Airbus A400M adalah jenis pesawat terbang angkut militer taktis yang diproduksi oleh Airbus Military. Pengembangan pesawat Airbus A400M merupakan hasil kerjasama beberapa negara yang sebagian besar merupakan negara di Eropa. Pesawat yang digerakkan dengan 4 unit mesin turboprop ini melaksanakan penerbangan perdananya pada tanggal 11 Desember 2009 di Seville, Spanyol. Sedangkan pembuatan pesawat dalam versi produksinya sudah dimulai sejak 12 Januari 2011.
Airbus A400M atau yang juga dikenal dengan nama Atlas, adalah pesawat angkut militer bermesin turboprop yang yang pengembangannya melibatkan kerjasama beberapa negara. Oleh perusahaan Airbus Military, pesawat terbang ini dirancang sebagai pesawat angkut militer taktis dengan kemampuan strategis. Penerbangan perdana Airbus A400M awalnya direncanakan pada tahun 2008, namun baru bisa dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2009 di Seville, Spanyol.
Hingga Juli 2011, terhitung sudah 174 unit A400M yang dipesan oleh 8 negara. Perusahaan Airbus Military memperkirakan dapat mulai mengirimkan pesanan tersebut setidaknya pada awal 2013.
Airbus A400M dikembangkan dibawah proyek Future International Militer Airlifter (FIMA) yang didirikan pada tahun 1982 oleh Aérospatiale, British Aerospace (BAe), Lockheed, dan Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB). Pesawat yang mereka rancang saat itu adalah sebagai pengganti pesawat C-130 Hercules dan Transall C-160. Disebabkan begitu banyakya persyaratan yang diajukan dan juga perkembangan politik internasional, usaha perancangan pesawat baru ini mengalami kelambatan. Bahkan pada tahun 1989, pihak Lockheed mengundurkan diri dari proyek dan selanjutnya perusahaan AS tersebut lebih memilih untuk mengembangkan pesawat Hercules-nya menjadi C-130J Super Hercules. Namun keluarnya Lockheed dari proyek digantikan oleh Alenia dari Italia dan CASA dari Spanyol yang menjadi semua negara anggota proyek FIMA adalah dari benua Eropa.
Dilihat dari ukurannya, A400M berada diantara pesawat Lockheed C-130 dan Boeing C-17. Pada awalnya mesin turboprop SNECMA M138 yang dipilih sebagai tenaga penggerak pesawat A400M ini. Namun akibat campur tangan politis, setelah menyingkirkan beberapa jenis pilihan mesin lainnya, akhirnya pada Mei 2003 dipilih mesin Europrop TP400-D6.
Pada bulan Mei 2003 itu juga negara-negara mitra yang terdiri dari Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, Turki, Belgia, dan Belanda, menandatangani perjanjian pembelian 212 unit pesawat yang baru dalam tahap perancangan ini. Namun jumlah tersebut berkurang menjadi 180 unit setelah Italia menarik lagi rencana pembeliannya. Selanjutnya pada 28 April 2005, negara Afrika Selatan bergabung sebagai mitra pada proyek ini dan salah satu industri dirgantaranya, Denel Saab Aerostructures, menerima kontrak pengadaan komponen pesawat A400M.
Perakitan A400M di pabrik Seville dari EADS Spanyol dimulai pada kuartal pertama tahun 2007. Airbus berencana untuk memproduksi tiga puluh pesawat per tahun. Empat mesin Europrop TP400-D6 dikirim pada akhir Februari 2008 untuk pesawat A400M pertama. Pengujian struktural statis dari badan pesawat uji A400M dimulai pada tanggal 12 Maret 2008 di Spanyol.
Pesawat A400M ini ditampilkan secara resmi pada sebuah acara yang dipimpin oleh Raja Juan Carlos I di Seville, 26 Juli 2008. Dan beberapa waktu kemudian, tepatnya pada tanggal 12 Januari 2011, produk pesanan pelanggan pertama mulai dibangun.
Menurut data dari situs Wikipedia, calon pengguna yang menjadi pemesan produk pesawat angkut militer Airbus A400M ini adalah Jerman (53 unit), Perancis (50 unit), Spanyol (27 unit), Inggris (20 unit), Turki (10 unit), dan Belanda (1 unit). Satu-satunya negara Asia Tenggara yang telah memastikan bakal menjadi pengguna Airbus A400M adalah Malaysia yang pada 8 Desember 2005 tercatat memesan 4 unit. Indonesia juga disebut-sebut sebagai negara yang berpotensi menjadi pembeli sehingga tidak heran jika pihak Airbus Military juga menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara rute penerbangan promosi produk Airbus A400M ini. Dijadwalkan pada tanggal 18 April 2012 pesawat angkut militer taktis ini dipamerkan di Halim Perdanakusuma.
Produsen pesawat militer dan sipil, Airbus Military, akan memamerkan pesawat angkut militer generasi terbaru Airbus A400M di Jakarta pada 18 April 2012 dalam rangkaian kunjungannya di Asia. Siaran pers dari Airbus Military yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa, menyebutkan pesawat A400M jenis Grizzly 4 akan tinggal selama satu hari di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum melanjutkan perjalanan ke Chiang Mai dan Bangkok.
Pejabat pemerintah dan anggota TNI Angkatan Udara dijadwalkan melihat pesawat tersebut dan berpartisipasi dalam demonstrasi penerbangan untuk mendapatkan pengalaman langsung mengendarai pesawat A400M. Mitra lama Airbus Military di Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, mendukung dan memfasilitasi kunjungan Grizzly 4--satu dari lima prototipe A400M yang dikembangkan-- ke Indonesia.
Pesawat A400M adalah pesawat angkut militer yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata. Produsen mengklaim pesawat itu bisa terbang lebih tinggi, cepat dan jauh, dengan tetap mempertahankan kemampuan bermanuver yang tinggi dan kemampuan menggunakan landasan pendek, lunak dan juga kasar.
Jenis pesawat itu juga disebut memiliki ruang kargo yang secara khusus dirancang untuk mengangkut peralatan besar yang dibutuhkan oleh misi militer dan bantuan kemanusiaan.
Pemerintah Inggris mengindikasikan ingin menjual berbagai persenjataan dan peralatan pertahanan buatannya kepada Indonesia. Tema tersebut diduga akan menjadi salah satu hal yang akan dibicarakan dalam kunjungan Perdana Menteri Inggris David Cameron di Indonesia selama dua hari mulai Rabu besok. Hal tersebut terungkap dari jawaban PM Cameron dalam wawancara tertulis dengan Kompas, Selasa (10/4/2012) ini. Menurut Cameron, Indonesia mempunyai hak untuk mempertahankan diri. "Kami percaya bahwa negara-negara demokratis dan bertanggung jawab, seperti Indonesia, mempunyai hak untuk mempertahankan diri dan membeli peralatan yang diperlukan untuk melakukannya," tutur Cameron.
Cameron melanjutkan, berbagai peralatan pertahanan terbaik buatan Inggris tersedia bagi Indonesia, dan pembicaraan soal itu akan menjadi bagian dari kunjungannya kali ini. "Inggris membuat beberapa peralatan pertahanan terbaik di dunia, dan wajarlah kalau peralatan tersebut tersedia bagi Indonesia, dengan kriteria yang sama seperti yang kami terapkan bagi semua mitra kami di dunia. Itulah sebabnya mengapa beberapa dari perusahaan pertahanan terkemuka kami ada bersama saya dalam kunjungan ini," papar Cameron.
Saat diingatkan bahwa hubungan kerja sama pertahanan Indonesia-Inggris memiliki catatan sejarah buruk dengan diembargonya penjualan pesawat tempur Hawk buatan Inggris ke Indonesia beberapa tahun lalu, Cameron mengatakan itu adalah bagian dari masa lalu. "Kami harus jujur dan terus terang mengenai masalah-masalah yang terjadi di masa lalu, tetapi baik Inggris maupun Indonesia telah melakukan perubahan berarti sejak saat itu," tandas Cameron.
Ia mengatakan, Indonesia telah bertransformasi dalam satu dasawarsa terakhir dan menjadi salah satu negara demokrasi penting di dunia, dengan kemerdekaan pers dan pemilihan umum yang bebas dan adil. "Militer tidak lagi memainkan peran dalam politik, tetapi memainkan peran yang benar dalam hal mempertahankan negara ini dari ancaman serangan dari luar," ujar PM Inggris pertama yang berkunjung ke Indonesia sejak 2006 itu.
Cameron mengakui, Inggris memang menerapkan berbagai syarat ketat terkait ekspor produk persenjataannya, untuk mencegah senjata-senjata itu jatuh ke tangan yang salah. "Di Inggris saat ini kami memiliki salah satu sistem lisensi persenjataan yang paling teliti dan hati-hati di dunia, untuk memastikan bahwa persenjataan tidak jatuh ke tangan mereka yang bisa menyalahgunakannya," tandasnya.
Dalam kode tata berperilaku (code of conduct/COC) ekspor persenjataan Uni Eropa disebutkan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi negara calon pembeli produk senjata dari negara-negara Uni Eropa. Salah satu syarat adalah negara calon pembeli harus menghormati hak asasi manusia. Pihak negara-negara UE berhak menolak lisensi ekspor persenjataan apabila ada risiko negara calon pembeli akan menggunakan persenjataan itu untuk represi internal. Yang termasuk dalam kategori represi internal, menurut COC tersebut, antara lain, penyiksaan atau perlakukan tak manusiawi lain terhadap seseorang, eksekusi sewenang-wenang, penghilangan orang, dan penahanan seseorang secara serampangan.
Rusia dilaporkan telah menguji coba roket berhulu ledak bom termobarik jenis baru. Roket-roket itu kelak akan menjadi amunisi bagi sistem peluncur roket multilaras TOS-1 Buratino dan TOS-1A Solntsepek.
Harian Izvestia dari Rusia melaporkan, Selasa (10/4/2012), percobaan roket baru tersebut dilakukan di kawasan Prudboi, yang masuk dalam Distrik Militer Selatan Rusia. Roket-roket baru ini memiliki jarak tembak efektif hingga enam kilometer dan membawa hulu ledak seberat 90 kilogram, yang terdiri atas campuran termobarik baru.
Sistem peluncur roket ini akan dipasang di sasis tank T-72 dan T-90 sehingga akan memiliki mobilitas tinggi. TOS-1 Buratino memiliki 30 laras peluncur roket, sedangkan TOS-1A Solntsepek memiliki 24 laras.
Bom termobarik adalah sejenis bom yang memiliki daya ledak sangat besar dan menggunakan oksigen di udara bebas sebagai bahan bakar pemicu ledakannya. Bom jenis ini disebut bisa membakar udara di sekitarnya dan memicu tekanan yang sangat kuat sehingga tercipta kondisi ruang hampa yang bisa merontokkan paru-paru manusia yang ada di dekatnya.
F-15 Eagle adalah jenis pesawat jet tempur yang dirancang untuk sanggup melakukan penerbangan di segala macam cuaca, baik siang maupun malam. Jet tempur F-15 Eagle awalnya dibuat untuk Angkatan Udara Amerika Serikat guna memenuhi kebutuhan pesawat tempur taktis superioritas udara. Pesawat ini pertama kali terbang pada bulan Juli 1972. Pada tahap pengembangan berikutnya, dihasilkan varian F-15E Strike Eagle yang mulai dipakai pada tahun 1989. Sedangkan varian terbaru dari pesawat jet tempur ini adalah F-15 Silent Eagle yang sudah digolongkan sebagai pesawat tempur generasi kelima karena sudah menggunakan teknologi stealth (siluman) dan sistem tempur yang sangat canggih.
F-15 Eagle (Foto 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara | Jet Tempur F-15 Eagle.
F-15 Eagle adalah rentang satu kursi atau dua kursi, supersonik, lama ~, semua cuaca tempur superioritas udara yang dibangun oleh McDonnell Douglas Aircraft Corporation, sekarang Boeing. Fighter F-15 merupakan langkah luar biasa maju dalam teknologi pesawat tempur. F-15 Fighter ini didukung oleh dua Pratt & Whitney F100-PW-100 dengan daya dorong mesin turbofan afterburning variabel. Pesawat ini memiliki bahu-mount sayap menyapu dengan twin lubang jalan horizontal dan vertikal stabilisator kembar. Sayap, yang dirancang terutama untuk manuver transonik, tidak memiliki perangkat manuver peningkatan aktif. F-15 Eagle adalah, sangat bermanuver semua cuaca udara tempur superioritas. F-15 dikembangkan sebagai pesawat tempur superioritas udara untuk melawan ancaman diperkirakan untuk akhir 1970an dan awal tahun 1980. Pembangunan kembali pasca-Vietnam Angkatan Udara terlibat menerapkan teknologi ditingkatkan. Pertempuran untuk menguasai langit di atas Vietnam Utara menggarisbawahi kebutuhan untuk pesawat dogfighting yang menampilkan kecepatan manuver sebelum-satu dipersenjatai dengan rudal dan meriam. Dimulai pada akhir 1960 dan beroperasi pada pertengahan 1970-an, F-15 Eagle dan mesin tunggal F-16 Fighting Falcon dipenuhi kebutuhan ini. Mesin twin-F-15 adalah lebih mahal dari dua pesawat baru yang diperoleh. Skala penuh kerja terkait dengan pengembangan pesawat tempur superioritas udara F-15 dimulai pada 01 Januari 1970. Manajemen F-15 program ini dipusatkan di Wright Field, di Divisi Sistem Aeronautical Komando Systems. Angkatan Udara F-15 pesawat tempur canggih taktis terbang untuk pertama kalinya pada tanggal 27 Juli 1972. Pada awal tahun 1974 F-15 sudah mendekati penyelesaian upaya pembangunan besar dan dengan sedikit pengecualian, telah bertemu tonggak program. Pada tahun 1976 Angkatan Udara AS di Eropa [USAFE] mulai mengubah menjadi F-15, seorang pejuang baru yang dirancang untuk memenangkan pertempuran untuk melawan keunggulan udara MiG-25 dan generasi berikutnya pejuang Soviet. USAFEs pertama dua kursi F-15E Strike Eagle bergabung Wing Fighter ke-48 pada Februari 1992. Selain keunggulan udara tradisional F-15 Eagle dapat melakukan serangan larangan semua cuaca mendalam dengan senjata konvensional atau nuklir. Kemampuan Eagle untuk mendapatkan dan mempertahankan keunggulan udara dalam hasil pertempuran udara dari kombinasi manuver yang luar biasa dan percepatan, jangkauan, bersama dengan senjata superior dan avionik. Sistem elektronik F-15 yang mendeteksi, memperoleh, dan pesawat trek musuh sementara beroperasi di wilayah udara baik ramah atau musuh yang dikendalikan. Senjata dan sistem kontrol penerbangan yang dirancang sedemikian satu orang secara efektif dapat melakukan udara-ke-udara tempur. Hal ini dapat menembus pertahanan musuh dan mengungguli dan outfight pesawat musuh saat ini atau proyeksi. F-15 termasuk kemampuan radar look-down/shoot-down nya (yang memungkinkan untuk menyaring kekacauan tanah dan mendeteksi pesawat musuh terbang rendah) dan kemampuannya untuk api saat ini Angkatan Udara jarak menengah, udara ke udara rudal. Karena ini rudal-radar AIM-7-adalah dibimbing dan dipecat dari luar jangkauan visual, F-15 diharapkan untuk menyerang pesawat musuh sebelum musuh dapat terlibat itu. Angkatan Udara dan Angkatan Laut bersama-sama mendanai proyek mesin pengembangan untuk mengembangkan bersama-core mesin untuk Angkatan Udara F-15 pesawat (F-100 mesin) dan Angkatan Laut F-14B pesawat (F-401 mesin). F401 adalah versi yang lebih besar dari mesin Floo dan, seperti Floo, diperlukan penerapan teknologi yang tidak bisa secara memadai dikembangkan dalam pendanaan program dan kendala jadwal. Angkatan Laut menghabiskan $ 369.000.000 pada pengembangan F401 ini. Angkatan Laut akhirnya datang untuk percaya bahwa mesin tidak akan tepat untuk kebutuhan dan menarik diri dari program. Program ini ditangguhkan pada tahun 1973 karena kegagalan mesin melaporkan dan kendala pendanaan. Angkatan Udara harus memikul kenaikan $ 500.000.000 biaya sebagai hasilnya. Pada 1970-an militer AS penerbangan berkembang dari F-4/F-8 pejuang superioritas udara ke, pesawat F-15/16/18 yang menunjukkan perbaikan signifikan dalam kinerja manuver. Ini hasil perbaikan dari lebih desain aerodinamis yang canggih, lebih rendah sayap-loading, dan lebih tinggi dorong-to-weight ratio, dan mereka mengizinkan para pejuang baru untuk manuver serta pada 7 sampai 8 yang g sebagai pesawat sebelumnya lakukan pada 4 sampai 5 yang g. Para pejuang baru juga melacak serta pada 7 sampai 8 g sebagai pendahulu mereka lakukan pada 4 sampai 5 yang g. Hal ini disebabkan sebagian besar aerodinamis ditingkatkan dan sistem kontrol yang lebih canggih, yang memungkinkan mereka untuk beroperasi pada faktor beban tinggi dengan rendahnya tingkat intensitas prasmanan dan rock sayap dari pendahulunya. Manuver unggul F-15 Eagle dan percepatan adalah hasil dari tinggi dorong-to-weight ratio mesin dan loading sayap rendah. F-15 adalah pesawat operasional pertama AS yang dorong mesin 'melebihi berat dimuat pesawat, memungkinkan untuk mempercepat bahkan dalam pendakian vertikal. Sayap beban rendah (rasio berat pesawat ke daerah sayap) merupakan faktor penting dalam kemampuan manuver yang tinggi dikombinasikan dengan dorong-to-weight ratio, memungkinkan pesawat untuk berbalik erat tanpa kehilangan kecepatan udara. Enam dari delapan rekor dunia waktu-ke-tinggi yang ditetapkan pada tahun 1975 oleh F-15 Eagle, Proyek Streak Eagle, tetap tak terkalahkan. Hal ini termasuk pendakian ke 65.616 kaki dalam dua menit, 2,94 detik. Sistem multimission avionik mengatur F-15 selain dari pesawat tempur lainnya. Ini termasuk head-up display, radar canggih, inersia sistem navigasi, instrumen penerbangan, UHF komunikasi, taktis sistem navigasi dan sistem instrumen pendaratan. Ia juga memiliki, internal terpasang taktis elektronik-perang sistem, "teman identifikasi atau musuh" sistem, elektronik set penanggulangan dan komputer digital pusat. Angkatan Udara AS mengklaim F-15C adalah dalam beberapa hal lebih rendah, atau paling sama dengan, MiG-29, Su-27, Su-35/37, Rafale, dan EF-2000, yang unggul dalam berbagai percepatan , manuver, dorong mesin, kecepatan mendaki, avionik, senjata, tanda tangan radar, atau jangkauan. Meskipun seri F-15C dan Su-27p adalah serupa dalam banyak kategori, Su-27 dapat mengalahkan F-15C di kedua rentang panjang dan pendek. Dalam pertemuan jarak jauh, dengan radar superior, Su-27 bisa meluncurkan rudal sebelum F-15C tidak, sehingga dari sudut pandang murni kinematik, para pejuang Rusia mengungguli F-15C dalam perang di luar-visual-range. Para array radar Su-35 lebih unggul bertahap radar Doppler APG-63 di kedua jangkauan deteksi dan kemampuan pelacakan. Beberapa F-15Cs dilengkapi dengan Array APG-63 (V2) discan Aktif Elektronik (AESA) radar dan Fighter Data Link (FDL). Selain itu, sistem propulsi Su-35 meningkatkan kemampuan manuver pesawat dengan nozel vectoring dorong. Simulasi yang dilakukan oleh British Aerospace dan Badan Pertahanan Inggris Penelitian membandingkan efektivitas dari F-15 Eagle, Rafale, EF-2000, dan F-22 melawan Rusia Su-35 dipersenjatai dengan rudal radar aktif mirip dengan Rentang AIM-120 Menengah Lanjutan Air-to-Air Missile (AMRAAM). Para Rafale mencapai rasio 1:1 kill (1 Su-35 hancur untuk setiap hilang Rafale). EF-2000 rasio membunuh adalah 4.5:1 sementara F-22 mencapai rasio 10:1. Berbeda sekali adalah F-15C, kehilangan 1,3 Eagles untuk setiap Su-35 hancur. F-15E mempertahankan kemampuan superioritas udara dan menambah sistem, seperti pencitraan canggih dan sistem penargetan, untuk memenuhi persyaratan untuk semua cuaca, penetrasi dalam, dan malam / bawah-cuaca-, udara-ke-permukaan serangan. Dikonfigurasi dengan tangki bahan bakar konformal (CFTs), F-15E menyebarkan seluruh dunia dengan dukungan tanker minimal dan tiba-siap tempur. Selama konflik Balkan, F-15E adalah satu-satunya petinju bisa menyerang target darat sekitar jam [F-117 hanya terbang di malam hari], dalam semua kondisi cuaca. Armada F-15E terus memberikan dukungan untuk terus-menerus operasi di Afghanistan dan Irak. F-15E dilakukan luar biasa dalam Operasi Desert Storm, keledai, OEF dan OIF. Pada tahun 2009, F-15 Eagle disampaikan 54% dari JDAMs £ 2000 dan 29% dari JDAMs £ 500 dipekerjakan di daerah operasi. F-15 keluarga pesawat memiliki catatan ber-tempur sempurna dari lebih dari 104 kemenangan dan nol kekalahan. F-15 terus memberikan keunggulan udara dengan rekor tak terkalahkan dan tak tertandingi tempur udara. F-15 jatuh empat MiG-29 pejuang selama konflik Balkan dan 33 dari 35 pesawat sayap tetap Irak hilang dalam pertempuran udara selama Operasi Badai Gurun.
F-15 Eagle adalah pesawat tempur taktis segala cuaca yang dirancang untuk menciptakan dan mempertahankan superioritas udara dalam pertarungan di langit. Pesawat ini dikembangkan dan diproduksi McDonnell Douglas untuk Angkatan Udara Amerika Serikat, dan pertama kali terbang pada Juli 1972. F-15E Strike Eagle adalah variannya yang merupakan pesawat tempur serang yang mulai dipakai pada tahun 1989. Angkatan Udara Amerika Serikat berencana untuk tetap menggunakan F-15 sampai tahun 2025.
Pada Perang Korea, pesawat tempur Amerika Serikat yang dapat mengalahkan pesawat tempur MiG-15 Soviet adalah F-86 Sabre. Kemudian pada tahun 1965, komunitas pesawat tempur dikejutkan dengan hancurnya pesawat-pesawat modern F-105 Thunderchief oleh MiG-17 era pasca-Perang Korea, pada Perang Vietnam. Intelijen Angkatan Udara Amerika Serikat kemudian mengetahui bahwa Uni Soviet sedang dalam tahap mengembangkan pesawat tempur yang lebih besar, yang dinamakan MiG-25. Pada Perang Vietnam, pesawat yang memiliki persenjataan, jarak jangkau, dan kelincahan yang cukup untuk mengalahkan pesawat tempur buatan Soviet hanyalah F-4 Phantom II. Namun, pesawat ini masih memiliki banyak kelemahan.
Angkatan Udara AS membutuhkan pesawat yang lebih baik dari F-4 Phantom. Setelah menolak program VFX Angkatan Laut AS (yang akhirnya menghasilkan F-14 Tomcat), Angkatan Udara AS membuat program mereka sendiri, yaitu FX (Fighter Experimental), dengan spesifikasi untuk pesawat tempur superioritas udara yang relatif ringan. Tiga perusahaan menyerahkan proposal, yaitu Fairchild Republic, North American Rockwell, dan McDonnell Douglas. Angkatan Udara AS mengumumkan bahwa mereka telah memilih McDonnell Douglas pada tanggal 23 Desember 1969. Desain yang terpilih menggunakan sayap ekor ganda mirip dengan F-14, namun tidak menggunakan sayap lipat.
Versi paling pertamanya, yang diberikan nama F-15A untuk varian kursi tunggal dan F-15B untuk varian berkursi ganda, digerakkan oleh mesin yang baru, Pratt & Whitney F100, yang dapat mencapai perbandingan dorongan dengan berat rasio 1 banding 1. Meriam tanpa selongsong 25 mm Ford-Philco GAU-7 yang awalnya dikembangkan untuk pesawat ini dibatalkan karena menemui masalah pengembangan, dan digantikan meriam M61 Vulcan standar. F-15 juga melanjutkan pemakaian empat rudal Sparrow, sama seperti Phantom. Sayap tetap F-15 terpasang pada badan pesawat yang dibuat lebar dan datar, yang membantu sayap memberikan dorongan ke atas. Pengembangan F-15E Strike Eagle juga akhirnya menghasilkan pesawat untuk menggantikan F-111 Aardvark.
Namun, perdebatan di dalam tubuh Angkatan Udara Amerika Serikat mengenai F-15 Eagle yang terlalu besar sebagai pesawat tempur superioritas udara, dan dinilai terlalu mahal untuk diproduksi secara menyeluruh menggantikan F-4 dan A-7 mengakibatkan dimulainya program Light Weight Fighter (Pesawat Tempur Ringan), yang akhirnya akan menghasilkan pesawat tempur ringan F-16 Fighting Falcon dan pesawat tempur menengah F/A-18 Hornet.
Pada 2 November 2007, F-15C jatuh pada latihan di Missouri. Sang pilot selamat melontarkan diri, tetapi kecelakaan ini memicu pelarangan terbang (grounded) bagi pesawat F-15 Eagle. Kecelakaan pada awalnya dipercaya karena kegagalan struktur pesawat sehingga pecah saat terbang. Pada 3 November 2007, semua F-15 dilarang terbang untuk semua misi yang tidak kritis (non-mission critical). Hari berikutnya larangan ini diperluas pada pesawat yang beroperasi (non-critical mission) di timur tengah. Pada 13 November 2007 lebih dari 1,100 pesawat dilarang terbang di seluruh dunia setelah Israel, Jepang dan Saudi Arabia juga melarang terbang pesawat F-15 mereka. Pada 14 November, Model F-15E diperbolehkan terbang setelah setiap pesawat di inspeksi.
Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, TNI AU siap menyongsong modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) dengan meningkatkan dedikasi dan profesionalisme prajurit. "Kami akan tingkatkan persiapan personel dan satuan TNI AU untuk menyongsong modernisasi alutsista," kata Imam dalam sambutannya pada peringatan HUT Ke-66 TNI AU di Halim Perdana Kusuma Jakarta di Jakarta, Senin (9/4/2012).
Selain sebagai penjaga dan pelaksana alutsista, katanya, TNI AU harus memelihara dan mengoperasikan alutsista secara optimal karena operasi penerbang tidak lepas dari risiko. "Risiko itu jika gagal dikelola akan menimbulkan potensi terjadinya insiden atau accident yang secara langsung akan menurunkan kesiapan operasi tempur yang saat ini sangat terbatas. Kami sadari bahwa untuk mencapai zero accident bukan pekerjaan yang mudah, perlu ada upaya yang sungguh-sungguh, terpadu, bersinergi terus menerus dan berkelanjutan," katanya.
Selain itu, kata Imam, hal yang perlu diperbaiki menyangkut budaya safety yang berdasarkan kepada kejujuran, keterbukaan, dan profesionalitas para perwira TNI. Pada kesempatan itu Imam mengharapkan, seluruh prajurit TNI AU tidak terpancing isu negatif yang berkembang di masyarakat, yang akan berdampak kepada pecahnya persatuan dan kesatuan bangsa.
Imam meminta para prajurit mengembangkan dan meningkatkan budaya displin dalam berbagai lingkup kegiatan, khususnya berkaitan dengan operasional penerbangan sehingga terwujud keselamatan untuk semua. Selain itu, katanya, prajurit TNI harus meningkatkan soliditas sesama angkatan udara, TNI, dan polri untuk menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI. Imam mengatakan, prajurit TNI AU harus meningkatkan disiplin, dedikasi, loyalitas, dan motivasi sebagai insan dirgantara yang mengabdi kepada bangsa dan negara.
Peringatan HUT TNI AU kali ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Kapolri Jendral Timur Pradopo. Peringatan HUT Ke-66 TNI AU juga diwarnai berbagai atraksi udara di antaranya akrobat enam pesawat latih KT-1B, helikopter EC-120 Collibri, 66 penerjun di antaranya tujuh Srikandi TNI UN dari Wanita Udara (Wara), fly pass, dan formasi tiga pesawat boing 737 diapit dua pesawat tempur F-16 dan empat pesawat Sukhoi Su-27 dan Su-30, fly pass CN 235, Casa C-212, dan pesawat latih T -34C, serta dua pesawat Hawk yang melakukan perlindungan pelaksanaan Combat SAR.
Demonstrasi darat di antaranya atraksi kemampuan tempur Den Bravo yang merupakan pasukan elit Paskhas Angkatan Udara.
Mabes TNI AU genap berusia 66 tahun hari ini (09/04). Pasukan biru langit itu terus berbenah. Termasuk melakukan penambahan prajurit, penerbang dan skuadron tempurnya. "Sedang dimatangkan rencana skadron baru F-16 Fighting Falcon di Pekanbaru, Riau," ujar Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AU Marsekal Pertama Azman Yunus di Jakarta, Minggu 08/04). Skadron F-16 Riau diharapkan jadi garda depan menangkal ancaman riil di perbatasan.
Menurut Azman, TNI AU menargetkan penambahan penerbang tahun ini. Salah satunya dengan memperbesar kuota penerimaan siswa penerbang yang dilatih di wingdik Terbang Lanud Adisucipto Jogjakarta. "Kapasitasnya ditingkat dari 30 orang menjadi 40 orang per tahun," katanya.
Untuk urusan belanja pesawat dan persenjataan, TNI AU berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan karena pembelian alutsista bersifat satu pintu. Selain Sukhoi, yang segera datang adalah pesawat A-29 Super Tucano dari Brasil dan pesawat latih supersonic T-50 Golden Eagle.
Korps yang bersemboyan Swa Bhuwana Paksa ini berencana melengkapi skadron Sukhoi dengan membeli simulator jet tempur tersebut saat ini TNI AU masih terus menjajaki tiga Negara penyedia simulator tersebut. Ada tiga negara yang dibidik, yakni Rusia,Tiongkok dan Kanada. Simulasi ini penting untuk menekan biaya pelatihan pilot di luar negeri. "Juga kalau disekolahkan ke luar negeri, kemampuan pilot pilot itu bisa terekspose," katanya.
Ulang tahun hari ini dilakukan besar-besaran dengan mengerahkan 64 pesawat berbagai jenis. Selain itu juga akan dilakukan peragaan penyelamatan korban perang dengan helikopter tempur. Acara yang terbuka untuk masyarakat umum ini juga akan dihadiri perwakilan pimpinan angkatan udara negara-negara sahabat.
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) akan menambah jumlah penerbang mengingat TNI AU akan membeli sejumlah pesawat untuk memperkuat alat utama sistem senjata (Alutsista) hingga 2014 nanti. "TNI AU butuh penerbang yang cukup. Perencanaan sudah kami mulai dengan menambah jumlah siswa penerbang dari 30 menjadi 40 orang," kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat usai menyaksikan gladi bersih peringatan HUT TNI AU Ke-66 pada 9 April 2012 di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu.
Tak hanya itu, TNI AU juga membuka program ikatan dinas pendek bagi para penerbang untuk pengoperasian pesawat-pesawat yang akan datang. Selain membeli enam pesawat Tempur Sukhoi dari Rusia, kata Imam, TNI AU juga akan melakukan pengadaan pesawat latih supersonik, jet tempur T-50 Golden Eagle. A-29 Super Tucano yang dipersiapkan menggantikan OV-10 Bronco masih mengantre untuk pemasangan mesin, meskipun air frame-nya sudah siap. "Tahun ini sudah datang sekitar 4-5 unit," katanya.
Selain itu, untuk pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), TNI AU akan membangun satu skadron F-16 Fighting Falcon yang akan ditempatkan di Pekanbaru, Riau. Sembilan unit pesawat CN-295 juga akan memperkuat TNI AU tahun ini. "Kami juga akan melakukan pengadaan untuk pesawat intai tanpa awak, dua helikopter Superpuma, enam combat C-725, pesawat CN-235, serta rudal anti pesawat," kata KSAU.
Terkait pelaksanaan HUT TNI AU sendiri, kata dia, persiapannya sudah lebih dari 50 persen, dengan dilakukannya latihan udara sejak beberapa hari ini. "Latihan operasi udara ini sebenarnya latihan yang tidak bisa sehari-hari disaksikan masyarakat. Ada dua latihan operasi udara, yakni 'air to ground' dan 'air to air'," kata Imam.
Namun, lanjut dia, pada demo atau atraksi kali ini pihaknya tidak menampilkan pertempuran udara (air to air) karena sangat riskan, apalagi ini di tengah pemukiman padat penduduk. "Kita lakukan demo operasi udara ke darat. Dalam operasi yang sesungguhnya tidak sesederhana ini, tapi karena ini hanya demo, maka dibuat agar bisa disaksikan semua masyarakat," paparnya.
Kapal Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda (SIM) berlabuh di Dermaga Port Said, Mesir, pada Selasa (3/4) dalam perjalanan kembali ke Tanah Air dari Lebanon.
KRI Sultan Iskandar Muda (367) dalam tujuh bulan terakhir menjalani misi perdamaian dunia dalam Satuan Tugas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-C Pasukan Pemelihara Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan (United Nation Interim Force in Lebanon/UNIFIL), kata Kepala Bidang Penerangan, Sosial Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, Iwan Wijaya Molyatno.
Disebutkannya, Duta Besar RI untuk Mesir, Nurfaizi Suwandi, didampingi Wakil Kepala Perwakilan RI, Burhanuddin Badruzzaman, Atase Pertahanan KBRI Kairo, Kolonel Laut (P) R. Teguh Isgunanto,dan Pejabat Angkatan Laut Mesir, Kapten Ahmed Fathy, menyambut kedatangan kapal tersebut.
Dalam sambutannya, Nurfaizi menyatakan rasa bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas peran KRI SIM beserta Kapten dan krunya dalam melaksanakan amanat pembukaan UUD 1945. "KRI SIM telah turut serta menjaga perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," katanya, mengutip sebagian pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Komandan KRI SIM, Letkol Laut (P) Agus Hariadi, dalam acara penyambutan itu menjelaskan, pelaksanaan tugas utama yang telah dilakukan oleh pasukan Indonesia di daerah perairan Beirut adalah membantu angkatan laut Lebanon dalam menegakkan kedaulatan negaranya secara mandiri. "KRI SIM bekerja sama dengan kapal-kapal perang Turki, Brasil dan Jerman mengamankan garis pantai Lebanon untuk mencegah masuknya senjata dan material lainnya secara illegal ke dan dari Lebanon oleh pihak tertentu berdasarkan mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 tahun 2006," kata Kapten Agus.
Kapal perang itu merupakan salah satu kapal terbaru yang dimiliki TNI AL berjenis korvet kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) buatan Schelde Naval Shipbuilding, Vlissingen, Belanda. Dalam alat utama sistem pertahanan (alutsista) TNI AL, kapal perang bernomor lambung 367 itu termasuk dalam jajaran Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkorarmatim). Kapal bertenaga penggerak Diesel STC MAN tersebut memiliki bobot 1.700 ton, panjang 90,71 meter, lebar 13,2 meter dengan kecepatan tempuh 28 knots dengan. Kapal tempur tersebut dilengkapi torpedo 3A244S dengan dua peluncur, meriam, peluru kendali dan persenjataan elektronik. Satuan tugasnya diperkuat oleh 100 prajurit TNI AL, terdiri atas 33 perwira, 48 bintara, dan 19 tamtama.
Dalam pelayarannya menuju Indonesia, KRI SIM selain berlabuh di dermaga Port Said, ujung utara Terusan Suez, Mesir, juga dijadwalkan bersandar di pelabuhan Jeddah (Saudi Arabia) Salalah (Oman) dan Colombo (Srilanka). KRI dalam perjalanan kembali ke Tanah Air itu akan menempuh waktu 33 hari, dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, pada pertengahan Mei 2012.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kamis (5/4), menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Perancis untuk Indonesia Mr. Bertrand Lortholary di Kantor Kemhan, Jakarta. Kunjungan Dubes Perancis ini merupakan kunjungannya pertama kali kepada Menhan karena sebagai Duta Besar Perancis untuk Indonesia yang baru, dirinya baru beberapa minggu berada di Jakarta.
Dijelaskan oleh Dubes Perancis untuk Indonesia bahwa saat ini kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Perancis berjalan sangat erat lebih dari beberapa tahun yang lalu. Dan kedua negara juga senantiasa melihat kemungkinan untuk memperdalam dan memperluas cakupan dalam hal kerjasama pertahanan. Pada 29 Februari lalu juga telah ditandatangani kerjasama teknis antara Kementerian Pertahanan RI dengan Perancis yang merupakan langkah yang cukup besar dalam peningkatan kerjasama pertahanan kedua negara.
Dubes Perancis melanjutkan bahwa saat ini kesadaran untuk membangun kerjasama lebih erat diantara kedua negara termasukd alam bidang pertahanan sangat disadari oleh pengambil keputusan di Perancis. Karena itulah dirinya mengharapkan diadakannya pertemuan-pertemuan antara kedua petinggi di bidang pertahanan di masa mendatang untuk mempererat kerjasama tersebut.
Menhan Purnomo Yusgiantoro berharap hubungan kerjasama kedua negara ini dapat lebih dikukuhkan dengan memperluas cakupan kegiatan dalam hal kerjasama pertahanan termasuk di bidang pendidikan. Dubes Perancis juga mengundang Menhan Purnomo Yusgiantoro untuk datang ke Perancis menghadiri Army Show yang akan diadakan pada tanggal 11 – 15 Juni 2012.
Saat menerima Dubes Perancis untuk Indonesia, Menhan Purnomo Yusgiantoro didampingi Staf Ahli Menhan Bidang Ekonomi Dr Ir Eddy Herjanto SE, M.Sc, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI Hartind Asrin dan Kepala Biro TU Setjen Kemhan Brigjen TNI Drs. Herry Noorwanto, MA.
| PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Militer Amerika kembangkan pesawat UAV bertenaga nuklir
Meskipun dapat terbang dalam waktu lama tanpa harus dikendalikan manusia, sebuah pesawat UAV (tak berawak) tetap harus mendarat juga karena kehabisan bahan bakar. Hal ini membuat pihak militer Amerika Serikat berinisiatif untuk mengembangkan pesawat intai tanpa awak yang digerakkan oleh tenaga nuklir. Pesawat tanpa awak ini diharapkan mampu terbang secara terus menerus tanpa mendarat selama berbulan-bulan dalam satu misi penerbangan.
Bekerja sama dengan Sandia National Labs, Northrop Grumman telah mengembangkan pesawat mata-mata tak berawak yang didukung reaktor nuklir helium yang didinginkan. Cara ini bisa memberikan daya tahan yang sangat lama pada kinerja mesin pesawat sekaligus memberikan supply energi yang bagus untuk peralatan intai yang diusung pesawat UAV tersebut.
Program pengembangan pesawat UAV bertenaga nuklir ini sebenarnya sudah lama dilakukan, namun karena kondisi dan situasi politis, keberadaannya hampir jarang disoroti media. Teknologi ini tidak diragukan lagi bisa digunakan, namun jika terjadi kecelakaan pesawat mata-mata bertenaga nuklir itu bisa terlalu banyak menimbulkan risiko implikasi politik.
Jika pesawat tak berawak bertenaga nuklir jatuh di wilayah musuh, negara tersebut bisa mengklaim bahwa AS telah meledakkan sebuah bom nuklir di wilayah negara mereka. Ini belum termasuk risiko jika teknologi pesawat UAV tersebut jatuh ke tangan musuh.
Ini berarti bahwa untuk saat ini pesawat intai tak berawak masih akan terus terbang menggunakan bahan bakar konvensional.
Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono melepas keberangkatan Satgas Gladi Tugas Tempur Tingkat III atau L-3 Terpadu 2012 di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Senin (2/4).
Satgas L-3 Terpadu merupakan latihan tempur laut tertinggi di lingkungan TNI AL yang melibatkan beberapa unsur kapal perang dari berbagai satuan dan unsur penerbangan. Latihan tempur laut kali ini melibatkan sedikitnya 14 unit kapal perang, antara lain dari Satuan Kapal Eskorta, Kapal Cepat, Kapal Patroli, dan Kapal Ranjau, serta satu kapal selam. Dari unsur udara yang terlibat adalah satu unit pesawat Cassa dan helikopter Bolco dari Pusat Penerbangan TNI AL Juanda.
Latihan yang berlangsung selama lima hari mulai 2 hingga 6 April 2012 itu dipimpin Komandan Satuan Tugas Kolonel Laut (P) Yudo Margono, yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Eskorta Koarmatim.
Menurut Pangarmatim, penjabaran tugas TNI AL dihadapkan pada perkembangan lingkungan yang strategis dan dinamis, sehingga memerlukan suatu kebijakan pembinaan latihan yang sesuai dan dapat mendukung pencapaian tugas pokok. "Mencermati dan menyikapi secara tepat perubahan lingkungan strategis merupakan suatu keharusan bagi prajurit TNI AL, karena implikasi dari berbagai perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap tingkat profesionalisme prajurit," katanya.
Laksda Agung Pramono menambahkan, kegiatan latihan tempur ini bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit matra laut dalam mengawaki dan menggunakan peralatan tempur.
Dari latihan ini diharapkan setiap prajurit mampu melaksanakan peperangan dan pertahanan dalam tugas tempur laut, yang meliputi peperangan antikapal selam, antikapal permukaan air, pertahanan udara, prosedur komunikasi taktis, dan pembekalan di laut. Selain itu, prajurit Koarmatim diharapkan mampu melaksanakan peperangan dengan melibatkan beberapa unsur udara dalam formasi tugas tempur laut, serta mampu mengaplikasikan pelajaran teori kepelautan dan pengenalan doktrin-doktrin peperangan laut.
Sebelum melaksanakan manuver lapangan di Pangkalan Surabaya, Alur Pelayaran Barat Surabaya dan Laut Jawa, Satgas L-3 Terpadu juga telah melaksanakan berbagai latihan posko di Pusat Latihan Kapal Perang dan Pusat Latihan Elektronika dan Pengendalian Senjata Kobangdikal.
Mitsubishi Heavy Industries (MHI) mengumumkan telah memulai perakitan model skala penuh, struktural-pengujian prototipe Teknologi Demonstran pesawat tempur Lanjutan ATD-X, atau disebut juga dengan nama Shinshin, menjelang penerbangan prototype pertama pesawat ini yang dijadwalkan pada tahun 2014.
Shinshin menurut Defence News dikembangkan oleh Research Teknis Departemen Pertahanan Jepang dan Pengembangan Institute dan MHI . Jet tempur generasi kelima ini diproduksi di dalam negeri untuk menggantikan armada Jepang dari beberapa jenis seperti 49 pesawat Mitsubishi F-2 dan 135 pesawat Mitsubishi F-15 yang digunakan dalam dekade ini.
Ini akan menjadi alternatif, atau akan melengkapi, rencana pembelian jet tempur stealth buatan Lockheed Martin, F-35. Pada bulan Desember 2011 lalu, dalam keputusan kontroversial, Kementerian Pertahanan memutuskan mulai tahun 2016 untuk membeli 42 unit pesawat F-35 guna menggantikan Mitsubishi F-4EJ Phantom Kai dengan anggaran sebesar 114 juta dollar Amerika per satu pesawat . Tapi kesepakatan ini cepat berubah, ketika timbul kekhawatiran pada kemampuan AS untuk menurunkan harga F-35 . Masalah ini muncul setelah keputusan Pentagon untuk menunda pembelian 179 unit pesawat F-35, yang menyebabkan tuntutan publik ditayangkan oleh Menteri Pertahanan Jepang Naoki Tanaka ke AS untuk tidak menaikkan harga.
Pengembangan jet tempur siluman Shinshin sudah dilakukan Jepang sejak lama ketika pihak Jepang berkeinginan untuk membeli Lockheed F-22 Raptor, tapi itu terhalang ketika Kongres AS melarang ekspor pesawat tempur ini, menyebabkan Jepang untuk membeli F-35 dan mengembangkan alternatif sendiri.
KRI Kakap (811) | PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Kapal perang TNI-AL KRI Kakap (811). KRI Kakap (811), TNI-AL, FPB-57, Lurssen, Vegesack, Jerman, kapal perangf, militer, pertahanan, alutsista, Prokimal, Kotabumi, Lampung Utara, Indonesia. Seperti yang dilakukan Kapal Perang TNI AL KRI Kakap-811 dari Koarmatim yang sedang berpatroli berhasil mengamankan kapal ikan KM. Aru Sukses Utama-01. Saat itu kapal yang memuat 70 ton ikan campuran diduga melanggar hukum di laut sekitar Perairan Kepulauan Aru. Selesai melaksanakan Pemeliharaan Tingkat Depo (Hardepo), KRI Kakap-811 mendapat kunjungan Kepala Dinas Materiel Angkatan Laut (Kadismatal) Laksma TNI Sugianto Suwardi, Senin (6/2). Hadir pada kesempatan tersebut Aslog Pangarmatim Kolonel Laut (T) Toto Prihatono, Kasubdismatkappur Dismatal Kolonel Laut (T) A Hari Supriyanto, Kasubdisharkap Armatim Kolonel Laut (T) Sri Widodo, serta pejabat-pejabat lainnya. KRI Kakap (811). Hardepo merupakan pemeliharaan sistem platform kapal dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan kapal tersebut sehingga kondisinya dapat kembali memenuhi fungsi asasinya. Dalam amanatnya, Kadismatal menyampaikan bahwa Hardepo terhadap KRI Kakap-811 yang dilaksanakan oleh Dismatal telah dituangkan ke dalam 19 paket kegiatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh pihak ketiga dengan tetap memanfaatkan dan memberdayakan Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Surabaya. Lebih lanjut Kadismatal menegaskan bahwa Hardepo merupakan kegiatan yang cukup kompleks karena harus melalui proses perencanaan yang teliti. Di samping itu, kegiatan ini pun memerlukan kerja sama sinergis di antara pihak yang terlibat. Pati bintang satu TNI AL ini pun merasa bangga karena pelaksanaan Hardepo KRI Kakap (811) berjalan sesuai dengan rencana. Sekalipun dalam pelaksanaan kegiatan masih ditemui beberapa kendala, namun semua halangan tersebut dapat diminimalisasi berkat koordinasi yang baik antar berbagai pihak. Selaku pembina teknis KRI bidang platform, Kadismatal pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak , khususnya pihak kapal sebagai tempat pelaksana kegiatan. “Keberhasilan Program Depo ini bukanlah keberhasilan Dismatal semata, melainkan juga keberhasilan kita semua. Hal ini tentunya menjadi kebanggaan kita,” ujar Kadismatal. Pada akhir amanatnya Kasismatal sangat mengharapkan agar dengan selesainya pelaksanaan Pemeliharaan Tingkat Depo, KRI Kakap (811) segera dapat melaksanakan tugas operasi sesuai yang dibebankan oleh Kotama. Kepada para ABK KRI Kakap-811, Kadismatal menyampaikan pesan agar merawat kapal dengan baik sehingga menjadi kapal kebanggaan kita semua.
KRI Kakap (811) merupakan kapal patroli TNI-AL. KRI Kakap adalah kapal jenis FPB-57 generasi pertama buatan Lurssen, Vegesack, Jerman. Pemesanan kapal ini disertai perjanjian untuk membuat kapal selanjutnya di PT. PAL, Surabaya. KRI Kakap diopersikan mulai 1988. Kapal-kapal dalam kelas ini adalah KRI Kakap, KRI Kerapu, KRI Tongkol, dan KRI Barakuda.
Kapal yang mempunyai 49 awak kapal ini mempunyai ukuran 58.1 m x 7.62 m x 2.73 m ( 190.6 kaki x 25 kaki x 9 kaki).Kecepatan maksimum 28.1 knot dan berbobot penuh 425 ton.
Senjata
Meriam utama kapal perang KRI Kakap (811) ini adalah meriam tunggal 40 mm serta dua senapan mesin 7.62 mm. KRI Kakap juga mempunyai sistem DR200S bagi pertahanan terhadap peluru kendali.
Fasilitas Penerbangan KRI Kakap (811) dilengkapi dengan dek penerbangan dan hangar di bagian belakang untuk helikopter sekelas NBO-105. Kapal ini juga dilengkapi dengan radar.
Tenaga Penggerak
Kapal KRI Kakap (811) mempunyai dua mesin disel yang menghasilkan 8,260 bhp secara bersamaan dengan dua buah baling-baling, kapal ini mampu melaju sampai kecepatan 28.1 mil nautikal.
Kementerian Pertahanan Rusia telah mengeluarkan spesifikasi teknis untuk pengembangan sebuah pesawat tempur tak berawak. Pembuatan drone tempur itu akan diserahkan pada dua kontraktor utama. Demikian dilaporkan harian Izvestia, Senin (2/4/2012).
Mengutip seorang pejabat tinggi Kemhan Rusia, koran itu mengabarkan, sistem kontrol, navigasi, dan elektronik drone tersebut akan dibangun oleh perusahaan Tranzas, sementara kerangka dan struktur pesawatnya akan dikembangkan oleh biro desain Sokol yang bermarkas di kota Kazan.
Drone Rusia ini akan memiliki struktur modular, berbobot sekitar lima ton, dan mampu membawa berbagai jenis peralatan dan persenjataan. Kontrak awal senilai 3 miliar rubel (Rp 930,4 miliar) dengan Tranzas dan Sokol sudah ditandatangani pada Oktober 2011 untuk riset awal pembuatan drone tempur dan pengintai.
Akhir Maret lalu, Panglima AU Rusia Kolonel Jenderal Alexander Zelin mengatakan kepada tabloid Moscovsky Komsomolets bahwa Rusia akan mulai mengoperasikan drone tempur sebelum 2020. Dia tak menyebutkan berapa *drone* yang akan dioperasikan Rusia.
Saat ini baru AS yang telah menggelar dan mengandalkan kekuatan pesawat tempur tak berawak, termasuk pesawat Predator, untuk melakukan serangan rudal terhadap posisi kelompok-kelompok militan di perbatasan Afganistan dan Pakistan.
TNI AD mendirikan 44 pos penjagaan di wilayah Kalimantan untuk mengamankan perbatasan Indonesia- Malaysia. Saat ini 29 pos yang didirikan dengan jumlah personel 16–48 anggota untuk setiap pos.Tahun ini akan ada penambahan 15 pos yang akan dibangun di sisi barat Kalimantan Timur (Kaltim) yakni Kabupaten Kutai Barat. "Selain membangun 15 pos penjagaan di bagian barat perbatasan,kami juga akan menambah satu batalion pasukan," ungkap Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subekti didampingi Kasdam Brigjen Sudjatmiko seusai melepas 650 personel Kostrad untuk pengamanan perbatasan di Pelabuhan Semayang Balikpapan kemarin.
Panjang perbatasan Kaltim dengan Malaysia sekitar 1.038 kilometer.Kodam VI Mulawarman membawahi dua provinsi yakni Kaltim dan Kalsel. Sedangkan panjang perbatasan di wilayah Kalimantan Barat Pontianak-Malaysia 966 kilometer. "Panjang seluruh perbatasan Malaysia-Kalimantan sekitar 2.004 kilometer," katanya.
Perwira Penerangan Kodam VI Mulawarman Mayor Ashwari menambahkan, tentara yang bertugas di perbatasan saat-saat ini menyambut gembira penugasan tersebut. "Pemerintah menyediakan tunjangan yang besarnya 100% dari gaji. Itu belum termasuk tambahan uang lauk pauk dan lain-lainnya," kata Mayor Ashwari.
Sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumph akan ditempatkan di Timur Jauh Rusia sebelum akhir tahun, kata Kepala Angkatan Udara dan Angkatan Pertahanan Udara Timur Jauh Rusia Kolonel Sergei Dronov, Jumat.
Angkatan Pertahanan antariksa saat ini dilengkapi dengan persenjataan modifikasi yang berbeda dari sistem era Soviet S-300. "Kami menerima S-400 Triumph tahun ini sebagai bagian dari program modernisasi," kata Dronov kepada radio Ekho Moskvy seperti dikutip Kantor Berita Ria Novosti.
Dia tidak mengatakan berapa banyak sistem rudal yang akan dikerahkan, tetapi Kepala Staf Angkatan Udara Mayor Jenderal Viktor Bondarev mengatakan pada pertengahan Maret, bahwa satu batalion S-400 saat ini sedang ditempatkan di Nakhodka [Rusia Timur Jauh], yang kedua akan berbasis di dekat Moskow, dan yang ketiga di Kepala Komando Angkatan Udara dan Angkatan Pertahanan Udara.
Angkatan Bersenjata Rusia saat ini memiliki dua resimen S-400, keduanya dekat Moskow, dan resimen ketiga untuk digunakan di Armada Baltik.
Sistem rudal S-400 Triumph jarah jauh dan sedang dapat melihat setiap sasaran udara, termasuk pesawat terbang, kendaraan udara tak berawak, dan rudal jelajah dan balistik sampai dengan 400 kilometer dan ketinggian sampai 30 kilometer. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sistem rudal itu hanya diproduksi untuk Angkatan Bersenjata Rusia dan sejauh ini tidak ada rencana untuk mengekspor S-400.
| PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. Guna mendorong kemampuan militer bawah lautnya, India dalam dekat akan mengoperasikan kapal selam terbaru buatan Rusia dengan bertenaga nuklir, Nerpa. Uji coba ditetapkan pada minggu pertama bulan April. Nerpa, yang juga akan disebut Chakra INS ini, dijadwalkan tiba di pangkalan atas Visakhapatnam pada minggu pertama bulan April dan secara resmi akan dioperaikan dalam Angkatan Laut India oleh Menteri Pertahanan AK Antony pada 5 April mendatang. Demikian kata pejabat Kementerian Pertahanan India pada AFP, Senin (19/3). Kapal selam itu akan disewa pemerintah India selama sepuluh tahun dengan nilai lebih dari 920 juta dolar Amerika, kata mereka. Dengan bergabungnya Chakra INS pada armada angkatan laut India, maka untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, Angkatan Laut India akan memiliki kapal selam serang bertenaga nuklir. Hal ini juga akan menjadikan India satu dari enam negara elit pengoperasi kapal selam nuklir. India sendiri kini terus mengembangkan teknologi kapal selam nuklir dari kelas Arihant. Tiga kapal selam pertama India, INS Arihant, baru-baru ini telah diujicobakan dan akan memulai berpatroli akhir tahun ini. Bukan hanya itu, India kini juga telah memiliki missil bertenaga nuklir seri Agni, Prithvi, rudal Dhanush, dan kapal selam Sagarika.
India dalam waktu dekat akan mengoperasikan dua kapal selam bertenaga nuklir setelah INS Arihant, kapal selam nuklir buatan asli India, resmi dioperasikan. Demikian ditegaskan Kepala Organisasi Riset dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) VK Saraswat, Sabtu (31/3/2012). "INS Arihant sudah memasuki tahap lanjut. Kapal selam ini akan siap dioperasikan dalam beberapa bulan mendatang," tutur Saraswat, seperti dikutip harian The Economic Times di India.
Selain Arihant, India juga akan mengoperasikan Nerpa, kapal selam nuklir kelas Akula II dari Rusia yang disewa India selama 10 tahun. Kapal Rusia tersebut akan diberi nama INS Chakra.
Saraswat juga mengatakan, pihaknya telah menguji coba rudal Sagarika K-15 yang nantinya akan melengkapi persenjataan INS Arihant. Lebih dari 10 uji tembak rudal tersebut telah dilakukan di Teluk Bengala. Rudal tersebut memiliki jarak tembak 700 kilometer dan mampu membawa hulu ledak seberat 1.000 kilogram.
USS Nautilus (SSN-571) | PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara. USS Nautilus SSN-571, kapal selam yang wujudkan mimpi Jules Verne. USS Nautilus (SSN-571) kapal selam pertama di dunia yang digerakkan dengan tenaga nuklir. Kapal selam inilah yang menjadi kapal pertama yang berhasil menyelesaikan pelayaran di bawah laut Kutub Utara pada tanggal 3 Agustus 1958. Senama dari kapal selam di Dua puluh Ribu Jules Verne Leagues Under the Sea, dan dinamai lain USS Nautilus (SS-168) yang disajikan dengan perbedaan dalam Perang Dunia II, Nautilus resmi pada 1951 dan diluncurkan pada 1954. Karena propulsi nuklir itu memungkinkannya untuk tetap terendam untuk jauh lebih lama dari diesel-listrik kapal selam, dia memecahkan rekor banyak pada tahun-tahun pertama operasi dan mampu melakukan perjalanan ke lokasi yang sebelumnya di luar batas kapal selam. Dalam operasi, ia mengungkapkan sejumlah keterbatasan dalam desain dan konstruksi; informasi ini digunakan untuk memperbaiki kapal selam berikutnya. Nautilus itu dihentikan pada tahun 1980 dan ditetapkan sebagai National Historic Landmark pada tahun 1982. Dia telah diawetkan sebagai museum sejarah kapal selam di Groton, Connecticut, di mana ia menerima sekitar 250.000 pengunjung setahun. Menanggapi ancaman nuklir ICBM yang ditimbulkan oleh Sputnik, Presiden Eisenhower memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk mencoba transit kapal selam dari Kutub Utara untuk mendapatkan kredibilitas untuk sistem senjata segera-to-datang SLBM. Pada tanggal 25 April 1958, Nautilus sedang berlangsung lagi untuk Pantai Barat, sekarang dipimpin oleh Komandan William R. Anderson, USN. Berhenti di San Diego, San Francisco, dan Seattle, ia mulai sejarah membuatnya perjalanan kutub, operasi "Sunshine", saat dia berangkat port yang terakhir 9 Juni. USS Nautilus (SSN-571). Pada tanggal 19 Juni ia masuk Laut Chukchi, tapi kembali oleh es rancangan mendalam di perairan dangkal. Pada tanggal 28 Juni dia tiba di Pearl Harbor untuk menunggu kondisi es yang lebih baik. Dengan 23 Juli tunggu sudah berakhir dan dia mengatur kursus utara. Dia tenggelam di Barrow Laut Valley pada 1 Agustus dan di 3 Agustus, di 2315 (EDST) ia menjadi perahu pertama yang mencapai Kutub Utara geografis. Kemampuan untuk menavigasi di lintang ekstrem dan tanpa permukaan dimungkinkan oleh teknologi Sistem Amerika Utara Penerbangan N6A-1 Navigasi Inertial, modifikasi angkatan laut dari N6A digunakan dalam rudal jelajah Navaho. (The N6A-1 telah diinstal pada Nautilus dan Skate, setelah uji coba laut awal pada USS Pulau Kompas pada tahun 1957.) Dari Kutub Utara, ia melanjutkan pada dan setelah 96 jam dan 1.590 nmi (2.940 km) di bawah es , dia muncul timur laut Greenland, sesudah menyelesaikan perjalanan terendam pertama yang sukses di sekitar Kutub Utara. Rincian teknis dari misi ini direncanakan oleh para ilmuwan dari Laboratorium Elektronika Angkatan Laut termasuk Dr Waldo Lyon yang disertai Nautilus sebagai kepala ilmuwan dan pilot es. Untuk permukaan pertama dari kapal selam di Kutub Utara, lihat USS Skate (SSN-578). Navigasi di bawah lapisan es Arktik sulit. Di atas 85 ° LU baik kompas magnetik dan gyrocompasses normal menjadi tidak akurat. Sebuah khusus gyrocompass dibangun oleh Sperry Rand dipasang segera sebelum perjalanan. Ada risiko bahwa kapal selam akan menjadi bingung di bawah es dan bahwa awak harus bermain "rolet bujur". Komandan Anderson dianggap menggunakan torpedo untuk meniup lubang di es jika kapal selam yang dibutuhkan untuk permukaan. Sebagaimana disebutkan di atas, bagian paling sulit dari perjalanan itu di Selat Bering. Es diperpanjang sebanyak 60 kaki (18 m) di bawah permukaan laut. Selama upaya awal untuk pergi melalui Selat Bering, ada ruang cukup untuk kapal selam untuk lulus antara es dan dasar laut. Selama proses, kedua sukses melewati bagian Bering, kapal selam melewati saluran yang dikenal dekat dengan Alaska (ini bukan cara pilihan pertama melalui Selat Bering sebagai kapal selam ingin menghindari deteksi). USS Nautilus (SSN-571). Perjalanan bawah es adalah dorongan penting untuk Amerika sebagai Soviet baru saja meluncurkan Sputnik tetapi tidak memiliki kapal selam nuklir mereka sendiri. Selama alamat mengumumkan perjalanan presiden disebutkan bahwa suatu hari kapal selam nuklir kargo bisa menggunakan rute itu untuk perdagangan. Lihat juga: Kapal Kargo Kapal Selam dan kapal selam Merchant. Proceeding dari Greenland ke Isle of Portland, Inggris, ia menerima Citation Satuan Presiden, yang pertama kali diterbitkan pada waktu damai sejahtera dari Amerika Dubes JH Whitney, dan kemudian menetapkan program barat yang menempatkan dia ke muara Sungai Thames di New London 29 Oktober. Kapten Anderson juga akan dianugerahi Legion of Merit oleh Eisenhower. Untuk sisa tahun Nautilus dioperasikan dari rumah port-nya, New London, Connecticut.
Galeri wallpaper foto kapal selam nuklir USS Nautilus (SSN-571) :
Pasti banyak diantara pembaca yang pernah membaca cerita "20.000 mil dibawah laut" karya Jules Verne. Judul cerita yang agak membingungkan. Arti yang sebenarnya adalah perjalanan sejauh 20.000 mil dibawah laut, bukan perjalanan di kedalaman 20.000 mil dibawah laut. Karena 20.000 mil itu sama dengan 12 kali garis tengah Bumi.
Cerita ini disuka oleh banyak orang. Berkisah tentang petualangan fantastis yang dilakukan oleh Kapten Nemo dan anak buahnya dengan kapal selam Nautilus. Novel fiksi ilmiah ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1870. Dan 88 tahun kemudian salah satu aksi fantastis kapal selam Nautilus dalam novel itu benar-benar berhasil diwujudkan oleh kapal selam Nautilus yang lain. Berlayar dibawah kap es raksasa Kutub Utara.
Setidaknya Amerika pernah memiliki 4 buah kapal dengan nama USS Nautilus (tentunya tidak termasuk kapal selam Nautilus milik Kapten Nemo itu). Bahkan USS Nautilus yang pertama dan kedua sudah lebih dulu dibuat sebelum Jules Verne menerbitkan novelnya itu. USS Nautilus pertama dibangun pada tahun 1799, atau 71 tahun sebelum penerbitan 20.000 mil dibawah lautan. Sedangkan USS Nautilus yang kedua dibangun pada tahun 1838, itu 38 tahun sebelum novel tersebut. Lalu dua Nautilus yang lain dibangun pada abad 20. USS Nautilus (SS-168) yang dibangun pada tahun 1930, dan USS Nautilus (SSN-571) yang selesai dibuat pada tahun 1954. USS Nautilus yang terakhir ini lah yang berhasil mewujudkan aksi dari kapal selam Nautilus milik Kapten Nemo itu.
USS Nautilus SSN-571 pertama kali diluncurkan dari galangan pembuatannya pada tanggal 21 Januari 1954. Kapal selam ini merupakan kapal selam pertama di dunia yang digerakkan dengan tenaga nuklir. Pembuatannya sendiri langsung berada dibawah pengawasan Hyman G. Rickover yang dikenal sebagai Bapak Nuklir Angkatan Laut AS. Di kemudian hari, pria ini kabarnya telah menghasilkan 200 kapal selam lain yang juga bertenaga nuklir, beberapa kapal konvensional dan pesawat terbang. Orang yang sangat tepat untuk menangani pembuatan kapal selam bertenaga nuklir pertama milik AS ini. Pada tanggal 30 September 1954, dibawah pimpinan Eugene P. Wilkinson secara resmi USS Nautilus bergabung dalam kesatuan Angkatan Laut AS.
Sepanjang tahun 1955 hingga 1957, USS Nautilus (SSN-571) secara terus-menerus menyelam dibawah laut untuk uji coba pada kecepatan dan kemampuan menyelam dibawah laut selama mungkin. Terbukti kapal selam ini berhasil menanggulangi system pertahanan anti kapal selam yang banyak digunakan pada masa perang dunia kedua. Dan akhirnya pada 4 Februari 1957 USS Nautilus SSN-571 ini telah berlayar sejauh 60.000 mil dibawah laut. Tiga kali jarak yang ditempuh oleh Kapten Nemo dan kawan-kawannya dalam novel "20.000 mil dibawah lautan" itu.
Salah satu misi yang menjadikan USS Nautilus (SSN-571) menjadi kapal selam yang legendaris adalah misi yang diberi nama Operasi Sunshine. Menurut rumor yang beredar, misi ini digelar untuk menandingi Uni Sovyet dalam bidang perlombaan teknologi. Amerika pada waktu itu merasa telah dipermalukan saat Uni Sovyet berhasil menjadi negara yang pertama kali meluncurkan satelitnya ke orbit, Sputnik. Amerika bermaksud membalasnya dengan melakukan pelayaran dibawah kap es Kutub Utara dengan menggunakan USS Nautilus. Ini lah target operasi Sunshine itu. Dan misi itu berhasil diselesaikan dengan baik.
Pelayaran menembus bawah laut Kutub Utara termasuk pelayaran yang berbahaya karena kompas magnetic dan gyrocompass seringkali tidak dapat diandalkan. Kedua alat itu tidak berfungsi dengan baik di kawasan kutub, terlebih dibawah laut Kutub Utara dengan bongkahan es hingga setebal 18 meter di bawah permukaan laut. Kapal selam beserta awaknya bisa tersesat di kawasan itu dan sulit menemukan jalan keluar. Tapi dengan pengalaman penyelaman terus-menerus selama hampir dua tahun sebelumnya, USS Nautilus (SSN-571) yang saat itu dibawah komando William R. Anderson berhasil menyelesaikan misi pelayaran tersebut. Tanggal 3 Agustus 1958 USS Nautilus berhasil mencapai Greenland dengan waktu tempuh 96 jam dan berlayar sejauh 1.590 mil. Kapal selam ini pun dinyatakan sebagai kapal selam yang pertama kali berhasil berada pada titik 90º, titik pusat Kutub Utara.
Setelah 25 tahun bertugas akhirnya USS Nautilus (SSN-571) dipensiunkan dari kesatuan Angkatan Laut AS pada tanggal 3 Maret 1980, dan pada tanggal 11 April 1986 kapal selam ini secara resmi menjadi koleksi Musium Kapal Selam AS. Sepanjang kariernya dalam kesatuan AL, USS Nautilus SSN-571 tercatat telah membukukan pelayaran sejauh kurang lebih 500.000 mil. Itu lebih dari dua kali jarak antara Bumi dan Bulan.