu meningkatkan kemampuan rudal Babur untuk menjangkau target secara akurat.

Akhir Juni lalu, Pakistan melakukan uji coba rudal. Terhitung ada 5 kali uji coba rudal dalam waktu 6 minggu, yang disebabkan oleh kompetisi dengan negara tetangganya, India, yang lebih dulu sukses meluncurkan rudal Agni V yang diklaim mampu membawa hulu ledak nuklir ke wilayah China.

Sejak merdeka dari Inggris pada tahun 1947 silam, India dan Pakistan terlibat 3 kali perang. Sejak tahun 1998, masing-masing negara telah melakukan serangkaian uji coba rudal dalam rangka menunjukkan kemampuan senjata nuklir masing-masing.

Analisis pertahanan menilai, strategi pertahanan India lebih fokus kepada China. Sedangkan Pakistan merasa khawatir dengan negara-negara tetangganya di sebelah timur, yakni India.

news.detik.com

Marder 1A3, Tank Tempur Medium Buatan Jerman

Tank Marder 1A3. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Tank Marder 1A3
Marder 1A3 adalah salah satu varian dari tank medium atau yang lebih tepat disebut sebagai kendaraan tempur infanteri (IFV / Infantry Fighting Vehicle) Marder 1 yang diproduksi oleh perusahaan Rheinmetall Landsysteme.

Sebagai kendaraan tempur infanteri lapis baja, Marder dioperasikan oleh Angkatan Darat Jerman sebagai senjata utama Panzergrenadiere (infanteri mekanik) dari tahun 1970-an sampai saat ini. Hingga sekarang Marder telah terbukti sebagai IFV yang tangguh. Oleh karena itu tidak salah jika Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memilih Marder sebagai bagian dari arsenal tempur TNI. Menurut informasi dari Kemhan RI, penandatanganan kontrak pembelian 50 unit tank Marder 1A3 dan 10 tank pendukungnya dilakukan pada akhir September 2012 (baca: 50 Tank Marder 1A3 Akan Perkuat Arsenal Tempur TNI).

Varian pertama Marder mulai dikembangkan pada Januari 1960 dan produksi pertamanya diterima oleh militer Jerman pada tanggal 7 Januari 1971. Produksi kendaraan tempur ini terus berlanjut hingga tahun 1975, tidak kurang dari 2.136 unit Marder telah diproduksi.

Pada tahun 1975 rudal Milan (rudal anti tank) mulai digunakan pada kendaraan tempur Marder. Tapi saat itu penembakannya masih secara konvesional. Petugas (komandan tank) muncul dari kubah sambil memanggul peluncur rudal Milan lalu menembakan rudal tersebut. Lalu antara tahun 1977 dan 1979 peluncur rudal ini mulai dipasang sebagai bagian dari persenjataan Marder.

Lalu, apa kelebihan yang dimiliki varian Marder 1A3 yang tidak lama lagi akan memperkuat jajaran tempur TNI?

Program upgrade atau modifikasi peningkatan varian 1A3 dimulai pada tahun 1988. Saat itu ada sekitar 2.100 unit Marder 1A1 dan 1A2 yang akan diupgrade oleh militer Jerman. Proyek ini dikerjakan oleh perusahaan Thyssen-Henschel. Tank Marder yang telah diupgrade menjadi varian Marder 1A3 kembali diterima militer Jerman pada tanggal 17 November 1989. Upgrade tersebut meliputi:
  • Penambahan lapisan baja pelindung hingga seberat 1.600 kg untuk melindungi Marder dari tembakan meriam 2A42 kaliber 30 mm dari BMP-2 buatan Rusia.
  • Modifikasi pada akses kompartemen personil infanteri.
  • Suspensi diperkuat, sistem pengereman baru dipasang, gearbox disesuaikan. Sistem pemanas digantikan dengan sistem pemanas berbasis air.
  • Modifikasi pada Turret meriam.
  • Keseluruhan modifikasi tersebut membuat Marder memiliki bobot 35.000 kg.
Varian Marder 1A3 inilah yang merupakan varian terbanyak digunakan oleh Angkatan Darat Jerman.

Sebagai kendaraan tempur, Marder bisa melintasi air hingga kedalaman 1,5 meter. Jika dilengkapi dengan peralatan tambahan, kendaraan tempur ini bisa melintasi air berkedalaman hingga 2,5 meter. Marder menggunakan roda penggerak yang dipasangi trek Diehl dengan bantalan karet.

Sejak awal kemunculannya hingga saat ini ada beberapa varian Marder yang telah diproduksi. Diantarannya adalah:
  • Marder 1 (1971 -) : Marder 1 dengan Milan: sebuah peluncur rudal Milan memang cocok untuk semua Marder antara 1977 dan 1979.
  • Marder 1A1 (+) (1979-1982) : Menggunakan 2 meriam otomatis kaliber 20 mm sehingga memungkinkan pengisian amunisi secara bergantian, peralatan penglihatan malam termasuk intensifier gambar dan imager termal. Kapasitas Infanteri dikurangi menjadi lima. Diterapkan pada 674 kendaraan Marder antara tahun 1979 dan 1982.
  • Marder 1A1 (-) (1979-1982) : sebagai A1 (+) tanpa imager termal. Sejumlah 350 Marder diupgrade ke varian ini.
  • Marder 1A1A3 : merupakan upgrade dari varian A1 dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A1A sebagai 1 A1 tetapi tanpa peralatan penglihatan malam pasif. Sejumlah 1.112 unit Marder diupgrade ke varian ini.
  • Marder 1A1A4 : Varian Marder A1A dengan dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A1A2: Marder yang dikonversi dari varian A1 dengan turret milik varian A2
  • Marder 1A1A5: Upgrade varian A1A2 dengan dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A2 (1984-1991): Antara tahun 1984 dan 1991, semua Marder milik Jerman diupgrade ke varian A2 ini, modifikasi substansial termasuk suspensi, tangki bahan bakar, sistem pendingin dan air-jet sistem pembersihan. Selain pemasangan sistem peninjauan baru, tak lagi menggunakan peralatan pencari cahaya inframerah. Semua Marder Jerman dilengkapi dengan pencitra termal kecuali untuk lebih dari 674 unit Marder A1 yang memang sudah memiliki perangkat ini.
  • Marder 1A2A1 : Varian 1A2 dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A3 (1988–1998)
  • Marder 1A4 : Varian 1A3 dengan perlengkapan radio kriptografi SEM 80/90.
  • Marder 1A5 (2003-2004) : Tambahan pelindung lapis baja dan renovasi pada interior untuk melindungi personil dari cedera akibat ledakan dan hentakan saat melindas ranjau. Hanya diterapkan pada 74 unit varian 1A3.
  • Marder 1A5A1 (2010-2011) : Dilengkapi dengan sistem pendingin udara, jammer untuk IED dan multi-spektral kamuflase. Pada bulan Desember 2010 sepuluh unit Marder diupgrade ke varian ini, kemudian dilanjutkan pada 25 unit pada Agustus 2011.
Meskipun telah dioperasikan dalam jumlah besar selama 38 tahun, tank Marder baru memperoleh pengalaman tempur sesungguhnya yang pertama kali saat melindungi sebuah pos tentara Jerman dari serangan gerilyawan Taliban yang berlokasi di Distrik Chahar Dara, provinsi Kunduz, Afghanistan, pada Juli 2009. Aksi Marder pada pertempuran tersebut telah membunuh dan dan melukai puluhan anggota gerilyawan Taliban. Setelah kejadian itu, tank Marder juga beberapa kali terlibat dalam pertempuran.

Spesifikasi IFV Marder 1 :
  • Produsen : Rheinmetall Landsysteme, Jerman
  • Bobot : 28,5 ton (varian 1A1/A2), 33,5 ton (varian 1A3), 37,4 ton (varian 1A5)
  • Panjang : 6,79 m
  • Lebar : 3,24 m
  • Tinggi : 2,98 m
  • Personil : 3 awak tank dan 7 personil infanteri
  • Proteksi : Baja setebal 20 hingga 25 mm
  • Senjata Utama : Meriam otomatis Rheinmetall MK 20 Rh 202 kaliber 20 mm, rudal anti tank MILAN
  • Senjata Tambahan : Senapan Mesin MG3 kaliber 7,62 mm
  • Mesin Penggerak : Diesel MTU MB 833 Ea-500 600 hp (441 kW)
  • Rasio Tenaga Mesin dan Berat Kendaraan : 21,1 hp/ton
  • Transmisi : RENK HSWL 194
  • Suspensi : Torsion bar
  • Ground Clearance : 0,45 m
  • Kapasitas Tangki BBM : 652 liter
  • Jarak Jangkau : 520 km
  • Kecepatan Maksimum : 75 km/jam (varian 1A2) dan 65 km/jam (varian 1A3)
wikipedia.org

Senin, 17 September 2012

50 Unit Tank Marder 1A3 Akan Perkuat Arsenal Tempur TNI

Marder 1A3
Marder 1A3, tank tempur kelas menengah produksi Rheinmetall Landsysteme, Jerman. Tank Marder 1A3 yang berbobot 33,5 ton ini akan menjadi rujukan bagi Indonesia untuk memproduksi tank medium sendiri. Setelah Jerman dan Chili, Indonesia akan menjadi negara ketiga yang menggunakan tank jenis Marder buatan Jerman. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | 50 Unit Tank Marder 1A3 Akan Perkuat Arsenal Tempur TNI.
Indonesia Akan Beli 50 Unit Tank Marder

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) tidak hanya membeli 103 unit tank tempur utama (MBT) Leopard dari Jerman, tetapi juga akan membeli 50 unit tank medium Marder 1A3, dan 10 unit tank pendukung. Keterangan pers dari Kemhan yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis, menyebutkan finalisasi penandatanganan kontrak diharapkan bisa dilakukan akhir September 2012.

Terkait pengadaan ini, pada Rabu (12/9) Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Mayjen TNI R Ediwan Prabowo, dan Kepala Bidang Opini Pusat Komunikasi Publik (Kabid Opini Puskom Publik) Kemhan Kolonel Arh Sugandi Agus, menerima kunjungan Kuasa Usaha Jerman untuk Indonesia yang diwakili Heeidrun Tempel di Kantor Kemhan, Jakarta.

Wamenhan menuturkan bahwa tank yang dibeli dari Jerman adalah 103 unit tank tempur utama (main battle tank/MBT) Leopard, tank jenis Marder 1A3 sebanyak 50 unit, dan Tank pendukung 10 unit. "Pihak Rheinmetall (produsen) akan berada di Indonesia untuk finalisasi penandatanganan kontrak yang akan dilaksanakan pada minggu ke empat September 2012," paparnya.

Menurut dia, pihak Rheinmetall telah mempersiapkan pengiriman perdana MBT Leopard sesuai dengan target Kemhan. Kemhan semula mengharapkan agar pada peringatan hari ulang tahun (HUT) TNI pada 5 Oktober mendatang, sebagian Leopard sudah bisa dipamerkan di Indonesia. Namun, terdapat beberapa hal terkait administrasi dan logistik yang perlu diselesaikan oleh pihak Rheinmetall dengan Kemhan. Sehingga, MBT Leopard dapat tiba di Indonesia pada awal November 2012 bertepatan dengan pameran Industri pertahanan "Indo Defence 2012".

Sjafrie juga menyampaikan "High Level Committee" (HLC) yang dipimpinnya akan berkunjung ke Jerman untuk bertemu dengan "Chief Executive Officer" (CEO), baik pabrik Rheinmetall maupun Grob untuk meninjau kesiapan produksi lainnya dari kedua pabrik industri pertahanan Jerman di Frankfurt pekan depan. Sementara itu, kuasa usaha Jerman Heeidrun Tempel berjanji akan membantu pihak Indonesia dalam hubungan "Government to Government". Pihak kedutaan besar Jerman juga akan membantu menginformasikan rencana kunjungan kerja tim HLC kepada pihak-pihak terkait di Jerman, baik pihak industri pertahanan yaitu pabrik Rheinmetall dan Grob maupun pemerimah Jerman.

Pengadaan Marder disebut-sebut sebagai langkah pemerintah untuk melakukan produksi tank medium sendiri di masa depan dengan merujuk tank jenis ini.

www.kemhan.go.id

MBDA Berhasil Uji Coba Senjata Laser Energi Tinggi Berkekuatan 40 kW

Laser MBDA
Laser MBDA, dengan perangkat ini sinar laser berkekuatan 40 kW berhasil ditembakan dan menghancurkan target. Mungkin dalam waktu tidak lama lagi, senjata laser dapat digunakan dalam medan tempur. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | MBDA Berhasil Uji Coba Senjata Laser Energi Tinggi Berkekuatan 40 kW.
MBDA Jerman telah berhasil melakukan uji coba penembakan sinar laser energi tinggi yang mencapai kekuatan 40 kW. Laser berkekuatan tinggi yang dipatenkan sebagai laser serat (fiber) itu berhasil menunjukkan kinerjanya dengan baik. Diantaranya adalah mampu membakar mortir dalam waktu beberapa detik. Selain itu, laser tersebut juga mampu menembus pelat baja setebal 40 mm dalam beberapa detik. Penembakan pada sasaran bergerak juga berhasil dilakukan.

Pada uji coba tersebut, berkas sinar laser menunjukkan kualitas yang baik dan presisi yang akurat dengan menggabungkan berkas sinar individual. Ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan target dapat dihancurkan dengan cepat dan andal. "Senjata laser berkekuatan tinggi dapat segera memberikan jawaban atas ancaman konvensional dan asimetris pada misi militer. Laser dapat berkontribusi besar untuk melindungi pasukan. Senjata laser ini memiliki akurasi tembak yang tinggi, murah dalam pengoperasiannya dan mampu menghindari kerusakan kolateral," kata Peter Heilmeier, kepala divisi bisnis dan pemasaran MBDA.

MBDA telah melakukan serangkaian uji coba penembakan senjata laser sejak tahun 2008. Pada tahun 2011 lalu, mereka telah berhasil membuat sinar laser berkekuatan 10 kW dengan kualitas sinar laser yang baik. Selanjutnya, dari bulan September hingga Oktober 2012, MBDA akan kembali melakukan uji coba di Oberjettenberg, Jerman. Kali ini target yang akan ditembak adalah benda terbang. Uji penembakan pada obyek terbang ini adalah yang pertama kali.

Pengembangan lebih lanjut senjata laser ini dibiayai sendiri oleh MBDA. Namun demikian sebagian biaya juga akan ditanggung oleh Kantor Pengadaan dan Teknologi Pertahanan Federasi Jerman (BWB).

www.defencetalk.com

Minggu, 16 September 2012

B-1 Lancer, Pesawat Pembom Strategis Angkatan Udara AS

B-1 Lancer adalah pembom strategis bersayap variabel (dapat dilipat) dan didukung oleh 4 unit mesin jet. Satu-satunya lembaga militer di dunia yang mengoperasikan pesawat ini adalah Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF / United States Air Force) yang hingga saat ini masih mengaktifkan 65 unit pesawat B-1B Lancer. Menurut rencana, AS akan terus mengoperasikan armada B-1 Lancer setidaknya hingga tahun 2028 atau 2030.

B-1 Lancer (Gambar 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
B-1 Lancer (Gambar 1).

B-1 Lancer (Gambar 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 2.

B-1 Lancer (Gambar 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 3.

B-1 Lancer (Gambar 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 4.

B-1 Lancer (Gambar 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Gambar 5.
Pada tahun 1960, awalnya B-1 diinginkan sebagai pesawat bomber supersonik berkecepatan Mach 2 serta memiliki jarak jangkau jauh dan daya angkut persenjataan dalam jumlah besar untuk menggantikan pesawat pembom strategis generasi sebelumnya, B-52 Stratofortress. Namun dikemudian hari pesawat pengganti ini dikembangkan sebagai B-1 Lancer yang memiliki kecepatan Mach 1,25 dengan kemampuan penetrasi rendah.

Sebenarnya pada tahun 1957 USAF telah memilih B-70 Valkyrie untuk menggantikan B-52 Stratofortress. B-70 Valkyrie digerakkan oleh 6 mesin jet sehingga pesawat ini mampu melesat dengan kecepatan Mach 3 pada ketinggian 21.000 meter. Kemampuan ini membuat B-70 Valkyrie bisa menghindari pesawat pencegat namun riskan menghadapi tembakan rudal permukaan-ke-udara dan deteksi radar. Hal ini sudah terjadi menimpa pesawat Lockheed U-2 yang ditembak jatuh pada tahun 1960. U-2 juga memiliki spesifikasi yang sama dengan B-70. Atas dasar ini USAF beralih ke proyek B-1 Lancer dengan pertimbangan saat itu rudal permukaan-ke-udara (SAM / Surface to Air Missiles) tidak efektif terhadap pesawat yang terbang rendah.

Pengembangan pesawat pembom ini sempat beberapa kali tertunda. Pada tahun 1970, 4 prototip B-1A sempat dibuat, namun proyek ini tidak dilanjutkan lagi. Hingga pada 10 tahun kemudian, pada awal 1980 kembali AS membutuhkan pesawat pembom dengan spesifikasi seperti pesawat B-1. Dan pesawat yang tertunda proyeknya itu hadir kembali dengan versi B-1B. Kali ini sudah dilengkapi dengan teknologi stealth yang membuatnya memiliki peningkatan kemampuan penetrasi yang dramatis. Sejak tahun 1986 armada B-1B Lancer dioperasikan oleh Komando Strategis USAF sebagai bomber nuklir.

Meskipun dikembangkan sebagai pesawat pembawa bom nuklir, namun sejak dasawarsa 1990-an B-1B Lancer digunakan juga untuk membawa bom konvensional. Misalnya dalam Operasi Desert Fox di tahun 1998 yang dilakukan oleh AS dan NATO. Penggunaan bom konvensional dengan pesawat B-1B Lancer juga dilakukan oleh militer AS dan NATO di Afghanistan, Kosovo dan Irak.

Hingga saat ini militer AS sangat mengandalkan 3 serangkai pesawat pembom strategisnya, yaitu B-1B Lancer, B-52 Stratofortress dan B-2 Spirit. Mungkin sebagian orang mengira bahwa huruf "B" pada nama pesawat-pesawat tersebut adalah singkatan dari "Bomber". Sebenarnya pesawat-pesawat itu disebut "Tulang" atau Bone yang ditulis dengan ejaan "B-One".

Dari awal pembuatannya hingga tahun produksi 1988, sejumlah 104 unit pesawat B-1 Lancer yang sudah dibuat. Beberapa diantaranya mengalami kecelakaan dan kerusakan, sebagian juga sudah ditempatkan pada beberapa museum. Hingga saat ini USAF masih mengoperasikan setidaknya 65 hingga 66 unit pesawat pembom strategis B-1B Lancer.

Ada beberapa varian dari pesawat B-1 Lancer, yaitu :
  • B-1A : Ini adalah desain B-1 asli dengan intake mesin variabel dan kecepatan tertinggi Mach 2,2. Ada 4 prototipe yang telah dibuat, namun produksi resminya tidak pernah dilaksanakan.
  • B-1B : Ini adalah pengembangan dari desain B-1 kemampuan minimalisir deteksi radar namun hanya memiliki kecepatan tertinggi Mach 1,25. Sebanyak 100 unit B-1B telah diproduksi.
  • B-1R : Varian ini adalah upgrade pada desain B-1B. B-1R akan dilengkapi dengan radar canggih,rudal udara-ke-udara, dan didukung mesin baru Pratt & Whitney F119. Varian ini akan memiliki kecepatan tertinggi Mach 2.2.
Spesifikasi Pesawat Pembom Strategis B-1B Lancer

Karakteristik Umum :
  • Awak : 4 orang (Pilot merangkap komandan pesawat, kopilot, petugas persenjataan ofensif, dan petugas persenjataan defensif)
  • Kapasitas angkut: 56.700 kg
  • Panjang : 44,5 m
  • Rentang Sayap : 41,8 m (posisi terbentang), 24,1 m (posisi terlipat)
  • Tinggi : 10,4 m
  • Luas Area Sayap : 181,2 m²
  • Airfoil : NA69-190-2
  • Berat Kosong : 87.100 kg
  • Berat Terisi : 148.000 kg
  • Berat Maksimum Lepas-Landas: 216.400 kg
  • Mesin Pendorong : 4 unit turbofan General Electric F101-GE-102
Kinerja :
  • Kecepatan Maksimum : Mach 1,25 atau 1.340 km/jam (pada ketinggian 15.000 m) dan Mach 0.92 atau 1.130 km/jam (pada ketinggian 60 m hingga 150 m)
  • Jarak Jangkau : 11.998 km
  • Radius Tempur : 5.543 km
  • Ketinggian Maksimum Penerbangan : 18,000 m
  • Daya Angkat Sayap : 816 kg/m²
  • Rasio Daya Dorong dan Berat : 0,38
Persenjataan :
  • 84 unit Mk-82 Air inflatable retarder (AIR) general purpose (GP) bombs
  • 81 unit Mk-82 low drag general purpose (LDGP) bombs
  • 84 unit Mk-62 Quickstrike sea mines
  • 24 unit Mk-65 naval mines
  • 30 unit CBU-87/89/CBU-97 Cluster Bomb Units (CBU)
  • 30 unit CBU-103/104/105 Wind Corrected Munitions Dispenser (WCMD) CBUs
  • 24 unit GBU-31 JDAM GPS guided bombs (Mk-84 GP or BLU-109 warhead)
  • 15 unit GBU-38 JDAM GPS guided bombs (Mk-82 GP warhead)
  • 48 unit GBU-38 JDAM (using rotary launcher mounted multiple ejector racks)
  • 48 unit GBU-54 LaserJDAM (using rotary launcher mounted multiple ejector racks)
  • 24 unit Mk-84 general purpose bombs
  • 12 unit AGM-154 Joint Standoff Weapon (JSOW)
  • 96 unit atau 144 unit GBU-39 Small Diameter Bomb GPS guided bombs
  • 24 unit AGM-158 Joint Air to Surface Standoff Munitions (JASSM)
  • 24 unit B61 nuclear variable-yield gravity bombs
  • 24 unit B83 nuclear gravity bombs
Avionik
  • 1 unit radar pasif oevensif AN/APQ-164
  • 1 unit radar peringatan AN/ALQ-161
  • 1 unit sistem menagemen pertahanan AN/ASQ-184
  • 1 unit Lockheed Martin Sniper XR
wikipedia.org

Sabtu, 15 September 2012

Hobart Class, Kapal Destroyer Generasi Baru Angkatan Laut Australia

Hobart Class, Kapal Destroyer Generasi Baru Angkatan Laut Australia. Kapal perusak kelas Hobart (Hobart Class Destroyer) atau disebut juga sebagai kapal Air Warfare Destroyer adalah kapal destroyer generasi baru yang akan digunakan oleh Angkatan Laut Australia.

Hobart Class Destroyer. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Hobart Class Destroyer.
HMAS Hobart adalah kapal perang jenis destroyer (perusak) generasi baru milik Angkatan Laut Australia yang sedang dalam proses pembuatan. Kapal ini bersama dua kapal sejenis yang akan menyusul dibangun, dikategorikan sebagai kapal AWD atau Air Warfare Destroyer. Selanjutnya generasi kapal perang baru ini masuk dalam kelas Hobart (Hobart Class Destroyer).

Hobart Class Destroyer dipersiapkan untuk menggantikan armada kapal perang fregat dari kelas Adelaide dan Perth. Meskipun sebutan AWD (Air Warfare Destroyer) menggambarkan misi utamanya sebagai kapal perang untuk mengantisipasi serangan pesawat tempur dan rudal, kapal destroyer baru ini juga memiliki kemampuan operasi anti kapal permukaan dan kapal selam serta memberikan bantuan tembakan untuk pasukan yang sedang beroperasi di kawasan pesisir.

Proyek AWD dimulai pada akhir tahun 2005 saat dibentuk AWD Alliance yang beranggotakan Defence Material Organisation, ASC (Australian Submarine Corporation), dan Raytheon. Sebagian besar proyek pembuatan kapal AWD ini dikerjakan oleh ASC yang bermarkas di Osborne, Adelaide, Australia Selatan. Namun desain kapal perang ini dikerjakan oleh Navantia dari Spanyol yang menggunakan kapal fregat kelas Álvaro de Bazan sebagai desain dasarnya. Rencana semula akan dibuat empat unit kapal AWD, namun akhirnya hanya tiga kapal yang akan dibuat.

Upacara peletakkan lunas pertama sebagai tanda diawalinya proyek pembuatan 3 kapal AWD ini telah dilakukan pada 6 September 2012 (baca: Australia Memulai Proyek Pembuatan Kapal Destroyer Senilai US$ 8 Miliar). HMAS Hobart (AWD 01) adalah kapal AWD yang pertama dibuat dan diestimasikan rampung pada Maret 2016. Kemudian menyusul HMAS Brisbane (AWD 02) yang direncanakan selesai pembuatannya pada September 2017, lalu HMAS Sydney (AWD 03) diharapkan selesai dibangun pada Maret 2019.

Spesifikai Kapal Air Warfare Destroyer atau Hobart Class Destroyer :

Karakteristik Umum :
  • Panjang : 147,2 meter
  • Lebar : 18,6 meter
  • Draft : 5,17 meter
  • Bobot : 6.250 ton
  • Bobot : 6.250 ton
  • Propulsi : 2 unit turbin gas 7LM2500-SA-MLG38 dan 2 unit mesin diesel Caterpillar Bravo 16 V Bravo
  • Kecepatan Maksimum : 28 knot (52 km/jam, 32 mph)
  • Jarak Jangkau : 9.300 km (5.800 mil laut) pada kecepatan 18 knot (33 km/jam, 21 mph)
  • Kapasitas Akomodasi : 234 orang
Radar dan Sensor
  • Radar S-band Raytheon AN/SPY-1D(V)
  • Radar X-band Northrop Grumman AN/SPQ-9B
  • Sistem kontrol tembakan Raytheon Mark 99
  • 2 unit radar navigasi X-band L-3 Communications SAM Electronics
  • Ultra Electronics Maritime Systems' Modular Multistatic Variable Depth Sonar System
  • Ultra Electronics Series 2500 electro-optical director
  • Sagem VAMPIR IR
  • Rafael Toplite
Perangkat Perang Elektronika dan Decoy
  • ITT EDO Reconnaissance and Surveillance Systems ES-3701 ESM radar
  • SwRI MBS-567A communications ESM system
  • Ultra Electronics Avalon Systems multipurpose digital receiver
  • Jenkins Engineering Defence Systems low-band receiver
  • 4 unit Nulka decoy launchers
  • 4 unit 6-tube multipurpose decoy launchers
Persenjataan :
  • Sistem peluncur vertikal : 48-cell Mark 41 untuk rudal RIM-66 Standard dan rudal RIM-162 Evolved Sea Sparrow
  • 2 unit peluncur rudal Harpoon (masing-masing berisi 4 rudal)
  • 1 unit meriam Mark 45 Mod 4 kaliber 127 mm
  • 2 unit peluncur torpedo Mark 32 Mod 9 untuk torpedo jenis Eurotorp MU90
  • 1 unit Phalanx CIWS
  • 2 unit meriam otomatis M242 Bushmaster
Fasilitas Landasan Udara :
  • 1 unit helikopter S-70B-2 Seahawk
wikipedia.org

Jumat, 14 September 2012

4.000 Prajurit Dan 23 Kapal Perang TNI-AL Dilibatkan Dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012

KRI Nanggala (402)
KRI Nanggala (402), kapal selam milik TNI-AL yang juga dilibatkan dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | 4.000 Prajurit Dan 23 Kapal Perang TNI-AL Dilibatkan Dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012.
TNI AL Akan Tembakkan Rudal Kapal Selam di Laut Jawa

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Untung Suropati mengungkapkan, TNI Angkatan Laut akan melaksanakan latihan perang secara besar-besaran di laut Jawa selama satu bulan (23 September s.d. 23 Oktober 2012). Latihan perang laut yang diberi sandi Armada Jaya XXXI/2012 akan melaksanakan penembakan berbagai macam senjata strategis, antara lain peluncuran peluru kendali Torpedo Sut sasaran permukaan baik dari kapal selam KRI Nanggala-402 maupun kapal perang jenis Patrol Ship Killer KRI Ajak-653.

Latihan Armada Jaya XXXI/2012 di perairan Indonesia Kawasan Timur, mulai dari Laut Jawa hingga puncaknya dilaksanakan operasi amfibi berupa pendaratan pasukan pendarat Marinir di Sangatta, Kalimantan Timur. Seluruh kesenjataan TNI AL yang tergabung dalam SSAT yaitu kapal perang, pesawat udara, Marinir dan Pangkalan akan digelar pada latihan puncak TNI AL ini, tegas Kadispenal Laksamana Pertama TNI Untung Suropati, seusai mengikuti paparan Rencana Garis Besar Latihan Armada Jaya XXXI/2012, Kamis (13/9) di Mabes TNI AL Cilangkap, Jakarta Timur.

Latihan ini merupakan salah satu aktualisasi tentang kesiapan TNI AL dalam melaksanakan Operasi Amfibi, Operasi Laut Gabungan dan Operasi Pendaratan Administrasi di perairan timur yurisdiksi nasional dalam rangka menjaga dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada latihan ini, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno bertindak selaku Pemimpin Umum Armada Jaya XXX/2012, sedangkan Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Arief Rudianto, S.E. sebagai Direktur Latihan.

Dalam Armada Jaya XXXI/2012 ini akan dilaksanakan berbagai rangkaian kegiatan latihan dengan melibatkan kurang lebih empat ribu personel, 23 kapal perang berbagai jenis (Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda), delapan pesawat udara, satu Brigade Pasukan Pendarat Marinir beserta 93 kendaraan tempur lengkap dengan logistiknya.

Latihan dilaksanakan dua tahap yaitu geladi Posko termasuk gelar pasukan tanggal 23 September s.d. 7 Oktober 2012 dan gladi lapangan tanggal 9 s.d. 23 Oktober 2012 guna menguji kemampuan perencanaan Operasi Amfibi, Operasi Laut Gabungan dan Operasi Pendaratan Administrasi. Setelah serbuan amfibi berakhir dan pantai pendaratan dinyatakan dikuasai, akan digelar bakti sosial yang didukung kapal perang rumah sakit KRI dr. Soeharso-990.

Menurut Kadispenal, konstelasi geografis Indonesia merupakan negara kepulauan (Archippelagic State) terbesar di dunia, memiliki wilayah laut yang luas dan berbatasan langsung dengan wilayah perairan negara tetangga, apabila kita tidak mengelola dan memanfaatkannya dengan baik maka akan berpeluang munculnya konflik. Permasalahan perbatasan yang sampai saat ini masih mencuat di permukaan, menjadikan pelajaran bagi kita untuk selalu waspada dan siap untuk mempertahankan serta menjaga setiap jengkal wilayah yurisdiksi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

TNI Angkatan Laut sebagai alat pertahanan negara di laut dituntut kesiapannya dalam menghadapi dan mengantisipasi berbagai bentuk ancaman yang dapat mengganggu keamanan dan kedaulatan NKRI. Kesiapan TNI AL berupa tampilan kemampuan dan kekuatan alutsista yang andal, kesiapsiagaan operasional seluruh komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dan profesionalisme prajurit Matra Laut. Hasil dari kegiatan pembinaan tersebut diukur melalui latihan puncak TNI AL yakni Armada Jaya.

Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak bagi TNI AL dan dilaksanakan setiap tahun di wilayah yang berbeda, bahkan diusahakan seluruh pantai yang ada di Indonesia ini pernah dijadikan sebagai daerah latihan. Dengan menggelar latihan di daerah tersebut akan menjadi salah satu referensi bagi TNI AL, jika sewaktu-waktu dibutuhkan operasi sebenarnya.

www.poskotanews.com

Kamis, 13 September 2012

Spesifikasi Pesawat UAV Militer Rancangan BPPT

Alap-Alap Double Boom
Alap-Alap Double Boom, salah satu tipe dari 5 varian pesawat UAV yang telah dibuat oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Spesifikasi Pesawat UAV Militer Rancangan BPPT.
Pesawat Pengintai Buatan Indonesia, Seberapa Canggih?

Kecil-kecil, Alap-alap dan Sriti bak cabai rawit, pantang diremehkan. Pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle) atau dalam Bahasa Indonesia, pesawat udara nir awak (PUNA) itu memang ukurannya kecil, bentang sayapnya saja kurang dari 4 meter. Tapi, perannya akan sangat besar, terutama menjaga pertahanan wilayah Negara Republik Indonesia dari musuh, kapal asing yang menyelonong masuk, juga teroris. Dan yang paling membanggakan, Alap-alap dan Sriti adalah produk buatan Indonesia, bukan impor. PUNA tipe Sriti sempurna untuk kebutuhan taktis pasukan atau jenis short range, sementara Alap-alap untuk operasi surveillance dan reconnaissance.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Marzan A. Iskandar mengatakan bahwa pihaknya segera memproduksi pesawat tanpa awak itu . Tak sekedar prototipe. "Sekarang kami sedang finalisasi pesawat itu untuk kepentingan pengintaian dan operasi," katanya usai penganugerahan BJ Habibie Technology Award 2012 di Aula BPPT, Jakarta, Rabu 12 September 2012.

Setidaknya ada dua manfaat dari pesawat tanpa awak made in Indonesia itu. Untuk kepentingan pertahanan -- yang salah satunya mengawasi kapal asing yang masuk wilayah Indonesia – juga untuk kepentingan sipil. "Pada waktu lalu, pesawat ini digunakan untuk mendukung pembuatan hujan buatan," kata Marzan.

Bulan September ini akan dilakukan uji coba bersama dengan Kementerian Pertahanan. "Uji coba akan dilakukan di Halim Perdanakusuma. Setelah itu baru produksi diputuskan dan seberapa banyak keperluannya," katanya.

Pesawat tanpa awak yang dikembangkan oleh BPPT sesungguhnya sudah muncul dalam lima varian. Tiga merupakan jenis pesawat UAV untuk survei pemetaan sementara dua varian untuk kepentingan pertahanan. Pesawat ini akan dipakai oleh Kementerian Pertahanan maupun TNI.

Selain Alap-alap dan Sriti, sebelumnya ada Pelatuk, Wulung, dan Gagak. Wulung cocok untuk misi pemantauan high altitude. Antara lain, pemotretan udara pada area yang sangat luas, pengukuran karakteristik atmosfer, dan pemantauan kebocoran listrik pada kabel listrik tegangan tinggi. Sementara, Gagak cocok untuk misi pemotretan dari udara pada jangkauan luas. Dan Pelatuk cocok untuk misi pemotretan udara pada area kecil, pengintaian jarak dekat suatu sasaran, pemantauan hutan, pemantauan laut dan pantai.

Spesifikasi

Seperti apa pesawat pengintai tanpa awak buatan Indonesia? BPPT menjelaskan, pesawat tanpa awak buatan Indonesia akan didesain dengan konsep autopilot dan autonomous. Pesawat ini bergerak secara otomatis melalui kendali Ground Control System (GCS). "Jadi tetap terkendali, pesawat nggak bisa kemana-mana, sesuai dengan kendali program di GCS," jelas Agus Suprianto, staf engineering Unit Kerja Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan Kedeputian Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT di Jakarta, Rabu 12 September 2012.

Untuk Alap-Alap Double Boom dan Sriti, keduanya secara fisik lebih kecil dibandingkan pesawat tanpa awak untuk kepentingan survei pemetaan lainnya. Kemampuan tinggi terbang maksimumnya juga lebih rendah dari pesawat survei pengamatan. "Pesawat pengintai mampu terbang 7.000 kaki, agar lebih jelas dalam meningkatkan performa fokus pengintaian, pembajakan ilegal logging, pembajakan kapal, jadi lebih ke teknologi pertahanan," tambah Agus. Dan pastinya tidak berisik dan menarik perhatian.

Untuk memotret objek pengintaian, pesawat khusus ini dilengkapi dengan kamera video buatan SONY. Kamera ini yang beratnya mencapai 9 kg ini, menurut Agus, memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan kamera biasa maupun kamera profesional. Ia melanjutkan, pesawat akan bisa melakukan pengintaian selepas proses climbing di udara. "Jadi tahapannya, setelah take off, kan climbing, nah setelah itu pesawat baru bisa merekam objek pengintaian. Selama gerak bisa dilakukan pengamatan objek," paparnya.

Sementara untuk pengiriman data pengintaian, dua pesawat ini sudah dilengkapi dengan sensor yang langsung terhubung dengan GCS di daratan. Sementara, data bersifat real time, dapat langsung diolah di pusat kendali. "Ini merupakan generasi perintis, generasi awal pesawat tanpa awak di Indonesia," ujarnya. Pesawat khusus ini akan dipakai oleh Kementerian Pertahanan dan TNI. "Ini masih disesuaikan, semakin kecil semakin lincah," kata Agus.

Hal ikhwal pesawat tanpa awak pernah jadi perdebatan seru di awal 2012. Terkait wacana Kementerian Pertahanan membeli empat pesawat tanpa awak dari Kital Philippine Corporation (KPC). Pesawat intai tersebut mengkombinasikan mesin dari Italia, infrastruktur dari Filipina, dan teknologi dari Israel. Wacana itu mendapat tentangan dari Anggota DPR, salah satunya Anggota Komisi I DPR dari Partai Gerindra, Ahmad Muzani yang meminta rencana pembelian pesawat tanpa awak tersebut dibatalkan karena Indonesia sudah bisa mempunyai produk serupa. "Bahkan dibeli negara tetangga seperti Malaysia," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 26 Maret 2012.

Spesifikasi Alap-Alap Double Boom :
  • Bentang sayap : 3,510 m
  • Konfigurasi: inverted v-tail high wibng dan double boom
  • Berat kosong: 8,5 Kg
  • Berat payload: 2,5 Kg
  • Berat maksimum take off, MTOW : 18 Kg
  • Kecepatan jelajah : 55 Knots
  • Lama terbang : 5 jam
  • Jangkauan terbang : 140 Km
  • Tinggi terbang maksimum: 7.000 kaki
Spesifikasi Sriti :
  • Bentang Sayap : 2,988 m
  • Konfigurasi: flying wing
  • Berat kosong: 6 Kg
  • Berat payload: 2 Kg
  • Berat Maksimum Take Off, MTOW : 8,5 Kg
  • Kecepatan jelajah : 30 Knots
  • Lama terbang : 1 jam
  • Jangkauan terbang : 5 Nautical mile
  • Tinggi terbang maksimum: 3.000 kaki
fokus.news.viva.co.id

Rabu, 12 September 2012

Filipina Lirik Pesawat Patroli Buatan Indonesia

CN-235 MPA
CN-235 MPA, jenis pesawat patroli maritim buatan PT Dirgantara Indonesia yang diminati Angkatan Bersenjata Filipina. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Filipina Lirik Pesawat Patroli Buatan Indonesia.
Filipina Lirik Pesawat Patroli Buatan Indonesia

Manila. Pada Senin (10/9/2012) lalu, juru bicara Departemen Pertahanan Nasional Filipina Peter Paul Galvez mengatakan bahwa Indonesia bisa menjadi sumber lain dalam pengadaan pesawat patroli untuk Filipina sebagai bagian dari program modernisasi Angkatan Bersenjata.

Sebuah sumber militer mengatakan, Filipina secara khusus mengincar CN-235, pesawat jarak menengah bermesin ganda buatan Indonesia, selain pesawat Alenia C-27J Spartan buatan Italia. "Ini semua dalam proses negosiasi. Proyek ini masih dipelajari lebih lanjut," kata Galvez

"Beberapa produsen pesawat kami pertimbangkan untuk pengadaan pesawat yang paling sesuai untuk tujuan kami. Indonesia adalah termasuk salah satu produsen yang kami pertimbangkan," tambah Galvez.

Lebih lanjut Peter Paul Galvez mengatakan bahwa pesawat patroli tersebut akan digunakan untuk pengawasan maritim dan misi keamanan. Saat ini Filipina menggunakan pesawat latih militer Aermacchi S-211 untuk patroli maritim.

Selain pengadaan pesawat patroli, militer Filipina juga merencanakan untuk membeli pesawat tempur. Untuk kebutuhan ini Filipina sedang mempertimbangkan KAI T-50 Golden Eagle buatan Korea Selatan, pesawat supersonik latih militer yang juga mampu digunakan sebagai pesawat tempur multi-peran.

www.abs-cbnnews.com

Selasa, 11 September 2012

Pesawat C-295 Pesanan TNI Direncanakan Segera Tiba Di Indonesia

C-295
C-295, jenis pesawat angkut yang dipesan TNI dari PT Dirgantara Indonesia dan Airbus Military untuk menggantikan armada pesawat Fokker 27. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Pesawat C-295 Pesanan TNI Direncanakan Segera Tiba Di Indonesia.
Pesawat C-295 Akan Tiba di Halim

Empat penerbang TNI Angkatan Udara dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma akan tiba di Jakarta dengan membawa pesawat C-295 tanggal 21 September mendatang. Keempat penerbang itu yakni Letkol Pnb Elistar Silaen Komandan Skadron Udara 2 Lanud Halim, Mayor Pnb Destianto, Mayor Pnb Trinanda dan Kapten Pnb Reza Fahlifie.

Saat ini mereka masih berada di Air Bus Military, Sevilla, Spanyol untuk menjalani Training dengan menggunakan pesawat C-295 Air Bus Military selama kurang lebih tiga Bulan dari Bulan Juli sampai September 2012. "Saat ini program training kami sudah melaksanakan latihan simulator sebanyak 48 jam, mulaidari tanggal 5 Sepember kami sudah flight training degan pesawat C-295 Air Bus Military , dan rencana training sampai dengan tgl 14 September" ujar Komandan Skadron 2 Letkol Pnb Elistar Silaen.

Lebih lanjut Komandan Skadron Elistar, mengatakan bahwa latihan training masing-masing pilot dilaksanakan Enam jam terbang. "Rencana ferry pesawat C- 295 Air Bus Military sementara tanggal 17 September dan tiba di Indonesia tanggal 21 September," ujarnya.

Selain Penerbang TNI Angkatan Udara dua penerbang Test Pilot dari PT Dirgantara Indonesia (DI) Ester Gayatri saleh dan Novirsta Mafriando Rusli serta satu Flight Test Engineer Heru Riadhi Soenardi juga melakukan training dengan menggunakan pesawat C-295 di Air Bus Military, Sevilla, spanyol.

Pesawat C-295 buatan Air Bus Military yang bekerja sama dengan PT DI direncanakan akan memperkuat jajaran TNI Angkatan Udara di Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma menggantikan operasional pesawat F-27 yang belum lama dinyatakan tidak boleh terbang. Indonesia telah menandatangani kontrak senilai Rp 2,9 triliun dengan Airbus Military untuk pembelian sembilan pesawat angkut C-295.

nasional.kompas.com

Senin, 10 September 2012

Pesawat UAV Predator MQ-9 Reaper Versi Upgrade Berhasil Diterbangkan

Predator MQ-9 Reaper
Predator MQ-9 Reaper, pesawat tempur tak berawak milik AS. Pada foto adalah pesawat sejenis yang dioperasikan AS di Afghanistan. PROKIMAL ONLINE | Pesawat UAV Predator MQ-9 Reaper Versi Upgrade Berhasil Diterbangkan.
Pesawat UAV Predator MQ-9 Reaper Versi Upgrade Berhasil Diterbangkan

Sebuah prototip pesawat tempur UAV Predator MQ-9 Reaper yang sudah menjalani peningkatan pada beberapa system telah berhasil menyelesaikan uji penerbangan pertamanya.

Pada Jumat (7/9/2012) lalu, pihak General Atomics Aeronautical Systems Inc (GA-ASI). mengatakan bahwa pesawat Predator Block 1-plus berhasil mengudara tanpa mengalami masalah pada awal musim panas di California. "Penerbangan pertama MQ-9 Block 1-plus yang desain dasarnya masih diambil dari pesawat Block-1 merupakan prestasi teknologi penting yang akan memberikan peningkatan efektifitas, fleksibilitas untuk berbagai misi, dan tingkat keandalan yang lebih tinggi," kata Frank Pace dari pihak Aircraft Systems Group, GA-ASI.

Pesawat tempur UAV ini mendapat tambahan fitur yang memberikan daya listrik yang lebih kuat, sistem komunikasi yang lebih aman, pendaratan otomatis, peningkatan pada bobot lepas-landas, integrasi yang lebih baik pada muatan, dan penggunaan persenjataan tambahan.

Pihak GA-ASI mengatakan bahwa pengembangan kemampuan dan konfigurasi pada versi Block 1-plus ini akan digunakan pada pesawat MQ-9 Block 5.

Beberapa peningkatan kemampuan pada MQ-9 Block 5 diantaranya penggunaan antena radio ganda ARC-210 VHF / UHF yang mampu melakukan komunikasi secara simultan antar pesawat maupun pesawat dengan petugas di darat, link data yang lebih aman, dan peningkatan pada kapasitas transmisi.

www.avionics-intelligence.com

Minggu, 09 September 2012

Rudal Antarbenua Terbaru Rusia Akan Memiliki Hulu Ledak Berbobot 5 Ton

Rudal Balistik Antarbenua Buatan Rusia
R-36M2 Voyevoda, rudal balistik antarbenua berhulu ledak nuklir milik Rusia yang disebut pihak NATO dengan nama SS-18 Satan. Rudal ini akan diganti dengan jenis rudal baru yang sedang dikembangkan Rusia. PROKIMAL ONLINE. Rudal Antarbenua Terbaru Rusia Akan Memiliki Hulu Ledak Berbobot 5 Ton.
Rudal antarbenua terbaru Rusia akan memiliki hulu ledak berbobot 5 ton

Seorang mantan pejabat militer Rusia pada Jumat (7/9/2012) lalu mengatakan bahwa rudal balistik antarbenua terbaru Rusia akan dirancang untuk memiliki hulu ledak berbobot 5 ton, empat kali lipat dari pendahulunya. "ICBM (Intercontinental Ballistic Missile) baru tersebut akan memiliki payload empat kali lebih besar dibanding jenis rudal sebelumnya. Rudal sebelumnya berbobot 45 ton dengan hulu ledak 1,2 ton. Rudal baru ini akan mampu membawa muatan seberat 5 ton," kata Jenderal Viktor Yesin (Purnawirawan) yang menjabat sebagai penasehat pada Russian Strategic Missile Forces (SMF), dan pernah menjabat sebagai kepala staf SMF pada tahun 1991-1993.

Lebih lanjut Viktor Yesin mengatakan bahwa rudal baru tersebut memiliki kemampuan lebih besar untuk penetrasi pertahanan rudal.

Kepala SMF Jenderal Sergei Karakayev pada Senin (3/9/2012) lalu mengatakan bahwa Rusia akan membangun sebuah ICBM baru pada tahun 2018. Rudal baru ini akan menggantikan rudal R-36M2 Voyevoda yang disebut oleh pihak NATO dengan nama SS-18 Satan.

Sejauh ini rudal balistik antarbenua yang dibuat oleh Rusia, baik yang diluncurkan dari kapal (Bulava) maupun yang diluncurkan dari daratan (Topol-M), menggunakan bahan bakar padat. Karakayev mengatakan bahwa ICBM baru tersebut akan menggunakan bahan bakar cair yang menghasilkan rasio berat dan daya dorong yang lebih baik.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa jika AS tidak membatalkan rencananya untuk membangun sistem pertahanan rudal di Eropa, Rusia akan mengambil tindakan pencegahan, termasuk rencana pembuatan rudal berbahan bakar propelan cair tersebut.

en.rian.ru

Sabtu, 08 September 2012

Australia Memulai Proyek Pembuatan Kapal Destroyer Senilai US$ 8 Miliar

Álvaro de Bazán class
Álvaro de Bazán class adalah kapal frigate milik Spanyol yang digunakan sebagai desain dasar pembuatan kapal AWD. Australia telah memulai pembuatan 3 unit kapal AWD yang diklaim memiliki kemampuan tempur lebih baik dibanding kapal jenis destroyer lainnya. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Australia Memulai Proyek Pembuatan Kapal Destroyer Senilai US$ 8 Miliar.
Australia Memulai Proyek Pembuatan Kapal Destroyer Senilai US$ 8 Miliar

Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith pada Kamis (6/9/2012) lalu telah menghadiri upacara peletakan lunas pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan kapal destroyer pertama buatan Australia. Jenis kapal perang pada proyek ini disebut Air Warfare Destroyer (AWD) yang rancang desainnya dikerjakan oleh perusahaan Navantia, Spanyol. 3 unit kapal AWD yang juga disebut Hobart Class Destroyer ini direncanakan akan dibuat dan keseluruhannya menelan biaya US$ 8 Miliar (Rp 76 triliun).

Pembangunan kapal perang AWD ini merupakan proyek pengadaan militer terbesar di Australia. Hampir sekitar 2.500 orang dilibatkan langsung pada proyek ini, termasuk 1.500 pekerja galangan kapal di Adelaide, Newcastle dan Melbourne.

Kapal AWD dirancang untuk memiliki kemampuan melindungi pasukan bersenjata Australia yang beroperasi di kawasan pesisir. Selain memiliki kemampuan defensif dan ofensif berlapis, AWD juga mendapatkan peningkatan pada kemampuan standar kapal destroyer seperti pertahanan udara, anti kapal selam dan permukaan.

Proyek AWD melibatkan pembuatan 90 blok baja yang terpisah (30 blok untuk setiap kapal) dan 3 blok sonar (1 blok untuk setiap kapal). Komponen-komponen kapal tersebut dibuat di sejumlah galangan kapal di Australia dan negara lain. Pabrikan kapal ASC di Adelaide akan menyelesaikan sebagian besar pembuatan kapal ini, dan selebihnya akan dikerjakan bersama oleh perusahaan BAE Systems di Melbourne, Forgacs di Newcastle dan Navantia di Spanyol.

Tiga kapal destroyer yang direncanakan dibangun itu adalah HMAS Hobart (AWD01) yang rencananya akan diselesaikan pembangunannya pada Maret 2016, HMAS Brisbane (AWD02) direncanakan selesai pembangunannya September 2017 dan HMAS Sydney (AWD03) pada Maret 2019.

www.defpro.com

Prestasi Internasional Para Petembak TNI Buktikan Kualitas Senjata Produksi Indonesia

SS2-V2
SS2-V2, varian senapan serbu yang menjadi produk unggulan PT Pindad, Bandung. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Prestasi Internasional Para Petembak TNI Buktikan Kualitas Senjata Produksi Indonesia.
Arab Saudi Akan Beli Senjata Buatan Indonesia

Kualitas persenjataan buatan dalam negeri mulai menarik bagi negara-negara lain. Irak sudah hampir pasti memborong senjata dan peralatan militer buatan Indonesia. Juru bicara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Hartind Asrin, menyatakan, tak hanya Irak, beberapa negara lainnya seperti Iran, Uganda, Kongo dan Arab Saudi juga tertarik untuk membeli senjata buatan Indonesia. "Mereka tertarik dengan senjata kita karena kualitasnya sudah internasional," ujar Hartind.

Sama dengan Irak, Arab Saudi awalnya akan membeli senjata Senapan Serbu 2 atau SS2 yang diproduksi oleh PT Pindad. Utusan dari negara calon pembeli sudah mengunjungi langsung PT Pindad. "Irak bisa jadi tahun ini realisasinya. Kalau Arab Saudi mudah-mudahan tahun depan. Saat ini sudah ada pembicaraan-pembicaraan," katanya.

Kualitas senjata buatan Indonesia, lanjut Hartind, juga dibuktikan dengan prestasi Tentara Nasional Indonesia dalam beberapa lomba menembak internasional. Seperti diantaranya dalam Lomba Tembak Internasional Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2012. Di ajang ini, TNI Angkatan Darat meraih juara umum dengan mengalahkan negara-negara besar seperti, tuan rumah Australia, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Selandia Baru.

Ajang AASAM 2012 juga diikuti oleh negara-negara ASEAN seperti, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, dan Timor-Leste. Jepang menjadi peserta baru pada AASAM kali ini. Lebih dari 300 petembak ikut serta mewakili militer masing-masing negara. "Kita sudah mengalahkan anggota-anggota NATO dalam lomba-lomba tembak. Karena kualitas senjata kita juga yang menentukan," katanya.

Oleh karena itu, dia menyambut baik ketertarikan negara-negara sahabat untuk membeli senjata produksi dalam negeri.

dmc.kemhan.go.id

Filipina, Brunei dan Malaysia Tertarik Beli Produk Militer Buatan Indonesia

Panser Produksi PT Pindad
APV 6x6 Anoa, panser produksi PT Pindad yang diminati oleh Angkatan Bersenjata Brunei, Filipina, dan Malaysia. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Filipina, Brunei dan Malaysia Tertarik Beli Produk Militer Buatan Indonesia.
Panser RI Perkuat Armada Tempur Malaysia

Diambil dari nama satwa endemik Sulawesi Tengah, Anoa, panser APS (Angkut Personel Sedang) ANOA menjadi salah satu produk andalan PT Pindad. Kendaraan pengangkut personel (armoured personnel carrier) itu menjadi salah bukti kemampuan Indonesia dalam memproduksi senjata dan peralatan tempur.

Debut internasional Anoa dilakukan 9 April 2010 lalu, saat 13 panser itu dikirim untuk mengawal misi perdamaian PBB di Lebanon. Pada 15 November 2011 ANOA varian 6x6 yang dilengkapi senapan mesin berat 7.62 mm, digunakan sebagai kendaraan tempur untuk patroli dan penjagaan keamanan di acara KTT ASEAN di Nusa Dua, Bali. Panser jenis ini juga dipakai Paspampres untuk pengawalan kunjungan-kunjungan presiden.

Tak hanya dipakai oleh militer Indonesia, kendaraan lapis baja itu juga kini dilirik Malaysia dan Brunei Darussalam. "Khusus untuk Malaysia dan Brunei, dua negara itu tertarik pada panser Anoa buatan PT Pindad," kata Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin.

Anoa membuat para petinggi militer negeri jiran kepincut saat dipamerkan dalam ajang Defence Services Asia (DSA) April 2012 lalu di Kuala Lumpur. Namun, atas permintaan negeri jiran, panser itu tak menyandang nama "Anoa", melainkan "Rimau", yang berarti harimau dalam Bahasa Melayu. Belum jelas apa perbedaan dari varian ini. Kemungkinan pada mesinnya, Renault diganti menjadi Mercedes yang kapasitasnya sama-sama 7.000 cc dan 320 tenaga kuda. Bangladesh, Oman, Pakistan, dan Nepal juga disebut-sebut sebagai calon pembeli potensial.

Menurut Sjafrie, Malaysia dan Brunei Darussalam juga tengah melakukan observasi atas produk senjata lain. Filipina juga tak ketinggalan menunjukkan minatnya. "Filipina tertarik pada CN235 dan LPD (jenis kapal / Landing Platform Deck)," tambah dia.

Ada alasan mengapa negara-negara lain menaruh minat terhadap senjata bikinan anak negeri. Salah satunya adalah karena opsi teknologi menengah yang ditawarkan Indonesia. "Seperti transportasi sedang, transportasi ringan Anoa, senjata ringan," jelas Sjafrie.

Keunggulan lainnya yang diakui Irak adalah soal: harga, kualitas, dan sistem delivery. "Dan ini dalam payung government to government. Jadi, tidak terlalu susah. Tidak ada orang ketiga," kata Sjafrie. Yang dimaksud: tidak ada broker.

Reputasi produk persenjataan Indonesia bahkan dipuji Australia. Kementerian Pertahanan Australia, kata Sjafrie, melihat industri pertahanan Indonesia maju pesat selama lima tahun terakhir.

dmc.kemhan.go.id

Kamis, 06 September 2012

Indonesia-Australia Tindaklanjuti Kerjasama Industri Pertahanan

Indonesia-Australia
Indonesia-Australia.
PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Indonesia-Australia Tindaklanjuti Kerjasama Industri Pertahanan.
RI - Australia Bahas Kerjasama Industri Pertahanan

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama dengan Departemen Pertahanan Australia, Rabu (5/9) mengadakan pertemuan bilateral membahas kemungkinan kerjasama industri pertahanan kedua negara di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Dalam pertemuan ini, dibahas berbagai kemungkinan pelaksanaan kerjasama dalam industri pertahanan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan, sehingga pertemuan ini merupakan langkah yang sangat penting bagi kemajuan kerjasama industri pertahanan antara kedua negara.

Pertemuan ini adalah pertemuan industri pertahanan yang pertama antara Indonesia dan Australia, sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama Menteri Pertahanan dan juga pelaksanaan kunjungan Menteri Pertahanan RI ke Darwin Australia pada Mei 2012. Pembahasan kerjasama industri pertahanan kedua negara ini dilakukan dalam semangat tinggi dan saling menghormati yang telah menghasilkan kemajuan bagi pengembangan kerjasama industri pertahanan antara kedua negara.

Melalui pertemuan ini, kedua negara ingin meningkatkan kerjasama dalam industri pertahanan masing-masing berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, dan saling menghargai kedaulatan dan keutuhan wilayah.

Hadir dalam pertemuan ini, dari pihak Kemhan RI antara lain, Menteri Pertahanan RI Purnomo, Merteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan Dr. Ir. Pos M. Hutabarat, M.A, Ph.D dan Tim dari Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) serta pejabat perwakilan dari Kementerian BUMN.

Sementera itu dari pihak Dephan Australia, hadir antara lain Menteri Pertahanan Australia Stephen Francis Smith, Menteri Urusan Alutsista sekaligus Menteri Dalam Negeri dan Hukum Australia Jason Dean Clare, Sekjen Dephan Australia Ducan Edward Lewis dan sejumlah pejabat dari Dephan Australia.

Pertemuan industri pertahanan tahunan yang diakhiri dengan penandatanganan kerjasama pertahanan (defence cooperation) dipimpin oleh Menristek dan Wamenhan RI. Dalam kesempatan tersebut, Menristek mengatakan bahwa pertemuan yang berlangsung di Kemhan Jakarta kali ini diantaranya membahas perkembangan mengenai apa-apa yang telah dikerjakan masing-masing negara.

Lebih lanjut dikatakan Menristek, kedepannya nanti akan ada diskusi atau pembicaraan lanjutan sebelum diadakannya pertemuan di tingkat menteri. Selain itu juga dibahas mengenai maintenance C-130, global supply change program, technical for Indo Expo yang akan berlangsung November 2012, transfer of knowledge in defence capacity dan sharing mutual product antara Indonesia dan Australia.

Menhan RI – Australia Tandatangani Pengaturan Pelaksanaan Perjanjian Tentang Kerangka Kerja Kerjasama Keamanan dan Rencana Aksi Kerjasama Pertahanan

Sementara itu, mengakhiri rangkaian kunjungan Menhan Australia selama dua hari ke Indonesia, Menhan RI bersama dengan Menhan Australia telah mendatangani "Arrangement Between MoD Indonesia and DoD Australia for Implementation of the Agreement Between The Republik of Indonesia and Australia on the Framework on Security Cooperation and Its Plan of Action on Defence Cooperation", Rabu (5/9) di kantor Kemhan, Jakarta.

Tujuan dari penandatangan arrangement ini adalah untuk memperkuat dan mengembangkan hubungan persahabatan dan kerjasama di bidang pertahanan dan militer atas dasar saling menghormati kemerdekaan masing-masing, kedaulatan dan integritas teritorial, tidak campur tangan dalam urusan internal masing-masing, kesetaraan, saling manfaat dan menjunjung tinggi perdamaian seperti yang tercantum dalam Piagam PBB dan norma-norma yang diakui secara universal hukum internasional lainnya.

Lingkup kegiatan kerjasama kedua negara di bidang pertahanan meliputi kebijakan pertahanan, hubungan antar instansi, kontra-terorisme, keamanan maritime, bantuan kemanusiaan dan pemulihan bencana, dukungan logistik militer dan pelayanan medis, pemeliharaan perdamaian, Intelijen, Industri Pertahanan, material, ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan dan pelatihan di bidang pertahanan atau militer, tata kelola dan manajemen pertahanan, dan bidang lainnya yang menjadi kepentingan bersama kedua negara.

dmc.kemhan.go.id

TNI-AD gelar latihan tempur besar-besaran di Baturaja, Sumatera Selatan

Armada Tank TNI-AD
TNI AD Gelar Latihan Terbesar Sejak Era Orba

TNI Angkatan Darat menggelar latihan tempur tingkat brigade di Puslatpur Baturaja, Sumatera Selatan. Ini adalah latihan terbesar TNI AD setingkat brigade pertama di era reformasi. Latihan serupa terakhir dihelat tahun 1996 lalu. "Latihan tingkat brigade memadukan seluruh unsur kekuatan TNI AD. Mulai dari pasukan infanteri lintas udara, tank, meriam, penerbang, perhubungan hingga zeni tempur," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Sisriadi pada wartawan Selasa (4/09).

Diasumsikan dalam latihan yang sudah berlangsung sejak Senin (03/09) itu, musuh yang berkekuatan satu batalyon berniat mendirikan negara baru di Sumatera Selatan. TNI AD bergerak cepat dengan mengirimkan satu Brigade Tim Pertempuran (BTP) 9/Kostrad untuk menggempur musuh.

Pasukan BTP terdiri dari Yonif Linud 501, Yonif 509, Yonif 514 Raider, 1 Kompi Mekanis Yonif 201, 1 Ki Kav Tank 8, 2 Rai Armed (1 Rai Meriam 76 tarik & 1 Rai Armed Meriam 105 tarik), 1 Rai Arhanudri RBS 70, 1 Kompi Zipur 10, 1 Squadron Penerbad. Selain itu juga didukung oleh satuan Banmin yang terdiri dari Perhubungan, Peralatan, Pembekalan dan Angkutan, Polisi Militer, Kesehatan dan Satgas Penerangan. "Ini adalah latihan untuk meningkatkan kesiapsiagaan prajurit TNI AD untuk siap menghadapi segala ancaman," kata Sisriadi.

Direktur Lembaga Studi Pertahanan dan Strategi Indonesia Rizal Darmaputera menilai latihan gelar ini menunjukkan kewibawaan postur pertahanan TNI AD di mata negara lain. "Jelas ini ada sinyal yang diberikan, bahwa TNI AD dalam posisi yang kuat dan siap perang," katanya.

Hal ini wajar dilakukan mengingat dari dua angkatan sebelumnya sudah mengumumkan persenjataan baru. Misalnya, TNI AL yang baru saja meluncurkan KRI Klewang kapal patroli siluman, lalu TNI AU yang mendatangkan empat pesawat penyergap Super Tucano dari Brasil. "TNI AD ingin menunjukkan bahwa mereka juga sama kuatnya dengan dua angkatan yang lain," kata alumni Universitas Indonesia ini.

www.mediaindonesia.com

Selasa, 04 September 2012

RUU Industri Pertahanan: Ekspor Persenjataan Melalui Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP)

Panser PT Pindad
Menhan: Ekspor Alutsista Satu Pintu

Gencarnya permintaan negara-negara sahabat atas alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan dalam negeri perlu ditangani dengan sistem penjualan yang pasti. Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengusulkan penjualan alutsista ke luar negeri menggunakan sistem satu pintu. "Dalam penjualan produk-produk alutsista buatan dalam negeri, ke depan akan dilakukan secara ketat, hanya satu pintu, yaitu Kemenhan," ujar Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro setelah menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR di gedung parlemen, Senin (3/9).

Menurut Menhan, pengetatan penjualan alutsista penting agar pemerintah tidak kecolongan seperti kasus yang pernah terjadi. Dia menjelaskan, beberapa tahun lalu terjadi penyimpangan penjualan senjata produksi dalam negeri ke Filipina. Ketika itu penjualan senjata tersebut ternyata tidak sampai ke negara tujuan. "Kami tidak ingin kasus itu terulang," ujarnya.

Saat ini, terang Menhan, permintaan negara sahabat atas alutsista dalam negeri terus bertambah. Dia menyebutkan, ada peningkatan minat atas alutsista Indonesia oleh negara-negara di kawasan Afrika dan Timur Tengah. Ada beberapa alutsista yang diminati luar negeri. Antara lain, senjata, panser Anoa, dan pesawat patroli militer buatan PT Dirgantara Indonesia. Nanti penjualan itu dilakukan secara government-to-government atau antarnegara. "Ini supaya jelas negara mana yang minat, jenisnya apa, dan tingkat kebutuhannya," ujar mantan menteri energi dan sumber daya mineral itu. Dalam hal ini, pemerintah juga tidak menginginkan alutsista produksi dalam negeri disalahgunakan.

Penjualan alutsista lokal ke luar negeri, lanjut Menhan, akan mendorong penambahan pendapatan negara di luar pajak. Kawasan Afrika dan Timur Tengah nanti berpotensi menjadi pasar terbuka bagi produk alutsista RI. Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menilai bahwa kebijakan penjualan lewat satu pintu tersebut patut dipertimbangkan. Namun, sebaiknya bukan Kemenhan yang mendapat mandat untuk melakukan penjualan satu pintu tersebut. "Bisa saja dibuat semacam perusahaan konsorsium atau holding company yang bertugas khusus memasarkan alutsista dalam negeri," ujarnya.

Proses semacam itu, terang Mahfudz, akan sejalan dengan pembahasan RUU Industri Pertahanan (Inhan). RUU Inhan diharapkan akan mengatur mekanisme penjualan alutsista. Saat ini Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) adalah lembaga yang disebut-sebut dalam RUU Inhan akan menjadi lembaga yang dimaksud. "Nanti di dalamnya (KKIP) ada Kemenhan dan menteri BUMN," tandasnya.

www.jpnn.com

Hillary Clinton: Hibah 30 Jet Tempur F-16 AS Untuk Indonesia

Pesawat Tempur F-16 TNI-AU
AS Hibah 30 Pesawat Tempur kepada Indonesia

Amerika Serikat (AS) menghibahkan 30 pesawat tempur jenis F-16 kepada Indonesia. Itulah salah satu kesepakatan yang disampaikan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton saat melakukan kunjungan kenegaraan di Indonesia.

Dalam kunjungannya, Hillary mengunjungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (4/9). Pertemuan tersebut hanya berlangsung selama kurang lebih 40 menit.

Menurut Kementerian Luar Negeri, pertemuan tersebut membicarakan enam kesepakatan dua negara di bidang regional-global, iklim, pendidikan, ekonomi, pembangunan, serta pertahanan dan hukum.

Selain menghibahkan pesawat tempur, AS pun menyediakan 83 juta dolar AS untuk program pelatihan guru Indonesia. Hillary juga menyampaikan apresiasinya kepada Kepala Negara karena Indonesia turut mempertahankan persatuan ASEAN saat empat negara di kawasan tersebut berebut perbatasan di Laut China Selatan.

Keempat negara itu yaitu Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, dan Filipina. Dua negara di Asia Timur pun turut serta dalam sengketa perbatasan itu yaitu China dan Taiwan.

www.metrotvnews.com