Cari di Blog Ini

Rabu, 25 Juni 2014

5 Sistem Rudal Pertahanan Udara Terbaik Buatan Rusia

Angkatan Bersenjata Rusia memiliki 5 sistem rudal pertahanan udara yang diklaim memiliki kemampuan superior sebagai peralatan pertahanan, khususnya terhadap serangan udara. 5 sistem peluru kendali pertahanan serangan udara buatan Rusia itu adalah Igla-S, S-300VM Antey-2500, Pantsir S1, S-400 Triumf, dan S-500.

Lima Sistem Pertahanan Misil Terbaik Rusia.

Rusia memiliki salah satu sistem pertahanan misil terbaik di dunia. Jendral Purnawirawan David Deptula, mantan pejabat intelejen Angkatan Udara Amerika Serikat, bahkan mengakui hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan media online The Daily Beast baru-baru ini.

Igla-S. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Igla-S.
Igla-S, Sistem Pertahanan Udara (MANPADS) Terpopuler

Sistem Pertahanan Udara Man-Portable memiliki konstruksi sederhana berupa sebuah tabung peluncur dan sebuah roket. Sistem pertahanan ini dirancang untuk melawan pesawat, helikopter, serta pesawat tanpa awak pada ketinggian rendah, dalam kondisi derau termal alami dan buatan. Banyak ahli berpendapat bahwa MANPADS mengungguli semua persenjataan sejenis yang ada saat ini.

Igla-S memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan hampir tak bisa terdeteksi oleh sistem pengintai. Kemampuan Igla-S telah terbukti dalam beberapa pertempuran seperti di bekas Yugoslavia dan di Suriah. MANPADS Igla-S telah disuplai ke negara-negara Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Dekat dan Tengah, Eropa Tengah, Amerika Latin, Karibia, dan Afrika.
  • Jarak jangkau sasaran: 6.000 meter
  • Batas ketinggian sasaran: 10 - 3.500 meter
S-300VM Antey-2500. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
S-300VM Antey-2500.
S-300VM Antey-2500, Sistem Misil Pertahanan Udara Paling Efektif

Sistem antipesawat dan antimisil portabel S-300VM Antey-2500 merupakan misil dan senjata pertahanan udara yang serbaguna. Sistem ini mampu melawan misil balistik dengan jarak jangkau hingga 2.500 kilometer. Antey-2500 juga dapat mencegat semua jenis sasaran aerodinamis dengan sama baiknya. Sistem avionik S-300VM dilengkapi dengan dua radar yakni sebuah radar pemindai lingkar dan sebuah radar berbasis peranti lunak. Radar pertama dapat memindai semua ruang di sekeliling sistem. Radar tersebut dirancang untuk mendeteksi pesawat terbang dan helikopter. Sementara radar kedua merupakan pencari misil. S-300 VM merupakan sistem misil pertahanan udara Rusia terhebat yang sudah mulai diekspor. Saat ini, Venezuela telah memiliki sejumlah S-300VM.
  • Jarak jangkau sasaran: 200 kilometer (sasaran aerodinamik), 40 kilometer (sasaran balistik)
  • Batas ketinggian sasaran: 25 meter - 30 kilometer
Pantsir S1. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Pantsir S1.
Pantsir S1, Sistem Misil-Senapan Pertahanan Udara Rusia Tercanggih

Sistem ini dirancang sebagai sistem pertahanan jarak dekat bagi titik sasaran sipil dan militer untuk melawan semua senjata serangan udara, termasuk melawan sistem pertahanan udara jarak jauh. Sistem ini juga dapat menjaga sebuah objek yang dilindungi dari ancaman darat dan laut. Pantsir S1 saat ini tengah diuji coba lapangan (trial by fire) di Suriah. Senjata ini mengundang kekaguman para ahli militer karena kemampuan tembak dan akurasinya yang tinggi, serta hanya butuh lima menit persiapan hingga dapat digunakan.

Pantsir dapat menjatuhkan sasaran apapun, mulai dari burung pipit hingga pesawat. Para ahli menganggap sistem ini tak akan tertandingi. Saat ini, Pantsir S1 digunakan oleh Aljazair, Iran, Arab Saudi, dan Oman.
  • Jarak jangkau sasaran: 1,2 - 20 kilometer
  • Batas ketinggian sasaran: 15 meter - 15 kilometer
S-400 Triumf. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
S-400 Triumf.
S-400 Triumf, Sistem Misil Pertahanan Udara Terbaru

S-400 Triumf dirancang untuk melawan sasaran udara aerodinamis (pesawat taktis dan strategis serta pengganggu radar seperti pesawat AWACS dan KR), termasuk melawan teknologi siluman dengan jarak jangkau sekitar 400 kilometer. Sistem ini dapat mencegat misil balistik, sasaran supersonik, dan alat-alat serangan udara lain yang ada ataupun yang berpotensi ada. Dibanding pendahulunya, S-300 Triumf, S-400 memiliki laju api (rate of fire) dua setengah kali lebih tinggi. Sistem ini akan tersedia untuk ekspor setelah 2016.
  • Jangkauan deteksi sasaran: 600 kilometer
  • Jarak jangkau sasaran: 400 kilometer (sasaran aerodinamik), 60 kilometer (sasaran balistik)
  • Batas ketinggian sasaran: 10 meter - 27 kilometer
S-500. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
S-500.
S-500, Sistem Misil Pertahanan Udara Paling Menjanjikan

S-500 adalah generasi terbaru sistem misil antipesawat yang diyakini akan menggunakan konsep "keputusan terpisah" untuk menghancurkan banyak sasaran balistik dan udara sekaligus. Tujuan utama dibuatnya S-500 adalah untuk melawan misil balistik jarak menengah dan antarbenua.

Menurut perancangnya, sistem pertahanan terbaru ini bahkan mampu mencapai satelit orbit rendah, senjata ruang angkasa, dan platform senjata orbital. S-500 saat ini tengah dikembangkan dan akan tersedia paling cepat tahun 2017.

rbth.com

Selasa, 24 Juni 2014

PT Pindad Akan Produksi Amunisi Meriam MBT Leopard

Amunisi untuk meriam kaliber 120 mm yang menjadi senjata utama MBT Leopard 2A4 akan diproduksi oleh PT Pindad. Rencana produksi amunisi meriam MBT Leopard 2A4 oleh PT Pindad merupakan langkah penting bagi Indonesia untuk kemandirian memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di dalam negeri.

MBT Leopard 2A4 TNI-AD. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
MBT Leopard 2A4 TNI-AD.
PT Pindad Siap Produksi Amunisi Tank 2A4 Leopard.

Satu lompatan dilakukan PT Pindad, setelah Direktur Utama PT Pindad, Sudirman Said, menyatakan kesanggupan perusahaan itu membuat dan membangun amunisi tank utama Leopard 2A4. "Dari hasil Latihan Gabungan TNI 2014, banyak yang harus kami jawab, salah satunya melengkapi amunisi bagi beberapa perenjataan terkini TNI, termasuk peluru meriam 120mm smoothbore untuk tank Leopard," kata Said, di Bandung, Jumat.

Menurut dia, untuk peluru meriam 120mm smoothbore Leopard, ditargetkan pengembanganya sudah bisa dilakukan mulai akhir 2015. "Sehingga kita bisa memenuhi kebutuhan kesenjataan tank itu," katanya.

Leopard memakai dua varian meriam utama, yaitu Rheinmetall 120 mm L44 atau L55 smoothbore alias tanpa ulir sepanjang 5,28 meter dan berbobot 3,37 ton. Laras meriam tanpa ulir merupakan "jawaban" pada dasawarsa '70-an atas kejayaan seri tank T-72/80 dari Uni Soviet yang bisa membantai secara mudah tank-tank Barat. Laras meriam tanpa ulir juga memiliki energi kinetik lebih besar ketimbang yang berulir sehingga meninggikan efek mematikan amunisi yang dilontarkan.

Selain amunisi konvensional, meriam ini bisa menerima berbagai tipe amunisi, sebutlah Armour Piercing Discarding Sabot DM23, ataupun Armour Piercing Fin Stabilized Discarding Sabot M829 dengan kepala ledak berisikan uranium. Masih ada amunisi Multi Purpose Anti Tank Projectile yang berbasis teknologi High Explosive Anti Tank, buatan Jerman, berdesignasi NATO sebagai DM12.

analisadaily.com

26 MBT Leopard Dan 26 IFV Marder Pesanan TNI AD Segera Tiba Di Indonesia

26 unit MBT Leopard dan 26 unit tank IFV Marder buatan Rheinmettal AG, Jerman pesanan TNI AD dijadwalkan akan segera tiba di Indonesia. Berkaitan dengan kedatangan MBT Leopard dan IFV Marder ini, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah memberangkatkan tim High Level Committee (HLC) yang dipimpin Wakil Menteri Pertahanan, Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin. Ikut serta dalam rombongan tersebut adalah mantan Kasad Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo.

MBT Leopard TNI-AD. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
MBT Leopard TNI-AD.
52 Tank Leopard dan IFV Marder pesanan TNI AD segera dikirim ke RI.

Alutsista TNI Angkatan Darat (AD) akan segera bertambah. Sebab, 52 Tank Leopard dari 164 yang telah dipesan TNI AD melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) 2013 lalu akan segera tiba di Tanah Air.

Upacara pengiriman pertama 52 Tank Leopard itu akan diselenggarakan di Unterluss, Jerman. Acara itu akan dihadiri Rombongan High Level Committee (HLC) dipimpin oleh Wamenhan, Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin. Selain itu, mantan Kasad Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo juga akan hadir dalam upacara itu. Ipar SBY itu sudah terbang menuju Hamburg, Jerman, pada Minggu (22/6/2014) pagi.

Pramono mengatakan pembelian tank tersebut diinisiasi saat dirinya menjabat sebagai Kasad. Pembelian tank tersebut adalah bagian dari modernisasi alutsista TNI AD. "Alutsista Indonesia termasuk yang paling terbelakang bahkan di antara beberapa tetangga negara ASEAN. Selama ini Indonesia hanya mengandalkan pada tank tempur ringan seperti Scorpion, dan AMX-13. Ketiga jenis tank ringan ini terbilang sudah uzur," kata Edhie dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Minggu (22/6/2014).

Menurutnya, pembelian 164 unit tank Leopard itu merupakan bagian penting dari penyegaran alutsista yang terahir dilakukan 30 tahun lalu. Penyegaran ini diperlukan Indonesia dalam menjamin kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sesuai dengan perjanjian jual beli yang dilakukan pada tahun 2013 lalu, Kemenhan telah memesan 164 tank Leopard jenis main battle tank dan medium tank IFV Marder. Tank Leopard ini dibeli lengkap beserta amunisi, peluru latihan dan suku cadang oleh Kemhan dari perusahaan Jerman, Rheinmettal AG, atas persetujuan Pemerintah Jerman. "Rencananya 26 MBT dan 26 marder ini bisa tiba di Indonesia dalam waktu dekat dan bisa diperagakan pada upacara perayaan HUT TNI 5 Oktober mendatang," ujar Komandan Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri (Danpusenkav) Brigjen TNI Mulyanto.

www.merdeka.com

Kamis, 19 Juni 2014

Tupolev PAK DA, Pesawat Siluman Pembom Strategis Buatan Rusia

PAK DA (pada beberapa literatur penerbangan militer juga ditulis PAK-DA) adalah rancangan pesawat pembom strategis berteknologi stealth generasi baru Rusia yang dikembangkan oleh Tupolev Design Bureau (Biro Desain Tupolev). Pesawat siluman pembom strategis Tupolev PAK DA (Perspektivnyi Aviatsionnyi Kompleks Dal'ney Aviatsii) ini dijadwalkan sudah bisa dioperasikan setidaknya mulai tahun 2025 dan paling lambat mulai tahun 2030.
PAK DA (atau PAK-DA), adalah desain generasi Rusia strategis bomber, yang dikembangkan oleh Biro Desain Tupolev. PAK DA (Perspektivnyi Aviatsionnyi Kompleks Dal'ney Aviatsii) secara harfiah berarti "Prospektif Penerbangan Kompleks Untuk Penerbangan Jarak Jauh". PAK DA dirancang sebagai pesawat pembom strategis siluman baru dan diharapkan untuk bisa dioperasikan pada tahun 2025 hingga 2030, dengan pesawat pertama yang dijadwalkan akan diserahkan oada tahun 2020, tetapi pengiriman sekarang akan terjadi pada 2023. Pada tahun 2008, dilaporkan bahwa Angkatan Udara Rusia memiliki persyaratan teknis dan taktis untuk generasi baru pembom strategis. Menurut beberapa laporan awal, PAK DA akan sangat didasarkan pada supersonik Tu-160 bomber. Kemudian referensi Kepada bomber baru, termasuk pidato televisi dari Perdana Menteri Vladimir Putin, [rujukan?] Sepertinya menyiratkan pesawat akan menjadi desain yang sama sekali baru. Beberapa spekulasi menyarankan bahwa mungkin mengikuti desain tersembunyi dari American Northrop Grumman B-2 Spirit bomber, tetapi ada sedikit bukti pendukung publik. Rusia Mayor Jenderal Anatoly Zhikharev menyatakan bahwa bomber baru akan mengganti kedua bertenaga turboprop Tupolev Tu-95 dan Tupolev Tu-supersonik 160. Pada bulan Juni 2012, Wakil Perdana Menteri Dmitry Medvedev di Kabinet, Dmitry Rogozin, mengumumkan proyek itu dalam keraguan dan desain bomber baru mungkin tidak diperlukan. Kepala Staf Umum, Nikolai Makarov, menanggapi dengan mengatakan pekerjaan itu masih berlangsung dan bahwa desain lebih unggul pesawat Amerika. Pada tanggal 9 Juni 2012, Perdana Menteri Dmitry Medvedev mengatakan bahwa PAK DA dikonfirmasi seperti yang direncanakan. Spekulasi tentang desain mencakup radius tempur sekitar 3.500 kilometer dengan muatan penuh, berat dimuat dari 100 sampai 120 ton, 4 mesin dan kemungkinan penggunaan beberapa peralatan dari proyek Sukhoi PAK FA seperti avionik dan mesin. Presiden Vladimir Putin juga mengatakan pekerjaan adalah untuk memulai pada PAK DA meskipun teknologi yang kompleks dan persyaratan moneter. Pada 27 Agustus 2012, Pertahanan Jane melaporkan bahwa Dmitry Rogozin baru-baru ini menyerukan bomber yang akan mampu kecepatan hipersonik dalam rangka untuk mencocokkan dan pertahanan udara Amerika Serikat yang lebih baik. Tidak jelas apakah komentar Rogozin simak pembom menjadi hipersonik atau kemampuannya untuk membawa rudal udara diluncurkan hipersonik. Pada Maret 2013, dilaporkan bahwa dipilih desain PAK DA akan menjadi sayap terbang subsonik. Untuk menjaga keterjangkauan, PAK DA akan menjadi proyek kurang ambisius dibandingkan dengan Amerika Long-Range Mogok-Bomber. General Anatoly Zhikharev mengatakan bahwa pembom strategis tak berawak dapat mengikuti PAK DA setelah 2040. Pada tanggal 30 Agustus 2013, sumber Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa PAK DA akan dilengkapi dengan jenis canggih presisi senjata dipandu, termasuk senjata hipersonik. Pembom itu sendiri akan terbang pada kecepatan subsonik. Sebuah rudal hipersonik Rusia dalam pembangunan, namun saat ini hanya mampu terbang selama beberapa detik. Teknologi hipersonik sedang dikejar sehingga Rusia tidak jatuh di belakang pengembangan Amerika senjata serupa. Rusia dalam pembangunan untuk mempercepat bekerja pada bomber, yang akan menjadi desain sayap terbang untuk memulai produksi pada tahun 2020. Tahap perencanaan selesai dalam waktu kurang dari satu tahun, dan pengembangan akan dimulai pada tahun 2014. Penerbangan pertama akan dimulai tahun 2019 , dan bomber adalah untuk masuk layanan pada tahun 2025. armada pembom Rusia yang sudah ada juga akan dimodernisasi dengan avionik canggih dan sistem peperangan elektronik. 2 dari 13 Tu-160s telah mengalami perombakan ini pada tanggal 2013 dan jarak menengah Tu-22m akan dimasukkan dalam program. 63 Tu-95 pembom akan ditingkatkan dan Tu-95MS adalah untuk tetap dalam pelayanan sampai 2040 Pada 2014 Andrey Boginsky mengatakan. Bahwa Rusia berusaha untuk mendapatkan investasi China di proyek tersebut. Pada April 2014, Mikhail Pogosyan, kepala Rusia UAC, mengumumkan bahwa biro desain Tupolev telah menyelesaikan desain PAK-DA dan bahwa proyek itu bergerak ke fase menengah - yaitu penyelesaian desain dan konstruksi prototipe.

Tupolev PAK DA. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Tupolev PAK DA.
PAK DA, Pesawat Pembom Strategis Baru Angkatan Udara Rusia.

Biro desain Tupolev, bagian dari United Aircraft Corporation (UAC), telah menyelesaikan desain awal PAK DA, pesawat terbang jarak jauh yang paling muktahir. Diperkirakan, tiga tahun lagi Rusia sudah bisa memiliki pesawat ini.

PAK DA kelak akan menggantikan peran pesawat terbang Tu-95 MS, Tu-160, dan Tu-22 3M dalam persenjataan Angkatan Udara Rusia. Direktur Utama UAC Mikhail Pogosyan mengumumkan, pembuatan beberapa komponen untuk perakitan prototipe uji coba akan dimulai dalam waktu dekat.

Subsonik atau Supersonik?

Desain akhir PAK DA sudah siap, tapi tak ada yang bisa memprediksi perkembangan dunia penerbangan di masa mendatang, sehingga masih terbuka kemungkinan dilakukan modifikasi. Pada waktu memulai pembuatan proyek PAK DA pada 1999, desainer pesawat ini dihadapkan dengan pertanyaan yang sulit: Angkatan Udara Rusia membutuhkan pesawat subsonik atau supersonik?

Pesawat supersonik dapat menerebos semua senjata pertahanan udara, namun karena fitur aerodinamis yang dimilikinya, pesawat ini terlalu mencolok bagi musuh. Selain itu, pemakaian bahan bakar pesawat pembom supersonik sangatlah boros, sehingga pesawat ini tidak dapat terbang jauh di udara tanpa mengisi ulang bahan bakar. Akhirnya desainer pesawat memilih membuat pesawat pembom subsonik. Panglima Tertinggi Angkatan Udara Rusia Viktor Bondar menyatakan keunggulan PAK DA adalah pesawat ini memiliki kapasitas lebih banyak dibanding Tu-160. Selain itu, persenjataan yang dimiliki akan jauh lebih dahsyat. Sementara, masalah lain akan terselesaikan dengan kehadiran rudal.

Pesaing B-2 Spirit

Pesawat baru ini akan dibangun berdasarkan skema "sayap terbang" yakni jenis pesawat yang mengudara hanya dengan sayap, tanpa ekor dan karnard (aeronautik). Fuselage (badan pesawat) hampir rata dan dimensinya dikurangi. Peran umum fuselage seperti menampung kru, peralatan, kargo, dan sebagainya, dibebankan pada sayap pesawat. Sayap tersebut juga dipasangi senjata dan tempat awak kapal. Kebanyakan pembuatan pesawat tipe "sayap terbang" menggunakan teknologi "siluman" (low observable technology). Kemungkinan, pesawat pembom baru ini akan dibuat agar dapat mengelabui radar dengan membentuk garis-garis rusuk, untuk membuyarkan pancaran radar musuh.

Central Aerohydrodynamic Institute (TsAGI) saat ini sedang melakukan penelitian properti aerodinamik "sayap terbang". Hal tersebut membuat Rusia mempunyai dasar untuk memproduksi pesawat siluman pesaing B-2 Spirit milik Amerika.

PAK DA memiliki bobot 120 ton. Tidak kurang dari seperempat berat tersebut merupakan barang angkut yang penting seperti bahan bakar, awak kapal, dan persenjataan. Pesawat ini juga akan dilengkapi dengan senjata hipersonik. Prototipe pertama PAK DA direncanakan selesai pada 2017. Di tahun 2019, prototipe tersebut akan akan melakukan uji coba penerbangan dan di tahun 2025 pesawat akan masuk ke dalam persenjataan Angkatan Udara Rusia.

Masuknya pesawat baru tersebut ke dalam angkatan udara Rusia akan memberhentikan penggunaan pesawat Tu-160 dan Tu-95, yang sekarang ini merupakan pesawat andalan untuk penerbangan jarak jauh Rusia. Setelah 2025, pesawat-pesawat pembom itu akan pensiun dan digantikan oleh PAK DA. Saat ini, Rusia memiliki 32 unit pesawat pembom strategis Tu-95 MS dan 16 pesawat supersonik Tu-160 yang bermarkas di kota Engels.

rbth.com

Rabu, 18 Juni 2014

Myanmar Berminat Memproduksi Sendiri Jet Tempur FC-1 Xiaolong (JF-17 Thunder)

Pemerintah Myanmar tertarik untuk memproduksi sendiri jet tempur multi-peran FC-1 Xiaolong untuk dioperasikan angkatan udara di negara yang berlokasi di kawasan Asia Tenggara tersebut. Untuk merealisasikan rencana ini, kini Myanmar tengah mengupayakan untuk mendapatkan lisensi dari China atau Pakistan agar dapat segera memproduksi sendiri pesawat jet tempur FC-1 Xiaolong (JF-17 Thunder) di dalam negeri.

FC-1 Xiaolong (JF-17 Thunder). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
FC-1 Xiaolong (JF-17 Thunder).
Dengan alih teknologi dari China dan Pakistan, Myanmar berencana memproduksi sendiri jet tempur multi-peran FC-1 Xiaolong (versi produksi Pakistan: JF-17 Thunder) untuk Angkatan Udara Myanmar, demikian laporan yang dilansir oleh Myanmar Times.

Angkatan Udara Myanmar saat ini memiliki 23.000 pilot dan personil darat. Dengan 10 pangkalan angkatan udara utama, saat ini mengoperasikan 32 unit jet tempur MiG-29B dan MiG-29SE buatan Rusia, 25 unit jet tempur J-7M buatan China, 21 unit jet tempur Q-5 Fantan buatan China dan 16 pesawat latih. Selain itu, angkatan udara negara ini juga memiliki sembilan helikopter serang Mi-35 dan lebih dari 90 unit helikopter dari berbagai jenis. Pesawat militer buatan China telah menjadi sangat populer di kalangan militer Myanmar dalam beberapa tahun terakhir, menurut laporan tersebut.

Laporan itu menyebutkan bahwa Angkatan Udara Myanmar tengah berupaya untuk membeli lisensi dari China atau Pakistan untuk memproduksi sendiri pesawat tempur FC-1 Xiaolong. Dirancang bersama oleh Chengdu Aircraft Industry Group dan Pakistan Aeronautical Complex, jet tempur FC-1 Xiaolong (JF-17 Thunder) mampu membawa rudal udara-ke-udara termasuk dari jenis PL-5EII, PL-9C dan PL-12. Pesawat tempur ini juga dapat dipersenjatai rudal anti kapal C-802A jika Angkatan Udara Myanmar perlu memberikan dukungan udara kepada pasukan angkatan laut negara itu dalam pertempuran.

Jet tempur FC-1 Xiaolong dapat menyerang pesawat musuh dalam pertempuran jarak dekat dengan menggunakan senapan otomatis Gryazev-Shipunov GSH-23 twin-laras kaliber 23 mm buatan Rusia. Pakistan Air Force saat ini menjadi satu-satunya angkatan udara di dunia yang mengoperasikan jet tempur FC-1 Xiaolong (JF-17 Thunder). Diperkirakan sekita 54 unit JF-17 Thunder telah diproduksi di Pakistan untuk angkatan udara negara tersebut. Negara-negara lain di Asia Tenggara seperti Bangladesh bisa menjadi konsumen potensial jet tempur FC-1 Xiaolong (JF-17 Thunder) dalam waktu dekat.

www.wantchinatimes.com

TNI AD Uji Coba Biofuel Sebagai Bahan Bakar Kendaraan Tempur

Pihak TNI dalam waktu dekat akan melakukan uji coba penggunaan biofuel sebagai bahan bakar kendaraan militer. Biofuel sebagai bahan bakar kendaraan militer ini merupakan hasil kerjasama riset antara TNI AD dengan sejumlah perguruan tinggi. Sebagai awal, biofuel akan digunakan pada kendaraan pejabat militer. Setelah menunjukkan kinerja yang bagus, akan segera diuji coba pada kendaraan tempur seperti tank dan sebagainya.

Tank Leopard TNI AD. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Tank Leopard TNI AD.
TNI AD Persiapkan Biofuel untuk Bahan Bakar Tank.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Budiman mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menguji penggunaan biofuel pada pemakaian kendaraan pejabat militernya sebelum dicoba terhadap tank. "Dalam beberapa minggu lagi kita coba pada mobil-mobil pejabat dulu," katanya setelah mengisi seminar nasional tentang cyber warfare di Institut Teknologi Bandung, Sabtu, 14 Juni 2014.

Saat berbicara dalam seminar itu, Budiman sempat menyinggung rencana penggunaan biofuel untuk mendukung program kemandirian energi. Dia mencontohkan biofuel itu sebagai salah satu dari sekian riset yang tengah digarap TNI Angkatan Darat dengan sejumlah perguruan tinggi. "Hasil-hasil riset itu akan kita pakai sendiri," kata Budiman.

Budiman mengungkapkan biofuel yang digunakan belum murni mengganti 100 persen bahan bakar, baru menjadi campuran bahan bakar dengan porsi 50 persen. "Saya akan pakai di mobil-mobil pejabat dulu, kalau rusak masih mampu ganti. Setelah tidak ada masalah, kami akan pakai di tank kami yang sangat boros (bahan bakar)," katanya.

Menurut Budiman, biofuel yang tengah dikembangkan bersama sejumlah perguruan tinggi itu berasal dari beragam bahan nabati. Di antaranya dari tanaman sorgum, kemiri sunan, sawit, jagung, serta ketela. "Pengembangan dari (riset) universitas terus kita lanjutkan, dan terus kita tingkatkan dengan berbagai perencanaan," katanya.

Budiman menyinggung sejumlah riset yang tengah dilakukan TNI Angkatan Darat lainnya. Di antaranya riset pengembangan solar cell serta satelit. Dia menolak membeberkan rincian riset yang tengah dikembangkan dengan alasan masih dirahasiakan. "Mudah-mudahan ke depan kalau nanti sudah settled, saya sudah lapor pimpinan tentang penemuan terakhir, baru berani expose," katanya.

Dia mengatakan institusinya sudah berkonsultasi dengan BPK serta KPK dalam hal penggunaan beragam hasil riset itu untuk memenuhi kebutuhan peralatan TNI Angkatan Darat. "Ini enggak ada urusan politiknya. Bagi kami, betul-betul mau bangun negara ini," kata Budiman.

Dia mengklaim, salah satu hasil riset tersebut sukses memangkas pengeluaran institusinya. Dia mencontohkan salah satunya berhasil memangkas biaya pembuatan selembar peta ditekan hingga 1 persen biaya sebelumnya. "Kita niatnya untuk membangun Angkatan Darat yang keren," kata Budiman.

www.tempo.co

Selasa, 17 Juni 2014

Rudal SS-18 Satan, Senjata Nuklir Pamungkas Rusia

SS-18 Satan adalah jenis peluru kendali berhulu ledak nuklir dan masuk kategori peluru kendali balistik antarbenua (ICBM: Intercontinental Ballistic Missiles). Oleh pihak Uni Soviet (kini Rusia), rudal ini diberi nama R-36M, sedangkan pihak NATO menyebutnya dengan nama SS-18 Satan. Rudal ini dikembangkan hingga memiliki 6 varian. Beberapa varian dari rudal ini memiliki hingga 10 hulu ledak nuklir dengan bobot masing-masing antara 8,3 ton hingga 20 ton.
R-36 (Rusia: P-36) adalah keluarga dari rudal balistik antarbenua (ICBM) dan kendaraan peluncur ruang yang dirancang oleh Uni Soviet selama Perang Dingin. The original R-36 diproduksi di bawah industri penunjukan Soviet 8K67 dan diberi NATO melaporkan nama SS-9 Scrap. Itu mampu membawa hulu ledak tiga dan adalah yang pertama Soviet MIRV (multiple kendaraan masuk kembali secara independen ditargetkan) rudal. Versi kemudian, R-36M diproduksi di bawah Grau indeks sebutan 15A14 dan 15A18 dan diberi NATO melaporkan nama SS-18 Satan. Rudal ini telah dilihat oleh para analis AS tertentu memberikan Uni Soviet keuntungan serangan pertama atas AS, terutama karena lempar beban sangat berat dan jumlah yang sangat besar kendaraan re-entry. Beberapa versi dari R-36M dikerahkan dengan 10 hulu ledak dan sampai 40 bantu penetrasi dan tinggi membuang-berat rudal membuatnya secara teoritis mampu membawa hulu ledak lebih atau alat bantu penetrasi. Kontemporer rudal AS, seperti Minuteman III, dilakukan hingga tiga hulu ledak paling banyak. SS-18 Mod 1 membawa kendaraan masuk kembali tunggal yang besar, dengan hasil hulu ledak dari 18-25 Mt, jarak sekitar 6.000 nm. Pada bulan Januari 1971, tes dingin peluncuran dimulai selama peluncuran mortir disempurnakan. Tes penerbangan yang sebenarnya untuk single-RV Mod 1 dimulai pada tanggal 21 Februari 1973, meskipun beberapa sumber menyatakan bahwa pengujian dimulai pada bulan Oktober 1972. Tahap pengujian R-36M dengan berbagai jenis hulu ledak selesai pada bulan Oktober 1975 dan pada tanggal 30 Desember 1975 mulai penyebaran (meskipun beberapa sumber-sumber Barat menunjukkan bahwa kemampuan operasional awal telah dicapai pada awal 1975). Sebanyak 56 dikerahkan pada tahun 1977, meskipun semua digantikan oleh Mod 3 atau 4 Mod rudal pada tahun 1984. Senjata-senjata high-yield dinilai di Barat sebagai mungkin dikembangkan untuk menyerang Amerika Minuteman ICBM pusat kontrol peluncuran. Rudal dari keluarga R-36M/SS-18 tidak pernah disebarkan dengan lebih dari sepuluh hulu ledak, tetapi mengingat besar membuang-berat badan mereka (8,8 ton sebagaimana ditentukan dalam START), mereka memiliki kapasitas untuk membawa kekuatan ledakan jauh lebih. Di antara proyek-proyek bahwa Uni Soviet dipertimbangkan dalam pertengahan 1970-an adalah bahwa dari 15A17 rudal-tindak-on untuk R-36MUTTH (15A18). Rudal itu akan memiliki lebih besar membuang-berat 9,5 ton dan akan mampu membawa jumlah yang sangat besar hulu ledak. Lima versi yang berbeda dari rudal dianggap. Tiga versi ini akan membawa hulu ledak biasa-38 × 250 yield kt, 24 × 500 kt yield, atau 15-17 × 1 Mt yield. Dua modifikasi seharusnya membawa hulu ledak dipandu ("upravlyaemaya golovnaya chast") -28 × 250 kt atau 19 × 500 kt. Namun, tidak satupun dari model upgrade yang pernah dikembangkan. Perjanjian SALT II, ??yang ditandatangani pada tahun 1979, dilarang menambah jumlah hulu ledak ICBM bisa membawa. Sama, dari sudut pandang strategis, berkonsentrasi begitu banyak hulu ledak pada rudal berbasis silo tidak dipandang sebagai diinginkan, karena itu akan membuat sebagian besar hulu ledak Uni Soviet rentan terhadap serangan kekuatan melawan. Penyebaran operasional R36M/SS-18 terdiri dari R-36MUTTH, yang membawa sepuluh 500 hulu ledak kt, dan tindak-on, R-36m2 (15A18M), yang dilakukan sepuluh 800 hulu ledak kt (versi single-hulu ledak dengan baik 8,3 atau 20 Mt Mt hulu ledak juga ada di beberapa titik). Untuk menghindari sebagian perjanjian, rudal itu dilengkapi dengan 40 umpan berat untuk memanfaatkan kapasitas tidak digunakan karena keterbatasan 10-hulu ledak. Umpan ini akan muncul sebagai hulu ledak untuk setiap sistem pertahanan, membuat setiap rudal keras untuk mencegat 50 hulu ledak tunggal, rendering potensi pertahanan anti-balistik efektif.

SS-18 Satan (Gambar 1). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
SS-18 Satan (Gambar 1).
Rudal Rusia SS-18, Ancaman Terbesar bagi AS.

Sepanjang sejarah, belum ada senjata yang lebih merusak dibanding rudal balistik antarbenua SS-18 milik Rusia. Untuk memahami kekuatan sesungguhnya dari senjata maut ini, bandingkan dengan hulu ledak nuklir yang digunakan Amerika Serikat untuk meluluhlantakkan Hiroshima. Bom Hiroshima memiliki daya ledak ‘hanya’ 15 kilo ton (KT) atau setara 15.000 ton TNT. Bom tersebut mampu menghilangkan 70.000 nyawa. Sementara, sebuah SS-18 dapat membawa hingga sepuluh buah hulu ledak nuklir terpisah yang masing-masing berdaya ledak sekitar 750 KT. Beberapa rudal juga dilengkapi senjata hulu ledak raksasa 20.000 KT.

Dulu, Amerika Serikat lebih unggul dari Rusia dalam hal teknologi dan jumlah rudal. Namun, pada awal 1970-an ketika SS-18 mulai siap digunakan dalam jumlah besar, Moskow mengejar ketertinggalan itu dan langkah Moskow mulai tak terbendung. Pada 1990, Moskow memiliki sekitar 40.000 stok hulu ledak nuklir, dan AS hanya memiliki 28.000 buah. Hanya dengan menggunakan 3.000 hulu ledak SS-18, Rusia dapat memusnahkan semua manusia di daratan Amerika Serikat hanya dalam waktu 30 menit.

SS-18 yang diberi nama kode Satan oleh NATO ini memiliki berat 209.000 kilogram dan panjang 31 meter. Rudal Rusia yang sangat akurat tersebut tidak hanya dapat menembus dan menghancurkan silo-silo rudal AS, yang diperkuat hingga 300 psi, tetapi silo-silonya sendiri diperkuat secara luar biasa hingga 6.000 psi. Hal itu membuat rudal-rudal tersebut tidak terkalahkan. Hebatnya, dengan ukuran seberat dan sepanjang itu, rudal ini dapat melakukan gerakan sidewinding, yakni serangkaian gerakan melengkung berbentuk S untuk menghindari pertahanan antirudal. Selain itu, peralatan elektronik mikronya bisa diperkuat sehingga dapat berfungsi bahkan ketika terkena serangan nuklir.

Menyasar Setan

SS-18 memberi ancaman eksistensial bagi Amerika Serikat, sehingga rudal ini menjadi isu fokus dalam pembicaraan tentang persenjataan di antara dua negara adidaya. AS bersedia menyingkirkan rudal strategis mereka yang ditempatkan di Eropa jika Rusia setuju mengurangi kekuatan roketnya secara signifikan. Dari peluncuran SS-18 sebanyak 308 silo pada 1991, Moskow telah mengurangi jumlahnya hingga 154 buah untuk mematuhi perjanjian START I.

SS-18 Satan (Gambar 2). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
SS-18 Satan (Gambar 2).
START II bertujuan mengeliminasi semua rudal SS-18, namun perjanjian itu tidak diberlakukan sehingga rudal-rudal itu tetap aktif. Dari sudut pandang Rusia, penundaan tersebut jelas menguntungkan. Seiring terus memburuknya hubungan Rusia dengan AS setelah NATO berekspansi hingga mendekati perbatasan Rusia, Moskow memutuskan untuk menyiapkan senjata supernya. Sekarang, setelah romansa palsu Rusia-AS tahun 1991 lama berlalu, jelas Kremlin merasa rudal balistik antarbenua yang ditempatkan di silo yang berlapisan keras wajib dimiliki untuk menjaga wibawa negara tersebut.

Kini mendadak SS-18 kembali ramai dibicarakan karena terjebak dalam perang sanksi. Terkait sanksi Barat yang diberlakukan untuk Rusia, Moskow hendak menghentikan penjualan mesin roket pada Amerika Serikat jika mesin itu digunakan untuk tujuan militer. Beberapa anggota Kongres AS pun mengusulkan langkah yang berbahaya. Para anggota legislatif AS menghendaki pemerintahan mereka memulai pembicaraan dengan pemerintah Ukraina untuk mengakhiri kerja sama antara Kiev dan Moskow yang telah lama terjalin terkait perawatan SS-18.

AS tampaknya harus menelan pil pahit. Rudal ini memang merupakan produk kompleks industrial militer yang berbasis di Biro Desain Yuzhnoye milik Ukraina, tetapi Federasi Ilmuwan AS menyatakan perusahaan-perusahaan Rusia memberi layanan perawatan untuk SS-18 yang saat ini berada di dalam inventaris mereka.

AS Tak Perlu Khawatir

Kampanye yang nyaring untuk menentang SS-18 di Washington disebabkan oleh ketakutan masa lalu AS terhadap senjata maut pamungkas yang berada dalam kendali lawan. Namun, pada abad ke-21 ketika Rusia tidak lagi menjadi musuh bebuyutan AS, ketakutan itu tidak berdasar. Sebuah laporan Departemen Pertahanan AS tentang Persenjataan nuklir Rusia, yang disusun melalui kerja sama dengan Direktur Intelejen Nasional, menyatakan bahwa bahkan skenario terburuk dari serangan pertama Rusia hanya akan memberi "dampak kecil" bagi AS.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa Rusia tidak dapat memperoleh keuntungan militer yang signifikan melalui segala ekspansi yang dilakukan terhadap persenjataan rudal strategisnya, bahkan dengan skenario curang atau menyimpang menurut perjanjian START yang baru. Anggota Kongres AS sepertinya menyebarkan retorika tersebut karena mendapat informasi yang keliru, kurang jelas, dan mudah naik darah.

Setan Tak Pernah Mati

Sementara itu, 50 tahun setelah pertama kali dikerahkan, SS-18 tetap siap untuk digunakan. Persenjataan rudal strategis Rusia akan bertambah sebanyak 400 rudal baru dalam sepuluh tahun mendatang, tapi sang Setan tampaknya akan terus bertahan hingga periode 2040-an setelah di-upgrade.

Strategy Page melaporkan, sebagian besar penembakan uji coba selama dekade sukses, dan tes kendali mutu lain juga menunjukkan hasil positif. Meski militer Rusia telah runtuh pasca-Perang Dingin, anggaran dan personel berkualitas tetap dikerahkan untuk pengembangan persenjataan rudal, yang merupakan pertahanan terakhir dari sang negeri Beruang Merah.

rbth.com

Senin, 16 Juni 2014

F-22 Raptor Dilibatkan Dalam Latihan Cope Taufan 2014 Di Malaysia

Cope Taufan merupakan latihan militer yang didominasi unsur Angkatan Udara dan merupakan latihan militer dua tahunan yang diikuti Angkatan Udara Diraja Malaysia dan Pacific Air Forces. Dalam latihan ini melibatkan lebih dari 450 personil udara dan empat Airframes Angkatan Udara AS dengan penyertaan perdana pesawat tempur siluman F-22 Raptor untuk latihan militer di Asia Tenggara.

F-22 Raptor. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
F-22 Raptor.
Skuadron tempur 199 Hawaii National Guard bersama dengan Skuadron tempur 19 hadir dengan armada F-22 Raptor pada latihan tahun ini. Unit lain yang mendukung latihan termasuk jet tempur F-15 Eagle dari Skuadron 131 Massachusetts Air National Guard, pesawat C-130 Herculer dari Skuadron Angkut Udara 36 Yokota Air Base, Jepang; pesawat C-17 C-17 Globemaster III dari Skuadron 517 Pangkalan Udara Elmendorf-Richardson, Skuadron 535 dan Skuadron 204 Pangkalan Pearl Harbor-Hickam.

"Ini adalah latihan yang terbesar di sini untuk saat ini," kata Kolonel Keith Gibson yang bertindak sebagai komandan pada latihan Cope Taufan 2014. "Biasanya kami hanya melibatkan satu Airframe, tapi tahun ini kami mengerahkan empat Airframe dari seluruh PACAF dan melawan Airframe Malaysia yang berada di dua lokasi yang berbeda."

Partisipan latihan adalah unit penerbang dan unit darat dari PACAF, Komando Operasi Khusus Pasifik, RMAF dan Angkatan Darat Malaysia. Operasi udara termasuk superioritas udara, bantuan udara jarak dekat, pencegatan, angkut udara taktis, dan Combat SAR. "Ini merupakan tahun pertama kami menggabungkan latihan di dua lokasi. Koordinasi antara Subang dan di sini akan sangat aktif dan interaktif. Dengan kecanggihan latihan ini kami berharap dapat berbagi apa yang kita pelajari dan pengalaman kita di semua tingkat dari Royal Malaysia Air Force", kata Kolonel Ben Suri Mohamad Daued, komandan latihan kepala RMAF untuk Cope Taufan 2014.

Latihan ini dilaksanakan mulai 9 Juni 2014 hingga 20 Juni 2014 di PU Butterworth dan P.U. Subang. Cope Taufan dirancang untuk meningkatkan kesiapan kekuatan udara gabungan AS dan Malaysia. Tujuannya untuk meningkatkan kesiapan dan kerjasama Angkatan Udara AS dan Malaysia, meningkatkan kemampuan tempur antara kedua negara, dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional.

www.defencetalk.com

Jelang RIMPAC 2014, Kopaska TNI AL Asah Kemampuan Tempur

Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut terus mengasah kemampuan tempur dengan melakukan berbagai latihan. Kali ini Kopaska TNI AL melaksanakan latihan simulasi pembebasan kapal atau Maritime Interdiction Operation (MIO) dengan menggunakan kapal perang KRI Banda Aceh-593 sebagai lokasi latihan. Latihan dimaksud juga untuk menyiapkan diri guna mengikuti Latihan Bersama Multilateral Rim Of Pacific (Latma Multilateral RIMPAC) 2014 di Kepulauan Hawaii yang merupakan latihan militer maritim terbesar di dunia.

Kopaska TNI AL. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Kopaska TNI AL.
Menuju Hawaii, Kopaska latihan lawan perompak di KRI Makassar.

Letusan suara dari kontak tembak menggema di lorong-lorong KRI Banda Aceh-593. Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut tengah berlatih melumpuhkan perompak yang naik ke atas kapal. Kurang dari setengah jam, satuan elit milik TNI AL pimpinan Lettu Laut (P) Mugiyono dapat mengendalikan serta menguasai kapal kembali.

Operasi tempur laut tersebut, merupakan simulasi pembebasan kapal atau Maritime Interdiction Operation (MIO), yang diselenggarakan di atas kapal saat berlayar di Perairan Samudera Pasifik. Skenario tersebut dilakukan oleh Kopaska untuk terus mengasah kemampuan maupun skill Visit Boarding Search and Seizure (VBSS) dari tiap individu. Selain itu, hal tersebut dipersiapkan juga guna menyambut latihan Multilateral yang akan dilaksanakan oleh KRI BAC-593 di Hawai.

KRI Banda Aceh-593 dengan Komandan Letkol Laut (P) Arief Budiman, telah dilepas oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Marsetio dalam suatu upacara pelepasan di Dermaga Kolinlamil.

Rencananya kapal perang yang berada di jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) ini akan mengikuti latihan militer maritim terbesar di dunia yang bertajuk Latihan Bersama Multilateral Rim Of Pacific (Latma Multilateral RIMPAC) 2014 pada tanggal 26 Juni sampai dengan 1 Agustus 2014 di Pearl Harbour training area dan perairan Kepulauan Hawaii.

Dalam latihan RIMPAC tahun 2014 ini, TNI Angkatan Laut selain melibatkan KRI Banda Aceh-593 juga akan menurunkan 1 Kompi Marinir. Pada Latma ini ada beberapa latihan yang digelar yakni pertempuran amfibi, pendaratan helikopter di dek kapal, misi SAR, latihan emergensi dan sebagainya.

www.merdeka.com

Minggu, 15 Juni 2014

PAK TA, Proyek Pengembangan Pesawat Angkut Militer Terbaru Rusia

PAK TA (Perspektivniy Aviatsionniy Kompleks Transportnoy Aviatsii) adalah proyek Kementerian Pertahanan Rusia yang bertujuan untuk merancang dan mengembangkan pesawat angkut militer jenis baru. Proyek militer yang diharapkan bisa diselesaikan dalam waktu sepuluh tahun ini merupakan kelanjutan dari proyek PAK FA dan PAK DA.

PAK TA. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
PAK TA.
PAK TA, Rancangan Pesawat Angkut Militer Rusia Terbaru.

Saat ini pihak Kementerian Pertahanan Rusia sedang mengembangkan rancangan pesawat angkut militer baru. Proyek yang merupakan lanjutan proyek PAK FA dan PAK DA tersebut sementara ini diberi nama PAK TA (Perspektivniy Aviatsionniy Kompleks Transportnoy Aviatsii). Proyek PAK TA ini diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu sepuluh tahun. Hal tersebut diumumkan oleh Direktur Utama Ilyushin Aviation Complex, Viktor Livanov. Livanov menerangkan proyek ini merupakan salah satu proyek yang dibuat menjelang 2030. Menurut Livanov, spesifikasi PAK TA akan disusun setelah mereka melakukan konsultasi dengan beberapa calon konsumen potensial.

Kolonel Igor Malikov, pahlawan Rusia yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Pusat Uji Coba Penerbangan Negara sekaligus pilot penguji utama, menyatakan pesawat Ilyushin Il-76 yang digunakan saat ini sudah ketinggalan zaman. "Walaupun Il-76 sudah diperbaharui, tetap saja pesawat ini telah kehilangan tempat di kelasnya. Il-76 terlalu berisik dan komponennya sudah kuno," kata Malikov.

Sementara armada pesawat Antonov An-12, menurut Malikov, sudah hampir habis. "Jumlah An-12 tinggal sedikit sekali. Kami hanya memperpanjang waktu penggunaan mereka saja," ujar Malikov. Maka, menurut Malikov kehadiran pesawat angkut baru seperti PAK TA memang sangat diperlukan.

Para ahli menilai teknologi simulasi komputer canggih yang digunakan dalam tahap pengembangan pesawat PAK TA cukup memuaskan, namun mereka harus lebih memperhatikan pengembangan perangkat elektronik pesawat tersebut. Menurut para ahli, pengembangan mesin penggerak pesawat yang baru membutuhkan waktu jauh lebih lama dibanding pengembangan pesawat itu sendiri.

Mengenai spesifikasi utama PAK TA, Malikov menonjolkan sisi ekonomis dan tidak bising. Pesawat dengan spesifikasi seperti itu dicari banyak kalangan, sehingga PAK TA tidak hanya bisa dipakai di dalam negeri, tetapi juga dapat dijual ke pasar internasional.

Menurut Livanov, ukuran pesawat dapat dibuat sesuai kebutuhan. "Tentu saja perlu penentuan kapasitas angkut barang dan perhitungan volume angkut barang sekali jalan yang optimum. Kami bisa saja membuat pesawat besar atau yang lebih kecil. Jika Kementerian Pertahanan Rusia membutuhkan pesawat untuk mengangkut tank, itu akan menjadi pertimbangan tersendiri” ujar Livanov. Ia menjelaskan, perlu tata ruang kabin tersendiri untuk mengangkut kendaraan darat. “Hal itu yang menentukan ukuran badan pesawat (fuselage) kelak," ujar Livanov, sambil menambahkan bahwa pesawat harus dapat melintasi setengah wilayah Rusia dengan bahan bakar penuh dalam sekali jalan.

Pilot uji coba, 'zasluzhenniy pilot' Rusia, Mikhail Markov, menilai bahwa lembaga-lembaga penelitian harus menentukan kriteria-kriteria untuk pesawat baru tersebut. Lembaga tersebut diperkirakan mampu menganalisa spesifikasi pesawat dalam waktu dua tahun. "Hasil yang bagus dan sempurna tentu tidak bisa didapat begitu saja. Pembaharuan pesawat ini dimulai dari hal-hal yang kecil," ujar Markov.

rbth.com

Jumat, 13 Juni 2014

Prajurit TNI Temukan Peralatan Mata-mata Di Perbatasan Lebanon-Israel

Dua kotak berisi peralatan mata-mata telah berhasil ditemukan oleh para prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indobatt Kontingen Garuda XXIII-H/UNIFIL yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di kawasan konflik di Lebanon. Penemuan peralatan mata-mata tersebut berlokasi di kawasan perbatasan Lebanon dan Israel.

Pasukan Garuda TNI menerima penghargaan. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Pasukan Garuda TNI menerima penghargaan.
Pasukan Garuda temukan alat mata-mata di batas Israel-Lebanon.

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indobatt Kontingen Garuda XXIII-H/UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) kembali menerima penghargaan. Kali ini, penghargaan diperoleh dari LAF (Lebanese Armed Forces) kepada 20 prajurit tim patroli Satgas Indobatt yang berasal dari Kompi Alpha.

Penghargaan diberikan pada Pasukan Garuda yang berhasil menemukan dua kotak misterius di perbatasan Israel dan Lebanon pada 18 Januari lalu. Kemudian diketahui bahwa kedua benda tersebut merupakan alat mata-mata. Mereka juga berhasil mencegah kontak senjata antara pasukan Israel dan Lebanon. "Penemuan dua kotak misterius tersebut merupakan salah satu bukti keseriusan, profesionalisme dan dedikasi para prajurit Indobatt dalam melaksanakan setiap tugasnya. Dan oleh sebab itu, mereka berhak mendapatkan penghargaan ini," tutur Kolonel Ahmad Assir dari The Lebanese Armed Forces, Selasa (11/6/2014).

Adapun para prajurit Satgas Indobatt dari Kompi Alpha yang mendapatkan penghargaan yaitu:

Tim Patroli-1: Lettu Inf M.A. Maulana, Sertu Ricardo, Serda Purwanto, Praka Adi Susanto, Kopda Kasim, Praka Tulus, Praka Aziz Yodi, Praka Jarmanto, Praka Andri Atmoko, Praka Mangara Panjaitan).
Tim Patroli-2: Lettu Asep Saroi, Sertu Aceng, Sertu M Ali, Serda Wawan, Pratu nurdin, Praka Fauzan, Praka Romadlon, Praka Sunggono, Kopda Adi Wibowo, Kopda Tarjani.

www.merdeka.com

TNI AU Siapkan Landasan Pesawat Tempur Di Perbatasan Malaysia Di Kalimantan Barat

Lapangan pesawat terbang yang berlokasi di Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, akan difungsikan kembali sebagai lokasi pendaratan dan tinggal landas pesawat tempur milik TNI-AU. Lapangan terbang peninggalan Belanda yang berada dekat dengan perbatasan Malaysia tersebut akan memiliki landasan pacu dengan panjang 2.500 meter yang bisa melayani berbagai jenis pesawat tempur milik TNI hingga jenis pesawat berbadan lebar.

Jet Tempur Sukhoi TNI-AU. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Jet Tempur Sukhoi TNI-AU.
TNI AU Bangun Landasan Pacu Pesawat Tempur di Perbatasan Malaysia.

Pasca pembangunan tiang pancang dan manuver helikopter Malaysia di perairan Tanjung Datok, Kalimantan Barat, TNI AU berencana memperkuat pertahanan udara. Landasan pacu eks peninggalan Belanda bakal difungsikan kembali untuk pendaratan pesawat tempur. "Ini instruksi Panglima TNI untuk memfungsikan kembali landasan pacu di Paloh, di perbatasan Malaysia menjadi landasan pangkalan AU," kata Asisten Operasi KASAU, Marsekal Muda Sudipo Handoyo, kepada wartawan saat berada di Lanud Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (9/6/2014).

Di Paloh, memang memiliki landasan pacu sepanjang 750 m dan telah dibersihkan dalam 5 hari terakhir ini. Landasan pacu itu sendiri dibangun sekitar 1978 silam dan berada dalam posisi strategis di perbatasan Kalimantan Barat dan Malaysia. Sudipo menerangkan, di Temajuk, Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, TNI AU juga akan menempatkan 500 personelnya sebagai penambahan kekuatan di pangkalan TNI AU. "Akan ada 500 personel di Temajuk setingkat batalion. Penguatan ini sebagai bentuk antisipasi provokasi dari Malaysia. Kita lakukan survei untuk analisis sejauh mana kekuatan yang dibutuhkan," ujar Sudipo.

Tidak hanya untuk TNI AU, lahan seluas 100 hektar juga tengah dipersiapkan untuk lahan markas TNI AL dan TNI AD. Dengan begitu, seluruh satuan akan ditempatkan di perbatasan utara Kalimantan Barat dengan Malaysia. "Landasan pacu Pangkalan AU yang kita benahi nanti akan memiliki panjang hingga 2.500 meter dan bisa didarati Boeing," tegasnya.

Pemerintah RI sempat memprotes pembangunan 3 tiang pancang suar oleh Malaysia di perairan Tanjung Datok, Sambas, Kalimantan Barat. Nelayan pun takut untuk melaut pasca pembangunan itu. Akhirnya melalui pertemuan dan pembicaraan kedua negara baru-baru ini, Malaysia menyepakati untuk menghentikan pembangunannya. Kedatangan Sudipo di Lanud Supadio, turut didampingi oleh Pangkoops AU 1 dan Dankorpaskhas serta Pangdam XII Tanjungpura Mayjend TNI Ibrahim Saleh. Selanjutnya dia bersama rombongan menuju ke Temajuk, Kabupaten Sambas, untuk mengecek lahan pembangunan pangkalan AU di wilayah itu

news.detik.com

Rabu, 11 Juni 2014

16 Jet Tempur F-16 Didatangkan Bertahap Ke Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru

16 unit pesawat jet tempur F-16 Fighting Falcon akan berpangkalan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau. Skuadron jet tempur F-16 Fighting Falcon tersebut dijadwalkan akan didatangkan secara bertahap dari Pangkalan Udara TNI-AU Iswahyudi di Madiun, Jawa Timur.

F-16 Fighting Falcon - TNI-AU. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
F-16 Fighting Falcon - TNI-AU.
Danlanud: Skuadron F-16 datang bertahap ke Pekanbaru.

Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Angkatan Udara Republik Indonesia Roesmin Nurjadin menyatakan, pesawat tempur Skuadron F-16 Fighting Falcon sebanyak 16 unit akan datang bertahap ke daerah tersebut. Hal itu karena Lanud di Madiun sedang dibangun beberapa fasilitas tambahan seperti hangar pesawat. "Juni atau Juli empat unit F-16 akan tiba di Madiun, setelah itu pada Oktober datang lagi empat unit dan diperkirakan November atau Desember, empat unit pertama akan berpangkalan di Pekanbaru," kata Danlanud Roesmin Nurjadin Kol Pnb Kahiril Lubis di Pekanbaru, seperti dilansir Antara, Selasa (10/6/2014).

Selanjutnya, kata Kahiril, empat unit kedua akan datang juga pada awal tahun depan yang kemudian sepanjang tahun 2015 diperkirakan sudah ada 16 unit akan berpangkalan di "Kota Bertuah", julukan Kota Pekanbaru. Kahiril mengatakan, pesawat yang didatangkan dari Amerika Serikat tersebut mangkalnya ke Kota Madiun, Jawa Timur karena di tempat tersebut ada Skuadron 3 F-16 Fighting Falcon yang memiliki tipe serupa dengan yang akan berpangkalan di Kota pekanbaru. "Karena di sana perlu standarisasi pesawat sesuai dengan fasilitasnya yang tipe A," kata Kahiril.

Saat ini, tambahnya, Roesmin Nurjadin sedang proses untuk menjadikan landasan dari tipe B ke tipe A dan perkembangannya saat ini tengah dibangun hanggar dan "shelter" pesawat. Lalu ketika empat pesawat pertama datang ke Pekanbaru tiba, akan ada proses penyambutan sekaligus peresmian pesawat. "Biasanya proses peresmian dilakukan dengan penyambutan," ungkap Kahiril.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI IB Putu Dunia pada saat peninjauannya ke Pekanbaru pada Februari lalu mengatakan, F-16 bertujuan untuk mengawasi ruang udara kawasan di Selat Malaka secara lebih efektif. "Kita memantau langsung pembangunan skuadron 16 dan sejauh ini sangat memuaskan. Semua peralatan lengkap dan ke depan kita berharap, Skuadron F-16 ini sebagai pilar terdepan kita untuk mengamankan kawasan kedaulatan NKRI," ujar Marsekal TNI IB Putu.

TNI AU mendatangkan F-16 Fighting Falcon blok 25 bekas Perang Irak, yang direncanakan akan ditingkatkan kapasitasnya (upgrade) ke blok 52+. Meskipun hibah dari Amerika Serikat, pemerintah tetap mengeluarkan biaya untuk "upgrade" dengan total sekitar 400 juta dolar AS memakai skema pembayaran "foreign military sales".

www.merdeka.com

Sabtu, 31 Mei 2014

Pembangunan Pangkalan Militer TNI Di Temajuk Akan Diperjuangkan Komisi I DPR-RI

Pembangunan Pangkalan Militer TNI di Temajuk, Kalimantan Barat, akan diusahakan untuk dapat direalisasikan pemerintah Indonesia. Komisi I DPR-RI beranggapan bahwa keberadaan pangkalan militer Indonesia di kawasan tersebut sangat dibutuhkan mengingat di kawasan tersebut masih minim penjagaan. Salah satu akibat yang ditimbulkan misalnya adanya tindakan dari pihak Malaysia yang membangun rambu suar di Tanjung Datuk.

Temajuk, Sambas, Kalimantan Barat. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Temajuk, Sambas, Kalimantan Barat.
Komisi I perjuangkan pembangunan pangkalan militer Temajuk.

Komisi I DPR-RI akan memperjuangkan pembangunan pangkalan militer di wilayah Temajuk, Kalimantan Barat, yang berbatasan dengan Sarawak, Malaysia, saat pembahasan rencana strategis bidang pertahanan keamanan di Jakarta, Senin (2/6/2014). "Senin depan kami akan membicarakan masalah ini dengan kementerian terkait," kata anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) Tri Tamtomo di Pontianak, Jumat.

Ia melanjutkan, Komisi I DPR telah meninjau wilayah perbatasan di Kalimantan Utara dan Kalbar. "Dan, ada yang perlu mendapat perhatian dari pusat karena terjadi ketidakimbangan kekurangan," kata dia.

Menurut dia, hasil temuan di lapangan itu segera diangkat ke tingkat pusat karena menjadi mandat rakyat. "Kalau tidak didukung pusat, wilayah kita bisa tergerus," ujar dia.

Ia sendiri menilai tindakan pihak Malaysia membangun rambu suar di Tanjung Datuk, Desa Temajuk, seperti "meledek" Indonesia. "Namun, tetap harus disikapi secara arif dan bijak," katanya.

Ia tidak memungkiri isu seputar perbatasan telah disampaikan beberapa waktu lalu namun tidak ada anggapan sehingga muncullah pembangunan rambu suar tersebut. "Untuk itu, pembangunan pangkalan militer dan pergeseran alutsista harus segera dilakukan," kata mantan Pangdam I Bukit Barisan yang kini bergabung dengan PDI Perjuangan itu.

Di Kalbar, ujar dia, ada sekitar 300 kilometer wilayah perbatasan yang tidak memiliki penjagaan sehingga banyak jalan-jalan tikus yang membuat ketahanan daerah berkurang. Munculnya kasus rambu suar di Tanjung Datuk juga membuat Komisi I mendorong Kementerian Luar Negeri untuk menuntaskan masalah batas wilayah dengan 10 negara tetangga.

www.antaranews.com

Dirikan Pabrik Propelan, PT Dahana Kerjasama Dengan 2 Perusahaan Prancis

PT Dahana tengah bersiap untuk membangun pabrik propelan di kawasan Subang, Jawa Barat. Untuk merealisasikan rencana pembangunan pabrik propelan tersebut, PT Dahana telah menyepakati kerjasama dengan 2 perusahaan asal Prancis, Eurenco dan Roxel. Propelan adalah bahan baku untuk pembuatan amunisi peluru, roket, dan peluru kendali.

Propelan. Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
Propelan.
Bangun Pabrik Propelan, PT Dahana Gandeng Perusahaan Prancis.

PT Dahana baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Eurenco dan Roxel, sebuah perusahaan asal Prancis untuk membangun pabrik propelan di Subang, Jawa Barat. Kerjasama ini dilakukan Direktur Utama PT Dahana (Persero) Harry Sampurno, Senior VP Bussines Development Jean Claude dan CEO Roxel France Jacques Desclaux.

Penandatanganan Nota Kerjasama ini juga disaksikan langsung oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan). "Kerjasama pembangunan pabrik propelan ini sebagai upaya membantu pemerintah Indonesia dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri," ujar Staf Ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga, Silmy Karim di Jakarta, Senin (26/5/2014).

Dikatakan Silmy, bahan baku dalam pembuatan amunisi roket dan peluru kendali sangat diperlukan. Karenanya pabrik propelan menjadi prioritas yang wajib dimiliki oleh Indonesia.

Nantinya, proyek pembangunan pabrik propelan ini akan dibangun di wilayah area PT Dahanan seluas 600 hektar, di mana khusus pembangunan pabrik tersebut akan dilakukan di area seluas 50 hektar. "Pabrik ini akan dibangun selama 40-50 bulan, atau kurang lebih empat tahun ke depan," terang Silmy.

Pembangunan pabrik ini akan dilakukan secara dua tahap, dengan menghasilkan tujuh produk. Tahap pertama pabrik tersebut hanya melakukan produksi tiga produk saja, yaitu spherichal powder sebanyak 400 ton per tahun, dan propelan double base roker sebanyak 80 ton per tahun. "Produk yang dihasilkan nantinya akan diserap oleh industri pertahanan yang ada, karena produk ini merupakan bahan baku untuk membuat peluru, roket, peluru kendali, propelan untuk munisi kaliber kecil, menengah dan besar," tukasnya.

www.jpnn.com

KRI Sampari (628), Kapal Cepat Rudal Pertama Buatan PT PAL Diterima TNI AL

KRI Sampari (628) yang merupakan kapal perang dari jenis Kapal Cepat Rudal 60 Meter (KCR 60) buatan PT PAL telah diserahkan kepada pihak TNI AL. KRI Sampari (628) adalah Kapal Cepat Rudal 60 Meter pertama yang telah berhasil diselesaikan pembuatannya oleh PT PAL. Secara keseluruhan, TNI AL memesan 16 KCR 60 meter dan 16 KCR 40 meter kepada PT PAL.

KRI Sampari (628). Prokimal Online Kotabumi Lampung Utara
KRI Sampari (628).
KRI Sampari (628) Diserahterimakan ke TNI AL.

Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter ke-1 diserah terimakan dari PT PAL kepada TNI AL. Kapal pertama itu merupakan satu dari tiga kapal KCR 60 meter yang dipesan TNI AL kepada PT PAL.

Serah terima KCR ke-1 yang diberi nama KRI Sampari (628) itu dilakukan bersamaan dengan peluncuran KCR ke-2. KCR ke-2 yang rencananya akan diserah terimakan pada Juni nanti akan diberi nama KRI Tombak. Sementara KCR ke-3 masih dalam tahap produksi akhir dan direncanakan diberi nama KRI Hayat. "Kapal yang diserahterimakan hari ini merupakan bagian dari upaya mengamankan wilayah laut kita," kata Purnomo Yusgiantoro dalam sambutannya, Rabu (28/5/2014).

Menteri Pertahanan itu mengatakan, Selain tiga KCR yang sudah diserahterimakan dan sedang digarap, Kementerian Pertahanan juga telah memesan 16 KCR 60 meter dan 16 KCR 40 meter. Seluruh pesanan KCR ini dijanjikan akan rampung pada 2024 mendatang. "Kalau pesanan semua KCR sudah jadi, maka keamanan laut kita bisa diandalkan," lanjut Purnomo.

Purnomo yakin dengan hal itu karena masing-masing KCR dilengkapi dengan peluncur rudal yang bisa membawa empat rudal seri C 705 dan 802 dengan daya jelajah hingga 140 km.

Spesifikasi KRI Sampari (628) / KCR 60 Meter :
  • Panjang 60 meter
  • panjang garis air 54,82 meter
  • lebar 8,10 meter
  • Tinggi pada tengah kapal 4,85 meter
  • Berat muatan penuh 460 ton
  • Kecepatan 15 knot, jelajah 20 knot dan max 28 knot
  • Didukung persenjataan canggih berupa meriam dan rudal
  • Jumlah penumpang 55 orang
  • Ketahanan berlayar 9 hari
  • Mesin pendorong 2 x 2.880 KW
news.detik.com