Cari di Blog Ini

Jumat, 11 Mei 2012

Kemenhan RI tandatangani kontrak pembelian 37 unit tank amphibi BMP-3F buatan Rusia

Tank Amphibi BMP-3F
Kemhan RI dan JSC Rosoboronexport Rusia Tandatangani Kontrak Pembelian 37 Unit Tank BMP-3F

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) secara resmi menandatangani kontrak pembelian 37 Unit Tank BMP-3F dari Rusia. Kontrak pembelian 37 Unit Tank BMP-3F ini ditandatangani oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo bersama Kepala Perwakilan JSC Rosoboronexport Rusia di Indonesia Vadim Varaksin, Jumat (11/5), di kantor Kemhan, Jakarta. Hadir menyaksikan penandatanganan antara lain sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan, Mabes TNI AL serta sejumlah pejabat di jajaran Korps Marinir. Sementara itu, dari pihak Rusia hadir Wakil Dubes Rusia untuk Indonesia dan Athan Rusia di Jakarta.

Kabaranahan Kemhan RI mengatakan, pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F ini dilaksanakan berdasarkan keputusan Menhan tentang penetapan penyedia barang dan jasa pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F dengan mempergunakan fasilitas pendanaan yang telah ditetapkan sumber pembiayaannya pada tahun anggaran 2011. Pengadaan kali ini adalah pengadaan lanjutan untuk 37 Unit Tank BMP-3F, mengingat sebelumnya Kemhan RI sudah melaksanakan pengadaan serupa pada tahun 2008 sebanyak 17 unit. Pengadaaan kali ini dengan jumlah unit lebih besar dari sebelumnya yaitu 37 unit BMP 3F Infantry Fighting Vehicle khusus untuk Marinir dan juga ada satu Unit BREM-L armoured recovery vehicle, Amunisi dan segala peralatan pendukungnya.

Kemhan RI berharap, dengan pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F dapat memenuhi kebutuhan Satuan Marinir TNI AL sehingga meningkatkan kemampuan pelaksanaan tugas dan kemampuan bertempur TNI khususnya Angkatan Laut.

Lebih lanjut kepada pihak JSC Rosoboronexport Rusia, Kabaranahan Kemhan RI menyampaikan ucapan terimakasih karena pada pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F pihak JSC Rosoboronexport Rusia bersedia memberikan Transfers of Technology (ToT) yaitu berupa peningkatan kemampuan workshop dari TNI AL didalam memiliki kemampuan pemeliharaan yang baik terhadap tank-tank tersebut. Atas nama Menhan, Kabaranahan Kemhan RI juga menyampaikan perhargaan dan ucapan terimakasih atas kerjasamanya sehingga proses pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F ini dapat dilaksanakan khususnya yaitu melalui pembiayaan state credit yang disediakan dari pemerintah Rusia. Fasilitas state credit yang disediakan pemerintah Rusia, tentu pemerintah Indonesia didalam proses pengadaannya akan memanfaatkan sebesar-besarnya fasilitas state credit yang diberikan ini. Dan tentunya ini merupakan wujud kerjasama yang baik antara pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Rusia.

Sementara itu, Kepala Perwakilan JSC Rosoboronexport Rusia di Indonesia Vadim Varaksin mengatakan, pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F ini merupakan pembelian kedua, dimana ini mencerminkan bahwa TNI AL merasa puas dengan kendaraan tersebut dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Rusia khususnya Rosoboronexport Rusia. Pihaknya berharap pengadaan 37 Unit Tank BMP-3F nantinya akan membantu meningkatkan kemampuan TNI AL khususnya Marinir.

Menurunya, kontrak pengadaan 37 Unit Tank BMP 3F ini cukup istimewa dan bahkan merupakan suatu terobosan dalam hubungan antara JSC Rosoboronexport Rusia dan Kemhan RI karena sudah mengandung komponen yang baru dan penting yaitu adanya kerjasama Transfers of Technology. "Ini adalah suatu hal yang sangat baik dan meletakan dasar yang sangat baik untuk peningkatan hubungan kita kemasa depan," ungkapnya.

Kepala Perwakilan JSC Rosoboronexport menegaskan bahwa pihaknya siap dan sungguh-sungguh untuk melakukan kerjasama ToT dalam rangka kontrak ini, dan akan berusaha untuk mempertahankan kerjasama yang telah berlangsung baik selama ini.

www.dmc.kemhan.go.id

Pakistan uji peluncuran rudal balistik Hatf III

Rudal Balistik Pakistan
Pakistan Uji Rudal Berkemampuan Nuklir

Pakistan, Kamis, sukses melakukan uji tembak peluru kendali balistik jarak pendek berkemampuan nuklir, kata pihak militer. Peluncuran peluru kendali Hatf III, yang memiliki jangkauan hingga 290 kilometer dan dapat membawa hulu ledak konvensional itu, terjadi pada akhir latihan lapangan, kata pernyataan militer.

Dua pekan lalu Pakistan melakukan uji tembak sebuah peluru kendali balistik jarak menengah, yang dipandang sebagai tanggapan terhadap peluncuran peluru kendali jarak jauh Agni V India, seterunya, yang mampu menghantam sasaran di manapun di China.

India dan Pakistan - yang terlibat tiga perang sejak kemerdekaan dari Inggris tahun 1947 - telah secara rutin melakukan uji coba peluru kendali sejak keduanya menunjukkan kemampuan senjata nuklirnya pada tahun 1998.

Para analis pertahanan mengatakan, prioritas strategis India adalah sedang menjauhi Pakistan untuk lebih fokus pada China, sementara Pakistan masih khawatir terhadap seteru lamanya itu.

internasional.kompas.com

Kamis, 10 Mei 2012

Amerika Serikat dan China berlomba tarik simpati militer Indonesia

Tentara Nasional Indonesia (TNI)
AS & China Berebut Tarik Perhatian Militer Indonesia

Militer Indonesia ibarat seorang gadis cantik yang tengah diperebutkan. Dan jejaka ganteng yang coba menggaet perhatian tak lain dua negara, yakni China dan Amerika Serikat (AS). Karenanya, posisi Indonesia pun menjadi penting di tingkat regional Asia Pasifik. "Indonesia itu cewek cantik, dan 2 cowok ganteng China dan AS. Karena negara kita bebas aktif, jadi kita pacarin keduanya," kata Jubir Kemhan, Brigjen TNI Hartind Asrin saat temu wartawan di kantornya Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (8/5/2012).

Bisa dikatakan, saat ini dua kekuatan yang tengah berebut pengaruh di kawasan China Selatan yakni AS dan China. Posisi Indonesia dengan segala potensinya sangat menguntungkan, dan tentu akan sangat bermanfaat untuk dirangkul. Tidak heran, kalau kemudian bantuan datang menawarkan kerjasama. Misal AS mengajak latihan militer bersama. Demikian juga memberikan bantuan 12 radar untuk di Selat Malaka. "Pada prinsipnya kedaulatan tidak apa-apa, yang penting bantuan peralatan. Kalau orang tidak boleh," imbuhnya.

Sedang China juga terus melakukan pendekatan. Bahkan sedang dijajaki pemberian bantuan peralatan kepada militer Indonesia. "Sepertinya kapal patroli ya," tambahnya.

Hartind kembali menegaskan, Indonesia menerima dengan tangan terbuka setiap bantuan yang ada. Tentu sesuai dengan azas politik Indonesia, bebas aktif.

news.detik.com

Laksamana Agus Suhartono terima penghargaan tertinggi militer Singapura

Laksamana TNI Agus Suhartono
Panglima TNI Dianugerahi Gelar Tertinggi Militer Singapura

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Laksamana Agus Suhartono, dianugerahi penghargaan tertinggi militer Singapura, atas upayanya meningkatkan hubungan yang berjalan baik antara angkatan bersenjata Singapura dan Indonesia. Agus menerima Darjah Utama Bakti Cemerlang (Tentera) atau Orde Layanan Ternama (Militer), dari Presiden Singapura Tony Tan Keng Yam, di Istana Singapura, Rabu (9/5/2012).

Menurut pemberitaan Channelnewsasia, di bawah kepemimpinan Agus, kerja sama pertahanan antara TNI dan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) telah berkembang, hingga saling menguatkan satu sama lain.

Agus juga dinilai telah membuka berbagai kerja sama di antara kedua belah pihak dalam sejumlah bidang baru. Termasuk, bantuan kemanusiaan ASEAN, dan bantuan bencana alam. Agus juga dinilai telah berjasa di balik kerja sama yang kuat di bidang patroli terkoordinasi Indonesia-Singapura (ISCP), yang merayakan ulang tahun ke-20 tahun ini.

Agus sudah berada di Singapura pada 9 Mei 2012, dan akan berada di sana hingga 11 Mei 2012.

www.tribunnews.com

Indonesia, Amerika Serikat dan Australia akan lakukan latihan militer di Jakarta dan Padang

Latihan Tempur
RI Akan Gelar Latihan Militer Bareng AS & Australia di Jakarta dan Padang

Indonesia membuka kesempatan untuk melakukan latihan militer bersama dengan Australia dan Amerika Serikat. Latihan militer itu salah satunya guna melakukan evakuasi penanggulangan bencana. "Lokasinya di Jakarta dan Padang, tujuannya guna meningkatkan profesionalisme dan juga misi bantuan kemanusiaan," Jubir Kemhan, Brigjen TNI Hartind Asrin saat temu wartawan di kantornya Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (8/5/2012).

Rencananya, latihan militer gabungan itu digelar pada 2013. Rencana itu akan terus dimatangkan. "Latihan militer trilateral," imbuhnya.

Hartind pun meminta masyarakat tidak khawatir dan berpikir positif terkait latihan itu. Indonesia akan banyak mendapatkan keuntungan dari latihan bersama tersebut. "Nanti tetap jenderal dari Indonesia yang memegang komando," jelasnya.

news.detik.com

Rabu, 09 Mei 2012

Helm tempur dan rompi anti peluru buatan Indonesia siap bersaing dengan produk negara lain

PT. Saba Wijaya Persada
Wamenhan Meninjau Perusahaan Pembuat Helm dan Rompi Anti Peluru

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua High Level Committee (HLC), Selasa (8/5) meninjau perusahaan swasta nasional dalam negeri pembuat Helm dan Rompi Anti Peluru, PT. Saba Wijaya Persada di Jelambar, Jakarta Barat. Turut mendampingi Wamenhan dalam peninjauan tersebut Irjen Kemhan, Kabaranahan Kemhan dan sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan, Mabes TNI dan Mabes Angkatan. Dalam peninjauan ini, Wamenhan dan rombongan diterima oleh Komisaris Utama PT. Saba Wijaya Persada Johny. Sebelum meninjau secara langsung fasilitas dan proses produksi pembuat Helm dan Rompi Anti Peluru, Wamenhan terlebih dahulu menerima paparan tentang profile PT. Saba Wijaya Persada.

Komisaris Utama PT. Saba Wijaya Persada menyampaikan terima kasih kepada Wamenhan atas kesempatannya dapat berkunjung ke perusahaannya. Pihaknya juga menyampaikan rasa senangnya dapat turut berperan serta mendukung program pemerintah dalam rangka meningkatkan industri pertahanan dalam negeri. Dalam rangka meningkatkan potensi dan partisipasi serta untuk pengembangan perusahaannya, pihaknya terus berharap mendapatkan dukungan, bimbingan dan arahan dalam rangka pengembangan dan perbaikan untuk menuju yang lebih baik.

Lebih lanjut Komisaris Utama PT. Saba Wijaya Persada juga menyampaikan kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan oleh Kemhan dan TNI mulai tahun 2009 hingga saat ini. Pada awalnya PT. Saba Wijaya Persada mendapatkan kesempatan kontrak pengadaan Helm Anti Peluru level II dan Rompi Anti Peluru level IV dari Babek TNI pada tahun 2009. Selanjutnya, pengadaan produksi dalam negeri di tahun 2010 akhir, perusahaannya mendapatkan kesempatan kontrak pengadaan Helm Anti Peluru yang diproduksi dalam negeri dengan kontrak sejumlah 1724 buah. Dan pada tahun 2011 pengadaan Helm Anti Peluru oleh Kemhan 1724 buah dan kontrak pengadaan Helm Anti Peluru kedua untuk TNI AD sebanyak 1149 buah.

Atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan tersebut, Komisaris Utama PT. Saba Wijaya Persada menjelaskan perusahaannya banyak mendapatkan pembelajaran mulai dari awal yang sampai pada akhirnya dalam beberapa tahun ini pihaknya telah yakin produknya dapat dipertanggungjawabkan. Lebih lanjut Komisaris Utama PT. Saba Wijaya Persada menjelaskan, saat ini kapasitas produksi PT. Saba Wijaya Persada untuk pembuatan helm anti peluru telah mencapai 5000 pcs per bulan dan pembuatan rompi anti peluru kurang lebih 500 buah.

Secara kualitas, produk Helm Anti Peluru dan Rompi Anti Peluru dari PT. Saba Wijaya Persada juga sudah melalui Uji Litbang TNI AD di Batujajar dan Uji kelaikan di Pusat Kelaikan Kemhan. Sedangkan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas produk, perusahaannya juga belajar terus dari negara-negara luar yang sudah maju seperti Australia, Jerman, Perancis dan Italy. Hasilnya setelah satu dua tahun terakhir ini, perusahaanya sudah menemukan suatu pola yang lebih baik dan yakin dapat berkompetisi dengan produk–produk dari luar.

Sebagai bagian dari promosi produknya ke luar negeri, beberapa waktu yang lalu untuk pertama kalinya PT. Saba Wijaya Persada juga ikut dalam ajang pameran industri pertahanan. Beberapa militer dari negara–negara tetangga seperti Malaysia dan Timor Leste telah meminta sample helm untuk diuji, ini adalah satu kesempatan pertama dalam memperkenalkan produknya ke luar negeri.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Wamenhan menyampaikan bahwa dalam kaitan kebijakan industri pertahanan dalam negeri, Kemhan dan TNI berkepentingan untuk mempromosikan produk–produk industri pertahanan dalam negeri ke pasar luar negeri. Terkait hal tersebut, Wamenhan meminta kepada industri pertahanan dalam negeri untuk memperhatikan tiga hal antara lain dari segi kualitas, harga dan pengiriman sehingga diharapkan mampu bersaing dengan produk–produk serupa dari negara lain.

www.dmc.kemhan.go.id

Selasa, 08 Mei 2012

Doolittle Raid, serangan balas dendam AS pada Jepang di Perang Dunia II

B-25 Mitchell
Mengenang 70 Tahun Serangan Doolittle

Tujuh puluh tahun silam, hanya beberapa bulan setelah serangan Jepang terhadap pangkalan Amerika Serikat di Pearl Harbor, Hawaii, moral rakyat dan prajurit AS sedang berada pada titik terendah. Lalu, seorang perwira penerbang Angkatan Darat AS memiliki ide gila, yakni menerbangkan pesawat pengebom dari kapal induk di tengah Samudra Pasifik untuk melakukan serangan balasan ke daratan utama Jepang. Perwira tersebut bernama Letnan Kolonel James Harold "Jimmy" Doolittle, dan serangan yang kemudian terbukti sukses itu dinamakan Serangan Doolittle (Doolittle Raid). Di dunia populer, serangan tersebut digambarkan dalam film Pearl Harbor (2001) garapan sutradara Michael Bay serta dibintangi oleh Ben Affleck, Josh Hartnett, dan Kate Beckinsale.

Akhir pekan lalu, para veteran pelaku serangan tersebut yang masih hidup mengenang kembali misi nekat itu. Dari 80 penerbang yang terlibat dalam misi serangan tersebut, tinggal tersisa tiga orang yang masih hidup, yakni Edward Saylor, Thomas Griffin, dan David Thatcher. Tiga veteran Perang Dunia II yang kini sudah berusia 90-an tahun itu, Sabtu (5/5/2012), berkumpul di Museum Kapal Induk USS Hornet, kapal dengan nama yang sama dengan kapal tempat pesawat-pesawat mereka dulu lepas landas di Alameda, dekat San Francisco, California, AS.

Cucu Doolittle, Jonna Doolittle Hoppes, dua mantan perwira di kapal induk USS Hornet yang asli, serta seorang perwira militer China yang pada waktu mudanya pernah menyelamatkan pilot-pilot AS dalam Serangan Doolittle turut hadir dalam perayaan 70 tahun serangan tersebut.

Saylor mengisahkan bagaimana seluruh awak pesawat Serangan Doolittle dipaksa tinggal landas dari geladak kapal induk USS Hornet (CV-8) yang sempit di tengah hujan dan angin kencang serta di titik yang berjarak lebih jauh dari Jepang dari yang semula direncanakan pada 18 April 1942.

Misi mereka waktu itu adalah menerbangkan pesawat-pesawat pengebom B-25 Mitchell menyeberangi Samudra Pasifik, menjatuhkan bom di kota-kota utama Jepang, lalu mendarat di sembarang tempat yang mereka anggap aman. Misi mereka adalah misi satu arah karena kapasitas tangki bahan bakar mereka hanya cukup mengantar mereka sampai ke wilayah Jepang dan sekitarnya. "Beberapa anggota tim berpikir mereka akan selamat dari misi itu, tetapi peluangnya sangat kecil," tutur Saylor.

Menurut dia, tak satu pun dari 80 penerbang dan awak pesawat yang ikut dalam misi itu pernah tinggal landas dari kapal induk sebelumnya. Waktu itu, kapal-kapal induk AS dirancang hanya untuk membawa kapal-kapal tempur berukuran kecil, bukan pesawat pengebom sekelas B-25.

Misi akhirnya bisa mencapai Jepang dan menjatuhkan bom-bom mereka. Meski hanya menimbulkan kerusakan kecil di Jepang, serangan itu berhasil meningkatkan moral perjuangan rakyat Amerika sekaligus menggoyahkan rasa percaya diri Jepang. Namun, semua harus dibayar mahal. Tiga awak penyerang tewas saat mencoba mendaratkan pesawat mereka di daratan China. Delapan awak lainnya ditangkap tentara Jepang, tiga orang di antaranya kemudian dieksekusi, dan satu lagi tewas karena sakit di penjara.

Griffin masih ingat saat pesawatnya kehabisan bahan bakar setelah menjalankan misi pengeboman di Jepang. Ia dan teman-temannya langsung mengenakan parasut dan meloncat meninggalkan pesawat. "Saya keluar dari pesawat saya dengan cepat-cepat meloncat. Setelah itu, saya menempuh perjalanan panjang dan asing menuju permukaan tanah di bawah saya," ungkap Griffin yang kemudian tersangkut di pohon dan menunggu dalam keadaan tergantung di atas tanah sampai matahari terbit.

Tentara Jepang waktu itu juga membunuh para penduduk desa di China yang ketahuan membantu para penerbang AS yang mendarat dekat desa dan menolong mereka meloloskan diri. Salah seorang anak muda China yang waktu itu membantu para prajurit AS tersebut adalah Letnan Kolonel Chu Chen, perwira aktif di angkatan bersenjata China, yang turut hadir dalam acara peringatan di Alameda pekan lalu.

internasional.kompas.com

Malaysia masih mengincar Ambalat, TNI harus terus upgrade alutsista

Ambalat
Malaysia Ngotot Rebut Ambalat, Hayono: Lebih Baik Kita Perang

Wakil Ketua Komisi I, Hayono Isman, menyebut Malaysia masih mengintip peluang untuk mengambil blok Ambalat dari Indonesia. Jika Malaysia ngotot, Indonesia harus siap berperang. "Malaysia masih berusaha mengambil Ambalat dari kita. Menurut saya kalau memang mereka mau begitu terus, saya mendukung Indonesia untuk perang dengan Malaysia," kata Hayono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/5/2012).

Menurut Hayono, hingga saat ini Malaysia masih berusaha merebut Ambalat dari Indonesia. Hal itu terlihat dari aktivitas angkatan Malaysia yang terus mengintimidasi blok Ambalat. "Mereka masih menyerang Ambalat, cukup Sipadan Ligitan, Indonesia harus siap menghadapi Malaysia," paparnya.

Oleh karena itu, Hayono menjelaskan, Indonesia harus terus melakukan upgrade alutsista. "Maka dari itu kita mendukung modernisasi senjata," pungkasnya.

news.detik.com

Senin, 07 Mei 2012

2.500 personil Marinir AS akan ditempatkan di Australia

Marinir Amerika Serikat
Delegasi Public Affairs Kemhan dan TNI Kunjungi US Marine Corps di Darwin

Kepala Pusat Komunikasi Publik, Brigjen TNI Hartind Asrin bersama Delegasi Perwira Senior Public Affairs Kemhan dan TNI Rabu (2/5) tiba di Barak Robertson Darwin, Australia. Para Delegasi diterima, Head of ImplementationTeam US Posture Review, Australian Defence Force (ADF), Mayjen Michael Krause dan Komandan Marinir AS di Darwin, Kolonel James Dillon.

Ikut dalam rombongan Delegasi Perwira Senior Public Affairs Kemhan dan TNI, antara lain Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksda TNI Iskandar Sitompul, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksma TNI Untung Suropati, serta Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Marsma TNI Azman Yunus. Maksud kunjungan Kapuskom Publik dan Perwira Senior Public Affairs tersebut dalam rangka meninjau secara langsung kehadiran Personel Marinir Amerika Serikat yang berada di Australia. Pada kesempatan tersebut Mayjen Michael Krause mengungkap kepada delegasi Public Affair Kemhan dan TNI bahwa sepanjang tahun ini hanya akan ada 200 personel Marinir Amerika Serikat di Australia dan akan dirotasi setiap 6 bulan. Namun kehadiran tentara Marinir Amerika di Australia ini rencananya akan bertambah hingga berjumlah 2500 personel untuk lima tahun kedepan.

Mayjen Michael Krause, juga menjelaskan pihaknya sangat berhati-hari dalam menerima kehadiran pasukan AS di Darwin. Meski itu adalah kebijakan yang di buat Presiden AS dan PM Australia untuk meningkatkan kerjasama pertahanan kedua Negara. Selain itu kehadiran pasukan Marinir AS juga penting bagi kerjasama militer kedua Negara karena memungkinkan dilakukannya latihan yang rutin dengan tentara Australia. Krause menambahkan, tidak menutup kemungkinan nantinya Personel TNI dapat diikutsertakan dalam latihan bersama. Menurutnya dengan adanya kerjasama yang dilakukan tiga Negara, manfaatnya akan baik bagi peningkatan profesionalisme prajurit di antara ketiga negara.

Salah satu yang menjadi perhatian Australia dengan kedatangan Pasukan AS saat ini, menurut Krause, adalah penyediaan fasilitas seperti perumahan untuk pasukan AS. Sementara ini pasukan AS menggunakan fasilitas yang tersedia di Barak Robertson di Darwin.

Sementara itu Kapuskom Publik Brigjen TNI Hartind Asrin sangat menghargai keterbukaan yang dilakukan tentara Australia dan Marinir AS. Setidaknya Indonesia bisa melihat langsung apa yang ada di Darwin yang sempat digambarkan akan menjadi Pangkalan Militer AS. Terkait dengan penawaran bagi keikutsertaan TNI dalam latihan bersama Marinir AS dan Tentara Australia, menurut Kapuskom Publik, tawaran ini tentunya akan dikaji lebih lanjut oleh Menhan dan Pimpinan TNI. Kapuskom Publik Kemhan juga berpendapat, Indonesia tentunya menyambut baik setiap upaya bagi ditingkatkannya kerjasama pertahanan dengan negara manapun.

Usai mengunjungi Barak Robertson di Darwin, para delegasi Delegasi Perwira Senior Public Affairs Kemhan dan TNI melanjutkan kunjungan kerjanya ke Departemen Pertahanan Australia di Canberra, Australia tanggal 3 dan 4 Mei 2012, diterima oleh Assistant Secretary Major Powers and Global Interests, Chris Birrer. Pada kunjungan di Departemen Pertahanan Australia, delegasi mendapatkan penjelasan tentang Posture Review yang mengkaji kemampuan Australian Defence Force (ADF) untuk menghadapi tantangan pertahanan dan keamanan regional serta global di masa datang. Selain itu, briefing dari Elenore Eriksson, Assistant Secretary Communication and Media, tentang peran dan tugasnya di lingkungan Dephan Australia.

www.dmc.kemhan.go.id

JF-17 Thunder, Jet Tempur Rancangan Pakistan Dan China

JF-17 Thunder adalah pesawat jet tempur multi-peran skala ringan yang dikembangkan atas kerjasama negara Pakistan dan China. Dari kedua negara tersebut pihak yang terlibat dalam pengembangan pesawat jet tempur JF-17 Thunder ini adalah Chengdu Aircraft Industries Corporation (CAC) dari China, Angkatan Udara Pakistan, dan Pakistan Aeronautical Complex (PAC). Sebutan nama JF-17 Thunder adalah untuk pesawat yang diproduksi oleh Pakistan, sedangkan yang diproduksi oleh China disebut dengan nama FC-1 Xiaolong.
JF-17 Thunder (Foto 1)

JF-17 Thunder (Foto 2)

JF-17 Thunder (Foto 3)

JF-17 Thunder (Foto 4)

JF-17 Thunder (Foto 5)

Galeri Wallpaper Foto Jet Tempur JF-17 Thunder :
JF-17 Thunder adalah pesawat jet tempur ringan multi-peran yang bisa dioperasikan pada berbagai kondisi cuaca yang pengembangannya merupakan hasil kerjasama Chengdu Aircraft Industries Corporation (CAC) dari China, Angkatan Udara Pakistan, dan Pakistan Aeronautical Complex (PAC). Penamaan JF-17 Thunder adalah versi Pakistan, sedangkan JF singkatan dari Joint Fighter. Dan menurut versi China pesawat ini disebut dengan nama FC-1 Xiaolong yang dalam bahasa Inggris diartikan sebagai Fighter China-1 Fierce Dragon.

Menurut beberapa literatur, pengembangan JF-17 Thunder dimulai ketika Pakistan menandatangani kesepakatan dengan China untuk merancang sebuah pesawat jet tempur baru pada tahun 1995. Awalnya pesawat ini dinamakan FC-1/Super 7, namun pada tahun 2003 namanya diubah menjadi JF-17 Thunder. Prototipe pertamanya menjalani uji penerbangan pada 25 August 2003 dan mulai dioperasikan12 March 2007.

JF-17 Thunder bisa disetarakan dengan pesawat F-16 Fighting Falcon buatan AS. Angkatan Udara Pakistan menggunakan pesawat ini untuk menggantikan armada Mirage, F-7, dan A-5 yang sudah dianggap uzur. Pakistan berencana untuk memiliki 200 hingga 250 unit jet tempur JF-17 Thunder.

Sebagai pesawat tempur ringan, JF-17 mampu melesat hingga kecepatan Mach 1,6. Bisa menyerang target pada semua kecepatan dan ketinggian penerbangan. Untuk menjalani misi serangan permukaan, pesawat ini bisa melakukannya pada jarak jauh. Sistem kontrol penerbangan canggih telah diinstal pada JF-17 yang merupakan perpaduan kontrol konvensional dan fly-by-wire sehingga memberikan kemampuan yang sangat lincah dalam melakukan manuver.

JF-17 menggunakan mesin dengan kontur udara canggih yang memiliki daya dorong besar namun rendah dalam mengkonsumsi bahan-bakar. Sehingga tidak heran jika JF-17 disebut-sebut sebagai pesawat tempur yang memiliki teknologi canggih namun berharga murah. Harga 1 unit JF-17 diperkirakan hanya sepertiga harga sebuah F-16 Fighting Falcon. Karena faktor ini lah China optimis dengan rencananya untuk mengekspor 300 unit JF-17 Thunder ke beberapa negara di Afrika dan Timur Tengah.

Pada saat ini Pakistan masih menjadi negara utama pengguna jet tempur JF-17 Thunder. Menurut kabar, Angkatan Udara Pakistan mengoperasikan 2 skuadron JF-17, dan tentu saja jumlah skuadron JF-17 di negara tersebut akan terus bertambah. Pakistan bisa berbangga sebagai negara perancang dan pembuat pesawat jet tempur canggih ini karena hal ini menjadi bukti pencapaian teknologi canggih dalam dunia penerbangan militer yang telah berhasil mereka lakukan.

Spesifikasi Jet Tempur JF-17 Thunder

Karakteristik Umum
  • Kru : 1
  • Panjang : 14,93 m
  • Rentang sayap : 9,45 m
  • Tinggi : 4,72 m
  • Luas Area Sayap : 24,4 m²
  • Berat Kosong : 6.586 kg
  • Berat Terisi : 9.100 kg
  • Kapasitas Angkut : 3.000 kg
  • Bobot Maksimum Lepas Landas : 12.383 kg
  • Mesin : 1 unit Klimov RD-93 atau WS-13 turbofan
  • G-limit : +8 g / -3 g
  • Kapasitas Bahan Bakar Internal : 2.300 kg
Kinerja
  • Kecepatan Maksimum : Mach 1,6
  • Radius Tempur : 1.352 km
  • Jangkauan Terjauh : 3.482 km
  • Batas Maksimum Ketinggian Penerbangan : 16.920 m
  • Rasio Dorong/Berat : 0,95
Persenjataan
  • Cannon : 1 unit GSh-23-2 kaliber 23 mm atau GSh-30-2 kaliber 30 mm
  • Rudal Udara-ke-Udara : AIM-9L/M, PL-5E, PL-9C, PL-12 / SD-10
  • Rudal Udara-ke-Permukaan : MAR-1, C-802, C-803
  • Rudal Jelajah : Ra'ad ALCM
  • Bom : Mk-82, Mk-84, CBU-100/Mk-20 Rockeye, GBU-10, GBU-12, LT-2, H-2 MUPSOW, H-4 MUPSOW, LS-6
Avionik
  • Radar pandu penembakan NRIET KLJ-7, Kaca kokpit penglihatan malam (NVG), Helmet Mounted Sights/Display (HMS/D), Pelindung gangguan radar KG-300G, WMD-7
globalsecurity.org, wikipedia.org

Video Jet Tempur JF-17 Thunder :

Video manuver terbang pesawat jet tempur JF-17 Thunder.

Rusia akan bangun pusat perawatan peralatan militer untuk angkatan bersenjata Kazakhstan

Armada Tank Tempur Rusia
Rusia Bangun Pusat Perawatan Peralatan Militer di Kazakhstan

Dalam waktu dekat, Rusia akan membangun pusat perawatan peralatan militer bagi angkatan bersenjata Kazakhstan, di salah satu wilayah negara eks Uni Soviet itu. Saat ini, sebagian besar alat utama sistem persenjataan Kazakhstan adalah buatan Rusia.

Konstantin Biryulin, Deputi Kepala Dinas Federal Rusia untuk Kerja Sama Teknis-Militer, mengatakan, Jumat (4/5/2012) bahwa rencana tersebut sudah dibicarakan dengan Deputi Menteri Pertahanan Kazakhstan Sergei Gromov di Astana, ibu kota Kazakhstan. Menurut dia, Rusia siap melakukan transfer teknologi ke Kazakhstan dalam pembangunan pusat perawatan militer itu. Pada tahap pertama, sebuah pusat perawatan pesawat akan segera dibangun.

Sebagian besar alutsista Kazakhstan saat ini masih berasal dari Rusia, termasuk sekitar 1.000 unit tank tempur utama tipe T-80, T-72, dan T-62; sekitar 2.500 unit kendaraan tempur infanteri BMP-1 dan BMP-2 dan kendaraan pengangkut personel berlapis baja BTR-80A dan BTR-82A; dan sekitar 200 meriam berpenggerak aktif; serta sedikitnya 150 unit peluncur roket multilaras Uragan dan Grad.

Di udara, Kazakhstan memiliki 40 unit pesawat tempur MiG-29 Fulcrum, 14 unit pesawat tempur-pengebom Su-25 Frogfoot, 25 pesawat Su-24 Fencer, 14 pesawat tempur Su-27 Flanker, 43 pesawat buru sergap MiG-31 Foxbat dan MiG-25, dan sekitar 100 unit peluncur rudal antiserangan udara, termasuk sistem rudal S-300. Selain itu, AD Kazakhstan juga mengoperasikan lebih dari 120 helikopter buatan Rusia, seperti Mi-24 Hind, Mi-8 Hip, dan Mi-26 Halo.

internasional.kompas.com

2 pilot tempur AS tolak terbangkan F-22 Raptor terkait kendala system pasokan oksigen

Jet Tempur F-22 Raptor
Dua Pilot Menolak Menerbangkan Lagi F-22 Raptor

Dua pilot pesawat F-22 Raptor dari Angkatan Udara AS (USAF), memutuskan menolak menerbangkan lagi pesawat tempur tercanggih di dunia tersebut, karena kekhawatiran terhadap system pasokan oksigen di pesawat itu. Mereka mengaku tak nyaman menerbangkan F-22, sampai masalah sistem oksigen itu dituntaskan. Pengakuan dua pilot bernama Mayor Jeremy Gordon dan Kapten Josh Wilson tersebut, disampaikan dalam acara "60 Minutes" di stasiun televisi CBS. A cara itu sendiri baru akan disiarkan hari Minggu (6/5/2012), tetapi sebagian kutipan dari acara itu sudah ditayangkan sejak Jumat (4/5/2012).

Saat ditanya apakah dia yakin pesawat tempur generasi kelima tersebut aman diterbangkan, Gordon menjawab, "Saya tak enak menjawab pertanyaan itu. (Yang jelas) saya merasa tak nyaman menerbangkan F-22 sekarang." Gordon dan Wilson berhenti menerbangkan F-22 sejak Januari 2012.

Mei tahun lalu, USAF melarang terbang seluruh armada F-22, setelah ditemukan masalah pada pasokan oksigen untuk pilot. Berbagai insiden terkait pesawat itu mengindikasikan gejala pilot terkena hipoksia (kekurangan oksigen), seperti pada satu insiden salah satu pesawat menyerempet pepohonan sebelum mendarat dan pilotnya mengaku sama sekali tak tahu atau tak ingat kejadian itu. "Serangan hipoksia itu tersembunyi dan sangat membahayakan. Beberapa pilot bisa menjalankan seluruh misi, kemudian mendarat, dan tak tahu sama sekali bahwa mereka sempat mengalami insiden," papar Gordon.

Armada F-22 kemudian diizinkan terbang kembali sejak September 2011, tetapi para ahli masih terus mencari penyebab masalah tersebut. Selama dilarang terbang, para ilmuwan juga bingung, karena tak berhasil melacak penyebab masalah kurangnya pasokan oksigen itu.

Kini Gordon dan Wilson, yang sempat bertugas di Perang Irak dan kini menjadi anggota Garda Nasional Udara, sedang mencari perlindungan hukum sebagai "pembocor rahasia" kepada anggota Kongres Adam Kinzinger, wakil rakyat dari Partai Republik asal Illinois.

Pihak USAF menolak berkomentar soal isi acara 60 Minutes tersebut, tetapi menegaskan bahwa unsur keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama mereka. "Meski program F-22 telah menghadapi berbagai macam tantangan, Angkatan Udara tetap berkomitmen tidak hanya untuk mencari penyelesaian masalah tersebut tetapi juga perhatian penuh terhadap masalah keselamatan," ungkap juru bicara USAF Letnan Kolonel John Dorrian.

F-22 Raptor saat ini adalah satu-satunya pesawat jet tempur generasi kelima yang telah dioperasikan oleh sebuah negara di dunia. Begitu banyaknya teknologi canggih dan sensitif yang dimasukkan ke pesawat itu, termasuk teknologi mengelak radar, sehingga Kongres AS mengeluarkan peraturan yang melarang pesawat itu dijual ke negara lain. Pesawat yang dirancang untuk menjalankan misi pertempuran udara (dog fight) itu sejauh ini menjadi pesawat termahal yang sudah dibeli oleh Pentagon. Militer AS telah memiliki lebih dari 160 unit pesawat tersebut, dan berencana akan mengembangkan jumlahnya menjadi 187 unit.

"Adik" F-22, yakni F-35 Lightning II, hingga saat ini masih berada pada tahap pengembangan dan juga menemui berbagai masalah teknis dan penundaan produksi skala penuh.

internasional.kompas.com

Sabtu, 05 Mei 2012

Red Baron, si penerbang tempur legendaris Perang Dunia I

Manfred von Richthofen
Manfred von Richthofen lahir pada tanggal 2 Mei 1892 Breslau, Jerman (kini Wroclaw Polandia). Ia meninggal di Vaux sur Somme, Perancis, pada tanggal 21 April 1918, menjelang usianya yang ke 26 tahun. Rekan-rekan di sekuadron terbangnya sering memanggilnya dengan sebutan der rote Kampfflieger (The Red Battle-Flyer), Orang Prancis menyebutnya le petit rouge, dan dunia lebih mengenalnya dengan sebutan The Red Baron. Dan pilot muda ini pun hadir sebagai penerbang tempur yang sangat ditakuti pada masa Perang Dunia I.

Pada masa Perang Dunia I, saat pesawat terbang tempur masih terbuat dari kayu dan kain, dua puluh kemenangan pertempuran udara membuat seorang pilot mendapat status sebagai pilot legendaris dan berhak untuk penghargaan Pour Le Mérite ("Blue Max"), Richthofen telah membukukan 80 kemenangan pertempuran udara. Dan hari ini dianggap sebagai The Ace of Aces.

Manfred von Richthofen adalah putra dari Mayor Albrecht von Richthofen, seorang bangsawan Prusia. Manfred adalah sulung dari tiga bersaudara. Pada usian 11 tahun dia terdaftar sebagai siswa sekolah militer di Wahlstatt, dan kemudian belajar di Royal Military Academy Lichterfelde. Manfred lebih pantas disebut sebagai atlet daripada seorang pelajar. Salah satu keterampilan olah-raga yang dikuasainya adalah menunggang kuda. Keterampilan itu untuk membuatnya menjadi seorang perwira kavaleri. Pada bulan April 1911 dia bertugas di Resimen 1 Uhlans Kaiser Alexander III. Dan pada tahun 1912 dia dipromosikan menjadi Letnan.

Sayangnya, perang yang terjadi pada abad kedua puluh sangat sedikit membutuhkan keberadaan pasukan kavaleri. Penemuan senapan mesin telah mengakibatkan perlunya operasi tempur yang lebih aman ketimbang pasukan berkuda yang sulit berlindung atau bersembunyi sehingga mudah menjadi sasaran tembak. Ketika perang pecah pada bulan Agustus 1914, Richthofen melihat bahwa satuan tempur udara merupakan tantangan baru baginya. Awalnya dia bergabung dengan Fliegertruppe (layanan udara) pada tahun 1915 sebagai pengamat karena waktu pelatihannya lebih pendek dan bisa segera membuatnya terlibat dalam pertempuran. Setelah pertemuannya dengan Oswald Boelcke, Manfred memilih untuk menjadi pilot pesawat tempur. Setelah menghabiskan latihan hanya selama 24 jam terbang bersama Oberleutnant Georg Zeumer, dia melakukan penerbangan solo pertamanya pada tanggal 10 Oktober 1915.

Berikut perjalanan waktu keterlibatan The Red Baron dalam pertempuran udara.

  • September 1915
    Dalam tempur udara kedua (masih sebagai pengamat), Richthofen membuat jatuh sebuah pesawat Perancis. Tapi Richthofen tidak mencatatnya sebagai kemenangan.
  • 24 April 1916
    Richthofen pertama kali menerbangan pesawatnya sebagai seorang pilot. Dengan pesawatnya itu dia berhasil menembak jatuh sebuah Nieuport Perancis. Dan sekali lagi, kemenangan itu tidak tercatat dalam kemenangan tempur udaranya.
  • September 1916
    Saat menemui Oswald Boelcke, Richthofen ditugaskan di Front Barat. Richthofen mengawali karir sebagai penerbanga tempur dengan Jagdstaffel 2, pesawat terbang Albatros D. II dengan sayap ganda (biplane) . Meskipun Richthofen dikenang dunia sebagai Red Baron dengan pesawat tempur Fokker Dr.I bersayap tiga tingkat (triplane), tapi sebenar dia lebih lama menghabiskan sebagian besar waktu terbangnya dengan pesawat tempur Albatros D.II dan D.III.
  • 17 September 1916
    Skor kemenangan Richthofen udara pertama kali dikonfirmasi.
  • 23 November 1916
    Seorang penerbang tempur andalan Inggris, Mayor Lanoe Hawker, menjadi korban kesebelas Richthofen.
  • 4 Januari 1917
    Richthofen membukukan kemenangan pertempuran udaranya yang ke-16, sehingga membuatnya menjadi The Ace dari Jerman. Selanjutnya pada tanggal 12 Januari 1917, Richthofen menerima anugerah Pour Le Mérite ("Blue Max") dan ditetapkan sebagai komandan Jasta 11. Sejak itu Richthofen memutuskan untuk mengecat pesawat tempurnya dengan warna merah dengan maksud agar mudah dikenali oleh sekutu-sekutunya pada saat dia sedang terbang. Richthofen mengatakan bahwa ia memilih warna merah karena warna resimen kavaleri Uhlan dimana dia mengawali karier militernya. Hal ini diikuti oleh para penerbang di skuadronnya yang menggunakan warna merah untuk menunjukkan solidaritas. Pada saat perang, beberapa pesawat Inggris menggunakan warna merah pada bagian hidung pesawat yang mengumumkan niat mereka untuk memburu The Red Baron.
  • 9 Maret 1917
    Richthofen ditembak jatuh di atas Oppy, tapi terbang lagi pada hari yang sama.
  • 7 April 1917
    Richthofen dipromosikan untuk Rittmeister.
  • 8 April 1917
    Sayap bawah Albatros D. III tidak bisa digerakkan untuk kedua kali saat diterbangkan oleh anggota lain Jasta III dalam sebuah penerbangan. Dengan marah Richthofen menulis surat ke Berlin. Dan hasilnya adalah kedatangan seorang desainer pesawat Anthony Fokker yang segera mengamati kendala pada sayap bagian bawah itu. Anthony Fokker telah mengamati Sopwith Triplane milik Inggris, dan ini membuatnya memutuskan untuk membangun Fokker Dr.I bersayap tiga tingkat (triplane) .
  • 29 April 1917.
    Richthofen menembak jatuh empat pesawat musuh dalam satu hari. Bulan tersebut juga dikenal sebagai "Bloody April". Inggris telah kehilangan 912 pilot dan pengamat selama bulan April itu, sementara Richthofen mencetak 21 kemenangan yang luar biasa selama periode yang sama. Setelah kemenangan 41 nya, Richthofen diperintahkan cuti. Ia menghabiskan liburan dengan berburu di kota asalnya, dan juga bertemu dengan Kaiser Wilhelm.
  • 24 Juni 1917
    Jagdgeschwader 1 (Fighter Wing 1) dibentuk dan dibawah komando Manfred von Richthofen. Skuadron tempur ini kemudian diganti namanya menjadi "Jagdgeschwader Frieherr von Richthofen" untuk menghormatinya.
  • Juli 1917
    Richthofen ditembak jatuh oleh Capt Cunnel Douglas dan Lt. Albert Woodbridge. Meskipun selamat, tapi dia telah mengalami luka tembak serius di kepala. Dengan segera dia dipensiunkan dari pertempuran udara dan dilarang terbang kecuali benar-benar diperlukan. Richthofen mulai menghabiskan lebih banyak waktu di bagian administrasi dan bagian umum lainnya. Tapi akhirnya ia kembali ke medan pertempuran udara ketika para pemimpin Jerman menyadari bahwa mereka tidak memiliki penerbang tempur yang lebih baik selain Richthofen.
  • Agustus 1917
    Fokker triplane yang pertama dikirim untuk skuadron tempur Jagdgeschwader 1.
  • 1 September 1917
    Richthofen membukukan kemenangannya yang ke-60. Kemenangan ini menjadi kemenangan pertamanya setelah menggunakan pesawat tempur Fokker Dr.I triplane. Pada 6 September 1917, dia mengambil cuti untuk penyembuhan sakit pada kepalanya. Pada bulan berikutnya ia kembali menggunakan pesawat tempur VD Albatros.
  • April 1918
    Richthofen mencatat dua kemenangan lagi saat terbang menggunakan Fokker Dr.1 triplane. Meskipun pesawat tempur yang ia terbangkan sebagian besar adalah pesawat terbang bertype biplane pada hampir seluruh karirnya, dan pesawat-pesawat terbang itu juga dicat dengan warna merah, Fokker Dr.1 triplane inilah yang membuatnya dikenal dunia dengan sebutan The Red Baron.
  • Pada tanggal 21 April 1918, Richthofen mengikuti pesawat tempur Camel Sopwith yang dikemudikan pilot Wilfred May hingga masuk jauh ke wilayah Inggris hingga sebuah peluru yang ditembakkan dari belakang menembus dadanya. Tembakan ini diyakini berasal dari penembak Australia di tanah, tapi mungkin juga berasal dari senjata penerbang Kanada Arthur "Roy" Brown yang datang untuk membantu May. Pesawat yang dikemudikan Manfred von Richthofen terhempas di sebuah lapangan yang terletak di samping jalan antara Corbie dan Bray. Tubuhnya ditemukan oleh pasukan Inggris, dan dia dikuburkan dengan upacara militer penuh.
briggsenterprises.com, acepilots.com

Jumat, 04 Mei 2012

Pengawasan terhadap perdagangan pisang lebih ketat dibanding terhadap perdagangan senjata

Senjata Api
Laporan: embargo gagal hentikan penjualan senjata

Negara-negara yang terkena embargo senjata mengimpor senjata senilai lebih dari 2,2 miliar dolar AS dalam sepuluh tahun belakangan ini, kata kelompok bantuan kemanusiaan Oxfam, Kamis dalam satu laporan. Beberapa negara berdagang senjata "dalam skala besar" kendatipun dilarang dari pasar bebas, kata kelompok itu. Myanmar membeli senjata senilai 600 juta dolar AS antara tahun 2000 dan 2010, Iran membeli senjata senilai 574 juta dolar dari tahun 2007 sampai 2010 dan Republik Demokratik Kongo mengeluarkan dana 124 juta dolar AS dari tahun 2000 sampai 2002, kata laporan itu.

Ada 26 embargo senjata yang dikeluarkan PBB, regional atau mulilateral dalam periode ini, katanya. PBB akan melakukan perudingan mengenai perjanjian perdagangan senjata baru Juli. Oxfam mengatakan perdagangan ilegal itu harus diatasi dengan membuat undang-undang yang mengikat mengenai penjualan dan pengalihan senjata.

Laporan Oxfam berjudul "The Devil Is In The Detail" mengatakan perdagangan global dalam barang-barang konsumen seperti pisang, kopi dan coklat peraturannya lebih ketat ketimbang perdagangan senjata. "Tantangan untuk menjamin peraturan baru itu benar-benar kuat. Peraturan itu harus dapat menghentikan transfer senjata di mana mereka dapat meningkatkan konflik, kemiskinan atau pelanggaran hak asasi manusia," kata aktivis pengawas senjata Oxfam Anna Macdonald. "Embargo-embargo senjata yang ada sejauh ini mudah dilanggar atau diabaikan. Kurang tegasnya peraturaan internasional berarti bahwa negara-negara yang dikenakan embargo telah mengimpor semua senjata yang mereka pilih tanpa kena hukuman."

Oxfam mengatakan ada "satu tambal sulam yang berbelit-belit perjanjian-perjanjian regional dan subregional, tetapi struktur yang lemah dan tidak punya kaitan ini, memungkinkan negara-negara terus mengimpor dan melakukan perdagangan senjata kendatipun ada embargo PBB dan tipe lainnya." MacDonald menambahkan: "Bagaimana bisa penjualan pisang diawasi lebih ketat ketimbang penjualan senapan mesin?"

Kelompok bantuan kemanusiaan itu mengatakan perjanjian perdagangan senjata baru yang diusulkan itu harus menghambat pengiriman senjata di mana senjata-senjata berbahaya digunakan melanggar hak asasi manusia atau hukum kemanusiaan, atau merusak pembangunan. "Sikap kami adalah jelas, satu perjanjian yang lemah akan lebih buruk ketimbang tidak ada perjanjian sama sekali karena ini hanyalah mensahkan sistem cacat yang ada," kata MacDonald kepada AFP.

www.antaranews.com

Kamis, 03 Mei 2012

Eropa dan Asia akan jadi pasar potensial pesawat tempur tanpa awak

MQ-9 Reaper Drone
Pesawat tempur tanpa awak atau yang dikenal juga dengan sebutan Drone telah membuktikan kendalannya pada beberapa misi militer. Selain itu, Drone memiliki beberapa keuntungan yang tidak dimiliki oleh pesawat tempur yang dikendarai manusia. Ini memotivasi pihak militer banyak negara untuk memiliki dan mengoperasikan peralatan tempur tersebut. Namun, meskipun sepertinya ada kecenderungan peningkatan dalam belanja militer untuk pengadaan Drone, tindakan pemerintah AS yang mengurangi anggaran militer telah menyebabkan ketidak pastian bagi para pemangku kepentingan industry Drone.

Sebuah laporan yang disusun oleh lembaga Frost & Sullivan dan berjudul "Military Unmanned Aerial Systems Market Assessment" memaparkan bahwa pada periode 2011 – 2020 kemungkinan jumlah total dana untuk keperluan ini mencapai angka US$ 61,37 miliar. Secara global, pendapatan dari industri pesawat tak berawak pada tahun 2010 mencapai angka US$ 4,55 miliar, angka tersebut pada tahun 2020 diperkirakan akan menjadi US$ 7,31 miliar.

Menurut catatan Mahendran Arjunraja, analis senior dari Frost & Sullivan, AS akan mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan pesawat tanpa awak. "Meskipun negara ini memiliki rencana untuk meningkatkan persedian hingga lebih dari 35 persen selama sepuluh tahun ke depan, namun pendapatan pasar diperkirakan akan menurun setidaknya hingga tahun 2020. Armada pesawat tanpa awak AS sedang mengalami transisi dari pengadaan untuk menjaga kelangsungan operasional kepada kemungkinan hanya melakukan upgrade pada armada yang sudah ada pada armada yang sudah ada.

Pada saat yang sama, Eropa menghadapi persaingan ketat pada segmen Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) UAV. Perusahaan dikawasan tersebut memilih untuk bekerjasama dalam pengembangan Drone. Teknologi Drone memang mahal, sehingga membuat sistem pesawat yang mereka buat masih memiliki kemampuan yang terbatas. Secara garis besar, kawasan Eropa masih menjadi pasar potensial pesawat tempur tanpa awak.

Catatan lain mengatakan bahwa operasi pesawat UAV di Afghanistan diperkirakan akan segera berakhir. Para operator UAV sepertinya tidak berminat lagi mengoperasikan armadanya di kawasan ini. Hal ini tentu saja berdampak langsung bagi pelaku industri UAV. Namun demikian, pengurangan ini sudah dirancang berlangsung secara perlahan untuk jangka panjang.

"Pengurangan anggaran militer AS diperkirakan akan memperlambat pemasaran UAV," kata Arjunraja. "Tapi ini memicu pertumbuhan pasar UAV di Eropa dan Asia".

Pasar UAV militer di Eropa dan Asia akan mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam sepuluh tahun ke depan. Ini menjadi moment yang tepat bagi produsen dan pemasok UAV untuk mencari peluang pada pasar yang berkembang tersebut.

www.defpro.com

Rabu, 02 Mei 2012

Indonesia satu-satunya negara Asia yang mengirim kapal perang untuk misi perdamaian di Lebanon

KRI Diponegoro-365 Kapal Perang Indonesia
TNI Perbanyak Personel Pasukan Perdamaian PBB

Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan senantiasa meningkatkan jumlah prajurit yang dikirim dalam misi perdamaian PBB di seluruh dunia. Pengiriman kapal perang (KRI) untuk misi di Lebanon juga terus dilakukan. Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan, jumlah prajurit yang dikirim akan ditingkatkan hingga mencapai angka tertentu. "Kita ingin keterlibatan pada posisi penting di PBB," ujarnya saat menyambut kedatangan Satgas Maritim Kontingen Garuda XXVIII-C/UNIFIL, Lebanon di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta.

Posisi itu, ujar Agus, bisa didapatkan mana kala jumlah prajurit TNI di dalam misi perdamaian terus bertambah dan sesuai dengan jumlah yang ditetapkan PBB.Jumlah pasukan TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di seluruh dunia saat ini sebanyak 1.828 prajurit. Mereka tersebar di berbagai wilayah konflik, yakni Lebanon, Kongo, Haiti, Liberia, Sudan Selatan, Darfur, dan Suriah. Diharapkan pada 2014, Indonesia dapat mengirimkan 4.000 penjaga perdamaian di seluruh dunia dalam misi PBB. Dia mengatakan, penugasan pasukan TNI pada misi pemeliharaan perdamaian merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap Indonesia, khususnya TNI, dalam upaya memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya perdamaian dunia sesuai yang tercantum dalam piagam PBB.

Kepercayaan ini mengandung makna bahwa bangsa Indonesia telah menjadi bagian penting dari komunitas dunia dalam berperan menciptakan kehidupan masyarakat internasional yang adil dan beradab. Di antara pasukan itu,sebanyak 100 prajurit dalam Satgas Maritim Kontingen Garuda XXVIII-C/UNIFIL, Lebanon telah kembali ke tanah air, berikut kapalnya, KRI Sultan Iskandar Muda (367), dan helikopter.

Indonesia merupakan negara Asia pertama dan satu-satunya yang mengirim kapal perang dalam misi perdamaian di Lebanon. KRI SIM-367 merupakan kapal ketiga yang pernah dikirim ke sana. Dua sebelumnya yaitu KRI Frans Kaisiepo (368) dan KRI Diponegoro (365). Nantinya TNI akan mengirim KRI ke Lebanon,menggantikan peran SIM-367 yang sebelumnya bertugas enam bulan. "Kita masih akan mengirim satuan berikutnya, yakni KRI Hasanuddin. Sekarang sedang dipersiapkan. Mungkin dua atau tiga bulan lagi akan diberangkatkan. Setelah itu juga akan dilakukan pengiriman selanjutnya," kata Agus. Jumlah awak prajurit KRI Hasanuddin (366) juga berjumlah 100 orang. KRI ini memiliki bobot yang hampir sama dengan KRI Sultan Iskandar Muda.

Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul menambahkan, KRI Sultan Iskandar Muda- 367 sebagai unsur MTF memiliki tugas membantu Angkatan Laut Pemerintah Lebanon dalam menegakan kedaulatan negaranya secara mandiri, mengamankan garis pantai, mencegah masuknya senjata dan material lainnya secara ilegal ke Lebanon dari pihak-pihak tertentu. Di antara kegiatan yang dilakukan selama bertugas adalah latihan menghadapi kondisi cuaca ekstrem, procedure boarding ke kapal suspect, dan joy sailing.

Keberhasilan misi MTF UNIFIL ini menunjukkan profesionalitas TNI diakui dan sejajar dengan angkatan bersenjata negara-negara lain di dunia yang mengirimkan pasukannya pada misi PBB di Lebanon atau Troops Contributing Countries (TCC), di antaranya Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Yunani, danTurki.

www.mediaindonesia.com

Kinerja PLN Kotabumi Lampung Utara Periode April 2012

  • PLN Kotabumi Lampung Utara pada jaringan Prokimal, Kotabumi Utara, Periode April 2012

    No.Hari/TanggalDurasi Listrik Padam/ Turun TeganganJumlah Waktu (Menit)
    01.Minggu, 1 April 2012
    02.Senin, 2 April 2012
    1. 07.01 – 07.44
    2. 09.26 – 18.21
    578
    03.Selasa, 3 April 201210.49 – 11.5061
    04.Rabu, 4 April 2012
    05.Kamis, 5 April 2012
    06.Jumat, 6 April 2012
    07.Sabtu, 7 April 2012
    08.Minggu, 8 April 2012
    09.Senin, 9 April 2012
    10.Selasa, 10 April 2012
    11.Rabu, 11 April 201217.42 – 18.0725
    12.Kamis, 12 April 2012
    13.Jumat, 13 April 201214.05 – 14.105
    14.Sabtu, 14 April 201220.14 – 20.162
    15.Minggu, 15 April 2012
    16.Senin, 16 April 2012
    17.Selasa, 17 April 2012
    18.Rabu, 18 April 2012
    19.Kamis, 19 April 2012
    20.Jumat, 20 April 2012
    21.Sabtu, 21 April 2012
    22.Minggu, 22 April 2012
    23.Senin, 23 April 201214.17 – 14.203
    24.Selasa, 24 April 201200.13 – 05.17304
    25.Rabu, 25 April 2012
    26.Kamis, 26 April 2012
    27.Jumat, 27 April 2012
    28.Sabtu, 28 April 2012
    29.Minggu, 29 April 2012
    30.Senin, 30 April 201217.41 – 17.5312
    Total jumlah menit terjadi listrik padam / turun tegangan (JLP)990 menit


    Total listrik padam = 990 menit = 16 jam 30 menit

  • Kroasia ajukan proposal kerjasama industri pertahanan kepada Indonesia

    MBT M-95 Degman buatan Kroasia
    MBT M-95 Degman buatan Kroasia
    | PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Kroasia ajukan proposal kerjasama industri pertahanan kepada Indonesia.
    Menhan Akan Pelajari Kemungkinan Kerjasama Industri Pertahanan Dengan Kroasia

    Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Jumat (27/4), menerima kunjungan kehormatan Chairman of The President’s Council on Foreign Policy and International Relations Republic of Croatia, Mr Budimir Loncar, di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Mr Budimir Loncar sudah tidak asing lagi berada di Indonesia karena pada era orde baru pernah menjabat sebagai Duta Besar Yugoslavia untuk Indonesia dan pada era 90-an pernah menjadi wakil UN untuk Indonesia. Mr. Budimir Loncar juga berperan sebagai mediator dalam pembicaraan perdamaian antara Pemerintah dan GAM Aceh di Stockholm, Swedia.

    Kedatangannya kali ini sebagai undangan Kementerian Luar Negeri RI dalam membicarakan peningkatan kerjasama bilateral Indonesia - Kroasia. Mr Budimir Loncar berharap kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Kroatia dapat diperbarui dan dikembangkan. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan proposal kerjasama industri pertahanan kedua negara.

    Menhan Purnomo Yusgiantoro berjanji untuk mempelajari proposal kerjasama industri pertahanan yang ditawarkan dan akan memberikan jawaban kepada Kedutaan Besar Kroasia. Menhan akan berupaya meramu kerjasama industri pertahanan antara kedua negara yang memberi manfaat bagi Indonesia dan Kroasia.

    Saat menerima kunjungan kehormatan Mr Budimir Loncar, Menhan Purnomo Yusgiantoro didampingi Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI Hartind Asrin, Direktur Kerjasama Internasional Ditjen Strahan Kemhan Brigjen TNI Jan Pieter Ate M.Bus, dan Kepala Biro TU Stejen Kemhan Brigjen TNI Drs. Herry Noorwanto MA.

    www.dmc.kemhan.go.id

    Selasa, 01 Mei 2012

    Kapal korvet berpeluru kendali Molniya Class

    Molniya Class kapal korvet rudal

    Sebagai sebuah kapal perang, Molniya Class memang memiliki ukuran yang relatif kecil. Panjangnya hanya 56 meter. Tapi kemampuan manuver dan daya tempurnya memang tidak diragukan lagi. Dengan kecepatan maksimum hingga 42 knot (78 km/jam), rudal dengan jangkauan hingga 80 km, serta system radar yang mumpuni dan kemampuan perang elektronik, menyebabkan korvet dari kelas Molniya ini menjadi kapal perang buatan Soviet yang cukup disegani oleh NATO pada awal kemunculannya.

    Pada akhir dekade 1970an, Uni Soviet menyadari akan kebutuhan kapal tempur yang lebih layak laut dengan persenjataan yang lebih baik dan kemampuan radar yang bisa memindai kawasan target yang lebih luas. Kebutuhan kapal tempur jenis baru ini dirasakan setelah melihat kenyataan yang terjadi pada Perang Teluk yang pertama. Saat itu sebanyak 12 unit kapal perang jenis Osa-I buatan Uni Soviet yang digunakan oleh Irak menderita kehancuran akibat serangan rudal jarak pendek anti kapal yang ditembakkan oleh helikopter Lynx milik Inggris. Radar Osa-I tak mampu mengendus kehadiran Lynx sebab helikopter-helikopter tersebut terbang dibawah cakrawala radar Osa-I. Seperti muncul secara tiba-tiba, helikopter-helikopter Lynx dengan mudah membantai armada kapal Osa-I.

    Dari beberapa literatur menginformasikan bahwa pihak NATO menyebut Tarantul Class untuk kapal-kapal Molniya Class yang hanya diproduksi untuk kebutuhan ekspor ke beberapa negara. Beberapa penamaan proyek digunakan untuk setiap paket ekspor Molniya Class. Misalnya Project 1242.1, Project 1241.8, Project 1241RE, dan sebagainya. Penamaan proyek yang berbeda menandai perbedaan fungsi dan konfigurasi kapal Molniya yang berbeda pula.

    Beberapa negara telah membeli lisensi dari korvet Molniya Class untuk dikembangkan dan diproduksi di negaranya masing-masing. Misalnya Vietnam yang beberapa waktu lalu telah berhasil menyelesaikan sebuah kapal artileri Molniya Class, lalu India, China, Bulgaria, dan beberapa negara lain. Kabarnya Malaysia juga tertarik untuk membeli lisensi Molniya Class guna diproduksi di galangan kapal lokal. Ini cukup untuk mendudukkan Molniya Class sebagai jenis kapal perang rancangan Rusia (Uni Soviet) yang cukup sukses secara komersial.

    Berikut ini adalah spesifikasi kapal berpeluru kendali Molniya Class.

    Karakteristik Umum
    • Type : Kapal korvet berpeluru kendali
    • Bobot : 550 ton
    • Panjang : 56,1 meter
    • Lebar : 10,2 meter
    • Draft : 2,65 meter
    • Crew : 44 Orang
    • Mesin : 2 unit mesin turbin COGAG, masing-masing berdaya 11.000 hp atau 2 unit mesin jelajah masing-masing berdaya 4000 hp
    Kinerja
    • Kecepatan maksimal : 42 knot (78 km/jam)
    • Jangkauan pada kecepatan jelajah : 2.400 mil
    Persenjataan
    • 4 unit rudal jelajah Moskit SS-N-22 Sunburn (pada versi Project 1242.1)
    • 16 unit rudal Uran-E SSN-X-25 (pada versi Project 1241.8)
    • 8 unit rudal Uran-E SSN-X-25 (pada versi Project 1241 RE)
    • 12 unit rudal anti pesawat IGLA -1M AD
    Peralatan Elektronik
    • Komunikasi bantuan radio HF dan UHF
    • Radar navigasi
    • RDF (Radio Direction-Finder)
    • Navigasi Satelit
    • Radar deteksi target permukaan dan udara
    • Radar pemandu rudal jelajah
    • Radar pemandu tembakan sistem meriam kapal
    • 2 unit Decoy PK-10
    fas.org, wikipedia.org

    Media Gambar Online :
    Video kapal korvet berpeluru kendali Molniya Class :

    viedo Molniya Class | PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara