Cari di Blog Ini

Minggu, 12 Oktober 2014

Australia Terima Kapal LHD Canberra-Class Pertama

HMAS Canberra (LHD 02) adalah kapal pertama dari 2 unit kapal perang jenis LHD (Landing Helicopter Docks) Kelas Canberra yang dipesan pemerintah Australia. Kapal ini dibangun di galangan kapal Williamstown yang berlokasi di Melbourne. Sedangkan kapal LHD lainnya, HMAS Adelaide (LHD 01), dibangun di galangan kapal Ferrol yang berlokasi di Spanyol.

HMAS Canberra (LHD 02). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
HMAS Canberra (LHD 02).
Pemerintah Australia telah menerima kapal pertama dari total pesanan sebanyak dua unit kapal jenis LHD (Landing Helicopter Docks) Kelas Canberra. Pernyataan ini disampaikan oleh perusahaan pertahanan BAE Systems pada tanggal 8 Oktober 2014 lalu. BAE Systems adalah kontraktor utama dalam proyek pengadaan 2 unit kapal LHD Kelas Canberra yang dipesan Australia.

Untuk saat ini kapal yang diberi nama HMAS Canberra (LHD 02) tersebut tetap berada di galangan kapal Williamstown yang dikelola BAE Systems di Melbourne sebelum secara resmi dioperasikan Angkatan Laut Australia di Sydney. Menurut jadwal, Angkatan Laut Australia akan resmi menerima kapal ini pada 28 November 2014.

Rancangan kapal LHD Canberra-Class mengambil desain dari kapal induk Juan Carlos I milik Angkatan Laut Spanyol. HMAS Canberra (LHD 02) telah menyelesaikan uji laut pada akhir Agustus 2014.

Sementara kapal berikutnya, HMAS Adelaide (LHD 01), telah dikirim dari galangan kapal Ferrol milik perusahaan Navantia di Spanyol pada Februari 2014 lalu. HMAS Adelaide (LHD 01) dijadwalkan melaksanakan uji laut pada kuartal kedua 2015 dan diharapkan sudah bisa diserahkan kepada Angkatan Laut Australia pada tahun 2016.

Kapal LHD Canberra-Class memiliki bobot 27.500 ton dengan dimensi panjang 230,82 meter, lebar 32 meter, dan draft 7,08 meter. Kecepatan maksimumnya mencapai 20 knot dengan jangkauan operasional hingga 17.000 km. Memiliki kapasitas angkut 18 unit helikopter, 4 unit kapal pendarat, dan 1.046 pasukan bersenjata lengkap.

www.janes.com, wikipedia.org

Sabtu, 11 Oktober 2014

KRI Sultan Iskandar Muda (367) Ditugaskan Jaga Perdamaian Di Perairan Lebanon

Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah mengirimkan KRI Sultan Iskandar Muda (367) untuk berlayar menuju peraian Lebanon pada Jumat, 10 Oktober 2014 lalu. KRI Sultan Iskandar Muda (367) yang merupakan kapal perang korvet kelas Sigma ini akan menggantikan KRI Frans Kaisiepo (368) dalam menjaga perdamaian di kawasan perairan Lebanon.

KRI Sultan Iskandar Muda (367). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Sultan Iskandar Muda (367).
TNI Kirim KRI Sultan Iskandar Muda (367) ke Lebanon.

TNI mengirim kapal perang jenis Sigma KRI Sultan Iskandar Muda (367) dengan nomor lambung kapal 657 ke Lebanon, Jumat, 10 Oktober 2014. KRI Sultan Iskandar Muda (367) menggantikan misi yang dijalani KRI Frans Kaisiepo (368). Dua kapal tersebut bersama-sama dengan alat utama pertahanan RI lainnya sempat terlibat dalam gelar kekuatan dalam rangka HUT TNI ke-69 pada Selasa, 7 Oktober 2014.

"Siang ini, KRI Sultan Iskandar Muda (367) menggantikan tugas KRI Frans Kaisiepo (368) di perairan Lebanon," kata Panglima Armada RI Wilayah Timur Laksamana Muda TNI Sri Mohammad Darojatim setelah melepas KRI Sultan Iskandar Muda (367) di Dermaga Ujung atau yang biasa disebut Dermaga Madura, Surabaya, Jumat, 10 Oktober 2014.

Darojatim menuturkan misi yang dibawa KRI Sultan Iskandar Muda (367) adalah perdamaian, bersama militer angkatan laut negara lain di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kapal perang bermanuver tinggi dan tergolong baru di antara armada kapal perang RI itu berkekuatan sekitar 101 prajurit dan akan bertugas sekitar delapan bulan.

Helikopter jenis Bolco NV 410 dari skuadron 400 juga dibawa serta. Kopilotnya, Letnan Satu Laut Alkautsar, mengatakan helikopter akan membantu mengawasi di perairan Lebanon. "Kami hanya tugas perdamaian, bukan tugas tempur," ujarnya.

www.tempo.co

Jumat, 10 Oktober 2014

Liana, Teknologi Satelit Pengintai Terbaru Angkatan Laut Rusia

Liana adalah sistem pengintai buatan Rusia yang terdiri dari 4 satelit pada ketinggian 1.000 km di atas permukaan bumi. Sistem satelit pengintai ini dioperasikan Angkatan Laut Rusia untuk memantau adanya pergerakan obyek musuh baik yang berada di darat, laut, maupun udara. Selain melengkapi sistem deteksi pada kapal-kapal perang, sistem Liana juga akan digunakan pada sistem pertahanan pinggir pantai yang menggunakan persenjataan rudal.

Armada Kapal Perang Rusia. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Armada Kapal Perang Rusia.
Sistem Pengintai Luar Angkasa Liana, Teknologi Baru Angkatan Laut Rusia.

Kapal-kapal Angkatan Laut Rusia tak lama lagi akan diperkuat oleh sebuah kompleks pengintai modern yang terintegrasi dalam mendapatkan informasi intelijen, yakni sistem penyiaran luar angkasa multifungsi Liana. Hal tersebut disampaikan oleh seorang narasumber dari dunia industri militer pada RIA Novosti. Selain memperkuat kapal perang Angkatan Laut, Liana rencananya juga dirancang untuk melayani sistem pertahanan pinggir pantai yang memiliki persenjataan roket.

Berdasarkan informasi dari narasumber, Liana adalah sistem yang terdiri dari empat satelit radar pengintai dan berada di ketinggian sekitar seribu kilometer di atas permukaan bumi. Keempat satelit ini akan terus memantau kehadiran dan pergerakan obyek musuh di darat, udara, dan laut.

Sang narasumber menjelaskan pada RIA Novosti bahwa belum lama ini di Armada Utara Rusia telah berhasil melakukan uji coba penggunaan kompleks pengintai untuk obyek perairan yang pertama pada salah satu kapal perang milik armada tersebut. Informasi pergerakan dan lokasi obyek perairan tersebut didapat dari sistem penyiar Liana. Menurut sang narasumber, dalam waktu dekat kompleks pengintai ini akan digunakan dalam kekuatan Angkatan Laut Rusia.

Ia pun menerangkan, selain dikembangkan khusus untuk kapal-kapal perang milik Angkatan Laut Rusia yang memiliki persenjataan rudal jarak jauh, kompleks ini juga akan digunakan untuk memperkuat sistem pertahanan pinggir pantai yang menggunakan persenjataan rudal.

Sistem penyiar luar angkasa multifungsi Liana yang dirancang untuk menemukan obyek bergerak di perairan secara real-time telah digunakan oleh Angkatan Laut Rusia sejak 2009 lalu. "Kompleks kapal penerima informasi dari sistem penyiar Liana yang diciptakan sebelumnya membutuhkan modernisasi untuk menjamin keberhasilan proses integrasi, dan itu telah dilakukan," kata sang narasumber.

Adapun dukungan teknis aktif pada uji coba kompleks pengintai di perairan yang pertama telah diberikan oleh para tenaga ahli dari biro konstruksi Rubin dan pusat penelitian Zavod Leninets, bagian dari perusahaan pemerintah Rostech. Narasumber tersebut menyebutkan bahwa kompleks pengintai tersebut akan menggantikan sistem lama buatan Uni Soviet, Legenda, yakni sistem satelit pengintai dan pelacak di luar angkasa dan perairan.

rbth.com

Kamis, 09 Oktober 2014

Kontingen Garuda TNI Raih Gelar Champion Contingent Kejuaraan Menembak Di Lebanon

Kontingan Pasukan Garuda TNI berhasil memenangkan seluruh kategori dalam kejuaraan menembak UNIFIL yang diselenggarakan India Batt (India Battalion) di Lebanon. Hal ini membuat kontingan menembak dari pasukan Garuda TNI yang bertugas di Lebanon tersebut selain meraih gelar juara umum juga dianugerahi gelar Champion Contingent.

Lomba Menembak. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Lomba Menembak.
Pasukan Garuda sapu bersih medali kejuaraan menembak di Lebanon.

Kontingen Garuda TNI berhasil menjuarai seluruh materi lomba menembak antar Kontingen Negara peserta UNIFIL (United Nation Interim Force In Lebanon) yang diselenggarakan oleh India Batt (India Battalion). Kontingen Garuda TNI menurunkan tiga tim terbaiknya yang masing-masing diwakili oleh Satgas FHQSU (Force Head Quarter Support Unit), Satgas Indo FPC (Indonesia Force Protection Commpany) dan Satgas Indobatt (Indonesia Battalion).

Dari seluruh kategori yang dilombakan, Kontingen Garuda (Konga) TNI berhasil menyapu bersih semua nomor yang dipertandingkan yaitu The Best Shot Rifle yang diraih oleh Praka Wardono (Indo FPC) demikian juga The Best Shot Pistol diraih oleh Sertu Setiawan (Indo FPC).

Sementara pada kategori Senapan beregu, Juara 1 diraih oleh Satgas Indo FPC, Juara 2 Satgas FHQSU, dan Juara 3 diraih oleh Satgas Indobat. Begitu juga pada kategori Pistol beregu, Juara 1 diraih oleh Satgas Indo FPC, Juara 2 oleh Satgas Indobat dan Juara 3 oleh Satgas FHQSU. Dengan hasil tersebut Satgas Indo FPC ditetapkan sebagai juara umum dengan gelar Champion Contingent.

Mayor Inf Aulia Dwi Nasrullah selaku Komandan Satgas (Dansatgas) Indo FPC yang juga ikut memperkuat tim menembak Indo FPC Konga TNI, mengucap syukur yang sedalam-dalamnya atas prestasi yang telah diraih. "Alhamdulillah berkat doa, usaha gigih dan dukungan dari semua anggota, kita bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia di event Internasional dan menunjukkan bahwa Kontingen Indonesia profesional, memiliki semangat juang yang tinggi namun tetap bersahabat," ucap Dansatgas saat mengevaluasi hasil lomba yang telah dicapai,

Pada kesempatan terpisah, Komandan Kontingen Garuda TNI Kolonel Inf Adipati Karnawijaya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Komandan Satgas dan seluruh anggota yang tergabung dalam tim menembak dan official atas prestasi yang telah yang diraih.

Adapun susunan Tim dan official yang diturunkan oleh Kontingen Garuda TNI sebagai berikut: Tim Senapan Satgas Indo FPC diperkuat oleh Kopda Aman, Praka Wardono dan Pratu Awaludin.

Tim Pistol Satgas Indo FPC diperkuat oleh Mayor Inf Aulia Dwi Nasrullah, Kapten Inf Langgeng dan Sertu Setiawan. Untuk official tim terdiri dari Serma Edy Harsono dan Kopda Suntari.

Sementara untuk Tim Senapan Satgas FHQSU diperkuat oleh Kopda Tri Wantoro, Praka Mulyadi dan Praka Agus Gunarto. Untuk tim pistol Satgas FHQSU diperkuat oleh Kapten Inf Hery Eko, Sertu Ragowo, dan Praka Hendri, dengan official Praka Saiful.

Sedangkan untuk tim Senapan Satgas Indobat diperkuat oleh Serda Fatani, Serda Agus, dan Praka Setiawan. Untuk tim pistol Satgas Indobat diperkuat oleh Kopda Ngadimin, Kopda Budi Prasetyo dan Pratu Jupri Trianto, dengan official Kapten Inf Ade Kurniawan.

www.merdeka.com

China Lakukan Uji Peluncuran Rudal Nuklir DF-31B

Uji coba peluncuran rudal balistik antarabenua DF-31B atau Dongfeng-31B dikabarkan telah dilakukan satuan Altileri PLA (Tentara Pembebasan Rakyat China). Rudal berhulu ledak nuklir ini memiliki jangkauan tembak hingga 10.000 km.

Rudal Nuklir DF-31. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Rudal Nuklir DF-31.
Media di China melaporkan bahwa pada 25 September 2014 lalu pihak militer negara tersebut (PLA: People’s Liberation Army) telah melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua berhulu ledak nuklir DF-31B atau Dongfeng-31B. Rudal ini memiliki jangkauan 10.000 km sehingga bisa mencapai banyak kawasan di Amerika Serikat dan kota-kota di Eropa. Uji coba peluncuran ini dilakukan di Pusat Uji Coba Rudal dan Wahana Udara Wuzhai atau juga disebut sebagai Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan di provinsi Shanxi.

Uji coba peluncuran rudal tersebut sengaja dilakukan menjelang Hari Nasional China dengan tujuan menunjukkan kepada dunia bahwa China makin memperkuat kemampuan persenjataan nuklirnya.

DF-31B adalah versi upgrade dari rudal DF-31A dan uji coba peluncuran baru-baru ini setidaknya merupakan yang kedua kalinya yang sudah dilakukan oleh satuan artileri PLA dalam tiga bulan terakhir. Sistem rudal DF-31B memiliki jangkauan peluncuran hingga 10.000 km, cukup untuk mengirimkan hulu ledak nuklir ke ibukota Eropa atau pantai barat Amerika Serikat. Rudal ini menggunakan platform peluncuran kendaraan berat sejenis truk sehingga bisa dipindahkan ke lokasi peluncuran yang diinginkan.

Xu Guangyu, seorang mantan perwira tinggi di PLA mengatakan bahwa tujuan strategis dari uji coba peluncuran ini adalah hanya ingin meningkatkan kekuatan militer China dan ancaman strategis dari negara lain dan tidak benar-benar menargetkan AS atau negara lain. "China perlu melakukan uji coba persenjataan dan latihan militer secara intensif karena peningkatan kegiatan militer AS di kawasan Asia-Pasifik berakibat tidak baik untuk Beijing," katanya kepada media.

Sebelumnya media pemerintah mengatakan bahwa Beijing akan menggelar uji coba peluncuran Dongfeng-41 (DF-41), sebuah sistem rudal balistik antarbenua berhulu ledak nuklir yang dirancang memiliki jangkauan hingga 12.000 km, yang memungkinkan untuk mencapai target di mana saja di Amerika Serikat. Xu Guangyu mengatakan program '"poros ke Asia" AS dan rencananya untuk mengirim 60 persen kekuatan militernya ke wilayah tersebut pada tahun 2020 telah memberikan tekanan pada Beijing untuk meningkatkan pengembangan rudal.

www.defencetalk.com

Rabu, 08 Oktober 2014

Indonesia Tandatangani Proyek Pembuatan Jet Tempur Generasi 4,5

Proyek pengembangan pesawat jet tempur generasi 4,5 yang diberi nama KFX/IFX dimulai lagi kelanjutannya. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama produksi bersama 50 unit jet tempur KFX/IFX antara Indonesia dan Korea Selatan pada Senin, 6 Oktober 2014.

Jet Tempur KFX/IFX. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur KFX/IFX.
Indonesia-Korsel Teken Proyek Pembuatan 50 Pesawat Tempur.

Pemerintah Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama pembuatan 50 pesawat tempur dengan pemerintah Korea Selatan pada Senin, 6 Oktober 2014. Melalui Kementerian Pertahanan, Indonesia bersepakat melanjutkan program pembangunan bersama proyek pesawat tempur modern KFX/IFX dalam Defense Acquisition Program Administration (DAPA). Kemampuan pesawat tempur teknologi generasi 4,5 ini diklaim lebih baik dibanding F-16 dan Sukhoi yang sudah dimiliki Indonesia. "Yang ini setara dengan pesawat F-22 atau Raptor dari Amerika Serikat," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Hotel Shangri-La, Surabaya, Senin (6/10/2014).

Tahap pertama proyek, yaitu technology development, telah selesai dilakukan pada Desember 2012. Tahap berikutnya, engineering and manufacturing development, kini dimulai. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2023. "Nanti, dari enam prototype, satu prototype akan dibuat di Indonesia," katanya.

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin menambahkan, proyek pembuatan pesawat tempur ini menelan anggaran sebesar US$ 8,5 miliar atau sekitar Rp 8,5 triliun. Indonesia dan Korsel menyepakati development cost share 20 persen dari Indonesia. Sedangkan 80 persen dari Korsel. "Berarti sekitar Rp 16 triliun."

Menurut Purnomo, Korea Selatan dipilih sebagai mitra kerja sama karena memiliki pengalaman yang baik dengan Indonesia. Pasalnya, tak semua negara bersedia melakukan transfer teknologi tersebut.

Sebelumnya, Indonesia bersama Korsel membangun empat landing platform dock. Dua di antaranya dibuat di Indonesia. "Ini bukti bahwa pemerintah mereka punya sincerity atau keikhlasan untuk mentransfer teknologi di industri pertahanan."

www.tempo.co

Pemerintahan Mendatang Diharap Lanjutkan Modernisasi Alutsista TNI

Pada acara Upacara Peringatan ke-69 Hari TNI Tahun 2014 di Surabaya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan agar pemerintahan mendatang tetap melanjutkan modernisasi dan penambahan alutsista TNI. Modernisasi dan penambahan alutsista ini bertujuan agar TNI bisa lebih baik lagi melaksanakan tugasnya dalam mengamankan dan mempertahankan keutuhan NKRI.

Armada MBT Leopard TNI-AD. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Armada MBT Leopard TNI-AD.
Presiden harapkan modernisasi alutsista dilanjutkan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengutarakan harapannya agar modernisasi dan penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dapat dilanjutkan pemerintahan mendatang sebagaimana telah dilakukan kabinetnya satu dekade terakhir. "Pada lima tahun pertama (2004-2009) untuk pengisian celah kebutuhan penggantian alutsista yg sudah tidak berfungsi," kata Presiden dalam acara Upacara Peringatan ke-69 Hari TNI Tahun 2014 di Surabaya, Selasa (7/10/2014).

Selain itu, menurut Presiden Yudhoyono, selama kabinet pertama yang dipimpin dirinya juga mendorong keterpaduan alutsista antara matra darat, matra laut, dan matra udara. Sedangkan dalam jangka waktu lima tahun terakhir atau periode 2009-2014, pemerintah fokus antara lain untuk penambahan jumlah dan modernitas alutsista untuk dapat menjaga kedaulatan NKRI dengan lebih baik lagi.

Presiden Yudhoyono memaparkan, penambahan alutsista yang telah dilaksanakan antara lain untuk jenis tank tempur utama kendaraan tempur, meriam, rudal pertahanana udara, rudal antitank, heli angkut, heli serbu dan heli serang beserta amunisi.

Selain itu, kapal perang corvet, kapal cepat rudal, kapal perusak, kapal multi frigat, roket multilaras taktis, pesawat angkut sedang, pesawat latih, pesawat angkut hercules, pesawat tempur. "Sebagiam besatr alutsista akan kita saksikan bersama dalam hari ulang tahun sekaligus sebagai laporan pertanggungjawaban pemerintah kepada bangsa dan negara," katanya.

Selain Presiden dan Wakil Presiden bersama pejabat tinggi negara, acara peringatan tersebut juga dihadiri antara lain oleh Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Surabaya, Senin (6/10) mengatakan, pemerintah telah serius dalam membangun kekuatan postur pertahanan baik dalam sisi anggaran maupun pengadaan fisik alutsista. "Anggaran khusus untuk alutsista selama tahun 2010-2014 Rp162,98 triliun, telah terealisasi atau pencapaian 75,48 persen atau Rp122,2 triliun," kata Purnomo.

Menhan mengutarakan harapannya agar pemerintahan mendatang juga dapat mendukung pembangunan alutsista. Ia memaparkan, ada 98 kegiatan/kontrak alutsista 2010-2014 yang terdiri atas 64 Pengadaan Luar Negeri 30 Pengadaan Dalam Negeri, dan 4 Program Khusus.

www.antaranews.com

SPR 2 Dan SPR 3, Senapan Sniper Buatan PT Pindad

SPR 2 Kal 12,7 mm dan SPR-3 Kal. 7.62 mm adalah jenis senapan sniper yang diproduksi oleh PT Pindad. SPR 2 Kal 12,7 mm dimasukan dalam kategori senapan anti material karena peluru yang ditembakan mampu menembus plat baja dengan ketebalan tertentu yang sering digunakan pada kendaraan tempur. Sedangkan SPR-3 Kal. 7.62 mm termasuk kategori senapan anti personil.

SPR 2 Kal 12,7 mm. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
SPR 2 Kal 12,7 mm.
SPR 2 Kal 12,7 mm.

PINDAD SPR 2 Kal 12,7 mm adalah senapan anti materil anggota senapan array presesi tinggi yang dihasilkan oleh PT PINDAD. SPR 2 adalah senapan tembakan tunggal, aksi baut dengan penglihatan optik dan a malt baffle muzzle brake untuk mengurangi kekuatan hentakan. untuk pengguna individu dapat dibuat dari bipod. Ketika senjata dalam keadaan siap tembak pilihan dan beberapa penyesuaian stok pelengkap dapat ditambahkan dibawah perakitan stok untuk panjang.Stok butt memiliki alas karet buttyang dapat disesuaikan untuk tinggi. Biasany sistem ditujukan untuk penglihatan teleskopik 10 x 5, penglihatan malam dapat digunakan dengan kedua senapan. The SPR2 adalah bilik catridge 12,7 x 99 mm (0.50 Browning). Ini cukup akurat untuk memungkinkan latihan penembakan di 1500 m. Pegangan pistol polimer agronomik bagi pengguna.

Spesifikasi SPR 2 Kal 12,7 mm
  • Calibre : 12.7 x 99 mm
  • Overall length : 1755 mm
  • Barrel length : 1055 mm
  • Feed : 5 rounds
  • Max. Total Weight : 19.5 kg
  • Rifling : 8 grooves, RH 381 mm(15") twist
  • Sight : Optical
  • Muzzle velocity : 900 m/s
  • Max. effective range : 2000 m
SPR-3 Kal. 7.62 mm

SPR-3 Kal. 7.62 mm. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
SPR-3 Kal. 7.62 mm.
Pindad juga memproduksi senjata tipe SPR-3 Kal. 7.62 mm, dirancang sebagai senapan yang didedikasikan untuk memberikan jaminan akurasi, kemudahan pemeliharaan, keandalan dan ketahanan militer. Ada tembakan tunggal, tindakan baut senapan dengan penglihatan optik dan malt baffle muzzle brake untuk mengurangi kekuatan hentakan. Stok gagang lipat tersedia sebagai pilihan untuk pendek dan panjang. Varian SPR 3 dengan peredam termasuk amunisi subsonic. Biasanya sistem ditujukan untuk penglihatan teleskopik 10x5, penglihatan malam yang dapat digunakan dengan kedua senapan. Digunakan untuk tentara Indonesia.

Spesifikasi SPR-3 Kal. 7.62 mm
  • Calibre : 7.62 x 51 mm
  • Weight : 6.94 Kg
  • Feed : 10 rounds
  • Total Length : 1250 mm
  • Barrel length : 660 mm
  • Sight : Telescope - Bullet Drop Adjuster - 3.5 ÷ 10x Operation : Bolt Action (BA) / Repeater
  • Effective range : witch telescope : 900 m Muzzle velocity : 800 - 810 m/s
  • Ammunition : MU2- TJS Cal. 7.62 x 51mm (.308 Match) Weight ammunition 168 grains / Hollow Point.
PT Pindad (Persero) sejak berdiri tahun 1983 memproduksi berbagai jenis senjata mulai dari senjata laras panjang, senjata genggam, pistol, dan lainnya. Perusahaan menyuplai kebutuhan peralatan pertahanan dan keamanan nasional serta pesanan dari luar atau ekspor.

Produksi senjata terus ditingkatkan kualitasnya berdasarkan penelitian dan pengembangan dari tenaga-tenaga ahli Pindad bersama dengan pengguna produk untuk menetapkan spesifikasi yang dibutuhkan. Dalam setiap produksi, proses optimasi dilakukan untuk memperoleh senjata yang maksimal.

Pemeriksaan dilakukan pada setiap proses manufaktur mulai dari penerimaan material sampai proses akhir pembuatan produk. Seluruh produk telah diuji dan memenuhi standar internasional salah satunya Mil STD. Sistem mutu selalu dipelihara dengan menerapkan sistem mutu ISO 9000-2008 yang disertifikasi oleh LRQA.

PT Pindad sendiri memproduksi berbagai senjata seperti senapan serbu, senapan runduk, dan senjata genggam. Dalam setahun, PT Pindad mampu memproduksi sekira 30 ribu unit senjata.

www.pindad.com

Selasa, 07 Oktober 2014

Jet Tempur Siluman F-35 Pertama Pesanan Australia Selesaikan Penerbangan Perdana

Pesawat jet tempur berteknologi siluman F-35A Lightning II Joint Strike Fighter (JSF) pertama yang dipesan Australia dikabarkan telah menyelesaikan penerbangan perdananya pada 29 September 201. Angkatan Udara Australia merencanakan untuk membeli 100 unit jet tempur siluman F-35A Lightning II dalam program AIR 6000.

Jet Tempur Siluman F-35 Lightning II. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur Siluman F-35 Lightning II.
Perusahaan pertahanan Lockheed Martin mengumumkan bahwa bahwa jet tempur siluman F-35A Lightning II Joint Strike Fighter (JSF) pertama pesanan pemerintah Australia telah menyelesaikan penerbangan perdananya pada tanggal 29 September 2014 lalu. Pesawat tersebut diterbangkan pilot uji Lockheed Martin, Alan Norman, selama 2 jam untuk melakukan serangkaian pemeriksaan fungsional.

Angkatan Udara Australia atau Royal Australian Air Force (RAAF) dijadwalkan menerima pesawat pertama ini, yang diberi kode AU-1, pada akhir tahun ini. Rencananya pesawat tempur ini akan ditempatkan di Luke Air Force Base di Arizona sehingga Australia dan mitra negara dapat menggunakannya untuk pelatihan pilot.

Pada proyek AIR 6000, Australia diperkirakan akan membeli hingga 100 unit pesawat tempur siluman F-35A Lightning II (versi lepas landas dan mendarat secara konvensional). Untuk proyek pengadaan pesawat F-35A ini, pemerintah Australia diperkirakan bakal mengeluarkan dana hingga USD$ 14,8 miliar. Sedangkan biaya operasional untuk 100 unit pesawat tempur ini selama sekitar 30 tahun membutuhkan dana USD$ 17,45 miliar.

Australia adalah negara mitra keempat dalam proyek JSF (pengembangan jet tempur siluman F-35 Lightning II) yang akan menerima pesawat F-35, setelah Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda. Negara-negara lain yang juga menjadi mitra pada proyek JSF adalah Kanada, Denmark, Italia, Norwegia, dan Turki. Sedangkan negara-negara yang berperan sebagai Security Cooperative Participants pada proyek ini adalah Israel dan Singapura. Sementara Jepang dan Korea Selatan adalah dua negara pertama yang menjadi pembeli pesawat F-35 dengan skema ekspor.

www.janes.com

Senin, 06 Oktober 2014

China Klaim Miliki Radar Anti Pesawat Siluman

DWL002 adalah sistem sensor pasif buatan China yang diklaim mampu mendeteksi kehadiran pesawat siluman hingga dari jarak 600 km. Sistem deteksi pasif DWL002 ini dirancang dan diproduksi oleh CETC International, sebuah perusahaan yang berbasis di Beijing.

Jet Tempur Siluman F-22 Raptor. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur Siluman F-22 Raptor.
China mengklaim memiliki "radar" deteksi pasif baru yang mampu mengidentifikasi kehadiran pesawat siluman, termasuk pesawat tempur siluman F-22 Raptor yang berbasis di Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam. Klaim tersebut disampaikan oleh media berbahasa China pada minggu terakhir September 2014. Media ini menyatakan bahwa teknologi siluman pada F-22 Raptor buatan AS dan pesawat tanpa awak Neuron buatan Eropa menjadi produk teknologi usang saat menghadapi sistem deteksi pasif DWL002 dari China ini.

Dirancang dan dikembangkan oleh perusahaan CETC International yang berbasis di Beijing, sistem deteksi pasif DWL002 ditampilkan saat pelaksanaan China International Defense Electronics Exhibition yang digelar di Beijing pada bulan Mei 2014. Sistem ini terdiri dari satu stasiun induk pengintaian dan dua stasiun bantu. Sistem ini juga bisa diperluas hingga menggunakan 4 stasiun. DWL002 memiliki jangkauan deteksi 400 km hingga 600 km.

Meskipun masih memiliki masalah pada jangkauan deteksi, media Cina mengatakan bahwa sistem ini mampu menyediakan kapasitas target hingga 100 batch dan mampu mendeteksi berbagai jenis sinyal termasuk pulsa, kelincahan frekuensi, durasi pulsa, sistem navigasi udara taktis, peralatan telemetri, serta identifikasi teman atau musuh.

Pembuatan DWL002 didasarkan pada produk sistem sensor pasif buatan negara lain, kata Vasiliy Kashin, seorang pengamat militer China dari Rusia. Pada tahun 2004, Amerika Serikat melarang penjualan sistem deteksi pasif VERA-E kepada China. Tapi para ahli negeri tirai bambu ini tetap bisa meneliti sistem sejenis ketika mereka membeli sistem surveilans pasif Kolchuga dari Ukraina.

Para pengamat militer asing banyak beranggapan bahwa keberhasilan penguasaan teknologi stealth (siluman) China sebagian besar dikarenakan peran spionase. Tentu kita masih ingat dengan informasi yang mengatakan bahwa para agen China telah mendapatkan beberapa bagian dari jet tempur siluman F-117 yang ditembak jatuh di Kosovo pada tahun 1999. Dan pada bulan Juni 2014 lalu, seorang warga negara China bernama Su Bin ditahan oleh pemerintah AS karena tuduhan pencurian data rahasia pesawat tempur siluman F-22 Raptor dan F-35 JSF. Dan pada gilirannya, China menggunakan penguasaan teknologi siluman untuk membuat sistem deteksi anti siluman.

www.defensenews.com

Sabtu, 04 Oktober 2014

Jet Tempur HAL Tejas Versi Produksi Lakukan Penerbangan Perdana

Versi produksi jet tempur HAL Tejas dikabarkan telah melakukan penerbangan perdananya. Setelah bertahun-tahun dalam penantian, akhirnya jet tempur ringan buatan India akan segera diproduksi massal dan dioperasikan oleh Angkatan Udara India (IAF).

Jet Tempur HAL Tejas. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur HAL Tejas.
Hindustan Aeronautics Limited (HAL) telah berhasil melakukan uji terbang perdana seri produksi pertama jet tempur Tejas dari fasilitasnya di Bangalore, India. Dikemudikan oleh pilot uji terbang dari HAL, Commandore (Purnawirawan) KA Muthana, pesawat tempur itu lepas landas tanpa dukungan telemetri dan mendarat dengan selamat dalam waktu kurang dari 30 menit.

Ketua HAL Dr RK Tyagi mengatakan: "Pesawat ini sekarang siap untuk dioperasikan IAF (Angkatan Udara India). Pengoperasian ini dapat dicapai dalam waktu sembilan bulan setelah menerima sertifikasi IOC pada bulan Desember tahun 2013 dan dalam waktu satu tahun setelah menerima dokumen produksi standar."

Menurut Tyagi, pesawat seri HAL Tejas lainnya berada di bawah berbagai tahap perkembangan pada lini produksi lengkap di pabrik HAL di Bangalore.

Pada tahun 2006, HAL menerima kontrak untuk memasok 20 pesawat Tejas di awal izin operasional (IOC) untuk IAF. Dokumen produksi standar untuk IOC pesawat diselesaikan pada September 2013, sedangkan IOC sendiri diberikan pada bulan Desember tahun yang sama.

Tejas (cahaya) adalah jet tempur ringan berkecepatan supersonik dengan kursi tunggal yang memiliki kelincahan pada manuver udara yang dirancang untuk menggantikan armada jet tempur MiG 21 dan MiG 23 milik IAF.

Didukung mesin turbofan tunggal GE F404-GE-IN20, jet tempur HAL Tejas memiliki delapan cantelan eksternal untuk persenjataan dan perangkat tempur lainnya. Pesawat ini dapat dipersenjatai dengan rudal udara-ke-udara, rudal udara-ke-darat, rudal anti-kapal, bom berpandu, dan roket.

www.airforce-technology

Rabu, 01 Oktober 2014

HUT TNI Jadi Ajang Indonesia Unjuk Kekuatan Alutsista

HUT TNI ke-69 yang perayaannya dipusatkan di Dermaga Ujung Armatim, Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Oktober 2014 hingga 7 Oktober 2014 akan menjadi ajang unjuk kekuatan alutsista yang dimiliki Tentara Nasional Indonesia. TNI AD, TNI AL, dan TNI AU akan memamerkan arsenal perang terbaru dan andalannya. Show of Force TNI ini mengisyaratkan kepada dunia bahwa TNI memiliki armada alutsista yang cukup kuat untuk melaksanakan tugas pengamanan dan pengawal keutuhan NKRI terhadap serangan musuh dari luar.

Skuadron Jet Tempur Sukhoi TNI AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Skuadron Jet Tempur Sukhoi TNI AU.
TNI akan unjuk kekuatan alutsista di Surabaya.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan unjuk kekuatan alat utama sistem senjata dalam perayaan HUT TNI ke-69 di Dermaga Ujung Armatim, Surabaya, Jawa Timur pada 6-7 Oktober 2014. "Kita akan show of force pada HUT TNI nanti. Ini Sebagai wujud pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat," kata Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko setelah membuka kejuaraan lomba unjuk gelar dan konser harmoni piala Panglima TNI 2014 di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Selasa.

Moeldoko mengatakan, unjuk kekuatan alutsista pada saat HUT TNI untuk menunjukkan kepada dunia internasional kekuatan pertahanan yang dimiliki Indonesia. "Kepada semuanya baik di kawasan, internasional maupun dunia. Bahwa TNI memiliki kekuatan yang cukup. Jadi jangan macam-macam dengan TNI," katanya.

Moeldoko mengatakan, dengan kemampuan alutsista yang sudah dimiliki dan digelar secara bersamaan, juga sekaligus membuktikan pertanggungjawaban kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Pertanggungjawaban selama kepemimpinan beliau (SBY) kepada masyarakat. Panglima TNI memamerkan sebagai wujud kekuatan biar prajurit bangga. Masyarakat bangga memiliki TNI dan memberikan pesan bahwa TNI memiliki tingkat kekuatan cukup baik," ucapnya.

Terkait perayaan HUT, TNI AL dipastikan akan memperlihatkan tiga kapal perang baru jenis frigate yang masing-masing diberi nama KRI Bung Tomo, KRI Usman Harun dan KRI John Lie. Dua kapal terakhir yang disebutkan diketahui telah tiba di Surabaya, menyusul KRI Bung Tomo yang telah bersandar di lokasi lebih awal.

KRI Bung Tomo-357, KRI John Lie-358 dan KRI Usman Harun-359 merupakan Kapal Perang produksi BAE System Maritime Naval Ship Inggris yang dibeli oleh pemerintah Indonesia. Ketiga kapal ini memiliki spesifikasi berat 1.940 ton dengan panjang keseluruhan 95 meter, lebar 12,8 meter menggunakan tenaga penggerak mesin 4 X Man B&W ruston diesel engine yang dapat memacu kecepatan mencapai 30 knot dengan daya jelajah 9.000 km.

Adapun persenjataan dimiliki ketiga kapal ini antara lain meriam Oto Melara 76 mm, dua meriam MSI Defence DS 30 B REMSIG 30 mm, peluncur triple BAE System kaliber 324 mm yang berfungsi untuk perang atas air, enam belas tabung peluncur peluru kendali permukaan ke udara VLS MBDA VLS Mica (BAE System), dua tabung peluru kendali MBDA (Aerospatiale) MM-40 Block II Exoxet. Selain itu, dilengkapi pula perangkat "sensor elektro optic weapon director" bernama Radamec 2500 yang dapat memantau lima sasaran sekaligus dari jarak 18.000 meter.

Sementara itu, TNI Angkatan Udara memamerkan seluruh kekuatan udaranya yang terdiri dari pesawat helikopter, pesawat angkut, pesawat latih maupun pesawat tempur serta unsur Kohanudnas dan Paskhas. Pesawat helikopter terdiri dari pesawat Bell G-47 Solloy, EC 120 Colibri, SA-330 Puma dan NAS-332 Super Puma. Pesawat angkut terdiri dari Cassa-212, CN-235, CN-235 Maritime Patrol, CN-295, C-130 Hercules, Boeing 737-200 Maritime Patrol, Boeing 737-200 VIP, dan Being 737-400 VIP. Sedangkan pesawat latih terdiri dari C-34 Charly, Grob G-120 TP-A, dan KT-1B Wong Bee. Sedangkan unsur pesawat tempur terdiri dari EMB-314 Super Tucano, F-5 Tiger II, Hawk 109/209, F-16 A/B, F-16 C/D, T-50 Golden Eagle dan SU-27/30 Sukhoi.

Sementara Kohanudnas menampilkan Radar C-MOG, radar cuaca mobil, dan ATC mobil, serta Korpaskhas menampilkan Satuan antiteror Den Bravo90, Rudal Hunter, Rudal QW serta senjata teranyar Skyshield Misille Gun 35 mm MK-2.

www.antaranews.com

TNI AL Lancarkan Operasi Pembebasan Pembajakan Terhadap Kapal Kargo Jepang

Satgas Jala Pari-14 dari Komando Armada Wilayah Barat TNI AL melancarkan operasi pembebasan pembajakan terhadap kapal kargo berbendera Jepang, MV Shimamaru, yang berlokasi diantara perairan Selat Malaka dan Selat Singapura. Dalam operasi pembebasan pembajakan ini, Satgas Jala Pari-14 didukung oleh 3 kapal perang TNI AL, yaitu KRI Sutedi Senaputra 378, KRI Barakuda 633, KRI Beladau 643, dan 2 tim VBSS (Visit Boarding Search and Seizure). Drama operasi pembebasan pembajakan ini merupakan skenario latihan yang digelar TNI AL untuk kesiapan antisipasi terjadinya pembajakan kapal di kawasan perairan Selat Malaka.

Tim VBSS Satkopaska Koarmabar. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Tim VBSS Satkopaska Koarmabar.
Kapal Kargo Berbendera Jepang Dibajak di Selat Singapura.

Kapal kargo berbendera Jepang MV Shimamaru telah dirompak saat berlayar di antara perairan Selat Malaka dan Selat Singapura sekitar pukul 03.00 WIB, Senin (29/9/2014) dini hari. Belum diketahui berapa jumlah perompak yang melakukan penyanderaan terhadap ABK kapal tersebut, namun informasi yang berhasil diperoleh mengungkapkan bahwa sejumlah ABK MV Shimamaru masih dalam sandera.

Tak hanya itu, MV Shimamaru juga sudah diubah nama menjadi MV Shincem Aneline dan akan diarahkan menuju Filipina. Namun demikian hal ini baru duketahui sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (29/9/2014) oleh panglima TNI saat menerima kunjungan Duta Besar Jepang yang menginformasikan pemerintah Jepang mengajukan permintaan bantuan TNI untuk membebaskan MV Shimamaru kapal kargo yang mengangkut pembangkit listrik tenaga nuklir.

Dalam pertemuan itu ditegaskan bahwa pemerintah Jepang tidak akan bernegosiasi dengan perompak, bahkan siap membantu TNI dalam hal ini TNI AL dengan mengerahkan pasukan bela diri Jepang.

Panglima TNI menegaskan kepada Duta Besar Jepang bahwa satuan tugas TNI mampu mengatasi perompakan tersebut, karena dalam waktu bersama panglima TNI mendapatkan perintah dari Presiden RI yang telah mendapatkan koordinasi dari PM Jepang Shizo Abe meminta bantuan Indonesia untuk membebaskan MV Shimamaru.

Tak menunggu waktu lama, Panglima TNI kemudian menyampaikan direktif kepada Pangarmabar tentang perkembangan situasi di Selat Malaka dan Selat Singapura khususnya perompakan terhadap MV Shimamaru, sehingga perlu memberikan bantuan tindakan pengamanan TNI kepada pemerintah Jepang dalam mencari, menangkap dan membebaskan MV Shimamaru di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Pengarmabar langsung membentuk Satgas Jala Pari-14, dimana satgas ini diperintahkan untuk melaksanakan operasi pembebasan pembajakan MV Shimamaru di Selat Singapura hari itu juga hingga 3 hari kedepannya dengan menggunakan 3 KRI, KRI Sutedi Senaputra 378, KRI Barakuda 633, KRI Beladau 643 dan 1 tim VBSS (Visit Boarding Search and Seizure) Satkopaska Koarmabar sebagai pemukul serta 1 tim VBSS KRI Beladau 643 sebagai kamuflase, yang didahului dengan pengamatan dan pengintaian oleh pesawat udara P-852, evakuasi medis oleh tim keselamatan Lantamal IV serta penanganan hukum oleh Diskum Lantamal IV Tanjung Pinang.

Sampai pukul 07.38 WIB, Selasa (30/9/2014) proses penyelamatan MV Shimamaru belum berhasil dilakukan, namun informasi di lapangan sejumlah ABK yang disandera masih dalam keadaan selamat.

Adegan tersebut merupakan latihan kesiapan Koarmabar 2014, bentuk latihan Operasi Militer selain perang (OMSP) yang pertama kali dilakukan setelah didahului dengan proses geladi di Mako Koarmabar, Jakarta. Sebelumnya Koarmabar juga telah melaksanakan operasi di Selat Malaka dan Selat Singapura, baik operasi secara mandiri maupun operasi secara terkoordinasi.

www.tribunnews.com

Senin, 29 September 2014

TNI AU Tampilkan Sistem Rudal Pertahanan Udara Terbaru Pada HUT TNI

Skyshield Gun Missile 35mm MK-2 adalah sistem rudal pertahanan udara terbaru yang dimiliki kesatuan Korpaskhas TNI AU. Sistem rudal yang mengkombinasikan auto twin canon 35 mm dengan rudal anti seragan udara jarak pendek ini dipesan pemerintah Indonesia dari perusahaan Rheinmetall Air Defence Swiss pada tahun 2019. Menurut rencana, sistem persenjataan anti serangan udara tersebut bakal ditampilkan juga pada HUT ke-69 TNI di Surabaya.

Armada Skyshield Gun Missile 35mm MK-2 TNI AU. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Armada Skyshield Gun Missile 35mm MK-2 TNI AU.
Ini Misil Canggih Terbaru TNI AU.

Puncak peringatan HUT ke-69 TNI di Surabaya, Jatim, akan menjadi ajang memamerkan alutsista terbaru milik TNI. Misal, TNI Angkatan Udara akan memamerkan misil terbaru.

Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto, misil terbaru yang bakal diperlihatkan ke publik di Surabaya adalah senjata pertahanan udara yang dimiliki Korpaskhasau, yakni Skyshield Gun Missile 35mm MK-2. Ini merupakan sistem pertahanan udara titik (Short Range Air Defence/SHORAD) yang dikembangkan oleh perusahaan Swiss Oerlikon Contraves, salah satu perusahaan persenjataan Rheinmetall Jerman.

Sistem senjata Skyshield Gun Misille terdiri dari dua unit meriam revolver kaliber 35mm (1,38 inchi), satu sistem sensor pengendali/radar, dan pos komando secara terpisah. "Juga dilengkapi dengan dua rudal darat ke udara jenis Chiron buatan Korea Selatan yang sudah terintegrasi dengan Skyshield Gun Sistem, sehingga membuat jangkauan radar lebih luas dan efektif, sekaligus mengembangkan pertahanan titik menjadi pertahanan wilayah/area," paparnya, Minggu (28/9/2014).

Skyshield Gun Misille memiliki amunisi AHEAD (Advanced Hit Efficiency and Destruction) kaliber 35 mm yang dapat menyembur menjadi 202 pecahan dan membentuk semacam perisai (Metal Spin-stabilised Projectiles) saat mendekat target. "Sehingga kemungkinan target lolos dari sasaran peluru hanya 10 persen," tandas Hadi.

nasional.sindonews.com

Kapal Perang KRI Usman Harun (359) Dan KRI John Lie (358) Tiba Di Tanah Air

Kapal perang jenis korvet, KRI Usman Harun (359) dan KRI John Lie (358) yang dibeli pemerintah Indonesia dari BAE System Maritime Naval Ship Inggris dilaporkan telah tiba di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis 25 September 2014 lalu. Kedatangan dua kapal perang yang menurut produsennya dimasukkan dalam jenis Corvette Offshore Patrol (COP) ini menyusul KRI Bung Tomo (357) yang sudah terlebih dulu tiba di tanah air beberapa waktu lalu. Kapal-kapal perang ini akan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersamaan dengan pelaksanaan perayaan HUT TNI di Dermaga Ujung Surabaya pada 7 Oktober 2014.

KRI Usman Harun (359). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Usman Harun (359).
KRI Usman Harun (359) dan KRI John Lie (358) Sudah Tiba, Siap Beraksi Pada HUT TNI.

KRI Usman Harun (359) yang sempat ramai dibicarakan ternyata sudah berada di Indonesia. Kapal yang dibuat di Inggris itu tiba pada 25 September 2014, dan akan mulai aksinya saat perayaan HUT TNI ke-69 di Surabaya. Dikutip dari situs TNI AL, Minggu (28/9/2014), KRI Usman Harun (359) datang bersamaan dengan KRI John Lie (358).

Acara penyambutan digelar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (25/9/2014) lalu. Para pejabat TNI yang menyambutnya adalah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Marsetio, Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksda TNI Arie H. Sembiring, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. serta pejabat teras Mabesal lainnya.

Kedatangan kedua KRI tersebut, disambut dengan tari Jaipongan dari Jawa Barat dilanjutkan pengalungan bunga oleh Kasal sebagai ucapan selamat datang kepada Komandan KRI John Lie (358) dan KRI Usman Harun (359) yang telah berhasil menyeberangkan kapal perang dari Inggris. Sebelumnya KRI Bung Tomo (357) sudah tiba lebih dulu.

KRI Bung Tomo (357), KRI John Lie (358) dan KRI Usman Harun (359) merupakan Kapal Perang produksi BAE System Maritime Naval Ship Inggris yang dibeli oleh pemerintah Indonesia. KRI Bung Tomo (357), KRI John Lie (358) dan KRI Usman Harun (359) tiba di Indonesia setelah menempuh perjalanan mengarungi samudera sejauh 9740 Nautical Mile dengan masing-masing membawa 87 ABK Perwira, Bintara dan Tamtama serta 5 orang sipil warga negara asing sebagai teknisi kapal.

KRI Bung Tomo (357), KRI John Lie (358) dan KRI Usman Harun (359) mempunyai Spesifikasi berat tonase 1,940 ton dengan panjang keseluruhan 95 meter, lebar 12,8 meter, dengan tenaga penggerak mesin 4 X Man B&W ruston diesel engine yang dapat menyemburkan tenaga hingga berkecepatan mencapai 30 knot dengan daya jelajah 9.000 km

Persenjataan yang dimiliki antara lain: Meriam Oto Melara 76 mm, dua meriam MSI Defence DS 30 B REMSIG 30 mm, Peluncur Triple BAE System kaliber 324 mm untuk perang atas air, enam belas tabung peluncur peluru kendali permukaan ke udara VLS MBDA VLS Mica (BAE System), dua tabung peluru kendali MBDA (Aerospatiale) MM-40 Block II Exoxet. Serta dilengkapi juga dengan Radamec 2500 yang merupakan perangkat sensor elektro optic weapon director, dimana alat ini dapat disetting multi mode auto tracker, yaitu lima sasaran dapat dipantau sekaligus dari jarak 18.000 meter.

Penamaan kapal Usman Harun pernah jadi perhatian pemerintah Singapura. Mereka menyesalkan Indonesia memilih nama tersebut, sebab dua orang itu adalah pelaku pengeboman di gedung MacDonald Singapura. Indonesia tak mengubah keputusan pemberian nama tersebut karena sudah menganggap Usman dan Harun sebagai pahlawan.

Rencananya, kapal itu akan diresmikan oleh Presiden SBY berbarengan dengan perayaan HUT TNI di Dermaga Ujung Surabaya pada 7 Oktober mendatang.

news.detik.com

Minggu, 28 September 2014

Skuadron Helikopter Tempur AH-64 Apache Akan Ditempatkan Di Kepulauan Riau

Skuadron helikopter tempur AH-64 Apache yang dibeli pemerintah Indonesia dari Amerika Serikat direncanakan akan ditempatkan di Kepulauan Riau. Penempatan armada helikopter tempur AH-64 Apache adalah bertujuan untuk menjaga pertahanan dan keamanan di Laut China Selatan.

Helikopter Tempur AH-64 Apache. PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
Helikopter Tempur AH-64 Apache.
Apache untuk jaga Laut China Selatan.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan skuadron helikopter tempur AH-64 Apache akan ditempatkan di Kepulauan Riau untuk menjaga pertahanan dan keamanan di Laut China Selatan. "Laut China Selatan sangat strategis karena memiliki cadangan minyak dan gas bumi yang besar," kata Purnomo usai menggelar pertemuan tertutup dengan pemerintah Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Sabtu (27/9/2014).

Kementerian Pertahanan juga berencana menempatkan skuadron pesawat terbang tanpa awak di perairan Kepri untuk berpatroli.

Selain membahas pengamanan Laut China Selatan, pertemuan Menhan bersama Pemerintah Provinsi Kepri itu juga membahas keamanan Kepri secara global sebagai wilayah terdepan Indonesia yang berbatasan dengan empat negara tetangga. "Bukan hanya masalah pertahanan dan keamanan tapi juga masalah perkembangan ekonomi secara global," kata Purnomo.

Pemerintah mengembangkan Pulau Nipah di wilayah Kota Batam sebagai pusat kegiatan ekonomi pertahanan untuk mendongkrak potensi di Kepri. "Di Singapura saat ini sudah penuh untuk lalu lintas kapal dalam mengisi bahan bakar dan lain sebagainya, makanya dikembangkan Pulau Nipah sebagai kegiatan ekonomi untuk mendukung pertahanan," kata Menhan.

Menurut Menhan, keamanan dan perkembangan ekonomi di Kepri harus seimbang sehingga saling mendukung satu sama lain. "Perkembangan keamanan dan ekonomi itu harus seimbang, jika ekonomi berkembang dan keamanan tidak berkembang atau sebaliknya, tidak akan ada gunanya," kata Menhan

Menhan mengatakan Kepri sebagai wilayah terdepan dari NKRI yang 95 persen wilayahnya berupa lautan membutuhkan pengamanan yang optimal untuk mendukung kemajuan ekonomi, apalagi Kepri merupakan jalur lalu lintas kapal dagang dunia.

Dalam pertemuan itu, Menhan dan Pemprov Kepri juga membahas masalah bagi hasil minyak dan gas serta interkoneksi antarpulau di Kepri untuk mendukung kemajuan ekonomi.

www.antaranews.com

5 Kapal Cepat Rudal Buatan Indonesia Diresmikan Menteri Pertahanan

5 unit kapal perang jenis kapal cepat berpeluru kendali 40 meter (KCR-40) diresmikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro. kapal cepat berpeluru kendali 40 meter (KCR-40) itu yang dibangun oleh PT Palindo Marine Shipyard dan PT Citra Shipyard di Batam tersebut adalah KRI Surik (645), KRI Siwar (646), KRI Parang (647), KRI Terapang (648), dan KRI Sidat (851).

KRI Terapang (648). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara
KRI Terapang (648).
Lima kapal perang buatan Indonesia diresmikan.

Galangan kapal swasta nasional juga memberi andil dalam penguatan armada kapal perang TNI AL. Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, Sabtu (27/9/2014), meresmikan empat kapal perang berlabel buatan Indonesia, KRI Sidat (851), KRI Surik (645), KRI Siwar (646), KRI Parang (647) dan KRI Terapang (648) di Dermaga Utara Pelabuhan Batuampar, Batam. "Kapal-kapal itu resmi masuk jajaran armada TNI AL," kata Yusgiantoro dalam upacara peresmian lima kapal perang kelas kapal cepat berpeluru kendali 40 meter (KCR-40) itu. Kapal-kapal perang kelas ini sangat pas untuk operasi patroli laut terbatas dengan peluru kendali sebagai senjata utamanya.

Yusgiantoro tidak sendirian dalam peresmian itu, karena Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Marsetio, juga menyaksikan, bersama sejumlah lain pimpinan di lingkungan Kementerian Pertahanan, Markas Besar TNI, dan Markas Besar TNI AL.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Protocol of Delivery oleh direktsi PT Palindo Marine dan PT Citra Shipyard Batam kepada TNI AL sebagai satuan pengguna.

Peningkatan jumlah dan kualitas kekuatan militer di laut, baik untuk kapal perang kelas KRI ataupun Kapal TNI AL alias KAL, merupakan jawaban konsekuensi atas kondisi geografis wilayah indonesia yang sebagian besar adalah lautan. "Keberadaan KRI dibangun atas karya anak-anak bangsa Indonesia, yang dijadikan bukti sebagai tanda kebangkitan industri dalam negeri guna kemandirian bangsa," kata Yusgiantoro.

Kelima KRI buatan PT Palindo Marine Shipyard dan PT Citra Shipyard rencananya akan diikutkan dalam pelayaran lintas kehormatan, di Surabaya, pada HUT ke-69 TNI, di Markas Komando Armada Indonesia di Kawasan Timur TNI AL, Ujung, Surabaya. "Ini juga sebagai bukti galangan kapal dalam negeri juga bisa menciptakan kapal berkualitas. Kami berterimakasih pada PT Palindo Marine dan Citra Shipyard yang sudah mewujudkan kapal TNI AL itu," kata Yusgiantoro.

www.antaranews.com

KRI Tarakan (905) Resmi Perkuat Armada Kapal TNI AL

KRI Tarakan (905) yang merupakan kapal logistik perang jenis Bantuan Cair Minyak (BCM) telah diresmikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro di Cilincing, Jakarta Utara, pada 26 September 2014. KRI Tarakan (905) diproduksi oleh perusahaan lokal Indonesia, PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) yang berlokasi di Jakarta Utara.

KRI Tarakan (905). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
KRI Tarakan (905).
TNI AL diperkuat dengan kapal pengangkut logistik.

TNI Angkatan Laut kembali diperkuat dengan kapal perang buatan dalam negeri untuk mengangkut logistik, KRI Tarakan (905) yang merupakan kelas Bantuan Cair Minyak (BCM) produksi PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero), Jakarta Utara. Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio meresmikan KRI Tarakan (905), di Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (26/9/2014).

Menhan Purnomo Yusgiantoro saat meresmikan kapal tersebut mengatakan bahwa peresmian KRI Tarakan (905) dilakukan dalam rangka pembangunan TNI Angkatan Laut untuk menuju world class navy, Indonesia patut berbangga kapal ini dikerjakan oleh putra putri Indonesia. "Kapal ini berfungsi dalam pembekalan logistik cair di tengah laut dalam rangka mendukung gelar operasi TNI Angkatan Laut. Saya berharap kapal ini dapat dioperasionalkan secara optimal bagi bangsa dan negara," kata Menhan.

KRI Tarakan (905) merupakan kapal jenis Bantu Cair Minyak (BCM) yang memiliki panjang keseluruhan 122,40 m, panjang garis tegak 113,90 m, lebar 16,50 m, tinggi 9,00 m, kecepatan maksimal 18 knots, jarak jelajah 7.680 nm, kapasitas muatan cair 5.500 matrik, tenaga penggerak utama berjumlah dua buah daya 6.114 PS, berat baja 2.400 ton, dengan sistem propulsi twin screw dan fixed pitch propeller.

KRI Tarakan (905) ini mempunyai fungsi sebagai penyalur bahan bakar minyak di tengah laut atau dukungan logistik cair kepada Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) lainnya. Dengan adanya kapal BCM ini menjadikan unsur kapal perang yang sedang melakukan operasi tidak perlu kembali ke pangkalan untuk pemenuhan logistik dan bahan bakar dalam melanjutkan menjaga kedaulatan NKRI dan menegakkan hukum di laut nusantara.

Selain memesan kapal berjenis BCM, TNI Angkatan Laut melalui Kementerian Pertahanan saat ini juga sedang memesan dua unit Kapal Angkut Tank (AT) dari PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero).

Pembuatan kapal ini sebagai tindak lanjut program Kementerian Pertahanan yang telah tertuang dalam Kesepakatan Bersama antara Menteri Pertahanan dengan Panglima TNI, dan Kepala Kepolisian Negara RI tentang Revitalisasi Industri Pertahanan dalam menerapkan Program MEF (Minimum Essential Force). Penggunaan nama Tarakan sendiri diambil dari nama kota di provinsi Kalimantan Utara. Dahulu kala kota ini dikenal sebagai kota penghasil minyak dan telah menyumbangkan kontribusi yang tidak kecil sebagai penghasil minyak bumi berkualitas tinggi bagi Indonesia sejak tahun 1896.

PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari adalah salah satu industri strategis milik pemerintah yang telah mendapat kepercayaan untuk mengerjakan program pemerintah dimaksud, dan juga sebagai upaya dalam memberdayakan industri perkapalan dalam negeri untuk membangun kekuatan alutsista TNI AL.

www.antaranews.com